Karyotipe Kromosom Kantong Semar (Nepenthes reinwardtiana Miq. dan Nepenthes tobaica Danser.) dengan Menggunakan Metode Pencet (Squash)

Gratis

3
31
55
3 years ago
Preview
Full text

KARYOTIPE KROMOSOM KANTONG SEMAR (Nepenthes reinwardtiana Miq. dan Nepenthes tobaica Danser.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENCET (SQUASH) SKRIPSI SIMLAH WATHI 050805034 DEPARTEMEN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

  Kromosom yang terpanjang adalah kromosom 1 dengan tipe submetasentris, berukuran 1,34 µm pada Nepenthes reinwardtiana Miq dankromosom 1 dengan tipe metasentris, berukuran 1,27 µm pada Nepenthes tobaica Danser. Pada Nepenthes reinwardtiana Miq nilai persentasepanjang relatif lengan kromosom (%PR) yang terbesar adalah kromosom 1 sebesar 3,97% , dan %PR yang terkecil adalah kromosom 39 dengan nilai 1,01%.

DEPARTEMEN BIOLOGI

  Kromosom yang terpanjang adalah kromosom 1 dengan tipe submetasentris, berukuran 1,34 µm pada Nepenthes reinwardtiana Miq dankromosom 1 dengan tipe metasentris, berukuran 1,27 µm pada Nepenthes tobaica Danser. Pada Nepenthes reinwardtiana Miq nilai persentasepanjang relatif lengan kromosom (%PR) yang terbesar adalah kromosom 1 sebesar 3,97% , dan %PR yang terkecil adalah kromosom 39 dengan nilai 1,01%.

BAB 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang 1 1.2 Permasalahan 3 1.3 Tujuan 3 1.4 Hipotesis 4 1.5 Manfaat 4 BAB 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Tumbuhan Kantong Semar (Nepenthes spp.) 5 2.2 Habitat Nepenthes spp. 7 2.3 Faktor Fisik Lingkungan 10 2.4 Kromosom dan Karyotipe 12 2.5 Metode Pencet (Squash) dan Pewarnaan 14 BAB 3 Bahan dan Metode 3.1 Waktu dan Tempat 16 3.2 Bahan Penelitian 16 3.3 Metode Penelitian 16 3.4 Pengambilan Sampel 16 3.5 Pembuatan Preparat Dengan Metode Pencet 17 3.6 Proses Pemotretan Kromosom 17 3.7 Penghitungan Jumlah Kromosom 17 3.8 Pengukuran, Penghitungan dan Penyusunan Kromosom 18 3.9 Analisis Data 18 BAB 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Hasil Foto Preparat Nepenthes reinwardtiana 19 4.2 Penghitungan Jumlah Kromosom Nepenthes reinwardtiana 20 4.3 Hasil Pengukuran Kromosom Nepenthes reinwardtiana 22 4.4 Hasil Penghitungan % PR dan % IS N. Reinwardtiana 24 4.5 Karyotipe Nepenthes reinwardtiana 25 4.6 Hasil Foto Preparat Nepenthes tobaica 26 4.7 Penghitungan Jumlah Kromosom Nepenthes tobaica 27 4.8 Hasil Pengukuran Kromosom Nepenthes tobaica 29 4.9 Hasil Penghitungan (%PR) da (%IS) Nepenthes tobaica 30 4.10 Karyotipe Kromosom Nepenthes tobaica 32 4.11 Perbandingan Karyotipe Nepenthes tobaica 33

BAB 5 Kesimpulan dan Saran

  reinwardtiana pada metafase dengan perbesaran 1500x 21 Gambar 4.5 Karyotipe kromosom N. reinwardtiana 26 Gambar 4.6 Sel radiks Nepenthes tobaica dengan perbesaran 1000x 27 Gambar 4.7.1 Gambar sel akar N.

DAFTAR LAMPIRAN

  Kromosom yang terpanjang adalah kromosom 1 dengan tipe submetasentris, berukuran 1,34 µm pada Nepenthes reinwardtiana Miq dankromosom 1 dengan tipe metasentris, berukuran 1,27 µm pada Nepenthes tobaica Danser. Pada Nepenthes reinwardtiana Miq nilai persentasepanjang relatif lengan kromosom (%PR) yang terbesar adalah kromosom 1 sebesar 3,97% , dan %PR yang terkecil adalah kromosom 39 dengan nilai 1,01%.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tanaman hias dapat digolongkan menjadi tanaman hias bunga dan tanaman hias daun

  Setiap kromosom dalam genom biasanya dapat dibedakan satu dengan yang lainnya oleh beberapa kriteria, termasuk panjang relatif kromosom,posisi suatu struktur yang disebut sentromer yang membagi kromosom dalam dua tangan yang panjangnya berbeda-beda, kehadiran dan posisi bidang (area) yangmembesar disebut kromomer, adanya perpanjangan halus pada terminal dari material kromatin yang disebut satelit dan sebagainya. memiliki bentuk dan struktur yang berbeda terutama dari warna kantongnya, meskipun berasal dari genus yang sama, namun karakter kedua tanaman ini berbeda, maka perlu dilakukanpenelitian tentang karyotipe kromosom kantong semar (Nepenthes reinwardtiana Miq.dan Nepenthes tobaica Danser.) dengan menggunakan metode pencet (squash).

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tumbuhan Kantong Semar (Nepenthes spp.)

  Tumbuhan tersebut sebenarnya tidak memilikibunga yang memikat, tetapi variasi warna dan bentuk dari kantong-kantong yang dimilikinya, menjadikan kantong semar memiliki keindahan yang khas. Kantong Nepenthes bukan bunga, melainkan daun yang berubah fungsi menjadi alat untuk memperoleh nutrisi dari serangga yang terperangkap, sedangkan Menurut Jones & Luchsinger (1998), klasifikasi lengkap Nepenthes spp.berdasarkan sistem klasifikasi tumbuhan berbunga adalah sebagai berikut:Divisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaSubclass : DilleniidaeOrdo : NepenthalesFamily : NepenthaceaeGenus : Nepenthes Jenis : Nepenthes spp.

2.2 Habitat Nepenthes spp

  hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi. Jenis Nepenthes dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Nepenthes dataran rendah, Nepenthes dataran menengah (denganketinggian 500-1000 m diatas permukaan laut) dan Nepenthes dataran tinggi.

2.3 Faktor Fisik Lingkungan

  KelembabanKelembaban udara yang tinggi (di atas 70%) merupakan syarat penting bagi Nepenthes untuk tumbuh baik dan membentuk kantong. Meskipun intensitas cahaya yang dibutuhkan berbeda untuk setiap jenisnya, tetapi penggunaan paranet dengan intensitas cahaya 50% yang diterimatanaman, umumnya sangat baik untuk semua jenis Nepenthes dataran rendah yang ditanam di luar ruangan.

2.4 Kromosom dan Karyotipe

  Kromosommemiliki area yang luas yang tersusun dari serat-serat yang menggulung yang terlihat seperti jari-jari lingkaran, yang dapat dideteksi saat kromosom dalam keadaan padatketika pembelahan mitosis dan meiosis (Lloyd, 1992). Pada fase ini kromosom berada pada bidang ekuator, dan jikasayatan tepat melewati bidang ekuator, maka dapat dibuat sediaan yang mengandung kromosom yang terdapat dalam sel.

2.5 Metode Pencet (Squash) dan Pewarnaan

  Metode pencet merupakan salah satu metode untuk mendapatkan sediaan dengan cara memencet suatu potongan jaringan atau suatu organisme secara keseluruhan, sehinggadidapat suatu sediaan yang tipis yang dapat diamati di bawah mikroskop. Ini disebabkan karena pada saat itu kromosommengadakan kontraksi sehingga menjadi lebih tebal, lagi pula dapat menghisap zat warna lebih baik daripada kromosom yang terdapat di dalam suatu inti yang sedangistirahat (Suryo, 2003).

BAB 3 BAHAN DAN METODA

  3.2 Bahan Penelitian Bahan tanaman yang digunakan sebagai percobaan adalah akar kantong semar yang telah dewasa (Nepenthes reinwardtiana Miq. dan Nepenthes tobaica Danser.) yang diambil dari Taman Wisata Alam Sicikeh-cikeh terdapat di Dusun Pancur Nauli, Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara. Berdasarkan panjang kromosom tersebut, selanjutnyadihitung persentase panjang relatif (%PR) dan persentase indeks sentromer (%IS) dengan menggunakan rumus Zhang (1996), yaitu: P Q % PR x 100 % Panjang set kromosom haploid P % IS x 100 % P Q Keterangan: P = kromosom lengan pendekQ = kromosom lengan panjangKemudian kromosom disusun berdasarkan panjang dan posisi sentromer, sehingga diperoleh karyotipe.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.1 Foto Preparat Kantong Semar (Nepenthes reinwardtiana Miq .) dengan Menggunakan Metode Pencet (Squash) Hasil pengamatan radiks kantong semar (Nepenthes reinwardtiana Miq.) dengan menggunakan metode pencet (squash) dan pewarnaan acetocarmin, dengan perbesaran1000x, diperoleh hasil seperti pada Gambar 4.1 berikut ini: ab c Gambar 4.1 Sel Radiks Nepenthes reinwardtiana Miq. Kromosom menjadi terlihat terangkai karena menggulung, memendek dan menebal karena adanya penambahan matriks-matriks protein pada proses metafaseberlangsung kromosom kelihatan seperti badan gelap dalam sel.

4.2 Penghitungan Jumlah Kromosom Kantong Semar (Nepenthes reinwardtiana Miq.)

  Foto nukleus dengan teknik kropingPhotoshop CS 2 dan dengan perbesaran 1500x Hasil pengkropan satu nukleus diperjelas dengan menggunakan programPhotoshop CS 2 dan dilakukan penghitungan jumlah kromosom, maka didapat jumlah kromosom kantong semar (Nepenthes reinwardtiana Miq.) adalah sebanyak 78 (2n)buah seperti pada Gambar 4.2.2 di bawah ini: Gambar 4.2.2 Rentangan kromosom Nepenthes reinwardtiana Miq. Menurut Kondo (2002), jumlah kromosom dari dua jenis tanaman kantong semar atau sering disebut dengan tanaman karnivora yaitu Nepenthes rafflesiana dan Nepenthes thorelii adalah 78 kromosom pada sel somatik.

4.3 Hasil Pengukuran Kromosom Nepenthes reinwardtiana Miq

  Kromosom 1, 22 Metasentris 0,35 0,29 0,09 0,73 Masing-masing kromosom yang tampak diukur panjang lengan dan sentromernya lalu ditentukan tipe kromosomnya, yang ditunjukkan pada Tabel 4.3 di bawah ini: Tabel 4.3 Tipe dan Panjang Lengan Kromosom Nepenthes reinwardtiana Miq. Dari Tabel 4.3 dapat dilihat kromosom yang terpanjang adalah kromosom 1 dengan ukuran 1,34 µm, dan yang terpendek adalah kromosom 39 dengan ukuranpanjang 0,40 µm.

4.4 Hasil Penghitungan Persentase Panjang Relatif (%PR) dan Indeks Sentromer (%IS) Nepenthes reinwardtiana Miq

  Setelah diukur panjang masing-masing lengan kromosom dan sentromer, selanjutnya dari setiap kromosom dihitung panjang relatif (%PR) dan persentase indeks sentromer(%IS). Hasil perhitungan persentase panjang relatif (%PR) dan persentase indeks sentromer (%IS) dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut ini: Tabel 4.4 Persentase Panjang Relatif (%PR) dan Indeks Sentromer (%IS) Kromosom Nepenthes reinwardtiana Miq.

4.5 Karyotipe Kromosom Nepenthes reinwardtiana Miq

  Dengan diperolehnya jumlah dan ukuran tiap-tiap kromosom dari Nepenthes reinwardtiana Miq. Ketika membuat pemetaan kromosom atau karyotipe maka kromosom dicocokkan dalam pasanganyang homolog, selalu dari ukuran yang terbesar sampai ukuran yang terkecil berdasarkan posisi sentromer.

4.6 Foto Preparat Nepenthes tobaica Danser. dengan Menggunakan Metode Pencet (Squash)

  Hasil pengamatan radiks kantong semar (Nepenthes tobaica Danser.) dengan menggunakan metode pencet (squash) dan pewarnaan acetocarmin, dengan perbesaran1000x, maka didapat hasil seperi pada Gambar 4.6 yang ditunjukkan berikut ini: Gambar 4.6 Sel Radiks Nepenthes tobaica Danser. Hasil foto dari Gambar 4.7.1a dilakukan pengkropan dari satu sel dan diperbesar sebanyak 50% seperti tampak pada Gambar 4.7.1b Kemudian dengan teknikPhotoshop CS 2 diperoleh rentangan kromosom yang lebih jelas, yang ditunjukkan pada Gambar 4.7.1b berikut:a b Gambar 4.7.1 Gambar sel akar Nepenthes tobaica Danser.

4.8 Hasil Pengukuran Kromosom Nepenthes tobaica Danser

  Kromosom 37 22 Metasentris 0,30 0,27 0,09 0,66 Masing-masing kromosom yang tampak diukur panjang lengan dan sentromernya lalu ditentukan tipe kromosomnya, yang ditunjukkan pada Tabel 4.8 di bawah ini: Tabel 4.8 Tipe dan Panjang Lengan Kromosom Nepenthes tobaica Danser. Sedangkan kromosom raksasa ditemukan pada Diptera, dengan panjang kromosom 300 µm dengan diameter 10 µm.

4.9 Hasil Penghitungan Persentase Panjang Relatif (%PR) dan Indeks Sentromer (%IS) Kromosom Nepenthes tobaica Danser

  Setelah diukur panjang masing-masing lengan kromosom dan sentromer, selanjutnya dari setiap kromosom dihitung panjang relatif (%PR) dan persentase indeks sentromer(%IS). Pengukuran panjang masing-masing lengan dan panjang sentromer adalah untuk memperoleh data karyotipe yang lebih akurat, dan dapat ditampilkan dalambentuk idiogram.

4.10 Karyotipe Kromosom Nepenthes tobaica Danser

  Setelah didapat jumlah kromosom, tipe, dan panjang lengan, maka dapat diurutkan kromosom berdasarkan panjangnya, mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. Ada dua gambaran kromosom set dari suatu spesies yaitukaryogram merupakan fotomikrograf kromosom dari gambaran tunggal sel somatis metafase yang dipotong dan disusun pada bagian homolog berdasarkan ukurannya.

4.11 Perbandingan Karyotipe Kromosom Nepenthes reinwardtiana Miq. dengan Nepenthes tobaica Danser

  No Perbedaan Nepenthes reinwardtiana Nepenthes tobaica 1 Jumlah kromosom 39 pasang 39 pasang 2 Tipe kromosom 3 tipe 3 tipe 3 Kromosom terpanjang 1,34µm 1,27µm 4 Kromosom terpendek 0,40µm 0,30µm 5 % PR terbesar 3,97% 4,33%6 % PR terkecil 1,01% 0,91% 7 %IS terbesar 50% 49,1%8 %IS terkecil 24,3% 22,5% Nepenthes reinwardtiana Miq. Menurut Sarma & Tanden (1994) menyatakan bahwa pada suatuspesies banyak kromosom tertentu, ada spesies yang memiliki kromosom banyak sekali, ada yang sedikit sekali.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Persentase panjang relatif (%PR) yang terbesar Nepenthes tobaica adalah pada kromosom 1 sebesar 4,33 %, dan persentase panjang relatif yang terkeciladalah pada kromosom 39 dengan nilai 0,91 %, sedangkan untuk nilai indeks sentomer (%IS) yang terbesar adalah pada kromosom 1 sebesar 49,1 % dannilai indeks sentromer (%IS) terkecil terdapat pada kromosom 19 dengan nilai 22,5 %. Kromosom yang terpanjang pada Nepenthes reinwardtiana adalah kromosom 1 dengan ukuran 1,34 µm, dan yang terpendek adalah kromosom 39 denganukuran panjang 0,40 µm sedangkan kromosom yang terpanjang pada Nepenthes tobaica adalah kromosom 1 dengan ukuran panjang 1,27 µm, dan yang terpendek adalah kromosom 39 dengan ukuran panjang 0,30 µm.

5.2 Saran

Untuk melihat perbedaan lebih jelas tentang karyotipe Nepenthes reinwardtiana dan Nepenthes tobaica perlu kiranya dilakukan analisis karyotipe lebih lanjut dengan menggunakan metode ”banding” seperti metode banding C, N, O, G dan R.

DAFTAR PUSTAKA

  Kantung Semar (Nepenthes spp.) di Hutan Sumatra, Tanaman Unik yang Semakin Langka. The Enduring Controversis Concerning the Process of ProteinDigestion in Nepenthes (Nepenthaceae).

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Uji Kemampuan Bakteri Kitinolitik dari Nepenthes tobaica dan Nepenthes gracilis dalam Menghambat Pertumbuhan Beberapa Jamur Patogen Tanaman
5
84
55
Studi Kantung Semar (Nepenthes Spp.) Kawasan Hutan Batang Toru Blok Barat Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara
7
65
86
Karyotipe Kromosom Kantong Semar (Nepenthes reinwardtiana Miq. dan Nepenthes tobaica Danser.) dengan Menggunakan Metode Pencet (Squash)
3
31
55
Peramalan Penjualan Kantong Plastik di PT. Megah Plastik dengan Menggunakan Metode ARIMA Box Jenkins
1
40
158
Peningkatan Kemampuan Berhitung Penjumlahan dan Pengurangan dengan Menggunakan Media Kantong Bilangan pada Siswa Kelas II SDN Sidorejo 02 Pagelaran
2
15
18
Aklimatisasi Planlet Kantong Semar (Nepenthes gracilis Korth.) pada berbagai Campuran Media Tanam Tanah Ultisol Acclimatization of Pitcher Plant (Nepenthes gracilis Korth.) Planlet on Variety of Mixed Planting Medium Ultisol Soil
0
0
6
Pendugaan Struktur Kantong Magma Gunungapi Kelud Berdasarkan Data Gravity Menggunakan Metode Ekivalen Titik Massa
0
0
6
Keanekaragaman Tanaman Kantong Semar (Nepenthes spp.) di UIN SUSKA Riau Pitcher Plant (Nepenthes spp) Diversity in the UIN SUSKA RIAU
0
0
8
Studi Kantung Semar (Nepenthes Spp.) Kawasan Hutan Batang Toru Blok Barat Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara
0
0
29
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tumbuhan Nepenthes spp. - Studi Kantung Semar (Nepenthes Spp.) Kawasan Hutan Batang Toru Blok Barat Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara
0
0
6
Uji Kemampuan Bakteri Kitinolitik dari Nepenthes tobaica dan Nepenthes gracilis dalam Menghambat Pertumbuhan Beberapa Jamur Patogen Tanaman
0
0
6
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Jamur Patogen Tanaman - Uji Kemampuan Bakteri Kitinolitik dari Nepenthes tobaica dan Nepenthes gracilis dalam Menghambat Pertumbuhan Beberapa Jamur Patogen Tanaman
0
0
7
Uji Kemampuan Bakteri Kitinolitik dari Nepenthes tobaica dan Nepenthes gracilis dalam Menghambat Pertumbuhan Beberapa Jamur Patogen Tanaman
0
0
13
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kantung Semar (Nepenthes) - Isolasi Dan Indentifikasi Bakteri Kitinolitik Dari Nepenthes Tobaica Dan Nepenthes Gracilis
0
0
8
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI KITINOLITIK DARI Nepenthes tobaica DAN Nepenthes gracilis SKRIPSI YULI EVALINTINA GULTOM 100805033
0
0
13
Show more