Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L var forma glutinosa) Sebagai Pewarna

 24  146  64  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa L var forma glutinosa) SEBAGAI PEWARNA SKRIPSI OLEH: RINI UTAMI 091524041

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa L var forma glutinosa) SEBAGAI PEWARNA SKRIPSI OLEH: RINI UTAMI 091524041 FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa L var forma glutinosa) SEBAGAI PEWARNA SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Salah Satu Syarat untuk MemperolehGelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi

PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa L var forma glutinosa) SEBAGAI PEWARNA SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Salah Satu Syarat untuk MemperolehGelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

OLEH: RINI UTAMI 091524041PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

OLEH: RINI UTAMI

  PENGESAHAN SKRIPSI FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKANEKSTRAK BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa L var forma glutinosa) SEBAGAI PEWARNA 091524041 Dipertahankan di Hadapan Panitia Penguji SkripsiFakultas Farmasi Universitas Sumatera UtaraPada Tanggal: Agustus 2011 Pembimbing I, Panitia Penguji:Dra. Lely Sari Lubis, M.

KATA PENGANTAR

  Formulasi sediaan lipstik menggunakan ekstrak beras ketan hitam sebagai o pewarna yang dibuat cukup stabil, homogen, titik lebur 65 C, memiliki kekuatan lipstik yang baik, pH berkisar 3,9-6,5 (mendekati pH kulit bibir) mudah dioleskandengan warna yang merata, serta tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman untuk digunakan, dan sediaan yang paling disukai adalah sediaan 5 yaitu sediaandengan ekstrak beras ketan hitam konsentrasi 8% dengan persentase kesukaan 63,33%. Formulasi sediaan lipstik menggunakan ekstrak beras ketan hitam sebagai o pewarna yang dibuat cukup stabil, homogen, titik lebur 65 C, memiliki kekuatan lipstik yang baik, pH berkisar 3,9-6,5 (mendekati pH kulit bibir) mudah dioleskandengan warna yang merata, serta tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman untuk digunakan, dan sediaan yang paling disukai adalah sediaan 5 yaitu sediaandengan ekstrak beras ketan hitam konsentrasi 8% dengan persentase kesukaan 63,33%.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kosmetika berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti ”berhias”

  Pewarna bibir dalam bentuk cairan dan krim umumnya akan memberikanselaput yang tidak tahan lama dan mudah terhapus dari bibir sehingga tidak begitu digemari orang terutama jika dibandingkan dengan pewarna bibir dalam bentukkrayon. Indonesia kaya akan sumber flora dan banyak diantaranya dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami, diantara pewarna alami yang mempunyai potensiuntuk dikembangkan antara lain berasal dari beras ketan hitam yang mengandung zat warna antosianin yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alamipengganti pewarna sintetik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ketan Hitam

  Ketan merupakan salah satu varietas dari padi yang merupakan tumbuhan semusim. Padawaktu masak, buahnya yang berwarna ada yang rontok dan ada yang tidak.

2.1.1 Sistematika Tumbuhan

  Pigmen yang berwarna kuat dan larut dalam air ini adalahpenyebab hampir semua warna merah jambu, merah, ungu, dan biru dalam bunga, daun, dan buah pada tumbuhan tinggi. Antosianin tidak mantap dalam larutan netral atau basa, oleh karena itu antosianin harus di ekstraksi dari tumbuhan dengan pelarut yang mengandungasam asetat atau asam hidroklorida (misalnya metanol yang mengandung HCL pekat 1%) dan larutannya harus disimpan di tempat yang gelap.

2.4 Kosmetika

  Definisi kosmetika menurut Peraturan Menteri Kesehatan RINo.445/MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai berikut: “Kosmetika adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badanmulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidakdimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit” (Tranggono dan Latifah, 2007). Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan MakananNomor 00386/C/SK/II/90 tentang zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya dalam obat, makanan dan kosmetika terdapat beberapa zat warnayang dilarang penggunaannya karena merupakan pewarna untuk tekstil diantaranya adalah Jingga K1 (C.

2.5 Kosmetika Dekoratif

  Usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara merias setiap bagian tubuh yang terpapar oleh pandangansehingga terlihat lebih menarik dan sekaligus juga menutupi kekurangan (cacat) yang ada. Kosmetika dekoratif semata-mata hanya melekat pada alat tubuh yang dirias dan tidak bermaksud untuk diserap ke dalam kulit serta mengubah secarapermanen kekurangan (cacat) yang ada.

2.6 Bibir

  Lipstik terdiri dari zat warna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari campuran lilin dan minyak, dalam komposisi yang sedemikian rupa sehinggadapat memberikan suhu lebur dan viskositas yang dikendaki. Zat aktif yang ditambahkan dalam sediaan pewarna bibir adalah sebagai pelembab dan pelembut yaitu untuk memperbaiki kulit bibir yangkering dan pecah-pecah diantaranya: tokoferil asetat, natrium hyaluronate, ekstrak lidah buaya, ascorbyl palmitate, silanols, ceramides, panthenol, asamamino, dan beta karoten.

2.9 Pemeriksaan Lipstik

  Titik lebur atau saat lipstik menjadi lunakTitik lebur dari lipstik dapat diperiksa dengan pipa kapiler yang ukurannya, panjang isinya, dan temperaturnya tertentu/ sama rata. Panelis yang digunakan adalah panelis tidak terlatih yang diambil secara acak.

2.11 Uji Tempel (Patch Test)

  Uji tempel adalah uji iritasi dan kepekaan kulit yang dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan uji pada kulit normal panel manusia dengan maksuduntuk mengetahui apakah sediaan tersebut dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau tidak. Biasanya yang paling tepat dijadikan daerah lokasi uji tempeladalah bagian punggung, lengan tangan, dan bagian kulit di belakang telinga (Ditjen POM, 1985).

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian meliputi penyiapan

sampel, pembuatan ekstrak, pembuatan formulasi sediaan, pemeriksaan mutu fisik sediaan, uji iritasi terhadap sediaan, dan uji kesukaan (Hedonic Test) terhadapvariasi sediaan yang dibuat.

3.1 Alat dan Bahan

  3.1.2 Bahan Bahan tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah beras ketan hitam (Oryza sativa L.). Sampel yang digunakan adalah beras ketanhitam yang terdapat di Pasar Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Madya Medan, Sumatera Utara.

3.3 Pembuatan Ekstrak Beras Ketan Hitam

Beras ketan hitam ditimbang sebanyak 250 g, kemudian dimaserasi dengan 1000 ml etanol 96% yang telah diasamkan dengan asam sitrat 0,25%,ditutup dan dibiarkan selama 1 malam terlindung dari cahaya sambil sering diaduk, saring dengan kertas saring, filtrat di tampung, dan dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu ± 45 C, kemudian di freeze dryer sehingga didapatkan ekstrak beras ketan hitam (Hanum, 2000). 3.4 Pembuatan Lipstik Menggunakan Ekstrak Beras Ketan Hitam Sebagai Pewarna Dalam Berbagai Konsentrasi

3.4.1 Formula

  Berdasarkan hasil orientasi terhadap konsentrasi ekstrak beras ketan hitam dalam sediaan lipstik diperoleh hasil bahwa pada konsentrasi 1% warna yangdihasilkan sediaan terlalu muda sehingga warna sediaan tidak kelihatan saat Orientasi dilanjutkan dengan menggunakan ekstrak beras ketan hitam konsentrasi4%, 6%, 8%, 10%. Sehingga konsentrasi ekstrak beras ketan hitam yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% karena warna dan konsistensi sediaan yangdihasilkan cukup baik.

3.4.2 Prosedur Pembuatan Lipstik

  Ekstrak beras ketan hitam dilarutkan dalam propilen glikol, tambahkan titanium dioksida yang telah digerus halus, butil hidroksi toluen dan oleum ricini(campuran A), aduk hingga homogen. Kemudian campuran A dicampurkan ke dalam campuran B perlahan-lahan sambil di aduk hingga homogen di dalam cawanpenguap yang masih panas, lalu tambahkan nipagin, setelah temperatur menurun tambahkan parfum.

3.5 Pemeriksaan Mutu Fisik Sediaan Pemeriksaan mutu fisik dilakukan terhadap masing-masing sediaan lipstik

Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi: pemeriksaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik dan stabilitas sediaan yang mencakup pengamatan terhadapperubahan bentuk, warna dan bau dari sediaan, uji oles, dan pemeriksaan pH.

3.5.1 Pemeriksaan Homogenitas

  Pada perubahan bentuk diperhatikan apakah lipstik terjadi perubahan bentuk dari bentuk awal pencetakan atau tidak, pada perubahan warnadiperhatikan apakah lipstik terjadi perubahan warna dari warna awal pembuatan lipstik atau tidak, pada perubahan bau diperhatikan apakah lipstik masih berbaukhas dari parfum yang digunakan atau tidak. Sediaan lipstik dikatakan mempunyai daya oles yang baikjika warna yang menempel pada kulit punggung tangan banyak dan merata dengan beberapa kali pengolesan pada tekanan tertentu.

3.6 Uji Iritasi dan Uji Kesukaan (Hedonic Test)

Setelah dilakukan pengujian kestabilan fisik terhadap sediaan, kemudian dilanjutkan dengan uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic Test) terhadap sediaanyang dibuat.

3.6.1 Uji Iritasi

  Uji iritasi dilakukan terhadap sediaan lipstik yang dibuat menggunakan ekstrak beras ketan hitam sebagai pewarna dengan maksud untuk mengetahuibahwa lipstik yang dibuat dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau tidak. Iritasi dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu iritasi primer yang akan segera timbulsesaat setelah terjadi pelekatan atau penyentuhan pada kulit, dan iritasi sekunder yang reaksinya baru timbul beberapa jam setelah penyentuhan atau pelekatan padakulit (Ditjen POM, 1985).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pemeriksaan Mutu Fisik Sediaan

  4.1.1 Homogenitas Sediaan Hasil pemeriksaan homogenitas menunjukkan bahwa seluruh sediaan lipstik tidak memperlihatkan adanya butir-butir kasar pada saat sediaan dioleskanpada kaca transparan. Lipstik yang baik memiliki titik lebur sebaiknya o diatas 50 C, hal ini menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat memiliki titik lebur yang baik (Vishwakarma et al, 2011).

4.1.3 Kekuatan Lipstik

  Perbedaan ini disebabkan olehperbedaan konsentrasi ekstrak beras ketan hitam yang digunakan, semakin tinggi konsentrasi ekstrak beras ketan hitam dalam sediaan lipstik, maka semakin sedikitdasar lipstik yang digunakan. Hal ini menyebabkan lipstik dengan ekstrak beras ketan hitam 10% lebih mudah patah dibandingkan sediaan lipstik lain yangmenggunakan ekstrak beras ketan hitam dengan konsentrasi yang lebih rendah.

4.1.4 Stabilitas Sediaan

  Dari hasil pengamatan bentuk,didapatkan hasil bahwa seluruh sediaan lipstik yang dibuat tidak terjadi perubahan bentuk dari bentuk awal pencetakan pada penyimpanan suhu kamar. Bertambahnya konsentrasi ekstrak beras ketan hitam yang digunakan maka bertambah pekat warna lipstik yang dihasilkan.

4.1.5 Uji Oles

4.1.6 Pemeriksaan pH

  Berdasarkan uji oles diperoleh hasil bahwa sediaan yang memiliki daya oles yang sangat baik adalah sediaan 6 yaitu lipstik dengankonsentrasi ekstrak beras ketan hitam 10%, hal ini ditandai dengan satu kali pengolesan sediaan telah memberikan warna yang intensif, merata dan homogensaat dioleskan pada kulit punggung tangan. Sedangkan, sediaan 2 dan 3 memberikan warna yang intensif dan merata setelah 4 kali pengolesan, karenawarna sediaan terlalu muda sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan 2 dan 3 memiliki daya oles yang kurang baik dibandingkan sediaan 6.

4.2 Hasil Uji Iritasi

Tabel 4.5 Data Uji Iritasi Pengamatan Panelis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kulit kemerahan (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)Kulit gatal-gatal (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)Kulit bengkak (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan: (-) : tidak terjadi iritasi(++) : kulit gatal-gatal(+++) : kulit bengkak Berdasarkan hasil uji iritasi yang dilakukan pada 10 panelis yang dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan lipstik yang dibuat pada kulit lenganbawah bagian dalam selama tiga hari berturut-turut, menunjukkan bahwa semua

4.3 Hasil Uji Kesukaan (Hedonic Test)

  Sediaan 2 dan 3 yaitu lipstik dengan konsentrasi ekstrak beras ketan hitam 2% dan 4% tidak ada satupun daripanelis yang suka, hal ini dikarenakan warna yang dihasilkan terlalu muda dan sukar memberikan warna pada saat dioleskan. Persentase kesukaan sediaan 6 dengan ekstrak beras ketan hitam 10% banyak yang tidak suka yaitu 6,67%, karena sediaan memberikan warna tua.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Hasil penentuan mutu fisik sediaan menunjukkan bahwa seluruh sediaan yang dibuat stabil, tidak menunjukkan adanya perubahan bentuk, warna dan baudalam penyimpanan selama 30 hari, tidak adanya butiran-butiran kasar (homogen), pH berkisar antara 3,9 – 6,5. Berdasarkan hasil uji iritasi yang dilakukan terhadap 10 orang panelis menunjukkan sediaan lipstik yang dibuat tidak menyebabkan iritasi dan cukupaman untuk digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

  Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Beras Ketan Hitam Keterangan: Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi ekstrak beras ketan hitam 2%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi ekstrak beras ketan hitam 4%Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi ekstrak beras ketan hitam 6%Sediaan 5 : Formula dengan konsentrasi ekstrak beras ketan hitam 8%Sediaan 6 : Formula dengan konsentrasi ekstrak beras ketan hitam 10% Lampiran 7. Perbedaan gambar bibir yang menggunakan lipstik dengan pewarna beras ketan hitam dan tanpa menggunakan lipstikGambar 9.

30 Persentase Kesukaan Sediaan 2 = x 100 % %

= 30 Persentase Kesukaan Sediaan 3 = x 100 % %= 30 9 Persentase Kesukaan Sediaan 4 = x 100 % 30 %= 30 19 Persentase Kesukaan Sediaan 5 = x 100 % 63 , 33 %= 30 2 Persentase Kesukaan Sediaan 6 = x 100 % 6 , 67 %= 30
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L var forma glutinosa) Sebagai Pewarna Bibir Lipstik TINJAUAN PUSTAKA Hasil Uji Iritasi Tabel 4.5 Data Uji Iritasi Hasil Uji Kesukaan Hedonic Test Tabel 4.6 Data Uji Kesukaan Hedonic Test Komponen Utama dalam Sediaan Lipstik Pemeriksaan Kekuatan Lipstik Pemeriksaan Stabilitas Sediaan Uji Oles Penentuan pH Sediaan Pengumpulan Sampel Determinasi Tumbuhan Pengolahan Sampel Formula Prosedur Pembuatan Lipstik Pemeriksaan Homogenitas Pemeriksaan Titik Lebur Lipstik Stabilitas Sediaan Tabel 4.3 Data Pengamatan Perubahan Bentuk, Warna, dan Bau Sediaan Uji Oles Titik Lebur Lipstik Tabel 4.1 Data Pemeriksaan Titik Lebur Kekuatan Lipstik Tabel 4.2 Data Pemeriksaan Kekuatan Lipstik Uji Iritasi Uji Kesukaan Hedonic Test Uji Kesukaan Hedonic Test Uji Kesukaan Hedonic Test adalah pengujian terhadap kesan subyektif Uji Tempel Patch Test
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak..

Gratis

Feedback