Karakteristik Anak Yang Menderita Leukemia Akut Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012

Gratis

0
65
117
2 years ago
Preview
Full text

KARAKTERISTIK ANAK YANG MENDERITA LEUKEMIA AKUT RAWATINAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2011-2012 SKRIPSI OLEH:

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013 SULASTRIANA PAKPAHAN NIM.091000086

KARAKTERISTIK ANAK YANG MENDERITA LEUKEMIA AKUT RAWAT

  Sumber data adalah data yang diperoleh dari kartu status anak yang menderita LA yang tercatat di rekam medik dan dianalisa statistik denganmenggunakan uji Chi-Square dan uji-t, selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi proporsi, diagram garis, diagram pie, dan narasi. Proporsi terbesar anak yang menderita LA adalah umur 0-4 tahun(36,8%), jenis kelamin laki-laki (52,9%), agama Islam (66,1%), tempat tinggal di luar kota Medan (77,6%), keluhan pucat (43,7%), jenis leukemia LLA (78,2%),kemoterapi (57,3%), pulang berobat jalan (71,3%), lama rawatan rata-rata (8,5 hari), dan Jamkesmas (46,0%).

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

KATA PENGANTAR

  Sumber data adalah data yang diperoleh dari kartu status anak yang menderita LA yang tercatat di rekam medik dan dianalisa statistik denganmenggunakan uji Chi-Square dan uji-t, selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi proporsi, diagram garis, diagram pie, dan narasi. Proporsi terbesar anak yang menderita LA adalah umur 0-4 tahun(36,8%), jenis kelamin laki-laki (52,9%), agama Islam (66,1%), tempat tinggal di luar kota Medan (77,6%), keluhan pucat (43,7%), jenis leukemia LLA (78,2%),kemoterapi (57,3%), pulang berobat jalan (71,3%), lama rawatan rata-rata (8,5 hari), dan Jamkesmas (46,0%).

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Di negaraIndonesia terdapat kira-kira 11.000 kasus kanker per tahun dan 650 kasus kanker anak per tahun ditemukan di Jakarta yang sebagian besar berasal dari keluarga tidak 8 mampu. Pada populasi anak, umumnya jenisleukemia yang terjadi adalah LA yang terdiri dari Leukemia Limfositik Akut (LLA) dan Leukemia Mielositik Akut (LMA).

12 LLA 82% dan LMA 18%

  Di Australia, incidence rate LLA pada anak tahun 2008 adalah 12,2 per100.000 anak, tahun 2009 adalah 13 per 100.000 anak sedangkan LMA incidence rate pada tahun 2008 adalah 2,4 per 100.000 anak dan tahun 2009 adalah 2 per 13 100.000 anak. Berdasarkan uraian pada latarbelakang diatas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik anak yang menderita LA rawat inap di RSUP H.

1.4. Manfaat Penelitian

  Salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Fakultas KesehatanMasyarakat Universitas Sumatera Utara dan menambah pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian bagi peneliti. Memberikan informasi dan masukan mengenai anak yang menderita LA rawat inap bagi RSUP H.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

  Penyimpangan tumbuh kembang anak dapat terjadi dariringan sampai berat, dari yang sementara sampai yang berat. Pengertian Leukemia Istilah leukemia pertama kali dijelaskan oleh Virchow sebagai “darah putih” pada tahun 1874, adalah penyakit neoplastik yang ditandai dengan diferensiasi dan 20 proliferasi sel induk hematopoetik.

2.3. Morfologi dan Fungsi Normal Sel Darah Putih

  Pembentukan sel darah putih (leukosit) dimulai dari diferensiasi dini dari sel stemhemopoietik pluripoten menjadi berbagai tipe sel stem committed, membentuk eritrosit dan membentuk leukosit. Pembentukan leukosit tipe mielositik dimulai dengan sel muda yang berupa mieloblas sedangkan pembentukan leukosit tipe limfositik dimulaidengan sel muda yang berupa limfoblas.

2.3.1. Granulosit Granulosit merupakan leukosit yang memiliki granula sitoplasma

Berdasarkan warna granula sitoplasma saat dilakukan pewarnaan granulosit terdiri 24 dari neutrofil, eusinofil dan basofil.

a. Neutrofil

  Neutrofil adalah granula yang tidak berwarna mempunyai inti sel yang terangkai, kadang seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak berbintik-bintik 25 halus dan banyaknya sekitar 60%-70%. Waktutransit eosinofil dalam darah lebih lama dari pada neutrofil dan berperan khusus dalam respons alergi, pertahanan terhadap parasit dan pembuangan fibrin yang 21 terbentuk selama inflamasi.

2.3.2. Agranulosit

Agranulosit adalah leukosit yang tidak memiliki granula sitoplasma, yaitu 24 limfosit dan monosit.

a. Limfosit

  Limfosit mengandung nukleus bulat berwarna biru gelap yang dikelilingi lapisan tipissitoplasma. Limfosit berasal dari sel-sel batang sumsum tulang tetapi melanjutkan diferensiasi dan proliferasinya dalam organ lain.

b. Monosit

  Monosit berasal dari sumsumtulang dan beredar dalam darah kemudian bermigrasi melalui dinding venul pasca kapiler ke dalam jaringan ikat organ diseluruh tubuh. Monosit tidak mempunyaifungsi yang berarti dan semata-mata merupakan sel cadangan bergerak yang sanggup berkembang menjadi fagosit dan berperan aktif dalam pertahanan tubuh terhadap 2523 invasi bakteri.

2.4. Patofisiologi

  Mulai dari yang berat denganpenekanan sumsum tulang yang berat pula seperti pada LA sampai kepada penyakit 13 yang perjalanannya lambat seperti Leukemia Kronik. Adadua masalah terkait dengan sel leukemia yaitu adanya overproduksi dari sel darah Produksi sel darah putih yang sangat meningkat akan menekan elemen sel darah yang lain seperti penurunan produksi eristrosit mengakibatkan anemia,trombosit menjadi menurun mengakibatkan trombositopenia dan leukopenia dimana sel darah putih yang normal menjadi sedikit.

2.5. Klasifikasi Leukemia

Berdasarkan maturasi sel dan tipe asal sel, secara sederhana leukemia dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 29

2.5.1. Leukemia Akut

  Leukemia Akut merupakan proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang lain dari pada normal, jumlahnya berlebihan sertadapat menyebabkan anemia, trombositopenia dan apabila tidak diterapi dapat menyebabkan kematian dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Leukemia Limfositik Akut (LLA) Leukemia Limfoblastik Akut merupakan keganasan klonal dari sel-sel precursor limfoid dan jenis leukemia ini yang paling sering dijumpai pada anak-anak.

2.5.2. Leukemia Kronik

  Perjalanan penyakit ini biasanya perlahan, dengan akumulasiprogresif yang berjalan lambat dari limfosit kecil yang berumur panjang. Olehkarena itu hampir selalu ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan hematologis rutin atau pada seorang yang mempunyai hepatosplenomegali atau limfadenopati 32 yang asimtomatik.

2.6. Epidemiologi

2.6.1. Distribusi Penyakit Leukemia Akut

a. Berdasarkan Orang 1 Umur

  LLA anak di RSK Dharmais pada tahun 2000-2008 sebanyak 69 kasus, 34 62,3% di antaranya adalah laki-laki dan 37,7% perempuan. Incidence Rate LMA pada anak tahun 2009 di Australia, pada laki-laki 2,4 per 100.000 anak dan 13 perempuan 2,0 per 100.000 anak.a.3.

b. Berdasarkan Tempat

  Di Negara Jepang LA mencapai 4/100.000 anak dan diperkirakan tiap tahun terjadi 1000 kasus baru sedangkan di Jakarta pada tahun 1994 incidence rate 12 mencapai 2,76/100.000 anak usia 1-4 tahun. Di Amerika Serikat, insiden LMA kurang dari 1/100.000 anak setiap tahunnya dan terdapat kira- 33 kira 370 pasien baru setiap tahunnya.

c. Berdasarkan Waktu

Tabel 2.1. Incidence Rate dan Trend LA di Australia tahun 2005-2009 per 100.000 anak usia 0-14 tahun Tahun Leukemia Limfositik Akut (LLA) Leukemia Mielositik Akut (LMA) 0-4 5-9 10-14 0-4 5-9 10-14 2005 5,5 3,3 2,6 1,8 0,3 0,3 2006 6,6 3,0 2,4 1,4 0,6 0,62007 8,1 3,1 2,1 0,8 0,6 0,4 2008 7,0 2,9 2,1 1,0 0,8 1,52009 6,6 3,1 2,7 1,2 0,5 0,7 Sumber: Austalian Association of Cancer Registries, Australia, 2012 Pada LLA kategori umur 0-4 tahun merupakan IR yang lebih tinggi dan lebih rendah pada kategori umur 10-14 tahun sedangkan pada LMA tidak tampak jelas IRyang lebih tinggi.

2.6.2. Determinan Penyakit Leukemia Akut

Sampai saat ini penyebab leukemia belum dapat diketahui secara pasti namun ada beberapa faktor resiko yang diketahui berdasarkan hasil penelitian dapat 33 meningkatkan resiko terjadinya penyakit leukemia

a. Faktor Genetik

  Virus Virus yang terbukti berperan dalam leukemogenesis pada manusia adalahRetrovirus ( Human T-Cell Lymphotropic Virus) HTLV-1 yang bisa diisolasikan dari orang dewasa yang menderita leukemia sel-T/limfoma. Jenis leukemia yang jarang ini bersifat endemik disuatu daerah yang terlokalisir di Jepang tetapi telah ditemukan ditempat lain, terutama dikalangan kulit 35 hitam di Hindia Barat dan Amerika Serikat.

2.7. Gejala Klinis

  Leukemia Limfositik Akut Gejala yang khas pada LLA adalah pucat, panas dan perdarahan disertai splenomegali dan kadang-kadang hepatomegalia serta limfadenopatia. Pada pasien dengan angka leukosit yang sangat 3 tinggi (>100.000/mm ) sering terjadi leukostatis, yaitu terjadi gumpalan leukosit yang menyumbat aliran pembuluh darah vena maupun arteri.

2.8. Diagnosis

2.8.1. Leukemia Limfositik Akut

  Pemeriksaan apus sumsum tulang tampak hiperseluler dengan limfoblas yang sangat banyak, lebih dari 90% sel berinti pada 30 3 LLA dewasa. Jika jumlah leukosit awal pasien pada saat didiagnosis > 50.000 mm 12 dapat dinyatakan mempunyai prognosis yang buruk.

2.8.2. Leukemia Mielositik Akut

  Leukositosis terjadi pada sekitar 59% kasus LMA, 15% pasien mempunyai 31 leukosit normal, dan 35% pasien mengalami neutropenia. Pada pemeriksaan 25 sumsum tulang menunjukkan kelebihan sel blast yang immatur.

2.9. Pencegahan

37

2.9.1. Pencegahan Primer

  Pencegahan tingkat pertama ini adalah upaya mempertahankan orang yang sehat agar tetap sehat atau mencegah orang sehat menjadi sakit. Pencegahan terhadapsinar radioaktif bisa ditujukan pada pasien dengan penatalaksanaan radiasi.

2.9.2. Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder merupakan upaya manusia untuk mencegah orang yang telah sakit agar sembuh, menghambat progresifitas penyakit, menghindarkan 37 komplikasi dan mengurangi ketidakmampuan.

a. Kemoterapi

  Pemberian terapi yang lebih efektif pada uji klinis terkontrol, serta perawatan suportif yang lebih baik, hasil pengobatan leukemia pada anak telah memperlihatkankemajuan yang pesat. Pasien yang menerima transplantasi alogenik memilikiresiko rekurensi yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang menerima transplantasi autolog, karena sel tumor yang terinfusi kembali dapat menimbulkanrelaps.

d. Terapi Suportif

  Terapi suportif berfungsi untuk mengatasi akibat-akibat yang ditimbulkan oleh penyakit yang ditimbulkan leukemia itu sendiri dan untuk mengatasi efek sampingobat. Misalnya transfusi darah untuk penderita leukemia dengan keluhan anemia, transfusi trombosit untuk mengatasi perdarahan dan antibiotik untuk mengatasiinfeksi.

2.9.3. Pencegahan Tertier

  Pencegahan ini bertujuan untuk mengurangi ketidakmampuan dan mengadakan rehabilitasi. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup penderitaadalah dengan perawatan paliatif yang memperlambat progresifitas penyakit.

2.10. Kerangka Konsep

  Karakteristik Anak yang Menderita Leukemia Akut 1. Sosiodemografi : Adapun kerangka konsep penelitian karakteristik anak yang menderita LA rawat inap di RSUP H.

BAB 3 METODE PENELITIAN

  Adam Malik Medan dengan pertimbangan bahwa di RSUP H. Adam Malik Medan tersedia data anak yang menderita LA danpenelitian karakteristik anak yang menderita LA belum pernah dilakukan tahun2011-2012 3.2.2.

3.3. Populasi dan Sampel

  Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diperoleh dari kartu status anak yang menderita LA rawat inap di RSUP H. Defenisi Operasional 3.6.1 Anak yang menderita LA adalah pasien anak yang dinyatakan menderita LA berdasarkan hasil diagnosa dokter RSUP H.

3.6.2 Sosiodemografi yaitu: a

  Umur adalah lama hidup anak yang menderita LA yang dihitung sejak lahir sesuai dengan yang tercatat di kartu status, dikategorikan atas: 1. 0-4 tahun 2.5-9 tahun 3.10-14 tahun b.

1. Laki-laki 2

  Perempuan Suku adalah etnik yang melekat pada diri anak yang menderita LA sesuai dengan yang tercatat di kartu status, dikategorikan atas: 1. Luar Kota Medan 3.6.3 Keluhan adalah gejala yang dirasakan oleh anak yang menderita sehingga datang berobat ke rumah sakit sesuai dengan yang tercatat di kartu status,dikategorikan atas: 1.

3.6.5 Jenis Leukemia Akut adalah jenis LA yang diderita oleh anak yang menderita

LA berdasarkan hasil diagnosa sesuai dengan yang tercatat di kartu status, dikategorikan atas:

1. Leukemia Limfositik Akut 2

  Leukemia Mielositik Akut 3.6.6 Penatalaksanaan Medis adalah segala usaha medis yang dilakukan kepada anak yang menderita LA untuk menyelamatkan jiwa penderita LA sesuai yangtercatat dalam kartu status, dikategorikan atas : 1. 3.6.9 Lama rata-rata menderita LA adalah lama rata-rata anak menderita LA dihitung dari hari sejak didiagnosis menderita LA sampai hari terakhir dirawatdi RS sesuai dengan yang tercatat di kartu status.

1. Pulang Berobat Jalan (PBJ) 2

  Sembuh 3.6.11 Sumber biaya adalah biaya yang digunakan oleh anak yang menderita LA untuk membiayai kebutuhannya selama rawat inap di rumah sakit,dikategorikan atas: 1. JPKMS (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat) 6.

BAB 4 HASIL PENELITIAN

  Adam Malik Medan adalah Rumah SakitUmum Pusat yang secara teknis berada dibawah Direktorat Jenderal PelayananMedik Departemen Kesehatan RI. Adam Malik Medan adalah “Menjadi Pusat Rujukan Pelayanan Kesehatan Pendidikan dan Penelitian yang Mandiri dan Unggul di Sumatera Tahun 2015” Visi terseebut diwujudkan melalui misi RSUP H.

3. Melaksanakan kegiatan pelayanan dengan prinsip efektif, efisien, akuntabel dan mandiri

  Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No.244/MENKES/PER/III/2008 tentang organisasi dan tata kerja RSUP H. Adam Malik Medan mempunyai tugasmenyelenggarakan upaya penyembuhan dan pemulihan secara paripurna, pendidikan Dalam melaksanakan tugas RSUP H.

4.2. Proporsi Anak yang Menderita LA Berdasarkan Data Lima Tahun

Tabel 4.1. Distribusi Proporsi Anak yang Menderita LA Rawat Inap di RSUP

H. Adam Malik Medan Tahun 2008-2012 No Tahun f %

  di atas dapat dilihat bahwa data anak yang menderitaLA pada tahun 2008 tidak tersedia di RSUP H. Pada tahun 2009 terdapat 101 anak yang menderita LA (27,8%), tahun 2010 terdapat 89 anak yangmenderita LA (24,4%), tahun 2011 terdapat 84 anak yang menderita LA (23,1%), dan tahun 2012 terdapat 90 anak yang menderita LA (24,7%).

4.3. Karakteristik Anak yang Menderita LA Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012

4.3.1. Sosiodemografi

  Distribusi Proporsi Anak yang Menderita LA Rawat Inap Berdasarkan Sosiodemografi di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012 No Sosiodemografi f % 1.

4. Tempat tinggal

  Adam Malik Medan tahun 2011-2012 berdasarkan sosiodemografi (umur, jenis kelamin, suku, agama, tempat tinggal) adalah sebagaiberikut: Proporsi anak yang menderita LA berdasarkan umur yang terbesar pada kelompok umur 0-4 tahun dengan proporsi 36,8% (64 orang) dan terkecil kelompokumur 10-14 tahun dengan proporsi 29,3% (51 orang). di atas dapat dilihat bahwa proporsi anak yang menderita LA berdasarkan jenis LA yang lebih besar adalah LLA dengan proporsi78,2% (136 orang) sedangkan LMA proporsi 21,8% (38 orang).

2 X = 0,004 df = p = 0,998

  di atas dapat dilihat bahwa anak yang menderita LA dengan jenis LLA lebih besar terjadi pada laki-laki dengan proporsi 53,7%(73 orang) dan lebih kecil terjadi pada perempuan dengan proporsi 46,3% (63 orang). di atas dapat dilihat bahwa dari 11 anak yang menderita LA yang berobat dengan biaya sendiri 45,5% (5 orang) menjalanikemoterapi, 36,4% (4 orang) diberi transfusi darah dan 18,1% (2 orang) menjalani kemoterapi dan diberi transfusi darah.

4.4.5. Jenis LA Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang

  di atas dapat dilihat bahwa dari 113 orang anak yang menderita LA dengan keadaan sewaktu pulang yaitu pulang berobat jalan (PBJ) 96,9% (96 orang) dengan jenis LLA, 27,1% (28 orang) dengan jenis LMA. Distribusi Lama Rawatan Rata-rata Anak yang Menderita LA Rawat Inap Berdasarkan Jenis LA di RSUP H.

1. LLA 136 8,5 6,8

  di atas dapat dilihat bahwa anak yang menderita LA dengan jenis LA, LLA sebanyak 136 orang dengan lama rawatan rata-rata 8,5 hari,LMA sebanyak 38 orang dengan lama rawatan rata-rata 8,4 hari. Berdasarkan statistik uji t diperoleh p = 0,188 (p>0,05) artinya tidak ada perbedaan yang bermakna lama rawatan rata-rata berdasarkan jenis LA.

BAB 5 PEMBAHASAN

5.1. Analisa Kecenderungan Anak yang Menderita LA Rawat Inap Berdasarkan Data Tahun 2009-2012 di RSUP H. Adam Malik Medan

  Anak yang menderita Pada hasil penelitian ini terjadinya penurunan anak yang menderita LA mempunyai keterkaitan dengan jumlah anak yang menderita LA yang datang berobatke RSUP H. Dari persamaan y = 100,5 – 3,8x maka dapat diprediksikan pada tahun 2013 jumlah anak yang mendeita LA rawat inap di RSUP H.

5.2.1. Umur (Umur)

  Diagram Pie Distribusi Proporsi Anak yang Menderita LA Berdasarkan Umur di RSUP H. di atas dapat dilihat bahwa proporsi anak yang menderita LA berdasarkan umur terbesar adalah pada kelompok umur 0-4 tahun yaitu36,1%, kelompok umur 5-9 tahun 34,1% dan terkecil pada kelompok umur 10-14 tahun 29,3%.

12 LMA

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Gholami (2011) di West Azerbaijan Province 2003- 2009 terdapat anak yang menderita LA 56 (43,0%) kelompok umur 0-4 tahun, 45 (34,6%) kelompok umur 5-9 tahun dan 29 (22,3%) 39 kelompok umur 10-14 tahun.

5.2.2. Jenis Kelamin Jenis Kelamin

  Diagram Pie Distribusi Proporsi Anak yang Menderita LA Berdasarkan Jenis Kelamin di RSUP H. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Gholami (2011) di West Azerbaijan Province 2003- 2009 terdapat anak yang menderita LA berdasarkan jenis 39 kelamin, 72 (55,4%) laki-laki dan 58 (44,6%) perempuan.

5.2.3. Agama Agama

  di atas dapat dilihat bahwa proporsi anak yang menderita LA berdasarkan agama terbesar adalah Islam dengan proporsi 66,1% danterkecil Katolik dengan proporsi 1,7%. Hal ini bukan berarti bahwa agama Islam lebih berisiko untuk menderita LA, namun hanya menunjukan anak yang menderita LA yang datang berobat di RSUP H.

5.2.4. Tempat Tinggal Tempat Tinggal

  Diagram Pie Distribusi Proporsi Anak yang Menderita LA Berdasarkan Tempat Tinggal di RSUP H. Adam Malik merupakan rumah sakit rujukan dari Provinsi Sumatera Utara, NAD, Riau, dan Sumatera Barat sehinggamemungkinkan jumlah anak yang menderita LA yang berobat di rumah sakit ini lebih banyak dari luar kota Medan.

5.3. Keluhan

  Diagram Bar Distribusi Proporsi Anak yang Menderita LA Berdasarkan Keluhan di RSUP H. di atas dapat dilihat bahwa proporsi anak yang menderita LA berdasarkan keluhan tertinggi adalah pucat 43,7% dilanjutkan dengandemam 42,0% , perdarahan 20,1%, lemas 10,3%, pembesaran kelenjar limfa 8,6% dan terendah nyeri tulang/sendi 7,5%.

5.4. Jenis LA Jenis LA

  di atas dapat dilihat bahwa proporsi anak yang menderita LA berdasarkan jenis LA lebih besar pada LLA 78,2%Pada populasi anak, umumnya jenis leukemia yang terjadi adalah LLA dan LMA. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Chandrayani (2009) diRSK Dharmais dari tahun 2004-2008 terdapat 34 (77%) anak yang menderita LLA 17 dan 10 (23%) anak yang menderita LMA.

5.5. Jenis Penatalaksanaan Medis Jenis Penatalaksanaan Medis

  Diagram Pie Distribusi Proporsi Anak yang Menderita LA Berdasarkan Jenis Penatalaksanaan Medis di RSUP H. di atas dapat dilihat bahwa proporsi anak yang menderita LA berdasarkan penatalaksanaan medis terbesar adalah kemoterapi 57,3%,kemoterapi + transfusi darah 26,7% dan terkecil transfusi darah 16,0%.

5.6. Lama Rawatan Rata-rata Lama rawatan rata-rata anak yang menderita LA rawat inap di RSUP H

  Lama rawatan rata–rata anak yang menderita LA adalah 9 hari, hal ini diasumsukan karena sebagian besarpenderita (64,9%) melakukan pengobatan dengan berobat jalan setelah menjalani rawat inap di rumah sakit. Anak yang menderita LA dengan lama rawatan 29 hari merupakan anak yang menderita LA berusia 11 tahun, pasien berkunjung ke RSUP H.

5.7. Keadaan Sewaktu Pulang Keadaan Sewaktu Pulang

  CFR anak yang menderita LLA adalah 19/136 x 100% =13,9% dan CFR anak yang menderita LMA adalah 5/38 x 100% = 13,1%. Pada pasien LLA lebih dari 2/3 pasien yang diobati akan berada dalam kondisi remisi kompit selama 5 tahun dan kebanyakan kasus akan sembuh sedangkanLMA merupakan suatu kelompok penyakit yang heterogen yang memberikan 33 prognosis yang buruk.

5.8. Sumber Biaya

100 46,0 80) 60% ( 23,0si 40or 15,5 12,1rop

20 P

  di atas dapat dilihat bahwa proporsi anak yang menderita LA berdasarkan sumber biaya terbesar adalah Jamkesmas dengan proporsi46,0% dan terkecil JKA dan JPKMS masing-masing 1,7%. Diagram Bar Distribusi Proporsi Umur Anak yang Menderita LA Berdasarkan Jenis LA di RSUP H.

5.9.2. Jenis Kelamin Berdasarkan Jenis LA

  Diagram Bar Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Anak yang Menderita LA Berdasarkan Jenis LA di RSUP H. di atas dapat dilihat bahwa anak yang menderitaLLA lebih besar pada laki-laki dengan proporsi 53,7%.

30 Hasil uji Chi-square diperoleh p = 0,688 (p > 0,05), artinya tidak ada

  Hal ini berarti bahwa proporsi anak yang menderita LLA tidak berbeda secara bermakna pada jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Demikian pula dengananak yang menderita LMA tidak berbeda secara bermakna pada jenis kelamin laki- laki maupun perempuan.

5.9.3. Jenis Penatalaksanaan Medis Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang

  Diagram Bar Distribusi Proporsi Penatalaksanaan Medis Anak yang Menderita LA Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang di RSUP H. di atas dapat dilihat anak yang menderita LA yang pulang berobat jalan 65,3% diberi pengobatan kemoterapi, 12,9% transfusi darah dan21,8% kemoterapi+transfusi darah.

70 Biaya Sendiri Biaya Tidak sendiri

  Diagram Bar Distribusi Proporsi Jenis Penatalaksanaan Medis Anak yang Menderita LA Berdasarkan Sumber Biaya di RSUP Berdasarkan gambar 5.14. di atas dapat dilihat proporsi anak yang menderitaLA yang berobat dengan sumber biaya sendiri 45,5% diberi pengobatan kemoterapi,36,4% transfusi darah, dan 18,1% kemoterapi+transfusi darah.

5.9.5. Jenis LA Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang

  Diagram Bar Distribusi Proporsi Jenis LA Anak yang Menderita LA Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang di RSUP LLA dan 20,8% adalah LMA. Hal ini berarti bahwa lama rawatan anak yang menderita LA tidak berbeda secara bermakna pada anak yang menderita LLA maupu LMA.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Proporsi anak yang menderita LA berdasarkan sosiodemografi tertinggi pada kelompok umur 0-4 tahun 36,8%, jenis kelamin laki-laki (52,9%), agama Islam 66,1%, luar kota Medan 77,6%. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara umur berdasarkan jenis LA(p =0,998), jenis kelamin berdasarkan jenis LA (p=0,688), dan lama rawatan rata-rata dengan jenis LA (p=0,188).

6.2. Saran 1

  Kepada pihak RSUP H. Adam Malik Medan diharapkan untuk melengkapi pencatatan pada kartu status, seperti suku, riwayat penyakit keluarga, sertamenambahkan pencatatan tentang waktu didiagnosis LA.

6.2.2. Kepada keluarga anak yang menderita LA diharapkan untuk membawa penderita mengikuti prosedur pengobatan sampai selesai

  6.2.3. Kepada masyarakat diharapkan untuk menghindari atau melindungi diri dari paparan pestisida, zat-zat kimia maupun radiasi yang terpapar secara terus-menerus.

DAFTAR PUSTAKA

  Kanker pada Anak di Dunia. Diakses pada tanggal 27 maret 2013 2009 tentang Kesehatan .

30 Kanker

8. Yayasan Onkologi Anak Indonesia, 2012. Kanker pada Anak di

  Prevalensi Lima Kanker Tertinggi pada Anak di Beberapa Laboratorium di Daerah Kota Medan Pada Tahun 2009 . dan IDG.

14. Indian Jurnal of Cancer, 2009. Epidemiologi of childhood Cancer in

  Luaran Pengobatan Fase Induksi Pasien Leukemia Limfoblastik Akut pada Anak di Rumah Sakit Umum Dr. Gambaran Distribusi Frekuensi Leukemia di RSK Dharmais dari Tahun 2004-2008.

28. Ns, Tarwoto, dkk., 2008. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan

  Karakteristik Leukemia Limfoblastik Akut pada Anak Di Rumah Sakit Kanker” Dharmais” 2000-2008 35. 2 3 13 22011 2 2 2 1 1 1 4 16 3 3 1 2 1 1 1 2 22011 2 2 2 1 1 1 3 18 2 2 1 2 22011 2 2 1 1 2 1 3 9 3 3 1 1 2 1 3 14 12011 2 2 2 1 1 1 3 14 3 3 1 1 3 9 2 1 1 1 2 22011 2 1 2 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 1 1 4 2011 LimfaLem as Ny.

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 11.14

  (2- Exact Sig. (1- Value df sided) sided) sided)a Pearson Chi-Square .161b 1 .688 Continuity Correction .0471 .828 Likelihood Ratio .1611 .688 Fisher's Exact Test .716 .413 N of Valid Cases 174 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5.

b. Computed only for a 2x2 table

Crosstabs Case Processing SummaryCases Valid Missing TotalN Percent N Percent N Percent keadaan sewaktu pulang * 150 100.0% .0% 150 100.0%penatalaksanaan mediskeadaan Sewaktu Pulang * Penatalaksanaan Medis Crosstabulation Penatalaksanaan Medis Kemoterapi + Transfusi Kemoterapi Transfusi darah darah Total Keadaan PBJ Count 66 13 22 101 SewaktuExpected Count 57.9 16.2 26.9 101.0 Pulang% within 65.3% 12.9% 21.8% 100.0 keadaan sewaktu %pulang % within 76.7% 54.2% 55.0% 67.3%penatalaksanaan medis% of Total 44.0% 8.7% 14.7% 67.3% PAPS Count 12 4 5 21 Expected Count 12.0 3.4 5.6 21.0 % within 57.1% 19.0% 23.8% 100.0keadaan sewaktu % pulang% within 14.0% 16.7% 12.5% 14.0% penatalaksanaanmedis % of Total 8.0% 2.7% 3.3% 14.0% 7 7 10 24 Expected Count 13.8 3.8 6.4 24.0 % within 29.2% 29.2% 41.7% 100.0keadaan sewaktu % pulang% within 8.1% 29.2% 25.0% 16.0% penatalaksanaanmedis % of Total 4.7% 4.7% 6.7% 16.0% Sembuh Count 1 3 4 Expected Count 2.3 .6 1.1 4.0 % within 25.0% .0% 75.0% 100.0keadaan sewaktu % pulang% within 1.2% .0% 7.5% 2.7% penatalaksanaanmedis % of Total .7% .0% 2.0% 2.7% Total Count 86 24 40 150 Expected Count 86.024.0 40.0 150.0 % within 57.3% 16.0% 26.7% 100.0keadaan sewaktu % pulang % within 100.0% 100.0% 100.0% 100.0 penatalaksanaan %medis % of Total 57.3% 16.0% 26.7% 100.0 %Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2-sided) a Pearson Chi-Square 15.6596 .016 Likelihood Ratio 15.3056 .018 N of Valid Cases 150

a. 5 cells (41.7%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .64

Crosstab Case Processing SummaryCases Valid Missing TotalN Percent N Percent N Percent sumber biaya * 150 100.0% .0% 150 100.0penatalaksanaan medis % sumber biaya * penatalaksanaan medis Crosstabulationpenatalaksanaan medis Totalkemotera pitransfusi darahkemoterap i +transfusi darahsumber biaya Biaya sendiri Count 5 4 2 11 Expected Count 6.3 1.8 2.9 11.0 % within sumber biaya 45.5% 36.4% 18.2% 100.0% % withinpenatalaksanaan medis 5.8% 16.7% 5.0% 7.3%% of Total 3.3% 2.7% 1.3% 7.3% Bukan biayasendiri Count 81 20 38 139 Expected Count 79.7 22.2 37.1 139.0 % within sumber biaya 58.3% 14.4% 27.3% 100.0% % withinpenatalaksanaan medis 94.2% 83.3% 95.0% 92.7%% of Total 54.0% 13.3% 25.3% 92.7% Total Count 86 24 40 150 86.0 24.0 40.0 150.0 % within sumber biaya 57.3% 16.0% 26.7% 100.0% % withinpenatalaksanaan medis 100.0% 100.0% 100.0% 100.0 % % of Total 57.3% 16.0% 26.7% 100.0% Chi-Square TestsValue df Asymp. Sig. (2-sided) Pearson Chi-Square 3.689a 2 .158 Likelihood Ratio 2.992 2 .224 N of Valid Cases 150

a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.76

  Sig. (2-sided) a Pearson Chi-Square 8.771 3 .032 Likelihood Ratio 7.7153 .052 N of Valid Cases 174 Chi-Square TestsValue df Asymp.

a. 3 cells (37.5%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .87

Tests of NormalityaKolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk jenis LA Statistic df Sig. Statistic df Sig.lama rawatan LLA .188 136 .000 .861 136 .000 LMA .173 38 .006 .894 38 .002

a. Lilliefors Significance Correction

  T-Test Group StatisticsJenis LA N Mean Std. Error Mean Lama Rawatan LLA 136 8.51 6.792 .582 LMA38 8.42 5.962 .967 Independent Samples TestLevene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of MeansF Sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Karakteristik Anak Yang Menderita Leukemia Akut Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012
0
65
117
Karakteristik Penderita Faringitis Akut di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2012
20
120
56
Karakteristik Penderita Asma Bronkial Dewasa Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 1999-2001
0
30
96
Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2000-2001
0
31
77
Karakteristik Penderita Trauma kapitis Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2002-2004
0
34
89
Karakteristik Penderita Sirosis Hati Yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2002-2004
0
40
88
Karakteristik Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009
2
33
115
Karakteristik Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008.
4
75
142
Karakteristik Penderita Meningitis Anak yang di Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2006 − 2010
0
20
143
Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2005
2
45
136
Karakteristik Penderita Kanker Paru Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008
4
88
137
Angka Kejadian Mukositis Oral pada Anak Menderita Leukemia Limfoblastik Akut yang Menjalani Kemoterapi di RSUP Haji Adam Malik Medan
4
69
42
Karakteristik Anak Yang Menderita Leukemia Akut Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012
0
0
34
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Anak - Karakteristik Anak Yang Menderita Leukemia Akut Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012
0
0
19
Karakteristik Anak Yang Menderita Leukemia Akut Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012
0
0
13
Show more