Studi Pemakaian Kapasitor Untuk Menjalankan Motor Induksi Tiga Fasa Pada Sistem Satu Fasa (Aplikasi Pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

 0  66  108  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

TUGAS AKHIR STUDI PEMAKAIAN KAPASITOR UNTUK MENJALANKAN MOTOR

INDUKSI TIGA FASA PADA SISTEM SATU FASA (Aplikasi Pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU) Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1) padaDepartemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara oleh

RUMONDA SITEPU NIM: 070402069 DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  ABSTRAK Pengoperasian motor induksi tiga fasa pada sistem tenaga listrik satu fasa sangat dibutuhkan pada daerah pertanian, industri kecil dan daerah tertentu yanghanya mempunyai sistem tenaga listrik satu fasa, sedangkan mereka membutuhkan motor penggerak dengan daya yang besar (motor induksi tiga fasa)yang secara normal harus dioperasikan pada sistem tenaga listrik tiga fasa . Oleh karena itu pelu dilakukan analisapengoperasian motor induksi tiga fasa pada sistem satu fasa dengan menggunakan kapasitor yang bervariasi dengan menggunakan beberapa metode yang ada sertamembandingakan metode yang satu dengan metode yang lainnya.

KATA PENGANTAR

  Pemakaian motor induksi satu fasa dengan daya yang besar memerlukan rangkaian kendali yang khusus dengan biaya yang besar. Oleh karena itu pelu dilakukan analisapengoperasian motor induksi tiga fasa pada sistem satu fasa dengan menggunakan kapasitor yang bervariasi dengan menggunakan beberapa metode yang ada sertamembandingakan metode yang satu dengan metode yang lainnya.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Pemakaian motor induksi satu fasa dengan daya yang besar memerlukan rangkaian kendali yang khusus dengan biayayang besar sehingga digunakan motor induksi tiga fasa yang dioperasikan pada sistem satu fasa untuk mendapatkan daya yang besar. Pengoperasian motor induksi tiga fasa pada sistem satu fasa dapat dilakukan dengan cara membagi kumparan motor induksi tiga fasa menjadi Seiring berkembangnya zaman maka metode menjalankan mtor induksi tiga fasa pada sisitem satu fasa terus bertmabah.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penulisan

  Untuk mengetahui kinerja pengoperasian Motor induksi tiga fasa pada sistem satu fasa dengan menggunakan kapasitor dengan berbagaipenempatan kapasitor dengan menggunakan metode steinmetz dan semihex 2. Membandingkan kinerja menjalankan motor induksi tiga fasa pada sistem satu fasa dengan kedua metode dengan kondisi sewaktu operasi tiga fasa.

1.3 Batasan Masalah

  Agar tujuan penulisan tugas akhir ini sesuai dengan yang diharapkan serta terfokus pada judul dan bidang yang telah disebutkan di atas, maka penulismembatasi permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut : 1. Motor yang digunakan adalah motor induksi tiga fasa jenis rotor sangkar.

I. 4 Metode Penulisan

  Studi literatur yaitu dengan membaca teori-teori yang berkaitan dengan topik tugas akhir ini dari buku-buku referensi baik yangdimiliki oleh penulis atau di perpustakaan dan juga dari artikel- artikel, jurnal, internet dan lain-lain 2. Diskusi yaitu berupa konsultasi tentang topik tugas akhir ini dengan dosen pembimbing, dosen – dosen bidang konversi energielektrik, asisten laboratorium konversi energi elektrik dan teman – teman sesama mahasiswa Departemen Teknik Elektero FT-USU.

I. 5 Sistematika Penulisan Tugas akhir ini disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut

BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar

  BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA Bab ini membahas tentang motor induksi tiga phasa, konstruksi, jenis motor induksi tiga phasa, medan putar, slip, prinsip kerja dan frekuensi motor induksi. BAB 3 KINERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA YANG DISUPLAI SUMBER SATU FASA Pada bab ini menjelaskan bagaimana persamaan untuk dapat menghitung parameter – parameter motor induksi tiga fasa, dan persamaan – persamaan motor induksi tiga fasa menjadi motorinduksi satu fasa..

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini membahas tentang hal-hal yang dianggap penting

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA

  Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanyaperbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan arus stator. Konduktornya tidak terisolasi dari inti ,karena arus Batang rotor dan cincin ujung rotor motor induksi rotor sangkar yang lebih kecil adalah coran tembaga dan alumunium dalam satu lempeng pada intirotor.

2.3 Prinsip Medan Putar

  Pada keadaan 2, arus bernilai maksimum negatif pada fasa S, sedangkan pada R dan fasa T bernilai 0,5 maksimum pada fasa R dan fasa T, dan pada o , oleh karena itu fluks yang diberikan oleh masing-masing saat ini ωt = 30 fasa : o R m sin ( -120 mΦ = Φ ) = 0,5 Φo S m sin ( -90 ) = - m Φ = Φ Φo sin (-210 Φ T = Φ m ) = 0,5 Φ m Maka jumlah fasor R dan T r m m. , arus pada fasa R maksimum ( positif), dan arusPada keadaan ini ωt = 90 pada fasa S dan fasa m , oleh karena itu fluks yang diberikan oleh T = 0,5 Φ masing – masing fasa o R m sin ( 90 mΦ = Φ ) = Φo S m sin ( -30 ) = - m Φ = Φ 0,5 Φo T m sin (-150 ) = - m Φ = Φ 0,5 Φ Maka jumlah fasor - T dan – S r m cos 60 = 0,5 Φ Φ adalah = Φ ’ = 2 x 0,5 Φ m.

2.5 Frekuensi Rotor

  Sewaktu rotor belum berputar, maka frekuensi arus pada rotor akan sama seperti frekuensi masukan ( sumber ). Namun,sewaktu rotor akan berputar, makafrekuensi rotor akan bergantung kepada kecepatan relatif atau bergantung ' terhadap besarnya slip.

2.6 Rangkaian Ekivalen Lengkap

  Dengan mengasumsikan jenis rotor yang digunakan adalah jenis rotor belitan danterhubung bintang ( Y ), yang mana motor dengan rotor jenis ini sangat mirip dengan transformator, maka kita dapat melakukan hal tersebut pada motor induksitiga fasa juga. Rangkaian Ekivalen per-Fasa Motor Induksi dengan Bagian (b) 1 E1 R ''2 I '2 jX1 jXmjX 1 Dari persamaan di atas maka dapat kita gambarkan rangkaian ekivalen per-fasa motor induksi sebagai kelanjutan dari gambar 2.2, dimana disini bagianrangkaian rotor telah dinyatakan terhadap bagian stator.

1 V

  a I DC R DC R DCc R DC Gambar 3.1 Rangkaian Fasa Stator Saat Pengukuran DC Harga R dapat dihitung, untuk kumparan dengan hubungan Y, adalah DC sebagai berikut : 1 VDC R ( Ohm ) .................................(3.1)DC = 2 IDC 2. I DC R R A B V DC R C Gambar – 3.2 Rangkaian pengukuran tahanan DC dengan kumparan terhubung delta Diketahui bahwa tahanan pada kumparan pada masing – masing fasa adalah sama, maka R R R R .

3 Maka:

  V DCR = A 2 I DC 3 3 VDC R =DC × 2 IDCUntuk mendapatkan harga R , maka harga R ini dinaikkan dengan ac DC faktor pengali 1,1-1,5 untuk operasi arus bolak-balik, karena pada operasi arusbolak-balik resistansi konduktor meningkat karena distribusi arus yang tidak merata akibat efek kulit dan medan magnet yang melintasi alur. Namun karena pada umumnya nilaikecepatan motor pada pengukuran ini n yang diperoleh tidak sama dengan n s r ’ maka slip tidak sama dengan nol sehingga ada arus I'2 2 yang sangat kecil mengalirpada rangkaian rotor, arus I tidak diabaikan tetapi digunakan untuk menghitung rugi – rugi gesek + angin dan rugi – rugi inti pada percobaan beban nol.

1 I

  Sehingga rangkaian ekivalen c m motor induksi dalam keadaan rotor tertahan atau hubung singkat seperti ditunjukkan pada Gambar 3.11 Gambar 3.6 Rangkaian Ekivalen Pada Saat Rotor Tertahan dengan mengabaikan Rc & Xm Impedansi perfasa pada saat rotor tertahan ( Z ) dapat dirumuskan sebagai BR berikut:' ' Z R R j ( BR =12 X1 X ) R jX ( Ohm ) ...............................(3.9) Pengukuran ini dilakukan pada arus mendekati arus rating motor. Maka berdasarkan IEEE 112, pengukuran rotor tertahan dilakukan dengan menggunakan frekuensi maksimal ( f ) sebesar 25% dari frekuensi ratedBR ' untuk mendapatkan harga R yang sesuai dengan frekuensi rotor pada saat slip 2 rating.

3.2 Menjalankan Motor Induksi Tiga Fasa Pada Sistem Satu Fasa

  Bila diinginkan kapasitor C yang digunkan mempunyai daya reaktif yang sama dengan motor induksi tiga fasa,maka akan diperoleh nilai C yaituQ 3ph = Q 1phP tan I 3ph 1ph cθ = V 2 P 3ph tan c = V 1ph I c θ X C = ............................................(3.20) Ketika motor distart dengan menggunakan kapasitor dan setelah motor berputar pada kecepatan tertentu,maka kapasitor start dilepas dari motor. = V..............................(3.34)Kemudian dengan mensubtitusikan persamaan 3.26 dan 3.27 ke persamaan 3.24 sehingga didapat persamaan sebagai berikut V A - V C = 0 -V + p + V n - ( V p V n ) = V + p Y V n Y = V p Y p + V n Y n = 0V ( Y - Y ) + V ( Y - Y ) = 0..............(3.35) p p n n Dengan mengeliminasi persamaan 3.34 dengan 3.35 diatas sehingga didapat persamaan sebagai berikut ( Y - Y p ) V p + ( Y - Y n ) V n = 0.

3.2.3. Menjalankan Motor Induksi Tiga Fasa Pada Sistem Satu Fasa Dengan Metode Semihex

  Namun,kelebihan metode steinmetz yaitu rangkaiannya sederhanadan tidak perlu melepas hubungan y yang telah terpasang pada belitan stator motor induksi Pada tahun 1991 ,Proffesor Smith memperkenalkan metode baru yang diharapkan dapat membuat motor induksi dapat bekerja dalam keadaan teganganseimbang. Oleh karena itu pada pada metode semihex,masing-masing kumparan stator juga akanmemikul tegangan yang berbeda-beda sehingga akan menimbulkan komponen urutan negatif yang sama halnya dengan metode steinmetz.

1 V C maka didapat persamaan sebagai berikut

I = V (Y + 2Y ) - Y V C A 1 2

1 C

I I n = (V p + V n ) (Y 1 + 2Y 2 ) - Y 1 ( V p V n ) V Y V Y = (V + V ) (Y + 2Y ) - Y ( V V ) + 1 2 1 p n V p Y p V n Y n = V p Y 1 + V n Y 1 + 2V p Y 2 +2 V n Y 2 - V p Y 1 V n Y 1 V Y 1 + V n Y 1 + 2V p Y 2 +2 V n Y 2 - V p Y V n Y n = 0V p (Y 1 V n Y 1 - V p Y p 1 + 2 Y 2 ) + V n (Y 1 + 2 Y - - 2 ) = 0...............(3.55) Dengan mengeliminasi kedua persamaan diatas ,maka didapat persamaan sebagai berikut ini: = V x(12 p 1 2 n 1 2 Maka didapat persamaan sebagai berikut ini ) - V p (Y - - 1 + 2 Y 2 ) 1 + 2 Y2 ) 1 2 1 + 2 Y2 ) 1 + 2 Y 2 ) = V -V - == V n = .........................(3.57)Agar motor dapat beroperai seperti motor tiga fasa ,maka tegangan urutan negatif pada metode semihex haruslah ditiadakan sehingga Vn=0 maka didapatpersamaan V n = 0 =Maka ....................................(3.58)Berdasarkan persamaan – persamaan yang telah didapt maka dapat dibuat diagram phsornya sebagai berikut ini Gambar 3.9 Diagram phasor metode semihex pada keadaan seimbang Gambar 3.10 Hubungna arus dan tegangan metode semihex pada keaadaan tidak seimbang. 1 1 2 2, 3 3 persamaan sebagai berikut:B 1 = ..................................(3.59) B = ....................................(3.60) 2

3.2.4 Rangkaian Urutan Nol,Positif dan Negatif Motor Induksi

  Dengan mengabaikan nilai R c maka rangkaian ekivalen motor induksi pada saat berputar masing –masing untuk urutan nol, positif dan negatif dapatdigambarkan sebagai berikut R1 jX1 Vo Gambar 3.11. Selanjutnya motor inuksi tiga fasa yang disuplai satu fasa dapatdisamakan dengan motor tiga fasa dengan suplai tak seimbang.

3.3 Aliran Daya,Torsi dan Efisiensi Pada Motor Induksi Yang Disuplay Satu Fasa

3.3.1 Aliran Daya

  Untuk mendapatkan persamaan daya masukanmotor induksi tiga fasa yang dioperasikan pada sistem satu fasa terlebih dahulu harus mencari persamaan tegangan urutan positif dan negatif untuk masing –masing phasa serta arus urutan positif dan urutan negatif untuk masing-masing phasa. F&W Dari gambar 2.11 dapat dilihat bahwa motor induksi juga mengalami rugi- rugi gesek + angin (P P = daya mekanis keluaran (output) (Watt) P = stray losses (Watt) P P = rugi – rugi tembaga pada kumparan rotor (Watt) P = daya yang ditranfer melalui celah udara (Watt) = rugi – rugi tembaga pada kumparan stator (Watt) Diagram aliran daya motor induksi dapat dilihat pada Gambar 3.14 di bawah ini.

3.3.3 Efisiensi

  Pabrik motor membuat rancangan motor untuk beroperasi pada beban 50-100% dan akan palingefisien pada beban75%. Efisiensi motor yang tinggi dan faktor daya yang mendekati 1 sangat diinginkan untuk operasiyang efisien dan untuk menjaga biaya rendah untuk seluruh pabrik, tidak hanya untuk motor Gambar 3.15 Kurva efisiensi Motor Induksi Untuk alasan ini maka dalam mengkaji kinerja motor akan bermanfaat bila menentukan beban dan efisiensinya.

BAB IV PERHITUNGAN PARAMETER DAN ANALISA KINERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA YANG DISUPLAI SUMBER SATU FASA

  Untuk mendapatkan parameter dari rangkaian ekivalen motor induksi tiga fasa, maka dapat dihitung dari data yang didapat dari percobaan beban nol, rotortertahan ( block rotor ), dan percobaan tahanan DC. Pada percobaan mengoperasikan motor induksi tiga phasa pada sistem satu phasa bertujuan untuk mengetahui seberapa besar daya yang dapat dihasilkanmotor induksi dalam kondisi tersebut.

4.3 Percobaan Untuk Mendapatkan Parameter – Parameter Motor Induksi Tiga Fasa

  Untuk dapat menentukan parameter motor induksi tiga fasa rotor sangkar, maka dapat dilakukan dengan percobaan berikut ini: 4. R DCKarena konduktor yang digunakan pada belitan adalah tunggal dan motor memiliki daya yang kecil, maka besarnya faktor pengali (k) adalah 1,1.

3. Data Hasil Percobaan V (Volt) I (Ampere) P (Watt) BR BR BR

61,4 3,6 370    370  3   R BR =2 3 , 6 ( ) R BR = 9,516460905R BR 9,5165 Ohm ≈ R 2 ’ = R BR – R 1 = 9,5 - 5,97 R 2 ’ = 3,5465 Ohm BR Z BR = (Ohm) I BR22 X BR = Z R (Ohm)BR BR− Dalam percobaan ini belitan stator di hubungkan bintang (Y), sehingga besarnya nilai Z BR adalah sebagai berikut:61 , 4   3   Z BR = = 9,847029591 (Ohm) 3 , 6 Z BR 9,8470 (Ohm) ≈22 X BR = 9 , 8470 9 , 5165 −( ) ( ) X BR = 2,529750 X BR 2,5298 ≈ Karena pada saat percobaan besarnya frekuensi kita perkecil, sehingga nilai X BR harus disesuaikan dengan frekuensi rating, besarnya nilai X menjadi: BRf X ’ = . X

BR BR

  (2,5298) 12 X BR ’ = 10,54083333 X BR ’ 10,541 ≈ Karena Motor merupakan desain kelas B sehingga besarnya nilai X 1 dan X 2 ’ adalah: X 1 = 0,4. (X BR ’) X 1 = 4,2164 (Ohm) 2 ’ adalah: X 2 ’ = X BR ’ – X 1 X 2 ’ = 6,3246 (Ohm)4.

1 R c =

   3 130 Gambar 4.4 Rangkaian Ekivalen Motor induksi Untuk motor 1, rangkaian ekivalennya dapat dilihat pada Gambar 4.4 Dari percobaan mencari parameter-paremeter motor dapat dibuat rangkaian ekivalen perphasa dari motor induksi. 4.

4.5. Percobaan Pengoperasian Motor Induksi Tiga Phasa yang Disuplai Sumber Satu Phasa

4.5.1 Rangkaian Percobaan

  Pada Percobaan menjalankan motor induksi tiga fasa pada sistem satu fasa yang dilakukan dilaboratorium ,metode yang dipakai adalah metode steinmetzkarena mengingat metode semihex lebih rumit. Namun,untuk penganalisaanya akan dilakukan pada kedua metode dengan menganggap kedua metode memilikislip yang sama pada beban yang sama.

1 S4

Mesin V 2 MI DC T A 1 S2 S 1 Gambar – 4.5 Rangkaian Percobaan Pengoperasian Motor Induksi Tiga Phasa yang disuplai sumber satu phasa

4.5.2. Prosedur Percobaan 1. Rangkai rangkaian percobaan seperti gambar di atas.

  tutup saklar S1 dan S4 yang menghubungkan PTAC1 dengan terminal stator3. Tutup S2 dan S3 yang menandakan bahwa motor dalam keadaan bebeban 8.

3 P =

out432,0111 Watt P out = 437,2114247 - -5,2003 =Untuk daya masukan dapat dicari dengan menggunakan persamaaP = Re[ 3(V I * + V I *)] in p p n n P in =Re[ 3((86,8864 - j61,2743)( 0,7584+1,8711i) +((3,4925 + j13,1260)( 0,7584-1,8711i))]P in = 623,2453 WattUntuk mendapatkan rugi –rugi pada saat motor beroperasi ,terlebih dahulu dicari nilai arus stator dan rotor pada masing –masing kumparan V A = V + V p + V n= 86,8864 - j61,2743 + 3,4925 + j13,1260 = 90,3789- j48,1483 = 102,4041 ∠ -28,0601 V p + V n= (-0,5- j0,866)( 86,8864 - j61,2743) +(-0,5 + j0,866)( 3,4925 + j13,1260)= -109,6201098 - j48,1449674= 119,7268 23,63184 ∠ V C = V + V + p V n= (-0,5 + j0,866)( 86,8864 - j61,2743) + (-0,5- j0,866) (3,4925 + j13,1260)= 19,2412098+96,2932674i= 98,19683 78,73991 ∠ I AS = I + I p + I n . = ( 0,7584 - j1,8711) + (0,9911 + j0,3959) = 1,7495-j1,4752 = 2,288442 I p + I n= (-0,5- j0,866)(0,7584 - j1,8711) + (-0,5 + j0,866) (0,9911 + j0,3959)= -2,837972+ j0,9391182= 2,989319 ∠ -18,2281 I CS p n= (-0,5 + j0,866)(0,7584 - j1,8711) + (-0,5- j0,866)(0,9911 + j0,3959)= 1,088472+0,5360818i= 1,213324 ∠ 26,23392 2 2

2 P SCL = (I sa + I sb + I sc )R

  I AR =.(1,2684 - j1,1585) + ( 0,9282 + j0,3887) = -2,1966+0,7698i I p2 + I n2 I BR = (-0,5- j0,866)( 1,2684 - j1,1585) + (-0,5 + j0,866)( 0,9282 + j0,3887)= 2,4381752-0,0902868iI + CR = I + I p2 I n2 I CS = (-0,5 + j0,866)( 1,2684 - j1,1585) +(-0,5- j0,866)( 0,9282 + j0,3887) = 0,2415752-0,6795132i. 2 2 2 )2 2 P P P= η = x 100% = 69,32%Untuk torsi motor induksi didapat dengan membagi Daya keluaran dengan kecepatan sudut motor induksi.

IV. 6.2 Analisa Data dengan menggunakan metode SemiHex

  Dari data-data diatas ,maka parameter –parameter motor induksi tiga phasa rotor belitan adalah:R = 5,97 ohm 1 R 2 = 3,5465 ohm X 1 = 4,2164 ohm X 2 = 6,3246 ohm X m = 104,513 ohmR = 998 ohm c Dengan menganggap putaran motor induksi pada metode steinmetz dan metode semihex dianggap sama,maka nilai slip untuk kedua metode dengan beban yangsama akan bernilai sama juga. = (0,79-1,85i ) + (0,95+0,23i) = 1,74-1,61i I BS = I + I p + I n= (-0,5- j0,866)( 0,79-1,85i ) + (-0,5 + j0,866) (0,95+0,23i)= -0,95-0,23i I n= (-0,5 + j0,866)( 0,79-1,85i ) + (-0,5- j0,866)( 0,95+0,23i)= 0,93+0,67i= 1,213324 26,23392 ∠ 2 2 2 P = (I + I + I )R SCL sa sb sc 1 2 22 2,373906 0,977394 1,147043P SCL = ( )5,97 = 47,2 Watt Untuk rugi tembaga rotor I AR = I + I p2 + I n2 .

2 P ag = 3Ir = 3(1.6903) 3.5465/0.033 = 91,16 Watt

2 2 Prcl=3I R = 3(1,70) (3,54) = 30,73 watt r 2 2 2 Psl = 3I s R 1 = 3(2,48) (5,97) = 111,01 watt Pout =(1-0.033)921,16 = 890,8 watt P outη = P in =(890,8/1034,4) x 100% = 0.89%T = = = 5,87 NmMaka dengan cara yang sama maka didapat hasil perhitungan sebagai berikut 43,4 135,1 Dari hasil perhitungan didapat garfik karakteristik sebagai berikutGambar – 4.11 Kurva Efisiensi terhadap Daya keluaran Motor Induksi 58,4 162,2 2,34 -0,18i 1413,7 1258,9 1200,1 0,84 0,78 0,052,35 -1,88i 43,4 135,1 2,02 -0,118i 1226,8 1091,3 1047,7 0,85 0,74 0,042,04 -1,84i 2,02 -0,118i 1226,8 1091,3 1047,7 0,85 0,74 Tabel 4.20 Hasil perhitungan motor saat dioperasikan tiga fasa slip Is Ir Pin Pag Pout 0,042,04 -1,84i 30,7 111,0 1,7 -0,067i 1034,4 922,59 892,14 0,86 0,69 0,031,72 -1,8i 30,7 111,0 1,7 -0,067i 1034,4 922,59 892,14 0,86 0,69 0,031,72 -1,8i η cosθ Prcl Pscl 0,5 0,550,6 0,650,7 0,750,8 0,850,9 350 550 750 950 1150 1350grafik efisiensi vs Poutkondisi 3 fasa C = 24 mikrofaradC=20 mikrofarad C=16 mikrofaradC=8 mikrofarad grafik putaran terhadap torsi1460 1440operasi tiga fasa 1420C=24 mikrofarad 1400C=20 mikrofarad 1380C=16 mikrofarad 1360C=8 mikrofarad 1340 2,5 3,5 4,5 5,5 6,5 7,5 8,5 Gambar – 4.10 grafik putaran terhadap torsi motor induksi Tabel 4.21 Perbandingan torsi kedua metode dengan kondisi 3 fasa metode steinmetz metode semihex 3fasa 8 16 20 24 8 16 20 242,44 2,68 2,81 2,95 2,41 2,66 2,76 2,92 5,882,63 2,88 3,01 3,15 2,6 2,85 2,96 3,12 5,882,81 3,05 3,18 3,32 2,78 3,03 3,15 3,26 6,94 Tabel 4.22 Perbandingan efisiensi kedua metode dengan kondisi 3 fasa metode steinmetz metode semihex 3fasa 8 16 20 24 8 16 20 240,7 0,74 0,75 0,76 0,71 0,75 0,76 0,78 0,86 0,66 0,7 0,71 0,72 0,67 0,7 0,72 0,73 0,860,61 0,64 0,65 0,66 0,62 0,64 0,66 0,68 0,85 Tabel 4.23 Perbandingan Faktor daya kedua metode dengan kondisi 3 fasa metode steinmetz metode semihex 3fasa 8 16 20 24 8 16 20 240,756 0,772 0,774 0,782 0,81 0,82 0,83 0,83 0,6910,776 0,791 0,798 0,801 0,83 0,84 0,84 0,84 0,6910,784 0,798 0,804 0,81 0,83 0,84 0,85 0,85 0,743 .

BAB V PENUTUP V.1. Kesimpulan Dari pembahasan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan

  Semakin besar nilai kapasitor run yang terpasang ,maka semakin besar nilai efisiensi motor sewaktu dioperasikan pada sistem satu fasa. Semakin besar nilai kapasitor run terpasang maka torsi pada motor akan semakin besar sehingga untuk beban kecil penggunaan nilai kapasitor yanglebih kecil akan lebih baik 5.

V. 2. Saran

  Disarankan untuk menganalisa penetuan nilai kapasitor agar dapat menghasilkan efisiensi yang lebih baik . Disarankan untuk membandingkan dengan motor satu fasa dengan daya yang sama.

11 Anthony Zuriman, “Perencanaan kapasitor jalan untuk mengoperasikan

  motor induksi 3-fasepada sistem tenaga 1-fase”, Jurnal Momentum,Vol. B.1029, Miami, Alexandria, Egypt 13 Hutagaol,Julius .”Analisa Karakteristik Tegangan dan Efisiensi Motor Induksi Tiga Fasa sebagai Generator Induksi Dengan Keluaran Satu Fasa”.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Studi Pemakaian Kapasitor Untuk Menjalankan M..

Gratis

Feedback