Woman international migration, land occupation and gender equality research in paddy Rice Field Village community West Java

Gratis

1
134
235
2 years ago
Preview
Full text
MIGRASI INTERNASIONAL PEREMPUAN, PENGUASAAN LAHAN DAN KESETARAAN GENDER : Kajian Di Komunitas Desa Sawah Jawa Barat MUHAMMAD ZID SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 i Pernyataan Mengenai Disertasi dan Sumber Informasi Dengan ini saya menyatakan disertasiMigrasi Internasional Perempuan, Penguasaan Lahan dan Kesetaraan Gender. Kajian Di Komunitas Desa Sawah Jawa Barat adalah merupakan karya saya dengan arahan dari Komisi Pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun ke Perguruan Tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar putaka di bagian akhir disertasi ini. Bogor, April 2012 Muhammad Zid NRP. I 363070011 ii ABSTRACT MUHAMMAD ZID. Woman International Migration, Land Occupation and Gender Equality.Research in Paddy Rice Field Village Community West Java.Under the Direction of EKAWATI SRI WAHYUNI, LALA M. KOLOPAKING, and ENDRIATMO SOETARTO. International migration of female labors from villages of West Java to Middle Eastern countries, especially to Saudi Arabia, is caused by a combination of lack of job opportunity, lack of land ownership, poverty, the opening of opportunity to work abroad with relatively simple requirement, and much higher wages than it is in Indonesia. The objective of the research is to analyze the linkage between international migration of female labors, land ownership and gender equality in West Java. Paradigm used in this research is Post-Positivism which combines quantitative and qualitative methods. The research is conducted in two villages in two regencies. Data is obtained through in-depth interviews and Focus Group Discussion with exmigrants, migrants on leave, and newly ex-migrants, and also with key informants, such as sponsors/middlemen of labor service company (PJTKI), village elites, and traditional, religious, educational and women leaders. Number of respondents is 134 people.The results suggestthatinternationalmigrationof womenfrom both villages is a form ofsurvivalandcopingstrategies of poor rural households who are landless farmers.West Javan rural women, by working as domestic workers abroad, are able to save their family‟s economy, and therefore, have a “strong” position in their communities.There are twotypes ofmigrant familiesin utilizingremittance: (1) those who use itforvariousproductiveandlong-term needs, such as purchasingof land(dry land and paddy rice field), businesscapital, and for continuingeducationof family members, and (2) Families who spendthe money forconsumptive purposes, such as buyingvarioushousehold goods and clothes and for family recreation. Expenses other than the needs forproduction and consumption are expenditures for charities for social, religious and national causes.These charities have become a sort of recognition to the rise of thesocialstatusof migrantwomenin theircommunities.Rationalreasons for buying land are: (1)provisionof daily meals; (2) preparationtobuilda house; (3) businesscapital; (4) saving for the future; (5) for not tobecomefarm labors; (6) as reservefor the event of ngamumule-mulasara; and (7)the cost of educationof family members.The implicationsofruralland occupationbymigrantwomenare: a more equalgenderrelations, the beginning of emancipation citizenshipand a formation processtowards theestablishment ofthe existence ofwoman. The existenceof woman changesgenderrelations to become moreequalat rural family, household andcommunity levels. This is partlyvisiblein form ofdivision of laborbetweenman andwomanin familiesandhouseholds that is nolonger rigidly basedongender. Key words: migration, international, women migrant workers, rural land, gender. RINGKASAN iii MUHAMMAD ZID. Migrasi Internasional Perempuan, Penguasaan Lahan dan Kesetaraan Gender: Kajian Di Komunitas Desa Sawah Jawa Barat. Dibimbing oleh: EKAWATI SRI WAHYUNI (Ketua), LALA M. KOLOPAKING (Anggota), ENDRIATMO SOETARTO (Anggota). Migrasi tenaga kerja internasional perempuan dari pedesaan Jawa Barat ke negara-negara Timur Tengah khususnya Negara Arab Saudi merupakan tindakan rasional individu untuk bisa keluar dari berbagai kesulitan hidup yang di alami rumahtangga miskin di pedesaan. Berbagai kesulitan tersebut antara lain ; kurangnya lapangan kerja, rendahnya pemilikan lahan pertanian, dan kemiskinan.Di pihak lain, terbukanya peluang bekerja di luar negeri dengan persyaratan yang relatif mudah, dukungan keluarga, mudahnya networking, dan upah yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan upah di Indonesia menjadi daya tarik sekaligus konsepsi rasional perempuan pedesaan untuk melakukan migrasi menjadi tenaga kerja internasional sebagai pembantu rumahtangga (PRT). Dilatari oleh kondisi tersebut, maka tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keterkaitan antara migrasi internasional perempuan, penguasaan lahan dan kesetaraan gender di pedesaaan Jawa Barat. Penelitianini secara khusus mendalami dan fokus kepada: (1) rasionalitas bermigrasi perempuan pedesaan khususnya dari Desa Panyingkiran dan Desa Ciherang; (2) keterkaitan antara migrasi internasional perempuan dengan penguasaan lahan di pedesaan; (3) penggunaan remitan yang dihasilkan migran internasional perempuan pedesaan, termasuk yang dialoksikan dalam lahan pertanian dan nonpertanian;(4) penguasaan lahan terhadap prosespembentukan relasi gender dan menguatnya posisi perempuan pada aras keluarga, rumahtangga, dan komunitas pedesaan Jawa Barat. Paradigma yang digunakan adalah Post-Positivisme dengan memadukan metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Desa Panyingkiran Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang, dan Desa Ciherang Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta. Kedua desa secara purposive dipilih karena merupakan desa yang paling banyak memiliki perempuan yang bekerja sebagai PRT di luar negeri, khususnya di Arab Saudi. Data diperoleh melalui survey, wawancara mendalam dan Focus Grup Discussion (FGD) dengan eks-migran, migran yang sedang cuti, dan habis kontrak kerja. Wawancara juga dilakukan dengan informan kunci yaitu sponsor/calo PJTKI, elite desa seperti; aparat desa, tokoh adat, tokoh agama, pendidik, tokoh perempuan. Adapun keseluruhan responden dalam penelitian ini sebanyak 134 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi internasional yang dilakukan perempuan dari Desa Panyingkiran dan Ciherang merupakan bentuk tindakan rasional individu dari rumah tangga miskin lapisan terbawah di pedesaan yang tidak memiliki lahan pertanian (landlessnes). Keberangkatan migran perempuan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di luar negeri terkait dengan beberapa faktor pendorong (push factors). Pertama, setting Panyingkiran dan Ciherang sebagai desa yang berbasis pertanian menempatkan penguasaan lahan sebagai elemen penting dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi ukuran pelapisan sosial di masyarakat iv pedesaan.Kedua, rendahnya aksesibilitas perempuan pada sektor non pertanian menandakan tidak terserapnya mereka di sektor tersebut.. Ketiga, kurangnya pekerjaan di pedesaan terutama jika sedang tidak musim bertani, mendorong penduduk untuk bekerja di luar sektor pertanian. Keempat, pendidikan yang rendah serta keterampilan yang kurang, menjadikan migran perempuan asal Desa Panyingkiran dan Ciherang hanya terserap ke dalam pekerjaan rendah yang dikategorikan sebagai – dirty, dangerous and difficulty – (3 D) sebagai pekerjaan yang sudah tidak diminati lagi oleh pekerja lokal di negara tujuan bekerja. Negara Arab Saudi masih menjadi tujuan utama bekerja penduduk Desa Panyingkiran dan Ciherang. Beberapa alasannya adalah; kemudahan persyaratan bekerja; banyaknya sponsor/calo PJTKI yang mengkhususkan pengiriman tenaga kerja ke Arab Saudi; dan keinginan - sebagian - migranuntuk bisa melaksanakan ibadah rukun Haji. Gelombang migran perempuan dari Desa Panyingkiran dan Ciherang dikelompokkan ke dalam tiga periodisasi, yaitu: (1) migran perintis atau ngabaladah, adalah mereka yang berangkat pada era tahun 1980-1990-an; (2) migran pengikut atau nuturkeun, migran yang berangkat pada tahun 1990-2000-an; dan (3) migran penerus atau neruskeun, yaitu mereka yang berangkat semenjak tahun 2000sekarang. Perempuan pedesaan Jawa Barat yang sering dikonstruksikan sebagai tipe ”awewe jiga dulang tinande”, ”pondok lengkahna” dengan bekerja sebagai PRT di Negara Arab Saudi, mampu menyelamatkan ekonomi keluarga dan memiliki posisi yang ”kuat” dalam komunitasnya. Mereka mampu bertransformasi menjadi perempuan yang mampu keluar dari kesulitan yang dihadapi keluarga, meski untuk itu harus ditebus dengan berbagai pengorbanan yang cukup besar. Dalam terminologi masyarakat Sunda, tipe perempuan ini ”ngindung ka waktu, mibapa ka jaman”, alias bisa mengikuti perubahan dan tuntutan jaman. Rasionalitas migran, dorongan dan dukungan keluarga, peran jaringan (sponsor/calo), pertemanan sesama migran di daerah asal dan di negara tujuan bekerja, serta keinginan yang kuat untuk mengatasi kemiskinan menjadi faktor yang determinan dalam mempengaruhi keputusan untuk memilih bekerja ke luar negeri. Pertama, rasionalitas migran berupa keinginan untuk memperbaiki kehidupan sosialekonomi keluarga.Kedua, dorongan dan dukungan keluarga atau kerabat migran sebagai sub sistem sosial ditingkat lokal, memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan untuk melakukan migrasi bagi perempuan pedesaan.Ketiga, jaringan migrasi internasional memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan migrasi perempuan pedesaan. Migran perempuan di kedua desa lebih memilih sponsor atau calo PJTKI yang berasal dari daerah yang sama, hal ini karena terbangunnya trust berupa “jaminan rasa aman” ketika menghadapi masalah selama bekerja di luar negeri. Keempat, basis ekonomi keluarga migran perempuan yang cenderung menguat sebagai akibat penguasaan asset sumberdaya – tanah darat dan sawah – setidaknya telah memunculkan pembentukan kearah perubahan relasi gender pada aras keluarga, rumahtangga dan komunitas pedesaan. Terdapat dua tipe migran perempuan dan keluarganya dalam memanfaatkan remitan. Pertama adalah tipe keluarga rikrik-gemi bari dagdag-degdeg, yaitu mereka yang memanfaatkan remitan untuk berbagai kepentingan produktif dan jangka v panjang antara lain:modal berusaha yang terkait dengan pertanian dan non-pertanian; membeli lahan - tanah darat, sawah -, modal berusaha, melanjutkan pendidikan anggota keluarga. Tipe kedua adalahmangpang meungpeung alias aji mumpung dalam memanfaatkan uang kiriman anggota keluarga yang bekerja di luar negeri. Keluarga tipe ini banyak membelanjakan uang kiriman untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif seperti membeli berbagai perabotan rumah tangga, membeli pakaian, rekreasi keluarga. Pengeluaran lain diluar kebutuhan yang bersifat konsumtif, produktif adalah pengeluaran yang bersifat sosial-keagamaan, berupa sambungan, berbagai sumbangan acara keagamaan, dan kenegaraan. Jenis sambungan dan sumbangan ini menjadi semacam pengakuan terhadap menguatnya status sosial migran perempuan pada komunitasnya. Migran yang mampu membeli lahan – berupa tanah darat dan sawah – memiliki alasan rasional bahwa lahan: (1) bekal makan sehari-hari; (2)persipan untuk membangun rumah; (3) modal berusaha; (4) saving masa depan; (5) agar tidak menjadi buruh tani; (6) bekal untuk acara ngamumule-mulasara; dan (7) biaya pendidikan anggota keluarga. Penguasaan lahan oleh migran internasional perempuan di Desa Panyingkiran dan Ciherang setidaknya telah mengantarkan kepada kebaruan kajian migrasi. Hal ini karena beberapa alasan. Pertama, lahan merupakan faktor produksi penting di pedesaan menjadi instrumen komodifikasi atas lahan.Kedua, penguasaan migran perempuan atas lahan menjadi indikasi bahwa telah terjadi gejala dinamika agraria di pedesaan dan mengubah peta ekonomi pedesaan. Ketiga, munculnya penguasaaan lahan oleh migran perempuan dapat dijadikan parameter nyata telah terjadinya proses pembentukan kekuasaan yang berimbang antara laki-laki dan perempuan yang kemudian membangun prestise, status sosial di masyarakat. Implikasi dari penguasaan lahan pedesaan oleh migran perempuan adalah mulai hidupnya kewargaan emansipatif dan peluang tumbuhnya proses pembentukan kearah eksistensi perempuan. „Kedirian‟ ini bisa mengubah peta relasi gender yang terjadi pada aras rumah tangga dan komunitas pedesaan. Selain itu, implikasi dari penguasaan lahan juga menjadi penanda bahwa telah terjadi komodifikasi terhadap lahan.Kedua,perubahan yang terjadi akibat penguasaan lahan oleh perempuan terutama berkaitan erat dengan pola hubungan dan struktur kesempatan kerja di pedesaan pada sektor pertanian dan non-pertanian. Migrasi internasional perempuan pedesaan masih menyisakan dua masalah klasik yaitu: (1) pendidikan dan keterampilah; (2) perlindungan migran. Pertama, migran perempuan memiliki pendidikan dan keterampilan rendah, hanya mereproduksi generasi migran berikutnya yang memiliki kualitas sama dengan migran sebelumnya. Hal ini mengindikasikanpendidikan masih belum menjadi prioritas utama dalam memanfaatkan remiten. Kedepan, fenomen yo-yo migration akan terus terjadi dan secara potensial volumenya akan terus bertambah. Kedua, lemahnya perlindungan terhadap keselamatan dan kesejahteraan para migran – terutama migran perempuan – di luar negeri. Selama pemerintah lalai dalam melindungi nasib para penghasil devisa negara dan penyelamat keluarga tersebut, maka berbagai kasus yang menimpa mereka akan terus terjadi. Ketidakseriusan vi pemerintah dalam menangani tenaga kerja di luar negeri bisa memiliki efek negatif terhadap pencitraan pemerintah Indonesia di forum internasional. Kata kunci: migrasi, internasional, buruh migran perempuan, lahan pedesaan, gender vii @ Hak Cipta milik IPB, Tahun 2012 Hak Cipta dilindungi Undang-Undang 1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya: a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan lain suatu masalah. b. Pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB. 2. Dilarang mengumumkan atau memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB. viii MIGRASI INTERNASIONAL PEREMPUAN, PENGUASAAN LAHAN DAN KESETARAAN GENDER Kajian Di Komunitas Desa Sawah Jawa Barat Oleh : Muhammad Zid NRP. I 363 07 0011 Disertasi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Doktor Pada Program Studi Sosiologi Pedesaan SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 ix Penguji Luar Komisi Ujian Tertutup : : Prof. Dr. Aida Vitayala Hubeis (Dosen dan Guru Besar Dept. Sains Komunikasi danPengembanganMasyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB) Dr. Satyawan Sunito(Dosen Dept. Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB) Ujian Terbuka : Prof. Dr. Aida Vitayala Hubeis (Dosen dan Guru Besar Dept. Sains Komunikasi danPengembanganMasyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB) Dr. Lisna Yoeliani Poeloengan (Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI Republik Indonesia) x Judul Disertasi:MIGRASI INTERNASIONAL PEREMPUAN, PENGUASAAN LAHAN DAN KESETARAAN GENDER: Kajian Di Komunitas Desa Sawah Jawa Barat Nama : Muhammad Zid NRP : I. 363070011 Program Studi : Sosiologi Pedesaan Disetujui Komisi Pembimbing Dr. Ekawati Sri Wahyuni, MS Ketua Dr. Lala M. Kolopaking, MS Prof. Dr. Endriatmo Soetarto, MA Anggota Anggota Ketua Program Studi Dekan Sekolah Pascasarjana Sosiologi Pedesaan (SPD) Dr. Ir. Arya H. Dharmawan. M.Sc.Agr Dr. Dahrul Syah. M.Sc.Agr Tanggal Ujian: 25 Juli 2012 Tangga Lulus :......................... xi PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahuwata‟alla, Tuhan Yang Maha Pemilik segala ilmu pengetahuan yang tidak terbatas, karena berkat rakhmat dan hidayah-Nya, disertasi ini dapat diselesaikan. Penelitian dengan judul ”Migrasi Internasional Perempuan, Penguasaan Lahan Dan Kesetaraan Gender: Kajian Di Komunitas Desa Sawah Jawa Barat, dilaksanakan dalam rentang waktu cukup lama yaitu sejak bulan Maret 2009 sampai bulan Oktober 2011. Penelitian ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh sebab itu penulis menghaturkan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi terutama kepada Ibu Dr. Ekawati Sri Wahyuni, MS, sebagai ketua komisi pembimbing, Bapak Dr. Lala M. Kolopaking, MS dan Bapak Prof. Dr. Endriatmo Soetarto, MA sebagai anggota komisi atas bimbingannya sejak penyusunan proposal sampai selesainya disertasi ini. Allah telah memberikan guru-guru terbaik kepada penulis, dari mereka penulis mengetahui makna belajar dan bekerja keras, cerdas, serta ikhlas. Semoga Allah memberikan balasan berlipat ganda atas jerih payah membimbing penulis selama studi di IPB. Kepada Bapak Dr. Arya Hadi Dharmawan. M.Sc.Agr sebagai Ketua Program Studi Sosiologi Pedesaan Sekolah Pascasarjana IPB yang sejak awal banyak memberi motivasi kepada mahasiswa agar cepat menyelesaikan studi. Semua Dosen Program Studi Sosiologi Pedesaan: Dr. Felix Sitorus, MS, Dr. Rilus A. Kinseng, MA, Dr. Titik Sumarti, MS, Dr. Djuara P. Lubis, MS, Dr. Soeryo Adiwibowo, MS, Dr. Arief Satria, M.Si, Dr. Satyawan Sunito, Dr. Nurmala K. Panjaitan, MS. Dr. Saharudin, Staf Administrasi Prodi Sosiologi Pedesaan dan KPM, Angra Irena Bonar, Hetti, dan Teh Susi terimakasih banyak membantu administrasi akademik. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Rektor, PR I, PR II Universitas Negeri Jakarta yang telah memberi ijin studi lanjut di IPB, juga kepada Bapak Drs. Komarudin. M.Si sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial sekaligus mitra “ngamen” ke berbagai daerah. Bapak Pembantu Dekan I, II, III Fakultas Ilmu Sosial, xii Drs. H. Warnadi, M.Si, Drs. Sucahyanto. M.Si, H. Muzani, Dipl-Eng. M.Si, Drs. H.M. Muchtar. M.Si, Dra. Asma „Irma Setianingsih. M.Si yang masing-masing sebagai mantan dan Ketua Jurusan Geografi FIS UNJ. Dra. Evy Clara. M.Si, sebagai Ketua Jurusan Sosiologi FIS UNJ. Dukungan moral dari Bapak dan Ibu Anggota Senat Fakultas Ilmu Sosial dan Universitas Negeri Jakarta, wabil khusus kepada Ibu Prof. Dr. Suriani, Prof. Diana Nomida, Prof Dr. Tuti Nuriah Erwin, Prof. Dr. Nadiroh, terimakasih atas dorongan untuk menyelesaikan studi. Semua teman dosen di Jurusan Geografi FIS UNJ yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu, terimakasih atas pengertian dan dukungannya, juga teman tim dosen muda yang tergabung dalam tim mata kuliah yang diampu penulis yaitu Geografi Pedesaan, Pengantar Sosiologi, Biogeografi, PKL Geografi Sosial-Ekonomi Pemetaan, dan Sosiologi Pedesaan, yaitu Aris Munandar. S.Pd. M.Si, Ode Sofyan Hardi. S.Pd. M.Si. M.Pd,Ilham B. Mataburu. S.Si. M.Si,. Juga kepada Mahasiswa Geografi Angkatan 2007, 2009, dan 2010 yang mengambil Mata Kuliah Geografi Pedesaan, atas kesediaannya membantu mengumpulkan data di Desa Panyingkiran dan Ciherang. Saudara Tarmiji Al Khudri S.Pd, dan M. Tulodo, S.Pd, terimakasih sudah mengkoordinir turun lapang. Teman-teman di Jurusan Sejarah, Sosiologi, Ilmu Sosial Politik, Ilmu Agama Islam. Demikian halnya kepada Bapak Zulkarnaen. S.Pd. M.Pd, Amin. S.Pd. M.Si sebagai Dekan dan Wakil Dekan FKIP UNISMA, Ketua Jurusan Geografi, teman-teman dosen Jurusan Geografi dan Penjaskes UNISMA Bekasi. Satu orang teman yang sejak pertama kenal sembilan belas tahun yang lalu yaitu Drs. H. Budiaman. M.Si dan Ibu Hj. Arenarita Peni Andaryati, S.Pd, menjadikan persahabatan kami menjadi persaudaraan antar dua keluarga. Terimakasih Kang Budi atas semangat, kelucuan dan ketulusannya. Pak M. Kusnaedi sebagai Kepala Desa beserta aparat Desa Panyingkiran, Pak Rukmawijaya beserta staf Desa Ciherang, juga kepada pejuang keluarga di kedua desa yang bertahun-tahun hidupnya dihabiskan menjadi pembantu rumahtangga di xiii “Nagri Arab”. Respek saya kepada responden utama saya yaitu Hj. Mas, Hj. Odh, Hj. Asyh, Hj. Bad, ITA, N.Yt dan Hajah-hajah lainnya. Selama penelitian dan “mondokmoek”di kedua desa, penulis menginap di rumah “Teh Haji Uyum-Kang Dede” di Panyingkiran, dan Kang Yayu di Ciherang, mereka keluarga migran yang tabah dan ulet, terimakasih atas penerimaan dan bantuannya. Dr. Djaja Hendra-UWM-Jogjakarta partner diskusi dan jalan pagi keliling kampus, Dr.Sofyan Sjaf-FEMA IPB,Dr. Imam Mujahidin Fahmid, UNHAS-Makasar, merupakan teman satu kelas di Sosiologi Pedesaan Angkatan 2007, partner diskusi yang mencerahkan meskipun kadangkala menjengkelkan. Semoga pertemanan yang unik dan dinamik terus berlanjut. Juga teman-teman SPD Angkatan 2004, 2005, 2006, 2008, 2009, 2010, 2011 yang sudah jadi doktor atau masih berjuang meraihnya, semoga tetap semangat. Teman-teman Mahasiswa S3 IPB Angkatan 2007 di kelas Falsafah Sains dan Bahasa Inggris; Dr. Karnan-UNRAM, Dr. Isni NurruhwatiUNPAD, Dr. Efriyaldi-UNRI, Dr. Supriyadi-UNHAS, Dr. Indah-Universitas Trisakti, Dr. Agus Dinas Pertanian-Kaltim, Dr. Suryana-Dinas Peternakan Kalsel. Prof. Dr. H.M. Hasan (Alm) sosok ilmuwan kebapakan, seorang pendidik yang sesuai antara ucapan dan perbuatannya adalah orang pertama yang memberi kesempatan penulis untuk jadi PNS di IKIP (UNJ) Jakarta, dan selalu memompakan semangat agar tidak pernah berhenti Tolabul ‟Ilmu. Untuk guru/ustad sejak SD/Madrasah, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi, merekalah yang menunjukkan jalan terang kehidupan yang lurus menuju Ridho Illahi. Semoga Allah SWT membalas amal baik Ibu/Bapak semua. ”Indung tungguling rahayu hirup, Bapa tangkaling darajat bagja”, adalah ungkapan yang paling tepat dan mulia untuk Almarhumah Ema Djuhariyah Binti Ustara, dan Almarhum Bapak Fattah Bin Madhamin, dua orang paling penulis sayangi dan banggakan. Ema, sosok perempuan lembut yang dengan berbagai kekuatannya membantu mencari nafkah keluarga. Bapak adalah figur pendidik, memberi teladan langsung dan menanamkan disiplin kepada anak-anaknya. Berkat xiv kerja keras mereka, keluarga petani dari desa nun jauh di Pesisir Banten Selatan, mampu menyekolahkan sebagian anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Bagi mereka saya mengucapkan do‟a tulus pada Allah: ”Allahumagfirli Wali-walidayya Warhamhuma Kama Robbayani Shaghira”. Kakak penulis yaitu Teh Iyot, Teh Yuyum, Teh Esah, Teh Emut (alm), Teh Tini,S.Pd, Teh Eem, kedua adik yaitu Dra. Hj. Uum. M.Si, dan si Bucu Iroh Rohayati. S.Sos. M.Si, mereka para perempuan hebat, pejuang keluarga dan simpul ”kanyaah jeung kadeudeuh”. Keponakan tercinta; A Agi-Teh Anna, Alit, Dik-dik, Kakang, Ayang, Neng Sinar, De Reja, Didi-Ihat, Teh Eni-Edi, Ade-Piah, Peri, Endi, Yayah, Ilih, Yuda, Aa, Eno, Eneng, kalian generasi penerus keluarga besar kita, jangan pernah memutuskan silaturahim, dan tetap di jalan yang di Ridhoi Allah. Keluarga besar di Malang: Ibu Hj. Masyita-Bapak H. Syarif Idris (Alm), Yuk Tuti-Mas Bambang (Alm), Yuk Nunik-Mas Hadi, Mas Totok-Mbak Upi, Mas HeruMbak Tri, Mas Iyung (Alm), Pipit-Susi, Eri-Mas Triastono dan Ilin-Teges beserta anak-anaknya, terimakasih atas pengertian dan dorongannya. Terakhir, kepada Istriku tercinta Dra. Dian Andriani, tempat hati berlabuh, curahan suka dan duka, tanpa dia disertasi ini tidak pernah akan terwujud. Keempat permata hati keluarga: Neng Vidya Nurrul Fathia (SMT V FISIP UNDIP), M. Ichlasul Ilman Pahlevi Bakti (Kls 8 SMPN 1 Kota Bekasi), Raihansyah Bagja Pamungkas (Kls 5 SD N 6 Margahayu Kota Bekasi), dan si Bungsu M. Zaki Satianagara (Kelas 2 SD N 6 Margahayu Kota Bekasi), Semoga Allah SWT menjadikan kalian anak yang solehah/soleh, dan jadi penerang bagi keluarga, agama serta masyarakat. Kepada Allah Subhanahu Wata‟ala jualah kita berserah dan berpasrah diri. Bogor, April 2012 Muhammad Zid xv RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Panggarangan Kabupaten Lebak-Banten, pada tanggal 12 April 1963 sebagai anak ketujuh - satu-satunya laki-laki- dari sembilan bersaudara pasangan Fattah Bin Madhamin (Alm) dengan Djuhariyah Binti Ustara (Alm). Pendidikan dasar ditamatkan di SD Negeri Panggarangan 4 pada tahun 1975, SMP PGRI Panggarangan tamat pada tahun 1979, SMA Negeri I Rangkasbitung, tamat tahun 1983, kesemuanya di Kabupaten Lebak-Banten. Pendidikan Sarjana di tempuh di Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP (sekarang UPI) Bandung, tahun 19831988. Pada tahun 1997-2000 menempuh program Magister pada Program Studi Sosiologi Pedesaan Institut Pertanian Bogor (IPB), kemudian pada tahun 2007-2012 melanjutkan pendidikan program Doktor di Program Studi Sosiologi Pedesaan IPB, keduanya dengan dukungan dana BPPS-DIKTI, Kemendikbud Republik Indonesia. Selama menempuh S3, Alhamdulillah dua kali mendapat penghargaan Dekan Sekolah Pascasarjana IPB atas perolehan IPK 4. Sejak tahun 1993-sekarang bekerja sebagai dosen di Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan membantu mengajar di Jurusan Sosiologi, dan Jurusan PIPS di Universitas yang sama. Sejak tahun 1988sekarang menjadi dosen Luar Biasa di Jurusan Pendidikan Geografi FKIP UNISMA Bekasi. Mata kuliah yang diampu di kedua perguruan tinggi tersebut adalah Pengantar Sosiologi, Dasar-dasar Geografi, Sosiologi Pedesaan, Geografi Pedesaan, Biogeografi, dan PKL Sosial Ekonomi Pemetaan. Pernah menjabat Sekretaris Jurusan dan Ketua Jurusan Geografi FIS UNJ tahun 2001-2007, Sekretaris KKN-LPM UNJ, tahun 2000-2001, Ketua Jurusan Pend. Geografi FKIP UNISMA Bekasi tahun 19931996. Saat ini menjadi anggota Senat UNJ, dan anggota Senat merangkap sekretaris Senat Fakultas Ilmu Sosial UNJ.Organisasi profesi yang diikuti penulis adalah anggota Ikatan Geograf Indonesia (IGI), anggota Asian Population Association (APA), Anggota Asian Rural Sociology (ARA). Selama mengikuti program doktor menulis beberapa makalah untuk seminar nasional, proseding seminar internasional, diantaranya ”Respon Terhadap xvi Kemiskinan dan Penguasaan Lahan di Pedesaan Kabupaten Purwakarta-Jawa Barat”. Makalah disampaikan dalam Seminar Kongres Ikatan Geograf Indonesia (IGI) di Universitas Karawang Nasional Pendidikan dan dan Ganesha (Undhiksa) Singaraja-Bali pada tanggal 11-12 Nopember 2011; “Pendekatan Sustainable Livelihood System dengan Social Capital Dalam Pembangunan Pedesaan” Seminar Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Geograf Indonesia (PIT IGI) di Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya. Tgl 11-12 Sesember 2010 di Surabaya. “Eksistensi Dan Peranserta Perempuan Buruh Nelayan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga”. Proceding “International Seminar on Education, Women, and Sport” Universitas Negeri Jakarta-Kemenag PPA-Komite Olimpiade Indonesia- Persatuan Karyawan Pulau Pinang. Jakarta 21 Desember 2009. Beberapa tulisan dimuat dalam Jurnal, di antaranya; ”Belajar dari Panyingkiran dan Ciherang: Antara Resiko dan Manfaat Migran Internasional Perempuan dari Pedesaan” (Jurnal WARTA DEMOGRAFI. Tahun 40. No 2. 2010 FE UI); ”Migrasi Internasional Perempuan Dan Penguasaan Lahan Pedesaan di Jawa Barat: Antara Resiko dan Penggunaan Remitan” (Jurnal MIMBAR DEMOKRASI Jurusan ISP FIS UNJ. Vol. 12 No. 1, edisi April 2012; ”Migrasi Tenaga Kerja Internasional Perempuan dan Penguasaan Lahan Pedesaan: Kasus Tipe Komunitas Desa Sawah di Jawa Barat” (Jurnal Ilmiah FORUM PASCASARJANA IPB, akan diterbitkan pada Vol. 35 No.3, Juli 2012); ”Migrasi Internasional Dan Diaspora” (Jurnal SPATIAL Vol 7. No 2. Okt 2009. Jurusan Geografi FIS UNJ); ”Migrasi Tenaga Kerja Perempuan Indonesia di Luar Negeri: Menyoal Antara Teori dan Praktek” (Jurnal REGION Vol 2. No 4 Maret 2011FKIP UNISMA); “Sistem Perekonomian Masyarakat Pedesaan: Mencoba Keluar Dari Hegemoni Globalisasi Melalui Perspektif Modal Sosial” (Jurnal Ilmiah MIMBAR DEMOKRASI. Vol.8 Nomor 2. April. 2009. Jurusan ISP FIS UNJ); “Potret Buram Buruh Kontrak JawaDeli di Sumatra”.(Jurnal LONTAR Vol.5 No. 1.Jan-Juli 2008. Jurusan Sejarah FIS UNJ);“Fenomena Strategi Nafkah Keluarga Nelayan: Adaptasi Ekologis Di xvii Cikahuripan-Cisolok Sukabumi” (Jurnal SOSIALITA Vol.9.No.1, Juni 2011. FIS UNJ). Berkat dukungan penuh Ketua Komisi Pembimbing disertasi, dua artikel yang merupakan bagian dari disertasi penulis diterima untuk dipresentasikan secara lisan dalam XIII-World Congress of Rural Sociology (WCRS) di Lisbon-Portugal, tgl 29 Juli- 4 Agustus 2012 dan sesi presentasi-poster pada Asian Population Asociation 2nd Congres di Bangkok-Thailand pada tanggal 26-29 Agustus 2012. xviii DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ........................................................................................ i DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xxiii DAFTAR BOKS .......................................................................................... xxvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xxvii I. II. PENDAHULUAN ………………………………………………… 1 1.1.Latar Belakang …………………………………………..... 1 1.2. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian ....................... 5 1.3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ........................................... 6 1.4. Novelty ................................................................................... 7 TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 9 2.1. Teoritisasi Migrasi Internasional .............................................. 9 2.2. Migrasi Internasional: Antara Tindakan Rasional Weber-Coleman, Embedded-Granovetter ......................................................................... 11 2.3. Gender, Pembagian Peran Dalam Rumahtangga dan Akses Tarhadap Lahan ............................................................................................ 15 2.3.1. Gender Sebagai Konstruksi Sosial .............................................. 15 2.3.2. Pembagian Peran Dalam Keluarga ................................................. 18 2.3.3. Gender Dan Akses Perempuan Terhadap Lahan ........................ 23 2.4. Migrasi Internasional: Dari Narasi Struktur Agraria Ke Penguasaan Lahan ....................................................... 27 2.5.Penelusuran Terhadap Penelitian Sejenis dan Posisi Peneliti .... 30 2.6.Alur Pemikiran Studi ........................................................... 33 xix III. IV. V. METODOLOGI PENELITIAN .................................................... 36 3.1.Paradigma Penelitian ................................................................ 36 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................. 37 3.3. Pendekatan Penelitian ............................................................. 39 3.4. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 40 3.5. Unit Analisis dan Analisis Data .......................................... 45 SETING SOSIAL EKONOMI DAN KARAKTERISTIK MIGRAN PEREMPUAN DESA PANYINGKIRAN-CIHERANG.... 49 4.1.Kabupaten Karawang – Purwakarta: Representasi Kultur Sunda Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat ................................................. 49 4.2.Kondisi Sosio-Geografis dan KependudukanDesa Panyingkiran – Ciherang............................................................... 4.2.1. Desa Panyingkiran............................................................. 4.2.2. Desa Ciherang.................................................................... 54 54 62 4.3. Penguasaan Lahan Desa Panyingkiran-Ciherang: Potret Ketimpangan dan Kemiskinan ........................................... 66 4.4. Sejarah Migrasi dan Kondisi Migran Desa Panyingkiran-Ciherang.. 4.4.1. Antara Migran Perintis-Pengikut-Penerus............................. 4.4.2. Pendidikan dan Keterampilan Migran Perempuan Desa Panyingkiran-Ciherang....................... 72 74 82 4.5.Negara Tujuan bekerja dan Dinamika Jumlah Migran ............... 86 4.6.Magnet Nagri Arab:Lain Kapok Kalah Beuki Gawok ................ 96 4.7. Memudarnya Norma dan Melemahnya Peran Agama ................ 100 4.8. Ikhtisar .............................................................................................. 111 MIGRASI INTERNASIONAL PEREMPUAN DAN PENGUASAAN LAHAN PEDESAAN ....................................... 115 5.1. Rasionalitas dan Makna Lahan .................................................. 115 5.2. Pemanfaatan Remiten: Antara Konsumtif-Produktif dan Sosial-Keagamaan................................................. .......... 138 xx VI. 5.3. Lahan dan Tradisi Ngamumule-Mulasara ........................... 149 5.4. Ikhtisar................................................................................ 151 MIGRASI INTERNASIONAL PEREMPUAN DAN KESETARAAN GENDER .............................................................................................. 154 6.1. Migrasi dan Perubahan Peran Dalam Rumahtangga....................... 154 6.2. Pergeseran Beberapa Fungsi Sosialisasi-Internalisasi Keluarga: Membanding Keluarga Migran-Non Migran.................................... 164 6.2.1. Keluarga Migran.................................................................. 165 6.2.2. Keluarga Non-Migran.......................................................... 168 6.3. Rapuhnya Ikatan Keluarga: Resiko Pilihan Bekerja ....................... 171 6.4. Ikhtisar ............................................................................................. 175 VII. SIMPULAN DAN REKOMENDASI .............................................. 179 7.1. Simpulan Tataran Empirik ........................................................... 179 7.2.Simpulan Tataran Teoritik ............................................................ 180 7.3. Rekomendasi ................ ............................................................. 181 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 184 LAMPIRAN xxi DAFTAR TABEL No Teks Halaman 2.1. Keterkaitan Antara Teori Sosio-Migrasi Internasional ........................... 14 2.2. Akses Perempuan Pedesaan Terhadap Sumberdaya............................... 26 2.3. Penelitian Sejenis dan Posisi Peneliti....................................................... 32 3.1. Rincian Dan Jumlah Responden ............................................................. 42 3.2. Responden Berdasarkan Pendidikan ...................................................... 43 3.3. Responden Berdasarkan Kelompok Umur ............................................. 43 3.4. Responden Berdasarkan Status Perkawinan ........................................... 43 3.5. Responden Berdasarkan Pengalaman Bekerja ........................................ 44 3.6. Keterkaitan Antara Pokok-Isu Penelitian Dengan Jenis-Teknik-Analisis.. 48 4.1. Negara Tujuan Bekerja Migran .................................................................. 53 4.2. Kondisi Sosio-Geografis Desa Panyingkiran-Ciherang ........................... 54 4.3. Penduduk Usia Produktif Desa Panyingkiran.......................................... 60 4.4. Lembaga Pendidikan, Guru, dan Siswa................................................... 62 4.5. Komposisi Jumlah Penduduk dan KK Desa Ciherang ................................ 64 4.6. Mobilitas Penduduk Desa Ciherang......................................................... 65 4.7. Komposisi Penggunaan Lahan Desa Ciherang ........................................ 65 4.8. Pendidikan Yang Ditamatkan Penduduk Desa Ciherang ...................... 66 4.9. Pemilik Tanah Guntai Desa Panyingkiran........................................... 69 4.10. Komposisi Jenis Mata Pencaharian .................................................... 70 4.11. Perbedaan Antara Migran Generasi Perintis, Pengikut dan Penerus.... 75 4.12. Pendidikan Migran Perempuan Asal Desa Panyingkiran-Ciherang.... 84 4.13. Keterkaitan Antara Seting Sosial Ekonomi Pedesaan Dengan Dorongan Melakukan Migrasi Internasional dari Desa Panyingkiran-Ciherang. 87 4.14. Negara Tujuan Bekerja Migran Perempuan Indonesia Tahun 2007-2009 .. 88 xxii 4.15. Jumlah Tenaga Kerja Kabupaten Karawang yang Bekerja Di Luar Negeri Tahun 2007-2010 .................................................................. 91 4.16. Sebaran Migran Perempuan Desa Ciherang Berdasarkan Negara Tujuan .. 92 4.17. Pemberangkatan TKI Perempuan Kab. Purwakarta Tahun 2008-2010 ..... 93 4.18. Sikap Yang Dihadapi Migran Waktu Pertama Bekerja ............................. 108 4.19. Masalah Yang Sering Dialami di Tempat Bekerja .............................. 108 4.20. Keterkaitan Antara Seting Sosial Ekonomi dengan dorongan Melakukan Migrasi .................................................................................. 113 5.1. Pemanfaatan Tanah Darat oleh Keluarga Migran .......... .................... 118 5.2. Alasan Pembelian Lahan Bagi Migran.................................................. 120 5.3. Penguasaan Lahan oleh Migran Perempuan Desa Panyingkiran-Ciherang.. 128 5.4. Pemanfaatan Remitan Hasil Bekerja di Arab ....................................... 141 5.5. Bentuk Penyelewengan Suami Migran Dan Cara Penyelesaian ........... 144 5.6. Pola Pemanfaatan Remitan Tipe Keluarga Rikrik-Gemi..................... 146 6.1. Pembagian Peran Dalam Rumahtangga Migran .................................... 155 6.2. Pengambilan Keputusan Pada Rumahtangga Migran Perempuan .......... 157 6.3. Perbedaan Dalam Menjalankan Fungsi Keluarga Antara Keluarga Non-Migran Dengan Migran .................................................................... 6.4. Kasus Yang dialami Keluarga Migran Perempuan .............................. 165 173 xxiii DAFTAR GAMBAR No. Teks Halaman 2.1. Alur Pikir Studi....................................................................................... 35 2.2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin .....58 4.3 Perekonomian Non-Pertanian Desa Panyingkiran.................................. 59 4.4. Pemilik Lahan Pertanian Desa Panyingkiran tahun 2010........ ............... 68 4.5 Alur Pengiriman Migran Perempuan Dari Desa Panyingkiran-Ciherang 81 4.6. Penempatan TKI di Luar Negeri .......................................................... 87 4.7. Negara Tujuan Bekerja Migran Perempuan Indonesia ........................ 89 4.8. Negara Tujuan Bekerja Migran Perempuan Indonesia ........................ 90 5.1 Pembelian Lahan Oleh Migran Perempuan Desa PanyingkiranCiherang................................................................................................. 116 5.2 Jumlah Pembelian Tanah Darat Oleh Migran Perempuan...................... 117 5.3 Pembelian Tanah Sawah oleh Migran Perempuan Desa PanyingkiranCiherang Tahun 1990-2010.................................................................... 118 xxiv DAFTAR BOKS No. Teks Halaman 1. Para Petani Tunakisma dan Optimalisasi Lahan Pertanian ... ....... 71 2. Pergeseran The Bread Winner ................................................... 163 3. Resiko Migrasi: Hancurnya Rumahtangga ................................ 175 xxv DAFTAR LAMPIRAN No Teks Halaman 1. Tahun Keberangkatan Migran, Pembelian Lahan ................. 191 2. Pembelian Lahan Dengan Rentang Waktu 5 Tahunan............ 195 3. Masa Kerja Migran Per-2 tahun....................................... ....... 198 4. Pendidikan Yang Bisa Ditamatkan Anggota Keluarga Migran... 201 5. Foto-foto Kegiatan Penelitian ....................................................... 204 6. Peta Lokasi Penelitian ................................................................... 209 xxvi 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Migrasi tenaga kerja internasional yang dilakukan perempuan dari Desa Panyingkiran dan Desa Ciherang-Jawa Barat sudah berlangsung sejak tahun 1980-an, mereka bekerja pulang pergi ke Negara-negara Timur Tengah, khususnya ke Negara Arab Saudi. Secara sosiologismigrasi internasional bisa dimaknai sebagai salah satu tindakan rasional individu sebagai strategi dalam menghadapi kesulitan hidup yang dihadapi rumahtanggamasyarakat pedesaan. Dihadapkan kepada berbagai kesulitan hidup, setiap individu dan rumahtangga dari berbagai lapisan sosial akan memiliki strategi yang berbeda pula. Upaya untuk bisa keluar dari berbagai kesulitan penghidupan tersebut oleh Ellis (2000), Owusu (2007), Wahyuni (2000), dee Haan (2000) disebut sebagai ”survival strategy” dan ”coping strategy” yang bisa diartikan sebagai suatu strategi nafkah yang dilakukan sebuah rumahtangga miskin atau “wirang” (Kolopaking, 2000)ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Tindakan ekonomi ini disengaja oleh rumahtangga untuk memuaskan sebagian besar kebutuhan dasar, paling tidak pada level yang minimum, sesuai dengan norma sosial dan budaya masyarakat. Lebih rinci Ellis (2000) menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan rumahtangga untuk bisa bertahan hidup dan meningkatkan standar hidup antara lain berupa: (1) meningkatkan produktivitas lahan seperti intensifikasi dan ekstensifikasi pada lahan pertanian; (2) pembagian tugas untuk mencari nafkah antara suami, istri, dan anak; (3) menjalin kerjasama dengan anggota komunitas dalam upaya mempertahankan jaminan sosial masyarakat; (4) menjalin hubungan patron-klien; (5) melakukan migrasi untuk bekerja, baik di kota maupun menjadi tenaga kerja ke luar negeri. Bagi rumahtangga yang memiliki keterbatasan akses dan lahan pertanian, salah satu strategi yang banyak dilakukan anggota keluarga adalah melakukan pilihan terakhir yaitu dengan cara mengirim salah seorang anggota keluarga, biasanya anak perempuan yang belum kawin atau istri untuk menjadi tenaga kerja internasional ke luar negeri. Kesempatan untuk bekerja di luar negeri terbuka untuk laki-laki dan perempuan seiring dengan banyaknya permintaan dari negara-negara maju dan kaya di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, tetapi peluang pekerjaan paling besar adalah sebagai tenaga pembantu rumahtangga (PRT) yang diisi oleh perempuan muda, baik yang berstatus belum menikah maupun sudah menikah. Tenaga kerja internasional yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah perempuan dari Desa Panyingkiran Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang dan Desa 2 Ciherang Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta, yaitu dua desa yang sejak tahun 1980an banyak mengirim tenaga kerja terutama perempuan ke negara kawasan Timur Tengah khususnya Arab Saudi. Negara Arab Saudi menjadi tujuan tradisional utama migran perempuan dari Jawa Barat, karena merupakan negara awal tujuan tenaga kerja Indonesia, juga karena terdapat Kota Mekah yang merupakan tujuan ibadah haji Umat Islam. Bagi masyarakat Jawa Barat (etnis Sunda) yang kuat pemahaman agama Islamnya (secara tradisional) melakukan ibadah haji atau umroh selain menjalankan kewajiban salahsatu rukun Islam yang kelima, juga memiliki prestise luar biasa dan penting bagi status sosial individu atau keluarga dalam masyarakat. Atas dasar paparan tersebut, maka fokus dalam penelitian ini adalah migran perempuan yang bekerja di Negara Timur Tengah, khususnya mereka yang pernah bekerja di Negara Arab Saudi. Fakta empiris membuktikan bahwa migrasi internasional didominasi oleh kaum perempuan pedesaan atau apa yang dinamakan feminisasi migrasi, padahal selama ini perempuan seringkali dipersepsikan sebagai kaum yang lemah, tidak berdaya, bekerja pada ranah reproduktif-domestik, dan apabila bekerja pun seringkali dianggap sebagai pencari nafkah tambahan keluarga(the second bread winner). Terlebih perempuan dari etnis Sunda yang selama ini dipersepsikan sebagai “pondok lengkahna; awewe kudu jiga dulang tinande”, yang secara harfiah berarti perempuan memiliki keterbatasan dalam melangkah atau bergerak jika dibandingkan dengan laki-laki, perempuan juga harus bersikap menerima pemberian dari lakilaki yang menjadi suaminya.Persepsi yang cenderung memarjinalkan perempuan tersebut saat ini sudah tidak tepat lagi, karena dalam tataran realita, banyak perempuan yang justru menjadi pencari nafkah utama (the bread winner), dan menjadi “penyelamat” ekonomi keluarga, salah satunya dengan cara menjadi migran internasional. Bekerja di luar negeri dalam waktu yang cukup lama memerlukan keberanian luar biasa, keputusannya selain atas pertimbangan rasional individu migran (Weber, 1964), Coleman (1992), juga melibatkan persetujuan dan dukungan anggota keluarga (Massey, 1990b). Bagi perempuan yang sudah menikah, kepergian ke luar negeri bertambah berat karena mereka mempunyai peran sebagai istri dan ibu rumahtangga yang secara sosiologis dan agama dituntut kehadirannya dalam rumahtangga. Dalam pemikiran sosiologi ekonomi klasik dari Weber (1964); dan diinterpretasi ulang oleh Coleman (1992) tentang teori pilihan rasional (rational 3 choice theory) 1 tindakan aktor untuk memutuskan bekerja keluar negeri didasarkan kepada pertimbangan rasional individu. Artinya bahwa tindakan perempuan untuk melakukan migrasi ke luar negeri mengarah pada satu tujuan yaitu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, dan tujuan itu ditentukan juga oleh nilai atau pilihan (preference) yang dipilih dengan pertimbangan rasional. Dalam pemaknaan Weber (1964), dan Coleman (1992) peran individu sebagai aktor sangat penting karena untuk menafsirkan masyarakat harus didasarkan kepada pola-pola tindakan bermakna dari anggota-anggotanya yaitu individu, kehidupan sosial juga tidak memiliki entitasnya sendiri-sendiri tetapi meliputi strategi yang disusun oleh individu-individu yang bertindak rasional dengan memperhitungkan tindakan-tindakan individu yang lain. Keputusan tindakan rasional migran perempuan untuk bekerja di luar negeri selain karena terbatasnya lapangan pekerjaan, ketiadaan akses pemilikan lahan, keinginan untuk memperbaiki status sosial ekonomi, dalam prakteknya paling tidak dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu: (1) selalu memperhatikan pertimbangan dan persetujuan keluarga; (2) keberhasilan migran sebelumnya; dan (3) informasi sertanetworking yang terbentuk. Melalui pendekatan kausalitas kumulatif (cumulative causation), Massey (1990b) memandang bahwa terbentuknya jaringan migrasi melalui model pelembagaan migrasi internasional yang berkelanjutan merupakan suatu cara untuk mengembangkan aktivitas migrasi secara lebih progresif. Menurut Massey (1990b) paling kurang terdapatenam faktor potensialyang secara kumulatif dapat dipengaruhi oleh aktivitas migrasi internasional yang terjadi. Keenam faktor tersebut adalah: (1) distribusi pendapatan; (2) distribusi lahan; (3) organisasi pertanian; (4) kebudayaan; (5) distribusi regional dari modal manusia; dan (6) perubahan-pelabelan sosial. Apa yang dikonsepsikan Massey dalam konteks ini secara substantif menjadi relevan untuk menganalisis migrasi perempuan pedesaan di Jawa Barat, yang menjadi fokus dalam penelitian ini. 1 Akar dari tradisi teori pilihan rasional berasal dari pemikiran ekonomi neo-klasik yaitu pemikiran utilitarianisme dari Adam Smith dan Max Weber. Pandangannya adalah bahwa pengambilan dan penetapan sebuah keputusan tentang suatu tindakan akan melibatkan sejumlah pilihan masuk akal (rational choice) yang bisa diambil setelah mempertimbangkan kehadiran sejumlah faktor lain. Dalam rangka memproduksi sebuah tindakan, seorang individu dapat memanipulasi, memanfaatkan ataupun sekedar mempertimbangkan kehadirannya. Dalam perspektif sosiologi yang lebih baru, teori pilihan rasional diusung oleh James S. Coleman (1992) dalam Ritzer (2007:391), yang menyebutnya sebagai “paradigma tindakan rasional”. Menurut Coleman, teori pilihan rasional adalah satusatunya teori yang mungkin menghasilkan integrasi berbagai paradigma sosiologi, dimana pendekatannya beroperasi mulai dari dasar metodologi individualisme dan dengan menggunakan teori pilihan rasional sebagai landasan tingkat mikro untuk menjelaskan fenomena tingkat makro. 4 Kepulangan migran ke daerah asal dengan membawa remitan mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan komunitas masyarakat sekitar. Secara empiris berbagai studi yang pernah dilakukan membuktikanhal tersebut. Penelitian Mantra (1998; 2000, 2001) menemukan bahwa migrasi internasional tenaga kerja perempuan ke Arab Saudi di Kabupaten Cilacap dan Bawean, memiliki dampak positif antara lain meningkatkan ekonomi keluarga, berubahnya perilaku konsumsi keluarga, terjadinya mobilitas sosial melalui perubahan status sosial ekonomi keluarga migran. Aktivitas migrasi juga secara tidak langsung ikut mempengaruhi terjadinya perubahan-perubahan perilaku masyarakat yang ditandai dengan perubahan perilaku konsumsi dan berkembangnya kehidupan ekonomi di sekitar daerah migran, seperti yang ditemukan Kolopaking (2000) di Banyumas dan Sukabumi. Penelitian Wulan (2010) di Purwokerto, Wonosobo, dan Cianjur, menunjukkan bahwa migrasi internasional buruh migran perempuan (BMP) secara ekonomi meningkatkan kesejahteraan keluarga migran juga meningkatkan keberdayaan perempuan migran melalui remitan sosial yang dimiliki mereka. Pemanfaatan remitan yang dihasilkan selain untuk pemenuhan berbagai kebutuhan dasar keluarga, sebagian ada yang digunakan untuk berbagai pemenuhan kebutuhan yang bersifat produktif seperti modal berusaha dan bekerja, membeli lahan – tanah darat dan sawah – biaya pendidikan anggota keluarga. Ketertarikan migran untuk memanfaatkan remitan kepada lahan karena pertimbangan bahwa lahan sebagai sumber daya, bagi penduduk pedesaan yang bermata pencaharian sebagai petani, memiliki nilai ekonomi, dan sekaligus nilai sosi0-religius yang tinggi ditengah berbagai pengaruh kapitalisme yang berimplikasi kepada deagrarianization, depeasantization, derulalization (Soetarto, 2012). Pun demikian, bagi masyarakat pedesaan di Jawa Barat, lahan juga memiliki sisi historis dan politik yang mendalam karena lahan mengkategorisasi struktur sosial masyarakat, bahkan menjadi penyebab ketimpangan di masyarak

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Extraction of Paddy Rice Field by Applying Tasselled Cap, NDVI, and RVI of Landsat TM 7(Case Study in Karawang, West Java, Indonesia)
0
23
120
Gender relation and fertility In Neglasari Village, Jasinga Sub-District, Bogor Regency, West Java Province
0
7
140
Spatial Multi Criteria Analysis for Determining Paddy Field Availability in Cianjur Regency, West Java, Indonesia
0
4
7
Sustainable Rice Field to Assure Food Security in Garut Regency, West Java
0
2
17
LAND SUITABILITY AND DYNAMIC SYSTEM MODELLING TO DEFINE PRIORITY AREAS OF SOYBEAN PLANTATION IN PADDY FIELDS IN KARAWANG, WEST JAVA
0
3
14
Land use planning of paddy field using geographic information system and land evaluation in West Lombok, Indonesia
0
5
10
GENDER, POVERTY AND PEASANT HOUSEHOLD SURVIVAL STRATEGIES A CASE STUDY IN DRY LAND VILLAGE IN WEST JAVA
0
4
14
Agricultural Sustainability and Economic Activities in a Highland Village in West Java, Duration of Land Use Cycles in the Highlands
0
7
25
MULTICRITERIA ANALYSIS AND REMOTE SENSING FOR FLOOD HAZARD DELINEATION IN PADDY FIELD LAND UTILIZATION (A CASE STUDY OF LOWER CITARUM WATERSHED, WEST JAVA)
0
5
11
Gender in Sustrainabilityin of Local Organizations and inrtitutions (A Case in Two Upland Village of West Java)
0
2
5
Access to land in Sundanese Community : Case Study of Upland Peasant Hausehold in Kemang Village, West Java Indonesia
0
3
6
Remote sensing and land suitability analysis to establish local specific inputs for paddy fields in Subang, West Java
0
2
14
Environment and Migration in West Sumatra.
0
0
1
LAND SUITABILITY AND DYNAMIC SYSTEM MODELLING TO DEFINE PRIORITY AREAS OF SOYBEAN PLANTATION IN PADDY FIELDS IN KARAWANG, WEST JAVA
0
0
14
Land Conversion Pattern and The Protection Strategies of Paddy Field in Sukabumi
0
0
15
Show more