Peranan Humas Sub Divisi Bina Lingkungan PT. Pupuk Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan Di Kalangan Warga Desa Sumur Bandung Cikampek

Gratis

1
13
169
2 years ago
Preview
Full text

PERANAN HUMAS SUB DIVISI BINA LINGKUNGAN PT PUPUK KUJANG CIKAMPEK MELALUI PROGRAM PENANAMAN SATU MILYAR POHON TERHADAP CITRA PERUSAHAAN DI KALANGAN WARGA DESA SUMUR BANDUNG CIKAMPEK SKRIPSI

  Pupuk Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan.ini menunjukkan bahwa hubungan antara peranan Humas PT Pupuk Kesimpulan Penelitian Kujang Cikampek melalui program penanaman Satu Milyar Pohon terhadap citra perusahaan di kalangan warga Desa Sumur Bandung kecamatan Dawuan Timur Cikampek, mempunyaipengaruh yang sangat kuat, searah dan signifikan. Saran yang diberikan setelah penelitian terhadap Peranan Humas Sub divisi Bina Lingkungan melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan yang telah dilakukan adalah Humas PT Pupuk Kujang Cikampek mempertahankan konsistensinya dalammenjaga hubungan baik dengan publik internal maupun publik eksternal serta meningkatkan wujud keterlibatan perusahaan dalam tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social ).

M. MAULANA GHANI NIM. 41807165 PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI HUMAS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2011

  Pupuk Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan.ini menunjukkan bahwa hubungan antara peranan Humas PT Pupuk Kesimpulan Penelitian Kujang Cikampek melalui program penanaman Satu Milyar Pohon terhadap citra perusahaan di kalangan warga Desa Sumur Bandung kecamatan Dawuan Timur Cikampek, mempunyaipengaruh yang sangat kuat, searah dan signifikan. Saran yang diberikan setelah penelitian terhadap Peranan Humas Sub divisi Bina Lingkungan melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan yang telah dilakukan adalah Humas PT Pupuk Kujang Cikampek mempertahankan konsistensinya dalammenjaga hubungan baik dengan publik internal maupun publik eksternal serta meningkatkan wujud keterlibatan perusahaan dalam tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social ).

ENVIRONMENT THROUGH CULTIVATION OF BILLION PLANT PROGRAM TO CORPORATE

  Si Research purposes is to know how far correlation between the Role of PT Pupuk Kujang Cikampek Public Relations through Cultivation of Billion Plant program to corporate image inresidents of Sumur Bandung East Dawuan Cikampek. Research conclusion shows that there are correlation between the role of PT Pupuk Kujang Cikampek Public Relations through Cultivation of Billion Plant program to corporate image inresidents of Sumur Bandung East Dawuan Cikampek has a very strong influence, direction and significant.

KATA PENGANTAR

  Penulisan skripsi ini tidak lepas dari dukungan pihak keluarga, untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada Mamah dan Papap tercinta yang telahmemeliharaku dengan penuh kasih dan sayang dari kecil sampai sekarang, serta semua kakaku yang telah memberikan dukungan moril, materi serta kasih sayangnya. Si., selaku Ketua ProgramStudi Ilmu Komunikasi & Public Relations sekaligus Dosen Wali yang telah banyak membantu baik saat penulis melakukan aktivitas perkuliahan maupunsaat mengurus berbagai perijinan yang cukup membantu kelancaran penulis dalam pengembangan pada skripsi untuk dapat disidangkan, serta banyakmemberikan bimbingan,arahan dan masukan ketika beliau mengajar.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  PT Pupuk Kujang Cikampek memiliki Divisi Humas sebagai pelaksana dari semua jenis kegiatan dan upaya yang dilakukan, serta untukmenangani urusan layanan jasa dan informasi yang bertujuan untuk membangun citra perusahaan kepada masyarakat luas, melalui BiroKomunikasi Perusahaan (Biro KP) yang bertindak sebagai Humas di PT Pupuk Kujang Cikampek. Maka dari itu perusahaan harus menciptakanhubungan yang harmonis dengan publik internal dan publik eksternal atau masyarakat pada umumnya melalui kegiatan internal maupun kegiatan Dasar Dasar Public Relation bahwa “Humas memiliki 2 (dua) kegiatan utama, kegiatan internal, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan pihakperusahaan dan kegiatan eksternal, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan pihak diluar perusahaan.” (Abdurachman, 2001: 35).

1 Kabupaten Karawang

  Desa sumur bandung merupakandesa yang masih belum padat oleh perumahan dan masih banyak tersedia lahan kosong yang siap ditanami, desa sumur bandung juga merupakandesa yang paling dekat dengan pabrik PT Pupuk Kujang Cikampek. 1) http://www.pupukkujang.co.id Selain mengadakan dan melakukan penanaman pohon, PT Pupuk Kujang bekerja sama dengan PT BUMN Hijau Lestari 1 akan mengawasiperkembangan, memverifikasi, dan memelihara pohon-pohon tersebut minimal 3 tahun.

1.2. Identifikasi Masalah

  Maksud dan Tujuan Penelitian 1.31 Maksud Penelitian Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai Peranan Humas Sub Divisi BinaLingkungan PT. Pupuk Kujang Cikampek melalui ProgramPenanaman Satu Milyar Pohon terhadap Citra Perusahaan Di kalangan Warga Desa Sumur Bandung Tersebut.

1.3.2 Tujuan Penelitian

  Pupuk Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan di kalangan Warga Desa Sumur Bandung 2. Pupuk Kujang Cikampek Melalui ProgramPenanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan di kalangan Warga Desa Sumur Bandung 3.

1.4. Kegunaan Penelitian

  Kegunaan Teoritis Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam pengembangan Ilmu Komunikasi terutama dalam bidangHumas serta memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai masalah Peranan kerja Humas pada sub divisi bina lingkungandalam mengadakan kegiatan eksternal terhadap citra perusahaan. 1.4.2 Kegunaan Praktis Secara praktis, penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat berguna, yaitu untuk:.

1. Peneliti

  Program Studi dan Universitas Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan literatur dan referensi secara umum bagi mahasiswa UNIKOM dankhususnya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi mengenai langkah Humas dalam membina hubungandengan publik eksternal yaitu dalam membentuk dan mempertahankan citra perusahaan. Instansi Penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi, evaluasi dan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambilkeputusan di masa yang akan datang, juga sebagai masukan untuk perusahaan PT Pupuk Kujang Cikampek tentangsalah satu kegiatan eksternal yang dilakukan PT PupukKujang Cikampek di lingkungan sekitar perusahaan yaitu program penanaman satu milyar pohon.

1.5. Kerangka Pemikiran

1.5.1 Kerangka Teoritis

  Program Penanaman Satu Milyar Pohon tentunya merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh divisihumas sub divisi bina lingkungan PT Pupuk KujangCikampek untuk menciptakan citra yang baik di tengah masyarakat, bentuk program yang berkaitan dengan Corporate Social Responsibility ini merujuk kepada adanya keikutsertaan masyarakat sekitar untuk turut andil dalam penanaman satu milyar pohon. Kemudian untuk menjelaskan mengenai konsep variabel Y, yaitu citra PT Pupuk Kujang Cikampek, peneliti menggunakan 2) http://www.kamusbahasaindonesia.org Nimpoeno , yang mengasumsikan citra sebagai proses yang tergambarkan melalui persepsi, kognisi, motivasi, dan sikap.

1.5.2 Kerangka Konseptual

  Media adalah alat yang digunakan oleh PT Pupuk KujangCikampek dengan pihak-pihak yang terkait, berkenaan dengan pelaksanaan penanaman satu milyar pohon untuk mendukung program Sedangkan Variabel Y yaitu citra PT Pupuk Kujang Cikampek setelah diaplikasikan ke dalam Model Pembentukan Citra, adalah sebagaiberikut: 1. Persepsi merupakan hasil pengamatan warga Desa Sumur Bandung pada program yang dilakukan oleh PT Pupuk Kujang Cikampek yaitupenanaman satu milyar pohon di desa mereka dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengurangi polusi dan emisi gas.

1.6. Operasionalisasi Variabel

  Kegiatan - Tujuan Kegiatan 1 Peneliti mengoperasionalisasikan variabel penelitian sebagai berikut: Tabel 1.1. Operasionalisasi Variabel Variabel Indikator Alat Ukur Pertanyaan 1 Peranan Humas 1 19 Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2011 1 Jumlah 1 1 d.

1.7. Hipotesis

  H = Ada Hubungan antara Pesan yang dianggarkan 1 Humas PT Pupuk Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan Di Kalangan DesaSumur Bandung, Cikampek H = Tidak Ada Hubungan antara Pesan yang dianggarkan Humas PT Pupuk Kujang Cikampek Melalui ProgramPenanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan DiKalangan warga Desa Sumur Bandung, Cikampek 3. H = Ada Hubungan antara Media yang ditetapkan 1 Humas PT Pupuk Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan Di Kalangan wargaDesa Sumur Bandung, CikampekH = Tidak Ada Hubungan antara Media yang ditetapkanHumas PT Pupuk Kujang Cikampek Melalui Program PenanamanSatu Milyar Pohon Terhadap Citra Perusahaan Di Kalangan wargaDesa Sumur Bandung, Cikampek 4.

1 Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon

  Terhadap Persepsi warga Desa Sumur Bandung, CikampekH = Tidak Ada Hubungan antara Peranan Humas PT PupukKujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar PohonTerhadap Persepsi warga Desa Sumur Bandung, Cikampek 7. H 1 = Ada Hubungan antara Peranan Humas PT Pupuk Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar PohonTerhadap Sikap warga Desa Sumur Bandung, CikampekH = Tidak Ada Hubungan antara Peranan Humas PT PupukKujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar PohonTerhadap Sikap warga Desa Sumur Bandung, Cikampek 8.

1.8. Metode Penelitian

  Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah Metode dengan Teknik Analisis Korelasional Penelitian Survei Definisi metode penelitian survei menurut Singarimbun dan Effendy ”Metode Penelitian Survei adalah penelitian yang mengambil yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesionersebagai alat pengumpulan data yang pokok.” (Singarimbun dan Effendy, 1983: 3). Metode korelasi bertujuan untuk meneliti sejauhmana variabel pada satu faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lain.

1.9. Teknik Pengumpulan Data

  Begitupun menurut Sunaryo Kartadinata menyatakan bahwa : “Angket berstruktur adalah jika pertanyaan dalam angket tersebut sudah dilengkapi dengan kemungkinan jawaban dariresponden tinggal memeilih jawaban yang paling sesuai dengan hal-hal yang diketahui dan pengalamannya serta pendapat atauperasaannya ( Kartdinata, 1989 : 43). Studi kepustakaan dilakukan dengan mengadakan penelaahan terhadap buku-buku, literatur, jurnal ilmiah, dan teori-teori yang mempunyai kaitan dengan permasalahan yang dibahas, dan diteliti.

4. Internet Searching

Pengumpulan data dengan cara mencari dan melengkapi data-data yang dibutuhkan melalui situs, web maupun blog.

1.10. Teknik Analisa Data

  Setelah memperoleh data yang diperlukan, dalam penelitian ini maka selanjutnya akan dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Pengeditan Dalam tahap pengeditan, peneliti mengecek kelengkapan data, apabila ada kekurangan isi atau halaman, maka perlu dikembalikanatau diulang.

3. Tabulasi ( Tabulation)

  Analisis data kuantitatif dilakukan dengan cara memindahkan data kualitatif kedalam data kuantitatiff, dengan cara pemberianskor atas pilihan yang diberikan oleh setiap responden. Dalam menentukan skor peneliti menggunakan sekala likert dengan masing-masing pertanyaan responden di beri nilai sebagaiberikut : Sangat Setuju (SS) = 5 Setuju (S) = 4 Cukup Setuju (CS) = 3 Tidak Setuju (TS) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Peneliti mengolah data dari angket yang telah dibagikan ke dalam Tabel Induk.

1.11 Populasi dan Sampel Penelitian

1.11.1 Populasi Penelitian

  5 RW 05 38 8 RW 08 35 7 RW 07 45 6 RW 06 35 Menurut Jalaludin Rakhmat dalam bukunya yang berjudulMetode Penelitian Komunikasi, mengatakan bahwa “bagian yang diamati itu disebut sampel, sedangkan kumpulan objek penelitiandisebut populasi.” (Rakhmat, 2002: 78). Populasi dalam penelitian ini adalah Warga Desa SumurBandung, Cikampek, yang merupakan desa tempat berlangsungnyaProgram Penanaman Satu Milyar Pohon.

1.11.2 Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk diselidiki

  Bagian keseluruhan yang menjadi objek suatu penelitian yang disebut sampel dan Dalam memudahkan pengelolaan data perlu dilakukanpengamb ilan sampel dengan teknik “Proportional stratified random sampling ” hal ini dilakukan sesuai dengan pendapat Sutrisno Hadi yang mengatakan sebagai berikut:“Jika tingkatan-tingkatan dalam populasi itu diperhatikan, maka mula-mula yang dipastikan adalah berupa banyaknya strata yangada. Selanjutnya tiap strata harus mewakili dalam sampel penyelidikan dan subjek-subjek yang ditugaskan dalam tiap-tiapsampel dari tiap-tiap strata dalam populasi perimbangan itu harus dicerminkan pula dalam masing-masing strata dalam sampelsehingga mereka ini dapat dipandang sebagai wakil-wakil terbaik bagi populasi”.

1.13.1. Lokasi Penelitian

1.13.2. Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret 2011 sampai dengan bulan Juli 2011. Jadwal Kegiatan Penelitian Maret April Mei Juni Juli N Tahap o 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1.

1.14. Sistematika Penulisan

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan tentang uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif identitas responden, analisis deskriptif hasil penelitian, dan pembahasan. BAB V PENUTUP Bab ini merupakan bab terakhir yang berisikan tentang kesimpulan penelitian serta saran yang diberikan peneliti sehubungan dengan hasil penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Tentang Komunikasi

2.1.1. Hakikat dan Definisi Komunikasi

  Komunikasi menurut Everett M, Rogers seperti yang dikutipOnong Uchjana Effendy adalah “Proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untukmengubah tingkah laku mereka”.(Effendy, 2000:25). Pikiran dan perasaan sebagai isi pesanyang disampaikan komunikator kepada komunikan selalu menyatu secara terpadu, secara teoritis tidak mungkin hanya pikiran saja atau perasaansaja, masalahnya mana diantara pikiran dan perasaan yang dominan.

2.1.2. Komponen Komponen Komunikasi

  Effendy, lingkup Ilmu Komunikasi berdasarkan komponennya terdiri dari: 1. Berdasarkan komponen-komponen tersebut Lasswell menyebutkan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikatorkepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

1. Komunikator dan Komunikan

  Lambang dalam media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, kial, isyarat, gambar, warna dan sebagainya yang secara langsung mampumenerjemahkan pikiran atau perasaan komunikator pada komunikan.(Effendy, 2000: 11). Media tradisional misalnya bedug, pagelaran seni, dan lain-lain sedangkan nedia yang lebih modern misalnya surat, papan pengumuman, telepon,telegram, pamflet, poster, spanduk, surat kabar, majalah, film, televisi, internet yang pada umumnya diklasifikasikan sebagai media tulisan ataucetak, visual, audio dan audio-visual.

4. Efek

  Komunikasi selalu mempunyai efek atau dampak atas satu atau lebih orang yang terlihat dalam tindak komunikasi. Ketiga Anda mengkinmemperoleh cara-cara atau gerakan baru seperti cara melemparkan bola atau melukis, selain juga perilaku verbal dan non verbal yang patut, iniadalah efek psikomotorik (DeVito, 1997: 29).

2.1.3. Konteks Komunikasi

  Secara luas, konteks komunikasi di sini berarti semua faktor-faktor di luar orang-orang yang berkomunikasi yang terdiri dari: 1. Sehingga dikenal adanya komunikasi dengan diri sendiri (intrapersonal communication), komunikasi diadik (dyadic ), komunikasi antarpribadi (interpersonal communication), communication komunikasi kelompok kecil (small group communication), komunikasi publik (public communication), komunikasi organisasi (organization), dan komunikasi massa (mass communication).

2.2. Tinjauan Tentang Komunikasi Organisasi

2.2.1. Pengertian Komunikasi Organisasi

  Pengertian komunikasi organisasi menurut Redding dan Sanborn yang dikutip oleh Muhammad adalah sebagai berikut:“Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Adapun yang dimaksud “Komunikasi internal disebut juga sebagai pertukaran gagasan diantara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaanatau jawatan tersebut lengkap dengan struktur khas (operasi) dan pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal di dalamperusahaan atau jawatan yang menyebabkan pekerjaan berlangsung(operasi dan m anajemen).” (Effendy, 1990:112).

2.2.2. Jaringan Komunikasi Organisasi

  Jaringan Komunikasi Formal Seperti yang dikemukakan oleh Muhammad dalam bukunya “KomunikasiOrganisasi” menyatakan bahwa:“Bila pesan mengalir melalui jalan resmi yang ditentukan oleh hierarki resmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan maka pesan itu menurutjaringan komunikasi formal. Informasi yang diperoleh dari desas-desus adalah yangberkenaan dengan apa yang didengar atau apa yang dikatakan orang dan bukan apa yang diumumkan oleh orang yang berkuasa” (Muhammad,2001: 125).

2.2.3. Hambatan Hambatan Komunikasi Dalam Organisasi

1. Gangguan

  Orang hanya akan memperhatikan prasangka yang ada hubungannya dengan kepentingannya,karena kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian, tetapi juga menentukan daya tanggap, perasaan, pikiran dan tingkah laku kita akanmerupakan sikap reaktif terhadap segala perangsang yang tidak bersesuaian atau bertentangan dengan suatu kepentingan. Semakin sesuaikomunikasi dengan motivasi seseorang, maka semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat diterima dengan baik oleh pihak yang bersangkutan,begitu juga sebaliknya.

2.3. Tinjauan Tentang Komunikasi Kelompok

  Pengertian tentang kelompok diungkapkan oleh Deddy Mulyana dalam bukunya Ilmu Komunikasi, kelompok adalah:“Sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.”(Mulyana, 2000: 74). Kelompok adalah dimaksudkan suatu kumpulan manusia yangmempunyai antar hubungan sosial yang nyata dan yang memperlihatkan struktur yang nyata pula.

2.4. Tinjauan Tentang Komunikasi Antarpribadi

2.4.1. Definisi Komunikasi Antarpribadi

  Menurut Schramm (1974) diantaramanusia yang saling bergaul, ada yang saling berbagi informasi, namun ada pula yang membagi gagasan dan sikap. Theodorson (1969) selanjutnyamengemukakan pula bahwa, komunikasi adalah proses pengalihan informasi dari satu orang atau sekelompok orang dengan menggunakansimbol-simbol tertentu kepada satu orang atau satu kelompok lain.

2.4.2. Fungsi Komunikasi Antarpribadi

  Keistimewaan utama dari komunikasi antarpribadi terletak pada umpan balik yang tidak ditunda (undelayed feedback). Umpan balik berfungsi sebagai unsur pemerkaya, pemerkuat komunikasi antarpribadi sehingga harapan-harapan, minat, keinginan, parakomunikator, dan komunikan dapat dicapai.

2.5. Tinjauan Tentang Humas

2.5.1. Pengertian Humas

  Tujuan Humas Menurut Oemi Abdurachman, dalam bukunya Dasar Dasar Public Relations , adalah “Mengembangkan goodwill dan memperoleh opini publik yang favourable image atau menciptakan kerja samaberdasarkan hubungan yang baik dengan berbagai publik.” (Abdurachman, 2001: 34). Operasionalisasi Public Relations adalah membina hubungan yang baik dan harmonis dengan publik dan mencegah terjadinya rintangan psikologi,baik yang timbul dari organisasi maupun pihak luar.

2.5.4 Fungsi Humas

  Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijaksanaandan operasionaisasi organisasi. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat”.(Soekamto, 1990:269)Jadi dapat disimpulkan bahwa peranan adalah berfungsinya sesuatu atau seseorang dalam suatu peristiwa secara menonjol diantara yang lainnyasehingga memberikan dampak yang berarti terhadap peristiwa tersebut.

2.7.1 Pengertian Citra Citra merupakan tujuan utama dari suatu instansi atau perusahaan

Terutama untuk bagian humas. juga merupakan reputasi dan prestasi yang Bertolak dari penjelasan diatas, lain halnya yang dikemukakan oleh dalam Sukatendel (1990) yang dikutip kembali oleh Bill CantonSoemirat & Ardianto , mengatakan bahwa: “Image: the impression, the feeling, the conception which the public has of a company; a consciously created impression of a object, person or organization (Citra adalah kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi)”.(Soemirat & Ardianto, 2002: 111).

2.7.2. Jenis Jenis Citra

  Citra keinginan adalah citra yang merupakan seperti apa yang ingin dicapai oleh pihak manajemen terhadap lembaga atu pruduk yang lebih di kenal (Good Awareness), menyenangkan, dan diterima dengankesan positif.adalah citra yang berkaitan dengan sosok Citra perusahaan perusahaan atau instansi sebagai tujuan utama yakni bagaimana menciptakan citra perusahaan yang positif, lebih dikenal serta dapatditerima oleh publik. Citra Perusahaan Citra perusahaan (corporate image) merupakan kesan psikologis dan gambaran dari berbagai kegiatan suatu perusahaan dimata khalayakpubliknya yang berdasarkan pengetahuan, tanggapan serta pengalaman- pengalaman yang telah diterimanya.

2.8 Tinjauan Tentang Program Penanaman Satu Milyar Pohon

  Acara yang diselenggarakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca 26% hinggatahun 2020 tersebut dihadiri oleh Direksi PT Pupuk Kujang dan jajaranMuspida Kabupaten Karawang. Selain mengadakan dan melakukan penanaman pohon, PT Pupuk Kujang bekerja sama dengan PTBUMN Hijau Lestari 1 akan mengawasi perkembangan, memverifikasi, dan memelihara pohon-pohon tersebut minimal 3 tahun.

BAB II I OBJEK PENELITIAN

3.1. Tinjauan Tentang PT Pupuk Kujang

3.1.1. Sejarah PT Pupuk Kujang

  19 tahun 1975 didirikan PT Pupuk Kujang (Persero), sebuah BadanUsaha Milik Negara (BUMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Kontraktor utama untuk pelaksanaan proyek pupuk urea ini dlaksanakan oleh Kellog Overseas Corporation dari Houston, Texas, AmerikaSerikat dan Toyo Engineering Corporation dari Jepang sebagai sub kontraktor. Pada tanggal 7 November 1978, pembangunan pabrik Pupuk JawaBarat telah dapat diselesaikan, dan ketika itu juga pabrik Pupuk Kujang untuk pertama kalinya berhasil memproduksi butiran-butiran urea yang pertama.

3.1.2. Logo PT Pupuk Kujang Setiap Perusahaan senantiasa dilengkapi dengan logo perusahaan

  Logo tersebut memiliki arti yang penting bagi perusahaan tersebut dan merupakan tanda pengenal yang tetap. Hitam : KeteguhanMakna Angka Logo PT Pupuk Kujang adalah sembilan butir pada masing-masing batang dan enam butir titik dalam lingkaran pada sisi kanandan kiri bermakna tanggal 9 bulan 6 yaitu tanggal didirikan PT Pupuk Kujang tahun 1975.

3.1.3. Visi dan Misi PT Pupuk Kujang

  Usaha kecil yang menghasilkan barang yang di pakai oleh PT Pupuk Kujang seperti suku cadang pabrik dan lain-lain. Dasar dari pembangunan PT Pupuk Kujang ini adalah ingin meningkatkan produksi pertanian dalam usaha swasembada pangan makamotto, visi dan seluruh isi misi di atas sangat membantu usaha petani di nusantara, agar labih mudah dalam mengembangkan sektor perusahaanmereka.

3.1.4. Slogan PT Pupuk Kujang

  PT Pupuk Kujang sangat mengutamakan kepentingan dan kebutuhan para petani, untuk itu PT Pupuk Kujang mempunyai slogan “Pupuk Kujangsahabat petani.” Slogan tersebut dapat dimaknai sebagai kedekatan PT Pupuk Kujang dengan para petani. Struktur Organisasi PT Pupuk Kujang PT Pupuk Kujang dipimpin oleh Direktur Utama yang merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang bertugas menerima kekuasaan darikeputusan rapat umum pemegang saham.

3.1.7. Job Description

1. Kepala Humas

  Membina hubungan kerja sama yang baik dengan pejabat pemerintah tingkat pusat, daerah, instansi non pemerintah khususnya instansikehumasan serta media massa demi kelancaran hubungan baik secara keseluruhan antara perusahaan dengan pejabat dan instansi yang terkaittersebut diatas. Pupuk Kujang setiap tahun dengan materi dan penampilan yang baik serta tepat waktu.

2. Staff Administrasi Humas

  Bagian Protokol Dan Perlengkapan Memimpin dan melaksanakan setiap upacara atau resmi perusahaan adalah tugas dari keprotokolan dan perlengkapan. Mencatat seluruh kegiatan perusahaan baik yang di lakukan di dalam perusahaan PT.

3.1.8. Sejarah Bagian Humas PT Pupuk Kujang

  Bagian Humas PT Pupuk Kujang dibentuk bersamaan dengan berdirinya PT Pupuk Kujang. Pada awal berdiri, Bagian Humas PT PupukKujang mempunyai divisi sendiri (state of being), namun saat ini BagianHumas PT Pupuk Kujang bergabung dengan Bagian Bina Lingkungan yang dinamakan Biro Komunikasi PT Pupuk Kujang.

3.1.9. Struktur Organisasi Bagian Humas

  Humas merupakan salah satu bidang spesialisasi dalam ilmu komunikasi yang menitikberatkan pada usaha menumbuhkan salingpengertian dan kerjasama antar publik pada suatu instansi atau suatu perusahaan. Fungsi Bagian Humas adalah mengkoordinasikan seluruh kegiatan operasional yang ada pada Biro Komunikasi dengan cara menyeimbangkandan menyelaraskan semua kegiatan operasional Bagian Humas dan BagianBina Lingkungan sehingga dapat tercapai sasaran kualitas yang ditetapkan secara efektif dan efisien.

3.1.10. Kegiatan Internal dan Eksternal Humas PT Pupuk Kujang

1. Kegiatan Internal Humas PT Pupuk Kujang

2. Kegiatan Eksternal Humas PT Pupuk Kujang

  Kegiatan internal berfungsi untuk membina hubungan ke dalam dari sebuah perusahaan yaitu para karyawan yang merupakan faktor penting yang ikutmenentukan tercapai tidaknya tujuan sebuah organisasi. Bentuk kegiatan internal PT Pupuk Kujang meliputi: tatap muka antara manajemen dankaryawan; penerbitan media internal seperti buletin, kalender dan agenda Pupuk Kujang; serta pemakaian intranet.

3.2. Tinjauan Tentang Responden Penelitian

  Ada enam Kecamatan yang berada di sekeliling kawasan industri ini yaitu Kecamatan Dawuan Tengah, Kecamatan Dawuan barat, KecamatanDawuan Timur, Kecamatan Kamojing, Kecamatan Kalihurip dan Kecamatan Cikampek. Dari enam Kecamatan yang berada di kawasan PT Pupuk Kujang, desa sumur bandung di kecamatan Dawuan Timur terpilih menjadi tempatberlangsungnya program penanaman satu milyar pohon yang diselenggarakan oleh humas sub divisi bina lingkungan, sehingga populasi ditentukanberdasarkan Rukun Warga (RW) sedangkan untuk responden dalam penelitian Jumlah responden secara keseluruhan adalah 319 Kepala Keluarga, yaitu sebagai berikut: 1.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini peneliti akan menguraikan dan menganalisis data hasil

  penelitian yang dilakukan tentang “Peranan Humas Sub Divisi Bina Lingkungan PTPupuk Kujang Cikampek Melalui Program Penanaman Satu Milyar Pohon di DesaSumur Bandung Cikampek Terhadap Citra Perusahaan.” Data yang terkumpul diperoleh dari penyebaran angket kepada kepala keluarga di Desa Sumur Bandung Kelurahan Dawuan Timur. Angket ini disebarkankepada 76 orang, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara lengkap dan jelas mengenai masalah yang sedang diteliti olehpeneliti.

4.1. Uji Validitas dan Reliabilitas

  Sebelum menyebarkan angket penelitian atau kuesioner kepada responden warga Desa Sumur Bandung Kelurahan Dawuan Timur Cikampek, terlebih dahulupeneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas pada 20 pertanyaan (dari pertanyaan nomor 6 sampai dengan pertanyaan nomor 26), mengenai data penelitian. Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

4.2 Deskriptif Data Responden

  Untuk mengetahui dan menjelaskan identitas responden dalam penelitian ini, maka peneliti membuat tabel-tabel tunggal untuk menjelaskan identitas atau datamengenai jenis kelamin responden, usia responden, pendidikan terakhir responden, agama responden, dan status responden sebagai warga tetap, yang dapat dilihat dari Tabel 4.1. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 76 responden, 31 responden (40.8%) adalah SLTP/sederajat, 34 responden (44.7%) adalah SLTA/sederajat, 5 responden (6.6%) adalah Diploma/Sederajat, dan 6 responden (7.9%) adalah Sarjana (S1).

4.3 Analisis Deskriptif Hasil Penelitian

  Analisa peneliti sebuah perusahaan yang berada di wilayah sekitar pemukiman warga harus dapat berinteraksi dengan warga sekitar tempat perusahaanitu didirikan, dalam hal ini PT Pupuk Kujang mengadakan program penanaman satu milyar pohon untuk dapat menjaga hubungan yang baik dengan warga sekitar, jikadilihat dari table diatas maka terlihat mayoritas responden menyatakan setuju dengan bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh humas PT Pupuk Kujang Cikampek. Analisa peneliti dalam menjalin hubungan yang baik dengan pihak luar sebuah perusahaan harus dapat menyampaikan tema pesan yang tepat agar terjalinkomunikasi yang efektif antara perusahaan dengan pihak lain, jika dilihat dari table diatas maka akan terlihat mayoritas responden menyatakan setuju dengan tema pesandi dalam program penanaman satu milyar pohon yang diadakan oleh humas PT Pupuk Kujang Cikampek.

4.4 Pembahasan

  PT Pupuk Kujang Cikampek memiliki Pranata Humas sebagai pelaksana dari semua jenis kegiatan dan upaya yang dilakukan, serta untuk menangani urusanlayanan jasa dan informasi yang bertujuan untuk membangun citra perusahaan kepada masyarakat luar, melalui Biro Komunikasi Perusahaan (Biro KP) yangbertindak sebagai Humas di PT Pupuk Kujang Cikampek. Proses Public Relations sendiri menurutRhenald Kasali, yaitu seseorang telah melakukan peranan apabila telah melalui beberapa tahap untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu membuat perencanaanterlebih dahulu, kemudian melakukan kegiatan yang direncanakan, apa pesan yang akan disampaikan melalui kegiatannya, media apa yang digunakan dalampelaksanaan kegiatannya, dan bagaimana evaluasi dari kegiatan yang sudah dilakukan.

4.4.1 Hubungan antara variabel X1 (Kegiatan Humas) dengan variabel Y (Citra Perusahaan)

  Berikut ini merupakan penelitian mengenai hubungan antara Kegiatan Humas dengan Citra Perusahaan, yang dijelaskan pada tabel berikut : Koefisien Variabel r xy t hitung t tabel Keputusan Keterangan Determinasi X1 dan Y 0.604 6.513 1.993 Ho ditolak Signifikan 36.44%Sumber : Data yang sudah diolah Dari tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa besarnya hubungan KegiatanHumas dengan Citra Perusahaan adalah 0.604. Hal tersebut mengindikasikan penolakan Ho yang menunjukan bahwa terdapatnya hubungan antara Kegiatan Humas dengan Citra Perusahaan.

4.4.2 Hubungan antara variabel X2 (Pesan) dengan variabel Y (Citra Perusahaan)

  Berikut ini merupakan penelitian mengenai hubungan antara Pesan denganCitra Perusahaan, yang dijelaskan pada tabel berikut : Koefisien Variabel r xy t hitung t tabel Keputusan Keterangan Determinasi X2 dan Y 0.441 4.228 1.993 Ho ditolak Signifikan 19.46%Sumber : Data yang sudah diolah Dari tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa besarnya hubungan Pesan dengan Citra Perusahaan adalah 0.441. hitung tabelHal tersebut mengindikasikan penolakan Ho yang menunjukan bahwa terdapatnya hubungan antara Pesan dengan Citra Perusahaan.

4.4.3 Hubungan antara variabel X3 (Media) dengan variabel Y (Citra Perusahaan)

  Berikut ini merupakan penelitian mengenai hubungan antara Media denganCitra Perusahaan, yang dijelaskan pada tabel berikut : Koefisien Variabel r xy t hitung t tabel Keputusan Keterangan Determinasi X3 dan Y 0.247 2.193 1.993 Ho ditolak Signifikan 6.10%Sumber : Data yang sudah diolah Dari tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa besarnya hubungan Media dengan Citra Perusahaan adalah 0.247. Hasil pengujian dengan statistik t didapat nilai t (2.193) > t (1.993).

4.4.4 Hubungan antara variabel X (Peranan Humas) dengan variabel Y1 (Persepsi)

  Berikut ini merupakan penelitian mengenai hubungan antara Peranan Humas dengan Persepsi, yang dijelaskan pada tabel berikut : Koefisien Variabel r xy t hitung t tabel Keputusan Keterangan Determinasi X dan Y1 0.459 4.447 1.993 Ho ditolak Signifikan 21.09%Sumber : Data yang sudah diolah Dari tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa besarnya hubungan Peranan Humas dengan Persepsi adalah 0.459. Hal hitung tabel tersebut mengindikasikan penolakan Ho yang menunjukan bahwa terdapatnyahubungan antara Peranan Humas dengan Persepsi.

4.4.5 Hubungan antara variabel X (Peranan Humas) dengan variabel Y2 (Kognisi)

  Berikut ini merupakan penelitian mengenai hubungan antara Peranan Humas dengan Motivasi, yang dijelaskan pada tabel berikut : Koefisien Variabel r xy t hitung t tabel Keputusan Keterangan Determinasi X dan Y3 0.421 3.994 1.993 Ho ditolak Signifikan 17.74%Sumber : Data yang sudah diolah Dari tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa besarnya hubungan Peranan Humas dengan Motivasi adalah 0.421. Berikut ini merupakan penelitian mengenai hubungan antara Peranan Humas dengan Sikap, yang dijelaskan pada tabel berikut : Koefisien Variabel r xy t hitung t tabel Keputusan Keterangan Determinasi X dan Y4 0.538 5.490 1.993 Ho ditolak Signifikan 28.94%Sumber : Data yang sudah diolah Dari tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa besarnya hubungan Peranan Humas dengan Sikap adalah 0.538.

Dokumen baru

Download (169 Halaman)
Gratis