Wacana keterlibatan anak-anak dalam kampanye partai keadilan sejahtera jelang Pemilu 2014 di Merdeka.com

Gratis

0
3
114
2 years ago
Preview
Full text
WACANA KETERLIBATAN ANAK-ANAK DALAM KAMPANYE PARTAI KEADILAN SEJAHTERA JELANG PEMILU 2014 DI MERDEKA.COM Skripsi DiajukanuntukMemenuhiPersyaratanMemperolehGelarSarjanaKomunikasi Islam (S.Kom.I) Oleh: Rahmaidah NIM: 1110051100043 KONSENTRASI JURNALISTIK JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1435 H / 2014 M LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini merupakan hasil karya saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Stara 1 (S1) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini, telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang belaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika kemudian hari terbukti bahwa karya ini hasil plagiat atau hasil jiplakan karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, 18 Desember2014 Rahmaidah 1110051100043 ABSTRAK Rahmaidah 1110051100043 Wacana Keterlibatan Anak-Anak Dalam Kampanye Partai Keadilan Sejahtera Jelang Pemilu 2014 di Merdeka.com. Kampanye politik merupakan kegiatan politik dalam menyambut pemilihan umum. Keberhasilan partai politik biasanya dilihat dari banyaknya massa yang ikut terlibat, bahkan mereka cenderung mengikutsertakan anak-anak dalam kampanye. Seperti yang terjadi pada kampanye pemilu legislatif pada 16 Maret – 5 April 2014 lalu.Salah satu partai politik yang mendapat sorotan tajam serta teguran oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Badan Pengawas Pemilu adalah Partai Keadilan Sejahtera. Berdasarkan latar belakang di atas dapat memunculkan pertanyaan. Bagaimana wacana yang diangkat Merdeka.com terkait pemberitaan keterlibatan anak-anak dalam kampanye Partai Keadilan Sejahtera jelang pemilu 2014? Bagaimana kognisi sosial yang melatarbelakangi wacana yang dibentuk pada pemberitaan keterlibatan anak-anak dalam kampanye Partai Keadilan Sejahtera jelang pemilu 2014 di Merdeka.com? Bagaimana konteks sosial Merdeka.com pada berita keterlibatan anak-anak dalam kampanye Partai Keadilan Sejahtera jelang pemilu 2014? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berlandaskan paradigma kritis. Paradigma kritis melihat bahwa media bukanlah saluran yang bebas dan netral. Media justru dimiliki oleh kelompok tertentu dan digunakan untuk mendominasi kelompok yang tidak dominan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis wacana Teun A. Van Dijk. Analisis ini mengaitkan tiga dimensi yaitu analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian dilapangan, pada tahap teks pemberitaan terkait keterlibatan anak-anak dalam kampanye PKS menggambarkan bagaimana kondisi kampanye akbar PKS yang menjadi sorotan banyak pihak. Kampanye PKS yang melibatkan anak-anak tersebut merupakan salah satu pelanggaran kampanye seperti yang tertera pada Peraturan KPU, dimana pelaksana, peserta dan petugas kampanye dilarang memobilisasi Warga Negara Indonesia yang belum memenuhi syarat sebagai pemilih. Dalam hal ini, Merdeka.com juga mengambil sudut pandang adanya anak-anak yang memakai atribut PKS, seperti : baju, topi, dan memegang buku serta bendera kecil yang semuanya beruliskan „saya pilih PKS‟. Pelanggaran yang dilakukan PKS yang secara sengaja melibatkan anak-anak dalam kampanyenya merupakan hal yang berusaha ditampilkan dalam pemberitaan ini. Merdeka.com secara jelas menolak keterlibatan anak-anak dalam kampanye. Merdeka.com berusaha menggiring masyarakat untuk mengetahui dan ikut mengawasi berlangsungnya kampanye. Kasus keterlibatan anak-anak setiap masa kampanye selalu menjadi perdebatan yang tidak jelas solusinya dan terus i berulang padahal sudah ada aturan kampanye dan Undang-Undang yang melarangnya. Kata kunci : PKS, Merdeka.com, Kampanye politik, Hierarki Pengaruh, Analisis Wacana Teun A. Van Dijk. KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahiim Assalamualaikum Wr. Wb Puji syukur peneliti panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan kuasa-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, serta keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Alhamdulillah, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Wacana Keterlibatan Anak-Anak dalam Kampanye Partai Keadilan Sejahtera Jelang Pemilu 2014 di Merdeka.com”, yang disusun untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar Strata 1 (S1), di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peneliti secara khusus ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua peneliti, yaitu Ibunda Neliati dan Ayahanda Ramlan Hasibuan yang selama ini selalu mendukung anak-anaknya untuk menjadi manusia lebih baik, bermanfaat, dan bisa membanggakan. Terimakasih juga karena telah memberikan semangat dan kasih sayang yang tidak pernah ada hentinya. Semoga mereka selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu diberikan kesehatan olehNya. Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Peneliti yakin skripsi ini tidak akan berjalan baik dan ii lancar tanpa adanya bantuan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. H. Arief Subhan, M.A. Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Suparto, M. Ed, Ph.D. Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Drs. Jumroni, M.Si, serta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, H. Sunandar, M.A. 2. Ketua Konsentrasi Jurnalistik, Kholis Ridho, M.Si. serta Sekretaris Konsentrasi Jurnalistik Dra. Hj. Musfirah Nurlaily, M.A. yang selalu berkenan membantu peneliti dalam hal perkuliahan. 3. Dr. Gun Gun Heryanto, M. Si selaku dosen pembimbing dan inspirator bagi peneliti untuk terus belajar dan menjadi manusia yang lebih bermanfaat. Terimakasih peneliti ucapkan karena telah sabar dapat meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, ilmu, dan motivasi hingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Semoga selalu menjadi dosen yang membanggakan dan istimewa di hati mahasiswa. 4. Rubiyanah, M.A dan Ade Rina Farida, M.Si, yang selalu berkenan membantu dan member motivasi terhadap peneliti 5. Segenap Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah banyak memberikan ilmu serta pengalaman kepada peneliti selama menuntut ilmu di Jurusan Jurnalistik. iii 6. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu peneliti dalam urusan administrasi selama perkuliahan dan penelitian skripsi. 7. Ramadhian Fadillah dan M. Hasits (Staf Redaksi Merdeka.com) selaku narasumber yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi kepada peneliti untuk melakukan penelitian ini. 8. Ali Akbar Faisal, adik peneliti yang selalu memberikan semangat serta dukungannya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik. 9. Sahabat seperjuangan dan terbaik peneliti, Hetty Choiriyah, Anastasia, Weldania, Kristanti, Isye, Nurviki, Nurbayani, Richie, Irvan Ramadhan, Farhan Kamal, Fajar Yugaswara, Halimatussa‟diyah, Aditya Herdiansyah, Rijuan Hartadian Putra, Ahmad Fauzi, Damar, Kenwal, Siti Nurhayati, Puput, dan Ambar Widati. Terimakasih sudah memberikan semangat serta motivasi selama penelitian dan menerima semua keluh kesah peneliti dengan sabar. Semoga persahabatan dan tali silaturahmi kita tidak akan pernah terputus sampai kapanpun dan semoga semua yang kita citacitakan dapat tercapai. 10. Teman-teman Jurnalistik 2010 yang telah berjuang bersama-sama dalam mengikuti perkuliahan selama hampir empat tahun. Terimakasih atas pertemanan, dan pengalaman yang telah diberikan kepada peneliti. iv 11. Teman-teman KKN PERS 2013 yang telah memberikan pengalaman berharga sepanjang mengabdikan diri bersama di Desa Rajeg Mulya. 12. Semua pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu. Namun, hal ini tidak mengurangi rasa hormat dan ucapan terimakasih peneliti. Akhir kata, Peneliti menyadari skripsi ini masih belum mencapai kesempurnaan namun peneliti telah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikannya dengan baik. Peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Wassalamualaikum Wr. Wb Ciputat, 18 Desember 2014 Peneliti v DAFTAR ISI ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . viii BAB I BAB II PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. 1 B. Batasan dan Rumusan Masalah. 8 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 9 D. Kajian Pustaka. 10 E. Metodologi Penelitian . 12 F. SistematikaPenulisan . 17 KAJIAN TEORITIS A. BAB III BAB IV Analisis Wacana Teun A. Van Dijk . 18 1. Teks . 19 2. Kognisi Sosial . 29 3. Konteks Sosial . 30 B. Konseptualisasi Kampanye . 31 C. Media Online. 34 D. Konseptualisasi Berita. 35 1. Definisi Berita . 36 2. Nilai-nilai Sebuah Berita. 37 3. Jenis-jenis Berita . 39 GAMBARAN UMUM A. Profil dan Perkembangan Merdeka.com . 40 B. Visi dan Misi Merdeka.com . 43 C. Alur Berita di Merdeka.com . 44 D. Struktur Organisasi Merdeka.com . 45 Temuan dan Analisis Data vi A. BAB V Wacana Keterlibatan Anak-anak di Merdeka.com 49 1. Analisis Teks edisi 16 Maret 2014. 51 2. Analisis Teks edisi 24 Maret 2014. 62 B. Analisis Kognisi Sosial . 72 C. Analisis Konteks Sosial . 78 D. Interpretasi Peneltian. 84 Penutup A. Kesimpulan . 85 B. Saran. 87 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vii Daftar Tabel Tabel 2.1 Struktur Teks Menurut Van Dijk . 23 Tabel 2.2 Elemen wacana van Dijk . 24 Tabel 3.1 Struktur organisasi kepengurusan Merdeka.com . 46 Tabel 3.3 Tim Redaksi Daerah . 47 Tabel 3.4 Tim Foto Merdeka.com. 48 Tabel 3.5 Rubrikasi Merdeka.com . 49 Tabel 4.1 Kerangka Analisis Data Rubrik Politik 1 “Kampanye Bawa Anak PKS Sebut Untuk Pendidikan Politik Dini”, Edisi 16 Maret 2014 . 60 Tabel 4.2 Kerangka Analisis Data Rubrik Politik 2 “Panitia Sudah Larang Kader PKS Bawa Anak Saat Kampanye”, Edisi 24 Maret 2014 . viii 70 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam masyarakat modern, media massa mempunyai peran yang cukup signifikan sebagai bagian dari kehidupan manusia sehari- hari. Seperti kita ketahui hampir pada setiap aspek kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama selalu mempunyai hubungan dengan aktivitas komunikasi massa. Selain itu, tanggapan masyarakat yang tinggi terhadap program komunikasi melalui media massa seperti : televisi, radio, surat kabar, majalah, dan internet menjadikan setiap saat masyarakat tidak dapat terlepas dari pengaruh media massa. Saat ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan informasi melalui media massa surat kabar, televisi maupun radio saja. Tetapi telah hadir situs berita edisionline dari media cetak surat kabar atau majalah, seperti: Merdeka.com, Kompas.com, Detik.Com, Republika Online, dan lain-lain. Media online merupakan produk jurnalistik online. Jurnalistik online disebut juga cyber journalism yang dapat didefinisikan sebagai pelaporan fakta atau peristiwa yang diproduksi dan didisturibusikan melalui internet. Media online merupakan media komunikasi yang pemanfaatannya menggunakan perangkat internet. Meskipun baru, media online sebagai salah satu jenis media massa yang tergolong memiliki pertumbuhan yang spektakuler. Dibanding media lain, media online memiliki kekuatan besar seperti jangkauannya yang tidak terbatas, dalam artian bangsa pasarnya 1 2 adalah dunia. Selain itu, biayanya sangat murah karena tidak butuh biaya cetak, biaya kertas (paperless), biaya distribusi dan penulisnya bisa dari mana saja, dapat diakses selama 24 jam dan berita yang lama masih bisa diakses karena ada fasilitas arsip. Dalam skripsi ini saya ingin membahas mengenai wacana keterlibatan anak-anak dalam kampanye Partai Keadilan Sejahtera jelang pemilu di media online Merdeka.com. Pada pemberitaan di Merdeka.com tanggal 16 Maret 2014 menjelaskan bahwa, sejak kampanye pemilu terbuka berlangsung pada 16 Maret 2014, terdapat pelanggaranpelanggaran yang terjadi dalam kampanye dan aksi para peserta partai yang digelar beberapa partai politik pun semakin banyak bermunculan. Pada saat itu yang sedang menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan masyarakat adalah pemberitaan mengenai banyaknya para peserta partai politik yang melibatkan anak-anak dibawah umur pada saat kampanye pemilu.1 KPAI menemukan pelanggaran yang dilakukan semua partai politik dalam kampanye pemilu legislatif terkait pelibatan anak-anak dalam kampanye. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada tiga hari penyelenggaraan kampanye terbuka, yaitu Minggu (16/3/2014) hingga Selasa (18/3/2014), ada sejumlah dugaan pelanggaran kampanye berupa pelibatan anak-anak yang dilakukan partai politik. Pelanggaran kampanye yang dilakukan partai politik dengan melibatkan anak-anak dalam kampanye pemilu legislatif tentunya telah www.merdeka.com, “ Kampanye Bawa Anak, PKS Sebut untuk Pendidikan Politik Dini,” dilihat pada 11 September 2014. 1 3 melanggar Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak. Sebagaimana dijelaskan dalam Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 : 1. Pasal 15 Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari : a. Penyalahgunaan dalam kegiatan politik. b. Pelibatan dalam sengketa bersenjata. c. Pelibatan dalam kerusuhan sosial. d. Pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan. e. Pelibatan dalam peperangan. 2. Pasal 87 Setiap orang yang secara melawan hukum merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 atau penyalahgunaan dalam kegiatan politik atau pelibatan dalam sengketa bersenjata atau pelibatan dalam kerusuhan sosial atau pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan atau pelibatan dalam peperangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).2 KPAI melaporkan sejumlah pelanggaran terkait pelibatan anakanak oleh partai politik dalam pemilu 2014 ke Badan Pengawas Pemilu RI, Rabu (19/3/2014). Ketua KPAI, Asrorun Ni‟am Sholeh mendatangi kantor Bawaslu dan ditemui langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Muhammad dan 2 www.Depkop.go.id/./02.%2002 Undang-undang- nomor 23 tahun 2002. Dilihat pada tanggal 17 Agustus 2014. 4 Sekretaris jenderal, Gunawan Suswantoro di Media Center Bawaslu RI. Berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan KPAI terkait penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik selama 3 hari (16 -18 maret 2014) menunjukkan kesadaran penyelenggara kampanye akan perlindungan anak masih rendah. Hasil tabulasi data KPAI terkait parpol yang melibatkan anak-anak dalam kegiatan kampanye menunjukkan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah melakukan 14 pelanggaran, disusul PDIP dengan 10 pelanggaran, Golkar, Hanura dan PKPI 8 pelanggaran, Nasdem 7 pelanggaran, Gerindra 6 pelanggaran , Demokrat dan PPP 6 pelanggaran, PKB dan PAN 5 serta PBB dengan 4 pelanggaran.3 Indikator pelanggaran pelibatan anak dalam kegiatan yang paling banyak dilanggar dalam kampanye adalah memobilisasi anak oleh partai politik atau calon legislatif dan menggunakan anak untuk memakai atribut kampanye. Sedangkan kegiatan kampanye pemilu 2014 yang berdampak langsung pada anak adalah sebagian calon legislatif maupun partai politik menggunakan tempat bermain anak atau tempat pendidikan anak untuk kegiatan kampanye terbuka, salah satunya yang dilakukan oleh PKPI. Dalam memberikan laporan dugaan pelibatan anak, KPAI juga berkomitmen untuk bekerjasama dengan Bawaslu terkait dengan pengawasan terhadap pelibatan anak dalam kampanye politik oleh peserta 3 Bawaslu-dki.go.id/berita-184-kpai-melaporkan-pelanggaran-parpol-ke-Bawaslu. Dilihat pada tanggal 17 Agustus 2014 5 pemilu. Kerjasama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau MoUyangditandatangani pada hari yang sama. Sementara itu merespon laporan KPAI tersebut, Ketua Bawaslu kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Tags

Pks Merdeka Com Kampanye Politik Hierarki Pengaruh Analisis Wacana Teun A Van Dijk Partai Keadilan Sejahtera Administrators Partai Keadilan Sejahtera Partai Keadilan Sejahtera Pks
Show more

Dokumen yang terkait

Evaluasi Pemilu 2014 di Sumatera Utara
1
71
6
Penggunaan media dalam kampanye politik pada pemilihan umum legislatif 2014 (Studi tentang Penggunaan Media Reklame dalam Pemenangan Partai Gerindra di Kota Surabaya).
0
6
36
Peran Yusril Ihza Mahendra dalam partai bulan bintang di Indonesia pada tahun 1998-2009
1
34
137
Politik aliran dalam pemilu 2009 : studi atas perubahan platform partai keadilan sejahtera pada pemilu 2009
1
12
81
Peran partai keadilan sejahtera (PKS) dalam penegakan ham terhadap Kaum perempuan dan anak di Indonesia
0
4
86
Hubungan persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah
0
2
107
Peran partai Keadilan sejahtera (PKS) dalam pemberdayaan masyarakat terhadap kehidupan berdemokrasi di Kabupaten Lebak
0
21
87
Wacana keterlibatan anak-anak dalam kampanye partai keadilan sejahtera jelang Pemilu 2014 di Merdeka.com
0
3
114
Citra Partai Keadilan Sejahtera di Pemilu 2014 (Analisis Wacana Pemberitaan Partai Keadilan Sejahtera pada Media Online Detikcom)
0
13
0
Analisis framing pemberitaan konflik internal partai persatuan pembangunan dalam menentukan koalisi pada pemilu 2014 oleh harian online republika.com
1
4
132
Konstruksi Citra Partai Islam di Pemilu 2014
1
16
134
Pengaruh pemikiran Hasan aI-Bana terhadap gerakan politik Islam di Indonesia: studi kasus partai keadilan
1
4
232
Peranan united nations of children's fund (UNICEF) melalui kampanye women and children first pada Tahun 2004 dalam mengurangi dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di Cina
2
20
144
Perancangan kampanye dampak negatif tontonan ngadu bagong terhadap anak-anak
0
4
1
Evaluasi Pemilu 2014 di Sumut
0
0
6
Show more