Feedback

Efektifitas Pertumbuhan Bibit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Pengaruh Mineral Fe, Na, Ca, Mg, Dan Cl Pada Akuarium Air Tawar Dan Campuran Air Tawar Dan Air Laut.

 1  64  64  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen
EFEKTIFITAS PERTUMBUHAN BIBIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP PENGARUH MINERAL Fe, Na, Ca, Mg, DAN Cl PADA AKUARIUM AIR TAWAR DAN CAMPURAN AIR TAWAR DAN AIR LAUT SKRIPSI LINA Y TAMPUBOLON 070802002 DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara EFEKTIFITAS PERTUMBUHAN BIBIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP PENGARUH MINERAL Fe, Na, Ca, Mg, DAN Cl PADA AKUARIUM AIR TAWAR DAN CAMPURAN AIR TAWAR DAN AIR LAUT SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains LINA Y TAMPUBOLON 070802002 DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Universitas Sumatera Utara PERSETUJUAN Judul Kategori Nama Nomor Induk Mahasiswa Program Studi Departemen Fakultas : EFEKTIFITAS PERTUMBUHAN BIBIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP PENGARUH MINERAL Fe, Na, Ca, Mg, DAN Cl PADA AKUARIUM AIR TAWAR DAN CAMPURAN AIR TAWAR DAN AIR LAUT : SKRIPSI : LINA Y TAMPUBOLON : 070802002 : SARJANA (S1) KIMIA : KIMIA : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Komisi Pembimbing Pembimbing II, Disetujui di Medan, September 2011 : Pembimbing I, Dra. Saur Lumban Raja, M.Si NIP 195506231986011002 Diketahui/Disetujui oleh Departemen Kimia FMIPA USU Ketua, Dr.Rumondang Bulan, MS NIP 195408301985032001 Dr. Hamonangan Nainggolan, M.Sc NIP 195606241983031002 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN EFEKTIFITAS PERTUMBUHAN BIBIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP PENGARUH MINERAL Fe, Na, Ca, Mg, DAN Cl PADA AKUARIUM AIR TAWAR DAN CAMPURAN AIR TAWAR DAN AIR LAUT SKRIPSI Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya. Medan, Agustus 2011 Lina Y Tampubolon 070802002 Universitas Sumatera Utara PENGHARGAAN Puji dan syukur yang teramat besar penulis persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat kasih karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Sains bidang Kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara. Penulis menyampaikan penghargaan yang terdalam dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada kedua orang tuaku tercinta, Ayahanda S. Tampubolon dan Ibunda T. Panggabean, atas cinta, pengorbanan, dan doa serta dukungan yang telah diberikan. Juga penghargaan yang tulus kepada abangku, Bona H. Tampubolon, SE, atas segala perhatian, pengertian, dan kesabaran yang telah diberikan. Tak lupa penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Mami dan Papiku, I. S. Panggabean dan A. P. Sihombing, atas segalanya yang diberikan kepadaku, doa dan dorongan moril maupun material. Juga kepada Alm. T. Panggabean (Op. Marsaulina doli) dan Alm. T. Tobing (Op. Marsaulina boru), Alm. R. Panggabean (Ante Obet), atas kasih sayang yang diberikan kepada penulis. Juga kepada semua keluargaku tante dan uda, tulang dan nantulang, adik-adikku Roberto, Yanti, Renova, Erni, Sophia, Siprah, Roy, Albert, Maria, Martha, dan Margareth, atas kebersamaan dan kasih sayang dalam keluarga besar kita. Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Dr. Hamonangan Nainggolan, M.Sc selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Dra. Saur Lumban Raja, M.Si selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini 2. Ibu Dr. Rumondang Bulan, M.S selaku Dosen Wali serta Ketua Departemen dan Bapak Drs. Albert Pasaribu Sekretaris Departemen Kimia FMIPA USU Universitas Sumatera Utara 3. Bapak Dr. Nimpan Bangun, M.Sc, Bapak Prof. Dr. Seri Bima Sembiring, M.Sc, Bapak Dr. Minto Supeno, M,S, Ibu Dra. Nurhaida Pasaribu, M.Si, dan Ibu Andriayani, S.Pd, M.Si, selaku Dosen Ahli di bidang Kimia Anorganik 4. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Pegawai Departemen Kimia FMIPA USU 5. Ibu Husnidar, M.Si selaku partner dalam penelitian ini yang telah banyak memberikan motivasi 6. Teman-teman asisten Laboratorium Kimia Anorganik, Bang Alexon Samosir, Bang Julianto Tobing, Kak Catherine, Bang Suwanto Gullit, Kak Elisa B. Saragih, Karlina, Adelina Sidabutar, Sahat B. Manullang, Hamdan P. Purba, Rizal Agus Simangunsong, Paulus O. Bali, dan Christiana F. Aritonang 7. Sahabat-sahabatku “Great Spirit”, Lisbeth D. Parhusip, Betnia Letare Tambunan, Marlinton Sinaga, Adelina Sidabutar, dan Rodito Sari Sijabat serta Kak Mangisi Tobing 8. Teman-teman seperjuangan stambuk 2007, Tria, Eko Ramadani, Ferri, Eko Setiawan, Elfina, Destia, Candra, Khalifah, Rifki, Silorida, Cristy, Ani, Burton, Henny, Bahtiar, Tisna, Dian, Irma, Vasca, Mitha, Nicholas, Edy Tantono, Mariana, Fika, Grand, Edy Tantono, Mariana, Decy, Uul, Husni, Deasy, Yuki, Reni, Edyanto, Erpina, Ricca, Oki, Ricki, Fitri, Stephanus, dan Ria 9. Kakak dan adik stambuk 2006, 2008, 2009, 2010 10. Serta semua pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan skripsi ini. Semoga Tuhan membalasnya dengan segala yang terbaik. Amin. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan penulis. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini, dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, Agustus 2011 Lina Y Tampubolon Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang efektifitas pertumbuhan bibit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terhadap pengaruh mineral pada akuarium air tawar dan campuran air tawar dan air laut. Budidaya Ikan Nila dilakukan dalam akuarium air tawar dan campuran air tawar dan air laut dengan perbandingan 1:1 dan 2:1. Air dianalisa dan pergantian air dilakukan setiap 10 hari selama 50 hari. Air yang dipisahkan tersebut dianalisa kadar logam Ca, Mg, dan Cl dengan metode titrasi, analisa logam Fe dengan metode Spektrofotometri UV-Vis, dan analisa logam Na dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Dari hasil penelitian menunjukkan pertambahan berat ikan nila maksimum terjadi pada akuarium air tawar, yaitu 190,7 g atau 329,50%. Adanya pertambahan kadar mineral yang terkandung dalam air serta perbedaan warna Ikan Nila pada akuarium air tawar serta campuran air tawar dan air laut, yaitu ikan pada air tawar lebih terlihat pucat dan ikan pada campuran air tawar dan air laut terlihat bintik-bintik hitam. Universitas Sumatera Utara Effectiveness of Seed Growth Tilapia (Oreochromis niloticus) Against The Influence of Mineral Fe, Na, Ca, Mg, and Cl in The Fresh Water Aquarium and Mixture of Freshwater and Seawater ABSTRACT The research done on the effectiveness of seed growth Tilapia (Oreochromis niloticus) against the influence of mineral content in the fresh water aquarium and a mixture of fresh water and seawater. Tilapia aquaculture conducted in the fresh water aquarium and a mixture of fresh water and seawater with a ratio of 1:1 and 2:1. Analyzed water and water changes done every 10 days for 50 days. The water that separated the analyzed metal content, Ca, Mg, dan Cl by titration method, the analysis of Fe metal with Spectrophotometric UV-Vis methods, and Na metal analysis using Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS). From the results showed a maximum weight of tilapia occurs in fresh water aquarium, which is 190,7 g or 329,50%. The existence of accretion levels of minerals contained in water and the color difference Tilapia in fresh water aquariums and a mixture of fresh water and seawater, the fish in fresh water fish is more pale and the mixture of fresh water and seawater visible black spots. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI PERSETUJUAN PERNYATAAN PENGHARGAAN ABSTRAK ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Permasalahan 1.3. Pembatasan Masalah 1.4. Tujuan Penelitian 1.5. Manfaat Penelitian 1.6. Metodologi Penelitian 1.7. Lokasi Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Air 2.1.1. Air Laut 2.1.2. Air Tawar 2.2. Ikan Nila 2.3. Pakan Buatan (Pellet) 2.4. Akuarium 2.5. Mineral 2.5.1. Besi 2.5.2. Natrium Halaman i ii iii v vi vii x xi 1 1 2 3 3 3 3 3 4 4 4 5 6 7 8 9 10 11 Universitas Sumatera Utara 2.5.3. Kalsium 2.5.4. Magnesium 2.5.5. Klorida 2.6. Spektrofotometri Serapan Atom 2.6.1. Prinsip Dasar Spektrofotometri Serapan Atom 2.6.2. Instrumentasi Spektrofotometri Serapan Atom 2.7. Spektrofotometri Ultarviolet dan Tampak (Visibel) 2.8. Titrimetri 2.8.1. Titrasi Asidi-Alkalimetri 2.8.2. Titrasi Argentometri 2.8.3. Titrasi Kompleksometri 2.8.4. Titrasi Redoks 11 11 12 13 13 14 15 17 18 19 20 21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 23 3.1. Alat dan Bahan 24 3.1.1. Alat 24 3.1.2. Bahan 24 3.2. Prosedur Penelitian 24 3.2.1. Pembuatan Akuarium Air Tawar 24 3.2.2. Pembuatan Akuarium Air Tawar:Air Laut (1:1) 24 3.2.3. Pembuatan Akuarium Air Tawar:Air Laut (2:1) 25 3.3. Bagan Penelitian 25 3.3.1. Analisa Besi (Fe3+) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis 25 3.3.2. Analisa Natrium (Na+) dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) 26 3.3.3. Analisa Kalsium (Ca2+) dengan Metode Titrasi EDTA 26 3.3.4. Analisa Magnesium (Mg2+) dengan Metode Titrasi EDTA 27 3.3.5. Analisa Klorida (Cl-) dengan Metode Titrasi Argentometri 27 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.2. Pengolahan Data 28 28 28 Universitas Sumatera Utara 4.2.1. Persen Pertambahan Berat Ikan 4.2.2. Penentuan Kadar Besi (Fe) dalam Sampel 4.2.2.1. Penurunan Persamaan Garis Regresi Besi (Fe) dengan Metode Least Square 4.2.2.2. Penentuan Kadar Besi (Fe) dalam Sampel 4.2.3. Penentuan Kadar Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dalam Sampel 4.2.4. Penentuan Kadar Natrium (Na) dalam Sampel 4.2.5. Penentuan Kadar Klorida (Cl) dalam Sampel 4.3. Pembahasan 4.3.1. Pengaruh Mineral 4.3.2. Pigmen Ikan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan 5.2. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 28 29 29 31 32 36 36 38 38 40 41 41 41 42 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 4.1. Tabel 4.2. Tabel 4.3. Tabel 4.4. Tabel 4.5. Tabel 4.6. Tabel 4.7. Tabel 4.8. Tabel 4.9. Tabel 4.10. Tabel 4.11. Tabel 4.12. Tabel 4.13. Tabel 4.14. Tabel 4.15. Tabel 4.16. Tabel 5 Mineral Utama pada Air Laut Kisaran Normal Kualitas Air untuk Akuarium Air Tawar Kebutuhan Protein dan Lemak Spesies Ikan Nila Persyaratan Mineral Ikan Data Hasil Pertambahan Berat Ikan Nila Data Persen Pertambahan Berat Ikan Nila Data Hasil Pengukuran Absorbansi Larutan Standard Besi (Fe) Data Kadar besi (Fe) pada Air Tawar Data Kadar besi (Fe) pada Air Tawar:Air Laut (1:1) Data Kadar besi (Fe) pada Air Tawar:Air Laut (2:1) Data Kadar Kalsium (Ca) pada Air Tawar Data Kadar Kalsium (Ca) pada Air Tawar:Air Laut (1:1) Data Kadar Kalsium (Ca) pada Air Tawar:Air Laut (2:1) Data Kadar Magnesium (Mg) pada Air Tawar Data Kadar Magnesium (Mg) pada Air Tawar:Air Laut (1:1) Data Kadar Magnesium (Mg) pada Air Tawar:Air Laut (2:1 Data Kadar Natrium (Na) pada Air Tawar dan Campuran Air Tawar dan Air Laut Data Kadar Klorida (Cl) pada Air Tawar Data Kadar Klorida (Cl) pada Air Tawar:Air Laut (1:1) Data Kadar Klorida (Cl) pada Air Tawar:Air Laut (2:1) Kadar Ion-Ion Halogen pada Perairan Alami (mg/L) Halaman 5 5 8 10 28 29 29 31 32 32 33 33 34 35 35 35 36 37 37 37 11 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Sistem Peralatan Spektrofotometer Serapan Atom Gambar 2. Struktur EDTA Gambar 4.1. Kurva Kalibrasi Larutan Standard Besi (Fe) Halaman 14 20 29 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang efektifitas pertumbuhan bibit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terhadap pengaruh mineral pada akuarium air tawar dan campuran air tawar dan air laut. Budidaya Ikan Nila dilakukan dalam akuarium air tawar dan campuran air tawar dan air laut dengan perbandingan 1:1 dan 2:1. Air dianalisa dan pergantian air dilakukan setiap 10 hari selama 50 hari. Air yang dipisahkan tersebut dianalisa kadar logam Ca, Mg, dan Cl dengan metode titrasi, analisa logam Fe dengan metode Spektrofotometri UV-Vis, dan analisa logam Na dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Dari hasil penelitian menunjukkan pertambahan berat ikan nila maksimum terjadi pada akuarium air tawar, yaitu 190,7 g atau 329,50%. Adanya pertambahan kadar mineral yang terkandung dalam air serta perbedaan warna Ikan Nila pada akuarium air tawar serta campuran air tawar dan air laut, yaitu ikan pada air tawar lebih terlihat pucat dan ikan pada campuran air tawar dan air laut terlihat bintik-bintik hitam. Universitas Sumatera Utara Effectiveness of Seed Growth Tilapia (Oreochromis niloticus) Against The Influence of Mineral Fe, Na, Ca, Mg, and Cl in The Fresh Water Aquarium and Mixture of Freshwater and Seawater ABSTRACT The research done on the effectiveness of seed growth Tilapia (Oreochromis niloticus) against the influence of mineral content in the fresh water aquarium and a mixture of fresh water and seawater. Tilapia aquaculture conducted in the fresh water aquarium and a mixture of fresh water and seawater with a ratio of 1:1 and 2:1. Analyzed water and water changes done every 10 days for 50 days. The water that separated the analyzed metal content, Ca, Mg, dan Cl by titration method, the analysis of Fe metal with Spectrophotometric UV-Vis methods, and Na metal analysis using Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS). From the results showed a maximum weight of tilapia occurs in fresh water aquarium, which is 190,7 g or 329,50%. The existence of accretion levels of minerals contained in water and the color difference Tilapia in fresh water aquariums and a mixture of fresh water and seawater, the fish in fresh water fish is more pale and the mixture of fresh water and seawater visible black spots. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ikan air tawar merupakan komoditas perikanan air tawar yang saat ini banyak menghasilkan devisa. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia dan kebutuhan akan bahan pangan dan gizi yang lebih baik, permintaan ikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Asia, selain sebagai produsen ikan terbesar, diperkirakan juga menjadi konsumen terbesar dari hasil perikanan dunia. Permintaan ikan di Asia meningkat mencapai 69 juta ton pada tahun 2010 atau setara dengan 60% dari total permintaan ikan dunia. Permintaan ikan yang meningkat tentunya memiliki makna positif bagi pengembangan perikanan, terlebih bagi Negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki potensial perairan yang cukup luas dan potensial untuk pengembangan perikanan baik penangkapan maupun akuakultur. (Widodo, J., 2006). Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka di mana terjadi pertukaran materi dan energi, seperti oksigen (O2), karbondioksida (CO2), garam-garaman, dan bahan buangan. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata daging ikan mempunyai komposisi kimia, yaitu air 60,0-84,0%; protein 18,0-30,0%; lemak 0,1-2,2%; karbohidrat 0-1,0%; vitamin dan mineral sisanya. (Afrianto, E., 1989). Secara alami, kandungan mineral tawar sangat beragam, tergantung pada sumber dan lokasinya. Garam-garam utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), dan sisanya (kurang dari 1%) terdiri dari bikarbonat, bromida, dan fluorida. Dalam ekosistem air tawar, kadar garam yang terlarut dalam air tawar <0,05 %, di mana natrium mempunyai konsentrasi tinggi dibandingkan dengan kalium dan magnesium. (Kordi, K., 2007). Unsur-unsur mineral mempunyai arti yang sangat penting bagi berbagai macam aspek metabolisme dalam kehidupan ikan. Mineral berfungsi untuk memperkuat tulang dan Universitas Sumatera Utara eksoskleton (kerangka luar). Di samping itu, mineral juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik antara cairan tubuh dan dalam syaraf, serta kelenjar endokrin air di sekitarnya. (Irianto, A., 2005). Warna adalah salah satu faktor utama, yang menentukan harga ikan akuarium di pasar dunia (Saxena, 1994). Berbagai warna-warni indah pada ikan pada dasarnya dihasilkan oleh selsel pigmen (chromatophore) yang terletak di dalam kulit ikan. Warna pada setiap jenis ikan telah berevolusi dalam rentang waktu yang lama dan telah beradaptasi dengan lingkungannya, kejernihan air, jenis predator, ketajaman penglihatan, dan cara kawin. (www.ofish.com/Spesies/warna.php). Pada ikan, bagaimanapun, susunan pigmen terutama hasil dari posisi kromatofora yang berbeda. Secara teoritis, susunan sel pigmen mungkin timbul dari jarak mekanisme, dari isyarat lingkungan lokal, atau dari interaksi antara kromatofora tetangga. Penelitian terbaru di dua sistem model genetik ikan telah membuat kemajuan dalam pemahaman pembentukan susunan pigmen. (Kelsh, R., 2004). Pembesaran ikan nila merupakan salah satu proses dalam budidaya ikan yang bertujuan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi. Habitat ikan nila adalah air tawar, seperti sungai, danau, rawa-rawa, tetapi karena toleransinya yang luas terhadap salinitas sehingga dapat pula hidup dengan baik di air payau dan laut. Ikan nila bisa hidup pada kadar garam sampai 35%, namun ikan sudah tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. (Kordi, K., 2010). Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk meningkatkan hasil (produk) pembudidayaan Ikan Nila dengan memvariasikan budidaya ikan tersebut dengan menggunakan air laut. 1.2. Permasalahan Pembudidayaan Ikan Nila di dalam akuarium dilakukan dengan pergantian air setiap 10 hari. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimanakah pengaruh kadar mineral terhadap pertumbuhan Ikan Nila dalam air tawar dan campuran air tawar dan air laut dengan perbandingan tertentu. 1.3. Pembatasan yang tertangkap di daerah yang sama namun pada musim berbeda akan memiliki aroma dan cita rasa yang relatif berbeda. Saat ini, aroma dan cita rasa daging ikan yang kurang enak bukan merupakan masalah besar. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan aroma dan cita rasa yang tidak disukai, salah satu diantaranya adalah dengan teknik pemberokan. Universitas Sumatera Utara 4. Reproduksi Fungsi lain dari pakan buatan adalah untuk membantu mempercepat proses pematangan gonad sehingga proses reproduksi dapat dipercepat. Pakan yang baik akan menunjang kerja organ tubuh sehingga dapat bekerja lebih baik, termasuk sitem hormone dan endokrin. Sistem endokrin sangat membantu proses reproduksi, yaitu dengan cara mengatur pengangkutan hormon reproduksi menuju organ reproduksi. Jenis pakan yang dapat memacu perkembangan dan pematangan gonad adalah: - Cumi-cumi, udang, kepiting, kerang yang masih segar. - Selain itu penambahan vitamin E ke dalam pakan buatan juga diketahui dapat merangsang pematangan gonad yaitu dengan mencegah oksidasi EPA (eikosapentanoic acid) dimana EPA diubah menjadi prostaglandin yang berperan mempercepat gonad. - Bersama dengan vitamin A yang berperan sebagai antioksidan, penambahan vitamin E akan meningkatkan fungsi PUFA (polyunsaturated fatty acid) yang diperlukan dalam proses pembentukan hormon. - Pemberian pigmen karoten minimal 10 mg/kg pakan diketahui dapat mempengaruhi proses perkembangbiakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen karoten dapat merangsang proses pembuahan. 5. Perbaikan Metabolisme Lemak Dibandingkan dengan protein ikan lebih mudah mencernannya dibandingkan dengan lemak dan karbohidrat. Kondisi ini kurang menguntungkan, mengingat sebaiknya protein diperuntukkan bagi pertumbuhan, sedangkan kebutuhan energi diperoleh dari lemak dan karbohidrat. Maka untuk mengupayakan kemampuan ikan mencerna lemak dan karbohidrat sehingga menghasilkan energi yang dapat dimamfaatkan adalah : Universitas Sumatera Utara - Pabrik pakan menggunakan asam bile yaitu cairan yang dihasilkan oleh hati. Senyawa ini banyak mengandung garam natrium, dan kalium. Garam ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak dan mengubah bentuk lemak menjadi bola-bola kecil (micelle) membentuk emulsi sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. - Dengan penambahan lesitin yaitu lemak yang mengandung gliserol dan asam fosfat. Senyawa dapat ditemukan pada otak, kedelai, biji bunga mata hari, jagung, dan kuning telur. - Penambahan mikroba, selain menguraikan lemak sehingga mudah dicerna oleh ikan, mikroba juga dapat membantu pencernaan karbohidrat dan protein (Afrianto E., dkk.,2005). 2.5.4 Kebutuhan Nutrisi Pada Ikan Seperti halnya hewan lain, ikanpun membutuhkan zat gizi tertentu untuk kehidupannya, yaitu untuk menghasilkan tenaga, menggantikan sel-sel yang rusak dan untuk tumbuh. Zat gizi yang dibutuhkan adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air. 2.5.4.1 Protein Berbeda dengan tumbuhan, ikan tidak mampu mensintesis protein, asam amino dari senyawa nitrogen anorganik. Oleh karena itu, kehadiran protein dalam makanan (pakan) ikan mutlak diperlukan. Ikan membutuhkan lebih banyak protein dibandingkan dengan mamalia. Kebutuhan protein (%) pada ikan tinggi, tetapi kebutuhan absolute (g/kg penambahan berat badan) rendah. Hal ini disebabkan kebutuhan energi pada ikan lebih rendah Universitas Sumatera Utara dibandingkan dengan mamalia. Alasan lain adalah protein digunakan sebagai sumber energi utama. Ikan membutuhkan protein berkisar antara 20 – 60% dari berat total makanan, namun kebutuhan optimalnya hanya 30 – 36%. Bila terdapat kelebihan protein dalam pakan akan menghambat laju pertumbuhan karena sebagian protein akan dimetabolisme menjadi protein baru dan sisanya akan diubah menjadi energi. Protein hewani memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan protein nabati. Hal ini disebabkan kandungan asam amino pada protein hewani lebih lengkap daripada protein nabati. Selain itu, protein nabati selalu dibungkus oleh lapisan selulosa sehingga agak sulit atau lambat bagim ikan untuk mencernanya. Kualitas protein sangat tergantung pada kemudahannya dicerna dan nilai biologisnya. Kedua faktor tersebut sangat ditentukan oleh jumlah dan jenis asam amino yang menyusunnya. Semakin lengkap kandungan asam aminonya, kualitas protein semakin baik. Adapun fungsi protein dalam tubuh ikan adalah: a. Merupakan sumber energi bagi ikan, terutama apabila komponen lemak dan karbohidrat yang terdapat di dalam pakan ikan tidak mampu memenuhi kebutuhan energi. b. Berperan dalam pertumbuhan maupun pembentukan jaringan tubuh. c. Berperan dalam perbaikan jaringan tubuh yang rusak. d. Merupakan komponen utama dalam pembentukan enzim, hormone, dan antibody e. Turut berperan dalam pembentukan gamet. f. Berperan dalam proses osmoregulasi di dalam tubuh. Universitas Sumatera Utara 2.5.4.2 Lemak Lemak adalah senyawa organik yang mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) sebagai unsur utama. Beberapa diantaranya ada yang mengandung nitrogen (N) atau fosfor (P). Lemak memberikan lebih kurang 2,25 kali lebih banyak energi dari pada karbohidrat jika mengalami metabolisme karena lemak mengandung hidrogen lebih tinggi dari pada oksigen. Hampir semua lemak yang terdapat dalam makanan ikan dapat dicerna, tetapi membutuhkan banyak waktu bagi getah pencernaan. Dalam pakan maupun daging ikan, lemak umumnya terdapat dalam bentuk trigliserida, fosfolipid, dan kadang-kadang wax. Trigliserida berperan dalam penyimpanan lemak. Fosfolipid berperan dalam pembentukan membrane sel. Wax merupakan bentuk umum penyimpanan asam lemak pada beberapa zooplankton. Selain berfungsi sebagai sumber energi, lemak juga mempunyai beberapa fungsi tambahan sebagai berikut: a. Merupakan sumber vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak. b. Berperan dalam struktur sel dan membran subseluler. c. Merupakan komponen organ-organ utama dalam bentuk fosfolipid. d. Mengatur daya apung tubuh ikan di dalam air. e. Merupakan sumber asam lemak esensial. f. Menghemat penggunaan protein sebagai sumber energi. g. Membentuk sterol, yaitu asam lemak berantai panjang. h. Melindungi organ-organ vital di dalam tubuh ikan. i. Menentukan cita rasa dan sifat daging ikan selama penyimpanan. j. Merupakan komponen hormon dan prekursor dalam sintesis prostaglandin. Universitas Sumatera Utara 2.5.4.3 Karbohidrat Karbohidart dalam makanan ikan tidak begitu penting. Namun, tidak berarti karbohidrat tidak diperlukan dalam penyusunan makanan ikan. Sebab, karbohidrat tetap memegang peranan funsional maupun struktural dalam tubuh ikan. Secara umum, semua kebutuhan ikan dapat terpenuhi dari protein dan lemak dari makanan yang dikonsumsi. Meskipun tampaknya karbohidrat tidak dibutuhkan oleh ikan, namun sebaiknya pakan buatan dilengkapi dengan karbohidrat sebagai sumber energi dan untuk menghemat penggunaan protein. Tidak tersedianya karbohidrat dan lemak dalam pakan buatan akan menyebabkan proses metabolisme dan penggunaan protein tidak efisien. Diduga bahwa 0,23 g karbohidrat per 100 g pakan dapat menghemat 0,05 g protein. Karbohidrat juga berperan sebagai prekursor untuk berbagai metabolisme internal yang produknya dibutuhkan untuk pertumbuhan, misalnya asam amino non esensial dan asam nukleat. 2.5.4.4 Vitamin Vitamin adalah senyawa organik yang esensial bagi pertumbuhan, walaupun dalam jumlah yang relatif kecil. Vitamin berperan sangat penting untuk menjaga agar proses-proses yang terjadi di dalam tubuh ikan tetap berlangsung dengan baik. Oleh karena itu vitamin harus selalu didatangkan melalui pakan sebab tubuh ikan tidak mampu membuatnya. Kandungan vitamin di dalam pakan buatan tergantung dari bahan baku yang digunakan dan bahan yang ditambahkan. Penambahan vitamin ke dalam pakan buatan umumnya dilakukan dengan menggunakan vitamin-mix (premix). Kebutuhan ikan akan vitamin dipengaruhi oleh ukuran, umur, laju pertumbuhan, stress lingkungan, dan hubungan antar nutrien. Universitas Sumatera Utara Kegunaan vitamin dalam tubuh ikan sangat bermacam-macam anatara lain: a. Merupakan katalisator dalam proses metabolisme. Vitamin merupakan bagian dari enzim atau koenzim yang berperan dalam pengaturan berbagai proses metabolisme. b. Membantu protein dalam memperbaiki dan membentuk sel baru. c. Mempertahankan fungsi berbagai jaringan tubuh sebagaimana mestinya. d. Turut berperan dalam pembentukan senyawa-senyawa tertentu di dalam tubuh. 2.5.4.5 Mineral Mineral merupakan elemen anorganik yang dibutuhkan oleh ikan dalam pembentukan jaringan dan berbagai fungsi metabolisme dan osmoregulasi. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Tidak kurang 15 zat mineral telah diketahui mempunyai fungsi esensial dalam tubuh ikan. Beberapa zat-zat mineral tersebut adalah: natrium, kalium, fosfor, kalsium, khlor, magnesium, ferrum, belerang, iodium, mangan, kuprum, kobalt, molybdenum, selenium, dan zincum. Ikan kondisi normal klorin dikeluarkan dalam bentuk urin pada jumlah yang sedikit, namun pada kondisi sters ikan banyak mengeluarkan urin sehingga kehilangan NaCl yang cukup besar. Klorin keluar dari tubuh melalui urin dan sedikit melalui feses. Ketersediaan Cl di dalam air sangat menguntungkan untuk kehidupan ikan agar mempunyai toleransi terhadap perubahan suhu. Senyawa klorida merupakan senyawa-senyawa umum yang terdapat dalam perairan alami. Senyawa-senyawa tersebut mengalami proses disosiasi dalam air membentuk ion-ionnya dari garam-garam klorida dalam air terdapat dalam keadaan mudah larut dan ion klorida secara umum tidak membentuk senyawa kompleks yang kuat dengan ion-ion logam. Pada penelitian dari 0 − 50 hari pada air tawar persen pertambahan klorida dari +286,4 % menjadi +1059,4 %. Pada air tawar + air laut dengan perbandingan volume 1:1 persen pertambahan klorida dari -0,5 % menjadi -7,0 %. Pada air tawar + air laut dengan perbandingan volume 2:1 persen pertambahan klorida dari -1,9 % Universitas Sumatera Utara menjadi +2,6%. Adanya pertambahan klorida disebabkan adanya klor dalam pakan ikan yaitu 0,08 %. Nartium (Na) Ion natrium sama dengan ion klorida, bersosiasi dengan salinitas yang berlebihan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air yang cukup serius. Pada penelitian terjadi peningkatan kadar natrium baik pada air tawar maupun air campuran antara air laut dan air tawar. Pada penelitian dari 0 hari − 50 hari pada air tawar persen pertambahan natrium dari + 300 % menjadi + 1066,66 %. Pada air tawar + air laut dengan perbandingan volume 1:1 persen pertambahan natrium dari + 4,71 % menjadi + 26,63 % . Pada air tawar + air laut dengan perbandingaan volume 2:1 persen pertambahan natrium yaitu dari – 9,76 % menjadi + 30,50 %. Warna Tubuh Ikan Fungsi pakan buatan sebagai pembentuk warna tubuh ikan banyak dimanfaatkan dalam budi daya ikan hias. Namun demikian dalam budidaya ikan konsumsi dapat juga digunakan. Pakan yang digunakan untuk membentuk warna tubuh ikan tidak berbeda dengan pakan lainnya, kecuali adanya penambahan pigmen. Ikan yang diberi pakan yang mengandung pigmen akan memiliki warna tubuh lebih cemerlang. Ikan memiliki sel khusus penghasil pigmen, yaitu iridosit dan kromatofor.Iridosit terdiri atas leukofor dan guanafor yang merupakan sel cermin untuk memantulkan warna di luar tubuhnya. Kromatofor adalah sel-sel yang mengandung pigmen, diantaranya melanofor yang mengandung pigmen hitam. Ada dua jenis pigmen yang berperan dalam pembentukan warna tubuh ikan, yaitu karoten dan melanin. Karoten membentuk warna kuning, jingga tua (oranye), dan merah, sedangkan melanin terutama mempengaruhi pembentukan warna coklat samapi hitam. Pigmen ini terutama tersimpan dalam kerangka luar, yaitu sisik atau kulit. Pada penelitian pembudidayaan ikan nila dalam air tawar dan dalam campuran air tawar dengan air laut terjadi perubahan warna ikan nila. Pada air tawar Universitas Sumatera Utara warna ikan nila cenderung putih, sedangkan pada campuran air tawar dengan air laut warna ikan nila putih dan terjadi bintik hitam di bagian tengah dari tubuh ikan. Berat Ikan Ikan nila dilaporkan sebagai pemakan segala (omnivora) pemakan planton, sampai pemakan aneka tumbuhan . Ikan nila juga dapat di budidayakan dengan memberi pakan dalam bentuk pelet. Pada penelitian ini yang dilakukan selama 50 hari, perkembangannya sangat cepat, baik pada air tawar maupun air campuan antara air tawar dengan air laut, pakan yang diberikan merupakan pelet. Persen pertambahan berat ikan dari 0 hari – 50 hari pada air tawar yaitu dari 43,69 % menjadi 309,9099 %. Pada air tawar + air laut dengan perbandingan volume 1:1 yaitu dari 27,1493 % menjadi 280,1 %. Pada air tawar + air laut dengan perbandingan volume 2:1 yaitu dari 33,9325% menjadi 196,4044%. Universitas Sumatera Utara BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan - Dari penelitian ini diperoleh bahwa kandungan mineral dalam air pada umumnya bertambah. Pertambahan kadar mineral dalam air disebabkan kadar mineral dalam pakan tinggi yang larut di dalam air. - Pertambahan berat ikan dari 0 hari – 50 hari yang maksimum terjadi pada air tawar 182 g atau 309,9099 %. 5.2. Pertambahan berat ikan pada campuran air tawar dan air laut lebih lambat. Saran - Untuk penelitian selanjutnya disarankan budidaya ikan nila sebaiknya pada air yang mengalir, oleh karena kenaikan mineral dari sisa pakan yang terlarut di dalam air. Universitas Sumatera Utara DAFTAR KEPUSTAKAAN 1985. Standard Methods for The Examination of Water and Waste Water, Sixteenth edition. Washington DC : American Publish Health Association. Achmad, Rukaesih. Kimia Lingkungan. Andi. Jogyakarta. Air (http://id.wikipedia.org/wiki/Air) ensiklopedia bebas, diakses 30/5/2011 pada Wikipedia Bahasa Indonesia, Bagaimana Membudidaya Ikan Nila (http://ikannila.com/Bagaimana%20Membudidaya%20Ikan%20Nila.htm) diakses 30/5/2011 Budidaya Ikan Jilid 1 (http//www.scribd.com/doc/23788423/16895622-kelas X SMK Budidayaikan-gusrina.) diakses 30/11/2011 Cara Budidaya Ikan Nila (http://peluangusaha-oke.com/cara-budidaya-ikan-nila/) diakses 4/6/2011 Cara Pengembangbiakan Ikan Nila (Oreocromis Sp) (http://budidaya-mania.blogspot.com/2011/04/cara-pengembangbiakan-ikannila.html) diakses 15/6/2011 Carman, O., dan Adi Sucipto. 2010. Panen Nila 2,5 bulan. Pnebar Swadaya. Jakarta. HAM, Mulyono. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta. Kholisoh, A., 2000. Mempelajari Efektivitas Reaksi Hidrolisis/ Plastein dengan Enzim Tripsin/ Pepsin dan Tripsin Terimobil Dalam Memproduksi Tepung Ikan Dari Ikan Tembang (Sardinella fimbriata). Skripsi Sarjana Pengolahan Hasil Perikanan. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Kordi, M. Ghufran H., dkk. 2007. Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta. Universitas Sumatera Utara Kordi, M.Ghufran H. 2010. Budi Daya Ikan Nila di Kolam Terpal. Lily Publisher. Jogyakarta. Kusnaedi. 2006. Mengolah Air Gambut dan Air kotor Untuk air Minum. Penebar Swadaya. Jakarta. Manajemen Pakan Ikan (http://zaldibiaksambas.wordpress.com/2010/06/20/manajemen-pakan-ikan/) diakses 30/5/2011 Marlianto, Eddy.,dkk. 2010. Pedoman Umum Penulisan Tesis dan Desertasi, Prog Pascasarjana. FMIPA Universitas Sumatera Utara. Medan. Mengenal Ikan Nila (http://www.anneahira.com/ikan/ikan-nila.htm) diakses 4/6/2011 Mengenal ikan Nila dan legendanya (http://ikannila.com/Mengenal%20Ikan%20Nila%20dan%20Legendanya.htm ) diakses 30/5/2011 Mujiman, Ahmad 2009. Makanan Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta. Pengaruh Salinitas dalam Proses Osmoregulasi (http://rudy-dblues.blogspot.com/2010/01/tingkatan-salinitas-pada-air.) pada Physiology, diakses 28/5/2011 Rompas, Rizal Max, dkk. 2009. Oseanografi Kimia. Sekretariat Dewan Kedaulatan Indonesia. Jakarta. Salinitas Air Laut (http//oseanografi.blogspot.com/2005/07/salinitas-airlaut.htm) 4/6/2011 diakses Suyanto, S.Rachmatun. 2009. Nila. Penebar Swadaya. Tim Karya Tani Mandiri. 2009. Budidaya Ikan Nila. CV. Nuansa Aulia. Bandung. Watanabe, W.O., dkk. 1989. Aquaculture of Red Rilapia (Oreochromis sp.) in Marine Environment: State and the Art. Aquacop Ifremer Acres de Colluge, 487-498. Universitas Sumatera Utara Wiryanta, B.T.W., dkk. 2010. Budi Daya dan Bisnis Ikan Nila. PT Agromedia Pustaka. Jakarta. Universitas Sumatera Utara Lampiran A. Grafik Pertambahan Berat Ikan Universitas Sumatera Utara B. Grafik Kadar Besi (ppm) Universitas Sumatera Utara C. Grafik Kadar Kalsium (ppm) Universitas Sumatera Utara D. Grafik Kadar Magnesium (ppm ) Universitas Sumatera Utara E. Grafik Pengukuran Klorida (Cl) Universitas Sumatera Utara F. Grafik Pengukuran Natrium (Na) Universitas Sumatera Utara G. Foto-foto Kegiatan Penelitian Gambar Lampiran G.1. Penimbangan ikan nila di laboratorium UPT LIDA USU Universitas Sumatera Utara Gambar Lampiran G.2. Pengambilan Sampel Air dari Budidaya Ikan Nila di UPT LIDA USU Gambar Lampiran G.3. Pembudidayaan Ikan Nila dalam Aquarium di UPT LIDA USU Universitas Sumatera Utara Gambar Lampiran G.4. Pelaksanaan Analisis Sampel di Laboratorium RISPA Medan Gambar Lampiran G.5. Pelaksanaan Analisis Sampel di Laboratorium RISPA Medan Universitas Sumatera Utara Gambar Lampiran G.12. Ikan yang dibudi dayakan dalam campuran air tawar dan air laut Universitas Sumatera Utara Gambar Lampiran G.11. Ikan yang dibudi dayakan dalam campuran air tawar dan air laut Universitas Sumatera Utara Gambar Lampiran G.6. Pemberian pakan ikan di Laboratorium UPT LIDA USU Gambar Lampiran G.7. Budidaya Ikan Nila dalam Aquarium di Laboratorium UPT LIDA USU Universitas Sumatera Utara Gambar Lampiran G.8. Pelaksanaan analisis sampel di Laboratorium Analitik USU Universitas Sumatera Utara Gambar Lampiran G.9. Pelaksanaan analisis sampel di Laboratorium Analitik USU Universitas Sumatera Utara Gambar Lampiran G.13. Ikan yang dibudi dayakan dalam campuran air tawar dan air laut Universitas Sumatera Utara
Efektifitas Pertumbuhan Bibit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Pengaruh Mineral Fe, Na, Ca, Mg, Dan Cl Pada Akuarium Air Tawar Dan Campuran Air Tawar Dan Air Laut. Analisa Natrium Na Analisa Kalsium Ca Analisa Magnesium Mg2 Analisa Klorida Cl Besi Natrium Kalsium Mineral Ikan Nila TINJAUAN PUSTAKA KESIMPULAN DAN SARAN 41 Efektifitas Pertumbuhan Bibit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Pengaruh Mineral Fe, Na, Ca, Mg, Dan Cl Pada Akuarium Air Tawar Dan Campuran Air Tawar Dan Air Laut. Pakan Buatan Pelet Akuarium Penentuan Kadar Klorida Cl dalam Sampel Permasalahan Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Metodologi Percobaan Lokasi Penelitian Prinsip Dasar Spektrofotometri Serapan Atom Instrumentasi Spektrofotometri Serapan Atom Spektrofotometri Ultraviolet dan Tampak Visibel Titrasi Asidi-Alkalimetri Titrasi Argentometri
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Efektifitas Pertumbuhan Bibit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Pengaruh Mineral Fe, Na, Ca, Mg, Dan Cl Pada Akuarium Air Tawar Dan Campuran Air Tawar Dan Air Laut.

Gratis