Islam Di Tarutung Tahun 1962 – 2000

 0  30  103  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

ISLAM DI TARUTUNG TAHUN 1962 – 2000 Skripsi Oleh : Herry Setianto 060706006

  ISLAM DI TARUTUNG TAHUN 1962 – 2000 Skripsi Oleh : Herry Setianto 060706006 Lembar Persetujuan Ujian Skripsi ISLAM DI TARUTUNG TAHUN 1962 – 2000 Yang Diajukan Oleh : Nama : Herry SetiantoNIM : 060706006 Telah Disetujui Untuk Diajukan Dalam Ujian Skripsi Oleh : Pembimbing Drs. Hum Tanggal, NIP : 196409221989031001 PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Lembar Pengesahan Pembimbing Skripsi ISLAM DI TARUTUNG TAHUN 1962 – 2000 Skripsi Sarjana Dikerjakan Oleh : Herry Setianto 060706006 Pembimbing Drs.

PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Lembar Persetujuan Ujian Skripsi ISLAM DI TARUTUNG TAHUN 1962 – 2000 Yang Diajukan Oleh : Nama : Herry SetiantoNIM : 060706006 Telah Disetujui Untuk Diajukan Dalam Ujian Skripsi Oleh : Pembimbing Drs. Hum Tanggal, NIP : 196409221989031001 PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Lembar Pengesahan Pembimbing Skripsi ISLAM DI TARUTUNG TAHUN 1962 – 2000 Skripsi Sarjana Dikerjakan Oleh : Herry Setianto 060706006 Pembimbing Drs.

DEPARTEMEN ILMU SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

  Lembar Persetujuan Ketua Jurusan Disetujui Oleh : FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN DEPARTEMEN SEJARAH Ketua Departemen, Drs. Hum NIP : 196409221989031001 Medan, Januari 2011 Lembar Pengesahan Skripsi Oleh Dekan dan Panitia Ujian PENGESAHAN :Diterima Oleh : Panitian Ujian Fakultas Sastra Universitas Sumatera UtaraUntuk Melengkapi Salah Satu Syarat Ujian Sarjana SastraDalam Bidang Ilmu Sejarah Pada Fakultas Sastra USU MedanPada : Hari :Tanggal :Fakultas Sastra USUDekan, Dr.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur saya panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada saya sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsiuntuk meraih gelar kesarjanaan. Tidak lupa salawat beriring salam saya limpakan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai junjungan umat islam yang telah membawakita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang.

UCAPAN TERIMA KASIH

  Etnis pendatang yang bisa di katakan yang mayoritas di Tarutung, dismping itu juga ada etnis Batak yang berasal dari Tapanuli bagian selatan yang jugaberada di Tarutung sebagai kaum pendatang. Etnis pendatang yang bisa di katakan yang mayoritas di Tarutung, dismping itu juga ada etnis Batak yang berasal dari Tapanuli bagian selatan yang jugaberada di Tarutung sebagai kaum pendatang.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Di kalangan orang-orang Belanda yang anti Islam dengan sebagian didasari oleh pertimbangan imperialis dan sebagian lagi oleh pertimbangan kemajemukannasional menyatakan “orang Batak sangat terbuka pada peradaban”, seperti terlihat pada orang Mandailing yang tidak hanya menerima Islam, tetapi juga samaberadabnya dengan para tetangga mereka yang muslim, bahkan sekarang telah melampaui orang Melayu (maksudnya orang Minangkabau). Apabila mobilitas Islam dalam tahun 1960-an tertuju pada ideologi, namun munculnya small group orang-orang Jawa dan Minangkabau yang Islam di tengah-tengah mayoritas orang-orang Batak yang beragama Kristen di Tarutung.

1.2 Rumusan Masalah

  Dalam melakukan sebuah penelitian, maka yang menjadi landasan dari penelitian adalah akar masalah yang ada dalam topik yang dibahas. Akar permasalahan merupakan hal yang sangat penting karena di dalamnya diajukan konsep yang dibahas dalam penelitian danmenjadi alur dalam penulisan.

1.3 Tujuan dan Manfaat

  Setelah menetapkan apa yang menjadi pokok permasalahan yang dibahas oleh penulis, selanjutnya adalah apa yang menjadi tujuan penulisan dalam melakukanpanulisan ini serta manfaat yang dapat dipetik. Bagi pemerintah, kedatangan masyarakat Islam yang minoritas ke tengah- tengah masyarakat Tarutung yang mayoritas Kristen akan memperkuat simbolkota Tarutung sebagai kota wisata rohani.

1.4 Tinjauan Pustaka

  Dalam buku ini diungkapkan mengenai kehdupan masyarakat Islam di wilayah Silindung yang secara administratifberpusat di Tarutung. Dalam buku ini juga diuraikan bagaimana sikap masyarakatBatak Toba dan sikap mendua pemerintah Belanda terhadap agama Islam, bahkan sempat terjadi penolakan yang diawali oleh penolakan pemerintah kolonial yangberkedudukan di Silindung pada saat itu.

1.5 Metode Penelitian

  Sejumlah sistematika penulisan yang terangkum di dalam metode sejarah sangat membantu setiap penelitian di dalam merekonstruksi kejadian pada masa yangtelah lalu.8 Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam metode sejarah adalah: 1. Interpretasi, merupakan tahap di mana peneliti mencoba menafsirkan data yang diperoleh yang diharapkan dapat menjdi data yang objektif.

BAB II MASUKNYA PENDATANG ISLAM DI TARUTUNG Masyarakat Batak yang ada di kota Tarutung merupakan masyarakat yang

  Pertama, Tarutung sebagai kota yang didatangi berbagai etnis Batak lokal yang masing-masingmempunyai kampung-kampung halaman sendiri dan marga seperti Hutabarat,Panggabean, Hutapea, Sitompul, dan beberapa perkampungan marga lainnya di mana mereka kemudian menjadi penduduk kota Tarutung. Keberagaman masyarakat yang ada di Tarutung diakibatkan oleh adanya kaum pendatang tersebut yang masuk ke Tarutung.

2.1 Pendatang dari luar Tarutung

  Orang-orang dari wilayah lain di luar dari kota Tarutung banyak yang datang dan menetap di Tarutung. Di antara kaum pendatang iniadalah orang-orang yang berasal dari daerah Sumatera Barat atau etnisMinangkabau, orang-orang Jawa dan juga orang-orang yang datang dari daerahTapanuli Selatan.

2.1.1 Etnis Minangkabau

  Orang lokal sendiri ada yang beragama Islam, di antaranya ada yang bermargaPanggabean, Hutagalung, Hutabarat, dan masih banyak lagi orang Batak Toba yang beragama Islam di Tarutung. Bahkan mesjid yang pertama berdiri di daerah TapanuliUtara adalah mesjid Al-Jihad yang ada di Tarutung, yang dibangun oleh Oppung Bindu Hutagalung, seorang muslim yang juga adalah bekas tentara Paderi.

2.1.2 Pendatang Etnis Jawa

  Begitu banyaknya orang-orang dari pulau Jawa yang tersebar di Sumatera, khususnyaSumatera Utara, mereka kemudian menambah jumlah orang Jawa yang ada di Sumatera Utara sebab sebelumnya memang sudah banyak orang Jawa yang menetap. Memang pada saat itu bukan hanya di wilayah Kesultanan Deli saja adanya perkebunan tetapi di beberapa tempat di Sumatera Timur, namun orang-orang Jawaketurunan buruh perkebunan ini di Tarutung lebih terkenal dengan sebutan Jawa Deli, ada juga yang menyebutnya Jawa Medan.

2.1.3 Orang Batak dari Wilayah Tapanuli bagian Selatan

  Dari hal di atas dapat disimpulkan bahwa orang Batak yang di Tarutung pada awalnya memiliki garis keturunan sejarah yang sama dengan orang-orang Batak yangberasal dari Tapanuli bagian selatan. Sikap salingmenghormati, antara yang tua dan yang muda, antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain yang kemudian terhubung karena adanya perkawinan.

2.2 Faktor-faktor Pendorong Masuknya Pendatang ke Tarutung

  Faktor pendorong yang berasal dari daerah asalpara pendatang dan juga faktor penarik yang ada di daerah tujuan adalah hal yang sangat erat kaitannya. Ada yang datang memang karena keinginan untuk mencari daerahbaru di luar daerah asalnya untuk dijadikan sebagai tanah perantauan, dan ada juga yang datang memang karena penugasan atau karena urusan pekerjaan yangmengharuskan dirinya tinggal di Tarutung, seperti yang terjadi pada para pendidik atau guru yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil).

2.2.1 Faktor Penarik Kota Tarutung Tarutung adalah sebuah kota kabupaten yang berada di sebuah lembah

  Hal ini karena Kota Tarutung dikelilingi oleh jajaran perbukitan yang di antaranya adalah bukit Siatasbarita, tempat berdirinya monumen Salib Kasihsekarang, yaitu tempat di mana dahulunya Nommensen berdoa pada saat pertama kali melihat wilayah Tarutung. Para pedagang makanan yang ada di Tarutung mayoritas adalah kaum pendatang, ada yang menjajakan makanan dengan berkeliling baik dengan gerobakataupun kendaraan seperti sepeda dan sepeda motor, ada juga yang membuka rumah makan.

2.2.2 Faktor Pendorong Kedatangan Perantau

  Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, orang-orang Minangkabau Hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabu, demikian juga pada orang-orang Jawa yang datang ke Tarutung. Bagi mereka yang tidak mengikuti program transmigrasi, mereka datang ke berbagai tempat di Sumatera Utara, juga memilih daerah tujuan Tarutung, karenamendengar cerita dari orang-orang yang pernah merantau.

BAB II I KEBERADAAN ISLAM DI TARUTUNG Banyak pendapat mengemukakan tentang bagaimana masuknya Islam ke Nusantara, akan tetapi kemudian berkembang ke berbagai wilayah di Nusantara

  Di antara tentara Paderi ini ternyata juga ada terdapat orang Batak yang bermarga Hutagalung,yang kemudian menetap di Silindung dan tidak ikut pulang kembali ke TanahMinangkabau bersama tentara Paderi yang gagal menyebarkan Islam di Tanah Batak pada saat itu (1818 – 1820). Tetapi pada saat itu sudah muncul benih-benih Islam di Tarutung dan dalam perjalanannya kemudian muncul tokoh-tokoh ulama di sana yang mengembangkan Islam.

3.1 Masyarakat Islam di Tarutung

  Masyarakat inilah yang terbentuk di Tarutung, yang terdiri dari berbagai etnik yang berbeda dan berasal dari wilayah yang berbeda, tetapi terhimpun dalam satu kawasandan membentuk suatu masyarakat Islam. Pengaruh Islam yang ada di Tarutung dapat dikatakan berasal dari SumateraBarat yang awalnya dibawa oleh tentara Paderi, hingga kemudian ada beberapa orang Batak yang di Tarutung yang memeluk Islam dan secara lambat laun mengajarkanIslam kepada orang-orang di sekitar tempat tinggalnya.

34 Batak

  Orang-orang Batak yang Islam pada masa OppungBindu inilah yang kemudian melanjutkan kiprah Islam di Tarutung hingga kemudian34 Ada beberapa hal yang sangat disayangkan, karena ada beberapa orang yang beralih keyakinan dari Islam, yaitu mereka yang tadinya Islam kemudian memeluk 36 agama lain yang dibawakan oleh Nommensen yaitu Kristen. 1 (satu) orang BendaharaKepengurusannya diatur sedemikian rupa karena memang tugas PKM adalah mengelola dan bertanggung jawab akan keberlangsungan Islam di Tarutung, yaitumulai dari pengelolaan pendidikan Islam dalam bentuk Yayasan Al-Falah, dan ada banyak lagi yang berada di bawah kewenangan PKM sebagai induk dari perkumpulan 37 Islam di Tarutung yang anggota-anggotanya terdiri dari berbagai etnis.

41 Islam

  Rasa penghormatan yang tinggi dalam struktur kekerabatan yang terkandung dalam Dalihan Na Tolu yang ditunjukkanorang Batak ketika berhadapan dengan orang Islam yang juga orang Batak sendiri.42 Tampaknya masyarakat Batak yang sudah memeluk agama Kristen sudah terbuka pemikirannya ke arah yang lebih maju, sehingga mereka dapat menerimakaum pendatang dengan baik. Bahkan kapolres (Kepala Polisi Resort) untuk wilayahTapanuli Utara yang berkedudukan di Tarutung pernah seorang Islam, bahkan sempat beberapa kali yang menjabat sebagai kapolres adalah orang yang beragama Islam dan Sikap yang baik yang ditunjukkan oleh orang Batak yang bukan Islam terhadap orang Islam yang kebanyakan adalah kaum pendatang, tidak terlepas juga dari peranpemerintah setempat yang juga menerima keberadaan Islam dengan baik.

BAB IV KEHIDUPAN KOMUNITAS ISLAM DI TARUTUNG 1962 – 2000

4.1 Interaksi Masyarakat Islam dan Non-Islam

  Kedua kelompok yang berbeda agama ini dapat hidup dengan rukun dalam satuwilayah, bahkan banyak di antara kaum pendatang yang beragama Islam yang menyewa rumah atau tempat tinggal milik orang Batak yang bukan Islam. Hal kecil lain yang juga seringterjadi dalam interaksi antara orang Kristen dan Islam yang ada di Tarutung adalah dalam hal penyembelihan hewan.

4.2 Kegiatan Agama

  Kegiatan agama atau kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan bukan hanya sekedar ibadah wajib saja, tetapi ada banyak kegiatan lain yang berhubungandengan keagamaan. Kegiatan yang dilakukan merupakan rangkaian kegiatan yang sering dilakukan oleh umat Islam, baik itu dalam bentuk ibadah ataupun perayaan.

57 E Gobee, C Andriaanse, Nasihat-nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada

  Melaksanakan ibadah haji adalah serangkaian peristiwa atau ritual yang menghidupkan kembali kisah kuno atau peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahima.s, isterinya Hajar dan juga bayi laki-laki mereka yang baru lahir yaitu Ismail. Peristiwa itu terjadi di gurun pasir Paran, yang kemudian menjadidaerah di mana Ka’bah dibangun oleh Ibrahim.

58 Tanah Suci Mekkah

  MasyarakatIslam yang ada di Tarutung sering melakukan kegiatan keagamaan, seperti pengajian- pengajian rutin setiap minggunya, dan yang paling tampak adalah ketika saatberpuasa pada bulan Ramadhan, di mana setiap malam umat Islam melaksanakan sholat tarawih, yang dilanjutkan dengan tadarus Al-Quran. Kegiatan demikian selain untuk perlombaan juga salah satu cara untuk lebih menanamkan Islam ke dalam diri para generasi muda, sebab kebanyakan peserta yangterlibat adalah generasi muda, generasi yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet agama Islam di Tarutung, agama yang merupakan kaum minoritas di sana.

4.3 Pendidikan Agama Islam (Syiar Islam)

  Islam sebagai agama yang lahir di tanah Arab kental dengan nuansa Arabnya, baik dari bacaan sholat dan juga kitab sucinya. Di Tarutung masyarakat Islam mendirikan sebuah madrasah Al-Falah, sebuah madrasah yang didirikan karenakeinginan masyarakat Islam Tarutung yang sangat kuat untuk mengajarkan agama Islam kepada generasi muda dari usia dini.

61 Nya. Ada beberapa mesjid yang berdiri di Tarutung. Mesjid inilah yang sering

  Tempat pengajian dan pendidikan Islam dalam hal ini adalahmadrasah Al-Falah, yaitu sebagai tempat yang dimaksudkan untuk mengajarkan Islam kepada generasi muda yang ada di Tarutung dan sekitarnya. Pada awalnya pemuka agama yang ada di Tarutung ingin mendirikan sebuah tempat belajar agama atau madrasah berlokasi di dekat mesjid Raya atau tepatnya di Pendidikan yang ada di Al-Falah dimulai dari usia dini, yaitu dalam bentuk TamanKanak-kanak (TK).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Akan tetapi penganut Islam menjadi minoritas di Tarutung setelah Belanda menaklukkan Tapanuli Selatanterutama Silindung dan kedatangan penginjil Nommensen ke sana, di manaBelanda mendirikan banyak sekolah-sekolah Zending, sehingga orang-orangBatak memeluk agama Kristen. Kemajuan populasi Islam di Tarutung setelah tahun 1950-an adalah didukung oleh para pendatang yang masuk ke Tarutung,terdiri dari orang-orang Minangkabau, orang-orang Jawa termasuk orang-orang dari Tapanuli Selatan.

3. Kehadiran orang-orang pendatang Islam ke Tarutung juga dapat dilihat secara

  Para pendatang Islam memberikan pelayanan dan jasa ke tengah-tengah masyarakatBatak non muslim. Mereka menjajakan makanan secara berkeliling, menjadi tukang tilam, tukang emas dan pengusaha rumah makan yang hampir tidakdapat diusahakan oleh orang-orang Batak.

5.2 Saran

  Apabila Tarutung telah menyandang gelar cap daerah Salib Kasih itu, maka Tarutung dalam menuju sebagai kota besar,masyarakatnya harus terbuka menerima masyarakat pendatang dan keberagaman. Komunitas Islam di Tarutung yang minoritas harus benar-benar menjalankan syariat Islam dan berperadaban yang kokoh, sebab dengan modal ini Islamakan terhormat dan disegani.

DAFTAR PUSTAKA

  Rais, Amien, Islam di Indonesia, Jakarta: CV. Swasono, Sri Edi, dan Masri Singarimbun, Sepuluh Windhu Transmigrasi di Indonesi 1905 – 1985, Jakarta: UI-Press, 1986.

PETA KECAMATAN TARUTUNG

L3Mesjid Syuhada atau sering juga di sebut Mesjid Panca Sila Tarutung Mesjid Raya Tarutung L4Komplek Mesjid dengan latar belakang Mesjid Raya Tarutung L5Mesjid Al-Jihad, mesjid pertama di Tarutung Yayasan Al-Falah Tarutung L6Makam Oppung Bindu Hutagalung beserta keluarga. L7 L8 L9 L11 L12 L13 L14 L15 L16 L17 L18 L19 L20 L21 L22
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Islam Di Tarutung Tahun 1962 – 2000

Gratis

Feedback