PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Semester Genap

Gratis

0
6
57
2 years ago
Preview
Full text
PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012) (Skripsi) Oleh DWI SUSANTI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDARLAMPUNG 2012 ABSTRAK PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012) Oleh DWI SUSANTI Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa untuk dapat survive dalam kehidupan yang semakin kompetitif. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru biologi kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah, diketahui bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kurang dikembangkan secara optimal. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu dengan menggunakan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi pokok Keanekaragaman Hayati. ii Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan desain pretes postes kelompok non ekuivalen. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X6 dan X7 yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar yang dianalisis dengan menggunakan uji-t pada taraf kepercayaan 5%. Data kualitatif berupa kemampuan berpikir kreatif, aktivitas belajar, dan tanggapan siswa terhadap penggunaan penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen (76.25) lebih tinggi dibanding kelas kontrol (65.86). Peningkatan setiap indikator kemampuan berpikir kreatif pada kelas eksperimen dan kontrol yaitu fluency (eksperimen=55.47; kontrol=54.69), flexibility (eksperimen=50.00; kontrol=46.87), originality (eksperimen=61.72; kontrol=37.50); elaboration (eksperimen=75.78; kontrol=60.16, dan evaluation (eksperimen=46.48; kontrol=46.09). Rata-rata aktivitas belajar siswa dalam semua aspek yang diamati pada kelas eksperimen (85.68%) lebih tinggi dibanding kelas kontrol (73.31%). Selain itu, sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif mengenai penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Dengan demikian, penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada materi pokok Keanekaragaman Hayati berpengaruh signifikan dalam meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Kata kunci : media kartu bergambar, model pembelajaran kooperatif tipe TPS, kemampuan berpikir kreatif, Keanekaragaman Hayati. iii PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012) Oleh DWI SUSANTI Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN pada Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDARLAMPUNG 2012 Judul Skripsi : PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012) Nama Mahasiswa : Dwi Susanti Nomor Pokok Mahasiswa : 0813024025 Program Studi : Pendidikan Biologi Jurusan : Pendidikan MIPA Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing Neni Hasnunidah, S. Pd., M. Si. NIP 19700327 199403 2 001 Berti Yolida, S. Pd., M. Pd. NIP 19831015 200604 2 001 2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA Dr. Caswita, M. Si. NIP 19671004 199303 1 004 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Ketua : Neni Hasnunidah, S. Pd., M. Si. ………………….. Sekretaris : Berti Yolida, S. Pd, M. Pd. ………………….. Penguji Bukan Pembimbing : Dr. Tri Jalmo, M. Si. ………………….. 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Bujang Rahman, M. Si. NIP 196003151985031003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi : 11 Juli 2012 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Rama Indra, Seputih Raman, Lampung Tengah pada 5 Mei 1990 sebagai anak kedua dari dua bersaudara pasangan Bapak Kadirin dan Ibu Partini. Pendidikan yang ditempuh penulis adalah Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Bangsa Rama Indra (1995), SD Negeri 1 Rama Indra (1996-2002), SMP Negeri 1 Seputih Raman (2002-2005), SMA Negeri 1 Kotagajah (2005-2008). Pada tahun 2008, penulis terdaftar sebagai mahasiswi Pendidikan Biologi FKIP Unila melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Selama menjadi mahasiswa penulis pernah menjadi asisten praktikum mata kuliah Struktur dan Perkembangan Tumbuhan, Botani Tumbuhan Rendah, Fisiologi Tumbuhan, serta aktif di organisasi sebagai Adiv Himasakta (2008/2009) dan Abir BBQ FPPI (2010/2011). Penulis melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 1 Gedung Surian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Lampung Barat (2011). Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang PERSEMBAHAN Alhamdulillahirabbil ‘alamin... Segala puji hanya milik Allah SWT yang Maha segalanya... Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada nabi Muhammad SAW... Karya ini kupersembahkan dengan ketulusan hati untuk: Wujud cintaku kepada Mamak dan Bapak yang dengan ikhlas mengorbankan segalanya demi anakmu ini. Kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Kakak, mbak, adik, dan segenap keluarga besarku yang selalu menyayangi, mendoakan, dan memotivasiku untuk menggapai kesuksesan. Para guru, dosen, dan murabbi yang senantiasa memotivasi dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Sahabat-sahabat terkasih yang senantiasa mengerti aku apa adanya, menghiburku atas segala kesedihan, memotivasiku, dan membantu kesulitanku. Mandibula (Mahasiswa Pendidikan Biologi Unila 2008) terkasih yang telah mengukir senyum dalam hidupku. Saudari-saudari kos ku terkasih atas persahabatan dan persaudaraan yang indah. Almamater tercinta, Universitas Lampung. MOTTO “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahman:13) “Jika banyak orang berpikir bahwa sebuah tantangan itu begitu berat dan banyak yang memutuskan untuk tidak akan mencoba peluang tersebut, maka sungguh peluang bagi kita dengan segala keterbatasan ini untuk mendapatkannya karena berani untuk mencoba dan terus mencoba. Ingatlah, kesuksesan hidup bukan selalu milik mereka yang lebih pintar dan lebih hebat, namun cepat atau lambatnya pemenang adalah dia yang yakin bahwa dirinya mampu” (Setia Furqon Kholid) “Apapun fakta yang ada di depan kita tidak lebih penting daripada sikap kita dalam menghadapinya, karena itulah yang menentukan keberhasilan atau kegagalan kita” (Norman Vincent Peale) “Yakin..... Berani..... Ridho Illahi.....” (Dwi Susanti) PERNYATAAN SKRIPSI MAHASISWA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Dwi Susanti Nomor Pokok Mahasiswa : 0813024025 Program Studi : Pendidikan Biologi Jurusan : Pendidikan MIPA Dengan ini menyatakan bahwa penelitian ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri, dan sepanjang pengetahuan saya tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain atau telah dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan penyelesaian studi pada universitas atau institut lain. Bandarlampung, Juli 2012 Yang menyatakan Dwi Susanti NPM 0813024025 SANWACANA Puji syukur kehadirat Allah SWT atas ridha-Nya sehingga skripsi dengan judul “Penggunaan Media Kartu Bergambar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Pokok Keanekaragaman Hayati (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012)” dapat diselesaikan. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Biologi di Universitas Lampung. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M. Si., selaku Dekan FKIP Universitas Lampung; 2. Bapak Dr. Caswita, M. Si., selaku Ketua Jurusan PMIPA FKIP Universitas Lampung; 3. Ibu Neni Hasnunidah, S. Pd., M. Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi sekaligus Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dalam proses penyelesaian skripsi ini; 4. Ibu Berti Yolida, S. Pd, M. Pd., selaku Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dalam proses penyelesaian skripsi ini; xi 5. Bapak Dr. Tri Jalmo M. Si., selaku Pembahas atas saran-saran dan motivasi yang sangat berharga; 6. Bapak Drs. Arwin Achmad, M. Si., selaku Pembimbing akademik atas saransaran dan motivasi yang sangat berharga; 7. Bapak Drs. Mashudi, M. Pd., selaku Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah dan Edi Purwanto. M. Si., selaku guru mitra atas izin penelitian yang diberikan, kerjasama, dan motivasi yang sangat berharga; 8. Seluruh dewan guru, staf, dan siswa-siswi kelas X6 dan X7 SMA Negeri 1 Kotagajah atas motivasi dan kerjasama yang baik; 9. Orang tuaku tercinta atas ketulusan kasih sayang, doa, dan segala pengorbanan; 10. Para guru dan murabbi atas nasehat dan motivasi yang sangat berharga; 11. Rekan-rekan Mandibula (Mahasiswa Pendidikan Biologi Unila 2008), kakak dan adik tingkat Pendidikan Biologi FKIP UNILA atas persaudaraan dan persahabatan yang indah; 12. Semua pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Bandarlampung, Juli 2012 Penulis Dwi Susanti xii DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ............................................................................................ xv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xviii I. PENDAHULUAN A. B. C. D. E. Latar Belakang Masalah ....................................................................... Rumusan Masalah ................................................................................ Tujuan Penelitian ................................................................................. Manfaat Penelitian ............................................................................... Ruang Lingkup Penelitian .................................................................... 1 5 5 6 7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. B. C. D. E. Media Kartu Bergambar ....................................................................... Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) ........... Kemampuan Berpikir Kreatif ............................................................... Kerangka Pikir ..................................................................................... Hipotesis ............................................................................................... 8 11 14 21 23 III. METODE PENELITIAN A. B. C. D. E. F. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................. Populasi dan Sampel ............................................................................ Desain Penelitian .................................................................................. Prosedur penelitian ................................................................................ Jenis dan Teknik Pengumpulan Data ................................................... Teknik Analisis Data ............................................................................ 24 24 24 25 30 33 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian .................................................................................... B. Pembahasan .......................................................................................... 41 47 V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan .............................................................................................. B. Saran ................................................................................................... 63 63 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 65 xiii LAMPIRAN 1. Silabus .................................................................................................. 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................................... 3. Lembar Kerja Kelompok .................................................................... 4. Soal Pretes dan Postes ......................................................................... 5. Angket Tanggapan Siswa .................................................................... 6. Data Hasil Penelitian ........................................................................... 7. Analisis Uji Statistik Data Hasil Penelitian ........................................ 8. Foto-Foto Penelitian ............................................................................ 9. Media Kartu Bergambar ..................................................................... 10. Surat-Surat Penelitian ......................................................................... xiv 70 73 86 103 110 111 121 131 136 138 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Indikator berpikir kreatif ..................................................................... 18 2. Lembar observasi aktivitas belajar siswa ............................................ 32 3. Item pernyataan angket tanggapan siswa ............................................ 33 4. Kriteria N-gain .................................................................................... 34 5. Kriteria peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa .................... 34 6. Lembar penilaian kemampuan berpikir kreatif siswa ......................... 37 7. Kriteria kemampuan berpikir kreatif siswa ......................................... 37 8. Klasifikasi persentase aktivitas belajar siswa ..................................... 38 9. Skor perjawaban angket ...................................................................... 39 10. Tabulasi data angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS .... 39 11. Kriteria persentase angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS ...................................................................................................... 40 12. Hasil uji normalitas, homogenitas, t1, dan t2 nilai pretes, postes, dan N-gain kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen dan kontrol ................................................................................................. 41 13. Hasil uji normalitas, homogenitas, dan t1 nilai N-gain setiap indikator kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen dan kontrol .......................................................................................... 42 14. Peningkatan setiap indikator kemampuan berpikir kreatif pada kelas eksperimen dan kontrol ....................................................................... 43 15. Aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol ........................ 44 xv 16. Nilai pretes, postes, dan N-gain kelas eksperimen .............................. 111 17. Nilai pretes, postes, dan N-gain kelas kontrol ..................................... 112 18. Analisis butir soal pretes dan postes kelas eksperimen ....................... 113 19. Analisis butir soal pretes dan postes kelas kontrol ............................. 114 20. Analisis perindikator kemampuan berpikir kreatif pada soal pretes dan postes kelas eksperimen ............................................................... 115 21. Analisis perindikator kemampuan berpikir kreatif pada soal pretes dan postes kelas kontrol ...................................................................... 117 22. Analisis data aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol ................................................................................................. 119 23. Analisis data angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS .... 120 24. Hasil uji normalitas pretes kelas eksperimen dan kontrol ................... 121 25. Hasil uji normalitas postes kelas eksperimen dan kontrol .................. 121 26. Hasil uji normalitas N-gain kelas eksperimen dan kontrol .................. 122 27. Hasil uji normalitas N-gain pada aspek berpikir lancar (fluency) kelas eksperimen dan kontrol .............................................................. 122 28. Hasil uji normalitas N-gain pada aspek berpikir luwes (flexibility) kelas eksperimen dan kontrol .............................................................. 122 29. Hasil uji normalitas N-gain pada aspek berpikir orisinal (originality) kelas eksperimen dan kontrol .............................................................. 123 30. Hasil uji normalitas N-gain pada aspek memerinci (elaboration) kelas eksperimen dan kontrol .............................................................. 123 31. Hasil uji normalitas N-gain pada aspek mengevaluasi (evaluation) kelas eksperimen dan kontrol .............................................................. 123 32. Hasil uji homogenitas dan kesamaan dua rata-rata pretes kelas eksperimen dan kontrol ....................................................................... 124 33. Hasil uji homogenitas dan kesamaan dua rata-rata postes kelas eksperimen dan kontrol ....................................................................... 125 34. Hasil uji homogenitas dan kesamaan dua rata-rata N-gain kelas eksperimen dan kontrol ....................................................................... 125 xvi 35. Hasil uji homogenitas dan kesamaan dua rata-rata N-gain pada aspek berpikir lancar (fluency) kelas eksperimen dan kontrol ...................... 126 36. Hasil uji homogenitas dan kesamaan dua rata-rata N-gain pada aspek berpikir luwes (flexibility) kelas eksperimen dan kontrol ................... 127 37. Hasil uji homogenitas dan kesamaan dua rata-rata N-gain pada aspek berpikir orisinal (originality) kelas eksperimen dan kontrol ............... 127 38. Hasil uji homogenitas dan kesamaan dua rata-rata N-gain pada aspek memerinci (elaboration) kelas eksperimen dan kontrol .................... 128 39. Hasil uji homogenitas dan kesamaan dua rata-rata N-gain pada aspek mengevaluasi (evaluation) kelas eksperimen dan kontrol ................. 129 40. Hasil uji perbedaan dua rata-rata N-gain kelas eksperimen dan kontrol ................................................................................................. 130 xvii DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat ......................... 22 2. Desain penelitian pretes-postes kelas non ekuivalen .......................... 25 3. Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol ................. 45 4. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS ............................... 46 5. Contoh jawaban siswa pada tahap thinking dan pairing ..................... 50 6. Contoh jawaban siswa untuk indikator originality pada LKK kelas eksperimen .......................................................................................... 53 7. Contoh jawaban siswa untuk indikator originality pada LKK kelas kontrol ................................................................................................. 53 8. Contoh jawaban siswa untuk indikator elaboration pada LKK kelas eksperimen .................................................................................. 55 9. Contoh jawaban siswa untuk indikator elaboration pada LKK kelas kontrol ................................................................................................. 55 10. Contoh jawaban siswa untuk indikator fluency pada LKK kelas eksperimen ........................................................................................... 57 11. Contoh jawaban siswa untuk indikator fluency pada LKK kelas kontrol ................................................................................................. 57 12. Contoh jawaban siswa untuk indikator flexibility pada LKK kelas eksperimen .......................................................................................... 59 13. Contoh jawaban siswa untuk indikator flexibility pada LKK kelas kontrol ................................................................................................. 59 14. Contoh jawaban siswa untuk indikator evaluation pada LKK kelas eksperimen .......................................................................................... 61 15. Contoh jawaban siswa untuk indikator evaluation pada LKK kelas kontrol ................................................................................................. 62 16. Siswa kelas eksperimen sedang mengerjakan pretes .......................... 131 17. Siswa kelas eksperimen sedang melakukan tahap thinking ................ 131 18. Siswa kelas eksperimen sedang melakukan tahap pairing ................. 132 19. Siswa kelas eksperimen sedang melakukan tahap sharing ................. 132 20. Siswa kelas eksperimen sedang mengerjakan postes .......................... 133 21. Siswa kelas kontrol sedang mengerjakan pretes ................................. 133 22. Siswa kelas kontrol dibimbing berdiskusi .......................................... 134 23. Siswa kelas kontrol mempresentasikan hasil diskusi .......................... 134 24. Siswa kelas kontrol sedang mengerjakan postes ................................. 135 25. Contoh kartu bergambar fauna asiatis ................................................. 136 26. Contoh kartu bergambar fauna peralihan ............................................ 136 27. Contoh kartu bergambar fauna australis ............................................. 136 28. Contoh kartu bergambar flora Indonesia barat .................................... 136 29. Contoh kartu bergambar flora Indonesia tengah ................................. 137 30. Contoh kartu bergambar Indonesia timur ........................................... 137 31. Contoh kartu bergambar kerusakan keanekaragaman hayati .............. 137 32. Contoh kartu bergambar peta pulau Sumatera .................................... 137 xix I. PENDAHULUAN A. LatarBelakang Pendidikanmempunyaiperanan yang sangatmenentukanbagiperkembangandanperwujudandiriindividu, terutamabagipembangunanbangsadannegara.Sebagainegaraberkembang, Indonesia sangatmembutuhkantenaga-tenagakreatifyang mampumemberisumbanganbermaknakepadailmupengetahuan, teknologidankesenian, sertakesejahteraanbangsapadaumumnya.Sehubungandenganinipendidikanhendaknyatertu jupadapengembangankreativitaspesertadidik agar kelakdapatmemenuhikebutuhanpribadi, masyarakat, dannegara (Munandar, 2004:6-12). PeraturanMenteriPendidikanNasionalNomor 22 Tahun 2006tentang Standar Isi untukSatuanPendidikanDasardanMenengahmenyatakanbahwapelajaranBiologitermasukd alamrumpunilmu IPA yang umumnyamemilikiperanpentingdalampeningkatanmutupendidikankhususnya di dalammenghasilkanpesertadidik yang berkualitas, yaitumanusia yang mampuberpikirkritis, kreatif, logis, danberinisiatifdalammenanggapiisu di masyarakat yang diakibatkanolehdampakperkembanganilmupengetahuanalam. Salah satutujuanmata pelajaran Biologiadalah agar pesertadidik memiliki kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip Biologi (BSNP, 2006:iv). Kemampuanberpikirkreatifsangatdibutuhkanmanusiauntukmeningkatkankualitashidupny a.Hidupdalamsuatumasayaituilmupengetahuanberkembangdenganpesatnyauntukdigunak ansecarakonstruktifmaupundestruktif, suatuadaptasikreatifmerupakansatusatunyakemungkinanbagimasyarakatdannegarauntukdapatmengikutiperubahanperubahan yang terjadidanmenghadapiproblema-problema yang semakinkompleks (Munandar, 2004:31). Beberapahasilpenelitianmenunjukkanrendahnyakemampuanberpikirkreatif yang dimilikiolehsiswasekolahmenengah, mahasiswa strata satu, bahkanjugamahasiswa strata dua (Rofi’uddindalamFauziah, 2011:99). JellendanUrban (1987) jugamenyatakanbahwadibandingkandengandelapannegara lain, anak Indonesia menampilkanekspresikreatif yang paling rendah (JunaedidalamMaula, 2008:3). Hal inidisebabkanolehpendidikan di sekolah yang lebihberorientasipadapengembanganintelegensidaripadakreativitas (Munandar, 2004:13). Fenomenaserupajugadapatdijumpai di SMA Negeri 1 Kotagajah.Berdasarkanhasilobservasidanwawancaradengan guru matapelajaranBiologidansiswakelas X, diketahuibahwaselama ini guru kurang mengembangkan kemampuanberpikir kreatif siswa.Kemampuanberpikirkreatifsiswa yang nampakyaituhanyapadaaspekberpikirlancar (fluency) yang ditunjukkanolehperilakusiswayaitumengajukanbanyakpertanyaandanmenjawabpertanyaandengansejumlahj awaban. Selamainipembelajaranbiologi yang dilakukankurangbervariasiyaitu guru jarangmenggunakan model maupun media yang mendukung materi pelajaran yang sedang diajarkan. Pembelajaran yang biasa digunakan adalah metode ceramah dan diskusi dengan media gambar yang mayoritas telah tercantum di buku literatur. Selain itu, soal latihan maupun tes yang diberikan juga telah tersedia jawabannya di buku literatur. Metodeceramahmenyebabkansiswahanyadiammendengarkanpenjelasan guru.Siswa lebih banyak menerima informasi dari guru sehingga siswa kurang optimal dalam memberdayakan potensi yang dimiliki.Siswa menjadi pasif dan kurang antusias sehingga aktivitas belajarsiswa dalam pembelajaran menjadi rendah danberpengaruh negatifterhadapkemampuanberpikirkreatif.Selainitu, jalannya diskusi didominasi oleh beberapa siswa dan membosankan bagi siswa yang lain sehingga banyak siswa yang mengobrol dan bercanda. Hal initerlihatketikadiskusidanpresentasihanyabeberapasiswa yang aktifdalammengajukandanmenjawabpertanyaansertamengungkapkanpendapat.Pembelajar an seperti ini kurang memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif pada materi pokok Keanekaragaman Hayati yang melibatkan tingkat, manfaat, serta permasalahan Keanekaragaman Hayati yang kontekstual. Salah satuupaya yang dapatdigunakanuntukmengembangkankemampuanberpikirkreatifsiswakhususnyapadamateripokokKeanekar agamanHayatiyaitudenganpembelajaran yang menggunakan media kartubergambar.Kartubergambarberukuran 8x12 cm ataudisesuaikandenganbesarkecilnyakelas yang dihadapi.Gambar yang terdapatpadakartumenjadipetunjukdanrangsanganbagisiswauntukmemberikanrespon yang diinginkan (Arsyad, 2007:120-121).Penggunaan media gambardalam proses pembelajarandapatmemberikankesempatankepadasiswauntukaktif, kreatif, danmenemukansendirimateri yang dipelajari(RiyantodalamKartiningsih, 2011:3). Hal inisesuaidenganhasilpenelitian Muzaffar (2011:1) yang menunjukkan bahwa penggunaan media kartu bergambar dapat meningkatkan kreativitas menulis pada pembelajaran Bahasa Inggris. Salah satu model pembelajaran yang dapatdikombinasikandengan media kartubergambaradalah model pembelajarankooperatiftipeThink Pair Share (TPS).Think Pair Sharemerupakan model pembelajaran yang dirancanguntukmempengaruhipolainteraksisiswadenganprosedur yang dapatmemberisiswalebihbanyakwaktuuntukberpikir, merespon, dansalingmembantu (Trianto, 2010:81). Model pembelajaraninimengutamakan siswa dalam berbuat untuk menemukan sendiri konsep-konsep materi dalam pembelajarandengan jalan berpikir, berpasangan, dan mengemukakan pendapat(Ibrahimdkk., 2000:26). Hasil penelitianNofiyana (2010:82) menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran Fisika. Berdasarkan uraian di atas, kombinasi media kartu bergambar dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di SMA Negeri 1 Kotagajah Lampung Tengah dengan menggunakan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPSpada materi pokok Keanekaragaman Hayati kelas X semester genaptahun pelajaran 2011/2012. B. RumusanMasalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Adakah pengaruh yang signifikan dari penggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi pokok Keanekaragaman Hayati? 2. Bagaimanaaktivitas belajar siswa yang menggunakan media kartubergambarmelalui model pembelajarankooperatiftipe TPSdalam pembelajaran pada materi pokokKeanekaragamanHayati? 3. Bagaimanatanggapan siswa tentang penggunaan media kartubergambarmelalui model pembelajarankooperatiftipe TPSdalam pembelajaran padamateri pokokKeanekaragamanHayati? C. TujuanPenelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Pengaruh yang signifikandaripenggunaan media kartu bergambar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi pokok Keanekaragaman Hayati. 2. Aktivitas belajar siswa yang menggunakan media kartubergambarmelalui model pembelajarankooperatiftipe TPSdalam pembelajaran pada materi pokokKeanekaragamanHayati. 3. Tanggapan siswa tentang penggunaan media kartubergambarmelalui model pembelajarankooperatiftipe TPSdalam pembelajaran pada materi pokokKeanekaragamanHayati. D. ManfaatPenelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: 1. Bagi peneliti; menambah pengetahuan dan pengalaman dalam pembelajaranbiologi dengan menggunakan media kartubergambarmelalui model pembelajarankooperatiftipe TPS. 2. Bagi guru/calon guru biologi; memberikan alternatif dalam memilih serta menerapkanmedia danmodel pembelajaranyang tepatuntukmenggalikemampuanberpikirkreatifsiswapadamateripokokKeanekaragama nHayati. 3. Bagi siswa;memberikan pengalaman belajar yang berbeda denganmelatihkemampuanberpikirkreatifmelaluimedia kartubergambardan model pembelajarankooperatiftipe TPSpadamateripokokKeanekaragamanHayati. 4. Bagisekolah; memberikan sumbangan pemikiran sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah khususnya dan pendidikan umumnya. E. RuangLingkupPenelitian Untukmenghindarikekeliruanpenafsiranterhadappenelitianini, makaruanglingkuppenelitianiniadalah: 1. Media kartubergambar yang digunakandalampenelitianiniadalahsatu set kartuberukuran 10x7 cm yang berisigambardanketeranganmengenaimateripokokKeanekaragamanHayati. 2. Model pembelajarankooperatiftipeTPS adalah model pembelajarankooperatifyang terdiridaritigatahap, yaituberpikir(thinking), berpasangan(pairing), danberbagi (sharing) (Trianto, 2010:81-82). 3. Kemampuan berpikir kreatif yang diamati adalah berpikir lancar (fluency), berpikir luwes (flexibility), berpikir orisinal (originality), kemampuan memerinci (elaboration), dan kemampuanmenilaiataumengevaluasi (evaluation). 4. Aktivitas belajar siswa yang diamati pada saat diskusi dan presentasi adalah mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, bekerjasama dalam tim, dan mengungkapkan pendapat atau bertahan terhadapnya. 5. Materi dalam penelitian ini adalah materi pokok Keanekaragaman Hayati dengan kompetensi dasar mengomunikasikan Keanekaragaman Hayati Indonesia, dan Usaha Pelestarian Serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam (KD 3.2). 6. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Lampung Tengah dengan subyek penelitian siswa kelas X7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X6sebagai kelas kontrol. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Media Kartu Bergambar Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar (Sadiman, dkk., 2008:6). Media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Pada proses belajar mengajar, media mempunyai arti yang cukup penting karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu, bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran media (Djamarah dan Zain, 2006:120-121). Dengan demikian, media dalam proses pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, dan perhatian siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada siswa (Sadiman, dkk., 2008:7). Ada beberapa jenis media pembelajaran menurut Sudjana dan Rivai (2010: 3-4) yaitu: 1) Media dua dimensi seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, komik, dan lain-lain. 2) Media tiga dimensi seperti model padat, model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama, dan lain-lain. 3) Media proyeksi seperti slide, film strips, film, penggunaan OHP, dan lain-lain. 4) Lingkungan. Gambar merupakan salah satu media visual dua dimensi. Media berbasis visual memegang peranan sangat penting dalam proses belajar. Media gambar memiliki beberapa kelebihan yaitu sifatnya konkret; dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan pengamatan; dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja; harganya murah; mudah diperoleh; dan digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus. Sedangkan kelemahannya adalah hanya menekankan persepsi indera mata, benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran, dan ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar (Sadiman, dkk., 2008: 29-31). Media kartu bergambar merupakan modifikasi dari media gambar. Media kartu atau flash card diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelpia, Pennsylvania. Flash card adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25x30 cm. Gambar-gambar yang ada pada flash card merupakan rangkaian pesan yang disajikan dengan keterangan setiap gambar (Susilana dan Riyana dalam Nasrudin, 2011:14). Kartu bergambar adalah sebuah alat atau media belajar yang dirancang untuk membantu mempermudah siswa dalam belajar.Media kartu bergambar ini terbuat dari kertas tebal atau karton berukuran 17×22cm yang tengahnya terdapat gambar materi yang sesuai dengan pokokbahasan (Prapita, 2009:4). Ukuran kartu bergambar dapat disesuaikan dengan keadaan siswa (Arsyad, 2007:120). Karakteristik kartu bergambar menurut Yani (2011:43) adalah: 1) Berisi gambar dan kata-kata Pesan dituangkan dalam bentuk tulisan dan gambar yang mengandung makna tertentu. 2) Media visual diam Gambar yang ditampilkan bukan gambar yang bisa bergerak melainkan gambar yang diam tanpa animasi. 3) Bahan ajar cetak Kartu bergambar ini merupakan bahan ajar cetak yang pembuatannya melalui proses pencetakan atau printing. 4) Menekankan pada persepsi indera penglihatan Kartu bergambar ini lebih ditekankan pada indera penglihatan. Oleh karena itu, kartu bergambar ini termasuk ke dalam media grafis. Susilana dan Riyana (dalam Nasrudin, 2011:16-17) menyatakan beberapa kelebihan media kartu bergambar adalah: 1) Mudah dibawa yaitu dengan ukuran yang kecil media ini dapat disimpan di tas atau saku sehingga tidak membutuhkan ruang yang luas. 2) Praktis yaitu cara pembuatan dan penggunaannya. Media ini tidak menggunakan listrik dan guru tidak perlu memerlukan keahlian khusus. 3) Mudah diingat yaitu pokok-pokok pembicaraannya mudah diingat karena disajikan dalam bentuk gambar. 4) Menyenangkan yaitu proses pembelajaran dengan media ini dapat dilakukan melalui permainan. Siswa berlomba-lomba mencari informasi tertentu dari kartu bergambar sesuai perintah. Selain mengasah kemampuan kognitif, media ini juga melatih ketangkasan. B. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Think Pair Share (TPS) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya.Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalahmasalah yang kompleks(Trianto, 2010:56). Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan model pembelajaran lainnya. Arends (dalam Trianto, 2010:65) menyatakan bahwa pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif memilikiciri-cirisebagai berikut: 1) Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar. 2) Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. 3) Bila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam. 4) Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu. Lima unsur penting dalam belajar kooperatif menurut Johnson &Johnson (dalam Trianto, 2010:60) adalah sebagai berikut: 1) Saling ketergantungan yang bersifat positif antara siswa. 2) Interaksi antara siswa yang semakin meningkat. 3) Tanggung jawab individual. 4) Keterampilan interpersonal dan kelompok kecil. 5) Proses kelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe TPSberkembang dari penelitian belajar kooperatif dan waktu tunggu. Model ini pertama kali dikembangkan oleh Frang Lyman dan koleganya di Universitas Maryland sesuai yang dikutip Arends (1997), menyatakan bahwa TPS merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, dan prosedur yang digunakan dalam TPS dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon, dan saling membantu (Komalasari, 2010:64). Think Pair Share merupakan metode sederhana tetapi sangat bermanfaat.Ketika guru menyampaikan pelajaran kepada kelas, para siswa duduk berpasangan dengan timnya masing-masing.Guru memberikan pertanyaan kepada kelas. Siswa diminta utuk memikirkan sebuah jawaban dari mereka sendiri, lalu berpasangan dengan pasangannya untuk mencapai sebuah kesepakatan terhadap jawaban. Akhirnya, guru meminta para siswa untuk berbagi jawaban yang mereka sepakati kepada seluruh kelas (Slavin, 2008:257). Proses pelaksanaan pembelajaran TPS menurut Trianto(2010:81) dapat dijabarkan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) Berpikir (thinking) Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikir sendiri jawaban atau masalah. Siswa membutuhkan penjelasan bahwa berbicara atau mengerjakan bukan bagian berpikir. 2) Berpasangan (pairing) Selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh.Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang didentifikasi. Secara normal guru memberi waktu tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan. 3) Berbagi (sharing) Pada langkah akhir, guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan. Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe TPS menurut Lie (2005:46) adalah: Kelebihan: 1) Meningkatkan kemandirian siswa. 2) Meningkatkan partisipasi siswa untuk menyumbangkan pemikiran karena merasa leluasa dalam mengungkapkan pendapatnya. 3) Membentuk kelompoknya lebih mudah dan lebih cepat. 4) Melatih kecepatan berpikir siswa. Kelemahan: 1) Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor. 2) Lebih sedikit ide yang muncul. 3) Tidak ada penengah jika terjadi perselisihan dalam kelompok. C. Kemampuan Berpikir Kreatif Belajar hakikatnya adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang (Trianto, 2010:9). Belajar juga melibatkan proses berpikir. Berpikir adalah keterampilan mental yang memadukan kecerdasan dengan pengalaman (De Bono dalam Kusumadyani, 2010:17). Sedangkan secara terminologi, kreatif berarti daya cipta (Munandar, 2004:8). Berpikir kreatif atau berpikir divergen adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia sehingga menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban. Semakin banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan terhadap suatu masalah, maka semakin kreatiflah seseorang. Tentu saja jawabanjawaban tersebut harus sesuai dengan masalahnya. Jadi, tidak semata-mata kuantitas namun juga kualitas jawaban (Munandar, 1985:48). Secara operasional, kemampuan berpikir kreatif dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan(Munandar, 1985:51). Sementara itu, Rose dan Malcom (dalam Nugraha, 2009:12-13) menyatakan bahwa berpikir kreatif adalah berpikir untuk menghasilkan gagasan dan produk baru, melihat suatu pola atau hubungan baru antara satu hal dan hal lainnya yang semula tidak tampak yaitu menemukan cara-cara baru untuk mengungkapkan sesuatu hal, menggabungkan gagasan-gagasan yang ada untuk menghasilkan gagasan yang baru dan lebih baik. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan menciptakan gagasan, mengenal kemungkinan alternatif, melihat kombinasi yang tidak diduga, memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu yang tidak lazim, dan sebagainya (Cropley dalam Munandar, 2004:9). Ciri-ciri berpikir kreatif meliputi kelancaran, kelenturan (fleksibilitas), dan orisinalitas dalam berpikir (Guilford dalam Munandar, 2004:10). Pola berpikir kreatif membutuhkan imajinasi dan akan membawa kepada kemungkinan jawaban atau ide-ide yang banyak, dimana sejumlah ide-ide yang banyak itu selanjutnya dianalisis untuk mendapatkan satu atau beberapa yang mungkin dapat diimplementasikan. Pola berpikir kreatif bersifat divergen, diawali dari suatu uraian permasalahan kemudian menyebar untuk menghasilkan berbagai macam ide untuk pemecahan permasalahan tersebut atau menyediakan berbagai kemungkinan jawaban untuk masalah itu. Pada kenyataannya, pola berpikir kreatif menghasilkan ide-ide dalam jumlah banyak yang selanjutnya dapat dipilih jawaban yang paling tepat (Rawlinson, 1989:4-7). Ada beberapa tingkatan atau stagesmenurut Walgito (2010:208-209) sampai seseorang memperoleh sesuatu hal yang baru atau pemecahan masalah dalam berpikir kreatif.Tingkatan-tingkatan tersebut adalah: 1) Persiapan (preparation); tingkatan seseorang memformulasikan masalahdan mengumpulkan fakta-fakta atau materi yang dipandang berguna dalam memperoleh pemecahan yang baru. Ada kemungkinan apa yang dipikirkan itu tidak segera memperoleh pemecahannya, tetapi soal itu tidak hilang begitu saja, tetapi masih terus berlangsung dalam diri individu yang bersangkutan.Hal ini menyangkut fase atau tingkatan kedua yaitu fase inkubasi. 2) Tingkat inkubasi (incubation); berlangsungnya masalah tersebut dalam jiwa seseorangkarena individu tidak segera memperoleh pemecahan masalah. 3) Tingkat pemecahan atau iluminasi (illumination); tingkat mendapatkan pemecahan masalah. 4) Tingkat evaluasi (evaluation); mengecek apakah pemecahan yang diperoleh pada tingkat iluminasi itu cocok atau tidak. Apabila tidak cocok lalu meningkat pada tingkat berikutnya. 5) Tingkat revisi (revision); mengadakan revisi terhadap pemecahan yang diperolehnya. Secara umum karakteristik berpikir kreatif seseorang menurut Jamaris (dalam Sujiono dan Sujiono, 2010:38) yaitu: 1) Kelancaran dalam memberikan jawaban dan atau mengemukakan pendapat atau ideide. 2) Kelenturan berupa kemampuan untuk mengemukakan berbagai alternatif dalam memecahkan masalah. 3) Keaslian berupa kemampuan untuk menghasilkan berbagai ide atau karya yang asli hasil pemikiran sendiri. 4) Elaborasi berupa kemampuan untuk memperluas ide dan aspek-aspek yang mungkin tidak terpikirkan atau terlihat oleh orang lain. Ciri-ciri kemampuan berpikir kreatif (aptitude) meliputi berpikir lancar, luwes, orisinal, kemampuan memperinci, dan menilai. Pada tabel berikut diuraikan ciri-ciri berpikir kreatif dengan memberikan perumusan (definisi) yang menjelaskan konsepnya, serta contoh perilaku siswa yang mencerminkan ciri-ciri tersebut sebagai tuntunan bagi para pendidik (William dalam Munandar, 1985:88-90). Tabel 1. Indikator berpikir kreatif menurut William (dalam Munandar, 1985:88-90). No. 1. Indikator Berpikir Kreatif Berpikir lancar Definisi  Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, Perilaku Siswa  Mengajukan banyak pertanyaan. (fluency) penyelesaian masalah atau pertanyaan.  Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal.  Selalu memikirkan lebih dari satu jawaban. 2. Berpikir luwes (flexibility)  Menghasilkan gagasan, jawaban, atau pertanyaan yang bervariasi.  Dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbedabeda.  Mencari banyak alternatif atau arah yang berbeda-beda.  Mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran. 3. Berpikir orisinal (originality)  Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik.  Memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri.  Mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur. 4. Kemampuan  Mampu memperkaya  Menjawab dengan sejumlah jawaban jika ada pertanyaan.  Mempunyai banyak gagasan mengenai suatu masalah.  Lancar mengungkapkan gagasan-gagasannya.  Bekerja lebih cepat dan melakukan lebih banyak daripada anak-anak lain.  Dapat dengan cepat melihat kesalahan atau kekurangan pada suatu obyek atau situasi.  Memberikan aneka ragam penggunaan yang tidak lazim terhadap suatu obyek.  Memberikan macam-macam penafsiran (interpretasi) terhadap suatu gambar, cerita, atau masalah.  Menerapkan suatu konsep atau asas dengan cara yang berbedabeda.  Memberi pertimbangan terhadap situasi yang berbeda dari yang diberikan orang lain.  Dalam membahas/mendiskusikan suatu situasi selalu mempunyai posisi yang berbeda atau bertentangan dari mayoritas kelompok.  Jika diberikan suatu masalah biasanya memikirkan macammacam cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikannya.  Menggolongkan hal-hal menurut pembagian (kategori) yang berbeda-beda.  Mampu mengubah arah berpikir secara spontan.  Memikirkan masalah- masalah atau hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain.  Mempertanyakan cara-cara yang lama dan berusaha memikirkan cara-cara yang baru.  Memilih asimetri dalam menggambar atau membuat desain.  Memiliki cara berpikir yang lain dari yang lain.  Setelah membaca atau mendengar gagasan-gagasan, bekerja untuk menemukan penyelesaian yang baru.  Lebih senang mensintesis daripada menganalisa situasi.  Mencari arti yang lebih memerinci (elaboration) dan mengembangkan suatu gagasan atau produk.  Menambahkan detildetil dari suatu obyek, gagasan, atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.     5. Kemampuan menilai atau mengevaluasi (evaluation)  Menentukan patokan penilaian sendiri dan menentukan apakah suatu pertanyaan benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana.  Mampu mengambil keputusan terhadap situasi yang terbuka.  Tidak hanya mencetuskan gagasan, tetapi juga melaksanakannya.        mendalam terhadap jawaban atau pemecahan masalah dengan melakukan langkahlangkah yang terperinci. Mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain. Mencoba atau menguji detildetil untuk melihat arah yang akan ditempuh. Mempunyai rasa keindahan yang kuat sehingga tidak puas dengan penampilan yang kosong atau sederhana. Menambahkan garis-garis, warna-warna, dan detil-detil (bagian-bagian) terhadap gambarnya sendiri atau gambar orang lain. Memberi pertimbangan atas dasar sudut pandangnya sendiri. Menentukan pendapat sendiri mengenai suatu hal. Menganalisis masalah atau penyelesaian secara kritis dengan selalu menanyakan “Mengapa?”. Mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mencapai suatu keputusan. Merancang suatu rencana kerja dari gagasan-gagasan yang tercetus. Pada waktu tertentu tidak menghasilkan gagasan-gagasan tetapi menjadi peneliti atau penilai yang kritis. Menentukan pendapat atau bertahan terhadapnya. Kemampuan berpikir kreatif sangat bermakna dalam hidup sehingga perlu dipupuk dalam diri anak didik dengan alasan menurut Munandar (2004:31-32) yaitu: 1) Dengan berkreasi orang dapat mengaktualisasikan dirinya yang merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia. 2) Merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan. 3) Selain bermanfaat bagi diri pribadi dan lingkungan juga memberikan kepuasan kepada individu. 4) Memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. Pencapaian keberhasilan pendidikan yang mengembangkan kemampuan berpikir kreatif ditopang oleh tiga komponen yang bersinergi, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Guru memegang peranan yang penting dalam memunculkan, memupuk, dan merangsang pertumbuhan kemampuan berpikir kreatif siswa (Munandar, 2004:109-116). Perkembangan optimal dari kemampuan berpikir kreatif berh

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP PENINGKATAN KECAKAPAN BERPIKIR RASIONAL SISWA PADA MATERI POKOK EKOSISTEM (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Gajah Mada Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2011/20
0
7
54
PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Assalam Lampung Selatan Se
2
26
65
PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SURVEY, QUESTION, READ, RECITE AND REVIEW (SQ3R) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA YP Unila
1
19
52
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Seputih Raman Tahun Ajaran 2011/
0
6
70
PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kotagajah Semester Genap
0
6
57
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Negeri
1
14
63
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK PROTISTA (Kuasi Eksperimental Pada Siswa Kelas X Semester Ganjil SMA N 2 Gadingrejo T.P 2012/2013)
0
18
65
PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN (Kuasi Eksperimental pada Siswa Kelas XI IPA Semester Genap SMA Neg
0
19
70
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X MA Nurul Ulum Kotagajah Semes
1
10
64
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PEREDARAN DARAH (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas XI Semester Ganjil SMA Negeri 1 Natar Kab. Lampu
3
9
54
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PEREDARAN DARAH (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas XI Semester Ganjil SMA Negeri 1 Natar Kab. Lampu
0
5
54
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK PROTISTA
1
22
65
ENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK PROTISTA (Kuasi Eksperimental Pada Siswa Kelas X Semester Ganjil SMA N 2 Gadingrejo T.P 2012/2013)
1
7
65
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 12 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013)
0
2
49
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK DUNIA TUMBUHAN (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Neger
0
20
129
Show more