Perancangan Mixed-use Shopping Mall dan Office di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai

Gratis

63
287
143
2 years ago
Preview
Full text

PERANCANGAN MIXED-USE SHOPPING MALL DAN OFFICE DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) BINJAI

RAYMOND HARRIS 110406102

  Oleh : Medan, Agustus 2015 Disetujui Oleh :DR. 196606221997021001 A B+ B C C+ D EDengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan : Waktu Paraf Paraf Koordinator No.

KATA PENGANTAR

  Laporan yang penulis susun ini, adapun intinya merupakan pengembangan pusat komersial shopping mall dan office, yangberada pada suatu kawasan TOD yang berpusat pada pengembangan pusat transit dan diharapkan dapat mengembangkan mutu kualitas kehidupan yang lebih baikdari sebelumnya. Bangunan komersial ini menggunakan konsep mixed-use, yaitu menggunakan sky-cross untukmenghubungkan antar bangunan dan memiliki penerapan arsitektur dari buah rambutan, yang merupakan produk unggulan dari Kota Binjai.

1.1 Latar Belakang

  Pada TOD tersebut, akan dibangun kawasan Konsep perancangan yang akan diterapkan tidak hanya kegiatan berbelanja dan kegiatan bekerja di kantor, tetapi juga mengintegrasikan ke hal-hal lainnya yang saling berkaitan erat satu sama lainnya, seperti kegiatan bermain, makan, gathering, rekreasi, dan lainnya. Selain yang telah disebutkandiatas, konsep perancangan lainnya yang akan di kembangkan di dalam proyek ini adalah mixed-use dari rancangan dengan sekitarnya, sehinggatercipta rancangan yang terintegrasi, dan harmoni dalam desainnya.

1.2 Maksud dan Tujuan Perencanaan

  Merencanakan bangunan mixed-use dari shopping mall dengan office di kawasan TOD, Kota Binjai. Merancang bangunan yang mixed-use dan walkable, sehingga tercipta lingkungan yang bebas polusi, terintegrasi, dan nyaman.

1.3 Perumusan Masalah

  Bagaimana mengimplementasikan konsep-konsep mixed-use ke dalam bangunan shopping mall dengan office dengan kawasan sekitarnyamaupun dengan bangunan sekitarnya. Bagaimana merancang bangunan yang nyaman dan tidak boros dalam pemakaian energi.

1.4 Lingkup dan Batasan Proyek

  FungsiBatasan fungsi yang akan ditetapkan dalam rancangan, yaitu kegiatan yang akan berlangsung di dalam shopping mall, yaitu kegiatan dengansifat public, seperti kegiatan berbelanja, makan, bermain, dan rekreasi, dan 2. ArsitekturalBatasan arsitektural, merupakan batasan nilai-nilai arsitektur yang akan dibahas dalam perancangan mixed-use antara shopping mall dengan office,antara lain: ï‚· Bentuk dan ruang, bagaimana bentuk dan ruang yang akan dibuat apabila ditinjau dari gubahan massa, yaitu massa shopping mall yang akan dihubungkan dengan sky-cross dengan massa office.

1.5 Metode Pendekatan

1.6 Asumsi-asumsi

Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang akan dihadapi dalam proses perencanaan dan perancangan dari rancangan mixed-use shopping malldan office, akan dilakukan berbagai pendekatan, yaitu sebagai berikut: Dengan pertimbangan bahwa proyek ini bersifat fiktif / tidak nyata, maka dibutuhkan berbagai asumsi-asumsi sebagai berikut :Kepemilikan lahan dari proyek ini diasumsikan sebagai milik dari Kondisi tapak diasumsikan berupa lahan kosong dan layak didirikan Perkembangan dan pembangunan TOD di daerah ini.

1.7 Kerangka Berfikir Latar Belakang

ï‚· Perancangan kawasan TOD pada pusat stasiun Binjai, untuk mengembangkan kegiatan komersil dan menciptakan pusat moda transportasi terpadu.ï‚· Perlunya sebuah wadah dengan fungsi komersil untuk menunjang fungsi komersil dari TOD. Judul perancanganMixed-use shopping center and office Tema perancanganArsitektur metafora

MAKSUD DAN TUJUAN

  ï‚· Merencanakan bangunan mixed-use dari shopping center dengan office di kawasan TOD, kota Binjai.ï‚· Merancang bangunan yang mixed-use dan walkable, sehingga tercipta lingkungan yang bebas polusi, terintegrasi, dan nyaman. ï‚· Bagaimana merancang bangunan yang mampu merefleksikan kota Binjai.ï‚· Bagaimana mewujudkan pemakaian tema dan konsep kedalam bangunan.ï‚· Bagaimana merancang bangunan yang nyaman dan tidak boros dalam pemakaian energy.

1.8 Sistematika Laporan

  ANALISA DAN KONSEP Analisa berisikan tentang kondisi tapak, analisa bangunan, analisa fungsional, kebutuhan ruang, sirkulasi, dan juga program ruang yang diperlukan. GAMBAR PERANCANGAN Berupa gambar-gambar kerja hasil dari rancangan arsitektur, dan merupakan hasil desain dari proyek.

2.1 Tinjauan terhadap Kota Binjai

  Gambar 2.1 Peta Kota Binjai dari Kota Medan (sumber : diunduh dari google map) Mebidangro menekankan pembangunan yang merata pada kota-kota yang terlibat, sehingga kota-kota lain tersebut bukan hanya menjadi kota yangmenopang keberlangsungan dari Kota Medan, melainkan kota-kota tersebut masing-masing mampu meningkatkan kualitas penduduk dan ekonominya. Jadi, mixed-use shopping mall and office merupakan sebuah rancangan multi fungsi pusat perbelanjaan yang dihubungkan dengan sky-cross yang dimanadi salah satu bangunan shopping mall tersebut terdapat gedung kantor sewa.

2.4. Tinjauan umum dari Shopping Mall

2.4.1 Tinjauan umum dari shopping mall

2.4.1.1 Pengertian Dari Shopping Mall

  Jadi, secara judul, shopping mall berarti bahwa sebuah rancangan dari pusat perbelanjaan(shopping mall) yang dimana dihubungkan oleh sky-cross antar bangunannya, dan umumnya terdapat fungsi retail yang banyak dan tempat makan seperti restoran. Dan berikut merupakan pernyataan mengenai arti shopping malllainnya menurut Victor Gruen, “Sebuah tempat yang bersifat komersial yang merupakan suatu wadah untukpedagang yang diatur oleh pengelola, yang dimana memberikan layanan dan service untuk kebutuhan social danekonomi masyarakat, tetapi melibatkan perencanaan dan perancangan yang matang yang bersifat untuk mendapatkankeuntungan yang besar .

2.4.1.2 Klasifikasi Pusat Perbelanjaan (Shopping Mall)

Klasifikasi dari shopping mall dapat dibedakan atas beberapa kategori yang berbeda, yaitu:

1. Berdasarkan jenis barang yang dijual, yaitu: a

  Misalnya toko yang menjualmerchandise dan barang-barang fashion yang dibuat sendiri oleh artis- artis, dll. Berdasarkan variasi barang yang ditawarkan, maka pusat perbelanjaan dapat dibagi atas: Specialty StoreMerupakan jenis retail yang menjual sesuatu barang/jasa yang bersifat umum atau tertentu saja.

3. Jika dilihat dari luas area pelayanan U.I.I standar (“shopping centers

  Pada pusat perbelanjaan ini, terdapat tigaatau lebih dari anchor store, retail-retail yang lebih bervariasi dari pusat perbelanjaan yang lebih kecil, dan pusatperbelanjaan ini umumnya tidak dapat disaingi oleh pusat perbelanjaan lainnya yang lebih kecil dalam ukuran skaladalam radius 40km. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu mall tipe ini tidaklah semuanya berhasil, dikarenakan berbagai faktor, salah satunya yaitu faktor cuacasekarang yang tidak menentuk, kadang panas dan kadang tiba-tba hujan, sehingga tingkat ekonomi yang dihasilkan dari mall tipe initidak begitu menguntungkan dari segi financial.

2.4.1.3. Sistem Sirkulasi Pusat Perbelanjaan (Shopping Mall)

  Sistem banyak koridorPada sistem ini terdapat banyak koridor dan retail-retail yang berjejeran, sehingga sirkulasi dari pusat perbelanjaan dengansistem sirkulasi ini terkesan membingungkan dan tidak nyaman. Padasistem ini, unit retail yang memiliki sewa yang paling tinggi dan merupakan unit yang paling strategis adalah unit yang terletak dibagian luar, terutama unit yang dekat dengan entrance.

2. Sistem plaza

Pada sistem ini, terdapat plaza atau ruang yang besar pada inti dari pusat perbelanjaan yang menjadi acuan orientasi dari Gambar 2.8 konfigurasi dari sistem plaza (sumber : diunduh dari google images)

3. Sistem Mall

  Pada sistem ini, sirkulasi akan lebih dikonsentrasikan ke hanya beberapa sirkulasi utama yang mengkoneksikan semua kegiatanyang ada pada pusat perbelanjaan tersebut. Retail-retail akan berjajaran dan saling berhadapan, sehingga sirkulasi yang terdapatdiantara retail tersebut, mampu menjadi mall dari pusat perbelanjaan tersebut, dan dalam area yang lebih luas, dapatmenjadi atrium dari pusat perbelanjaan tersebut.

2.4.1.4 Faktor Utama dari Shopping Mall

  Anchor StoreAnchor store merupakan unit departemen store dengan ukuran yang lebih besar, dan mampu menarik minat pengunjung yang lebih tinggi lagi. Keberadaan retail ini sangatlah vital dari unsur-unsurkeberhasilan dari suatu pusat perbelanjaan, dikarenakan memiliki fungsi yang bervariasi dan juga mampu menarik minat dari beragam kalanganmasyarakat.

2.4.1.5. Aktifitas dalam Shopping Mall

  Pada subbab berikut ini, akan dipaparkan beberapa contoh dari proyek sejenisnya, yaitu rancangan shopping mall dengan fungsi perkantoran. Studibanding proyek sejenis ini, akan menjadi panduan utama dan acuan dalam membuat garis besar dari konsep dan desain dari rancangan.

2.5 Studi Banding Proyek Sejenis

1. Ciputrа Mаll, Jаkаrtа, Indоnеsiа a

  Melihat potensi dari Kota Jakarta dan betapa antusianya masyarakat Kota Jakarta pada masa itu terhadap bangunan shopping mall,maka pengembang dan developer property, yaitu grup Ciputra ingin mеncоbа mеnеrаpkаn kоnsеp tеrsеbut pаdа sаlаh sаtu pusаt bеlаnjаrаncаngаnnyа. Melalui kerjasama dengan menggandeng konsultan arsitektur asalAmerika, yang merupakan konsultan yang telah berpengalaman dalam merencanakan pembangunan shopping mall di Amerika, maka grup Cputramerealisasikan keinginan membangun dan merencanakan proyek pembangunan Mall ciputra ini di kawasan Jakarta Barat.

2. Galaxy Soho, Zaha Hadid Architects

  Gambar 2.13 Desain Galaxy Soho dengan konsep metafora (sumber : diunduh dari google images) Pada lantai ground, 2, dan 3 diperuntukkan fungsinya sebagai retail, dan lantai atas nya, yaitu mulai dari lantai 4 diperuntukkan untuk penggunaansebagai office space. Pada pusat atrium dari rancangan ini, yaitu courtyard dari rancangan, ZahaHadid mengaplikasikan arsitektur metafora, yaitu mengadopsi dari desain- desain courtyard zaman dulu/klasikal dari China, dimana merupakan tempatmasuknya angin dan cahaya matahari kedalam bangunan, yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan dengan berbagai fungsi.

3. Starhill gallery

  Gambar 2.16 shopping mall Starhill Gallery (sumber : diunduh dari google images) Desain rancangan hasil Spark tersebut membuka fasad dari rancangan tersebut, sehingga pada bagian fasaf, terdapat deretan retail yang memilikidesain yang unik, yang dimana retail-retail tersebut serasa membungkus bangunannya dengan motif kaca kristal, dan panel dari bahan batu. Gambar 2.17 Fasad dari Starhill gallery (sumber : diunduh dari google images) Material baja ringan, batu, dan fasad dari kaca tersebut merupakan yang pertama yang ada di Malaysia, yang dimana juga mengemban teknologi dari Gambar 2.18 Iinterior dari Starhill Gallery (sumber : diunduh dari google images) Interior dari starhill gallery ini menggunakan konsep yang modern dan sangatlah selaras dan sesuai dengan fasadnya.

4. Khan Shatyr, Astana, Kazakhstan

  Pada proyek bangunan ini, terdapat 450meter area jogging track, dan juga banyak layanan lainnya, seperti shopping mall dengan butik, retail denganbrand internasional, supermarket, electronic stores, spa, foodcourt, kolam renang dan fasilitas hiburan, meliputi restoran, sinema, dan pusat hiburanyang mengakomodasi berbagai event dan pameran. Pada void yang terbentuk itu, besar void nya sangatlah luas, sehinga bangunan ini apabiladilihat dari sisi interiornya, tidaklah nampak bahhwa bangunan ini sempit dan padat, akan tetapi seperti bangunan yang besar sekali dengan strukturyang besar juga pada bagian tengah / voidnya.

3.2.1 Analisa lokasi tapak dan kota dalam regional

  Gambar 3.1 Peta lokasi rancangan (sumber : diunduh dari google maps) Tanggapan: Lokasi site berada di Binjai Timur, pada kawasan pusatStasiun Binjai(hijau), yang merupakan kawasan rancangan TOD(kuning). Site berwarna merah pada gambar di kiri ini.

3.2.2 Analisa Batasan Site

  A B C Gambar 3.2 Analisa batasan site (sumber : data hasil analisis) Pada site, terdapat 3 batasan site, yaitu:ï‚· Pada sebelah utara, yaitu A, dibatasi oleh jalan Tjut Nyak Dhien, dan di seberangnya berbatasan dengan deretan rumah yang tidak terpelihara dan juga lahan kosong. ï‚· Pada sebelah barat, yaitu B, dibatasi oleh jalan Lintas Sumatera, dan diseberangnya berbatasan dengan tugu pahlawa, dan gereja GBKP.

3.2.3 Analisa Kawasan Site

  Kedua tempat tersebutmerupakan titik / tempat utama dari Kota Binjai dan pada sekitaran dari daerah tersebut merupakan bangunan dengan fungsi komersil. Jika dilihat padakawasan sekitar dari site, maka didapati bahwa site dikelilingi oleh bangunan- bangunan dengan fungsi mayoritas sebagai komersil, oleh karena itu, apabilapembangunan pada site akan dibangun shopping mall dan office, maka hal tersebut akan makin meningkatkan tingkat perekonomian di daerah tersebut.

3.2.4 Analisa Pedestrian

Gambar 3.5 Analisa pedestrian site (sumber : data hasil analisis) Tanggapan : Pada analisa pedestrian, terlihat bahwa pada beberapa titik sudah terdapat pedestrian, namun kebanyakan tidaklah memenuhi syarat dalam

3.2.5 Analisa View

  Gambar 3.6 Analisa view site (sumber : data hasil analisis) Tanggapan : Pada analisa view, diketahui berbagai view-view dari site menuju ke luar site. 1 pada gambar pertama, view tersebut menghadap ke arah jalan ikan paus, dan dapatdilihat halte pemberhentian bus dan juga sekolah SMP negri.

3.2.6 Analisa Sirkulasi

Gambar 3.7 Analisa sirkulasi site (sumber : data hasil analisis) Jika dilihat secara keseluruhan sirkulasi dalam site, maka dapat disimpulkan bahwa sirkulasi dalam site termasuk kategori ramai lancar, danjuga dikarenakan daerah pusat Kota Binjai, maka sangatlah cocok dirujukkan penggunaan lahan / kawasan TOD yang akan dirancang sebagaifungsi komersial. Bangunan preservasi Stasiun kereta api Binjai

3.2.7 Analisa Preservasi

  Letak dari rancangan sky-cross yang menghubungkan terminal dan stasiundengan rancangan yang akan dibuat,yaitu shopping mall dan office. Gambar 3.8 Analisa preservasi site (sumber : data hasil analisis) Gambar 3.9 Sejarah stasiun Binjai (sumber : data hasil analisis) Pada kawasan TOD yang akan dikembangkan ini, TOD berpusat di pusat transit, yaitu stasiun kereta api Binjai, yang juga merupakan bangunan yangdipreservasikan oleh pemerintah.

3.3 Analisa Non Fisik / Fungsional

Fungsi dari rancangan ini adalah shopping mall dan office. Oleh karena itu, berikut akan dijabarkan berbagai kegiatan berbelanja dan berkantor,yaitu :

1. Pelaku kegiatan

  Pengunjung shopping mallPengunjung dapat dibagi juga menjadi berbagai kategori pengunjung, yakni pengunjung dengan kategori umum orangdewasa,baik individual maupun berkelompok, pengunjung dengan kategori remaja, pengunjung dengan kategori anak-anakyang ditemani oleh orang tua, dan kelompok dengan kategori anak-anak saja. Para pekerja dan karyawan, yaitu orang-orang yang bekerja di shopping mall, yaitu cleaning service, penjaga toko, satpam, dll.

3.3.2 Analisa Kebutuhan Ruang

  Tabel 3.1 Analisa kebutuhan ruang Fungsi Fasilitas Pemakai Kegiatan Kebutuhan RuangFasilitas- Retail, Penyewa, Mengatur penjualan, Toko / retail Branded retail melayani consumer, fasilitas store manager dan menjaga barang belanja jualan shoppingmall Karyawan Melayani consumer, menjaga retail / tokoPengunjung Fitting room Melihat barang yang ditawarkan retail-retail,berbelanja, tes pakaian yang mau dibeli. karyawan Pengunjung Fitting roomMengeliling dan Tempat duduk mencari produk didept.store, tes pakaian yang ingin dibeli.

1. Pengunjung

Datang parkirMencari kegiatan Refreshing dan berbelanja Jalan-jalanrekreasi sholat parkir Pulang 2. Pengelola/ karyawan Sholat dan parkir istirahatDatang Beraktifitas Pulang makanparkir

3.3.4 Analisa Utilitas Bangunan

  Tabel 3.2 Analisa utilitas bangunan No. pompa Shaft air Water tank SprinkerHydrant Toilet Wastafel Dapurshower Black water / limbahberat Closeturinoir septictank Water treatmentGray water / limbah ringan Wastafel Floor water drainershower Bak kontrolpompa Riol kota PDAM Meteran 4.

3.3.5 Program ruang

  Pada subbab ini, akan dijabarkan berbagai fasilitas dan kebutuhan yang terdapat pada rancangan mixed-use shopping mall and office ini. Berikut adalahprogram-program ruang yang direncanakan : Tabel 3.3 Program ruang 1.

TOTAL LUAS

4. Fasilitas administrasi

  pompa 15m² 1 Jenis fungsi Sumber Jenis ruang Standar Jumlah (unit) Kapasitas (orang) Luas (m²) 1 1 128SB R.trafo - 29 SUB TOTAL LUAS 139m²Ruang ME SB R. rapat 50m² 3 1 20m² 20 SB R.personalia 3 1 1 5 20m²SB R.manager 20m² 20m² Ruang pengelolaSB Front office 30 SB R.

SUB TOTAL LUAS

5. Kebutuhan Parkir

  Menurut Badan Pusat Statistik Kota Binjai, jumlah penduduk kota Binjai pada tahun 2009 adalah 252.652 penduduk, dengan jumlah yang berdomisili diKecamatan Binjai Timur sebanyak 53.792 penduduk. Tabel 3.4 Jumlah penduduk Kota Binjai Tahun 2009 Dikarenakan jumlah penduduk Kota Binjai yang masih tergolong sedikit dibandingkan kota Medan, dan juga masih banyak site yang kosong dan masihbanyaknya imigran dari luar daerah, maka proyeksi penduduk Kota Binjai menggunakan hitungan exponensial dengan rumus sebagai berikut:Eksponen : Pn= Po (1+r) ⁿ.

3.4 Konsep Perancangan

Berikut merupakan konsep gambar masterplan dari TOD Binjai yang telah dibahas, disusun, dikaji, dan dibuat pada laporan masterplan kelompok TODBinjai. Gambar 3.10 Masterplan dari TOD Binjai (Sumber : Data analisis kelompok)

3.4.1 Konsep Dasar

3.4.2 Konsep Fasad

  Bentuk site berupa persegi-persegi yang disusun sehingga menjadi bentuk- bentuk persegi panjang, sehingga space-space yang dipakai tidak terbuang danbentuk persegi/persegi panjang merupakan bentuk yang ideal untuk fungsi shopping mall maupun office. Pencapaian site dengan berjalan kaki telah menggunakan konsep-konsep mixed-use dan tempat untuk berjalannya telahdidesain dengan konsep walkable, yaitu trotoar dan pavement jalanan yang menarik, nyaman, teduh dari terik sinar matahari, dan lebar.

3.4.4 Konsep Sirkulasi Dalam Site

  Gambar 3.13 Konsep sirkulasi dalam site (sumber : data hasil analisis) Pada lantai ground, bangunan terdapat berbagai entrance dari berbagai ruas dan sudut rancangan, sehingga pejalan kaki tidak perlu susah-susah untuk memutaruntuk mencapai site. Sirkulasi dalam site juga sangatlah sederhana, dan retail- retail yang hal tersebut bertujuan supaya pengunjung tidak merasa pusing dalammencari jalan dan menggunakan waktu dengan efektif dalam mengunjungi rancangan ini.

3.4.5 Konsep Struktur

  BALOK HONEYCOMB KOLOM BAJA WF DENGAN SELIMUT BERBAHAN BETON Gambar 3.17 Konsep struktur (sumber : data hasil analisis) Bangunan mixed-use shopping mall dan office ini memiliki 2 massa, yang pertama shopping mall dan ke dua shopping mall dan office. Dikarenakan kawasan ini akan dibangun sesuai dengan masterplan TOD, maka kemungkinan besar akan banyak berdatangan masyarakat dari luar KotaBinjai, maka taman ini juga akan memperkenalkan ciri khas dari Kota Binjai ini kepada orang-orang dari luar Kota Binjai, dan juga sebagai upaya untukmempromosikan kenikmatan dan kelezatan dari buah rambutan ke berbagai wilayah lainnya.

BAB IV HASIL PERANCANGAN

BAB IV HASIL PERANCANGAN Pada bab ini, akan dipaparkan hasil dari peracangan

  Pada ruang terbuka di belakanggereja, terdapat taman tanaman rambutan, yang dimana merupakan cirri khas dan oleh-oleh khas dari kota Binjai, yang dimana buah rambutan hasil dari taman ini Gambar 4.2 Denah lt.2 (sumber : data pribadi) Gambar diatas merupakan denah lantai 2 dari rancangan. Gambar berikutnya ini, merupakan denah lantai 3 dari bangunan A, dan denah lantai tipikal office dari bangunan B, yang memiliki tinggi 6 lantai.

1. Denah basement dari shopping mall

  Pada gambar, juga dapat dilihat adanya escalator, hal itu merupakan perwujudan dari konsep integrasi dan mixed-use, sehingga para pengunjung yang datang dari gereja atau tamannya yang ingin langsung balik ke terminal / stasiun, dapat langsung balik tanpa capek-capek Gambar 4.8 tampak barat dan timur (sumber : data pribadi) Pada gambar diatas, merupakan tampak dari sebelah timur dan barat dari rancangan. Setelah arus yang telahdikonversikan ke DC tersebut masuk ke sumber batere, maka selanjutnya akan melewati controller, yang dimana merupakan tempat untuk mengontrol berapa Gambar 4.13 rencana air bersih dan kotor (sumber : data pribadi) Pada gambar perancangan diatas, merupakan sistem air bersih dan air kotor (black water and grey water) dari rancangan mixed-use shopping mall dan office ini.

BAB V KESIMPULAN

BAB V KESIMPULAN Pada rancangan ini akan dibangun shopping mall dan office dengan total luas

  Konsep mixed-use digunakan pada desain ini, yaitu memakai sky-cross ssebagai wadah untuk menuju dari satu bangunan ke bangunan lainnya dan juga menuju keterminal-stasiun tanpa membuang-buang waktu dan tenaga untuk keluar masuk bangunan demi mencapai bangunan lain. Trotoar pejalan kaki berukuran 4,2m, yaitu ukuran yang lebih besar dari trotoar padaumunya dan juga akan di buffer dengan pepohonan sehingga kawasan rancangan ini walkable, nyaman, dan semakin menambah minat masyarakat untuk berjalan kaki.

DAFTAR PUSTAKA

  Erick Guerra and Robert Cervero (Spring 2013). "Is a Half-Mile Circle the Right Standard for TODs?", University of California, Berkeley.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Perancangan Mixed-use Shopping Mall dan Office di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
63
287
143
Perancangan Hotel Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
20
77
128
Perancangan Rumah Susun di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
10
96
121
Perancangan Stasiun Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
35
151
136
Perancangan Shopping Center di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
19
102
105
Perancangan Apartemen di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
49
163
94
BAB I PENDAHULUAN - Perancangan Hotel Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
1
4
8
BAB II DESKRIPSI PROYEK - Perancangan Mixed-use Shopping Mall dan Office di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
2
3
30
Perancangan Mixed-use Shopping Mall dan Office di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
2
3
13
Perancangan Rumah Susun di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
0
1
14
BAB II STUDI LITERATUR - Perancangan Apartemen di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
3
13
Perancangan Apartemen di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
2
15
BAB II STUDI LITERATUR - Perancangan Shopping Center di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
1
3
15
BAB II STUDI LITERATUR - Perancangan Stasiun Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
4
21
Perancangan Stasiun Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
0
16
Show more