Pengaruh Penggunaan Fasilitas WiFi Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa

Gratis

50
368
98
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Sebagai agent ofexchange, mahasiswa tersebut harus mampu melakukan kontrol sosial atas dirinya sendiri dengan kata lain kelompok sosial tersebut harus mampu menahan diri daripengaruh-pengaruh buruk yang ditimbulkan dari kebebasan dalam mengakses internet melalui fasilitas WiFi tersebut sehingga sistem pendidikan tersebut berjalansesuai dengan yang diharapkan. Hal yang paling mendasar dari kesemuanya adalah telah terjadi kondisi ketergantungan pada mahasiswa karena keberadaan fasilitas WiFi tersebutdianggap sangat mendukung aktifitas mereka yang memiliki berbagai aktivitas baik formal yaitu kegiatan didalam perkuliahan maupun aktivitas non-formal yaitukegiatan diluar kampus seperti organisasi kemahasiswaan yang kesemua hal tersebut merupakan sarana untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah 1.1. Di Indonesia pemanfaatan teknologi internet dimulai sekitar tahun 1995 ketika IndoInternet membuka jasa layanan internet dan tahun 1997-an mulai berkembang

  Penyelenggaraan pendidikan nasional yang bersifat konvensional, mengalami banyak kendala ketika dituntut untuk memberikan pelayanannya bagi masyarakat luas yang Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan informasi yang membuat setiap orang harus dapat meng-update informasi tersebut setiap saat,maka teknologi sekarang ini menghasilkan sebuah layanan pendukung yang lebih instan untuk dapat merealisasikan hal tesebut. Misalnya, Pelanggaran hakcipta, pencurian identitas, cyber crime (hacker, cracker, carder) dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga dan gambar- gambar, cerita-cerita yang “berbau” pornografi, yang dapat merusak mental psikis mahasiswa, sehingga kurang bahkan tidak dapat fokus pada kuliah yang sedang dijalaninya.,pornografi, Merebaknya fasilitas Wi-Fi di berbagai tempat menimbulkan permasalahannya sendiri.

1.2. Perumusan Masalah

  Dalam suatu penelitian, yang sangat signifikan untuk dapat memulai penelitian adalah adanya masalah yang akan diteliti. Berdasarkan perumusan masalah di atas yang menjadi tujuan yang diharapkan dan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarpengaruh penggunaan fasilitas Wi-Fi sebagai salah satu sub-sistem didalam institusi pendidikan terhadap indeks prestasi belajar mahasiswa sebagai kelompok sosial diFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Sumatera Utara.

a. Manfaat Teoritis

  Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan maupun wawasan ilmiah kepada penulis dan juga pembaca mengenai fungsi dan disfungsipenggunaan fasilitas Wi-Fi bagi proses belajar mahasiswa sehingga dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan teori ilmu- ilmu sosial khususnya Manfaat Praktis b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti berupa fakta-fakta temuan dilapangan dalam meningkatkan daya, kritis dan analisispenelitian sehingga memperoleh pengetahuan tambahan dari penelitian tersebut.

1.5. Kerangka Teori

  Gaya hidup yang diinginkan seseorangmempengaruhi perilaku pembelian yang ada di dalam dirinya dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut yang padaakhirnya mengakibatkan ketergantungan (dependensi) terhadap segala sesuatu, seperti kita ketahui bahwa laptop di era sekarang ini bukan merupakan barang yangmewah bagi sebagian mahasiswa. Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesa yang dapat dibuat dalam penelitian ini adalah :Ho : tidak terdapat pengaruh penggunaan fasilitas Wi-Fi terhadap Indeks Prestasi belajar mahasiswaHa : terdapat pengaruh penggunaan fasilitas Wi-Fi terhadap Indeks Prestasi belajar mahasiswa Dan hipotesa sementara peneliti adalah terdapat pengaruh penggunaan fasilitas Wi-Fi terhadap Indeks Prestasi belajar mahasiswa di Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

1.8. Operasional Variabel

  Defenisi operasional memberikan batasan atau artisuatu variabel dengan merinci hal yang harus dikerjakan oleh peneliti untuk mengukur variabel tersebut (Sarwono, 2006:12). Indeks Prestasi Mahasiswa ( Y ) Dari IP itulah nantinya dapat diketahui kemapuan akademik dari tiap mahasiswa yang akan menetukan nilai akhir dari mahasiswa.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Struktural Fungsional

  Sebagaimana yang menjadi bahasan dalam penulisan ini mengenai penggunaanfasilitas WiFi pada mahasiswa, dimana sistem pendidikan sekarang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi sehingga nantinya dapat meningkatkankualitas institusi pendidikan tersebut. Disamping penggunaannya yang mudah dan praktis, Internetjuga dapat membawa dampak yang negatif bila digunakan dalam hal – hal yang menyimpang seperti membuka situs – situs terlarang, maupun untuk maksudkejahatan (kriminalitas).

2.2 Teori Motivasi Berprestasi (Need For Achievment) Dalam hidup ini setiap orang memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai

  Dengan demikian dalam hubungannya dengan penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa motivasi berprestasi merupakan suatu doronga, hasrat, ataupunenergi penggerak yang ada dalam diri mahasiswa untuk dapat memperoleh indeks prestasi mahasiswa. Diharapkan kehadiran fasilitas pendorong sistem belajar yakni wifi tersebut dapat memunculkan semangat motivasi berprestasi di kalangan mahasiswa danmampu menciptakan manusia-manusia yang berwawasan luas dan memiliki potensi untuk memajukan negara dan bangsa ditingkat nasional maupun internasional.

2.3. Teori Kebutuhan

  Sebagai contoh, seorang yang lapar atau seorang yang secara fisik dalam bahaya tidak begitu menghiraukan untukmempertahankan konsep diri positif (gambaran terhadap diri sendiri sebagai orang baik) dibandingkan untuk mendapatkan makanan atau keamanan. Dalam kenyataannya, semakin orang dapat Kebutuhan individu saat ini, khususnya mahasiswa terhadap Internet sebagai media yang menyediakan berbagai fitur yang memudahkan mahasiswa dalammencari dan menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya, merupakan hal tidak bisa terelakkan lagi.

2.4. Teori Pilihan Rasional

  Teori Pilihan Rasional Coleman tampak jelas dalam gagasan dasarnya bahwa tindakan perseorangan mengarah pada suatu tujuan dan tujuan itu ditentukan olehnilai atau pilihan, tetapi selain Coleman menyatakan bahwa untuk maksud yang sangat teoritis, ia memerlukan konsep yang lebih tepat mengenai aktor rasional yang Dalam membuat pilihan, individu diawali dengan adanya keinginan terhadap sesuatu dan keyakinan terhadap tujuan-tujuan tertentu yang disusun dalam suatukeyakinan. Untuk itu diperlukan mekanisme pilihan pilihan yang berorientasi pada pemilihan rasional dan pada akhirnya akan menimbulkan gayahidup masyarakat itu sendiri.

2.5. Teori Gaya Hidup ( Life Style )

  Rutinitas kuliah yang mendekatkan mereka padakeberadaan WiFi, Internet dan Laptop sebagai sarana yang menyediakan kemudahan membuat mereka terdifusi ke dalam cengkraman fasilitas – fasilitas tersebut. Hal ini diperlihatkan dari menurunnya minat mahasiswa dalam membacabuku yang mereka anggap ribet dan sudah kuno sehingga beralih ke pola pembelajaran yang modern.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yangdigunakan untuk mendeteksi sejauh mana Variabel bebas mempengaruhi Variabel terikat. Jenis penelitian deskriptif dimaksud untuk ekspolarasi dan klarifikasimengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkanaan dengan masalah yang diteliti.

3.3.1 Populasi

  Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 3643 orang seperti yang tertulis pada tabel di bawah ini : 8 Farmasi 911 Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti. Oleh karena itu, sampel harus dilihat sebagai suatu pendugaan terhadap populasi dan bukan populasi 13 Teknik 3846Sumber : Database PUSKOM USU 12 Ekonomi 7639 11 Kesehatan Masyarakat 1202 10 Pertanian 3109 9 Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2985 7 Matematika dan IPA 3643 Tabel 3.1.

3.3.2 Sampel

  Untuk menghitung besarnya sampel didasarkan pada pendapat Taro Yamane (Rakhmat, 1995:99) yang mengajukan pilihan ukuran sampelberdasarkan tingkat presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90%. Rumus yang dikemukakan Taro Yamane adalah : N n =N (d)2 + 1 Dimana,` n : Besarnya sampelN : Besarnya populasi d : Presisi atau derajat kebebasan (peneliti menetapkan 10% atau d = 0,1)Dari rumus Taro Yamane tersebut, maka besar sampel yang ditarik pada penelitian ini adalah : N n =N (d)2 + 13643 n = 2 3643 (0,1) + 13643 n = 36,43 + 13643 n = 37,43 n = 97,32n = 97 orang mahasiswaDari proses penjumlahan melalui rumus Taro Yamane diatas maka didapat sampel sebanyak 97 orang responden.

3.3.3 Purposive Sampling

  Purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai kaitan dengan karakteristik populasi yang diketahuisebelumnya. Tehnik sampling ini digunakan berdasarkan pengetahuan terhadap populasi, maka unit-unit populasi yang dianggap “kunci” diambil sebagai sampelpenelitian (Bungin 2006:115).

3.4. Teknik Pengumpulan Data

  b) Data SekunderData yang di peroleh dari data kedua atau sumber-sumber yang di butuhkan dalam penelitian ini sebelum menuju tahap berikutnya. Data sekunder diperolehdengan cara studi kepustakaan dan pencatatan dokumen, yaitu dengan mengumpulkan data dan mengambil informasi dari buku-buku referensi, dokumen,majalah, jurnal,artikel dan dari internet yang dianggap relevan dengan masalah yang diteliti.

3.5. Teknik Analisis Data

  Analisis Tabel TunggalAnalisa Tabel Tunggal merupakan yaitu suatu analisa yang dilakukan dengan membagi-bagikan variabel penelitian kedalam kategori-kategori yang dilakukan atas 2. Analisis Tabel SilangTeknik yang dilakukan untuk menganalisa dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel lainnya, sehingga dapat diketahui apakahvariabel tersebut positif atau negatif (Nanawi 1994: 273).

2 N (N – 1 )

  Keterangan :Rs (Rho) : Koefisien korelasi rank orderAngka 1 : Angka satu; yaitu bilangan konstanAngka 6 : Angka enam ; yaitu bilangan konstan ∑ : Sigma atau jumlahN : Jumlah individu atau sampel Untuk melihat tinggi rendahnya korelasi, digunakan skala Guilford (dalam Sugiyono, 1994:149) sebagai berikut. 0,00 – 0,199 : Hubungan rendah sekali; lemah sekali0,20 – 0,399 : Hubungan rendah tapi pasti0,40 – 0,599 : Hubungan yang cukup berarti0,60 – 0,799 : hubungan yang tinggi; kuat0,80 – 1,000 : Hubungan yang sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan.

3.6. Jadwal Kegiatan

Tabel 3.2. Jadwal Kegiatan Penelitian No Kegiatan Bulan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Pra Observasi√ 2 ACC Judul√ 3 Penyusunan Proposal Penelitian√ √ 4 Seminar Proposal Penelitian√ 5 Revisi Proposal Penelitian√ 6 Penelitian Ke Lapangan√ 7 Pengumpulan Data dan Analisis Data√ 8 Bimbingan√ √ √ √ 9 Penulisan Laporan Akhir√ √ 10 Sidang Meja Hijau√

3.7. Keterbatasan Penelitian

  Keterbatasan penelitian mencakup uraian tentang keterbatasan dan hambatan yang ditemui dalam penelitian, baik yang berkaitan dengan metode dan teknikpenulisan yang digunakan, maupun keterbatasan peneliti sendiri. Keterbatasan lain yang ditemukan dalam penelitian tersebut adalah kemampuan responden untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yangdiberikan peneliti di dalam kuesioner kurang dimengerti oleh mereka, sehingga jawaban yang diberikan ada yang tidak mereka isi ataujawab.

4.1.1. Sejarah Singkat Berdirinya Universitas Sumatera Utara

  Awal tahun 2007, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU membuka Program Studi Strata-1 Teknik Perangkat Lunak diiringi dengan pelepasanJurusan Farmasi dan Program Diploma-3 Analis Farmasi yang secara resmi memisahkan diri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU dalam pengembangan sumber daya manusia dan proses belajar mengajar bukan hanya membuka ProgramStudi Strata-1 dan Diploma-3 tetapi pada tahun 1997 Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam USU telah membuka dan melaksanakan Program Magister IlmuKimia kemudian berturut-turut menyusul Program Magister Matematika, ProgramMagister Ilmu Fisika, Program Magister Ilmu Biologi dan Program Doktor IlmuKimia.

4.2. Penyajian Data

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 di FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, informasi yang diperoleh merupakan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada Mahasiswa yangberada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas SumateraUtara. Penyajian data yang diperoleh denganmenggunakan alat bantu SPSS adalah sebagai berikut : Tabel Tunggal Tabel tersebut mengemukakan data variabel penelitian dan penganalisaannya dalam bentuk analisa tabel tunggal yang berasal dari data temuan yang diperolehberdasarkan daftar pertanyaan di kuesioner.

4.2.1 Komposisi dan Karakteristik Responden

Maksud dari penyajian data karakteristik responden adalah agar penulis lebih mengenal responden yang diteliti sehingga dapat lebih memudahkan menulis dalammelakukan penganalisaan data. Adapun karakteristik responden adalah sebagai berikut :

4.2.1.1 Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

  Jenis Kelamin Frekuensi (F) Persentase (%) 1 Laki - Laki 45 46,4 2 Perempuan 52 53,6Jumlah 97 100 Sumber : Data Penelitan Lapangan (Kuesioner) September 2010Dari Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa tujuh responden perempuan lebih banyak dari pada responden laki-laki, yakni responden laki-laki berjumlah 45 responden atau (46,4 %), sedangkan perempuan sebanyak 52 responden atau (53,6 %). Dari hasil penyebaran kuesioner di lapangan responden perempuan lebih banyak meluangkanwaktunya mengisi kuesioner di banding responden laki-laki, hal ini dikarenakan sewaktu penulis melakukan penelitian responden laki-laki sangat jarang dijumpai.selain itu pada saat penyebaran kuesioner berlangsung responden perempuan lebih banyak dijumpai pada saat sedang menggunakan fasilitas Wi-Fi.

4.2.1.2 Komposisi responden berdasarkan usia

  dari hasil penelitiantersebut dapat dilihat responden dengan usia 20 tahun memiliki frekuensi 1 dengan persentase 1,0 %, usia 21 – 22 tahun memiliki frekuensi yang berimbang yakni 34responden dengan persentase 35,1 %, sedangkan responden dengan usia 24 tahun memiliki frekuensi 2 responden dengan persentase 2,1 %. Hal ini menunjukkanbahwa responden yang berusia 21-22 tahun di fakultas tersebut lebih banyak dari responden lainnya sehingga memunculkan pemahaman yang berbeda-beda terhadappenggunaan Wi-Fi di fakultas tersebut.

4.2.1.3 Komposisi Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan

  Jenjang Pendidikan Frekuensi (F) Persentase (%) 1 Strata 1 (S1) 42 43,3 2 Diploma 3 (D3) 55 56,7Jumlah 97 100 Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010Dari Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa responden berdasarkan jenjang pendidikan yang jumlahnya paling besar adalah Diploma-3 (D3), yaitu 55 responden (56,7 %)dan Strata-1 (S1), yaitu 42 responden (43,3 %). Halini dikarenakan pada saat penyebaran kuesioner di lapangan responden yang paling banyak meluangkan waktunya adalah responden jenjang pendidikan Diploma 3 (D3)dan juga responden Diploma 3 tersebut banyak yang sedang menggunakan fasilitas Wi-Fi di fakultas tersebut.

4.2.1.4 Komposisi Responden Berdasarkan Jurusan / Program Studi

  Tabel 4.4Distribusi Responden Berdasarkan Jurusan / Program Studi No. Dari penjelasan diatas bahwa mayoritas jurusan pada responden ini adalah jurusan Ilmu Komputer dimana jurusan tersebut sangat bergantung kepada fasilitaspendudukung akademis yaitu fasilitas Wi-Fi dalam mendorong setiap mata kuliah dijurusan tersebut.

4.2.2 Penggunaan Wifi Oleh Mahasiswa

  Mahasiswa yang diharapkan sebagai generasi muda yang berintelektualitas tinggi tentunya akan terlahir apabila memiliki wawasan yang luas baik dalam skalanasional maupun internasional. Internet sebagai fasilitas canggih yang mampu memberikan jangkauan yang tiada batasnya dalam menginput berbagai informasi diseluruh dunia tentunya memberikan manfaat bagi daya intelektulitas mahasiswa.

4.2.2.1 Lama Menggunakan Fasilitas WiFi Di Kampus

  Tabel 4.5Distribusi Responden Berdasarkan Lamanya Menggunakan Wifi di Kampus No. Hal inimemperlihatkan bahwa responden di Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam USU sebagai pengguna fasilitas tersebut mengalami pertambahan dari tahun ke tahun.

4.2.2.2 Intensitas Penggunaan WiFi Perhari

  Mereka terkadang seolah-olah terhanyut dalam penelusurannya sehinggaterkadang lupa waktu bahkan ada beberapa mahasiswa yang sengaja datang ke kampus hanya untuk memanfaatkan fasilitas online gratis yang didapat dari adanyafasilitas WiFi tersebut. Berdasarkan data yang didapat dilapangan mengenai lama penggunaan WiFi di kampus sebanyak sebanyak 61 orang (62,9%) menggunakanWiFi kurang dari 2 jam per hari, sebanyak 33 orang (34,0 %) menggunakannya sekitar 2-4 jam per hari dan selebihnya ada sebanyak 3 orang (3,1%)menggunakannya lebih dari 4 jam per harinya.

4.2.2.3 Ketersediaan Lokasi Khusus Bagi Pengguna WiFi

  Ketersediaan Tempat Khusus Frekuensi (F) Persentase (%) Bagi Pengguna wifi 1 Ya 83 85,6 2 Tidak 14 14,4Jumlah 97 100,0 Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010Berdasarkan Tabel 4.7 diatas dapat dilihat sebanyak 83 orang (85,6%) menjawab tersedianya tempat khusus bagi pengguna WiFi sedangkan selebihnyayaitu sebanyak 14 orang (14,4%) menjawab tidak ada tersedianya tempat khusus bagi pengguna WiFi. Ketersediaan fasilitas WiFi di kampus akan lebih baik lagi apabila dibarengi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti didalam ruangan tertutup sehingga tidakterlalu berisik, suasana yang tenang dan nyaman membuat responden dapat fokus dalam belajar maupun mencari literatur perkuliahannya sehingga menimbulkankeinginan yang besar untuk belajar bagi para penggunanya.

4.2.2.4 Kendala Yang Sering Dialami Saat Menggunakan Fasilitas WiFi

  Kendala yang paling sering dialami Frekuensi (F) Persentase (%) saat menggunakan fasilitas Wifi 1 Koneksi lambat 73 75,3 2 Sering error 8 8,2 3 Minimnya tempat mencarger 16 16,5Jumlah 97 100,0 Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010Sebagai fasilitas nir kabel dan menggunakan tenaga listrik dalam pengadaannya, tentu saja tidak luput dari berbagai kendala ataupun kesulitan yangdialami oleh para pengguna. Berdasarkanhasil data dilapangan tentang kendala – kendala yang paling sering dialami responden saat menggunakan WiFi yaitu sebanyak 73 orang (75,3%0 menjawab koneksi lambat,sebanyak 8 orang (8,2%) menjawab sering eror dan selebihnya menjawab minimnya tempat mencarger yaitu sebanyak 16 orang (16,5%).

4.2.2.5 Kebebasan Dalam Mengakses Website

  Situs/Web yang paling sering di akses Frekuensi (F) Persentase (%) 1 Google/Wikipedia/Yahoo 75 77,3 2 Situs jejaring sosial 22 22,7 3 Blog0,0 4 Lainnya0,0 Jumlah 97 100,0Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010 Tersedianya fitur – fitur di Internet yang memberikan keluasan jaringan dan informasi kepada para penggunanya, tidak selalu digunakan untukkegiatan – kegiatan yang bermanfaat. Seperti hasil data lapangan yang terdapat pada tabel 4.12 dibawah ini tentang situs/web yang paling sering di akses oleh responden didapatkan hasil bahwa 75 orang (77,3%) paling sering membuka situs Google/Wikipedia/Yahoo, sebanyak 22 orang (22,7%) sering membuka situs jejaring sosial dan untuk membuka blok dan lainnya tidak ada yang menjawab yaitu 0%.

4.2.3 Pengaruh Wifi Terhadap Indeks Prestasi

  Mahasiswa sebagai pelaku utama dan agent of exchange dalam gerakan- gerakan pembaharuan memiliki makna yaitu sekumpulan manusia intelektual, yangmemandang segala sesuatunya dengan pikiran jernih, positif, kritis, bertanggung jawab, dan dewasa. Dalam hal ini fasilitas WiFi yang dijadikan sebagai sub sistem dalam institusi pendidikan yang akan merealisasikankebijakan tersebut.

4.2.3.1 Keterbantuan Mahasiswa Terhadap Keberadaan WiFi Dikampus

  Keterbantuan Mahasiswa Terhadap Frekuensi (F) Persentase (%) Keberadaan WiFi di Kampus 1 Sangat membantu 29 29,9 2 Membantu 66 68,0 3 Biasa-biasa saja 2 2,1Jumlah 97 100,0 Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010Data temuan diatas menjelaskan bahwa kehadiran WiFi di kampus diharapakan dapat membantu mahasiswa dalam mencari literatur kuliahnya sehinggaberdampak pada prestasi yang baik. Berdasarkan data yag diperoleh dilapangan tentang keterbantuan mahasiswa terhadap keberadaan WiFi di kampus didapatkanbahwa sebanyak 29 orang (29,9 %) menjawab sangat membantu, sebanyak 66 orang(68 %) menjawab membantu dan selebihnya sebanyak 2 orang (2,1 %) menjawab biasa – biasa saja.

4.2.3.2 Kontribusi WiFi Dalam Aktifitas Perkuliahan

  Kontribusi Wifi dalam aktivitas Frekuensi (F) Persentase (%) perkuliahan 1 Sangat tepat 75 77,3 2 Kurang tepat 21 21,7 3 Tidak tepat 1 1,0Jumlah 97 100,0 Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010Mengenai kontribusi yang diberikan WiFi sebagai fasilitas penunjang perkuliahan diharapkan sinergis dengan aplikasinya dilapangan. Dari data tersebut diatas dapat dilihat bahwa hadirnya fasilitas WiFi tersebut sangat tepat dalam membantu mahasiswamemperoleh referensi kuliahnya.

4.2.3.3 Manfaat WiFi Bagi Mahasiswa

  Bermanfaat Bagi Mahasiswa Frekuensi (F) Persentase (%) 1 Ya 97 100,0 2 Tidak0,0 Jumlah 97 100,0Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010WiFi sebagai fasilitas yang tersedia di kampus diharapkan bersifat fungsional bagi mahasiswanya sehingga keberadaannya mampu memberikan manfaat yangsinergi terhadap peningkatan prestasi mereka. Seperti data yang tertera pada tabel diatas bahwa seluruh responden menjawab kehadiran WiFi memang memberikanmanfaat bagi mahasiswa yaitu sebanyak 97 orang atau (100%).

4.2.3.4 Kehadiran WiFi Memberikan Motivasi Belajar Mahasiswa

  Kehadiran Wifi Memberikan Frekuensi (F) Persentase (%) Motivasi belajar Mahasiswa 1 Ya92 94,8 2 Tidak5 5,2 Jumlah 97 100,0Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010 Tabel 4.15 diatas menunjukkan distribusi responden tentang kehadiran WiFi dalam memberikan motivasi belajar bagi mahasiswa. Berdasarkan data temuan dilapangan didapat 92 responden dengan persentase 94,8 % mengatakan bahwa fasilitas tersebut memberikan motivasi dalam belajar hal ini dikarenakan penggunaanfasilitas tersbut yang cukup praktis dan tampilannya tidak seperti buku yang cenderung membosankan namun lebih bervariasi sehingga tidak membuat jenuhpenggunanya.

4.2.3.5 Pengaruh WiFi Terhadap Indeks Presatasi Mahasiswa

  Pengaruh Wifi Terhadap Frekuensi (F) Persentase (%)Indeks Prestasi 1 Ya 55 56,7 2 Tidak 42 43,3Jumlah 97 100,0 Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010Tersedianya kemudahan mengakses Internet pada mahasiswa tanpa mengeluarkan biaya diharapkan berpengaruh terhadap peningkatan prestasi mereka. Ketika dilakukan penelusuran di lapangan tentang pengaruh WiFi terhadap indeks prestasi mahasiswa, data yang didapatkan bahwa 55 orang (56,7%) respondenmenjawab bahwa kehadiran WiFi memiliki pengaruh terhadap indeks prestasi mereka dan sebanyak 42 orang (43,3%) menjawab bahwa WiFi tidak berpengaruh padaindeks prestasi mereka.

4.2.3.6 Besarnya Pengaruh WiFi Terhadap Indeks Prestasi

  Besarnya Pengaruh Wifi Terhadap Frekuensi (F) Persentase (%)Indeks Prestasi 1 Sangat Berpengaruh 19 19,6 2 Berpengaruh 65 67,0 3 Tidak Berpengaruh 13 13,4Jumlah 97 100,0 Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010Dari tabel 4.14 diatas menjelaskan bahwa ketika kehadiran fasilitas WiFi di kampus dikaitkan pengaruhnya dengan peningkatan indeks prestasi makamenimbulkan jawaban yang bervariasi. Sebanyak 19 orang (19,6%) menjawab bahwaWiFi sangat berpengaruh terhadap indeks prestasi, 65 orang (67%) menjawab WiFi berpengaruh terhadap indeks prestasi dan selebihnya sebanyak 13 orang (13,4%)menjawab bahwa WiFi tidak berpengaruh terhadap indeks prestasi.

4.2.3.7 Keberadaan WiFi Berpengaruh Terhadap Indeks Prestasi

  Keberadaan Wifi Berpengaruh Frekuensi (F) Persentase (%) terhadap IP 1 Ya 70 72,2 2 Tidak 18 18,6 3 Tidak Menjawab 9 9,1Jumlah 97 100,0 Sumber : Data Penelitian Lapangan (Kuesioner) September 2010Tingginya tuntutan dunia perkerjaan memaksa institusi pendidikan untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkredibilitas tinggisehingga membuat sistem pendidikan semakin meningkatkan mutunya. Data tersebut diatas menunjukkan bahwa 70 responden dengan persentase(72,2 %) mengatakan Ya, 18 responden dengan persentase (18,6 %) mengatakanTidak, sedangkan 9 responden dengan persentase (9,1 %) memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut.

4.2.4 Analisa Pertanyaan Terbuka

  Pada pertanyaan semi terbuka pada nomor 7 dibagian B, berisi mengenai pendapat responden terhadap keberadaan WiFi dikampus dan pengaruhnya terhadapindeks prestasi mahasiswa, ada 70 responden dengan persentase 72,2 % yang menjawab Ya dan ada 18 responden dengan persentase 18,6 % menjawab Tidak dandengan alasan-alasan yang berbeda-beda. Namun sisi negatifnya juga ada,fasilitas WiFi ini membuat saya sedikit lebih malas untuk masuk kuliah gara-gara keasikan browsing dan mendownload lagu dlldan juga saya jadi sering lupa waktu untuk sholat....” Lain lagi menurut Dhea Fhitaloka (Jurusan Ilmu Komputer) Kalau dilihat dari sisi positifnya dengan adanya fasilitas WiFi di kampus kami bisa lebih mudah mengerjakan tugas dengan caramencari bahan di internet dengan gratis tanpa harus pergi ke warnet.

4.4 Pengujian Hipotesis

  Ha : terdapat pengaruh penggunaan fasilitas WiFi terhadap indeks prestasi mahasiswa di fakultas MIPA USUAtau Ho : µ≠ o (tidak ada pengaruh) Ha : µ = o (ada pengaruh) Dengan analisis tersebut dapat diketahui apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau tidak. Selanjutnya, untuk dapat memberikan interpretasi seberapa kuat hubungan tersebut, maka digunakan pedoman berikut ini :0,00 – 0,199 : Hubungan rendah sekali; lemah sekali0,20 – 0,399 : Hubungan rendah tapi pasti0,40 – 0,599 : Hubungan yang cukup berarti0,60 – 0,799 : Hubungan yang tinggi; kuat0,80 – 1,000 : Hubungan yang sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan.

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

  Berdasarkan uraian dan hasil analisis pada bab-bab diatas, maka dalam penelitian ini penulis menarik beberapa kesimpulan berkaitan dengan penggunaanfasilitas WiFi sebagai salah satu prasarana didalam institusi pendidikan yang diharapkan dapat mendorong prestasi belajar mahasiswa, antara lain: 1. Dari hasil pengujian yang menggunakan uji korelasi bivariat Spearman membuktikan adanya hubungan antara penggunaan fasilitas WiFi denganindeks prestasi yang dicapai oleh mahasiswa fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam universitas sumatera utara, dengan hasil r-hitung = 0,518.

5.2. Saran

  Dengan hadirnya fasilitas WiFi tersebut membuat mahasiswa sebagai kelompok sosial yang terintegrasi didalam kampus dapat dengan bebasmengakses segala hal baik yang positif maupun negatif oleh sebab itu sebaiknya dilakukan kontrol sosial yang kuat untuk mengeliminir maupunmengurangi tindakan-tindakan yang tidak dingginkan. Maka dari itu kiranya fakultas tersebut dapat menyediakan ruangan khusus bagi mahasiswa penggunafasilitas tersebut yang didalamnya tersedia tempat untuk mencarger laptop sehingga mahasiswa dapat lebih fokus dan nyaman dalam mencari literaturkuliah.

I. IDENTITAS RESPONDEN

  Nama : 2. Jenis Kelamin : 3.

A. PENGGUNAAN WIFI OLEH MAHASISWA

  Apakah keberadaan fasilitas wifi tersebut telah tepat sasaran sebagai sebuah sarana dalam kontribusinya pada kegiatan / aktivitas perkuliahana. Apakah Indeks Prestasi (IP) yang anda miliki saat ini sangat dipengaruhi oleh kehadiran fasilitas wifi tersebuta.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Statistik Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa
15
103
84
Pengaruh Disiplin dan Motivasi Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa DIII-Kesekretariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
7
86
76
Pengaruh Kepribadian Big Five Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
10
90
76
Gambaran Gaya Belajar Dan Indeks Prestasi Mahasiswa Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung Dumai
14
148
72
Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Perpustakaan Terhadap Minat Mahasiswa Memanfaatkan Perpustakaan Pada Perpustakaan Universitas Muslim Nusantara
2
76
159
Model Aturan Keterhubungan Data Mahasiswa Menggunakan Algoritma C 4.5 untuk Meningkatkan Indeks Prestasi
1
49
87
Penggunaan Internet Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Penggunaan Fasilitas Internet Di Perpustakaan USU Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Di Kalangan Mahasiswa FISIP USU Medan.
5
38
129
Pengaruh Penggunaan Fasilitas WiFi Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa
50
368
98
Pengaruh Pelayanan Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa
1
62
161
Pengaruh Indeks Prestasi Kumulatif dan Persepsi Mahasiswa Akuntansi Kota Medan Mengenai Beberapa Faktor Tertentu Terhadap Pilihan Karir
0
34
83
Pengaruh Penggunaan media Poster Ikon Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa
1
13
80
Identifikasi Pengaruh Motivasi Akademik Terhadap Rata-Rata Indeks Prestasi (IP) Mahasiswa (studi kasus Mahasiswa Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia Bandung)
0
11
1
Identifikasi Pengaruh Motivasi Akademik Terhadap Rata-Rata Indeks Prestasi (IP) Mahasiswa (studi kasus Mahasiswa Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia Bandung)
0
3
1
Analisis Statistik Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa
0
0
31
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Indeks Prestasi - Analisis Statistik Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa
0
0
18
Show more