Pengaruh Integritas Auditor Dan Due professional Care Terhadap Kualitas Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik KAP di Kota Bandung Yang terdaftar di BAPEPAM-LK)

Gratis

3
23
90
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH INTEGRITAS AUDITOR DAN DUE PROFESSIONAL CARE TERHADAP KUALITAS AUDIT

  PENGARUH INTEGRITAS AUDITOR DAN DUE PROFESSIONAL CARE TERHADAP KUALITAS AUDIT(Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah Bandung yang Terdaftar di BAPEPAM-LK) Oleh : Ditha Aprilia FUNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA ABSTRACT Auditor Integrity is one of the things that need to be considered for any public accountant in producing optimum audit quality, as well as the attitude Due Professional Care owned by anauditor. The results of testing the hypothesis in this study showed that (1) Integrity Auditor has a significant positive effect on audit quality, (2) Due Professional Care has a significant positiveeffect on audit quality, (3) Integrity Auditor and Due Professional Care has a positive influence significantly to the Quality Audit.

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Adapun persyaratan lain yang harus dimiliki oleh seorang auditor seperti dinyatakan dalam Pernyataan Standar Auditing adalah keahlian dan due professional care. Peranankompetensi saja tidak cukup untuk menghasilkan audit yang berkualitas, faktor lain seperti kemahiran atau Due professional care juga dapat mempengaruhi kualitas hasil audit (SPAP,2011 : 150.1).

1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah

  Adanya kualitas laporan audit yang diragukan karena KAP tidak me-riview ulang hasil audit dan adanya keraguan atas kejujuran auditor tersebut, bahwa hasil audit laporankeuangannya apakah telah sesuai dengan bukti dan fakta yang ada sebelum di publikasikan. Seberapa besar pengaruh Integritas Auditor dan Due Professional Care terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah Kota Bandung yangterdaftar di BAPEPAM-LK.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud PenelitianMaksud penelitian ini untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan, serta berhubungan dengan bahan pembahasan metodelogi penelitian, yaitu pengaruh integritasauditor dan Due Professional Care terhadapkualitas audit. 1.3.2 Tujuan PenelitianAdapun tujuan dari penelitian ini yaitu :

1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Integritas Auditor terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK

  Untuk mengetahui besarnya pengaruh Due Professional Care terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah Kota Bandung yang terdaftar diBAPEPAM-LK. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Integritas Auditor dan Due Professional Care terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah Kota Bandungyang terdaftar di BAPEPAM-LK.

1.4 Kegunaan Penelitian

  1.4.1 Kegunaan PraktisHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang Pengaruh Integritas Auditor dan Due professional care terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK. 1.4.2 Kegunaan AkademisPenelitian ini dilakukan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman bagi Penulis mengenai Pengaruh Integritas Auditor dan due professional care terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK.

II. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

  2.1.2 Due Professional Care 2.1.2.1 Pengertian Due Professional CareMenurut Siti Kurnia dan Ely Suhayati (2010:42) menyatakan definisi due professionalcare sebagai berikut : : “Due professional care adalah penggunaan kemahiran professional dengan cermat dan seksama menekankan tanggung jawab setiap professional yang bekerja dalamorganisasi auditor independen untuk mengamati standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan”. 3.2 Metode PenelitianPengertian metode penelitian menurut Sugiyono (2009:4) menyatakan bahwa metode penelitian adalah sebagai berikut :“Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuansehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah”.

5 Kerangka pemikiran merupakan intisari dari teori yang telah dikembangkan dan

III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN

  3.2 Metode PenelitianPengertian metode penelitian menurut Sugiyono (2009:4) menyatakan bahwa metode penelitian adalah sebagai berikut :“Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuansehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah”. Adapun teknik pengamblian sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampel jenuh 3.2.5.2 Pengujian HipotesisRancangan pengujian hipotesis ini dinilai dengan penetapan hipotesis nol dan hipotesis alternatif, penelitian uji statistik dan perhitungan nilai uji statistik, perhitungan hipotesis,penetapan tingkat signifikan dan penarikan kesimpulan.

2) Hipotesis parsial Ho : Tidak terdapat pengaruh antara Integritas Auditor terhadap kualitas audit

3) Hipotesis parsial Ho : Tidak terdapat pengaruh antara Due Professinal Care terhadap kualitas audit

  Ha : Terdapat pengaruh antara Integritas Auditor terhadap kualitas audit. Ha : Terdapat pengaruh antara Due Professinal Care terhadap kualitas audit.

b. Hipotesis Statistik 1) Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji Statistik F)

  Ho : β = 0: Tidak terdapat pengaruh Integritas Auditor dan Due Professional Care terhadap kualitas audit. Ha : β ≠0: Terdapat pengaruh antara Integritas Auditor dan Due professional Care terhadap kualitas audit.

2) Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t)

  Dalam pengujian hipotesis ini menggunakan uji dua pihak (two tail test) dilihat dari bunyi hipotesis statistik yaitu hipotesis nol : β = 0 dan hipotesis alternatifnya (Ha) : β ≠ 0Ho : β = 0: Tidak terdapat pengaruh antara Integritas Auditor terhadap kualitas audit. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5% karena dinilai cukup untuk mewakili hubungan variabel – variabel yangditeliti dan merupakan tingkat signifikasi yang umum digunakan dalam statu penelitian.

a. Hasil Fhitung dibandingkan dengan Ftabel dengan kriteria :

  Hasil t hitung dibandingkan dengan Ftabel dengan kriteria : 1) Jika t hitung≥ t tabel maka Ho ada di daerah penolakan, berarti Ha diterima artinya antara variabel X dan variabel Y ada pengaruhnya. 2) Jika t hitung ≤ t tabel maka Ho ada di daerah penerimaan, berarti Ha ditolak artinyaantara variabel X dan variabel Y tidak ada pengaruhnya.

4. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan

  Kesimpulannya,Integritas Auditor dan Due Professional Care berpengaruh (tidak berpengaruh) terhadap Kualitas Audit. Tingkat signifikannya yaitu 5 % (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak(diterima) dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95% dan hal ini menunjukan adanya (tidakadanya pengaruh yang meyakinkan (signifikan) antara dua variabel tersebut.

4.2 Pembahasan

4.2.1 Pengaruh Integritas Auditor Terhadap Kualitas Audit

  Masih ada beberapa auditor pada Kantor Akuntan Publik yang berada di kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK tidak bersikap jujur, agar auditor harus selalu jujur,sebaiknya lebih ditingkatkan pengawasan agar setiap auditor yang melaksanakan audit bisa menjaga kejujuran, tanggungjawab dan tetap patuh pada aturan yang ada,sehingga menghasilkan kualitas audit yang baik. Agar dalam pelaksanaan audit memperoleh bukti yang memadai, maka auditor perlu melakukan pelatihan-pelatihan dan pengendalian diri untuk menerapkansikap kemahiran dengan cermat dan teliti agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material yang disebabkan olehkekeliruan atau kecurangan dapat terdeteksi oleh auditor sehingga menghasilkan kualitas audit yang baik.

13 Donnelly D.P., Quirin J.J., David O’Bryan. 2003. “Auditor Acceptance of Dysfunctional Audit

  Persepsi Auditor Mengenai Pengaruh Kompetensi, Independensi, danDueProfessional Care terhadap Kualitas Audit. Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, Obyektifitas, Integritas dan Kompetensi Terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan.

14 Precilia Prima Quenna, Abdul Rohman. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi

  04 SPAP (2011),Siti Kurnia dan Ely Suhayati (2010:42) Integritas Auditor (X1)Mulyadi (2007:145) Agus Suryo Sulaiman (2010:131)Wurangian (2005:395) Kualitas Audit (Y)Abdul Halim (2008: 65) Arens et.,al (2012: 105)Mulyadi (2008:9) Abdul Halim (2008:29), Siti Kurnia Rahayu (2010:13) (KomangPariardi, 2014)(Lie David Gunawan,2012) Indra Bastian (2007:19) Menurut Johnstone Karla M,Audrey A. Rittenberg (2013:114) Singgih dan Bawono (2010)Saripudin dkk (2012) Samuel H.

15 LAMPIRAN

  Skeptisme professional 16 Tabel 3.2Operasionalisasi Variabel Variabel Konsep Indikator Skala Ely Shayati (2010:42) Due Professional care(X2) Penggunaankemahiran professional dengan cermat danseksama menekankan tanggung jawab setiapprofessional yang bekerja dalamorganisasi auditor independen untukmengamati standar pekerjaan lapangandan standar pelaporan Siti Kurnia Rahayu dan 4. 17 Tabel 3.4Daftar Nama KAP di wilayah Kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK 8 Kantor Akuntan Publik Abubakar Usman & Rekan Daerah penolakan Hot hitung 2,416 F tabel 3,592 F hitung 18,439Daerah penolakan Ho Daerah Penolakan HoDaerah Penerimaan Ho 2 Gambar 4.3Kurva Uji Hipotesis Simultan Gambar 4.4 Kurva Uji Hipotesis Parsial antara Integritas Auditor terhadap Kualitas Audit 12 DRS.

25 Uji t (Parsial)

BAB II KAJIAN PUSTAKA,KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

Kajian pustaka ini berisikan mengenai landasan teori dan penelitian terdahulu yang akan digunakan sebagai acuan dasar teori dan analisis bagi topikpenelitian ini yang membahas tentang integritas auditor, due professional care dan kualitas audit.

2.1.1 Integritas Auditor

2.1.1.1 Pengertian Integritas Auditor

  Selanjutnya menurut Agus Suryo Sulaiman (2010:131) menyatakan definisi integritas sebagai berikut :“Integritas adalah tentang keseluruhan nilai-nilai kejujuran, keseimbangan, memberi kembali, dedikasi, kredibilitas dan berbagai hal pengabdian diri 11 Menurut Sukrisno Agoes (2012:L5) menyatakan definisi integritas sebagaiberikut : “Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnyapengakuan profesional. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan dimana auditor harusmenaati bentuk standar teknis dan etika, bersikap jujur dan transparan, bijaksana dan bertanggung jawab dalam melaksanakan audit serta tidak dapat menerimakecurangan atau peniadaan prinsip untuk membangun kepercayaan dan memberikan dasar bagi pengambilan keputusan yang berkualitas.

2.1.1.2 Indikator Integritas Auditor

  Keberanian Auditor Keberanian Auditor dituntut jika terjadi kecurangan yang ditemukanoleh auditor tersebut , auditor bisa mengambil keputusan yang tepat dengan menggunakan sikap keberaniannya dan mengungkapkan semuafakta material yang diketahuinya, yang apabila tidak diungkapkan mungkin dapat mengubah pelaporan kegiatan-kegiatan yang diaudit. Tanggung jawab auditor Auditor dituntut agar secara hati-hati menggunakan dan menjaga segalainformasi yang diperoleh dalam audit, Tidak akan menggunakan informasi yang diperoleh untuk kepentingan pribadi/golongan di luarkepentingan organisasi atau dengan cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

2.1.2 Due Professional Care

2.1.2.1 Pengertian Due Professional Care

  Seorang auditor harus memiliki tingkat keterampilan yang dimiliki oleh para auditor pada umumnya dan harus menggunakan keterampilan tersebutdengan kecermatan dan keseksamaan yang wajar. Menurut Siti Kurnia dan Ely Suhayati (2010:42) menyatakan definisi dueprofessional care sebagai berikut : : “Due professional care adalah penggunaan kemahiran professional dengan cermat dan seksama menekankan tanggung jawab setiap professional yangbekerja dalam organisasi auditor independen untuk mengamati standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan”.

2.1.2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi due professinal care

  Pelaksanaan pemeriksaan serta penyusunan laporan hasil pemeriksaan, pemeriksa harus memiliki kecakapan profesional yang memadai untukmelaksanakan tugas pemeriksaan. Pemeriksa harus mempunyai kecakapan profesionalnya dengan cermat dan seksama (due professional care) dan secarahati-hati dalam setiap pemeriksaannya (Elisha, 2010).

1. Skeptisme professional

  Keyakinan yang memadai.” Skeptisme profesional yaitu suatu sikap auditor yang berpikir kritisterhadap bukti audit dengan selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi terhadap bukti audit tersebut. Pengumpulan dan penilainan bukti audit secaraobejektif menuntut auditor mempertimbangkan kompetensi dan kecukupan bukti 15 Sedangkan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salahsaji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan maupun kecurangan, selama proses pemeriksaan dan hasil tersebut dituangkan dalam kertas kerja audit dengandukungan bukti audit persuasif.

2.1.3 Kualitas Audit

2.1.3.1 Pengertian Kualitas audit

  Kualitas audit merupakan salah satu titik sentral yang harus diperhatikan sekalipun tidak mudah untuk menyepakati apa yang dimaksud kualitas audit itu,namun setidak-tidaknya struktur definisi atas kualitas audit mencangkup auditing dan jasa akuntansi lainnya. Dari pengertian tentang kualitas audit di atas maka dapat disimpulkan bahwa kualitas audit memiliki arti bagaimana auditor pada saat mengaudit laporankeuangan klien dapat menemukan dan melaporkan adanya salah saji material atau pelanggaran yang terjadi dalam laporan keuangan, dimana dalam melaksanakantugasnya tersebut auditor memiliki sikap kompeten, dan dalam membuat laporan menerapkan etika, integritas, due professional care dan independensi.

2.1.3.2 Kriteria Audit yang Berkualitas

Menurut Ely Suhayati dan Siti Kurnia Rahayu (2009:2) menyatakan bahwa faktor-faktor dari kualitas audit itu sebagai berikut :“1. Proses Sistematis

2. Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif

  Rangkaian tahap dan prosedur ini memerlukan suatu perencanaan yang baik, terstruktur dan terorganisir untuk mendapatkantujuan dari pemeriksaan yang di harapkan. Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif Bahan bukti merupakan segala sesuatu yang merupakan informasi bagiauditor dalam menentukan apakah informasi yang di audit di sajikan sesuai dengan kriteria yang di tetapkan atau tidak .

2.2 Kerangka Pemikiran

  Teori yang telahdikembangkan dalam rangka memberi jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan antar variabel berdasarkan pembahasanteoritis. Berdasarkan telah pustaka serta penelitian terdahulu, maka penelitian ini menjelaskan bahwa kualitas auditdipengaruhi oleh Integritas Auditor dan DueProfessional Care.

2.2.1. Pengaruh Integritas Auditor terhadap Kualitas Audit

  Menurut Siti Kurnia Rahayu (2010:13) menyatakan bahwa : “Sikap mental independensi dan integritas yang dipertahankan olehakuntan publik akan meningkatkan kepercayaan pemakai laporan audit dan memberikan kualitas audit yang baik”. Jadi, dapat disimpulkan integritas berpengaruh terhadap kualitas audit artinya dengan seorang auditor jika memiliki sikap jujur, berani, bijaksana danbertanggungjawab dalam melaksanakan audit maka akan membangun kepeercayaan dan memberikan dasar bagi pengambilan keputusan yang handal.

2.2.2. Pengaruh Due Professional Care terhadap Kualitas Audit

  Hasil ini menunjukkan bahwa auditor selalu melakukan review secara kritis pada setiap tingkat supervise terhadap pelaksanaan audit dan terhadap setiappertimbangan audit maka auditor akan selalu menjaga kualitas hasil auditnya (Pancawati, 2012). Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan Singgih dan Bawono (2010) yang menyebutkan bahwa due professional care memiliki hubunganpositif dengan kualitas audit.

2.2.3 Penelitian Sebelumnya

  Penelitian ini merupakan proses kesinambungan dari penelitian sebelumnya untuk mendapatkan informasi yang valid mengenai permasalahanpeneliti, yaitu mengenai Pengaruh Integritas Auditor dan Due Professional Care terhadap Kualitas Audit. Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah di uraikan di atas, dan menurut teori yang mendukung maka penulis membuat hipotesis sebagai berikut :H : Integritas Auditor berpengaruh terhadap kualitas audit.

1 H 2 : Due professional Care berpengaruh terhadap kualitas audit

H 3 : Integritas Auditor dan Due professional Care berpengaruh terhadap kualitas audit.

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN

  Berdasarkan pernyataan di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan menggunakan metode penelitian ini akan diketahui hubungan yang signifikanantara variabel yang diteliti sehingga menghasilkan kesimpulan yang akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti.untuk itu, metode penelitian inimenggunakan metode deskriptif dan verifikatif. Data yang dibutuhkan adalah data yang sesuai dengan masalah-masalah yang ada dansesuai dengan tujuan penelitian, sehingga data tersebut akan dikumpulkan, dianalisis dan diproses lebih lajut sesuai dengan teori-teori yang telah dipelajari, jadi dari datatersebut akan ditarik kesimpulan.

2 Verifikatif berarti menguji teori dengan pengujian suatu hipotesis apakah diterima atau ditolak

  T-3 : Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh integritas auditor terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah Bandung yangterdaftar di BAPEPAM-LK Menurut Sugiyono (2012:38) mendefinisikan operasional variabel adalah sebagai berikut :“Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari danditarik kesimpulannya”. Keyakinan yang professional yang bekerja dalam memadaiorganisasi auditor independen untuk mengamati standar pekerjaanlapangan dan standar pelaporan Siti Kurnia Rahayu dan Ely Shayati Siti Kurnia Rahayu dan ) (2010:42) Ely Suhayati (2010:42Kualitas audit Suatu proses sistematik untuk 1.

3.2.3 Sumber Data dan Teknik Penentuan Data

  Sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian mengenai Integritas Auditor dan Due Professional Care terhadap Kualitas Audit sumber data primer. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini yaitu melalui cara menyebarkan kuisioner kepada responden untuk mengetahui tanggapan tentangvariabel yang akan diteliti.

3.2.3.2 Teknik Penentuan Data

  PopulasiPopulasi merupakan obyek atau subyek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian. Populasisasaran dalam penelitian ini adalah auditor pada Pada Pada Kantor Akuntan Publik(KAP) Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK jumlah populasi secara keseluruhan sebanyak 12 KAP yang diwakili oleh auditor senior dan auditorpartner sebanyak 24 responden.

3.2.4 Prosedur Pengumpulan data

  Kuesioner, teknik kuesioner yang penulis gunakan adalah kuesioner tetutup, suatu cara pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftarpertanyaan kepada responden dan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah auditor eksternal, dengan harapan mereka dapat memberikan responatas daftar pertanyaan tersebut. Studi kepustakaan ini bertujuan untuk memperoleh sebanyak mungkin teori yang diharapkan akan dapat menunjang data yang dikumpulkan dan pengolahannyalebih lanjut dalam penelitian ini.

3.2.4.1 Uji Validitas

  Berdasarkan defenisi di atas, maka validitas dapat diartikan sebagai suatu karakteristik dari ukuran terkait dengan tingkat pengukuran sebuah alat test(kuesioner) dalam mengukur secara benar apa yang diinginkan peneliti untuk diukur. Metode yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah Split Half Method (Spearman-Brown Correlation) atau Teknik Belah Dua, dengan rumus sebagai berikut: 2 =1 + Keterangan:R = Realibility r 1 = Reliabilitas internal seluruh item r = Korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua b Adapun kriteria penilaian uji reliabilitas yang dikemukakan oleh Barker et al.

3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis

3.2.5.1 Rancangan Analisis

  Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan bagaimanapengaruh integritas auditor dan due professional care terhadap kualitas audit.2) Penelitian verifikatif adalah penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan perhitungan statistik. Analisis KualitatifMenurut Sugiyono (2010:14) menyatakan analisis kualitatif adalah sebagai berikut:“Metode penelitian kualitatifitu dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi lama dilapangan, mencatat secara hati-hati apa yang terjadi,melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan dilapangan, dan membuat laporan penelitian secara mendetail”.

2 X (Integritas Auditor) dan X (Due Professional Care), peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai narasumber dari divisi yang terkait

  Dimana data variabel independent (X 1 ) Integritas Auditor (X 2 ) Due Professional Care yang dikumpulkan melalui kuesioner masih memiliki skala ordinal, maka sebelum di olah dan dipasangkan dengan data variabel dependent (Y) Kualitas Audit, data ordinalterlebih dahulu dikonversi menjadi data interval dengan menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Penjelasan garis regresi menurut Andi Supangat (2007: 325) yaitu : “Garis regresi (regression line/line of the best fit/estimating line) adalah suatu garis yang ditarik diantara titik-titik (scatter diagram) sedemikian rupasehingga dapat dipergunakan untuk menaksir besarnya variabel yang satu berdasarkan variabel yang lain, dan dapat juga dipergunakan untukmengetahui macam korelasinya (positif atau negatifnya)”.

2. Uji Multikolinieritas

  Dengan demikian berarti semakin besar korelasi diantara sesama variabel independen, maka tingkat kesalahan dari koefisien regresi semakin besar yang mengakibatkan standar errornya semakin besar pula. Cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas adalah dengan menggunakan Variance Inflation Factors (VIF), 1 VIF =2 1-Ri(Sumber: Gujarati, 2005:35) 2 Menurut Gujarati (2005:362) Dimana R i adalah koefisien determinasi yang diperoleh dengan meregresikan salah satu variabel bebas X 1 terhadap variabel bebas lainnya.

3. Uji Heterokedastisitas

4. Analisis Korelasi

  Menurut Purbayu Budi Santosa dan Ashari (2005:241-242) mendefinisikan heterokedastisitas adalah berikut :“Asumsi heterokedastisitas adalah asumsi regresi dimana varians dari residual tidak sama untuk satu pengamatan ke pengamatan lain.”Dalam regresi, salah satu asumsi yang harus dipenuhi bahwa varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tidak memiliki pola tertentu. Interprestasi dari nilai koefisien korelasi : a) Kalau r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan antara kedua variabel kuat dan mempunyai hubungan yang berlawanan (jika X naik maka Y turunatau sebaliknya).

3.2.5.2 Pengujian Hipotesis

  Hipotesis PenelitianBerdasarkan identifikasi masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut :1) Hipotesis secara keseluruhan Ho : Tidak terdapat pengaruh antara Integritas Auditor dan Due Professional Care terhadap kualitas audit. Dalam pengujian hipotesis ini menggunakan uji dua pihak (two tail test) dilihat dari bunyi hipotesis statistik yaitu hipotesis nol : β = 0 dan hipotesisalternatifnya (Ha) : β ≠ 0 Ho : β = 0: Tidak terdapat pengaruh antara Integritas Auditor terhadap kualitas audit.

2. Menentukan Tingkat Signifikan

  Tingkat signifikanyang digunakan adalah 0,05 atau 5% karena dinilai cukup untuk mewakili hubungan variabel – variabel yang diteliti dan merupakan tingkat signifikasi yang umumdigunakan dalam statu penelitian. Hasil t dibandingkan dengan Ftabel dengan kriteria : hitung 1) Jika t hitung≥ t tabel maka Ho ada di daerah penolakan, berarti Ha diterima artinya antara variabel X dan variabel Y ada pengaruhnya.

5. Penarikan Kesimpulan

  Masih ada beberapa auditor pada Kantor Akuntan Publik yang berada di kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK tidak bersikap jujur, agarauditor harus selalu jujur, sebaiknya lebih ditingkatkan pengawasan agar setiap auditor yang melaksanakan audit bisa menjaga kejujuran,tanggungjawab dan tetap patuh pada aturan yang ada, sehingga menghasilkan kualitas audit yang baik. Agar dalam pelaksanaan audit memperoleh bukti yang memadai, maka auditor perlumelakukan pelatihan-pelatihan dan pengendalian diri untuk menerapkan sikap kemahiran dengan cermat dan teliti agar memperoleh keyakinanyang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan dapat terdeteksi oleh auditorsehingga menghasilkan kualitas audit yang baik.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI

  NamaLengkap : Ditha Aprilia FitrianiTempatTanggalLahir : Bandung, 11 April 1992Agama : IslamJenisKelamin : PerempuanKewarganegaraan : IndonesiaAlamat : Jl. Stasion Cimahi no 41D, Cimahi 40523Email : dithaapriliaa@yahoo.comNo HP : 081220033814 DATA PENDIDIKAN No.

KATA PENGANTAR

  Dalam penulisan skripsi ini, peneliti berusaha seoptimal mungkin untuk memberikan uraian-uraian yang jelas dengan pengetahuan dan kemampuan yangada pada diri peneliti agar dapat dimengerti oleh pembaca. Si.,Ak yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan serta waktunya dalam hormat peneliti mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung yang telah memberikan bantuannya kepadapeneliti, yaitu sebagai berikut: 1.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Due Professionalm Care dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
0
12
40
Pengaruh Kompetensi Auditor Eksternal dan Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit (Survey Pada Kantor Akuntan Publik di Bandung yang Terdaftar di BAPEPAM-LK)
0
5
2
Pengaruh Integritas Auditor dan Skeptisisme Profesional Auditor terhadap Kualitas Audit (Survei pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Bandung yang Terdaftar di BAPEPAM-LK)
1
30
49
Pengaruh Profesionalisme Auditor Dan Fee Audit Terhadap Kualitras Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota Bandung)
4
48
82
Pengaruh Independensi Auditor Dan Kinerja Auditor Terhadap Kualitas Audit (survei Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung)
0
15
70
Pengaruh Integritas dan Masa Perikatan Auditor Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK)
2
10
47
Pengaruh Indepedensi dan Integritas Auditor terhadap Kualitas Audit (Penelitian pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK)
1
5
1
Peranan Integritas Dan Profesionalisme Auditor Dalam Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung
0
5
1
Pengaruh Independensi Dan Septisisme Profesional Auditor Terhadap Kualitas Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntans Publik Wilayah Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK)
0
4
1
Pengaruh Integritas Dankompetensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK)
0
5
1
Pengaruh Kompetensi Auditor dan Komitmen Organisasi Terhadap Kualitas Audit (Survey Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung yang Terdaftar di BAPEPAM-LK)
1
8
32
Pengaruh Due Professional Care dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit (Survey Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Kota Bandung yang Terdaftar di BAPEPAM-LK)
0
31
67
Pengaruh Integritas Auditor Dan Due professional Care Terhadap Kualitas Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik KAP di Kota Bandung Yang terdaftar di BAPEPAM-LK)
3
23
90
Pengaruh Fee Audit dan Tekanan Anggaran Waktu Audit Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di IAPI)
1
10
37
Pengaruh Perilaku Disfungsional Auditor dan Masa Perikatan Audit Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik di Bandung yang Terdaftar di BAPEPAM-LK)
0
8
60
Show more