Feedback

Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV

Informasi dokumen
ANALISIS KEHILANGAN CRUDE PALM OIL PADA PABRIK KELAPA SAWIT BAH JAMBI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV IZWAR MUNANDAR 070308019 PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS KEHILANGAN CRUDE PALM OIL PADA PABRIK KELAPA SAWIT BAH JAMBI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV SKRIPSI Oleh : IZWAR MUNANDAR 070308019 PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS KEHILANGAN CRUDE PALM OIL PADA PABRIK KELAPA SAWIT BAH JAMBI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV SKRIPSI Oleh : IZWAR MUNANDAR 070308019/KETEKNIKAN PERTANIAN Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperolehgelar sarjana diProgram Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi : Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV Nama : Izwar Munandar Nim : 070308019 Program Studi : Keteknikan Pertanian Fakultas : Pertanian Disetujui oleh : Komisi Pembimbing Achwil Putra Munir, STP, M.Si Ketua Ainun Rohanah, STP, M.Si Anggota Mengetahui Ir. Edi Susanto, M.Si Ketua Program Studi Keteknikan Pertanian Universitas Sumatera Utara ABSTRAK IZWAR MUNANDAR:Analisis Kehilangan Crude Palm OilPada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV, dibimbing oleh ACHWIL PUTRA MUNIR dan AINUN ROHANAH. Dalam pengolahan buah kelapa sawit sering terjadi kehilangan minyak akibat proses pengolahan yang kurang baik sehingga diperlukan suatu tindakan untuk mencegah kehilangan minyak tersebut. Penelitian ini menggunakan diagram pencar dan analisis korelasi untuk melihat hubungan antara faktor-faktor penyebab kehilangan minyak sawit. Parameternya adalah karakteristik kehilangan minyak sawit pada stasiun kempa dan rendemen minyak sawit. Hasil penelitian ini (Januari 2010-Maret 2011) menunjukkan bahwa kadar air ampas kempa memberi pengaruh korelasi terbesar (0,222) terhadap kehilangan minyak pada ampas kempa dan kadar minyak pada biji ampas kempa memberi pengaruh korelasi terkecil (0,028) terhadap kehilangan minyak pada ampas kempa. Kadar biji pecah pada ampas kempa memberi pengaruh korelasi terbesar (-0,147) terhadap rendemen minyak dan kadar minyak pada biji ampas kempa memberi pengaruh korelasi terkecil (-0,091) terhadap rendemen minyak. Dari hasil penelitian tersebut, dibuat suatu diagram sebab-akibat untuk mengindentifikasi urutan permasalahan yang menyebabkan kehilangan minyak pada proses pengolahan. Kata Kunci : Kehilangan Minyak, Rendemen, Stasiun Kempa, Korelasi, Diagram Sebab-Akibat ABSTRACT IZWAR MUNANDAR:The Analysis of Crude Palm OilLosses at the Palm Oil Factory of PTPN IV, supervised by ACHWIL PUTRA MUNIR and AINUN ROHANAH. In processing of palm oilfruits, there was oil losses due to poor processing, therefore an actionis needed to prevent oil losses. This research used scatter diagram and correlation analysis to see the relationship between the oil losses factors. The parameters were characteristic of oil losses in the pressing station and the palm oil yield. Results of the research (January 2010 until March 2011) showed that moisture content in press cake had the biggest correlation effect (0,222) for oil losses in press cake and oil losses of nut press cake had the smallest correlation effect (0,028) for oil losses in press cake. Crake nuts in press cake hadthe biggest correlation effect (-0,147) for the palm oil yield and the oil losses of nut press cake had the smallest correlation effect(-0,091) for palm oil yield. A cause-effect diagram was made from the results to identify sequence problems that cause oil losses in processing. Keyword : Oil Losses, Yield, Pressing Station, Correlation, Cause-effect Diagram. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Izwar Munandar, dilahirkan di Binjai pada tanggal 18 Desember 1988 dari ayah (Alm) Anwar dan ibu (Almh) Sri Muliani. Penulis merupakan putra ke dua dari tiga bersaudara. Tahun 2007 penulis lulus dari SMA Negeri 2 Binjai dan pada tahun yang sama penulis lulus seleksi masuk USU melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penulis memilih Program Studi Teknik Pertanian Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian. Selama mengikuti perkuliahan penulis aktif dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian (IMATETA) sebagai pengurus tahun 2010/2011. Selain itu penulis juga aktif dalam organisasi ATM sebagai anggota. Penulis melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dari tanggal 21 Juni 2010 hingga 21Juli 2010. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV” yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjanadi Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis yang telah membesarkan, memelihara dan mendidik penulis selama ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Achwil Putra Munir, STP, M.Si dan Ainun Rohanah, STP, M.Si selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah banyak membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.Terimakasih juga penulis sampaikan kepada seluruh teman-teman yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian dan menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat kekurangan. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang berguna demi penulisan selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua. Medan, Juli2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal. ABSTRAK .i ABSTRACT .i RIWAYAT HIDUP .ii KATA PENGANTAR .iii DAFTAR TABEL . vi DAFTAR GAMBAR .vii DAFTAR LAMPIRAN.viii PENDAHULUAN Latar Belakang. 1 Tujuan Penelitian . 3 Kegunaan Penelitian . 3 Batasan Penelitian. 3 TINJAUAN PUSTAKA. 4 Gambaran Umum Kelapa Sawit . 4 Pengolahan Kelapa Sawit. 5 Standar Mutu . 12 Karakteristik Kehilangan Crude Palm Oil . 12 Penyebab Kehilangan Crude Palm Oil . 15 Ekstraksi Minyak Sawit . 17 Ekstraksi dengan sentrifugasi . 17 Ekstraksi dengan cara screw press. 17 Ekstraksi dengan bahan pelarut . 18 Ekstraksi dengan tekanan hidrolisis . 18 Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi Ekstraksi. 18 Tipe screw press . 18 Tekanan kerja screw press. 18 Air pengencer. 19 Rendemen. 20 Pendekatan Sistem . 21 Pengendalian Proses Statistik . 22 Diagram Pencar . 25 Diagram Sebab-Akibat. 28 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian . 31 Bahan dan Alat . 31 Metode Penelitian . 31 Prosedur Penelitian . 33 Parameter. 34 HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi . 35 Lokasi Pabrik. 36 Analisis Data dengan Diagram Pencar . 37 Karakteristik Kehilangan CPO pada Ampas Kempa. 38 Kadar minyak ampas kempa dengan kadar air ampas kempa . 38 Universitas Sumatera Utara Kadar minyak ampas kempa dengan kadar biji pecah . 39 Kadar minyak ampas kempa dengan kadar minyak pada biji ampas kempa 41 Kadar minyak pada biji ampas kempa dengan kadar air ampas kempa. 42 Kadar minyak pada biji ampas kempa dengan kadar biji pecah. 43 Kadar biji pecah dengan kadar air ampas kempa. 44 Rendemen. 45 Rendemen dengan kadar minyak ampas kempa . 45 Rendemen dengan kadar air ampas kempa. 46 Rendemen dengan kadar biji pecah. 47 Rendemen dengan kadar minyak pada biji ampas kempa. 48 Penyusunan Diagram Sebab-Akibat . 49 Kehilangan minyak pada ampas kempa . 49 Kadar air pada ampas kempa . 50 Kadar biji pecah pada ampas kempa . 51 Kehilangan minyak pada biji ampas kempa . 52 Rendemen . 52 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan. 54 Saran . 55 DAFTAR PUSTAKA . 56 LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. . Hal. 1. Derajat kematangan buah . 7 2. Standar mutu minyak sawit, minyak inti sawit dan inti sawit . 12 3. Standar kehilangan minyak dan inti (%) terhadap TBS. 13 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Hal. 1. Bagan alir proses pengolahan kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit. 6 2. Interpretasi dari diagram pencar . 26 3. Diagram pencar hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar air ampas kempa . 38 4. Diagram pencar hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar biji pecah pada ampas kempa . 39 5. Diagram pencar hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar minyak pada biji ampas kempa . 41 6. Diagram pencar hubungan kadar minyak pada biji ampas dengan kempa kadar air ampas kempa . 42 7. Diagram pencar hubungan kadar minyak pada biji ampas kempa dengan kadar biji pecah pada ampas kempa . 43 8. Diagram pencar hubungan kadar biji pecah pada ampas kempa dengan kadar air ampas kempa . 44 9. Diagram pencar hubungan rendemen dengan kadar minyak ampas kempa. 45 10. Diagram pencar hubungan rendemen dengan kadar air ampas kempa . 46 11. Diagram pencar hubungan rendemen dengan kadar biji pecah pada ampas kempa . 47 12. Diagram pencar hubungan rendemen dengan kadar minyak pada biji ampas kempa . 48 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Hal. 1. Bagan alir penelitian . 58 2. Data parameter. 59 3. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar air ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011) . 79 4. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar biji pecah pada ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011). 80 5. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar minyak pada biji ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011) . 81 6. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak pada biji ampas dengan kempa kadar air ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011). 82 7. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak pada biji ampas kempa dengan kadar biji pecah (Januari 2010-Maret 2011). 83 8. Koefisien korelasi hubungan kadar biji pecah pada ampas kempa dengan kadar air ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011). 84 9. Koefisien korelasi hubungan rendemen dengan kadar minyak ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011) . 85 10. Koefisien korelasi hubungan rendemen dengan kadar air ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011) . 86 11. Koefisien korelasi hubungan rendemen dengan kadar biji pecah pada ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011). 87 12. Koefisien korelasi hubungan rendemen dengan kadar minyak pada biji ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011). 88 13. Standar toleransi kehilangan minyak PKS Bah Jambi . 89 14. Bagan material balance. 90 15. Spesifikasi screw press di PKS Bah Jambi . 91 16. Diagram sebab-akibat. 92 Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Tanaman kelapa sawit (ElaeisGuineensis Jacq) adalah salah satu dari beberapa family Arecacea (dahulu disebut dengan Palmae). Nama Genus Elaeis berasal dari bahasa Yunani Elaion atau minyak, sedangkan nama species guinensis berasal dari Guinea, yaitu tempat pertama kalinya ditemukan kelapa sawit oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Portugis yang bernama “Jacquin” di pantai Guinea. Tanaman ini berasal dari Afrika dan Amerika Selatan, tepatnya Brasilia (Pahan, 2006). Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Bagi Indonesia, kelapa sawit memiliki arti penting ditentukan. Untuk mengatasi hal itu timbul pemikiran untuk Universitas Sumatera Utara 19 menciptakan sistem yang dapat mencegah kerugian yang ditimbulkan oleh masalah mutu (Lamprecht, 1993). Rendemen CPO Perusahaan berbasis kelapa sawit berpotensi meningkatkan keunggulan produktivitasnya melalui: 1. Peningkatan rendemen 2. Pengurangan loses produksi 3. Pengoptimalan jam kerja karyawan. Keunggulan nilai dapat dicapai melalui keunggulan kualitas. Indikator kualitas yang digunakan untuk menilai CPO adalah kandungan FFA (free fatty acid) atau asam lemak bebas (ALB). Sehingga bila FFA meningkat, maka kualitas CPO turun. Kandungan FFA CPO sangat ditentukan oleh kualitas kelapa sawit atau buah sawit yang menjadi bahan bakunya (Insidewinme, 2007). Hubungan antara rendemen dan kadar ALB minyak dengan derajat kematangan adalah seperti pada Tabel 4 : Tabel 4. Hubungan rendemen, ALB dan derajat kematangan Fraksi Rendemen Minyak 0 16,0 1 21,4 2 22,1 3 22,2 4 22,2 5 21,9 (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). ALB Minyak 1,6 1,7 1,8 2,1 2,6 3,8 Dari Tabel 4 dapat dikatakan bahwa tandan yang dikehendaki adalah dari fraksi 2 dan 3, yaitu rendemennya tinggi, sedangkan ALB cukup rendah. Fraksi 1 menghasilkan ALB rendah, tetapi rendemennya juga agak rendah, dengan demikian dapat dikatakan buah kurang matang. Fraksi 0 atau 00 tidak disukai Universitas Sumatera Utara 20 karena mentah. Fraksi 4 dan 5 adalah lewat matang, walaupun rendemennya tinggi, namun ALB juga tinggi (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). Sistem Kendali Mutu Kendali mutu dilakukan dengan tujuan mewujudkan mutu yang sesuai dengan syarat-syarat yang dituntut konsumen. Dalam kendali mutu sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui apakah sebenarnya yang dimaksud dengan mutu tersebut. Mutu suatu produk adalah keadaan fisik, dan sifat suatu produk bersangkutan yang dapat memenuhi selera dan kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai nilai uang yang telah dikeluarkan (Feigenbaum, 1989). Pengertian pengendalian mutu secara umum adalah menjaga mutu pada tingkat dan toleransi yang dapat diterima oleh pembeli atau pemakai, sementara menekan biaya serendah-rendahnya ada kalanya juga memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh instansi pemerintah. Bidang pengawasan meliputi bahan mentah, pengolahan, dan pemeriksaan hasil jadi. Maka pengendalian disini adalah mulai dari sejak panen sampai dengan pengiriman hasil produksi, jadi meliputi mutu panen dan mutu hasil (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). Pengendalian kualitas merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, mengelola, dan memperbaiki produk dan proses. Pengendalian kualitas menyediakan alat-alat offline untuk mendukung analisis dan pembuatan keputusan yang membantu menentukan apakah proses dalam keadaan stabil dan dapat diprediksi setiap tahapannya (Ariani, 2005). Universitas Sumatera Utara 21 Pengendalian kualitas produksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan penggunaan bahan/material yang bagus, penggunaan mesinmesin/peralatan produksi yang memadai, tenaga kerja yang terampil, dan proses produksi yang tepat. Pengendalian kualitas secara statistik (statistical quality control – SQC) sebenarnya dimaksudkan untuk menemukan kesalahan produksi yang mengakibatkan produk tidak baik, sehingga dapat diambil tindakan lebih lanjut untuk mengatasinya. Kesalahan produksi yang mengakibatkan kualitas produk yang tidak memenuhi standar yang disyaratkan dan tindakan yang diambil untuk mengatasinya itu selalu terjadi pada proses produksi, maka kemudian istilah SQC lebih dikenal dengan istilah SPC (statistical process control) atau pengendalian proses secara statistik (Kotler, 1995). Kegiatan pengendalian mutu merupakan bidang pekerjaan yang sangat luas dan kompleks karena semua variabel yang mempengaruhi mutu harus diperhatikan. Secara garis besarnya, pengendalian mutu dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Pengendalian mutu bahan baku Mutu bahan akan sangat mempengaruhi hasil akhir dari barang yang kita buat. Bahan baku dengan mutu yang jelek akan menghasilkan mutu barang yang jelek dan sebaliknya. Pengendalian mutu bahan harus dilakukan sejak penerimaan bahan baku di gudang, selama penyimpanan, dan waktu bahan baku akan dimasukkan dalam proses produksi. Kelainan mutu bahan baku akan memberi akibat mutu produk yang dihasilkan berada di luar standar mutu yang direncanakan. Universitas Sumatera Utara 22 2. Pengendalian dalam proses pengolahan Terdapat beberapa cara pengendalian mutu selama proses produksi berlangsung. Misalnya melalui contoh (sampel), yakni hasil yang diambil pada selang waktu yang sama. Sampel tersebut dianalisis secara statistik untuk memperoleh gambaran apakah sampel tersebut sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Bila tidak sesuai berarti proses produksinya salah. Selanjutnya, kesalahan tersebut harus diteruskan kepada operator (pelaksana) untuk dilakukan perbaikan. Pengawasan dilakukan terhadap seluruh tahapan proses produksi dari awal hingga akhir tanpa kecuali. 3. Pengendalian mutu produk akhir Produk akhir harus diawasi mutunya sejak keluar dari proses produksi hingga tahapan pengiriman ke konsumen. Dalam memasarkan produk, perusahaan harus berusaha menampilkan produk yang bermutu. Hal ini hanya dapat dilaksanakan bila atas produk akhir tersebut dilakukan pengecekan mutu agar produk yang rusak (cacat) tidak sampai ke tangan konsumen (Prawirosentoso, 2002). Langkah-langkah yang sangat penting dalam pelaksanaan kendali mutu: a. Pahami karakteristik mutu sebenarnya b. Tentukan metode pengukuran dan pengujian karakteristik mutu sebenarnya c. Temukan karakteristik mutu pengganti, dan miliki pemahaman yang benar tentang hubungan antara karakteristik mutu sebenarnya dan karakteristik mutu pengganti (Ishikawa, 1992). Universitas Sumatera Utara 23 Pendekatan Sistem Pendekatan adalah suatu cara untuk menangani suatu masalah. Pendekatan sistem terhadap suatu masalah adalah untuk menangani suatu masalah dengan mempertimbangkan semua aspek yang terkait dengan masalah itu dan mengkonsentrasikan perhatiannya kepada interaksi antara aspek-aspek yang terkait dari permasalahan tersebut. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ada tujuh langkah yang perlu diambil dalam usaha memecahkan masalah dengan mempergunakan alat utama yang ilmiah, langkah-langkah itu adalah : 1. Mengetahui inti daripada persoalan yang dihadapi, dengan perkataan lain mendefinisikan perihal yang dihadapi itu dengan setepat-tepatnya 2. Mengumpulkan fakta dan data yang relevan 3. Mengolah fakta dan data tersebut 4. Menentukan beberapa alternatif yang mungkin ditempuh 5. Memilih cara pemecahan dari alternatif-alternatif yang telah diolah dengan matang 6. Memutuskan tindakan apa yang hendak dilakukan 7. Menilai hasil-hasil yang diperoleh sebagai akibat daripada keputusan yang telah diambil (Eriyatno, 2003). Untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan pendekatan sistem, harus diawali dengan cara berpikir sistemik. Berpikir sistemik adalah cara pandang terhadap suatu kejadian dengan memikirkan seluruh interaksi antar unsur atau variabel dalam batas lingkungan tertentu, sehingga melalui berpikir kesisteman Universitas Sumatera Utara 24 dan pendekatan sistem ini kita akan dapat melihat permasalahan dengan prespektif yang lebih menyeluruh, yang mencakup struktur, pola dan proses serta keterkaitan antara komponen-komponen atau kejadian-kejadian yang ada padanya, jadi tidak hanya kepada kejadian yang tunggal yang langsung dihadapi. Berdasarkan prespektif yang luas ini kita akan dapat mengidentifikasi seluruh rangkaian sebab-akibat yang ada dalam permasalahan tersebut dan menentukan dimana sebaiknya kita harus memulai tindakan pemecahannya (Tunas, 2007). Analisa kebutuhan merupakan permulaan pengkajian dari suatu sistem, yang menyangkut interaksi antara respon yang timbul dari seseorang pengambil keputusan (decision maker) terhadap jalannya sistem. Analisa ini dapat meliputi hasil suatu survei, pendapat seorang ahli, diskusi, observasi lapangan dan sebagainya (Eriyatno, 2003). Diagram Control Chart Control chart adalah teknik statistik yang digunakan untuk memastikan bahwa proses produksi memenuhi standar. Standar proses ini biasanya menunjuk pada tingkat variabilitas (keragaman) tertentu, karena sangat sulit menciptakan suatu proses produksi yang menghasilkan produk yang sama persis sepanjang waktu. Hampir selalu terjadi ‘variasi’dalam proses produksi. Control chart digunakan untuk mengukur kinerja proses. Proses dikatakan berada pada pengendalian statistikal (in statistical control), jika hanya ada satu penyebab variasi yaitu penyebab umum/alamiah (common/natural cause) saja. Pertama kali proses harus dibawa pada pengendalian statistikal dengan Universitas Sumatera Utara 25 mendeteksi dan menghilangkan penyebab khusus (special/assignable) dari variasi, setelah itu baru kinerja dapat diprediksi dan kemampuannya mencapai harapan konsumen dapat dinilai. Tujuan dari sistem garis yang terdiri dari karyawan pimpinan dan karyawan pelaksana. 2. Perencanaan persediaan minyak kelapa sawit dilakukan melalui perencanaan anggaran dan perencanaan mutu. 3. Anggaran produksi yang ditetapkan oleh PTPN IV kebun Bah Jambi sudah cukup efektif, walaupun terdapat penyimpangan yang tidak menguntungkan (unfavorable) pada tahun 2010 antara anggaran produksi minyak kelapa sawit dengan realisasinya sebesar 2,54% , namun jumlah tersebut tidak cukup material bagi perusahaan. 4. Pengawasan persediaan minyak kelapa sawit yang dilaksanakan PTPN IV kebun Bah Jambi adalah sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara a. Teknik pengawasan persediaan baik pengawasan persediaan fisik maupun pengawasan mutu telah dilakukan dengan memadai. b. Sistem akuntansi persediaan sudah cukup baik dalam kaitannya dengan usaha untuk melindungi persediaan dari penyelewengan dan meningkatkan kehandalan serta keakuratan catatan akuntansi persediaan. c. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab, sistem otorisasi yang sudah memadai serta pengecekan kinerja secara independen telah menunjukkan bahwa perusahaan melakukan prosedur pengawasan persediaan dengan baik. B. Saran Berdasarkan teori dan praktek perencanaan dan pengawasan persediaan minyak kelapa sawit pada PT Perkebunan Nusantara IV kebun Bah Jambi peneliti akan memberikan saran yang semoga bermanfaat bagi perusahaan dimasa yang akan datang yaitu: a. sebaiknya anggaran yang dibuat perusahaan harus dibuat lebih realistis dan fleksibel agar di masa depan tidak terdapat selisih yang merugikan (unfavorable) antara anggaran produksi dengan realisasinya. b. untuk penyimpangan realisasi anggaran harus ditelusuri penyebabnya, sehingga bisa diambil tindakan koreksi dan dijadikan masukan pada penyusunan anggaran untuk tahun berikutnya, sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Assauri, Sofyan, 1999. Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Revisi, LPFE-UI, Jakarta. Erlina, 2008. Metode Penelitian Bisnis: untuk Akuntansi dan Manajemen, USU Press, Medan. Garrison, Ray H., Eric W. Norren, Peter C. Brewer, 2000. Managerial Accounting, Twelfth Edition, Mc Grow Hill, New York. Hansen, Don R, Maryanne M. Mowen, 2000. Manajemen Biaya: Akuntansi dan Pengendalian, Buku Satu, Salemba Empat, Jakarta. , 2005. Manajemen Accounting, Edisi 7, Buku 2, Salemba Empat, Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia, 2008. Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat, Jakarta. Kasmir, 2008. Analisis Laporan Keuangan, Edisi I, Raja Grafindo Persada Jakarta. Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt, Terry D. Warfield, 2007. Intermediate Accounting, Twelfth Edition, John Wiley & Sons, Inc, Hoboken. Mulyadi, 2001. Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Edisi 3, Salemba Empat, Jakarta. Munandar, M, 2007. Budgetting, Edisi Kedua, BPFE, Yogyakarta. Nafarin, M, 2007. Panganggaran Perusahaan, Edisi Ketiga, Salemba Empat, Jakarta. Nasehatun, Apandi, 1999. Budget dan Control: Sistem Perencanaan dan Pengendalian Terpadu, Konsep dan Penerapannya, Gramedia, Jakarta. Pohan, Donny Y, 2007. “Perencanaan dan Pengawasan Persediaan Minyak Kelapa Sawit (CPO) pada PTPN IV Pabatu”, Skripsi Akuntansi, Universitas Sumatera Utara, Medan Simamora, Lamtiur D., 2005. “Perencanaan dan Pengawasan Persediaan Bahan Baku pada PT. Toba Pulp Lestari Tbk Porsea”, Skripsi Akuntansi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Universitas Sumatera Utara Susanto, Willy, 2009. “Peranan Perencanaan dan Pengawasan Persediaan didalam Proses Pengambilan Keputusan pada PT. Rajawali Nusindo Cabang Medan”, Skripsi Akuntansi,Universitas Sumatera Utara, Medan. Yamit, Zulian, 2005. Manajemen Persediaan, Cetakan Ketiga, Ekonisia, Yogyakarta. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Tahap Penelitian Jan Pengajuan Proposal Skripsi Bimbingan Proposal Skripsi Seminar Proposal Skripsi Pengumpulan Data Pengolahan Data Bimbingan Skripsi Penyelesaian Penulisan Laporan Penelitian Rencana Sidang Meja Hijau Sumber: diolah peneliti, 2011 Lampiran 1 Jadwal Penelitian Tahun 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Universitas Sumatera Utara Lampiran 2 Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara IV (PERSERO) Unit Usaha Kebun Bah Jambi Manager Unit Ir. H. Mhd. Zulham Audi, MM Ka. Dinas Tanaman Rayon Utara Ir. Agus Marthin Pane Ka. Dinas Tanaman Rayon Selatan Ir. Jawalsin Sinaga Ka. Dinas Pengolahan Ir. Richard Mailoa Ka. Dinas Teknik Ir. Richard Mailoa Ka. Dinas Tata Usaha Ali Musri, SE.Ak, MM Asisten Afdeling I Irmansyah Purba, SE Asisten Afdeling II Ir. Agus Marthin Pane Asisten Afdeling III Syarifuddin, SP Asisten Afdeling IV M. Reza Haris Siregar, SP Asisten Eplasmen Bahari E. Tanjung, S.Pd Asisten Pembibitan Ir. Agus Marthin Pane Ass. Tansport Produksi Rayon Utara Ir. Agus Marthin Pane Asisten Afdeling V Sihol Saur P. Silitonga, SP Asisten Afdeling VI Masjon Sirait, SP Asisten Afdeling VII Suwondo Sinaga Asisten Afdeling VIII Januar Saragih, SP Ass. Tansport Produksi Rayon Selatan Ir. Jawalsin Sinaga Asisten Pengolahan M. Imran Harahap, SE Asisten Pengolahan Rahyumi Asra, ST Asisten Teknik Pabrik Supriyanto Asisten Teknik Umum Ir. Richard Mailoa Asisten Transport Pool Ali Musri, SE, Ak, MM Asisten SDM & Umum Bahari E Tanjung, S.Pd Asisten Sentral Gudang Ali Musri, SE. Ak, MM Ka. SMP YPU Drs. Budianto Pa. Pam Kapt. A.H. Harahap Pembantu Pa.Pam Serka R. Samosir Universitas Sumatera Utara Uraian KARYAWAN PIMPINAN - Manajer Unit - Administrasi - Tanaman - Teknik - Pengolahan Kelapa Sawit - SDM & Umum - Perwira Pengamanan - Kepala SMP JUMLAH Lampiran 3 Sumber Daya Manusia PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Jambi Tahun 2010 Mutasi Tahun 2011 Masuk Keluar 1 Orang 1 Orang 9 Orang 2 Orang 2 Orang 1 Orang 2 Orang 1 Orang 19 Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang Jumlah 1 Orang 1 Orang 9 Orang 2 Orang 2 Orang 1 Orang 2 Orang 1 Orang 19 Orang KARYAWAN PELAKSANA GOLONGAN IA - Laki-laki - Perempuan JUMLAH 66 Orang 1 Orang 67 Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang - Orang 66 Orang 1 Orang 67 Orang KARYAWAN PELAKSANA GOLONGAN IB/IID - Laki-laki - Perempuan JUMLAH JUMLAH KARYAWAN PELAKSANA 1.110 268 1.378 1.445 Orang Orang Orang Orang - Orang - Orang - Orang - Orang 14 Orang 3 Orang 17 Orang 17 Orang 1.096 265 1.361 1.428 Orang Orang Orang Orang JUMLAH SELURUHNYA 1.445 Orang - Orang 17 Orang 1.428 Orang Universitas Sumatera Utara Lampiran 4 Kinerja Tahun 2010 PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Jambi URAIAN RKAP Produksi TBS (KG) 126,386,000.00 Produksi Minyak (KG) 30,522,219.00 Produksi Inti (KG) 6,319,300.00 Rendemen Minyak (%) 24.15 Redemen Inti (%) Biaya Exploitasi/Harga Pokok (Rp) 5.00 2,793.38 Catatan : Biaya Exploitasi/Harga Pokok Exclusive Pembelian REALISASI 122,699,120.00 29,747,596.00 5,646,204.00 24.24 4.64 2,761.67 SELISIH (3,686,880.00) (774,623.00) (673,096.00) 0.09 (0.36) (31.71) Universitas Sumatera Utara BULAN Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember JUMLAH S/D Lampiran 5 Produksi Minyak dan Inti Tahun 2010 PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Jambi MINYAK RKAP REALISASI (Kg) (Kg) 1,932,000 1,542,450 2,039,468 1,647,187 2,346,414 2,388,990 2,297,631 2,352,953 2,490,348 2,294,465 2,548,791 2,854,115 2,931,327 3,123,939 3,040,002 2,748,767 2,752,134 2,841,559 2,797,295 2,649,173 2,709,630 2,755,552 2,637,180 2,548,446 30,522,220 29,747,596 INTI RKAP REALISASI (Kg) (Kg) 400,000 322,450 422,250 344,040 485,800 497,462 475,700 476,682 515,600 443,364 527,700 540,025 606,900 579,001 629,400 538,878 569,800 547,519 579,150 464,451 561,000 446,390 546,000 445,942 6,319,300 5,646,204 Universitas Sumatera Utara BULAN Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Rata-rata S/D Lampiran 6 Rendemen Minyak dan Inti Tahun 2010 PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Jambi MINYAK RKAP REALISASI (Kg) (Kg) 24.15 24.17 24.15 24.16 24.15 24.17 24.15 24.31 24.15 24.34 24.15 24.34 24.15 24.30 24.15 24.32 24.15 24.28 24.15 24.40 24.15 24.42 24.15 23.70 24.15 24.24 INTI RKAP REALISASI (Kg) (Kg) 5.00 5.05 5.00 5.05 5.00 5.03 5.00 4.93 5.00 4.70 5.00 4.60 5.00 4.50 5.00 4.77 5.00 4.68 5.00 4.28 5.00 3.96 5.00 4.15 5.00 4.64 Universitas Sumatera Utara Lampiran 7 Proses Pengolahan Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi Universitas Sumatera Utara
Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 10.00 9.34 -rata 38.76 38.62 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 10.25 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 23.34 -rata 38.76 38.62 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 23.34 -rata 9.93 10.29 9.98 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 23.38 23.37 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 23.47 22.94 23.05 38.46 38.83 38.69 23.38 23.37 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 23.47 22.94 23.05 4.06 4.05 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 23.47 22.94 23.05 7.03 8.12 9.58 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 38.46 38.83 9.93 10.29 9.98 7.03 8.12 9.58 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 39.01 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 4.00 4.00 4.01 4.06 38.76 38.62 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 4.00 4.00 4.01 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 4.05 4.18 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 4.06 4.05 38.46 38.83 38.69 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 4.06 4.05 7.03 8.12 9.58 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 7.03 8.12 9.58 38.46 38.83 38.69 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 9.69 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV -rata 38.76 38.62 39.01 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV -rata 9.93 10.29 9.98 10.25 Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV

Gratis