Feedback

Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan

Informasi dokumen
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERILAKU KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2010 TESIS Oleh: DEPI MASRI 087013006/IKM PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERILAKU KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2010 TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk memperoleh Gelar Magister Kesehatan (M.Kes) dalam Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi Administrasi Rumah Sakit pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Oleh: DEPI MASRI 087013006/IKM PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERILAKU KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2010 Nama Mahasiswa : Depi Masri Nomor Induk Mahasiswa : 087013006 Program Studi : S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi : Administrasi Rumah Sakit Menyetujui Komisi Pembimbing : (Dr. Khaira Amalia F, S.E, Ak.M.B.A, M.A.P.P.I (Cert) ) Ketua Ketua Program Studi (Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si) (Masnely Lubis, S.Kp, M.A.R.S) Anggota Dekan (Dr. Drs. Surya Utama, M.S) Tanggal Lulus : 17 Februari 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji Pada tanggal : 17 Februari 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua Anggota : Dr. Khaira Amalia F, S.E, Ak.M.B.A, M.A.P.P.I (Cert) : 1. Masnely Lubis, S.Kep, M.A.R.S 2. Dr. Drs. Muslich Lufti, M.B.A, I.D.S 3. dr. Fauzi, S.K.M Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERILAKU KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2010 TESIS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah di ajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka. Medan, Maret 2011 DEPI MASRI 087013006/IKM Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pelayanan keperawatan di ruang rawat inap tidak terlepas dari perilaku kerja perawat dalam memberikan pelayanan. Tingkat kemangkiran perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan mengalami peningkatan, tahun (2008) 9 % perawat mangkir pada jam dinas menjadi 12% pada tahun (2009), keterlambatan perawat 11-18% pada tahun (2008) menjadi 15-20% pada tahun (2009) dari jumlah perawat yang bertugas di ruang rawat inap. Jenis penelitian ini merupakan explanatory survey yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja (kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai) terhadap perilaku kerja perawat (kemangkiran, keterlambatan dan cepat pulang) di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang sudah PNS di ruang rawat inap yang berjumlah 277 orang perawat. Sampel penelitian berjumlah 164 orang perawat yang diambil dengan simple random sampling. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner, dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja yang meliputi kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku kerja perawat yang meliputi kemangkiran, keterlambatan dan cepat pulang. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan perlu menurunkan tingkat kemangkiran perawat, keterlambatan dan cepat pulang dengan sering dan terus menerus melakukan supervisi dan audit daftar kehadiran perawat di ruangan. Kata kunci : Lingkungan Kerja, Perilaku Kerja, Perawat Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Nursing service in the in-patient wards cannot be separated from the work behavior of nurses in providing service. The absence of the nurses during working hours increased from 9% in 2008 to 12% in 2009 and the lateness of nurses increased from 11-18% in 2008 to 15-20% in 2009 of the total number of nurses working in the in-patient wards of Dr. Pirngadi General Hospital in the city of Medan. The purpose of this explanatory survey study was to analyze the influence of work environment (leadership and management, control over their workload, control over their practice, and adequate resources) on the nurses’ work behavior (absence, lateness and quick return) in the in-patient wards of Dr. Pirngadi General Hospital in the city of Medan. The populations of this study were 277 nurses and 164 of them were selected to be the samples for this study through simple random sampling technique. The data for this study were obtained through distributing questionnaires to the nurses. The data obtained were analyzed through multiple linear regression tests at α = 5%. The result of this study showed that work environment including leadership and management, control over their workload, control over their practice, and adequate resources significantly influenced on the nurses’ work behavior which includes absence, lateness and quick return. The management of Dr. Pirngadi General Hospital in the city of Medan is suggested to minimize the level of nurses’ absence, lateness and quick return through a continuous supervision and auditing the attendance list of the nurses in the inpatient wards. Key words: Work Environment, Work Behavior, Nurse Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirahim Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini yang merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Berikut selawat serta salam kita junjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat serta pengikutnya. Tesis ini berjudul: “Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan”. Sesungguhnya tesis ini tidak akan terwujud tanpa izin dari Allah SWT, serta bantuan dari semua pihak yang telah membantu penulis dalam mengatasi segala kendala dalam menyelesaikan tesis ini. Oleh karena pada kesempatan ini penulis sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada yang mulia Ayahanda dan Ibunda serta Istri tercinta dan seluruh keluarga atas segala bantuan moril dan material yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tesis ini. Selanjutnya ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada : 1. Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM & H, M.Sc (CTM), Sp.A(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara Medan. Universitas Sumatera Utara 2. Dr. Drs. Surya Utama, M.S, selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan. 3. Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si, selaku Ketua Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan. 4. Dr. Ir. Evawany Aritonang, M.Si, selaku Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan. 5. Dr. Khaira Amalia F, S.E, Ak.M.B.A, M.A.P.P.I (Cert), selaku pembimbing satu dan Masnely Lubis, S.Kep, M.A.R.S, selaku pembimbing dua yang telah banyak meluangkan waktu dan kesempatan dalam membimbing dan memberikan masukan demi kesempurnaan tesis ini. 6. Dr. Drs. Muslich Lufti, M.B.A, I.D.S, dan dr. Fauzi, S.K.M, selaku penguji satu dan penguji dua yang telah banyak memberikan saran dan masukan demi kesempurnaan tesisi ini. 7. dr. Dewi Fauziah Syahnan, Sp. THT, selaku Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan. 8. Seluruh staf pengajar pada Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. 9. Kedua orang tua penulis, yaitu Ayahanda tercinta H. Masri dan ibunda Hj. Murni, untuk dukungan dan doa yang tak henti-hentinya. Universitas Sumatera Utara 10. Istri tercinta Vivi Misdia, atas motivasi, kesabaran juga doanya selama penulis menjalani pendidikan. 11. Seluruh rekan di Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan yang telah memberikan dorongan dalam menyelesaikan tesis ini. 12. Seluruh staf akademik/administrasi Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan yang telah membantu penulis dalam hal surat menyurat. Atas segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan, maka penulis memohon kehadiarat Allah SWT semoga mendapat balasan yang setimpal. Akhirnya penulis menyadari bahwa tesis ini masih banyak kekurangannya, karena penulis yakin tidak ada satupun karya dari tangan manusia yang lahir dalam keadaan sempurna, maka segala kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari berbagai pihak sangat penulis harapkan. Amin ya rabbal ‘alamin Medan, Maret 2011 P e n u l i s, DEPI MASRI Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Depi Masri, lahir pada tanggal 25 Maret 1981 di Medan, berjenis kelamin Laki – laki, beragama Islam, anak keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan Ayahanda H. Masri dan ibunda Hj. Murni, bertempat tinggal di Medan Provinsi Sumatera Utara. Pendidkan formal penulis, dimulai dari pendidikan dasar di Sekolah Dasar Kartini selesai tahun 1993, Sekolah Menengah Pertama di AR-Raudhatul Hasanah Medan selesai tahun 1996, Sekolah Menengah Atas di Al-Azhar Medan selesai tahun 1999, Sarjana Kedokteran di Universitas Islam Sumatera Utara Medan tahun 2007. Mulai bekerja sebagai dokter jaga sejak tahun 2007 di Klinik Madani Medan sampai sekarang. Tahun 2008 penulis mengikuti pendidikan lanjutan pada Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . ABSTRACT . KATA PENGANTAR . RIWAYAT HIDUP . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN . BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. BAB 2. BAB 3. i ii iii vi vii x xii xiii Latar Belakang . Permasalahan . Tujuan Penelitian . Hipotesis . Manfaat Penelitian . 1 6 6 6 7 TINJAUAN PUSTAKA . 8 2.1. Lingkungan Kerja . 2.1.1. Pengertian Lingkungan kerja . 2.1.2. Lingkungan Kerja Perawat . 2.2. Konsep Perilaku. 2.2.1. Perilaku manusia. 2.2.2. Standar Perilaku. 2.2.3. Perilaku Kerja . 2.2.4. Pengukuran Perilaku Kerja . 2.3. Landasan Teori . 2.4. Kerangka Konsep Penelitian . 8 8 10 27 27 30 31 33 34 36 METODE PENELITIAN . 38 3.1. Jenis Penelitian . 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian. 3.3. Populasi dan Sampel. 3.4. Metode Pengumpulan Data . 3.5. Variabel dan Definisi Operasional . 38 38 38 40 44 Universitas Sumatera Utara BAB 4. 3.5.1. Identifikasi Variabel . 3.5.2. Definisi Operasional Penelitian . 3.6. Metode Pengukuran. 3.7. Metode Analisis Data . 44 44 45 47 HASIL PENELITIAN . 50 4.1. Gambaran Umum . 4.1.1. Sejarah Perkembangan . 4.1.2. Visi dan Misi . 4.1.3. Susunan Pegawai dan Jenis Ketenagaan . 4.2. Karakteristik Responden . 4.2.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia . 4.2.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . 4.2.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan . 4.2.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja . 4.3. Analisi Univariat . 4.3.1. Kepemimpinan dan Manajemen . 4.3.2. Kendali terhadap Beban Kerja . 4.3.3. Kendali terhadap Praktik . 4.3.4. Sumber yang Memadai . 4.3.5. Perilaku Kerja Perawat . 4.4. Pengujian Asumsi Klasik . 4.4.1. Uji Normalitas . 4.4.2. Uji Multikolineritas . 4.4.3. Uji Heteroskedastisitas . 4.5. Analisis Bivariat . 4.5.1. Hubungan Antara Kepemimpinan dan Manajemen dengan Perilaku Kerja Perawat . 4.5.2. Hubungan Antara Kendali terhadap Beban Kerja dengan Perilaku Kerja Perawat. 4.5.3. Hubungan Antara Kendali terhadap Praktik keperawatan dengan Perilaku Kerja Perawat . 4.5.4. Hubungan Antara Sumber yang Memadai dengan Perilaku Kerja Perawat . 4.6. Analisis Multivariat . 4.6.1. Pengujian Secara Serempak . 4.6.2. Pengujian Secara Parsial . 50 50 50 51 52 52 53 53 54 54 54 57 59 61 64 67 67 69 70 70 71 71 72 73 74 74 76 Universitas Sumatera Utara BAB 5. PEMBAHASAN . 5.1. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap . 5.2. Pengaruh Kepemimpinan dan Manajemen terhadap Perilaku Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap . 5.3. Pengaruh Kendali Beban Kerja terhadap Perilaku Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap. 5.4. Pengaruh Kendali Praktik Keperawatan terhadap Perilaku Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap . 5.5. Pengaruh Sumber/fasilitas yang Memadai terhadap Perilaku Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap. 5.6. Keterbatasan Penelitian . BAB 6. 78 78 78 80 81 83 84 KESIMPULAN DAN SARAN . 85 6.1. Kesimpulan . 6.2. Saran . 85 85 DAFTAR PUSTAKA . 87 LAMPIRAN . 91 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Judul Halaman 3.1. Jumlah Perawat PNS di Ruang Rawat Inap . 38 3.2. Definisi Operasional Variabel dan Indikator . 44 4.1. Distribusi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Badan Pelayanan Kesehatan termasuk pengembangan karir dan program pendidikan berkelanjutan 4. Meningkatkan kerja tim 5. Meminta perawat praktisi untuk menyatakan kepuasan dan ketidakpuasan mereka selama pertemuan, konferensi dan survei 6. Memasarkan organisasi keperawatan kepada perawat-perawat praktisi, profesi yang lain dan juga kepada masyarakat 7. Mengikuti semua aktivitas-aktivitas termasuk pelaksanaan keperawatan 8. Menganalisa sistem kompensasi semua organisasi keperawatan dan strukturnya untuk memberi penghargaan atas kompetensi dan produktivitasnya 9. Meningkatkan harga diri, autonomi, dan rasa percaya diri dalam melaksanakan keperawatan, termasuk perasaan tentang pengalamannya yang berkualitas tinggi Universita Sumatera Utara 10. Ditekankan pada program-program untuk mengenali kontribusi pelaksanaan pelayanan keperawatan dalam organisasi 11. Mengkaji hal-hal yang tidak diperlukan serta mengatasi dan memberikan hukuman serta membatasinya 12. Memberi keamanan dalam bekerja dilingkungan yang dapat memberikan kesempatan bebas untuk mengemukakan ide-ide dan pertukaran opini tanpa mengatasi saling menuduh, yang terjadi akibat laporan negatif tentang penampilan, konseling yang negatif, konfrontasi, konflik atau kehilangan pekerjaan 13. Antara atasan dan bawahan selalu bekerjasama 14. Membantu perawat praktisi untuk mencapai kemajuan dan mengembangkan kekuatan mereka 15. Melibatkan dan memberikan loyalitas, keramahan dan kejelasan/kepastian 16. Mengembangkan strategi perencanaan termasuk desentralisasi pembuatan keputusan dan partisipasi dalam pelaksanaan keperawatan 17. Menjadi model peran dengan berperilaku baik alam pelaksanaan keperawatan Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Australia yang di publikasikan dan bisa diakses di jurnal online (Leadership and Organizational Development Journal) menyatakan bahwa ada hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja perawat (Lok & Crawdford, 1999). Universita Sumatera Utara 2.8 Teori Keperawatan terkait Budaya Organisasi Madeleine Leininger adalah seorang perawat antropolog terkemuka, mengungkapkan pandangannya dalam transkultural keperawatan yang dipublikasikan pada tahun 1970an. Leininger menyatakan bahwa care adalah inti sari keperawatan dan merupakan gambaran keperawatan yang dominan, berbeda, dan mempersatukan. Ia menekankan bahwa rasa caring terhadap sesama, meski merupakan fenomena yang universal, bervariasi antar budaya dalam hal ekspresi, proses, dan pola ; rasa caring terhadap sesama secara umum merupakan warisan budaya Konsep utama teori transkultural : 1. Culture care : Nilai-nilai, keyakinan, norma, pandangan hidup yang dipelajari dan diturunkan serta diasumsikan yang dapat membantu mempertahankan kesejahteraan hidup dan kesehatan serta meningkatkan kondisi dan cara hidupnya 2. World view : Cara pandang individu atau kelompok dalam memandang kehidupannya sehingga menimbulkan keyakinan dan nilai 3. Culture and Social Structure Dimention : Pengaruh dan faktor-faktor budaya tertentu (sub budaya) yang mencakup religius, kekeluargaan, politik dan legal, ekonomi, pendidikan, teknologi dan nilai budaya yang saling berhubungan dan berfungsi untuk mempengaruhi perilaku dalam konteks lingkungan yang berbeda 4. Generic Care System : Budaya tradisional yang diwariskan untuk membantu, mendukung, memperoleh kondisi kesehatan, memperbaiki atau Universita Sumatera Utara meningkatkan kualitas hidup untuk menghadapi kecacatan dan kematiannya 5. Professional system : Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki pengetahuan dari proses pembelajaran di instansi pendidikan formal serta melakukan pelayanan kesehatan secara profesional 6. Culture Care Preservation : Upaya untuk mempertahankan dan memfasilitasi tindakan profesional untuk mengambil keputusan dalam memelihara dan menjaga nilai-nilai pada individu atau kelompok sehingga dapat mempertahankan kesejahteraan 7. Culture Care Acomodation : Teknik negosiasi dalam memfasilitasi kelompok orang dengan budaya tertentu untuk beradaptasi/berunding terhadap tindakan dan pengambilan keputusan 8. Cultural Care Repattering : Menyusun kembali dalam memfasilitasi tindakan dan pengambilan keputusan profesional yang dapat membawa perubahan cara hidup seseorang 9. Culture Congruent/Nursing Care : Suatu kesadaran untuk menyesuaikan nilai-nilai budaya/keyakinan dan cara hidup individu/golongan atau institusi dalam memberikan asuhan keperawatan yang bermanfaat. Leininger membuat model Sunrise untuk menjelaskan teorinya mengenai keragaman asuhan budaya dan kesemestaan. Model ini menekankan bahwa kesehatan dan asuhan dipengaruhi oleh elemen struktur sosial, seperti teknologi, faktor keagamaan dan filosofis, sistem sosial dan kekerabatan, nilai budaya, faktor Universita Sumatera Utara legal dan politis, faktor ekonomi, dan faktor pendidikan. Faktor sosial ini disampaikan dalam lingkup lingkungan, ungkapan bahasa, dan etnohistori. Masing-masing sistem ini merupakan bagian dari struktur sosial masyarakat dimanapun ; ungkapan, pola, dan praktik asuhan kesehatan juga merupakan bagian integral dari aspek struktur sosial ini. Leininger menyajikan tiga model intervensi agar perawat dapat membantu masyarakat dari budaya yang berbeda : 1. Pemeliharaan dan pelestarian asuhan budaya 2. Akomodasi, negosiasi asuhan budaya atau kombinasi keduanya 3. Restrukturisasi dan pemolaan kembali asuhan budaya (Kozier et al, 2010) Gambar 1 Model Sunrise Leininger 2.9 Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan salah satu dari beberapa indikator mekanisme individu yang secara langsung memberikan efek terhadap performa kerja dan Universita Sumatera Utara komitmen terhadap organisasi. Apabila pekerja sangat puas dengan pekerjaan mereka dan memiliki pengalaman emosi yang positif selama bekerja, performa kerja mereka akan jauh lebih baik dan memilih untuk tetap bekerja dalam waktu lama di tempat kerja mereka (Colquitt et al, 2009). Kepuasan kerja adalah keadaan emosi yang menyenangkan tentang penampilan kerja dan pengalaman kerja. Dengan kata lain dapat diartikan dengan bagaimana perasaan tentang pekerjaan dan apa yang dipikirkan tentang pekerjaan. Pegawai dengan kepuasan kerja yang tinggi memiliki pengalaman perasaan positif ketika memikirkan rutinitas atau aktivitas mereka. Pegawai dengan kepuasan kerja rendah memiliki pengalaman perasaan negatif ketika memikirkan rutinitas atau aktivitas mereka (Colquitt et al, 2009). Ada lima nilai yang sangat penting yang memepengaruhi kepuasan kerja yaitu : kepuasan terhadap gaji, kepuasan terhadap promosi, kepuasan terhadap pengawasan, kepuasan terhadap rekan kerja, kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri. Kepuasan terhadap gaji mengacu kepada perasaan karyawan tentang gaji mereka, apakah karyawan merasa gaji yang mereka terima sesuai dengan pekerjaannya, apakah gaji yang mereka terima memenuhi seluruh kebutuhan hidup mereka dengan kata lain aspek penting dari kepuasan akan gaji adalah apakah gaji yang mereka terima sesuai dengan yang mereka inginkan. Kepuasan terhadap promosi mengacu kepada perasaan karyawan tentang kebijakan promosi perusahaan, termasuk apakah promosi sering dilakukan, adil dan didasarkan kepada kemampuan. Kepuasan terhadap pengawasan mencerminkan perasaan karyawan terhadap pimpinan mereka apakah pimpinan mereka kompeten, sopan Universita Sumatera Utara dan dapat berkomunikasi dengan baik, apakah dengan pengawasan diberikan reward untuk kinerja yang baik. Kepuasan terhadap rekan kerja mengacu kepada apakah rekan kerja mereka cerdas, bertanggung jawab, membantu, menyenangkan dan menarik atau justru sebaliknya rekan kerjanya malas, suka menggosip, tidak menyenangkan dan membosankan. Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri mencerminkan perasaan karyawan tentang tugas-tugas dan pekerjaan, termasuk apakah pekerjaan mereka menantang, menarik, dihormati, bukannya membosankan, berulang-ulang dan tidak nyaman (Colquitt et al, 2009). Kepuasan kerja dalam penelitian ini akan diukur dengan menggunakan instrumen yang sudah baku dan dipublikasikan di jurnal online (Management research news, 2006. Kerangka kerja atau frame work yang menggambarkan teori budaya organisasi berhubungan dengan dan kepuasan kerja dapat dilihat seperti yang tertera berikut ini : Universita Sumatera Utara MEKANISME ORGANISASI Budaya Organisasi Struktur Organisasi MEKANISME INDIVIDU MEKANISME KELOMPOK Kepemimpinan: Gaya dan Perilaku Kepuasan Kerja Stress OUTCAME INDIVIDU Kepemimpinan: kekuatan dan Pengaruh Tim: proses Tim: Karakteristik KARAKTERISTIK INDIVIDU Kepribadian dan nilai budaya Keahlian Motivasi Kepercayaan, Kebenaran & Pembelajaran & Pengambilan Keputusan Performa kerja Komitmen Organisasi Gambar 2 Model Integrative Budaya Organisasi dengan Kepuasan Kerja Universita Sumatera Utara Berdasarkan integrative model of organizational behavior diatas dapat diambil asumsi bahwa berdasarkan mekanisme organisasi yaitu budaya organisasi mempunyai satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Saya mengharapkan partisipasi Bapak/Ibu dalam memberikan jawaban atas segala pertanyaan yang diajukan peneliti, sesuai dengan pendapat saudara tanpa di pengaruhi oleh orang lain. Informasi yang diberikan hanya dipergunakan untuk keperluan penelitian dan pengembangan Ilmu Keperawatan. Partisipasi Bapak/Ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela dan bebas menerima menjadi responden penelitian atau menolak tanpa ada saksi apa pun. Jika Bapak/Ibu bersedia menjadi responden penelitian, silahkan menandatangani surat persetujuan ini pada tempat yang telah di sediakan di bawah ini sebagai bukti kesukarelaan. Terima kasih atas partisipasi Bapak / Ibu dalam penelitian ini. Medan, November 2013 Responden () 81 Kuesioner Penelitian Lampiran 2 Stressor dan Tingkat Stres Kerja Perawat Kamar Bedah Identitas Responden Petunjuk pengisian : NO. 1. Pernyataan berikut ini adalah data mengenai identitas pribadi responden 2. Isilah data yang diminta pada kuesioner ini dengan memberi tanda (√ ) pada jawaban yang saudara berikan sesuai kondisi Bapak/ Ibu. 3. Mohon kesediaan mengisi formulir ini dengan pernyatan yang benar 1. Ruangan : 2. Usia : 3. Jenis Kelamin : 4. Pendidikan : 5. Masa Kerja : 6. Status kepegawaian : Instalasi Bedah Sentral Kamar Bedah Emergensi Kamar Badah Mata Kamar Bedah Kulit Kamar Bedah Reproduksi / KB Tos Tahun Laki-laki Perempuan SPK D IV D III S-1 Tahun PNS Honorer 82 Kuesioner Pengukuran stresor kerja Petunjuk : Berilah tanda ( √ ) pada kolom angka yang ada di sebelah kanan masing-masing butir pernyataan pada pilihan sebagai berikut: Kode : TT = Tidak Pernah terjadi KT = Kadang – kadang terjadi SR = Sering terjadi SL = Selalu terjadi NO PERTANYAAN A. Beban Kerja 1. Saya merasa tugas yang saya lakukan sebagai perawat kamar bedah sangat banyak 2. Saya merasa tidak mampu melaksanakan tugas karena pengetahuan dan keterampilan yang belum memadai 3. Saya terbebani dengan tanggung jawab saya yang besar terhadap pasien yang di operasi 4. Saya mampu melakukan berbagai pekerjaan yang ditugaskan kepada saya( misalnya: asisten ahli bedah, scrub nurse, sirkuler nurse) 5. Saya sesekali terbebani dengan tuntutan kerja yang cepat dan tepat 6. Saya terbebani dengan jadwal dinas yang tidak teratur 7. Saya kurang mampu menggunakan peralatan-peralatan canggih di kamar bedah 8. Saya malas melaksanakan peraturan / SPO yang telah ditetapkan untuk keselamatan pasien 9. Saya terbebani mendokumentasikan pekerjaan saya sebagai Kode TT KT SR SL 83 perawat kamar bedah 10 Saya merasa terbebani menjalankan jadwal shift malam lebih melelahkan dibandingkan dengan dinas pagi dan sore B. Lingkungan kerja 1. Saya merasa bising dengan adanya suara peralatan listrik misalnya gergaji, bor tulang, dan monitor mesin anastesi 2. Saya merasa terasing karena berada di ruang tertutup dari dunia luar 3. Saya sesekali terganggu dengan asap yang dihasilkan elektro surgical / elektro kauter 4. Saya merasa terganggu lingkungan dengan ekskresi saluran cerna, genetalia, darah, feses, bekas muntahan dan urine 5. Saya tidak nyaman dengan alat – alat yang terpasang pada tubuh pasien selama di kamar bedah 6. Saya merasa tidak nyaman bekerja dengan kondisi peralatan yang kurang baik (misalnya mesin suction tidak menyedot, lampu yang kurang terang, dan lain-lain) 7. Saya merasa kurang mampu menggunakan peralatan canggih dikamar operasi (misal: alat laparaskopi, PCN, Endoskopi) 8. Saya mampu merawat peralatan canggih kamar bedah 9. Saya merasa terganggu dengan suasana kamar bedah yang dingin dan lembab 10. Saya merasa tidak nyaman melihat kondisi pasien yang merintih kesakitan karena obat anastesi mulai habis C. Waktu pembedahan 1. Saya merasa kelelahan jika operasi dengan jenis operasi mayor memerlukan waktu yang panjang 2. Saya merasa kelelahan karena waktu operasi yang lama dan banyak 84 3. Saya merasa operasi terlalu lama jika jumlah pasien operasi secara elektif terlalu banyak 4. Saya merasa bosan karena menunggu operator 5. Saya merasa kelelahan karena jumlah operasi cito pada shift malam meningkat waktu yang menyebabkan operasi sepanjang malam 6. Saya merasa bosan karena jumlah operasi elektif terlalu sedikit dan singkat 7. Saya merasa bosan apabila waktu operasi cito tertunda disebabkan kondisi pasien memburuk 8. Saya merasa operasi terlalu lama apabila jenis operasi yang dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih dan teknik tertentu 9. Saya merasa operasi terlalu lama karena jenis operasi khusus dengan kerumitan yang tinggi 10. Saya merasa kelelahan karena dokter yang melakukan operasi memiliki kompetensi/kemampuan yang kurang D. Hubungan dengan profesi lain dan teman sejawat 1. Saya merasa komunikasi kurang efektif karena konflik dengan dokter karena kurang menghargai kompetensi perawat kamar bedah (misal dokter masuk ke OK dengan memakai pakaian yang tidak steril, dokter tidak mematuhi SPO yang ada di kamar bedah atau SPO patient safety) 2. Saya merasa cemas karena dokter jarang / mau berbicara dengan perawat 3. Saya merasa bebas / leluasa berbicara dengan dokter yang bertugas di kamar bedah 4. Saya merasa cemas karena dokter marah kepada perawat karena kondisi pasien yang memburuk secara tiba-tiba sewaktu operasi berlangsung 5. Saya mengingatkan kembali jika dokter lupa sesuatu ketika 85 operasi berlangsung 6. Saya tersinggung jika dokter tidak mengucapkan terima kasih kepada perawat kamar bedah setelah melakukan operasi 7. Saya berterima kasih karena pimpinan / profesi lain / teman sejawat menghargai pekerjaan sebagai perawat bedah 8. Saya menegur teman sejawat yang melakukan kesalahan dalam melakukan tindakan SPO yang telah ditetapkan 9. Saya merasa tersinggung karena ditegur pimpinan / profesi lain / teman sejawat di depan teman saya 10. Saya merasa dihargai karena kompetensi atau kemampuan saya baik dalam melakukan operasi bersama tim bedah 86 Kuesioner Pengukuran Stres kerja Petunjuk : Beri tanda ceklis( √ ) pada kolom kode yang ada di sebelah kanan pada masing- masing butir pernyataan dengan pilihan sesuai dengan yang Bapak/ Ibu alami : Kode : TP = Tidak pernah terjadi (0) KT = Kadang - kadang terjadi (1x – 2x dalam seminggu) SR = Sering terjadi (3x -5x dalam seminggu) ST = Selalu terjadi (setiap hari) Gejala-gejala ini Bapak/ Ibu alami selama 2 minggu terakhir. NO PERNYATAAN 1 Saya merasa jantung saya berdebar saat bekerja dengan operator/dokter bedah senior 2 Saya mengalami gangguan pencernaan seperti kembung, nyeri ulu hati, mual, diare sebelum/saat bekerja 3 Saya merasa frekwensi pernapasan meningkat saat operasi berlangsung 4 Saya merasa kehilangan napsu makan setelah melakukan operasi 5 Tubuh saya merasa kelelahan karena jumlah operasi yang banyak dan lama 6 Saya merasa nyeri pada bagian tubuh tertentu bila operasi terlalu lama, misal : punggung, pinggang, persendiaan tulang 7 Saya merasa ketegangan otot pada bagian tubuh tertentu bila operasi terlalu lama, misal : leher, betis 8 Saya merasa cemas karena kondisi lingkungan di kamar Kode TP KT SR ST 87 operasi yang beresiko terhadap kesehatan dan keselamatan perawat kamar bedah 9 Saya merasa menyalahkan diri sendiri bila terjadi kesalahan dalam tugas/operasi 10 Saya merasa konsentrasi menurun/mudah lupa saat operasi berlangsung 11 Saya menghindari dokter bedah tertentu atau teman sejawat sewaktu operasi karena ada masalah dengannya 12 Saya mampu melakukan semua pekerjaan secara detail sebagai perawat kamar bedah 13 Saya merasa kecewa karena pimpinan/teman sejawat/dokter bedah tidak memberikan umpan balik atas kinerja saya 14 Saya merasa jenuh atau bosan menunggu sebelum / saat operasi berlangsung/setelah operasi 15 Saya merasa produktifitas menurun karena kelelahan dan daya tahan tubuh terganggu misal : terserang flu atau penyakit lain 16 Saya tidak puas dengan hasil pekerjaan sebagai perawat kamar bedah karena kemampuan kurang kompeten terhadap tindakan operasi yang cepat 17 Saya meninggalkan pekerjaan/absen karena kelelahan dan monoton 18 Saya mengalami ketegangan dalam berinteraksi dengan teman sejawat 19 Saya mengalami ketegangan dalam berinteraksi dengan tenaga kesehatan lain 20 Saya mudah tersinggung/sensitif bila dimarahi oleh dokter bedah 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Tempat/Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat : Amrizal Hutasuhut : Medan, 24 September 1979 : Laki – Laki : Islam : Jln. Pelaksanaan no. 22 Bandar Setia Dsn IV Percut Sei Tuan Deli Serdang 20371 Riwayat Pendidikan 1. Tahun 1987-1992 2. Tahun 1992-1995 3. Tahun 1995-1998 4. Tahun 1999-2002 5. Tahun 2012-2013     : SDN. 0101765 Bandar Setia : SMP MTs Alwashliyah Tembung : MAN I Medan : DIII Keperawatan USU : PSIK Fakultas Keperawatan USU
Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan Hubungan Antara Kendali terhadap Praktik Keperawatan dengan Hubungan Antara Sumber yang Memadai dengan Perilaku Kerja Hubungan Antara Kepemimpinan dan Manajemen dengan Perilaku Hubungan Antara Kendali terhadap Beban Kerja Perawat dengan Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Kendali terhadap beban kerja perawat Kendali terhadap praktik keperawatan Kerangka Konsep Penelitian TINJAUAN PUSTAKA Kesimpulan Saran KESIMPULAN DAN SARAN Landasan Teori TINJAUAN PUSTAKA Lingkungan Kerja Perawat Lingkungan Kerja Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Metode Pengukuran Metode Analisis Data TINJAUAN PUSTAKA Pengaruh Kendali beban kerja perawat terhadap Perilaku kerja Perawat Pengaruh Kendali Praktik Keperawatan terhadap Perilaku Kerja Perawat Pengaruh Lingkungan Kerja Perawat terhadap Perilaku Kerja Perawat Pengaruh Kepemimpinan dan Manajemen terhadap Perilaku Kerja Pengaruh SumberFasilitas yang Memadai terhadap Perilaku Kerja Keterbatasan Penelitian Pengertian Lingkungan Kerja Lingkungan Kerja Pengujian Asumsi Klasik Metode Pengumpulan Data Pengujian Secara Parsial Analisis Multivariat Pengujian Secara Serempak Analisis Multivariat Perilaku kerja perawat Karakteristik Responden Perilaku Manusia Konsep Perilaku Sejarah Perkembangan Visi dan Misi Susunan Pegawai dan Jenis Ketenagaan SS = Sangat Setuju KESIMPULAN DAN SARAN Standar Perilaku Perilaku Kerja Sumber yang memadai Karakteristik Responden Uji Normalitas Uji Multikolineritas Uji Validitas dan Reliabilitas
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan

Gratis