Feedback

Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara

Informasi dokumen
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA AUDITOR INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA TESIS Oleh FAISAL ARIF RITONGA 097024009/SP PROGRAM STUDI MAGISTER STUDI PEMBANGUNAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA AUDITOR INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Studi Pembangunan dalam Program Studi Pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Oleh FAISAL ARIF RITONGA 097024009/SP PROGRAM STUDI MAGISTER STUDI PEMBANGUNAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Nama Mahasiswa : Faisal Arif Ritonga Nomor induk mahasiswa : 097024009 Program Magister : Studi Pembangunan Menyetujui : Komisi Pembimbing, (Amir Purba, M.A, Ph.D ) Ketua (Drs. Agus Suriadi, M.Si) Anggota Ketua Program Studi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, (Prof Dr. M. Arif Nasution, M.A) (Prof. Dr. Badaruddin, M.Si) Tanggal lulus : 16 September 2011. Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada : Tanggal 16 September 2011. Panitia penguji tesis : Ketua : Amir Purba, M.A, Ph.D Anggota : Drs. Agus Suriadi, M.Si Drs. Heri Kusmanto, M.A Warjio, M.A, Ph.D Prof. Dr. M. Arif Nasution, M.A Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA AUDITOR INSPEKTORAT PROVINSI SUMATERA UTARA TESIS Dengan ini saya mengatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Medan, September 2011. Penulis, FAISAL ARIF RITONGA Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Saat ini dan di masa depan semua organisasi pemerintahan daerah menghadapi perubahan dalam siklus kehidupan organisasinya dari waktu ke waktu. Karena itu untuk menjadi organisasi-organisasi masa depan, maka pemerintah daerah harus melaksanakan strategi pengembangan sumber daya manusia dan membangun sumber daya manusia tersebut menjadi sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi. Pendidikan dan Pelatihan merupakan suatu cara untuk mengembangkan sumber daya manusia untuk mencapai kinerja yang maksimal. Berkaitan dengan fungsi Inspektorat Provinsi yang melakukan pengawasan dan pemeriksaan pada aspek pemerintahan, keuangan, teknik dan lainnya, maka sumber daya manusia yang ada di Inspektorat Provinsi harus menguasai pengetahuan yang baik. Bahkan auditor (pemeriksa) seharusnya memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih tinggi daripada obyek yang diperiksanya. Pemeriksa juga diharapkan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang yang akan diperiksanya. Oleh karena itu pendidikan dan pelatihan auditor (pemeriksa) mempunyai pengaruh terhadap kualitas hasil pemerikaan. Berdasarkan hal tersebut maka penulis termotivasi melakukan penelitian dengan judul “Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara”. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dimana data yang diperoleh disajikan dengan angka-angka, yang kemudian diolah dengan metode statistik. Disamping itu penelitian ini menggunakan penelitian korelasi yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan diantara variabel dan berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor di lingkungan Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah sampel sebanyak 78 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang dijelaskan oleh variabel dependen (x) berupa pendidikan dan pelatihan sebesar 67.5%, dan masih terdapat 32.5% variasi dari variabel independen (y) kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel dependen (x) Pendidikan dan Pelatihan, tetapi dapat dijelaskan oleh variabel dependen lain yang tidak teramati dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat, positif, searah dan signifikan antara pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, artinya semakin baik kemampuan pendidikan dan pelatihan auditor (tingkat kemampuan dalam pengenalan dan penanganan masalah), maka akan semakin baik kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara. Kata Kunci: Pendidikan, Pelatihan, Kinerja Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Currently and in the future all local government organizations deal with change in the life cycle of the organizations from time to time. Therefore in order to become organizations in the future, then local government must implement the strategy of human resources development and building of human resources is a source of highly competent human resources. Education and Training is a way to develop human resources to achieve maximal performance. Function associate with the Provincial Inspectorate of conduct supervision and inspection on the governance, financial, and other technics, the existing human resources at the Provincial Inspectorate must have the good knowledge. Even the auditor (inspector) must have a level of education and higher knowledge than the examine object. Auditor also expected to have an background education in accordance with the field that will be examine. Therefore education and training of auditor (inspector) have an influence on the quality of the examine. Based on these writer is motivate to do research with the title “Relation of education and training against performance auditor of North Sumatera Province”. Type of research used descriptive quantitative approach. Where the data obtain is present with the number, which are process with statistic method. Beside this study uses correlation study, aim to discover whether there is a relation between variable and how close a relation as well as meaningfull or not that relation. The population in this study were all auditor in the Inspectorate of North Sumatera Province with total sample are 78 people. The results showed that the performance auditor Inspectorate of North Sumatera province described by the dependent variable (x) in the form of education and training at 67.5%, and there are still 32.5% of the variation of the independent variable (y) performance of auditor Inspectorate of North Sumatera province that can not explain by the variable dependent (x) education and training, but can be explain by other dependent variable, which not observe in this study. Base on this research, the conclusion there is a strong, positive, direct and significant relation between education and training of auditor performance of Inspectorate North Sumatera province, this mean that better education and training of auditor (level of ability in the recognition and solve the problem), it will be more good performance auditor Inspectorate of North Sumatera Province. Keywords: Education, Training, Performance Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Bismillahirrohmanirrohim, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah, SWT atas berbagai rahmat dan hidayah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tesis ini sebagai tugas akhir yang menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Magister Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Tesis ini berjudul “Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara”. Dalam penyusunan dan penyelesaian tesis ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Rektor Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. DR. Dr. Syahril Pasaribu, DTM &H ,M.Sc (CTM), Sp.AK ; 2. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si ; 3. Ketua Program Magister Studi Pembangunan Bapak Prof Dr. M. Arif Nasution, M.A ; 4. Bapak DR. R. Hamdani Harahap, M.Si, selaku Sekretaris Program Magister Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara ; 5. Bapak Nurdin Lubis, SH, MM selaku Inspektur Provinsi Sumatera Utara ; 6. Komisi Pembimbing, yaitu Bapak Amir Purba, M.A, Ph.D dan Bapak Drs. Agus Suriadi, M.Si ; Universitas Sumatera Utara 7. Bapak Drs. Heri Kusmanto, M.A dan Bapak Warjio, M.A, Ph.D selaku dosen pembanding/penguji ; 8. Seluruh keluargaku yang telah memberikan semangat dan doa ; 9. Pegawai Negeri Sipil Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang telah membantu penulis untuk memberi data yang diperlukan ; Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya saran dan kritik untuk perbaikan sangat diharapkan dari berbagai pihak. Semoga Allah, SWT memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin ya robbal alamin. Medan, September 2011. Penulis, FAISAL ARIF RITONGA Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP I. IDENTITAS DIRI Nama Tempat/tgl. lahir Alamat Instansi Alamat Kantor II. : Faisal Arif Ritonga : Padang Sidempuan, 23 Juni 1975 : Jl. Pelajar Timur No. 242 A Medan : Inspektorat Provinsi Sumatera Utara : Jl. K. H. Wahid Hasyim No. 8 Medan RIWAYAT PENDIDIKAN 1. SD Negeri No. 060822 Medan 2. SMP Negeri 3 Medan 3. SMA Negeri 5 Medan 4. STPDN 5. IIP 1985-1990 1987-1990 1990-1993 1990-1997 2000-2001 III. RIWAYAT PEKERJAAN 1. Staf Irban Khusus Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR RIWAYAT HIDUP DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I BAB II BAB III : : : . . . . . . . . PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Birokrasi 2.2 Pengertian Sumber Daya Manusia 2.3 Pendidikan 2.4 Pelatihan 2.5 Pendidikan dan Pelatihan 2.6 Kinerja Auditor 2.7 Kualitas Auditor 2.8 Hipotesis Penelitian METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian 3.2 Lokasi Penelitian 3.3 Populasi Sampel 3.4 Teknik Pengumpulan Data 3.5 Teknik Pengolahan dan Analisis Data 3.6 Definisi Konsep dan Operasionalisasi Variabel i ii iii v vi viii xi xii . . . . 1 1 8 8 8 . 10 . . . . . . . 12 14 18 22 32 34 36 . . . 38 38 38 . 39 . 40 . 42 Universitas Sumatera Utara BAB IV BAB V : : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian 4.2 Pembahasan 4.3 Analisis Hubungan Antara Pendidikan dan Pelatihan (X) Dengan Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara (Y) PENUTUP 5.1 KESIMPULAN 5.2 SARAN DAFTAR PUSTAKA . . 44 50 . 103 . . 108 109 . 110 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Judul Tabel Hal Kemampuan Evaluasi Diri Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Kekurangan dan Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Kemampuan Teknis Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Sumber Daya yang Ada Untuk Kelancaran Tugas Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Kegiatan yang Dilakukan Untuk Peningkatan Sumber Daya Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Penggunaan Komputer Oleh Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Pengenalan Masalah Pekerjaan Sehari-hari Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Kemampuan Auditor Menangani Masalah Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dalam Menetapkan Prioritas Penanganan Masalah Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Bekerja Tanpa Pengawasan Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dalam Hal Mengembangkan Cara Kerja Untuk Efisiensi Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Menjabarkan Tugas Pokok dan Fungsinya Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Menuangkan Konsep Pemikirannya Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Mengantisipasi Perubahan yang Terjadi Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Menilai Kemampuan Sendiri Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dalam Hal Tanggung Jawab Atas Tindakan yang Dilakukan Kemampuan Teknis Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Kemampuan Auditor Mengenal Perubahan dan Meresponnya Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Menumbuhkan Inovasi, Kreasi dan Motivasi Kemampuan Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dalam Hal Mengarahkan Orang Lain 51 53 54 55 56 58 59 60 61 63 64 65 67 68 69 70 71 72 74 75 Universitas Sumatera Utara 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Kemampuan Auditor Dalam Melaksanakan Tugas Jarang Melakukan Kesalahan Kemampuan Auditor Dalam Menyelesaikan Tugas Lebih Cepat Dari Waktu yang Ditetapkan Kemampuan Auditor Dalam Memahami dan Menguasai Pekerjaan Kemampuan Auditor Untuk Melaksanakan Tugas-Tugas Baru Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Setiap Tahun Tercapai Penyelesaian Naskah Hasil Pemeriksaan (NHP) Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dilaksanakan Tepat Waktu Penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat dilaksanakan Tepat Waktu Pelaksanaan Expose Hasil Pemeriksaan Dilaksanakan Tepat Waktu Saya Sering Diminta Pertimbangan Oleh Pimpinan Dalam Menangani Suatu Permasalahan Menikmati Jika Diberi Beban dan Tanggung Jawab yang Lebih Besar Dari yang Dilakukan Selama Ini Mengerti Visi, Misi dan Tujuan Organisasi Mengetahui Jumlah Target PKPT (Program Kerja Pengawasan Tahunan Kemampuan dan Kesediaan Bekerja Secara Proaktif, Kreatif dan Inovatif Melalui Penyajian Gagasan-Gagasan Baru yang Dapat Meningkatkan Kinerja Mampu Membuat Keputusan yang Dapat Menjawab Permasalahan Dalam Waktu Tertentu Menepati Waktu Dalam Melaksananakan Tugas Walaupun Sampai Malam Hari Berusaha Untuk Meningkatkan Kualitas Kerja dan Berniat Mengevaluasi Diri Secara Terus Menerus Mematuhi Peraturan yang Ditetapkan Oleh Pimpinan Hadir ke Kantor Tepat Waktu Hadir Tepat Waktu Saat Melakukan Pemeriksaan ke Instansi Terkait Kerjasama Antar Pegawai Dalam Melaksanakan Tugas Kemampuan Ketua Tim Melaksanakan Pembagian Tugas Kepada Anggota Tim Sanksi yang Diberikan Ketua Tim Kepada Anggota Tim yang Tidak Melaksanakan Tugas Teman Sejawat Selalu Membantu Mengatasi Berbagai Hambatan Dalam Menyelesaikan Pekerjaan Dapat Bekerjasama Secara Profesional Dengan Instansi Terkait Pada Saat Pemeriksaan 77 78 80 81 82 83 27 85 86 87 89 89 90 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 Universitas Sumatera Utara 45 46 47 Korelasi Pearson Antara Pendidikan dan Pelatihan (X) Dengan Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara (Y) Hubungan Antar Variabel Penelitian Berdasarkan Korelasi Pearson (Product Moment) Pedoman Dalam Koefisien Korelasi 104 104 105 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No 1 Judul gambar Hipotesis penelitian Hal 36 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No 1 Judul Daftar Kuesioner Hal 113 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Saat ini dan di masa depan semua organisasi pemerintahan daerah menghadapi perubahan dalam siklus kehidupan organisasinya dari waktu ke waktu. Karena itu untuk menjadi organisasi-organisasi masa depan, maka pemerintah daerah harus melaksanakan strategi pengembangan sumber daya manusia dan membangun sumber daya manusia tersebut menjadi sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi. Pendidikan dan Pelatihan merupakan suatu cara untuk mengembangkan sumber daya manusia untuk mencapai kinerja yang maksimal. Berkaitan dengan fungsi Inspektorat Provinsi yang melakukan pengawasan dan pemeriksaan pada aspek pemerintahan, keuangan, teknik dan lainnya, maka sumber daya manusia yang ada di Inspektorat Provinsi harus menguasai pengetahuan yang baik. Bahkan auditor (pemeriksa) seharusnya memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih tinggi daripada obyek yang diperiksanya. Pemeriksa juga diharapkan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang yang akan diperiksanya. Oleh karena itu pendidikan dan pelatihan auditor (pemeriksa) mempunyai pengaruh terhadap kualitas hasil pemerikaan. Berdasarkan hal tersebut maka puas orang yang lain diperoleh dari yang telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan telah mencapai sasaran tertentu. Menurut Mulyadi, 2001 sistim penghargaan berbasis kinerja merupakan satu alat pengendalian penting yang digunakan oleh perusahaan untuk memotivasi personil agar mencapai tujuan perusahaan dengan perilaku sesuai dengan yang diharapkan perushaaan. Penerapan sistem penghargaan berbasis kinerja dilakukan melalui tiga langkah yaitu : 1. Penetapan Asumsi tentang lingkungan bisnis yang dimasuki 2. Penetapan faktor penentu keberhasilan perusahaan 3. Penetapan ukuran kinerja berbasis faktor keberhasilan perusahaan. Penetapan sistem penghargaan berbasis kinerja. Skala yang digunakan adalah skala Interval. 5. Pengalaman (X5) Pengetahuan Auditor seorang auditor dimulai dengan pendidikan formal yang diperluas melalui pengalaman-pengalaman, selanjutnya dalam praktik audit. Skala yang digunakan adalah skala Interval. 6. Motivasi Auditor (X6) Tuntutan atau dorongan terhadap pemenuhan kebutuhan individu dan tuntutan atau dorongan yang berasal dari lingkungan, kemudian diimplementasikan dalam bentuk perilaku. Skala yang digunakan adalah skala Interval. 56 7. Variabel Dependen (Y) Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja auditor (Y) yaitu kualitas dan kuantitas dari suatu hasil kerja (output) individu maupun kelompok dalam suatu aktifitas tertentu yang diakibatkan oleh kemampuan alami atau kemampuan yang diperoleh dari proses belajar serta keinginan untuk berprestasi lebih baik. Skala yang digunakan adalah skala Interval. Adapun Tabel Operasionalisasi Variabel dan skala pengukurannya sebagai berikut : Tabel 4.1. Defenisi Operasionalisasi Variabel, Indikator dan Skala Pengukuran Jenis Variabel Independen Tingkat Pendidikan (X1) Pendidikan Berkelanjutan (X2) Komitmen Organisasi (X3) Sistem reward (X4) Pengalaman (X5) Definisi Tingkat Pendidikan didefinisikan sebagai tingkat pendidikan formal staf Auditor Inspektorat yang diukur dengan tingkat atau strata pendidikan yang dimiliki oleh staf Auditor. Program pendidikan singkat, baik di dalam maupun di luar negeri 1. 2. 3. 1. 2. 3. Kesanggupan untuk bertanggung jawab terhadap hal-hal yang diperayakan kepada seorang 4. 5. 1. 2. 3. Berbagai penghargaan yang diberikan kepada personal yang berhasil meningkatkan keuntungan perusahaan adalah merupakan suport yang sangat mendukung dalam rangka memotivasi pelaksanaan pekerjaan. Pengetahuan Auditor seorang auditor dimulai dengan pendidikan formal yang diperluas melalui pengalaman-pengalaman, selanjutnya dalam praktek audit. 4. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. Indikator Skala Pengukuran Latar belakang pendidikan Strata Pendidikan Pendidikan dilakukan secara periodik Memiliki kompetisi teknis Memiliki sertifikasi JFA Mengikuti pendidikan berkelanjutan Jenis pelatihan Frekuensi pelatihan Loyalitas terhadap organisasi Tanggungjawab terhadap organisasi Menjunjung tinggi nilai organisasi Sikap terhadap organisasi Kepuasan terhadap gaji Jaminan kesehatan Tunjangan Asuransi jiwa Fasilitas lainnya Kepuasan dalam bekerja Penguasaan terhadap bidang kerja Keterlibatan dalam pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan Perencanaan terhadap pekerjaan Interval Interval Interval Interval Interval 57 Lanjutan Tabel 4.1 Motivasi (X6) Tuntutan atau dorongan terhadap pemenuhan 1. Kesempatan berkembang kebutuhan individu dan tuntutan atau 2. Penghormatan dorongan yang berasal dari lingkungan, 3. Keadaan ruangan kemudian diimplementasikan dalam bentuk 4. Penghargaan atas pekerjaan prilaku. 5. Kedisiplinan 6. Perhatian pimpinan 7. Loyalitas pimpinan 8. Jaminan hari tua 9. Promosi Jabatan Interval Dependen Kualitas dan kuantitas dari suatu hasil kerja 1. Melaksankana Tupoksi dengan (output) individu maupun kelompok dalam efektif suatu aktifitas tertentu yang diakibatkan oleh 2. Mempersiapkan KKP Kinerja Auditor kemampuan alami atau kemampuan yang 3. Melaksanakan perencanaan dan diperoleh dari proses belajar serta keinginan kordinasi audit Interval (Y) untuk berprestasi lebih baik. 4. Menilai efektifitas tindak lanjut hasil audit 5. Konsistensi penyajian laporan hasil audit Setiap pernyataan dari variabel yang diteliti menggunakan skala Likert dan masing-masing butir pernyataan diberi skor 1 sampai 5. Alternatif jawaban pada setiap pernyataan adalah sebagai berikut : Tabel 4.2. Alternatif Jawaban Setiap Pernyataan No. Alternatif Jawaban 1. Sangat Tidak Setuju 2. Kurang Setuju 3. Netral 4. Setuju 5. Sangat Setuju Skor Jawaban 1 2 3 4 5 4.6. Model dan Teknik Analisis Data Adapun model penelitian ini menggunakan uji regresi berganda (multiple regression analysis). Sebelum mendapatkan persamaan terbaik maka terlebih dahulu data dapat dijamin validitasnya dan keandalan dari item-item pertanyaan yang diajukan. Atas hal tersebut maka dapat dilakukan uji kualitas data. 58 4.6.1. Uji Kualitas Data Uji kualitas data meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. Adapun uji tersebut meliputi : 4.6.1.1. Uji Validitas Tujuan uji validitas adalah untuk mengukur construct sesuai dengan yang diharapkan peneliti. Uji validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai Correlated Item-Total Correlation pada setiap butir pertanyaan dengan nilai r tabel Product Moment. Jika nilai Correlated Item-Total Correlation (rhitung) > nilai rtabel dan nilainya positif, maka butir pertanyaan pada setiap variabel penelitian dinyatakan valid (Ghozali, 2005). Untuk melakukan pengujian validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan software Statistical Package for Social Science (SPSS). Kriteria suatu instrumen sebagai berikut : r hitung > r tabel (valid) r hitung < r tabel (tidak valid) 4.6.1.2. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban dari responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Jawaban responden terhadap pertanyaan dikatakan reliabel jika masing-masing pertanyaan dijawab secara konsisten. 59 Ghozali (2005) menyatakan bahwa pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : 1. Repeated Measure atau pengukuran ulang dilakukan dengan cara memberikan kuesioner (pertanyaan) yang sama pada waktu yang berbeda, dan kemudian dilihat apakah responden tetap konsisten dengan jawabannya. 2. One Shot atau pengukuran sekali saja dilakukan dengan cara hanya sekali saja kuesioner diberikan kepada responden dan kemudian hasilnya dibandingkan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Pengujian reliabilitas kuisioner dalam penelitian ini menggunakan one shot atau pengukuran sekali saja dan untuk pengujian reliabilitasnya digunakan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Ghozali, 2005). Untuk melakukan pengujian reliabilitas kuisioner dilakukan dengan menggunakan software Statistical Package for Social Science (SPSS). 4.6.2. Uji Asumsi Klasik Sebelum dilakukan pengujian hipotesis yang mengunakan analisis regresi, maka diperlukan pengujian asumsi klasik yang meliputi : a. Uji normalitas, yaitu bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak dapat dilihat melalui Histogram. Jika 60 distribusi data adalah normal, maka diagram batang masih pada sekitar garis distribusi normal (Ghozali, 2005) b. Uji Multikolinieritas, diperlukan untuk mengetahui apakah ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lain dalam satu model. Selain itu deteksi terhadap multikolinearitas juga bertujuan untuk menghindari kebiasan dalam proses pengambilan kesimpulan mengenai pengaruh pada uji parsial masing-masing variabel independen terhadap varibel dependen. Deteksi multikolinieritas pada suatu model dapat dilihat jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1, maka model tersebut dapat dikatakan terbebas dari multikolinieritas. VIF = 1/Tolerance, jika VIF = 10 maka Tolerance =1/10=0,1. (Ghozali, 2005). c. Uji heteroskesdastisitas, bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi perbedaan variance residual suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki persamaan variance residual suatu periode pengamatan dengan periode pengamatan yang lain, atau homokesdastisitas. Cara memprediksi ada tidaknya heteroskesdastisitas pada suatu model dapat dilihat dari materi pelatihan maka kinerja karyawan di Inspektorat Provinsi Sunatera Utara akan meningkat sebesar 0,258 satuan. Universitas Sumatera Utara 68 a. Koefisian Determinasi (R²) Koefisien determinan (R²) dugunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variable independent terhadap variabel dependent. Determinan (R²) mendekati satu berarti pengaruh variabel independent yaitu variabel pelatihan terhadap variabel terikatnya yaitu kinerja karyawan adalah besar. R-Square atau determinan (R²) mendekati nol berarti pengaruh variabel independent, yaitu pelatihan terhadap variabel terikatnya yaitu kinerja. Nilai Koeisien Determinasi dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.21 Model Summarry Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate .623(a) .388 .360 1.38356 Sumber : Hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS Versi 14 Tabel 4.21 menunjukkan angka R-Square atau determinan (R²) sebesar 38,8% berarti variabel independen yaitu variabel pelatihan mampu menjelaskan terhadap variable terikatnya yaitu kinerja sebesar 38,8 % dan sisanya 61,7 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini : waktu, tempat dan lain-lain. Koefisien korelasi sebesar 0,623 menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel independent (X 1 ,X 2 ,dan X 3 ) dengan (Y). Adjusted RSquare merupakan koreksi dari R sehingga gambarannya lebih mendekati mutu penjajakan model populasi. R yang disesuaikan dirumuskan sebagai berikut : Adjusted R Square = 1-(1-R Square) (n-1) ( n-2) Universitas Sumatera Utara 69 Dimana : n = jumlah sampel k = jumlah parameter Adjusted R = 1-(1-0,388) (70-1) = 0,464 (70-4) b. Uji F Uji F pada`dasarnya berguna untuk melihat apakah secara bersama-sama terdapat pengaruh positif dari variabel bebas yakni Pelatihan yang terdiri dari Motivasi (X1), Instruktur (X2) dan Materi (X3) terhadap Kinerja Karayawan (Y). Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut : 1. Mencari nilai F tabel dengan cara menentukan tingkat (α) dan menentukan derajat kebebasan (df). 2. Mencari nilai F hitumg dengan menggunakan bantuan aplikasi software SPSS 14 For windows 3. Menentukan kriteria keputusan: Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima Jika Fhitung > Ftabel maka Ha diterima 4. Kesimpulan Tabel 4.22 Uji F (Uji Serentak) Model 1 Regression Residual Sum of Squares 80.002 126.340 Df 3 Mean Square 26.667 66 1.914 F 13.931 Sig. .000(a) Total 206.343 69 Sumber: Hasil Perhitungan Data SPSS Versi 14 Pada Tabel diperoleh Fhitung = 13,931 dan Ftabel = 2,72 Ftabel dapat dilihat pada α 0,05 dengan derajat bebas pembilang =k-1=4-1=3,derajat penyebut =(n-K) = 70-4= 66, F tabel 0,05 (3;66)= 2,72 Karena Fhitung > Ftabel maka Universitas Sumatera Utara 70 dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yakni pelatihan secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif terhadap variabel terikat yakni kinerja karyawan. Jika probabilitasnya lebih kecil dari taraf signifikansi (0,05) maka model diterima. Dapat dilihat bahwa probabilitasnya adalah 0,00 (0,05), maka model persamaannya Yi = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e yang digunakan dapat diterima. c. Uji t Parsial 1. Variabel Motivasi Berdasarkan Tabel 4.20 nilai t hitung 2,879 dan t tabel bernilai 1,982 sehingga t hitung > t tabel (2,879 > 1,982) dengan signifikansi = 0,000 < 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel motivasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan (nyata) terhadap kinerja karyawan pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, sehingga hipotesis diterima (Ho diterima). Motivasi merupakan hal yang sangat penting pada pelatihan guna meningkatkan kinerja karyawan pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara. 2. Instruktur Berdasarkan Tabel 4.20 nilai t hitung adalah 2,449 dan t tabel bernilai 1,982 sehingga t hitung > t tabel (2,449 > 1,982) dengan signifikansi = 0,17>0,05, pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel instruktur dalam pelatihan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan (nyata) terhadap kinerja karyawan pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, sehingga hipotesis diterima (Ha diterima). Universitas Sumatera Utara 71 3. Materi Berdasarkan Tabel 4.20nilai thitung adalah 1,502dan ttabel bernilai 1,982 sehingga thitung < t tabel (1,502 < 1,982) dengan signifikansi = 0,138 > 0,05, pada tingkatan kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel materi pelatihan secara parsial berpengaruh positif namun tidak signifikan (nyata) terhadap kinerja karyawan pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, sehingga hipotesis diterima (Ha diterima). Universitas Sumatera Utara 72 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Terdapat pengaruh yang positif terhadap Kinerja karyawan pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari Variabel Motivasi (X1), Instruktur (X2), Materi (X3) dan Kinerja (X4). Hal ini dapat dilihat dari diperolehnya F hitung = 13,391 dan F tabel = 2,32 karena F hitung > F tabel maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yakni Motivasi (X1), Instruktur (X2) dan Materi (X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif terhadap variabel terikat yakni kinerja karyawan. 2. Variabel Pelatihan yang paling berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara adalah Variabel Motivasi. 3. Melalui Identifikasi Determinasi diketahui nilai R Square sebesar 0,388 artunya bahwa Kinerja karyawan pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dipengaruhi oleh Pelatihan yang terdiri dari variabel Motivasi (X1), Instruktur (X2), Materi (X3) dan Kinerja (X4) sebesar 38,8% dan sisanya 61,2 % dipengaruhi oleh variabel yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini, seperti : Tempat, waktu, jenis pelatihan dan lain-lain. Universitas Sumatera Utara 73 B.Saran 1. Kinerja Karyawan pada Inspektorat Sumatera Utara, berdasarkan hasil pengolahan data, dipengaruhi oleh Pelatihan (X) yang terdiri dari Motivasi (X1), Instruktur (X2), Materi (X3) dan Kinerja (X4), karena variabel-variabel ini memiliki pengaruh positif, diharapkan pihak inspektorat Provinsi Sumatera Utara tetap memberikan Pelatihan bahkan meningkatkan jumlah pelatihan bagi pegawai. 2. Pelatihan yang diberikan kepada pegawai pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara tetap dipertahankan agar semaki meningkatkan kenierja karyawan 3. Pengaruh variabel yang dominan yaitu variabel Motivasi dibandingkan dengan variabel Instruktur dan materi. Sebaiknya Inspektorat Provinsi Sumatera Utara lebih meningkatkan mutu dan kualitas dari para Instruktur dan lebih memperhatikan Materi yang akan diberikan selama pelatihan sehingga karyawan benar-benar mendapatkan materi yang dibutuhkan dan tepat sasaran. Universitas Sumatera Utara 74 DAFTAR PUSTAKA Adianto, Hon, Agusrin, Yuke dan Trindira, I.G.A. Happy, Analisis Pengaruh Karakteristik Pekerjaan dan Kepuasaan Kerja Terhadap Performasi Operator Pada Bagian Produksi, Jurnal Manajemen Kewirausahaan, Vol.7 No.2, September 2005 Dwiyanto, ett all, Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia, Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, UGM, Yogyakarta, 2002 Hadiwiryo, Siswanto S. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, Cetakan Pertama. Bandung, Bumi Aksara Hariandja, Marihot T.E. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta, Gramedia Widiasarana Indonesia Hasibuan, Malayu, S.P, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Jakarta, Bumi Aksara 2006. Kuncoro, Mudrajat, Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi, Jakarta, Penerbit Erlangga, 2001 Mathis, Robert L-Jackson, John H, Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta, Salemba Empat 2002. Moekijat, Latihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Cetakan Kedua. Jakarta. Bandung, Mandar Maju. Munir, Miftahul, Pelatihan Partisipatif Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Petugas Puskesmas Pada Bagian Klinik Sanitasi (Di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur), Jurnal Humaniora Vol.2 No.2 Desember 2005 Pramudyo, CD, Cara Pinter Jadi Trainer, Cetakan ke III, Yogyakarta, Indonesia Cerdas, 2007. Rivai, Veithzal, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan, Dari Teori ke Praktik, Jakarta, PT. Raya Grafindo Persada. 2005. Universitas Sumatera Utara 75 Rivai, Veithzal, Performance Apprasial: Sistem Yang Tepat Untuk Menilai Kinerja Karyawan dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. Edisi I, Cetakan I, PT. Raya Grafindo 2004. Robbins, Stephen P, Organization Behaviour 8th Edition, New Jersey Prentice Hall International Inc. 2001. Rosdiyanto, Johny dan David, FACTS Model Untuk Pembinaan Motivasi Bagi Peningkatan Kinerja Karyawan (Studi Kasus : Motivasi pada Badan Usaha Jasa Penerbangan Internasional di Surabaya), Proceeding Simposium Nasional Riset Ekonomi dan Manajemen 1. ISEI Cabang Surabaya. 2003. Sjafri, Tb, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik, Jakarta, Ghalia Indonesia 2001 Sugiono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung, Alfabeta. 2006 Sugiono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung, Alfabeta. 2004. Suryana, Agus, Panduan Praktis Mengelola Pelatihan, Jakarta, EDSA Mahkota. 2006. http://id.wikipedia.org/wiki/Pelatihan Universitas Sumatera Utara
Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Berusaha Untuk Meningkatkan Kualitas Kerja dan Berniat Jenis Penelitian Lokasi Penelitian Populasi Sampel Kemampuan Auditor Dalam Melaksanakan Tugas Jarang Kinerja Auditor TINJAUAN PUSTAKA Kualitas Auditor TINJAUAN PUSTAKA Pendidikan dan Pelatihan Kewenangan yang Diberikan Pendidikan dan Pelatihan TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Sumber Daya Manusia. Struktur Organisasi Sumber Daya Manusia Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengolahan dan Analisis Data. Teori Birokrasi TINJAUAN PUSTAKA
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara

Gratis