Pengaruh metode role playing (bermain peran) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di SDN Cempaka I Putih Tahun ajaran 2014-2015

Gratis

0
17
122
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH METODEROLE PLAYING (BERMAIN PERAN)

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar siswa dan pelaksanaan metode role playing (bermain peran) di MI/SD dalam pembelajaranbahasa Indonesia, serta pengaruh metode role playing (bermain peran) terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode role playing berpengaruh pada motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

KATA PENGANTAR

  Skripsi yang berjudul “Pengaruh metode role playing (bermainperan) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di SDN Cempaka Putih I tahun ajaran 2014/2015” ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar SarjanaPendidikan pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis menyadari bahwa selama pembuatan dan penuliasan skripsi ini kemampuan dan pengetahuan penulis sangat terbatas, maka denganadanya bimbingan, pengarahan dan dukungan dari berbagai pihak sangat membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib

  Masalah yang peneliti temukan setelah melakukan observasi awal dan wawancara dengan guru wali kelas VA di SDN Cempaka Putih Itentang motivasi siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia, penulis memperoleh informasi bahwa siswa kurang perhatian/fokus terhadapmateri yang diajarkan. Dengan demikian untuk mengetahui sejauh mana motivasi siswa dengan menggunakan metode role playing (bermain peran)2 dalam pembelajaran bahasa Indonesia, maka perlu dilakukan penelitian Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN Cempaka Putih 1 pada Mata PelajaranBahasa Indonesia Tahun Ajaran 2014/2015”.

F. Kegunaan Penelitian

  Manfaat bagi GuruBagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi alternatif pilihan untuk menggunakan metodepembelajaran yang lebih efektif dalam kegiatan belajar mengajar. Bagi PenelitiPenelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam bidang pendidikan dan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang akanmenjadi bekal untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata setelah menyelesaikan studinya.

BAB II Kajian Teoretik dan Pengajuan Konseptual Tindakan A. Hakikat Motivasi Belajar 1. Pengertian Motivasi Secara harfiah “motivasi” berarti suatu yang menggerakkan seorang

  Menurut Oemar Hamalik, “Motivasi adalah perubahan energy dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan2 dan reaksi untuk mencapai tujuan”. Dari pengertian diatas penulis berpendapat jika dikaitkan dengan belajar motivasi berarti mendorong seorang siswa untuk belajar lebihgiat ataupun lebih semangat dari sebelumnya untuk mencapai tujuannya.

2. Jenis-jenis Motivasi

  Dari teori diatas penulis menyimpulkan bahwa motivasi itu ada dua jenis yaitu 1) motivasi intrinsik, dan 2) motivasi ekstrinsik.3 Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang berasal dari diri siswa itu Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2003), h 11945 Oemar Hamalik, op. Dalam teori diatas yang berkaitan dengan yang penulis tulis ada pada nomor empat, yaitu “pakailah metode penyampaian yang bervariasisesuai dengan materi yang disaji kan”.

b. Pengertian Belajar

  Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, denganserangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Jadi, belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar.

10 Sardiman A. M. Interaksi dan Motivasi belajar mengajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo

  Belajar yang dilakukan oleh manusia merupakan bagian dari hidupnya, berlangsung seumur hidup,kapan saja, dan dimana saja, baik di sekolah, di kelas, di jalanan dalam12 waktu yang tidak dapat ditentukan sebelumnya. Menurut Suyono dan Hariyanto dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran menjelaskan belajar itu adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkanketerampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan13 kepribadian.

c. Tujuan Belajar

  Keterampilan jasmaniah adalah keterampilan yang dapat dlihat, diamati, sehingga akan menitikberatkan pada keterampilangerak/penampilan dari anggota tubuh seseorang yang sedang belajar. Sedangkan keterampilan rohani lebih rumit, karena tidak selalu berurusan dengan masalah-masalah keterampilan yang dapat dilihat bagaimanaujung pangkalnya, tetapi lebih abstrak, menyangkut persoalan-persoalan penghayatan dan keterampilan berpikir serta kreativitas untukmenyelesaikan dan merumuskan suatu masalah atau konsep.

a) Hal ihwal keilmuan dan pengetahuan, konsep atau fakta (kognitif)

b)Hal ihwal personal, kepribadian atau sikap (afektif) c)Hal ihwal kelakuan, keterampilan atau penampilan (psikomotorik) Ketiga hasil belajar diatas dalam pengajaran merupakan tiga hal yang secara perencanaan dan programatik terpisah, namun dalam14 kenyataannya pada diri siswa akan merupakan satu kesatuan. 14

d. Jenis – jenis Belajar

  Dalam hal ini penulis hanya akan menjelaskan yang berkaitan dengan pengetahuan yaitu belajar pengetahuan ialah belajar dengan caramelakukan penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. Yang bertujuan agar siswa memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang biasanya lebih rumit danmemerlukan kiat khusus dalam mempelajarinya, misalnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi mengamati tokoh ataumenyimpulkan isi dalam sebuah cerita atau percakapan dengan mengguakan metode role playing (bermain peran).

7. Motivasi Belajar a. Pengertian Motivasi Belajar Siswa

  Menurut kamus bahasa Indonesia yang disusun oleh QonitaAlya, “motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri secara sadar16 atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu”. Dalyono motivasi adalah “daya penggerak/ pendorong untuk melakukan suatu pekerjaan yang berasal dari dalam17 Motivasi yang berasal dari dalam diri diri dan juga dari luar”.

b. Pentingnya motivasi dalam Belajar

Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi adalah sebagai berikut:1) Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.2) Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.3) Mengarahkan kegiatan belajar

4) Membesarkan semangat belajar

  5)Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (di sela-selanya adalah istirahat atau bermain) yangberkesinambungan, individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa sehingga dapat berhasil. Bagi guru pentingnya motivasi adalah sebagai berikut:1) Membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil.2) Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas bermacam-ragam.3) Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu di antara bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat,fasilitator, instruktur, teman diskusi, dan lain sebagainya.4) Memberi peluang guru “untuk kerja” rekayasa pedagogis.

c. Fungsi Motivasi dalam Belajar Untuk belajar sangat diperlukan adanya motivasi

  Maksud dari motivasi sebagai pendorongperbuatan yaitu ketika seorang anak tidak memiliki minat untuk mempelajari suatu pelajaran, tapi ada sesuatu yang membuatseorang anak ingin mengetahuinya dari pelajaran tersebut, maka muncullah dorongan ingin belajar pada diri seorang anak. Dan yang terakhir motivasi sebagai pengarah18 perbuatan yaitu setelah anak tahu arah yang akan dicapainya,19 Dimyati, Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h.

d. Indikator Motivasi

  Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswi yang sedang belajar untuk mengadakan perubahantingkah laku. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut:1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan4) Adanya penghargaan dalam belajar5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga21 memunginkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

B. Role Playing

  Subana dan Sunarti dalam dunia pengajaran metode adalah rencana penyajian bahan yang menyeluruh dengan urutan yangsistematis berdasarkan approach tertentu. Dalam konteks tersebut metode pembelajaran role playing (bermain peran) dapat dijadikan salah satu alternatif selain metode-metode yang telah ada.

2. Pengertian Metode Role Playing (bermain peran)

  Uno bermain peran sebagai suatu metode pembelajaran yang berujuan untuk membantu siswa dalam menemukanmakna diri (jati diri) di dunia sosial dan memecahkan dilema dengan bantuan kelompok. Dari beberapa teori diatas penulis menyimpulkan metdoe role playing (bermain peran) adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dalam bentuk simulasi yang dilakukan oleh sekelompok siswa yang telah diarahkan oleh guru.

a. Kelebihan dan kekurangan metode Role Playing (bermain peran)

Menurut Basyiruddin Usman kelebihan dan kekurangan metode bermain peran adalah:1) Kelebihan metode role playing (bermain peran) antara lain: Siswa terlatih untuk mendramatisasikan sesuatu serta melatih keberanian mereka Kelas akan menjadi hidup karena menarik perhatian para siswa

28 Basyiruddin Usman, Metodologi Pembeljaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers

  Tujuan bermain peran Tujuan bermain peran sesuai dengan jenis belajar menurut OemarHamalik adalah: (a) belajar dengan berbuat (b) belajar melalui peniruan(imitasi) (c) belajar melalui balikan (d) belajar melalui pengkajian, penilaian, dan pengulangan.30 c. Guru berupaya memperkenalkan siswa pada pemasalahan yang mereka sadari sebagai suatu hal yang bagisemua orang perlu mempelajari dan menguasainya.

29 Ibid. h. 51-52

  Pada awalnya akan banyak siswa yang masih bingungmemainkan perannya atau bahkan tidak sesuai dengan peran yang seharusnya ia lakukan. Jika permaina peran sudah terlalu jauh Guru dan siswa mendiskusikan permainan tadi dan melakukan evaluasi terhadap peran-peran yang dilakukan.

8) Pembahasan diskusi dan evaluasi lebih diarahkan pada realitas

  Dengan mengacu pada langkah-langkah metode role playing diatas, maka diharapkan semua kelemahan dan kekurangan yangterdapat pada metode ini dapat diatasi sehingga penggunaan metode role playing ini dapat berjalan baik dan bermanfat sesuai dengan fungsi dan tujuannya, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar bahasa Indonesia siswa. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi, oleh karena itu pembelajaran bahasa diarahkan untuk “penguasaan kemampuandasar untuk menggunakan bahasa lisan, tulis dan angka dalam31 berkomunikasi” Dalam hal ini penulis mengkaitkannya dengan belajar bahasaIndonesia yang membutuhkan kemampuan dasar menggunakan bahasa lisan dengan metode role playing.

E. Merancang Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Drama

  Pantomime ialah suatu cerita, suatu tema yang diceritakan atau dikembangkan melalui gerak tubuh dan wajah ekspresif. 19 mintalah mereka melakukan dialog sesuai dengan karakter dalam lakon cerita yang kita berikan.

F. Hasil Penelitian yang Relevan

  Maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang 1 menggunakan metode role playing dapat mempengaruhi motivasi belajar IPS siswa kelas V. Keaktifan siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan sesuai dengan harapan, hal itu tampak terlihat dari dipahami dandiikutinya petunjuk-petunjuk pembelajaran dari guru, terlibatnya semua siswa dalam melaksanakan tugas belajar dan pemecahanmasalah, munculnya keberanian untuk bertanya kepada sesame siswa atau guru.

G. Kerangka Berpikir

  Salah satu upaya yang dapat dilakukanguru adalah dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan membantu siswa memahami materipelajaran. Ho = tidak terdapat pengaruh pada penggunaan metode role playing(bermain peran) terhadap motivasi belajar siswa kelas V A SDN Cempaka Putih I pada mata pelajaran bahasa Indonesia.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cempaka Putih 1 yang dilakukan

B. Metode dan Desain Penelitian

  pada siswa kelas V semester ganjil tahun ajaran 2014-2015 yang dilaksanakan pada bulan November 2014 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra- eksperimental, karena design ini belum merupakan eksperimen sungguh- sungguh. Pola ini dikenal pula sebagai pola “sebelum dan sesudah”, dengan struktur 2 desain sebagai berikut: X 1 O X 2 Keterangan : X1 : Pretest (sebelum diberi perlakuan) O : Perlakuan pembelajaran dengan menggunakan Metode pembelajaran role playing (bermain peran) X2 : Posttest (setelah diberi perlakuan) O adalah treatment yang diberikan untuk dilihat pengaruhnya dalam eksperimen tersebut.

C. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian

  5 Angket merupakan instrument penelitian utama yang digunakan peneliti untuk memeproleh data mengenai motivasi belajar siswa kelas VA pada mata pelajaran bahasa Indonesia diSDN Cempaka Putih I sebelum dan setelah diberi perlakuan. Angket ini berupa 15 butir daftar pernyataan tentang motivasi belajar siswa sebelumdiberi perlakuan dan setelah diberi perlakuan, 15 butir pernyataan tentang pengaruh metode role playing terhadap motivasi belajar siswa pada matapelajaran bahasa Indonesia.

E. Teknik Analisis Data

  Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan dilakukan dengan cara meninjau hasil penelitian secara kritis dengan teori yang relevan dan informasi akurat yang diperolehdari lapangan dengan analisa kualitatif secara deskriptif dan menyajikan data hasil penelitian dalam bentuk teks yang bersifat naratif Ha = terdapat pengaruh pada pengunaan metode role playing (bermain peran) terhadap motivasi belajar siswa kelas V A SDN CempakaPutih I pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Ho = tidak terdapat pengaruh pada penggunaan metode role playing (bermain peran) terhadap motivasi belajar siswa kelas V A SDN Cempaka Putih I pada mata pelajaran bahasa Indonesia.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama Pada pertemuan pertama guru menjelaskan materi yang akan di

  Kemudian guru mengkondisikan siswa untuk menyimak sebuah peristiwa yang ada dalam sebuah teks percakapan, dan gurumembacakan sebuah teks percakapan. Kemudian guru meminta siswa untuk menympulkan isi dari teks percakapan tersebut.

2. Pertemuan Kedua

  Setelah itu gurumengkondisikan siswa untuk menentukan tokoh-tokoh yang akan diperankan oleh siswa, guru menggunakan kelas sebagai tempatpementasan, dan kemudian guru meminta siswa untuk mulai memerankan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita tersebut sesuai peran yang telah dipilihsebelumnya, guru meminta siswa yang tidak ikut berperan untuk mengamati permainan peran temannya. Pertemuan ke-2 Pada pertemuan kedua penggunaan metode role playing (bermain peran) terhadap motivasi belajar siswa kelas V A SDN Cempaka Putih Ipada mata pelajaran bahasa Indonesia, ada tiga indikator yang akan dilaksanakan pada pertemuan kedua ini diantaranya adalah menjelaskantema dalam sebuah cerita, menyebutkan amanat yang terkandung dalam cerita, menceritakan kembali cerita yang di dengar.

B. Deskripsi Data 1. Angket

  Total pertanyaanadalah sebanyak 30 item yang terdiri dari 15 pertanyaan angket motivasi belajar siswa dan 15 pertanyaan angket metode role playing (bermain dan jumlah responden peran) yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yang masuk dalam pengolahan data tersebut sebanyak 23 orang. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%) 1 Sangat Setuju 19 82,61 2 Setuju 4 17,39 3 Kurang Setuju - - 4 Tidak Setuju - -Jumlah 23 100 Tabel diatas menunjukkan 19 responden (82,61%) sangat setuju belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playingmenarik dan menyenangkan, 4 responden (17,39%) setuju belajar bahasaIndonesia dengan menggunakan metode role playing menarik dan menyenangkan.

2. Observasi a. Aktifitas Siswa Pertemuan ke-1

  3 Siswa mengerjakan tugas dengan baik sesuai waktu yang diberikan√ 24 Prosentase 45,83% Kriteria Cukup 11 Skor Maksimal Jumlah 6 Siswa tampak antusias selama mengikuti pelajaran√ 5 Siswa terlibat langsung dalam beragam kegiatan selama pembelajaran√ 4 Siswa dapat menerima materi dengan baik√ Aktifitas siswa yang diamati pada pertemuan pertama ini dimulai dengan kegiatan awal pembelajaran sampai kegiatan akhirpembelajaran yaitu salam dan membaca doa. Adapun urutan pelaksanaan pembelajaran antara lain: (1) siswa memperhatikanpenjelasan guru, (2) siswa merespon dan menjawab pertanyaan guru dengan baik, (3) siswa mengerjakan tugas dengan baik sesuai waktuyang diberikan, (4) siswa dapat menerima materi dengan baik, (5) siswa terlibat langsung dalam beragam kegiatan selama pembelajaran(6) siswa tampak antusias selama mengikuti pelajaran.

b. Aktifitas Guru Pertemuan ke-1

  Adapunurutan pelaksanaan pembelajaran antara lain: (1) guru membuka dan menutup pembelajaran dengan baik, (2) guru mengkondisikankesiapan pelaksanaan pembelajaran, (3) guru menyampaikan tujuan pembelajaran, (4) guru memberi pertanyaan kepada siswa ataumenanggapi siswa dengan baik, (5) guru bekerjasama dan bertanggungjawab terhadap proses KBM, (6) guru memberikankesimpulan materi yang telah dipelajari hari ini. Guru memberikan kesimpulan materi yang telah√ dipelajari hari ini Jumlah 18 Skor Maksimal 28 Prosentase 64,28% Kriteria Baik Dari hasil observasi aktifitas guru yang dilakukan pada pertemuan pertama ini menunjukkan bahwa pada aktifitas “guru membuka danmenutup pembelajaran dengan baik ” termasuk dalam kriteria sangat baik, namun pada aktifitas “guru menggunakan metode/strategipembelajaran selama proses KBM” termasuk pada kriteria kurang.

C. Uji Hipotesis Setelah menganalisis data, kemudian dilakukan pengujian hipotesis

  Pembahasan Hasil Penelitian Jika melihat hasil temuan dari keseluruhan data yang diperoleh peneliti di atas maka dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan prosentase hasilangket motivasi belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia sebelum menggunakan metode role playing (bermain peran) dan prosentase hasilangket motivasi belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia setelah menggunakan metode role playing (bermain peran). Kemudian dapat dilihat juga dari hasil observasi aktifitas mengajar guru dan hasil observasi aktifitas belajar siswa sebelum diberi perlakuan dan Dilihat dari pengujian uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa sebelum menggunakanmetode role playing (bermain peran) berbeda dengan rata-rata motivasi belajar siswa setelah menggunakan metode role playing (bermain peran).

BAB V PENUTUP A. Simpulan Sesuai dengan perumusan masalah penelitian dan berdasarkan hasil

  hal ini dapat dilihat dari data hasil angket motivasibelajar siswa pada pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) lebih tinggi dibandingkan data hasil angket motivasi belajar siswa pada pelajaran bahasa Indonesia dengan tidak menggunakan metode role playing (bermain peran). Karena t hitung > t tabel yaitu 26,545 > 2,074, maka dapatdisimpulkan bahwa H ditolak an Ha diterima, artinya skor motivasi belajar Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing(bermain peran) secara signifikan berbeda dengan rata-rata motivasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonseia dengan tidak menggunakanmetode role playing (bermain peran).

B. Saran

  Bagi Guru Memberi pengetahuan baru bahwa metode pembelajaran Role Playing(bermain peran) salah satu metode untuk meningkatkan motivasi belajar siswa agar siswa lebih bisa memahami materi pelajaran, lebih aktif dan menjadilebih berani untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Bagi Penulis Penelitian ini menjadi pengalaman sebagai masukan sekaligus pmenambah pengetahuan penulis dalam penerapan metode role playing(bermain peran) pada saat pembelajaran di dalam kelas.

DAFTAR PUSTAKA

   Guru memberikan kesimpulan tentang materi pembelajaran hari ini 3 Kegiatan Penutup  Siswa menyimak guru  Siswa berbagi pengalaman tentang tema pementasan peran yang telah dilakukan dan membuat kesimpulan  Siswa menyimak guru  Guru memberikan penguatan positif berupa pujian terhadap pementasan yang dilakukan oleh siswa. 3 Kegiatan Penutup  Guru memberikan kesimpulan Siswa menyima kesimpulan tentang materi pembelajaran yang diberikan guru hari ini  Guru memberikan penguatan Siswa menyimak jawaban berupa jawaban benar atau yang yang diberikan gurusalah terhadap hasil jawaban siswa  membaca materi yang akan disampaikan guru dibahas minggu depan  Guru menugaskan siswa untuk Siswa menyimak tugas yang  Siswa menyimak guru  Guru memotivasi siswa untuk giat belajar di rumah.

PERHITUNGAN UJI HIPOTESIS STATISTIK A

Menentukan Hipotesis statistic H : µ 1 ≤ µ 2 H 1 : µ 1 > µ

2 Keterangan:

  1 µ 2 : rata-rata motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia setelah diberi perlakuan B. Menentukan t tabel Untuk mencari t tabel karena hipotesisnya satu pihak, maka untuk menentukan t tabel = t (1- α),(dk) Dengan dk = n : rata-rata motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebelum diberi perlakuanµ 1 Siswa A 57 14 196 55 16 256 9 Siswa I 42 55 13 169 10 Siswa J 41 56 15 225 11 Siswa K 43 12 Siswa L 8 Siswa H 41 56 15 225 13 Siswa M 40 55 15 225 14 Siswa N 43 57 14 196 tabel = 2,074 C.

E. Kesimpulan

  Proses KBM Kriteria 3 Siswa mengerjakan tugas dengan baik sesuai waktu yang diberikan√ 2 Siswa merespon dan menjawab pertanyaan guru dengan baik√ 1 Siswa memperhatikan penjelasan guru√ 1 2 3 4 Lampiran 13HASIL WAWANCARA GURU PRA PENELITIAN Pewawancara : Meti Safitri Responden : Bpk. Masih banyak yang terlihat kurang fokus dan kurang semangat dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia terutama pada materi tentangbercerita.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh metode role playing (bermain peran) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di SDN Cempaka I Putih Tahun ajaran 2014-2015
0
17
122
Minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia (studi kasus di SMA PGRI 56 Ciputat)
1
30
98
Peningkatan hasil belajar siswa dengan metode diskusi pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Ta’lim Mubtadi I Kota Tangerang
0
8
121
Upaya meningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran pkn pada pokok bahasan sejarah berdirinya asean melalui penerapan metode jigsaw pada siswa kelas VI di MI Arrobiatul Adawiyah Kota Tangerang Tahun ajaran 2012/2013
0
21
114
Peningkatan motivasi belajar siswa kelas X melalui media audio visual pada mata pelajaran PAI di SMK Karya Ekopin
0
5
96
Pengaruh menonton program relevisi berbasis sains terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran biologi
0
13
115
Hubungan persepsi siswa terhadap disiplin guru dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam
5
24
101
Pengaruh metode role playing terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep gerak pada tumbuhan : kuasi eksperimen di smp muhammadiyah 4 tangerang
2
21
73
Pengaruh metode Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di SMP Al-Zahra Indonesia Pamulang
0
4
177
Pengaruh Praktikum terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran kimia : studi eksperimen di MAN Cikarang
0
7
0
Peningkatan keterampilan membaca melalui penerapan metode SQ3R pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V MI Al-Khairiyah Mampang Prapatan Jakarta Selatan Tahun pelajaran 2013-2014
0
16
111
Pengaruh penerapan metode ceramah bervariasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMK Al-Hidayah Lestari
6
59
115
Peningkatan motivasi belajar siswa melalui media audio visual pada mata pelajaran PKN siswa kelas II MI Al-Husna Ciledug Tahun pelajaran 2013/2014
3
11
126
Pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran bahasa dan sastra indonesia pada siswa kelas IX MTS Izzatul Islam Tajurhalang, Bogor Tahun ajaran 2014/2015
0
9
112
Pengaruh penggunaan metode drill terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas iv MIN Sei Agul Kec. Medan denai - Repository UIN Sumatera Utara
0
3
151
Show more