Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015

Gratis

17
105
67
3 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSETUJUAN

  Laporan Hasil Penelitian dengan Judul:Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015Yang dipersiapkan oleh: IMELDA JUNAEDI110100058 Laporan Hasil penelitian ini telah diperiksa dan disetujui untuk dilanjutkan ke seminar Hasil penelitian. Responden Rinitis Alergi yang mempunyairiwayat komorbid atopi lain (Asma dan Eksema) sebesar 32.7% dan responden asma yang mempunyai riwayat keluarga atopi sebesar 55.3%.

KATA PENGANTAR

  Puji serta syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya besar sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitianyang berjudul “Prevalensi Rhinitis Alergi pada Mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015”. 20 Tabel 5.4 Distribusi Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas SumateraUtara yang Menderita Rinitis Alergi berdasarkan Kewarganegaraan 21 Tabel 5.5 Distribusi Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas SumateraUtara yang Menderita Rinitis Alergi berdasarkan Riwayat Keluarga yang Memiliki Penyakit Atopi ............................................................

DAFTAR SINGKATAN

AAAAI American Academy of Allergy Asthma & ImmunologyAAIR Allergy, Asthma & Immunology ResearchARIA Allergic Rhinitis and its Impact on AsthmaECRHS The European Community Respiratory Health StudyIgE Imunoglobulin E ISAAC The International Study of Asthma and Allergies in childhoodNARES Non-allergic rhinitis with eosinophilic syndromeRA Rinitis AlergiRAST Radio Allergo Sorbent TestSCIT Subcutaneous ImmunotherapySLIT Sublingual ImmunotherapyWHO World Health Organization DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar mekanisme Reaksi Tipe I ................................................... 8

DAFTAR LAMPIRAN

  Responden Rinitis Alergi yang mempunyairiwayat komorbid atopi lain (Asma dan Eksema) sebesar 32.7% dan responden asma yang mempunyai riwayat keluarga atopi sebesar 55.3%. Saran kepada pihak universitas adalah memperhatikan kejadian Rinitis alergi pada lingkungan kampus serta mengajak mahasiswa untuk menciptakankeadaan lingkungan yang bersih dan menghindari alergen pencetus seperti debu.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  RA merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi yang menjadi masalah sosial dan medis yang utama pada negara perindustrian dan mempengaruhi sekitar20% dari keseluruhan populasi. Data prevalensi RA di beberapa kotadi Indonesia adalah sebagai berikut : pada tahun 2008, prevalensi di Jakarta Barat sebanyak 16,4% pada anak usia 13 -14 tahun dengan kuesioner ISAAC (Zulkifar, 2008); pada tahun 2011, prevalensi di Semarang dengan instrumen penelitian yang sama adalah 30,2% pada anak usia16-19 tahun (Nugraha, 2011);pada tahun 2010, penelitian di Medan didapatkan sebanyak 61.7% (Nadraja.

i. Untuk mengetahui prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas

iii. Untuk mengetahui distribusi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran

  Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015 ii. Untuk mengetahui distribusi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015 yang memiliki riwayat keluarga atopi Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015berdasarkan jenis kelaminiv.

1.4. Manfaat Penelitian

  Bagi subjek penelitianHasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan pengetahuan tentang rinitis alergi pada mahasiswa tahun ajaran 2014/2015. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dan pedoman untuk penelitian lebih lanjut pada masa yang akan datang.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Rinitis Alergi

  (Martinez, L.,2009) Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi yang sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen yang samaserta dilepaskannya suatu mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan dengan alergen spesifik tersebut(Soepardi, 2007). Penyebab tersering pada orang dewasa adalah alergeninhalan.(Soepardi, E.A.,2007) Pada saat ini yang sering digunakan adalah klasifikasi ARIA berdasarkan waktu terjadinya rinitis alergi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, rinitis alergiberselang (intermittent allergic rhinitis) dan rinitis alergi menetap (persistent allergic rhinitis).

2.4. Faktor Resiko Rinitis Alergi

  Penelitian sebelumnya dengan menggunakan instrumen kuesionerthe European Community Respiratory Health Study II ( ECRHS II) menyatakan bahwa insiden rinitis alergi berkurang seiring bertambahnya jumlah saudara, bertambahnya paparan terhadap hewan peliharaan sebelum umur 5 tahun danbermukim di lingkungan perkebunan. Sedangkan merokok pada saat hamil dan pada masa anak-anak menambah resiko rinitis alergi pada subjek atopi sehinggarinitis alergi akan menetap sepanjang hidupnya.

2.5. Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Rinitis Alergi

  (Sumber: Imunologi dasar, Karnen garna Baratawijaya ,2002) Rinitis alergi berkaitan dengan inflamasi pada mukosa saluran pernafasan bagian atas (yakni mukosanasalis, tuba eustachius, dan sinus) dan mata. Mediator - mediator inflamasi tersebut juga menyebabkan pengerahansel inflamasi lainnya (yakni makrofag, eosinofil, neutrofil, dan limfosit), yang menyebabkan respon lambat yang dapat terjadi dalam beberapa jam atau hari danadakalanya menyebabkan gejala sistemik (seperti malaise dan kelelahan)(E.

2.6. Diagnosis Rinitis Alergi

  Penatalaksanaan Rinitis Alergi Pada guideline ARIA dicantumkan beberapa tujuan penatalaksanaan dari rinitis alergi adalah sebagai berikut: Penatalaksanaan rinitis alergi terdiri atas 3 kategori utama dari pengobatan, yaitu: 1. Imunoterapi 2.7.1 Pengendalian Lingkungan dan Penghindaran AlergenPengendalian lingkungan dan penghindaran alergen meliputi penghindaran terhadap alergen yang diketahui (substansi spesifik yang dapat merangsanghipersensitivitas yang dimediasi IgE pada pasien) serta penghindaran terhadap alergen non spesifik, misalnya iritan ataupun perangsang.

2.7.3 Imunoterapi (desensitisasi)

  Terdapat beberapa jenis imunoterapi, misalnya Sublingual Immunotherapy (SLIT) dan Subcutaneous Immunotherapy (SCIT) Indikasi imunoterapi lebih dianjurkan pada penyakit berat, respon yang kurang terhadap pilihan pengobatan lainnya, dan adanya faktor pemberat ataupunkomplikasi. Imunoterapi hanya boleh dilakukan oleh individu yang telah terlatih, yang dapat melaksanakan tindakanpencegahan yang tepat, dan seseorang yang berpelengkapan untuk menanggulangi kejadian yang tidak diinginkan.

2.8. Komplikasi Rinitis Alergi

  Terdapat beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penederita rinitis alergi bila tidak dilakukan penatalaksanaan secara benar, misalnya: progresimenjadi eksaserbasi asthma, gangguan pertumbuhan fasial, hyposmia, protrusi gigi seri, malocclusion, nasal polyps, efusi telinga tengah (gangguanpendengaran), sinusitis, dan gangguan tidur. A.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

3.1. Kerangka Konsep

Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka kerangka konsep dalam bentuk penelitian ini adalah :Distribusi berdasarkan: Gambar 3.1. Kerangka konsep penelitian

3.2. Definisi Operasional

  Jumlah penderita Rinitis mahasiswa RA ECRHS II Rinitis alergiAlergi yang pada mahasiswa menderita FK USU Rinitis yang 2. Distribusi penderita RinitisAlergi yang memiliki riwayatketurunan atopi 5.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui prevalensi Rinitis Alergi pada mahasiswa FK USUtahun ajaran 2014/2015. Tempat penelitianPenelitian akan dilakukan di kampus Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan dan Rumah Sakit Pendidikan FK USU.

4.3. Populasi dan Sampel

  PopulasiPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswadi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahun ajaran 2014. 1,96² ∗ 0,5!(1 − 0,5) n =0,05 ² n = 384 orangDengan tingkat kepercayaan yang dikehendaki sebesar 95% dan tingkat ketepatan relatif yang diinginkan sebesar 5%, maka jumlah sampel Universitas Sumatera Utara yang diperoleh dengan memakai rumus tersebut adalah sebanyak384.

4.4. Teknik Pengumpulan Data

4.4.1. Data primer

4.4.2. Instrumen Penelitian

  Hasil kuesioner akan dikutip pada hari yang sama. Pertanyaan pertama dalam kuesioner rinitis alergi dalam ECRHS meliputi gejala Keusioner yang dipakai telah dilakukan validasi terhadap 20 mahasiswa pada Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia Medan dengan jumlah10 mahasiswa dan 10 mahasiswi.

4.5. Pengolahan dan Analisa Data

  Data yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara akan dikumpulkan dan dianalasis secara deskriptif menggunakan program komputer yaitu SPSS(Statistical Product and Service Solution). Hasil akan disajikansecara deskriptif dalam bentuk tabel distribusi frekuensi gejala Rinitis Alergi berdasarkan riwayatkeluarga atopi, usia, jenis kelamin, kewarganegaraan dan ada tidaknya komplikasi asma.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

  Distribusi Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang Menderita Rinitis Alergi Angkatan Jumlah Mahasiswa/i Jumlah Jumlah yang menderita Mahasiswa/i yang Mahasiswa/i Rinitis Alergi tidak menderita (orang) (orang) Rinitis Alergi (orang) 2011 49 (51.0%) 47 (49.0%) 96 (100%) 2012 44 (45.8%) 52 (54.2%) 96 (100%)2013 35(36.5%) 61 (63.5%) 96 (100%) 2014 31 (32.3%) 65 (67.7%) 96 (100%) Total 159 (41.4%) 225 (58.6%) 384 (100%) Berdasarkan tabel 5.2. Distribusi Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang Menderita Rinitis Alergi berdasarkan Kewarganegaraan Kewarganegaraan Jumlah Jumlah Jumlah Mahasiswa/i yang Mahasiswa/i Mahasiswa/i menderita Rinitis yang tidak (orang) Alergi menderita (orang) Rinitis Alergi (orang) Indonesia 130 (41.3%) 185 (58.7%) 315 (100%)Malaysia 29 (42.0%) 40 (58.0%) 69 (100%) Berdasarkan table 5.4.

5.2. Pembahasan

  Hasil inimenunjukan hasil yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan Rezkiawan (2013) di Universitas Jambi pada tahun 2012 dengan jumlah prevalensi Rinitis Alergisebanyak 44.9%. Data yang didapatkan padapenelitinan ini menggambarkan angka prevalensi rinitis alergi yang cukup tinggi pada usia sekitar 20 tahun yang merupakan puncak perkembangan Rinitis Alergimenurut Wong (2013).

5.2.1. Distribusi Frekuensi Rinitis Alergi berdasarkan Jenis Kelamin

  Penyakit alergi seperti asma, rhinitis dan Pada penelitian ini perbedaan prevalensi yang tidak begitu jauh antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia bisa diakibatkan karena cuaca ataupun iklimdaerah Indonesia dan Malaysia tidak berbeda jauh. Pola makan yang tidak teratur pada mahasiswa Malaysia di Indonesia dan kurangnya kebersihan pada tempattinggal dibandingkan dengan mahasiswa Indonesia local berpengaruh terhadap kesehatan Mahasiswa Malaysia sendiri yang dapat memicu perkembangan RinitisAlergi.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Prevalensi Rinitis alergi pada perempuan adalah 61% dan prevalensiRinitis Alergi pada laki-laki adalah 39%. Prevalensi Rinitis Alergi pada mahasiswa Indonesia adalah 41.3% dan pada mahasiswa Malaysia adalah 42%.

6.2. Saran

  Kepada pihak universitas agar memperhatikan kejadian Rinitis alergi pada lingkungan kampus serta mengajak mahasiswa untuk menciptakankeadaan lingkungan yang bersih dan menghindari alergen pencetus seperti debu. Kepada peneliti berikutnya agar meneliti dan menganalisis lebih lanjut hubungan antara Rinitis Alergi dan faktor-faktor pencetusnya, Rinitisalergi terhadap komorbid penyakit atopi, serta hubungan Rinitis alergi terhadap riwayat keluarga penyakit atopi.

DAFTAR PUSTAKA

  Prevalensi Gejala Rinitis Alergi di Kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2007-2009. Prevalensi Gejala Rinitis Alergi Mahasiswa Prodi Kedokteran Universitas Jambi Angkatan 2010-2012.

LEMBAR PENJELASAN

  Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat prevalensi rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun2014. Identitas pribadi Saudara sebagai partisipan akan dirahasiakan dan semuainformasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk penelitian ini.

LAMPIRAN IILEMBAR PERSETUJUAN

  Saya yang bertanda tangan dibawah ini,Nama :Tempat/Tanggal Lahir:Alamat : telah benar-benar paham atas penjelasan yang disampaikan oleh peneliti mengenaipenelitian ini yang berjudul “Prevalensi rhinitis alergi pada mahasiswa FakultasKedokteran Universitas Sumatera Utara pada Tahun 2014”. Demikianlah persetujuan ini saya sampaikan dengan sukarela dan tanpaada paksaan dari pihak manapun.

PERTANYAAN OPSI JAWABAN

1. Apakah anda memiliki alergi hidung, termasuk Rinitis

  Apakah anda memiliki gejala bersin, atau hidung berair, atau hidung tersumbat ketika anda tidakmengalami demam atau flu pada 12 bulan terakhir? Apakah gejala hidung ini disertai dengan rasa gatal pada hidung atau mata berair?

i.) Nyatakan nama obat (bila ada)

iii.) Apakah anda menggunakan nasal spray ini pada

  ii.) Sudah berapa lamakah anda menggunakan jenis dari obat semprot hidung ini? YA TIDAK 12 bulan terakhir?

b. Apakah anda menggunakan pil, kapsul, atau tablet

  (2-tailed) .003 .000 .021 .007 .000 .003 .021 .000 .000 .000 .009 N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 NO5 Pearson Correlation .892** .286 .145 .285 .286 .218 .145 .336 .663 ** .491 * 1 .567 ** Sig. (2-tailed) .508 .000 .001 .833 .000 .001 .000 .066 .001 .355 .003N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 NO3 Pearson Correlation .435 1.000** .509 * .285 1 .764 ** .509 * .642 ** .663 ** .764 ** .286 .807 ** Sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Prevalensi Asma Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahunajaran 2014/2015
9
96
60
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Akademik 2013/2014
6
71
45
Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
17
105
67
Tingkat Stres pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2013
16
99
77
Gambaran Academic Self-Management pada Mahasiswa Asing Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
4
66
156
Prevalensi Internet Addiction Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
1
54
75
Gambaran Stres pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
17
106
67
Prevalensi Gejala Rinitis Alergi di Kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2007-2009
8
86
72
Pola Asupan Kalsium pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
3
37
73
hubungan tingkat stressor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 Fakultas Kedokteran Universitas Jember
0
6
16
Prevalensi Asma Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahunajaran 2014/2015
0
0
6
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1.1. Definisi - Prevalensi Asma Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahunajaran 2014/2015
0
0
17
Prevalensi Asma Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahunajaran 2014/2015
0
0
13
Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
0
0
20
Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
0
0
9
Show more