Sistem Pengawasan Intern Aktiva Tetap pada CV SEJAHTERA MANDIRI MEDAN.

 0  41  41  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

  TUGAS AKHIR SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA TETAP PADA CV.SEJAHTERA MANDIRI MEDAN Diajukan Oleh RIFI MUHAMMAD 062102036 PROGRAM DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2011

KATA PENGANTAR

  Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulis telah dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan Sistem Pengawasan Intern Aktiva Tetap pada CV SEJAHTERA MANDIRI MEDAN” yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Program Diploma III Universitas Sumatera Utara.

  Dalam menyelesaikan tugas akhir ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, baik materil mapun moril, maka dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada :

  1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

  2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang telah banyak memberikan waktu dan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

  3. Bapak Iskandar Muda, SE, M.Si selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

  4. Bapak Nasri Dalimunthe, selaku Pimpinan CV SEJAHTERA MANDIRI MEDAN dan seluruh staf karyawan yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk mengadakan penelitian dan memberikan data yang diperlukan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.

  5. Teristimewa untuk kedua orang tua penulis Ayahanda H. Tusiman dan Ibunda Hj. Agustina Hsb yang telah membesarkan, mendidik dan memberikan kasih sayang yang begitu besar hingga akhirnya penulis menjadi seperti sekarang ini. Tiada ada kata yang pantas diucapkan selain terima kasih untuk semua ini.

  Akhirnya, semoga apa yang tertuang dalam tugas akhir ini dapat berguna bagi penulis dan pihak lain yang memerlukan.

  Medan, 20 Juni 2011 Penulis

  ( Rifi Muhammad )

  

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR …………………………………………........... i DAFTAR ISI ………………………………………………………..

  1. Sejarah Singkat Perusahaan…………………

  9 6. Rencana Kegiatan ………………………….

  9 5. Kinerja Usaha Terkini ……………………...

  7 4. Jaringan Usaha Terkini..…………………….

  7 3. Job Description …………………………….

  2. Struktur Organisasi dan Personalia…………

  6

  3 BAB III : PROFIL CV SEJAHTERA MANDIRI MEDAN

  iii

  3 b. Rencana isi …………………………….

  4. Rencana Penulisan a. Jadwal Survei ………………………….

  3

  2 3. Maksud dan Tujuan Penelitian………….....

  1 2. Permasalahan………………………….........

  BAB I SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA TETAP PADA CV.SEJAHTERA MANDIRI MEDAN BAB II : PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah …………………...

  9

BAB IV : TOPIK PENELITIAN A. Pengertian Aktiva Tetap …………………….

  10 B. Jenis-jenis Aktiva Tetap ……………………

  12 C. Cara Perolehan dan Penyusutan Aktiva Tetap

  14 D. Sistem Akuntansi Aktiva Tetap …………….

  28 BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ………………………………....

  30 B. Saran ………………………………………..

  31 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................

  32 LAMPIRAN

  DAFTAR TABEL

TABEL 1.1 Kegiatan Penulisan Tugas Akhir ................................................. 4TABEL 1.2 Skala Pengukuran Variabel.......................................................... 24

BAB I SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA TETAP PADA CV.SEJAHTERA MANDIRI MEDAN

BAB II PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

  Sektor perekonomian suatu negara mempengaruhi perkembangan negara tersebut dengan

  perekonomian yang sehat dan stabil mempermudah masyarakat menuju cita- cita yang diinginkan sebagai masyarakat adil dan makmur. Oleh karena itu perekonomian memiliki peranan yang sangat penting bagi setiap negara. Setiap perusahaan, baik perusahaan industri, perusahaan jasa maupun perusahaan dagang tentu memiliki aktiva tetap. Perkiraan aktiva tetap merupakan salah satu unsur yang terdapat di dalam neraca yang sifatnya permanen dan dapat digunakan terus- menerus dalam proses produksi, selama taksiran umur ekonomis aktiva tersebut.

  Aktiva tetap pada umumnya terdiri dari tanah, kendaraan, mesin, gedung dan harta berwujud lainnya yang digunakan dalam kegiatan perusahaan dan tidak untuk dijual. Aktiva tetap dapat diperoleh perusahaan dengan berbagai cara, dan setiap cara akan mempengaruhi penentuan harga perolehan. Adapun cara tersebut dapat berupa pembelian tunai, pembelian cicilan, hadiah. Aktiva tetap merupakan salah satu sumber daya atau kekayaan yang harus mendapat perhatian besar. Oleh karena itu pengawasan yang baik terhadap aktiva tetap merupakan faktor penunjang terjaminnya operasional perusahaan dengan lancar. Bila aktiva tetap perusahaan mengalami kerusakan karena kurangnya perhatian dari pihak perusahaan atau kurangnya pengawasan aktiva tetap menyebabkan terganggunya kegiatan perusahaan.

  Untuk itu aktiva tetap yang ada pada suatu perusahaan haruslah benar- benar diperhatikan karena bila ditinjau dari segi pengolahan dan pembuatannya memakan waktu yang cukup lama serta pengawasan rumit. Sistem pengawasan dimulai dari saat dibuatnya komitmen terhadap pengadaan aktiva tetap sampai disposisi terakhir melalui penjualan aktiva tetap. Pengawasan dilaksanakan untuk menguji kebenaran aktiva tetap, apakah dipertanggungjawabkan, dipergunakan secara jujur, diasumsikan secukupnya dan ditangani dengan cara lain sebagaimana yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

  Apabila terdapat kesalahan dalam mengelola aktiva tetap yang terdapat dalam perusahaan seperti kesalahan dalam penafsiran umur ekonomis, kesalahan penyusutan aktiva tetap dan pemeliharaan aktiva tetap yang tidak benar akan menimbulkan kerugian bagi perusahan sehingga aktiva tetap yang dimiliki perusahaan perlu dibuat pengawasan intern yang benar sesuai dengan standar akuntansi yang berterima secara umum.

  Dari uraian di atas, maka peneliti memilih Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap pada CV Sejahtera Mandiri Medan”.

2. Permasalahan

  Pengelolaan aktiva tetap seringkali tidak terlalu diperhatikan oleh sebagian perusahaan yang mempunyai aktiva tetap yang hanya untuk mendukung operasi perusahaan. Berdasarkan hal tersebut maka penulis mencoba merumuskan masalah Apakah internal kontrol terhadap aktiva tetap pada perusahaan telah dilaksanakan secara efektif ?

  3. Maksud dan Tujuan Penelitian

  1. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah pengawasan intern terhadap aktiva tetap telah dilaksanakan secara efektif.

  2. Manfaat Penelitian

  Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yaitu :

  a. Sebagai bahan masukan untuk dapat terciptanya kebijakan dan penilaian yang baik terhadap aktiva tetap, b. Sebagai bahan masukan bagi peneliti jika dikemudian hari diminta pendapat mengenai pengawasan intern terhadap aktiva tetap, c. Sebagai bahan masukan bagi peneliti-peneliti berikutnya untuk menyempurnakan penelitian pada topik yang sama agar hasil penelitian menjadi lebih baik pada masa yang akan datang.

4. Rencana Penelitian Rencana penelitian terdiri atas Jadwal penelitian dan rencana isi penelitian.

  1. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian dilakukan setelah peneliti menyelesaikan magang di

  Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Jadwal survei terdiri dari berbagai kegiatan. Kegiatan dimulai dari berbagai persiapan mebellaksanakan survei, pelaksanaan bimbingan untuk pengolahan data, pelaporan bimbingan untuk penulisan tugas akhir, serta penyempurnaan tugas akhir. Jadwal penelitian untuk lebih jelasnya dapat dilihat di tabel jadwal penelitian berikut ini :

  Tabel 1.1 Kegiatan Penulisan Tugas Akhir

  NO Kegiatan September Nopember Minggu Minggu

  I II III IV I II III IV

A. Persiapan

  1. Pelaksanaan survei untuk mendapatkan topik tugas akhir.

  2. Bimbingan untuk pelaksanaan tugas akhir.

B. Pelaksanaan

  3. Bimbingan untuk pengolahan data perusahaan.

  4. Pengolahan data perusahaan dalam penyusunan tugas akhir.

C. Pelaporan

  8. Penulisan untuk BAB IV tugas akhir.

  9. Bimbingan Tahap Akhir dalam penyusunan tugas akhir.

  10. Penyempurnaan Tugas Akhir.

  2. Rencana Penelitian Laporan penelitian terdiri dari empat bab yaitu, bab pendahuluan, profil

  CV Sejahtera Mandiri Medan, topik penelitian, dan penutup. Pada Bab pendahuluan diuraikan tentang latar belakang masalah, permasalahan, tujuan dan manfaat penelitian, sistematika penelitian yang terdiri dari jadwal penelitian dan laporan penelitian. Pada bab selanjutnya diuraikan mengenai profil dari CV Sejahtera Mandiri Medan, sejarah ringkas perusahaan, jenis usaha kegiatan,

  6. Bimbingan untuk penulisan BAB II Tugas Akhir.

  5. Bimbingan untuk penulisan BAB I Tugas Akhir.

  7. Penulisan untuk BAB III tugas akhir. struktur organisasi dan personalia, job deskripsi, kinerja usaha terkini, dan rencana kegiatan. Pada bab selanjutnya, peneliti akan menguraikan hasil penelitian sesuai dengan tema yang dipilih berdasarkan bidang studi mahasiswa. Dalam bab ini penulis mencoba memberikan analisa dan evaluasi terhadap perolehan aktiva tetap, metode penyusutan, penggantian aktiva tetap, dan pengawasan aktiva tetap berdasarkan teori dan hasil penelitian. Pada bab selanjutnya yaitu penutup berisi kesimpulan berdasarkan uraian terdahulu dan saran guna meningkatkan pengawasan intern aktiva tetap pada CV Sejahtera Mandiri Medan dalam menunjang kemajuan perusahaan yang akan datang.

BAB III PROFIL CV SEJAHTERA MANDIRI

1. Sejarah Singkat Perusahaan

  CV Sejahtera Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang komputer yang sebagian dari karyawan dan pimpinan perusahaan telah sarat dengan pengalaman dalam menangani bisnis komputer, sehingga tidak ada alasan bagi siapapun untuk ragu atas kemampuan dan kredibilitas perusahaan. CV.

  Sejahtera Mandiri. Perusahaan ini berdiri pada 17 April 2007. CV Sejahtera Mandiri mempunyai mitra bisnis seperti PT. Dito Bagus Artomoro yang bergerak dibidang Distribusi dan servis serta memiliki kontrak servis dengan CIMB Niaga di Sumatera utara. Pendiri CV Sejahtera Mandiri adalah Bapak Nasri Dalimunthe.

  Kebanggaan dari perusahaan CV Sejahtera Mandiri yaitu masih mampu eksis walaupun baru berumur 3 tahun, namun tidak menyurutkan semangat dan tujuan utama perusahaan yaitu dapat membantu dalam memajukan negara dan dapat mengurangi pengangguran tenaga kerja.

  Perusahaan masih terbatas dalam membantu masyarakat untuk dapat mengurangi resiko yang dihadapi dalam bidang komputer (kerugian). Tantangan ke depan bukanlah hal yang mudah dengan globalisasi ekonomi dan perkembangan baik secara nasional dan internasional, namun dengan penuh keyakinan perusahaan mampu untuk bersaing dengan sehat dan maju berkembang. Pada saat ini, CV Sejahtera Mandiri masih dikelola oleh para pelaksana CV Sejahtera Mandiri yang sama, dengan penuh dedikasi untuk mempertahankan dan memberi prioritas pada tujuan untuk memenuhi kepuasan konsumen dan mitra bisnis.

  2. Struktur Organisasi Perusahaan

  Setiap organisasi pada hakekatnya adalah perwujudan dari suatu kerjasama secara bersama bertanggung jawab dan teratur, hal ini digambarkan dalam struktur organisasi yang secara sistematis yang menunjukkan kedudukan, wewenang, tanggung jawab, dan tugas yang berbeda-beda dalam organisasi. Pengorganisasian berguna untuk mempersatukan orang-orang dan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan. Dalam mencapai tujuan perusahaan harus ditentukan alat-alat mana yang sesuai, siapa pemegang kunci atau jabatan yang melakukannya dan setiap bagian memiliki wewenang untuk mengatur devisi masing-masing.

  3. Job Description

  Sebagaimana yang tertera pada bagan struktur organisasi CV Sejahtera Mandiri, maka tugas-tugas pokok tiap bagian dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Direktur

  Tugas pokok seorang direktur disini antara lain :

  1. Memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terhadap seluruh kelangsungan hidup perusahaan.

  2. Memutuskan dan menentukan urutan prioritas atas kewenangannya.

  3. Mencari mitra bisnis ataupun pelanggan baru baik di dalam maupun di luar kota.

  4. Menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis maupun pelanggan.

  5. Selalu mengikuti perkembangan di bidang komputer agar dapat mengikuti persaingan pasar.

  2. Wakil Direktur

  Tugas wakil direktur disini antara lain:

  1. Bertanggung jawab atas kelancaran dan ketertiban pelaksanaan pekerjaan serta pengamanan sumber daya didalam dan dilingkungan unit kerja yang dipimpinnya,

  2. Meneliti dan merencanakan pemasaran suatu produk baru yang bakal disukai masyarakat.

  3. Bertanggung jawab kepada direktur.

  4. Memberikan pelayanan terhadap pelanggan dan mitra bisnis.

  3. Karyawan

  Tugas karyawan disini antara lain :

  1. Menservis segala jenis komputer, printer dari pelanggan maupun mitra bisnis perusahaan.

  2. Melayani penjualan produk perusahaan.

  3. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan atasan.

  4. Jaringan Usaha Terkini

  Bidang komputer dan servis yang dilaksanakan oleh CV. Sejahtera Mandiri sebagai berikut :

  1. Servis CPU,

  2. Servis Monitor,

  3. Servis Printer,

  4. Servis Jaringan internet,

  5. Penjualan CPU,

  6. Penjualan Monitor,

  7. Penjualan Printer,

  8. Penjualan modem, Hub, kabel internet

  9. Pemasangan jaringan internet,

  5. Kinerja Usaha Terkini

  Perusahaan turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan serta program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan Nasional pada umumnya, khusus di sub sektor jasa asuransi dalam arti seluas-luasnya dengan tujuan memupuk keuntungan berdasarkan prinsip perusahaan yang sehat.

  6. Rencana Kegiatan

  Rencana kegiatan CV Sejahtera Mandiri adalah menjadi supplier bagi perusahaan lain dan umum dalam penyediaan sparepart komputer sekaligus menyediakan servis bagi setiap penggunanya.

BAB IV TOPIK PENELITIAN Dalam BAB III ini penulis akan membuat pembahasan mengenai

  pengawasan intern aktiva tetap yang dilakukan dengan cara membandingkan teori yang diperoleh dari hasil tinjauan penulis ke CV. Sejahtera Mandiri.

A. Aktiva Tetap

  Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya termasuk data-data yang dikumpulkan oleh penulis beserta hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan, maka pada bab ini penulis akan mencoba membahas objek penelitian yang dititikberatkan pada penerapan Standar Akuntansi Keuangan. Sesuai dengan apa yang telah diuraikan pada bab sebelumnya bahwa dalam memperoleh aktiva tetap dapat dilakukan dengan beberapa cara. Begitu juga halnya dengan yang dilakukan oleh CV. Sejahtera Mandiri.

  Menurut Mulyadi (2001) pengertian aktiva tetap adalah : “Kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakn kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali”.

  Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, (2002) pengertian aktiva adalah : “ aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan”.

  Dari pengertian di atas diperoleh suatu kesimpulan bahwa aktiva tetap mempunyai tiga sifat utama, yaitu :

  1. Mempunyai kemungkinan masa manfaat di masa datang yang mempunyai kemampuan sendiri maupun kombinasi dengan aktiva lainnya untuk menyumbangkan aliran kas masuk di masa datang baik langsung maupun tidak langsung,

  2. Suatu perusahaan dapat memperoleh manfaat dan mengawasi manfaat tersebut,

  3. Transaksi-transaksi menyebabkan timbulnya hak perusahaan untuk memperoleh dan mengawasi manfaat tersebut.

  Suatu aktiva yang memiliki nilai uang dan berbentuk fisik yang menjadi milk perusahaan dinamakan aktiva berwujud misalnya tanah, gedung, mesin- mesin, peralatan kantor, kendaraan, dan lainnya. Aktiva yang tidak berwujud dapat berupa hak atas sesuatu seperti hak paten, copyright, dan lain sebagainya.

  Menurut Niswonger, Warren, Reeve, Fess, (1994) pengertian aktiva tetap adalah : “Aktiva adalah aktiva berumur panjang yang sifatnya permanent, yang digunakan dalam operasi perusahaan dan yang dibeli bukan untuk dijual lagi dalam operasi normal perusahaan”.

  Dari defenisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa aktiva tetap mempunyai kriteria antara lain : a) Berwujud,

  b) Dimiliki oleh perusahaan, c) Masa operasinya lebih dari satu tahun atau dalam jangka waktu relative lama, d) Nilainya besar, e) Tidak untuk dijual.

  Menurut CV. Sejahtera Mandiri pengertian aktiva tetap adalah :

  aktiva perusahaan yang sifatnya relatif tetap yang sifatnya berwujud, digunakan dalam operasi perusahaan, dan yang dibeli bukan untuk dijual lagi”.

  Sesuai dengan perbandingan di atas, pengertian aktiva tetap pada CV. Sejahtera Mandiri telah telah disesuaikan dengan Standar. Akuntansi Keuangan dimana aktiva tetap yang ada memiliki ciri-ciri sesuai dengan yang dimaksudkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia yaitu berwujud, dimiliki oleh perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.

B. Jenis-jenis aktiva tetap

  Dapat dikelompokkan dalam beberapa segi yaitu :

  1. Substansi Yaitu aktiva yang dapat digantikan dengan sejenisnya. Aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu : a. Tangible fixed asset ( aktiva berwujud ) Contohnya : lahan, mesin, gedung, peralatan, dan lainnya. b. Intangible fixed asset ( Aktiva tidak berwujud ) contohnya : goodwill, paten, copyright, franchise, lease hold, dan lainnya.

  c. Umur Pengkategorian aktiva tetap dari segi ini berguna untuk mengetahui perlu tidaknya dilakukan penyusutan terhadap harga perolehan, mengingat aktiva tetap memiliki masa manfaat yang berbeda-beda.

  Menurut Mulyadi, ( 2001) aktiva tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan dikelompokkan sebagai berikut : a. Tanah dan pematangan tanah ( land and land improvement),

  b. Gedung dan perbaikan gedung,

  c. Mesin,

  d. Meubel,

  e. Kendaraan-kendaraan CV. Sejahtera Mandiri mengkategorikan jenis aktiva tetapnya ke dalam empat kategori yang masing-masing harga perolehan dan masa manfaatnya telah ditetapkan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, yaitu :

  A. Tanah,

  B. Bangunan,

  C. Kendaraan,

  D. Peralatan kantor, dapat dibagi atas :

  a) Computer, b) Peralatan kantor lainnya. Sesuai dengan pengertian yang dikemukakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia diatas terkait ciri-ciri aktiva tetap, maka seluruh kategori yang ada pada CV. Sejahtera Mandiri telah disesuaikan dengan Standar Akuntansi Keuangan diman aktiva tetap yang ada memiliki ciri-ciri sesuai dengan yamg dimaksudkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia yaitu berwujud, dimiliki oleh perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.

C. Cara Perolehan Aktiva Tetap

  Suatu aktiva tetap mempunyai harga perolehan yang meliputi seluruh jumlah biaya yang dikeluarkan atau hutang yang timbul untuk memperoleh aktiva tersebut. Biaya perolehan dicatat sebesar harga perolehannya yaitu harga beli aktiva tersebut ditambah biaya yang dikeluarkan sampai aktiva tetap tersebut dapat digunakan oleh perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia, (2002) berpendapat bahwa : Biaya perolehan suatu aktiva tetap terdiri dari harga belinya, termasuk bea impor dan PPh masukan tidak boleh retribusi ( non refundable ), dan setiap biaya yang dapat diretribusikan secara langsung dalam membawa aktiva tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dapat dimasukkan setiap potongan dikurangkan dari harga pembelian. Contoh biaya yang dapat diretribusikan secara langsung adalah :

  a. Biaya persiapan manfaat,

  b. Biaya penyusutan awal, biaya simpan dan bongkar merk,

  c. Biaya pemasangan, d. Biaya professional, seperti arsitek, seperti arsitek dan insinyur.

  Dalam menjalankan aktivitasnya suatu perusahaan dapat memperoleh aktiva tetap dengan beberapa cara, antara lain : a. Pembelian Tunai

  Pembelian suatu aktiva tetap secara tunai biasa dilakukan apabila perusahaan memiliki dana yang cukup untuk memperolehnya. Dalam perkiraan, aktiva tetap tersebut dicatat sebesar jumlah uang yang dikeluarkan sehubungan dengan pembelian tersebut. Biaya-biaya yang dikapitalisasi sebagai harga perolehan adalah aktiva tetap itu sendiri ditambah dengan biaya-biaya terkait pembelian aktiva tetap tersebut seperti pajak penjualan, biaya pengangkutan, asuransi dalam perjalanan, bea nama balik, dan biaya pemasangan.

  Dengan begitu aktiva tetap dapat diakui oleh perusahaan pada saat aktiva tetap tersebut diterima sebesar harga perolehannya. Menurut Niswonger-Fess- Warren (1990) berpendapat bahwa :Harga perolehan aktiva tetap mencakup segala pengeluaran yang perlu sampai aktiva tersebut di tempat dan siap untuk dipakai. Pajak pertambahan nilai, ongkos angkut, asuransi selama aktiva dalam perjalanan, fondasi khusus dan biaya pemasangan harus ditambahkan ke harga pembelian aktiva tetap yang bersangkutan”. Aktiva tetap yang dibeli harus dicatat sebesar harga pembelian tersebut ditambah biaya-biaya reparasi atau perbaikan agar dapat dipakai. Nilai buku dari pihak yang dijual tidak perlu diperhatikan.

  Jurnal dalam pencatatan pembelian tunai adalah : Aktiva Tetap xxx

  Kas xxx b. Pembelian Kredit

   Jika perusahaan melakukan pembelian secara kredit, maka dalam aktiva

  tetap yang bersangkutan dicatat sebesar nilai tunainya. Sedangakan selisih antara nilai yunai dengan harga pembelian kredit tersebut dianggap sebagai beban bunga.

  Unsure bunga dan financing cost yang terdapat didalamnya harus dikeluarkan dan diperlakukan sebagai biaya dalam periode dimana pembayaran itu terjadi. Oleh karena itu harus dicatat dalam perkiraan beban bunga. Apabila aktiva tetap diperoleh angsuran, maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga. Pembebanan bunga atas kredit dapat dilakukan dengan :

  1) Secara flat, 2) Berdasarkan sisa hutang

  Jurnal untuk pembelian yang dilakukan secara kredit adalah : Aktiva Tetap xxx

  Hutang Usaha xxx

  c. Pembelian Dengan Surat Berharga Aktiva tetap yang dibeli dengan saham atau obligasi harus dicatat sebesar harga saham maupun obligasi tersebut. Nilai tersebut dicata seharga dengan nilai pari. Apabila harga pasar lebih besar dari harga pari, maka selisihnya dicatat sebagai premium (agio saham ) dan apabila harga pasar lebih kecil dari harga pari maka seliseihnya dicatat sebagai discount (disagio saham). Jika harga pasar saham tidak diketahui, maka harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut. Terkadang timbul keadaan dimana harga pasar surat berharga dan aktiva tetap yang ditukar tidak diketahui. Untuk itu nilai pertukaran ditentukan oleh keputusan pimpinan perusahaan. Nilai pertukaran dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat-surat berharga yang dikeluarkan.

  Jurnal untuk pembelian dengan surat berharga, yaitu : Aktiva Tetap xxx

  Discount xxx

  Capital stock xxx Premium xxx

  d. Aktiva tetap yang dihadiahkan Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara dihadiahkan disebut nonreciprocal transfer atau transfer yang tidak memerlukan umpan balik. Aktiva ini wajib dicatat sebesar harga pasar yang wajar atau berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh pihak perusahaan penilai yang independen (appraisal company) dan di kredit modal donasi ( donate capital ). Ikatan Akuntan Indonesia, (2002) berpendapat bahwa :

  “ Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicata sebesar harga taksiran atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akun modal donasi” Aktiva tetap yang dihadiahkan dicatat sebagai aktiva apabila hak atas aktiva tetap tersebut sudah diterima. Apabila ada biaya-biaya dalam rangka perolehan ini, maka dicatat sebagai resume expenditure. Contohnya biaya surat- surat, akte, dan sebagainya. Jurnalnya adalah sebagai berikut : Aktiva Tetap xxx

  Modal Donasi xxx

  e. Aktiva yang dibangun sendiri Dalam memperoleh suatu aktiva tetap terkadang dilakukan dengan cara dibangun sendiri. Hal ini dikarenakan biaya perolehannya akan lebih rendah, selain itu kualitas aktiva tetap akan lebih baik. Biaya perolehan aktiva tetap meliputi seluruh biaya-biaya pembuatannya termasuk bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead langsung maupun tidak langsung yang merupakan biaya-biaya diluar biaya operasional perusahaan sehari-hari. Menentukan jumlah overhead tidak langsung yang akan dialokasikan pada aktiva yang dikerjakan bukanlah hal yang mudah. Untuk itu ada beberapa cara untuk menetapkan besar biaya overhead, yaitu :

1) Metode Incremental Cost

  Biaya overhead yang dibebankan adalah kenaikan (tambahan) biaya overhead akibat adanya pembangunan aktiva tersebut.

  2) Metode Proporsional Biaya overhead yang dibebankan bukan hanya kenaikan overhead itu sendiri, melainkan juga biaya overhead secara baik untuk kegiatan biasa maupun untuk kegiatan pembangunan itu sendiri. Ikatan Akuntan Indonesia,(2002) menyatakan : “ Biaya perolehan suatu aktiva tetap yang dikonstruksikan sendiri ditentukan menggunakan prinsip yang sama seperti suatu aktiva yang diperoleh”.

  f. Aktiva Tetap yang Diperoleh dengan Pertukaran Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dengan pertukaran sebagian untuk suatu aktiva tetap yang tidak serupa atau aktiva lain. Biaya dari pos semacam itu diukur pada nilai wajar aktiva yang dilepaskan atau yang diperoleh, yang mana yang lebih andal, equivalen dengan nilai wajar yang dilepaskan setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang ditransfer.

  Suatu aktiva tetap dapat diperileh dalam pertukaran atas suatu aktiva yang serupa dalam bidang usaha yang sama dan memiliki suatu nilai wajar serupa.

  Suatu aktiva tetap juga dapat dijual dalam pertukaran dengan kepemilikan aktiva yang serupa. Dalam dua keadaan tersebut, karena proses perolehan penghasilan (earning process) tidak lengkap, tidak ada keuntungan atau kerugian yang diakui dalam transaksi. Sebaliknya, biayaperolehan aktiva tetap baru adalah jumlah tercatat dari aktiva yang dilepaskan. Dalam keadaan ini nilai aktiva yang dilepaskan dibukukan (write down) dan nilai turun dari buku ini diterapkan untuk aktiva baru. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan harga perolehan dalam tukar-menukar, yaitu :

  1) Nilai Buku, Nilai buku adalah aktiva yang diperoleh dinilai dengan nilai buku aktiva yang ditukarkan dan tidak memperhitungkan laba atau rugi.

  Nilai buku yang dihitung dari harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

  2) Nilai Pasar, Nilai Pasar adalah harga perolehan aktiva baru ditentukan sama dengan nilai pasar aktiva lama yang ditukar tambah dengan pembayaran tunai.

  Selisih nilai pasar aktiva lama dengan buku dihitung sebagai laba atau rugi.

  3) Trade-In Allowances

  Trade-In Allowances adalah harga perolehan aktiva baru dihitung

  berdasarkan nilai trade-in allowance lama ditambah dengan pembayaran tunai. Selisihnya dihitung sebagai laba atau rugi.

  Penetapan nilai suatu aktiva tetap dapat dilakukan dengan lebih dahulu mengetahui jenis aktiva tetap itu sendiri dan darimana aktiva tetap itu diperoleh.

  Harga perolehan yang dicatat adalah harga yang dibayarkan kepada penjual ditambah dengan biaya yang dikeluarkan hingga fisik aktiva tetap yang dibeli dipergunakan dalam aktivitas operasional perusahaan.

  CV. Sejahtera Mandiri memperoleh aktiva tetap dengan dua cara yaitu :

  a. Membeli Secara Tunai Perolehan aktiva yang dibeli secara tunai sebelumnya akan dicatat ke dalam buku besar harian sebagai harga perolehannya. Harga perolehan dibuat dengan menjumlahkan harga yang diberikan penjual ( harga faktur ) dengan seluruh biaya-biaya yang dikeluarkan sampai aktiva tetap tersebut siap untuk digunakan. Seluruh biaya-biaya yang dikeluarkan dikapitalisasi sebagai harga perolehan aktiva tetap.

  Potongan tunai yang diperoleh dari pembelian aktiva tetap merupakan pengurangan terhadap harga faktur aktiva tersebut. Jika dalam suatu pembelian diperoleh dari suatu aktiva tetap seperti gedung atau tanah, maka pengalokasian harga perolehan dari aktiva tersebut didasarkan pada perbandingan nilai wajar dari masing-masing aktiva, yaitu dengan melihat harga pasar dari gedung atau tanah, lalu membandingkan harga pasar tersebut yang kemudian menjadi dasar alokasi harga perolehan. Penilaian lain didasarkan pada surat bukti pembayaran pajak. Metode ini digunakan jika harga pasar kedua aktiva tetap tidak diketahui.

  b. Membangun Sendiri Untuk memperoleh aktiva tetap seperti bangunan, CV. Sejahtera

  Mandiri melakukan pembangunan sendiri dimana nilai aktiva tetap yang diperoleh sebesar harga perolehan dan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap tersebut sampai pada kondisi siap untuk digunakan dalam operasi perusahaan.

  D. Pengawasan Intern Aktiva Tetap Dalam pelaksanaannya CV. Sejahtera Mandiri menjalankan berbagai pengawasan baik pengawasan administratif, fisik maupun penggunaan. Bentuk pengawasan lain diantaranya juga dilakukan dengan cara mengansuransikan aktiva tetap, termasuk pengawasan dalam hal manajemen kepegawaian dengan menempatkan karyawan yang ahli pada bidangnya demi terciptanya suatu spesifikasi kerja baik.

  Selain daripada itu pengawasan juga dilakukan dalam usaha perolehan, penghapusan maupun penjualan aktiva tetap. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap adanya penyimpangan yang mungkin terjadi. Pengawasan terhadap perbaikan aktiva tetap yang rusak juga dilakukan dengan perhitungan fisik persediaan aktiva tetap secara periodic dalam rangka memastikan keakuratan catatan akuntansi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi aktiva tetap yang hilang, rusak atau menganggur.

  Pengawasan intern atau yang lebih dikenal dengan istilah pengendalian intern maupun internal check merupakan prosedur-prosedur mekanis dalam pemeriksaan ketelitina data-data administerasi. Misalnya mencocokkan penjumlahan horizontal dengan penjumlahan vertical. Usaha ini dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa kebijakan dan prosedur spesifik yang dirancang demi sebuah pencapaian tujuan dapat dipenuhi. Fungsi pengawasan dapat dilakukan dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja dari setiap bagian kepala perusahaan kemudian mengambil tindakan perbaikan apabila diperlukan. Beberapa tujuan dari pengawasan intern aktiva tetap adalah :

  1. Membatasi pengeluaran modal dalam limit yang disetujui sesuai kebutuhan perusahaan,

  2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan aktiva tetap dalam menjalankan aktivitas perusahaan,

  3. Menetapkan prosedur-prosedur perlindungan dan pemeliharaan fisik suatu aktiva tetap,

  4. Menekankan bahwa aktiva tetap merupakan fasilitas yang penting dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan,

  5. Mendorong usaha perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan berikut cara yang paling menguntungkan untuk membiayai aktiva tetap.

  Pengawasan dalam perusahaan dapat meliputi :

  1. Pengawasan Administratif Pengawasan ini dapat dilakukan dengan dua tujuan, yaitu :

  a. Terkait dan berhubungan dengan masalah system dan prosedur penyelenggaraan inventarisasi, b. Terkait dan berhibungan dengan masalah tekhnis atau materi inventarisasi, buku induk barang atau buku lainnya.

  2. Pengawasan Fisik, Pengawasan fisik dilakukan untuk mengetahui keberadaan sekaligus keadaan fisik suatu aktiva tetap, apakah sudah sesuai catatan inventaris atau belum. Pengawasan ini dilakukan dengan mengawasi jumlah maupun kuantitas sekaligus kualitas aktiva tetap yang sebenarnya.

  3. Pengawasan Penggunaan.

  Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk mengetahui apakah suatu barang atau inventaris sudah benar dalam penggunaannya. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan aspek efisiensi penggunaan. Pengawasan ini penting artinya guna menentukan nilai ekonomis aktiva tetap, seperti keamanan atau keutuhan, keawetan, maupun pendayagunaan barang-barang yang ada. Dalam mengawasi suatu aktiva tetap, CV. Sejahtera Mandiri menjalankan berbagai pengawasan baik pengawasan administrative, fisik maupun penggunaan. Bentuk pengawasan lain diantaranya juga dilakukan dengan cara mengansuransikan aktiva tetap, termasuk pengawasan dalam hal manajemen kepegawaian dengan menempatkan karyawan yang ahli pada bidangnya supaya tercipta suatu spesifikasi kerja yang baik.

  Pada dasarnya pengawasan intern bertujuan untuk mengamankan harta benda perusahaan yang dalam hal ini adalah aktiva tetap, memperoleh data akuntansi yang tepat dan dipercaya dapat meningkatkan efisiensi usaha serta mendorong kepatuhan terhadap kebijaksanaan kepemimpinan.

  E. Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert yang digunakan skala atau alat untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian fenomena sosial ini telah diterapkan secara spesifik oleh peneliti, yang disebut sebagai variabel peneliti yang akan diuji, dan setiap jawaban dari pertanyaan jawaban akan di beri skor atau nilai (sugiono, 2006:86).

  Untuk keperluan analisa kuantitatif penelitian ini, maka peneliti memberikan lima alternatif jawaban kepada responden dengan menggunakan skala 1 sampai 5 yang dapat dilihat dari tabel 1.3 berikut ini :

  Instrumen skala likert No Pertanyaan Skor

  1 Sangat Setuju (SS)

  5

  2 Setuju (S) 4

  3 Kurang Setuju (KS)

  3

  4 Tidak Setuju (TS)

  2

  5 Sangat tidak Setuju (STS)

  1 Variabel Unsur Pengendalian Intern Aktiva Tetap (Internal Control) Pada

  CV. Sejahtera Mandiri Medan STS TS KS S SS NO Keterangan (1) (2) (3) (4) (5)

  Apakah fungsi pemakai harus terpisah dari

  1 √ fungsi akuntansi aktiva tetap?

  Apakah transaksi perolehan, penjualan, dan penghentian pemakaian aktiva tetap harus

  2 √ dilaksanakan oleh lebih dari unit organisasi yang bekerja secara independen? Apakah anggaran investasi diotorisasi oleh

  3 √

  Rapat Umum Pemegang Saham

  Apakah surat permintaan otorisasi investasi, surat permintaan otorisasi reparasi, surat permintaan penghentian pemakaian aktiva

  4 √ tetap, dan surat permintaan transfer aktiva tetap diototorisasi oleh Direktur yang bersangkutan dan Direktur Utama? Apakah surat perintah kerja diototorisasi

  5 √ kepada Departemen yang bersangkutan?

  Apakah surat order pembelian diototorisasi

  6 √ oleh pejabat yang berwenang?

  Apakah laporan penerimaan barang

  7 √ diototorisasi oleh fungsi penerimaan?

  Apakah bukti kas keluar oleh fungsi

  8 √ akuntansi?

  Apakah bukti memorial diotorisasi oleh

  9 kepala fungsi akuntansi? Apakah perubahan kartu aktiva tetap harus didasarkan pada bukti kas keluar, atau bukti memorial, atau surat permintaan transfer

  10 √ aktiva tetap yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap, yang diototorisasi oleh pejabat yang berwenang?

  11 Apakah secara periodik dilakukan √ pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu aktiva tetap?

  12 Apakah penggunaan anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi dalam aktiva tetap?

  √

  13 Apakah penutupan asuransi aktiva tetap terhadap kerugian? √

  14 Apakah kebijakan akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal (capital

  expenditure) dengan pengeluaran

  pendapatan (revenue expenditure)? √

  STS = 3 x 1 = 3 TS = 6 x 2 = 12 KS = 1 x 3 = 3 S = 3 x 4 = 12 SS = Nihil Total Keseluruhan = 30

  Daftar skor : 14 s/d 32 TE (Tidak Efektif) 33 s/d 51 E (Efektif) 52 s/d 70 SE (Sangat Efektif)

  Dari hasil tabel variabel unsur pengendalian intern aktiva tetap (interval

  

control) diatas menunjukkan bahwa CV. Sejahtera Mandiri Medan masih belum

  efektif, karena skor yang diperoleh adalah 30 sehingga termasuk dalam kategori TE (Tidak Efektif).

B. Sistem Akuntansi Aktiva Tetap

  Jaringan subsistem yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap adalah: 1. Sistem pembelian aktiva tetap.

  Sistem ini dirancang untuk melaksanakan pencatatan harga pokok aktiva tetap yang diperoleh dari transaksi pembelian. Dokumen yang dipakai dalam prosedur ini adalah bukti kas keluar dan bukti memorial.

  2. Sistem perolehan aktiva tetap melalui pembangunan sendiri.

  Sistem ini dirancang untuk mencatat harga pokok aktiva tetap yang diperoleh perusahaan dari pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh perusahaan. Dokumennya antara lain surat perintah kerja dan bukti memorial.

  3. Sistem pengeluaran modal.

  Sistem ini dirancang untuk mencatat tambahan harga pokok aktiva tetap dengan adanya pengeluaran modal. Dokumennya antara lain surat permintaan otorisasi investasi dari manajemen puncak.

  4. Sistem penghentian pemakaian aktiva tetap.

  Sistem ini dirancang untuk mencatat pengurangan harga pokok dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya serta laba rugi yang timbul sebagai akibat penghentian pemakaian aktiva tetap tersebut. Dokumennya antara bukti memorial yang dilampiri dokumen surat permintaan penghentian dan transfer aktiva tetap.

  5. Sistem transfer aktiva tetap.

  Sistem ini dirancang untuk mencatat transfer aktiva tetap dari satu pusat pertanggungjawaban ke pusat pertanggungjawaban yang lain.

  Dokumennya adalah surat permintaan transfer aktiva tetap 6. Sistem revaluasi aktiva tetap.

  Sistem ini dirancang untuk mencatat transaksi penilaian kembali aktiva tetap. Dokumen sumbernya adalah bukti memorial.

  7. Sistem akuntansi depresiasi aktiva tetap.

  Sistem ini dirancang untuk mencatat biaya depresiasi aktiva tetap. Dokumennya adalah bukti memorial.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya penulis dapat mengambil

  kesimpulan yang mungkin akan sangat berguna bagi para pimpinan dan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan serta pada mahasiswa yang berminat pada topik permasalahan yang diuraikan. 1. pengawasan intern terhadap aktiva tetap pada CV Sejahtera Mandiri Medan masih tidaknefektif karena perusahaan tidak memiliki kartu aktiva tetap, 2. kurang terperincinya informasi daftar aktiva tetap yang dimiliki CV. Sejahtera

  Mandiri Medan, 3. tidak adanya asuransi pada semua jenis aktiva-aktiva tetap yang dimiliki oleh CV. Sejahtera Mandiri Medan.

B. Saran

  Penulis mencoba memberikan saran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki penulis, yang kiranya dapat menambah manfaat dalam penulisan tugas akhir ini. Adapun saran-saran yang penulis kemukakan adalah sebagai berikut :

  1. Sebaiknya perusahaan membuat catatan yang lengkap atas aktiva tetap dengan membuat kartu aktiva tetap agar tercapainya suatu perusahaan yang efektif. 2. sebaiknya CV. Sejahtera Mandiri Medan memberikan informasi daftar aktiva tetapnya secara terperinci, seperti berapa jumlah aktiva tetap yang rusak dan berapa jumlah aktiva tetap yang masih diinginkan,

  3. untuk menghindari kerugian akibat kebakaran / bencana alam lainnya, pencurian dan hal – hal lainnya, sebaiknya CV. Sejahtera Mandiri Medan mengasuransikan aktiva tetapnya.

  DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Sarsimi. 2002. Metopel Teori dan Aplikasi Edisi Revisi kelima.

  Yogyakarta : Penerbit Rineka Cipta IKIP Harahap, Sofyan Syafri. 1994. Akuntansi Aktiva Tetap. Jakarta : Penerbit Raja

  Grafik Persada Ikatan Akuntan Indonesia. 2002. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta :

  Penerbit Salemba Empat Mulyadi. 2002. Sistem Akuntansi. Jakarta : Penerbit Salemba Empat Niswonger, Fess, Warren. Prinsip-prinsip Akuntansi,Jilid 1 Edisi ke 14,

  Diterjemahkan oleh Marianus Sinaga. 1994. Jakarta : Penerbit Salemba Empat Ritonga, Parlaungan. 2006. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Medan.

  Penerbit Bartong Jaya Stice, Earl K., James D Stice., K. Fred Skousen. Intermediate Accounting, edisi ke-15, Cetakan pertama, Diterjemahkan oleh Palupi Wariati. 2004. Jakarta

  : Penerbit Salemba Empat. Niswonger, Fess, Warren. Prinsip-prinsip Akuntansi,Jilid 1 Edisi ke 14,

  Diterjemahkan oleh Marianus Sinaga. 1994. Jakarta : Penerbit Salemba Empat

  Lampiran 1

STRUKTUR ORGANISASI CV.SEJAHTERA MANDIRI PIMPINAN

  Bpk. Nasri Dalimunthe

  Wakil Pimpinan

  Ibu Yanti Miharza, SE, Ak.

  Karyawan Karyawan Karyawan

  Lampiran 2 FLOW CHART PENERIMAAN KAS

  VERIFIKASI BAGIAN KEUANGAN AKUNTANSI BANK PIUTANG BUKU BESAR

LANGGANAN KASIR

  Keterangan 1) BKM : Bukti Kas Masuk 3) D : dokumen 5) N : Numerik 2) DPUM : Daftar Penerimaan Uang Masuk 4) A : Arsip Sumber : CV Sejahtera Mandiri Medan

  UANG BKM BKM BKM BKM N

  DPUM

  DPUM DPUM

  BUKU PEMB ANTU

  A DPUH

  JURNAL PENERIM AAN KAS BUKU BESAR BUKTI SETOR

  A

  BUKTI SETOR BUKTI SETOR BUKTI SETOR

  D

Sistem Pengawasan Intern Aktiva Tetap pada CV SEJAHTERA MANDIRI MEDAN. Job Description Direktur Wakil Direktur Karyawan Jaringan Usaha Terkini Kinerja Usaha Terkini Permasalahan Maksud dan Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Rencana Penelitian Sejarah Singkat Perusahaan Struktur Organisasi Perusahaan SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA TETAP TOPIK PENELITIAN
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Sistem Pengawasan Intern Aktiva Tetap pada CV..

Gratis

Feedback