MOTIF MAHASISWA MENONTON TAYANGAN STAND UP COMEDY INDONESIA (SUCI 3) DI KOMPAS TV ( Studi Pada Mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang )

Gratis

2
45
64
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERSEMBAHAN

  Sahabat-sahabat ku yang selalu memberikan semangat dan dukungannya anak-anak pelangi (awit,laras,chaur,weny,yoshi,dita) terima kasih sahabat kuikom 07 (imel,sobi,rizal) terima kasih bantuan kalian, teman-teman titu kost(ragil,tintan,dwi,fina,dita) dan masih banyak teman-teman yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Dan acara ini sebagai warna baru dalam duniapertelevisian agar membuat stasiun-stasiun televisi semakin berlomba-lomba untuk menayangkan program acara yang lebih variaif dan menghibur lagikhususnya dalam acara komedi indonesia yang lebih berwawasan luas seperi acara ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memasuki abad ke-21, industri media telah berada di dalam

  Berawal dari RCTI yang mulai dapatdisaksikan oleh penonton televisi Indonesia pada tahun 1989, yang Dalam masyarakat modern seperti sekarang ini tak dipungkiri lagi bahwa setiap individu dalam melakukan komunikasi tidak pernah lepasdari peran teknologi. Sejakjaman Basho (Bagito Show) yang diisi trio Miing-Didin-Unang, sampai jaman Ngelaba (Ngerumpi Lewat Banyolan) yang digawangi trio PatrioAkri-Parto-Eko, rasanya sudah hampir tidak ada acara komedi lucu dan segar dengan rating tinggi.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan permasalahan penelitian “Apakah motif yang mendorong mahasiswaUniversitas Muhammadiyah Malang Jurusan Ilmu Komunikasi untuk menonton acara stand up comedy Indonesia (SUCI 3) yang ditayangkandi Kompas TV? Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui motif yang mendorong mahasiswauntuk menonton tayangan stand up comedy Indonesia (SUCI 3) di Kompas TV.

2. Kegunaan Penelitian Dalam melakukan penelitian ini tentunya banyak sekali manfaat

  Kegunaan AkademisPenelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi akademis b. Kegunaan PraktisDiharapkan dengan adanya penelitian ini bagi masyarakat dapat digunakan sebagai masukan yang sifatnya ilmiah agar dapat lebihselektif dalam memilih program tayangan televisi untuk pemenuhan dan pemuas kebutuhannya.

D. Tinjauan Pustaka 1. Televisi Sebagai Medium Komunikasi Massa

  Televisi merupakan media komunikasi massa yang paling efektif dan efisien sebagai media untuk menyampaikan informasi. Luasnya jangkauan televisi yang di tempuh dalam waktu bersamaan secara serentak, pesan atau informasi yang disampaikan melaluitelevisi mampu menjangkau jutaaan orang khalayak (Sumartono, 2002: 20).

a. Komunikasi Massa

  Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesanyang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat individu. Komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar,heterogen, dan anonim, melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sma dapat diterima secara serentak dansesaat.

b. Karakteristik Komunikasi Massa

  Tan, dalam komunikasi massa itu komunikatornya adalah organisasi sosialyang mampu memproduksi pesan dan mengirimkanya secara Ada beberapa karakteristik komunikasi massa (Wiryanto,2004: 10), diantaranya: 1) Komunikator MelembagaKomunikator dalam komunikasi massa bukan satu orang, tetapi kumpulan orang. Artinya, penonton media yang salah satucontoh media elektronik televisi itu beragam seperti pendidikan, umur, jenis kelamin, status sosial ekonomi,memiliki jabatan yang beragam, memiliki agama atau kepercayaan yang tidak sama pula.

2. Macam-macam Media Komunikasi

  BukuBuku dapat di definisikan sebagai sejumlah pesan tertulis yang memungkinkan memuat banyak pesan serta memiliki arti bagimasyarakat luas direncanakan untuk pengetahuan publik tentang sesuatu serta direkam dalam bahan yang tidak mudah rusak danmudah dibawa. (Televisi sesungguhnya adalah perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Makatelevisi sebenarnya sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat).

c. Kelebihan Televisi

  Hal ini dikarenakan televisi memiliki sejumlah kelebihan, antara lain sebagai berikut:1) Bersifat Dengar – Pandang Berbeda dengan media radio yang hanya bisa dinikmati melalui indera pendengaran, televisi bisa dinikmati secaravisual melalui indera penglihatan. Dengan demikian, kelebihan ini dapatdimanfaatkan secara maksimal untuk tujuan pendidikan.3) Simultaneous Kelebihan lain dari televisi adalah mampu menyampaikan segala sesuatu secara serempak sehingga dapat menyampaikan Televisi dijadikan media yang efektif dalam proses komunikasi.

3. Macam – macam Program Televisi

  Ketika ada satu jenis program kesukaan penonton dan mendapat ratting tinggi, maka stasiun televisi akan terus menyuguhkan programacara tersebut. Menurut Vane-Gross (1994) menentukan jenis program berarti menentukan atau memilih daya tarik (appeal) dari suatuprogram.

FORM AT ACARA TELEVISI

  Definisi Variety Show Salah satu program yang banyak dilirik oleh stasiun televisi akhir- akhir ini adalah variety show. Konsep gado-gado yang menayangkan aneka tontonan ini jika dikemas dengan baik, akan mampu menghadirkan suasana yang berbeda.

4. Penonton Televisi sebagai Audience

  Bukankah ia dipisahkan dengan jarak ratusan kilometer, dapat juga dikatakan audience dipisahkan oleh Menurut Nurudin dalam bukunya, ada beberapa teori komunikasi massa yang membahas tentang audience seperti yang pernahdikemukakan oleh Melvin De Fleur dan Sandra Ball (1988) diantaranya Teori Individual Differences Perspective yang secarakhusus menggambarkan perilaku audience. Motif pada hakekatnya merupakan terminologiumum yang memberikan makna, daya dorong, keinginan, kebutuhan, Menurut Azwar (dalam DR. Nyayu Khodijah, 2006), disebutkan bahwa Motif adalah suatu keadaan, kebutuhan, atau dorongan dalamdiri seseorang yang disadari atau tidak disadari yang membawa kepada terjadinya suatu perilaku.

6. Macam-Macam Motif

  Lingkungan sosial dapat berasal darimasyarakat seperti keadaan sosial, ekonomi, dan dari 3) Theogenetic motive/motif teogenetis Motif ini berasal dari interaksi antara manusia dengan Tuhan seperti yang nyata dalam ibadahnya dan dalam kehidupannyasehari-hari dimana ia berusaha merealisasikan norma-norma agama tertentu. Menurut Mc Quail dkk, kebutuhan berasal dari“pengalaman sosial” dan media massa terkadang dapat membantu membangkitkan khalayak terhadap kesadaran akan kebutuhantertentu yang berhubungan dengan situasi sosial.

7. Motif Menonton

  Blumler, MichaelGurevitch, uses and gratification meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari mediamassa atau sumber-sumber lain, yang membawa pada pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain ), danmenimbulkan pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain, barangkali termasuk juga yang tidak diinginkan. Schramm dan Roberts (1987)melukiskan mengenai khlayak komuniaksi massa ini bahwa: “ suatu khalayak yanga sangat aktif mencari apa yang meraka inginkan, menolak lebih banyak isi media daripadamenerimanya, berinteraksi dengan anggota-anggota kelompok yang mereka masuki dengan isi media yangmereka terima, dan sering menguji pesan media dengan membicarakannya dengan orang-orang lain ataumembandingkannya dengan isi media lainnya”.

E. Defenisi Konseptual

  Motif Motif merupakan sesuatu yang ada pada diri individu yang menggerakkan atau membangkitkan sehingga individu itu berbuat sesuatu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis-jenis motif yang dijabarkan dalam Nurudin (2007:194-195), yaitu:a) Motif Kognitif Yaitu motif kebutuhan yang berhubungan dengan peneguhan informasi, pengetahuan, dan pemahaman mengenai lingkungan.

F. Defenisi Operasional

  Berikut ini adalah penjelasan indikator-indikator dari motif mahasiswa menonton tayangan Stand Up ComedyIndonesia di Kompas TV berdasarkan motif kognitif, afektif, integrasi personal, integrasi sosial dan motif pelepasan ketegangan, yaitu: 1. Motif integrasi personalSaat menonton tayangan stand up comedy saya berharap dapat bisa mengeksplorasi semua potensi, kemampuan, bakat, citra diri,kepercayaan diri dan nilai-nilai positif yang dimiliki comic untuk dijadikan acuan dalam berperilaku bersikap dilingkungan masyarakatdengan baik.

G. Metode Penelitian

  Umar (2002 : 42) menyebutkan bahwa metode surveyadalah riset yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta tentang gejala- Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuandalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuisioner, test, wawancara, terstuktur dan sebagainya. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yangdi tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulan (sugiyono, 2009 : 80).

b. Sampel

  Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai wakil semua unit strata dan sebagainya yang ada dalampopulasi (Bungin, 2006 : 102). Dan teknik yang digunakan dalampenelitian ini adalah teknik sampling insidental, yaitu mengambil sampel anggota berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yangsecara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulanditemui itu cocok sebagai sumber data.

3. Teknik Pengumpulan Data

  DokumentasiAdalah pengumpulan data dengan cara mencatat dari arsip-arsip, dokumen dan buku-buku literature yang mendukung penelitian. Pada penelitian ini peneliti melakukan pencatatan guna mendapatkandata tentang jumlah mahasiswa dan juga dugunakan dokumentasi untuk pengumpulan – pengumpulan data mengenai profil KompasTV dan acara stand up comedy Indonesia.

4. Teknik Analisa Data

  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif, Perhitungan data yang digunakan adalah denganperhitungan data distribusi frekuensi, perhitungan ini dapat dilakukan dengan menghitung frekuensi data tersebut kemudian dipersentasekan(Bungin, 2008 : 171). Tendensi sentral merupakan cara yang bertujuan untuk mendapatkan ciri khas dari bilangan tersebut.

5. Skala Data

Skala data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert, skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap,pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2008:93). Dalam penilitian disini digunakan untuk mengukur motif dan kepuasan yang diperoleh, jawaban dari instrument dengan skala likertmemiliki skor sebagai berikut :Sangat Setuju (SS) diberi skor 4Setuju (S) diberi skor 3Kurang Setuju (KS) diberi skor 2Tidak Setuju (TS) diberi skor 1Sangat tidak setuju (STS) diberi skor 0

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (64 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

MAKNA MATERI KOMEDI PADA TAYANGAN STAND UP COMEDY SHOW METRO TV (Studi Resepsi Pada Komunitas Stand Up Comedy Indonesia Malang)
3
29
62
MOTIF MAHASISWA MENONTON PROGRAM RADIOROADSHOW LIVE IN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG DI TvOne (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2009)
1
7
45
MOTIF MAHASISWA MENONTON TAYANGAN STAND UP COMEDY INDONESIA (SUCI 3) DI KOMPAS TV ( Studi Pada Mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang )
1
21
45
MOTIF MAHASISWA MENONTON TAYANGAN SHOWCASE DI KOMPAS TV ( Studi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Konsentrasi Audio Visual Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2008 )
0
6
15
MOTIF MAHASISWA MENONTON TAYANGAN RADIO SHOW DI TV ONE ( Studi Pada Mahasiswa Komunikasi Audio Visual Angkatan 2009 Universitas Muhammadiyah Malang )
0
19
57
MOTIF MAHASISWA MENYAKSIKAN TAYANGAN INFOTAINMENT SILET DI RCTI Studi Pada Mahasiswa Fakultas Agama Islam Angkatan 2005 Universitas Muhammadiyah Malang
0
22
2
FAKTOR-­FAKTOR YANG MENDORONG MAHASISWA MENONTON TAYANGAN CLAS ON AIR CLASS MILD DI ANTV Studi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Konsentrasi Audio Visual Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2003
0
20
2
MOTIF-MOTIF YANG MENDORONG AUDIENCE UNTUK MENONTON ACARA TETANGGA MASA GITU ? DI NET TV ( Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah
1
15
18
PENGARUH TERPAAN TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV TERHADAP PENGGUNAAN JARGON DALAM KOMUNIKASI MAHASISWA Studi pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2004 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang
0
3
2
MOTIF MAHASISWI MENONTON PROGRAM ACARA "JIKA AKU MENJADI" DI TRANS TV (Studi pada Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Ilmu Komunikasi Audio Visual Angkatan 2008)
0
3
40
MOTIF MAHASISWA MENONTON TAYANGAN STAND UP COMEDY INDONESIA (SUCI 3) DI KOMPAS TV ( Studi Pada Mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang )
2
45
64
MOTIVES OF STUDENTS WATCHING A STAND UP COMEDY METRO TV Studies On Part Timer Students Even Semester 2011/ 2012, At Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Malang
0
6
59
MOTIF – MOTIF PENGGUNAAN PATH SEBAGAI MEDIA CYBERBULLY (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013 )
0
4
11
MOTIF – MOTIF YANG MENDORONG AUDIENCE UNTUK MENONTON ACARA INI TALK SHOW DI NET TV (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2011)
0
16
13
RESEPSI MAHASISWA PADA TAYANGAN INDONESIA LAWYERS CLUB DI TV ONE (Studi pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan Tahun 2009)
0
6
31
Show more