Uji potensi antifungi ekstrak etanol rimpang kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) terhadap Trichohyton meniagrophyies dan Trichophyton rubrum

Gratis

5
25
83
2 years ago
Preview
Full text

Uji Potensi Antifungi Ekstrak Etanol Rimpang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton rubrum

  Uji Potensi Antifungi Ekstrak Etanol Rimpang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton rubrumSkripsi Diajukan sebagai salah satu syarat untukmemperoleh gelar Sarjana Farmasi oleh: NIM. 105102003356 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI FARMASI1430 H/2009 M LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL SKRIPSI NAMA : Arif Romdhon HakimNIM : 105102003356JUDUL : Uji Potensi Antifungi Ekstrak Etanol Rimpang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Trichophytonmentagrophytes dan Trichophyton rubrum Disetujui oleh : Pembimbing I Pembimbing IINurmeilis, M.

ARIF ROMDHON HAKIM

  105102003356 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI FARMASI1430 H/2009 M LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL SKRIPSI NAMA : Arif Romdhon HakimNIM : 105102003356JUDUL : Uji Potensi Antifungi Ekstrak Etanol Rimpang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Trichophytonmentagrophytes dan Trichophyton rubrum Disetujui oleh : Pembimbing I Pembimbing IINurmeilis, M. Rini Widayati, MP Tanggal: Tanggal: Mengetahui, Ketua Program Studi FarmasiUIN Syarif Hidayatullah Jakarta Drs.

LEMBAR PERNYATAAN

  Uji potensi ekstrak etanol rimpang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) meliputi, uji aktifitas danuji KHM ekstrak rimpang Kecombrang terhadap fungi uji dan dibandingkan dengan baku pembanding murni (Klotrimazol) serta dilakukan proses Scanning Electron Microscope (SEM). Potensi ekstrak etanol rimpang Kecombrang (Nicolaia speciosaHoran) setara dengan 11,61 ppm Klotrimazol untuk Trichophyton rubrum dan10,27 ppm untuk Trichophyton mentagrophytes.

RUBRUM AND TRICHOPHYTON MENTAGROPHYTES

  The research of antifungal potency had been performed from ethanol extract of Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) against fungi Trichophyton rubrum and Trichophyton mentagrophytes using the filter paper disc diffusion method. The potency values for ethanol extract of Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) were 11,61 ppm to Trichophyton rubrum and 10,27 ppm to Trichophyton mentagrophytes.

KATA PENGANTAR

  Ayahanda dan bunda, tak lekang dimakan waktu segala pengorbananmu dan juga kepada adik-adikku Fikri dan Ninda. Teman-teman seperjuangan Oky, Mail, Supriyatna, Lukky, Gifar, Yudha,Agus, Aster, Dewa, Nurman, Irfan terima kasih untuk kesabaran kalian memiliki teman seperti saya; Salman, Ebi, Asep Amri, Subhan, (Alm.) PanjiHaekal Gamil terima kasih atas persaudaraan yang telah engkau berikan selama ini; Arditia Rahman terima kasih atas tumpangannya; Hutomo terimakasih atas pinjamannya; Mutia dan Sri Handayani, semoga para bidadari di 8.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Studi awal mengenai bunga Kecombrang telah dilakukan dengan menganalisa kandungan kimia bunga Kecombrang yang terdiri dari alkaloid,flavonoid, polifenol, steroid, sapponin dan minyak atsiri (Naufalin R, 2005). Studi mengenai aktifitasnya sebagai antitumor pernah dilaporkan olehHabsah et al., (2003;2005) dimana ekstrak MeOH rimpang Kecombrang memiliki aktifitas yang tinggi sebagai antitumor demikian juga denganpotensinya sebagai antioksidan juga memiliki aktifitas yang tinggi.

2. Ekstrak rimpang Kecombrang mempunyai aktifitas yang sama terhadap Klotrimazol

1.4 Tujuan Penelitian

  Mengetahui aktifitas antifungi ekstrak rimpang Kecombrang terhadap Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Mengetahui potensi ekstrak rimpang Kecombrang terhadap Trichophyton dan Trichophyton mentagrophytes yang akan dibandingkan rubrum dengan Klotrimazol.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah untuk memperolah informasi mengenai aktivitas antifungi rimpang Kecombrang terhadap Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes dalam rangka pemanfaatannya sebagai bahan obat antifungi alami.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Kecombrang

  Kingdom : PlantaePhylum : TracheophytaDivisi : SpermathophytaSubdivisi : AngiospermaeKelas : MonocotyledoneaeBangsa : ZingeberalesSuku : ZingeberaceaeMarga : NicolaiaSpecies : Nicolaia speciosa Horan 2.1.2 Morfologi Tumbuhan ini berbentuk herba yang tegak dan membentuk rumpun yang tidak rapat, habitatnya di semak tingginya mencapai 5 m. Hidayat SS dan Hutapea(1991) menyatakan bahwa daun, batang, bunga dan rirnpang kecombrangmengandung saponin dan flavonoida di samping itu rimpangnya juga mengandung polifenol dan minyak atsiri.

2.2 Ekstraksi

  Dalam buku Farmakofe Indonesia Edisi 4 disebutkan bahwa ekstrak adalah sediaan kental yang diperoleh dengan mengekstraksi senyawa aktif darisimplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbukyang tersisa diperlakukan sedemikian hingga memenuhi baku yang ditetapkan (Departemen Kesehatan RI 1995; Departemen Kesehatan RI 2000.). Soxhlet Adalah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya dilakukan dengan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinu denganjumlah pelarut relatif konstan dengan adanya pendinginan balik.

2. Destilasi uap

3. Cara ekstraksi lainnya

  Destilasi uap adalah ekstraksi senyawa kandungan menguap (minyak atsiri) dari bahan (segar atau simplisia) dengan uap air berdasarkanperistiwa tekanan parsial senyawa kandungan menguap dengan fase uap air dari ketel secara kontinu sampai sempurna dan diakhiri dengankondensasi fase uap campuran (senyawa kandungan menguap ikut terdestilasi) menjadi destilat air bersama senyawa kandungan yangmemisah sempurna atau memisah sebagian. Ekstraksi Berkesinambungan, Superkritikal Karbondioksida, Ekstraksi Ultrasonik, dan Ekstraksi Energi Listrik.

2.3 Tinjauan Tentang Fungi

2.3.1 Morfologi Fungi

  Bentuk dari selini biasanya adalah lonjong, bulat atau memanjang yang berkembangbiak dengan membentuk tunas dan membentuk koloniyang basah atau berlendir (Gandahusada, SS, dkk 2004). Hyfa ada yang mempunyai dinding penyekat yang disebut hyfa bersepta dan ada yang tidak mempunyai septa yang disebut hyfasenosit.

2.3.2 Pertumbuhan Fungi

  Pertumbuhan sel-selini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah media yang digunakan, konsentrasi, kepadatan media, suhu, kadar oksigen,volume dan lain-lain. Fase KematianSel menjadi mati akibat penumpukan racun dan habisnya nutrisi, menyebabkan jumlah sel yang mati lebih banyak sehinggamengalami penurunan jumlah sel secara eksponensial.

2.3.3 Infeksi Jamur Pada Manusia

  Mikosis superfisialPenyakit jamur yang mengenai lapisan permukaan kulit, yaitu stratum korneum, rambut dan kuku. Mikosis superfisial dibagikembali dalam 2 kelompok : 1) yang disebabkan oleh jamur yang bukan golongan dermatofita, seperti pitiriasis versikolor, piedrahitam, piedra putih dan lain-lain.

1. Mikosis superfisial nondermatofitosis a

  Lesi dimulai dengan bercak kecil tipis yang kemudian menjadi banyak dan menyebar, disertai dengan adanyasisik. Piedra hitam Merupakan infeksi jamur pada kulit rambut kepala yang disebabkan oleh Piedraia hortai.

2. Mikosis superficial dermatofitosis Dermatofitosis telah dikenal sejak zaman Yunani kuno

  Mikosis ini biasanya menyerang jaringan yang mempunyai zat tanduk (keratin) seperti kuku, rambut dan Epidermophyton. Beberapa infeksi yang disebabkan oleh ketiga kelompok genus ini adalah : tinea pedis, tinea kruris, tinea unguium, tineabarbae, tinea kapitis, tinea korporis, tinea favosa, tinea imbricate.

2.3.4 Fungi yang Digunakan

Fungi yang digunakan adalah Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes karena fungi ini merupakan fungi yang sering menimbulkan dermatofitosis pada manusia (Anonim, 2009).

1. Trichophyton rubrum

  Klasifikasi taksonomiKingdom : FungiFilum : AscomycotaKelas : EuascomycetesOrdo : OnygenalesFamilia : ArthrodermataceaeGenus : TrichophytonSpesies : Trichophyton rubrum Merupakan fungi yang sering menyebabkan infeksi kulit seperti, tine pedis (athlete’s foot), tinea cruris, dan tinea unguium. Teksturdari fungi ini berminyak, dari atas berwarna kekuningan atau merah violet, sedangkan dari bawah berwarna kekuningan, coklatatau berwarna coklat kemerahan.

2. Trichophyton mentagrophytes

  Klasifikasi taksonomiKingdom : FungiFilum : AscomycotaKelas : EuascomycetesOrdo : OnygenalesFamilia : ArthrodermataceaeGenus : TrichophytonSpesies : Trichophyton mentagrophytes Merupakan fungi filamentous yang menyerang kulit dengan menggunakan keratin sebagai nutrisinya. Keratin adalah proteinutama dalam kulit, rambut dan kuku.

2.4 Tinjauan Tentang Antifungi

2.4.1 Aktifitas Antifungi

2.4.2 Pembagian Obat Antifungi

  Aktifitas antifungi yang ideal memiliki sifat toksisitas selektif yang berarti bahwa obat tersebut bahaya bagi mikroba namun tidakmembahayakan inangnya. Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan mikosis superfisial adalah Klotrimazol, Ekonazol, Gliseofulvin, Mikonazol, danNistatin.

2. Obat-obat untuk mikosis profunda (sistemik)

Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan mikosis sistemik adalah Amfoterisin B, Flukonazol, Flusitosin, Itrakonazol,Ketokonazol.

2.4.3 Mekanisme Kerja Antifungi

  Gangguan pada komponen penyusun sel, terutama pada komponen penyusun dinding selDinding sel fungi mengandung zat seperti kitin, glukosa mannan yang merupakan polimer komplek dari polisakarida dan 2. Penghambatan terhadap sintesa protein dan asam nukleatAsam nukleat (DNA dan RNA) dan protein memegang peranan penting dalam proses kehidupan normal sel.

2.5 Antifungi Pembanding yang Digunakan

Antifungi yang digunakan adalah Klotrimazol (Howarth W. H at all, 1982)Rumus bangunRumus kimia : C H ClN 22 17

2 Nama lain : 1-(O-kloro- - -difenil benzyl) imidazol [3593-75-1]

  Pemerian : Serbuk hablur, putih, ssampai kuning pucat, melebur pada suhu ± 142 °C disertai peruraianKelarutan : Praktis tidak larut dalam air, mudah larut dalam methanol, aseton, kloroform dan dalam etanol. Mekanisme kerja Klotrimazol sama denganKetokonazol yaitu berinteraksi dengan C-14 -demetilase(enzim P-450 sitokrom) untuk menghambat demetilasi lanosterol menjadi ergosterol yang merupakan sterolpenting untuk membrane jamur.

2.6 Metode Pengujian Antifungi

2.6.1 Metode Difusi

  Merupakan kertas saring yang dibentuk menjadi bulatdengan ukuran diameternya kurang lebih 1 cm yang akan diletakkan pada cawan petri yang sudah diberikan medium agardengan mikroba yang sudah terinokulasi pada medium tersebut. Keuntungannya yaitu jumlahlarutan yang berdifusi dapat terukur jumlahnya dan medium yang digunakan tidak terlalu tebal, namun bila mencetak lubang kurangsempurna akan mempengaruhi difusi zat uji ( Katz, 1974).

2.6.2 Metode Dilusi

  TurbidimetriPada cara ini disiapkan beberapa tabung reaksi, lalu diisi dengan larutan uji dan larutan pembanding dengan susunan dosistertentu dan tambahkan medium cair yang telah diinokulasi dengan mikroba uji. Selanjutnya suspensi mikroba ujidibiakan pada permukaan lempeng medium tersebut dan diinkubasi pada waktu dan suhu tertentu.

BAB II I KERANGKA KONSEP Rimpang kecombrang memiliki

komponen bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteriLatar belakang Manfaat: Ekstrak etanol Penapisan fitokimia Uji pendahuluan :Uji susut pengeringan Mikroskop

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2009 sampai denganSeptember 2009, di Laboratorium Mikrobiologi, Pusat Laboratorium TerpaduUIN Jakarta, Laboratorium Kimia Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,Laboratorium Fitokimia Fakultas Kedokteran dan Ilmu KesehatanLaboratorium Botani LIPI Cibinong dan Laboratorium Mikrobiologi BalaiBesar Karantina Ikan Soekarno-Hatta Depertemen Perikanan dan Kelautan Jakarta. 4.2 Alat dan Bahan

4.2.1 Alat

4.2.2 Bahan

Alat yang digunakan dalam penelitian dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: (1) alat untuk ekstraksi terdiri dari: timbangan kasar,timbangan analitik, rotavaporator, desikator, pompa vakum, lemari pendingin, penangas aquadest, pipet, pengering dan alat-alat gelasstandar Lab; (2) alat untuk uji antifungi meliputi: erlenmayer, gelas ukur, jarum ose, spatel, mikropipet dan tube, tabung reaksi, rak tabungreaksi, cawan petri, hot plate, vortex, shacker incubator, spektrofotometer, autoklaf, mikroskop inverted, lampu spritus,timbangan analitik, LAF (laminar air flow), coverglass dan objectglass, scapel, lemari pendingin, (refrigator), kapas steril, dan inkubator. Bahan utama dalam penelitian ini adalah rimpang Kecombrang(Nicolaia spesiosa Horan) yang diperoleh dari Kebun Ilmiah BalaiPenelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Ballitro) DepertemenPertanian Bogor. Bahan kimia untuk ekstraksi dan uji aktifitas antifungi komponen bioaktif adalah

1. Etanol 70 % 2

  Jamur uji yang yang diperoleh dari PLT UIN Jakarta 6. Medium PDA (Potato Dextrose Agar) Dengan komposisi :Pottato 100 gDekstrosa 10 gAgar 15 gAquadest 1000 ml 10.

4.3 Cara Kerja Persiapan bahan uji

  Rimpang kecombrang yang diperoleh dari Kebun Ilmiah Balai Penelitian Tanaman Obat dan AromatikDepertemen Pertanian Bogor tersebut selanjutnya dibersihkan lalu dipotong kecil-kecil, kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan terlindungdari sinar matahari selama 7 x 24 jam. Untuk penetapan susut pengeringan dilakukan dengan cara :Ekstrak ditimbang secara seksama sebanyak 1 g sampai 2 g dan dimasukkan kedalam botol timbang dangkal bertutup sebelumnya telah dipanaskan pada o suhu 105 C selama 30 menit dan telah ditara.

4.3.1 Penapisan Kandungan Kimia

  4.3.2 Sterilisasi Alat Semua alat yang akan digunakan untuk uji mikrobiologi diperlukan dalam kondisi steril supaya tidak terkontaminasi denganmikroba lain, sehingga semua alat yang digunakan terlebih dahulu disterilkan melalui proses sterilisasi yang cocok untuk masing-masingalat dan bahan. Dengan menggunakan pinset steril yang telah dipijarkan ditanamkan kertas cakram yang masing-masing telah ditetesi larutansampel dengan konsentrasi yang telah dibuat dan aquadest sebagai control negative sebanyak 10 µl.

4.3.9 Penetapan Potensi Bahan Uji

  Dengan menggunakan pinset steril yang telah dipijarkan ditanamkan kertas cakram yang masing-masing telah ditetesi larutan Klotrimazol dengan beberapakonsentrasi dan etanol 70 % sebagai blanko sebanyak 10 µ l. Dalam 1 cawan petri ditanamkan 6 cakram kertas dengan jarak minimal antar 28-30 mm, dan jarak minimal cakram dengan tepi cawan petri adalah 20- 25 mm.

4.3.10 Analisa Data

  Untuk menentukan hubungan antara konsentrasi ekstrak etanol rimpang Kecombrang dengan aktivitas antifungi yang ditunjukkandengan diameter daerah hambat pertumbuhan bakteri digunakan regresi linier dengan konsentrasi ekstrak etanol rimpang Kecombrang sebagaivariabel x dan diameter daerah hambat pertumbuhan fungi sebagai variabel y sehingga di dapat persamaan y = a + bx. Penetapan potensi dilakukan dengan membandingkan konsentrasi sampel yang memberikan diameter daerah hambat yangsama dengan diameter daerah hambat baku pembanding (Klotrimazol).

4.3.11 Analisa Kerusakan Sel dengan SEM (Scanning Electron

  Microscope) Pengamatan dengan SEM adalah untuk kerusakan sel yaitu perubahan morfologi dan struktur sel fungi yang disebabkan olehpengaruh ekstrak rimpang kecombrang. Setelah mencapai waktu 4 hari dengan asumsi bahwa jamur uji telah menyebar ke seluruh media agar, dengan menggunakan mikropipetditambahkan sampel uji ekstrak rimpang Kecombrang sebanyak 0,1 ml sesuai dengan KHM ekstrak tersebut (100 ppm) pada biakan jamuruji.cawan petri yang sudah diberikan sampel uji didiamkan selama 1 hari dalam inkubator untuk mengetahui bahwa tidak ada kontaminan.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil 1

  Dari hasil identifikasi sampel rimpang Kecombrang yang dilakukan diLaboratorium Botani dan Mikrobiologi Lembaga Ilmu PengetahuanIndonesia (LIPI) Cibinong didapat bahwa sampel yang digunakan adalah(Nicolaia speciosa Horan) dengan hasil determinasi seperti yang tertera pada lampiran 1. Potensi ekstrak etanol rimpang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) pada konsentrasi 100 ppm setara dengan 11,61 ppm Klotrimazol untuk Trichophyton rubrum dan 10,27 ppm untuk Trichophyton mentagrophytes.

8. Hasil Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan bahwa terdapat

  Ekstrak etanol rimpang kecombrang yang memiliki viskositas tinggi diencerkan dengan aquadest steril, karenaberdasarkan hasil orientasi aquadest merupakan pelarut yang dapat melarutkan ekstrak rimpang Kecombrang serta aquadest tidak memilikiaktifitas antifungi terhadap dua fungi uji tersebut. Hal lain yang menyebabkanaktifitas ekstrak rimpang kecombrang tidak lebih besar dari baku pembandingKlotrimazol karena rimpang Kecombrang yang digunakan bukan senyawa murni, sedangkan Klotrimazol merupakan zat aktif yang telah diuji secaraklinis mempunyai potensi sebagai antifungi.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

  Ekstrak etanol rimpang Kecombrang memiliki aktifitas antifungi terhadap Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak rimpang Kecombrang untuk Trichophyton rubrum dan untuk Trichophyton mentagrophytesadalah 100 ppm.

2. Melakukan uji antifungi dari ekstrak rimpang Kecombrang terhadap fungi uji lainnya

  Uji Potensi Antifungi Lendir Bekicot (Achatina Fullica) Terhadap Fungi Trichophyton Rubrum Dan Trichophyton Mentagrophytes . Kajian Sifat Antimikroba Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap berbagai Mikroba Patogen dan Perusak Pangan .[Tesis] Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Petanian, IPB.

2. Uji susut pengeringan

o Dipanaskan 30 menit di Oven + 150 CCawan penguap = 14,442 gCawan penguap+tutup (m ) = 25,940 g

1 Cawan penguap+tutup+Ekstrak (m ) = 26,944 g

2 (m -m ) = 26,944 g - 25,940 g = 1,004 g 2 1 30 menit selanjutnya : Cawan penguap = 26,844 g = 26,944 g – 26,703 g= 0,241 g 0,241 g x 100 % = 0,89% 26,944Jadi susut pengeringan ekstrak etanol rimpang Kecombrang tersebut adalah 0,89 %

3. Perhitungan pembuatan konsentrasi

  Kurva standar antara diameter daerah hambat dengan konsentrasi 25 1.3979 25 1.3979 mentagrophytes 12 Trichophyton 8 15 1.176110.5 20 1.3010 1 10 12 5 0.6989 rubrum antifungi pembanding (Klotrimazol)Fungi Uji 10 Trichophyton 8 15 1.17619 20 1.3010 1 10 5 0.6989 Log konsentrasi klotrimazolDiameter daerah hambat rata-rata (mm) KonsentrasiKlotrimazol (ppm) 15 Lampiran 9 Penetapan potensi ekstrak rimpang kecombrang terhadap antifungi pembanding Klotrimazol A. Perbedaan medium membuat fungi uji menghasilkan warna yang berbeda (merah kehitaman : T.rubrum dalam medium PDA) Lampiran 11 Hasil uji aktifitas ekstrak rimpang Kecombrang terhadap fungi uji.

Dokumen baru

Tags

Trichopyton Mantgropytes Klotrimazol Antifungsi Kecombrang Trichopyton Rubrum

Dokumen yang terkait

Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Dan Ekstrak Etanol Dari Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus Dan Pseudomonas aeruginosa
12
101
76
Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol Rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C. Agardh Terhadap Jamur Candida albicans
3
87
83
Uji efek ekstrak etanol bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih jantan
7
54
98
Uji efek hipoglikkemik ekstrak etanol gambir (uncaria gambir, roxb) pada tikus putih jantan dengan metode induksi aloksan dan toleransi glukosa
1
11
136
Uji potensi antifungi ekstrak etanol rimpang kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) terhadap Trichohyton meniagrophyies dan Trichophyton rubrum
5
25
83
Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun dan umbi bakung putih (crinum asiaticum L) terhadap bekteri penyebab jerawat
1
44
103
Uji efek analgetik dan anthiinflamasi ekstrak etanol 70% daun sisrih (piper betle, linn secara in vivo
8
30
121
Uji toksisitas akut campuran ekstrak etanol daun sirih (piper batle L). dan ekstrak kering gambir (uncaria gambir R.) terhadap mencit putih jantan
1
6
145
Uji antioksidan dan antibakteri ekstrak air bunga kecombrang (edigera elatior) sebagai pangan fungsional terhadap staphylococcus aureus dan escherichia coli
0
41
83
Uji antioksidan dan antibakteri ekstrak air daun kecombrang (etlingera elatior) (Jack) R.M.Smith) sebagai pengawet alami terhadap escherichia coli dan staphylococus aureus
1
20
84
Uji efek antihiperlipidemia ekstrak etanol buah parijoto : medinilla speciosa blume terhadap kolesterol total, trigliserida, dan vldl pada tikus putih jantan
8
52
124
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak etanol 96% Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Aspergillus niger, Candida albicans, dan Trichophyton rubrum
2
34
78
Uji efektivitas gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai antijamur Malassezia furfur
0
2
6
Efek antifungi minyak atsiri rimpang lengkuas (alpinia galanga l.) Terhadap Microsporum gypseum In Vitr
0
0
57
Efek antifungi decocta rimpang jahe merah (zingiber officinale) terhadap pertumbuhan candida albicans secara in vitro
1
1
44
Show more