Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI

Gratis

0
7
125
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. DATA PRIBADI 1

  Tempat /Tanggal Lahir : Tangerang, 25 September 1987 3. Kewarganegaraan: Indonesia B.

DATA PENDIDIKAN 1

  Tahun 1993-1999SDN Karang Tengah 8 Tangerang 2. Tahun 2005-2010FEIS Manajemen UIN Jakarta C.

DATA PENGALAMAN KERJA 1

  Keyword : Inflation, SBI, Kurs, Real Interest Rate, Profitability, Leverage, Liquidity, Stock Return ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisa pengaruh secara simultan dan secara parsial antara variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadapreturn saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2) Menganalisa Variabel independen manakah yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil uji regresi ditemukan bahwa secara simultan variabel Inflasi, SBI, Kurs, Real Interest Rate,Profitabilitas, Leverage, Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Return Saham sedangkan secara parsial ditemukan bahwa variabel Kurs, Real Interest Rate, Return On Asset dan variabel independen yang paling berpengaruh adalah Kurs, dengan melihat nilai koefisien beta paling besar diantara variabel independen lainya.

KATA PENGANTAR

  Perjalanan panjang penulis dalam upaya menyelesaikan skripsi ini dihiasi dengan segala kekurangan dan kelemahan penulis, dan diwarnai dengan berbagaicobaan, tantangan, dan penuh perjuangan yang harus dihadapi. Seluruh dosen yang berada di Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Khususnya jurusan manajemen yang memiliki peran yang sangat besar bagi saya dalamproses perkuliahan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan pasar keuangan (financial market) dimana

  Untuk dapat mengukur kinerja perusahaan diperlukan alat pembanding dan rasio dalam industri sebagai keseluruhan yang sejenis, dimana perusahaanmenjadi anggotanya yang dapat digunakan sebagai alat pembanding dari angka rasio perusahaan, salah satu rasio yang biasa digunakan adalah ROA(Return On Asset). Pada Dalam penelitiannya, Roohi Ahmed and Khalid Mustafa (2005), Hubungan antara inflasi dan return saham kembali nyata (yang diteliti oleh fama) dan pertumbuhan yang tak terduga dan inflasi yang tidak diharapkan adalahnegatif dan signifikan terhadap return saham.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Ilmu ekonomi Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya manusia

  untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Rubinfeld, 2003)Contoh dari ekonomi mikro adalah perilaku individual dari suatu perusahaan dalam menetapkan berapa banyak barang yang akan dibeli, jikaharga barang tersebut mengalami kenaikan atau penurunan, bagaimana meningkatkan jumlah produksinya, seberapa tinggi harga barang akan dijualagar perusahaan memperoleh laba maksimum, dan sebagainya.

B. Pengertian Efek dan Bursa Efek

  Menurut undang RI No.8 tahun 1995 (Widjaja dan Ernawati, 2002: 2)“Efek diartikan sebagai surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti Agar efek-efek tersebut dapat diperjulbelikan maka diperlukan suatu wadah atau tempat berlangsungnya transaksi tersebut yang dikenal denganbursa efek. 8 Tahun 1995 yang terdapat dalam jurnal Widjaja dan Ernawati (2002: 2) yang dimaksud dengan BursaEfek adalah “pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan system atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek”.

C. Inflasi 1. Pengertian Inflasi

  Inflasi adalah kecenderungan barang-barang naik secara umum dan dalam jangka waktu yang tertentu (Case dan Fair, 1999). Inflasi dapattimbul bila jumlah barang serta jasa yang ditawarkan atau karena kehilangan kepercayaan terhadap mata uang nasional dan terdapat adanyagejala yang meluas untuk menukar dengan barang-barang.

2. Komponen Inflasi

  Ada tiga komponen yang hams dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi, Prathama dan Mandala (2001:203) 1. Berlangsung terus menerusKenaikan harga yang bersifat umum juga belum akan memunculkan inflasi, jika terjadi sesaat, karena itu perhitungan inflasidilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan.

3. Timbulnya Inflasi a

  1) inflasi yang berasal dari dalam negeri (Berdasarkan timbulnya inflasi domestic inflation inflasi ini timbul karena defisit anggaran belanja negara dan gagalnya pasar yang berakibat harga kebutuhan pokokmenjadi mahal. ),2) inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation terjadi karena kenaikan harga barang di negara lain, biaya produksibarang luar negeri tinggi, kenaikan impor tarif barang ) c.

4. Cara Mengatasi Inflasi

  Secarateoritis untuk mengatasi inflasi relatif mudah, yaitu dengan cara mengatasi pokok pangkalnya, mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan FiskalDapat dilakukan dengan cara:1) menaikkan tarif pajak, diharapkan masyarakat akan menyetor uang lebih banyak kepada pemerintah sebagai pembayaran pajak,sehingga dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.2) Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah3) Mengadakan pinjaman pemerintah, misalnya pemerintah memotong gaji pegawai negeri 10% untuk ditabung, ini terjadipada masa orde lama.

D. Nilai Tukar (Kurs)

1. Pengertian Nilai Tukar Rupiah

  Sentimen PasarSentimen pasar lebih banyak disebabkan oleh rumor atau berita-berita politik yang bersifat insidentil, yang dapat mendorong harga valas naikatau turun secara tajam dalam jangka pendek. Dalam sistem ini, suatu negara mengkaitkan nilai mata uangnya dengan suatu mata uang negara lain atau sekelompok mata uang, yang biasanyamerupakan mata uang negara partner dagang yang utama“Menambatkan“ ke suatu mata uang berarti nilai mata uang tersebut bergerak mengikuti mata uang yang menjadi tambatannya.

E. Tingkat suku bunga

  Menurut Wardane (2003) dalam Prawoto dan Avonti (2004), suku bunga adalah pembayaran yang dilakukan untuk penggunaan uang. Perubahan tingkat suku bunga selanjutnya akan mempengaruhi keinginan untuk mengadakan investasi, misalnya pada surat berharga, dimana hargadapat naik atau turun tergantung pada tingkat bunga (bila tingkat bunga naik maka surat berharga turun dan sebaliknya), sehingga ada kemungkinanpemegang surat berharga akan menderita capital loss atau gain.

F. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

  Sebagaimana tercantum dalam UU No.13 Tahun 1968 tentang BankSentral, salah satu tugas Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter adalah membantu pemerintah dalam mengatur, menjaga dan memelihara kestabilannilai Rupiah. Dalam melaksanakan tugasnya, BI menggunakan beberapa piranti moneter yang terdiri dari Giro Wajib Minimum (Reserve Requirement),Fasilitas Diskonto, Himbauan Moral dan Operasi Pasar Terbuka.

1. Pengertian Sertifikat Bank Indonesia

2. Tujuan Penerbitan Sertifikat Bank Indonesia

  Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.8/13/DPM tentangPenerbitan Sertifikat Bank Indonesia Melalui Lelang, Sertifikat BankIndonesia yang selanjutnya disebut SBI adalah surat berharga dalam mata uang Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuanutang berjangka waktu pendek. Dalam paradigma yang dianut, jumlah uang primer (uangkartal + uang giral di BI) yang berlebihan dapat mengurangi kestabilan 3.

1. Rasio Keuangan dan Manfaatnya

  Rasio keuangan digunakan untuk membandingkan risiko dan tingkat imbal hasil dari berbagai perusahaan untuk membantu investor dan kreditormembuat keputusan investasi dan kredit yang baik (White et al., 2002). (1) Analisis likuiditas: mengukur kecukupan sumber kas perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang berkaitan dengan kas dalamjangka pendek.(2) Analisis solvency dan long term debt (leverage): menelaah struktur modal perusahaan, termasuk sumber dana jangka panjang dankemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban investasi dan utang jangka panjang.

H. Jenis – Jenis Rasio Keuangan 1. Rasio Profitabilitas

  Menurut Brotman (1989) dan Boustita & Young dalam Burton,Adam and Hardwick (1998) dalam Purnomo (2005: 29) semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan maka semakin rendah risikoketidakmampuan membayar (Default) dan semakin baik peringkat yang diberikan terhadap perusahaan tersebut. Beberapa penelitian terdahulu yang pernah dilakukan khususnya penelitian empiris yang dilakukan oleh Khrisnan(1996), Badhuri (2002), dan Moh’d (1998) menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.

2. Rasio Leverage

  Struktur modal yang ditargetkan adalah perpaduan antara hutang saham preferen dan saham biasa yang dikehendaki perusahaan dalam strukturmodalnya, sedangkan struktur modal yang optimal adalah modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara resiko dan pengembalian sehinggamemaksimumkan harga saham. Menurut westo &Copeland (2001: 19) struktur modal atau kapitalisasi perusahaan adalah pembiyaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, sahampreferen, dan modal pemegang saham.

3. Rasio Likuiditas

  Peningkatan dalam rupiah adalah sama dengan dividen tunai yang diterima dalam satu jangka waktuditambah dengan perubahan dalam nilai saham yang berlaku dalam jangka waktu tersebut (Ahmad Rodoni dan OthmanYong, 2002:11). Roohi Ahmed and Khalid Mustafa (2005) Hubungan antara inflasi dan return saham kembali nyata (yang diteliti oleh fama) dan pertumbuhan yang tak terduga dan inflasi yangtidak diharapkan adalah negatif dan signifikan terhadap return saham.

LEVERAGE, AKTIVITAS

  Perusahaan makanan dan minuman dengankategori industry barang konsumsi DI BEI 1999-2005 Bahwa variable currentratio memiliki pengaruh yang positif dansignifikan terhadap return saham satuperiode kedepan. DAN PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAMIgka ulupui, 2007 3 ANALISIS PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, Perusahaan manufaktur yang telah go public,tercatat sebagai emiten sejak tahun 2001 sampai2002 secara terus menerus (tidak pernahmengalami delisting).menunjukkan bahwaearning per share (EPS)berpengaruh terhadap harga saham.

5 ANALISIS PENGARUH

  Kerangka Pemikiran Dalam penelitian ini, terdapat 3 (tiga) variabel makro ekonomi dan 3 (tiga) rasio keuangan yang diduga berpengaruh terhadap Return Saham di BursaEfek Indonesia (BEI). Sedangkan, rasio keuangan yang diteliti adalah Profitabilitas, Leverage dan Likuiditas yang diprediksikanberpengaruh terhadap Return Saham.

1. Makro ekonomi

  H : b = 0 Real Interest Rate tidak mempunyai pengaruh yang signifikan 2 terhadap return sahamH : b 1 2 ≠ 0 Real Interest Rate mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham c. H : b = 0 Likuiditas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap 5return saham H : b 1 5 ≠ 0 Likuiditas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham 1 2 3 4 5 likuiditas tidak terdapat pengaruh secara simultan terhadap return sahamH : b , b , b , b , b 1 1 2 3 4 5 ≠ 0 Kurs, Real Interest Rate, profitabilitas, leverage, likuiditas terdapat pengaruh secara simultan terhadap return saham.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 dan terdaftar

B. Metode Penentuan Sampel

  Dengan mengacu pada tujuan penelitian maka variabel yang diteliti adalah returnsaham dan variabel-variabel yang mempengaruhi adalah makro ekonomi yaitu inflasi, kurs, SBI, Real Interest Rate dan variabel keuangan yang diukurdengan, profitabilitas, leverage, likuiditas. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ 45 yang eksis sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2008,Dipilihnya perusahaan dalam indeks LQ 45 karena perusahaan tersebut memiliki kriteria sebagai berikut: 1.

C. Metode Pengumpulan Data

  Data yang dibutuhkan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan tahunan (Annual Report) yang diterbitkan oleh perusahaan, buku Indonesian Capital Market Directory (ICMD), Jakarta Stock Exchange (JSX) statistic, Laporan Bursa Efek Indonesia, Jurnal-jurnal, Surat Kabar Harian, dan Literatur-Literatur lainnya yang berhubungan dengan objek yang sedang diteliti. Data yang diperlukan dari penelitian ini terdiri dari :1) Laporan Keuangan Tahunan (Annual Report) yang diterbitkan oleh perusahaan yang menjadi objek penelitian.

D. Metode Analisis Data

Dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan uji statistik regresi dan korelasi untuk melihat ada tidaknyapengaruh signifikansi terhadap kedua variabel independen, yaitu inflasi, kurs,SBI, Real Interest Rate, profitabilitas, leverage, dan likuiditas terhadap variabel dependen yaitu return saham. Langkah – langkah dalam menganalisispenelitian ini adalah :

1. Perhitungan analisis regresi dan korelasi

  Berdasarkan data hasil perhitungan terhadap inflasi, kurs, SBI, Real Interest Rate, profitabilitas, leverage, dan likuiditas dan pengaruhnya terhadap return saham, maka dilakukan analisis regresi dan korelasi antara 1 2 3 4 1 X 2 X + 3 X 4 X 5 X 5 iY = a + β + β + β + β + β ε Y : Return a : konstantaX : Kurs 1 X : Real Interest Rate 2 X : Profitabilitas 3 X : Leverage 4 X : Likuiditas 5 : Standar error i ε 2. Langkah – langkah pengujiannya adalah sebagai berikut : a) Perumusan Hipotesis= 0, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel Ho : β j independen terhadap variabel dependen.

3. Uji F

  Langkah- langkah pengujiannya adalah sebagai berikut : a) Pengujian HipotesisHo : βj = 0, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Ha : βj = 0, berarti ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen.

4. Uji Asumsi Klasik

  1) Analisis grafikSalah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat histogram yang membandingkan antara dataobservasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal.2) Uji statistik Selain dengan analisis grafik maka perlu dianjurkan dengan uji statistik, agar mencapai keakuratan yang lebih baik lagi. Apabila asumsi tidak terjadinya heteroskedastisitas ini tidak dipenuhi, maka penaksir menjadi Dalam penelitian ini, uji yang akan digunakan untuk mendeteksi gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat residual plotpersamaan regresi, yang dilakukan dengan melihat (Santoso 2000) :1) Jika ada pola tertentu, seperti titik – titik (point-point) yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang,melebar, kemudian menyempit), maka telah terjadi heteroskedastisitas.

5. Koefisien Determinasi( Adjusted R Square)

Uji koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa besar variabel independent menjelaskan variable yang dilihat melalui Adjusted R Square karena variabel independennya lebih dari dua.

E. Variabel Penelitian

  Tingkat keuntungan saham yang diterima oleh pemodal dinyatakan sebagai berikut :1) Menghitung keuntungan yang diharapkan Pt – P t-1 Ri = X 100 % P t-1 Dimana :Ri = Tingkat keuntungan saham iP = Harga saham awal periode atau akhir pariode t-1 t+1 Pt = Harga saham akhir periode2) Menghitung rata-rata return saham Keuntungan saham dapat dicari dengan menghitung mean dari keuntungan saham setiap periode. 3) Tingkat Suku Bunga SBITingkat suku bunga SBI adalah ukuran keuntungan investasi berupa sertifikat bank Indonesia yang dapat diperoleh pemodal danjuga biaya modal yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menggunakan dana dari pemodal.

1. Sejarah Pasar Modal di Indonesia

  Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perangdunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkanoperasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya. Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalamipertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

2. Sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI)

  Penggabungan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa EfekSurabaya (BES) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) paling lambat 30November 2007. Sebab badan hukum dan nama keduanya berubah menjadi Bursa Efek Indonesia.

4. Lembaga-lembaga yang terlibat di Bursa Efek Indonesia

  Sebagai suatu bisnis yang berdampak sosial yang sangat luas,Bursa Efek Jakarta melibatkan benyak lembaga masing-masing pihak mempunyai peranan dan fungsi yang berbeda dan saling menunjangkepentingan pihak lainnya. Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) merupakan lembaga pemerintah yang mempunyai tugas sebagai berikut :1) Memonitor dan mengatur surat pasar dimana sekuritas-sekuritas dapat diterbitkan dan diperdagangkan secara teratur, wajar danefisien dengan maksud untuk melinduingi kepentingan para pemodal dan masyarakat.

5. Mekanisme Perdagangan a. Sistem Perdagangan Bursa Efek Indonesia

  JenderalSudirman Kav 52 – 53 Jakarta 12190, hingga saat ini, instrumen- instrumen yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalahsaham, bukti right, warant, obligasi dan obligasi konversi. Sistem yang tergolong paling modern yaituJakarta Automated Trading System (JATS), sedangkan kegiatan administratif dan manajemen Bursa Efek Indonesia terpusat di lantaiempat gedung yang sama.

b. Sistem pasar : digerakkan oleh Order dan Lelang Terbuka

  Bursa EfekIndonesia telah menerapkan akses jarak jauh atau remote trading access untuk Jakarta Automated Trading System (JATS) sehingga 1) Penyelesaian Transaksi Transaksi di Bursa Efek Indonesia secara umum bukan transaksi yang bersifat tunai. Pengembangan implementasiJakarta Automated Trading System (JATS) terdiri dari beberapa tahap, antara lain :a) Implementasi perdagangan tanpa warant (scriless trading) yang terintegrasi dengan sistem kliring dan penjaminan (clearing and guarante system) PT.

3) Biaya Transaksi

  Perusahaan pilang diwajibkan membayar biaya-biaya sebagai berikut :a) Untuk transaksi saham dan right dikenakan sebesar 0,04 % dari kumulatif nilai transaksi setiap bulan dan 0,01 % dari biayatersebut oleh PT. 0,0045 % untuk biaya penyelesaian dan kliring di Kliring Penjamin Efek Indonesia,dan sisasnya untuk biaya operasional bursa 0,0075 % dan untuk Kustodian Sentral efek Indonesia 0,003 %.

B. Sejarah Objek Penelitian

1. Sejarah Perusahaan Yang Terdaftar Pada Indeks LQ 45

  Indeks LQ 45 terdiri dari 45 saham yang telah terpilih yang memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi yang terus direview setiap 6 bulan. Perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 adalah perusahaan yang memiliki profit yang cukup tinggi dan memiliki saham yang cukup besar.

2. Sejarah Perusahaan yang menjadi Objek Penelitian

  Tbk INCO 9 PT, Indofood Sukses Makmur Tbk INDF 10 PT. Unilever Indonesia Tbk UNVR 21 PT.

C. Hasil Dan Pembahasan 1. Deskriptif Data

  Pengolahan data dilakukan secara elektronik mempergunakan Microsoft Excel dan SPSS 16.0 for Windows untuk mempercepat perolehan data hasil yang dapat menjelaskan variabel-variabel yang diteliti. Tabel deskriptif menunjukkan semua variabel yang digunakan dalam modelanalisis regresi berganda, yaitu variabel Y (Return Saham) sebagai variabel Kurs) dan variabel laporan keuangan (Return On Asset, Debt Equity Ratio dan Current Asset).

a. Kurs

  Jadi, nilai tukar rupiahmerupakan nilai dari satu mata rupiah yang ditranslasikan ke dalam mata uang negara lain. Grafik 4.2Kurs 10,0002005 9,0002006 8,0002007 7,000AAL UI N A SM TMII T P T F S S TP A RP E T LT LB A R A R R B B B MI DF A DC N T B B T U N LS N CO B GRINININKIN KIS LK TI NVIP M M U P 2008 (Sumber data diolah)Berdasarkan hasil perhitungan Kurs terhadap US dollar tiap tahunya pada grafik 4.1, Pada Tahun 2005, kurs sebesar Rp 9165, Pada Tahun 2006, Kurs, sebesar Rp 9395, Pada Tahun 2007, Kurs, sebesar Rp9090.

b. Real Interest Rate

  Real Interest Rate digunakan untuk mengukur Tingkat bunga riil adalah tingkat pertumbuhan daya beli yang berasal dari investasi. Real Interest Rate = Nominal rate – Rate of inflation Grafik 4.3Real Interest Rate 0.50 2007 (1.50)2008 (2.00) (Sumber data diolah)Berdasarkan hasil perhitungan Real Interest Rate terhadap tiap tahunya pada grafik 4.2, Pada Tahun 2005, Real Interest Rate sebesar 0,14, Pada Tahun 2006, Real Interest Rate, sebesar -1,53, Pada Tahun2007, Real Interest Rate, sebesar -0,20.

c. Return On Asset

  Menurut Brotman (1989) dan Boustita & Young dalamBurton, Adam and Hardwick (1998) dalam Purnomo (2005: 29) semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan maka semakin rendah risikoketidakmampuan membayar (Default) dan semakin baik peringkat yang diberikan terhadap perusahaan tersebut. Grafik 4.4Return On Asset 100.00 50.002005 (Sumber data diolah) Berdasarkan hasil perhitungan Return On Asset masing-masing perusahaan pada grafik 4.3, Pada Tahun 2005, Return On Asset,tertinggi dimiliki oleh PT.

d. DER (Debt To Equity Ratio)

  Debt to Equity Ratio mempengaruhi besarnya return karena semakin besar proporsi hutang yang digunakanuntuk struktur modal perusahaannya semakin besar pula jumlah kewajibannya. Dengan demikian, debt to equity ratio juga dapat memberikan gambaran mengenai struktur modal yang dimiliki oleh perusahaansehingga dapat dilihat tingkat risiko tak terbayarkan suatu hutang.

IS TI

  IN IN KL N B IN M BR IN P BN B TL U UN M S A (Sumber data diolah)Berdasarkan hasil perhitungan Debt To Equity Ratio masing- masing perusahaan pada grafik 4.4, Pada Tahun 2005, Debt to Equity Ratio, tertinggi dimiliki oleh PT. Menurut dewi Astuti (2004:17) Struktur modal adalah bauran atau perpaduan dari hutang jangka panjang saham preferen dan saham biasa.

e. Current Ratio

  Rasio Likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangkapendek yang berupa hutang-hutang jangka pendek. Return saham adalah tingkat pengembalian keuntungan yang berasal dari investasi selama beberapa periode adalah perubahan harga pasar ditambah dengan kas yang diterima karena hak kepemilikan,dibagi dengan harga pasar awal investasi.

2. Pengujian Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Data

  Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyaidistribusi normal atau tidak. Gambar 4.8 Pengujian Normalitas Data Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa data penelitian memiliki penyebaran dan distribusi yang normal karena data memusat pada nilairata-rata dan median atau nilai plot PP terletak digaris diagonal, maka dapat dikatakan bahwa distribusi data return saham adalah normal.

b. Uji Multikolinieritas

Penelitian dilakukan pengujian terhadap data bahwa data harus terbebas dari gejala multikolonearitas, gejala ini ditunjukan dengankorelasi antar variabel independen. Pengujian dalam uji multikolinearitas dengan melihat nilai VIF (Variance Inflation Factor) harus berada dibawah 10, hal ini akan dijelaskan sebagai berikut : Tabel 4.2 Hasil Pengujian Multikolinearitas Collinearity Statistics Model Tolerance VIF 1 (Constant)KURS .827 1.208 REAL IN RATE .837 1.194 RETURN ON ASSET .720 1.389 DEBT TO EQUITY .470 2.127 RATIO

CURRENT RATIO .597 1.674

  (Sumber data diolah)Tabel di atas menjelaskan bahwa data yang ada tidak terjadi gejala multikolinearitas antara masing-masing variabel independen yaitudengan melihat nilai VIF. Nilai VIF yang diperbolehkan hanya mencapai 10 maka data di atas dapat dipastikan tidak terjadi gejalamultikolinearitas.

c. Uji Autokolerasi

  Autokorelasi digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu padaperiode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Pada tabel 4.3 diketahui nilai Durbin Watson (d) sebesar 1,733 nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan nilaisignifikansi 5%, jumlah sample (n) 84 dan jumlah variabel independen(k) adalah 5.

d. Heteroskedastisitas

  Konsekuensi adanyaheteroskedastisitas dalam model regresi adalah estimator yang diperoleh tidak efisien, baik pada sampel kecil maupun besar. Gambar 4.9 Uji Heteroskedastisitas Pada gambar 4.3 terlihat bahwa titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y dan tidak terlihat pola tertentu.

3. Uji Signifikansi

a. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

  Uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yang terdiri dari Kurs, real in rate, Return On asset, Debt Equity Ratiodan Current Ratio. terhadap Return Saham di Bursa Efek Indonesia secara parsial.

CURRENT RATIO .719 .475

a. Dependent Variable: Return Saham

  Menurunnya kurs Rupiah terhadap mata uang asingkhususnya Dolar AS memiliki pengaruh negatif terhadap ekonomi dan pasar modal Variabel Real In Rate, dengan nilai t hitung sebesar 4,108 > 2,000 atau nilai alpha lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), maka dapatdisimpulkan bahwa H ditolak dan H diterima yang berarti Real In Rate 1 berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Return Saham. Hasil ini sesuai dengan teorin yang diungkapkan Sukirno (1998) yang mentakan Variabel Return On Asset, dengan nilai t hitung sebesar 3,782 >2,000 atau nilai alpha lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa H ditolak dan H diterima yang berarti Retun on 1 Asset berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Return Saham.

b. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

  Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen yang terdiri dari Kurs, Real In Rate, Return On Asset, Debt Equity Ratio Dan Current Ratio. Dengan kondisi dimana F hitung lebih besar daripada F tabel dan nilai signifikan lebih kecil darialpha (0,05), maka dapat diambil kesimpulan adalah H ditolak dan H 1 diterima yang berarti variabel-variabel independen berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Return Saham.

c. Koefisien Determinasi ( Adj R Square)

  Melalui pengujian serentak dapat diketahui besarnya koefisien 2 2 determinasi (Adj R ). Dari koefisien determinasi (Adj R ) dapat diketahui derajat ketepatan dari analisis regresi linier bergandamenunjukkan besarnya variasi sumbangan seluruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya.

2 R ) = 0,499 yaitu persentase pengaruh Variabel Kurs, Real In Rate

  Return On Asset, Debt Equity Ratio Dan Current Ratio. terhadap Return Saham sebesar 49,9%.

3. Analisis Regresi Linier Berganda

  terhadap Return Saham sebagai berikut:1 +Y = 4,818 + 0,490 X + 0,360 X + 0,346 X23 ε i Keterangan :Y = Return SahamA = konstanta x = Kurs 1 x = Real Interest Rate 2 3 = standar errorε i Koefisien-koefisien persamaan regresi linier berganda di atas dapat diartikan koefisien regresi untuk konstan sebesar 4,818 menunjukkanbahwa jika variabel Kurs, Real In Rate, Return On Asset, Debt Equity Ratio Dan Current Ratio. bernilai nol maka nilai Return Saham adalah 4,818 satuan, Sedangkan variabel Kurs sebesar 0,490 menunjukkan bahwa jika variabel Kurs meningkat 1 satuan maka akan meningkatkan returnsaham sebesar 0,490 satuan, Variabel Return On Asset sebesar 0,360 menunjukkan bahwa jika variabel Return On Asset meningkat 1 satuanmaka akan meningkatkan Return Saham sebesar 0,360 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.

D. Interpretasi

  Hasil uji regresi berganda yang didapat adalah yang paling berpengaruh dan signifikan adalah Kurs, dan secara Parsial variabel yang mempengaruhiadalah variabel Kurs, Real In Rate dan Return On Asset, sedangkan lvariabel Current Ratio Dan Debt Equity Ratio tidak berpengaruh. Dalam hal ini perbedaan antara hasil pengujian sebelumnya dengan pengujian ini dikarenakan adanya perbedaan waktu penelitian, sektor yangditeliti, Sedangkan untuk Return Saham, bila dikaitkan dengan variabel yang berpengaruh dan signifikan yaitu Kurs, Real In Rate dan Return On Assetmerupakan variabel yang mempengaruhi Return Saham dan Return Saham adalah salah satu patokan dari para pemegang saham untuk menanamkanmodalnya dalam berinvestasi.

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat diperoleh kesimpulan

  Hasil Uji regresi linier berganda secara parsial ditemukan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap Return Saham adalah Kurs, Real In Rate dan Return On Asset, sedangkan variabel Debt Equity ratio dan Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini berarti 49,9 % dari Return Saham dapat dijelaskanoleh variabel independen yaitu Kurs, Real In Rate, Return On Asset, Debt Equity Ratio dan Current Ratio dan sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak menjadi variabel independent dalam penelitian ini sebesar 51,1%.

DAFTAR PUSTAKA

  Fakultas Ekonomi Universitas Negri Semarang, 2007Ocktavia Ana, “analisis pengaruh nilai tukar rupiah /US$ dan tingkat suku bunga SBI terhadap IHSG di BEI”. Ulupui, “analisis pengaruh Rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham (studi pada perusahaan makanan dan minuman dengan kategori industry barang konsumsi di BEJ) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas UdayanaPindyck, Robert S.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis pengaruh rasio kinerja keuangan dan tingkat suku bunga terhadap volume penjualan saham perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Jakarta
0
20
87
Analisis karakteristik perusahaan, industri, dan ekonomi makro terhadap return dan beta saham syariah : studi empiris pada kelompok saham jii di Bursa Efek Indonesia
0
4
142
Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI
0
7
125
Pengaruh kenerja keuangan perusahaan terhadap return saham Syariah (studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)
0
4
109
Analisis variabel leverage, profitabilitas dan variabel makro ekonomi terhadap portofolio optimal saham-saham perbankan di bursa efek Indonesia
1
7
168
Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)
0
4
96
Analisis pengaruh variabel ekonomi makro terhadap nilai Jakarta islamic Index
0
10
134
Dampak kebijakan dividen terhadap volatilitas harga saham perusahaan LQ 45 di BEI
5
20
119
Analisis pengaruh rasio aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return saham perusahaan telekomunikasi: studi empiris di Bursa Efek indonesia
2
7
96
Analisis tingkat sertifikat BI, inflasi, dan nilai kurs terhadap return saham LQ 45 dan dampaknya terhadap IHSG
2
35
106
Pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko saham pada perusahaan LQ 45 periode 2004-2009
0
7
116
Analisis pengaruh rasio likuiditas, profitabiltas, aktivitas, leverage, dan frim size terhadap return saham: studi kasus pada perusahaan yang terdaftar di LQ 45
1
5
70
Pengaruh perubahan variabel ekonomi makro terhadap perubahan kesehatan perusahaan manufaktur
0
10
126
Pengaruh laporan arus kas dan likuiditas perusahaan terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di BEI
0
8
82
Pengaruh profitablitas dan rasio leverage terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
0
15
1
Show more