Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur Kota Medan

 8  106  91  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

PENGARUH SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINDAKAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DURIAN KECAMATAN MEDAN TIMUR KOTA MEDAN SKRIPSI

  Setelah itu dilakukan penarikan sampelsecara acak, sehingga setiap keluarga yang bertempat tinggal di 3 lingkungan tersebut memiliki peluang yang sama untuk menjadi responden. Pada analisis kuantitatif diketahui bahwasosial ekonomi rumah tangga di Kelurahan Durian adalah sedang, yang artinya sebagian besar pengasilan dan pengeluaran adalah seimbang.

KATA PENGANTAR

  Setelah itu dilakukan penarikan sampelsecara acak, sehingga setiap keluarga yang bertempat tinggal di 3 lingkungan tersebut memiliki peluang yang sama untuk menjadi responden. Pada analisis kuantitatif diketahui bahwasosial ekonomi rumah tangga di Kelurahan Durian adalah sedang, yang artinya sebagian besar pengasilan dan pengeluaran adalah seimbang.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Mereka tidak mengetahui akibat dan hukuman yang akan mereka Hal ini diperkuat dengan pernyataan salah satu anggota Woman CrisisCenter (WCC) Cahaya Melati kota Magelang bahwa sebagian besar korban tindak kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Kota Magelang berasal darikeluarga yang tidak mampu. Sungguh hal tersebut tidak dapat dibiarkan, mengingat dampak yang akan timbul dari potensi ledakan yang terjadi di rumah tangga tersebut adalah akansemakin banyaknya korban kekerasan dalam rumah tangga yang akan bermunculan.

1.4. Sistematika Penulisan

  BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan uraian dan teori-teori yang berkaitan dengan masalah dan objek yang akan di teliti, kerangka penelitian, hipotesa, defenisikonsep dan defenisi operasional. BAB IV : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini berisikan sejarah singkat dan gambaran umum lokasi penelitian yang berhubungan dengan masalah objek yang akan diteliti.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Sosial Ekonomi

  Sedangkan pada departemen sosial menunjukkan pada kegiatan yang ditunjukkan untuk mengatasipersoalan yang dihadapi oleh masyarakat dalam bidang kesejahteraan yang ruang lingkup pekerjaan dan kesejahteraan sosial. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sosial ekonomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pemenuhan Untuk melihat kedudukan sosial ekonomi Melly G.

2.2. Konsep Rumah Tangga

  Agar kehidupan keluarga yang hidup di dalam sebuah rumah tangga berjalan dengan baik, maka perlu dikembangkan pengelolaan yang disebutmanajemen rumah tangga. Pertama, rumah tangga yang berorientasikepada keselamatan jiwa dan raga para anggotanya, sedangkan tolak ukur kedua adalah rumah tangga yang berorientasi kepada benda yang bersifat duniawi.

2.2.1. Peran dan Fungsi Rumah Tangga

  Kegiatan belajar untuk anak, penyediaan danpemeliharaan pangan, sandang, papan serta kegiatan lain yang menyangkut kebutuhan rumah tangga. Berhubungan dengan pihak luar dari rumah tangga, yaitu kegiatan bernegosiasi, kegiatan berhubungan antarkeluarga dan kegiatan sosial lainnya(Murniati, 2004:206).

2.3. Pengertian Keluarga

  Keluarga juga dapat didefinisikan sebagai suatu kelompok dari orang- orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah, atau adopsi,merupakan susunan rumah tangga sendiri, berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami istri, ayah danibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan perempuan, serta pemelihara kebudayaan bersama (Khairuddin, 1997:7). Keluarga brantai (Serial Family) adalah keluarga yang terdiri dari satu wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.

2.3.1. Ciri-ciri Keluarga

  Keluarga pada dasarnya merupakan suatu kelompok yang terbentuk dari suatu hubungan seks yang tetap, untuk menyelenggarakan hal-hal yang berkenaandengan keorangtuaan dan pemeliharaan anak. Adapun ciri-ciri dari sebuah keluarga di dalam masyarakat adalah sebagai berikut: 1.

2.3.2. Fungsi Keluarga

  Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama,dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada 6. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasanayang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.

2.4. Pengertian Kekerasan dalam Rumah Tangga

  Menurut Hasbianto bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah suatu bentuk penganiayaan secara fisik maupun emosional atau psikologis, yang merupakan suatu cara pengontrolan terhadap pasangan dalam kehidupan rumahtangga (Sugihastuti, 2007:173). Tindakan kekerasan tersebut bukan merupakan tindakan tunggal, akan tetapi Jika melihat komposisi anggota di dalam sebuah rumah tangga yang biasanya terdiri ayah, ibu, dan anak-anak serta beberapa kerabat yang masihmemiliki pertalian darah, maka akan terbayang suatu kehidupan yang dipenuhi kehangatan, kasih sayang dan sikap saling menghormati.

2.4.1. Kekerasan dalam Rumah Tangga sebagai Masalah Sosial

  Kekerasan dalam rumah tangga sangat sulit terungkap, karena masyarakat menganggap bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam sebuah rumah tanggamerupakan sesuatu yang sangat privasi dan tidak perlu diketahui oleh masyarakat luas. Tetapi kenyataannya bahwa berbagai kekerasan yang terjadi dalam kontekskeluarga merupakan masalah sosial yang tidak dapat dibiarkan, seperti: penganiayaan fisik, seksual, dan emosional terhadap anak-anak, agresi sesamasaudara kandung, dan kekerasan dalam sebuah hubungan perkawinan.

2.4.2. Wujud Perilaku Kekerasan dalam Rumah Tangga

  Berdasarkan uraian diatas, maka tindakan kekerasan dalam rumah tangga termasuk ke dalam suatu perilaku yang menyimpang. Penelantaran rumah tangga, yaitu menelantarkan anggota keluarga tanpa memberikan kewajiban dalam hal perawatan ataupun pemeliharaan dan jugamembatasi dan atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah tangga.

2.4.3. Faktor-Faktor Penyebab Kekerasan dalam Rumah Tangga

  Suatu hal pada dasarnya tidak akan terjadi apabila tidak ada faktor-faktor pendukung yang dapat menyebabkan kekerasan terjadi di dalam sebuah rumahtangga, dalam hal ini kekerasan dalam rumah tangga dapat timbul dengan beberapa faktor pendorongnya, antara lain : 1. Masalah ekonomi, dimana kecenderungan jika sebuah keluarga sedang terhimpit masalah keuangan akan mungkin menimbulkan tindakan-tindakanyang dapat berbentuk kekerasan dan juga tidak menutup kemungkinan bagi keluarga yang dipandang cukup dari segi ekonomi bisa jadi jadi keegoisanakan muncul.

2.5. Kerangka Pemikiran

  Setiapanggotanya memiliki peran dan fungsi masing-masing, seperti ayah umumnya adalah seorang yang menjadi tulang punggung perekonomian bagi keluarga danpaling bertanggung jawab terhadap anggota keluarga lainnya, ibu berperan sebagai pengatur keuangan rumah tangga dan melayani suami serta merawatanak-anaknya, sedangkan anak sebagai anggota keluarga yang mendapatkan proses sosialisasi segala tindak-tanduk dari orang lain disekelilingnya sebagaipembentukan tingkah laku anak tersebut. Hal tersebut biasanya disebabkan tuntutanpemenuhan kebutuhan sehari-hari oleh anggota keluarga sulit untuk terpenuhi akibat semakin tingginya harga kebutuhan pokok, sehingga menyebabkan kepalakeluarga yang menjadi tulang punggung perekonomian bagi keluarga mendapatkan tekanan dari anggota keluarganya dan pada akhirnya menimbulkanpertengkaran antara suami dan istri bahkan berakhir dengan kekerasan fisik.

2.6. Hipotesa

  Hipotesa adalah dugaan logis sebagai kemungkinan pemecahan masalah yang hanya dapat diterima sebagai kebenaran bilamana setelah diuji ternyatafakta-fakta atau kenyataan-kenyataan sesuai dengan dugaan tersebut (Nawawi, 1983:161)Berdasarkan pengertian di atas Ha : Ada pengaruh sosial ekonomi terhadap tindakan kekerasan dalam rumah tangga di Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Ho : Tidak ada pengaruh sosial ekonomi terhadap tindakan kekerasan dalam rumah tangga di Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, kota Medan.

2.7. Definisi Konsep dan Defenisi Operasional

2.7.1. Definisi Konsep

  Konsep merupakan abstraksi dari suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atauindividu tertentu (Singarimbun, 1989:34). Sosial ekonomi rumah tangga adalah keadaan atau kedudukan suatu kesatuan sosial terkecil yang terdiri atas suami, istri dan anak yang diatur dalam posisitertentu dalam struktur mayarakat yang menentukan hak dan kewajiban seseorang di dalam masyarakat.

2.7.2. Definisi Operasional

  Dengan kata lain defenisioperasional adalah suatu informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan variabel yang sama (Singarimbun, 2006:46). Variabel Bebas (Independent Variabel)Variabel bebas (x) adalah segala gejala, faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor atau unsurkedua yang disebut sebagai variabel terikat.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Penelitian eksplanasi adalah penelitian yang digunakan untuk mengujihubungan antara variabel yang akan dihipotesiskan. Alasan peneliti memilih lokasi ini karena daerah tersebut merupakan lokasi yang masyarakatnya terdiri dari berbagai tingkatan sosial ekonomi dan jugakondisi masyarakat yang heterogen dengan perbedaan suku maupun etnis sehingga nantinya hasil dari penelitian tersebut dapat mendukung bagi peneliti.

3.3.1. Populasi

3.3.2. Sampel

  Maka dalam penelitian ini yang menjadi populasiadalah seluruh rumah tangga yang berjumlah 2.147 kepala keluarga. Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data atau informasi yang menyangkut masalah yang akan diteliti dengan mempelajari dan menelaah buku, sertatulisan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang akan diteliti.

3.5. Tehnik Analisis Data

  Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian di tabulasikan dalambentuk frekuensi. Data yang telah terkumpul akan diolah dengan menggunakan rumus Product moment dari Pearson (Azwar, 1997) Rumus Product moment adalah sebagai berikut: n.

BAB IV DESKRIPSI LOKASI Letak Kelurahan Durian Kelurahan Durian berada di Kecamatan Medan Timur dan merupkan salah

  Daerah tersebut merupakan daerah yang yang tingkat ekonomi masyarakatnya beraneka ragam. Sementara itu, wilayah KelurahanDurian sebagian besar dimanfaatkan sebagai areal pemukiman dan yang lainnya adalah luas taman serta perkantoran.

4.2. Keadaan Demografi

  Kelurahan Durian mempunyai jumlah penduduk sebanyak 11.771 jiwa yang terdiri dari 2.147 Kepala Keluarga (KK). Jumlah penduduk Kelurahan Durian dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini disebabkan oleh adanya angka kelahiran danadanya penduduk perantauan yang datang ke daerah ini.

4.2.1. Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin

TABEL 3 KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMINNo. Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki5.859 1

2 Perempuan

  5.912 Total 11.771 Sumber: Profil Kelurahan 2010Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa perbedaan jumlah penduduk perempuan lebih besar dari pada laki-laki. Perbandingannya adalah pendudukperempuan berjumlah 5.912 jiwa sedangkan penduduk laki-laki berjumlah sekitar 5.859 jiwa.

4.2.2. Komposisi Penduduk Menurut Usia

  Penduduk Kelurahan Durian terdiri dari berbagai kelompok usia yang dapat digambarkan dalam tabel berikut ini. Golongan Usia Jumlah 0-12 bulan 93 12 1-4 tahun 550 3 5-8 tahun 668 4 9-12 tahun 661 5 13-15 tahun 501 16-18 tahun 531 67 19-25 tahun 1.422 8 26-35 tahun 1.923 36-45 tahun 2.169 910 46-50 tahun 771 51-58 tahun 1.180 11 12 Lebih dari 59 tahun 1.302 Total 11.771 Sumber: Profil Kelurahan 2010Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa golongan usia penduduk di Kelurahan Durian tersebut di dominasi oleh penduduk berusia 19-45 tahun yaitu sekitar 5.514 orang.

4.2.3. Komposisi Penduduk Menurut Agama

  Agama Jumlah 1 Islam 6.021 2 Protestan 2.359Katholik 214 3 4 Budha 3.116 5 Hindu 41 Sikh 20 6 11.771 Total Sumber: Profil Kelurahan 2010Menurut kriteria agama yang dianut, pada umumnya penduduk Kelurahan Durian mayoritas beragama Islam yaitu sebanyak 6.021 jiwa. Hal ini dibuktikan dengan tidak pernah ada konflik antar agama yang terjadi di daerah iniyang dapat memancing perilaku anarkis.

4.2.4. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

  Tingkat Pendidikan Jumlah 1 Belum Sekolah 1.242 2 Tidak Tamat SD 2.322 Tamat SD 2.473 3 4 Tamat SMP 2.447 Tamat SMA 2.465 5 6 Tamat Perguruan Tinggi/Akademi 822 Total 11.771 Sumber: Profil Kelurahan 2010Perkembangan pendidikan di Kelurahan Durian dapat dikatakan cukup baik. Hal ini dapat dilihat hampir meratanya jumlah lulusan dari tingkat SD kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

4.2.5. Komposisi Penduduk Menurut Angkatan Kerja

TABEL 7 KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT TENAGA KERJANo. Angkatan Kerja Jumlah

1 Usia 5-60 tahun 9.52

  Ibu Rumah Tangga 212 2 3 Penduduk masih sekolah 1.992 Total 11.716 Sumber: Profil Kelurahan 2010Berdasarkan tabel 7 di atas dapat dipahami bahwa jumlah angkatan kerja yang berusia 15-60 tahun adalah yang paling tinggi sebanyak 9.512 orang. Haltersebut tidak menutup kemungkinan bahwa mereka adalah wiraswastawan dan pegawai.

4.2.6. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian

  Mata Pencaharian Jumlah 475 64 Total 5.305Sumber: Profil kelurahan 2010 9 ABRI 3 8 Petani 3 7 Nelayan 6 Pensiunan 1 PNS 59 5 Supir 4 Wiraswasta 2.654 60 3 Pegawai BUMN 2 Pegawai Swasta 1.579 408 Berdasarkan mata pencaharian penduduk di Kelurahan Durian yang telah bekerja tercatat sebanyak 5.305 orang dan 2.654 orang di antaranya bekerjasebagai wiraswasta. Hal ini disebabkan di beberapa lingkungan yang terdapat diKelurahan Durian merupakan kawasan pertokoan atau rumah toko (ruko) yang dimanfaatkan penghuninya untuk membuka berbagai kegiatan usaha yangdikelola oleh pemilik ruko.

4.3. Sarana dan Prasarana

4.3.1. Sarana Jalan

  Kelas Jalan Kondisi 1 Jalan Kampung Baik 2 Gang Rusak Sumber: Profil kelurahan 2010Kondisi jalan di Kelurahan Durian sebagian besar sudah diaspal, akan tetapi masih terdapat beberapa jalan yang mulai berlubang akibat sering terendambanjir akibat hujan lebat. Hal tersebut terjadi disebabkan jalan-jalan tersebut merupakan jalan penghubung antarkelurahan dan antar kecamatan di Kota Medan.

4.3.2. Sarana Air Bersih

  Prasarana Air Bersih Jumlah 1 Jumlah hidran umum - - 2 Jumlah sumur galian 4 PAM 2147 Total 2147 Sumber: Profil Kelurahan 2010Sarana air bersih yang digunakan penduduk di Kelurahan Durian adalah PAM. Selain itu, setiap keluarga telah memiliki kamar mandi di rumah masing-masing, sehingga fasilitas MCK umum tidak terdapat di Kelurahan Durian.

4.3.3. Sarana Kesehatan

  Sarana kesehatan yang terdapat di Kelurahan Durian dapat dikatakan belum memadai, jika dibandingkandengan jumlah penduduk di kelurahan tersebut yang berkisar 11.771 jiwa. Hal ini dapat dilihat dengan tidak adanya puskesmas dan hanya berbanding dengansebuah poliklinik dan hanya terdapat 5 buah tempat praktek dokter.

4.3.4. Sarana Peribadatan

  Di Kelurahan Durian terdapat sarana peribadatan masing-masing pemeluk agama untuk melaksanakan ibadah. 10 Sumber: Profil Kelurahan 2010 TABEL 12 SARANA PERIBADATANNo.

4.3.5. Sarana Pendidikan

  Prasarana Hiburan dan Rekreasi Di Kelurahan Durian terdapat sebuah sarana hiburan yaitu rumah bilyar yang hampir seluruh pengunjungnya adalah laki-laki, terutama pemuda di sekitarlokasi rumah bilyar. Selain tempat tersebut, terdapat sebuah sarana rumah makan keluarga yang terletak di Jalan Gaharu yang dapat menghilangkan kebosanan dankepenatan masyarakat.

ANALISIS DATA

  59 BAB V Pada bab ini akan di sajikan data yang telah didapat melalui penelitian yang telah dilakukan. Analisis data yang dimaksud adalah suatu interpretasi langsung yag berdasarkan data dan informasi yang diperoleh di lapangan dengan tetap berpedoman padatujuan penelitian.

5.1. Karakteristik Responden

  Suku/Etnis Frekuensi Persentase 21 22,10 4 Jawa 8 8,42 3 Karo 13 13,68 2 Mandailing 10 10,53 1 Cina Sumber: Kuesioner 2011Berdasarkan data pada tabel yang menjadi responden adalah Etnis Cina dengan 10 responden, Mandailing 13 responden, Karo 8 responden, Jawa 21responden, Melayu 24 responden, Minang 14 responden dan Etnis India sertaSuku Aceh masing-masing 2 dan 3 responden TABEL 17 Distribusi Responden Berdasarkan AgamaNo. Agama Frekuensi Persentase Islam 49 51,58 1 2 Kristen Protestan 20 21,05 3 Kristen Katolik 14 14,74 4 Hindu 11 11,58 5 Budha 1 1,05 Total 95 100 Sumber: Kuesioner 2011Berdasarkan data yang dihimpun melalui angket penelitian, maka dapat diketahui bahwa responden menurut penganut agama yang terbanyak adalahberagama Islam sebanyak 49 orang atau 51,58%, Kristen Protestan terbanyak kedua sebanyak 20 orang atau 21,05%, sedangkan Kristen Katolik sebanyak 14orang atau 14,74%.

2 Rp.1.000.001-Rp.3.000.000

  Hal tersebut sesuai dengan data tabel di atas bahwa responden yang jarang berkomunikasi dengan tetangga sebanyak 65 responden (68,42%), 70 71 sedangkan yang jarang berkomunikasi dengan tetangga mereka sebanyak 30responden (31,58%) Salah satu responden, Anto mengatakan bahwa:“Di daerah ini hubungan antar tetangga baik, kalau ada yang memerlukan bantuan, stm setempat pasti ikut turut membantu” TABEL 29 Distribusi Responden Berdasarkan Intensitas Beribadah Bersama KeluargaNo. Menerima Penghinaan Frekuensi Persentase Sumber: Kuesioner 2011Data tabel di atas, dapat dilihat bahwa di dalam jumlah responden yang sering menerima penghinaan dalam rumah tangga yaitu sebanyak 10 responden Total 95 100 10 10,53 3 Sering 8 8,42 2 Jarang 77 81,05 1 Tidak Pernah Sumber: Kuesioner 2011 Data tabel diatas dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk kekerasan ekonomi.

5.4. Koefisien Determinasi

  Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan atau pengaruh sosial ekonomi terhadap kekerasan dalam rumah tangga, maka penulis menggunakanrumus koefisien determinasi berikut ini:D = r² x 100% 85 = (0,278)² x 100%= 0,077 x 100%= 7,7% Dari hasil perhitungan pada koefisien determinasi dapat dilihat bahwa hasilnya 7,7%. Artinya besarnya pengaruh yang ditimbulkan variabel bebasterhadap variabel terikat adalah 7,7%, selebihnya 92,3% adalah pengaruh faktor lain.

BAB VI PENUTUP Pada bab ini penulis akan berupaya mengemukakan jesimpulan hasil

  penelitian. Kemudian penulis akan memberikan beberapa saran yang sifatnya berupa sumbangan pemikiran mengenai pengaruh sosial ekonomi terhadapkekerasan dalam rumah tangga di Kelurahan Durian Kecamatan Medan Timur Kota Medan.

6.1. Kesimpulan

  Kekerasan dalam rumah tangga yang paling sering diterima oleh responden adalah kekerasan ekonomi. Pengaruh sosial ekonomi terhadap kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di daerah penelitian sangat minim.

6.2. Saran

  Masyarakat harus lebih terbuka terhadap tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang mereka terima. Paradigma masyarakat yang masih menganggap bahwa kekerasan dalam rumah tangga masih sebagai kekerasan yang bersifat domestik harus segera dirubahdengan diberikan pendidikan terhadap bentuk-bentuk kekerasan ekonomi, seksual, fisik maupun psikis.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Tindakan Kek..

Gratis

Feedback