Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara T.BK Cabang Medan

 1  45  95  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

SKRIPSI EVALUASI ATAS KEDUDUKAN DAN PERANAN SATUAN AUDIT

  BK CABANG MEDAN OLEH NAMA : MELVA HANDAYANI PULUNGAN NIM : 080522081 DEPARTEMEN : AKUNTANSI PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Evaluasi AtasKedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. BK Cabang Medan” Adalah benar hasil karya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalamkonteks penulisan skripsi pada tingkat Program Ekstensi S1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang hanya dengan izin dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini gunamemenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi padaFakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Dalam mengerjakan skripsi ini banyak pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan, maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikanucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1.

2. Bapak Drs. Firman Syarif, Msi, Ak dan Ibu Dra. Mutia ismail, MM, Ak

  Sucipto, MM, Ak selaku penguji I dan II yang telah membantu penulis melalui saran dan kritikyang telah diberikan untuk kesempurnaan skripsi ini.ii 5. Hal ini dapat dilihat dari segi pelaksanaan tugasnya tidak terlibat dalam kegiatan operasionalsehingga pemeriksaannya benar – benar objektif, Independen dalam melaksanakan tugasnya karena kedudukannya sebagai staff assistant manageraccounting controll dibawah Branch Manager dan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan dengan tujuanuntuk meningkatkan efisiensi operasi.

DAFTAR LAMPIRAN NOMOR JUDUL

  Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam melaksanakan pemeriksaan operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu apakah sudah dilaksanakansebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari segi pelaksanaan tugasnya tidak terlibat dalam kegiatan operasionalsehingga pemeriksaannya benar – benar objektif, Independen dalam melaksanakan tugasnya karena kedudukannya sebagai staff assistant manageraccounting controll dibawah Branch Manager dan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan dengan tujuanuntuk meningkatkan efisiensi operasi.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini indonesia mengalami krisis ekonomi, untuk keluar dari krisis

  Kemudahan dana ini tidak semudah mencetak uang yang sebanyak – banyaknya yang akan menyebabkan inflasi, tetapi kemudahan dana inidapat diperoleh negara tanpa mengalami inflasi adalah dengan cara menghimpun dana dari msyarakat dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan. Sehubungan dengan banyaknya kasus – kasus kredit macet yang disebabkan karena ketidakmampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya,maka timbul permasalahan yang tidak diinginkan seperti kekurangmampuan masing – masing bank menilai mutu kredit yang telah mereka berikan.

B. Perumusan Masalah

  Perumusan masalah merupakan awal dari penelitian dan merupakan langkah yang penting serta pekerjaan yang sulit dalam penelitian. Untuk mengetahui apakah kedudukan dan fungsi internal auditor telah berperan dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional pada PT.

2. Untuk mengetahui hasil pelaksanaan fungsi internal auditor pada PT

  Sebagai bahan masukan bagi peneliti dalam memahami tentang kedudukan dan fungsi audit internal serta dalam pelaksanaan tugas – tugasnya, 2. Sebagai bahan masukan ataupun pertimbangan bagi prusahaan dalam menerapkan kedudukan dan fungsi audit internal agar terlaksana denganefektif dan efisien, 3.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis

1. Internal Auditing

  Tujuan dari padainternal auditing adalah untuk membantu semua anggota manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab mereka secara efektif denganmemberikan kepada mereka analisis, penilaian, rekomendasi dan komentar yang objektif mengenai kegiatan yang diperiksa. 8 Bagian-bagian yang penting dari defenisi diatas adalah : Organisasi profesi auditor intern mendefenisikan internal auditing “sebagai fungsi penilaian yang independen dari aktivitas yang di audit”.

2. Internal Auditor

  Menurut Arens (2008:482), Profesional Institute of Internal Auditor memberikan defenisi mengenai internal audit sebagai berikut :Internal audit adalah aktivitas konsultasi dan assurance yang objektif dan independen yang dirancang untuk menambah nilai danmemperbaiki operasi organisasi. Seorang Internal Auditor, agar dapat bekerja secara efektif harus berada dalam posisi yang independen terhadap lini fungsi dalam suatuorganisasi, tetapi ia tidak independen terhadap organisasi sepanjang masih terdapat hubungan antara pemberi kerja dan pekerja.

3. Karakteristik Pengawasan Intern yang Efektif

Sebelum menganalisa karakteristik pengawasan intern yang efektif, dijelaskan lebih dahulu pengertian dan tujuan pengawasan intern, prinsip-prinsip pengawasan intern, keterbatasan pengawasan intern serta karakteristik dan ciri-ciri pengawasan intern yang efektif.

3.1. Pengertian dan Tujuan Pengawasan Intern

  Menurut Boynton Johnson and Kell (2003:373) Pengendalian intern adalahSuatu proses, yang dilaksanakan oleh dewan direksi, manajemen, dan personil lainnya dalam suatu entitas, yang dirancang untukmenyediakan keyakinan yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam kategori sebagai berikut :a. Efektivitas dan efisiensi operasi Ikatan Akuntansi Indonesia (2001:319.2) mendefenisikan pengendalian intern adalahSebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personil lain entitas yang didesain untuk memberikan 12 keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikutini : (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi operasi, dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yangberlaku.

3.2. Prinsip – prinsip Pengawasan Intern

  Menurut Tuanakota (2000:46) menggambarkan pengawasa intern yang baik adalah “Secara umum dapat dikatakan bahwa suatu strukturpengawasan adalah baik, jika tidak seorang pun berada dalam kedudukan sedemikian rupa sehingga ia dapat membuat kesalahan dan meluruskantindakan-tindakan yang tidak diinginkan dalam waktu yang tidak terlalu lama”. Pemisahan pekerjaanAktivitas-aktivitas terkait seharusnya ditugaskan kepada orang yang berbeda-beda dan penciptaan akuntabilitas (denganpencatatan) atau asset yang seharusnya terpisah dari penjagaan fisik asset tersebut.

3.3. Keterbatasan Pengawasan Intern

  Aktivitas internal auditor yang dijalankan melaluifungsi-fungsi internal auditor telah diartikan sebagai suatu pemeriksaan dan penyajian data yang objektif mengenai hasil analisa, penilaian,rekomendasi dan komentar atas aktivitas manajemen yang diperiksanya. Kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain tentu tidak sama, karena hal initergantung pada situasi dan kondisi perusahaan serta tujuan yang hendak dicapai dalam pembentukan bagian internal auditor.

Bagian i nternal audit berada di bawah direktur keuangan (sejajar dengan bagian akuntansi dan keuangan)

Bagian i nternal audit merupakan staf direktur utama, c. nternal audit merupakan staf dari dewan komisaris, d. Bagian internal audit dipimpin oleh seorang internal audit direktur

  Hal ini akan dapattercapai bila internal auditor mempunyai kedudukan yang memungkinkan Menurut Mautz dan Sharaf, dalam Sawyers (2005:25) dalam karya terkenal mereka, “The philosophy of auditing” (filosofi audit), memberikanbeberapa indikator independensi professional yang dapat diterapkan untuk internal auditor yang ingin bersikap objektif. Independensi dalam verifikasiIndependensi dalam verifikasi dapat berupa :1) Bebas dalam mengakses semua catatan, memeriksa aktiv dan karyawan yang relevan dengan audit yang dilakukan2) Mendapat kerja sama yang aktif dari karyawan manajemen selama verifikasi audit 28 3)Bebas dari segala usaha manajer yang berusaha membatasi aktivitas yang diperiksa atau membatasi pemerolehan bahan bukti 4)Bebas dari kepentingan pribadi yang menghambat verifikasi audit c.

7. Laporan Internal Audit

  Menurut Sukrisno Agoes (2004:236), untuk dapat menyusun laporan dengan baik dan agar dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca, makaada beberapa kriteria yang dapat dijadikan pedoman : 32 a. Clear (jelas)Setiap laporan harus menggunakan suatu strategi yang tepat untuk informasi penting yang akan disajikan, bahasa laporan harus kreatif,kata-kata yang dipilih dan susunannya harus mencerminkan tingkat kepentingan yang bervariasi diantara item yang disajikan.

Bagian I nternal Audit b. Nama perusahaan c. Perihal yaitu mengenai hasil temuan pemeriksaan d. Periode e. Kondisi perusahaan f. Kriteria perusahaan g. Penyebab dari masalah yang timbul pada perusahaan h. Akibat dari penyebab masalah yang timbul i. Komentar management terhadap masalah yang timbul j. Tanggal audit k. Nama Internal Auditor

  Oleh karena itu semakin besar suatu perusahaan , maka semakin luas pularentang pengendalian yang dipikul pimpinan, sehingga manajemen harus menciptakan suatu pengendalian yang efektif untuk mencapai suatupengelolaan yang optimal dengan mempertimbangkan manfaat dan biayanya. Karena keterbatasan manajemen dalam mengendalikan aktivitasnya itu, perusahaan memerlukan internal auditor yang akan membantumanajemen dalam menentukan apakah rencana-rencana operasi, keuangan, kebijakan dan prosedur-prosedur yang dijalankan sesuai dengan ketentuanyang telah ditetapkan.

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Kerangka Konseptual Internal auditor merupakan suatu aktivitas penilaian yang berbeda atas data akuntansi dan aktivitas lainnya yang dilakukan oleh pegawai perusahaan itusendiri dengan maksud membantu manajemen dalam penyediaan informasi. Dalam melaksanakan auditnya seorang internal auditor harus memiliki sikap independent dan obyektif agar memenuhi kewajiban profesionalnya dalammemberikan opini yang obyektif, tidak bias, dan tidak dibatasi dan melaporkan masalah apa adanya, tidak melaporkan sesuai keinginanan eksekutif atau lembaga.

BAB II I METODE PENELITIAN Adapun metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dan

  Klasifikasi Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah berupa studi deskriptif yaitu dengan cara menguraikan tentang sifat – sifat dan keadaan yang sebenarnya dari objekpenelitian. Metode Kasus, metode ini lebih sering digunakan untuk menemukan ide – ide baru mengenai hubungan antar variabel yang kemudian diujilebih lanjut dalam penelitian eksploratif.

1. Data Primer

  Data primer yang penulis kumpulkan dariperusahaan adalah berupa hasil wawancara, conthnya : kedudukan dan fungsi internal auditor perusahaan. Data sekunder adalah berupa data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk yang sudah jadi, seperti struktur organisasi perusahaan, sejarahperusahaan, laporan laba rugi periode tahun baku dan laporan laba rugi periode tahun berjalan.

2. Data Sekunder

  Lokasi dan Jadwal PenelitianPenelitian ini dilakukan pada PT. BTN Cabang Medan yang beralamat di Jl.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Penelitian

  1. Gambaran Umum PT.

a. Sejarah Singkat Perusahaan

  27 tanggal 16Oktober 1897, mendirikan “Postpaarbank”, yang kemudian terus hidup dan berkembang serta tercatat hingga tahun 1939 telah memiliki 4 (empat)cabang, yaitu Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar. 20 tahun 1968 tanggal 19 Desember 1968, yang 45 sebelumnya (sejak tahun 1964) Bank Tabungan Negara menjadi Bank NegaraIndonesia unit V, jika tugas utama saat pendirian Postpaarbank (1897) sampai dengan Bank Tabungan Negara (1968) adalah bergerak dalamlingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan, maka sejak tahun 1974 Bank Tabungan Negara ditambah tugasnya, yaitu memberikanpelayanan KPR dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976.

b. Struktur Organisasi

  Penetapan struktur organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan, dimana struktur organisasi merupakan alatuntuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu juga untuk memperlancar dan mempermudah pimpinan untuk mengadakan kontrol demi Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab pada setiap bagian berdasarkan struktur organisasi PT.

1. Unit Kerja Manajemen Cabang

  Wakil Kepala Cabang (Deputy Branch Manager)Adapun tugas dan tanggung jawab Wakil Kepala Cabang adalah membantu Kepala Cabang dalam pengelolaan kegiatan usaha bankkhususnya mengenai tugas-tugas yang dilaksanakan oleh unit kerja atau seksi yang menurut struktur organisasi termasuk dalam lingkuppengelolaan dan pengawasan. Pembantu Pimpinan Cabang (Assistant Branch Manager)Tugas dan tanggung jawab Pembantu Pimpinan Cabang untuk mengkoordinasi pelaksanaan tugas dan pekerja dalam berbagai unit kerjadi Kantor Cabang dan pelaksanaan tugas khusus yang diberikan oleh Pimpinan Cabang.

2. Unit Retail Service

  Customer ServiceTugas dan tanggung jawab Customer Service adalah : 1)Memberikan informasi tentang produk BTN kepada nasabah / masyarakat umum 2)Memberikan informasi tentang rekening (saldo, transaksi, dan lain- lain) kepada pemilik rekening. 3) Melayani pembukuan rekening baru (tabungan, deposito dan giro).4) Melayani konfirmasi saldo dari cabang lain5) Melayani percetakan saldo tabungan pada buku tabungan6) Melayani pencairan deposito dan penutup rekening tabungan / giro7) Melayani penggantian buku tabungan atau percetakan buku tabungan baru8) Melayani complain (keluhan) mengenai tabungan, giro, deposito, dan transfer uang.

4) Menyusun daftar usulan permohonan kepada Komite Penuntas Kredit

  Transaction Processing 49 Melaksanakan transaksi kliring dan inkaso Melayani transaksi kiriman uang4) Melayani transaksi pemindah bukuan3) Menyelenggarakan administrasi dan transaksi kantor pos2) Tugas dan tanggung jawab adalah :1) Melayani administrasi perlunasan kredit dan penyerahan dokumen pokok. 1)Memproses permohonan kredit Melayani dan memproses permohonan alih debitur9) Melayani dan menyelesaikan klaim debitur8) (Loan Administration)7) 6)Menyusun perjanjian kredit dan melaksanakan Akad Kredit Bersama 5)Menyampaikan hasil keputusan Rapat Komite Penuntas Kredit (berupa SP3K) kepada Calon Debitur.

3. Unit Operation

5)Menyelenggarakan administrasi dan penyetoran pajak 6)Menyelenggarakan pembukuan angsuran KPR melalui kantor pos dan bank lain 7)Melakukan pembukuan semua transaksi non tunai 8)Mengelola komputerisasi dan teknologi informasi (ATM, Internet, dan sebagainya) 9)Mengelola rekening BTN, BI, dan bank lain 50

10) Melakukan pengelolaan dan penting semua data transaksi

  1)Melakukan analisa kredit umum 2)Mengajukan usulan atau rekomendasi kelayakan permohonan kredit Loan AdministrationTugas dan tanggung jawab Loan Administration adalah : 4)Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen agunan kredit 5)Menilai kelayakan obyek agunan 6)Melakukan pembinaan terhadap debitur kredit umum 7)Menyiapkan laporan-laporan (intern dan ekstern) yang berkaitan kredit 8)Menyelenggaran administrasi kredit umum c. 2)Melakukan proses restrukturisasi kredit retail dan kredit umum 3)Melakukan proses penyelesaian kredit retail dan kredit umum 4)Menyelesaikan permasalahan hukum yang berkaitan dengan asset kredit yang bermasalah 5)Membuat laporan rutin ke kantor pusat yang terkait dengan tindakan penyelesaian kredit.

5. Unit Accounting Control

1) Menyiapkan laporan-laporan keuangan Bank (Neraca, R/L)

  Ikhtisar pekerjaan Internal Auditor meliputi :1) Melakukan pemeriksaan atas kebenaran semua transaksi operasional bank2) Melakukan koordinator dengan unit kerja lain dalam menindak lanjuti hasil pemeriksaan baik pihak intern dan extern. Memeriksa / mencocokkan bukti dasar dan bukti transaksi operasional bank di koncapem telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4) Melakukan pengawasan secara intern (internal control)

6. Staff Internal Auditor

  Memproses laporan serta control atas penanganan dan penyelesaian pengaduan nasabah dengan melakukan koordinasi dan unit kerjaterkait. Tugas dan tanggung jawab Kantor Kas adalah :1) Penghimpunan dana melalui produk Tabungan, Deposito, Angsuran KPR dan lainnya.

7. Unit Kantor Cabang Pembantu

562) Melayani proses kredit dari pemohon3) Merupakan ujung tombak pemasaran produk-produk bank4) Menunjang likuiditas kantor cabang

c. Aktivitas Perusahaan

  Cabang Medan sebagai mana dengan bank umum lainnya, dalam melaksanakan aktivitas usahanya selaluberusaha mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya dari masyarakat. Aktivitas yang dilakukan adalah sebagai berikut : A.

1. Tabungan Batara

  Tabungan Batara adalah jenis simpanan bebas yang diselenggarakan olehBank Tabungan Negara yang diperuntukan bagi seluruh masyarakatIndonesia dengan maksud untuk membudayakan kebiasaan untuk menabung. DepositoDeposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjianbank dengan pihak ketiga baik dalam rupiah atau dalam valuta asing.

2. Kredit Perumahan Perusahaan (KPP)

  Yaitu kredit yang diberikan kepada perusahaan untuk menyediakan fasilitas perumahan dinas perusahaan ataupun fasilitas pemilikan rumahpegawai yang didasarkan pada kerjasama antara BTN dengan perusahaan dalam mendukung program perumahan Syarat-syarat dan ketentuannya : a. Kredit Usaha Mikro dan KecilTujuan KMK untuk meningkatkan akses usaha mikro dan kecil terhadap dana pinjaman yang berasal dari Surat Utang Pemerintah (SUP)untuk pembiayaan investasi dan modal kerja dengan persyaratan yang relatif ringan dan terjangkau.

3. Kedudukan Internal Auditor Berdasarkan Struktur Organisasi PT. Bank Tabungan Negara Tbk

  Melaporkan secara langsung dan khusus kepada Direktur utama dan komisaris / komite Audit dengan tembusan kepada direktur kepatuhanmengenai : 66 internal auditor control staff adalah sebagai staff yang berada dalam unit Accounting & Controll, yang berada langsung dibawah assistant manager accounting control. Dengan kedudukan seperti ini internal auditor dapatbergerak dengan bebas, sehingga memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan yang cukup luas dan memadai atau dengan kata lain internal auditor dapat melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tingkatan manajemen dibawah kepala cabang.

4. Independensi Internal Auditor Independensi merupakan syarat mutlak bagi seorang internal auditor

  Pada Bank BTN Cabang Medan, para internal auditor dalam terrcapainya pengawasan yang efektif dapat dilihat dalam pelaksanaantugasnya yaitu antara lain harus melakukan review dan memberikan tanggapan atas proposal kebijakan atau sistem dan prosedur yang baru,terutama kecukupan aspek-aspek pengendalian intern dan manajemen resiko sehingga didalam pelaksanaannya dapat tercapai secara efektif danefisien. Analisis Hasil PenelitianBerdasarkan uraian teori tentang internal auditor yang telah dijelaskan pada Bab II dan pelaksanaannya pada perusahaan, maka penulis mencobamembuat suatu analisa dan evaluasi terhadap hasil penelitian peranan internal auditor melalui kedudukan dan fungsinya sehingga tercapainya pengawasan yang efektif pada PT.

5. Peranan Internal Auditor bagi tercapainya pengawasan yang efektif

  Hal ini dapat dipahami karena internal auditor menghabiskan semua waktu mereka di dalam satu perusahaan, mereka memiliki lebihbanyak pengetahuan mengenai operasi dan pengendalian internal perusahaan dibandingkan dengan Auditor Eksternal. Bank Tabungan Negara Tbk Cabang Medan yaitu antara lain harus melakukian review dan memberikan tanggapan atasproposal atau sistem dan prosedur yang baru terutama kecukupan aspek- aspek pengendalian intern dan manajemen resiko sehingga dalampelaksanaannya dapat tercapai secara efektif dan efisien.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini penulis akan mencoba mengemukakan beberapa

A. Kesimpulan

  Tingkat independensi Internal auditor dapat dilihat dari kedudukan Internal auditor sebagai staff assistant manager Accounting Control yang berada di bawah Branch Manager, berarti bahwa Internal auditor memiliki ruang lingkup pemeriksaan yang hanya ditekankan padapengendalian atas bagian keuangan, hal ini tidak mempengaruhi Internal auditor dalam melakukan pemeriksaannya, sehingga Internal auditor dapat mempertahankan independensinya. Hal ini dapat dilihat dalam pelaksanaan tugas Internal auditor yaitu antara lain harus melakukan review dan memberikan tanggapan atas proposal atau sistem dan prosedur yang baru terutama kecukupan aspek-aspek pengendalian intern dan manajemen resikosehingga dalam pelaksanaannya dapat tercapai secara efektif dan efisien.

B. Saran

Saran penulis bagi pihak-pihak yang terkait dalam karya ilmiah ini adalah :

1. Dalam rangka pengembangan kegiatan operasional dari lembaga keuangan

  Fungsi yang dilaksanakan Internal Auditor akan berjalan dengan baik apabila didukung pihak manajemen di dalam pemeriksaan, oleh karena itu InternalAuditor dituntut agar senantiasa menjaga hubungan kerja yang baik dengan pihak manajemen. Sebaiknya Internal Auditor memperingati pihak kantor cabang pembantu yang terlambat memberikan laporan mingguannya meskiupun sampai sejauhini belum mengganggu kelancaran operasional karena suatu saat hal tersebut akan dapat mengganggu kelancaran operasional dan apabila tidak ditanggapiperlu memberikan sanksi yang tegas.

DAFTAR PUSTAKA

  Auditing dan Jasa Assurance : Pendekatan Terintegrasi, Edisi keduabelas, Terjemahan : Gina Gania, Erlangga, Jilid II, Jakarta. Peranan dan Fungsi Internal Auditor, Edisi Ketiga, PT.

Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara T.BK Cabang Medan Aktivitas Perusahaan Unit Kantor Cabang Pembantu Fungsi Internal Auditor Laporan Internal Auditor Fungsi Internal Auditor Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Independensi Internal Auditor Fungsi Internal Auditor Independensi Internal Auditor Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Internal Auditor Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Kedudukan Internal Auditor Independensi Internal Auditor Kedudukan Internal Auditor Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Klasifikasi Penelitian Jenis dan Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Laporan Internal Audit Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Laporan Internal Auditor Data Penelitian 1. Gambaran Umum PT. BTN Tbk Cabang Medan Pengawasan Internal Auditor Kedudukan Internal Auditor Pengertian dan Tujuan Pengawasan Intern Prinsip – prinsip Pengawasan Intern Peranan Internal Auditor bagi Tercapainya Pengawasan yang Efektif Tinjauan Penelitian Terdahulu Kerangka Konseptual Unit Accounting Control Staff Internal Auditor Unit Kerja Manajemen Cabang Unit Retail Service Unit Operation Collection dan Workout
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Au..

Gratis

Feedback