Feedback

Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket

Informasi dokumen
IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 20 TAHUN 2011 DALAM PENERBITAN IJIN USAHA MINIMARKET SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1) Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Administrasi Negara Oleh: Chyntia Wulandari Padang 100903103 DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014 1 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA HALAMAN PERSETUJUAN Skripsi ini disetujui untuk diperbanyak dan dipertahankan oleh : Nama : Chyntia Wulandari Padang NIM : 100903103 Departemen : Ilmu Administrasi Negara Judul : Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket Medan, Juli 2014 Ketua Departemen Dosen Pembimbing Ilmu Administrasi Negara Drs.M.Ridwan Rangkuti M.Si Drs.M.Husni Thamrin Nasutin,M.Si NIP.196110041986011001 NIP.196401081991021001 Dekan FISIP USU Prof.Dr.Badaruddin,M.Si NIP.196805251992031002 2 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan anugerah terbesar, semangat dan ketekunan kepada penulis selama masa penyelesaian skripsi yang berjudul “Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket”. Adapun penulisan skripsi ini sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan sarjana di Departemen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebagai suatu karya ilmiah, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengaharapkan adanya kritik maupun saran yang sifatnya membangun demi perbaikan skripsi ini. Selama penulisan skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bantuan, bimbingan, semangat dan dorongan, baik itu secara moral maupun secara materil dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih sedalamdalamnya kepada pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pengerjaan skripsi ini, hanya Tuhan Yesus Kristus yang dapat membalasnya. Skripsi ini saya dedikasikan untuk semua pihak yang telah banyak membantu, yaitu : 1. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara , Bapak Prof.Dr.Badaruddin, M.Si. 2. Ketua Departemen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Bapak Drs. M. Husni Thamrin Nasution, M.Si. 3. Kepada Ibu Elita Dewi, M.SP selaku Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Negara FISIP USU dan selaku dosen wali yang memberikan bimbingan kepada saya selama perkuliahan. 4. Kepada Bapak Drs. M. Ridwan Rangkuti, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang selalu meluangkan waktu dan memberikan masukan yang membangun dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini. 5. Seluruh Dosen di Departemen Ilmu Administrasi Negara FISIP USU yang telah memberikan banyak ilmu selama perkuliahan. i Universitas Sumatera Utara 6. Staff administrasi di Departemen Ilmu Administrasi Negara FISIP USU, khusus untuk Kak Dian dan Kak Mega yang telah banyak membantu penulis dalam urusan administrasi. 7. Untuk Bapak Drs. M. Syahfrudin, M.Si selaku Sekretaris BPPT Kota Medan yang telah bersedia meluangkan waktu dan banyak memberikan informasi kepada penulis untuk keperluan penyusunan skripsi ini. 8. Untuk Bapak Drs. Abdul Rahim, M.Si selaku Kepala Seksi Usaha Perdagangan dan Kemitraan Disperindag Kota Medan yang juga telah banyak memberikan bantuan dan informasi kepada penulis selama penelitian. 9. Untuk Bapak Muhammad Fahmi selaku Kepala Seksi Tata Letak dan Perncanaan Dinas TRTB Kota Medan yang juga telah banyak memberikan bantuan dan informasi kepada penulis selama penelitian. 10. Untuk seluruh Pegawai BPPT Kota Medan, Disperindag Kota Medan, dan Dinas TRTB Kota Medan yang sangat ramah dan berbaik hati dalam memberikan setiap data dan informasi yang dibutuhkan peneliti. 11. Untuk kedua orang tua saya Bapak S. Padang dan Ibu R. Br Barus, terima kasih sedalam-dalamnya untuk semua doa, nasehat dan dukungan yang diberikan dalam penyelesaian skripsi ini. Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang kalian berikan untukku, terima kasih untuk pengorbanan kalian yang tiada habisnya. Doa kalian yang mengantarku ke jalan kesuksesan. Semoga Bapak dan Mamak selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dari Tuhan Yesus Kristus. Amin. 12. Untuk abangku, Andika Surya Dena Padang, adik-adikku Andini Almasari Padang dan Jherico Barrera Padang, terima kasih untuk dukungan kalian selama ini dalam hal apapun dan semoga sukses buat kita semua. Amin. 13. Untuk sahabatku Firmadona Rajagukguk, terimakasih buat persahabatan yang luar biasa dalam Yesus Kristus. 14. Untuk adik-adikku Nathan Christoff: Afrylia Sitorus, Marconi Sitompul, Eny Sibuea, dan Ananda Tampubolon, terimakasih buat persekutuan dan cinta kasih di dalam Kristus. 15. Untuk adik-adik PIPAku: Peselia Sagala, Gita Tarigan, dan Indra Simamora, terimakasih untuk persekutuan dan dukungannya. ii Universitas Sumatera Utara 16. Untuk sahabat-sahabatku: Hanna Lubis, Windy Sitohang, dan Lasmaida Panjaitan, terima kasih untuk hari-hari yang telah kita lalui bersama. Kalian yang mengajarkan aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terima kasih untuk dukungan, saran dan masukan, semangat, doa, canda tawa, suka duka, terima kasih untuk setiap permasalahan yang pernah kita alami bersama, yang membuat kita jadi lebih dewasa. Terima kasih untuk kebersamaan kita selama ini, jalan kesuksesan telah membentang di depan kita. 17. Untuk teman-teman Magang saya di Desa Sei Musam Kendit, Zudika Manullang, Anya Manurung, Ira Purba, Mariance Hasibuan, Nurhayati, Dewi, Yanan Silalahi, Dion Sitompul, Fritz, Dedy Sembiring, Imam, dan Farid, terimakasih buat kebersamaan kita di desa yang luar biasa. 18. Kepada seluruh teman-teman AN 2010 yang selalu menemani penulis dalam masa perkuliahan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih untuk kebersamaan kita setiap hari nya, terima kasih untuk semuanya . Sukses buat stambuk 2010 “AN Satu AN Jaya”. Medan, Juli 2014 Penulis, Chyntia Wulandari Padang iii Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR .i DAFTAR ISI .iv DAFTAR TABEL.vii DAFTAR GAMBAR.vii DAFTAR LAMPIRAN.viii ABSTRAK BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang.1 I.2 Fokus Masalah.5 I.3 Rumusan Masalah.6 I.4 Tujuan Penelitian .6 I.5 Manfaat Penelitian.7 I.6 Kerangka Teori.7 I.6.1 Kebijakan Publik.8 I.6.1.1 Pengertian Kebijakan Publik.8 I.6.1.2 Proses Kebijakan Publik.9 I.6.2 Implementasi Kebijakan Publik.10 I.6.2.1 Pengertian Implementasi Kebijakan Publik.10 I.6.2.2 Model Implementasi Kebijakan Publik.11 iv Universitas Sumatera Utara I.6.3 Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011.25 I.7 Defenisi Konsep.29 I.8 Operasionalisasi Konsep.31 I.9 Sistematika Penulisan.32 BAB II METODE PENELITIAN II.1 Bentuk Penelitian .34 II.2 Lokasi Penelitian .34 II.3 Informan Penelitian.35 II.4 Populasi dan Sampel.35 II.5 Teknik Pengumpulan Data.36 II.6 Teknik Analisa Data.37 II.7 Pengujian Keabsahan Data.38 BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN III.1 Profil Kota Medan.39 III.2 Gambaran Kondisi Satuan Perangkat Kerja Daerah.44 BAB IV PENYAJIAN DATA IV.1 Karakteristik Informan.53 IV.1.1 Identitas Informan Kunci.53 v Universitas Sumatera Utara IV.1.2 Identitas Informan Utama.53 IV.2 Penyajian Data Tentang Implementasi Peraturan Walikota .Medan Nomor 20 Tahun 2011 Khusus Minimarket.55 IV.3 Data Sekunder.67 BAB V ANALISIS DATA V.1 Gambaran Implementasi Kebijakan Berdasarkan Variabel.71 BAB VI PENUTUP VI.1.Kesimpulan .79 VI.2.Saran.81 DAFTAR PUSTAKA.87 LAMPIRAN vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Identitas Informan Berdasarkan Jenis Kelamin.54 Tabel 4.2 Identitas Informan Berdasarkan Tingkat Pendidikan.54 vii Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1. Model Implementasi Kebijakan Van Meter dan Van Horn.13 Gambar 1.2. Model Implementasi Kebijakan George C. Edward III.14 Gambar 1.3. Model Implementasi Kebijakan Mazmanian dan Sabatier.23 Gambar 1.4. Model Implementasi Kebijakan Grindle.25 Gambar 2.1. Teknik Pengambilan Data.36 Gambar 3.1. Struktur Organisasi Pemko Medan.42 Gambar 3.2. Struktur Organisasi BPPT Kota Medan.45 Gambar 3.3. Struktur Organisasi Disperindag Kota Medan.47 Gambar 3.4. Struktur Organisasi Dinas TRTB Kota Medan.49 Gambar 4.1. Pojok Informasi.59 Gambar 4.2. Ruang Tunggu.59 Gambar 4.3. Kotak Saran.62 Gambar 4.4. Skematik Proses Perijinan.66 Gambar 4.5. Dua bangunan Minimarket berdiri sangat berdekatan.67 Gambar 4.6. Minimarket.68 Gambar 4.7. Supermarket.68 Gambar 4.8. Hypermarket.69 Gambar 4.9. Department Store.69 Gambar 4.10. Perkulakan.69 Gambar 4.11. Indomaret.70 viii Universitas Sumatera Utara Gambar 4.12. Alfamart.70 Gambar 4.13. Alfamidi.70 ix Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Hasil Wawancara Lampiran 2 Daftar Pegawai BPPT Kota Medan Lampiran 3 Daftar Minimarket yang telah mengurus ijin di Kota Medan Lampiran 4 Contoh Formulir Ijin Usaha Perdagangan (Minimarket) Lampiran 5 Contoh Formulir Ijin Gangguan (Ho) Lampiran 6 Contoh Formulir Permohonan Tanda Daftar Perusahaan Lampiran 7 Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern Lampiran 8 Peraturan Walikota Medan Nomor 23 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Trsdisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern Lampiran 9 Peraturan Walikota Medan Nomor 47 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Trsdisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern x Universitas Sumatera Utara ABSTRAK IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 20 TAHUN 2011 DALAM PENERBITAN IJIN USAHA MINIMARKET Nama : Chyntia Wulandari Padang Departemen : Ilmu Administrasi Negara Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas : Universitas Sumatera Utara Dosen Pembimbing : Drs. M. Ridwan Rangkuti, M.Si Implementasi kebijakan merupakan wujud dari tahapan dari suatu kebijakan publik yang sudah dirumuskan. Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 merupakan terobosan untuk meningkatkan penataan aspek ekonomi dalam rangka peningkatan ekonomi kerakyatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui bagaimana proses Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket. Di dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis kualitatif dengan maksud yang memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah atau fenomena-fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan, kemudian menggambarkan fakta-fakta dan menjelaskan keadaan dari objek penelitian yang sesuai dengan kenyataan sebagaimana adanya dan mencoba menganalisa untuk memberikan kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Sekretaris BPPT Kota Medan, Kepala Seksi Usaha Perdagangan dan Kemitraan Disperindag Kota Medan, dan Kepala Seksi Tata Letak dan Perencanaan Dinas TRTB Kota Medan, dan Informan utama yaitu 4 orang masyarakat yang mengurus ijin usaha Minimarket di BPPT Kota Medan. Dari hasil penelitian Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket diperoleh bahwa terdapat kendala utama dalam pelaksanaan kebijakan/peraturan walikota Medan ini, yakni dalam aspek kejelasan isi kebijakan yang dilihat dari ketidaksesuaian Perwal dengan hukum di atasnya yang seharusnya menjadi acuannya (Permendag No. 58/2008). Hal ini dibuktikan dari kaburnya kewenangan dari Disperindag yang seharusnya berperan sebagai dinas yang memberikan rekomendasi hasil analisis kondisi sosial ekonomi sebagai salah satu syarat penerbitan sebuah ijin usaha untuk Minimarket, sekarang tidak dimuat lagi di dalam perubahan Perwal, dan tidak sesuainya surat ijin yang dikeluarkan dengan yang termuat di Perwal dimana disebutkan surat yang dikeluarkan adalah IUTM dan kenyataan di lapangan surat yang dikeluarkan adalah SIUP, Ho, dan TDP, sehingga dibutuhkan perbaikan-perbaikan ke depannya yang mengacu pada ekonomi kerakyatan. ___________________ Kata-Kata Kunci (Keywords): Implementasi Kebijakan, Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011, Penerbitan Ijin Usaha Minimarket. xi Universitas Sumatera Utara ABSTRAK IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 20 TAHUN 2011 DALAM PENERBITAN IJIN USAHA MINIMARKET Nama : Chyntia Wulandari Padang Departemen : Ilmu Administrasi Negara Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas : Universitas Sumatera Utara Dosen Pembimbing : Drs. M. Ridwan Rangkuti, M.Si Implementasi kebijakan merupakan wujud dari tahapan dari suatu kebijakan publik yang sudah dirumuskan. Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 merupakan terobosan untuk meningkatkan penataan aspek ekonomi dalam rangka peningkatan ekonomi kerakyatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui bagaimana proses Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket. Di dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis kualitatif dengan maksud yang memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah atau fenomena-fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan, kemudian menggambarkan fakta-fakta dan menjelaskan keadaan dari objek penelitian yang sesuai dengan kenyataan sebagaimana adanya dan mencoba menganalisa untuk lewat keputusan bersama aktor-aktor politik untuk pencapaian tujuan negara secara utuh dengan cara pemanfaatan yang strategis terhadap sumber daya-sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah-masalah publik atau pemerintah. Kebijakan publik yang dimaksud akan dipakai dalam penelitian ini ialah Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket. 2. Implementasi Kebijakan Implementasi kebijakan adalah berbagai kegiatan yang dilakukan merealisasikan program, dimana eksekutif berperan mengatur untuk cara dalam mengorganisir, menginterpretasikan, dan menerapkan kebijakan yang telah diseleksi. Adapun indikator yang digunakan untuk menganalisis implementasi kebijakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: - Kejelasan Isi Kebijakan Sebuah kebijakan yang diambil oleh pembuat kebijakan haruslah mengandung konten yang jelas dan konsisten. - Sumber Daya Kebijakan perlu dukungan sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya non-manusia. - Disposisi Implementor Kecenderungan perilaku atau karakteristik dari pelaksana kebijakan berperan penting untuk mewujudkan implementasi kebijakan yang sesuai dengan tujuan atau sasaran. Karakter penting yang harus dimiliki oleh pelaksana kebijakan misalnya kejujuran dan komitmen yang tinggi. Universitas Sumatera Utara - Komunikasi (Communication) dan Koordinasi Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan. Sementara itu, komunikasi kebijakan berarti merupakan proses penyampaian informasi kebijakan dari pembuat kebijakan (policy makers) kepada pelaksana kebijakan. Sedangkan, koordinasi adalah praktik pelaksanaan kekuasaan dan kerjasama antarpihak yang mempunyai kewenangan. - Struktur Birokrasi Struktur birokrasi yang terlalu panjang dan terfragmentasi akan cenderung melemahkan pengawasan dan menyebabkan prosedur birokrasi yang rumit dan kompleks yang selanjutnya akan menyebabkan aktivitas organisasi menjadi tidak fleksibel. 3. Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Merupakan kebijakan pemerintah daerah (dalam hal ini walikota Medan) untuk mengatur ekonomi daerah yang berbasiskan ekonomi kerakyatan sehingga tidak mematikan pasar tradisional dan pedagang kecil. I.8. Operasionalisasi Konsep Adapun operasionalisasi konsep yang digunakan peneliti dalam rangka mempermudah dalam mengumpulkan data yang akan dibutuhkan peneliti lewat penyusunan daftar wawancara adalah sebagai berikut: 1. Kejelasan isi kebijakan a. standar dan sasaran kebijakan b. target pencapaian Universitas Sumatera Utara c. implementor yang jelas 2. Sumber daya a. kemampuan sumber daya manusia pelaksana kebijakan b. ketersediaan sumber daya manusia, financial dan peralatan/fasilitas 3. Disposisi implementor a. persepsi pelaksana terhadap kebijakan b. respon pelaksana kebijakan c. tindakan pelaksana kebijakan 4. Komunikasi dan koordinasi a. kerjasama antarinstansi yang terkait b. batas-batas kewenangan organisasi/peran setiap agen 5. Struktur birokrasi a. Standar Operasional Prosedur (SOP) b. Pengawasan dan kontrol I.9. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab ini terdiri dari latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, defenisi konsep, dan sistematika penulisan. BAB II METODE PENELITIAN Bab ini berisi bentuk penelitian, lokasi penelitian, informan penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisi data. BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Universitas Sumatera Utara Bab ini menguraikan tentang gambaran umum mengenai karakteristik lokasi penelitian. BAB IV PENYAJIAN DATA Bab ini berisikan data-data yang diperoleh selama penelitian dilapangan dan dokumendokumen yang akan dianalisis. BAB V ANALISIS DATA Bab ini memuat analisa data yang diperoleh dari hasil penelitain dan memberikan interpretasi atas permasalahan yang diteliti. BAB VI PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran, bagian kesimpulan berisi jawaban atas masalah yang dikemukakan. Pemecahan masalah yang dinyatakan dalam bentuk saran. Universitas Sumatera Utara BAB II METODE PENELITIAN II.1. Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bentuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Danin (2002:41), penelitian deskriptif adalah penelitian yang memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah atau fenomenafenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan, kemudian menggambarkan faktafakta dan menjelaskan keadaan dari objek penelitian yang sesuai dengan kenyataan sebagaimana adanya dan mencoba menganalisa untuk memberikan kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3), penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. II.2. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Medan Jln. Jend. A. H. Nasution No. 32 Lt. II, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan, dan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara II.3. Informan Penelitian Penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi dari hasil penelitiannya. Oleh karena itu, pada penelitian kualitatif tidak dikenal adanya populasi dan sampel. Informan penelitian adalah subjek yang memahami informasi objek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami objek penelitian (Bungin, 2007:76). Informan penelitian ini ada dua macam, yaitu: 1. Informan kunci merupakan mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian, 2. Informan utama merupakan mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, Berdasarkan uraian tersebut, maka informan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas: 1. Informan kunci adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Medan, dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan. 2. Informan utama adalah masyarakat yang mengurus ijin usaha Toko Modern (khusus Minimarket). II.4. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (1994:57) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan ditetapkan kesimpulannya. Berdasarkan Universitas Sumatera Utara data yang diperoleh selama tahun 2012 hingga tahun 2013, jumlah minimarket yang terdaftar di Kota Medan adalah sebanyak 75 minimarket. Berdasarkan uraian tersebut, maka populasi dari penelitian ini adalah pengelolaan toko modern di seluruh kecamatan Kota Medan. Di dalam Singarimbun (2008:34), sampel diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian. Dengan kata lain, sampel adalah sebagian dari populasi yang mewakili populasi. Adapun teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling, yakni teknik penarikan sampel secara sengaja dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Cara pengambilan datanya adalah sebagai berikut: Kota Medan Jumlah Kecamatan 21 kecamatan Pemilik Toko Gambar 2.1. Teknik Pengambilan Data Sumber: Chyntia, 2014 (diolah sendiri oleh peneliti) II.5. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, untuk memperoleh data dan informasi, keteranganketerangan yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara 1. Teknik Pengumpulan Data Primer Yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung ke lokasi penelitian (field research) untuk mendapatkan data yang lengkap dan berkaitan dengan masalah yang diteliti. Data primer tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Metode Observasi yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap sejumlah acuan yang berkenaan dengan topik penelitian ke lokasi penelitian. b) Metode Wawancara yaitu teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara. 2. Teknik Pengumpulan Data Sekunder Yaitu pengumpulan data yang dilakukan melalui pengumpulan bahan-bahan kepustakaan yang dapat mendukung data primer. Data sekunder tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Studi Kepustakaan yaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan berbagai literatur seperti buku, dokumen, majalah, jurnal, internet dan berbagai bahan yang berhubungan dengan objek penelitian. b) Studi Dokumentasi yaitu dengan menggunakan catatan-catatan yang ada dalam lokasi penelitian serta sumber-sumber lain yang relevan dengan masalah penelitian. II.6. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu menguraikan serta menginterpretasikan peraturan ini? 15. Apakah sumber daya manusia/pegawai untuk melaksanakan peraturan ini sudah sesuai dengan kebutuhan? 16. Siapa saja yang terlibat dalam pencapaian peraturan walikota ini? 17. Adakah koordinasi dan kerjasama antar dinas terkait dilakukan untuk melaksanakan peraturan ini? Bagaimana kondisi/bentuk dari kerjasama tersebut? Universitas Sumatera Utara 18. Apa saja peranan/fungsi dari lembaga terkait untuk melaksanakan peraturan walikota ini? 19. Bagaimana alur kegiatan Standard Operaing Procedure (SOP) yang ada dalam melaksanakan peraturan ini? 20. Bagaimana pengawasan dan pengontrolan peraturan ini dilakukan? 21. Adakah dukungan atau bantuan dari luar pemerintah, masyarakat maupun kelompok-kelompok kepentingan lainya dalam melaksanakan peraturan ini? 22. Bagaimana tanggapan bapak mengenai banyaknya warnet yang tidak memiliki izin usaha? 23. Apa yang menyebabkan masih banyaknya pemilik warnet yang tidak mematuhi peraturan ini? 24. Apakah sanksi yang dikenakan terhadap pemilik warnet yang melanggar peraturan ini? 25. Apakah warnet yang memiliki izin usaha dan tidak memiliki izin usaha dikenakan sanksi yang sama? 26. Apakah yang menjadi kendala dalam melaksanakan peraturan ini? Universitas Sumatera Utara I. Informan Utama Pemilik Warnet yang Memiliki Izin Usaha 1. Nama : 2. Usia : 3. Jenis Kelamin : 4. Agama : 5. Suku : II. Daftar Pertanyaan 1. Apakah di warnet saudara/saudari sudah menggunakan perangkat lunak/program komputer yang memiliki lisensi? 2. Apakah di warnet saudara/saudari sudah memblokir situs porno, perjudian atau situs yang tidak sesuai dengan norma agama, sosial, kesusilaan dan hukum yang berlaku di Indonesia? 3. Apakah di dalam perangkat komputer saudara/saudari tidak mengandung data , dokumen ataupun file yang melanggar normanorma yang ada di Indonesia? 4. Apakah di warnet saudara/saudari memasang sekat pembatas/bilik di tidak melebihi dari 150 cm? 5. Apakah penerangan yang ada di warnet saudara/saudari sudah cukup memadai untuk melakukan aktivitas di lingkungan warnet? Universitas Sumatera Utara 6. Apakah di warnet saudara/saudari sudah dilengkapi dengan kamar kecil, tempat pembuangan sampah, saluran pembuangan limbah dan ketersedian air bersih yang memadai? 7. Jam brapakah warnet saudara buka dan tutup beroperasi? 8. Apakah ada anak sekolah/pelajar bermain pada saat jam pelajaran sekolah? 9. Apakah saudara/saudari mengetahui adanya peraturan walikota ini? 10. Pernahkah Dinas Kominfo ataupun instansi pemerintah Kota Medan melakukan sosialisasi terhadap peraturan ini? 11. Bagaimana cara Dinas Kominfo ataupun instansi pemerintah Kota Medan terkait melakukan sosialisasi tersebut? 12. Bagaimana cara saudara/saudari mendapatkan surat izin usaha warnet? 13. Apa kesulitan yang dihadapi saat mengurus surat izin usaha warnet? 14. Apakah saudara/saudari mengetahui sanksi jika melanggar peraturan ini? 15. Apakah saudara/saudari menyetujui peraturan ini? Apa alasan saudara/saudari? Universitas Sumatera Utara I. Informan Utama Pemilik Warnet yang Tidak memiliki Izin Usaha 1. Nama : 2. Usia : 3. Jenis Kelamin : 4. Agama : 5. Suku : II. Daftar Pertanyaan 1. Apakah di warnet saudara/saudari sudah menggunakan perangkat lunak/program komputer yang memiliki lisensi? 2. Apakah di warnet saudara/saudari sudah memblokir situs porno, perjudian atau situs yang tidak sesuai dengan norma agama, sosial, kesusilaan dan hukum yang berlaku di Indonesia? 3. Apakah di dalam perangkat komputer saudara/saudari tidak mengandung data , dokumen ataupun file yang melanggar normanorma yang ada di Indonesia? 4. Apakah di warnet saudara/saudari memasang sekat pembatas/bilik di tidak melebihi dari 150 cm? 5. Apakah penerangan yang ada di warnet saudara/saudari sudah cukup memadai untuk melakukan aktivitas di lingkungan warnet? 6. Apakah di warnet saudara/saudari sudah dilengkapi dengan kamar kecil, tempat pembuangan sampah, saluran pembuangan limbah dan ketersedian air bersih yang memadai? Universitas Sumatera Utara 7. Jam brapakah warnet saudara buka dan tutup beroperasi? 8. Apakah ada anak sekolah/pelajar bermain pada saat jam pelajaran sekolah? 9. Apakah saudara/saudari mengetahui adanya peraturan walikota ini? 10. Pernahkah Dinas Kominfo ataupun instansi pemerintah Kota Medan melakukan sosialisasi terhadap peraturan ini? 11. Bagaimana cara Dinas Kominfo ataupun instansi pemerintah Kota Medan terkait melakukan sosialisasi tersebut? 12. Kenapa saudara/saudari tidak mengurus surat izin usaha warnet? 13. Apakah saudara/saudari mengetahui sanksi yang akan diterima jika melanggar peraturan ini? 14. Apakah saudara/saudari menyetujui peraturan ini? Apa alasan saudara/saudari? Universitas Sumatera Utara I. Informan Tambahan Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Medan 1. Nama : 2. Usia : 3. Jenis Kelamin : 4. Jabatan : II. Daftar Pertanyaan 1. Apakah bapak mengetahui adanya peraturan walikota ini? 2. Apakah ada koordinasi dan kerjasama antar dinas terkait untuk melaksanakan peraturan ini? 3. Siapa saja yang terlibat dalam koordinasi dan kerjasama tersebut? 4. Bagaimana bentuk koordinasi dan kerjasama tersebut? 5. Apakah fungsi/tugas Satpol PP dalam melaksanakan peraturan ini? 6. Darimana sumber dana untuk melaksanakan peraturan ini? 7. Apakah sumber dana tersebut cukup memadai? 8. Apakah sumber daya manusia/personil Satpol PP cukup memadai untuk melaksanakan peraturan ini? 9. Apa yang menjadi kendala dalam melaksanakan peraturan ini? Universitas Sumatera Utara I. Informan Tambahan Kepala Seksi Perizinan Umum Badan Pelayanan Perizinan Terpadu kota Medan 1. Nama : 2. Usia : 3. Jenis Kelamin : 4. Jabatan : II. Daftar Pertanyaan 1. Bagaimana cara/langkah mengurus surat izin usaha warnet? 2. Bagaimana tanggapan bapak mengenai banyaknya usaha warnet yang tidak memiliki izin usaha? 3. Apa yang menjadi kesulitan dalam mengurus surat izin usaha warnet? 4. Apakah bapak mengetahui adanya peraturan walikota ini? 5. Apakah ada koordinasi dan kerjasama antar dinas terkait untuk melaksanakan peraturan ini? 6. Siapa saja yang terlibat dalam koordinasi dan kerjasama tersebut? 7. Bagaimana bentuk koordinasi dan kerjasama tersebut? 8. Darimana sumber dana untuk melaksanakan peraturan ini? 9. Apakah dana tersebut sudah cukup memadai? 10. Apakah sumber daya manusia/pegawai sudah cukup memadai? 11. Apakah tugas/fungsi Badan Perizinan Usaha dalam melaksanakan peraturan ini? 12. Apa yang menjadi kendala untuk melaksanakan peraturan ini? Universitas Sumatera Utara I. Informan Tambahan Pelanggan Warnet 1. Nama : 2. Usia : 3. Jenis Kelamin : 4. Agama : 5. Suku : II. Daftar Pertanyaan 1. Apakah di warnet saudara/saudari bermain sudah menggunakan perangkat lunak/program komputer yang memiliki lisensi? 2. Apakah di warnet saudara/saudari bermain memblokir situs judi dan situs porno ataupun situs lainnya yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di Indonesia? 3. Apakah di dalam perangkat komputer saudara/saudari bermain tidak mengandung data , dokumen ataupun file yang melanggar normanorma yang ada di Indonesia? 4. Apakah saudara mengetahui adanya warnet berbilik/sekat pembatas yang memiliki tinggi bilik/sekat pembatas melebihi 150cm? 5. Apakah penerangan yang ada di warnet saudara/saudari bermain sudah cukup memadai untuk melakukan aktivitas di lingkungan warnet? Universitas Sumatera Utara 6. Apakah di warnet saudara/saudari bermain sudah dilengkapi dengan kamar kecil, tempat pembuangan sampah, saluran pembuangan limbah dan ketersedian air bersih yang memadai? 7. Jam brapakah warnet saudara bermain buka dan tutup beroperasi? 8. Apakah saudara/saudari pernah melihat ada anak sekolah/pelajar bermain pada saat jam pelajaran sekolah? 9. Apakah saudara/saudari mengetahui adanya peraturan walikota ini? 10. Pernahkah saudara/saudari melihat Dinas Kominfo ataupun instansi pemerintah Kota Medan melakukan sosialisasi terhadap peraturan ini? 11. Apakah saudara/saudari menyetujui peraturan ini? Apa alasan saudara/saudari? Universitas Sumatera Utara I. Informan Tambahan Masyarakat Sekitar Warnet 1. Nama : 2. Usia : 3. Jenis Kelamin : 4. Agama : 5. Suku : II. Daftar Pertanyaan 1. Apakah saudara mengetahui peraturan walikota ini? 2. Apakah anda pernah melihat pelajar bermain di warnet pada saat jam sekolah? 3. Apakah warnet di sektiar tempat anda tinggal membatasi jam operasionalnya? 4. Apakah saudara/saudari mengetahui masih adanya warnet berbilik yang memasang tinggi bilik melebihi 150cm? 5. Apakah saudara pernah melihat ataupun mengetahui Dinas Kominfo ataupun instansi Pemerintah Kota Medan melakukan sosialisasi terhadap peraturan ini? 6. Apakah anda pernah melihat dinas pemerintahan melakukan razia ataupun mendatangi warnet untuk melakukan pengawasan dan pengontrolan? Universitas Sumatera Utara
Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket Bentuk Penelitian Lokasi Penelitian Informan Penelitian Data Sekunder PENYAJIAN DATA Disposisi Disposition Karakteristik Masalah, terdiri atas; Fokus Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Identitas Informan Kunci Identitas Informan Utama Isi Kebijakan , mencakup: Lingkungan Kebijakan , mencakup: Karakteristik Kebijakan , yang terdiri atas; Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Standar dan sasaran kebijakan Sumber daya Hubungan antarorganisasi Karakteristik agen pelaksana Kondisi sosial, ekonomi, dan politik Komunikasi Communication Sumber Daya Resources Model Implementasi Kebijakan Publik A. Model Van Meter dan Van Horn
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Dalam Penerbitan Ijin Usaha Minimarket

Gratis