Feedback

Pemisahan Dan Penentuan Kadar Nikotin Dari Tembakau Puntung Rokok Di Kodya Medan

Informasi dokumen
PEMISAHAN DAN PENENTUAN KADAR NIKOTIN DARI TEMBAKAU PUNTUNG ROKOK DI KODYA MEDAN SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains MARCEL R PASARIBU 060802017 DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERSETUJUAN Judul Kategori Nama Nomor Induk Mahasiswa Program Studi Departemen Fakultas : PEMISAHAN DAN PENENTUAN KADAR NIKOTIN DARI TEMBAKAU PUNTUNG ROKOK DI KODYA MEDAN : SKRIPSI : MARCEL RAYMOND PASARIBU : 060802017 : SARJANA ( S1 ) KIMIA : KIMIA : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Disetujui, Medan, Juli 2011 Komisi Pembimbing : Dosen Pembimbing II Dosen Pembimbing I Dr. Tini Sembiring, MS NIP. 194805131971072001 Prof.Dr.Pina Barus, MS NIP. 194606041980031001 Diketahui / Disetujui oleh Departemen Kimia FMIPA USU Ketua, Dr. Rumondang Bulan Nst, MS NIP. 195408301985032001 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN PEMISAHAN DAN PENENTUAN KADAR NIKOTIN DARI TEMBAKAU PUNTUNG ROKOK DI KODYA MEDAN SKRIPSI Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya. Medan , Juli 2011 MARCEL R PASARIBU 060802017 Universitas Sumatera Utara PENGHARGAAN Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan anugrah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini. Selanjutnya penulis menyampaikan penghargaan dan cinta kasih yang tulus kepada seluruh keluarga yang senantiasa memberikan dorongan dan semangat, terutama kepada orangtua yang sangat saya sayangi B.Pasaribu dan H.Br Simanjuntak yang dengan doa serta kerja kerasnya mengorbankan banyak hal untuk mendidik saya dengan penuh cinta kasih. Terimakasih juga saya ucapkan kepada abangku tercinta Ramly Pasaribu Amd dan Gabriel Bernal Pasaribu ST serta kakak tersayang Juliana Ratnawati br Pasaribu, Ida Martina Br Pasaribu dan Martina Br Siregar yang banyak mendukung penulis baik secara moril maupun materil dalam menyelesaikan perkuliahan. Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof.Dr.Pina Barus, MS selaku pembimbing I dan Ibu Dr. Tini Sembiring MS selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan pengarahan dan bimbingan dalam melakukana penelitian dengan sabar hingga terselesainya skripsi ini. 2. Ibu Dr. Rumondang Bulan Nst, M.S dan Drs. Albert Pasaribu, M.Sc selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Kimia FMIPA USU. 3. Dr. Mimpin Ginting, M.S selaku dosen Wali saya yang telah memberikan pengarahan dalam menyelesaikan studi selama perkuliahan dan penelitian berlangsung. 4. Seluruh dosen Departemen Kimia FMIPA USU yang telah memberikan waktunya untuk memberi bimbingan selama penulis mengikuti kuliah di Departemen Kimia F-MIPA USU 5. Seluruh teman stambuk 2006 tanpa terkecuali serta sahabat – sahabatku (Robi, Cevia, Jude, Aspri, Felbo, Agus ciling, Mery, Natalia) abang senior (B’Ronal, B’Amos colabren, B’Frans, B’Lintong, B’Bintang) yang banyak memberikan motivasi serta semangat dalam perkuliahan dan penelitian berlangsung. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan penulis baik dalam literatur maupun pengetahuan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, Juli 2011 MARCEL R PASARIBU 060802017 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pemisahan dan penentuan kadar nikotin dari tembakau puntung rokok di Kodya Medan. Tembakau mengandung nikotin yang dapat digunakan sebagai bahan baku insektisida.Dari 10 gram tembakau puntung rokok yang telah dilakukan dengan metode pemisahan secara ekstraksi menggunakan pelarut kloroform setelah penambahan HCl dan NaOH , kadar nikotin diuji dengan menggunakan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 260 nm diperoleh 0,49% pada tembakau puntung rokor filter dan 0,96% pada tembakau puntung rokok non-filter. Universitas Sumatera Utara DETERMINE THE CONTENT OF TOBACCO CIGARETTE STUBS THATS ARE A LOT OF QUANTITY IN THE CITY OF MEDAN ABSTRACT A study to determine the content of tobacco cigarette stubs thats are a lot of quantity in the city of Madya Medan has been done. Tobacco contain nicotine as a insectisida material. From 10 grams of tobacco cigarette stubs that have been done with the separation method of extraction with chloroform after addition of HCl and NaOH ,the percentage of nicotine measured by using UV spectrophotometer at a wavelength of 260 nm obtained 0.49% filter tobacco cigarette stubs and 0,96% nonfilter tobacco cigarette stubs. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Persetujuan Pernyataan Penghargaan Abstrak Abstract Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Lampiran Halaman ii iii iv v vi vii ix x Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Permasalahan 1.3 Pembatasan Masalah 1.4Tujuan Penelitian 1.5 Manfaat Penelitian 1.6 Lokasi Penelitian 1.7 Metode Penelitian 1 1 3 3 3 3 4 4 Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Tembakau 2.1.1 Morfologi tanaman tembakau 2.1.2 Sistematika tanaman tembakau 2.2 Senyawa Alkaloida 2.2.1 Klasifikasi senyawa alkaloida 2.2.2 Sifat-sifat senyawa alkaloida 2.2.3 Senyawa-senyawa alkaloida dalam tembakau 2.3 Ekstraksi pelarut 2.3.1 Interaksi dalam distribusi cair-cair 2.4 Senyawa nikotin 2.5 Penentuan nikotin secara spektrofotometri 2.5.1 Spektrofotometer 2.5.2 Hukum Bouger dan Lambert 2.5.3 Hukum Beer 2.5.4 Hukum Lambert-Beer 2.6 Pestisida 2.6.1 Senyawa nikotin sebagai insektisida 2.6.2 Pengaruh nikotin terhadap lingkungan 5 5 5 6 6 7 9 9 11 12 13 13 14 14 15 16 17 18 18 Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1 Alat-alat 3.2 Bahan-bahan 3.3 Prosedur Penelitian 3.3.1 Pembuatan Reagen 3.3.2 Penentuan massa rata-rata tembakau puntung rokok 3.3.3 penentuan panjang gelombang maksimum senyawa nikotin 3.3.3 Penentuan kurva kalibrasi konsentrasi vs absorbansi 20 20 21 21 21 22 22 22 Universitas Sumatera Utara 3.3.4 Pemisahan nikotin dari tembakau puntung rokok 3.4 Bagan penelitian 3.4.1 Penentuan massa rata-rata tembakau puntung rokok 3.4.2 Penentuan kurva kalibrasi 3.4.3 Pemisahan nikotin dari tembakau puntung rokok 22 24 24 25 26 Bab 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Hasil Penelitian 4.2 Pengolahan data 4.2.1 Penurunan persamaan garis regresi 4.2.2 Perhitungan koefisien korelasi 4.2.3 Perhitungan standar deviasi 4.2.4 Penentuan batas deteksi 4.2.5 Penentuan kadar nikotin dalam sampel 4.3 Pembahasan 27 27 29 29 30 31 31 32 34 Bab 5 Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran Daftar Pustaka Lampiran 36 36 36 37 39 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4.1 Data penimbangan massa tembakau puntung rokok Filter 27 Tabel 4.2 Data penimbangan massa tembakau puntung rokok Nonfilter 28 Tabel 4.3 Tabel penurunan persamaan garis regresi 29 Tabel 4.4 Tabel penentuan standar deviasi 31 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Data penentuan panjang gelombang maksimum senyawa Nikotin Lampiran 2. Data pengukuran absorbansi nikotin standart pada berbagai konsentrasi Lampiran 3. Data pengukuran absorbansi nikotin dari ekstrak Puntung rokok Lampitan 4. Gambar kurva penentuan panjang gelombang maksimum Senyawa nikotin Lampiran 5. Gambar kurva kalibrasi Konsentrasi vs Absorbansi 40 41 42 43 44 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pemisahan dan penentuan kadar nikotin dari tembakau puntung rokok di Kodya Medan. Tembakau mengandung nikotin yang dapat digunakan sebagai bahan baku insektisida.Dari 10 gram tembakau puntung rokok yang telah dilakukan dengan metode pemisahan secara ekstraksi menggunakan pelarut kloroform setelah penambahan HCl dan NaOH , kadar nikotin diuji dengan menggunakan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 260 nm diperoleh 0,49% pada tembakau puntung rokor filter dan 0,96% pada tembakau puntung rokok non-filter. Universitas Sumatera Utara DETERMINE THE CONTENT OF TOBACCO CIGARETTE STUBS THATS ARE A LOT OF QUANTITY IN THE CITY OF MEDAN ABSTRACT A study to determine the content of tobacco cigarette stubs thats are a lot of quantity in the city of Madya Medan has been done. Tobacco contain nicotine as a insectisida material. From 10 grams of tobacco cigarette stubs that have been done with the separation method of extraction with chloroform after addition of HCl and NaOH ,the percentage of nicotine measured by using UV spectrophotometer at a wavelength of 260 nm obtained 0.49% filter tobacco cigarette stubs and 0,96% nonfilter tobacco cigarette stubs. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tembakau berasal dari Amerika Selatan dan Hindia Barat,walaupun tembakau digunakan pertama kali di Amerika Utara, Tembakau masuk ke Eropa melalui Spanyol.Tanaman tembakau di Indonesia diperkirakan dibawa oleh bangsa Portugis dan Spanyol pada abad ke -16. Dikatakan Rhumpius, tanaman tembakau pernah dijumpai di Indonesia di beberapa daerah yang belum pernah dijelajahi oleh bangsa Portugis atau Spanyol, tanaman tembakau baru ditanam di pulau jawa sekitar tahun1609 dan kemudian menyebar ke pulau-pulau lain di Indonesia. Tembakau merupakan suatu jenis tanaman yang berperan penting sebagai tanaman komersil dan memiliki arti sosial bagi masyarakat. Kegunaan dari tembakau adalah sebagai bahan dasar untuk pembuatan rokok dan ramuan untuk makan sirih (http://rokokaanjuniawan.blogspot.com/). Rokok adalah hasil produksi yang berbentuk silinder dikonsumsi masyarakat untuk dihirup asapnya. Rokok merupakan hasil olahan tembakau yang terbungkus.Rokok dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas : 1. Rokok elekrik yaitu rokok yang dikonsumsi masyarakat tanpa tembakau tetapi mengunakan arus listrik untuk menghasilkan asap rokok. 2.  Rokok Nonelektrik yaitu rokok yang dikonsumsi masyarakat dengan cara membakar tembakau pada rokok untuk menghasilkan asap. Rokok Nonelektrik ini dibagi menjadi: Rokok berdasarkan bahan pembungkus 1. Klobot yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung 2. Kawung yang bahan pembungkusnya berupa daun aren 3. Sigaret yang bahan pembungkusnya berupa kertas  4. Cerutu yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau Rokok berdasarkan bahan baku atau isi 1. Rokok putih yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau 2. Rokok kretek yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh 3. Rokok klembak yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau,cengkeh, dan kemenyan Universitas Sumatera Utara  Rokok berdasarkan proses pembuatannya 1. Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana 2. Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat  rokok.Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Rokok berdasarkan penggunaan filter 1. Rokok Filter (RF) : rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus 2. Rokok Non Filter (RNF) : rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus. Senyawa alkaloida utama dari daun tembakau adalah nikotin yang terikat dengan asam malat dan asam sitrat.Senyawa-senyawa lain yang terkandung dalam tembakau adalah Amin,Pirol,Piridin,serta alkaloida Nornikotin dan anabasin.sifat lain yang dimiliki oleh nikotin dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan insektisida.Kebutuhan insektisida dalam bidang pertanian mendorong untuk mencari bahan dasar pembuatan insektisida termasuk senyawa nikotin. Kandungan nikotin dalam tembakau dapat mencapai 0,3% sampai dengan 5% bobot kering yang berasal dari biosintesis di akar dan diakumulasikan di daun.Pada penelitian sebelumnya dilakukan ekstraksi nikotin pada limbah tangkai daun tembakau dengan mendapatkan hasil maksimum nikotin yang diperoleh sebesar 5%. Nikotin dapat menjadi racun syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku insektisida, contoh serangga yang dapat diatasi menggunakan insektisida nikotin adalah Afid. Nikotin murni dianggap beracun bagi mamalia dengan dosis letal 50mg/Kg (http://indowebster.web.id/). Pertambahan penduduk di Indonesia khususnya daerah kota madya Medan terus meningkat diikuti juga oleh meningkatnya jumlah perokok sebagai konsumen produksi rokok.Jumlah penduduk Medan yang terhitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 berkisar 2.036.185 jiwa. Diperkirakan jumlah perokok mencapai 705.345 jiwa. Apabila setiap perokok menghabiskan 6 batang rokok setiap harinya dengan rata-rata berat tembakau puntung rokok yang dihasilkan per batangnya sekitar 0,45 gram maka dalam satu harinya dapat diperoleh tembakau puntung rokok sebanyak 1.142.658 gram atau 1,14 ton per harinya dan dalam sebulan dapat mencapai 34,28 ton. Menurut literatur kandungan nikotin dalam tembakau berkisar antara 2 % sampai 8% sesuai dengan spesies tembakau. Universitas Sumatera Utara Dimana nikotin dalam pemanfaatannya sebagai insektisida untuk tikus hanya menggunakan 30 mg/kg dalam bentuk garam atau basa. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui kadar nikotin yg sebenarnya dalam tembakau puntung rokok yang sangat berpotensial sebagai sumber nikotin untuk bahan insektisida. 1.2 Permasalahan - Berapa kadar nikotin yang terdapat pada tembakau puntung rokok . - Berapa banyak jumlah tembakau yang terdapat dalam puntung rokok. 1.3 Pembatasan masalah - Sampel tembakau puntung rokok diperoleh dari sekitar kota Madya Medan tanpa membedakan merek dari jenis puntung rokok. - 1.4 Sampel dibatasi jenis puntung rokok Filter dan Non Filter. Tujuan penelitian - Mengetahui kadar nikotin dari tembakau puntung rokok - Mengetahui massa rata-rata dari tembakau puntung rokok 1.5 Manfaat Penelitian - Memanfaatkan tembakau puntung rokok sebagai sumber nikotin untuk bahan baku insektisida 1.6 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (Puslit-SDAL) Universitas Sumatera Utara. 1.7 Metode Penelitian Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan memisahkan tembakau dari bungkusan dan filter puntung rokok kemudian dengan penimbangan untuk mengetahui berat rata-rata tembakau sisa puntung rokok. Mengisolasi dan menentukan kadar nikotin dari tembakau puntung rokok dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut kloroform setelah di tambahkan HCl 0,1 N dan NaOH 10 % selanjutnya kloroform Universitas Sumatera Utara diuapkan dengan menggunakan rotarievaporator sampai ekstrak bebas pelarut dan diuji kadar nikotin dengan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 260 nm. Universitas Sumatera Utara BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tembakau Tembakau adalah termasuk genus Nicotiana yang mengandung lebih dari 60 spesies dan merupakan famili Solanaceae ( golongan terung-terungan ). Nicotiana adalah suatu spesies yang berkembang sangat luas seperti Nicotiana Tabacum dan Nicotiana Rustica. Nicotiana Tabacum memiliki warna daun yang berubah dari hijau, kuning kecoklatan dimana bunganya memiliki tangkai yang pendek dan kuat. Bunganya mempunyai 5 (lima) benang sari, 1 (satu) putik dan berkembang biak sendiri. Nicotiana Rustica merupakan tanaman tahunan yang memiliki tangkai yang lebih kecil, ukurannya tinggi, batangnya banyak dan daunnya lebar, sangat tebal dan berat. Daun dari tanaman tembakau memiliki nilai ekonomi yang sangat, dimana daun hasil panen digunakan untuk bahan pengisi dan sebagai sumber insektisida (nikotin) ( Akehurst B.C, 1968). Tanaman tembakau dalam perkembangannya memperlihatkan banyak perbedaan morfologi yang nyata, terutama mengenai perkembangan batang dan daun. 2.1.1Morfologi Tanaman Tembakau Daun :Daun tembakau bentuknya bulat panjang, ujungnya meruncing, tepi pinggirannya licin dan bertulang sirip. Proses penuaan (pemasakan) daun biasanya dimulai dari bagian ujungnya baru kemudian disusul bagian bawahnya. Hal ini diperhatikan oleh perubahan warna daun dari hijau – kuning– coklat. Batang :Umumnya memiliki batang yang tegak dengan tinggi sekitar 2,5 meter.Batangnya berwarna hijau dan hampir seluruhnya ditumbuhi bulu-bulu halus bewarna putih. Bunga :Termasuk bunga majemuk yang berbentuk malar, masing-masing seperti terompet dan mempunyai bagian-bagian seperti terompet dan mempunyai bagian-bagian berikut kelopak bunga, mahkota bunga, bakal buah dan kepala putik. Universitas Sumatera Utara :Biji tembakau sangat kecil sehingga dalam 1 cm3 dengan berat kurang lebih 0,5 Biji gram berisi sekitar 6000 butir biji. 2.1.2 Sistematika Tanaman Tembakau Sistematika tanaman tembakau (Nicotiana tabacum linn) sebagai berikut : - Devisio : Spermatophyta - Sub Devisio : Angiospermae - Kelas : Dicotyledoneae - Sub Kelas : Sympetalae - Ordo : Pelemeniales - Famili : Solonaceae - Genus : Nicotiana - Species : Nicotiana tabacum linn (Anonim, 1993). 2.2. Senyawa Alkaloida Senyawa alkaloida adalah senyawa alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan mengandung paling sedikit sebuah atom nitrogen yang biasanya bersifat basa dan sebagian besar atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincin heterosiklis nya. Senyawa alkaloid yang terdapat pada tumbuhan sekitar 5500 jenis telah diketahui. Tidak ada satupun istilah alkaloid yang memuaskan, tetapi pada umumnya alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam gabungan, sebagai bagian dari sistem siklik. Alkaloid sering kali beracun bagi manusia dan banyak yang mempunyai aktivitas fisiologi yang menonjol, jadi digunakan secara luas dalam bidang pengobatan. Alkaloid biasanya tak bewarna, sering kali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal tetapi hanya sedikit yang berupa cairan (misalnya nikotina) pada suhu kamar. Uji sederhana, tetapi yang sama sekali tidak sempurna , untuk alkaloid dalam daun atau buah segar adalah rasa pahitnya di lidah .misalnya, racun kimia yang berbahaya, dan 43 di antaranya bersifat karsinogenik (pencetus kanker) seperti sianida, tar (partikel karbon) dan nikotin Universitas Sumatera Utara (www.harimansite.com). Semakin banyak nikotin yang dikonsumsi, semakin tinggi juga risiko untuk terkena penyakit-penyakit berisiko tinggi akibat rokok. Hal ini dikarenakan nikotin dapat terakumulasi di dalam hati, ginjal, lemak dan paru-paru (www.stopmerokok.com). Komponen ini terdapat di dalam asap rokok dan juga di dalam tembakau yang tidak dibakar. Mengukur kuantum dalam asap rokok dengan menggunakan smoking machine, sedangkan di dalam tembakau tanpa menggunakan smoking mechine. Nikotin bersifat toksis terhadap jaringan syaraf, juga menyebabkan tekanan darah sistolik dan diastolik mengalami peningkatan. Denyut jantung bertambah, kontraksi otot jantung seperti dipaksa, pemakaian oksigen bertambah, aliran darah pada pembuluh koroner bertambah, dan vasokonstriksi pembuluh darah perifer. Nikotin meningkatkan kolesterol LDL, dan meningkatkan agregasi sel pembekuan darah. Nikotin memegang peranan penting dalam ketagihan merokok (Sitepoe, 2000). 2.4.2 Tar Tar merupakan bahan rokok yang mengandung bahan kimia beracun yang merusak sel paru – paru dan menyebabkan kanker (Basyir, 2006). Apabila satu – satunya sumber nikotin adalah tembakau maka sumber tar adalah tembakau, cengkeh, pembalut rokok, dan bahan organik lainnya yang terbakar. Tar hanya dijumpai pada rokok yang dibakar. Eugenol atau minyak cengkeh juga di klasifikasikan sebagai tar (Sitepoe, 2000). 2.4.3 Gas Karbonmonksida (CO) Merupakan gas beracun yang dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen. Yaitu gas yang terbentuk ketika pembakaran tembakau dan kertas Universitas Sumatera Utara pembungkus rokok dalam waktu lama. Unsur ini memiliki kemampuan cepat sekali bersenyawa dengan hemoglobine. Akibatnya, suplai oksigen ke seluruh organ tubuh terhambat (Sitepoe, 2000). Karbon Monoksida (CO) yang dihasilkan oleh asap rokok dan dapat menyebabkan pembuluh darah kramp, sehingga tekanan darah naik, dinding pembuluh darah dapat robek (Suparto, 2000). 2.4.4 Timah Hitam (Pb) Timah hitam merupakan partikel asap rokok. Setiap satu batang rokok yang diisap diperhitungkan mengandung 0,5 mikrogram timah hitam. Bila seorang menghisap 1 bungkus rokok per hari berarti menghasilkan 10 mikrogram, sedangkan batas bahaya kadar Pb dalam tubuh adalah 20 mikrogram/hari (Sitepoe, 2000). 2.4.5 Eugenol Eugenol hanya dijumpai di dalam rokok kretek dan tidak dijumpai di dalam rokok putih. Eugenol dapat ditemukan di dalam cengkeh atau di dalam minyak cengkeh yang dapat memberikan bintik minyak pada rokok kretek sehingga memberikan pandangan yang kurang menyenangkan. Tetapi, dengan teknologi twinwrap rokok kretek sudah dapat terlihat mulus. Eugenol dapat dijumpai baik di dalam rokok yang sedang diisap, di dalam asap rokok yang diisap, maupun di dalam rokok yang tidak dihisap/tidak dirokok. Eugenol serupa halnya dengan nikotin, yakni juga dapat dijumpai di dalam rokok yang dihisap (asap rokok) dan juga di dalam rokok yang tidak dihisap (tembakau) (Sitepoe, 2000). 2.4.6 Nitrogen Oksida Nitrogen Oksida adalah unsur kimia yang dapat menganggu saluran pernafasan bahkan merangsang kerusakan dan perubahan kulit tubuh. Universitas Sumatera Utara Bahan yang paling berbahaya dari beberapa bahan kimia diatas yakni tar, nikotin, dan CO bersama – sama mempengaruhi kerja jantung, CO mengurangi kadar O2 dalam darah, sedangkan nikotin menstimulasi aksi jantung sehingga butuh O2 lebih banyak. 2.5 Dampak Merokok Merokok mempunyai dampak yang sangat besar di dalam kehidupan manusia, dimana merokok pada umumnya telah dimulai dari masa sekolah atau remaja. Dampak rokok akan terasa setelah 10–20 tahun pasca digunakan. Dampak asap rokok bukan hanya untuk si perokok aktif (Active smoker), tetapi juga bagi perokok pasif (Pasive smoker). Orang yang tidak merokok atau perokok pasif, tetapi terpapar asap rokok akan menghirup 2 kali lipat racun yang dihembuskan oleh perokok aktif (Mustafa, 2005). Rokok pada dasarnya dapat dianggap sebagai pabrik bahan kimia, dimana satu batang rokok dibakar, akan menghasilkan atau mengeluarkan lebih dari 4.000 zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Secara umum bahan – bahan ini dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu komponen gas dan komponen padat partikel, sementara komponen padat dibagi menjadi Nikotin dan Tar (1,5 gr). Menurut Sitepoe (2000) kebiasaan merokok telah terbukti berhubungan dengan 25 jenis penyakit dari berbagai alat tubuh manusia, diantaranya: 1. Kanker, menurut Lembaga International untuk riset kanker, rokok memegang peranan penting dalam terjadinya beberapa jenis kanker yang sering menyerang manusia, seperti : a. Kanker paru – paru Universitas Sumatera Utara b. Kanker mulut dan tenggorokan c. Kanker ginjal dan kandung kemih d. Kanker pankreas e. Kanker perut f. Kanker liver atau hati g. Kanker leher rahim (Cervix) h. Kanker payudara i. Leukimia 2. Asma, hubungan antar asma dan merokok sudah menjadi ladang penelitian banyak ahli di banyak negara. Hasil studi Filandia menunjukan bahwa merokok pasif menimbulkan penyakit asma diantara orang dewasa. Yang paling memprihatinkan adalah adanya bukti – bukti yang makin besar tentang akibat merokok yang dilakukan orang tua terhadap timbulnya asma diantara anak – anak. Bagi anak yang sudah menderita asma, orang tua yang merokok menyebabkan semakin parahnya penyakit yang diderita. 3. Diabetes, bukt i – bukti makin banyak menunjukan pada peran perokok terhadap timbulnya penyakit diabetes dan bahwa penderita diabetes akan memperparah resiko kematian jika terus merokok. 4. Penyakit Jantung, perokok mempunyai resiko dua hingga tiga kali lebih mungkin menderita serangan jantung dibanding bukan perokok. Resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) bagi perokok dapat bersifat independen, resiko PJK pada pria perokok 60-70% lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang tidak merokok. Merokok mempercepat pemberkuan darah sehingga agregasi Universitas Sumatera Utara trombosit lebih cepat terjadi yang merupakan salah satu faktor pembentukan ateroslerosis sebagai penyebab PJK (Sitepoe, 1997). 5. Impotensi, para ahli mengaitkan terjadinya impotensi dengan peran rokok yang merusak jaringan darah dan syaraf. Karena seks yang sehat memerlukan kerjasama seluruh komponen tubuh, maka adanya gangguan pada koponen vital menyebabkan gangguan dab bahkan kegagalan seks seperti halnya impotensi. 6. Gangguan kehamilan, pada wanita perokok, anak yang dikandung akan mengalami penurunan berat badan, kadang – kadang bayi lahir dibawah berat badan ideal, bayi lahir prematur. Merokok pada wanita hamil memberikan resiko tinggi terhadap keguguran, kematian janin, kematian bayi sesudah lahir, dan kematian memdadak pada bayi. Wanita hamil perokok juga menggangu perkembangan kesehatan fisik dan intelektual anak – anak yang akan tumbuh (Sitepoe, 1997, Cadwell, 2001). 7. Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya (Sustrani, 2004). Dengan menghisap sebatang rokok maka akan mempunyai pengaruh besar terhadap kenaikan tekanan darah atau hipertensi (Suparto, 2000). Merokok merupakan salah satu kebiasaan hidup yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Pada keadaan merokok pembuluh darah dibeberapa bagian tubuh akan mengalami penyempitan, dalam keadaan ini dibutuhkan tekanan yang lebih tinggi supaya darah dapat mengalir ke alat-alat tubuh dengan jumlah yang tetap. Universitas Sumatera Utara Untuk itu jantung harus memompa darah lebih kuat, sehingga tekanan pada pembuluh darah meningkat (Wardoyo, 1996). Selain kerugian kesehatan, yang juga harus dihitung adalah kerugian financial. Semua penyakit dan efek dari asap rokok terhadap janin dan bayi tersebut harus ditanggung dengan uang yang tidak sedikit baik oleh si orang tua, keluarga maupun masyarakat sehingga jika dihitung secara keseluruhan jumlahnya sungguh luar biasa dan akan lebih baik jika digunakan untuk kepentingan yang lain. 2.6 Proses Biologis Merokok Nikotin diterima reseptor asetilkotin-nikotinik yang kemudian membagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergenik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan nikmat, memacu sistem dopaminergenik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya fikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotin. Meningkatnya sorotin menimbulkan ransangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperoleh akan berkurang (Mu’tadin, 2002). Aspek – aspek kecanduan merokok menurut Sani (2005) adalah sebagai berikut: 1. Ketagihan secara fisik atau kimia, yaitu 4.7. dalam lampiran Universitas Sumatera Utara 4.3. Pembahasan Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh pembentukan warna dari kompleks perntabromo aseton dengan alkali pyridine untuk larutan standar 8 mg/L asam sitrat adalah berwarna merah, sehingga panjang gelombang yang maksimum yang diperoleh adalah 520 nm (gambar 1 dalam lampiran). Pengukuran dengan spektrofotometri sinar tampak perlu dilakukan pengukuran khusus untuk menentukan waktu operasi yaitu pada saat mana suatu larutan berwarna mencapai transmisi minimum atau absorbansi maksimum, hal ini di lakukan karena senyawa yang terbentuk antara pentabromo aseton dengan alkali pyridine tidak stabil. Waktu operasi dari larutan standar 8 mg/L asam sitrat diperoleh dengan waktu 10 menit (gambar 2 dalam lapiran). Kurva kalibrasi larutan standar asam sitrat (tabel 4.5) dibuat dengan memvariasikan konsentrasi larutan standar asam sitrat dan dengan menggunakan persamaan Least Square diperoleh persamaan garis linier Y = 0,0506X - 0,04 dengan grafik pada gambar 3. Dalam penentuan apakah suatu penelitian memiliki titik yang sejajar pada kurva kalibrasi dengan harga slope positif dapat dilihat dari perhitungan koefisien korelasi (r). Dalam data statistik diperoleh harga koefisien korelasi sebesar 0,9989. Hal ini menunjukkan adanya hubungan atau korelasi positif antara konsentrasi dengan absorbansi. Pada penelitian analitik, gravik kurva kalibrasi yang baik ditunjukkan dengan harga r ≥ 0,99 Penentuan batas deteksi dari pengukuran kadar asam sitrat dalam penelitian ini adalah 1,9565 mg/L. Hal ini menunjukkan batas pengukuran alat spektrofotometer untuk kadar asam sitrat dalam sampel hanya dapat dilakukan jika konsentrasi asam sitrat diatas 1,9565 mg/L Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kadar asam sitrat dalam ekstrak daging asam jawa I, II dan III masing-masing sebesar : 16,8970 %; 17,0945 %; dan 17,0255 %. Asam sitrat yang dapat diperoleh dari ekstrak daging asam sitrat I, II dan III masing-masing sebesar : 14,1600%; 15,4840%, dan 15,1875% Pemisahan Asam Sitrat dari daging buah asam jawa dilakukan dengan mengekstraksi asam jawa dalam pelarut metanol dimana senyawa asam sitrat yang bersifat polar akan tertarik pada pelarut metanol yang bersifat polar. Kemudian Universitas Sumatera Utara digaramkan dengan kalsium klorida pada suasana pH 10. Pemisahan asam sitrat dari campuran garam asam sitrat dilakukan dengan melewatkan garam kalsium sitrat pada resin penukar kation yang dielusi dengan akuabides. Secara teori asam sitrat tidak mengendap dengan kalsium klorida dalam suasana netral, tetapi dengan adanya penambahan natrium hidroksida asam sitrat dapat membentuk garam dengan ion kalsium (F.P.Treadwell. 1963) Kemudian untuk memisahkan asam sitrat dari ion kalsium dilewatkan pada resin penukar kation, sehingga diperoleh kristal asam sitrat (Journal of Reproduction and Fertility. 1985 ) Adanya perbedaan afinitas dari bahan resin penukar kation dimana afinitas pada resin penukar kation lebih tinggi sehingga sangat kuat untuk mengikat berbagai ion logam, sehingga jika suatu senyawa yang mengandung logam dilewatkan pada resin, maka ion logam tersebut akan tertinggal pada resin : H 6 R-SO3H H O C Ca CH2 O CH2 + 2 C C HO OH C + C C HO OH 3 (R-SO3)2Ca H H CH2 CH2 C C H O H O H OH Ca C CH2 H C HO H C CH2 O C Ca O Penentuan asam sitrat dilakukan dengan mengoksidasi asam sitrat menjadi senyawa aseton kemudian mereaksikannya dengan senyawa bromine sehingga terbentuk senyawa pentabromoaseton yang berwarna merah, yang kemudian dianalisa dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 520 nm (F.P.Treadwell,1963) Universitas Sumatera Utara BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa kandungan asam sitrat dalam daging buah asam jawa dari tiga sampel yang diambil secara acak menunjukkan bahwa : Sampel I mengandung (16,9300 ± 0,1415) % asam sitrat Sampel II mengandung (17,1275 ± 0,1415) % asam sitrat Sampel III mengandung (17,0285 ± 0,1400) % asam sitrat Dari kandungan asam sitrat dalam daging buah asam jawa yang terdapat pada sampel diatas dapat dipisahkan dengan resin penukar kation sehingga persen perolehannya adalah : Sampel I diperoleh (14,9435 ± 0,2665) % Sampel II diperoleh (15,4805 ± 0,4900) % Sampel III diperoleh (15,1840 ± 0,1400) % 5.2. Saran Diharapkan penelitian selanjutnya dapat memperoleh asam sitrat dalam persen yang lebih tinggi dari kandungan asam sitrat yang ada dalam daging buah asam jawa Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Basset,J., Penny,R.C., Jeffrey,G.H. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Edisi Keempat: Surabaya. Airlangga. Bleach, M.F. and Hartemann, P. 1991. Preliminary study of antimicrobial activity of traditional plants against E. coli. Zentralblatt hygiene undumweltmedizin, 192(1): 45-56 (English summary). Brink, O.G., Flink,R.J. 1984. Dasar-dasar Ilmu Instrumen. : Bandung. Penerbit Binacipta,. Cahyadi, w. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Cetakan Pertama : Jakarta. PT Bumi Aksara. Denney,R.C., Sinclair,R. 1991. Visibel and Ultraviolet Spectroscopy. : New York. Jhon Willey & Sons. Ettinger, R.H. 1952. A Simplified Photometric Method For The Determination Of Citric Acid In Biological Fluids, Washington, Walter Reed Army Medical Center, http://www.jbc.org/cgi/reprint/53/2/357.pdf, diakses 23 Juni 2008 Ewing,G.M. 1997. Instrument Methoks of Chemical Analysis. Four Edition : Tokyo. McGraw-Hill Kogakusha LTD Fritz,James S., Schenk, George H. 1975. Quantitative Analytical Chemistry. Fifth Edition : Boston. Allyn and Bacon Inc. Ketaren, S,. 1989. Minyak dan Lemak Pangan. Cetakan Pertama : Jakarta. UI-Press. Lewis, Y.S. and Neelakantan, S. 1964. The real nature of tamarind anthoxanthins. Current Science, 15: 460. Miessler, Gary L.1987. Inorganic Chemistry. : New Jersey. Prentice Hall Englewood Cliffs. Mulja,M., Suharman, 1995. Analisis Instrumental. Surabaya. Airlangga. Othmer, K. 1964. Encyclopedia of Chemical Technology. Second Edition, Vol.5. : London. Jhon Wiley and Sons. Inc. Respati. 1986. Pengantar Kimia Organik. Jilid I : Jakarta. Aksara Baru. Treadwell,F.P. 1963. Analytical Chemistr. Ninth Edition, Vol.I, London : Jhon Wiley and Sons Vogel. 1985. Analisis anorganik kualitatif makro dan semimikro, Edisi kelima, Jilid I : Jakarta. PT. Kalman Media Pustaka Universitas Sumatera Utara http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php%3Fmnu%3D2%26id%3D285+ma nfaat+ asam+jawa&hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id. Diakses tanggal 01 maret 2008 http://.rsc.org/Membership/Networking/InterestGroups/Analytical/ACTrustFund.asp. diakses tanggal 01 maret 2008 Universitas Sumatera Utara Tabel 4.3. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Dari Larutan Standar 8 mg/L Asam Sitrat Panjang gelombang (λ) nm 480 490 500 510 520 530 540 Absorbansi 0,327 0.344 0,356 0,357 0.364 0,351 0,314 Tabel 4.4. Penentuan Waktu Operasi Dari Larutan Standar 8 mg/L Asam Sitrat Waktu (menit) 5 10 15 20 25 30 Absorbansi (A) 0,279 0,315 0,308 0,290 0,279 0,273 Tabel. 4.5. Data Pengukuran Absorbansi Larutan Seri Standar Asam sitrat No Konsentrasi (mg/L) Absorbansi (A) 1 2,0000 0.084 2 4,0000 0.116 3 6,0000 0.288 4 8,0000 0.364 5 10,0000 0.466 Universitas Sumatera Utara Tabel 4.6. Data Hasil Perhitungan Kadar Asam Sitrat Dalam Ekstrak Daging Buah Asam Jawa No Sampel A µ (kadar asam sitrat) % 1 I 0,1310 (16,9300 ± 0,1415) % 2 II 0,1330 (17,1275± 0,1415) % 3 III 0,1323 (17,0285 ± 0,1400) % Tabel 4.7. Data Pengukuran Perolehan Asam Sitrat Dari Ekstrak Daging Buah Asam Jawa No Sampel A µ (kadar asam sitrat) % 1 I 0,1033 (14,9435 ± 0,2665) % 2 II 0,1167 (15,4805 ± 0,4900) % 3 III 0,1137 (15,1840 ± 0,1400) % Universitas Sumatera Utara Table 4.8 Daftar Harga Distribusi t-Student Tingkat Probabilitas Derajat Kebebasan (n-1) 90 % 95% 98% 99% 1 6,31 12,71 1,82 63,66 2 2,92 4,30 6,96 9,92 3 2,35 3,18 4,54 5,84 4 2,13 2,78 3,75 4,60 5 2,02 2,57 3,36 4,03 6 1,94 2,45 3,14 3,71 7 1,89 2,36 3,00 3,50 8 1,86 2,31 2,90 3,36 9 1,83 2,26 2,82 3,25 10 1,81 2,23 2,76 3,17 12 1,78 2,18 2,68 3,05 14 1,76 2,14 2,62 2,98 16 1,75 2,12 2,58 2,92 18 1,73 2,10 2,55 2,88 20 1,72 2,09 2,53 2,85 30 1,70 2,04 2,46 2,75 50 1,68 2,01 2,40 2,68 ∞ 1,64 1,96 2,33 2,58 Universitas Sumatera Utara panjang gelombang Vs Absorbansi 0.37 0.36 Absorbansi 0.35 0.34 0.33 0.32 0.31 0.3 0.29 0.28 480 490 500 510 520 530 540 Panjang gelombang (nm) Gambar 1. penentuan panjang gelombang maksimum untuk larutan standar 8 mg/L asam sitrat Universitas Sumatera Utara waktu vs absorbansi 0.32 Absorbansi 0.31 0.3 0.29 0.28 0.27 0.26 0.25 5 10 15 20 25 30 waktu (menit) Gambar 2. penentuan waktu operasi dari larutan standar 8 mg/L asam sitrat Universitas Sumatera Utara Gambar 3. kurva kalibrasi larutan standar asam sitrat Universitas Sumatera Utara
Pemisahan Dan Penentuan Kadar Nikotin Dari Tembakau Puntung Rokok Di Kodya Medan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pemisahan Dan Penentuan Kadar Nikotin Dari Tembakau Puntung Rokok Di Kodya Medan

Gratis