PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP UTAMA 3 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Gratis

0
20
77
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP UTAMA 3 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh AGUSTINA DAMAYANTI Hasil belajar adalah kemampuan anak yang diperoleh pada akhir proses pembelajaran dan berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menyerap atau memahami suatu bahan yang telah diajarkan. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan di SMP Utama 3 Bandar Lampung menunjukkan bahwa hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung tergolong rendah. Dalam kegiatan belajar mengajar banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor intern maupun faktor ekstern. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lmapung semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung sebanyak 111 siswa. Teknik pengambilan sampel yang menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier sederhana dan regresi linier multiple. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013. Hasil ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi multiple diperoleh R = 0,491 dan R Square (R2) = 0,242 atau 24,2%. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah sebesar 24,2% dan sisanya sebesar 75,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan penelitian ini yaitu. 1. Ada pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013. Jika minat belajar yang dimiliki siswa itu rendah maka akan rendah pula hasil belajarnya. Sebaliknya, apabila minat siswa terhadap suatu pelajaran tinggi maka akan tinggi pula hasil belajarnya. 2. Ada pengaruh lingkungan belajar di sekolah terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013. Jika lingkungan belajar di sekolah baik dan kondusif maka hasil belajar yang diperoleh akan tinggi. Sebaliknya, apabila lingkungan belajar di sekolah kurang baik dan kondusif maka hasil belajar yang diperoleh juga kurang baik atau kurang tinggi. 3. Ada pengaruh minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013. Jika minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah baik maka hasil belajar yang diperoleh siswa akan baik. Sebaliknya, jika minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah kurang baik, maka hasil belajar yang diperoleh siswa juga kurang baik. ✁✂✄☎✆✝✞ ✟✠✂☎✡ ☛✁☞☎✌☎✆ ✍☎✂ ☞✠✂✄✎✝✂✄☎✂ ☛✁☞☎✌☎✆ ✍✠ ✏✁✎✑☞☎✞ ✡✁✆✞☎✍☎ ✞☎✏✠☞ ☛✁☞☎✌☎✆ ✠ ✏ ✡✁✆ ☎✍✝ ✏✠✏✒☎ ✎✁☞☎✏ ✓✠✠✠ ✏✟ ✝✡☎✟☎ ✔ ☛☎✂✍☎✆ ☞☎✟ ✝✂✄ ✏✁✟✁✏✡✁✆ ✄☎✂✌✠☞ ✡☎✞✝✂ ✁☞☎✌☎✆☎✂ ✕✖✗✕✘✕✖✗✔ (Skripsi) Oleh Agustina Damayanti FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman ✙✚ ✛✜✢✜✣✤✥✦✜ ✛✧★✧✩✤✪✤✜★ ✛✧★✥✜✢✫✬ ✭✤★✜✪ ✮✧✩✜✯✜✢ ✣✜★ ✰✤★✥✱✫★✥✜★ ✮✧✩✜✯✜✢ ✣✤ ✲✧✱✳✩✜✬ ✴✧✢✬✜✣✜✵ ✶✜✷✤✩ ✮✧✩✜✯✜✢ ✸✧✩✜✷ ✹✺✺✺ ✲✭✛ ✻✪✜✦✜ ✼ ✮✜★✣✜✢ ✰✜✦✵✫★✥ ✲✧✦✧✷✪✧✢ ✽✜★✯✤✩ ✴✜✬✫★ ✛✧✩✜✯✜✢✜★ ✾✿✙✾❀✾✿✙✼ ✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✚✼✾ DA❁TAR TABEL Tabel Halaman 1. ❂❃❄❅❆ B❇❆❃❈❃❉ ❊❆❃❋●❃❋ ❂❃❉❅❃❋ ❍❃■❃ ❏❇❆❃❈❃❉❃❋ ❑❏▲ ▼❇❉◆❃❖P ▲❅❄◗❃ ❘❇❆❃❄ ❙❑❑❑ ▲❍❏ ❊■❃❚❃ 3 B❃❋❖❃❉ ❯❃❚◆P❋● ▲❇❚❇❄■❇❉ ❱❃❋❈❅❆ ▼❃❲P❋ ❏❇❆❃❈❃❉❃❋ 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. ❂❃❄❅❆ ❏❇❋❇❆❅■❅❃❋ ❃y❋● ❳❇❆❇❨❃❋ ........................................................................30 ❩P❚❆❃❲ ▲❇❆P❉P❲ ▲❅❄◗❃ ❘❇❆❃❄ ❙❑❑❑ ▲❍❏ ❊■❃❚❃ 3 B❃❋❖❃❉ ❯❃❚◆P❋● ...............35 ❏❇❉❲❅■P❋●❃❋ ❩P❚❆❃❲ ▲❃❚◆❇❆ ❍❃❄❅❋● -masing Kelas........................................36 2012/2013 .......................................................................................................3 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. Variabel, Indikator, Sub Indikator dan Skala Pengukuran..............................39 Hasil Analisis Uji Validitas Angket Untuk Variabel X1 .................................42 Hasil Analisis Uji Validitas Angket Untuk Variabel X2 .................................42 Hasil Analisis Uji Reliabilitas Angket Untuk Variabel X1 .............................44 Hasil Analisis Uji Reliabilitas Angket Untuk Variabel X2 .............................44 Analisis Varians Untuk Uji Kelinearan Regresi .............................................48 Kondisi Siswa SMP Utama 3 Bandar Lampung.............................................59 Sarana dan Prasarana SMP Utama 3 Bandar Lampung..................................60 Distribusi Frekuensi Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013 .................................62 Kategori Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013..................................................63 Distribusi Frekuensi Lingkungan Belajar di Sekolah Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013 ......64 Kategori Lingkungan Belajar di Sekolah Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013.....................64 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013 .................................65 Kategori Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013..................................................66 Hasil Pengujian Normalitas Variabel X1 Dengan Menggunakan SPSS .........68 Hasil Pengujian Normalitas Variabel X2 Dengan Menggunakan SPSS .........68 Hasil Pengujian Homogenitas Dengan Menggunakan SPSS ..........................69 Hasil Uji Kelinearan Regresi untuk Variabel Minat Belajar (X1) ..................71 Hasil Uji Kelinearan Regresi untuk Variabel Lingkungan Belajar di sekolah (X2)..................................................................................................................72 Kesimpulan Hasil Uji Linearitas Garis Regresi..............................................72 Hasil Uji Multikolinearitas..............................................................................73 Hasil Uji Autokorelasi ....................................................................................74 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. Hasil Uji Heteroskedastisitas ..........................................................................76 Kesimpulan Hasil Uji Heteroskedastisitas......................................................76 Korelasi Minat Belajar terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu ..........................77 Koefisien Regresi Minat Belajar terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu ...........77 Korelasi Lingkungan Belajar di Sekolah terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu ...........................................................................................................79 Koefisien Regresi Lingkungan Belajar di Sekolah terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu ...........................................................................................................79 Koefisien Regresi Minat Belajar (X1) dan Lingkungan Belajar di Sekolah (X2) terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu ........................................................81 ANOVA untuk Uji Hipotesis Pengaruh Minat Belajar (X1) dan Lingkungan Belajar di Sekolah (X2) terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu (Y)...................82 Korelasi Regresi Minat Belajar (X1) dan Lingkungan Belajar di Sekolah (X2) terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu (Y) .........................................................83 MOTTO Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya kamu berharap. (Qs. Al Insyirah: 7-8) Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan, saat mereka menyerah. (Thomas Alfa Edison) Ketika anda berada di sebuah ruangan yang tidak memiliki pintu, bukan berarti tidak ada jalan keluar (Dedi Corbuzier) Jika kamu takut kegagalan maka kamu tidak akan pernah menemukan jalan menuju kesuksesan (5cm) PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP UTAMA 3 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh ❬❭❪❫❴❵❛❜ ❝❜❞❜❡❜❛❴❵ Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 ❢❣❤❣✐❥❦❧♠✐ ♥❣✐♦❧♦❧❢♠✐ ✐♠♣❧q✐♠r s✐❧t❣❦♣❧❥♠♣ r♠❤♥s✐✉ ✈♠❢sr❥♠♣ ❢❣✉s❦s♠✐ ♦♠✐ ❧r❤s ♥❣✐♦❧♦❧❢♠✐ ✇s❦s♣♠✐ ♥❣✐♦❧♦❧❢♠✐ ❧r❤s ♥❣✐✉❣❥♠①s♠✐ ♣q♣❧♠r Jl. Soemantri Brojonegoro No. 01 Gedung Meneng Bandar Lampung 35145 Telp. (0721) 704624 Faximile (0721) 7046 ♣s❦♠❥ ♥❣❦✐②♠❥♠♠✐ ③④⑤④ ⑤④⑥⑦ ⑧⑨⑩❶④⑥❷④ ❶④⑥⑦④⑥ ❷❸⑧④❹④❺ ❸⑥❸❻ ④❷④❼④❺❽ ❾④❿④ ❽ ➀⑦➁➂❶❸⑥④ ➃④❿④⑤④⑥❶❸ ❾➄➅ ❽ ➆➇➈➉➆➉➈➆➊➋ ❽ ➄⑨⑥❷❸❷❸➍④⑥ ➎➍➌⑥➌❿❸ ➄⑩➌⑦⑩④❿ ③❶➁❷❸ ➀❼④❿④❶ ❽ ➏❼➐ ③⑩❸ ➑⑩⑨➂⑥④ ➒⑦➐➓➌⑦⑤④ ❾➌➐➈➔ ➑④❿→➁⑥⑦ ③④❹④❺ ➣⑩⑨⑧⑨➂❻ ➣④⑥❷④⑩ ↔④❿→➁⑥⑦➐ ➃⑨⑥⑦④⑥ ❸⑥❸ ❿⑨⑥⑤④❶④➍④⑥ ⑧④❺❹④ ❷④❼④❿ ➂➍⑩❸→➂❸ ❸⑥❸ ❶❸❷④➍ ❶⑨⑩❷④→④❶ ➍④⑩⑤④ ⑤④⑥⑦ →⑨⑩⑥④❺ ❷❸④↕➁➍④⑥ ➁⑥❶➁➍ ❿⑨❿→⑨⑩➌❼⑨❺ ⑦⑨❼④⑩ ➍⑨➂④⑩↕④⑥④④⑥ ❷❸ ➂➁④❶➁ →⑨⑩⑦➁⑩➁④⑥ ❶❸⑥⑦⑦❸❻ ❷④⑥ ➂⑨→④⑥↕④⑥⑦ →⑨⑥⑦⑨❶④❺➁④⑥ ➂④⑤④ ↕➁⑦④ ❶❸❷④➍ ❶⑨⑩❷④→④❶ ➍④⑩⑤④ ④❶④➁ →⑨⑥❷④→④❶ ⑤④⑥⑦ →⑨⑩⑥④❺ ❷❸❶➁❼❸➂ ④❶④➁ ❷❸❶⑨⑩⑧❸❶➍④⑥ ➌❼⑨❺ ➌⑩④⑥⑦ ❼④❸⑥❻ ➍⑨➙➁④❼❸ ⑤④⑥⑦ ➂⑨➙④⑩④ ❶⑨⑩❶➁❼❸➂ ❷❸④➙➁ ❷④❼④❿ ⑥④➂➍④❺ ❸⑥❸ ❷④⑥ ❷❸➂⑨⑧➁❶ ❷④❼④❿ ❷④➛❶④⑩ →➁➂❶④➍④➐ ➣④⑥❷④⑩ ↔④❿→➁⑥⑦❻ ➜⑨⑧⑩➁④⑩❸ ➊➆➈➉ ➓④⑥⑦ ➅⑨❿⑧➁④❶ ➄⑨⑩⑥⑤④❶④④⑥ ➀⑦➁➂❶❸⑥④ ➃④❿④⑤④⑥❶❸ ➆➇➈➉➆➉➈➆➊➋ Persembahan Ayahanda dan Ibunda yang tercinta Terima kasih atas titasan do a , Air mata dan peluh perjuanganmu Telah membawaku menuju pintu kesuksesan Aku selalu yakin, dengan do a dan dukunganmu Aku mampu taklukan dunia Dari rasa khawatir hingga rasa yakin Aku mencoba bertahan atas nama ceritaku Mungkin hanya inilah yang mampu kubuktikan kepadamu Bahwa aku tak pernah lupa pengorbananmu Bahwa aku tak pernah lupa nasehatmu Bahwa aku tak pernah lupa berjuang membahagiakanmu Untukmu Bapak Semin dan Ibu Warsini ➝➞➟➞➠ ➡➢➤➥➦➧➥ ➨➩➫➭➯➲➳➵➸ ➺➻➭➲➼ ➽➫➾➲➚➲➳ ➪➲➭ ➾➻➭➯➶➵➭➯➲➭ ➽➫➾➲➚➲➳ ➪➻ ➹➫➶➘➾➲➸ ➼➫➳➸➲➪➲➩ ➸➲➹➻➾ ➽➫➾➲➚➲➳ ➻➩➹ ➼➫➳➩➲➪➵➹➻➹➴➲ ➶➫➾➲➹ ➷➻➻➻ ➹➺➩ ➵➼➲➺➲ ➬ ➽➲➭➪➲➳ ➾➲➺➩➵➭➯ ➹➫➺➫➹➼➫➳ ➯➲➭➚➻➾➼➲➸➵➭ ➩➫➾➲➚➲➳➲➭ ➮➱✃➮❐➮➱✃➬ ❒❮❰❮ Ï❮Ð❮➧➥➧Ñ❮ ➨ ÒÓÔÕÖ×ØÒ ÙÒÚÒYANTI ❒Û❰Û➤ ÜÛ➢Û➢ Ï❮Ð❮➧➥➧Ñ❮ ➨ ÝÞßàÝàßÝáâ Ü➤Ûã➤❮❰ ➡ä➞➟➥ ➨ Üåæ➟➥➟➥➢❮æ ç➢ÛæÛ❰➥ ➝➞➤➞➧❮æ ➨ Üåæ➟➥➟➥➢❮æ è➠❰➞ Üåæãåä❮Ð➞❮æ ➡Û➧➥❮➠ é❮➢➞➠ä❮➧ ➨ êåã➞➤➞❮æ ➟❮æ è➠❰➞ Üåæ➟➥➟➥➢❮æ MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing Üå❰ë➥❰ë➥æã è Üå❰ë➥❰ë➥æã èè Drs. Hi. Nurdin, M.Si Drs. Darwin Bangun, M.Pd ìíî ïðñòòóïô ïðóñòõ ï òòõ ìíî ïðöõòôõò ïðó÷òõ ï òòï 2. Mengetahui øùúûü ýûþûÿü îù ✆✝✆✝✞ü í✟✄û îù ✂ùúü ✠ûü ☎✁ÿ✝ü✟ øùúûü îþ✁✂þü ✄ ☎úû✆✝ îù ✆✝✆✝✞ü ✡✞✁ ✁✄✝ Drs. Buchori Asyik, M.Si Drs. Hi. Nurdin, M.Si. ìíî ïðöñòïòó ïðóöòõ ï òò÷ ìíî ïðñòòóïô ïðóñòõ ï òòõ ☛☞✌✍☞✎✏✑✒✏✌ ✓✔ ✕✖✗ ✘✙✚✛✜✢✖ ✣✤✥✦✧ ★✩✪✫✬ ✑✭. Nurdin, M.Si ............................ ✮✤✯✰✦✱✲ ★ Drs. Yon Rizal, M.Si ............................ ✳✤✴✵✤✥✧✵✲✶ ★ Drs. Darwin Bangun, M.Pd. ............................ ✷✔ ✸✙✹✺✚ ✻✺✹✜✼✽✺✾ ✿✙✛✜❀✜✺✚ ❁✺✚ ❂✼✗✜ ✘✙✚❁✖❁✖✹✺✚ Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. ❃❄✮❅ ❆❇❈❉❉❊❆❋ ❆❇●❋❉❊ ❆ ❉❉❊ ❍✧✯✰✰✧■ ❏✦■✦✶ ❑✱✲✧✯ ✳✴✵✲▲✶✲ ★ ❆❊ ▼✤◆✵✦✧✵✲ ❖❉❆❊ P◗❘❙❚❙❯ ❱◗❲❳❨ ❨❩❬❭❪❫❴ ❵❫❪❛❜❫❝❞❛❬ ❵❫ ❡❛❬❵❛❝ ❢❛❣❤❭❬✐ ❤❛❵❛ ❥❛❬✐✐❛❪ ❦❧ ❙✐❭❴❥❭❴ ♠♥♥♠ , ♦❛❬✐ ❣❩❝❭❤❛❞❛❬ ❛❬❛❞ ❞❩❵❭❛ ❵❛❝❫ ❥❫✐❛ ♣❩❝❴❛❭❵❛❝❛ ❤❛❴❛❬✐❛❬ ❡❛❤❛❞ q❩❣❫❬ ❵❛❬ ◗♣❭ ❘❛❝❴❫❬❫r ❨❩❬❵❫❵❫❞❛❬ st❝❣❛❪ ♦❛❬✐ ❤❩❝❬❛❜ ❵❫❴❩❪❩❴❛❫❞❛❬ t❪❩❜ ❤❩❬❭❪❫❴ ❛❵❛❪❛❜ ✉ ♠r q❩❞t❪❛❜ ❲❛❴❛❝ ✈❩✐❩❝❫ ✇ ①❛❣❤❭❬✐ q❛②❛❜ ❢❛❣❛ ❡❛❬❵❛❝ ❢❛❣❤❭❬✐ ❴❩❪❩❴❛❫ ❤❛❵❛ ❥❛❜❭❬ ❦③③✇r ❦r q❩❞t❪❛❜ ④❩❬❩❬✐❛❜ ❨❩❝❥❛❣❛ ❳❥❛❣❛ ✇ ❡❛❬❵❛❝ ❢❛❣❤❭❬✐ ❴❩❪❩❴❛❫ ❤❛❵❛ ❥❛❜❭❬ ❦③③⑤r ✇r q❩❞t❪❛❜ ④❩❬❩❬✐❛❜ ①❩⑥❭❝❭❛❬ ❯❝❫❴❛❞❥❫ ❡❛❬❵❛❝ ❢❛❣❤❭❬✐ ❴❩❪❩❴❛❫ ❤❛❵❛ ❥❛❜❭❬ ❦③③♥r ❨❛❵❛ ❥❛❜❭❬ ❦③③♥, ❤❩❬❭❪❫❴ ❵❫❥❩❝❫❣❛ ❴❩♣❛✐❛❫ ❣❛❜❛❴❫❴②❛ ♣❛❝❭ ❵❫ ❳❬❫⑦❩❝❴❫❥❛❴ ❢❛❣❤❭❬✐ ❵❫ ⑧❛❞❭❪❥❛❴ ①❩✐❭❝❭❛❬ ❵❛❬ ◗❪❣❭ ❨❩❬❵❫❵❫❞❛❬ (⑧①◗❨ ) ⑨❭❝❭❴❛❬ ❨❩❬❵❫❵❫❞❛❬ ◗❨q ❨❝t✐❝❛❣ q❥❭❵❫ ❨❩❬❵❫❵❫❞❛❬ ⑩❞t❬t❣❫ ❣❩❪❛❪❭❫ ⑥❛❪❭❝ q✈④❨❯✈r ❨❛❵❛ ❥❛❜❭❬ ❦③♠❦, ❤❩❬❭❪❫❴ ❣❩❬✐❫❞❭❥❫ ①❭❪❫❛❜ ①❩❝⑥❛ ❢❛❤❛❬✐❛❬ (①①❢ ) ❵❩❬✐❛❬ ❥❭⑥❭❛❬ qt❪t❶ q❭❝❛♣❛♦❛, ❡❛❪❫, ⑨t✐⑥❛ , ❵❛❬ ❡❛❬❵❭❬✐r ❨❛❵❛ ❥❛❜❭❬ ❦③♠❦ ⑥❭✐❛ ❤❩❬❭❪❫❴ ❣❩❪❛❞❴❛❬❛❞❛❬ ①❭❪❫❛❜ ①❩❝⑥❛ ✈♦❛❥❛ (①①✈) ❵❛❬ ❨❝t✐❝❛❣ ❨❩❬✐❛❪❛❣❛❬ ❢❛❤❛❬✐❛❬ (❨❨❢) ❵❫ q④❨ ✈❩✐❩❝❫ ❦ ❲❩❴❛ ❯❛❣❛❬ ❙❴❝❫, ❨❭❝♣t❪❫❬✐✐t ❢❛❣❤❭❬✐ ❯❫❣❭❝r ❨❩❬❭❪❫❴❶ ❙✐❭❴❥❫❬❛ ❲❛❣❛♦❛❬❥❫ ❷❸❹❺❸❻❸❹❸ Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul : Pengaruh Minat Belajar dan Lingkungan Belajar di Sekolah Terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013. Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Selesainya penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, motivasi, bimbingan dan saran dari semua pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada. 1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 2. Bapak Dr. M. Thoha B.S. Jaya, M. S. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 3. Bapak Drs. Arwin Achmad, M.Si., selaku Pembantu Dekan II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 4. Bapak Drs. Iskandarsyah, M.H., selaku Pembantu Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 5. Bapak Drs. Buchori Asyik, M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 6. Bapak Drs. Hi. Nurdin, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pembimbing I yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran, serta memberikan motivasi, arahan, dan nasehat kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 7. Bapak Drs. Darwin Bangun, M.Pd., selaku Pembimbing II dan Pembimbing Akademik yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 8. Bapak Drs.Yon Rizal, M.Si., selaku pembahas yang telah meluangkan waktu dan memberikan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 9. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung khususnya Program Studi Pendidikan Ekonomi, terima kasih atas ilmu yang diberikan. 10. Ibu Dra. Idawati. M.M selaku Kepala Sekolah SMP Utam 3 Bandar Lampung yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. 11. Bapak dan Ibu guru SMP Utama 3 Bandar Lampung yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian. 12. Ibu, Bapak, Mbak Yeni, Retno, serta semua keluargaku yang telah mendukung dan menyayangi serta berdoa untuk keberhasilanku. 13. Sahabat-sahabatku Muti, Dewi, Nurul, Ulan, Amel, Arif, Rifky, Arga, dan Wayan yang telah memberikanku semangat, motivasi dan kebersamaannya selama ini. 14. Teman-teman angkatan 2009 yang tidak bisa disebutkan satu per satu namanya. 15. Teman-teman KKN di Purbolinggo terima kasih untuk kebersamaannya. 16. Rekan-rekan pendidikan ekonomi angkatan 2007, 2008, 2010, 2011, dan 2012 yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 17. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu oleh penulis. Semoga segala bantuan, bimbingan, dorongan dan doa yang diberikan kepada penulis mendapat ridho dari Allah SWT. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Amien. Bandar Lampung, Februari 2013 Penulis, Agustina Damayanti ❼❽ ➂❽ ❾❿➀➁➂➃➄➅➄➂➀ ➅➆➇➆➈ ➉➊➋➆➌➆➍➎ ➏➆➐➆➋➆➑ Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya, dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkan untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat (Hamalik: 2004: 79). Dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sprituil keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, Bangsa dan Negara . Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dimana secara mendasar pendidikan mempunyai peranan meningkatkan kemampuan dasar manusia untuk mendapatkan, memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. SDM berkualitas sangat penting dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Oleh karenanya, perluasan dan pemerataan kesempatan belajar merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan, baik sarana maupun prasarana pendidikan 2 tingkat dasar, menengah dan atas. Pada awalnya dimulai dengan program wajib belajar 6 tahun, kemudian diperluas menjadi 9 tahun, sehingga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pendidikan. Setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan sampai ke perguruan tinggi minimal sampai tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal memiliki peranan penting dalam usaha mengembangkan dan membina potensi yang dimiliki siswa. Upaya peningkatan mutu lulusan pendidikan, khususnya pendidikan di sekolah, tidak terlepas dari masalah hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dari peserta didik maupun guru sebagai pendidik. SMP Utama 3 Bandar Lampung adalah salah satu sekolah menengah pertama yang beralamat di Jalan Jend.Sudirman 39 Bandar Lampung. Maksud dan tujuan SMP Utama 3 Bandar Lampung ini adalah turut serta berusaha dan menunjang upaya-upaya pemerintah di bidang pendidikan dalam rangka mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat dan bangsa. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar terlihat dari hasil belajar siswa yang diperoleh selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ada beberapa mata pelajaran yang memiliki hasil belajar yang rendah yang dipelajari oleh siswa kelas VIII di SMP Utama 3 Bandar Lampung, salah satunya adalah mata pelajaran IPS Terpadu. 3 Moeljono Cokrodikardjo berpendapat bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari ➒http://massofa.wordpress.com/2010/12/09/pengertian-ruang-lingkupdan-tujuan-ips/). Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMP Utama 3 umumnya hasil belajar kurang optimal khususnya pada bidang studi IPS Terpadu. Sebagai ilustrasi disajikan data hasil ulangan harian IPS Terpadu Tahun Pelajaran 2012/2013 sebagai berikut. ➓➔→➣↔ ↕➙ s➔ ➫➣↔➔➜ ➛➔➜➝↔ ➞➣↔➔➟➔➠ ➡↔➔➢➤➔➢ ➛➔➠➝➔➢ ➥➦➧ ➓➣➠➨➔➩u ➧➝w ➭➥➥➥ ➧➣➯➣➜➲➣➠ ➳➔➢➟➝↔ ➩➝ ➧➵➦ ➡➲➔➯➔ ➸ ➞➔➢➩➔➠ ➺➔➯➨➻➢➤ ➓➔➼➻➢ ➦➣↔➔➟➔➠➔➢ ➽➾↕➽➚➽➾↕➸ Kelas Nilai Jumlah Siswa < 68 68 VIII 1 16 14 30 VIII 2 19 12 31 VIII 3 20 12 32 VIII 4 24 30 6 VIII 5 25 30 5 Jumlah 104 49 153 Persentase (%) 67,97 32,03 100 Sumber : Guru Bidang Studi IPS Terpadu Kelas VIII Keterangan Kriteria Ketuntasan Minimum yang ditetapkan sekolah adalah 68 Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat diketahui jumlah siswa yang memperoleh nilai hasil ulangan harian pada mata pelajaran IPS Terpadu yang sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 68 sebanyak 49 siswa dari 153 siswa atau sebanyak 32,64%, artinya hanya sebesar 32,64% siswa yang dapat mencapai daya serap materi. Sedangkan, sebanyak 104 siswa atau 67,97% yang belum mencapai 4 daya serap materi. Kenyataan tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar IPS Terpadu Siswa Kelas VIII Semester Ganjil di SMP Utama 3 Bandar Lampung Tahun pelajaran 2012/2013 masih rendah. Hal ini didukung oleh pendapat Djamarah (2002: 18) yang menyatakan apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari 65% dikuasai oleh siswa maka prosentase keberhasilan siswa pada mata pelajaran tersebut tergolong rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VIII di SMP Utama 3 Bandar Lampung Tahun pelajaran 2012/2013 belum dapat menyerap dan menguasai materi pelajaran IPS Terpadu secara optimal sehingga KKM tidak tercapai. Sementara menurut Djamarah dan Zain (2006: 121) untuk mengukur tingkat ketuntasan belajar sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. Istimewa/maksimal apabila seluruh bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa 100%. Baik sekali/optimal apabila sebagian besar dapat dikuasai siswa yaitu 76% 99%. Baik/minimal apabila bahan pelajaran yang dikuasai siswa sebesar 60% 76%. Kurang apabila bahan pelajaran yang dikuasai siswa yaitu kurang dari 60%. Hasil belajar siswa merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan dalam dunia pendidikan. Hasil belajar dapat diartikan hasil yang diperoleh karena adanya aktivitas yang telah dilakukan, hasil belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, hasil belajar yang dicapai oleh siswa memiliki tingkatan yang berbeda-beda dan untuk mencapai hasil belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern) dan 5 faktor yang terdapat dari luar diri siswa (faktor ekstern). Menurut Slameto (2003:54), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah : 1. faktor-faktor internal a. jasmaniah (kesehatan, cacat tubuh) b. psikologis (intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan) c. kelelahan 2. faktor-faktor Eksternal a. keluarga (cara orangtua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orangtua, latar belakang kebudayaan) b. sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disipin sekolah, alat pelajaran waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas rumah) c. masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, massa media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat). Rendahnya hasil belajar menunjukkan bahwa tujuan pendidikan belum tercapai. Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh anak didik. Dalam kegiatan belajar mengajar banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut ada yang berasal dari dalam diri siswa maupun yang berasal dari luar diri siswa. Melalui penelitian ini akan dikaji dua faktor yang diduga kuat mempengaruhi hasil belajar yaitu minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah. Minat belajar adalah sesuatu yang berasal dari dalam diri siswa yang berpengaruh pada hasil belajar. Minat yang besar atau keinginan yang kuat terhadap sesuatu merupakan modal besar untuk mencapai tujuan. Minat dalam arti sederhana merupakan kecenderungan dalam diri seseorang untuk tertarik atau menyenangi sesuatu. Minat juga merupakan ketertarikan kepada sesuatu yang mampu 6 dijadikan dorongan untuk melakukan suatu aktivitas sehingga mencapai hasil yang maksimal. Minat ini antara lain dapat dikembangkan dengan cara-cara sebagai berikut. a. Membangkitkan adanya suatu kebutuhan. b. Menghubungkan dengan adanya persoalan yang lampau. c. Memberi kesempatan untuk memperoleh hasil yang baik. d. Menggunakan berbagai macam bentuk belajar (Sardiman, 2008: 93). Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan di SMP Utama 3 Bandar Lampung, minat belajar siswa dapat dikatakan rendah. Hal ini dapat terlihat selama proses belajar mengajar berlangsung, di mana hanya sebagian siswa yang memperhatikan penjelasan dan membuat ringkasan materi yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan. Siswa juga terlihat pasif selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga interaksi antara guru dan siswa juga sangat rendah. Selain minat belajar, faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu lingkungan belajar di sekolah. Lingkungan belajar di sekolah yang kondusif, aman, nyaman dan tertib, optimisme dan harapan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, yang bersih dan sehat, serta kegiatan yang terpusat pada peserta didik merupakan iklim yang dapat membangkitkan nafsu, gairah dan semangat belajar. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan di sekolah dan wawancara langsung dengan beberapa siswa menunjukkan, lingkungan belajar di sekolah kurang kondusif, kegiatan belajar masih terpusat pada guru sehingga cenderung pasif dan tidak terlihat optimismenya dalam belajar yang minim menjadikan siswa kurang tertarik dalam mengikuti pelajaran. 7 Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut, maka penulis akan melakukan penelitian yang berjudul: ➪➶➹➘➴➷➬➮ ➱✃➹➴❐ ❒➶❮➴❰➴➷ Ï➴➹ Ð✃➹➘Ñ➬➹➘➴➹ ❒➶❮➴❰➴➷ Ï✃ Ò➶ÑÓ❮➴➮ Ô➶➷➮➴Ï➴Õ Ö➴×✃❮ ❒➶❮➴❰➴➷ Ø➪Ò Ô➶➷Õ➴Ï➬ Ò✃×➴wÙ➶❮➴× ÚØØØ Ò➱➪ Û❐➴Ü➴ Ý ❒➴➹Ï➴➷ Ð➴ÜÕ➬➹➘ Ò➶Ü➶×❐➶➷ Þ➴➹❰✃❮ Ô➴➮➬➹ ➪➶❮➴❰➴➷➴➹ ßàáßâßàáÝãä ❒ã ØÏ➶➹❐✃å✃Ñ➴×✃ ➱➴×➴❮➴➮ Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut. 1. Rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII. 2. Rendahnya minat belajar siswa kelas VIII. 3. Siswa kelas VIII kurang memperhatikan penjelasan materi yang diberikan oleh guru. 4. Kurangnya keaktifan belajar siswa kelas VIII. 5. Lingkungan belajar di sekolah yang kurang kondusif. 6. Masih sedikitnya siswa yang tidak mempunyai Lembar Kerja Siswa (LKS) dan buku paket sehingga menghambat kegiatan belajar. 7. Kurangnya interaksi antara siswa dengan guru selama proses pembelajaran. 8. Banyak siswa yang belajar hanya pada saat mendekati ulangan. æã ➪➶Üç➴❐➴×➴➹ ➱➴×➴❮➴➮ Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah tersebut, maka batasan masalah dalam penelitian ini adalah minat belajar (X1), lingkungan belajar di sekolah (X2), dan hasil belajar IPS Terpadu (Y). 8 èé êëìëíîï ðîíîñîò 1. Apakah ada pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013? 2. Apakah ada pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013? 3. Apakah ada pengaruh minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013? óé ôëõëîï ö÷ï÷ñøùøîï Penelitian ini bertujuan. 1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013? 2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh lingkungan belajar di sekolah terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013? 3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh minat belajar dan lingkungan belajar di sekolah terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013? 9 úû üýþÿ ✁✁ ✂ý ý✄☎✆☎✁ Adapun kegunaan dilaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut. ✝û ✞ý✟✁✠✁ ✆ý ✡✠☎✆☎☛ a. Bagi penulis, menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai masalah yang diteliti. b. Bagi akademis, sebagai latihan dan pengalaman dalam mempraktekkan teori yang diterima dibangku kuliah c. Bagi peneliti lebih lanjut, dapat dijadikan referensi dalam megembangkan penelitianya. ☞û ✞ý✟✁✠✁ ✌✠✁✍✆☎☛ a. Siswa sebagai salah satu cara untuk mengetahui presentase pengaruh minat dan lingkungan belajar di sekolah terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Utama 3 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013? b. Guru sebagai mediasi memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya dengan memiliki literatur serta mendukung kegiatan budaya membaca. c. Bagi pihak sekolah, sebagai bahan referensi untuk mengatasi permasalahan yang dialami peserta didik, dan bagi semua pihak yang bermaksud melakukan penelitian lebih lanjut. 10 ✎✏ ✑✒✓✔✕ ✖✗✔✕✘✒✙ ✚✛✔✛✜✗✢✗✓✔ Ruang lingkup penelitian adalah sebagai berikut. ✣✏ ✤✥✦✛✘ ✚✛✔✛✜✗✢✗✓✔ Ruang lingkup objek penelitian adalah minat belajar (X1), lingkungan belajar di sekolah (X2), dan hasil belajar pada mata pelajaran IPS Terpadu (Y). ✧✏ ★✒✥✦✛✘ ✚✛✔✛✜✗✢✗✓✔ Ruang lingkup subjek penelitian adalah siswa kelas VIII. ✩✏ ✪✛✫✙✓✢ ✚✛✔✛✜✗✢✗✓✔ Ruang lingkup tempat penelitian adalah SMP Utama 3 Bandar Lampung. 4✏ ✬✓✘✢✒ ✚✛✔✛✜✗✢✗✓✔ Ruang lingkup waktu penelitian ini dilakukan pada tahun pelajaran 2012/2013. ✭✏ ✮✜✫✒ ✚✛✔✛✜✗✢✗✓✔ Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu pendidikan, khususnya bidang studi IPS Terpadu. ✯✯✰ ✱✯✲✳✴✵✴✲ ✶✵✷✱✴✸✴✹ ✸✺✻A✲✼✸A ✶✯✸✯✻✹ ✽A✲ ✾✯✶✿✱✺✷✯✷ A✰ ✱❀❁❂a❃a❁ ✶❃❄❅a❆a Tinjauan pustaka mempunyai arti peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait. Fungsi peninjauan kembali pustaka yang berkaitan merupakan hal yang mendasar dalam penelitian, semakin banyak seorang peneliti mengetahui, mengenal, dan memahami tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, semakin dapat dipertanggung jawabkan caranya meneliti permasalahan yang dihadapi. 1✰ ✾ a❄❀❇ b❈❇a❂a❉ Hasil belajar merupakan hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar karena kegiatan belajar merupakan proses sedangkan hasil belajar adalah sebagian hasil yang dicapai seseorang setelah mengalami proses belajar dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan. Untuk memahami pengertian hasil belajar maka harus bertitik tolak dari pengertian belajar itu sendiri. Belajar merupakan proses perubahan perilaku tetap dari belum tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari kurang terampil menjadi lebih terampil, dan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, serta bermanfaat bagi lingkungan maupun individu itu sendiri (Trianto 2010:16). Belajar dapat diartikan juga 12 sebagai suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungannya (Hamalik, 2004:28). Djamarah (2002: 13) mengemukakan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik. Percival dan Ellington dalam Daryanto (2010: 59) mengungkapkan ❊belajar adalah perubahan yang terjadi karena hubungan yang stabil antara stimulus yang diterima oleh organisme secara individual dengan respon yang tersamar, dimana rendah, besar, kecil, dan intensitas respon tersebut tergantung pada tingkat kematangan fisik, mental, dan tendensi yang belajar . Menurut Hamalik (2004: 27), Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman . Belajar juga merupakan suatu bentuk pertumbuhan dan perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dengan caracara tingkah laku yang baru sebagai hasil dari pengalaman. Belajar adalah suatu usaha sungguh-sungguh dengan menggunakan semua potensi yang dimiliki baik fisik, mental, panca indera, otak, atau bagian tubuh yang lainnya. Setiap individu pasti mengalamai proses belajar. Belajar dapat dilakukan oleh siapapun, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun orang tua, dan akan berlangsung seumur hidup. Dalam pendidikan di sekolah belajar merupakan kegiatan yang pokok yang harus dilaksanakan. Tujuan pendidikan akan tercapai apabila proses belajar dalam suatu sekolah dapat berlangsung dengan baik, yaitu proses belajar yang melibatkan siswa secara aktif dalam prosses pembelajaran. 13 Slameto (2010: 2) mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Berikut ini ciri-ciri perubahan tingkah laku menurut Slameto (2010: 2). 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perubahan terjadi secara sadar. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional. Perubahan dalam belajar bersifat psoitif dan aktif. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku pada diri seseorang dan mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Belajar memiliki prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan. Dalyono (2005: 51-54) mengemukakan prinsip-prinsip dalam belajar adalah sebagai berikut. 1. Kematangan jasmani dan rohani Salah satu prinsip utama belajar adalah harus mencapai kematangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan yang dipelajarinya. Kematangan jasmani yaitu setelah sampai pada batas minimal umur serta kondisi fisiknya telah kuat untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Kematangan rohani artinya telah memiliki kemampuan secara psikologis untuk melakukan kegiatan pembelajaran. 2. Memiliki kesiapan Setiap orang yang hendak belajar harus memiliki kesiapan yakni dengan kemampuan yang cukup, baik fisik, mental, maupun perlengkapan belajar. 3. Memahami tujuan Setiap orang yang belajar harus memahami tujuannya, kemana arah tujuan itu dan apa manfaat bagi dirinya. 4. Memiliki kesungguhan Orang yang belajar harus memiliki kesungguhan untuk melaksanakannya. Belajar tanpa kesungguhan akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. 5. Ulangan dan latihan Prinsip yang juga tidak kalah pentingnya adalah ulangan dan latihan. Sesuatu yang dipelajari perlu diulang agar apa yang dipelajari dapat meresap dalam otak, sehingga dikuasai sepenuhnya dan sukar untuk dilupakan. 14 Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu proses pembelajaran adalah dengan melihat hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Hasil belajar merupakan cerminan tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan dari proses belajar yang telah dilaksanakan yang pada puncaknya diakhiri dengan suatu evaluasi. Hasil belajar diartikan sebagai hasil akhir pengambilan keputusan tentang tinggi rendahnya nilai siswa selama mengikuti proses belajar mengajar, pembelajaran dikatakan berhasil jika tingkat pengetahuan siswa bertambah dari hasil sebelumnya (Djamarah, 2002: 25). Sukmadinata (2007: 102) mengatakan hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 3) hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Hasil belajar dapat dikatakan tuntas apabila telah memenuhi kriteria ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran. Hasil belajar sering dipergunakan dalam arti yang sangat luas yakni untuk bermacam-macam aturan terdapat apa yang telah dicapai oleh murid, misalnya ulangan harian, tugastugas pekerjaan rumah, tes lisan yang dilakukan selama pelajaran berlangsung, tes akhir semester dan sebagainya. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil pembelajaran. Ada faktor yang dapat diubah seperti cara mengajar, mutu rancangan, model evaluasi, dan lainlain, adapula faktor yang harus diterima apa adanya seperti: latar belakang siswa, gaji, lingkungan sekolah, dan lain-lain (Suhardjono dalam Arikunto, 2006: 55). 15 Menurut Darsono (2000: 26-27) pencapaian hasil belajar yang optimal dipengaruhi oleh bebarapa faktor yaitu sebagai berikut. a. Kesiapan belajar Kesiapan belajar merupakan kondisi awal kegiatan belajar baik kesiapan fisik maupun kesiapan psikologis. b. Motivasi Motivasi merupakan motif yang sudah menjadi aktif saat orang melakukan suatu aktivitas. Motif adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. c. Keaktifan siswa Siswa yang melakukan belajar adalah siswa yang harus aktif dan tidak boleh pasif. Dengan bantuan guru siswa harus mampu mencari, menemukan, dan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya. d. Mengalami sendiri Siswa hendaknya tidak hanya tau secara teoritis, tetapi juga secara praktis sehingga akan diperoleh pemahaman yang mendalam. e. Pengulangan Agar materi semakin mudah di ingat perlu diadakan latihan yang berarti siswa mengulang materi yang dipelajari. f. Balikan dan penguatan Balikan adalah masukan yang sangat penting bagi siswa maupun guru. Penguatan adalah tindakan yang menyenangkan dari guru terhadap siswa yang telah berhasil untuk melakukan sesuatu perbuatan belajar. Menurut Slameto (2003: 54-60) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain. 1. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi tiga faktor, yakni: a) Faktor jasmaniah 1) Faktor kesehatan 2) Faktor cacat tubuh b) Faktor psikologis 1) Intelegensi 2) Bakat 3) Minat 4) Kematangan. c) Kesiapan. Faktor kelelahan 1) Faktor kelelahan jasmani 2) Faktor kelelehan rohani 2. Faktor ekstern (faktor dari luar diri siswa) Faktor yang berasal dari luar diri siswa sendiri terdiri dari tiga faktor, yakni: a) Faktor keluarga 1) Cara orang tua mendidik. 16 2) Relasi antar anggota keluarga 3) Suasana rumah 4) Keadaan ekonomi keluarga b) Faktor sekolah 1) Metode mengajar 2) Kurikulum 3) Relasi guru dengan siswa 4) Relasi siswa dengan siswa 5) Disiplin sekolah 6) Alat pelajaran 7) Waktu sekolah 8) Standar pelajaran diatas ukuran 9) Keadaan gedung 10) Metode belajar 11) Tugas rumah c) Faktor masyarakat 1) Kesiapan siswa dalam masyarakat 2) Massa media 3) Teman bergaul 4) Bentuk kehidupan masyarakat Djaali (2008: 99) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain sebagai berikut. 1. Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri) a) Kesehatan b) Intelegensi c) Minat dan motivasi d) Cara belajar 2. Faktor Eksternal (yang berasal dari luar diri) a) Keluarga b) Sekolah c) Masyarakat d) Lingkungan Penilaian hasil belajar pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan untuk mengukur perubahan prilaku yang telah terjadi pada diri peserta didik. Pada umumnya hasil belajar akan memberikan pengaruh dalam dua bentuk yaitu peserta didik akan mempunyai perspektif terhadap kekuatan dan kelemahannya atas prilaku yang diinginkan dan mereka mendapatkan bahwa prilaku yang 17 diinginkan itu telah meningkat baik setahap atau dua tahap sehingga timbul lagi kesenjangan antara penampilan prilaku yang sekarang dengan yang diinginkan. Penilaian hasil bertujuan untuk mengetahui hasil belajar atau pembentukan kompetensi peserta didik. Standar nasional pendidikan mengungkapkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk penilaian harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, dan penilaian kenaikan kelas. ❋● ❍■❏ ❑▲▼◆❖P◗ Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmuilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabangcabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya). IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial (Diah Harianti, 2006:7). Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan dan IPS di Indonesia: a. Moeljono Cokrodikardjo berpendapat bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari. b. Nu man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti: a) menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan, b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna. c. S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran 18 manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi social. d. Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah hubungan manusia hingga benar-benar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolah-sekolah. t ❱❲❲❳❨❩❩❬❭❨❪❫❬❴❵❯❴❛❩❩❪❜❬❳❲❝❞❡❞❲❡❝❲❞❢❲❯❛❣❤❛ ✐rt❨❣ ❥❴❦❨❣❤❥❧✐❣❤♠❦❯❥❵❨❣❥ ❘❙❚❯ ❦ t ♥u ❨❣❥✐❯❩❲♦ Pembelajaran IPS yang dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya, tetapi aspek praktis dalam mempelajari, menelaah, mengkaji gejala, dan masalah sosial masyarakat, yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. ♣q rst✉✈ ✇①②✉③✉④ Minat adalah salah satu aspek psikis yang ada pada setiap manusia. Apabila seseorang menaruh minat pada sesuatu, maka orang tersebut akan berusaha dengan sekuat mungkin untuk memperoleh yang diinginkannya. Usaha yang dilakukan terjadi karena adanya dorongan dari minat yang dimilikinya. Jadi, minat merupakan penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan. Minat adalah hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat hubungan tersebut, maka semakin kuat pula minatnya. Menurut Sudarsono (2003: 28) menyatakan bahwa minat merupakan sikap ketertarikan atau sepenuhnya terlibat dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya atau bernilainya kegitan tersebut. 19 Menurut Sardiman (2008: 76) minat dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhan tersendiri. Minat yang ada pada diri seseorang akan memberikan gambaran dalam aktivitas untuk mencapai tujuan. Minat belajar menurut Djaali (2008: 121) adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah pener

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS IX SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 8 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
5
75
PENGARUH MINAT BELAJAR DAN PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012.
0
9
85
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KOLEKSI BAHAN BACAAN, MINAT BACA DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 25 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
9
82
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KOLEKSI BAHAN BACAAN, MINAT BACA DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 25 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
10
80
PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP UTAMA 3 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
14
81
PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP UTAMA 3 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
20
77
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SIDOMULYO SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
11
1
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SIDOMULYO SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
20
83
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DI RUMAH CARA BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP WIYATAMA BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
7
75
PENGARUH INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ), KEPEMILIKAN LITERATUR IPS TERPADU SISWA DAN BUDAYA MEMBACA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 24 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
15
98
PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA, KEBIASAAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP PGRI 2 LABUHAN RATU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
10
87
PENGARUH CARA BELAJAR, MINAT BACA DAN PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP BINA MULYA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
6
66
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH DAN SIKAP SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 3 NATAR
1
16
116
PENGARUH PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
1
45
78
PENGARUH MOTIVASI DAN KETERSEDIAAN FASILITAS BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
1
15
93
Show more