Feedback

Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara

Informasi dokumen
IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH SERTA POTENSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA TESIS Oleh TAUFAN 087003062/PWD E K O L A S H S N A PA C ASARJA SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH SERTA POTENSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Oleh TAUFAN 087003062/PWD SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH SERTA POTENSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA Nama Mahasiswa : Taufan Nomor Pokok : 087003062 Program Studi : Perencanaan Pembangungan Wilayah dan Pedesaan Menyetujui Komisi Pemimbing, (Prof. Bachtiar Hassan Miraza) Ketua (Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec) Anggota (Kasyful Mahalli, SE., M.Si) Anggota Ketua Program Studi, Direktur, (Prof. Dr. Lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE) (Prof. Dr. Ir.A. Rahim Matondang, MSIE) Tanggal lulus : 18 April 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal: 18 April 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. Bachtiar Hassan Miraza Anggota : 1. Kasyful Mahalli, SE., M.Si 2. Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec 3. Prof. Erlina, SE., M.Si., PhD.Ak 4. Irsyad Lubis, SE., M.Sos.Sc., PhD Universitas Sumatera Utara IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH SERTA POTENSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA ABSTRAK Taufan, dengan judul penelitian “Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara” dengan komisi pembimbing Bapak Prof. Bachtiar Hassan Miraza (Ketua), Bapak Kasyful Mahalli, SE., M.Si (Anggota) dan Bapak Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec (Anggota). Otonomi daerah memberikan peluang kepada setiap daerah untuk menentukan nasibnya sendiri tetapi tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemakmuran dan kesejahteraan suatu daerah dapat dilihat dari tingkat pendapatannya, dan untuk mengetahui pendapatan suatu daerah sangat penting diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga masalah yang dihadapi dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pajak daerah dan retribusi daerah ke dalam klasifikasi prima, potensial, berkembang dan sulit dikembangkan serta menganalisis pengaruh jenis pajak daerah dan retribusi daerah dalam hal pertumbuhan dan kontribusinya terhadap total pendapatan daerah, anggaran pembangunan dan produk domestik regional bruto. Data yang digunakan berupa data sekunder di Provinsi Sumatera Utara dengan periode penelitian tahun 2000 – 2010. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pertumbuhan, analisis kontribusi, analisis overlay dengan matrik dan analisis regresi. Analisis pertumbuhan dan kontribusi digunakan untuk mengetahui pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak daerah dan retribusi daerah terhadap total pendapatan daerah dan anggaran pembangunan. Analisis overlay dengan matrik digunakan untuk mengidentifikasi jenis pajak daerah dan retribusi daerah yang diklasifikasikan prima, potensial, berkembang dan sulit dikembangkan. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak daerah dan retribusi daerah mengalami fluktuasi. Identifikasi terhadap jenis pajak daerah memiliki klasifikasi prima: pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB), potensial: pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB), berkembang: pajak bea balik nama kendaraan di atas air (BBNKDA), sulit dikembangkan: pajak kendaraan di atas air (PKDA) dan pajak pemanfaatan air permukaan umum/air bawah tanah (APU/ABT). Untuk retribusi Universitas Sumatera Utara daerah terklasifikasi potensial: retribusi jasa umum, berkembang: retribusi perijinan tertentu, sulit dikembangkan: retribusi jasa usaha. Pajak daerah dan retribusi daerah berpengaruh terhadap anggaran pembangunan hal ini terlihat dari pertumbuhan anggaran pembangunan dan kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah yang selalu meningkat setiap tahunnya. Hasil pengujian F statistik menunjukkan secara keseluruhan variabel bebas yang ada dalam persamaan dapat mempengaruhi PDRB pada tingkat kepercayaan 95%. Pengujian t statistik, variabel bebas yang berpengaruh nyata dan signifikan terhadap PDRB adalah pajak daerah, sedangkan retribusi daerah tidak berpengaruh nyata. Kata kunci: Pajak Daerah, Total Pendapatan Daerah, Anggaran Pembangunan Dan Produk Domestik Regional Bruto. Universitas Sumatera Utara IDENTIFICATION OF TYPES OF LOCAL TAXES AND LEVIES AND THE POTENCY FOR NORTH SUMATRA REGIONAL DEVELOPMENT ABSTRACT Taufan, with the title of the research "Identification of Types of Local Taxes and Levies and the Potency for North Sumatra Regional Development" with supervising commission Prof. Bachtiar Miraza Hassan, Mr Kasyful Mahalli, SE., M. Si and Mr. Wahyu Ario Pratomo, SE., M. Ec. Regional autonomy provides the opportunity for each region to determine their own destiny but still within the framework of the Unitary Republic of Indonesia. Prosperity and welfare of a region can be seen from the level of income, and to know the income of a region is very important to know the factors that influence it, so that the problems encountered can be resolved. This research aims to identify the types of regional taxes and levies to the classification of primary, potential, developing and difficult to develop and analyze the effect of local taxes and levies in terms of growth and contribution to total revenues, budget development and gross regional domestic product. The data used are secondary data in North Sumatra Province with a study period of 2000 to 2010. Analytical tool used is the analysis of growth, contribution analysis, overlay analysis with matrix and regression analysis. Analysis of growth and contributions are used to determine the growth and contribution of local taxes and levies to total revenue and development budget. Overlaid with a matrix analysis is used to identify the types of regional taxes and levies are classified as prime, potentially, developing and difficult to develop. Regression analysis is used to determine the effect of local taxes and levies to the Gross Regional Domestic Product (GDP). The results of this research show the growth and contribution of local taxes and levies has fluctuated. Identification of types of local taxes has a prime classification: vehicle fuel tax (PBB-KB), potential: vehicle tax (PKB) and import tax vehicle ownership (BBN-KB), developing: import tax vehicles on the water (BBNKDA), difficult to develop: vehicle tax on the water (PKDA) and surface water utilization tax/groundwater (APU/ABT). For classified potential levies: general services charges, developing: certain licensing fees, difficult to develop: charges for services. Regional taxes and levies affect the development budget it is seen from the growth of the construction budget and the contribution of regional taxes and levies are always increasing every year. Test results of F-test statistic of the independent variables in the equation may affect the GDP at 95% confidence level. T test statistics, the independent variables that affect real and significant impact on GDP is local taxes, while levies no real effect. Universitas Sumatera Utara Keywords: Regional Taxes, Total Revenues, Budget Development And Gross Regional Domestic Product. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas segala limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menuangkan hasil penelitian dalam tesis yang berjudul “Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara”. Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Penyusunan dan penyelesaian tesis ini berkat bimbingan, bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Penulis menyampaikan rasa terima kasih secara khusus kepada Ibu dan Ayah tercinta yang selalu memberikan doa dan restunya, dukungan moril dan spiritual serta harapan dan kasih sayangnya kepada penulis, kepada Bapak Prof. Bachtiar Hassan Miraza, Bapak Kasyful Mahalli, SE., M.Si dan Bapak Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec atas bimbingan dan arahannya dalam penyelesaian tesis ini. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Prof. Dr. Lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE, selaku Ketua Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Prof. Erlina, SE., M.Si., PhD., Ak, Bapak Irsyad Lubis, SE., M.Sos.Sc., PhD dan Bapak Drs. Rujiman, MA, selaku Dosen Pembanding yang telah memberikan kritikan dan saran demi kesempurnaan tesis ini. 4. Rekan-rekan mahasiswa dan alumni serta seluruh Civitas Akademika PPS-USU yang telah banyak membantu proses administrasi dan kelancaran akademik. Universitas Sumatera Utara Penulis menyadari bahwa karya ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis selalu mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pihak pembaca yang arif guna perbaikan selanjutnya di masa yang akan datang. Akhir kata semoga segala kebaikan dan bantuan yang diberikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah Subhanahu Wata’ala dan semoga tesis ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, 13 April 2011 Penulis, Taufan Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 13 September 1985, dari pasangan H. Soenardi, JS (Bapak) dan Hj. Karyantini (Ibu). Menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar pada SD Negeri 5 tahun 1997, Sekolah Menengah Pertama pada SMP Negeri 2 tahun 2000, Sekolah Menengah Atas pada SMA Negeri 1 tahun 2003 masing-masing di Kota Pangkalpinang dan lulus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) tahun 2007 dan pada tahun 2011 menyelesaikan pendidikan Magister (S2) pada Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Pekerjaan yang ditekuni diawali dari Pegawai Negeri Sipil pada Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri ketika mengikuti pendidikan di STPDN dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2007. Setelah lulus dari STPDN ditempatkan di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai dengan tahun 2008. Tahun 2008 sampai dengan sekarang penulis bertugas pada Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . i ABSTRACT . iii KATA PENGANTAR . iv RIWAYAT HIDUP . vi DAFTAR ISI . vii DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . xi DAFTAR LAMPIRAN . xii BAB I PENDAHULUAN . 1 1.1. Latar Belakang Masalah . 1 1.2. Rumusan Masalah . 9 1.3. Tujuan Penelitian . 9 1.4. Manfaat Penelitian . 10 TINJAUAN PUSTAKA . 11 2.1. Pengembangan Wilayah . 11 2.2. Desentralisasi Fiskal . 11 2.3. Pendapatan Asli Daerah . 13 2.4. Pajak Daerah . 14 2.5. Retribusi Daerah . 17 2.6. Produk Domestik Regional Bruto . 18 2.7. Penelitian Terdahulu . 19 2.8. Kerangka Pikir Penelitian . 20 2.9. Hipotesis . 21 BAB III METODE PENELITIAN . 22 3.1. Ruang Lingkup Penelitian . 22 3.2. Jenis dan Sumber Data . 22 BAB II Universitas Sumatera Utara 3.3. Teknik Analisis Data . 22 3.3.1. Analisis Pertumbuhan . 23 3.3.2. Analisis Tingkat Kontribusi . 23 3.3.3. Analisis Klasifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Overlay) . 23 3.3.4. Analisis Regresi . 26 3.4. Definisi Operasional . 28 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 29 4.1. Gambaran Umum Provinsi Sumatera Utara . 29 4.1.1. Sejarah Provinsi Sumatera Utara . 29 4.1.2. Kondisi Geografis . 33 4.1.3. Kondisi Demografis . 34 4.1.4. Kondisi Ekonomi . 37 4.1.5. Visi Provinsi Sumatera Utara . 42 4.1.6. Misi Provinsi Sumatera Utara . 43 4.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan . 45 4.2.1. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis PAD . 45 4.2.2. Realisasi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Bagian Laba BUMD dan Lain-lain PAD yang Sah . 47 4.2.3. PDRB Provinsi Sumatera Utara . 49 4.2.4. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis Pajak Daerah . 50 4.2.5. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis Retribusi Daerah . 52 4.2.6. Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah . 54 4.2.7. Pengujian Hipotesis . 56 4.2.8. Analisis Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap PDRB . 62 4.2.9. Pajak Daerah . 65 4.2.10. Retribusi Daerah . 66 4.2.11. Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara . 66 Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . 72 5.1. Kesimpulan . 72 5.2. Saran . 73 DAFTAR PUSTAKA . 74 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Nomor 1.1 1.2 1.3 1.4 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9 4.10 4.11 Judul Halaman Pendapatan Asli Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta rupiah) . 5 Target dan Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta rupiah) . 6 Target dan Realisasi Pendapatan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta rupiah) . 7 PDRB Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta rupiah) . 8 Jumlah Penduduk Sumatera Utara Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin Tahun 2010 . 35 Jumlah, Kepadatan dan Distribusi Penduduk Sumatera Utara Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2010 . 37 PDRB Kabupaten/Kota di Sumatera Utara Tahun 2007 - 2009 (dalam milyar rupiah) . 39 Universitas Sumatera Utara 2.1.3.4 Besarnya Retribusi Yang Terutang dan Tarif Retribusi Daerah Besarnya retribusi yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang menggunakan jasa atau perizinan tertentu dihitung dengan cara mengalikan tarif retribusi dengan tingkat penggunaan jasa. Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi jasa umum didasarkan pada kebijaksanaan daerah dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan, kemampuan masyarakat dan aspek keadilan. Dengan demikian daerah mempunyai kewenangan untuk menetapkan prinsip dan sasaran yang akan dicapai dalam menetapkan tarif retribusi jasa umum, seperti untuk menutup sebagian atau sama dengan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan dan membantu golongan masyarakat kurang mampu sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan. Jadi, prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa umum dapat berbeda menurut jenis pelayanan dalam jasa yang bersangkutan dan golongan pengguna jasa. Sebagai contoh : 1) Tarif retribusi persampahan untuk golongan masyarakat yang mampu dapat ditetapkan sedemikian rupa sehingga dapat menutup biaya pengumpulan, transportasi dan pembuangan sampah, sedangkan untuk golongan masyarakat kurang mampu ditetapkan tarif lebih rendah. 2) Tarif rawat inap kelas tinggi bagi retribusi pelayanan rumah sakit umum daerah dapat ditetapkan lebih besar daripada biaya pelayanannya, sehingga memungkinkan adanya subsidi silang bagi tarif rawat inap kelas yang lebih rendah. 3) Tarif retribusi parkir di tepi jalan umum yang rawan kemacetan dapat ditetapkan lebih tinggi daripada di tepi jalan umum yang kurang rawan Universitas Sumatera Utara kemacetan dengan sasaran mengendalikan tingkat penggunaan jasa parkir sehingga tidak menghalangi kelancaran lalu lintas. Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retriusi jasa usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis yang beroperasi secara efisien dan berorientasi pada harga pasar. Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi perizinan tertentu didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruhnya biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan. Biaya penyelenggaraan izin ini meliputi penertiban dokumen izin, pengawasan di lapangan, penegakan hukum, penatausahaan dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut. Tarif retribusi di atas ditinjau paling lama 5 tahun sekali. Secara umum, upaya yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah melalui optimalisasi intensifikasi pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah, antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: a) Memperluas basis penerimaan Tindakan yang dilakukan untuk memperluas basis penerimaan yang dapat dipungut oleh daerah, yang dalam perhitungan ekonomi dianggap potensial, antara lain yaitu mengidentifikasi pembayar pajak baru/potensial dan jumlah pembayar pajak, memperbaiki basis data objek, memperbaiki penilaian, menghitung kapasitas penerimaan dari setiap jenis pungutan. b) Memperkuat proses pemungutan Upaya yang dilakukan dalam memperkuat proses pemungutan, yaitu antara lain mempercepat Universitas Sumatera Utara penyusunan Perda, mengubah tarif, khususnya tariff retribusi dan peningkatan SDM. c) Meningkatkan pengawasan Hal ini dapat ditingkatkan yaitu antara lain dengan melakukan pemeriksaan secara dadakan dan berkala, memperbaiki proses pengawasan, menerapkan sanksi terhadap penunggak pajak dan sanksi terhadap pihak fiskus, serta meningkatkan pembayaran pajak dan pelayanan yang diberikan oleh daerah. d) Meningkatkan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemungutan Tindakan yang dilakukan oleh daerah yaitu antara lain memperbaiki prosedur administrasi pajak melalui penyederhanaan admnistrasi pajak, meningkatkan efisiensi pemungutan dari setiap jenis pemungutan. e) Meningkatkan kapasitas penerimaan melalui perencanaan yang lebih baik Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait di daerah. Selanjutnya ekstensifikasi perpajakan juga dapat dilakukan, yaitu melalui kebijaksanaan Pemerintah untuk memberikan kewenangan perpajakan yang lebih besar kepada daerah pada masa mendatang. Untuk itu, perlu adanya perubahan dalam sistem perpajakan Indonesia sendiri melalui sistem pembagian langsung atau beberapa basis pajak Pemerintah Pusat yang lebih tepat dipungut oleh daerah. Universitas Sumatera Utara 2.1.4 Belanja Modal 2.1.4.1 Pengertian Belanja Modal Menurut Standar Akuntansi Pemerintahan, “Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja modal meliputi belanj modal untuk perolehan tanah dan aset tak berwujud dan pembangunan, serta perbaikan sektor pendidikan, kesehatan, transportasi, sehingga masyarakat juga menikmati manfaat dari pembangunan daerah. Sedangkan menurut Permendagri (2006), belanja modal adalah “Pengeluaran yang dianggarkan untuk pembelian/pengadaan aset tetap dan aset lainnya yang digunakan dalam kegiatan pemerintahan yang memiliki kriteria masa manfaatnya lebih dari dua belas bulan, merupakan objek pemeliharaan dan jumlah nilai rupiah materialnya sesuai dengan kebijakan akuntansi”. 2.1.4.2 Jenis-jenis Belanja Modal Berdasarkan Permendagri (2006), jenis belanj modal terdiri dari : 1. Belanja Modal Tanah, adalah pengeluaran yag digunakan untuk pengadaan /pembelian/pembebasan/penyelesaian, balik nama dan sewa tanah, pengosongan, pengurunga, pematangn tanah, pembuatan sertifikat, dan pengeluaran lainnya sehubungan dengan perolehan hak asasi tanah dan sampai tanah dimaksud dalam kondisi siap pakai. 2. Belanja Modal Peralatan Mesin, adalah pengeluaran yang digunakan untuk pengadaan/penambahan/pergantian dan peningkatan kapasitas peralatan dan mesin serta investasi kantor yang memberikan manfaat lebih dari dua belas bulan dan sampai peralatan dan mesin dimaksud dalam kondisi siap pakai. Universitas Sumatera Utara 3. Belanja Modal Gedung dan Bangunan, adalah pengeluaran yang digunakan untuk pengadaan/penambahan/pergantian dan termasuk pengeluaran untuk perencanaan, pengawasan, pengelolaan, pembangunan gedung dan bangunan yang menambah kapasitas gedung sampai gedung dalam kondisi siap pakai. 4. Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan, adalah pengeluaran yang digunakan untuk pengadaan/penambahan/pergantian/peningkatan pembangunan/pembuatan serta perawatan dantermasuk pengeluran untuk perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan jalan, irigasi dan jaringan yang menambah kapasitas sampai jala, irigasi, dan jaringan dalam kondisi siap pakai. 5. Belanja Modal Fisik Lainnya, adalah pengeluaran yang digunakan untuk pengadaan/penambahan/pergantian/peningkatan/pembangunan/pembuatan serta perawatan terhadap fisik lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke dalam kriteria belanja modal tanah, peralatan, mesin, gedung dan bangunan, dan jalan irigasi dan jaringan. Yang termasuk dalam belanja modal ini adalah belanja modal kontrak sewa beli, pembelian barang-barang kesenian, barang purbakala, dan barang untuk museum, hewan ternak dan tanaman, buku-buku dan jurnal ilmiah. Universitas Sumatera Utara 2.2 Penelititan Terdahulu Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu Nama dan Judul Variabel Penelitian Hasil Penelitian Tahun Penelitian Novianinta Mindasari (2008) Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap APBD pada Pemerintahaan Kabupaten/ Pemerintahan Kota di Sumatera Utara Variabel Dependen : APBD Variabel Independen : Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Secara Parsial Pajak Daerah mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap APBD sedangkan Retribusi Daerah berpengaruh tetapi tidak signifikan. Secara simultan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap APBD Anton Dwi Handoko (2009) Nur Indah Rahmawati (2010) Pengaruh Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah terhadap Peningkatan Belanja Modal pada Pemerintahaan Kabupaten/ Pemerintahan Kota di Sumatera Utara Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Alokasi Belanja Daerah pada Pemerintahan Kabupaten/Pe merintahan Kota di Jawa Tengah. Variabel Dependen : Belanja Modal Variabel Independen : APBD Variabel Dependen : Belanja Daerah Variabel Independen : PAD, DAU Secara simultan pertumbuhan PAD mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan belanja modal. Secara simultan PAD dan DAU mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap alokasi belanja daerah Universitas Sumatera Utara 1. Novianinta Mindasari ( 2008 ) Judul penelitiannya adalah Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap APBD Pemkab/Pemko di Sumatera Utara. Penelitian dilakukan selama periode Tebing Tinggi TAHUN 2005 2006 410348873 619308479 199051380 327994400 522345016 784676635 121944960 229031922 248373643 355588057 427562284 482000855 412973547 593139533 235075560 371077934 127377808 115254492 78518333 145612674 108605018 225138771 258632441 379907137 414348873 619308479 375646882 538336785 215963904 257096867 228479505 361072112 169238807 266376804 196945662 274589280 1135936661 1322425419 175258135 248980540 219287901 288379287 156484968 174389544 176601690 204391129 160542161 197461526 2007 739310785 370418428 994240087 341682041 482992194 782649377 786373023 493904892 262680271 206421459 226824658 458119866 739310785 665038335 372921069 434539206 339221876 355758687 1392801506 334964313 381733315 250597604 251350949 282541227 Lampiran 3 : Statistik Deskriptif Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 Statistik Deskriptif Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation X1 72 X2 72 289268 122519806 8467984.04 22907644.650 Y 72 78518333 1392801506 390326092.01 268480243.888 Valid N (listwise) 72 142422 181184098 13359732.71 35678503.383 Statistik Deskriptif Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation LNX1 72 11.87 19.02 15.1420 1.42978 LNX2 72 12.58 18.62 14.9871 1.11930 LNY 72 18.18 21.05 19.5950 .60359 Valid N (listwise) 72 Lampiran 4: Hasil Uji Normalitas a) Sebelum Transformasi Dengan Logaritma Natural Grafik Histogram N =72 Std. Dev. =0.986฀ Mean =1.71E-16฀ Dependent Variable: Y Histogram 12.5 Frequency 10.0 7.5 5.0 2.5 0.0 -2 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Residual Normal Probability Plot Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 Dependent Variable: Y Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Expected Cum Prob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob Nonparametric test Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parameters(a,b) Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 72 .0000000 154348596.03163470 .104 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) .104 -.069 .885 .414 a Test distribution is Normal. b Calculated from data. b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 Grafik Histogram N =72 Std. Dev. =0.986฀ Mean =-4.86E-16฀ Dependent Variable: LNY Histogram 10 Frequency 8 6 4 2 0 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Residual Normal Probability Plot Dependent Variable: LNY Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Expected Cum Prob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 Nonparametric test Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 72 Mean Normal Parameters(a,b) Most Extreme Differences .0000000 Std. Deviation .32952088 Absolute .080 Positive .051 Negative -.080 Kolmogorov-Smirnov Z .680 Asymp. Sig. (2-tailed) .744 a Test distribution is Normal. b Calculated from data. Lampiran 5 : Hasil Uji Multikolinearitas a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Coefficients(a) Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 B 310277486.4 52 13.065 -11.159 Std. Error 19720643.9 28 2.874 4.477 t Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance 1.736 -.952 15.734 .000 4.545 -2.493 .000 .015 .033 .033 Coefficient Correlations(a) Model 1 X2 1.000 X1 -.983 -.983 20.041 -12.655 a Dependent Variable: Y 1.000 -12.655 8.262 Correlations Covariances X2 X1 X2 X1 Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 VIF 30.460 30.460 b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) LNX1 LNX2 B 14.123 .334 .027 a Dependent Variable: LNY Standardized Coefficients Std. Error .549 .063 t Sig. Collinearity Statistics Beta .081 Tolerance VIF .792 25.738 5.265 .000 .000 .191 5.237 .051 .338 .736 .191 5.237 Coefficient Correlations(a) Model 1 Correlations LNX2 1.000 -.899 .007 -.005 LNX2 LNX1 LNX2 LNX1 Covariances LNX1 -.899 1.000 -.005 .004 a Dependent Variable: LNY Lampiran 6 : Hasil Uji Heteroskedastisitas a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Uji Glejser Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 B 12436989 2.813 1.884 -3.251 Std. Error 11784411. 905 1.718 2.675 Standardized Coefficients Beta t .720 -.797 Sig. 10.554 .000 1.097 -1.215 .276 .228 a Dependent Variable: ABS Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 Dependent Variable: Y Scatterplot Regression Studentized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Regression Standardized Predicted Value b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Uji Glejser Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) LNX1 LNX2 Standardized Coefficients .516 Std. Error .297 Beta t 1.738 Sig. .087 -.009 .034 -.071 -.259 .796 -.007 .044 -.044 -.162 .872 a Dependent Variable: Absut Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 Dependent Variable: LNY Scatterplot Regression Studentized Residual 2 1 0 -1 -2 -3 -2 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Predicted Value Lampiran 7: Hasil Uji Autokorelasi a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Model Summary(b) Model 1 R R Square .818(a) .669 a Predictors: (Constant), X2, X1 b Dependent Variable: Y Adjusted R Std. Error of Square the Estimate .660 156569553.275 Durbin-Watson .845 b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Model Summary(b) Model 1 R .838(a) R Square .702 Adjusted R Square .693 Std. Error of the Estimate .33426 Durbin-Watson .715 a Predictors: (Constant), LNX2, LNX1 Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 b Dependent Variable: LNY Lampiran 8: Reggresion a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Variables Entered/Removed(b) Variables Entered X2, X1(a) Model 1 Variables Removed . Method Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: Y b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Variables Entered/Removed(b) Variables Entered Model 1 Variables Removed LNX2, LNX1(a) Method . Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: LNY Lampiran 9 : Hasil Regresi a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Uji t (t test) Coefficients(a) Model 1 Unstandardized Coefficients (Constant ) X1 Beta Collinearity Statistics B 310277486. 452 13.065 19720643.928 2.874 1.736 t 15.73 4 4.545 -11.159 4.477 -.952 -2.493 X2 Std. Error Standardized Coefficients sig Tolerance VIF .000 .000 .033 30.460 .015 .033 30.460 a Dependent Variable: Y Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009 Hasil Uji F (F test) ANOVA(b) Model 1 Sum of Squares df Mean Square F 2 1713164405279908000.000 69.885 1691467725884141000.000 69 24514025012813640.000 5117796536443950000.000 71 Regression 3426328810559816000.000 Residual Total Sig. .000(a) a Predictors: (Constant), X2, X1 b Dependent Variable: Y b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Uji t (t test) Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 B 14.123 Std. Error .549 .334 LNX2 .027 a Dependent Variable: LNY .063 .081 (Constant) LNX1 Standardized Coefficients t Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance .792 .051 25.738 .000 5.265 .338 .000 .736 .191 .191 VIF 5.237 5.237 Hasil Uji F (F test) ANOVA(b) ANOVA(b) Model 1 Sum of Squares Regression Residual Total df Mean Square 18.157 2 9.079 7.709 69 .112 25.867 71 F Sig. 81.255 .000(a) a Predictors: (Constant), LNX2, LNX1 b Dependent Variable: LNY Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008. USU Repository ©2009
Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara

Gratis