Pengaruh peran dan tanggung jawab auditor internal terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal

Gratis

2
39
132
2 years ago
Preview
Full text

SURAT PERNYATAAN

  Saya yang bertanda tangan dibawah ini:NIM : 107082003302Jurusan : AkuntansiDengan ini menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya sendiri yang merupakan hasil penelitian saya sendiri serta bukan saduran dari hasil karya ataupenelitian orang lain. Apabila terbukti skripsi ini merupakan plagiat, maka skripsi ini dianggap gugur dan harus melakukan penelitian ulang untuk menyusun skripsi baru dan kelulusanserta gelar dibatalkan.

EFFECT OF ROLES AND RESPONSIBILITIES OF AUDITOR

  Key words: auditor internal roles, auditor internal responsibility, internal control system, effectiveness PENGARUH PERAN DAN TANGGUNG JAWAB AUDITOR INTERNAL TERHADAP PENINGKATAN EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL Oleh: Karina MiracetiAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran dan tanggung jawab auditor internal terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendalianinternal. Hasil dari penelitian sesuai dengan uji t dan uji F menunjukkan bahwaperan dan tanggung jawab auditor internal secara individual dan simultan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap peningkatan efektivitas sistempengendalian internal.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi saat ini, perusahaan dituntut untuk mampu

  Berbeda dengan auditor eksternal yang hanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan opini kewajaran atas suatu laporan keuangan, Dengan demikian, auditor internal berperan sangat besar dalam sistem pengendalian internal perusahaan karena auditor internal memiliki ruanglingkup pekerjaan yang berupa pengawasan secara keseluruhan atas operasional perusahaan. Perusahaan dengan aktivitas audit internal yang baik dengan ditunjang oleh peran dan tanggung jawab auditor internal yangmempekerjakan praktek unggulan dan sinkron dengan harapan dan tujuan strategis manajamen umumnya memiliki kontrol yang baik (Hirth, 2008).

D. Manfaat Penelitian

  Perusahaan, sebagai bahan informasi bagi perusahaan mengenai pengaruh peran dan tanggung jawab auditor internal dan terhadappeningkatan efektivitas sistem pengendalian internal, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan, memberikan gambaransistem dan merupakan sarana menganalisis. Auditor Internal, dengan adanya penelitian ini diharapkan auditor internal dapat meletakkan kepercayaan atas efektivitas SPI dalammencegah terjadinya kesalahan yang material dalam proses akuntansi dan sebagai bahan pertimbangan bagi auditor internal dalammeningkatkan kualitas jasa auditor internal yang diberikan kepada klien.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Audit Internal

1. Definisi Audit Internal

  Untuk memberikan keyakinan bahwa apa yangdilaporkan bawahan tentang perusahaan adalah benar dan dapat dipercaya, maka perusahaan membutuhkan adanya auditor internalyang berkemampuan baik untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja perusahaan. ”Menurut Guidance Task Force (GTF) (Sawyer, 2009:8) definisi audit internal adalah sebagai berikut: “Aktivitas konsultasi dan keyakinan objektif yang dikelola secara independen di dalam organisasi dan diarahkan oleh filosofipenambahan nilai untuk meningkatkan operasional perusahaan.

2. Profesi Audit Internal Banyak jabatan yang mencari identifikasi profesional

  Para auditor internal yang berkompeten adalah mereka yang menunjukkan keahlian, lulusdalam tes audit dan mendapatkan sertifikat sehingga dapat secara resmi sebagai profesional. Kesimpulannya, banyak kriteria profesi yang melekat pada audit internal: (a) Memiliki dasar ilmu yang jelas, (b) Programsertifikasi, (c) Program pengembangan profesional berkelanjutan, (d)Adanya kode etik, (e) Pernyataan tanggung jawab, (f) Seperangkat standar, (g) Jurnal profesi, dan (h) Jumlah literatur yang semakinbanyak.

3. Pengertian Auditor Internal

  Auditor internal di definisikan dalam Mulyadi (2008:29) adalah sebagai berikut:“Auditor yang bekerja dalam perusahaan yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan olehmanajemen puncak telah dipenuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan efesiensi danefektivitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai organisasi. Auditor internal merupakan profesi yang dinamis dan terus berkembang yang mengantisipasi perubahan dalam lingkunganoperasinya dan beradaptasi terhadap perubahan dalam struktur organisasi, proses dan tekhnologi.

4. Perbedaan Antara Auditor Internal dan Auditor Eksternal

  Auditor internal bertindak sebagai penilai independen Penelaahan internal atas kontrol-kontrol di bidang akuntansi merupakan hal yang penting, dan auditor internal haruslah terlibatdalam hal ini, namun sesungguhnya bukan hal itu yang menjadi fokus utama auditor internal. Teknik-teknik yang digunakan dalam auditkeuangan baik yang dilakukan auditor internal ataupun eksternal dapat serupa akan tetapi tujuan dan hasil yang keluar anatara proses yangdilakukan keduanya dapat berbeda.

5. Peran Auditor Internal

  Auditor internal memiliki peranan yang penting dalam semua hal yangberkaitan dengan pengelolahan perusahaan dan resiko-resiko terkait dalam menjalankan usaha (Sawyer, 2009:7) Menurut Hall (2006:27) keterlibatan auditor internal dapat ditinjau dari setiap tahapan dalam system development life cycle dantujuan serta manfaat sebagai berikut: a. Akuntan akan melakukan survey sistem untuk memahami elemen-elemen penting dari sistem yangdigunakan saat ini dan menentukan kebutuhan informasi pemakai akhir, standar kontrol internal, kebutuhan jejakaudit, dan prosedur-prosedur dimandatkan jelas merupakan tugas-tugas penting untuk menentukan persyaratan sistemyang baru sehingga diharapkan sistem yang nantinya dipakai akan sesuai dengan audit lanjutan yang akandigunakan.

3. Review konversi sistem lama ke sistem baru

  Tahap Pengoperasian SistemDalam tahap ini auditor melakukan evaluasi dan menilai ketepatan pengendalian dalam operasi sistem. Pada tahapini pula auditor intern harus secara aktif memantau apakah tahap pengoperasian sistem telah sesuai dengan standarpengoperasian yang telah ditetapkan sebelumnya.

6. Peran Auditor Internal Memenuhi Kebutuhan Manajemen

  Auditor internal terlibat dalam memenuhi kebutuhan manajemen, dan staf audit yang paling efektif meletakkan tujuanmanajemen dan organisasi di atas rencana dan aktivitas mereka. Tujuan-tujuan audit disesuaikan dengan tujuan manajemen, sehingga auditor internal itu sendiri berada dalam posisi untuk menghasilkannilai tertinggi pada hal-hal yang dianggap manajemen paling penting bagi kesuksesan organisasi.

7. Tanggung Jawab Auditor Internal

  Tanggung jawab auditor internal dalam perusahaan harus ditetapkan dengan jelas sesuai dengan penerapan Standar Akuntansiyang merupakan penerapan pada standar umum kualitas profesionalisme auditor juga sesuai dengan kebijakan manajemen. Memberikan informasi dan nasihat kepada manajemen dan menjalankan tanggung jawab ini dengan cara yang konsistendengan kode etik.

8. Audit Internal Sektor Publik

  Audit internal sektor publik adalah audit yang dilakukan di lingkungan organisasi atau lembaga yang bergerak di bidangpenyediaan barang dan jasa publik (public goods and services), yaitu barang dan jasa yang dibutuhkan oleh khalayak ramai atau masyarakatpada umumnya, seperti jalan raya, rumah, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah pertahanan dan keamanan, penerangan. Sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) laporan hasil usaha pada instansi pemerintahan diganti dengan laporanrealisasi anggaran, yang memuat informasi berupa perbandingan .anggaran dengan realisasinya Fungsi audit internal pemerintahan yang di emban olehInspektorat Jenderal pada masing-masing departemen peerintah terdiri Eva dari fungsi audit yaitu pemeriksaan dan evaluasi.

B. Sistem Pengendalian Internal

1. Pengertian Pengendalian Internal

  Menurut Nugroho Widjajanto (2001:18) definisi pengendalian internal adalah sebagai berikut:“Suatu sistem pengendalian yang meliput struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan dengantujuan untuk mengamankan aktiva perusahaan, mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi, meningkatkan efisiensi dan mendorongagar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi. Selain itu, pengendalian internal penting untuk mendorong paraentitas melaksanakan kebijakan dan aturan perusahaan secara efektif dan efisien sehingga memberikan manfaat bagi perusahaan.

2. Tujuan Pengendalian Internal

  RekonsiliasiRekonsiliasi secara kontinyu dan periodik antar pencatatan dengan harta fisik harus dilakukan misalnya mencocokkan jumlahpersediaan barang antara kartu persediaan dengan persediaan fisik di gudang audit finansial, audit manajemen dan sistempengendalian internal. Catatan tentangakuntabilitas aset adalah sesuai dengan yang ada, dapat direkonsiliasikan dan telah dilakukan tindakan yang perlu bila terjadiperbedaan karena interval waktu yang dapat dijelaskan.

3. Komponen-komponen dalam Pengendalian internal

  Berbagai elemen penting darilingkungan pengendalian adalah integritas dan nilai etika manajemen, struktur organisasi, keterlibatan dewan komisaris dankomite audit, filosofi manajemen dan siklus operasionalnyam prosedur pendelegasian tanggung jawab dan otoritas, metodemanajemen untuk menilai kinerja, pengaruh eksternal dan kebijakan serta praktik perusahaan dalam mengelola sumber dayamanusianya. Komunikasi dan InformasiSistem informasi yang relevan untuk tujuan pelaporan keuangan, yang meliputi sistem akuntansi, terdiri dari metode dan catatanyang dapat mengidentifikasi, menyatukan, analisa, klasifikasi, mencatat dan melaporkan transaksi organisasi/lembaga danmenjaga akuntabilitasnya, jumlah aktiva dihitung.

4. Fungsi Pengendalian Internal

  Masih ada kontrollain yang dirancang untuk memastikan bahwa tindakan korektif diambil untuk memperbaiki hal-hal yang tidak diharapkan atau untukmemastikan bahwa hal-hal tersebut tidak terulang (kontrol korektif). Kontrol preventif dapat mencakup, misalnya: (1) karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya, (2) pemisahan tugas untukmencegah pelanggaran yang disengaja, (3) otorisasi yang layak Berdasarkan hal tersebut kontrol atau pengendalian preventif sangat penting dilakukan oleh perusahaan untuk melakukanpencegahan umum atas apa yang menjadi resiko umum perusahaan yaitu human error dan kesalahan (fraud).

d. Pengertian Sistem Pengendalian Internal

  Sistem pengendalian internal didefinisikan sebagai struktur organisasi dan semua metode-metode yang terkoordinasikan sertaukuran-ukuran yang ditetapkan di dalam suatu perusahaan untuk tujuan menjaga ditetapkan di dalam suatu perusahaan untuk tujuanmenjaga keamanan harta kekayaan milik perusahaan. Dari pengertian di atas dapat dilihat bahwa sistem pengendalian internal merupakan aspek yang penting dalam penerapannya di suatuperusahaan.

C. Efektivitas

1. Pengertian Efektivitas

2. Pengukuran Efektivitas

  Pendekatan kuantitatif akuntansi Pendekatan ini digunakan untuk mendapatkan objektivitas dan independensi yang tinggi dari perusahaan. Pendekatan ini membantu perumusan- perumusan permasalahan yang dihadapi sebagai alat analisadalam pemecahan permasalahan, serta memperjelas kesimpulan yang akan diambil dalam analisis kuantitaifakuntansi.

D. Keterkaitan Antar Variabel

1. Peran Auditor Internal dengan Peningkatan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal

  Internal audit yang baik tersebut meliputi peran auditor internal yang total dan independen, penilaian atas resikoperusahaan secara tepat, penggunaan tekhnologi dalam proses audit Menurut penelitian Fitria Anggraini (2008) peran auditor internal berpengaruh secara nyata terhadap pengendalian internal dankinerja perusahaan. Suatu kecurangantersebut dapat dicegah dengan cara meningkatkan sistem pengendalian internal yang terdapat di perusahaan, karena pada dasarnya unsur yang Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:Ha : Tanggung jawab auditor internal berpengaruh secara signifikan 2 terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendlalian internal 3.

E. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan sintesa dari serangkaian teori yang sistematis dari kinerja teori dalam memberikan solusi atau alternative dariserangkaian makalah yang ditetapkan.( Abdul Hamid 2007:26 ). Adapun kerangka pemikiran dalam penelitian ini, dapat dilihat pada gambar berikut ini: Variabel Independen Variabel Dependen Gambar 2.1 Skema Kerangka Pemikiran Peranan Auditor Internal(X1 )Fitria Anggraini (2008), Hiro Tugiman (2002), Hirth (2008) Peningkatan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal(Y1 )Hiro Tugiman(2002), Hirth (2008), Hermanson (2004) Tanggung Jawab Auditor Internal(X2 )Ismayanti (2009)

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh peranan auditor internal terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal. Populasi yang terdapat di dalam penelitian ini adalah sepuluh perusahaan

  yang terdiri dari tujuh perusahaan swasta, dua institusi kementerian pemerintah, dan sisanya adalah BUMN dimana di dalam perusahaantersebut telah menerapkan sistem pengendalian internal dan menggunakan jasa auditor internal di dalamnya. Metode Pengumpulan Data Dalam memperoleh data-data pada penelitian ini, maka peneliti Peneliti memperoleh data yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti melalui buku, jurnal, skripsi, tesis, perusahaan industri danperusahaan jasa, internet dan perangkat lain yang berkaitam dengan judul peneliti (Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, 2002:150).

D. Metode Analisis Data

  Statistik deskriptif digunakan untuk informasi mengenai karakteristik variabel penelitian yang utama dan datademografi responden (Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, 2002:45). Oleh sebab itu kesimpulan tergantung kepada kualitas data yang di analisis dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan datapenelitian (Nur Indriantoro dan Bambang Supomo: 2002).

3. Uji Asumsi Klasik

  Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas model regresi adalah dengan melihat tolerance dan VIF dengan menilaiapakah model regresi bebas dari multikolinieritas. Uji NormalitasUji normalitas bertujuan untuk mengukur apakah di dalam model regresi variabel independen dan variabel dependenkeduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal.

4. Uji Hipotesis

  Variabel independen terdiri dari peranan auditor internal dan tanggung jawab auditorinternal sedangkan variabel dependennya adalah peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal. Untuk menguji hipotesis tersebut, maka rumus persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut: Y = a + b x + b x + e 1 1 2 2 Keterangan : Y= SPI 1 -b 2 = koefisien regresi X 1 = Peran auditor internal X 2 = Tanggung jawab auditor internal; e = errorDalam uji hipotesis ini dilakukan melalui: 2 a.

5. Operasionalisasi Variabel Penelitian

  Dalam penelitian Fitria Anggraini(2008:30) menyebutkan faktor-faktor yang membengaruhi peran auditor internal diantaranya perencanaan dan penyusunankebijakan, kerjasama dengan pihak luar, pengawasan, penggunaan sumber daya yang tepat, dan pengujian. Untuk mengukur variabel tanggung jawab auditor internal dalam penelitian ini mengembangkan instrumenyang ada pada penelitian Ismayanti (2009) yang terdiri dari 12 item dengan 5 poin skala interval yang berkaitan dengan 5 (lima)pilihan: (1) sangat tidak setuju, (2) tidak setuju, (3) netral, (4) setuju, (5) sangat setuju.

i. Hasil audit

  Itusebabnya perusahaan selalu mengadakan pembaruan demi menjawab Sisi product berarti bahwa perusahaan selalu berusaha menghadirkan produk-produk yang inovatif, seperti halnya JS Link Fixed95 dan JS Link Fixed 93 untuk produk unit link yang menggabungkan unsur proteksi dan invetasi, serta JS Prestasi dan JS Dana Multi Proteksiuntuk asuransi pendidikan. Sesuai dengan peraturan yang berubah di industri telekomunikasiIndonesia pada tahun 1999 dan 2000, Indosat mulai mengimplementasikan sebuah desain strategi untuk mentransformasikan diri menjadi pemimpindalam penyediaan telekomunikasi internasional, dan penyedia layanan serta jaringan telekomunikasi yang terintegrasi di Indonesia.

10. PT Binamitra Sumberarta

  Luas pertambangan berdasarkan izin pertambangan eksploitasi untuk 260 Ha dan izin eksplorasi untuk 5000 Ha. BMSA memulai uji coba produksi pada tahun 2004 di tempat pertambangan yang strategis terletak lima kilometer dari saluranpengiriman utama selatan Sungai Mahakam di the delta SungaiMahakam.

11. Tempat dan Waktu Penelitian

  Auditor internal yang berpartisipasi dalam penelitian ini merupakan tenaga kerja yang bekerja didalam internal perusahaan-perusahaan yang dijadikan sebagai objek penelitian kali ini. Peneliti mengambil sampel sebanyak 10 perusahaan yang terdiri dari tujuh perusahaan milik swasta, dua Inspektorat Jenderal Kementrian sertasatu BUMN yang berada di wilayah Jakarta, dengan peta distribusi yang Tabel 4.1 Data Distribusi Sampel Penelitian 5 85 Sumber: Data Primer 10 Total 100 10 10.

1. Jumlah kuesioner yang disebar 100 100%

  Jumlah kuesioner yang dapat diolah 82 82% Sumber: Data primer yang diolahBerdasarkan proyeksi sebelumnya jumlah kuesioner yang kembali memenuhi proyeksi pada bab sebelumnya sebesar 85 (delapan puluhlima) persen yaitu melebihi 75% persen. Penyebaran pada entitas pemerintahan dan swasta memiliki varian perbedaan, untuk pemerintahansebesar 37% dan sisanya adalah pada entitas usaha swasta.

12. Karakteristik Responden Penelitian

  Responden dalam penelitian ini adalah auditor internal yang bekerja pada perusahaan swasta dan pemerintahan di Jakarta dan Banten. Berikut ini adalah deskripsi mengenai identitas responden penelitian yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan lama bekerjaresponden.

a. Deskripsi responden berdasarkan usia

Berikut ini tabel 4.5 yang menggambarkan hasil uji deskripsi responden berdasarkan usia: Tabel 4.3 Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Valid Cumulative Frequency Percent Percent PercentValid < 30 tahun 24 29.3 29.3 29.3 30-45 tahun 43 52.4 52.4 81.7 > 45 tahun 15 18.3 18.3 100.0 Total82 100.0 100.0 Sumber: Data primer yang diolah Tabel 4.3 tersebut menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini didominasi oleh auditor internal yang berusia antara 30 hingga 45 tahun dengan jumlah 43 responden atau 52.4%. Sedangkan responden yang berusia kurang dari 30 tahun berjumlah 24 orang atau29.3% dan responden yang berusia lebih dari 45 tahun berjumlah 15 orang atau 18.3%.

b. Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin

  Berikut ini tabel 4.4 yang menggambarkan hasil uji deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin: Tabel 4.4 Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid L 58 70.7 70.7 70.7 P 24 29.3 29.3 100.0 Total82 100.0 100.0 Sumber: Data primer yang diolah Tabel 4.4 tersebut menunjukkan bahwa responden dalam 58 orang atau 70.7%. Responden atauauditor internal yang telah bekerja selama 10 sampai dengan 20 tahun berjumlah 17 orang atau 20.7% dan responden atau auditor internalyang telah bekerja selama lebih dari 20 tahun berjumlah 15 orang atau 18.3%.

A. Hasil Uji Instrumen Penelitian

1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peran dan tanggung jawab auditor internal intentions atas peningkatan efektivitassystem pengendalian internal yang akan diuji secara statistik deskriptif seperti yang terlihat dalam tabel 4.7. Tabel 4.7 Hasil Uji Statistik Deskriptif N Minimum Maximum Mean Std.

82 Sumber: Data primer yang diolah

  Tabel 4.7 menjelaskan bahwa pada variabel peran auditor internal atas peningkatan efektivitas system pengendalian internal jawaban minimum responden sebesar 81 dan maksimum sebesar 113, dengan rata- rata total jawaban 104,23 dan standar deviasi sebesar 11,991. Variabeltanggung jawab auditor internal atas peningkatan efektivitas system pengendalian internal jawaban minimum responden sebesar 42 danmaksimum sebesar 77, dengan rata-rata total jawaban 50,94 dan standar deviasi sebesar 4,849.

2. Hasil Uji Kualitas Data

  Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yangberarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya. Tabel 4.8 dibawah menunjukkan uji validitas atas tiga variabel yang digunakan dalampenelitian ini yaitu peran auditor internal (PAI), tanggung jawab auditor internal (TJAI), dan efektivitas sistem pengendalian internal(ESPI).

3. Hasil Uji Asumsi Klasik

  Hasil Uji MultikolonieritasUji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Untukmendeteksi adanya problem multiko, maka dapat dilakukan dengan Tabel 4.10 Hasil Uji Multikolonieritas aCoefficients Standardi zedUnstandardized Coefficie Collinearity Coefficients nts Statistics Std.

a. Dependent Variable: spi

  Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya polatertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED (Imam Gambar 4.2 Hasil Uji Heteroskedatisitas Berdasarkan gambar 4.2, grafik scatterplot menunjukkan bahwa data tersebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y dan tidakterdapat suatu pola yang jelas pada penyebaran data tersebut. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model persamaan regresi,sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal yang dipengaruhi oleh peran dantanggung jawab auditor internal.

4. Hasil Uji Hipotesis

  Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabelindependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu.

2 Nilai R yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen

  Berdasarkan hasil uji hipotesis bersama atas pengaruhvariabel peran dan tanggung jawab auditor internal terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal yangmenunjukkan tingkat signifikansi yang lebih rendah dari 0.05 yaitu0.000, dapat disimpulkan bahwa peran dan tanggung jawab auditor internal berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadappeningkatan efektivitas sistem pengendalian internal. Auditor internal yang selalu mengetahui dan menjalankan secara baik tanggung jawab danperannya dalam fungsinya di manajemen perusahaan akan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal yang ada danakan berpengaruh pada pencegahan terjadinya kecurangan (fraud) pada internal perusahaan.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penilitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh dua

  Semakin tinggiperanan auditor internal di dalam internal perusahaan maka akan meningkatkan efektivitas sistem pengendaliannya dan memberikanmanfaat yang besar bagi keberlangsungan usaha perusahaan. Semakin baik peranan dan tanggung jawab auditor internal di dalam internal perusahaan maka akanmeningkatkan efektivitas sistem pengendaliannya dan memberikan manfaat yang besar bagi keberlangsungan usaha perusahaan.

B. Implikasi

  Hasil pengujian satistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel peran dan tanggung jawab auditor internal merupakan faktor-faktoryang mempengaruhi peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal perusahaan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel independen lainnya, baik yang berasal dari faktor eksternal maupun faktorinternal auditor atau menambahkan variabel moderating guna mengetahui variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi dan memperkuat ataumemperlemah variabel dependen.

DAFTAR PUSTAKA

  , “Pengaruh Peran Auditor Internal, serta Faktor-Faktor Pendukungnya Terhadap Peningkatan Pengendalian Internal dan KinerjaPerusahaan (Survai pada 102 BUMN dan BUMD)”, Jurnal Akuntansi, Bandung, 2002. “Konsistensi Praktik Sistem Pengendalian Internal dan Akuntabilitas pada Lazis”, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Ikatan Akuntan Hirth, Robert B, Iwan Triyuwono, “Pengaruh Keahlian dan Tanggung Jawab Auditor Internal Terhadap Kemampuan Mendeteksi Kecurangan dan Pencegahan Tindakan Kecurangan(Fraud) ”, Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2009.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Evaluasi kualitas fungsi auditor internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal bank (Studi kasus Bank Permata Cabang Medan)
1
53
92
Pengaruh peran auditor internal dan pengendalian intern terhadap kinerja perusahaan melalui pencegahan kecurangan pada perusahaan pembiayaan yang terdaftar di asosiasi perusahaan pembiayaan Indonesia (APPI)
18
137
144
Peran auditor internal dalam pengembangan dan pemiliharaan sistem serta pengaruhnya terhadap keadilan sistem informasi
4
28
111
Pengaruh pemberian sertifikasi qualified internal auditor (QIA) dan pengalaman kerja auditor internal terhadap kemampuan dalam mendeteksi fraud (studi empiris pada Perusahaan di Jakarta)
2
18
132
Pengaruh kualitas jasa auditor internal terhadap efektifitas sistem pengendalian intern : pada pt. pln penyaluran dan pusat pengaturan beban jawa bali di jakarta selatan
1
8
176
Pengaruh efektivitas penggunaan dan kepercayaan atas teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal : studi pada auditor di Jakarta
1
25
121
Pengaruh pengalaman kerja dan pendidikan profesi auditor internal terhadap kemampuan mendeteksi faraud
1
6
96
Pengaruh peran dan tanggung jawab auditor internal terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal
2
39
132
Kontribusi pengendalian internal dan keahlian auditor terhadap pemeriksaan (fraud Auditing) : studi empiris pada auditor internal dan eksternal di jakarta dan bandung
1
9
90
Pengaruh peran dan kinerja auditor internal terhadap efektivitas sistem pengendalian internal : studi empiris perguruan tinggi badan layanan umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Banten
1
18
0
Pengaruh internal audit dan sistem informasi akuntansi terhadap pengendalian internal : (studi kasus pada Bank BUMN di Wilayah Bandung yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
1
14
65
Pengaruh profesionalisme auditor internal dan objektivitas auditor internal terhadap lapoiran audit internal pada BUMN di Kota Bandung
0
2
1
Pengaruh sistem informasi akuntansi dan audit sistem informasi terhadap pengendalian internal :(studi kasus pada PT.Telkom, tbk)
33
196
107
Pengaruh independensi auditor internal dan komite audit terhadap pengendalian internal : (penelitian pada perbankan di Bandung yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
1
21
113
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Evaluasi kualitas fungsi auditor internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal bank (Studi kasus Bank Permata Cabang Medan)
0
0
27
Show more