Analisis Irigasi Tetes Dengan Infus Sebagai Emiter Pada Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)

Gratis

16
64
82
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS IRIGASI TETES DENGAN INFUS SEBAGAI EMITER PADA TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) SKRIPSI Oleh DESNATALIA MILALA 050308043/TEKNIK PERTANIAN

  Keseragaman irigasi untuk perlakuan T 1 D 1 P 1 sebesar 95.7%, T 1 P 2 sebesar 95.11%, T 1 D 2 P 1 sebesar 93.16%, T 1 D 2 P 2 sebesar 93.69%, T D P sebesar 92.74%, T D P sebesar 98.12%, T D P sebesar 2 1 1 2 1 2 2 2 1 96.28%, dan T D P sebesar 95.14%. Irrigation uniformity for the treatment of T 1 D 1 P 1 was95.7%, T 1 D 1 P 2 was 95.11%, T 1 D 2 P 1 was 93.16%, T 1 D 2 P 2 was 93.69%, T 2 D 1 P 1was 92.74%, T 2 D 1 P 2 was 98.12%, T 2 D 2 P 1 was 96.28%, and T 2 D 2 P 2 was 95.14%.

PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010

  Keseragaman irigasi untuk perlakuan T 1 D 1 P 1 sebesar 95.7%, T 1 P 2 sebesar 95.11%, T 1 D 2 P 1 sebesar 93.16%, T 1 D 2 P 2 sebesar 93.69%, T D P sebesar 92.74%, T D P sebesar 98.12%, T D P sebesar 2 1 1 2 1 2 2 2 1 96.28%, dan T D P sebesar 95.14%. Irrigation uniformity for the treatment of T 1 D 1 P 1 was95.7%, T 1 D 1 P 2 was 95.11%, T 1 D 2 P 1 was 93.16%, T 1 D 2 P 2 was 93.69%, T 2 D 1 P 1was 92.74%, T 2 D 1 P 2 was 98.12%, T 2 D 2 P 1 was 96.28%, and T 2 D 2 P 2 was 95.14%.

RIWAYAT HIDUP

  Penulis dilahirkan di Sarinembah pada tanggal 3 Desember 1986 dari ayah(alm.) N. Tahun 2005 penulis lulus dari SMU Negeri 5 Bogor dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian USU melalui jalur ujian tertulis SeleksiPenerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

KATA PENGANTAR

  Keseragaman irigasi untuk perlakuan T 1 D 1 P 1 sebesar 95.7%, T 1 P 2 sebesar 95.11%, T 1 D 2 P 1 sebesar 93.16%, T 1 D 2 P 2 sebesar 93.69%, T D P sebesar 92.74%, T D P sebesar 98.12%, T D P sebesar 2 1 1 2 1 2 2 2 1 96.28%, dan T D P sebesar 95.14%. Irrigation uniformity for the treatment of T 1 D 1 P 1 was95.7%, T 1 D 1 P 2 was 95.11%, T 1 D 2 P 1 was 93.16%, T 1 D 2 P 2 was 93.69%, T 2 D 1 P 1was 92.74%, T 2 D 1 P 2 was 98.12%, T 2 D 2 P 1 was 96.28%, and T 2 D 2 P 2 was 95.14%.

TINJAUAN LITERATUR

  Pengaruh perlakuan terhadap diameter batangPerlakuan Diameter batang 2 MST Diameter Batang 5 MST (cm) (cm)T 1 D 1 P 1 0.247 0.318 T 1 D 2 P 1 0.202 0.271 T 1 D 1 P 2 0.268 0.373 T 1 D 2 P 2 0.218 0.313 T 2 D 1 P 1 0.295 0.447 T 2 D 2 P 1 0.223 0.371 T 2 D 1 P 2 0.337 0.454 T 2 D 2 P 2 0.242 0.426 Dari Tabel 1 dapat dilihat diameter batang terbesar pada 2 MST terdapat pada perlakuan T 1 P 2 , sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T 1 D 2 P 1 . PerlakuanBuah I (gram) Buah II (gram) (gram) T 1 D 1 P 1 536 516 1052 T 1 D 2 P 1 403 343.5 746.5 T D P 594 556 1150 1 1 2 T 1 D 2 P 2 418 368 786 T 2 D 1 P 1 704 610 1314 T 2 D 2 P 1 648.5 529 1177.5 T 2 D 1 P 2 768 701 1469 T 2 D 2 P 2 634.5 566 1200.5 Jika masing-masing perlakuan dibandingkan satu dengan yang lainnya maka diperoleh hasil pada Tabel 3 dimana hasil buah yang paling besar terdapat padaperlakuan T D P , sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T D P .

1. Diameter Batang 2 MST Pengaruh Ketinggian Sumber Air

  Pengaruh jarak tanam terhadap diameter batang pada 2 MSTDari Gambar 2 dapat dilihat bahwa diameter batang yang paling besar terdapat pada D 1 dengan nilai 0.287 cm, sedangkan yang terendah pada D 2 dengan nilai 0.221 cm. Pengaruh interaksi ketinggian sumber air, jarak tanam dan panjang selang infus terhadap diameter batang pada 2 MSTDari Gambar 4 dapat dilihat bahwa diameter batang meningkat seiring dengan meningkatnya ketinggian sumber air pada semua perlakuan.

2. Diameter Batang 5 MST Pengaruh Ketinggian Sumber Air

  Pengaruh jarak tanam terhadap diameter batang pada 5 MSTDari Gambar 6 dapat dilihat bahwa diameter batang yang paling besar terdapat pada D 1 dengan nilai 0.398 cm, sedangkan yang terendah pada D 2 dengan nilai 0.345 cm. Pengaruh Interaksi Ketinggian Sumber Air, Jarak Tanam dan Panjang Selang Infus Pada analisa sidik ragam Lampiran 8 dapat dilihat bahwa interaksi perlakuan ketinggian sumber air, jarak tanam dan panjang selang infus berpengaruh sangatnyata terhadap diameter batang.

3. Tinggi Tanaman 2 MST Pengaruh Ketinggian Sumber Air

  Hasil uji Duncan pengaruh ketinggian sumber air terhadap tinggi tanaman pada 2 MST untuk tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Lampiran 11. Pengaruh Interaksi Ketinggian Sumber Air, Jarak Tanam dan Panjang Selang Infus Pada analisa sidik ragam Lampiran 10 dapat dilihat bahwa interaksi perlakuan ketinggian sumber air, jarak tanam dan panjang selang infusberpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 2 MST.

4. Tinggi Tanaman 5 MST Pengaruh Ketinggian Sumber Air

  Pengaruh Interaksi Ketinggian Sumber Air, Jarak Tanam dan Panjang Selang Infus Pada analisa sidik ragam Lampiran 12 dapat dilihat bahwa interaksi perlakuan ketinggian sumber air, jarak tanam dan panjang selang infusberpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 5 MST. Sedangkan interaksi tinggi sumber air dan panjang selang infus memberikan pengaruh tidak nyata, lainhalnya dengan interaksi jarak tanam dengan panjang selang infus yang memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap produktivitas buah rata-rata.

1 L

  2 L 3 522T D P 38.2 39.2 38.6 1 1 1 805T D P 26.3 27.4 26.8 1 2 1 580T 1 D 1 P 2 34.3 35.2 34.8887 T D P 29.3 29.9 29.5 1 2 2 918T 2 D 1 P 1 59.6 62.4 61.61316 T 2 D 2 P 1 43.6 44.1 43.91033 T D P 67.4 70.6 68.6 2 1 2 1450T 2 D 2 P 2 47.5 49.3 48.2 Dari data volume air tertampung selama 1 jam pada tabel di atas dapat dilihat bahwa volume air tertampung yang paling besar diperoleh dari perlakuanT 1 P 2 pada L 2 yaitu 70.6 ml, dengan debit air keluar rata-rata sebesar 1033 ml/jam. Hasil yang diperoleh sesuai juga dengan faktor ketinggian 1 meter, dimana diperoleh nilai Qa yang paling besar pada perlakuan T D P dengan nilai 887 ml/jam dan yang terkecil pada perlakuan 1 2 2 T 1 D 1 P 1 dengan nilai 522 ml/jam.

DAFTAR PUSTAKA

  Serapan Hara dan Pertumbuhan Mentimun, Lobak, serta Sawi pada Kadar Air Tanah Gambut yang Berbeda. Data Pengamatan Diameter Batang 2 MSTPerlakuan T UlanganTotal Rataan 1 2 3 T 1 D 1 P 1 0.244 0.250 0.246 0.740 0.247 1 D T 2 P 1 0.198 0.205 0.202 0.605 0.202 T 1 D 1 P 2 0.264 0.272 0.268 0.804 0.268 T 1 D 2 P 2 0.218 0.219 0.216 0.653 0.218 Lampiran 7.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (82 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Kajian Kinerja Irigasi Tetes Pada Tanah Andosol Dengan Budidaya Caisim (Brassica juncea L.)
1
62
96
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Etephon Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
7
54
106
Evaluasi Pertumbuhan Beberapa Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.) Berdasarkan Ketinggian Tempat
3
37
97
IAA Dan Super Bionik Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Produksi Mentimun (Cucumis sativus L.)
0
26
78
Kajian Aplikasi Debit Dan Jumlah Emiter Terhadap Efisiensi Penyebaran Irigasi Tetes Pada Tanah Inseptiso
3
31
59
Analisis Irigasi Tetes Dengan Infus Sebagai Emiter Pada Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
16
64
82
Analisis Emitter alternatif dalam Sistem Irigasi Tetes pada Budidaya Tanaman Sawi (Brasssica Sp)
4
36
64
Analisis Emitter Alternatif dalam Sistem Irigasi Tetes pada Budidaya Tanaman Selada (Lactuca sativa)
16
54
50
Analisis Irigasi Tetes (Drip Irrigation) Dengan Pemanfaatan Filter Rokok Sebagai Emiter Alternatif Pada Beberapa Jenis Tanah
11
50
55
Analisis Pola Pembasahan Irigasi Tetes dengan Pemanfaatan Filter Rokok dan Selang Infus sebagai Emiter pada Tanah Inceptisol
6
95
60
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Mentimun (Cucumis Sativus L.) Dengan Mutagen Kolkhisin
0
18
20
Kajian Kinerja Irigasi Tetes Pada Tanah Andosol Dengan Budidaya Caisim (Brassica juncea L.)
0
0
10
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Etephon Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
0
0
28
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Etephon Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
0
0
7
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Etephon Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
0
0
13
Show more