Feedback

Kantor Bupati Tapanuli Utara (Arsitektur Metafora)

Informasi dokumen
KANTOR BUPATI TAPANULI UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 – TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2010 / 2011 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Oleh : ELIAKIM SOPAN HUTABARAT 070406051 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara KANTOR BUPATI TAPANULI UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) OLEH : ELIAKIM SOPAN HUTABARAT 070406051 Medan, Juni 2011 Disetujui Oleh : Pembimbing I Pembimbing II Ir. Rudolf Sitorus, MLA Ir. Dwi Lindarto, MT NIP. 195802241986011002 NIP. 196307161998021001 Ketua Departemen Arsitektur Ir. N. Vinky Rahman, M.T. NIP. 196606221997021001 Universitas Sumatera Utara SKRIPSI INI SAYA PERSEMBAHKAN BUAT KEDUA ORANG TUA SAYA, YANG SANGAT SAYA CINTAI M. HUTABARAT B. SIPAHUTAR JUGA UNTUK SAUDARAKU YANG KUKASIHI T. Hutabarat, Spd/J. Marbun, SE V. Hutabarat/L. Hutauruk M. Hutabarat/A. Sinaga, SH Febrina Hutabarat, Amd Dewi Hutabarat, Amd Rina Hutabarat, AmKeb Sartika Hutabarat Daniel Hutabarat Siska Hutabarat Tota Hutabarat Torang Hutabarat Immanuel Hutabarat I LOVE YOU ALL Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan perkuliahan dan penulisan skripsi ini, yang diajukan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Teknik Arsitektur di Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Dalam menyusun skripsi ini penulis menyadari banyak mengalami rintangan terutama kurangnya pengetahuan penulis serta buku literatur yang mendukung materi skripsi ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam kesempatan ini, penulis menyadari bahwa selama perkuliahan hingga selesainya Tuga Akhir ini telah banyak menerima bantuan moril maupun materil dari berbagai pihak maka dalam kesempatan ini penulis dengan tulus hati mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Teristimewa kepada yang tersayang dan tercinta Ayahanda M. Hutabarat dan Ibunda B.br. Sipahutar yang telah membesarkan penulis sampai saat ini dan berhasil meraih gelar Sarjana Teknik dan telah banyak memberikan dorongan, Doa serta bantuan materil kepada penulis. Tampa kasih sayang dan pengorbanannya penulis tiada berarti apa-apa.Luph u ma,pa. 2. Bapak Ir. N Vinky Rahman, MT selaku ketua jurusan Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Imam Faisal Pane, ST, MT selaku sekretaris jurusan Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Ir.Rudolf Sitorus, MLA, selaku Dosen Pembingbing I saya yang telah banyak memberikan saran dan kritik juga pinjaman beberapa buku dalam menyelesaikan tugas akhir ini, terima kasih pak. 5. Bapak Ir. Dwi Lindarto Hadihugroho, MT, selaku Dosen Pembingbing II atas pengarahan dalam tugas akhir ini. 6. Bapak Imam Faisal Pane, ST, MT dan Ibu Amy Marisa, ST, MSc selaku dosen penguji. 7. Seluruh Dosen dan Staf pegawai di Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara 8. Teristimewa Keluarga St M.P Sipahutar/ T.br Situmeang yang memberikan bantuan moril dan spritual mulai dari awal studi hingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. 9. Keluarga Drs. E Sipahutar yang telah banyak memberikan perhatian kepada penulis hingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini. 10. Teristimewa buat saudaraku yang kusayangi, T Hutabarat, Spd/ J Marbun, SE, V Hutabarat/ J Hutauruk, M Hutabarat/ A Sinaga, SH, Febrina Hutabarat, Amd, Dewi Hutabarat, Amd, Rina Hutabarat, AmKeb, Sartika, Daniel, Siska, Tota, Torang dan Immnuel. 11. Buat seseorang yang kucintai (Nengsi Tampubolon) yang selalu memberikan suport dan semangat juga cintanya, Terima kasih buat kamu Cie. 12. Buat teman-teman kampus Ebed, Radinal, Leo, Dolli, Roy, Vivi dan semua angkatan 2007. 13. Buat adek awak Falex, Tumpal dan anak 2010 yang turut membantu. 14. Buat semua anak kos Gg Duku No 2, Bg Adon, Bg Jhon, Fernando, Desmon, Waspada, Ken, Martin. Terima kasih atas bantuan dan hiburannya selama penulis menyusun tugas akhir ini. Semoga sukses Tiada kata yang terindah yang penulis persembahkan atas balas jasa kepada semua pihak yang telah disebutkan diatas selain ucapan terima kasih. Pada kesempatan ini penulis juga memohon maaf atas kekurangan dan kesalahan skripsi ini dan penulis bersedia menerima saran dan kritik yang sifatnya mebangun untuk melengkapi penyempurnaan skripsi ini. Semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semog skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Terima Kasih. Medan, juni 2011 Penulis Eliakim Sopan Hutabarat Nim: 070406051 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman BAB I BAB II : PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG. 1 I.2. TUJUAN DAN MANFAAT. 3 I.3. PERUMUSAN MASALAH. 3 I.4. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN. 4 I.5. METODOLOGI PERANCANGAN. 7 I.6. ALUR BERPIKIR. 8 I.7. STEMATIKA LAPORAN. 9 : DESKRIPSI PROYEK II. 1. TINJAUAN UMUM. 10 II.1.1. Tinjauan Terhadap Kota Tarutung. 10 a. Sejarah Perkembangan Kota Tarutung. 10 b. Letak dan Kondisi Geografis. 12 c. Penduduk dan Tenaga kerja. 14 d. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). 15 II.1.2 Pemilihan Lokasi. 18 a. Data Umum Proyek. 18 b. Analisa Pemilihan Lokasi. 20 c. Penilaian Alternatif Lokasi. 22 d. Penilaian Alternatif Lokasi Site. 23 Universitas Sumatera Utara II.2. TINJAUAN KHUSUS. 23 II.2.1 Gedung Perkantoran. 23 a. Terminologi Judul. 23 b. Fungsi dan Peran Kantor. 24 c. Klasifikasi Kantor. 24 d. Tata Ruang Perkantoran. 28 II.2.2 Tinjauan Terhadap Kantor Bupati. 28 a. Kondisi Umum Kantor Bupati Tapanuli Utara Masa Kini. 28 b. Struktur Organisasi. 30 1. Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara. 30 2. Organisasi Lembaga Teknisi Daerah BAB III Kabupaten Tapanuli Utara. 32 II.2.3 Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang. 38 II.2.4 Studi Banding. 41 : ELABOBRASI DAN INTERPRETASI TEMA III.1. Latar Belakang Pemilihan Tema. BAB IV 43 a. Pengertian Arsitektur Metafora. 45 b. Sejarah Budaya Batak. 46 III.1.2 Interpretasi Tema. 47 III.1.3 Kesimpulan Studi Banding. 49 : ANALISA PERANCANGAN IV.1.ANALISA KEBUTUHAN DAN BESARAN RUANG. 50 IV.2. ANALISA PENCAPAIAN. 66 IV.3. ANALISA SIRKULASI. 67 Universitas Sumatera Utara IV.4 ORGANISASI RUANG. 68 IV.5. ANALISA KEGIATAN / AKTIFITAS. 69 IV.6.ANALISA KARAKTER LUAR DAN PENGHIJAUAN. 70 IV.7 ANALISA FASILITAS KENDARAAN. 71 IV.8 ANALISA SIRKULASI DAN BANGUNAN. 73 IV.9 ANALISA PENATAAN DAN ORIENTASI MASSA BANGUNAN. BAB V BAB VI 75 : KONSEP V.1. ZONING. 76 V.2. KONSEP SIRKULASI. 77 V.3. KONSEP BANGUNAN UTAMA. 78 V.4. Sketsa. 79 : HASIL PERANCANGAN . 83 DAFTAR PUSTAKA. 103 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR HAL 1. Gbr I.1Peta Kab. Tapanuli Utara. . 2. Gbr I.2Kantor Bupati Tapnuli Utara. . 3. Gbr I.3 Kawasan kantor Bupati Tapanuli Utara. . 4. Gbr I.4 Kantor Polres Taput. 5. Gbr I.5. Kantor Kodim Taput. 6. Gbr I. 6. Rumah Warga. 7. Gbr I.7. Sopo Partungkoan. 8. Gbr I.8. Tugu sisingamangaraja XII. 9. Gbr II.I Peta Sumatera . 10. Gbr II.2 Peta Sumatera Utara. 11. Gbr II.3 Peta Tapanuli Utara. 12. Gbr II.4 Peta Kec Tarutung. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 1 2 5 5 6 6 6 7 12 12 13 13 Gbr.II.5 Peta Kec Tarutung. 20 Gbr.II.6 Peta Alternatif A. 20 Gbr.II.7Peta Alternatif B. 20 Gbr.II.8 Peta Alternatif C. 20 Gbr.II.9 Susunan Meja Rapat. 39 Gbr.II.10 Pola Hubungan Antar Ruang. 40 Gbr.II.11 Pola Peletakan Perabot. 40 Gbr.II.12 Kantor Bupati Deli Serdang. 41 Gbr.II.13 Kantor Bupati Badung. 42 Gbr.III.1 Gambar Stasiun TGV. 48 Gbr.III.2 E.X Plaza Indonesia. 49 24. Gbr IV.1 Peta Site (analisa pencapaian). 25. Gbr IV.2 Peta site (analisa sirkulasi) . 26. Gbr V.1 Zoning. 27. Gbr V.2 Konsep Sirkulasi. 28. Gbr V.3 Zoning Horizontal. 29. Gbr V.4 Zoning Vertikal. 30. Gbr V.5 Sketsa bentuk. 31. Gbr V.6 Bentuk Kolom. 32. Gbr V.7 Gambar cicak. 33. Gbr V.8 Singa-singa. 34. Gbr V.9 Gorga. 35. Gbr V.10 Pemakaian Gorga Dalam. . 36. Gbr V.11 Pemakaian Unsur Minimalis. 37. Gbr V.12 Ruangan Bupati. 38. Gbr V.13 Site Plan. 39. Gbr V.14 Ground Pland . 66 67 76 77 78 78 79 80 80 80 80 81 81 82 84 85 Universitas Sumatera Utara 40. Gbr V.15 Denah Lt 1. 41. Gbr V.16 Denah Lt 2. 42. Gbr V.17 Denah Lt 3. 43. Gbr V.18 Denah Atap. 44. Gbr V.19 Tampak depan dan belakang. 45. Gbr V.20 Samping. 46. Gbr V.21 Potongan A-A. 47. Gbr V.22 Potongan B-B dan C-C. 48. Gbr V.23 Rencana Atap. 49. Gbr V.24 Detail Atap. 50. Gbr V.25 Rencana Pondasi. 51. Gbr V.26 Detail Pondasi. 52. Gbr V.27 Rencana Pembalokan Lt 1. 53. Gbr V.28 Rencana Pembalokan Lt 2. 54. Gbr V.29 Rencana Pembalokan Lt 3. 55. Gbr V.30 Detail balok. 56. Gbr V.31 Foto-foto Maket. 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL HAL 1. Tabel II.1. Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Desa/KelurahanTahun 2008. 14 2. Tabel II. 2.Kriteria Pemilihan Lokasi . 19 3. Tabel II.3 Penilaian Alternatif Lokasi. 23 4. Tabel II.4 Pembagian ruang dalam kantor serta fungsinya. 27 5. Tabel II.5 STANDAR LUAS RUANG GEDUNG KANTOR. 38 6. Tabel IV.1 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor Bupati. 57 7. Tabel IV.2 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor Bappeda. 58 8. Tabel IV.3 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor BKD. 60 9. Tabel IV.4 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor Bawasda. 62 10. Tabel IV.5 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor BPMD. 64 11. Tabel IV .6 kebutuhan pencahayaan ruang luar terhadap fungsinya. . 74 12. Tabel IV.7 Perbandingan efesiensi energi dan waktu kadaluarsa pada beberapa jenis lampu . . 74 Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Seorang pemimpin (leadership) adalah seseorang yang yang mempunyai “bawahan” atau masyarakat, seorang pemimipin juga adalah seseorang yang mempunyai wibawa, pada dasarnya pemimpin salalu dihormati dan ditinggikan. Untuk memimpin masyarakatnya seorang pemimpin membutuhkan sebuah tempat atau kantor. Indonesia adalan negara yang terdiri atas 92 provinsi, 497 kota dan kabupaten. Setiap kabupaten dipimpin oleh seorang kepala daerah yaitu BUPATI. Tapanuli Utara merupakan salah satu dari sekian banyak kabupaten di Indonesia. Tapanuli Utara sampai saat ini sudah memekarkan 3 kabupaten yaitu Dairi, Tobasa dan Humbang Hasundutan.Bahkan sudah ada kabupaten yang memekarkan kembali.setelah pemekaran dari Tapanuli Utara yaitu kabupaten Samosir hasil pemekaran dari Tobasa. Setelah berpisah dari Kab Humbang Hasundutan saat ini Tapanuli Utara terdiri dari 15 kecamatan. Kelima belas kecamatan ini terbagi dalam 232 desa dan 11 kelurahan. Kecamatan yang paling banyak jumlah desa/kelurahan yaitu Kecamatan Tarutung (24 desa dan 7 kelurahan) dan yang paling sedikit jumlah desanya yaitu Kecamatan Simangumban (8 desa), sedangkan penduduknya saat ini berjumlah 272.587 jiwa yang terdiri dari 135.367 jiwa lakilaki dan 137.220 jiwa perempuan. Gbr I.1 .Peta Kab. Tapanuli Utara sumber : www.taputkab.go.id Universitas Sumatera Utara Kota Tarutung adalah Ibukota (IKAB) dari Kabupaten Tapanuli Utara. ”TARUTUNG” berasal dari Bahasa Batak Toba yang artinya disebut (DURIAN = TARUTUNG). Tarutung merupakan salah satu kabupaten yang memiliki banyak potensi di berbagai biadang contohnya di bidang pertaian, pariwisata dan bukan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan dan perbandingan. Pada awal tahun 1970-an muncul ide untuk mengkaitkan arsitektur 11 http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur 12 http://www.engineeringtown.com/teenagers/index.php/teknik-arsitektur.html CHAIRUNNISA (090406039) 41 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PUSAT SALIMAH SUMATERA UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) dengan bahasa, menurut Charles Jenks (1997) dalam bukunya “The Language of Post Modern” dimana Arsitektur dikaitkan dengan gaya bahasa, antara lain dengan cara metafora. Arsitektur Metafora Pengertian Metafora dalam Arsitektur adalah kiasan atau ungkapan bentuk, diwujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkan tanggapan dari orang yang menikmati atau memakai karyanya. Prinsip-prinsip metafora : - Mencoba atau berusaha memindahkan keterangan dari suatu subjek ke subjek lain. - Mencoba atau berusaha untuk melihat suatu subjek seakan-akan sesuatu hal yang lain. - Mengganti fokus penelitian atau penyelidikan area konsentrasi atau penyelidikan lainnya (dengan harapan jika dibandingkan atau melebihi perluasan kita dapat menjelaskan subjek yang sedang dipikirkan dengan cara baru)13. 3.2. Deskriptif Tema Menurut Antoniades (1992) dalam bukunya, “Poetic of Architecture : Theory of Design”, mengidentifikasi metafora arsitektur ke dalam 3 kategori, yakni : Intangible methaphors, (metafora yang tidak dapat diraba) metafora yang berangkat dari suatu konsep, ide, hakikat manusia dan nilai-nilai seperti : individualisme, naturalisme, komunikasi, tradisi dan budaya. 13 http://ndyteen.blogspot.com/2012/07/arsitektur-metafora-metaphor.html CHAIRUNNISA (090406039) 42 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PUSAT SALIMAH SUMATERA UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) Gambar 3.1. Nagoya City Art Museum Sumber : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/85/KurokawaNagoyaCityArtMuseum.jpg Metafora abstrak dapat kita lihat pada beberapa karya arsitek Jepang. Salah satu arsitek tersebut adalah Kisho Kurokawa. Kisho Kurokawa mengangkat konsep simbiosis dalam karya-karyanya. Kisho Kurokawa mencoba ‘membawa’ elemen sejarah dan budaya pada engawa (tempat peralihan sebagai “ruang antara” pada bangunan: antara alam dan buatan, antara masa lalu dan masa depan). Konsep ini diterapkan pada salah satu karya Kisho Kurokawa yaitu Nagoya City Art Museum. Sejarah dan budaya adalah sesuatu obyek yang abstrak dan tidak dapat dibendakan (intangible). Oleh karena itu, karya Kisho Kurokawa ini tergolong pada metafora abstrak. Tangible methaphors (metafora yang nyata), Metafora yang berangkat dari hal-hal visual serta spesifikasi / karakter tertentu dari sebuah benda seperti sebuah rumah adalah puri atau istana, maka wujud rumah menyerupai istana Gambar 3.2. Lyon TGV Station Sumber : http://teematoe.files.wordpress.com/2013/03/saint-exuperytgv_station_lyon.jpg CHAIRUNNISA (090406039) 43 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PUSAT SALIMAH SUMATERA UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) Stasiun TGV yang terletak di Lyon, Perancis, adalah salah satu contoh karya arsitektur yang menggunakan gaya bahasa metafora konkrit karena menggunakan kiasan obyek benda nyata (tangible). Stasiun TGV ini dirancang oleh Santiago Calatrava, seorang arsitek kelahiran Spanyol. Melalui pendekatan tektonika struktur,Santiago Calatrava merancang Stasiun TGV dengan konsep metafora seekor burung. Bentuk Stasiun TGV ini didesain menyerupai seekor burung. Bagian depan bangunan ini runcing seperti bentuk paruh burung. Dan sisi-sisi bangunannya pun dirancang menyerupai bentuk sayap burung. Combined methaphors (metafora kombinasi), merupakan penggabungan kategori 1 dan kategori 2 dengan membandingkan suatu objek visual dengan yang lain dimana mempunyai persamaan nilai konsep dengan objek visualnya. Dapat dipakai sebagai acuan kreativitas perancangan. Gambar 3.3. EX Plaza Indonesia Sumber : http://www.girinarasoma.com/wpcontent/uploads/2010/07/EX-Plaza-Indonesia1.jpg Untuk metafora kombinasi, dapat kita lihat pada E.X Plaza Indonesia, karya Budiman Hendropurnomo (DCM). Dalam buku “Indonesian Architecture Now”, Imelda Akmal menulis bahwa gubahan massa E.X yang terdiri atas lima buah kotak dengan posisi miring adalah hasil ekspresi dari gaya kinetik mobil-mobil yang sedang bergerak dengan kecepatan tinggi dan merespon gaya sentrifugal dari Bundaran Hotel Indonesia yang padat. Kolom-kolom penyangga diibaratkan dengan ban-ban mobil, sedangkan beberapa lapis dinding melengkung sebagai kiasan garis-garis ban yang menggesek aspal. Dari konsep-konsep tersebut, gaya kinetik merupakan sebuah obyek yang abstrak (intangible). Kita tidak dapat melihat gaya kinetik secara visual. Akan tetapi, ban-ban mobil merupakan obyek yang dapat kita CHAIRUNNISA (090406039) 44 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PUSAT SALIMAH SUMATERA UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) lihat secara visual (tangible). Perpaduan antara gaya kinetik (obyek abstrak) dan ban-ban mobil (konkrit) inilah yang menghasilkan metafora kombinasi 3.3. Interpretasi Tema “ .Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasaan (auratnya) kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya,. “ (Q.S. An-Nur :34) “.Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah kamu dustakan?. Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.” (Q.S. Ar-Rahman 56-58) Dalam melakukan perancangan terhadap Pusat Salimah Sumatera Utara, digunakan tema Combined methaphors (metafora kombinasi), dimana desain massa bangunan berasal dari ide wanita muslim yang identik dengan hijab dan keindahan. Wanita identik dengan kata indah. Pada proyek ini diaplikasikan dengan taman, permainan air yang identik dengan keindahan. Dan keindahan identik dengan surga. Wanita diibaratkan dengan permata yang dilindungi oleh kulit tiram. Dengan ide kulit tiram berfungsi sebagai hijab (penutup, penjaga diri) dari seorang wanita. Sehingga dapat mengintrepasikan fungsi bangunan sebagai pusat pelatihan perempuan. 3.4. Keterkaitan Tema dengan Judul Keterkaitan tema dengan proyek adalah penjelasan mengenai hubungan yang ada antara tema dengan proyek yang akan dirancang. Tema untuk proyek ini adalah Arsitektur Metafora, sedangkan judul proyek ini adalah Pusat Salimah Sumatera Utara. Pusat Salimah Sumatera Utara ini merupakan tempat pendidikan dan pengembangan perempuan khususnya muslimah sehingga aktivitas didalamnya harus nyaman. Bangunan ini mengambil ide dari wanita muslim yang identik dengan hijab dan keindahan. Dan ide tersebut diaplikasikan pada proyek ini agar bangunan ini memlliki identitas sebagai Muslimah Center sebagai tempat pendidikan dan pengembangan perempuan. CHAIRUNNISA (090406039) 45 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PUSAT SALIMAH SUMATERA UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) 3.5. Studi Banding Tema Sejenis 3.5.1 Esplanade Theatres on The Bay Esplanade – Theatres on the Bay adalah salah satu icon negara Singapura. Letaknya persis bersebelahan dengan Patung Merlion yang berada di Merlion Park. Ini adalah salah satu pusat seni tersibuk di dunia, dibuka resmi pada tanggal 12 Oktober 2002. Gambar 3.4. Esplanade Theatres on The Bay Sumber : http://www.wisatasingapura.sg/2009/11/13/esplanade-theatreson-the-bay-singapore/ Di tahun 1992, terpilih sebuah tim yang terdiri dari perusahaan lokal terkenal DP Architects (Singapura) dan Michael Wilford & Partners (Inggris) untuk memulai pekerjaan pembangunan pusat seni tersebut. Untuk mempertahankan keterkaitan antara masa lalu dan masa kini, pusat seni ini akhirnya dinamakan Esplanade – Theatres on the Bay. Esplanade bertujuan untuk menjadi pusat seni pertunjukan bagi semua kalangan, dan program-programnya menjangkau ke ragam audiens yang luas. Susunan programnya mencakup segala genre, termasuk musik, tari, teater dan seni visual, dengan fokus khusus pada budaya Asia. Saat ini, ikon arsitektur dengan rangka kembarnya yang unik ini berlokasi di dalam distrik pemerintahan Singapura, tepat di tepi Marina Bay di mulut Singapore River. Esplanade terdiri dari dua ruangan besar: sebuah teater dengan 2.000 kursi dan Concert Hall dengan 1.600 kursi, dan dilengkapi dengan dua studio yang lebih kecil, sebuah teater luar ruang serta sebuah mal. Dua kubah yang menjadi lokasi Teater dan Concert Hall dirancang dengan bahan kaca, untuk memberi kesan CHAIRUNNISA (090406039) 46 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PUSAT SALIMAH SUMATERA UTARA (ARSITEKTUR METAFORA) terbuka. Agar pusat seni tetap dingin di suhu tropis, lebih dari 7.000 keping penahan matahari dari aluminium bersama dengan rangka penutup berlapis glazur ganda dipasang pada rangka proyek Animation House ini, Parkiran ak kan dibagi m menjadi duaa pengguna: 1. Parkirann Staff Rodda dua Rodda Empat 2. Parkirann Pengunjung Rodda dua Rodda Empat Parkkir staff Rodaa dua  Paarkir Pengunjjung Roda Em mpat   Parkir Pengu unjung roda  dua   Gambar 5 .8. Konsep Paarkiran   nsep Desain n: Kon Stafff perusahaaan di desaain dengan Hiden Parrking atau parkir terssamar maksudnya beraada pada belakang b bangunan, b ssedangkan pengunjung parking langsung. Parkir langgsung dimaaksudkan ag gar memudaahkan peng gunjung mem markirkan kkendaraann nya dan pencapaian ke Entrance baangunan.    Universitas Sumatera Utara    V.33.6. Konse ep Drop Off O dan Area tunggu Droop off meruupakan bag gian pentingg pada sebu uah bangun nan, sehinggga bangunan yang baikk sudah sehaarusnya meemiliki drof off yang baaik dan jelass. Padda desain peerancangan proyek Annimation House ini, Konsep K Dropp off tidak k hanya sebaagai tempatt menurunk kan penumppang juga sebagai s areaa duduk/ arrea tunggu seperti funggsi Halte. Gambar 5.9. View  Drop Off   Gambar 5.10. View w Drop Off 2 2  Paada gambarr diatas dap pat dilihat ppenggunaan n penutup attap pada Drrop Off. Haal inni dimaksuddkan agar peengguna areea tunggu dapat d tetap berada b disan ana walaupu un peerubahan cuuaca, baik hujan h maupuun terik mattahari.    Universitas Sumatera Utara    V.3.6. Konse ep Citra/ Image I Baangunan terhadap t site Selaain dari benntukan/wuju ud massa bbangunan, permainan p warna yangg menarik. Image bangunan terhaadap site ju uga ditonjollkan dari Vocal V point yang ada. Seperti pelletakan ng kurcaci SSnow White and The Sevven Dwafts yang diamb bil dari Tuggu dan susunnan 7 patun konnsep salah saatu bangunaan Walt Dissney. Gambarr 5.12. The Te eam Disney  Buildingg (Burbank, Ca alifornia)  Gaambar V.11. V View Monume en   Jiika pada Thhe Team Dissney Buldinng, ketujuh kurcaci k men nopang banngunan maka pada desaain A Animation House H kurcaci akan mennyambut haangat para pengunjung dengan sen nyuman. Gaambar V.123 View 1   Gambar V.14. View 2 TTugu dimaksudkan sebaggai penanda  dan Image d dari bangunan ini baik daari area sekita ar Site  m maupun dari kejauhan se ejauh mata m memandang.     Universitas Sumatera Utara    BAB VI  HASIL PERANCANGAN   VI.1. GAMBAR PERANCANGAN Pada bab VI ini akan disertakan beberapa gambar kerja dari Proyek Animation House, antara lain: 1. SITE PLAN 2. GROUND PLAN 3. DENAH LANTAI 1 dan DENAH LANTAI 2 4. DENAH LANTAI 3 dan DENAH LANTAI 4 5. TAMPAK 6. POTONGAN dan DETAIL-DETAIL 7. PONDASI BASEMENT DAN PONDASI LANTAI 1 8. PEMBALOKAN LANTAI 2 dan LANTAI 3 9. PEMBALOKAN LANTAI 4 dan RENCANA ATAP 10. RENCANA P. KEBAKARAN LT 1 dan LT 2 11. RENCANA P. KEBAKARAN LT 3 dan LT 4 12. RENCANA ELEKTRIKAL LT 1 dan LT 2 13. RENCANA ELEKTRIKAL LT 3 dan LT 4 14. RENCANA AC LANTAI 1 dan LANTAI 2 15. RENCANA AC LANTAI 3 dan LANTAI 4 16. RENCANA SANITASI Lt 1 dan Lt 2 17. RENCANA SANITASI Lt 3 dan Lt 4 18. PERSPEKTIF EXTERIOR 19. AKSONOMETRI DENAH 20. PERSPEKTIF INTERIOR PADA RAMP GALLERY    Universitas Sumatera Utara    VI.11.1.  SITE PLAN     Gambar VI.1.  Site Plan     Universitas Sumatera Utara     VI.1.2. GROU UND PLAN N     G ambar VI.2 2. Ground P Plan    Universitas Sumatera Utara    VI.11.3. DENA AH LANTAI 1 dan DEENAH LAN NTAI 2       Gambar VI.3 G 3. Denah Laantai 1 dan Lantai 2    Universitas Sumatera Utara    VI.11.4. DENA AH LANTAI 3 dan DEENAH LAN NTAI 4   Gambaar VI.4. Denah lantai 3  dan lantai 44     Universitas Sumatera Utara     VI.1.5. TAMPAK     Gambar VI.5. Tamp pak Bangun nan     Universitas Sumatera Utara     VI.1.6. POTO ONGAN da an DETAILL‐ DETAIL      Gam mbar VI.6. Po otongan     Universitas Sumatera Utara     VI.1.7. POND DASI BASE EMENT  d dan PONDA ASI LANTA AI 1   G Gambar VI.7 7. Pondasi B Basement d dan Pondasii lantai 1     Universitas Sumatera Utara    VI.11.8. PEMB BALOKAN LANTAI 22 dan LANTAI 3         Gamb bar VI.8. Rencana Pem balokan lan ntai 2 dan Pembalokann lantai 3      Universitas Sumatera Utara     VI.1.9. PEMBALOKAN N LANTAI 44 dan REN NCANA AT TAP    Gambar VI.9. Rencanaa Pembalokkan lantai 4 dan Rencanna Atap      Universitas Sumatera Utara     VI.1.10. REN NCANA P. KEBAKAR RAN LT 1 d dan LT 2      Gamb bar VI.10. R encana P.Kabakaran Ltt 1 dan Lt2     Universitas Sumatera Utara     VI.1.11. REN NCANA P. KEBAKAR RAN LT 3 d dan LT 4      Gambar VI.11. R Rencana P.K Kabakaran LLt 3 dan Lt 44     Universitas Sumatera Utara    VI.11.12. RENCANA ELE EKTRIKAL  LT 1 dan LLT 2           Gamb bar VI.12. Reencana Elekktrikal  Lt 1 dan Lt 2    Universitas Sumatera Utara     VI.1.13. REN NCANA ELEKTRIKALL LT 3 dan LT 4        Gambar VI.13. R Rencana Ele ektrikal  Lt 3 dan Lt 4    Universitas Sumatera Utara     VI.1.14. REN NCANA AC C LANTAI 11 dan LAN NTAI 2   Gaambar VI.144. Rencana A AC Lt 1 dan Lt 2    Universitas Sumatera Utara     VI.1.15. REN NCANA AC C LANTAI 33 dan LAN NTAI 4   Gambar VI.1 G 15. Rencanaa AC Lt 3 dan Lt 4    Universitas Sumatera Utara     VI.1.16. REN NCANA SA ANITASI Ltt 1 dan Lt 2   Gaambar VI.166. Rencana SSanitasi  Lt 1 1 dan Lt 2     Universitas Sumatera Utara    VI.11.17. RENCANA SAN NITASI Lt  3 dan Lt 4 4      Gam mbar VI.17.  Rencana Saanitasi  Lt 3 dan Lt 4    Universitas Sumatera Utara    VI.11.18. PERSSPEKTIF EXTERIOR     Gambar VI.18. VIEW W DARI JALA AN MOJOPA AHIT Gambar V VI.19. VIEW W DARI JALA N MATARAM    Universitas Sumatera Utara        Gaambar VI.20 0.  AKSONOMETRI FASA ADE BELAKA ANG Gambar VI.21.  AKSSONOMETR RI     Universitas Sumatera Utara        Gaambar VI.22 2.  ENTRANC CE UTAMA KKE   Gambar VI.23.  VIEW SSIRKULASI     Universitas Sumatera Utara        Gambar VI.24.  VIEW W SIRKULASSI 1 Gambar VI.25.  VIEW W SIRKULASSI 2    Universitas Sumatera Utara        Gambar VI.26.  VIEW SSIRKULASI 33 Gambar VI.27.  VIEW SSIRKULASI 44    Universitas Sumatera Utara        Gaambar VI.28 8.  VIEW SUASANA ROO OF GARDEN N 1 Gaambar VI.29 9.  VIEW SUASANA ROO OF GARDEN N 2    Universitas Sumatera Utara      VI.11.19. AKSO ONOMETRI DENAH H   Gambar VII.30.  AKSON NOMETRI LA ANTAI 1 Gambar VII.31.  AKSON NOMETRI LA ANTAI 2    Universitas Sumatera Utara        Gambar VI.32.  AKSONO OMETRI LAN NTAI 2 Gambar VI.33.  AKSONO OMETRI LAN NTAI 3    Universitas Sumatera Utara    VI.11.20. PERSSPEKTIF IN NTERIOR P PADA RAM MP GALLE ERY        Gambarr VI.34.  VIEW W GALLERYYI 1 Gambarr VI.35.  VIEW W GALLERYYI 2    Universitas Sumatera Utara         Gambar VI.36.  VIEW W GALLERY  1 Gambar VI.37.  VIEW W GALLERY  2    Universitas Sumatera Utara        Gambarr VI.38.  VIEW INTERIO R 1 Gambarr VI.39.  VIEW GALLERYY 3    Universitas Sumatera Utara      Gambarr VI.40.  VIEW GALLERYY 4 Gambarr VI.41.  VIEW W INTERIOR R 2    Universitas Sumatera Utara    DAFTAR PUSTAKA    D.K.Chink, Francis, Arsitektur Bentuk, Ruang dan Susunannya, Penerbit Erlangga, Jakarta  De Chiara, John, Joseph & Callender, (1973), Times Saver Standard For Building Type, Mc Graw  Hill Book Company, New York.  Neufert, Ernst, (1997), Data Arsitek Jilid 1 Edisi 33, Terjemahan Sunarto Tjahjadi, PT. Erlangga,  Jakarta.  Neufert, Ernst, (1997), Data Arsitek Jilid II Edisi 33, Terjemahan Sunarto Tjahjadi, PT. Erlangga,  Jakarta.  Echol. John .M and Hasan Shadily. (2000). Animation in An English‐Indonesian   Dictionary  (  24th ed ). Jakarta : PT. Gramedia. 29.  Harmen. Hary. (1991). Animasi. Yogyakarta: Multi Media Training Centre. 2.  Salim. Peter. ( 1985). Animation in The Contempory English- Indonesia Dictionary. Jakarta: Modern English Press. 86. Departemen pendidikan dan kebudayaan. (1991). Animasi dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (2th ed.). Jakarta : Balai Pustaka. 65. Yustiniadi, danny.(1998) Tentang kartun. Semarang : Dahara prize. 11‐12  Wijaya. I Dewa Panu.(2003) Kartun : Studi tentang Permainan Bahasa. Jogjakarta: ombak 8-9. Bordwell David and Kristin Thompson. (2001). Film Art An Introduction(6thed). (Susan Binarti, Trans.). New York : McGraw-hill.46 Noer, Abdullah Syafik Noer.(2002, Desember). Teknologi Multimedia dan Sejarah Perkembangannya. Jurnal Grafis & Multimedia. (vol.3).2,93-94. Bordwell, David and Kristin Thompson. (2001). Film Art An Introduction(6th ed). ( Susan Binarti, Trans.). New York : McGraw-Hill.46    Universitas Sumatera Utara    WJS Poerwadarminta, (1976),  Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta:     Balai Pustaka  www.arcspace.com www.greatbuildings.com www.wikipedia.com www.worldarchitecturenews.com Encyclopedia Britannica, www.tripod.com http://www.desainproduk.com/news_artikel/artikel/animasi.htm. http://www.aime.wyvernweb.com/anim/walts.8.html id.wikipedia.org/wiki        Universitas Sumatera Utara
Kantor Bupati Tapanuli Utara (Arsitektur Metafora) ANALISA FASILITAS KENDARAAN AnalisanSarana Parkir ANALISA KEGIATAN AKTIFITAS ANALISA PERANCANGAN ANALISA PENCAPAIAN ANALISA SIRKULASI ORGANISASI RUANG ANALISA SIRKULASI DAN BANGUNAN. Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kawasan Pertanian termasuk: Kawasan Pertambangan Kawasan Pariwisata Kawasan Perindustrian Kawasan Permukiman Arahan Pengembangan Sarana Prasarana Klasifikasi Kantor DESKRIPSI PROYEK Letak dan Kondisi Geografis Penilaian Alternatif Lokasi LOBBY Ruang duduk RUANG PENUNJANG PENDAHULUAN berisikan tentang kajian latar belakang, perumusan DESKRIPSI PROYEK berisikan tentang terminologi judul, lokasi, deskripsi ELABORASI TEMA berisikan tentang pengertian tema, interpretasi tema, ANALISA berisikan tentang analisa kondisi tapak, an Pengertian Arsitektur Metafora ELABOBRASI DAN INTERPRETASI TEMA Sejarah Budaya Batak ELABOBRASI DAN INTERPRETASI TEMA Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Organisasi Lembaga Teknisi Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Tata Ruang Perkantoran System TINJAUAN KHUSUS 1 Gedung Perkantoran Terminologi Judul Dalam mengartikan gedung perkantoran,akan diartikan perkata,yaitu: Fungsi dan Peran Kantor TUJUAN DAN MANFAAT PERUMUSAN MASALAH METODOLOGI PERANCANGAN ZONING KONSEP SIRKULASI KONSEP BANGUNAN UTAMA Sketsa
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Kantor Bupati Tapanuli Utara (Arsitektur Metafora)

Gratis