PEMAKNAAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG TAYANGAN BERITA KRIMINAL "SERGAP" di RCTI (Studi Pada Ibu Rumah Tangga Perumahan Griya Permata Alam RW 10, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang)

Gratis

0
3
26
2 years ago
Preview
Full text

  

PEMAKNAAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG TAYANGAN BERITA KRIMINAL

“SERGAP” di RCTI

(Studi Pada Ibu Rumah Tangga Perumahan Griya Permata Alam RW 10, Desa Ngijo,

Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang)

  

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Muhammadiyah Malang

Sebagai Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1)

  

Oleh:

Erna Mauliawati

05220127

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

  

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PERNYATAAN ORISINALITAS

  Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Erna Mauliawati Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 14 November 1986 Nomor Induk Mahasiswa : 05220127 Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan : Ilmu Komunikasi

  Menyatakan bahwa karya ilmiah (skripsi) dengan judul :

  

Pemaknaan Ibu Rumah Tangga Tentang Tayangan Berita Kriminal “Sergap” di RCTI

(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 10 Perumahan Griya Permata Alam, Desa Ngijo,

Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang).

  Adalah bukan karya tulis ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar.

  Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  Malang, 26 Juli 2011 Yang Menyatakan, Erna Mauliawati

KATA PENGANTAR

  Assalamu’alaikum Wr. Wb

  Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah menganuhgerahkan akal pikiran, serta memberikan petunjuk dan kehendak-Nya kepada peneliti. Dan tak lupa salawat, salam, serta keselamatan semoga selalu tercurah kepada junjungan Nabi kita Rasulullah Muhammad SAW yang telah memberikan pula jalan terang kepada umat manusia di dunia ini, sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan judul

  

Pemaknaan Ibu Rumah Tangga Tentang Tayangan Berita Kriminal ‘Sergap’ di RCTI

(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 10 Perumahan Griya Permata Alam, Desa Ngijo,

Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang) merupakan skripsi yang disusun guna

  mengetahui makna yang diciptakan oleh ibu rumah tangga dalam suatu tayangan berita kriminal seperti Sergap di RCTI. Harapan besar penulis disini semoga penyusunan skripsi ini dapat memberikan sumbangsi dalam memperkaya khasanah ilmiah bagi para pembacanya.

  Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan, dukungan, bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak. Maka, perkenankan peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak M.Himawan Sutanto, M.Si dan Bapak Nasrullah, M.Si selaku pembimbing skripsi, terima kasih atas bimbingannya dalam menyelesaikan skripsi ini.

  2. Bapak Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.

  3. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.

  4. Seluruh Dosen Ilmu Komunikasi yang selalu setia dalam memberikan dukungan serta bimbingannya.

  5. Almarhumah ibu yang semasa hidup selalu mengingatkan agar cepat menyelesaikan skripsi serta bapak yang selama ini menjadi orang tua tunggal yang memberikan dukungan dan doanya.

  6. Semua saudara-saudaraku yang selalu memberikan dorongan serta doanya.

  7. Semua teman-teman Ilmu Komunikasi 2005, sahabat-sahabatku Alumni SMPN 16 Malang khususnya anak-anak D’benz, serta sahabat-sahabatku Alumni SMA Islam Malang sekaligus kawan broadcast di Radio RCB Malang khususnya Wika, Lusi, Aila, dan Vidy yang selalu setia menemani, memberikan semangat, dan memberikan masukan yang berarti.

  8. ‘Bhee’ my Lovely yang selalu setia memberikan semangat, dorongan serta kekuatan diri dalam menyelesaikan skripsi, makasih Bhee’. Peneliti menyadari bahwa dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki peneliti, oleh karena itu peneliti selalu mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tulisan ini memiliki manfaat bagi yang pembaca.

  Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  Malang, 8 Agustus 2011 Penyusun Erna Mauliawati

  DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN…………………………………………………………… i LEMBAR PENGESAHAN............................................................................................. ii PERNYATAAN ORISINALITAS……………………………………………………. iii ABSTRAKSI…………………………………………………………………………..... iv KATA PENGANTAR…………………………………………………………………. v

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………… vii

DAFTAR TABEL……………………………………………………………………… x

  BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang……………………………………………………………………. 1 B. Rumusan Masalah……………………………………………………………........ 9 C. Tujuan Penelitian…………………………………………………………………. 9 D. Manfaat Penelitian……………………………………………………………….. 9 E. Fokus Penelitian………………………………………………………………….. 10 BAB II : TINJAUAN PUSTAKA A. Komunikasi Massa………………………………………………………………. 11 B. Realitas Media Massa…………………………………………………………… 16 C. Media Televisi…………………………………………………………………… 21

  1.1 Televisi Sebagai Salah Satu Bentuk Media Massa………………………..... 21

  1.2 Program Acara Televisi……………………………………………………… 25

  1.3 Tindak Kriminal Menjadi Salah Satu Program Televisi……………………. 26

  D. Berita Televisi…………………………………………………………………… 31

  1.1 Realitas Berita Televisi…………………………………………………….... 31

  F. ‘Audience’ Dalam Media……………………………………………………….. 42

  1.1 Pemahaman ‘Audience’ Dalam Media……………………………………… 42 1.2 ‘Audience’ Televisi Sebagai Produsen Makna…………………………….... 48

  1.3 Ibu Rumah Tangga Termasuk Dalam ‘Audience’………………………….. 50

  1.4 Pemaknaan ‘Audience’ Terhadap Program Acara Televisi………………… 53

  G. Teori

  1.1 Teori Uses and Gratifications……………………………………………… 54

  1.2 Teori Reception............................................................................................. 57

  H. Definisi Konseptual………………………………………………………….... 59

  1.1 Pemaknaan Teks Media……………………………………………………. 59

  1.2 Ibu Rumah Tangga Sebagai Audience…………………………………….. 60

  1.3 Pemaknaan Ibu Rumah Tangga Terhadap Program Televisi………………. 60

  1.4 Program Berita Kriminal ‘Sergap’ di RCTI……………………………….. 61

  BAB III : METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian………………………………………………………………. 63 B. Tipe Penelitian………………………………………………………………….. 63 C. Subyek dan Lokasi Penelitian…………………………………………………... 64 D. Cara Memperoleh Subyek Penelitian…………………………………………... 65 E. Teknik Pengumpulan Data……………………………………………………... 66 F. Teknik Analisis Data………………………………………………………….... 67 G. Keabsahan Data………………………………………………………………… 69 BAB IV : GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Keadaan Geografi Obyek Penelitian…………………………………………… 70 B. Susunan Kepengurusan Ketua dan Pengurus Rukun Warga 10 Pada Perumahan Griya Permata Alam, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Periode 2010 – 2013…………………………………………………………… 70 C. Susunan Pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Rukun Warga 10 Perumahan Griya Permata Alam, Desa Ngijo, Kecamatan

  D. Kegiatan Ibu Rumah Tangga RW 10 Perumahan Griya Permata Alam, Desa Ngijo, Kecamatan, Karangploso, Kabupaten Malang…………………………. 73

  E. RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)……………………………………… 74

  a. Sejarah RCTI……………………………………………………………….. 74

  b. Profil Perusahaan…………………………………………………………… 76

  c. Logo dan Slogan RCTI…………………………………………………….. 78

  d. Daftar Direktur Utama RCTI…………………………………………….... 78

  e. Dewan Direksi RCTI………………………………………………………. 79

  f. Visi, Misi, dan Pilar Utama RCTI…………………………………………. 79

  g. Penghargaan (Award) Dalam RCTI……………………………………….. 81

  F. Program Acara Berita Kriminal ‘Sergap’ di RCTI……………………………. 88

  BAB V : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Identitas Subyek Penetian……………………………………………………… 90 B. Berita Kriminal Menjadi Tayangan Pilihan Ibu Rumah Tangga………………. 96 C. Tayangan Berita Yang Banyak Memberikan Pengalaman Serta Menyimpan Pelajaran Penting………………………………………………………………. 101 D. Memberikan Informasi, Namun Miris Untuk Ditonton……………………….. 105 E. Tayangan Betita Yang Dapat Menginspirasi Seseorang Untuk Berperilaku Imitatif…………………………………………………………………………. 108 F. Sebuah Tayangan Yang Menciptakan Kewaspadaan Dalam Kehidupan Sehari-hari…………………………………………………………………….. 115 G. Tayangan Berita Kriminal, Sebagai Cerminan dari Gambaran Kejadian Kriminal Yang Sesungguhnya Ada Di Sekeliling Kita…………………………………... 121 H. Tayangan Berita Yang Banyak Mengusung Kekerasan………………............... 126 I. Koding Hasil Penelitian………………………………………………………… 133 J. Diskusi Teori……………………………………………………………………. 134 BAB VI : PENUTUP A. Kesimpulan……………………………………………………………………..... 136

DAFTAR PUSTAKA

  

DOKUMENTASI TAYANGAN BERITA KRIMINAL

SURAT MELAKUKAN PENELITIAN

IDENTITAS INFORMAN LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

  Tabel 1 Identitas Informan……………………………………………………………… 91 Tabel 2 Koding Hasil Penelitian……………………………………………………….... 133

  DAFTAR PUSTAKA  SUMBER BUKU

  Ardianto, Elvirano, Komala Lukiati dan Karlinah Siti. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi Revisi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

  Atmasasmita, Romli. 2007. Teori dan Kapita Selektadan Kriminologi. Bandung: PT.

  Refika Aditama. Baksin, Askurifai. 2006. Jurnaalistik Televisi Teori dan Praktik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

  Barker, Chris. 2005. Cultural Studies Teori dan Praktik. Yogyakarta: Kreasi Kencana. Budyatna, Muhammad. 2007. Jurnalistik Teori dan Praktik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

  Bungin, Burhan. 2009. Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik,

dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

  Canggara, Hafied. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Dariyo, Agus. 2003. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

  Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT.

  Citra Aditya Bakti. Fiske, John. 2006. Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta dan Bandung: Jalasutra.

  Hamidi. 2008. Penelitian Kualitatif Praktis, Penelitian Proposal dan Laporan Penelitian.

  Malang: UMM Press. Hasan, Muhammad Tholchah. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif Tinjauan Teoritis dan Praktis. Malang: Lembaga Penelitian Universitas Islam.

  Indra. 1999. Crime Trend. Yogyakarta: Media Pressindo. Kartono, Kartini. 1992. Psikologi Wanita Jilid Dua Mengenal Wanita Sebagai Ibu dan Nenek. Bandung: Mandar Maju.

  McQuail, Dennis. 1989. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisis Kedua.

  Jakarta: Erlangga. Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Rajagarafindo Persada. Permadi, Bagus. 2007. Apresiasi Ibu Rumah Tangga Terhadap Tayangan Ceriwis di

  Trans TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 06 Kelurahan Lemah Putro, Sidoarjo). Malang: Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

  Politik Universitas Muhammadiyah. Qadiry, Abdullah Ahmad. 1993. Manusia & Kriminalitas. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Rahayuningsih, Catur Guna. 2006. Analisa Isi Tayangan “Sergap” RCTI Terhadap

  Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standart Program Siaran. Surabaya: Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra.

  Severin, Werner J. & James W. Tankard. 2005. Teori Komunikasi Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Prenada Media.

  Siregar, Ashadi. 2006. Etika Komunikasi. Yogyakarta: Pustaka. Sobur, Alex. 2001. Analisis Teks Media Suatu Pengantar: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT.

  Remaja Rosdakarya. Soewardi, Idris. 1987. Jurnalistik Televisi. Bandung: Remadja Karya. Sumadiria, Haris. 2006. Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalistik Profesional. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

  Tester, Keith. 2003. Media, Budaya dan Moralitas. Yogyakarta: Kreasi Media. Vega, Handianita. 2009. Pemaknaan Reality Show “Be a Man” di Global TV Oleh

  Komunitas Waria (Studi Pada Anggota Wamarapa di Kota Malang). Malang:

  Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah.

  West, Richard & Turner, Lynn H. 2008. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi Edisi 3. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.

  Winarni. 2003. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Malang: Universitas Muhammadiyah.

  Winarso, Heru Puji. 2005. Sosiologi Komunikasi Massa. Jakarta: Prestasi Pustaka.

   NON BUKU Dokumen Ketua RW. 10 Perumahan Griya Permata Alam, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (data didapat pada tangal 26 Februari 2011).

  Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi 3. 2007. Jakarta. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/tingkat-kriminal, diakses pada tanggal 2 Mei 2010. http://www.dictionary30.com/meaning/Signification, diakses pada tanggal 2 Mei 2010. http://www.pokrol.com/penonton-berita-naik-22, diakses pada tanggal 3 Mei 2010. http://www.indosiar.com/program/resensi/68259/berita-kriminalitas-di-layar-kaca- sebuah-refleksi, diakses pada tanggal 3 Mei 2010. http://saidahsilalahi.blog.friendster.com/2008/10/arsip-tulisan-sayang-dibuangternyata- masih-ada-relevansinya-dg-kekinian/, diakses pada tanggal 3 Mei 2010. http://www.kejut.com/massmedia, diakses pada tanggal 3 Mei 2010. http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&q=definisi+acara+televisi&oq=definisi+def inisi+acara+televisi&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=333116196101172

  01123123101131131014111206310.6.3.0.111010&fp=dad2e7e64e16b6af&bi w=986&bih=816, diakses pada tanggal 6 Mei 2010. http://www.google.co.id/#hl=id&q=definisi+berita+televisi&oq=definisi+berita+televisi

  &aq=f&aqi=g1&aql=&gs_sm=e&gs_upl=31958141894101430951151151019 19101212188611.4.11610&fp=dad2e7e64e16b6af&biw=986&bih=816, diakses pada tanggal 6 Mei 2010. http://www.planetcrap.com/topics/6/, diakses pada tanggal 6 Mei 2010. http://www.google.co.id/#hl=id&q=definisi+RCTI&og=definisi+RCTI&aq=f&aq=&aql=

  &gs_sm=e&gs_upl=44157152804121534291515101210101244159110.2.1131 0&fp=dad2e7e64e16b6af&biw=986&bih=816, diakses pada tanggal 7 September 2010. http://rcti.tv/page.profil-perusahaan, diakses pada tanggal 7 September 2010. http://www.rcti.tv/sinopsis/sergap, diakses pada tanggal 7 September 2010.

  

http://www.google.co.id/#hl=id&q=gambar+kriminal&oq=gambar+kriminal&aq=f&aqi=&aql=&

gs_sm=s&gs_upl=0l0l3l50450l0l0l0l0l0l0l0l0ll0&fp=dfad18ff26072d71&biw=1280

  `BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

  Teknologi komunikasi pada perkembangannya, semakin hari semakin pesat sehingga membuat kita sebagai audience sangat cepat dan mudah dalam mengakses dan mendapatkan informasi yang akurat. Komunikasi ini memang aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan komunikasi pula yang telah memperpendek jarak, menghemat biaya, serta menembus ruang dan waktu. Selain itu, komunikasi juga berusaha menjembatani antara pikiran dan kebutuhan seseorang dengan dunia luar yang dibantu oleh media komunikasi.

  Media komunikasi yang juga disebut media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan-pesan secara serempak dan cepat kepada audience yang luas dan heterogen (dalam Nurudin 2007: 9). Oleh karenanya, media massa merupakan instrumen yang sangat penting untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Berbagai pesan yang bervariatif disampaikaan oleh media tersebut, bergantung pada program acara yang di usung. Sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, media massa juga mengalami masa transisi yang pesat dalam menyuguhkan dan menyampaikan pesannya kepada audience, yang mulanya seseorang menyampaikan pesannya melalui surat atau media cetak, namun kini penyampaian pesan dapat tersalurkan dalam bentuk audio maupun visual, yang salah satunya media televisi.

  Sebagai salah satu media massa terpenting dalam kehidupan manusia, televisi memiliki ciri khas tersendiri dibanding media lainnya dalam menyampaikan pesannya menyajikan unsur-unsur pesan bagi khalayak. Oleh sebab itu, selain dilengkapi dengan suara (audio) dan gambar (visual) yang terasa lebih hidup, juga dapat menjangkau ruang lingkup yang sangat luas. Dengan ini, televisi merupakan media yang selalu digemari masyarakat, serta sangat cocok dijadikan teman untuk memperbanyak sekaligus memperdalam pengetahuan. Apalagi budaya menonton televisi sudah menjadi konsumsi tersendiri, serta kekuatan yang telah merasuk ke dalam kehidupan masyarakat. Bahkan tidak peduli di desa atau di kota, kalangan atas atau bawah, dan mulai dari muda hingga tua. Kini masyarakat menjadikan televisi sebagai sarana informasi dan hiburan yang paling murah. Maka tidak heran, jika televisi bukan lagi sebagai barang yang mahal dan mewah. Sebab sekarang ini, hampir setiap rumah sudah memiliki televisi. Dengan adanya televisi, khalayak mampu menjangkau dunia luar meskipun dalam ruangan tertutup. Artinya khalayak tidak perlu bersusah-susah mencari hiburan dan informasi yang jauh, cukup dengan duduk di depan televisi khalayak sudah mendapatkannya. Televisi ibarat sebuah jendela dunia, dengan mata memandang ke depan segala pengetahuan mudah didapat. Selain itu televisilah yang menunjukkan kita pada kenyataan kehidupan di luar sana. Oleh karenanya, dengan adanya berbagai macam program televisi ini, mampu menyita dan menunda banyak waktu khalayak dalam aktivitasnya sehari-hari.

  Meski waktu khalayak banyak tersita oleh keberadaan program yang disuguhkan televisi, namun peran dari khalayak tetaplah sangat penting dalam perputaran dunia pertelevisian, sebab kegiatan seorang penonton dapat sangat menunjang kesuksesan setiap program televisi tersebut. Sehingga semakin banyaknya penonton yang menikmati program acara yang diproduksi oleh stasiun televisi maka industri televisi semakin meraup timbal balik tersebut, layaknya hubungan simbiosis mutualisme (nama ilmiah dalam ilmu biologi) antara industri televisi dengan khalayak, namun khalayak tetap sebagai mangsa pasar dan sasaran media. Demi mementingkan nilai ekonomi terkadang industri media sering mengabaikan nilai informasi.

  Semenjak dikeluarkannya SK Menteri Penerangan No.111 Tahun 1990, bahwa industri dan bisnis televisi semakin marak. Pada awalnya antara tahun 1987 hingga 1988 ketika RCTI diizinkan siaran untuk pertama kalinya dengan decoder kemudian di tahun 1990 diizinkan menyelenggarakan siaran tanpa decoder. Selanjutnya diikuti oleh SCTV (1990), TPI (1991), Indosiar (1992), ANTV (1993) dan disusul lahirnya stasiun televisi swasta lainnya (dalam Baksin 2006: 24-26). Dengan hadirnya televisi swasta, masyarakat semakin dimanjakan dengan suguhan program televisi yang semakin menarik dan membuat masyarakat bertambah betah memandangi layar kaca televisi hingga berjam-jam. Baik berkumpul bersama keluarga maupun sebagai teman kesendirian. Kenyataannya dalam perkembangan program acara televisi, tiap tahunnya selalu menghadirkan acara yang bervariatif, seperti berita, film, reality show, talk show, hingga kuis, yang dibuat secara inovatif dan kreatif agar tidak monoton atau membosankan. Sehingga program acara tersebut mendapat tempat dihati pemirsa. Kini program-program produksi televisi cenderung kian diminati oleh pemirsa televisi.

  Sebelumnya, program acara yang sifatnya hanya menghibur lebih diminati oleh pemirsa televisi. Hal ini terlihat dalam penelitian Nielsen Media Research (NMR) di tahun 2004 bahwa program acara hiburan, seperti reality show mampu mengambil hati pemirsa televisi (dalam Permadi 2007: 2). Maka tak heran, jika program acara hiburan cenderung perkembangannya kini, tidak hanya program hiburan saja yang mendapat perhatian lebih oleh pemirsa, tetapi program acara yang sifatnya informasi juga dipilih serta dibutuhkan oleh pemirsa. Seperti halnya, program acara berita yang merupakan hasil karya jurnalistik yang paling diminati oleh pemirsa. Saat ini konsep sajian pemberitaan mulai berkembang dengan kreatifitas yang menyesuaikan perkembangan program televisi. Untuk itu industri televisi, membuat sebuah konsep pemberitaan yang menghibur, ringan, interaktif, dan hangat. Selain itu, berita juga dikemas dengan gaya yang santai, pembawa beritanya pun berpenampilan menarik, usia muda, cantik, ganteng dengan gaya bahasa dan penyampaian yang tidak kaku. Bentuk dan isinya pun lebih beragam dalam memberikan informasi mengenai suatu peristiwa yang terjadi atau tindak kriminal. Konsep berita yang dikemas sebagai sebuah hiburan ini juga tecermin gaya dialog atau wawancara yang dilakukan pembawa acara yang terkadang menyentil, galak, blak-blakan, bahkan terkadang terkesan memojokkan narasumber. Namun sayangnya, tujuannya lebih untuk menghibur atau memuaskan emosi penonton ketimbang mendudukkan persoalan yang sebenarnya. Hal inilah, yang juga merupakan salah satu faktor dari antusiasme pemirsa menonton program- program berita di televisi belakangan ini.

  Terbukti, berdasarkan hasil survei kepemirsaan TV Nielsen Audience Measurement di 10 kota besar di Indonesia pada periode Januari-Maret 2010, porsi tayang program berita di 11 stasiun TV nasional masih sama besar peminatnya dengan tahun lalu, yaitu sebesar 21% dari total durasi tayang televisi yang mencapai 23.760 jam atau sekitar 4996 jam. Jumlah ini paling besar dibandingkan program-program lainnya, seperti hiburan (19%), film (16%), informasi (14%) atau serial (12%), terutama karena kontribusi program-

  ( http://www.pokrol.com/penonton-berita-naik-22 ). Tentunya berita yang disajikan meliputi berita yang berjenis sosial, politik, budaya, hingga kriminal. Untuk pemirsa berita terbanyak didapati pada program berita kriminal, ini sebagai akibat kebuntuan berita politik yang sering membingungkan khalayak. Apalagi tahun 2010 tindak kriminal di Indonesia juga di prediksi semakin meningkat yang di tahun lalu terjadi sekitar 196.931 kasus, sedangkan tahun 2010 ini terjadi sekitar 209.673 kasus kriminal (Tempo Interaktif Jakarta 2010) ( http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/tingkat-

  

kriminal ). Jika diperhatikan setiap stasiun televisi bersaing menghadirkan program berita

  kriminal yang disuguhkan lebih kreatif demi menarik perhatian pemirsa, seperti halnya RCTI menampilkan ‘Sergap’, Indosiar mengetengahkan ‘Patroli, Lativi menyuguhkan ‘Brutal’, SCTV dengan ‘Buser’ (yang kini sudah tidak tayang lagi), dan TPI (kini berubah menjadi MNCtv) menghadirkan ‘Sidik’ (dalam Baksin 2006: 6). Pada saat itu progam berita kriminal yang tetap mempertahankan ke eksisaannya kepada khalayak, adalah program berita kriminal Sergap yang disuguhkan oleh RCTI, namun di awal bulan Februari 2011 ini berita kriminal Sergap ini sudah tidak di tayangkan kembali mengingat masa tayangnya di televisi sudah habis. Ketika sedang boomingnya, berita kriminal ini terus memperbarui acaranya dengan menayangkan berita-berita seputar kriminal beserta keunikannya berupa pesan dari ‘Bang Napi in Action’ tentang kewaspadaan yang ditujukan kepada pemirsa.

  Sepuluh tahun sudah program acara berita kriminal Sergap ini setia menghiasi layar kaca penonton dalam memberikan informasinya seputar kriminal kepada pemirsannya. Saat itu, program berita kriminal di RCTI ini hadir setiap Senin hingga Kamis pada pukul 12.30 WIB. Berbagai bentuk berita kriminal menjadi topik utama dalam acara ini. Orang penganiayaan, bunuh diri, dan tindakan kriminal lainnya disajikan dalam acara ini. Tidak hanya itu saja, dengan episode yang baru Sergap juga pernah menampilkan tayangan berita kriminal terpilih yang paling menarik dan pemirsa dapat memberikan tanggapanya melalui jejaring social ‘Facebook’ sehingga terciptanya interaksi antara pemirsa dengan tayangan berita tersebut. Ini terbukti bahwa program acara Sergap pernah menciptakan interaksi terhadap audiencenya. Meskipun program acara Sergap ini tujuannya hanya sekedar memberikan informasi tentang tindak kriminal kepada pemirsa, namun sedikit banyak program ini juga memiliki dampak tersendiri bagi pemirsanya, baik dampak yang positif maupun yang negatif. Seperti halnya dampak positif dari program acara ini adalah jika kekerasan kriminal dalam berita tersebut disikapi sebagai pembelajaran dari kehidupan sosial maka masyarakat dapat berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya tindak kriminal tersebut. Sedangkan akan berdampak negatif, apabila kekerasan dan kriminal dalam berita tersebut dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi orang tertentu untuk belajar dan meniru apa yang dilakukan orang lain di televisi. Jadi pada dasarnya setiap dampak yang ditimbulkan oleh program acara televisi tentunya bergantung pada setiap individu yang menyikapinya.

  Mengingat, program acara berita kriminal terus mengembangkan kreativitas acaranya demi menarik perhatian pemirsa, format program berita kriminal seperti Sergap di RCTI ini tidak lantas menimbulkan respon yang positif saja di mata pemirsanya, namun perbedaan latar belakang dari pemirsa juga dapat menimbulkan respon yang negatif. Respon yang diberikan oleh audience ini tercipta apabila pemirsa dapat memaknai pesan yang terkandung pada program acara tersebut. Pada pengertiannya, pemaknaan (makna) makna komunikasi sendiri adalah respon pemirsa dalam mengartikan sebuah pesan yang disampaikan oleh media ( http://www.dictionary30.com/meaning/Signification ). Pada dasarnya program acara dapat berupa sebuah teks apabila terjadi pembacaan. Oleh sebab itu, untuk pemberian makna kepada sebuah teks yang disampaikan media akan diartikan beragam oleh pemirsa saat dihadapkan pada komunitas khalayak yang berbeda, hal ini mengingat karakteristik khalayak yang heterogen secara geografis, demografis, serta psikologis sehingga memaknai teks televisi berdasarkan latar belakang budaya dan pengalaman kehidupan. Maka berdasarkan teks televisi, program acara berita kriminal Sergap di RCTI akan dimaknai atau dibaca berbeda-beda oleh pemirsa televisi.

  Dalam penelitian ini, peneliti memilih ibu rumah tangga sebagai informan penelitian karena selain ibu rumah tangga yang dasarnya hanya menggemari program acara televisi yang bersifat menghibur, namun kini terbukti pada penelitian AC Nielson (dalam Rahayuningsih 2006: 4), bahwa berita kriminal lebih diminati oleh orang tua dan kaum wanita, sebab orang tua dan wanita juga dianggap sebagai kelompok yang concern pada ancaman yang mungkin terjadi terhadap anggota keluarganya (Pikiran Rakyat 2004). Hal ini juga selaras dengan yang diungkapkan Kriminolog Mulyana W. Kusumah dari Universitas Indonesia, menurutnya tayangan berita kriminal memang mencengangkan tapi ternyata digemari seluruh lapisan masyarakat, mulai sopir, tukang ojek, ibu-ibu rumah tangga, hingga anggota dewan dan pejabat. Mulyana juga mengatakan bahwa acara berita kriminalitas itu digemari dan diperhatikan karena tidak hanya tidak hanya menyajikan kasus kriminal yang bersifat faktual, namun kasus-kasus tersebut pun bisa hadir di tengah-tengah mereka ( http://www.indosiar.com/program/resensi/68259/berita-kriminalitas-di-layar-kaca-sebuah- tua yang kurang menyukai program berita kriminal karena mereka merasa “ngeri” melihat keganasan dunia kriminal. Sedangkan, untuk kelompok wanita dan orang tua yang menggemari program berita kriminal ini, menilai bahwa dalam kehidupan sehari-hari kaum ini rawan terhadap tindakan kriminal, mulai dari dalam rumah tangga seperti kekerasan yang dilakukan suami, perkosaan oleh orang terdekat, hingga tindakan kriminal di jalanan seperti penjabretan, penodongan, pemerkosaan, hingga pembunuhan sehingga dengan adanya program berita kriminal seperti ‘Sergap’ ini, ibu rumah tangga yang merupakan khalayak televisi diharapkan memberikan gambaran pemaknaan (mengartikan) pesan terhadap program acara tersebut. Terutama dimaknai secara positif sebagai sebuah pelajaran berharga dari berbagai peristiwa yang terjadi.

  Untuk lebih menunjang penelitian ini, peneliti memilih lokasi penlitian pada Perumahan Griya Permata Alam RW 10, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Dengan alasan, selain lokasi ini dinilai sebagai tempat yang rawan akan terjadinya tindakan kriminal, apalagi mayoritas masyarakatnya juga masih berpendidikan kurang ditambah lagi makin banyak pula pengangguran di daerah ini. Menginggat sebagian ibu rumah tangganya dahulu pernah bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik rokok ternama.

  Namun, dikarenakan banyaknya yang di PHK, dan sekarang hanya menikmari peranannya sebagai ibu rumah tangga yang murni tidak bekerja. Selain itu, juga jarang bergaul keluar rumah, serta lebih banyak menutup diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga televisilah satu-satunya media yang paling efektif untuk mereka percayai sebagai alat informasi dan interaksi.

  Maka berdasarkan latar belakang di atas, peneliti mengambil judul penelitian Tangga Perumahan Griya Permata Alam RW 10, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang)”.

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut: “Bagaimana pemaknaan ibu rumah tangga tentang tayangan berita kriminal

  ‘Sergap’ di RCTI?” C.

   Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui pemaknaan ibu rumah tangga tentang tayangan berita kriminal ‘Sergap’ di RCTI, studi pada ibu rumah tangga Perumahan Griya Permata Alam RW 10, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

  D. Manfaat Penelitian a. Manfaat Akademis

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan menjadi tambahan referensi bagi peneliti lain khususnya mahasiswa untuk melanjutkan studi berikutnya.

b. Manfaat Praktis

  Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang nantinya berguna untuk menambah serta memperluas wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat dalam pemahamannya tentang tayangan berita kriminal seperti ‘Sergap’ di RCTI.

E. Fokus Penelitian

  Pada penelitian ini ditujukan kepada pemaknaan ibu rumah tangga tentang tayangan berita kriminal ‘Sergap’ di RCTI, dan difokuskan pada permasalahan yang antara lain:

  1. Pemaknaan ibu rumah tangga dalam memahami tayangan berita kriminal ‘Sergap’ di RCTI.

  2. Pemaknaan ibu rumah tangga terhadap manfaat dan pengaruh tayangan berita kriminal ‘Sergap’ di RCTI.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (26 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

IDENTIFIKASI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) (Studi Pada Ibu Rumah Tanggadi Desa Sumberrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang)
0
26
26
PENGARUH TERPAAN TAYANGAN IKLAN PRODUK PELENGKAP MASAKAN "MASAKO" DI TELEVISI TERHADAP TINGKAT KONSUMTIF IBU-IBU RUMAH TANGGA (Studi pada Ibu-Ibu Rumah Tangga di Wilayah RW 02 Kelurahan Tunggul Wulung Kecamatan Lowokwaru Malang)
5
32
2
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
110
2
MINAT IBU RUMAH TANGGA MENONTON PROGRAM TALK SHOW DI TV SWASTA(Studi Terhadap Ibu Rumah Tangga di Desa Ngariboyo Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Tentang program Dorce Show di Trans TV)
0
6
1
PERSEPSI IBU RUMAH TANGGA TENTANG SINETRON LIONTIN 2 DI RCTI(Studi pada Ibu Rumah Tangga RT. 05 RW. 01 Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Malang)
0
3
2
PERSEPSI IBU-IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN SUPER TWIN CONCERT DI INDOSIAR(Studi pada Ibu Rumah Tangga Rt 18/ Rw 05 Perumahan Kemiri Indah Kelurahan Kemiri Indah Sidoarjo)
0
17
11
TANGGAPAN IBU IBU RUMAH TANGGA TERHADAP KEKERASAN ISTRI TERHADAP SUAMI PADA TAYANGAN SINETRON KOMEDI SUAMI-SUAMI TAKUT ISTRI DI TRANS TV (Studi Pada Ibu-ibu Rumah Tangga di Perumahan Bumi Meranti Wangi Malang)
0
4
2
PEMAKNAAN PENONTON TENTANG TAYANGAN “TENDANGAN SI MADUN” (Studi Resepsi Ibu Rumah Tangga dan Anak-anak di Perumahan Griya Permata Meri Kota Mojokerto)
0
8
26
PEMAKNAAN PESAN PADA PROGRAM ACARA TELEVISI DAHSYAT RCTI DAN INBOX SCTV OLEH IBU RUMAH TANGGA (Studi Resepsi Pada Ibu Rumah Tangga Perumahan Puri Landungsari Kab. Malang)
0
13
22
PEMAKNAAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG TAYANGAN BERITA KRIMINAL "SERGAP" di RCTI (Studi Pada Ibu Rumah Tangga Perumahan Griya Permata Alam RW 10, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang)
0
3
26
PEMAKNAAN SENSUALITAS DALAM TAYANGAN KAKEK-KAKEK NARSIS TRANS TV (Studi Resepsi Pada Masyarakat di Perumahan Simpang Batu Permata Tlogomas Malang)
0
7
63
MOTIF PEREMPUAN MENONTON TAYANGAN SINETRON PUTRI YANG DITUKAR DI RCTI (Studi Pada Kalangan Perempuan di RW 02 Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang)
1
24
47
PEMAKNAAN IBU RUMAH TANGGA PADA IKLAN SITUS JUAL BELI (Studi Resepsi pada Ibu Rumah Tangga Perumahan Graha Pelita Asri Kota Malang tentang Iklan OLX Indonesia Versi The Kid)
0
9
21
HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA (Studi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember)
0
5
23
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERALATAN RUMAH TANGGA BERBAHAN MELAMIN TERHADAP PEMANFAATANNYA (Studi Analitik Di RW 03 RT 01 Dusun Gadungan Desa Nobo Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri)
0
0
6
Show more