Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupetan Simalungun

 5  54  113  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  Terimakasih buat Ibu yang telahmemberikan kasih sayang dan doanya yang senantiasa mengiringi langkahku, terimakasih buat kerja kerasnya dan bantuan moril materialselama perkuliahan hingga sampai ke tahap penyelesaian skripsi ini tetaplah menjadi ibu yang kuat dan hebat. Buat teman-teman Se*SOOY Christy, Lydia Pasaribu, Tri Angel, Tissa,Maya dan Sheila, terimakasih buat bantuan dan dukungannya selama mengerjakan skripsi ini semoga apa yang kita jalani di perkuliahanmenjadi pelajaran yang berharga dalam hidup kita, semangat dan sukses buat kita semua.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Hal ini didukungkarena potensi sumber daya alam Indonesia, lahan yang luas dan juga tanah yang masih subur di berbagai daerah dan iklim yang baik untuk pertanian jugamenjadikan negara Indonesia tetap bertahan dan bertumpu pada sector pertanian. Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun merupakan daerah yang pada umumnya sumber pendapatannya berasal daripertanian, perempuan di desa ini tidak lagi hanya bekerja di rumah dan mengurus pekerjaan rumah, merawat anak namun di desa ini perempuan sudah ikut bekerjasebagai petani dan mengelolah lahan pertanian baik lahan pertanian milik sendiri maupun lahan pertanian yang di sewa.

1.4. Sistematika Penulisan

  BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan uraian teoritis tentang konsep-konsep yang berkaitan dengan masalah dan objek yang diteliti, kerangka pemikiran yang kemudian dituangkan dalam bentuk bagan alurpikiran, definisi konsep dan definisi operasional. BAB IV : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini berisikan uraian tentang gambaran umum lokasi penelitian dan data-data lain yang turut memperkaya karya ilmiah ini.

BAB V : ANALISIS DATA Bab ini berisikan uraian data yang diperoleh dari pengumpulan data penelitian yaitu melalui observasi, kuisioner, dan wawancara. BAB VI : PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan penelitian dan saran yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

direkomendasikan berdasarkan kesimpulan penelitian yang diperoleh.

2.1. Kontribusi

2.1.1. Pengertian Kontribusi

  Kontribusi dalam pengertian sebagai tindakan yaitu berupaperilaku yang dilakukan oleh individu yang kemudian memberikan dampak baik positif maupun negatif terhadap pihak lain. Dari rumusan pengertian kontribusi yang dikemukakan di atas maka dapat diartikan bahwa kontribusi adalah suatu keterlibatan yang dilakukan oleh seseorangyang kemudian memposisikan dirinya terhadap peran dalam keluarga sehingga memberikan dampak yang kemudian dinilai dari aspek sosial dan aspek ekonomi.

2.2. Petani Perempuan

2.2.1. Petani

  Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang bisnis pertanian utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan danmemelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnyakepada orang lain (Wikipedia. Dari rumusan pengertian petani yang dikemukakan di atas maka dapat diartikan bahwa petani adalah orang yang mata pencahariannya bercocok tanamdengan melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), dengan harapan untukmemperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain.

2.2.2. Perempuan Sebagai Petani

  Pada masyarakat pedesaan para perempuan sudah dituntut untuk hidup mandiri dan bekerja karena tuntutan perekonomian, hal ini yang mendasari peran perempuandesa tidak hanya lagi bekerja sebagai pembantu laki-laki khususnya dalam pertanian, perempuan sudah memiliki kesempatan untuk bekerja sebagai petani dan mengelolalahan pertanian dengan sendiri. Jadi yang dimaksud dengan petani perempuan merupakan perempuan yang bekerja sebagai petani yang bercocok tanam dengan melakukan pengelolaan tanahdengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk di gunakan sendiri ataupunmenjualnya kepada orang lain memperoleh pendapatan dan tidak lagi tergantung kepada laki-laki.

2.3. Sosial Ekonomi

  Didalam interaksi adalah proses dimana individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok yang satu dengan yang lain ( Narwoko,dkk, 2006: 20.) Kepentingan interaksi mempunyai kepentingan praktis yang sesuai dengan hakikat manusia sebagai mahluk sosial. Kehidupan sosial ekonomi adalah perilaku sosial dari masyarakat yang menyangkut interaksinya danperlaku ekonomi dari masyarakat yang kehidupan sosial ekonomi juga berarti membahas tentang kebutuhan dan bagaimana seseorang berusaha memenuhikebutuhan tersebut, dan pemanfaatan hasil ekonomi yang diperoleh.

2.3.1. Pendapatan

  Sementara dalam istilah pajak pendapatan dapat didefenisikan sejumlah uang atau nilai uang yang diperoleh seseorang sebagai hasil usaha dan tenaga, barangbergerak, barang tak bergerak, harta bergerak, dan hak atas bayaran berkala. Dari gaji dan upah yang diperoleh dari kerja pokok, kerja sampingan, kerja lembur dan kerja kadang-kadang.

2.4. Keluarga

  Berdasarkan pengertiandapat dibedakan yaitu keluarga ini terdiri dari bapak, ibu dan anak, pasangan menikah tanpa anak, kelompok anak yang di tinggalkan orangtua, seseorang yanghidup berpoligami dengan atau tanpa anak, dan beberapa sanak saudara dengan anaknya yang berumah tangga. Dari bentuknya yang paling dasar, sebuah keluarga terdiri atas seorang laki- laki dan seorang perempuan dengan anak-anak mereka yang biasanya tinggal dalamsuatu rumah yang sama yang disebut keluarga inti.

2.5. Kesejahteraan Sosial

2.5.1. Pengertian Kesejahteraan Sosial

  James Midgley (1997:5) mendefinisikan kesejahteraan sosial sebagai suatu kondisi yang harus memenuhi tiga syarat utama: (1) ketika masalah sosial dapat di-manage dengan baik; (2) ketika kebutuhan terpenuhi; (3) ketika peluang-peluang sosial terbuka secara maksimal. Pengertian lain juga dapat dikembangkan dari hasil Pre-Conference Working for the 15th International Conference of Social Welfare Berdasarkan definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa KesejahteraanSosial mencakup berbagai usaha yang dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia, baik itu dibidang fisik, mental, emosional, sosial ekonomi ataupunkehidupan spiritual.

2.5.2. Usaha Kesejahteraan Sosial

  Perhatian pemerintah atas taraf kehidupan yang lebih baik dari warganya di wujudkan dengan penyediaan berbagai bentuk berbagai kesejahteraan sosial yangkonkret (nyata) berusaha menjawab kebutuhan ataupun masalah yang dihadapi anggota masyarakat. Usaha kesejahteraan sosial itu sendiri dapat diarahkan padaindividu, keluarga, kelompok ataupun komunitas, berdasarkan hasil diatas dapat Usaha kesejahteraan sosial seharusnya merupakan upaya yang konkret(nyata) baik yang bersifat langsung (direct service) ataupun tidak langsung (indirect service), sehigga apa yang dilakukan dapat dirasakan sebagai upaya yang benar- benar ditujukan untuk menangani masalah ataupun kebutuhan yang dihadapi masyarakat.

2.6. Kerangka Pemikiran

  Ada banyak faktor yang perempuan bekerja dan sering juga menjadi tulang punggung perekonomian dalam keluarga. Kehidupan keluarga dan tekanan kemiskinan yangmenyebabkan perempuan berperan ganda yaitu sebagai pengasuh anak dan juga membantu menghidupi dalam ekonomi keluarga.

2.7. Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional

2.7.1. Defenisi Konsep

KONTRIBUSI PETANI PEREMPUAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA

  Petani Perempuan adalah perempuan yang bekerja sebagai petani perempuan yang bekerja sebagai petani yang bercocok tanam dengan melakukanpengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untukdi gunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Kesejahteraan Sosial adalah sistem yang terorganisir dari pelayanan- pelayanan sosial dan lembaga-lembaga yang bertujuan untuk membantuindividu dan kelompok untuk mencapai standar hidup dan kesehatan yang memuaskan dan relasi-relasi pribadi dan sosial yang memungkinkan merekamengembangkan kemampuan sepenuh mungkin dan meningkatkan kesejahteraan selaras dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat.

2.7.2. Defenisi Operasional

  Defenisi operasional merupakan seperangkat petunjuk atau kriteria atau kriteria atau operasi yang lengkap tentang apa yang harus diamati dan bagaimana mengamatinya dengan memiliki rujukan-rujukan empiris. Pendidikan Anak : Usaha-usaha yag di lakukan untuk mengubah sikap dan tata laku melalui upaya pengajaran dan pelatihan baik secara formalmaupun informal seperti mendidik di rumah maupun menyekolahkan anak.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1.1. Tipe Penelitian

  Adapun alasan peneliti melakukan penelitian di lokasi tersebut adalah karena banyak perempuan yang bekerja sebagai petani bersamasuami untuk memenuhi kebutuhan dirinya keluarganya serta ada juga perempuan yang bekerja sebagai petani namun suaminya tidak ikut bekerja sebagai petani. Berdasarkan pendapat tersebut maka yang menjadi populasi dalam penelitian seluruh perempuan yang sudah sudah menikah yangbekerja sebagai petani yang budidaya tanamannya adalah sayur-mayur, memiliki luas Sampel adalah wakil dari populasi yang dianggap representatif atau memenuhi syarat untuk menggambarkan keseluruhan populasi yang diwakilinya.

3.3.2. Teknik Pengumpulan Data

  Studi PustakaTeknik pengumpulan data atau informasi yang menyangkut masalah yang diteliti dengan mempelajari ldan menelaah buku-buku, majalah, suratkabar, karya ilmiah, artikel, buletin dan lain-lain yang mempunyai relevansi dengan penelitian ini. Wawancara terstruktur yaitu dimaksudkan untuk mengajukan pertanyaan secara tatap muka dengan responden dan wawancaraini dilakukan jika peneliti mengetahui dengan jelas dan terperinci apa informasi yang dibutuhkan dan memiliki satu daftarpertanyaan yangtelah disusun sebelumnya yang akan disampaikan kepada responden.

3.4. Teknik Analisis Data

  Menurut Bogdan dan Biklen, (1982) analisis data adalah proses mencari dan mengatur secara sistematis catatan lapangan dan bahan-bahan lain yang ditemukan dilapangan (Mukhtar, 2000:123). Dengan demikian peneliti harus mampu mengatur secara sistematis catatatan lapangan dan bahan-bahan lain yang sifatnya berkaitandengan penelitian.

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

4.1. Sejarah Desa Sibangun Mariah

  Dari tahun 1965 seluruh penduduk desa Huta Lama telah menetap di desa yang baru yang disebut Desa Sibangun Mariah. Penduduk pendatang adalah orang-orangyang berasal dari daerah lain dan menetap sebagai warga desa akibat dari perkawinan dengan putra/putri desa, namun sebagian besar ada yang tidak didasari oleh alasanperkawinan, tetapi ada yang sengaja datang mencari pekerjaan sebagai buruh tani dan akhirnya memilih untuk tinggal menetap di desa Sibangun Mariah.

4.2. Letak Geografis Desa dan Iklim

  Desa Sibangun Mariah meerupakan salah satu desa di lingkungan kepenghuluan yaitu Bangun Saribu, Jandi Mariah dan Situri-turi yang secaraadministrasinya berada di wilayah kecamatan Silimakuta Kabupaten SimalungunProvinsi Sumatera Utara, dengan batas – batas sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Saibu Dolok -Sebelah Selatan berbatasan dengan Tapanuli Utara -Sebelah Barat berbatasan dengan Silimakuta Barat - Tabel 4.1. Namunterkadang musim yang biasanya berlangsung setiap tahunnya tidak lagi dapat diprediksi dengan pasti karena perubahan iklim yang juga berpengaruh terhadapmusim biasanya berlangsung di desa tersebut.

4.3. Pola Pemukiman

  Ada juga bangunan rumah yang semi permanen yaitu rumah pendudukyang berdinding papan, dan juga bambu yang dibelah dan sebagian memakai tepas, berlantai tanah. Lokasi pemukiman di desa ini dikelilingi perladangan sehingga ada sebagian rumah penduduk yang letaknya di pinggir perkampungan sudah sangat dekat denganlokasi perladangan, hanya berjarak 10 m daru rumah penduduk.

4.4. Bahasa

  Tetapiada juga penduduk setempat yang bukan suku Karo menggunakan bahasa Karo dengan orang yang bersuku Karo. Namun lambat laun masyarakat yang tidak suku Simalungun juga mengetahui bahasa tersebut sehingga bahasa ini merupakan bahasa ibu, dipergunakan dalamkegiatan sehari-hari, baik di rumah maupun di tempat umum.

4.5. Komposisi Penduduk

  Jika penduduk tidak ada maka negarapun tidak akan terbentukdan sumber daya yang tersedia tidak akan berfungsi. Dimana suku bangsa yang dijumpai di sini sudah campuran yaitu suku batak Simalungun, batak Toba, batak Karo, Jawa dan lainsebagainya, namun secara mayoritas adalah suku batak Simlungun.

4.5.2. Komposisi Penduduk Manurut Kelompok Usia

  64 tahun ke atas 41 2,24 Sumber : Kantor Kepala Desa Sibangun Mariah, 2011 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk yang berusia 0-14 tahun yaitu 724 jiwa atau sekitar 39,50 %, berusia 15-64 tahun sebesar 1.068 atausekitar 58,26 dan yang berusia 64 tahun ke atas 41 jiwa atau sekitar 2,24 %. Makadapat dilihat bahwa jumlah penduduk yang paling banyak adalah petani, sedangkan mata pencaharian lain hanya tergolong sedikit seperti halnya pedagang, karenamemang hanya dua warung saja yang memiliki ijin untuk berusaha.

4.5.5. Komposisi Penduduk Brdasarkan Agama

  Setiap daerah memiliki masyarakat yang menganut agama atau kepercayaan yang cenderung berbeda. Islam 25 1,36 Jumlah 1.833 100,00Sumber: Kantor Kepala Desa Sibangun Mariah, 2011 Dari Tabel di atas diketahui bahwa agama yang dianut masyarakat mayoritasKristen Protestan sebanyak 1.750 jiwa atau sekitar 95,46 %, Kristen Katolik 58 jiwa atau sekitar 3,17 % dan paling sedikit adalah Islam dengan jumlah 25 jiwa atausekitar 1,36 %.

4.6. Sarana dan Prasarana di Desa Sibangun Mariah

4.6.1. Sarana Ibadah

  Setiap agama memiliki sarana ibadah masing-masing, tetapi agama yang ada di desa Sibangun Mariah adalah mayoritas Kristen Protestan. Rumah ibadah yang dimiliki cukup memadai dari segi bangunan dan fasilitas yang tersediadidalamnya seperti bangunan gereja yang terbuat dari semen beton berlantai keramik dan berukuran besar.

4.6.2. Sarana Pendidikan

  Ketersediaan sarana pandidikan tidak boleh diabaikan dalam suautu daerah tertentu, karena akan menjadi indikasi terhadap maju tidaknya daerah tersebutsesuai dengan kualitas sumber daya manusia yag diperoleh dari pendidikan. Sarana Pendidikan Jumlah Satuan 1.

4.6.3. Sarana Jalan dan Transportasi

  Minibus ini hanya ada 2 unit, termasuk halnya mengantar-jemput anak- anak sekolah setiap harinya, juga mengangkut orang-orang setiap harinya, jugamengangkut orang-orang yang ingin pergi ke-kota kecamatan dengan keperluan tertentu misalnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan juga kebutuhan pertaniandengan ongkos Rp. Untuk menjual hasil pertanian petani penduduk tidak perlu mambawa atau menjual ke pasar dimana pasarnya letaknya di kecamatan, karena setiap hari banyakagen atau pembeli yang langsung datang ke desa untuk membali hasil pertanian petani.

4.6.4. Sarana Kesehatan Sarana kesehatan di Desa Sibangun Mariah terdiri dari Puskesmas dan Bidan

  Satu kali dalam satu bulan diadakan posyandu yang biasanya diadakan di salah satu halaman penduduk yang berada di tengah lokasi perkampungan sehinggamemudahkan para ibu-ibu untuk datang ke lokasi tersebut. Jika seorang pasien sudah mempunyai penyakit yang kritis dan tidak mungkin dapatdiobati maka pasien akan dipindahkan kerumah sakit yang terdekat yang peralatannya dan kemampuannya lebih baik untuk mengobatinya, karena bidan desabiasanya lebih sering menangani persalinan ibu hamil dan perawatan bayi-bayi dan Bidan langsung datang dan membawa peralatan yang diperlukan untuk itu.

4.6.5. Sarana Penerangan dan Air Bersih

  Untuk sarana telekomunikasi juga sudah memadai karena hampirsetiap rumah penduduk sudah memiliki telepon genggam (handphone), bahkan dalam satu keluarga ada yang memiliki lebih dari 1 telepon genggam, walaupun adamasyarakat yang tidak memiliki karena faktor ekonomi juga. Di desa ini hanya ada dua sumur bor, satu diantaranya dibuat juga sebagai pet umum dan mmerupakan milik bersama satu kampung, dan satu lagimerupakan sumur bor milik pribadi yang hanya dibutuhkan masyarakat pada saat tertentu saja misalnya pada saat kemarau panjang dan pada saat ada pesta, sehinggapemiliknya lebih menaikkan harga dari pet air umum.

4.7. Struktur Sosial dan Organisasi Kemasyarakatan

  Laki-laki atau perempuan yangmempunyai marga yang sama (satu marga) adalah satu kerabat dan oleh karena itu tidak dibenarkan (dilarang) kawin dengan marga sendiri. Terjadinya organisasi sosial dan kemasyarakatan dalam masyarakat Simalungun termasuk halnya di Desa Sibangun Mariah dapat ditinjau dari dua sudut yaitu kodratalam dan pertalian kekeluargaan.

4.7.1. Sistem Kepemimpinan

  Para pengantar jemaat memegang peranan penting karena mereka berhubungan langsung dan intensif dengan warga masyarakat dari segi agama atau keagamaan. Pemuka masyarakat dan kepala desa sering disebut dengan pengintuai ni huta yang artinya orang yang dituakan dan patut diminta nasehat mengenai sesutu masalah di desa.

4.7. Organisasi Sosial di Desa Sibangun Mariah

  Kegiatan mereka adalah berupa latihan- latihan koor untuk lagu-lagu gereja yang biasanya dinyanyikan di gereja pada setiaphari minggunya atau untuk mengikuti seyambara koor lagu-lagu rohani yang diselenggarakan oleh beberapa gereja. Selain itu pemuda aktif juga dalam kegiatan pesta maupun duka cita, mereka diwajibkan ikut membantu pihak yang mengadakan pesta dan d dukacita misalnya membagikan beras kepada penduduk untuk dimasak dan memasak air minum.

4.8.3. Organisasi Kemasyarakatan

  Sampai pada saat penelitian ini dilakukan hanya ada satu organisasi kemasyarakatan yang aktif dan dirasakan masfaatnya. Kegiatan Serikat Tolong Menolong (STM) juga menyediakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan apabila yang dibutuhkanapabila penduduk menyelenggarakan pesta sehingga penduduk tidak perlu lagi menyewa ke tempat lain.

BAB V ANALISIS DATA Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di lapangan melalui teknik

  Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner diperoleh data tentang latar belakang responden melalui umur, jeniskelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan/bulan dan jumlah anggota keluarga. Pada bagian ini penulis mencoba menganalisa data-data yang telah diperoleh di lapangan, terutama yang diperoleh dari hasil kuisioner yang diajukan kepadaresponden yaitu beberapa petani perempuan yang sudah menikah di desa SibangunMariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun yang berkontribusi dalam keluarga.

5.1. Analisis Karakteristik Responden

5.1.1. Karakteristik Usia Responden

  Tabel 5.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia No. 29-35 Tahun36-40 Tahun41-50 Tahun>50 Tahun 1 6 5 16,65 4033,35 20 Total 15 100,00Sumber: Hasil Kuesioner 2011 Berdasarkan keterangan pada Tabel di atas dapat kita ketahui bahwa sebanyak 6,65 % responden berusia 29-35 tahun, 40,0 % responden berusia 36-40tahun, sebanyak 33,35 % responden berusia 41-50 tahun, dan sebanyak 20 % responden berusia di atas 50 tahun.

5.1.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Suku Bangsa/Etnis

  Lain-lainTotal 15 100,00 Sumber: Hasil Kuesioner 2011 Di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun mayoritas penduduknya adalah suku Batak Simalungun adapun suku lain yangmenjadi penduduk desa ini adalah pendatang yang menikah dengan penduduk setempat yang akhirnya tinggal di desa Sibangun Mariah. Berdasarkan keterangan dari tabel di atas diketahui bahwa hampir seluruh responden adalah suku Batak Simalungun yaitu sebanyak 13 responden dengan persentase 86,7%, suku Batak Toba sebanyak 1 responden dengan persentase 6,65 %, dan suku Batak Karo sebanyak 1 respondedn dengan persentase 6,65 %.

5.1.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Agama

  Kristen Katholik 3 13, 3 Total 15 100,00Sumber: Hasil Kuesioner 2011 Berdasarkan keterangan dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 1 responden atau 13,3 % memeluk agama Islam , 11 responden atau 73,4 % memeluk agamaKristen Protestan, dan 3 responden atau 13,3 % memeluk agama Kristen Katolik. Hal ini dapat dilihat dengan jumlah sarana ibadah yang ada di desa tersebut dimana hanya ada 1 unitGereja Protestan dan 1 unit Gereja Katolik sedangkan untuk sarana ibadah seperti mesjid tidak terdapat di desa tersebut hanya terdapat di kecamatan kota SaribuDolok.

5.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

  SMA/ Sederajat 10 66,65 Total 15 100,00 Sumber: Hasil Kuesioner 2011Tingkat pendidikan di desa Sibangun Mariah tidak begitu mengecewakan hal ini dilihat dari tingkat pendidikan responden yang mayoritas mampu menyelesaikantingkat pendidikan hingga ke tingkatan SMA/ Sederajat yaitu sebanyak 10 orang atau66,65 %, tingkat SMP berjumlah 5 responden atau 33,35 % dan dari seluruh responden tidak terdapat yang tidak sekolah. Dari hal ini terlihat bahwa perempuandi desa ini sudah memiliki kebebasan dalam hal merasakan pendidikan sekolah walaupun pada kenyataannya dari seluruh responden belum ada yang sampai padatingkat pendidikan perguruan tinggi.

5.1.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga

  4-5 8 53,3 Total 15 100,00Sumber: Hasil Kuesioner 2011 Dari keterangan tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang memiliki jumlah anak keluarga sebanyak lebih dari 4-5 orang yaitu 8 responden denganpersentase 53,3 %, terdapat 5 responden yang jumlah anaknya 2-3 orang dengan persentase 33,35, dan sebanyak 2 responden yang memiliki anak 1 orang denganpersentase 13,35 %. Responden yang memiliki anak yang jumlahnya banyak akan memiliki waktu yang lebih banyak lagi untuk bekerja, dimana diketahui bahwa para responden padaumumnya berangkat ke ladang pukul 08.00 WIB sebelum berangkat ke ladang para responden harus memasak untuk makan pagi dan bekal di ladang, mempersiapkananak-anak mereka berangkat ke sekolah.

5.1.6. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Suami

  Pada penelitian ini yang menjadi responden adalahpetani perempuan yang suaminya tidak bekerja sebagai petani tetapi memiliki profesi lain seperti supir, tukang banggunan, berdagang dan lain-lain Dari hasil kuisioner di ketahui bahwa pada umumnya pekerjaan suami para responden adalah sebagai supir dan tukang bangunan. Berikut hasil wawancara dengan Ibu Romen Haloho salah satu responden di desaSibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun:“ Pendapatan suami biasanya untuk mereka sendiri, karena untuk rokok dan uang minum mereka saja sudah habis, paling-paling uang mereka untuk kasi uang jajansama anak-anak kalau mau ke sekolah dan sisanya untuk ke kedai.

5.2. Sosial Ekonomi Keluarga

  Lahan Milik SendiriLahan WarisanLahan /Garapan/ Sewa 4 5 6 2053,3526,65 Total 15 100,00Sumber: Hasil Kuesioner 2011 Dilihat dari tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang status kepemilikan lahannya milik sendiri ada 4 responden dengan persentase 20 %,terdapat 5 responden yang status kepemilikannya warisan dengan persentase 53,35%, dan terdapat 6 responden yang status kepemilikan lahannya adalah lahan sewa dengan persentase 26,65 %. Maka dari tabel di atas dapat di ketahui bahwa jumlah responden yang sangat sering mengkonsumsi hasil panen dari lahan pertanianmereka senndiri yaitu 7 responden dengan persentase 46,65%, terdapat 7 responden yang sering mengkonsumsi hasil panen sendiri dengan persentase 40 %, dan terdapat2 responden yang jarang mengkonsumsi hasil panennya sendiri dengan pesentase 13,35 %.

5.2.10. Jawaban Responden Berdasarkan Kondisi Rumah

  Rumah permanen sudah memiliki ukuran yang lebih besar dengankamar mandi yang bagus dan juga memiliki teras dengan fungsi yang sama dengan rumah semi permanen. Rumah responden yang darurat biasanya tidak memiliki teras dan kamar mandi yang dibuat seadanya.

5.2.11. Jawaban Responden Berdasarkan Kepemilikan Rumah

  Kontrak/Sewa 6 40 Total 15 100,00Sumber: Hasil Kuesioner 2011 Sesuai dengan tabel di atas di ketahui bahwa sebagian besar responden memiliki rumah sendiri dengan latar belakang rumah warisan dan ada yang dibelidari penghasilan keluarga. Berikut hasil wawancara dengan Ibu Dinaria Girsang salah satu responden di desaSibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun :“ Rumah yang saya dan keluarga tinggali adalah rumah orangtua suami saya, yang sudah diwariskan kepada suami saya dan sekarang sebagai tempat tinggal saya dankaluarga.

5.2.12. Jawaban Responden Berdasarkan Kepemilikan Kendaraan

  Seperti yang terlihat dalam tabel di atas bahwa hanya terdapat 2 responden yang jarang terlibat dalam pengambilan keputusan dalam hal pendidikan anak ataudengan persentase 13,3 % , Terdapat 7 responden yang sangat sering terlibat dalam pengambilan keputusan soal pendidikan anak atau dengan persentase 46,6 danterdapat 6 responden yang termasuk sering terlibat dalam pengambilan keputusan pendidikan anak. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat 7 responden yang sumber dana pendidikan anaknya dari peendapatan sendiri dan suami denganpersentase 46,6 %, terdapat 4 responden yang sumber dana pendidikan anaknya dari diri sendiri dan dengan persentase 26,6 % ada juga 4 responden yang sumber danapendidikan anaknya berasal dari keluarga dekat dengan persentase 26,6 % sumber dana yang berasal dari keluarga dekat misalnya anak dari responden di sekolahkan 5.2.17.

5.2.22. Jawaban Responden Berdasarkan Jenis Kegiatan Sosial Yang Paling Banyak Diikuti

  Karena kegiatan ini Kegiatan keagamaan kegiatan sosial yang seluruh penduduk desa bergabung di dalamnya, untuk kegiatan sosial yang lainnya tidak semua bergabung adabeberapa orang yang tidak bergabung dan mengikuti kegiatan sosial yang lain. S Namun ada juga responden yang merasa pekerjaan mereka tidak menyenangkan hal ini di sebabkan karena modal mereka sering tidak mencukupisehingga kualitas hasil pertanian mereka sering tidak bagus dan sering mendapat rugi karena panen pada saat harga sayur turun.

5.2.24. Jawaban Responden Berdasarkan Interaksi Responden Dengan Keluarga Dan Keluarga Sekitar

  Terdapat 11 responden yang memiliki interaksi yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar dengan persentase 73,53 %, hal ini disebabkan karena desaSibangun Mariah dikenal dengan sistem kekeluargaan yang masih sangat baik. Cukupbaik yang dimaksud adalah dalam interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar ada hal-hal yang kadang menyebabkan interaksi tersebut tidak berjalan dengan Berikut hasil wawancara dengan Ibu Erika Sembiring salah satu responden diDesa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun:” Saya dan keluarga punya interaksi yang baik karena keluarga saya tempat saya hidup dan saya bekerja juga demi keluarga saya.

BAB VI PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebagaimana diuraikan pada bab-

  bab terdahulu, maka pada bab ini penulis akan berupaya mengemukakan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian berdasarkan analisa dan interpretasi data daripenelitian yang dilakukan mengenai Kontribusi Petani Perempuan Terhadap SosialEkonomi Keluarga di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta KabupatenSimalungun. Kemudian setelah itu penulis akan memberikan saran-saran yang sifatnya berupa sumbangan pikiran demi tercapainya peningkatan kesejahteraan yanglebih baik.

6.1. Kesimpulan

  Hal tersebut terlihatdari kemampuan responden untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara sosial ekonomi seperti kebutuhan sehari-hari dan dan keterlibatan respondendalam kehidupan sosial keluarga sangat mempengaruhi peran responden dari segi kehidupan sosial. Para responden walaupun dengan kesibukannya dalam bekerja sebagai petani masih mampu menyeimbangkan interaksi antara keluarga dan lingkungannyadengan masih senantiasa mengikuti kegiatan kelompok social yang ada di desa.

6.2. Saran

  Perlu adanya pendidikan ataupun pelatihan tentang pertanian kepada responden untuk meningkatkan pengetahuan tentang usaha pertaniansehingga dengan pengetahuan yang didapat mampu memperoleh hasil pertanian yang berlimpah otomatis penghasilan merekapun meningkat danbisa membiayai kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan. Perlunya responden mendapatkan perhatian akan pekerjaan mereka dan anggota keluarga seperti suami untuk meringankan pekerjaan mereka sebagaipetani dan juga sebagai ibu rumah tangga.

Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupetan Simalungun Jawaban Responden Berdasarkan Frekuensi Mengikuti Kegiatan Sosial di Sekitar Lingkungan Jawaban Responden Berdasarkan Jenis Kegiatan Sosial Yang Paling Banyak Diikuti. Jawaban Responden Berdasarkan Kepemilikan Rumah Tabel 5.2.11 Jawaban Responden Berdasarkan Kepemilikan Kendaraan Tabel 5.2.12 Jawaban Responden Berdasarkan Keterlibatan Pengambilan Keputusan Pendidikan Anak Jawaban Responden Berdasarkan Sumber Dana Pendidikan Anak Tabel Jawaban Responden Berdasarkan Kondisi Rumah Tabel 5.2.10 Jawaban Responden Berdasarkan Lamanya Bekerja Sebagai Petani Jawaban Responden Berdasarkan Dorongan Bekerja Sebagai Petani Tabel 5.18. Jawaban Berdasarkan Penggunaan Program KB Tabel Jawaban Responden Berdasarkan Mempunyai Tabungan atau Tidak Tabel Jawaban Responden Berdasarkan Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari Jawaban Responden Berdasarkan Konsumsi Hasil Panen Tabel Jawaban Responden Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan Pertanian Yang Anda Kelola Jawaban Responden Berdasarkan Dari Mana Mendapat Modal Usaha Pertanian Jawaban Responden Berdasarkan Tempat Berobat Keluarga yang Sakit Jawaban Responden Berdasarkan Kondisi Pendidikan Anak Dalam Keluarga Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Suami Tabel 5.1.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 5.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga Tabel 5.1.5 Karakteristik Usia Responden Tabel 5.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Suku BangsaEtnis Tabel 5.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Agama Tabel 5.1.3 Kerangka Pemikiran Lokasi Penelitian Teknik Analisis Data Komposisi Penduduk Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupetan Simalungun Latar Belakang Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupetan Simalungun Organisasi Sosial di Desa Sibangun Mariah Pengertian Kesejahteraan Sosial Kesejahteraan Sosial Perempuan Sebagai Petani Petani Perempuan Perumusan Masalah Sistematika Penulisan Keluarga Pola Pemukiman Bahasa Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupetan Simalungun Sarana dan Prasarana di Desa Sibangun Mariah Sejarah Desa Sibangun Mariah Letak Geografis Desa dan Iklim Struktur Sosial dan Organisasi Kemasyarakatan
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial E..

Gratis

Feedback