Kantor Bupati Tapanuli Utara (Arsitektur Metafora)

 5  42  117  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KANTOR BUPATI TAPANULI UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 – TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2010 / 2011

  KANTOR BUPATI TAPANULI UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 – TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2010 / 2011 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh GelarSarjana Teknik Arsitektur Oleh : KANTOR BUPATI TAPANULI UTARA (ARSITEKTUR METAFORA)OLEH : ELIAKIM SOPAN HUTABARAT 070406051 Medan, Juni 2011Disetujui Oleh : Pembimbing I Pembimbing II Ir. Rudolf Sitorus, MLA Ir.

ELIAKIM SOPAN HUTABARAT 070406051 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011

  KANTOR BUPATI TAPANULI UTARA (ARSITEKTUR METAFORA)OLEH : ELIAKIM SOPAN HUTABARAT 070406051 Medan, Juni 2011Disetujui Oleh : Pembimbing I Pembimbing II Ir. Rudolf Sitorus, MLA Ir.

M. HUTABARAT

B. SIPAHUTAR

JUGA UNTUK SAUDARAKU YANG KUKASIHI

  T. Hutabarat, Spd/J.

V. Hutabarat/L. Hutauruk M. Hutabarat/A. Sinaga, SH Febrina Hutabarat, Amd Dewi Hutabarat, Amd Rina Hutabarat, AmKeb Sartika Hutabarat Daniel Hutabarat Siska Hutabarat Tota Hutabarat Torang Hutabarat Immanuel Hutabarat

I LOVE YOU ALL

KATA PENGANTAR

  Sipahutar yang telah membesarkan penulis sampai saat ini dan berhasil meraih gelar Sarjana Teknik dan telah banyak memberikan dorongan,Doa serta bantuan materil kepada penulis. Padakesempatan ini penulis juga memohon maaf atas kekurangan dan kesalahan skripsi ini dan penulis bersedia menerima saran dan kritik yang sifatnya mebangun untukmelengkapi penyempurnaan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Seorang pemimpin (leadership) adalah seseorang yang yang mempunyai “bawahan”

  Di bidang pertanian Tarutungunggul dalam tanaman holtikultura yang sudah diekspor sampai keluar negeri, di bidang pariwisata Tarutung memiliki wisata rohani yaitu Salib Kasih yang sudah terkenal dimana-mana selain itu Tarutung merupakan pusat Gereja HKBP se-dunia, ada juga wisata alam yaitu Permandian Air soda dan Air panas, sedangkan di bidang budaya masyarakat Tarutungterkenal dengan keramah tamaan masyarakatnya dan menjungjung tinggi budaya Batak Toba. TUJUAN DAN MANFAAT Adapun Tujuan dari perancangan ini yaitu menyediakan fasilitas kantor BUPATITapanuli Utara, yang selama ini memang masih memiliki permasalahan di berbagai aspek, oleh karena itu dengan menggunakan program kegiatan yang sudah ada dari kantor PTCIPTA KARYA saat ini, serta untuk membangun suatu karya arsitektur yang dapat mewadahi dan membina aktivitas yang berhubungan dengan aktivitas daerah.

I. 4. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN

1. Ruang Lingkup Substansial

  Fungsi - Batasan fungsi adalah kegiatan yang akan dilangsungkan dalam kantor Bupati pada umumnya bersifat melayani, resmi dan formal. Bentuk dan Ruang, Bagaimana bentuk dan ruang dalam arsitektur jika ditinjau dari segi: Gubahan Massa, yang diantaranya adalah sbb” b.

2. Ruang Lingkup Spasial Batas-Batas

Batas-batas wilayah geografis wilayah perencanaan dan perancangan KantorPemerintahan Daerah di Tarutung Lokasi Kantor Bupati (existing ) 1 2 5 4

3 Gbr I.. Kawasan kantor Bupati Tapanuli Utara

  Sumber : Dokumen pribadiKETERANGAN 1) Kantor Polres Tapanuli Utara Kantor yang terletak di sebelah utara kantor bupati ini merupakanbangunan yang juga sudah memiliki usuia cukup tua. Jarak antara kantorBupati dengan kantor Polres sekitar 5 meter.

2) Kantor Kodim Tapanuli Utara 3) Rumah warga 4) Sopo Partungkoan, Gedung DPRD dan Balai kota

  Rumah ini berada tepat dibelakang kantor bupati, saat ini rumah inidihuni oleh salah satu pejabat di daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Gedungini sering digunakan untuk acara-acara yang beersifat umum.di sebelah kanan terdapatkantor DPRD, dan sebelah kiri terdapat balai kota.

5) Tugu Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII

  Salah satu tokoh dari Tapanuli Utara adalah Sisingamngaraja XII yangjuga termasuk pahlawan nasional. Tugu sisingamangaraja berada tepat didepan kantor Bupati TapanuliUtara Gbr I.8.

I. 5. METODOLOGI PERANCANGAN

I. 6. ALUR BERPIKIR

Dalam mencari pemecahan arsitektur terhadap masalah-masalah yang ada, dilakukan beberapa tahap penelitian, yaitu : F E E D B A C K STUDI BANDING Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan kantor Bupati Tapanuli UtaraProgram Ruang,Konsep Perancangan,Tapak Terpilih Terhadap aspek pelaku kejahatan,kebutuhan ruang,penataan ruang dan sirkulasiPendekatan Program Perencanaan dan Perancangan ArsitekturAspek Fungsional,Aspek Kontekstual,Aspek Kinerja,Aspek Teknis,Aspek Terhadap kapasitas ruang dan besaran ruang serta pendekatan mengenai lokasi dan pajak Pemerintahan Kabupaten. TINJAUAN PUSTAKA - Tinjauan umum kantor. TaputKESIMPULAN, BATASAN dan ANGGAPAN DATA Originalitas Urgensi ANALISA LATAR BELAKANG Aktualitas

ANALISA KUANTITATI

ANALISA KUALITATIP

I. 7. STEMATIKA LAPORAN

  BAB III ELABORASI TEMA berisikan tentang pengertian tema, interpretasi tema, keterkaitan tema dengan judul dan studi banding arsitektur yang mempunyai tema sejenis. BAB V KONSEP perancangan berisikan tentang konsep perancangan tapak, pencapaian dan entrance, zoning tata guna lahan, massa dan bentuk bangunan, open space dan taman, area parkir, perangkat lunak, dan penerapan tema BAB VI DESAIN AKHIR ( hasil perancangan) berisikan tentang gambar rancangan dan maket.

BAB II DESKRIPSI PROYEK II. 1. TINJAUAN UMUM II.1.1. Tinjauan Terhadap Kota Tarutung

a. Sejarah Perkembangan Kota Tarutung

  tersebut adalah KabupatenTapanuli Utara Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, maka untuk meningkatkan daya guna pemerintahan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan di daerah ini, maka pada tahun1964 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu KabupatenTapanuli Utara dan Dairi. 12Tahun 1998 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten DaerahTingkat II Mandailing Natal Kemudian pada tahun 2003, Kabupaten Tapanuli Utara untuk yang ketiga kalinya dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan KabupatenHumbang Hasundutan sesuai dengan UU No.

b. Letak dan Kondisi Geografis

  Gambar menunjukkan posisi provinsi sumatera utara terhadap provinsi lainnyaGbr II.1 Peta Sumatera Gambar menunjukkan Posisi Kabupaten Tapanuli Utaraterhadap kabupaten lainnya di Sumatera utara. Gbr II.2 Peta Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu kabupaten dalam wilayah3.793,71 Sumatera Utara dengan luas Belum Termasuk Luas Danau Toba :6,60 Km2/ , terletak pada posisi 10 20’ - 20 41’ Lintang Utara dan98005’–99016’ Bujur Timur dengan ketinggian bervariasi.

c. Penduduk dan Tenaga kerja

Tahun (Jiwa) JumlahPenduduk Akhir 576 1.009528 731 Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Desa/KelurahanTahun 2008Sumber BPS Tapanuli Utara JUMLAH 2008 107,68 39.129 39.289 350,54JUMLAH 2007 107,68 38.566 38.727 345,53 Tabel II.1. 93,15 131,1087,80 71,36 596,18 373,13322,67 226,03282,29 499,50 7.685,00 1.436,474.575,96 2.495,003.880,65 293,14 1.004,60 247,80516,67 195,38 122,30 422,40162,44 142,95114,57 221,68885,50 361,07274,07 647,22 1.016 439314 67,76 495 988999 816 1.221 4.7594.990 2.4061.026 2.0271.194 1.210 1.239 775635 1.537 946 1.247932 874 1.135 4011.053 1.771 984 995812 1.011438 313 Tahun(Jiwa) Jiwa)Kepadatan Penduduk Desa/Kelurahan Luas (Km2 ) JumlahPenduduk Pertengahan 870 1.234772 633 1.763 9431.242 929 1.004 525728 1.131399 1.049 2,19 3,52,00 7,758,76 5,000,44 574 3,5 3,43,2 3,75 8.50 8,251,25 4,57,94 3,54,75 2,002,62 4,551,44 0,874,56 1,53,25 0,20,85 1,042,00 0,62 5001 Siandor-andor 002 Hutapea Banuarea003 Parbubu Pea 004 Parbubu II005 Parbubu Dolok 006 Hutatoruan VIII007 Parbubu I 008 Hutatoruan I009 Sosunggulon 010 Parbaju Toruan011 Hapoltahan 012 Hutatoruan IV013 Aek Sian Simun 014 Hutatoruan V015 Hutatoruan VI 016 Hutatoruan XI017 Hutatoruan IX 018 Hutatoruan X019 Hutatoruan VII 020 Partali Toruan021 Parbaju Tonga 022 Simamora023 Hutagalung Siwalu ompu 024 Siraja Oloan025 Hutauruk 026 Parbaju Julu027 Partali Julu 028 Sitampurung029 Jambur Nauli 030 Sihujur031 Hutatoruan III 4 3 2 1 (Jiwa/Km 2 ) 1.531 1.2154.740 4.9702.397 1.0212.019 1.1891.205 493

d. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

  Kawasan Lindung Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup, yang terdiri dari : Kawasan Budidaya Kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dansumber daya buatan. Selain itu juga akan diteruskan/dikembangkan beberapa objek wisata alam, budaya dan agama yang terdapat di Kecamatan Muara, Adiankoting, Sipoholon dan Tarutung.

II. 1.2 Pemilihan Lokasi

a. Data Umum Proyek

  Area Pelayanan Daerah komersil dan ruang terbuka adalah lingkungan sekitar yang dapat salingmendukung dengan bangunan yang akan direncanakan.diharapkan dengan adanyalingkungan ini dapat memperkuat posisi kantor Bupati. Kebisingan Keadaan bebas dari kebisingan dan getaran yang berlebihan merupakan hal yang bersifatmutlak.

b. Analisa Pemilihan Lokasi

  Berdasarkan tinjauan terhadap fungsi bangunan yang bersifat pemerintahan, maka sebaiknya kantor Bupati dibangun di sekitar pusat perkantoran yang areapelayanannnya mudah diakses dari berbagai wilayah di Tarutung. II.7 Peta Alternatif B Gbr.

1. Alternatif Lokasi

Potensi Batas-batas Batas-batas Potensi Batas-batas

c. Penilaian Alternatif Lokasi Potensi Lokasi Lokasi A

  Tata Guna Lahan Kawasan Perkantoran Kawasan permukiman Kawasan permukiman,perkantoran dan pendidikan Kondisi SiteCukup Baik Baik Sangat baik Tabel II.3 Penilaian Alternatif Lokasi Adapun hal yang paling penting terhadap kriteria pemilihan likasi untuk KantorBupati Tpanuli Utara adalah:  Suasan cukup tenang dan nyaman. Berada di sekitar lingkungan perkantoran. Pencapaian oleh kendraan pribadi, angkutan umum, dan pejalan kaki. Pencapaian langsung dari jalan utama. Selain itu dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 Pasal 5 tentang perubahan atas peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang pengadaan tanah bagipelaksanaan untuk kepentingan umum, maka lokasi pembangunan kantor Bupati Tapanuli Utara akan dibangun di lokasi yang lama.

d. Penilaian Alternatif Lokasi Site

a. Terminologi Judul Dalam mengartikan gedung perkantoran,akan diartikan perkata,yaitu:

  Konsep kantor itu sendiri bukan mengenai manusia maupun benda fisik,namun lebih kepada pengaturan serta pergerakan manusia dan benda-benda di dalam nya pada jarak-jarakyang berkaitan g dengan peraturan dan kontrol. Berdasarkan Hirarki yaitu: Dari klarifikasi di atas maka kantor bupati ini merupakan Besar bersumber pada kenaikan secara ilmiah dan beban alamiah untuk lapangan pekerjaan itu (ruangan yang cukup,ruangan kerja pribadi yang tersusun,sirkulasiudara,pencahayaan,perlindungan yang cukup terhadap gangguan-gangguan ).75% hari-hari kerja berlangsung di dalam ruang kerja yang sempit dan lebar.

d. Tata Ruang Perkantoran System

  Semua ruangan yang di manfaatkan cahaya siang atau cahaya buatan di kelompokkan di sekitar ruang inti lalu lintas vertical(lift,ruangtangga,cerobong ventilasi) atau ruang inti konstruksi bangunan yang kokoh yang terletak di luar. Ruangan kerja yang besar terletak diluar, kedap suara, pengudaraan dan pencahayaan berasal dari langit-langit dan ruangan-ruangan kerja sempityang mengitari di sebelah luarnya diterangi cahaya siang.

II. 2.2 Tinjauan Terhadap Kantor Bupati

a. Kondisi Umum Kantor Bupati Tapanuli Utara Masa Kini

  Dinamikapembangunan yang terus berkembang terutama sejak penerapanDesentralisasi dan Otonomi Daerah berdasarkan undang-undang Nomor 22 tahun 1999 Bupati sesuai dengan tupoksinya merupakan pimpinan tertinggi dalam pemerintahan di tingkat kabupaten, agar Bupati dapat menjalankan tupoksinya maka diperlukan fakto-faktor pendukung yang merupakan Kekuatan, Ancaman, Peluang dan Kelemahan Bupati baik faktor-faktor pendukung internal Bupati maupun faktor eksternal. Adanya Undang-undang Nomor 32 Tahun2004 tentang pemerintah Daerah danNomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang membrikan peran yang lebih besar kepada daerahuntuk mengurus urusan rumah tangga.

d). Tantangan

  Banyaknya peraturan baru mengenai proses dan produk perencanaan dan penganggaran daerah. Masyarakat yang semakin kritis terhadap proses dan hasil-hasil pembangunan dan anggapan bahwa perencanaan yang telah disusun belum matang.

b. Struktur Organisasi

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Utara tentangPembentukan Susunan Organisasi Pemerintah Daerah Tapanuli Utara, pelaksanaanOrganisasi Pemerintah Daerah yang meliputi jenis, jumlah dan bentuknya adalah sebgai berikut :

1. Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara

  Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara dipimpin oleh seorang SekretarisDaerah yang berkedudukan sebagai unsur Staf Pemerintah Daerah dan bertanggungjawab kepada Bupati Tapanuli Utara. b) Assiaten Ekonomi dan PembangunanMembawahi 4 (empat) bagian yaitu : 1) Bagian Penyusunan Program2) Bagian Perekonomian3) Bahian Sosial Budaya4) Bagian Pemuda dan Olah Raga c) Assiaten Administrasi dan UmumMembawahi 4 ( empat) bagian yaitu : 1) Bagian Umum2) Bagian Keuangan3) Bagian Perlengkapan dan Perlengkapan Setiap asisten memiliki 1 staf.

2. Organisasi Lembaga Teknisi Daerah Kabupaten Tapanuli Utara

  Masing-masing Badan membawahi 1 ( satu ) “ Bagian Tata Usaha “ dan 3 kepala Bidang dan masing-masing Kepala Bidang membawahi 2 kepala sub Bidang , sedangkan bagian TataUsaha membawahi 2 sub bagaian . Masing-masing kabag dan kabid memiliki 2 asisten, masing-masing kasubbag dan kasubbid membawahi 4 staf .

BUPATI SEKDA WAKIL BUPATI

3 KANTOR 4 BADAN 10DINAS ASISTEN TATA PRAJA BAGIAN PEMERINTAHAN BAGIAN KESATUAN BANGSA DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT BGIAN HUKUM DAN ORGANISASI ASIATEN EKONIOMI DAN PEMBANGUNAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN PEREKONOMIAN BAGIAN SOSIAL BUDAYA BAGIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA ASISTEN ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN UMUM BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN PERALATAN BAGAN STUKTUR ORGANISASI BADAN PERANCANGAN PEMBANGUNAN DAERAH KEPALA BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN UMUM DAN KEUANGAN SUBBAGIAN PERANCANGAN DAN PELAPORAN BIDANG PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA SUB BIDANG PERTANIAN INDUSTRI PERDAGANGAN DAN SDA LAUT SUB BIDANG KEUANGAN PENGEMBANGAN DUNIA USAHA BIDANG PERENCANAAN SDM DAN SOSIAL BUDAYA SUBBIDANGKEPENDUDUKAN/TENAGA KERJA,PENDIDIKAN,MENTALSPRITUAL DAN BUDAYA SUB BIDANG PEMERINTAHANUMUM,KOMUNIKASI,HUKUM,KE SEJAHTERAAN SOSIAL,DANPERANAN PEREMPUAN BIDANG PERENCANAAN SARANAN DAN PRASARANA SUB BIDANG TATA RUANG,PENGEMBANGAN WILAYAH DANLINGKUNAGAN HIDUP SUB BIDANG PERHUBUNGAN,PENGAIR AN DAN SUMBERDAYAAIR BAGAN STUKTUR ORGANISASI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KEPALA BAGIAN TATA USAHA SUBBAG UMUM DAN SUBBAG KEUANGAN PERENCANAAN DAN PELAPORAN BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PENGADAAN DAN BIDANG PENGEMBANGAN MUTASI KARIER LATIHAN SUB BIDANG DIKLAT JABATAN SUB BIDANG SUB BIDANG STRUKTURAL PENGADAAN JABATAN KARIER STUKTURAL SUB BIDANG DIKLAT JABATAN SUB BIDANG SUB BIDANG FUNGSIONAL MUTASI PEGAWAI PENSIUN BAGAN STUKTUR ORGANISASI, BADAN PENGAWASAN DAERAH KEPALABAGIAN TATA USAHA SUBBAG UMUM DAN KEUANGAN SUBBAG PERANCANGAN DAN PELAPORAN BIDANG PEMERINTAHAN SUB BIDANG APARATUR SUB BIDANG PEMERINTAHAN UMUM BIDANG KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN SUB BIDANG PAJAK DAN RETRIBUSI SUB BIDANG KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PEREKONOMIAN DAN SOSIAL SUB BIDANG PEREKONOMIAN SUB BIDANG SOSIAL BAGAN STUKTUR ORGANISASI BADAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA KEPALABAGIAN TATA USAHA SUBBAG SUBBAG UMUM PERENCANAAN DAN DAN KEUANGAN LAPORAN BIDANG SUMBER DAYA ALAM BIDANG EKONOMI BIDANG KELEMBAGAAN DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN SOSIAL BUDAYASUB BIDANG SUB BIDANG SUB BIDANG PELESTARIAN DAN KELEMBAGAAN PEMBANGUNAN PEMANFAATAN SDA MASYARAKAT DAN PAJAK SUB BIDANG USAHA SUB BIDANG EKONOMI KELUARGA DAN PEMASYARAKATAN SUB BIDANG MASYARAKAT DAN BANTUAN TTG PENGEMBANGAN SDM DAN SWADAYA GOTONG ROYONG DAN MASYARAKAT

II. 2.3 Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang

  Semua persyaratan mengenai besaran maupun biaya bangunan untuk kantor pemerintah sebenarnya sudah diatur standarnya didalam keputusan Menteri Nomor :33/KTS/M/2004 tentang pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara , seperti yang tertera pada tabel dibawah ini. STANDAR LUAS RUANG GEDUNG KANTOR A.

STANDAR LUAS RUANG GEDUNG KANTOR

  RUANG KERJA1) RUANG RAPAT = 1,2 M2/Orang 2) RUANG ARSIP = 0,4 M2/Orang3) WC / URINOIR = 2 M2 /25 Orang4) MUSHOLA = 1,8 M2 / Orang5) RUANG SIRKULASI = 25 % total luas ruangTetapi dalam kasus ini banyak dilakukan penyesuaian terhadap basaran ruang , sesuai dengan standart data arsitek maupun standart yang terhadap pada buku Time Server tentangperkantoran ,sedangkan masalah kriteria ruang disesuaikan dengan hirarki stuktur organisasi pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara. Menurut Data Arsitek ada beberapa jenis besaran meja rapat berikut besaran ruang yang dibutuhkan , hal ini disesuaikan dengan kebutuhan jumlah pemakai dari suatu ruangan ,seperti yang terlihat pada beberapa gambar berikut .

II. 2.4 Studi Banding

  Hal ini bertujuan memberikan kesan megah pada bangunandan sekaligus lapangan yang ada di depan bangunan dapat di gunakan sebagai lapangan upacara maupun acara-acara lain yang membutuhkan ruang yang luas ,seperti yang terlihat pada rekaman gambar di bawah ini . Pola ruang pada bangunan kantor Bupatinya diletakkan simetris untuk memberikan kesan formal yang memudahkan pengunjung untuk menemukan ruangyang akan ditujunya , dimana ruang-ruang dengan fungsi dan hirarki yang relatif sama diletakkan berdekatan dan saling berhadapan dengan koridor yang berada di antararuang yang berhadapan , seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.

UNIT UNIT KERJA KERJA UNIT UNIT KERJA KERJA UNIT UNIT KERJA KERJA

  KORIDOR Contoh berikutnya adalah KANTOR BUPATI BADUNG, kompleks kantor ini juga jauh dari keramaian dan memiliki ruang terbuka yang cukup luas, selain itu bentuk banguanpemerintah kabupaten Badung ini juga simetris. II.13 Kantor Bupati Badung Kesan bangunan perkantoran ini mengadopsi identitas daerah tersebut, yaitu dari segi bentuk atapnya, selain kesan berani dan adil bangunan ini juga terkesan megah.

BAB II I ELABOBRASI DAN INTERPRETASI TEMA III.1. Latar Belakang Pemilihan Tema Corak dan ketinggian dan budaya selalu dilihat dari bentuk dan hasil budaya itu

  Pada Akulturasi Integrasi masyarakat maupun menyerap unsur-unsur asing untuk memperkokoh Bidaya setempat dan mengembangkan jati dirinya,sedangkan padaAkulturasi dominasi aspek budaya asing yang dominan akan merigikan identitas budaya local.” A less extreme acculturasi “ akan memberi peluang “local genius” meng-akombinasikan unsur-unsur budaya dari luar dan selanjutnya mengintegrasikan kedalam budaya etnik. Adapun hal-hal lain yang melatarbelakangi mengapa “Arsitektur metafora” dipilih sebagai tema diantaranya yaitu:Lokasi proyek berada di kota TARUTUNG, Tapanuli Utara yang mayoritasnya  penduduknya sangat menjunjung tunggi nilai budaya.

a. Pengertian Arsitektur Metafora

  Antoniades, 1990 dalam ”Poethic of Architecture” Suatu cara memahami suatu hal, seolah hal tersebut sebagai suatu hal yang lain sehingga dapat mempelajari pemahaman yang lebih baik dari suatu topik dalam pembahasan. Menurut Charles Jenks, dalam ”The Language of Post Modern Architecture” Metafora sebagai kode yang ditangkap pada suatu saat oleh pengamat dari suatu obyek dengan mengandalkan obyek lain dan bagaimana melihat suatu bangunan sebagai suatu yanglain karena adanya kemiripan.

b. Sejarah Budaya Batak

  Raja yang bersangkutan adalahRaja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasilmemakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya.

III. 1.2 Interpretasi Tema

  Pengamatan mengenain pencerminan nilai budaya pada arsitektur , merupakan usaha untuk menelusuri kembali konsep maupun kaidah antara kedua hal tersebut dan hubunganyang terjadi antara keduanya, yang ada dan dikembangkan pada masa lalu, yang berguna bagi perumusan konsep dan pendekatan yang akan diterapkan pada perwujudannya saatsekarang adan akan datang melalui karya arsitektur. X yang terdiri atas lima buah kotak dengan posisi miring adalah hasil ekspresi dari gaya kinetik mobil-mobil yang sedang bergerak dengan kecepatantinggi dan merespon gaya sentrifugal dari Bundaran Hotel Indonesia yang padat.

III. 1.3 Kesimpulan Studi Banding

  Dari studi banding yang telah dibahas diatas, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu : 1. Mengaplikasikan karya arsitektur bangunan dengan penyesuaian terhadap lingkungan sekitar dan pemamfaatan potensi bentuk tapak.

BAB IV ANALISA PERANCANGAN IV.1.ANALISA KEBUTUHAN DAN BESARAN RUANG Kebutuhan ruang dan besaran ruang yang ada disesuaikan dengan jumlah pemakai dan

  BAGIAN Meja kerja Kabag 1set 7.7 KESATUAN Meja Kerja asisten - 2 set 8 BANGSA DAN KabagPERLINDUNGAN Sofa 1 set 9 MASYARAKAT Meja Kerja Kasubbag 3set 16.5 Meja kerja staff 12set 15.6 Sofa 1set 9 Sub.total 65.8 Sirkulasi 20% 13.16 Total 78.96 79 10. BAGIAN Meja kerja Kabag 1set 7.7 PEMUDA DAN Meja Kerja asisten - 2 set 8 OLAH RAGA KabagSofa 1 set 9 Meja Kerja Kasubbag 3set 16.5 Meja kerja staff 12set 15.6 Sofa 1set 9 Sub.total 65.8 Sirkulasi 20% 13.16 Total 78.96 79 16.

GRAND TOTAL

  RUANG BIDANG Meja kerja 1set 7.4 PERENCANAAN Meja asisten Kabid 2set 4 EKONOMI DAN Meja kasubbid 2set 16.5 KEUANGAN Meja staf 8set 10.4 Sofa 1set 9 Sub.total 40.3 Sirkulasi 20% 8.06 Total 48.36 48 4. RUANG BIDANG Meja kerja 1set 7.4 PENGADAAN Meja asisten Kabid 2set 4 DAN MUTASI Meja kasubbid 2set 16.5 Meja staf 8set 10.4 Sofa 1set 9 Sub.total 40.3 Sirkulasi 20% 8.06 Total 48.36 48 Meja kerja 1set 7.4 4.

IV. 2. ANALISA PENCAPAIAN

POLRES TAPUT

KE MEDAN

  Alternatif 1 : Pada daerah ini memiliki sirkulasi berupa jalan besar ( Jl negara), daerah ini juga termasuk salah satu daerah terpenting di kota Tarutung, yaituSimp Empat Tarutung. Site berada di Jl Mayjend Suprapto yaitu lokasi kantor bupati yang lama.terhubung langsung dengan Jl negara yaitu Jl sisingamangaraja.

IV. 3. ANALISA SIRKULASI

2 3

1 Gbr IV.2 Peta site (analisa sirkulasi)

  Jl ini merupakan jalan utama menuju site, intensitas kendraan yang lalu lalang tidak terlalu padat, jalan ini merupakan jalur dua arah dengan lebar 6 m. intensitas kendaraan yang sepi, memilik jalur dua araah dengan lebar 4 m.

IV. 4 ORGANISASI RUANG

  Unit Unit Unit Unit kerja kerja kerja kerjaUnit Unit Unit Unit kerja kerja kerja kerja Tanda panah menunjukkajalur sirkulasi, dan gambar diatas menunjukkan pola hubungan antar ruangyang nantinya disesuaikan dengan struktur organisasi pemerintahan yang telahdipaparkan sebelumnya. Secara umum demikianlah pola organisasi ruang di dala bangunan, dimana antar unit-unit kerja terdapat keterkaitan yang erat, dengan jalur sirkulasi sebagaipenghubung diantaranya.

IV. 5. ANALISA KEGIATAN / AKTIFITAS

  Secara umum kegitan yang berlangsung diperkantoran adalah ; mengetik, menulis , membaca,mengobrol ,duduk , berjalan . Dari kegiatan diatas dapat di simpulkan kebutuhanperabot kantor yang dibutuhkan.

PEGAWAI SIDE MAIN PARKIR ENTRANCE ENTRANCE LOBBY SIDE ENTRANCE

  Jika melalui side entrance dapat langsung menuju kantor sesuai dengan unit kerja masing-masing. Fasilitas –fasilitas yang tersedia sebagai sarana untuk aktifitas diatas adal;ah : 1) Ruang – ruang kerja sebagai fasilitas utama.

IV. 6.ANALISA KARAKTER LUAR DAN PENGHIJAUAN

  Karakter ruang luar yang direncanakan1) Secara umum ruang luar akan direncanakan menjadi 2 bagian yakni sebelah Timur pada site akan digunakan untuk bangunan Kantor Bupati dan di sebelah Barat pada site digunakan untuk parkir.2) Mengingat tuntunan ruang yang cukup banyak , yang mungkin akan menghasilkan perencanaan bangunan yang vertikal untuk mengatasi lahanyang sempit. Sebagai respon terhadap iklim setempat ,yakni daerah beriklim tropis ,maka perencanaan ruang luar disarankan lebih berdominan pada pengijauan dari pada perkerasan.: Pola penghijauan yang direkomendasikan adalah :1) Penghijauan publik : jalur penghijauan yang mengelilingi tapak yang berfungsi untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki pemakai jalur pedestrian.

IV. 7 ANALISA FASILITAS KENDARAAN AnalisanSarana Parkir Perencanaan zona-zona parkir di sarankan 2 alternatif

  Tetapi konsep ini mmempunyai satu kelemahan untuk perencanaan dengan multi massa, konsep ini akanmenyebabkan para pemilik kendaraan akan menempuh jarak yang cukup jauh untuk mencapai akses pada bangunan.2) Perencanaan zona parkir tersebar, penerapan konsep ini berbentuk perencanaan kantung-kantung parkir yang letaknya cukup strategis untukpencapaian akses pada bangunan . Perencanaan sirkulasi dalam bangunan mempunyai beberapa alternatif:1) Jalur sirkulasi koridor tunggal intern, alternative ini merupakan tata atur yang mana jalur sirkulasi intern bangunan terletak diantara ruang-ruang fungsionalperkantoran yang direncanakan.2) Jalur sirkulasi koridor ganda intern, sistem penataan ini merupakan penggandaan koridor tunggal di atas.

IV. 9 ANALISA PENATAAN DAN ORIENTASI MASSA BANGUNAN

Konsep massa bangunan direkomendasikan 5 alternatif :1) Konsep massa tunggal2) Orientasi bukaan pada bangunan disarankan mengarah pada utara dan selatan untuk menghindari pemanasan bidang fasade bangunan yang besar, apabila ideini tidak memungkinkan untuk diterapkan ,maka disarankan untuk direncanakannya peneduh pada sekitar bangunan yang tidak mengganggualiran sirkulasi udara.3) Penataan massa bangunan yang diterapkan akan berorintasi pada bangunan utama ( kantor bupati ) direkomendasikan suatu pola penataan berdasarkansumbu aksis yang menghubungkan titik berat tapak dengan titik berat ruang terbuka. 4) Tata alur untuk penzona biro-biro pemkab ialah dengan mengacu pada hirarki esoloning dari pada kepala bagian tiap-tiap biro yang di pimpinnya danhubungan keterkaitan bagian-bagian tersebut.

BAB V KONSEP Maka lokasi pembangunan kantor Bupati Tapanuli Utara yang baru tetap di lokasi lama yaitu jalan Mayjend Suprapto,Tarutung. Lokasi yang berbukit membuat kesan kekuasaan yang adil dan bearani, oleh karena itu bangunan kantor Bupati yang akan dirancang akan ditempatkan diposisi paling atas dari Site. V.1. ZONING FAKTA

1. Sesuai dengan keputusan sidang paripurna DPRD Tapanuli Utara, maka akan dibangun Kantor Bupati Tapanuli Utara yang Baru

2. Lokasi tetap, hal ini didasari dengan adanya

Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 Pasal 5 tentang perubahan atas peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan untuk kepentingan umum.

3. Lokasi Tapak yang berada di tanah yang Berbukit

6 KETERANGAN

  BANGUNAN UTAMA 4 3. FASILITAS OLAHRAGAGbr V.1 Zoning 3 2 1 2.

V. 2. KONSEP SIRKULASI

  Sirkulasi kendraan akan dibagi menjadi dua, yaitu parkir mobil yang berada didepan bawah bangunan utama, sedangkan untuk parkir kendraan roda dua berada di sisi kiri bangunanutama, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya macet atau semraut seperti yng sering terjadi. untk pejalan kaki semua sisi bangunan memiliki jalur pejalan kaki, yang nantinyaakan dipagari untuk menjaga keamanan.

V. 3. KONSEP BANGUNAN UTAMA

Sesuai dengan fungsinya bangunan utama ialah perkantoran Bupati Tapanuli Utara, maka bentuk dan konsepnya adalah simetris, bahwa bangunan yang simetris merupakan ciri khasdari bangunan/perkantoran pemerintah.Bangunan terdiri dari 3 lantai penzoninganGbr V.3 Zoning Horizontal Gbr V.4 Zoning Vertikal

V. 4. Sketsa

  Gbr V.5 Sketsa bentuk kolom bangunan kantor prmerintah pada umumnya ditonjolkan, hal ini bertujuan untuk memberi kesan yang berani gagah/kuat dan berkuasa. bentukan yang diinginkanGbr V.6 Bentuk Kolom Kolom-kolom ini yang diekspos pada bangunan merupakan ciri khas dari sebuah perkantoranpemerintah Sebagai sebuah kantor kepala daerah di tingkat kabupaten maka perlu ada identitas sebuah daerah tersebut, yaitu dengan adanya ornamen-ornamen pada banguan.

BAB VI HASIL PERANCANAGAN

DAFTAR PUSTAKA

  Ibrahim Mahmud dan A. Syari’at dan Adat Istiadat jilid 2 .

5. Ernest Neusfert ( Sunarto Tjahjadi ) ,Data Arsitek edisi 33 ,jilid II

  http://www.kantor bupati kabupaten Taput .go.id.htm7. Departemen pendidikan dan kebudayaan R.

9. Irawan Maryono ,dkk. pencerminan Nilai Budaya dalam Arsitektur di Indonesia

  Depdikmud : Kamus Umum Bahasa Indonesia , Balai Pustaka : Jakarta ,1970 14. Neufert ,Ernest : Data Arsitek ,Edisi I ,penerbit Erlangga ,Jakarta,1993 15.

Kantor Bupati Tapanuli Utara (Arsitektur Metafora) ANALISA FASILITAS KENDARAAN AnalisanSarana Parkir ANALISA KEGIATAN AKTIFITAS ANALISA PERANCANGAN ANALISA PENCAPAIAN ANALISA SIRKULASI ORGANISASI RUANG ANALISA SIRKULASI DAN BANGUNAN. Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kawasan Pertanian termasuk: Kawasan Pertambangan Kawasan Pariwisata Kawasan Perindustrian Kawasan Permukiman Arahan Pengembangan Sarana Prasarana Klasifikasi Kantor DESKRIPSI PROYEK Letak dan Kondisi Geografis Penilaian Alternatif Lokasi LOBBY Ruang duduk RUANG PENUNJANG PENDAHULUAN berisikan tentang kajian latar belakang, perumusan DESKRIPSI PROYEK berisikan tentang terminologi judul, lokasi, deskripsi ELABORASI TEMA berisikan tentang pengertian tema, interpretasi tema, ANALISA berisikan tentang analisa kondisi tapak, an Pengertian Arsitektur Metafora ELABOBRASI DAN INTERPRETASI TEMA Sejarah Budaya Batak ELABOBRASI DAN INTERPRETASI TEMA Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Organisasi Lembaga Teknisi Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Tata Ruang Perkantoran System TINJAUAN KHUSUS 1 Gedung Perkantoran Terminologi Judul Dalam mengartikan gedung perkantoran,akan diartikan perkata,yaitu: Fungsi dan Peran Kantor TUJUAN DAN MANFAAT PERUMUSAN MASALAH METODOLOGI PERANCANGAN ZONING KONSEP SIRKULASI KONSEP BANGUNAN UTAMA Sketsa
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Kantor Bupati Tapanuli Utara (Arsitektur Met..

Gratis

Feedback