Feedback

Analisis Terjemahan Istilah-istilah Budaya Pada Brosur Pariwisata Berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara

Informasi dokumen
ANALISIS TERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH BUDAYA PADA BROSUR PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS PROVINSI SUMATERA UTARA TESIS SULAIMAN AHMAD NIM. 097009028/LNG SEKOLAH PASCASARJANA PROGRAM STUDI LINGUISTIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS TERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH BUDAYA PADA BROSUR PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS PROVINSI SUMATERA UTARA TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Humaniora pada Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara SULAIMAN AHMAD NIM. 097009028/LNG SEKOLAH PASCASARJANA PROGRAM STUDI LINGUISTIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : ANALISIS BUDAYA TERJEMAHAN PADA ISTILAH-ISTILAH BROSUR PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS PROVINSI SUMATERA UTARA Nama Mahasiswa : Sulaiman Ahmad NIM : 097009028 Program Studi : Linguistik Menyetujui Komisi Pembimbing (Dr. Syahron Lubis, M.A.) Ketua Ketua Program Studi (Drs. Umar Mono, M.Hum.) Anggota Direktur (Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D.) (Prof. Dr.Ir. A. Rahim Matondang, MSIE) Tanggal lulus: 18 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara Telah Diujikan pada Tangggal 18 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D. Anggota : 1. Dr. Syahron Lubis, M.A. 2. Drs. Umar Mono, M.Hum. 3. Dr. Roswita Silalahi, M.Hum. 4. Dr. Muhizar Muchtar, M.S. Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN Judul Tesis ANALISIS TERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH BUDAYA PADA BROSUR PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS, PROVINSI SUMATERA UTARA Dengan ini saya menyatakan bahwa Tesis ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Unversitas Sumatera Utara adalah benat merupakan hasil karya saya sendiri. Adapun pengutipan yang saya lakukan pada bagian-bagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan Tesis ini, telah saya cantumkan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah. Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan seluruh atau sebagian Tesis ini bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang saya sandang dan sanksisanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Medan, 19 Agustus 2011 Sulaiman Ahmad Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP I. Data Pribadi Nama Lengkap : Sulaiman Ahmad Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat/Tgl. Lahir : Kw. Simpang, 14 Maret 1963 Alamat : Jl. Setia Budi Gg. H. Latiman No. 4 Tj. Sari Medan Telp. : (061) 8211758 HP : 08126361358 Agama : Islam II. Riwayat Pendidikan SD : SD Islam Persatuan Amal Bakti (PAB), 1975 SMP : SMP PAB Sampali Kec. Percut Sei Tuan, 1979 SMA : SMA Negeri 10 Medan, 1982 S-1 : IKIP Negeri Medan, 1989 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Pendidikan, Bahasa Dan Sastra (FPBS) S-2 : S2 Program Studi Linguistik, Sekolah Pascasarjana USU III. Riwayat Pekerjaan 1. Dosen Honorer pada IAIN Sumut, TBI (Tadris Bahasa Inggris), 1989 – 1991 2. Dosen (PNS) pada Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan, 1991 – sekarang. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya pada penulis, akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis yang berjudul: Analisis Terjemahan Istilah-istilah Budaya Pada Brosur Pariwisata Berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara. Tesis ini ditulis dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar Magister Linguistik pada Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU). Penulis menyadari bahwa tesis ini dapat diselesaikan berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu, penulis berterima kasih kepada semua pihak yang secara langsung dan tidak langsung memberikan kontribusi dalam penyelesaian tesis ini, yaitu: 1. Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM). Sp.A(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Prof. Dr. Ir. Rahim Matondang , MSIE, selaku Direktur Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 3. Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D., dan Dr. Nurlela, M.Hum., selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Linguistik, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara 4. Dr. Syahron Lubis, M.A., dan Drs. Umar Mono, M.Hum., selaku Dosen Pembimbing I dan II yang dengan setulus hati telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga tesis ini dapat diselesaikan. 5. Dr. Roswita Silalahi, M.Hum dan Dr. Muhizar Muchtar, M.S., selaku penguji yang telah memberikan koreksi dan masukan dalam penyempurnaan tesis ini. 6. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Linguistik Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tesis ini, yang tidak dapat penulis cantumkan satu persatu. Secara khusus penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada ayahanda (almarhum) H. Ahmad Shali dan ibunda Sufiah atas segala bantuan moral dan material. Semoga jasa-jasa baik mereka mendapat ganjaran dari Allah SWT. Khusus bagi almarhum ayahanda ditinggikan derajatnya, dan bagi ibunda tetap diberikan kesehatan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada isteri tercinta Dra. Hj. Jamilah dan empat anak tersayang Fadhilah Ilmi, Amd., Ashrafida Rahmah, Eva Zuhridha, dan Hanna Faradiba yang dengan setia dan sabar mendorong, dan membantu penulis untuk menyelesaikan tesis ini. Akhirnya, penulis menyadari bahwa tesis ini belum dapat dikatakan sempurna, oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari Universitas Sumatera Utara pembaca demi kesempurnaan tesis ini. Semoga tesis ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Medan, Agustus 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI . iv DAFTAR TABEL . x DAFTAR DIAGRAM . xii DAFTAR SINGKATAN . xiii ABSTRAK xiv ABSTRACT xv BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian. 1 1.2 Batasan dan Perumusan Masalah . . 3 BAB II 1.3 Tujuan Penelitian . . 4 1.4 Manfaat Penelitian . 4 1.5 Klarifikasi Makna Istilah. 5 : KAJIAN PUSTAKA 2.1 Definisi Penerjemahan 7 2.2 Jenis Penerjemahan 9 2.3 Proses Penerjemahan . 10 2.4 Kompetensi Penerjemah . . 12 2.5 Teknik Penerjemahan . . . 13 2.5.1 Adaptasi (Adaptation) . 13 2.5.2 Amplifikasi (Amplification) . 13 2.5.3 Peminjaman(Borrowing) . 14 2.5.4 Calque . 14 2.5.5 Deskripsi (Description) . . 14 2.5.6 Kesepadanan Lazim . 14 Universitas Sumatera Utara 2.5.7 Generalisasi . 15 2.5.8 Penerjemahan Harfiah . 2.5.9 15 Partikularisasi . 15 2.5.10 Reduksi (Reduction) 15 2.5.11 Penambahan 15 2.5.12 Penghilangan (Deletion). . 16 2.5.13 Couplet 16 2.6 Pergeseran dalam Penerjemahan (Shifts) 16 2.6.1 Pergeseran Tingkatan (Level Shift). 17 2.6.2 Pergeseran Kategori (Category Shift). 17 2.6.2.1 Pergeseran Unit (Unit Shift). 17 2.6.2.2 Pergeseran Struktur (Structure-Shift). 17 2.6.2.3 Pergeseran Kelas (Class Shift). 18 2.6.2.4 Pergeseran Antar- Sistem (Intra-System Shift). 18 BAB III 2.7 Kaitan Budaya dengan Penerjemahan . . 18 2.8 Batasan Istilah Budaya . 19 2.9 Penelitian terdahulu . . 21 : METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian 25 3.2 Data dan Sumber Data . . 26 3.3 Metode Pengumpulan Data . . 26 3.4 Analisis Data . . 27 BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Ekologi/Alam 4.1.1 Batu Gantung . 28 Universitas Sumatera Utara 4.2 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Makanan 4.2.1 Rendang . 29 4.2.2 Sate . 29 4.2.3 Roti Jala . 30 4.2.4 Naniura . 30 4.2.5 Natinombur 31 4.2.6 Lomok-lomok . 31 4.2.7 Nani Arsik . 31 4.2.8 Perkedel . 31 4.2.9 Dendeng . 32 4.2.10 Gado-gado . 32 4.2.11 Tempe . 32 4.2.12 Tahu 33 4.2.13 Kerupuk . 33 4.3 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Benda Budaya ( Artefak) 4.4 4.3.1 Meriam Puntung . 34 4.3.2 Sigale-gale . 35 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Pakaian 4.4.1 Ulos . 36 4.4.2 Batik . 41 4.4.3 Sarung Songket 41 4.4.4 Kebaya . 4.5 42 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Bangunan(Rumah/tempat Tinggal) 4.5.1 Istana Maimun 43 Universitas Sumatera Utara 4.5.2 Masjid Raya . 43 4.5.3 Siwaluh Jabu 44 4.5.4 Seuluh Dua Jabu. . 44 4.5.5 Rumah Bolon 44 4.5.6 Bagas Godang 46 4.6 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Transportasi 4.6.1 Solu Bolon 47 4.7 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Komunikasi/Bahasa 4.7.1 Horas 47 4.7.2 Yahowu . 48 4.7.3 Njuah-juah 48 4.7.4 Mejuahjuah 48 4.8 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Kegiatan (Aktifitas) 4.8.1 Lompat Batu . 48 4.8.2 Lomba Solu Bolon . 50 4.8.3 Marjalekkat 50 4.8.4 Margala . 51 4.8.5 Marsitekka . 51 4.8.6 Pesta Bunga dan Buah 51 4.8.7 Rondang Bintang . . 52 4.8.8 Guro-Guro Aron 52 4.8.9 Erpangir Ku Lau 53 4.8.10 Perumah Begu 53 4.8.11 Erdemu Bayu . 54 4.8.12 Mangalahat Horbo 54 4.8.13 Pesta Menaneu Tahi . 54 Universitas Sumatera Utara 4.9. Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Kemasyarakatan 4.9.1 Sultan 55 4.9.2 Hula-Hula 55 4.9.3 Pariban 55 4.9.4 Dalihan Natolu . 55 4.9.5 Kalimbubu 58 4.9.6 Anak Beru . 58 4.9.7 Sembuyak . 59 4.9.8 Tukur 59 4.10 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Agama/Kepercayaan 4.10.1 Mulajadi Nabolon . . 59 4.10.2 Idul Fitri . . 60 4.10.3 Sya’ban 61 4.11 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Seni 4.11.1 Bohi-bohi . 61 4.11.2 Boras Pati . . 61 4.11.3 Porkis Manangkih Bakar . . 61 4.11.4 Tari Naposo . 61 4.11.5 Tari Sigale-gale 63 4.11.6 Tari Serampang 12 . 64 4.11.7 Tari Tor-tor . . 64 4.11.8 Gordang Sembilan 66 4.11.9 Pencak Silat . 66 Universitas Sumatera Utara 4.11.10 Pagar Tringgalum . 67 4.11.11 Tari Perang 67 4.11.12 Gondang 67 4.12 Teknik Penerjemahan Istilah-Istilah Budaya 4.12.1 Teknik Penerjemahan Deskripsi . . 80 4.12.2 Teknik Penerjemahan Peminjaman . . 80 4.12.3 Teknik Penerjemahan Calque 80 4.12.4 Teknik Penerjemahan Generalisasi . . 81 4.12.5 Teknik Penerjemahan Literal . 81 4.12.6 Teknik Penerjemahan Couplet . 81 4.13. Pergeseran (Shift) BAB V 4.13.1 Pergeseran Unit (Unit Shift) . 95 4.13.2 Pergeseran Struktur (Structural Shift). . 95 4.13.3 Pergeseran Antar System (Intra-System Shift) . 96 : SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan . 97 5.2 Saran 98 DAFTAR PUSTAKA Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN DAFTAR TABEL No. Judul Halaman 1 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Ekologi 68 2 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Makanan 68 3 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 69 Berkaitan dengan Benda Budaya 4 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 70 Berkaitan dengan Pakaian 5 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 70 Berkaitan dengan Bangunan 6 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 71 Berkaitan dengan Transportasi 7 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 72 Berkaitan dengan Komunikasi/Bahasa 8 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 72 Berkaitan dengan Sosial Budaya/Kegiatan Universitas Sumatera Utara 9 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 76 Berkaitan dengan Sosial Budaya/ Kemasyarakatan 10 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 77 Berkaitan dengan Agama 11 Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang 77 Berkaitan dengan Seni 12 Jumlah Data Istilah Budaya dan Persentasenya 78 13 Teknik Penerjemahan yang Digunakan 79 dan Persentasenya. 14 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Ekologi 82 15 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Makanan 82 16 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Benda Budaya 84 17 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Pakaian 84 18 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Bangunan 85 19 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Transportasi 86 Universitas Sumatera Utara 20 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Komunikasi/Bahasa 87 21 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Sosial Budaya/Kegiatan 87 22 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Sosial Budaya/Kemasyarakatan 92 23 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan dengan Agama 93 24 Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya Berkaitan denga Seni. 93 25 Pergeseran (Shift) 95 Universitas Sumatera Utara DAFTAR DIAGRAM No. Judul Halaman 1 Proses Penerjemahan ( Nida dalam Anwar S Dill, 1975:80) 10 2 Proses Penerjemahan (Bell, 1991:21) 11 Universitas Sumatera Utara DAFTAR SINGKATAN TSu : Teks Sumber TSa : Teks Sasaran BSu : Bahasa Sumber BSa : Bahasa Sasaran DM : Diterangkan Menerangkan MD : Menerangkan Diterangkan BSu.In : Bahasa Sumber Bahasa Indonesia BSu.Ar : Bahasa Sumber Bahasa Arab BSu.Ns : Bahasa Sumber Bahasa Nias BSu.Bt : Bahasa Sumber Bahasa Batak BSu.Ml : Bahasa Sumber Bahasa Melayu Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini mengkaji penerjemahan istilah-istilah budaya dengan masalah penelitian yaitu, 1) Istilah-istilah budaya apa yang terdapat pada brosur pariwisata berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara, 2) Teknik penerjemahan apa yang digunakan dalam menerjemahkan istilah- istilah budaya dari bahasa sumber (bahasa Indonesia, Arab, Batak, Nias ,dan Melayu) ke dalam bahasa Inggris, pada brosur pariwisata berbahasa Indonesia , dan Inggris Provinsi Sumatera Utara, dan 3) Pergeseran apa yang terjadi pada terjemahan istilah-istilah budaya tersebut pada brosur pariwisata berbahasa Indonesia, dan Inggris Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan hal tersebut di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi istilah-istilah budaya yang terdapat pada brosur pariwisata berbahasa Indonesia, dan Inggris, Provinsi Sumatera Utara, mengidentifikasi teknik penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan istilah-istilah budaya dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran yaitu bahasa Inggris, dan mengidentifikasi pergeseran (shift) yang terjadi pada terjemahan istilah-istilah budaya dimaksud.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif- kualitatif. Data yang digunakan adalah terjemahan istilah-istilah budaya yang terdapat pada brosur pariwisata berbahasa Indonesia, dan Inggris Provisnsi Sumatera Utara, yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumetra Utara tahun 2008. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 67data istilah budaya pada brosur pariwisata berbahasa Indonesia, dan Inggris. Istilah-istilah budaya tersebut berkaitan dengan ekologi sebanyak 1 data (1,49 %), makanan sebanyak 13 data (19,40 %), benda budaya/artefak sebanyak 2 data (2,98 %), pakaian sebanyak 4 data (5,97 %), bangunan sebanyak 6 data (8,96 %), transportasi sebanyak 1data (1,49 %), bahasa sebanyak 4 data (5,97 %), sosial budaya sebanyak 13 data (19,40 %), kemasyarakan sebanyak 8 istilah budaya (11,94 %), agama sebanyak 3 data (4,48 %), dan seni sebanyak 12 data (17,91 %).Teknik terjemahan yang digunakan dalam penerjemahan istilah-istilah budaya tersebut adalah adalah Teknik Penerjemahan Deskripsi sebanyak 25 (37,31 %), Peminjaman sebanyak 21 (31,34 %), Calque sebanyak 12 (17,91 %), Generalisasi 6 (8,96 %), Literal sebanyak 2 (2,99 %), dan couplet sebanyak 1 (1,49 %).Terdapat 44 pergeseran (shift) pada terjemahan istilah-istilah budaya dari bahasa sumber ke dalam bahasa Inggris. Pergeseran (shift) tersebut terdiri atas pergeseran unit (unit shift) sebanyak 28 (63,63 %), pergeseran struktur (structural shift) sebanyak 13 (29,55 %), dan pergeseran dalam (intra-system shift) sebanyak 3 (6,82 %). Kata kunci : istilah-istilah budaya, teknik penerjemahan, pergeseran (shift) Universitas Sumatera Utara ABSTRACT This study discussed about the cultural terms translation with the research problems namely, 1) what cultural terms are found in the English tourism brochure of North Sumatera Province, 2) what translation techniques are used in translating the cultural terms, and 3) what shifts arose as a result of the translation of the cultural terms. Based on the problems, this study aimed to identify the cultural terms found in Indonesian, and English tourism brochures of North Istilah kebaya diterjemahkan menjadi ke dalam BSa menjadi kebaya. Ini berarti bahwa penerjemah mempertahankan istilah BSu ke dalam BSa, karena tidak memiliki padanan dalam BSa. 4.1.2.3 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Bangunan (Rumah/Kota dan Perkakas Rumah Tangga) Istilah budaya berkaitan dengan bangunan (rumah/kota dan perkakas rumah tangga) ditemukan 14 data. Ke-14 data tersebut adalah data bernomor : 2 6 4 11 21 22 26 34 42 59 65 72 92 93 No. Data Bahasa sumber Bahasa Sasaran 1. 2 Pasar Tanah Abang (N5M, 2009:19). Tanah Abang market in Jakarta (TLOFT, 2011:18). 2. 4 televisi hitam putih 14 inchi black-and-white 14-inch (N5M, 2009:6). television (TLOFT, 2011:6). 3. 6 Pasar Ateh Bukittinggi (N5M, Pasar Ateh in Bukit Tinggi 2009:19). (TLOFT, 2011:18) 4. 11 Pondok Madani (N5M, 2009:12). Madani Pesantren (Islamic boarding school) (TLOFT, 2011:11). 5. 21 genteng (N5M, 2009:28). tiled-roofs (TLOFT, 2011:27). 6. 22 meja kayu (N5M, 2009:33). wooden desks (TLOFT, 2011:31). 7. 26 Pondok dijadikan bengkel untuk Pesantrens became repair memperbaiki yang rusak (N5M, shops to fix what was broken 2009:20). (TLOFT 2011:17). 8. 34 rumah kayu (N5M, 2009:28). wood houses (TLOFT, 2011:27). Universitas Sumatera Utara 67 9. 42 Tahu Monas, kan ? nah, rumah You know Monas, the gue gak jauh dari sana, di Karbela national monument, right ? (N5M, 2009:47). nah, my house isn‟t far from there, in karbela (TLOFT 20011:44). 10. 59 pakan/pekan (N5M, 2009:324) Pakan-a weekly fresh market (TLOFT, 2011:303). 11. 65 Kami melewati ambun pagi, We passed ambun pagi, a sebuah nagari di puncak kelok 44 district at the top of bend 44 (N5M, 2009:89). (TLOFT 2011:83). 12. 72 Menara kedua yang aku kagumi The second tower i admired adalah Jam Gadang yang berdiri was the jam gadang that di jantung Bukittinggi (N5M, stands at the heart of 2009:95). Bukittinggi (TLOFT, 2011:89). 13. 92 Warung (N5M, 2009:35). Department store (TLOFT, 2011:33). 14. 93 Di hari berikutnya kami berjalan The next day, we went outside sampai ke luar kota: Lembang dan the city limits to two other Tangkuban Perahu (N5M, tourist locations: Lembang and 2009:221) Tangkuban Perahu (TLOFT, 2011:208). Data (2) dan data (6) pasar diterjemahkan market dan pasar. Pasar adalah tempat orang berjual beli; pekan; kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa (KBBI, 2005:833). Dari data (2) dan data (6) memiliki makna yang sama yang berarti sebagai tempat orang berjual beli, tetapi penerjemah menerjemahkan kedua istilah tersebut dengan berbeda. Data (2 ) pasar diterjemahkan ke dalam BSa menjadi market. Sementara data (6) pasar tetap diterjemahkan ke dalam BSa menjadi pasar. Market adalah perkumpulan di mana orang membeli dan menjual barang dengan teratur atau waktu yang sudah dtetapkan (Hornby, 1995:718). Ini berarti bahwa kedua istilah pasar tersebut, penerjemah menerjemahkan BSu ke dalam BSa dan juga Universitas Sumatera Utara 68 mempertahankan istilah BSu ke dalam BSa. Dalam hal ini, menunujukkan bahwa penerjemah memperkenalkan unsur khas BSu kepada pembacanya Data (4) televisi hitam putih 4 inchi diterjemahkan menjadi black and white 14-inch television. Televisi hitam putih 4 inchi merupakan televisi yang menyiarkan informasi atau berita gambar hitam dan putih. Televisi ini menjadi sumber dan penyebaran informasi penting bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. Pada zaman dulu televisi ini tidak semua orang memiliki tetapi hanya orang-orang yang mampu, dan siaran ditayangkan dalam gambar warna hitam dan putih. Penerjemah dalam menerjemahkan istilah ke dalam BSa menjadi black and white 14-inch television. Terjemahan ini berterima dan mudah dipahami. Data (11) pondok Madani diterjemahkan menjadi Madani Pesantren (Islamic boarding school). Pondok merupakan bangunan untuk tempat tinggal. Selain itu, pondok juga dapat dikatakan sebagai tempat untuk menuntut ilmu atau belajar agama Islam. Fungsi pondok pesantren adalah lembaga pendidikan agama yang umumnya bersifat tradisional, tumbuh dan berkembang di masyarakat pedesaan melalui suatu proses yang unik (Sasono, et al, 1998:121). Penerjemah menerjemahkan pondok madani ke dalam BSa menjadi Madani pesantren. Dalam hal ini, penerjemah memahami budaya BSu, sehingga terjemahannya sepadan dengan BSu. Data (21) genteng diterjemahkan menjadi tiled-roof. Genteng merupakan atap yang terbuat dari tanah liat. Proses pembuatan genteng diawali dengan memilih bahan baku yaitu tanah liat, pasir yang halus sebagai bahan campuran yang diambil dari sungai dan air sebegai bahan peleburan, selanjutnya dibakar. Atap genteng memiliki kelebihan apabila digunakan dirumah; tidak terlalu panas Universitas Sumatera Utara 69 apabila terkena terik matahari, lebih awet dan terlihat indah. Dalam BSa, genteng diterjemahkan menjadi tiled-roof. Ini berarti bahwa genteng memiliki padanan dalam BSa, sehingga pembaca BSa mudah memahami makna dari tiled-roof. Data (22) meja kayu diterjemahkan menjadi wooden desks. Meja kayu merupakan meja yang bahan-bahannya terbuat dari kayu. Kayu sangat bagus untuk dijadikan sebagai furnitur karena unik dan alami. Untuk membuat meja kayu, para pengrajin dapat memilih jenis kayu yang bagus dan berkualitas misalnya kayu kelapa, kayu jati dan sebagainya dan diukir sehingga meja kayu yang dibuat memiliki nilai seni yang tinggi dan daya tarik dari konsumen. Selain itu, meja kayu yang dibuat para pengrajin pada zaman dulu tidak menggunakan paku, sehingga proses pembuatannya memerlukan waktu yang lama dan cukup sulit. Penerjemah menerjemahkan meja kayu ke dalam BSa menjadi wooden desks. Terjemahan ini sepadan dan mudah dipahami oleh pembaca BSa. Data (26) bengkel diterjemahkan menjadi repair shops. Bengkel merupakan tempat untuk memperbaiki kendaraan-kendaraan dan atau barangbarang elektronik seperti jam, televisi, radio, kulkas dan lain sebagainya. Tujuannya yaitu agar kendaraan-kendaraan atau barang yang rusak dapat berfungsi kembali. Tetapi pengertian bengkel dalam hal ini ialah tempat untuk guru menyampaikan pengajaran dan pembelajaran kepada siswa, tujuannya yaitu untuk mendidik siswa dari hal yang tidak baik menjadi baik, dari yang tidak tahu menjadi tahu. Selain itu, untuk membentuk karakter siswa agar memiliki moral atau akhlak yang baik. Istilah bengkel yang diterjemahkan menjadi repair shops dalam BSa oleh penerjemah. Terjemahan ini kurang mewakili makna yang terkandung dalam BSu. Namun terjemahan ini menunjukkan tempat untuk Universitas Sumatera Utara 70 memperbaiki, sehingga terjemahan ini mudah dipahami oleh BSa. sehingga terjemahan ini dapat menimbulkan kesalahpaman makna dalam BSa. Data (34) rumah kayu diterjemahkan menjadi wood houses. Rumah kayu merupakan bangunan rumah yang terbuat dari kayu, ciri-cirinya yaitu seluruh komponen struktur atap, balok dan kolom serta dinding yang digunakan adalah kayu. Atapnya terbuat dari rumbia yang sudah dianyam dan kering. . Rumah kayu ini biasanya terdiri dari dua ruangan. Ruangan depan digunakan sebagai ruang keluarga dan dapur, ruangan kedua sebagai ruang tidur bersama. Rumah kayu diterjemahkan dalan BSa menjadi wood houses. Terjemahan ini sepadan dengan BSu, sehingga terjemahan wood houses mudah dimengerti dalam BSa. Data (42) Monas diterjemahkan menjadi National Monument. Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini sebagai simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Universitas Sumatera Utara 71 Awalnya nyala api perunggu ini dilapisi lembaran emas seberat 35 kilogram, akan tetapi untuk menyambut perayaan setengah abad (50 tahun) kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, lembaran emas ini dilapis ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram lembaran emas. Puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang bermakna agar bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala diatur di dalam Lampiran C. c. Kontraktor harus bertanggungjawab atas pembayaran santunan pekerjaan karyawan sebagaimana disyaratkan di dalam hukum yang berlaku. Kontraktor akan memberikan ganti rugi kepada Perusahaan dan membebaskan dari setiap dan segala kerugian, tanggungjawab, biaya-biaya, klaim, kerusakan, tuntutan, dan pengeluaran (tetapi tidak termasuk terbatas pada biaya dan ongkos penasihat hukum) dalam segala hal dan jenis, yang disebabkan oleh ketidaktaatan Kontraktor atas ketentuan tersebut. Dalam hal terdapat perselisihan atau ketidakjelasan antara ketentuan dan persyaratan di dalam Kontrak ini, maka ketentuan atau penafsiran yang paling menguntungkan Perusahaan akan berlaku terhadap hal-hal yang bertentangan, tidak sesuai, dan tidak jelas, dan apabila hal-hal tersebut seimbang, maka ketentuan di dalam Lampiran-lampiran tersebut akan berlaku secara berurutan menurut urutannya, di mana urutan yang lebih dahulu akan berlaku terhadap ketentuan sesudahnya, kecuali terdapat ketentuan khusus di dalam Lampiran B yang secara tegas menentukan bahwa ketentuan di dalamnya akan berlaku di atas ketentuan yang terdapat pada ketentuan umum di dalam Lampiran A. Kontrak ini akan berlaku dan menggantikan segala persyaratan dan ketentuan yang dicantumkan atau disebutkan dalam persyaratan dan ketentuan umum Kontraktor, daftar harga atau korespondensi atau apa saja yang tersirat di dalam perdagangan, kebiasaan-kebiasaan, praktik-praktik, atau pelaksanaan transaksi kecuali secara khusus ditentukan lain di dalam kontrak ini dan setiap ketentuan yang bertentangan dikecualikan atau dihilangkan. Kontraktor, Perusahaan, CV.MUC COP, Ltd. Roswani Siregar : Analisis Penerjemahan Dan Pemaknaan Istilah Teknis : Studi Kasus Pada Terjemahan Dokumen Kontrak, 2009 USU Repository © 2008 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Analisis penerjemahan dan pemaknaan istilah pada suatu bidang ilmu dapat memberikan kontribusi yang signifikan dikaitkan dengan pemahaman teks bidang yang bersangkutan. Analisis yang sama yang dilakukan pada dokumen kontrak (DK) dapat dijadikan rujukan dalam tidak hanya memahami dokumen itu sendiri tetapi juga yang jauh lebih penting adalah yang berkaitan dengan proses penerjemahan dokumen tersebut. Dari hasil analisis yang dilakukan dalam tesis ini memperlihatkan kompleksitas pemahaman tentang prosedur dan metode penerjemahan yang perlu untuk dipahami. Hal-hal yang berkaitan dengan cara identifikasi istilah, penerapan metode penerjemahan yang meliputi banyak hal, seperti misalnya proses peminjaman, calque, terjemahan harafiah, transposisi, modulasi, kesepadanan, penyesuaian, pergeseran struktur, unit, dan kelas, intrasistem dan juga sistem penyerapan istilah asing, sangat perlu untuk diperhatikan. Dalam hal pergeseran (shifts) misalnya, ada dua jenis pergeseran yang perlu dipahami, yaitu (1) pergeseran unit (level shifts) dan (2) pergeseran kategori (category shifts). Kedua macam pergeseran itu hampir selalu terjadi dalam proses penerjemahan karena secara sintaksis bahasa Inggris sebagai bahasa sumber (BS) Roswani Siregar : Analisis Penerjemahan Dan Pemaknaan Istilah Teknis : Studi Kasus Pada Terjemahan Dokumen Kontrak, 2009 USU Repository © 2008 tidak memiliki kesamaan dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa target (BT). Secara struktural bahasa Inggris memberlakukan pola dasar menerangkan – diterangkan (MD), sedangkan bahasa Indonesia memberlakukan pola dasar yang sebaliknya, yaitu diterangkan – menerangkan (DM). Kondisi ini yang menyebabkan adanya pergeseran yang sangat signifikan dalam proses penerjemahan. Kedua jenis pergeseran itu saling mempengaruhi. Demikian pula halnya dengan hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan penerjemahan istilah asing yang terdapat dalam DK. Fokus analisis dalam bidang ini bermanfaat dalam penentuan istilah BT yang tepat. Dengan adanya analisis ini, unsurunsur yang diterjemahkan akan mendekati kesempurnaan. 5.2. Saran Setelah menganalisis dokumen kontrak, sebagai salah satu contoh fenomena penerjemahan, penulis mengharapkan bagi para pemerhati terjemahan dan pelaku penerjemahan untuk mengkaji lebih dalam metode dan teknik penerjemahan karena hal itu dapat tidak hanya meningkatkan khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang penerjemahan tetapi juga dapat diaplikasikan dalam praktek penerjemahan. Kajian ilmiah dalam penerjemahan akan menghasilkan produk terjemahan yang memiliki akurasi tinggi. Roswani Siregar : Analisis Penerjemahan Dan Pemaknaan Istilah Teknis : Studi Kasus Pada Terjemahan Dokumen Kontrak, 2009 USU Repository © 2008 DAFTAR PUSTAKA Armstrong, N. 2005. Translation, Linguistics, and Culture: A French – English Handbook. Toronto: Multilibgual Matters. Baker, M. 1991. In Other Words: A Coursebook on Translation. London: Routledge. Bassnett-McGuire, S. 1980. Translation Studies. London: Methuen. Edisi Revisi 1991. Bell, T. R. 1991. Translation and Translating: Theory and Practice. 1st Ed. New York: Longman. Berman, A. 1985. “La Traduction somme épreuve de l’étrenger,” Texte 4: 67-81. Borges, J.L. 1936. Historia de la eternidad. Buenos Aires: Viau y Zona. Brisset, A. 1990. Sociocritique de la Traduction: Théâtre et altérité au Québec, (1968-1988). Longueuil, Canada: Le Préambule. _______, 1996. A Sociocritique of Translation: Theatre and Alterity in Quebec, (1968-1988). Terj. Rosalind Gill dan Roger Gannon, Toronto: University of Toronto Press. Catford, J.C. 1965. A Linguistic Theory of Translation: An Essay in Applied Linguistics. London: Oxford University Press. Chesterman, A. (Ed.). 1989. Readings in Translation Theory. Helsinki: Oy Finn Lectura Ab. Dingwaney, A. dan Carol, M. 1995. Between Languages and Cultures: Translation and cross-cultural texts. London: University of Pittsburgh Press. Even-Zohar, I. 1975. “Decisions in Translating Poetry,” Hasifrut 21: 32-45. ________, 1990. Polysystem Studies, Poetic Today 11:1. Frawley, W. (Ed.). 1984. Translation: Literary, Linguistics, and Philosophical Persspectives. Newark: University of Delaware Press. Roswani Siregar : Analisis Penerjemahan Dan Pemaknaan Istilah Teknis : Studi Kasus Pada Terjemahan Dokumen Kontrak, 2009 USU Repository © 2008 Gutt, E.A. 1991. Translation and Relevance: Cognition and Context. Oxford: Blackwell. Hatim, B. dan Jeremy, M. 2004. Translation : An Advanced resource book. London: Routledge. Holmes, J. S. 1988. Translated! : Papers on Literary Translation and Translation Studies. Amsterdam: Radopi. Jakobson, R. (1959/2000) “On linguistic aspecs of translation”, dalam L. Venuti (ed.) (2000) hal. 113-118. Larson, L. M. 1984. Meaning-based Translation. 2nd Ed. New York: University Press of America. Leech, G. 1981. Semantics: The Study of Meaning. Harmondsworth: Penguin. Llewellyn, W. A. 1988. Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary. Massachusetts: Merriam-Webster Inc. ________, 1967. Translation as a Decision Process,” dalam To Honor Roman Jakobson II, The Hague: Mouton, hal. 1171-1182. Machali, R. 2000. Pedoman bagi Penerjemah. Jakarta: Grasindo. Mackenzie, I. 1995. Financial English with Mini-Dictionary of Finance. England: LTP. Majid, A. H. 2007. Kiat Menerjemahkan. Medan: Kopertis Wilayah-I Sumatera Utara – NAD. Moeliono, A. M. (dkk). 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Munday, J. 2001. Introducing Transkation Studies: Theories and Applications. London: Routledge. Nababan, M. R. 2003. Teori Menerjemah Bahasa Inggris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nabokov, V. 1941. “The Art of Translation,” New Republic 105: 160-162. Newmark, P. 1988. Textbook of Translation. 1st Ed. U.K: Prentice Hall. Roswani Siregar : Analisis Penerjemahan Dan Pemaknaan Istilah Teknis : Studi Kasus Pada Terjemahan Dokumen Kontrak, 2009 USU Repository © 2008 Nida, E. A. 1964. Toward a Science of Translating, with a Special Reference to Principles and Procedures Involved in Bible Translation. Leiden, Holland: Brill, dicetak ulang 1982. Nida, E. A. dan C. Taber. 1969. The Theory and Practice of Translation. Leiden: E.J. Brill. Olohan, M. 2004. Introducing Corpora in Translation Studies. Oxfordshire: Routledge. Pym, Anthony. 1992a. Translation and Text Transfer. Frankfurt-am-Main: Peter Lang. ________. 1992b. The Relations between Translation and Material Text Transfer. Target 4, 171-189. Quine, W.V.O. 1960. Word and Object. Cambridge: MIT Press. Richard, B. N. 1992. Sepuluh Makalah Mengenai Penerjemahan. Jakarta: Rebia Indah Perkasa. Simatupang, M., D.S. 2000. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Spivak, G. 1992. Outside in the Teaching Machine. London: Routledge. Steiner, G. 1975. After Babel: Aspects of Language and Translation. Oxford: Oxford University Press, Edisi Ketiga. Sudaryanto. 1993. Metode dan Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana Press. Suhendra, Y. 1994. Teori Terjemahan. Bandung: Mandar Maju. Roswani Siregar : Analisis Penerjemahan Dan Pemaknaan Istilah Teknis : Studi Kasus Pada Terjemahan Dokumen Kontrak, 2009 USU Repository © 2008
Analisis Terjemahan Istilah-istilah Budaya Pada Brosur Pariwisata Berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara Adaptasi adaptation Amplifikasi amplification Peminjaman borrowing Calque Deskripsi description Kesepadanan lazim established equivalent Batasan dan Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Batasan Istilah Budaya KAJIAN PUSTAKA Batik Sarung songket Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Pakaian Bohi-bohi Boras Pati Porkis Manangkih Bakar Tari Naposo Tari Sigale-gale Definisi Penerjemahan KAJIAN PUSTAKA Gado-gado Tempe Tahu Krupuk Guro-guro Aron Erpangir Ku lau Perumah Begu Istana Maimun Masjid Raya Siwaluh Jabu Seuluh Dua Jabu Jenis Penerjemahan Proses Penerjemahan Kompetensi Penerjemah Kaitan Budaya dengan Penerjemahan Latar Belakang Penelitian PENDAHULUAN Lompat batu Lomba Solu Bolon Marjalekkat Margala Marsitekka Pesta Bunga dan Buah Rondang Bintang Metode Penelitian Data dan Sumber Data Mulajadi Nabolon Idul Fitri Naniura Natinombur Lomok-lomok Nani arsik Perkedel Dendeng Penelitian Terdahulu. KAJIAN PUSTAKA Pergeseran shift HASIL DAN PEMBAHASAN Pergeseran Tingkatan Pergeseran Kategori Rendang Sate Roti jala Rumah Bolon Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Bangunan RumahTempat Simpulan Saran SIMPULAN DAN SARAN Sultan Hula-hula Pariban Dalihan Natolu Tari Serampang 12 Tari Tor-tor Teknik Penerjemahan Istilah-istilah Budaya Ulos Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Pakaian
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Terjemahan Istilah-istilah Budaya Pada Brosur Pariwisata Berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara

Gratis