Uji Toksisitas Akut Ekstrak nheksan Daun Garcinia benthami Pierre Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Gratis

0
5
63
2 years ago
Preview
Full text
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK n-HEKSAN DAUN Garcinia benthami Pierre TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Laporan Penelitian ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA KEDOKTERAN OLEH : Nur Rizqillah NIM: 1110103000068 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1434 H/2013 M ii iii iv v vi ABSTRAK Nur Rizqillah. Program Studi Pendidikan Dokter. Uji Toksisitas Akut Ekstrak nheksan Daun Garcinia benthami Pierre Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). 2013 Garcinia benthami Pierre merupakan salah satu spesies dari genus Garcinia di Indonesia.Daun ini mengandung senyawa xanton, kumarin, flavonoida dan terpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak nheksan daun Garcinia benthami Pierre terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp lethality Test (BSLT). Penelitian ini menggunakan hewan uji 330 ekor larva Artemia salina Leach yang dibagi dalam 10 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 10 ekor, dengan replikasi 3 kali tiap kelompok. Kemudian ekstrak daun Garcinia benthami Pierre dimasukkan dalam konsentrasi akhir 5 ppm,10 ppm,20 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm. Pengamatan terhadap larva yang mati 24 jam setelah pemberian ekstrak. Berdasarkan data, LC50 ekstrak n-heksan daun Garcinia benthami Pierre ditentukan dengan analisis probit menggunakan metode probit. Hasil dari analisis probit menunjukkan harga LC50 dari ekstrak n-heksan daun Garcinia benthami Pierre adalah 3981 ppm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun Garcinia benthami Pierre tidak mempunyai potensi toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach. Hal ini ditunjukkan dengan harga LC50>1000 ppm. Kata kunci : Toksisitas, ekstrak daun Garcinia benthami Pierre, Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) ABSTRACT Nur Rizqillah. Medical Education Study Program. Acute Toxicity Test of Garcinia benthami Pierre Extract Against Artemia salina Leach Larvae Using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method. 2013 Garcinia benthami Pierre is one kind of Garcinia species in Indonesia. The leaves contain xanton, kumarin, flavonoid and terpenoid bioactive coumponds. The aims of the research is determine the lethal toxicity value of Garcinia benthami Pierre n-hexane leaves extract toward Artemia salina Leach larva by Brine Shrimp lethality Test (BSLT) method. This research use 330 larva Artemia salina Leach that devided into 10 groups. Each group consist of 10 animals with three replication. Later Garcinia benthami Pierre leaves extract included in every concentration 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, and 1500 ppm. Observations were made during 24 hours of Artemia salina Leach larvae mortality. Based on the data, LC50 extract n-hexane Garcinia benthami Pierre leave determined by analysis of probit by using probity method. The result of probity analysis shows LC50 value from n-hexane extract Garcinia benthami Pierre leave is 3981 ppm. Result indicates that the extract Garcinia benthami Pierre leave didn`t have any potential toxicity to Artemia salina Leach larvae. In this case indicates with LC50>1000 ppm. Keywords : Toxicity,Garcinia benthami Pierre extract, BSLT vii DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL . LEMBAR PERNYATAAN . LEMBAR PERSETUJUAN . LEMBAR PENGESAHAN . KATA PENGANTAR . ABSTRAK . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . i ii iii iv v vii viii x xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang . 1.2 Rumusan masalah . 1.3 Tujuan penelitian . 1.3.1 Tujuan umum . 1.3.2 Tujuan khusus . 1.4 Manfaat penelitian . 1.4.1 Bagi masyarakat. 1.4.2 Bagi institusi . 1.4.3 Bagi peneliti . 1 2 2 2 3 3 3 3 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan teori . 2.1.1 Obat Tradisional . 2.1.2 Toksikologi . 2.1.3 Garcinia benthami Pierre. 2.1.4 Uji Toksisitas metoda Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) 2.1.5 Metode ekstraksi . 2.2 Kerangka konsep . 2.3 Definisi operasional . 4 4 4 6 8 11 14 15 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain penelitian . 1.2 Waktu dan tempat penelitian . 1.3 Bahan yang diuji . 1.4 Alat dan bahan penelitian . 1.4.1 Alat penelitian . 1.4.2 Bahan penelitian . 1.5 Cara kerja penelitian . 1.5.1 Penyiapan sampel atau pembuatan Simplisia. 1.5.2 Pembuatan ekstrak daun Garcinia benthami Pierre. 1.5.3 Uji aktivitas toksisitas dengan metode BSLT. 1.5.4 Pengukuran toksisitas. 16 16 16 16 16 17 17 17 17 18 20 viii 1.5.5 Analisis data toksisitas. 21 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil ekstraksi daun Garcinia benthami Pierre. 4.2 Perhitungan nilai LC50. 23 23 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan . 5.2 Saran . 30 30 DAFTAR PUSTAKA . LAMPIRAN . 31 34 ix DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Hasil mortalitas larva Artemia salina Leach dengan penambahan ekstrak n-heksan daun Garcinia benthami Pierre . . Tabel 4.2 Hasil uji toksisitas ekstrak n-heksan daun Garcinia benthami Pierre . . Tabel 4.3 Hasil Mortalitas larva Artemia salina Leach dengan pemberian DMSO . . Tabel 6.1 Perhitungan % kematian larva Artemia salina Leach, nilai probit, dan LC50 daun Garcinia benthami Pierre. Tabel 6.3 Nilai probit . x 24 26 29 36 43 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Daun Garcinia benthami Pierre. Gambar 6.1 Hasil determinasi . Gambar 6.2 Foto Depan Kaleng Telur Artemia salina Leach . Gambar 6.3 Foto Belakang Kaleng Telur Artemia salina Leach . Gambar 6.4 Grafik Regresi Linier ekstrak daun Garcinia benthami Pierre . Gambar 6.5 Simplisia daun Garcinia benthami Pierre. Gambar 6.6 Destilasi pelarut n-heksan . Gambar 6.7 Proses maserasi. Gambar 6.8 Penyaringan filtrat daun Garcinia benthami Pierre . Gambar 6.9 Pembuatan ekstrak kental. Gambar 6.10 Ekstrak kental daun Garcinia benthami Pierre. Gambar 6.11 Pemberian air laut . Gambar 6.12 Wadah penetasan Artemia salina Leach. Gambar 6.13 Telur Artemia salina Leach yang akan ditetaskan. Gambar 6.14 Ekstrak yang akan diencerkan . Gambar 6.15 Tabung Pengenceran . xi 6 34 35 35 37 47 47 47 47 47 47 48 48 48 48 48 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Obat-obatan yang bersumber dari bahan alam saat ini sudah dikenal dan digunakan pada sebagian besar masyarakat Indonesia atau yang biasa disebut sebagai obat tradisional. Obat tradisional mudah diterima oleh masyarakat karena harga lebih murah dan mudah di dapat. Banyak penelitian sebelumnya yang telah meneliti mengenai macam obat tradisional, kandungan kimia serta khasiat yang ada di dalamnya. Namun, adapula tanaman yang belum diketahui manfaatnya, sehingga perlu diteliti lebih lanjut.1 Umumnya masih banyak tanaman yang dapat dijadikan bahan obat tradisional tetapi belum diketahui oleh masyarakat Indonesia karena jenisjenisnya dianggap tidak banyak memberikan manfaat. Ada beberapa jenis tanaman Garcinia yang ada di Indonesia, seperti G. Mangostana L, G. Lancilimba, dan G. benthami Pierre. Namun, masyarakat Indonesia hanya mengetahui satu jenis tanaman saja, yaitu manggis ( G. Mangostana L.). Sehingga mendorong para peneliti untuk mencari tahu kandungan kimia sampai manfaat atau khasiat yang dapat diperoleh dari tanaman Garcinia lainnya. Garcinia termasuk famili Clusiaceae yang telah diketahui mempunyai manfaat yang besar untuk kesehatan karena mengandung senyawa yang mempunyai bioaktivitas sebagai antioksidan. Garcinia benthami Pierre merupakan salah satu spesies dari genus Garcinia yang tumbuh di Indonesia.2 Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kandungan kimia yang terdapat dari spesies Garcinia diantaranya yaitu senyawa golongan xanton, kumarin, flavonoida dan terpenoid. Berdasarkan hasil penelitian, xanton dari genus Garcinia diketahui mempunyai aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, antimalaria, antikanker dan antiinflamasi. Xanton dari G. Lancilimba berperan aktif terhadap sel kanker MDA-MB-435S pada payudara. 1 2 Selain itu, pada G. Mangostana L yaitu mangostenon C juga mempunyai aktivitas aktif terhadap sel kanker. Senyawa tersebut aktif terhadap tiga cell line kanker manusia, epidermoid carcinoma of the mouth (KB), breast cancer (BC-1) dan small sell lung cancer (NCI-H187).2 Peneliti belum menemukan penelitian tentang uji toksisitas pada daun Garcinia benthami Pierre dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini menerapkan metode BSLT dengan menggunakan larva Artemia salina Leach sebagai hewan uji. Hasil uji toksisitas dengan metode ini telah terbukti memiliki hubungan dengan daya sitotoksitas senyawa antikanker pada suatu tanaman. Selain itu, metode ini sering digunakan sebagai skrining awal untuk mengetahui senyawa aktif yang terkandung di dalam ekstrak tanaman.3 Oleh karena itu, penting dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui potensi toksisitas akut ekstrak n-heksana daun Garcinia benthami Pierre terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode BSLT. Hasil yang didapatkan diharapkan dapat dijadikan bahan informasi tentang potensi toksisitas akut pada ekstrak n-heksana daun Garcinia benthami Pierre sebagai salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional dan dapat digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ekstrak n-heksana daun Garcinia benthami Pierre mempunyai potensi toksisitas akut terhadap larva Artemia salina Leach. 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak n-heksan daun Garcinia benthami Pierre terhadap larva larva Artemia salina Leach dengan metode BSLT. 3 1.3.2 Tujuan Khusus Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menentukan nilai LC50 ekstrak nheksan daun Garcinia benthami Pierre terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode BSLT. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Masyarakat Menambah informasi tentang tumbuhan keluarga manggis yang berpotensi sebagai tanaman obat. 1.4.2 Bagi Institusi 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang potensi toksisitas akut ekstrak n-heksan daun Garcinia benthami Pierre sehingga dapat digunakan sebagai alternatif dalam pengembangan obat-obat alami sebagai pengobatan serta pencegahan dari penyakit kanker. 2. Dapat dijadikan bahan rujukan penelitian di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 1.4.3 Bagi Peneliti 1. Sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Dapat menambah pengalaman peneliti dalam melakukan uji potensi toksisitas terutama pada tanaman Garcinia benthami Pierre. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Obat Tradisional Obat tradisional adalah pilihan pengobatan yang akhir-akhir ini diminati dan sering menjadi pilihan masyarakat luas, terlebih lagi dengan kesadaran untuk memilih pengobatan dari bahan alami, bahkan dengan perkembangan zaman, kini pengobatan alternatif dalam melayani kesehatan pada masyarakat juga banyak diminati. Dari banyak penelitian, obat tradisional memang sudah diakui kekhasiatannya oleh masyarakat. Oleh karena itu, memanfaatkan tanaman dari bahan alami dan menggunakannya untuk kesehatan dapat meningkatkan berkembangannya obat-obatan tradisional.3 Selain itu, memanfaatkan tanaman obat yang terbuat dari bahan alami juga dapat digunakan untuk mengatasi penyakit kanker, telah diketahui bahwa pengobatan kanker saat ini sangat mahal. Di Indonesia, penyakit kanker merupakan urutan kelima, karena itulah penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang menakutkan bagi masyarakat. Sudah banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mencari senyawa antikanker yang terkandung pada berbagai tanaman tradisional sehingga akan dikembangkan menjadi obat tradisional yang efektif dalam menghambat dan menghentikan aktivitas sel kanker di dalam tubuh seseorang. Sehingga upaya pengembangan obat tradisional perlu dikembangkan dan disebarluaskan.3 Salah satu tumbuhan yang perlu dikembangkan sebagai obat antikanker adalah daun Garcinia benthami Pierre. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas dan juga dapat digunakan menjadi salah satu obat tradisional. 2.1.2 Toksikologi Uji toksisitas merupakan salah satu bagian dari toksikologi. Uji toksisitas diawali dari skrining mencari senyawa aktif kemudian dapat 4 5 dilanjutkan kembali dengan uji efektivitas atau selektivitas pada hewan coba. 4 Toksikologi merupakan ilmu yang mempelajari secara kuantitatif dan kualitatif pengaruh yang buruk dari zat kimiawi, fisis, dan biologis terhadap suatu sistem biologis.4 Selain itu, dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari racun, tidak saja efeknya, tetapi juga mekanisme terjadinya efek tersebut pada organisme. Racun tersebut dapat berupa zat kimia, fisis, dan biologis. Toksin atau racun diartikan sebagai zat yang bila masuk ke dalam tubuh dalam dosis cukup, bereaksi secara kimiawi dapat menimbulkan kematian/kerusakan berat pada orang sehat.5 Sedangkan toksisitas merupakan kemampuan racun (molekul) untuk menimbulkan kerusakan apabila masuk ke dalam tubuh dan lokasi organ yang rentan terhadapnya. 6 Suatu zat mempunyai kadar toksisitas yang berbeda sehingga menentukan tingkat toksisitas suatu toksin yang sedang diuji coba pada berbagai organisme. Tetapi toksisitas ini bergantung pada berbagai faktor, antara lain : 7 a) Spesies uji b) Cara racun memasuki tubuh/ portal entri c) Frekuensi dan lamanya paparan d) Konsentrasi zat pemapar e) Bentuk, sifat kimia/fisik zat pencemar f) Kerentanan berbagai spesies terhadap pencemar Semuanya faktor- faktor yang dapat menentukan efek yang terjadi. Ada 2 jenis sifat efek toksik, yakni bersifat reversible (dapat kembali seperti semula) dan bersifat irreversible (tidak dapat dirubah kembali). Berikut ciri efek toksik yang bersifat reversible, yaitu : 7 1. Bila jumlah zat toksik dalam tempat kerjanya atau reseptornya telah habis, maka reseptor akan kembali seperti keadaan semula. 2. Efek toksik yang diakibatkan akan cepat hilang atau kembali normal. 6 3. Ketoksikan sangat tergantung V tot ρ r t = πr²t (cm³) = densitas (g/cm³) = jari-jari (cm) = tinggi (cm) b) Nilai Distribusi Ukuran Partikel (Uji Mikro) Menurut Pratiwi, dkk (2013) Nilai distribusi ukuran partikel dan pori (uji mikro), merupakan proses uji mikrostruktur yang bertujuan untuk melihat struktur mikro dari suatu material, karena hal ini sangat mempengaruhi sifat mekanik dari material tersebut. Proses pengetsaan makro berguna untuk melihat cacat-cacat yang terjadi dan juga mengetahui jumlah partikel pada setiap permukaan sebuah spesimen. Dalam melakukan pengujian nilai distribusi partikel dapat menggunakan alat mikroskop. Mikroskop Inverted adalah sebuah mikroskop yang digunakan untuk mengamati logam, plastik, keramik serta sampel bahan lainnya, alat ini membantu dalam mengamati struktur permukaan, kelelahan logam, dll. Gambar 2.7 Struktur Mikro Titik 1 Pembesaran 400x (Pratiwi, dkk 2013). Digital Repository Universitas Jember 14 2.7 Karakteristik Mekanik Karakteristik Mekanik briket adalah pengujian yang dilakukan terhadap briket dengan cara uji kuat tekan aksial dengan menggunakan alat uji Universal Testing Machine (UTM) dan dengan cara dijatuhkan dengan ketinggian tertentu dengan pengujian drop test. a) Uji Kuat Tekan Aksial (Axial Compressive Strength Test) Uji Kuat tekan aksial adalah kekuatan suatu material terhadap tekanan aksial yang sejajar dengan sumbu simetri material tersebut. Sehingga briket yang baik merupakan briket biomasa yang mempunyai nilai kuat tekan aksial yang baik. Adapun data hasil penelitian dari (Wijayanti, T. 2012) yaitu bahan campuran limbah kacang tanah dan limbah kacang mete menggunakan perekat tetes tebu dengan kadar 30 gram, tekanan pengepresan yang digunakan 200 bar, Pengeringan dengan suhu 110°C selama 19 jam, ukuran serbuk arang 5 mesh, dilakukan proses pengujian kuat tekan atau keteguhan tekan menggunakan mesin press dan ditekan sampai hancur, adapun data 5 sampel kuat tekan briket sebagai berikut 13,36 kg/cm², 12,68 kg/cm², 11,89 kg/cm², 11,38 kg/cm², 10,55 kg/cm². Data penelitian lain yaitu bahan serbuk jerami padi, ayakan 50 mesh, variasi tekanan 200 kg/cm², 400 kg/cm², 600 kg/cm², 800 kg/cm², 1000 kg/cm², penambahan binder, tanpa penambahan binder, dan dengan waktu penahanan (holding time) 40 detik. Melakukan pengujian kuat tekan aksial dengan alat uji Universal Testing Machine (UTM), pembebanan sebesar 50 ton Dari hasil uji kuat tekan aksial briket biomassa jerami dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) diperolah data untuk semua variasi tekanan baik untuk briket biomassa jerami dengan menggunakan bahan pengikat maupun briket biomassa jerami padi tanpa pengikat nilai kuat tekan yang sangat tinggi yaitu melebihi 99,9 kg/cm² jauh lebih tinggi daripada nilai kuat tekan standar SNI untuk briket serbuk sabut kelapa yaitu sebesar 3 kg/cm². (Riyanto, S. 2009). Digital Repository Universitas Jember 15 Santosa, dkk (2010) menyatakan uji kuat tekan aksial dilakukan dengan menggunakan force gauge untuk mengetahui kekuatan briket dalam menahan beban dengan tekanan tertentu. Kuat tekan briket dapat dihitung menggunakan standar SNI 0-3958-1995 dengan rumus: Kuat Tekan (N/cm²) = .(2.2) Keterangan : F = Gaya (N) A = Luas (cm²) b) Drop Test Menurut Widayat (2008) drop test dilakukan untuk menguji ketahanan briket dengan benturan pada permukaan keras dan datar ketika dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter. Berat bahan yang hilang atau yang lepas dari briket diukur dengan timbangan digital dengan ketelitian 1/10.000 gram. Menurut Grochowicz (1998) kualitas bahan bakar padat pada waktu perlakuan pengujian drop test partikel yang hilang tidak lebih dari 4 %. Semakin sedikit partikel yang hilang dari briket pada saat pengujian drop test, maka briket semakin bagus. Briket ditimbang dengan menggunakan timbangan untuk mengetahui berapa berat awalnya, kemudian briket dijatuhkan pada ketinggian 1,8 meter yang dimana landasannya harus benar-benar rata dan halus. Setelah dijatuhkan, briket kemudian ditimbang ulang untuk mengetahui berat setelah dijatuhkan, kemudian berat awal tadi dikurangi berat akhir setelah briket dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter (Widayat,2008). Prosedur perhitungan drop test briket menggunakan standar ASTM D 440-86 R02 dengan rumus: Digital Repository Universitas Jember Drop Test (%) = 16 .(2.3) Keterangan : A : Berat briket sebelum dijatuhkan ( gram ) B : Berat briket sesudah dijatuhkan ( gram ) Gambar 2.8 Drop Test Sumber: (Widayat 2008) Pengujian ini dilakukan untuk penggunaan briket dalam skala industri rumahan. Digital Repository Universitas Jember BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisis karakteristik mekanik dan karakteristik fisik briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan variasi tekanan pada briket. 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2.1 Waktu Penelitian Pelaksanaan waktu penelitian ini dilakukan pada bulan April – Mei 2015. 3.2.2 Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan pada tiga tempat yaitu: di Laboratorium Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember, di Laboratorium Desain Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember dan di Laboratorium Bio Science Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Tempat : Laboratorium Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Melakukan pembuatan briket serbuk gergaji kayu sengon dengan perlakuan variasi penekanan. Tempat : Laboratorium Desain, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian nilai kuat tekan aksial dengan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Tempat : Laboratorium Bio Science, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian distribusi partikel menggunakan alat Mikroskop Inverted. 17 Digital Repository Universitas Jember 3.3 18 Alat dan Bahan Penelitian Pada penelitian ini terdapat beberapa alat dan bahan yang meliputi: 3.3.1 Alat Alat – alat yang digunakan dalam penelitian : 1. Tungku pengarangan/pirolisis 2. Alat pengepres briket dan cetakan briket 3. Cawan 4. Jarum suntik 5. Heater 6. Timbangan digital 7. ayakan mesh 70 8. stopwatch 9. Termostart 10. Kabel termokople 3.3.2 Bahan 1. Serbuk gergaji kayu sengon 2. Tepung Tapioka 3. Air Panas (80°C) 3.4 Variabel Penelitian 3.4.1 Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang bebas ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian. Variabel bebas yang digunakan adalah variasi tekanan, Variasi tekanan yang digunakan dalam pembuatan briket menggunakan tiga variasi yaitu: 1. Variasi tekanan 100 kg/cm² 2. Variasi tekanan 150 kg/cm² 3. Variasi tekanan 200 kg/cm² Digital Repository Universitas Jember 19 Tabel 3.1 Keterangan Nama Sampel No Nama Briket 1 P 100 2 P 150 3 P 200 Keterangan tekanan 100 kg/cm² tekanan 150 kg/cm² tekanan 200 kg/cm² 3.4.2 Variabel Terikat Variabel terikat merupakan variabel yang besarnya tidak dapat ditentukan sepenuhnya oleh peneliti, tetapi besarnya tergantung pada variabel bebasnya. Penelitian ini mempunyai variabel terikat yang meliputi data-data yang diperoleh pada pengujian briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan menganalisa data-datanya meliputi: 1. Pengujian drop test. 2. Pengujian kuat tekan aksial. 3. Pengujian densitas/kerapatan. 4. Pengujian distribusi partikel. 3.5 Prosedur Penelitian 3.5.1 Tahapan proses pembuatan briket arang limbah serbuk gergajian kayu sengon, yaitu: 1. Melakukan pengambilan serbuk kayu sengon di CV. Harapan Mulya. 2. Membersihkan serbuk kayu sengon dari kotoran dengan menggunakan air. 3. Serbuk kayu sengon dijemur selama 2 hari di bawah sinar matahari hingga kering. 4. Menyiapkan tungku pirolisis. 5. Mengarangkan serbuk kayu tersebut menggunakan tungku pirolisis. 6. Menggunakan thermostat untuk memanaskan hingga mencapai suhu 400°C. Digital Repository Universitas Jember 20 7. Mengatur pembakaran dengan thermocontrol dengan suhu maksimal 400°C. 8. Proses pembakaran dilakukan selama 30 menit. 9. Melakukan pengayaan dengan ukuran lolos mesh 70 dan tersaring di mesh 60 sehingga didapatkan serbuk dengan ukuran mesh 70. 10. Mencampurkan arang serbuk kayu sengon (70%) dengan tepung tapioka (20%) dan air (10%). 11. Mencetak arang menggunakan alat press hidrolik manual dengan dimodifikasi ditambah pressure gauge pada tabung utama press hidrolik, dengan variasi tekanan 100 kg/cm², 150 kg/cm², 200 kg/cm², dan ditahan selama 1 menit. 12. Mengeluarkan briket dari cetakan kemudian dikeringkan menggunakan oven. 3.5.2 Tahapan Penelitian Karakteristik Mekanik Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Pengujian densitas Pada pengujian ini tahapan yang dilakukan sebagai Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peranan koperasi di Indonesia harus ditingkatkan dan dikembangkan sebagai upaya dalam menggairahkan perekonomian Indonesia. Harapan dari pengembangan usaha ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja guna menampung angkatan kerja yang semakin meningkat. Koperasi di berbagai negara. seperti halnya di Indonesia, telah diterima dan digunakan sebagai salah satu kegiatan dalam mencapai tujuan ekonomi. Hal ini dapat dilihat bahwa koperasi pada hakekatnya ditujukan untuk mencapai kesejahteraan, sehingga hal ini termasuk pada ruang lingkup ekonomi. I Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan sebagai badan usaha mempunyai peran serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Koperasi perlu lebih membangun dirinya agar menjadi kuat dan i mandiri, sehlngga mampu berperan sebagai soko guru perekonomian nasional. Pembangunan koperasi merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah dan seluruh rakyat. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan adanya perhatian dari pemerintah dan seluruh rakyat dalam memberikan ide dan gagasan yang lebih baik untuk kemajuan koperasi. Secara umum koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan uuo 1945. t' l Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Uji Toksisitas Ekstrak Tinta Cumi-Cumi (Photololigo Duvaucelii) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt)
20
171
104
Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia, dan Uji Toksisitas dari Ekstrak Umbi Keladi Tikus (tuber Typhonii) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BST)
8
80
57
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Buah Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). 2014
1
11
70
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Paku Pedang (Nephrolepis falcata) terhadap Larva Artemia Salina L dengan metode Brain Shirmp Lethaly Test (BSLT)
0
45
48
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Garcinia benthami Pierre Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
2
28
75
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etil Asetat Daun Garcinia benthami Pierre dengan Metode Braine Shrimp Lethality Test (BSLT)
0
28
67
Uji aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Garcinia benthami Pierre dengan Metode Dilusi
5
28
75
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol 96% Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). 2014
1
30
64
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.) Terhadap Larva Artemia salina Leach Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
3
23
78
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Laban Abang (Aglaia elliptica Blume) Terhadap Larva (Artemia salina Leach) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). 2014
0
24
58
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum canum Sims) Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
1
14
64
Uji Toksisitas Akut Ekstrak nheksan Daun Garcinia benthami Pierre Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
0
5
63
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Laban Abang (Aglaia elliptica Blume) Terhadap Larva (Artemia salina Leach) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). 2014
0
4
58
Uji Toksisitas Ekstrak Tinta Cumi-Cumi (Photololigo Duvaucelii) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt)
0
0
41
Uji Toksisitas Ekstrak Tinta Cumi-Cumi (Photololigo Duvaucelii) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt)
0
2
13
Show more