Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara

 3  56  109  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH SERTA POTENSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA TESIS Oleh T A U F A N 087003062/PWD K O L A E

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pajak daerah dan retribusi daerah ke dalam klasifikasi prima, potensial, berkembang dan sulitdikembangkan serta menganalisis pengaruh jenis pajak daerah dan retribusi daerah dalam hal pertumbuhan dan kontribusinya terhadap total pendapatan daerah,anggaran pembangunan dan produk domestik regional bruto. Analisis pertumbuhandan kontribusi digunakan untuk mengetahui pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak daerah dan retribusi daerah terhadap total pendapatan daerah dan anggaranpembangunan.

TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pajak daerah dan retribusi daerah ke dalam klasifikasi prima, potensial, berkembang dan sulitdikembangkan serta menganalisis pengaruh jenis pajak daerah dan retribusi daerah dalam hal pertumbuhan dan kontribusinya terhadap total pendapatan daerah,anggaran pembangunan dan produk domestik regional bruto. Analisis pertumbuhandan kontribusi digunakan untuk mengetahui pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak daerah dan retribusi daerah terhadap total pendapatan daerah dan anggaranpembangunan.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas segala limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menuangkan hasilpenelitian dalam tesis yang berjudul “Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara”. Penulis menyampaikan rasa terima kasih secara khususkepada Ibu dan Ayah tercinta yang selalu memberikan doa dan restunya, dukungan moril dan spiritual serta harapan dan kasih sayangnya kepada penulis, kepada BapakProf.

RIWAYAT HIDUP

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pajak daerah dan retribusi daerah ke dalam klasifikasi prima, potensial, berkembang dan sulitdikembangkan serta menganalisis pengaruh jenis pajak daerah dan retribusi daerah dalam hal pertumbuhan dan kontribusinya terhadap total pendapatan daerah,anggaran pembangunan dan produk domestik regional bruto. Analisis pertumbuhandan kontribusi digunakan untuk mengetahui pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak daerah dan retribusi daerah terhadap total pendapatan daerah dan anggaranpembangunan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  PAD dari jenis pajak daerah dan retribusi daerah perlu diukur dengan baik dan akurat agar potensi yang sebenarnya dapat dikelola dan dikumpulkan secaramaksimal. Jenis pajak daerah dan retribusi daerah yang potensialapabila diketahui dan ditingkatkan pengelolaan sesuai dengan potensinya akan memberikan tambahan PAD, akan tetapi sebaliknya apabila tidak diketahuipotensinya akan membuat kerugian karena potensinya tidak dimanfaatkan secara maksimal sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara”.

1.2. Rumusan Masalah

  Jenis pajak daerah dan retribusi daerah apa saja yang memiliki kualifikasi potensial untuk dikembangkan dalam rangka peningkatan PAD?b. Bagaimana pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sumatera Utara?

1.3. Tujuan Penelitian

  Mengidentifikasi jenis pajak daerah dan retribusi daerah apa saja yang memiliki kualifikasi potensial untuk dikembangkan dalam rangka peningkatan PAD;b. Menganalisis pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sumatera Utara.

1.4. Manfaat Penelitian

  Sebagai bahan informasi awal tentang jenis pajak daerah dan retribusi daerah yang memiliki kualifikasi potensial, selanjutnya dapat dijadikan bahan acuankebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara; b. Sumbangan pemikiran bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam rangka meningkatkan penerimaan PAD;c.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Pengembangan Wilayah Menurut Sirojuzilam (2005) pengembangan wilayah pada dasarnya merupakan peningkatan nilai manfaat wilayah bagi masyarakat suatu wilayahtertentu, mampu menampung lebih banyak penghuni, dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang rata-rata membaik, disamping menunjukkan lebih banyaksarana/prasarana, barang atau jasa yang tersedia dan kegiatan usaha-usaha masyarakat yang meningkat, baik dalam arti jenis, intensitas, pelayanan maupun kualitasnya. Keterbatasan dana pusat bagi pembangunan daerah dan dalam rangka penggalian potensi daerah memerlukan strategi pengelolaan dan pengembangansumber-sumber keuangan dalam meningkatkan PAD setiap daerah.

2.3. Pendapatan Asli Daerah

  Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan RetribusiDaerah, Pasal 1 Ketentuan Umum butir 10, menyatakan bahwa pajak daerah, yang selanjutnya disebut pajak, adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang olehorang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluandaerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Model Leviathanini memberikan pelajaran kepada kita bahwa peningkatan penerimaan pajak daerah tidak harus dicapai dengan mengenakan tarif pajak yang terlalu tinggi, tetapi denganpengenaan tarif pajak yang lebih rendah dikombinasikan dengan struktur pajak yang meminimalkan penghindaran pajak dan respon harga dan kuantitas barang terhadappengenaan pajak sedemikian rupa, maka akan dicapai Total Penerimaan Maksimum (Sidik, 2002).

2.6. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

  Menurut Rahardja dan Manurung (2002) yang dimaksud dengan PDRB adalah nilai barang dan jasa akhir, yang diproduksi oleh sebuah perekonomian dalamsatu periode (kurun waktu) dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang berada(berlokasi) dalam perekonomian tersebut. Dengan mempedomani dan menghitung PDRB tersebut baik berdasarkan harga berlaku maupun berdasarkan harga konstan, dapat dilihatpertumbuhan ekonomi serta tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah, dimana tinggi rendahnya tingkat kemakmuran di suatu daerah biasanya diukur dengan besarkecilnya angka pendapatan perkapita yang diperoleh dari pembagian antara pendapatan regional dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

2.7. Penelitian Terdahulu

  Reksohadiprodjo (1999) berpendapat bahwa penerimaan pajak merupakan bagian terpenting dari penerimaan pemerintah di samping penerimaan dari minyakbumi dan gas alam serta penerimaan negara bukan pajak. Insukindro, dkk (1994) berpendapat bahwa pajak dan retribusi daerah sebagai sumber utama PAD, dan pada umumnya retribusi daerah lebih dominan.

2.8. Kerangka Pikir Penelitian

Untuk mempermudah pemahaman kita tentang konsep penelitian ini, maka dapat disusun kerangka pikir peneliti seperti pada gambar berikut: POTENSI POTENSI PAJAK DAERAH RETRIBUSI DAERAH PENINGKATAN PAD PENINGKATAN APBD PENINGKATAN PDRB PENGEMBANGAN WILAYAH Gambar 2.2. Kerangka Pikir Penelitian

2.9. Hipotesis

Sesuai dengan latar belakang masalah dan tujuan penelitian, maka hipotesis terhadap penelitian ini adalah pajak daerah dan retribusi daerah memberikanpengaruh positif terhadap pengembangan wilayah.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat time series dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2010, berupa besaran PAD yang terdiri dari pajak daerah dan retribusi daerah serta PDRB Provinsi Sumatera Utara yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara, BiroKeuangan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, serta instansi terkait lainnya. Analisis Pertumbuhan Untuk melihat pertumbuhan pajak daerah dan retribusi daerah tiap-tiap tahun selama periode penelitian, digunakan rumus (Widodo: 1990, 22) Xit – Xi (t- 1 )i = x 100% ∆X i 1 X (t- ) Dimana:∆Xi adalah rasio pertumbuhan jenis pajak daerah atau retribusi daerahXit adalah jumlah jenis pajak daerah atau retribusi daerah tahun ke t 1 1 Xi (t- ) adalah jumlah jenis pajak daerah atau retribusi daerah tahun ke t- 3.3.2.

3.3.4. Analisis Regresi

  Pengujian secara individu (Uji t) Uji t dilakukan untuk melihat signifikan dari pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel tidak bebas, dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Uji t dilakukan dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut (Algifari, 2000):H о: βı = 0 (tidak ada pengaruh Xi terhadap Y)Ha: βı ≠ 0 (ada pengaruh Xi terhadap Y) Berarti ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas.

3.4. Definisi Operasional

  Pendapatan asli daerah (PAD) adalah realisasi penerimaan asli daerah yang berasal dari pajak daerah, retribusi daerah dan penerimaan lain-lain (dalam jutarupiah). Potensi pajak daerah dan retribusi daerah adalah kekuatan yang ada pada pajak daerah dan retribusi daerah yang dapat dipungut untuk menghasilkan sejumlahpenerimaan yang sesungguhnya terhadap PAD (dalam juta rupiah).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Provinsi Sumatera Utara

4.1.1. Sejarah Provinsi Sumatera Utara

  D) Provinsi Sumatera, mengingat kesulitan-kesulitan perhubungan ditinjau dari segi pertahanan, diputuskanuntuk membagi Provinsi Sumatera menjadi 3 sub Provinsi yaitu sub ProvinsiSumatera Utara (yang terdiri dari Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatera Timur, dan Keresidenan Tapanuli), sub Provinsi Sumatera Tengah, dan sub ProvinsiSumatera Selatan. Provinsi Sumatera Utara tersebut dalam ayat (1) yang wilayahnya telah dikurangi dengan bagian-bagian yang terbentuk sebagai daerah otonom Provinsi Aceh,tetap disebut Provinsi Sumatera Utara.

4.1.2. Kondisi Geografis

  Provinsi Sumatera Utara yang berada di bagian barat Indonesia, terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948 dan melalui Keputusan DPRDProvinsi Sumatera Utara Nomor: 19/K/1973 tanggal 13 Agustus 1973 ditetapkan hari jadi Provinsi Sumatera Utara yaitu tanggal 15 April 1948. Sebelah Utara, berbatasan dengan ProvinsiNanggroe Aceh Darussalam dan Selat Malaka, sebelah Timur dengan NegaraMalaysia dan Selat Malaka, sebelah Selatan dengan Provinsi Riau dan Sumatera Barat, dan di sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia.

4.1.3. Kondisi Demografis

  Sumatera Utara merupakan Provinsi keempat yang terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Laju pertumbuhan penduduk Sumatera Utara selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir, 2000 – 2010,mencapai 1,01 persen pertahun, lebih rendah dari laju pertumbuhan penduduk pada periode 1990 – 2000, yang mencapai 1,20 persen pertahun.

4.1.4. Kondisi Ekonomi

  Pada tahun 2010, sektor industri pengolahan masih mendominasi strukturPDRB Sumatera Utara sebesar 22,96 persen, diikuti oleh sektor pertanian yaitu 22,92 Pada tahun 2010, komponen impor barang dan jasa bila dibandingkan dengan tahun 2009, merupakan komponen penggunaan yang mencapai pertumbuhan tertinggisebesar 14,44 persen, atau dari Rp.42,69 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp.48,85 triliun pada tahun 2010. Disusul oleh komponen pembentukan modal tetap bruto 20,68 persen, komponen konsumsi pemerintah 10,62 persen, komponen ekspor barang dan jasanetto 7,47 persen (ekspor barang dan jasa 39,32 persen dan impor barang dan jasa 31,85 persen), perubahan stok 0,41 persen, dan konsumsi nirlaba 0,40 persen.

4.1.5. Visi Provinsi Sumatera Utara

  Visi Sumatera Utara sebagaimana telah dituangkan dalam RencanaPembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2009 - 2013, merupakan gambaran, sikap mental dan cara pandang jauh ke depanmengenai organisasi sehingga organisasi tersebut tetap eksis, antisipatif dan inovatif. Melalui pelaksanaan visi ini 3) Sumatera Utara Dalam Harmoni Keberagaman bermakna terbentuknya kesesuaian dan keharmonisan masyarakat yang beragam di mana hak,kesempatan dan keragaman tersebut diberikan untuk dapat dinikmati bersama dan adil oleh setiap kelompok dalam masyarakat di Sumatera Utara.

4.1.6. Misi Provinsi Sumatera Utara

Untuk merealisasikan visi dan memberi arah dan tujuan yang akan diwujudkan, dan memberikan fokus terhadap program yang akan dilaksanakan, sertamenumbuhkan sense of participation and sense of belonging masyarakat SumateraUtara, telah ditetapkan Misi Sumatera Utara sebagai berikut:1) Mewujudkan Sumatera Utara Yang Maju, Aman, Bersatu, Rukun dan Damai Dalam Kesetaraan, bermakna bahwa untuk mewujudkan kondisi sumatera yang maju, aman, bersatu, rukun dan damai dalam kesetaraan maka arah kebijakanpembangunan kedepannya difokuskan kepada mewujudkan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan yang ditopang olehpeningkatan daya guna dan daya hasil yang lebih maksimal dari berbagai sektor– sektor potensial seperti bidang pertanian, kehutanan, industri, usaha kecil danmenengah dan pariwisata.2) Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara yang Mandiri dan Sejahtera dan Berwawasan Lingkungan, bermakna bahwa untuk mewujudkan kondisi masyarakat Sumatera Utara yang mandiri dan sejahtera maka arah kebijakanpembangunan kedepannya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan – kebutuhan 3) Mewujudkan Sumatera Utara yang Berbudaya, Religius Dalam Keberagaman, bermakna bahwa untuk mewujudkan kondisi Sumatera Utara yang berbudaya,religius dalam keberagaman maka arah kebijakan pembangunan kedepannya difokuskan kepada kebijakan–kebijakan yang mampu menciptakan suasanakehidupan intern dan antar umat yang saling menghormati dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan damai serta menyelesaikan dan mencegahkonflik antar umat beragama serta meningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama bagi seluruh lapisan masyarakat agar dapat memperoleh hak–hak dasardalam memeluk agamanya masing–masing dan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya. 4) Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara yang Partisipatif dan Peduli terhadapProses Pembangunan, bermakna bahwa untuk mewujudkan kondisi pemberdayaan masyarakat demi menciptakan masyarakat yang mandiri arahkebijakan pembangunan kedepannya diarahkan kepada: penciptaan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling);memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering) serta melindungi kelompok lemah agar tidak tertindas oleh kelompok kuat, danmencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang serta eksplotasi yang kuat atas yang lemah.

4.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Data yang diperoleh dari penelitian dilapangan merupakan data sekunder, berupa realisasi pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba BUMD dan lain-lain PADyang sah serta data Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2000 hingga tahun 2010.

4.2.1. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis PAD

  Kontribusi terbesar terhadap PAD dalam periode sebelas tahun pengamatan diberikan oleh pajak daerah dengan rata-rata sebesar 92,14 persen, retribusi daerahrata-rata sebesar 1,79 persen, bagian laba BUMD rata-rata sebesar 2,79 persen dan lain-lain PAD yang sah rata-rata sebesar 3,29 persen, hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut: Tabel 4.5. Penerimaan retribusi daerah tahun 2001 mengalami kenaikan sebesar 57,76 persen dan mengalami penurunan yang sangat signifikan pada tahun 2002 yaitusebesar minus 53,86 persen, hal ini dikarenakan adanya pengurangan jenis retribusi daerah yaitu retribusi pelayanan kesehatan sehinggapenerimaan daerah dari retribusisangat berkurang.

4.2.3. PDRB Provinsi Sumatera Utara

  PDRB menurut harga berlaku adalah PDRB yang dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang berlaku di masyarakat sedangkan PDRB menurut harga konstan adalahPDRB yang dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang telah ditentukan oleh Pemerintah. Pertumbuhan PDRB berdasarkan hargakonstan di Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2000 hingga tahun 2010 mengalami kenaikan yang cukup stabil.

4.2.4. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis Pajak Daerah

  Pertumbuhan setiap jenis pajak daerah dari tujuh tahun pengamatan periode tahun 2004 - 2010 dengannilai rata-rata mulai dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil adalah pajak bea balik nama kendaraan di atas air, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak beabalik nama kendaraan bermotor, pajak kendaraan bermotor, pajak pemanfaatan air permukaan umum/air bawah tanah, dan pajak kendaraan di atas air. Kontribusi rata-rata setiap jenis pajakdaerah pada tujuh tahun pengamatan periode dari tahun 2004 - 2010 mulai dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil adalah; pajak bea balik nama kendaraanbermotor, pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan umum/air bawah tanah, pajak kendaraan di atas air dan pajak bea baliknama kendaraan di atas air.

4.2.5. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis Retribusi Daerah

  Pertumbuhan setiap jenis retribusi daerah dari tujuh tahun pengamatan periode tahun 2004 - 2010dengan nilai rata-rata mulai dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil adalah; retribusi ijin tertentu, retribusi jasa usaha dan retribusi jasa umum. Rata-rata kontribusiretribusi daerah mulai dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil pada periode tujuh tahun pengamatan antara tahun 2004 sampai dengan tahun 2010 adalah retribusijasa umum, retribusi ijin tertentu dan retribus jasa usaha.

4.2.6. Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

  Untuk melakukan identifikasi terhadap pajak daerah dan retribusi daerah di Provinsi Sumatera Utara digunakan rumus matrik berdasarkan alat analisis overlay. Perhitungan analisis overlay ini menggunakan rata-rata pertumbuhan pajak daerah dan retribusi daerah tujuh tahun terakhir yaitu dari tahun 2004 sampai dengan tahun2010.

PBB-KB BBN-KDA

  Sedangkan untuk jenis retribusi daerah di Provinsi Sumatera Utara dapat diidentifikasi seperti terlihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.13. Klasifikasi Jenis Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2004 – 2010 Kontribusi Xi Xi > 1 (tinggi) < 1 (rendah) X X Pertumbuhan Berkembang DXi Prima > 1 (tinggi)Retribusi Perijinan TertentuPotensial Sulit Dikembangkan DXi < 1 (rendah) Retribusi RetribusiDX Jasa Usaha Jasa UmumSumber: Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara (data diolah) Berdasarkan Tabel 4.13 dapat diidentifikasi setiap jenis retribusi daerah diProvinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut: a.

4.2.7. Pengujian Hipotesis

  Pengujian hipotesis digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan dan pengaruh antara variabel bebas (pajak daerah dan retribusi daerah) terhadap variabelterikat (PDRB). Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pajak daerah (X 1 ) dan retribus daerah (X 2 ) serta PDRB (Y).

1 Ln X + b

2 Ln X 2 µ + Ln Y = b + b dimana: LnY = PDRB (dalam jutaan rupiah) = Pajak Daerah (dalam jutaan rupiah) LnX

1 LnX = Retribusi Daerah (dalam jutaan rupiah)

  2b = Konstanta b 1 , b2 , = Koefisien Regresi µ = error term Dalam penelitian ini akan diuji hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa produk domestik regional bruto dipengaruhi oleh variabel-variabel independensebagaimana yang telah diuraikan di atas. Analisis Data terhadap Pengujian Asumsi Klasik Sebelum melanjutkan analisis data, maka perlu dilakukan pengujian asumsi klasik terhadap model regresi yang digunakan.

a. Uji Normalitas

  Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan grafik yang menggambarkan distribusi nilai residual variabel dependen dan independen dalam Observed Cum Prob1.00.80.60.40.20.0 Expe ct ed C um Prob1.00.80.60.4 0.20.0 Normal P-P Plot of Regression Standardized ResidualDependent Variable: Ln PDRB regresi yang akan digunakan. Hasil Pengujian Normalitas Dari hasil pengujian normalitas pada Gambar 4.1 terlihat bahwa titik-titik penyebaran nilai residual mengikuti arah garis diagonal dan berarti model regresitelah memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Heteroskedastisitas

  Jika tidak ada pola yang jelas serta titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Dari grafik hasil pengujian heteroskedastisitas di atas terlihat bahwa titik- titik varians residual menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu yangteratur serta menyebar di atas maupun di bawah titik 0 pada sumbu Y.

c. Uji Autokorelasi

  Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode ke t dengan kesalahan Salah satu cara mengidentifikasinya adalah dengan melihat nilai Durbin- Watson (D-W), dengan asumsi: 1. Dependent Variable: Ln PDRB Dari tabel hasil uji terlihat bahwa nilai Durbin-Watson adalah 0,689, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi di dalam model regresi.

d. Uji Multikolinearitas

  Jika nilai Toleransi kurang dari 0,1atau nilai VIF melebihi 10 maka hal tersebut menunjukkan bahwa multikolinearitas adalah masalah yang pasti terjadi antar variabel bebas. Nilai Toleransi dan VIF Coefficients(a) Model Collinearity StatisticsTolerance VIF 1 Pajak Daerah ,527 1,898Retribusi Daerah ,527 1,898a Dependent Variable: PDRB Dari tabel hasil uji terlihat bahwa nilai Tolerance (0,527) dan VIF (1,898) masih dalam batas toleransi yang ditentukan (Tolerance < 0,1 dan VIF > 10),sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam variabel independen penelitian ini.

4.2.8. Analisis Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap PDRB

  Konstanta sebesar 9,961 yang bertanda positif menyatakan bahwa walaupun penerimaan daerah dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah tidak ada (nol),maka PDRB akan tetap ada sebesar 9,961 triliun, hal ini menunjukkan bahwa adanya variabel-variabel lain di luar pajak daerah dan retribusi daerah yangmempengaruhi PDRB Provinsi Sumatera Utara antara lain seperti konsumsi, investasi, ekspor dan impor. Uji t untuk menguji signifikan konstanta dan setiap variabel independent, bahwa pada tingkat signifikan 0,05 apabila nilai t hitung > t tabel maka Ho ditolak, darihasil print out yang secara lengkap dapat dilihat dalam lampiran terlihat bahwa:Variabel pajak daerah, nilai t hitung 5,805 > t tabel 4,30 ; signifikan 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak.

4.2.10. Retribusi Daerah

  Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara Berbicara tentang pendapatan, terdapat dua hal penting, yaitu: pertama, pajak dan retribusi yang dipungut oleh daerah harus memfasilitasi pertumbuhan ekonomi didaerah. Intinya, bagaimana pajak dan retribusi daerah bisa menjamin bahwa investasi (yang tentu saja didahului oleh tabungan dan modal) tetap jauh lebih besar dibandingkan dengan konsumsi, oleh karena itu kegiatan yang konsumtiflah yanglebih cocok untuk dikenakan pajak dan retribusi yang lebih besar, terutama konsumsi untuk kebutuhan non-primer.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Pajak daerah berpengaruh signifikan terhadap PDRB dan bersifat meningkatkanPDRB Provinsi Sumatera Utara, sedangkan retribusi daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi SumateraUtara. Kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap anggaran pembangunanProvinsi Sumatera Utara rata-rata 51,41 persen per tahun, tren anggaran pembangunan juga semakin meningkat, berarti semakin besar pajak daerah danretribusi daerah maka akan semakin banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam rangka pembangunan wilayah Sumatera Utara.

5.2. Saran

  Peningkatan untuk yang sulit dikembangkan melalui peningkatan pertumbuhan dan kontribusi seiringdengan peningkatan total pendapatan masing-masing jenis pajak daerah dan retribusi daerah. Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disarankan untuk terus berusaha mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan dari pajak daerah sehinggaketergantungan Pemerintah Provinsi terhadap pembiayaan pembangunan daerah yang bersumber dari Pemerintah Pusat dapat dikurangi dan disarankan untukmeningkatkan penggunaan teknologi informasi dalam pemungutan pajak, pengawasan, penyuluhan dan menyelenggarakan kampanye sadar pajak sehinggadapat meningkatkan PAD.

1 Sum of Squares df Mean Square F Sig

  Coefficient Correlationsa1,000 -,688 1 Ln Retribusi Ln Pajak Dependent Variable: Ln PDRBa. a Collinearity DiagnosticsVariance Proportions Condition Model Dimension Eigenvalue Index (Constant) Ln Pajak Ln Retribusi 1 1 2,998 1,000 ,00 ,00 ,00 2 ,001 46,645 1,00 ,16 ,153 ,001 62,641 ,00 ,84 ,85a.

2 Frequency

  =0.894N =11 0.0 0.5 1.0 1.5 Regression Standardized Residual Observed Cum Prob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Expect ed Cum P ro b 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Normal P-P Plot of Regression Standardized ResidualDependent Variable: Ln PDRB Scatterplot Dependent Variable: Ln PDRB 2ed (Press) 1ized Delet Residual ssion Student Regre 1 2 Regression Standardized Predicted ValueLampiran 2. Perhitungan Analisis Overlay untuk Jenis Retribusi Daerah di Provinsi Sumatera Utara 83 Koefisien Pertumbuhan Koefisien Kontribusi No Jenis Retribusi Perhitungan (%) Hasil Perhitungan (%) Hasil1 2 3 4 5 6 1 JASA UMUM 13,31/703,99 0,02 56,08/33,33 1,68 2 JASA USAHA 19,83/703,99 0,03 16,34/33,33 0,49 3 IJIN TERTENTU 2.078,82/703,99 2,95 27,58/33,33 0,83 Keterangan: 703,99% adalah pertumbuhan rata-rata total retribusi daerah selama tujuh tahun terakhir dari tahun 2004 sampai dengan 2010.

Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Pengembangan Wilayah Desentralisasi Fiskal Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Penelitian Terdahulu Kerangka Pikir Penelitian Analisis Pertumbuhan Analisis Tingkat Kontribusi Analisis Klasifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Overlay Analisis Regresi Teknik Analisis data Ruang Lingkup Penelitian Jenis dan Sumber Data Definisi Operasional Sejarah Provinsi Sumatera Utara Kondisi Geografis Gambaran Umum Provinsi Sumatera Utara Kondisi Demografis Gambaran Umum Provinsi Sumatera Utara Kondisi Ekonomi Gambaran Umum Provinsi Sumatera Utara Visi Provinsi Sumatera Utara Misi Provinsi Sumatera Utara Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis PAD Realisasi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Bagian Laba BUMD dan PDRB Provinsi Sumatera Utara Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis Pajak Daerah Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis Retribusi Daerah Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Uji Normalitas Uji Heteroskedastisitas Analisis Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap PDRB Pajak Daerah Retribusi Daerah Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pengembangan Kesimpulan Saran KESIMPULAN DAN SARAN
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi..

Gratis

Feedback