Feedback

Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara T.BK Cabang Medan

Informasi dokumen
SKRIPSI EVALUASI ATAS KEDUDUKAN DAN PERANAN SATUAN AUDIT INTERNAL PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA T.BK CABANG MEDAN OLEH NAMA : MELVA HANDAYANI PULUNGAN NIM : 080522081 DEPARTEMEN : AKUNTANSI PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara T.BK Cabang Medan” Adalah benar hasil karya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi pada tingkat Program Ekstensi S1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data informasi yang diperoleh, telah dinyatakan dengan jelas, benar dan apa adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar saya bersedia menerima sanksi yang diharapkan oleh Universitas Sumatera Utara. Medan, Juli 2011 Yang Membuat Pernyataan Melva Handayani Pulungan NIM : 080522081 i Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang hanya dengan izin dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi ini yaitu Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan. Dengan menyadari keterbatasan, penulis sadar masih banyak kekurangan dalam skripsi ini, baik dari isi maupun cara penyajiannya. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik demi penyempurnaan skripsi ini. Dalam mengerjakan skripsi ini banyak pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan, maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Drs. John Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Firman Syarif, Msi, Ak dan Ibu Dra. Mutia ismail, MM, Ak. Selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Iskandar Muda, SE, MSi, Ak selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan pengarahan, masukan dan motivasi kepada penulis dalam proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini. 4. Bapak Drs. Syamsul Bahri TRB, MM, Ak dan Bapak Drs. Sucipto, MM, Ak selaku penguji I dan II yang telah membantu penulis melalui saran dan kritik yang telah diberikan untuk kesempurnaan skripsi ini. ii Universitas Sumatera Utara 5. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 6. Terkhusus kepada kedua orang tuaku yang terkasih, N. Pulungan dan M. Hutasuhut yang telah memberikan dukungan, kasih sayang dan doa yang tiada berkesudahan. Medan, 04 Juli 2011 Penulis Melva Handayani Pulungan NIM : 080522081 iii Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Internal Auditor pada PT. Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam melaksanakan pemeriksaan operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu apakah sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi perusahaan. Metode Penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Jenis data adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan teknik kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Internal Auditor pada PT. Bank Tabungan Negara T.bk cabang Medan dalam pelaksanaan pemeriksaan operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi. Hal ini dapat dilihat dari segi pelaksanaan tugasnya tidak terlibat dalam kegiatan operasional sehingga pemeriksaannya benar – benar objektif, Independen dalam melaksanakan tugasnya karena kedudukannya sebagai staff assistant manager accounting controll dibawah Branch Manager dan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi operasi. Kata Kunci : Internal Auditor iv Universitas Sumatera Utara ABSTRACT This research aims to study the auditor internal function at PT. Bank Tabungan Negara T.bk branch of Medan in the implementation of office operational auditing at sub branch office whether had be implomented actually for the increasing of efficiency of operation of the company. The method applied in this research is descriptive study. And the type of data. The data is collected by observation, interview and library research. The results of research indicates that the auditor internal function at PT. Bank Tabungan Negara T.bk branch of Medan in the implementation of office operational auditing (POK) at the sub branch office had implemented actually in the increasing of efficiency of operation. This indicated by the implementation of the task did not involved in the operational activity, so its auditing is objective. Independency in the task caused by its position as assistant staff of accounting control manager under the branch Manager and the auditing activity is based on the operational standard of the company in order to increase the efficiency of operation. Keyword : Internal Auditor v Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI PERNYATAAN . i KATA PENGANTAR . ii ABSTRAK . . iv ABSTRACT . v DAFTAR ISI . vi DAFTAR GAMBAR . ix DAFTAR LAMPIRAN . x PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang Masalah . 1 BAB I B. Perumusan Masalah . 3 C. Tujuan Penelitian . 4 D. Manfaat Penelitian . 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . . 5 A. Tinjauan Teoritis . 5 1. Internal Auditing . 5 2. Internal Auditor . 8 3. Karakteristik Pengawasan Intern yang Efektif . 11 4. Fungsi Internal Auditor . 15 5. Kedudukan Internal Auditor . 20 6. Independensi Internal Auditor . 26 7. Laporan Internal Audit . 29 8. Peranan Internal Auditor bagi tercapainya pengawasan yang efektif . 35 B. Review Penelitian Terdahulu . 38 C. Kerangka Konseptual . 39 vi Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN . 40 A. Klasifikasi Penelitian . 40 B. Jenis dan Sumber Data . 40 C. Teknik Pengumpulan Data . 41 D. Metode Analisis Data . 41 E. Lokasi dan Jadwal Penelitian . 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 43 A. Data Penelitian . 43 1. Gambaran Umum PT. BTN Tbk. Cabang Medan a. Sejarah Singkat Perusahaan . 43 b. Struktur Organisasi . 45 c. Aktifitas Perusahaan . 56 2. Pengawasan Internal auditor . 61 3. Kedudukan Internal Auditor . 62 4. Independensi Internal Auditor . 66 5. Fungsi Internal Auditor . 67 6. Laporan Internal Auditor . 68 7. Peranan Internal Auditor bagi Tercapainya Pengawasan yang Efektif . 70 B. Analisis Hasil Penelitian . 71 1. Kedudukan Internal Auditor . 71 2. Independensi Internal Auditor . 72 3. Fungsi Internal Auditor . 73 4. Laporan Internal Auditor . 74 5. Peranan Internal Auditor Bagi Tercapainya Pengawasan yang Efektif . 75 vii Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . 77 A. Kesimpulan . 77 B. Saran . . 79 DAFTAR PUSTAKA . 81 LAMPIRAN . 83 viii Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR NOMOR JUDUL HALAMAN Gambar 1.1 Internal audit Dibawah Direktur Keuangan.22 Gambar 1.2 Internal Audit Merupakan Staf Direktur Utama.23 Gambar 1.3 Internal Audit Merupakan Staf Dewan Komisaris. 24 Gambar 1.4 Internal Auditor Dipimpin Oleh Seorang Direktur Internal Audit. 25 Gambar 1.5 Kerangka Konseptual. 39 ix Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN NOMOR JUDUL Lampiran 1 Struktur Organisasi PT. BTN T.bk Cabang Medan x Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Internal Auditor pada PT. Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam melaksanakan pemeriksaan operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu apakah sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi perusahaan. Metode Penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Jenis data adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan teknik kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Internal Auditor pada PT. Bank Tabungan Negara T.bk cabang Medan dalam pelaksanaan pemeriksaan operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi. Hal ini dapat dilihat dari segi pelaksanaan tugasnya tidak terlibat dalam kegiatan operasional sehingga pemeriksaannya benar – benar objektif, Independen dalam melaksanakan tugasnya karena kedudukannya sebagai staff assistant manager accounting controll dibawah Branch Manager dan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi operasi. Kata Kunci : Internal Auditor iv Universitas Sumatera Utara ABSTRACT This research aims to study the auditor internal function at PT. Bank Tabungan Negara T.bk branch of Medan in the implementation of office operational auditing at sub branch office whether had be implomented actually for the increasing of efficiency of operation of the company. The method applied in this research is descriptive study. And the type of data. The data is collected by observation, interview and library research. The results of research indicates that the auditor internal function at PT. Bank Tabungan Negara T.bk branch of Medan in the implementation of office operational auditing (POK) at the sub branch office had implemented actually in the increasing of efficiency of operation. This indicated by the implementation of the task did not involved in the operational activity, so its auditing is objective. Independency in the task caused by its position as assistant staff of accounting control manager under the branch Manager and the auditing activity is based on the operational standard of the company in order to increase the efficiency of operation. Keyword : Internal Auditor v Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini indonesia mengalami krisis ekonomi, untuk keluar dari krisis ini maka indonesia meningkatkan pembangunan disegala sektor, baik di sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan hankam yang tentu saja memerlukan dana yang cukup besar. Kemudahan dana ini tidak semudah mencetak uang yang sebanyak – banyaknya yang akan menyebabkan inflasi, tetapi kemudahan dana ini dapat diperoleh negara tanpa mengalami inflasi adalah dengan cara menghimpun dana dari msyarakat dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan. Meningkatnya aktivitas dunia usaha khususnya sektor industri menimbulkan berbagai kebutuhan, antara lain kebutuhan dana untuk keperluan membangun atau memperluas bidang usaha. Tambahan dana kadang tidak seluruhnya dapat diperoleh dari perusahaan itu sendiri, tetapi dapat juga diperoleh dari pihak luar perusahaan yaitu lembaga yang biasa memberikan bantuan dalam bidang keuangan adalah lembaga keuangan khususnya perbankan. Dengan demikian peranan dalam dunia usaha sangat terasa dan berpengaruh. Perkembangan dunia usaha harus diikuti dengan perkembangan dibidang perbankan sebagai lembaga penunjang dan pendorong kelancaran dunia usaha. Dengan meningkatnya aktivitas dunia usaha di suatu perusahaan, maka diperlukan adanya sumber – sumber penyediaan dana untuk pelaksanaan pembangunan guna membiayai kegiatan usahanya yang semakin berkembang. Seperti halnya PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan, yang mempunyai jasa perbankan memberikan bebagai fasilitas seperti kredit, menerima simpanan uang masyarakat baik dalam bentuk tabungan, giro maupun deposito, pengiriman uang dari luar negeri maupun dalam negeri. PT. Bank Tabungan Negara T.bk. Cabang Medan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf Universitas Sumatera1Utara 2 hidup masyarakat banyak. Melalui kegiatan perkreditan maka bank melayani kebutuhan pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem bagi semua sektor perekonomian. PT. Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam melakukan aktivitasnya tidak terlepas dari pengawasan intern yang dilaksanakan oleh bagian internal audit yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan operasional perusahaan adalah laporan mingguan operasional kantor cabang pembantu yang akan diaudit oleh internal auditor terkadang mengalami keterlambatan sehingga hal – hal yang penting yang perlu segera dilaporkan kepada kepala cabang tidak segera dapat diketahui untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Bank sebagai pemberi kredit menjalankan perannya berdasarkan suatu kebijakan untuk selalu tetap memelihara keseimbangan yang tepat untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk bunga dengan tujuan likuiditas dan solvabilitas bank. Solvabilitas adalah kemampuan untuk melunasi semua hutanghutangnya baik (baik jangka pendek maupun jangka panjang). Sedangkan yang dmaksud dengan likuiditas adalah kemampuan bank tersebut dalam menjamin terbayarnya hutang – hutang jangka pendeknya. Untuk tercapainya tujuan tersebut bank memerlukan audit internal yang baik dan perkreditan yang efektif sehingga kredit bank tidak bermasalah. Perbankan merupakan salah satu unsur pengembangan perekonomian dan juga sebagai lembaga yang berkewajiban turut serta mempelancar arus kegiatan dibidang ekonomi, keuangan dan pembangunan negara. Sehubungan dengan banyaknya kasus – kasus kredit macet yang disebabkan karena ketidakmampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya, maka timbul permasalahan yang tidak diinginkan seperti kekurangmampuan masing – masing bank menilai mutu kredit yang telah mereka berikan. Untuk menghindari terjadinya penyimpangan kredit tersebut maka bank memerlukan audit internal yang memadai. PT. Bank Tabungan Negara T.bk. Cabang Medan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf Universitas Sumatera Utara 3 hidup masyarakat banyak. Melalui kegiatan perkreditan maka bank melayani kebutuhan pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem bagi semua sektor perekonomian. PT. Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam melakukan aktivitasnya tidak terlepas dari pengawasan intern yang dilaksanakan oleh bagian internal audit yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan operasional perusahaan adalah laporan mingguan operasional kantor cabang pembantu yang akan diaudit oleh internal auditor terkadang mengalami keterlambatan sehingga hal – hal yang penting yang perlu segera dilaporkan kepada kepala cabang tidak segera dapat diketahui untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan membuat laporannya dalam bentuk skripsi yang berjudul “ Evaluasi atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada Bank Tabungan Negara T.bk ” B. Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan awal dari penelitian dan merupakan langkah yang penting serta pekerjaan yang sulit dalam penelitian. disampaikan secara lengkap dan menyeluruh ( comprehensive ). Sementara laporan lisan dapat berupa Universitas Sumatera Utara pemaparan atas hal-hal yang dianggap perlu ditonjolkan dan cenderung informasi yang disampaikan tidak menyeluruh. Dalam penyampaian laporan tertulis ada beberapa pedoman yang harus diikuti agar laporan tersebut mudah dipahami oleh pihak pembaca laporan. Hal ini dapat dikatakan sebagai suatu sistematika penyusunan laporan yang digunakan oleh internal auditor. Menurut Soekrisno Agoes (2004:236), untuk dapat menyusun laporan dengan baik dan agar dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca, maka ada beberapa kriteria yang dapat dijadikan pedoman : a. b. c. d. e. Objective Clear (jelas) Concise (singkat tetapi padat) Constructive (membangun) Timely (tepat waktu). Kriteria diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Objective Pembaca mengharapkan penyajian hasil yang terus terang dan berdasarkan fakta. Bila auditor melindungi, mengkualifikasi atau menutupi temuan penting akan menjengkelkan pembaca yang mencari kesimpulan dan rekomendasi. b. Clear (jelas) Setiap laporan harus menggunakan suatu strategi yang tepat untuk informasi penting yang akan disajikan, bahasa laporan harus kreatif, kata-kata yang dipilih dan susunannya harus mencerminkan tingkat kepentingan yang berfariasi diantara item yang disajikan. Universitas Sumatera Utara c. Concise (singkat tetapi padat) Kalimat-kalimat harus dibuat secara singkat dan ringkas mengenai ideide penting. Penjelasan yang terlalu panjang dan sangat rinci akan membingungkan pembaca. d. Constructive (membangun) Pembaca tidak membaca secara sederhana, sekedar untuk menemukan kesalahan, tetapi lebih jauh lagi untuk mempelajari tindak lanjut pemecahan. e. Timely (tepat waktu) Nilai laporan audit secara langsung berhubungan dengan kecepatan informasi. Menurut Sawyers (2005:81), beberapa prinsip untuk menetapkan sistem pelaporan (reporting) internal yang efektif adalah sebagai berikut: a. Laporan harus dibuat sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan b. Individu-individu atau unit-unit harus diminta melaporkan halhal yang menjadi tangung jawabnya c. Biaya mengakumulasidata dan menyiapkan laporan harus dibandingkan dengan manfaat yang akan didapat. d. Laporan harus sederhana mungkin, dan konsisten dengan sifat subjek yang menjadi masalah. Laporan harus berisi informasi yang melayani kebutuhan pengguna. Klasifikasi dan terminologi umum harus digunakan sebanyak mungkin untuk menghindari kebingungan. e. Sedapat mungkin laporan kinerja memperhatikan perbandingan dengan standar biaya kualitas dan kuantitas yang ditetapkan. Biaya-biaya yang bisa dikendalikan harus dipisahkan f. Jika kinerja tidak bisa dilaporkan secara kuantitatif, laporan yang dirancang untuk menekankan pengecualian atau hal-hal lain yang membutuhkan perhatian manajemen g. Agar bisa bermanfaat maksimal, laporan haruslah tepat waktu. Laporan yang tepat waktu yang sebagian didasarkan pada Universitas Sumatera Utara estimasi bisa jadi lebih berguna dibandingkan laporan yang lebih tepat tetapi terlambat h. Penerimaan laporan harus ditanyakan secara periodik untuk mengetahui apakah mereka masih membutuhkan laporan yang diterima atau apakah ada yang bisa diperbaiki dari laporan tersebut. Menurut Soekrisno Agoes (2004:242) laporan Internal Auditor harus berisi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Bagian Internal Audit Nama perusahaan Perihal yaitu mengenai hasil temuan pemeriksaan Periode Kondisi perusahaan Kriteria perusahaan Penyebab dari masalah yang timbul pada perusahaan Akibat dari penyebab masalah yang timbul Komentar management terhadap masalah yang timbul Tanggal Audit Nama Internal Auditor Seperti contoh terlampir berikut ini. Universitas Sumatera Utara Dari Kepada Perihal Periode : Kepala Bagian Internal Audit : Direksi PT. RENIKU : Temuan Pemeriksaan mengenai Uang Muka Perjalanan : Tahun 2002 KONDISI : Terdapat uang muka perjalanan yang jumlahnya melampaui batas yang diperbolehkan. Kami menemukan 133 uang muka perjalanan dari 175 uang muka perjalanan yang kami periksa, jumlahnya melampaui jumlah yang diperbolehkan yaitu Rp.2.500.000. jumlah tersebut berkisar antara Rp.2.640.000 s/d Rp.4.750.000, total kelebihan adalah + Rp.300.000.000. KRITERIA : Kebijakan tertulis dari Direktur Keuangan menyatakan bahwa uang muka perjalanan dinas maksimum sebesar Rp.2.500.000. PENYEBAB : Kepala bagian keuangan memberikan uang muka berdasarkan formulir permintaan uang muka yang sudah diotorisasi oleh marketing/sales supervisor. Otorisasi dari supervisor biasanya diberikan dengan mudah tanpa memperhatikan batas maksimum yang bisa diberikan. AKIBAT Komentar Manajemen : Banyak salesman yang meminta uang muka perjalanan melebihi jumlah yang dibutuhkan dan pertanggung jawabannya sering terlambat. Bahkan ada saleman yang sudah berhenti, tetapi masih belum mempertaggung jawabkan uang mukanya. : Bagian akuntansi akan menindaklanjuti masalah uang muka perjalanan yang melampaui jumlah maksimum dan yang lama belum dipertanggung jawabkan. Supervisor akan di instruksikan supaya lebih ketat dalam mengotorisasi uang muka perjalanan. Jakarta, 25 April 2003 ( Adriana Finishia) Audit Manager Universitas Sumatera Utara 8. Peranan Internal Auditor bagi tercapainya Pengawasan yang efektif. Internal auditor mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Perlunya konsep audit internal dikarenakan bertambah luasnya ruang lingkup perusahaan. Oleh karena itu semakin besar suatu perusahaan, maka semakin luas pula rentang pengendalian yang dipikul pimpinan, sehingga manajemen harus menciptakan suatu pengendalian yang efektif untuk mencapai suatu pengelolaan yang optimal dengan mempertimbangkan manfaat dan biayanya. Karena keterbatasan manajemen dalam mengendalikan aktivitasnya itu, perusahaan memerlukan internal auditor yang akan membantu manajemen dalam menentukan apakah rencana – rencana operasi, keuangan, kebijakan dan prosedur – prosedur yang dijalankan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Sehingga audit yang dilakukan dalam suatu perusahaan merupakan kegiatan penilaian dan verifikasi atas prosedur – prosedur. Data yang tercatat berdasarkan atas kebijakan dan rencana perusahaan, sebagai salah satu fungsi dalam upaya mengawasi aktivitasnya. Teori – teori dasar dan konsep – konsep audit tesebut telah menjawab bahwa keberadaan atau alasan diadakan audit di dalam perusahaan adalah bahwa audit ditujukan untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Suatu fungsi dapat berbentuk sebuah perusahaan divisi, departemen, seksi, unit bisnis, fungsi bisnis, proses bisnis, layanan Universitas Sumatera Utara informasi, sistem atau proyek. Jika tindakan audit berhasil dalam meningkatkan kinerja perusahaan maka berarti menunjang kearah perbaikan kinerja secara keseluruhan. Menurut Arens, Elder, dan Beasley (2008:482)”Peran internal auditor telah berkembang secara dramatis, terutama dengan semakin meningkatnya ukuran dan kompleksitas dari banyak perusahaan ”. Pernyataan tersebut dapat dipahami karena internal auditor menghabiskan semua waktu mereka di dalam satu perusahaan, mereka memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai operasi dan pengendalian internal perusahaan dibandingkan dengan auditor eksternal. Jenis pengetahuan tersebut dapat menjadi penting bagi tatakelola perusahaan yang efektif. Internal auditor diharapkan untuk menyediakan nilai bagi organisasi melalui efektivitas operasi yang meningkat, sementara dalam waktu bersamaan juga melakukan tanggung jawab tradisional, seperti: Mengkaji ulang keandalan dan integritas informasi Memastikan ketaatan dengan kebijakan dan peraturan Penjagaan aktiva ( aset ) Menurut Messier, dkk (2005:515) peran internal auditor dibagi menjadi dua kategori yaitu: a. Jasa assurance yaitu jasa yang melibatkan penilaian objektif auditor internal atas bukti untuk memberikan pendapat independen atau kesimpulan mengenai suatu proses sistem atau subjek masalah lain b. Jasa konsultasi yaitu berbentuk pemberian saran dan umumnya dilakukan atas permintaan khusus dari klien perikatan. Universitas Sumatera Utara Menurut Soekrisno agoes (2004:226) Beberapa indikator yang dapat dilakukan seorang internal auditor dalam tercapainya pengawasan yang efektif yaitu: a. Internal audit department harus mempunyai kedudukan yang independen dalam organisasi perusahaan b. Internal audit department harus mempunyai job description c. Internal audit department harus mempunyai internal audit manual d. Harus ada dukungan yang kuat dari top management kepada internal audit department e. Internal audit department harus memiliki orang-orang yang profesional, capable, bisa bersikap objective dan mempunyai integritas serta loyalitas yang tinggi f. Internal auditor harus bisa bekerja sama dengan akuntan publik. Universitas Sumatera Utara B. Review Penelitian Terdahulu. Nama Judul Herlina Sitorus (2006) Internal Auditor dan peranannya bagi tercapainya pengawasan Dibawah ini adalah tabel yang menjelaskan besarnya dana yang disalurkan masyarakat dalam bentuk bentuk simpanan yang berupa tabungan, deposito dan giro. Tabel ini dijelaskan secara pertahun, yaitu dimulai dari bulan Desember 2008, Desember 2009, Desember 2010 Maka dengan adanya jumlah dari masingmasing sumber dana akan didapat besarnya persentase tabungan terhadap deposito dan giro. Tabel 3.3 Sumber Dana Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan Periode Tahun 2008 s/d 2010 (Per 31 Desember) Tahun Deposito 2008 Rp. 34.908 2009 Rp. 21.160 2010 Rp. 28.434 Total Rp. 84.502 Sumber Dana Pihak Ketiga (dalam jutaan) Giro Rp. 12.562 Rp. 23.413 Rp. 53.508 Rp. 89.483 Tabungan Total Rp. 51.080 Rp. 98.550 Rp. 22.412 Rp. 66.985 Rp. 91.013 Rp. 172.955 Rp.164.505 Rp. 338.490 KETERANGAN: 1. total deposito pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah Rp. 84.502.000.000, 2. total giro pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah Rp. 89.483.000.000, 3. total tabungan pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah Rp. 164.505.000.000, 4. total sumber dana pihak ketiga pada tahun 2008 adalah Rp. 98.550.000.000, 5. total sumber dana pihak ketiga pada tahun 2009 adalah Rp. 66.985.000.000, 6. total sumber dana pihak ketiga pada tahun 2010 adalah Rp.172.955.000.000, 7. total sumber dana pihak ketiga pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah Rp.338.490.000.000. Dari tabel diatas (Tabel 3.3) maka dapat disimpulkan bahwa sumber dana terbesar berasal dari tabungan. Deposito mengalami penurunan di tahun 2008, dan mengalami kenaikan pada tahun 2010. Pada giro selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya . Dan pada tabungan mengalami penurunan pada tahun 2009 dan mengalami kenaikan pada tahun 2010. Dari total sumber dana bank tersebut pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan periode 2008, 2009 dan 2010, maka besarnya persentase tabungan terhadap deposito dan giro dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Total Tabungan Persentase Tabungan = Total Sumber Dana Total Tabungan Persentase Tabungan = Tot. Tabungan+ Tot Deposito +Tot. Giro Jadi persentase sumber dana pada tahun 2008 adalah: Rp. 51.080.000.000 Tabungan = Rp. 98.550.000.000 = 51,83% Rp. 34.908.000.000 Deposito = Rp. 98.550.000.000 ` = 35,42% Rp. 12.562.000.000 Giro = Rp. 98.550.000.000 = 12,74% Persentase sumber dana pada tahun 2009 adalah: Rp. 22.412.000.000 Tabungan = Rp. 66.985.000.000 = 33,45% Rp. 21.160.000.000 Deposito = Rp. 66.985.000.000 = 31,58% Rp.23.413.000.000 Giro = Rp. 66.985.000.000 = 34,95% Persentase sumber dana pada tahun 2010 adalah: Rp. 91.013.000.000 Tabungan = Rp.172.955.000.000 = 52,62% Rp. 28.434.000.000 Deposito = Rp.172.955.000.000 = 16,44% Rp. 53.508.000.000 Giro = Rp. 172.955.000.000 = 30,93% Tabel 3.4 Persentase Sumber Dana Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan Periode Tahun 2008 s/d 2010 Tahun 2008 2009 2010 Sumber Dana Pihak Ketiga Deposito 35,42% 31,58% 16,44% Giro 12,74% 34,95% 30,93% Tabungan 51,83% 33,45% 52,62% Total 100% 100% 100% KETERANGAN: 1. persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2008 sebesar 51,83%, sedangkan deposito sebesar 35,42% dan giro 12,74% dari sumber dana pihak ketiga, 2. persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2009 sebesar 33,45%, sedangkan deposito sebesar 31,58% dan giro 34,95% dari sumber dana pihak ketiga, 3. persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2010 sebesar 52,62%, sedangkan deposito sebesar 16,44% dan giro 30,93% dari sumber dana pihak ketiga. Grafik 3.1 Grafik Kenaikan Persentase Sumber Dana PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan Periode Tahun 2008 s/d 2010 60% 50% 40% 30% 2008 2009 2010 20% 10% 0% Deposito Giro Tabungan -10% KETERANGAN : 1. nilai persentase deposito menurun ditahun 2009 dan tahun 2010, 2. nilai persentase giro naik di tahun 2009 dan kembali turun di tahun 2010, 3. nilai persentase tabungan turun di tahun 2009 dan kembali naik di Tahun 2010, 4. nilai persentase tabungan dominan lebih besar di banding nilai persentase deposito dan giro. G. Langkah-Langkah yang Ditempuh dalam Peningkatan Frekuensi Tabungan Langkah-langlah yang ditempuh oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) untuk meningkatkan frekuensi tabungan adalah mengadakan undian berhadiah, mengadakan promosi, fasilitas ATM, dan memberikan pelayanan yang baik. 1. Mengadakan undian berhadiah Diadakannya undian berhadiah merupakan cara yang paling tepat untuk menarik minat masyarakat agar menabungkan uangnya ke bank karena pada dasarnya masyarakat akan melakukan sesuatu apabila mendapat imbalan atau hadiah. Contohnya undian berhadiah yang diselenggarakan oleh Bank BTN dalam hal ini adalah program Hujan Emas. 2. Mengadakan promosi Pelaksanaan promosi Bank BTN melalui beberapa media, misalnya media cetak dan media elektronik. Promosi ini bertujuan agar masyarakat umum dapat mengetahui dan mengenal lebih jauh atas keadaan dan perkembangan Bank BTN tersebut. Yang juga pada akhirnya promosi brtujuan untuk memperluas pasar Bank BTN. 3. Fasilitas ATM ATM merupakan suatu alat atau mesin yang berfungsi untuk pengambilan uang bagi nasabah Bank BTN tanpa harus ke bank. ATM ini di tempatkan di beberapa lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, misalnya di pusat perbelanjaan. Kartu ATM juga dapat digunakan sebagai kartu belanja, kartu diskon di beberapa tempat usaha yang menjadi mitra Bank BTN sehingga nasabah tidak perlu menggunakan uang tunai dalam melakukan transaksi. 4. Memberikan pelayanan yang baik Pelayanan yang diberikan bank kepada para nasabahnya harus dapat mamuaskan nasabah itu sendiri karena dengan adanya pelayanan yang semakin baik terhadap nasabah, juga akan mempengaruhi frekuensi nasabah itu sendiri. Misalnya, tata ruang yang teratur, full AC, hiasan atau dekorasi ruang yang menarik maupun pelayanan-pelayanan yang secara langsung diberikan oleh karyawan- karyawati meliputi keramahtamahan dalam berbicara serta dengan mimik wajah yang selalu bersemangat yang mencerminkan rasa kekeluargaan dan persahabatan. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan adalah bank milik negara yang usaha pokoknya dalam menghimpun dan menggalang dana masyarakat baik itu dalam bentuk tabungan deposito dan giro serta menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkannya. Dari data yang diperoleh dari pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung serta mengenai uraian-uraian teori maupun data keuangan dengan tinjauan dalam mencari persentase frakuensi tabungan terhadap sumber dana bank, dapat diambil kesimpulan mengenai peranan tabungan sebagai sumber dana pada bank. 1. Persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2008 sebesar 51,83%, sedangkan deposito sebesar 35,42% dan giro 12,74% dari sumber dana pihak ketiga, 2. Persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2009 sebesar 33,45%, sedangkan deposito sebesar 31,58% dan giro 34,95% dari sumber dana pihak ketiga, 3. Persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2010 sebesar 52,62% sedangkan deposito sebesar 16,44% dan giro 30,93 % dari sumber dana pihak ketiga, 4. dari pembagian persentase sumber dana pihak ketiga tahun 2008, 2009, dan 2010, bahwa tabungan adalah sumber dana pihak ketiga yang paling banyak menghimpun dana masyarakat. B. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut yang diambil setelah menganalisis dan mengevaluasi pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan, peneliti mencoba memberikan saran yang kiranya dapat menambah manfaat dalam penulisan tugas akhir ini. 1. Dilihat dari persentase sumber dana pihak ketiga, tabungan memiliki persentase yang lebih tinggi dibanding deposito. Hendaknya Bank BTN lebih giat mengadakan promosi untuk menarik perhatian masyarakat agar lebih tertarik terhadap deposito, karena tabungan sewaktu-waktu dapat diambil sementara deposito hanya dapat diambil dalam waktu-waktu tertentu, 2. Melihat adanya persaingan yang semakin ketat antar bank, hendaknya Bank BTN mengadakan perbaikan-perbaikan dalam beroperasi, seperti melakukan diversifikasi produk sehingga mencapai hasil yang memuaskan, meningkatkan pelayanan menjadi yang terbaik dan menambah fasilitas ATM di berbagai tempat agar memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi (seperti penarikan tunai, transfer dan lain-lain). DAFTAR PUSTAKA Covalier Robert, 1990. Bank Manajement, Cetakan 2, Jakarta: Bumi Aksara, Hadi Sutrirno, 2002. Metode research, Edisi 1, Cetakan 27, Yogyakarta : Andi. Siamat Dahlan, 2001. Manajemen Lembaga Keuangan, Edisi 3, Cetakan 2, Jakarta: Penerbit Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia. Siamat Dahlan, 2004. Manajemen Lembaga Keuangan, Edisi 4, Cetakan 2, Jakarta: Penerbit Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia. Sinungan Muchdarsyah, 1990. Manajemen Dana Bank, Edisi 2, Cetakan 2, Jakarta: Bumi Aksara. http://www.btn.co.id
Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara T.BK Cabang Medan Aktivitas Perusahaan Unit Kantor Cabang Pembantu Fungsi Internal Auditor Laporan Internal Auditor Fungsi Internal Auditor Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Independensi Internal Auditor Fungsi Internal Auditor Independensi Internal Auditor Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Internal Auditor Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Kedudukan Internal Auditor Independensi Internal Auditor Kedudukan Internal Auditor Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Klasifikasi Penelitian Jenis dan Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Laporan Internal Audit Tinjauan Teoritis 1. Internal Auditing Laporan Internal Auditor Data Penelitian 1. Gambaran Umum PT. BTN Tbk Cabang Medan Pengawasan Internal Auditor Kedudukan Internal Auditor Pengertian dan Tujuan Pengawasan Intern Prinsip – prinsip Pengawasan Intern Peranan Internal Auditor bagi Tercapainya Pengawasan yang Efektif Tinjauan Penelitian Terdahulu Kerangka Konseptual Unit Accounting Control Staff Internal Auditor Unit Kerja Manajemen Cabang Unit Retail Service Unit Operation Collection dan Workout
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara T.BK Cabang Medan

Gratis