Analisis Konsep Peningkatan Standar Mutu Technovation Terhadap Kemampuan Bersaing UD. Kayfa Interior Funiture Jember.

 2  192  9  2017-02-11 03:59:40 Report infringing document

  Semua perusahaan, baik manufaktur maupun jasa akan selalu melibatkan suatu sistem produksi. Selalu ada fungsi operasi dalam semua bidang usaha. Sistem produksi adalah wahana yang dipakai dalam mengubah masukan-masukan (input) sumberdaya untuk menciptakan barang dan jasa yang bermanfaat. Mengetahui posisi sistem produksi yang penting ini, maka sudah seharusnya setiap pemilik perusahaan memberi perhatian intensif serta memanajemen sistem produksi dengan baik. Karena hal itu merupakan kunci untuk keberhasilan dan keberlangsungan suatu usaha. Pada bidang furniture misalnya, saat ini dengan semakin mudahnya produk-produk interior furniture dari negeri China yang memasuki pasar Indonesia membuat para pengusaha furniture pribumi sedikit kesulitan memasarkan produk mereka. Keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang teknologi, kreatifitas, dan jiwa wirausaha menyebabkan mereka kalah bersaing di pasaran. Hal itulah yang melandasi pemahaman bahwa pentingnya penerapan technovation dalam industri furniture. Sebab, jika pengusaha tidak mampu memahami hal ini, maka usahanya tidak akan mampu bersaing dan bertahan lama.

  Technology innovation, entrepreneurship, dan technology management merupakan tiga aspek yang terkandung dalam

  teknik peningkatan standar mutu Technovation. Ketiga aspek ini saling bergantung dan terkait satu sama lain untuk menciptakan kualitas atau mutu yang telah ditentukan serta kunci agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk pesaing di pasar. Peneliti melihat fenomena unik yang terjadi pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Saat didirikan pada sekitar awal tahun 2010, pemilik mendapat berbagai pesanan furniture rumah tangga dari konsumennya. Dengan sistem pemasaran mouth to mouth, produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang berupa lemari televisi, lemari pakaian, bedroom set, dan desk set diproduksi berdasarkan pesanan dari konsumennya. Dari berbagai produk tersebut, yang paling banyak menarik minat konsumen adalah bedroom set dan desk set. Penjualan terus meningkat hingga tahun 2011. Namun di tahun 2012, penjualan mulai menurun dan pada akhirnya perusahaan harus vakum di awal tahun 2013 hingga pertengahan 2013 dikarenakan tidak adanya pesanan.

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan konsep peningkatan standar mutu technovation pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember sebagai faktor keberhasilan kemampuan bersaing . Dalam penelitian ini digunakan analisis data deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil wawancara dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan technology innovation, entrepreneurship, dan technology management telah dilaksanakan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah produk yang dipesan dari konsumen UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Perusahaan hanya perlu mempertimbangkan kembali perlunya pemenuhan imbalan ekstrinsik berupa kompensasi tidak langsung kepada pekerja yaitu jaminan sosial dan asuransi yang belum diberikan.

  Kata Kunci: entrepreneurship, technology innovation, technology management, dan technovation

Abstract

The objective of this research to analyze the implementation of concept of improved quality standard technovation in UD.

  

Kayfa Interior Furniture Jember as the success factor of competitive ability. The research used descriptive analyzed data

with interview and observation as data collection method. The interview results in this research summarize that the

implementation of technology innovation, entrepreneurship, and technology management is going well. This summarize is

proven by increases of UD. Kayfa Interior Furniture Jember consumers ordered products amount. The company must to

evaluate the needed of accomplishment of indirect compensation's extrinsic of retaine to the employee that is social

surety and assurance that haven't done.

  Keywords: entrepreneurship, technology innovation, technology management, and technovation

Analisis Konsep Peningkatan Standar Mutu Technovation Terhadap Kemampuan

Bersaing UD. Kayfa Interior Funiture Jember.

  

(Analysis Of Concept Of Improved Quality Standard Technovation To Competitive

Ability Products UD. Kayfa Interior Furniture Jember)

Mahaddiyah Rahmi, Didik Pudjo Musmedi, Handriyono Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Jember

  Jln. Kalimantan 37, Jember 68121 E-mail: mahaddiyahrahmi@gmail.com

Abstrak

Pendahuluan

  Pemilik mencoba mencari penyebab hal tersebut. Pemilik mangadakan riset pasar dengan mencari informasi mengenai model furniture yang sedang tren dan diminati masyarakat melalui internet maupun dengan cara mendatangi pameran-pameran mebel dan furniture di Kota Surabaya dan Malang.

Metode Penelitian Desain Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Informan

Metode Analisis Data

  Dari hasil wawancara, studi pustaka serta didukung oleh data lainnya, maka peneliti akan mendapatkan jawaban dari rumusan masalah penelitian.

  sebagai responden dikarenakan pemilik dianggap paling mengerti tentang apa yang terjadi pada perusahaannya.

  bedroom set, dan desk set. Alasan pemilihan pemilik

  Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai penerapan teknik peningkatan standar mutu technovation terhadap kemampuan bersaing UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah menentukan responden yang dibutuhkan. Responden yang dipilih terdiri dari pemilik sekaligus pemimpin perusahaan, pekerja tetap di bidang operasional perusahaan, dan konsumen UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang pernah memesan salah satu dari 3 produk yang dipilih peneliti, yaitu kitchen storage,

  Dalam penelitian ini dilakukan analisis deskriptif untuk mengolah data ayng didapat. Analisis data deskriptif adalah cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi (Faisal, 2013).

  Berdasarkan riset pasar tersebut, pemilik menyadari kurangnya inovasi untuk membuat produk baru yang sesuai dengan minat calon konsumen. Dari segi bahan baku, model dan warna produk membutuhkan inovasi dan ide kreatif yang lebih, agar mampu menarik minat calon konsumen. Pemilik mengawali dengan menawarkan produk baru berupa kitchen storage di pertengahan tahun 2013. Ternyata, produk tersebut banyak menarik minat calon konsumen dari UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Hal ini mampu menjadi parameter kemampuan bersaing dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember, yang mana mampu menaikkan tingkat penjualan dan pendapatan yang didapat dengan adanya inovasi terhadap produk-produk yang ditawarkan. Kunci dari keberhasilan UD. Kayfa Interior Furniture Jember untuk kembali berproduksi dan mendapatkan pesanan dinilai sebagai penerapan aspek-aspek penting dalam technovation. Adanya inovasi produk dalam suatu bisnis terbukti memiliki dampak positif terhadap produktivitas perusahaan-perusahaaan Spanyol yang dikemukakan pada penelitian Veronica Fernandez Gual dan Agusti Segarra Blasco (2013). Begitu juga pada penelitian Maria Laura Parisi, Fabio Schiantarelli, dan Alessandro Sembenelli (2002), hasil yang didapat adalah proses inovasi memiliki dampak besar pada produktivitas perusahaan-perusahaan di Italia. Demikian juga pada penelitian Ahmad Vian Abdul Fatah (2013) pada UKM Batik Deden Tasikmalaya, membuktikan bahwa perubahan keunggulan bersaing dipengaruhi oleh inovasi produk dan orientasi pasar . Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu inilah, peneliti menilai fenomena pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember menarik untuk diteliti lebih jauh.

  Informan dari penelitian ini adalah pemilik perusahaan, pekerja operasional perusahaan dan konsumen dari perusahaan.

  Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer mencakup jawaban hasil wawancara dengan informan dari penelitian ini, sedangkan data sekunder merupakan hasil penelitian dari berbagai pihak yang berhubungan dengan tema penelitian ini. Adapun sumber data untuk data primer didapatkan dari proses wawancara dengan informan, sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari hasil browsing internet.

  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengertian deskriptif menurut Nazir (dalam Bungin, 2013) adalah suatu metode untuk meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, kondisi, sistem pemikiran ataupun peristiwa pada masa sekarang dengan tujuan untuk membuat suatu gambaran secara sistematis, aktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat- sifat serta hubungan antar fenomena yang diteliti.

  ketiga produk ini adalah karena ketiganya merupakan produk yang paling banyak dipesan oleh konsumen UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Selain itu, produk kitchen storage merupakan produk baru yang ditawarkan UD. Kayfa Interior Furniture Jember kepada calon konsumennya dan mendapat apresiasi yang baik. Berbagai penjelasan tersebut kemudian melandasi perlunya dilakukan penelitian tentang analisis konsep peningkatan standar mutu technovation terhadap kemampuan bersaing produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember.

  storage, bedroom set, dan desk set. Alasan pemilihan

  dipilih oleh peneliti ada 3 jenis produk yaitu kitchen

  technovation terhadap beberapa produk saja. Produk yang

  Fokus penelitian ini adalah analisis terhadap konsep peningkatan standar mutu technovation terhadap kemampuan bersaing produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Peneliti hanya ingin mengetahui lebih detail pelaksanaan aspek-aspek technovation pada perusahaan sehingga mampu kembali berproduksi. Peneliti memfokuskan penerapan teknik peningkatan standar mutu

Hasil Penelitian

  • Kitchen Storage : membutuhkan waktu lebih lama pada proses pemotongan dan pemasangan dikarenakan desain yang rumit.
  • Bedroom Set: membutuhkan waktu lebih lama pada proses pewarnaan dikarenakan ukuran produk yang besar dan terdiri dari banyak komponen.
  • Desk Set: waktu yang dibutuhkan normal dan relatif cepat pengerjaannya dibandingkan produk lainnya.

  2. Pekerja operasional tetap UD. Kayfa Interior Furniture Jember.

  4 Ada atau tidak adanya perbedaan dalam proses pembuatan ketiga produk Perbedaan dalam proses pembuatan ketiga produk terletak pada lamanya waktu yang dibutuhkan pada proses produksi tertentu, rinciannya adalah :

  3 Produk yang paling rumit pengerjaannya Kitchen Storage Kitchen Storage

  b) Desk Set a)Bedroom Set b) Desk Set

  a) Bedroom Set

  b) Produk yang paling sedikit membutuhkan bahan baku utama

  2 a) Produk yang paling banyak membutuhkan bahan baku utama

  1 Produk yang paling banyak diproduksi Kitchen Storage Kitchen Storage

  No Poin Pertanyaan Nama Responden Aan David

  Tabel 1. Rangkuman Jawaban Wawancara Responden Pekerja Operasional Tetap UD. Kayfa Interior Furniture Jember

  bahwa saudara Qomarudin sudah baik dalam pelaksanaannya yang ditunjukkan dengan tepatnya waktu pengiriman yang sesuai perjanjian dengan konsumen, pengawasan kegiatan produksi yang dilakukan, dan masih berfungsinya peralatan produksi dengan baik walau telah digunakan kurang lebih selama 5 tahun. Hasil wawancara menunjukkan bahwa aspek-aspek dalam konsep peningkatan standar mutu technovation telah dilaksanakan dengan baik yang terbukti dari peningkatan hasil penjualan dan kisaran pendapatan yang meningkat.

  Sedangkan alasan pemilihan pekerja tetap di bidang operasional perusahaan sebagai responden dikarenakan mereka telah bekerja sejak perusahaan berdiri. Para pekerja ini dianggap sudah sangat paham dengan proses produksi dari pembuatan produk kitchen storage, bedroom set dan

  technology management secara keseluruhan menunjukkan

  Hasil wawancara aspek entrepreneurship secara keseluruhan menunjukkan bahwa saudara Qomarudin juga sudah baik dalam pelaksanaan aspek ini, yang ditunjukkan dengan cara saudara Qomarudin untuk memperlakukan pekerjanya. Kegiatan diskusi sebelum produksi dengan pekerjanya untuk mendapatkan tambahan ide atau perubahan untuk produknya merupakan salah satu bentuk motivasi kepada mereka. Begitu juga dengan cara saudara Qomarudin mempertahankan konsumennya, telah dilaksanakan dengan baik. Hasil wawancara aspek

  pengembang perumahan. Tidak hanya inovasi produk dalam bentuk produk baru yang ditawarkan, namun juga inovasi proses yang ditunjukkan dalam proses pemasaran produknya.

  furniture, tapi juga melakukan kerja sama dengan

  menunjukkan bahwa saudara Qomarudin telah baik dalam melakukannya yang ditunjukkan dengan penawaran desain produk dan warna yang menarik kepada calon konsumennya . Inovasi dapat dilakukan dengan selalu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk untuk kegiatan pemasaran dari suatu produk. Saudara Qomarudin memanfaatkan media sosial sebagai salah satu wadah promosinya dikarenakan dianggap mudah dan murah serta dapat merespons konsumen dengan cepat. Selain itu, saudara Qomarudin juga mencari referensi tidak hanya dengan browsing maupun membaca majalah interior

  technology innovation secara keseluruhan jawaban

  1. Pemilik sekaligus Pimpinan UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Hasil wawancara dengan saudara Qomarudin untuk aspek

  membeli kitchen storage, bedroom set atau desk set dikarekan mereka dianggap sebagai penilai utama atas kualitas produk-produk tersebut. Uraian wawancara tiap responden dijadikan kunci dengan mengacu pada daftar pertanyaan yang telah dibuat oleh peneliti. Adapun uraian hasil wawancara sebagai berikut :

  desk set. Untuk alasan pemilihan konsumen yang pernah

  Perbedaan proses produksi diantara ketiga produk tersebut adalah proses pewarnaan. Proses pewarnaan yang paling membutuhkan waktu lama adalah untuk produk bedroom set.

  No Poin Pertanyaan Nama Responden Aan David

  Sumber: Responden Pekerja Operasional Tetap UD. Kayfa Interior Furniture Jember (2015) Hasil keseluruhan dari jawaban wawancara kepada responden menunjukkan bahwa pernyataan dari pemilik adalah benar dan sesuai dengan kenyataan.

  Desain yang bagus, kualitas bahan yang baik serta pemasangan furniture yang rapi. Hal ini dikarenakan meski sudah digunakan selama hampir 3 tahun, kondisi produk masih baik dan menarik.

  Desain yang bagus dan cat furniture yang berkualitas baik dan dapat disesuaikan keinginannya. Hal ini dikarenakan jika di toko lain, tidak bisa memilih warna yang dikehendaki. Selain itu meski sudah hampir 4 tahun digunakan, cat furniture masih tampak seperti baru.

  4 Keunikan yang dilihat atau didapatkan dari produk yang dibeli dan alasannya

  Bedroom Set Kitchen Storage Desk Set

  3 Jenis produk yang dibeli dari UD. Kayfa Interior Furniture Jember

  Kualitas yang baik serta adanya kebutuhan akan produk yang dibeli saat itu

  Desain yang menarik serta adanya keinginan untuk mempunyai produk yang yang dibeli saat itu

  Desain yang ditawarkan menarik serta warna furniture yang dapat disesuaikan dengan keinginan

  2 Faktor yang menyebabka n melakukan pembelian

  Tetanggga yang merupakan saudara dari pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember Akun bbm pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang merupakan teman sendiri

  Kayfa Interior Furniture Jember yang merupakan saudara sendiri.

  1 Asal muasal mengetahui produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember untuk pertamakali Pemilik UD.

  No Poin Pertanyaan Nama Responden Titik Farida Adnan

  3. Pembeli produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember Tabel 2. Rangkuman Jawaban Wawancara Responden Konsumen UD. Kayfa Interior Furniture Jember

  11 Perusahaan sering mengalami keterlambatan pengiriman produk pesanan atau tidak Perusahaan jarang sekali mengalami keterlambatan pengiriman produk pesanan kepada konsumennya Perusahaan jarang sekali mengalami keterlambatan pengiriman produk pesanan kepada konsumennya

  5 Proses produksi yang paling lama pengerjaannya Proses paling lama adalah proses pewarnaan furniture

  b) Jenis punishment yang paling sering diberikan adalah berupa teguran

  punishment yang paling sering diberikan adalah berupa teguran a) Jenis reward yang sering diberikan adalah berupa bonus dan insentif b) Jenis punishment yang paling sering diberikan adalah berupa teguran a) Jenis reward yang sering diberikan adalah berupa bonus dan insentif

  10 a) Jenis reward yang paling sering diberikan adalah berupa bonus dan insentif

  Pemilik melibatkan pekerja dalam tahap awal pengerjaan produk.

  Pemilik melibatkan pekerja dalam tahap awal pengerjaan produk.

  9 Pemilik melibatkan pekerja atau tidak dalam tahap awal pengerjaan produk

  Pemilik memberi solusi untuk kesulitan yang dihadapi dengan cara memberi contoh atas proses pengerjaan yang sulit.

  Pemilik memberi solusi untuk kesulitan yang dihadapi dengan cara memberi bimbingan saat latihan.

  8 Pemilik memberi solusi atau tidak atas kesulitan yang dihadapi

  Bertanya kepada rekan kerja dan kepada pemilik

  7 Cara untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi Mengamati pemilik saat melakukan proses pewarnaan dan melakukan latihan sendiri.

  Proses pemasangan dan pewarnaan furniture merupakan proses yang paling sulit dikarenakan pengerjaannya membutuhkan konsentrasi tinggi dan ketelitian.

  6 Proses produksi yang paling sulit dan alasannya Proses pewarnaan furniture merupakan proses yang paling sulit dikarenakan pengerjaannya membutuhkan konsentrasi tinggi dan pengoperasian alat yang cukup rumit.

  Proses paling lama adalah proses pemasangan dan pewarnaan furniture

  Bahan utama yang baik serta pengerjaan yang rapi sehingga terlihat menarik. Hal ini dikarenakan meski sudah digunakan selama hampir 3 tahun, kondisi produk masih baik dan tidak mengalami jamuran serta pembubukan seperti produk merek lainnya.

  No Poin Pertanyaan Nama Responden Titik Farida Adnan

  furniture yang menyebabkan adanya produk baru yaitu kitchen storage dimana merupakan produk yang paling

  Harga yang ditawarkan sudah sesuai dengan kualitas produk yang didapatkan

  Harga yang ditawarkan sudah sesuai dengan kualitas produk yang didapatkan

  6 Produk yang dipesan dikirim tepat waktu atau tidak oleh perusahaan

  Produk pesanan dikirim tepat waktu oleh perusahaan Produk pesanan dikirim tepat waktu oleh perusahaan Produk pesanan dikirim tepat waktu oleh perusahaan

  Sumber: Responden Konsumen UD. Kayfa Interior Furniture Jember (2015)

  Hasil keseluruhan dari jawaban wawancara kepada responden menunjukkan bahwa produk UD. Kayfa Interior Funiture Jember mampu memenuhi ekspektasi kualitas dari konsumen mereka.

  Dalam penelitian yang telah dilakukan Droge dan Vickery (dalam Fatah, Maret 2013) ada tiga indikator yang digunakan untuk mengukur keunggulan bersaing, yaitu: 1) Keunikan Produk 2) Kualitas Produk 3) Harga yang bersaing Indikator pertama telah terpenuhi yang diketahui dari jawaban responden konsumen pada poin pertanyaan nomor 4 dalam tabel 4.14. Ketiga responden dapat menyebutkan keunikan yang mereka dapatkan dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang mereka beli. Responden pertama mengatakan bahwa selain desain yang menarik, cat furniture yang dapat disesuaikan dengan keinginannya merupakan keunikan yang ditawarkan oleh UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang tidak bisa didapatkan dari toko-toko mebel lainnya. Responden kedua dan ketiga sama-sama menilai bahwa kualitas yang baik merupakan keunikan yang mereka dapatkan dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Hal ini sekaligus menunjukkan terpenuhinya indikator kedua.

  innovation sebagai pendukung kemampuan untuk bersaing.

  banyak dipesan. Dari analisis hasil wawancara dengan pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember menunjukkan bahwa perusahaan tersebut baik dalam melaksanakan aspek technology

  5 Harga yang ditawarkan telah sesuai dengan kualitas yang didapatkan atau tidak Harga yang ditawarkan sudah sesuai dengan kualitas produk yang didapatkan

Pembahasan

  Menurut Hurley & Hult (dalam Hartini, Maret 2012) inovasi lebih merupakan aspek budaya organisasi yang mencerminkan tingkat keterbukaan terhadap gagasan baru. Dilain pihak kemampuan inovasi merupakan kemampuan organisasi untuk mengadopsi atau mengimplementasikan gagasan baru, proses dan produk baru. Hal ini telah tercermin dari kemampuan pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember dalam mengadopsi dan mengimplementasikan produk baru yang didapatkan dari hasil browsing internet dan majalah-majalah interior

  hanya sekedar fungsi saja yang menjadi sorotan calon konsumen, namun juga desain dan tampilan yang menarik, kini pun menjadi faktor yang dipertimbangkan sebelum memutuskan melakukan pembelian.

  Kayfa Interior Furniture Jember. Adapun untuk pelaksanaan technology innovation dapat diketahui bahwa inovasi merupakan hal yang penting dilakukan untuk keberlangsungan produksi suatu perusahaan, baik perusahaan berskala kecil maupun besar. Di era yang semakin maju dan modern ini, inovasi menjadi hal mutlak yang harus diterapkan di setiap bidang pada suatu perusahaan. Konsumen selalu menginginkan produk yang memiliki keunikan sehingga menarik minatnya untuk melakukan pembelian dan mengkonsumsi produk tersebut. Kemampuan suatu perusahaan untuk selalu mampu berinovasi dalam produksi perusahaannya akan menentukan kemampuannya bersaing dalam pasar dengan perusahaan-perusahaan lain. Tidak terkecuali bagi industri

  entrepreneurship, dan technology management pada UD.

  Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bagaimana pelaksanaan technology innovation,

  Indikator ketiga ditunjukkan dengan poin pertanyaan nomor 5 pada tabel 2. Dimana jawaban para responden menunjukkan harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang didapatkan dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Hal ini menunjukkan bahwa harga yang ditawarkan mampu bersaing.

  Penelitian ini didukung dengan penelitian terdahulu oleh Veronica Fernandez Gual dan Agusti Segarra Blasco (2013) yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa inovasi yang dihasilkan memiliki dampak positif pada produktivitas perusahaan-perusahaan di Spanyol. Begitu juga dengan hasil penelitian Maria Laura Panisi, Fabio Schiantarelli, dan Alessandro Sembenelli (2002) yang juga menyimpulkan bahwa proses inovasi memiliki dampak besar pada produktivitas perusahaan-perusahaan di Itali. Begitu juga dengan penelitian Sri Hartini (Maret 2012) dimana dikatakan bahwa inovasi yang tinggi baik itu inovasi proses maupun inovasi produk akan meningkatkan kemampuan perusahaan menciptakan produk yang berkualitas. Kualitas produk yang tinggi akan meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan.

  Untuk hasil penelitian pelaksanaan entrepreneurship pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember didapatkan kesimpulan bahwa seorang wirausahawan harus memiliki jiwa entrepreneurship dalam dirinya. Hal ini sangat diperlukan agar perusahaan yang dipimpinnya dapat berjalan dan diatur dengan baik, mampu menghadapi berbagai kesulitan, serta dapat mempertahankan

  interior furniture, inovasi pun mutlak diperlukan. Tidak keberlangsungan hidup perusahaan. Kemampuan

  entrepreneurship yang baik menjadi salah satu kunci sukses

  dari berhasilnya suatu perusahaan untuk terus bertahan dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain di pasar. Menurut Suryana (dalam Lestari, 2013) keberhasilan usaha atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh sifat dan kepribadianya . Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (dalam Lestari, 2013) wirausaha adalah orang yang berjiwa kreatif dan inovatif yang mampu mendirikan, membangun, mengembangkan, memajukan, dan menjadikan perusahaannya unggul. Dan Zimmerer (dalam Lestari, 2013) menyatakan kreativitas tidak hanya penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif, akan tetapi juga sangat penting bagi kelangsungan perusahaan.

  Entrepreneurship mengandung makna wiraswasta atau

  wirausaha yaitu cabang ilmu ekonomi yang mengajarkan bagaimana kita bisa mandiri dalam memulai suatu usaha dalam rangka mencapai profit serta mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki (Lestari, 2013). Dalam penelitian Sri Lestari (2013), Nickels mengatakan seorang pengusaha harus memiliki 5 indikator jiwa kewirausahaan, yaitu:

  1) Mengarahkan diri 2) Percaya diri 3) Berorientasi pada tindakan 4) Energik 5) Toleran terhadap ketidakpastian

  Berdasarkan analisis hasil jawaban dari pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember dapat dikatakan bahwa kelima indikator jiwa entrepreneurship tersebut telah terpenuhi.

  Indikator pertama dibuktikan dengan disiplin diri dari pemilik untuk selalu mengawasi langsung kegiatan proses produksi yang dilaksanakan oleh pekerjanya. Indikator kedua dibuktikan dengan kepercayaan diri dari pemilik untuk menawarkan produk barunya setelah vakum yaitu

  kitchen storage. Indikator ketiga ditunjukkan dengan

  semangat dari pemilik untuk mewujudkan visi dan misinya yang dimulai saat pertamakali mendirikan perusahaan. Selain itu, semangat untuk mengaktualisasikan produk

  kitchen storage sebagai produk yang paling banyak

  menarik minat calon konsumen yang ditunjukkan dengan seringnya produk tersebut untuk ditawarkan juga mengindikasikan pelaksanaan indikator jiwa kewirausahaan ketiga. Keaktifan pemilik dalam mempromosikan produknya melalui sistem mouth to mouth dan media sosial mengindikasikan indikator keempat jiwa kewirausahaan tampak pada diri pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Kemampuan dan kemauan untuk kembali berproduksi dari pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember membuktikan adanya indikator kelima dalam dirinya.

  Hasil dari penelitian Yulius Candra Yulianto dan E. Kusumadmo (2013), didapatkan bahwa intensitas kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pembelajaran fokus pasar. Kemampuan pembelajaran fokus pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensitas inovasi organisasi, berikutnya intensitas inovasi organisasi memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing berkelanjutan. Artinya bahwa, kemampuan

  entrepreneurship berpengaruh pada inovasi perusahaan

  yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan bersaing perusahaan. Dengan terpenuhinya kelima indikator dalam penelitian Sri Lestari (2013) dalam diri pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember menunjukkan bahwa kemampuan bersaing perusahaan dikarenakan pemenuhan indikator jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship yang baik dari diri pemilik.

  Selain indikator tersebut, kemampuan entrepreneurship yang baik juga dilihat dari kemampuan pemilik untuk memperlakukan pekerjanya dengan baik dan memuaskan. Dalam penelitian Ninuk Muljani (September, 2002) dikatakan bahwa dewasa ini, dengan semakin ketatnya tingkat persaingan bisnis, mengakibatkan perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup. Oleh karena itu perusahaan harus mampu bersaing dan salah satu alat yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah kompensasi. Jika program kompensasi dirasakan adil dan kompetitif oleh karyawan, maka perusahaan akan lebih mudah untuk menarik karyawan yang potensial, mempertahankannya dan memotivasi karyawan agar lebih meningkatkan kinerjanya, sehingga produktivitas meningkat dan perusahaan mampu menghasilkan produk dengan harga yang kompetitif. Pada akhirnya, perusahaan bukan hanya unggul dalam persaingan, namun juga mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya, bahkan mampu meningkatkan profitabilitas dan mengembangkan usahanya. Menurut Schuler dan Jackson (1999), Mondy, et al. (1999), Schermerhorn, et al. (1998), Robbins (1996), dan Siagian (1995) (dalam Muljani, September 2002), pada prinsipnya imbalan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu imbalan intrinsik dan imbalan ekstrinsik. Imbalan intrinsik yaitu imbalan yang diterima karyawan untuk dirinya sendiri. Biasanya imbalan ini merupakan nilai positif atau rasa puas karyawan terhadap dirinya sendiri karena telah menyelesaikan suatu tugas yang baginya cukup menantang. Teknik-teknik pemerkayaan pekerjaan, seperti pemberian peran dalam pengambilan keputusan, tanggung jawab yang lebih besar, kebebasan dan keleluasaan kerja yang lebih besar dengan tujuan untuk meningkatkan harga diri karyawan, secara intrinsik merupakan imbalan bagi karyawan.

  Bagi sebagian karyawan, harapan untuk mendapatkan uang adalah satu-satunya alasan untuk bekerja, namun yang lain berpendapat bahwa uang hanyalah salah satu dari banyak kebutuhan yang terpenuhi melalui kerja. Seseorang yang bekerja akan merasa lebih dihargai oleh masyarakat di sekitarnya, dibandingkan yang tidak bekerja. Mereka akan merasa lebih dihargai lagi apabila menerima berbagai fasilitas dan simbol-simbol status lainnya dari perusahaan dimana mereka bekerja. Dari uraian di atas dapat dikatakan, bahwa kesediaan karyawan untuk mencurahkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, tenaga, dan waktunya, sebenarnya mengharapkan adanya imbalan dari pihak perusahaan yang dapat memuaskan kebutuhannya. Imbalan ekstrinsik mencakup kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung dan imbalan bukan uang. Termasuk dalam kompensasi langsung antara lain adalah gaji pokok, upah lembur, pembayaran insentif, tunjangan, bonus; sedangkan termasuk kompensasi tidak langsung antara lain jaminan sosial, asuransi, pensiun, pesangon, cuti kerja, pelatihan dan liburan. Imbalan bukan uang adalah kepuasan yang diterima karyawan dari pekerjaan itu sendiri atau dari lingkungan psikologis dan/atau phisik dimana karyawan bekerja. Termasuk imbalan bukan uang misalnya rasa aman, atau lingkungan kerja yang nyaman, pengembangan diri, fleksibilitas karier, peluang kenaikan penghasilan, simbol status, pujian dan pengakuan (Muljani, September 2002).

  Pelaksanaan pemenuhan faktor intrinsik oleh pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember kepada pekerjanya ditunjukkan dengan cara pemilik perusahaan yang selalu melibatkan pekerjanya dalam diskusi sebelum proses produksi. Pekerja diberi kesempatan untuk memberikan ide bagi produk-produk perusahaan, yang menunjukkan adanya pemberian kesempatan pada pekerja untuk meningkatkan harga diri karyawan. Pemberian kebebasan dan keleluasaan untuk berlatih yang diketahui dari jawaban pekerja perusahaan juga merupakan unsur intrinsik yang dilaksanakan oleh pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember.

  Pelaksanaan pemenuhan faktor ekstrinsik oleh pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember kepada pekerjanya ditunjukkan dengan pemberian insentif dan bonus kepada mereka. Hal ini diakui oleh para pekerja yang ditunjukkan oleh jawaban pekerja pada hasil wawancara. Latihan yang dilakukan oleh pekerja bertujuan untuk mengembangkan kemampuannya juga menunjukkan pelaksanaan unsur ekstrinsik oleh pemilik.

  Tidak hanya pemenuhan imbalan saja yang harus diperhatikan , namun juga cara melakukan teguran harus diperhatikan agar tidak menyebabkan pemenuhan imbalan menjadi tidak dapat dirasakan oleh pekerja. Pemilik UD. Kayfa Interior memiliki hubungan yang baik dengan pekerjanya, sehingga pemenuhan imbalan intrinsik dilaksanakan dengan baik. Namun, pemilik juga menegur secara lisan kepada pekerjanya apabila pekerjanya melakukan kesalahan, seperti jawaban wawancara dari pekerja. Hal itu dilakukan untuk kesalahan ringan yang biasa dilakukan pekerja seperti terlambat datang bekerja atau membolos tanpa alasan.

  Walaupun tidak sepenuhnya cakupan dari unsur intrinsik dan ekstrinsik dilakukan oleh pemilik, perlakuan-perlakuan tersebut sudah mampu membuktikan bahwa kepuasaan pekerja terpenuhi yang ditunjukkan dengan kenyaman mereka berinteraksi dengan pemilik, seperti untuk menanyakan kesulitan yang mereka hadapi. Dari kepuasaan pekerja yang terpenuhi, maka kinerja pekerja akan meningkat, kualitas produk yang dihasilkan baik sehingga

  UD. Kayfa Interior Furniture Jember mampu bersaing. Hasil penelitian terakhir adalah mengenai pelaksanaan

  technology management pada UD. Kayfa Interior Furniture

  Jember. Kemampuan technology management yang baik sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan dalam kegiatan produksinya. Kemampuan technology management dalam kegiatan proses produksi sangat penting, agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar yang diharapkan konsumen, baik dari segi kualitas maupun delivery-nya.

  Menurut M. Irwan Padli Nasution (2014), dikatakan bahwa banyak perusahaan telah beralih ke perdagangan elektronik (e-commerce) akibat adanya Internet. Dalam menghadapi

  e-commerce ini, sistem informasi operasi bisnis dituntut

  untuk mampu menyediakan jawaban atas permasalahan berikut ini. Apakah tim manajemen organisasi telah terbiasa menggunakan Internet dan telah menyiapkan suatu visi dan misi bisnis dalam menghadapi perubahan lingkungan dan budaya akibat Internet tersebut? Apakah tim dalam organisasi telah bekerja secara teknis untuk mewujudkan visi dan misi tersebut? Apakah organisasi bisnis telah memulai berhubungan dengan pelanggan melalui Internet ? Apakah organisasi bisnis telah menyadari pentingnya sistem digital dan peralatan apa yang dibutuhkan jika sebagian besar pelanggan memilih berhubungan melalui media Web daripada dengan cara tradisional? Berdasarkan tulisan tersebut, permasalahan yang disajikan dapat dijawab dengan analisis hasil jawaban dari responden. Untuk permasalahan pertama, dapat dijawab dengan kemampuan pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember dalam menggunakan berbagai media sosial sebagai sarana pemasaran produk-produknya. Hal ini menunjukkan bahwa pemilik telah terbiasa menggunakan internet. Visi dan misi perusahaan juga menunjukkan kesiapan perusahaan dengan perubahan lingkungan dan budaya akibat internet. Perusahaan telah menyadari perubahan gaya hidup masyarakat saat ini, yang menyukai desain minimalis seperti tren di dunia. Untuk permasalahan kedua dapat dijawab dengan adanya SOP perusahaan yang juga dijaga pelaksanaannya oleh pemilik. Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi dalam perusahaan dilakukan secara teknis, sehingga ketepatan waktu pengiriman produk kepada konsumen dapat terjaga. Untuk pertanyaan selanjutnya, dapat dijawab dengan pernyataan pemilik akan akun media sosial yang dimilikinya serta pesanan yang banyak datang dari calon konsumen melalui akun media sosial tersebut. Hal ini membuktikan bahwa adanya interaksi yang intensif antara pemilik dengan calon konsumen. Untuk pertanyaan terakhir, dapat dijawab dengan adanya kesadaran pemilik akan pentingnya sistem digital serta peralatan yang dimiliki mengingat sebagian besar calon konsumennya lebih aktif di media sosial yang sedang booming. Pemilik tidak hanya memilih melakukan pemasaran melalui satu akun saja, tetapi juga beberapa akun media sosial yang lain. Menurut HBR (dalam M. Irwan Padli Nasution, 2014), teknologi informasi memainkan suatu peranan dalam banyak aspek bisnis perusahaan, dari pengembangan produk baru sampai mendukung penjualan dan pelayanan, dari menyediakan market intelligence sampai menyediakan alat untuk analisis pengam-bilan keputusan. Pernyataan tersebut mendukung analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dengan dipicu oleh semakin canggihnya teknologi informasi, pencarian dan penerapan konsep dan strategi bisnis baru telah menjadi sesuatu yang lazim dilakukan oleh pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Upaya ini perlu terus dilaksanakan agar perusahaan mampu memenangkan persaingan atau mempertahankan keunggulan produknya atas kompetitor- kompetitornya. Pada kenyataannya teknologi informasi telah mampu untuk mengkoordinasikan sistem pemasaran, sistem pemesanan, dan komponen-komponen lain dari sistem produksi UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang dapat membuat informasi keinginan calon konsumen dan konsumen dapat diakses dengan cepat dan akurat serta diikuti dengan keekonomisan biaya. Keberhasilan menggunakan dan mengelola teknologi informasi, atau dengan kata lain penerapan aspek technology management dari perusahaan, mempunyai arti penting bagi UD. Kayfa Interior Furniture Jember untuk beroperasi dan bersaing dengan perusahaan yang lain.

  Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan technology

  innovation pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember telah

  baik. Pelaksanaan aspek ini mampu membuat produk- produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember semakin dikenal luas, serta menunjukkan hasil yang positif bagi kemampuan bersaing perusahaan dengan perusahaan- perusahaan lain yang ditunjukkan dengan semakin banyaknya produk yang dipesan dan dijual oleh perusahaan. Berdasarkan wawancara dengan konsumen UD. Kayfa Interior Furniture Jember juga didapatkan hasil yang sejalan dengan hasil wawancara dengan pemilik perusahaan. Ketiga konsumen sama-sama memiliki ketertarikan dengan desain dan tampilan dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang menyebabkan mereka memilih untuk melakukan pembelian produk-produk perusahaan tersebut. Hal ini merupakan poin positif bagi perusahaan untuk terus meningkatkan inovasi mereka agar bisa semakin maju. Pelaksanaan entrepreneurship pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember sudah baik. Upaya pemenuhan unsur intrinsik dan ekstrinsik kepuasaan pekerja juga dilakukan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan cara pemilik perusahaan yang selalu melibatkan pekerjanya dalam diskusi sebelum proses produksi yang bertujuan mendapatkan ide-ide baru dan perubahan untuk produk- produk perusahaan. Insentif dan bonus juga diberikan kepada pekerja sebagai salah satu bentuk motivasi. Selain itu, kesempatan yang diberikan kepada pekerja untuk berlatih meningkatkan keterampilannya juga menunjukkan pemilik memperhatikan pekerjanya. Walaupun tidak semua bagian dari unsur intrinsik dan ekstrinsik dipenuhi, kepuasaan pekerja telah didapatkan dari cara mereka berinteraksi dengan pemilik untuk berdiskusi tentang kesulitan yang mereka hadapi.

  Pelaksanaan technology management pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember sudah baik. Pemilik menyadari bawa perlunya kemampuan pemahaman akan teknologi dapat memberikan hasil yang baik bagi perusahaannya. Perusahaan dapat terus bersaing dengan kompetitornya karena didukung oleh pengolahan informasi dari calon konsumen akan produk furniture yang didapatkan melalui interaksi dengan calon konsumen di beberapa akun media sosial. Sistem pemasaran yang tidak hanya secara tradisional inilah yang membuat UD. Kayfa Interior Furniture Jember mampu bertahan.

  Keterbatasan

  Penelitian mengenai analisis konsep peningkatan standar mutu technovation terhadap kemampuan bersaing produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember ini memiliki keterbatasan, baik dari segi analisis data, konteks pembahasan maupun penggalian informasi kepada para responden di lapangan. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif, di mana hal tersebut dapat menyebabkan parameter pelaksanaan aspek-aspek technovation kurang memuaskan bagi sebagian orang. Keterbatasan dalam penelitian ini diharapkan dapat diperbaiki dan dilengkapi oleh peneliti selanjutnya dengan cara menggunakan metode analisis data secara kuantitatif untuk bidang bahasan sejenis sehingga dapat lebih bermanfaat bagi banyak kalangan. Keterbatasan dalam penelitian ini juga terdapat pada terbatasnya waktu yang diberikan oleh para responden dalam proses wawancara sehingga menyulitkan peneliti untuk menggali informasi lebih jauh dan mendalam.

Kesimpulan dan Keterbatasan Kesimpulan

Ucapan Terima Kasih

  Peneliti mengucapkan terima kasih kepada informan dalam penelitian yaitu kepada pemilik sekaligus pimpinan UD. Kayfa Interior Furniture Jember, pekerja operasional UD. Kayfa Interior Furniture Jember serta konsumen produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember, sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik.

Daftar Pustaka

  Admin. 2012. Pengertian Definisi Kualitas Menurut Para Ahli.. Blog kumpulan definisi dan pengertian online. Diunduh dari definisipengertian.com pada tanggal [21 Februari 2015]. Bungin, Burhan. 2013. Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi:

  Format-format Kuantitatif dan Kualitatif untuk Studi Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen, dan Pemasaran.

  Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

  

Faisal. 2013. Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif. Nasution, M.N. 2010. Manajemen Jasa Terpadu. Penerbit Ghalia

Buku Ajar. Jakarta.

  Indonesia. Jakarta.

Fatah, Ahmad Vian Abdul. 2013. Pengaruh Inovasi Produk dan Orientasi Nasution,M.N. 2005. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality

Pasar Terhadap Kemampuan Bersaing (Survey Pada UKM Batik Management). Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.

  Deden Tasikmalaya). Jurnal Elektronik. Fakultas Ekonomi UNIKOM Nurfitriah, Rika. 2011. Pengendalian Kualitas Produk Speedy Pada Bandung.

  Perusahaan Jasa PT. Telkom Kandatel Jember. Skripsi. Jember: Gual, Veronica Fernandez dan Agusti Segarra Blasco. Agustus 2013. The Universitas Jember. Jember.

  Impact of Cooperation on R&D, Innovation and Productivity: an Parisi, Maria Laura, Fabio Schiantarelli dan Alessandro Sembenelli. Agustus Analysis of Spanish Manufacturing and Services Firms. Xarxa de 2002. Productivity, Innovation Creation dan Absorption, and R&D: Referencia en Economia Aplicada.

  Mmicro Evidence for Italy. Ecostat Unical. Hartini, Sri. Maret 2012. Peran Inovasi: Pengembangan Kualitas Produk dan Prawirosentono, Suyadi. 2002. Manajemen Mutu Terpadu. PT Bumi

  Kinerja Bisnis. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 14, Aksara. Jakarta.

  No. 1, Maret 2012. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga Surabaya.

  Prihantoro, Rudy. 2012. Konsep Pengendalian Mutu. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung. Lestari, Fitria. 2012. Pengaruh Jiwa Kewirausahaan dan Kreativitas Terhadap Keberhasilan Usaha Pada Sentra Industri Rajutan Binong Jati

  Stevenson, William J. dan Sum Chee Chuong. 2014. Manajemen Operasi Bandung. Jurnal Elektronik. Bandung: Unikom.

  Perspektif Asia. Edisi 9 Buku 2. Salemba Empat. Jakarta.

  Muljani, Ninuk. September 2002. Kompensasi Sebagai Motivator Untuk Tjiptono, Fandi & Diana Anastasia. 2001. Total Quality Management.

  Meningkatkan Kinerja Karyawan. Jurnal Manajemen & PPM. Jakarta.

  Kewirausahaan Vol.4, No.2, September 2002: 108 – 122 Jurusan Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi-Universitas Kristen Usman, Husaini & Purnomo Setiady Akbar. 2009. Metodologi Penelitian Petra. Diunduh dari Sosial Edisi Kedua. PT. Bumi Aksara. Jakarta. pada tanggal [ 21 Februari 2015].

  Yulianto, Yulius Candra dan E. Kusumadmo. 2013. Pengaruh Nasution, M. Irwan Padli. 2014. Keunggulan Kompetitif dengan Teknologi Kewirausahaan, Kemampuan Belajar Fokus Pasar, dan Inovasi Informasi. Jurnal Elektronik. Organisasi Terhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Pada Usaha Kecil dan Menengah Kerajinan Gerabah dan Kulit di Bantul.

  Jurnal Elektronik. Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Konsep Peningkatan Standar Mutu Tech..

Gratis

Feedback