Perbandingan hasil belajar biologi dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative learning tipe group investigation (GI) dan think pair share (TPS)

Gratis

1
5
152
3 years ago
Preview
Full text
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) (Kuasi Eksperimen di SMP N 10 Kota Tangerang Selatan) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh SIGIT WIBOWO NIM: 105016100526 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432H / 2011 M M otto Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia akan mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang diusahakan dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ( Q.S Al-Baqarah : 286 ) Cintailah apa yang engkau cintai sekedarnya saja, mungkin suatu hari ia akan menjadi sesuatu yang engkau benci, dan bencilah apa yang engkau benci sekedarnya saja, mungkin suatu hari ia akan menjadi sesuatu yang paling engkau cintai. ( H.R Bukhari M uslim ) Ketahuilah bahwa bersama kesabaran ada kemenangan Bersama kesusahan ada jalan keluar dan bersama Kesulitan ada kemudahan ( H.R Tarmidzi ) “ untuk meraih hal yang besar, kita tidak hanya harus bertindak, tapi juga bermimpi; Tidak hanya merencanakan, tapi juga yakin “ ( Anatole France ) Hidupku,matiku agamaku hanya untuk Allah; dan menjadi orang yang bermanfaat bagi Diriku dan orang lain adalah kebahagiaanku ( penulis ) PERSEM BAH AN Skripsi ini kupersembahkan untuk: Allah SWT yang telah mengijinkan aku untuk bisa hidup dan melihat dunia ini Almarhum Ayahanda tercinta yang selalu ada bagiku mesti telah tiada, dan ibu tercinta atas cinta dan kasih sayang yang tak t erhingga dan atas Doanya. Ayah , ibu,. Baktiku semasa usiaku mungkin ta kan cukup membalas segala budi baik dan kasih sayangmu padaku.,tapi aku bercita-cita untuk menjadi penerang dan penyejuk mu diakhirat kelak. doaku kan selalu menyertaimu Ayah.,I bu., Tanpamu, aku hanya sebuah bunga yang layu dan ta kan tumbuh. Cint amu,kasihmu dan sayangmu membuat ku tumbuh dan indah merekah. L ove u mom,,dad Kakak-kakakku ( Abenk, andri irawan, nina herlina, ade rita Rosita dan yang lainnya ) Yang selalu memberikan dukungan dan semangat untuk cepat menyelesaikan kuliahku. Keponakan2 kecilku ( dinda, dafina, salma, nazwa, edria, upi, akmal, Z ahra, ) Jangan nakal yaa” . ‘’ Seseorang ‘’ yang telah memberikan semangat dan selalu membantuku dalam penyelesaian skripsi ini. Teman-t eman Biologi khususnya angkatan 2005, terima kasih atas kebaikan kalian semua Almameterku tercinta Para pembaca budiman SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI Yang bertandatangan di bawah ini Nama : Sigit Wibowo NIM : 105016100526 Jurusan : Pendidikan IPA-Biologi Angkatan Tahun : 2005 Alamat : Dsn. Sukakarya Rt/Rw 02/10 Desa. Telukjambe Kec. Telukjambe Timur Kab. Karawang 41361 MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA Bahwa skripsi yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Biologi Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group Investigation (GI) Dan Think Pair Share (TPS) adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen: 1. Nama NIP : Nengsih Juanengsih., M.Pd : 19790510 200604 2 001 Dosen Jurusan : Pendidikan IPA-Biologi 2. Nama NIP : Yuke Mardiati., S.Si : 19760117 200701 2 013 Dosen Jurusan : Pendidikan IPA-Biologi Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap menerima segala konsekuensi apabila terbukti bahwa skripsi ini bukan hasil karya sendiri. LEMBARAN PENGESAHAN SKRIPSI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) Oleh: SIGIT WIBOWO NIM: 105016100526 Mengetahui, Pembimbing I Nengsih Juanengsih, M.Pd NIP : 19790510 200604 2 001 Pembimbing II Yuke Mardiati S.Si NIP : 19760117 200701 2 013 LEMBAR PENGESAHAN Skripsi berjudul:” Perbandingan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group Investigation ( GI ) Dan Think–Pair–Share (TPS) (Quasi Eksperimen Di SMP N 10 Tangerang Selatan )” disusun oleh Sigit Wibowo, NIM 105016100526, diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegururan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan LULUS dalam Ujian Munaqasyah tanggal 14 Februari 2011 dihadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana S1 (S.Pd) dalam bidang Pendidikan IPA (Biologi). Jakarta, Maret 2011 Panitia Ujian Munaqasyah Tanggal Ketua Panitia (Ketua Jurusan/Program Studi) Baiq Hana Susanti M.Sc NIP. 19700209 200003 2 001 Tanda Tangan . . . . . . . . . Sekertaris (Sekertaris Jurusan/Prodi) Nengsih Juanengsih M.Pd NIP. 19790510 200604 2 001 Penguji I Drs. Ahmad Sofyan M.Pd NIP. 19650115 198703 1 020 Penguji II Dr. Zulfiani, M.Pd NIP. 19760309 200501 2 002 . . Mengetahui: Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta . ABSTRAK SIGIT WIBOWO (105016100526). Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa Dengan Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Group Investigation (GI) dan Think Pair Share (TPS). Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan Metode Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) dan Think Pair Share (TPS) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Kota Tanggerang Selatan dengan fokus bahasan materi penelitian pada konsep sistem pencernaan pada manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain penelitian tipe Two Group, Pretest posttest design. Sampel diambil secara Random Sampling dari 72 siswa dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas eksperimen I (menggunakan GI) dan kelas eksperimen II (menggunakan TPS). Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal-soal pilihan ganda dan instrumen nontes berupa pedoman wawancara dan lembar observasi. Data hasil instrumen tes, dianalisis dengan uji statistik berupa uji perbandingan nilai pretest dan posttest kedua kelas, sedangkan data hasil instrumen nontes dianalisis secara kualitatif dan digunakan untuk mendeskripsikan tingkat keberhasilan penggunaan kedua metode. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, diperoleh bahwa perbedaan hasil belajar kedua kelas sangat signifikan. Kesimpulan tersebut didasarkan pada hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t terhadap kedua nilai postest. Hasilnya adalah nilai thitung = 6,1439 sedangkan nilai ttabel pada taraf signifikan 1% adalah 2,650 dan taraf signifikan 5% adalah 2.000. Terlihat bahwa nilai thitung > ttabel baik pada taraf signifikansi 1% maupun 5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Biologi siswa dengan menggunakan metode cooperative learning tipe GI dan TPS. Kata kunci: Metode Cooperative Learning, Group Investigation (GI), Think Pair Share (TPS), Hasil Belajar Biologi. ABSTRACT SIGIT WIBOWO (105016100526). Result Comparasion Student In Learning Biology Using Cooperative Learning Method Type Group Investigation (GI) and Think Pair Share (TPS)S1 The skripsi of Biology Education Department, Faculty of Tarbiya and Teaching Training, State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010. This research is aimed to compare the result of student learning Biology using cooperative learning, type group investigation (GI) and think pair share (TPS) methods. Research was carried out in SMP Negeri 10 South Tangerang, on September 2010. Focusing on subject human digestive system using quaition experiment methods, with Two Group, Pretest posttest design research. Sample was collected randomly from 72 students divided into 2 classes, experiment class I (using GI) and experiment class II (using TPS). Instrument used in this research is a multiple choice questions test and as a non test instrument is a interview and observation sheet.Result from the test instrument then statistically analayzed as a comparasion between pretest and posttest scores from the two classes. While the result from non test instrument analayzed qualitatively and is used to describes the successfully level using both methods. Based on the analyzed data, the differences between both classes were very significant. The conclusion are taken from the value of hypothesis test using t test for both posttest scores. The result is to = 6,1439 while ttable at significant level 1 % is 2,650 an at significant and level 5 % is 2,000. Is shows that the value of to > ttable at both significant level of 1% or 5%. And there fore it shows the differences in student learning Biology using cooperative learning methods of GI and TPS type. Keywords: Method of Cooperative Learning, Group Investigation (GI), Think Pair Share (TPS), The Learning Biology. KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dengan sangat sempurna dan memberikan ilmu pengetahuan lebih dari makhluk lain. Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang tiada putus dan henti-hentinya. Shalawat serta salam semoga selalu teriringkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan terbaik bagi segenap manusia, juga kepada keluarga dan sahabat yang selalu istiqomah dalam menjalankan sunnahnya. Pemilihan judul skripsi “ Perbandingan Hasil Belajar Biologi Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group Investigation (GI) dan Think-Pair-Share (TPS) ” berdasarkan asumsi bahwa kedua tipe metode tersebut memiliki kelebihan dan ciri khas masing-masing yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga menjadi ketertarikan sendiri bagi peneliti untuk membandingkan keduanya. Apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Ibu Baiq Hana Susanti, M.Sc., Ketua Jurusan Pendidikan IPA FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Ibu Nengsih Juanengsih, M.Pd., Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, masukan serta pengarahannya dalam penulisan skripsi ini dan selalu ada saat peneliti kesulitan. 4. Ibu Yuke Mardiati S.Si., Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada peneliti dalam penulisan skripsi ini. 5. Ibu Hj. Elly Wijayanti M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Kota Tangerang Selatan, yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian dan memberikan bantuan selama penelitian. i 6. Ibu Rahayu S.Pd., Guru bidang studi IPA SMP Negeri 10 Kota Tangerang Selatan, yang telah memberikan arahan dan motivasi kepada peneliti selama melakukan penelitian. 7. Ibunda tercinta, Hj. Ecin Kuraesin yang selalu mencurahkan kasih sayangnya, memanjatkan do’a yang tiada henti-hentinya, bagaikan oase di padang pasir yang memberikan kesegaran di saat kekeringan, dan selalu memberikan senyuman ketenangan dikala datang kegelisahan. Semoga Allah selalu menyayanginya sebagaimana ia menyayangi peneliti. 8. Kakak-kakakku khususnya Bambang Irawan dan Andri Irawan yang sabar menuntun dan memotivasi peneliti dalam penyelesaian skripsi ini, serta keponakan-keponakanku terima kasih atas do’a dan dukungannya selama ini baik secara moril maupun materil. 9. Rekan-rekan mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2005 yang memotivasi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 10. Keluarga Besar Resimen Mahasiswa (MENWA) Wira Dharma UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terutama angkatan Castrena 06. 11. Keluarga Besar Lembaga Dakwah Kampus KOMDA FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terutama angkatan An-Nahl Danny sudayat, Welman, Iwan Sasmita. 12. Sahabat-sahabatku, terima kasih untuk do’a dan semangatnya selama ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini tidak terlepas dari keterbatasan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Akhirnya semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Jakarta, November 2010 Penulis ii DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR . i DAFTAR ISI . iii DAFTAR TABEL . v DAFTAR LAMPIRAN . vi BAB I : PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah . 6 C. Pembatasan Masalah . 6 D. Rumusan Masalah . 6 E. Tujuan Penelitian . 6 F. Manfaat Penelitian . 6 BAB II : TINJAUAN PUSTAKA, HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS . 7 A. Teori Konstrukstivisme Dalam Pembelajaran IPA. 7 1. Konstruktivisme . 7 2. Pembelajaran IPA Berbasis Konstruktivisme . 9 3. Pembelajaran IPA Dengan Pendekatan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) . 11 4. Group Investigation (GI) . 18 5. Think Pair Share (TPS) . 23 6. Hakikat Metode Pembelajaran . 27 7. Hakikat Hasil Belajar Biologi . 29 B. Hasil Penelitian yang Relevan . 34 C. Kerangka Berpikir . 36 D. Hipotesis Penelitian . 38 iii BAB III : METODOLOGI PENELITIAN . 39 A. Waktu dan Tempat Penelitian . 39 B. Metode dan Desain Penelitian . 39 C. Populasi dan Sampel . 40 D. Teknik Pengumpulan Data . 40 E. Instrumen Penelitian . 41 F. Kalibrasi Instrumen . 42 G. Teknik Analisis Data . 46 H. Hipotesis Statistik . 49 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian . 50 B. Pengujian Prasyarat Analisis Data . 52 C. Pembahasan . 57 D. Keterbatasan Penelitian . 61 BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan . 62 B. Saran . 62 DAFTAR PUSTAKA . 63 iv DAFTAR TABEL 1. Tabel 2.1 Fase-fase Dalam Pembelajaran Kooperatif . 16 2. Tabel 3.1 Desain Penelitian . 39 3. Tabel 3.2 Pengumpulan Data . 40 4. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen . 41 5. Tabel 4.1 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Pretest . 50 6. Tabel 4.2 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Postest . 51 7. Tabel 4.3 Perhitungan Normal Gain . 52 8. Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Kelas GI . 52 9. Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Kelas TPS . 53 10. Tabel 4.6 Perhitungan Uji Homogenitas . 53 11. Tabel 4.7 Uji-t Data Pretest Kelas GI dan TPS . 54 12. Tabel 4.8 Uji-t Data Postest Kelas GI dan TPS . 54 v DAFTAR LAMPIRAN 1. Lampiran 1. Kisi-kisi pretest dan posttest sistem pencernaan Pada Manusia .68 2. Lampiran 2. Instrumen Tes System Pencernaan Pada manusia .71 3. Lampiran 3. Rekapitulasi Analisis Butir Soal .77 4. Lampiran 4. Soal pretest dan posttest .78 5. Lampiran 5. Lembar Observasi Kuasi Eksperimen metode Group Investigation .81 6. Lampiran 6. Hasil pretest dan posttest kelas 8.1 Materi Sistem Pencernaan Metode Group Investigation.83 7. Lampiran 7. Hasi pretest dan posttest kelas 8.2 Materi Sistem Pencernaan Metode Think Pair Share kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh model cooperative learning teknik think-pair-share terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem peredaran darah : kuasi eksperimen di smp pgri 2 ciputat
0
11
202
Perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif teknik think pair share dan teknik think pair squre
0
4
174
Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui pendekatan pembelajaran kooperatif model think, pair and share siswa kelas IV MI Jam’iyatul Muta’allimin Teluknaga- Tangerang
1
8
113
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (Gi) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas V Sdit Bina Insani ( Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Sdit Bina Insani Kelas V Semester Ii Serang-Banten )
0
3
184
IMPLEMENTASI METODE KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
0
6
183
Peningkatan hasil belajar PKn melalui pendekatan Think-Pair-Share
0
9
153
Penerapan model pembelajaran cooperative teknik think pair square (Tps) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas VIII H di Mts pembangunan uin Jakarta
0
14
161
Perbedaan hasil belajar biologi siswa menggunakan model Rotating Trio Exchange (RTE) dengan Think Pair Share (TPS) pada konsep virus
1
7
181
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE (TPS) DAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)
0
15
87
Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Thinks Pair Share Pada Siswa Kelas V Mi Manba’ul Falah Kabupaten Bogor
0
8
129
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN GROUP INVESTIGATION (GI) MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM.
0
4
16
PENGARUHPENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK THINK PAIR SHARE (TPS)TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI.
0
1
39
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN BERBANTUAN GAME DI SMK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.
0
3
46
PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK GROUP INVESTIGATION (GI) DAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA.
0
5
46
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION DAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE DI KELAS XI MA MADANI ALAUDDIN PAOPAO
0
2
204
Show more