Resiliensi pada Anak-anak Korban Gempa Bumi dan Tsunami (Studi Deskripsi di Nanggroe Aceh Darussalam )

Gratis

0
20
2
2 years ago
Preview
Full text

Resiliensi pada Anak-anak Korban Gempa Bumi dan Tsunami (Studi Deskripsi di Nanggroe Aceh Darussalam ) Oleh: SHINTA INDAH POERNAMA ( 01810151 )

  Psychology Dibuat: 2006-04-22 , dengan 3 file(s).

  Keywords: Resiliensi, anak, korban gempa bumi dan tsunami

  Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam setahun yang lalu menyisakan penderitaan dan gangguan psikologis pada korbannya, terutama bagi anak-anak. Sebagian anak-anak mampu menyesuaikan diri dan kembali seperti sediakala, mereka inilah yang memiliki resiliensi dalam dirinya. Namun, tidak sedikit dari mereka yang tidak resilien. Resiliensi pada anak-anak sangat diperlukan agar mereka kuat dalam menghadapi dan melalui suatu peristiwa traumatik. Apabila anak-anak korban gempa dan tsunami tidak memiliki resiliensi pada dirinya, akan mendatangkan banyak masalah pada dirinya sendiri maupun orang disekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah dua orang anak yang berusia antara 2

  • – 13 tahun dan merupakan korban gempa dan tsunami yang selamat. Penelitian dilakukan di Nanggroe Aceh Darussalam selama 20 hari, sejak tanggal 1 Desember 2005
  • – 20 Desember 2005. adapun pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode wawancara. Analisa data pada penelitian ini melalui tahap-tahap yaitu reduksi data, display data, mengambil keputusan dan verifikasi. Setelah musibah gempa dan tsunami kedua subyek penelitian mengalami stres pasca trauma, yang banyak membuat perubahan-perubahan lingkungan subyek sehingga berdampak pada diri subyek. Penelitian ini menggambarkan resiliensi subyek kertika menghadapi perubahan- perubahan dan traumanya akibat gempa dan tsunami. Kedua subyek penelitian ini sama-sama mengalami terombang-ambing dalam air saat tsunami menerjang, sama-sama mampu menghadapi stres dan traumanya dalam waktu satu bulan dengan berusaha sabar, tabah, sama- sama mendapatkan pengertian dan dukungan dari keluarga, hanya saja kapasitasnya saja yang berbeda. Namun dari kedua subyek penelitian hanya satu orang subyek yang resilien. Adapun yang membuat subyek menjadi resilien adalah subyek memiliki sebagian besar ciri-ciri resiliensi. Selain itu faktor yang mempengaruhi subyek resilien adalah adanya perhatian, kasih sayang dan dukungan dari orang tua.

  Abstract

  The earthquake and tsunami in Nanggroe Aceh Darussalam year ago leaving the suffering and psychological disturbance at the victim, especially for children. Some children are able to adjust itself and go back to normal, these are to have resilience in her. However, not a few of them are not resilient. Resilience in children is needed, so they are strong in the face and through a traumatic event. If the child victims of the earthquake and tsunami did not have the resilience to him, will bring many problems to himself and people around him. This research is a descriptive qualitative research. The subjects in this study were two children was conducted in Nanggroe Aceh Darussalam for 20 days, as of 1 December 2005 - December 20, 2005. As for data collection in this research is method of interview. Analysis of the data in this study through the stages of data reduction, data display, make decisions and verification.

  After the second earthquake and tsunami research subjects experiencing post traumatic stress, which many make the subject of environmental changes which impacted on the subjects themselves. This study describes the subject kertika resilience to face the changes and trauma caused by the earthquake and tsunami. Both these subjects are equally experienced adrift in the water when the tsunami hit, are equally capable of coping with stress and trauma within a month with trying to be patient, steadfast, equally gain understanding and support from family, it's just that its capacity different. However, from both research subjects only one subject that resilient people. As for who makes the subject to be resilient are the subject has most of the characteristics of resilience. In addition, factors affecting resilient are the subject of attention, affection and support from parents.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Tari Saman Atraksi Wisata Unggulan Di Kabupaten Aceh Tengah Nanggroe Aceh Darussalam
0
52
45
Pengunaan Jenis Kayu Perumahan Bantuan Tsunami di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Nanggroe Aceh Darussalam
2
24
62
Prevalensi Kebutaan Akibat Katarak Di Kabupaten Aceh Besar Nanggroe Aceh Darussalam
0
37
53
Strategi Coping Keluarga Yang Terkena Musibah Gempa dan Tsunami Pasca Enam Bulan Dan Satu Tahun di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
0
48
7
Perbandingan Pengadaan Bahan Perpustakaan Masa Sebelum Dan Sesudah Bencana Tsunami Pada Badan Arsip Dan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
0
52
64
Perencanaan Kota Pasca Bencana Gempa Bumi Dan Tsunami
1
29
4
Pembangunan Rumah Untuk Masyarakat Korban Bencana Gempa & Tsunami Di Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Maret 2005
0
24
8
Objek Wisata Baru Pasca Tsunami Sebagai Primadona Industri Pariwisata Di Banda Aceh Nanggroe Aceh Darussalam
0
24
67
Pembayaran Klaim Asuransi Pegawai Negeri Sipil Kepada Para Ahli Waris Korban Bencana Alam Tsunami Di Nanggroe Aceh Darussalam (Studi Kasus PT. TASPEN Cab. Nanggroe Aceh Darussalam)
1
27
100
Peramalan Jumlah Konsumsi Kalori Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
0
23
68
Resiliensi pada Anak-anak Korban Gempa Bumi dan Tsunami (Studi Deskripsi di Nanggroe Aceh Darussalam )
0
20
2
Rancangan Media Promosi Dan Informasi Kuliner Nanggroe Aceh Darussalam
0
4
1
Pemodelan Tsunami Berdasarkan Parameter Mekanisme Sumber Gempa Bumi Dari Analisis Waveform Tiga Komponen Gempa Bumi Mentawai 25 Oktober 2010
0
0
6
Kajian Potensi Tsunami Akibat Gempa Bumi Bawah Laut di Perairan Pulau Sulawesi
1
2
8
Implementasi Kebijakan Administrasi Kependudukan di Kota Banda Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
0
0
13
Show more