Feedback

Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")

Informasi dokumen
Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku “Ketika Indonesia Dipertanyakan”) SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang Sebagai Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1) Oleh : Anggoro Ragil Arianto 06220261 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Sholawat serta salam saya curahkan atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, atas terselesaikannya tugas akhir ini. Dengan perjuangan keras dan dukungan dari banyak pihak, akhirnya saya dapat menyelesaikan studi di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini. Dengan terselesaikannya Skripsi saya yang berjudul “Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku “Ketika Indonesia Dipertanyakan)”, maka selesai sudah masa studi Strata 1 saya di kampus tercinta ini. Walaupun mungkin masih banyak terdapat kelemahan pada penelitian yang saya lakukan, Insyaallah skripsi ini menjadikan acuan saya guna mengembangkan terus keilmuan saya di bidang Ilmu Komunikasi yang sudah saya dapatkan. Penelitian ini berawal dari minat saya menekuni fotografi sejak masuk ke bangku kuliah. Selama beberapa tahun saya mencoba mendalaminya, ternyata saya sadar bahwa fotografi tidak hanya sebatas pemahaman teknis penggunaan kamera. Fotografi bukan sekedar membuat foto bagus dan indah. Tapi esensi fotografi yang paling penting adalah alat untuk berkomunikasi. Suatu sarana untuk kita (pembuat foto) menyampaikan sebuah informasi kepada khalayak (penikmat foto) melalui media gambar/visual. Untuk itu, kesadaran saya mengarah pada asumsi bahwa fotografi tidak bisa bicara layaknya Televisi atau Radio, untuk itu kita yang diharuskan untuk membacanya. Untuk membaca bahasa visual diperlukan pula penggunaan beberapa teori untuk memahaminya. Diantara beberapa teori tentang pesan fotografi, saya mencoba untuk mendalami salah satunya yaitu semiotika. Tanpa disadari atau tidak, fotografi tersurat banyak tanda untuk berkomunikasi dan dari tanda itu tersirat makna-makna yang mungkin dimaksud pembuat karya untuk menyampaikan pesannya. Aplikasi penggunaan semiotika kali ini diterapkan pada buku Ketika Indonesia Dipertanyakan karya dari rekan-rekan saya sendiri Atmajaya Photography Club (APC) Yogyakarta dimana saya pribadi mencoba menggali representasi sebuah karya foto dalam hal nasionalisme. Semoga ulasan skripsi saya walaupun tidak begitu sempurna dapat menjadi wacana umum di kalangan pegiat ilmu komunikasi terutama pada fotograferfotografer di tanah air. Paling tidak dengan menguasai fotografi secara teknis dan wacana keilmuannya, harapan saya pribadi hal ini dapat menambah daya saing fotografer-fotografer lokal maupun nasional dengan fotografer lainnya. Dan juga dengan kesederhanaan skripsi saya, semoga ini menjadi motivasi untuk semua pihak yang melakukan penelitian sejenis untuk menambah atau menyempurnakannya. Amin Malang, 21 April 2011 Penulis DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL . i LEMBAR PERSETUJUAN . ii LEMBAR PENGESAHAN . iii PERNYATAAN ORISINALITAS . iv BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI . v ABSTRAKSI. vi KATA PENGANTAR . viii LEMBAR PERSEMBAHAN . x DAFTAR ISI . xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. 1 B. Rumusan Masalah. 8 C. Tujuan Penelitian . 8 D. Manfaat Penelitian . 9 E. Tinjauan Pustaka. 9 E.1. Kekuatan Fotografi Sebagai Media Komunikasi Efektif 9 E.1.1. Foto Dokumenter sebagai Suatu Kritik Sosial . 13 E.1.2. Subjektifitas dan Objektifitas Fotografer dalam Sebuah Karya Foto. 15 E.2. Semiotika dan Fotografi. 18 E.2.1. Kesadaran Manusia akan Pemaknaan Tanda . 18 E.2.2. Fungsi Fotografi dalam Kacamata Roland Barthes. 20 E.2.3. Membaca Perspektif Fotografer Dengan Semiotika . 25 E.3. Nasionalisme dan Fotografi . 27 E.3.1. Dinamika Nasionalisme di Nusantara . 27 E.3.2. Problematika Nasionalisme di Perbatasan . 32 E.3.3. Fotografi Sebagai Media Nasionalisme . 34 F. Definisi Konseptual . 37 F.1. Representasi. 37 F.2. Nasionalisme . 38 F.3. Fotografi . 39 G. Metode Penelitian . 39 G.1. Pendekatan Penelitian . 39 G.2. Ruang Lingkup Penelitian. 40 G.3. Unit Analisis. 40 G.4. Teknik Pengumpulan Data. 40 G.5. Teknik Analisis Data . 40 BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Sekilas Tentang Atmajaya Photography Club (APC). 42 A.1 Pelatihan . 43 A.2. Ekspedisi. 43 A.3. Pameran . 44 A.4. Alumni . 45 B. Tinjuan Tentang Buku Ketika Indonesia Dipertanyakan . 45 B.1. Gambaran Umum . 45 B.1.1. Data Buku. 45 B.1.2. Hak Cipta dan Penerbit . 47 B.2. Sinopsis. 47 B.3. Komentar . 52 B.4. Biodata Fotografer. 54 BAB III PEMBAHASAN A. Proses Representasi Dalam Karya Fotografi . 58 A.1 Budaya . 68 A.2. Pendidikan . 70 A.1.1. Siswa SD . 70 A.1.2. Guru . 72 A.3. Warisan Cara Hidup . 75 B. Wujud Nasionalisme Melalui Karya Fotografi pada Buku Ketika Indonesia Dipertanyakan . 77 B.1. Budaya Sebagai Warisan Kearifan Lokal . 77 B.2. Semangat Pendidikan Anak Negeri . 80 B.2.1. Anak-anak Sebagai Calon Penerus Bangsa . 80 B.2.2. Pahlawan Tanpa Tanda Jasa . 83 B.3. Gemah Ripah Loh Jinawi . 87 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan. 91 B. Saran . 94 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Daftar Pustaka Buku : Ajidarma, Seno Gumira. 2002. Kisah Mata: Fotografi antara Dua Subyek: Perbincangan Tentang Ada. Gelang Press. Jakarta Barthes, Roland. 2010. Imaji, Musik dan Teks: Analisis Semiologi atas Fotografi, Iklan, Film, Musik, Al-Kitab, Penulisan dan Pembacaan serta Kritik Sastra. Jalasutra. Yogyakarta Fasya, Teuku Kemal. 2005. Ritus Kekerasan dan Libido Nasionalisme. Penerbit Buku Baik. Yogyakarta Hoed, Beny H. 2011. Semiotika & Dinamika Sosial Budaya, Komunitas Bambu. Depok Kohn, Hans. 1984. Nasionalisme: Arti dan Sejarahnya. PT. Pembangunan dan PT. Erlangga. Jakarta Knapp, Gerrit. 1999. Chepas, Yogyakarta, Photography in the service of the Sultan. KITLV Press. The Netherland Mulyana, Dedy. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya. Bandung Nugroho. R. Amien. 2006. Kamus Fotografi.CV. Andi Offset. Yogyakarta Photography Club, Atmajaya. 2009. Ketika Indonesia Dipertanyakan: Potrt Kehidupan Masyarakat Palapasang. Atmajaya Photography Club. Yogyakarta Sobur, Alex. 2006. Semiotika Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung Sugiarto, Atok. 2005. Paparazzi: Memahami Fotografi Kewartawanan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Sunardi, St. 2002. Semiotika Negativa. Perpustakaan Nasional RI. Yogyakarta Tinarbuko, Sumbo. 2008. Semiotika Komunikasi Visual. Perpustakaan Nasional RI. Yogyakarta Yatim, Dr. Badri. 1999. Soekarno, Islam dan Nasionalisme. PT. Logos Wacana Ilmu. Ciputat Zoelverdi, Ed. 1985. Mat Kodak: Melihat Untuk Sejuta Mata. PT. Grafitti Pers. Jakarta Non Buku : Majalah Jendela Bidik, Membidik Realita, Agustus 2010 Majalah Jendela Bidik, Membidik Realita, November 2010 Lecture Notes, Susan Sontaq, On (on) Photography http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda (diakses pada tanggal 1 Januari 2011) http://id.wikipedia.org/wiki/Konfrontasi_Indonesia-Malaysia (diakses pada tanggal 23 Desember 2010) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk sosial sudahlah menjadi kodrat yang mewajibkan kita untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan hal dasar untuk kita berinteraksi dengan orang lain. Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial, setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain1. Manusia tak akan pernah terlepas akan namanya komunikasi. Manusia yang tidak pernah berkomunikasi sama saja akan manusia yang hidup di “hutan”. Manusia yang tidak pernah tahu bagaimana keadaan lingkungan di sekitarnya. Manusia yang hidup sendiri karena tidak pernah adanya interaksi dengan individu yang lain. Perkembangan dari tahun ke tahun jaman ke jaman menuntut komunikasi berkembang dalam bentuk yang berbeda-beda. Fotografi merupakan media komunikasi visual yang tercipta dari hasil perkembangan bentuk komunikasi. Fotografi menyampaikan sesuatu melalui pesan simbolik yang dimaknai masing-masing personal yang melihatnya. Komunikasi sebagai suatu proses simbolik menyatakan bahwa kebutuhan simbolisasi dan penggunaan lambang 1 Dedy M ulyana, Pengant ar Ilmu Komunikasi (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2005) p.5 1 adalah salah satu kebutuhan pokok manusia2. Manusia dan hewan adalah salah satu makhluk yang menggunakan lambang dalam kehidupannya. Lambang atau simbol sendiri dimaknai sebagai sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang lainnya. Lambang muncul dari kesepakatan bersama tiap-tiap individu. Lambang bisa muncul dimana-mana dalam kehidupan kita semua. Rambu-rambu lalu lintas di jalan, warna dalam lampu mobil kita, di kantor, di manapun kita bisa menemui lambang yang sudah dimaknai secara universal. Namun ada juga sifat dari lambang yang bervariasi, tiap tempat maupun negara punya kesepakatan sendiri terhadap lambang itu sendiri. Dari kebiasaan kita melihat dan memaknai lambang itulah, secara tidak sengaja kita telah melakukan suatu proses yang dinamakan komunikasi visual. Sejarah telah membuktikan bahwa penglihatan manusia mempunyai dampak yang besar terhadap pikiran manusia. Bagaimana dahulu kala manusia masih hidup di dalam gua mencoba merealisasikan ide gambaran atau angan-angan dalam pikiran mereka dengan membuat coretan-coretan sampai ke dalam bentuk suatu simbol tertentu. Simbol-simbol itulah yang pada akhirnya menjadi suatu bentuk visual yang kita lihat dan kita pahami pesan yang ada di dalamnya. Fotografi bisa dikatakan sebagai produk dari perkembangan komunikasi visual. Fotografi itu merupakan kata-kata yang diambil dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu: photos yang artinya cahaya dan graphos yang artinya lukis. Secara sederhana fotografi bisa diartikan menggambar dengan cahaya. Serta secara umum, fotografi bisa diartikan suatu proses atau metode 2 Ibid., p. 83 2 untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat. Alat paling populer untuk proses ini adalah kamera. Pasca ditemukannya fotogafi seperti yang tertulis dalam buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang pria bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang, maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi3. Perkembangan fotografi ini sendiri telah melewati beberapa fase mulai dari era Pra Negatif dimana sebuah foto masih dibuat dari lempengan logam dimana untuk membuat satu foto saja memerlukan waktu beberapa menit sampai beberapa jam. Era negatif menjadi sangat populer saat George Eastman menemukan roll film yang membuat proses fotografis ini menjadi lebih mudah. Diciptakan juga kamera box pertama berlabel Kodak yang mengawali kepraktisan dalam bentuk-bentuk kamera. Hingga sampai sekarang mencapai fase fotografi digital yang membuat segalanya lebih mudah. Tuntutan akan cepatnya perkembangan jaman dan informasi yang harus segera tersebar ke seluruh belahan dunia. Saat itu, perkembangan fotografi digital juga didorong oleh tuntutan para jurnalis saat meliput perang di Vietnam untuk menyampaikan gambar ke redaksi surat kabar Amerika dan 3 Handout M at eri Dunia Fot ografi ORDAS (Orient asi Dasar), JUFOC (Jurnalist ik Fot ografi Club)2008 3 Eropa dengan cepat. Berbicara tentang perkembangan fotografi yang merambah ke seluruh dunia, Indonesia juga tidak luput dari imbas perkembangan fotografi juga. Di indonesia, dunia fotografi masuk pertama kali pada tahun 1841, saat seorang pegawai kesehatan Belanda bernama Juriaan Munich mendapat perintah dari Kementerian Kolonial untuk mendarat di Batavia dengan membawa dauguerreotype. Munich diberi tugas mengabadikan tanaman-tanaman serta kondisi alam yang ada di Indonesia sebagai cara untuk mendapatkan informasi seputar kondisi alam. Karena latar inilah, fotografi mulai berkembang di Indonesia. Ialah Kasian Cephas, warga lokal asli yang dilahirkan pada tanggal 15 Februari 1844 di Yogyakarta. Cephas sebenarnya adalah asli pribumi yang kemudian diangkat sebagai anak oleh pasangan Frederick Bernard Franciscus Schalk dan Eta Philipina Kreeft, lalu disekolahkan ke Belanda. Cephas-lah yang pertama kali mengenalkan dunia fotografi ke Indonesia. Meski demikian, literatur-literatur sejarah Indonesia sangat jarang menyebut namanya sebagai pribumi pertama yang berkarir sebagai fotografer profesional. Nama Kassian Cephas mulai terlacak dengan karya fotografi tertuanya buatan tahun 18754. Dari sejarah singkat fotografi diatas dapat kita lihat, sampai sekarang fotografi masih berkembang terus-menerus. Penggunaan dan penerapan fotografi sebagai media komunikasi visual sudah ada dimana-mana. Penggunakan foto sebagai media komersil untuk menawarkan sesuatu, bingkai-bingkai foto dirumah sebagai hiasan seni dan pemanis ruangan dan 4 Gerrit Knaap, Chepas, Yogyakart a, Phot ography in t he service of t he Sult an , (The Net herland, KITLV Pr ess, 1999) p.5 4 foto juga mendapatkan tempat spesial dalam media massa sebagai pasangan dari sebuah teks. Dalam konteks media massa, foto adalah alat untuk memperkuat penyampaian berita yang lebih dikenal sebagai foto jurnalistik. Dari fungsinya itu tergambarkan alasan apa yang mendasari akhirnya foto terpilih menjadi penguat berita dalam media massa, foto mempunyai kelebihan mampu merekam peristiwa yang aktual dan membentuk sebuah citra di dalamnya. Foto membuat kita berimajinasi bahwa kita sedang berada dalam kondisi saat terjadinya berita tersebut terjadi. Kekuatan visual sebuah foto teribaratkan pembaca sedang hadir dan melihat secara langsung apa yang sedang diberitakan. Singkatnya, foto membuat imajinasi pembaca bisa lebih nyata dan menjadi pembuktian akan fakta tentang peristiwa yang sedang terjadi. Foto sebagai ungkapan berita sesungguhnya punya sifat yang sama dengan berita tulis. Keduanya harus memuat unsur apa (what), siapa (who), di mana (where), kapan (when), dan mengapa (why). Bedanya, dalam bentuk visual/gambar, foto berita punya kelebihan dalam menyampaikan unsur howbagaimana kejadian tersebut berlangsung. Memang, unsur how dalam peristiwa juga bisa dituangkan lewat tulisan (berita tulis), namun foto bisa be high, mean while American Dollar rate and invest has positive proportioned to ward Gross Domestic Product, if the invest is raised and value of American Dollar rate strengthening of Rupiah rate, the Gross Domestic Product value will be as well. Keyword: Gross Domestic Product, Invest, certificate interest of Indonesian Bank and American Dollar rate. vii PENGARUH INVESTASI, TINGKAT SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA DAN KURS DOLLAR AMERIKA TERHADAP PENDAPATAN DOMESTIK BRUTO DI INDONESIA TAHUN 2000.1 – 2007.I2 P.HARI PRISTIAWAN ILMU EKONOMI, FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS JEMBER ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Pendapatan Domestik Bruto di Indonesia yang dipengaruhi oleh investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika terhadap variabel terikat yaitu Produk Domestik Bruto. Analisis data menunjukkan bahwa 78,9% naik turunnya Produk Domestik Bruto dipengaruhi variabel dalam model penelitian sedangkan 21,1% dipengaruhi faktor lain diluar model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia. Secara teori hubungan tingkat suku bunga Sertifikat Bank terhadap Produk Domestik Bruto berbanding negatif, apabila tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia turun maka Produk Domestik Bruto akan naik sedangkan investasi dan kurs Dollar Amerika berbanding positif terhadap Produk Domestik Bruto, apabila investasi meningkat dan kurs Rupiah menguat terhadap Dollar Amerika maka Produk Domestik Bruto akan mengalami kenaikan. Kata Kunci: Produk Domestik Bruto, Investasi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. viii KATA PENGANTAR Dengan ucapan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Investasi, Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia dan Kurs Dollar Amerika terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia Tahun 2000.12007.12. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memeperoleh gelar sarjana (S1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Jember.Dalam penulisan skripsi ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, maka selayaknya penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat : 1. Ibu Drs. Sri Utami,SU sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahannya dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Ibu Dr. Lilis Yuliati, SE, Msi, selaku Dosen Pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, kritik dan pengarahan dengan penuh kesabaran dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Bapak Dr. M Fathorrazi, SE, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 4. Bapak Drs. P. Edi Suswandi, MP, selaku dosen wali yang telah membantu memberi pengarahan dan bimbingan kepada penulis selama studi. 5. Bapak Prof. Dr. H. Sarwedi, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 6. Seluruh Bapak dan Ibu dosen beserta staf karyawan di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Jember serta Ruang Baca Fakultas Ekonomi dan Perpustakaan Pusat. 7. Ayahku Haryono dan Ibundaku Suryanti terima kasih atas semua kasih sayang, bimbingan dan panjatan doanya yang tak pernah berhenti mengalir. ix 8. Kakakku Riana, Neti, Dewi serta adikku Indah tersayang terima kasih untuk do’a, dukungan, kasih sayang, kerja keras, kesabarannya selama ini. 9. Seluruh teman-teman Jurusan Ilmu Ekonomi dan studi pembangunan kelas A dan kelas B yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terima kasih semuanya. 10. Ustadz Ainur Rofiq sebagai murobbi saya terima kasih sudah mengizinkan menempati Ma’hadnya.Bu Zahra, terima kasih sudah merawat saya dan memperhatikan makan dan minum saya dan memberi kasih sayang layaknya ibu saya sendiri. 11. Teman-teman ma’had adik Amin, mas Very, Lusi, Umyana, Rini, Qorik, Rintis, Mas Eko, Warisman, Ananta serta adik kecil Sibgo, Haqi, Meri keceriaan dan senda-guraumu membuat penulis tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi
Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")

Gratis