Feedback

Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur Kota Medan

Informasi dokumen
PENGARUH SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINDAKAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DURIAN KECAMATAN MEDAN TIMUR KOTA MEDAN SKRIPSI Salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Disusun Oleh : MUSTAQIM INDRA JAYA 060902022 DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJATERAAN SOSIAL MUSTAQIM INDRA JAYA 060902022 ABSTRAK PENGARUH SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINDAKAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DURIAN KECAMATAN MEDAN TIMUR KOTA MEDAN (Skripsi terdiri dari 6 bab, 77 halaman, 44 tabel, 2 bagan, 5 lampiran, serta 22 kepustakaan) Judul ini saya buat berdasarkan pengamatan saya mengenai persepsi masyarakat mengenai tingkat sosial ekonomi rendah berdampak terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Beratnya beban perekonomian kehidupan berumah tangga membuat resiko kekerasan terhadap anggota keluarga sangat mungkin terjadi, baik berupa kekerasan ekonomi, fisik, psikis maupun seksual. Di tambah budaya patriarki yang masih berkembang di masyarakat. Sebagai lokasi penelitian adalah Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 2147 kepala keluarga. Untuk mendapatkan sampel, saya menggunakan rumus Taro Yamane, sehingga di dapat sampel sebanyak 95 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan memilih 3 lingkungan terlebih dahulu, yaitu lingkungan IV, lingkungan V dan lingkungan XI. Lingkungan tersebut berdasarkan pengamatan saya memiliki tingkat sosial ekonomi masyarakat yang heterogen. Setelah itu dilakukan penarikan sampel secara acak, sehingga setiap keluarga yang bertempat tinggal di 3 lingkungan tersebut memiliki peluang yang sama untuk menjadi responden. Saya menggunakan angket sebagai alat untuk mendapatkan data yang saya butuhkan. Dalam angket saya membuat 35 pertanyaan, 7 pertanyaan untuk mengetahui identitas responden, 14 untuk melihat sosial ekonomi, dan 14 untuk mengukur tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Data-data yang di dapat melalui angket saya tabulasikan, kemudian dihitung melalui analisis kuantitatif. Pada analisis kuantitatif diketahui bahwa sosial ekonomi rumah tangga di Kelurahan Durian adalah sedang, yang artinya sebagian besar pengasilan dan pengeluaran adalah seimbang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh sosial ekonomi terhadap tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini terbukti melalui hasi analisa korelasi yang dilakukan dengan analisis product moment, dimana koefisien korelasi (Rxy) = 0,278 dan koefisien korelasi pada tabel taraf signifikan 5% yaitu 0,201. Maka berdasarkan ketentuan Guilford koefisien korelasi (Rxy) sebesar 0,278 mempunyai arti bahwa pengaruh sosial ekonomi terhadap tindakan kekerasan dalam rumah tangga di Kelurahan Durian menunjukka n tingkat hubungan tapi pasti. Karena Rxy hitung > Rxy tabel, maka menunjukkan bahwa hipotesa (Ha) diterima. Kata Kunci: Sosial Ekonomi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini diajukan guna mencapai gelar Sarjana Sosial pada Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas SumateraUtara. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak luput dari kekurangan dan kelemahan dalam berbagai hal, baik dalam penyajian maupun penguraiannya. Untuk itu penulis menharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, Msi, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Hairani Siregar, S.Sos, M.SP, selaku Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dra. Tuti Atika, M.SP, selaku pembimbing penulis. 4. Bapak Putera Ramadan, S.STP, selaku Lurah Durian beserta staff yang telah memberikan izin kepada penulis untuk dapat melakukan penelitian di daerah tersebut. 5. Kedua orang tua penulis, Ayahanda Murwinto dan Ibunda Dra. Setiaty yang telah memberikan semangat, perhatian dan dukungan baik moril maupun materil serta yang selalu mendoakan penulis selama ini Universitas Sumatera Utara 6. Kakak dan adik penulis (Kak Sari, Kak Wita, Fina dan Bowo) yangtelah memberikan semangat, perhatian, bantuan dan dukungan kepada penulis serta mendoakan penulis selama ini. 7. Seluruh kawan-kawan ilmu Kesejahteraan Sosial stambuk 2006 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Selamat berjuang di dunia nyata. 8. Buat kawan-kawan Hmi Komisariat Fisip USU stambuk 2006 yang telah banyak membantu penulis baik tenaga maupun pemikiran dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga tetap setia di garis perjuangan. 9. Buat seluruh keluarga besar Hmi komisariat Fisip USU, baik alumni, senioren pengurus maupun kawan-kawan yang akan meneruskan jalanya roda organisasi Hmi Komisariat Fisip USU. 10. Semua pihak yang telah membantu penulis,yang tidak dapat disebutkan satu persatu Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Medan, Maret 2011 Penulis, Mustaqim Indra Jaya Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK.i KATA PENGANTAR .ii DAFTAR ISI .iv DAFTAR TABEL.vii DAFTAR BAGAN.x 1.1.Latar Belakang .1 2.1.Perumusan Masalah .8 3.1.Tujuan dan Manfaat Penelitian .8 4.1.Sistematika Penulisan .9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 10 2.1. Pengertian Sosial Ekonomi. 10 2.2. Konsep Rumah Tangga . 11 2.2.1. Peran dan Fungsi Rumah Tangga . 12 2.3. Pengertian Keluarga. 13 2.3.1. Ciri-ciri Keluarga . 14 2.3.2. Fungsi Keluarga . 15 2.4. Pengertian Kekerasan dalam Rumah Tangga . 17 2.4.1. Kekerasan dalam Rumah Tangga sebagai Masalah sosial. 19 2.4.2. Wujud Perilaku Kekerasan dalam Rumah Tangga . 20 2.4.3. Faktor Penyebab Kekerasan Dalam Rumah Tangga . 21 2.5. Kerangka Pemikiran. 22 2.6. Hipotesa . 25 2.7. Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional . 25 2.7.1. Defenisi Konsep . 25 2.7.2. Defenisi Operasional . 26 BAB III METODE PENELITIAN SOSIAL . 28 3.1. Tipe Penelitian. 28 3.2. Lokasi Penelitian . 28 Universitas Sumatera Utara 3.3. Populasi dan Sampel . 28 3.3.1. Populasi . 28 3.3.2. Sampel. 29 3.4. Tehnik Pengumpulan Data . 30 3.5. Tehnik Analisis Data. 31 BAB IV DESKRIPSI LOKASI . 33 4.1. Letak Kelurahan Durian . 33 4.2 Keadaan Demografi . 34 4.2.1. Komposisi Penduduk Menurut Jenis kelamin. 35 4.2.2. Komposisi Penduduk Menurut Usia . 36 4.2.3. Komposisi Penduduk Menurut Agama . 38 4.2.4. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan. 39 4.2.5. Komposisi Penduduk Menurut Angkatan Kerja . 40 4.2.6. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian . 41 4.3. Sarana dan Prasarana . 42 4.3.1. Sarana Jalan . 42 4.3.2. Sarana Air Bersih . 43 4.3.3. Sarana Kesehatan . 43 4.3.4. Sarana Peribadatan . 44 4.3.5. Sarana Pendidikan . 45 4.3.6. Prasarana Hiburan dan Rekreasi. 46 4.3.7. Sarana Komunikasi. 46 4.4. Struktur Pemerintahan. 47 BAB V ANALISI DATA. 48 5.1. Karakteristik Responden . 48 5.2. Gambaran Variabel Penelitian . 51 5.2.1. Gambaran Variabel Bebas (X) . 51 5.2.2. Gambaran Variabel Terikat (Y). 62 Universitas Sumatera Utara 5.3. Uji Hipotesis. 73 5.4. Koefisien Determinasi. 74 BAB VI PENUTUP . 76 6.1. Kesimpulan . 76 6.2. Saran. 77 DAFTAR PUSTAKA . 78 LAMPIRAN DAFTAR TABEL Universitas Sumatera Utara Tabel – 1 : Luas Kelurahan Durian. 34 Tabel – 2 : Komposisi Penduduk Menurut Suku Bangsa . 35 Tabel – 3 : Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin . 36 Tabel – 4 : Komposisi Penduduk Menurut Usia . 37 Tabel – 5 : Komposisi Penduduk Menurut Agama . 38 Tabel – 6 : Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan . 39 Tabel – 7 : Komposisi Penduduk Menurut Tenaga Kerja . 40 Tabel – 8 : Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian. 41 Tabel – 9 : Sarana Jalan . 42 Tabel – 10: Sarana Air Bersih . 43 Tabel – 11: Sarana Kesehatan . 44 Tabel – 12: Sarana Peribadatan . 45 Tabel – 13: Sarana Pendidikan. 45 Tabel – 14: Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . 48 Tabel – 15: Distribusi Responden Berdasarkan Usia . 49 Tabel – 16: Distribusi Responden Berdasarkan Suku . 50 Tabel – 17: Distribusi Responden Berdasarkan Agama . 51 Tabel – 18: Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Suami . 52 Tabel – 19: Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Istri. 53 Tabel – 20: Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Suami . 53 Tabel – 21: Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Istri . 54 Tabel – 22: Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan Rumah Tangga . 55 Tabel – 23: Distribusi Responden Berdasarkan Pengeluaran Rumah Tangga . 56 Tabel – 24: Distribusi Responden Berdasarkan Tempat Tinggal. 56 Tabel – 25: Distribusi Responden Berdasarkan Penghuni Tempat Tinggal. 57 Tabel – 26: Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Universitas Sumatera Utara Berkumpul di Rumah . 58 Tabel – 27: Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Komunikasi Keluarga . 59 Tabel – 28: Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Komunikasi dengan Tetangga . 59 Tabel – 29: Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Beribadah Bersama. 60 Tabel – 30: Distribusi Responden Berdasarkan Pemenuhan Kebutuhan Pakaian. 61 Tabel – 31: Distribusi Responden Berdasarkan Pemenuhan Kebutuhan Rekreasi . 62 Tabel – 32: Distribusi Responden Berdasarkan Usia Perkawinan . 63 Tabel – 33: Distribusi Responden Berdasarkan Pengambil Keputusan di Rumah Tangga . 64 Tabel – 34: Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Permasalahan di Rumah Tangga . 65 Tabel – 35: Distribusi Responden berdasarkan Permasalahan Berdampak Pertengkaran . 66 Tabel – 36: Distribusi Responden Berdasarkan Pertengkaran Berdampak Kekerasan . 66 Tabel – 37: Distribusi Responden Berdasarkan Pelaku KDRT . 67 Tabel – 38: Distribusi Responden Berdasarkan Menerima Pemukulan . 68 Tabel – 39: Distribusi Responden Berdasarkan Menerima Ancaman Senjata. 68 Tabel – 40: Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Pasangan Selingkuh. 69 Tabel – 41: Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Menerima Penghinaan . 70 Tabel – 42: Distribusi Responden Berdasarkan Kebutuhan Pokok Tidak Terpenuhi. 70 Tabel – 43: Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Universitas Sumatera Utara Menerima Perampasan Harta . 71 Tabel – 44: Distribusi Responden Berdasarkan Eksploitasi oleh Keluarga . 72 Tabel – 45: Distribusi Responden Berdasarkan Pemaksaan Hubungan Seksual . 72 Universitas Sumatera Utara DAFTAR BAGAN Bagan Kerangka Pemikiran. 24 Bagan Struktur Pemerintahan. 47 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJATERAAN SOSIAL MUSTAQIM INDRA JAYA 060902022 ABSTRAK PENGARUH SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINDAKAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DURIAN KECAMATAN MEDAN TIMUR KOTA MEDAN (Skripsi terdiri dari 6 bab, 77 halaman, 44 tabel, 2 bagan, 5 lampiran, serta 22 kepustakaan) Judul ini saya buat berdasarkan pengamatan saya mengenai persepsi masyarakat mengenai tingkat sosial ekonomi rendah berdampak terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Beratnya beban perekonomian kehidupan berumah tangga membuat resiko kekerasan terhadap anggota keluarga sangat mungkin terjadi, baik berupa kekerasan ekonomi, fisik, psikis maupun seksual. Di tambah budaya patriarki yang masih berkembang di masyarakat. Sebagai lokasi penelitian adalah Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 2147 kepala keluarga. Untuk mendapatkan sampel, saya menggunakan rumus Taro Yamane, sehingga di dapat sampel sebanyak 95 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan memilih 3 lingkungan terlebih dahulu, yaitu lingkungan IV, lingkungan V dan lingkungan XI. Lingkungan tersebut berdasarkan pengamatan saya memiliki tingkat sosial ekonomi masyarakat yang heterogen. Setelah itu dilakukan penarikan sampel secara acak, sehingga setiap keluarga yang bertempat tinggal di 3 lingkungan tersebut memiliki peluang yang sama untuk menjadi responden. Saya menggunakan angket sebagai alat untuk mendapatkan data yang saya butuhkan. Dalam angket saya membuat 35 pertanyaan, 7 pertanyaan untuk mengetahui identitas responden, 14 untuk melihat sosial ekonomi, dan 14 untuk mengukur tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Data-data yang di dapat melalui angket saya tabulasikan, kemudian dihitung melalui analisis kuantitatif. Pada analisis kuantitatif diketahui bahwa sosial ekonomi rumah tangga di Kelurahan Durian adalah sedang, yang artinya sebagian besar pengasilan dan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, yaitu dengan cara: 1. Observasi (Direct observation) yaitu pengamatan langsung terhadap rumah tangga korban PHK. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan pancaindra mata sebagai alat bantu utamanya selain panca indra lainnya Universitas Sumatera Utara seperti telinga, mulut, penciuman, kulit. Observasi merupakan kemampuan seseorang melakukan pengamatan melalui panca indra mata serta dibantu oleh panca indra lainnya. Dalam penelitian ini metode observasi adalah metode pengumpulan data dan pengamatan langsung. Mengamati perilaku, kegiatan mereka, interaksi dalam rumah tangga mengumpulkan data tentang gejala tertentu yang dilakukan dengan mengamati, mendengar dan mencatat kejadian yang menjadi sasaran penelitian terhadap kondisi sosial rumah tangga korban PHK dan strategi adaptasi apa yang dilakukan rumah tangga korban PHK dalam meningkatkan sosial ekonomi keluarga. 2. Wawancara mendalam. Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (Guide). Wawancara dimana pewawancara dengan informan terlibat dalam kehidupan sosial. Metode wawancara mendalam (in-depth interview) adalah sama seperti metode wawancara lainnya, hanya peran pewawancara, tujuan wawancara, peran informan, dan cara melakukan wawancara yang berbeda dengan metode wawancara lainnya, adalah bahwa wawancara mendalam dilakukan berkali-kali dengan membutuhkan waktu yang intensif wawancara dilakukan kepada rumah tangga korban PHK di kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli. Universitas Sumatera Utara 3.5 Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini teknik analisis data yang dipakai adalah teknik analisa data deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, mengelola, menyajikan dan menjabarkan hasil penelitian yang didapatkan peneliti dari lapangan dan akan disimpulkan dalam bentuk Life Story dan dianalisis kemudian. Universitas Sumatera Utara BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 4.1 Letak Kelurahan Kota Bangun Kelurahan Kota Bangun berada di Kecamatan Medan Deli dan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Medan. Kelurahan Kota Bangun berada pada ketinggian sekitar 1200 m di atas permukaan laut dan merupakan daerah dataran rendah. Sementara itu curah hujan mencapai rata-rata 2510-3000 MM per tahun dengan temperatur udara sekitar 30ºC-33ºC. Sedangkan PH tanah adalah 5,5-7. Udara di Kota Bangun sangat bau dan berdebu kondisi udara di kelurahan ini sangat tercemar berat tiap hari kita akan melihat awan yang tertutup oleh awan jarang sekali langit terlihat biru dan jernih. Apalagi dengan situasi wilayah industri ini sudah yang biasa dan masyarakatpun tidak memperdulikannya. Kota Bangun atau pada umumnya lebih dikenal dengan dengan Kawasan Industri Medan ( KIM ). Kelurahan Kota Bangun mempunyai batas-batas wilayah yaitu: 1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Titi Papan 2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Mabar 3. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Manunggal Kab Deli Serdang 4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Mabar Kelurahan Kota Bangun ini terdiri dari 8 lingkungan yang masing-masing dipimpin oleh seorang kepala lingkungan. Sementara itu wilayah Kelurahan Kota Bangun sebagian besar dimanfaatkan sebagai areal pemukiman dan yang lainnya Universitas Sumatera Utara adalah Luas industri dan Luas pertanian. Untuk lebih jelasnya luas Kelurahan Kota Bangun lihat pada tabel berikut: TABEL 1 LUAS KELURAHAN KOTA BANGUN No Pemanfaatan tanah Luas (km) Persentase 1 Luas Pemukiman 1,76 km 70,4 2 Luas kuburan 0,03 km 1,2 3 Luas Pekarangan 0,6 km 24 4 Luas Taman - - 5 Perkantoran 0,01 km 0,4 6 Luas prasarana umum lainnya 0,1 km 4 2,50 km 100 Total Luas Sumber: Kantor Kelurahan Kota Bangun ;2007 4.2 Keadaan Demografis Kelurahan Kota Bangun mempunyai jumlah penduduk sebanyak 12.355 jiwa yang terdiri dari 1899 Kepala Keluarga (KK). Jadi terdapat jumlah rata-rata per KK adalah 6,50 jiwa. Jumlah penduduk dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini disebabkan oleh adanya angka kelahiran dan adanya penduduk perantau yang datang ke daerah ini. Penduduk kelurahan ini terdiri dari berbagai suku bangsa namun mayoritas penduduknya adalah suku Melayu sebagai suku asli yang mendiami daerah ini. Selain itu terdapat juga penduduk dari suku Batak, Jawa, Cina, India, Nias dan lain-lain. Universitas Sumatera Utara 4.2.1 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Untuk mengetahui jumlah penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut. TABEL 2 KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN No Jenis Kelamin Jumlah Persentase 1 Laki-laki 6.042 48,91 2 Perempuan 6.311 51,08 12.353 100 Jumlah Sumber: Kantor Kelurahan Kota Bangun ;2009 Dari tabel 2 di atas dapat dilihat adanya perbedaan jumlah penduduk perempuan yang lebih banyak sekitar 51,08 % bila dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki. 4.2.2 Komposisi Penduduk Menurut Usia Penduduk Kelurahan Kota Bangun terdiri dari berbagai kelompok usia yang dapat digambarkan dalam tabel berikut ini. Universitas Sumatera Utara TABEL 3 KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT USIA No Golongan Usia Jumlah Persentase 1 0 – 12 bulan 135 1,24 2 1 -4 tahun 582 5,34 3 5 – 6 tahun 305 2,80 4 7 – 12 tahun 982 9,02 5 13 – 15 tahun 512 4,70 6 16 – 18 tahun 524 4,81 7 19 – 25 tahun 1249 11,48 8 26 – 35 tahun 1831 16,83 9 36 – 45 tahun 1863 17,12 10 46 – 50 tahun 968 8,89 11 51 – 58 tahun 1504 13,82 12 Lebih dari 59 tahun 424 3,89 10.879 100 Jumlah Sumber: Kantor Kelurahan Kota Bangun ;2007 Berdasarkan tabel 3 di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur penduduk di Kelurahan Kota Bangun menunjukkan bahwa penduduk di daerah ini di dominasi oleh penduduk yang berusia 19-45 tahun yaitu sekitar 45,43 %. Golongan umur 51-58 tahun ada sekitar 13,82 %. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa tingkat kelahiran di daerah ini jumlahnya relative rendah. Hal ini disebabkan kesadaran penduduk dan tekanan ekonomi yang terjadi sehingga Universitas Sumatera Utara muncul kesadaran mengikuti gerakan Keluarga Berencana semakin meningkat dengan demikian tingkat kelahiran penduduk dapat ditekan jumlahnya sehingga pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan. Ini dapat terlihat dari rata-rata jumlah anggota keluarga di kelurahan ini adalah 4,57 jiwa per rumah tangga. 4.2.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama Menurut kriteria agama di daerah ini menganut berbagai macam agama yang dapat dilihat dari tabel berikut. TABEL 4 KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN AGAMA No Agama Jumlah Persentase 1 Islam 6784 62,35 2 Protestan 630 5,79 3 Katholik 85 0,78 4 Budha 3378 31,05 5 Hindu 2 0.01 10879 100 Jumlah Sumber: Kantor Kelurahan Kota Bangun ;2007 Menurut kriteria agama yang dianut, pada umumnya penduduk Kelurahan Kota Bangun mayoritas beragama Islam yaitu sebanyak 62,35 %, dan sebagian penduduk beragama Budha yaitu 31,05 %, agama K. Protestan 5,79 % dan lainlain sebanyak 0.79 %. Penduduk yang beragama Budha dan Hindu biasanya adalah penduduk dari Etnis Tionghoa dan India. Universitas Sumatera Utara Tingkat toleransi beragama didaerah ini sangat tinggi itu terbukti dengan tidak pernah ada konflik antar agama yang terjadi di daerah ini yang memancing perilaku anarkis. Masing-masing pemeluk agama melaksanakan ibadah serta perayaan-perayaan hari besar keagamaannya sesuai ajaran di rumah ibadah masing-masing, di Kelurahan Kota Bangun ini terdapat 3 buah Mesjid, mushola 4 buah, gereja ada 2 buah, wihara ada 2 buah ( sumber kantor kelurahan 2007 ) 4.2.4 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Penduduk Untuk melihat komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan di Kelurahan Kota Bangun dapat dilihat dari tabel berikut ini TABEL 5 KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN PENDUDUK No Pendidikan Jumlah Persentase 1 Belum Sekolah 867 10,21 2 Tidak tamat SD 580 6,83 3 Tamat SD 2760 32,52 4 Tamat SMP 2615 30,81 5 Tamat SMA 1570 18,49 6 Tamat Perguruan Tinggi/Akademi 95 1,11 Jumlah 8487 100 Sumber: Kantor Kelurahan Kota Bangun ;2007 Universitas Sumatera Utara Perkembangan pendidikan di daerah ini masih stagnan yang ditandai dengan peningkatan jumlah lulusan dari SD ke jenjang yang lebih tinggi tidak mengalami peningkatan yang drastis hal ini dapat kita lihat dari tabel diatas bahwa jumlah tamatan SD dari yang paling banyak kemudian menurun menjadi 30,81 % dan lulusan SMA menurunmenjadi 18, 49 demikian juga halnya masyarakat yang mengenyam pendidikan perguruan tinggi. Hal ini mungkin disebabkan karena kondisi perekonomian masyarakat yang menengah kebawah sehingga tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. 4.2.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Angkatan kerja TABEL 6 TENAGA KERJA No Angkatan Kerja Jumlah Persentase 1 Usia 15-60 tahun 8437 77,88 2 Ibu Rumah nafkah dan sering melakukan KDRT. Kekesalan tidak mendapatkan uang (hasil usaha) akan dilampiaskan kepada istri atau anak. 102 Tabel 46 Distribusi Responden Berdasarkan Suami Membiarkan Istri Bekerja Sendiri No Suami Membiarkan Istri Frekuensi Persentase (%) Bekerja Sendiri 1 Ya 13 19,40 2 Tidak 54 80,60 Jumlah 67 100 Data yang disajikan pada tabel 46 menunjukkan bahwa 54 orang atau 80,60% mengaku tidak pernah dibiarkan suami bekerja sendiri. Sedangkan 13 orang atau 19,40% mengatakan pernah dibiarkan suami bekerja sendiri. Memang sudah kewajiban istri membantu suami dalam memenuhi kehidupan keluarga, contohnya dengan bekerja. Namun dengan cara yang tidak baik, suami membiarkan istri bekerja sendiri mencari nafkah sedangkan suami menghabiskan waktunya menonton TV atau tidur di rumah dan bahkan berfoya-foya menghabiskan uang bersenang-senang dengan teman-temannya. Pulang dengan kondisi mabuk biasanya akan menimbulkan KDRT di keluarga dimana suami marah karena tidak memiliki uang dan melampiaskan amarahnya kepada istri atau anak bahkan bisa saja merusak perabotan rumah tangga. 103 Tabel 47 Distribusi Responden Berdasarkan Suami Pernah Meminta Uang Secara Paksa No Suami Pernah Meminta Frekuensi Persentase (%) Uang Secara Paksa 1 Ya 54 80,60 2 Tidak 13 19,40 Jumlah 67 100 Data yang disajikan pada tabel 47 menunjukkan54 orang atau 80,60% menjawab suami pernah meminta uang secara paksa. Sedangkan 13 orang atau 19,40% menjawab suami tidak pernah meminta uang secara paksa. Biasanya istri memberikan uangnya kepada suami daripada harus menerima kekerasan. Biasanya suami yang meminta uang kepada istri karena si suami tidak memiliki pekerjaan tetap. 5.5. Uji Hipotesis Untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan sosial ekonomi (X) dengan kekerasan dalam rumah tangga (Y), maka digunakan rumus Korelasi Product Moment, yaitu : a. Menganalisis Hubungan Pendidikan = ∑ − (∑ )(∑ ) �[ ∑ 2 − (∑ )2][2 − ()2] = 67(56496)−(1830)(2112) �[67(55320)−(1830)2][67(67928)−(2112)2] 104 = 3785232 − 3864960 �(357540)(90632) = −79728 180012,6809 = −0,44 Setelah dilakukan pengujian pengaruh pendidikan dengan menggunakan rumus Product Moment maka, diperoleh hasil = −0,44, artinya pengujian ini memiliki hubungan negatif yang sedang, karena nilai – 0,44 terletak diantara –0,30 – –0,49. b. Menganalisis Hubungan Sosial Ekonomi = ∑ − (∑ )(∑ ) �[ ∑ 2 − (∑ )2][2 − ()2] = 67(42226) − (1345)(2112) �[67(27587) − (1345)2][67(67928) − (2112)2] 2829142 − 2840640 rxy = √39304.90632 = −11498 59684,16983 = −0,19 105 Setelah dilakukan pengujian pengaruh sosial ekonomi dengan menggunakan rumus Product Moment maka, diperoleh hasil = −0,19, artinya pengujian ini memiliki hubungan negatif yang rendah, karena nilai – 0,19 terletak diantara –0,10 – –0,29. c. Menganalisis hubungan pendidikan dan sosial ekonomi terhadap kekerasan dalam rumah tangga Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan dan Sosial Ekonomi Terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga, maka : = ∑ − (∑ )(∑ ) �[ ∑ 2 − (∑ )2][2 − ()2] = 67(98722) − (3175)(2112) �[67(157661) − (3175)2][67(67928) − (2112)2] 6614374 − 6705600 rxy = √482662.90632 = −91226 209152,1513 = −0,43 Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan rumus Product Moment maka, diperoleh hasil = −0,43, artinya pengujian ini memiliki hubungan negatif yang sedang, karena nilai – 0,43 terletak diantara –0,30 – –0,49. 106 Untuk mengetahui apakah hipotesa diterima atau ditolak, maka hasil hitung harus dibandingkan dengan tabel, dan biasanya menggunakan taraf signifikan 5%. Bila N=67, maka diperoleh tabel adalah 0,244. Jadi, karena rxy hitung
Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur Kota Medan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur Kota Medan

Gratis