Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan

 2  40  140  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERILAKU KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2010 T E S I S Oleh: DEPI MASRI 087013006/IKM PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Jenis penelitian ini merupakan explanatory survey yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja (kepemimpinan dan manajemen, kendaliterhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai) terhadap perilaku kerja perawat (kemangkiran, keterlambatan dan cepat pulang) di ruang rawatinap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja yang meliputi kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yangmemadai berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku kerja perawat yang meliputi kemangkiran, keterlambatan dan cepat pulang.

2. Dr. Drs. Muslich Lufti, M.B.A, I.D.S 3. dr. Fauzi, S.K.M

  Jenis penelitian ini merupakan explanatory survey yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja (kepemimpinan dan manajemen, kendaliterhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai) terhadap perilaku kerja perawat (kemangkiran, keterlambatan dan cepat pulang) di ruang rawatinap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja yang meliputi kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yangmemadai berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku kerja perawat yang meliputi kemangkiran, keterlambatan dan cepat pulang.

KATA PENGANTAR

  Bismillahirrahmanirahim Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini yangmerupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat StudiAdministrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas SumateraUtara (USU) Medan. Oleh karena pada kesempatan ini penulis sampaikanpenghargaan dan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada yang mulia Ayahanda dan Ibunda serta Istri tercinta dan seluruh keluarga atas segala bantuan moril danmaterial yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tesis ini.

DEPI MASRI

RIWAYAT HIDUP

  Jenis penelitian ini merupakan explanatory survey yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja (kepemimpinan dan manajemen, kendaliterhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai) terhadap perilaku kerja perawat (kemangkiran, keterlambatan dan cepat pulang) di ruang rawatinap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja yang meliputi kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yangmemadai berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku kerja perawat yang meliputi kemangkiran, keterlambatan dan cepat pulang.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Laporan hasil pengkajian pengembangan ketenagaan perawat menyebutkan bahwa yang menjadi isu prioritas utama perawat tentang kondisi kerja antara lainlingkungan kerja yang kondusif, melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi, Colombia (2005), yang mengemukakan untuk mendapatkan asuhan keperawatan yang berkualitas diperlukan suatu lingkungan praktik keperawatan yang berkualitas pula. Fenomena yang terjadi terkait dengan pelaksanaan praktik keperawatan di banyak negara masih sering ditemukan perawat menghabiskan waktunya untukmelakukan pekerjaan diluar keperawatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya dan tentunya kondisi ini akan berdampak pada tidak tersedianya waktu yang cukupuntuk melakukan praktik keperawatan secara berkesinambungan dan komprehensif bagi klien maupun keluarganaya (Aiken, 2001).

1.5. Manfaat Penelitian

  Kebijakan ini khusunya yang terkaitdengan lingkungan kerja perawat dan perilaku kerjanya. b) Bagi kepala keperawatanHasil penelitian ini dapat memberi arahan dalam merencanakan startegi atau metode untuk menurunkan atau mencegah perilaku kerja mangkir danterlambat pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Lingkungan Kerja

2.1.1. Pengertian Lingkungan Kerja

  Lingkungan Kerja adalah tempat di mana dilakukannya suatu proses produksi(menciptakan nilai tambah barang/ jasa) temasuk di dalamnya seluruh peralatan yang digunakan (hardware), sistem dan piranti lunak (software) penunjang kegiatantersebut, dan lingkungan lain yang dipengaruhinya, serta orang-orang yang berinteraksi di dalamnya (Anonim, 2007). Lebih jauh lagi keadaan lingkungan kerja yang kurang baik dapat menuntut tenaga dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnyarancangan sistem kerja yang efisien.

2.1.2. Lingkungan Kerja Perawat

  Lake (2002) dalam penelitian merekomendasikan lima sub skala dari Nursing Work Index (NWI) yang dapat digunakan untuk mengukur pengaruh lingkungan praktik keperawatan dan outcome pasien Kelima sub skala tersebut meliputi :(1) partisipasi perawat dalam kegiatan rumah sakit, (2) dasar keperawatan untuk asuhan berkualitas, (3) kemampuan menajer keperawatan, kepemimpinan dandukungan terhadap perawat, (4) kepegawaian dan sumber yang adekuat dan (5) hubungan kolegial antara dokter dan perawat. Kemampuan manajer keperawatan, kepemimpinan dan dukungan terhadap perawat dalam praktik keperawatan profesional komponennya meliputi :a) Pemimpin keperawatan merupakan manajer dan pemimpin yang efektif yaitu mempunyai pengetahuan yang baik tentang kepemimpinan dan menguasai bidang b) Pemimpin medukung (mem-back up) staf keperawatan dalam membuat keputusan, atau jika ada konflik dengan dokter.

2) Kendali terhadap Beban Kerja

  Lowe (2002), merekomondasikan untuk menilai kendali terhadap beban kerja dapat diukur dengan indikator meliputi : jam lembur, pemanfaatan staf purna waktu,paruh waktu dan pengganti sementara dan beban kerja dan kompetensi sejawat. Penelitian Brooks dan Anderson (2004), tentang pekerjaan perawat ditemukan bahwa perawat memiliki beban kerja yang berat, tidak memiliki waktu yang cukupuntuk melakukan pekerjaan dengan baik, tidak bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan keluarga dan jadwal rotasi yang berdampak negatif padakehidupan mereka kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas asuhan keperawatan.

3) Kendali terhadap Praktik

  Otonomi merupakan elemen penting bagi keperawatan profesional(Schutzenhfoer dalam Perry dan potter, 1997), Cresia dan Parker (2001), mengemukakan otonomi merupakan indepedensi atau kebebasan bertindak termasukmengambil risiko dan akuntabel atas tindakan yang dilakukan. Keuntungan dari otonomi adalah dapat meningkatkan staf bertahan dalam pekerjaannya, meningkatkanmoral staf, mengurangi pembiayaan, meningkatkan partisipasi dalam pembuatan keputusan, meningkatkan keterampilan klinik, meningkatkan kualitas danmemfasilitasi kerja tim multidisiplin yang lebih efektif (Porter, Gavin dan Wakefield 1999, Doberty dan Hope 2000 dalam Currie, 2005).

4) Sumber Yang Memadai

  Registered Nurses Association of British Colombia (2005), membuat pedoman pengembangan profesional, meliputi : Orientasi dilakukan untuk semua posisi dan situasi praktik yang baru, perawat mempunyai peluang untuk melakukantugas, pendidikan berkelanjutan dan pengembangan profesi, perawat mempunyai peluang untuk debriefing dan refleksi dalam praktik dan program evaluasipenampilan ditempat. Penelitian Mc Cusker dan kawan-kawan tentang lingkungan kerja perawat dan kualitas asuhan di unit yang berbeda pada rumah sakit yang sama didapatkan hasilbahwa ketersediaan sumber yang adekuat sangat signifikan memengaruhi kualitas rumah sakit dan kualitas asuhan perawatan (Mc Cusker, 2004).

2.2. Konsep Perilaku

2.2.1. Perilaku Manusia

  Menurut pendekatan ini, perilaku manusia dipengaruhi oleh Lewin 1951 dalam Azwar (2000), merumuskan suatu model hubungan perilaku yang mengatakan bahwa perilaku adalah fungsi karakteristik individu danlingkungan karakteristik individu meliputi berbagai variabel seperti : motivasi, nilai- nilai, kepribadian, dan sikap yang saling berinteraksi satu dengan yang lain,kemudian berinteraksi pula dengan faktor lingkungan. Perilaku berasal dan diarahkan menuju suatuakhir yang diyakini, benar atau salah, demi kepentingannya yang terbaik, sehingga pada umumnya perilaku dapat diramalkan jika kita tahu bagaimana orang menangkap(mempersepsikan) situasi dan apa yang penting baginya (Robbins, 2003).

2.2.2. Standar Perilaku

  Merupakan kebijakan manajemen yang harus diperankan oleh para pelaksana di lingkungan rumah sakit dalam melakukan fungsinya, dengan tenaga kesehatannyameliputi: dokter, dokter gigi, farmasi, bidan dan perawat (disamping tenaga non medis), masing-masing telah mempunyai kode etik profesi yang bersifat individualdan mengikat secara moral (juga hukum). Standar perilaku merupakan alternatif untuk meningkatkan mutu pelayanan, dengan mengacu pada etika profesi, misi rumahsakit, tata nilai/budaya masyarakat serta agama, yang di proses menjadi performance, penampilan kerja para pelaksana rumah sakit dalam menjalankan fungsinya melayanikonsumen (Sumarwanto,1994).

2.2.3. Perilaku Kerja

  Perilaku yang sesuai adalah merujuk pada norma kelompok menurut Marquis dan Huston (2000) adalah standar yang ditetapkan oleh kelompok (dalam hal iniprofesi keperawatan) sebagai perilaku yang diharapkan dan diselenggarakan Vecchio (1995), menggunakan istilah withdrawal behaviors (perilaku menarik diri) dalam menyatakan perilaku kerja yang tidak sesuai atau menyimpang dariperilaku yang diharapkan. Berdasarkan hasil beberapa penelitian yang mempelajari perilaku kerja,Vecchio telah mengidentifikasi perilaku kerja menarik diri yang berhubungan dengan situasi yang menyakitkan dan tidak ada penghargaan, perilaku tersebut adalah: (1)kemangkiran, (2) keterlambatan, (3) pindah kerja, (4) mengundurkan diri, (5) protes/mogok kerja, (6) perilaku bermusuhan (Vecchio, 1995).

2.2.4. Pengukuran Perilaku Kerja

Menurut Panggabean (2002), perilaku kerja yang meliputi: kemangkiran, keterlambatan, perputaran tenaga kerja, dan produktivitas karyawan dapat diukur dandihitung sebagai berikut : a) Hammer dan Landau (1982): Harison dan Hulin 1989 dalam Panggabean (2002), mengukur kemangkiran dengan menggunakan tiga macam data, yaitu :1) Waktu yang hilang (jumlah jam ketidakhadiran yang tidak dicatat)2) Frekuensi (jumlah waktu ketidakhadiran yang tidak tercatat)3) Ketidakhadiran yang tercatat (jumlah jam ketidakhadiran), dalam periode tertentu (Panggabean, 2002)Rumus perhitungannya adalah : Jumlah ketidakhad iran per periodeTingkat kemangkiran = x 100% Jumlah hari kerja per periode b) Keterlambatan menunjukkan kegagalan untuk datang tepat waktu, yang dapat diukur seperti cara mengukur kemangkiran1) Waktu yang hilang (jumlah jam terlambat)2) Frekuensi (jumlah hari terlambat)Rumus perhitungannya adalah: Jumlah wak tu keterlamba tan per periodeTingkat keterlambatan = x 100% jumlah wak tu kerja per periode x 100%0,5 (jumlah karyawan awal jumlah karyawan akhir) Berdasarkan rumus tersebut maka data yang diperoleh adalah berskala rasio karena data berskala rasio dari masing-masing responden hampir tidak pernah dapatdiperoleh, maka para peneliti menggunakan sejumlah pertanyaan untuk mengukurnya, sebagaimana halnya untuk mengukur konsep-konsep yang bersifatkualitatif lainnya (Panggabean, 2002).

2.3. Landasan Teori

  Lingkungan kerja tersebut diasumsikan mempunyai pengaruh dengan perilaku kerja perawat diantaranya kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap bebankerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai selanjutnya kinerja perawat juga merupakan salah satu faktor yang memengaruhi mutu pelayanan keperawatan(Depkes RI, 1994). Berdasarkan hasil beberapa penelitian yang mempelajari perilaku kerja,Vecchio telah mengidentifikasi perilaku kerja menarik diri yang berhubungan dengan situasi yang menyakitkan dan tidak ada penghargaan, perilaku tersebut adalah: (1)kemangkiran, (2) keterlambatan, (3) pindah kerja, (4) mengundurkan diri, (5) protes/mogok kerja, (6) perilaku bermusuhan (Vecchio, 1995).

2.4. Kerangka Konsep Penelitian

  Yangdibahas dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja non fisik yang menurutSedarmayanti (2001) adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan pekerjaan, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekankerja, ataupun hubungan dengan bawahan, terdiri dari 1) Kepemimpinan dan manajemen, 2) Kendali terhadap beban kerja perawat, 3) Kendali terhadap praktikkeperawatan, 4) Sumber yang memadai. Selanjutnya perilaku kerja Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas, maka kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel Independen Variabel DependenLingkungan Kerja Perilaku Kerja Perawat Sumber : Lowe dan Pangabean, 2002; Sedarmayanti, 2001 (dimodifikasi) Kepemimpinan dan manajemenKendali terhadap beban kerjaKendali terhadap praktikSumber yang memadai 1.

3.4. Metode Pengumpulan Data

  Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan : a) Daftar pertanyaan (Questionaire) yang diberikan kepada responden, yaitu perawat dan kepala ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. b) Wawancara (interview) kepada yang berhak dan wewenang memberikan data dan informasi yang mendukung penelitian ini.

3.4.1. Uji Validitas dan Reliabilitas

  Dari hasil uji terhadap seluruh variabel penelitian, yaitu kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap beban kerja, kendali terhadap praktik keperawatan,sumber atau fasilitas yang memadai, serta variabel perilaku perawat memiliki nilai r- hitung ≥ 0,361. Reliabilitas adalah Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan uji Alpha Cronbach, didapat semua pertanyaan pada variabel kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap bebankerja, kendali terhadap praktik keperawatan, sumber atau fasilitas yang memadai, serta variabel perilaku perawat memiliki nilai Alpha Cronbach lebih besar 0.06.artinya, secara signifikan seluruh pertanyaan adalah reliabel.

3.5. Variabel dan Definisi Operasional

  Identifikasi Variabel Berdasarkan perumusan masalah, kerangka berfikir dan hipotesis yang diajukan maka variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :a) Variabel bebas (Indevenden variabel)/X, yaitu Lingkungan Kerja Perawat dengan responden semua perawat yang sudah PNS yang bertugas di ruang rawat inap (kelas, ruang biasa dan ruang khusus) sebanyak 127 orang. Definisi Operasional Variabel dan Indikator Variabel Definisi Operasional Indikator Skala  Kendali terhadap sesama rekan kerja, ataupun hubungan denganbeban kerja bawahan) langsung atau tidak langsung, yang dapat  Kendali terhadap memengaruhi dirinyapraktik  Sumber yang Manajemen adalah strategi untuk melakukan sesuatu memadaimelalui orang lain dengan menggunakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengkomandoan,pengkoordinasian, dan pengawasan.

3.6. Metode Pengukuran

  Sebagai alat pengukur data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit UmumDaerah Dr. 2) Bagian II, merupakan pernyataan-pernyataan untuk mengukur lingkungan kerja perawat yang terdiri dari kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadapbeban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai, dimana kuesioner tersebut berbentuk skala likert dengan skor yang digunakan 1 – 4 denganmenggunakan skala ukur interval.

3.7. Metode Analisis Data

  Dalam menganalisis data dalam penelitian ini mengunakan tiga tahap yaitu : a) Analisis UnivariatAnalisis univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran pada masing- masing variabel. Kriteria pengujian hipotesis secara serempakadalah:Ho : b1, b2, b3, b4 = 0Ha : Minimal satu bi  0Apabila hasil perhitungan menunjukan : hitung tabel 1) F (≥ F = 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima.

2) F < F (  = 0,05), maka : Ho diterima dan Ha ditolak

  Selanjutnya untuk melihat kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat dapat diketahui dari besarnya koefisien determinasi (R²) artinya nilaikoefisien determinasi digunakan untuk mengukur besarnya sumbangan dari variasi variabel bebas (independen) yang diteliti terhadap variabel terikat (dependen). Kriteria pengujian hipotesis secara parsial adalah:Ho : bi = 0 Ha : bi 0 Apabila hasil perhitungannya menunjukan : hitung tabel 1) t pada taraf≥ t  = 0,05, maka Ho ditolak, Ha diterima artinya variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabelterikat pada tingkat kepercayaan 95%.

BAB 4 HASIL PENELITIAN

  4.1. Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Daerah Dr.

4.1.1. Sejarah Perkembangan

  Pirngadi Kota Medan pada tanggal 27 Desember 2001 diserahkan kepemilikannya dari pemerintah Propinsi SumateraUtara kepada Pemerintah Kota Medan dengan kualifikasi Kelas B Pendidikan dan berdasarkan Perda Kota Medan No. Jenis ketenagaan berdasarkan fungsional yang terbesar di Jenis ketenagaan berdasarkan pendidikan yang terbesar di Badan PelayananKesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Dr.

4.2. Karakteristik Responden

4.2.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

  dapat dilihat bahwa usia responden terbanyak adalah yang berusia antar 22 – 33 tahun sebanyak 98 orang (59,8%) dan yang berusiaantara 34 – 45 tahun sebanyak 52 orang (31,7%), sedangkan yang berusia 46 – 57 tahun sebanyak 14 orang (8,5%). dapat dilihat bahwa ditinjau dari segi pendidikan, yang terbanyak adalah yang berpendidikan Akademi Keperawatan (Akper) dengan jumlah76 orang (46,3%) dan yang berpendidikan Sarjana Keperawatan (S.

4.2.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja

  dapat dilihat bahwa masa kerja perawat yang terbanyak adalah antara 1 – 8 tahun berjumlah 89 orang (54,3%), dan masa kerjapaling sedikit antara 9 – 16 tahun yang berjumlah 24 orang (14,6%). Karakteristik Responden Lama Bekerja No Lama Kerja (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%) 1.

4.3. Analisis Univariat

  Penelitianini dilakukan terhadap 127 orang perawat di ruang rawat inap (Kelas, Ruang Biasa, Ruang Khusus) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan yang berada dalam kategori baik yaitu sebanyak 97 orang (59,1%), yang berada dalam kategori sedang sebanyak 51 orang (31,1%) dan Tabel 4.7.

4.3.2. Kendali terhadap beban kerja perawat

  Penelitian ini dilakukan terhadap 127 orang perawatdi ruang rawat inap (Kelas, Ruangan Biasa, Ruang Khusus) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan yang berada dalam kategori baik yaitu sebanyak 100 orang (61,0%), dan yang berada dalam kategori sedang sebanyak 60 orang (66,6%), seperti terlihat padaTabel.

4.3.3. Kendali terhadap praktik keperawatan

  Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menyatakan “SangatSetuju” terhadap pernyataan dalam malakukan praktik keperawatan, perawat harus sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan yaitu 133 orang (81,1%). Pirngadi Kota Medanyang berada dalam kategori baik yaitu sebanyak 102 orang (62,2%), yang berada dalam kategori sedang sebanyak 49 orang (29,9%) dan 13 orang (7,9%) berada dalamkategori tidak baik, seperti terlihat pada Tabel.

4.3.4. Sumber yang memadai

  Penelitian ini dilakukan terhadap 164 orang perawat di ruang rawat inap (Kelas, Ruangan Biasa, Ruang Khusus) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan Jawaban Responden SS S TS STS Total Sumber yang Memadai n % n % n % n % n %institusi harus menyediakan 95 57,9 57 34,8 3 1,8 9 5,5 164 100 peralatan yang memadaiuntuk peningkatan mutu pelayanan keperawatanSetiap perawat diberikan 99 60,4 38 23,2 25 15,2 2 1,2 164 100 kesempatan untuk mengikutipelatihan keperawatan yang diperlukan untuk melakukantugas-tugasnya Tabel 4.12.

4.3.5. Perilaku kerja perawat

  Berdasarkan rekapitulasi jawaban responden terhadap pernyataan perilaku kerja perawat maka dibuat dalam tiga kategori yaitu: Baik, bila responden menjawabbenar atau mendapat nilai > 75%, Sedang, bila responden menjawab benar atau mendapat nilai 45 – 75% dan Tidak baik, bila responden menjawab benar ataumendapat nilai < 45% dan dapat dijelaskan sebagai berikut: Perilaku kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan yang beradadalam kategori baik yaitu sebanyak 98 orang (59,8%), dan yang berada dalam kategori sedang sebanyak 66 orang (40,2%), seperti terlihat pada Tabel.

4.4.1. Uji Normalitas

  Pada uji normalitas P-P-Plot menunjukkan titik-titikmenyebar disekitar diagonal dan mengikuti garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal seperti terlihat pada gambar 4.1. Data yang normal memiliki nilai uji Kolmogorov-Smirnov lebih kecil dari nilai tabel atau nilai signifikansi lebih besar dari alpha = 0,05.

b. Calculated from data

4.4.2. Uji Multikolineritas

  Multikolineritas adalah kejadian yang menginformasikan terjadinya hubungan antara variabel-variabel bebas dan hubungan yang terjadi cukup besar. Hal inimenyebabkan koefisien-koefisien menjadi tidak dapat di taksir dan nilai standard error setiap koefisien regresi menjadi tidak terhingga.

a. Dependent variabel

  Sumber : Hasil Penelitian, 2010 (data diolah) Berdasarkan pada tabel 4.17 di atas diketahui bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIP) untuk variabel bebas yang terdiri atas kepemimpinan, beban kerja, praktik keperawatan, sumber yang memadai lebih kecil dari 5 (VIP < 5). Dengan demikian persamaan analisis regresi berganda terbebas dari asumsi multikolineritas.

4.4.3. Heteroskedastisitas

  Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yanglain. Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber : Hasil Penelitian, 2010 (data diolah) Berdasarkan grafik scatter plot dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak diatas sumbu Y, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persamaan AnalisisRegresi linier Berganda terbebas dari asumsi heterokedastisitas.

4.5. Analisis Bivariat ( Uji Chi-Square)

  Hubungan Antara Sumber yang Memadai dengan Perilaku Kerja Perawat Berdasarkan Tabel 4.21 terlihat bahwa dari 93 perawat yang mempunyai sumber yang memadai dengan baik, sebanyak 83 orang (89,2%) mempunyai perilakukerja baik dan 10 orang (10,8%) mempunyai perilaku kerja sedang. Hasil uji statistik Chi-Square Test dengan Fisher’s Exact Test diperoleh nilaiP = 0,000 (P < 0,05) dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber yang memadai perawat dengan perilaku kerja perawat di ruang rawatinap Rumah Sakit Umum Daerah Dr.

4.6. Analisis Multivariat

4.6.1. Pengujian Secara Serempak

  Untuk menguji pengaruh kepemimpinan dan manajemen, kendali terhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai secara serempak terhadapperilaku kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Karena F diterima, artinya secara serempak variabel kepemimpinan dan manajemen, kendaliterhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku kerja perawat di ruang rawat inap Rumah SakitUmum Daerah Dr.

SELURUH PRAKTIK KEPERAWATAN

b. Dependent Variabel: Perilaku Kerja

  Pengujian Goodness Of FitPengujian goodness of fit dilakukan untuk menentukan kelayakan suatu model regresi yang dilihat dari R Square yang diperoleh dari hasil pengolahan data dilihat 1 kendali terhadap beban kerja (X 2 ), kendali terhadap praktik (X 3 ), sumber yang memadai (X 4 ), sedangkan sisanya sebesar 46,6 % dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Error of the Durbin- Model R R Squarea Square Estimate Watson1 ,731 ,534 ,523 ,340 2,016 a.

4.6.2. Pengujian Secara Parsial

  Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel kepemimpinan(X 1 ), kendali terhadap beban kerja (X 2 ), variabel kendali terhadap praktik (X 3 ) dan sumber daya yang memadai (X 4 ) berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja perawat (Y) di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Ha : bi≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel kepemimpinan (X 1 ), kendali terhadap beban kerja (X 2 ), variabel kendali terhadap praktik (X 3 ) dan sumber daya yang memadai (X 4 ) terhadap variabel terikat (perilaku kerja perawat).

BAB 5 PEMBAHASAN

  Pirngadi Kota Medan (P<0,05) dengan nilai koefisien 0,118, artinya semakin baik dan terkendalinya praktik keperawatan yangdilakukan oleh perawat di ruangan maka akan semakin baik perilaku kerja perawat(rendahnya kemangkiran dan keterlambatan serta cepat pulang perawat) di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hal ini diduga disebabkan karena materi pelatihan yang kurang sesuai dengan kebutuhan di ruangan, dan kurang adanya Berdasarkan uji regresi linier berganda sub variabel lingkungan kerja perawat dengan perilaku kerja perawat dapat disimpulkan bahwa sumber yang memadaimerupakan sub variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap perilaku kerja perawat dengan nilai p=0,000.

5.6. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini hanya PNS yang bertugas di ruang rawat inap Rumah SakitUmum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan, dan hanya mewakili populasi di ruang rawat inap saja, sehingga tidak mewakili populasi perawat di Rumah Sakit UmumDaerah Dr.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil suatu simpulan, yaitu: lingkungan kerja (kepemimpinan danmanajemen, kendali terhadap beban kerja, kendali terhadap praktik, sumber yang memadai) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku kerja perawat(kemangkiran, keterlambatan, cepat pulang) di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. d) Untuk meningkatkan sumber yang memadai yaitu : fasilitas dan peralatan harus memadai untuk mencapai tujuan pelayanan keperawatan yaitudengan tersedianya tempat dan peralatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas keperawatan seperti tersedia alat-alat yang steril.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan Antara Karakteristik Perawat Pelaksana, Pemahaman Proses Keperawatan dan Supervisi dengan Penerapan Proses Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSABHK Jakarta. (2005) Analisi Beban Kerja dan Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Disiplin Kerja Perawat di Ruang rawat Inap RS Islam Samarinda.

I. Identitas responden :

  Umur : ( ) Tahun 2. Lama Kerja : ( ) Tahun 5.

PERNYATAAN LINGKUNGAN KERJA PERAWAT

  Petunjuk Pengisian KuesionerBerilah penilaian terhadap aspek yang dievaluasi sesuai dengan yang anda temukan, kemudian beri tanda ” √ ” pada salah satu kolom yang tersedia 1. Pilihan yang tersedia adalah SS, S, TS, STS dengan uraian: a).

II. LINGKUNGAN KERJA No. PERNYATAAN SS S TS STS

A. KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN

  Perawat merasa fasilitas dan peralatan yang tersedia memadai untuk melindungi diri dariresiko kerja 4. Dalam malakukan praktik keperawatan, perawat harus sesuai dengan standarprosedur yang telah ditetapkan 2.

PERNYATAAN PERILAKU PERAWAT

  Petunjuk Pengisian KuesionerBerilah penilaian terhadap aspek yang dievaluasi sesuai dengan yang anda temukan, kemudian beri tanda ” √ ” pada salah satu kolom yang tersedia 1. Pilihan yang tersedia adalah SS,S,KK,TP dengan uraian : a).

III. PERILAKU KERJA PERAWAT

  Staf saya tidak pernah meninggalkan teman dinas sendiri untuk keperluan pribadi di jamdinas 3. Staf saya tidak pernah meninggalkan ruangan tanpa ijin pada saya selaku kepalaruangan 4 Staf saya tidak pernah masuk karena sakit atau ijin 5.

HASIL PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Reliability Variabel Lingkungan Kerja

a) Kepemimpinan dan Manajemen Case Processing Summary

  Reliability Statistics,903 6 Cronbach's Alpha N of ItemsItem Statistics 3,60 ,563 30 3,53 ,73030 3,13 ,62930 3,07 ,64030 3,07 ,74030 3,10 ,662 30 Linkungan kerja Linkungan kerjaLinkungan kerja Linkungan kerjaLinkungan kerja Linkungan kerja Mean Std. Deviation N Item-Total StatisticsScale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted Linkungan kerja15,90 8,231 ,657 ,897 Linkungan kerja15,97 7,964 ,528 ,919 Linkungan kerja16,37 7,206 ,910 ,861 Linkungan kerja 16,43 7,564 ,767 ,881 Linkungan kerja 16,43 7,151 ,752 ,884 Linkungan kerja 16,40 7,214 ,850 ,868Scale Statistics Mean Variance Std.

b) Kendali Terhadap Beban Kerja Perawat Case Processing Summary

  Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items ,913 5 Item Statistics Mean Std.

c) Kendali Terhadap Praktik Keperawatan Case Processing Summary

  Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items ,827 6 Item Statistics Mean Std.

d) Sumber Atau Fasilitas Yang Memadai Case Processing Summary

  Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items ,893 6 Item Statistics Mean Std.

a) Kemangkiran Perawat Case Processing Summary

  N % Cases Valida 30 100,0 Excluded ,0Total 30 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

5 Item Statistics

Mean Std. Deviation N Linkungan kerja3,60 ,563 30 Linkungan kerja 3,07 ,740 30 Linkungan kerja 3,13 ,629 30 Linkungan kerja 3,07 ,640 30 Linkungan kerja 3,07 ,740 30 Item-Total StatisticsScale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted Linkungan kerja12,33 6,368 ,534 ,936 Linkungan kerja 12,87 4,878 ,850 ,877 Linkungan kerja 12,80 5,131 ,939 ,860Linkungan kerja 12,87 5,430 ,793 ,890 Linkungan kerja 12,87 5,016 ,797 ,890Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 15,93 8,202 2,864 5

b) Keterlambatan Perawat Case Processing Summary

  Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items ,945 4 Item Statistics Mean Std. Deviation NLinkungan kerja 3,07 ,740 30 Linkungan kerja 3,00 ,830 30 Linkungan kerja 3,10 ,662 30 Linkungan kerja 3,13 ,629 30 Item-Total StatisticsScale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted Linkungan kerja 9,23 3,978 ,877 ,926Linkungan kerja 9,30 3,941 ,753 ,975 Linkungan kerja 9,20 4,097 ,963 ,902 Linkungan kerjaMean Variance Std.

c) Cepat Pulang Case Processing Summary

  Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items ,926 4 Item Statistics Mean Std. Deviation NLinkungan kerja 3,00 ,695 30 Linkungan kerja 3,00 ,830 30 Linkungan kerja 3,03 ,765 30 Linkungan kerja 3,13 ,629 30 Item-Total StatisticsScale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted Linkungan kerja9,17 4,282 ,791 ,915 Linkungan kerja9,17 3,730 ,817 ,912 Linkungan kerja9,13 3,913 ,840 ,899 Linkungan kerja9,03 4,309 ,895 ,888 Scale StatisticsMean Variance Std.

a) Kepemimpinan dan Manajemen p1

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 17 10,4 10,4 10,42 2 1,2 1,2 11,6 3 11 6,7 6,7 18,34 134 81,7 81,7 100,0Total 164 100,0 100,0p2 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 4 2,4 2,4 2,4 2 16 9,8 9,8 12,23 12 7,3 7,3 19,54 132 80,5 80,5 100,0Total 164 100,0 100,0p3 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 17 10,4 10,4 10,42 5 3,0 3,0 13,43 23 14,0 14,0 27,44 119 72,6 72,6 100,0Total 164 100,0 100,0p4 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 17 10,4 10,4 10,42 50 30,5 30,5 40,9 3 23 14,0 14,0 54,9 4 74 45,1 45,1 100,0Total 164 100,0 100,0 p5Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 1 51 31,1 31,1 31,12 18 11,0 11,0 42,13 14 8,5 8,5 50,6 4 81 49,4 49,4 100,0 Total164 100,0 100,0p6 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 1 ,6 ,6 ,62 66 40,2 40,2 40,93 14 8,5 8,5 49,44 83 50,6 50,6 100,0 Total 164 100,0 100,0Total Kepemimpinan Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid baik 97 59,1 59,1 59,1 sedang 51 31,1 31,1 90,2 tidak baik16 9,8 9,8 100,0 Total 164 100,0 100,0

b) Kendali Terhadap Beban Kerja b1

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 22 13,4 13,4 13,4 3 118 72,0 72,0 85,44 24 14,6 14,6 100,0Total 164 100,0 100,0 b2Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 3 64 39,0 39,0 39,04 100 61,0 61,0 100,0 Total 164 100,0 100,0b3 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 4 2,4 2,4 2,4 2 18 11,0 11,0 13,4 3 42 25,6 25,6 39,0 4 100 61,0 61,0 100,0Total 164 100,0 100,0b4 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 4 2,4 2,4 2,4 2 54 32,9 32,9 35,43 64 39,0 39,0 74,44 42 25,6 25,6 100,0Total 164 100,0 100,0b5 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 3 140 85,4 85,4 85,44 24 14,6 14,6 100,0Total 164 100,0 100,0

TOTAL SELURUH BEBAN KERJA PERAWAT

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid baik 100 61,0 61,0 61,0 sedang 60 36,6 36,6 97,6 tidak baik4 2,4 2,4 100,0 Total 164 100,0 100,0

c) Kendali Terhadap Praktik pk1

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 13 7,9 7,9 7,93 18 11,0 11,0 18,94 133 81,1 81,1 100,0 Total 164 100,0 100,0pk2 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 38 23,2 23,2 23,2 2 13 7,9 7,9 31,1 3 5 3,0 3,0 34,14 108 65,9 65,9 100,0Total 164 100,0 100,0pk3 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 38 23,2 23,2 23,22 13 7,9 7,9 31,1 3 4 2,4 2,4 33,54 109 66,5 66,5 100,0Total 164 100,0 100,0pk4 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 14 8,5 8,5 8,52 113 68,9 68,9 77,4 3 18 11,0 11,0 88,44 19 11,6 11,6 100,0Total 164 100,0 100,0pk5 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 20 12,2 12,2 12,2 2 68 41,5 41,5 53,7 3 44 26,8 26,8 80,54 32 19,5 19,5 100,0Total 164 100,0 100,0 pk6Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 2 120 73,2 73,2 73,2 3 7 4,3 4,3 77,4 4 37 22,6 22,6 100,0Total 164 100,0 100,0

TOTAL SELURUH PRAKTIK KEPERAWATAN

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid baik 102 62,2 62,2 62,2sedang 49 29,9 29,9 92,1 tidak baik 13 7,9 7,9 100,0 Total164 100,0 100,0

d) Sumber/fasilitas yang Memadai s1

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 9 5,5 5,5 5,5 2 3 1,8 1,8 7,3 3 57 34,8 34,8 42,1 4 95 57,9 57,9 100,0Total 164 100,0 100,0s2 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 2 1,2 1,2 1,2 2 25 15,2 15,2 16,5 3 38 23,2 23,2 39,6 4 99 60,4 60,4 100,0 Total 164 100,0 100,0s3 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 12 7,3 7,3 7,32 1 ,6 ,6 7,9 3 56 34,1 34,1 42,14 95 57,9 57,9 100,0Total 164 100,0 100,0 s4Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 1 9 5,5 5,5 5,52 149 90,9 90,9 96,33 2 1,2 1,2 97,6 4 4 2,4 2,4 100,0 Total164 100,0 100,0s5 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 10 6,1 6,1 6,12 122 74,4 74,4 80,5 4 32 19,5 19,5 100,0Total 164 100,0 100,0s6 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 33 20,1 20,1 20,1 2 39 23,8 23,8 43,93 50 30,5 30,5 74,44 42 25,6 25,6 100,0Total 164 100,0 100,0 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid baik 93 56,7 56,7 56,7 sedang 62 37,8 37,8 94,5 tidak baik9 5,5 5,5 100,0 Total 164 100,0 100,0Variabel Perilaku Kerja per1 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 110 67,1 67,1 67,1 2 54 32,9 32,9 100,0Total 164 100,0 100,0 per2Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 1 39 23,8 23,8 23,82 29 17,7 17,7 41,53 47 28,7 28,7 70,1 4 49 29,9 29,9 100,0 Total164 100,0 100,0per3 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 32 19,5 19,5 19,52 54 32,9 32,9 52,43 26 15,9 15,9 68,3 4 52 31,7 31,7 100,0 Total 164 100,0 100,0per4 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 51 31,1 31,1 31,12 35 21,3 21,3 52,43 19 11,6 11,6 64,04 59 36,0 36,0 100,0Total 164 100,0 100,0per5 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 28 17,1 17,1 17,12 113 68,9 68,9 86,03 21 12,8 12,8 98,8 4 2 1,2 1,2 100,0Total 164 100,0 100,0per6 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 62 37,8 37,8 37,82 68 41,5 41,5 79,33 29 17,7 17,7 97,0 4 5 3,0 3,0 100,0Total 164 100,0 100,0 per7Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 1 3 1,8 1,8 1,82 123 75,0 75,0 76,83 23 14,0 14,0 90,9 4 15 9,1 9,1 100,0 Total164 100,0 100,0per8 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 66 40,2 40,2 40,22 62 37,8 37,8 78,03 21 12,8 12,8 90,94 15 9,1 9,1 100,0 Total 164 100,0 100,0per9 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 72 43,9 43,9 43,9 2 52 31,7 31,7 75,63 26 15,9 15,9 91,54 14 8,5 8,5 100,0 Total 164 100,0 100,0per10 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 39 23,8 23,8 23,82 88 53,7 53,7 77,4 3 25 15,2 15,2 92,7 4 12 7,3 7,3 100,0Total 164 100,0 100,0per11 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 78 47,6 47,6 47,6 2 63 38,4 38,4 86,03 23 14,0 14,0 100,0Total 164 100,0 100,0 per12Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 1 114 69,5 69,5 69,52 36 22,0 22,0 91,5 3 10 6,1 6,1 97,6 4 4 2,4 2,4 100,0 Total 164 100,0 100,0per13 Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 1 92 56,1 56,1 56,1 2 49 29,9 29,9 86,03 19 11,6 11,6 97,64 4 2,4 2,4 100,0Total 164 100,0 100,0 Perilaku kerjaCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid baik 98 59,8 59,8 59,8sedang 66 40,2 40,2 100,0 Total 164 100,0 100,0 Lampiran 4

2. Hasil Uji Bivariat Crosstabs

  Value df (2-sided) a Pearson Chi-Square 67,7722 ,000 Likelihood Ratio 72,293 2 ,000 Linear-by-Linear46,306 1 ,000 Association N of Valid Cases 164a. Value df (2-sided)a Pearson Chi-Square 33,5952 ,000 Likelihood Ratio 35,5192 ,000 Linear-by-Linear 33,328 1 ,000 AssociationN of Valid Cases 164a.

3. Uji Multivariat (Regresi Berganda) Regression

  Dependent Variable: Perilaku kerja YANG MEMADAIChartsDependent Variable: Perilaku Perawat Histogram15 20y nc ue10 eq Fr5 -2 Regression Standardized Residual24 Mean =-3.33E-16 Std. =0.964 N =72 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Perilaku Perawat Mean = -3.33E-16 Std.

Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan Hubungan Antara Kendali terhadap Praktik Keperawatan dengan Hubungan Antara Sumber yang Memadai dengan Perilaku Kerja Hubungan Antara Kepemimpinan dan Manajemen dengan Perilaku Hubungan Antara Kendali terhadap Beban Kerja Perawat dengan Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Kendali terhadap beban kerja perawat Kendali terhadap praktik keperawatan Kerangka Konsep Penelitian TINJAUAN PUSTAKA Kesimpulan Saran KESIMPULAN DAN SARAN Landasan Teori TINJAUAN PUSTAKA Lingkungan Kerja Perawat Lingkungan Kerja Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Metode Pengukuran Metode Analisis Data TINJAUAN PUSTAKA Pengaruh Kendali beban kerja perawat terhadap Perilaku kerja Perawat Pengaruh Kendali Praktik Keperawatan terhadap Perilaku Kerja Perawat Pengaruh Lingkungan Kerja Perawat terhadap Perilaku Kerja Perawat Pengaruh Kepemimpinan dan Manajemen terhadap Perilaku Kerja Pengaruh SumberFasilitas yang Memadai terhadap Perilaku Kerja Keterbatasan Penelitian Pengertian Lingkungan Kerja Lingkungan Kerja Pengujian Asumsi Klasik Metode Pengumpulan Data Pengujian Secara Parsial Analisis Multivariat Pengujian Secara Serempak Analisis Multivariat Perilaku kerja perawat Karakteristik Responden Perilaku Manusia Konsep Perilaku Sejarah Perkembangan Visi dan Misi Susunan Pegawai dan Jenis Ketenagaan SS = Sangat Setuju KESIMPULAN DAN SARAN Standar Perilaku Perilaku Kerja Sumber yang memadai Karakteristik Responden Uji Normalitas Uji Multikolineritas Uji Validitas dan Reliabilitas
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Perilaku K..

Gratis

Feedback