Perancangan Sistem E-Learning Di Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Gratis

0
66
233
2 years ago
Preview
Full text

PERANCANGAN SISTEM E-LEARNING DI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Guna Mengikuti Seminar Tugas Sarjana oleh

  Selainitu sistem portal ini bisa menjadi semacam one-stop service bagi semua elemen yang terdapat di Departemen Teknik Industri USU untuk mendapatkan informasi terkinitentang departemen, mulai dari berita, jadwal kuliah, materi kuliah, koleksi buku perpustakaan, informasi tentang laboratorium, hingga daftar mahasiswa yang sedangataupun telah mengikuti kerja praktek dan tugas akhir. Selainitu sistem portal ini bisa menjadi semacam one-stop service bagi semua elemen yang terdapat di Departemen Teknik Industri USU untuk mendapatkan informasi terkinitentang departemen, mulai dari berita, jadwal kuliah, materi kuliah, koleksi buku perpustakaan, informasi tentang laboratorium, hingga daftar mahasiswa yang sedangataupun telah mengikuti kerja praktek dan tugas akhir.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Permasalahan

  E-learning memberikan jawaban terhadap tantangan utama dalam dunia pendidikan teknik sekarang ini, yakni untuk menciptakan sebuah lingkungan belajar yang menyediakan siswa dengankemampuan kognitif untuk melakukan analisis, sintesis dan membuat kesimpulan dari topik yang diberikan. I-4Tentunya hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi salah satu faktor yang cukup signifikan ialah kurangnya informasi yang mahasiswa perolehmengenai satuan acara perkuliahan dan garis besar topik perkuliahan yang akan diikuti.

1.4. Batasan dan Asumsi

  Sistem perkuliahan e-learning yang akan dirancang hanya mencakup lingkungan Departemen Teknik Industri USU. Ketersediaan infrastruktur seperti komputer dengan spesifikasi yang memenuhi untuk menjalankan sistem e-learning telah ada.

1.5. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

  Sistematika yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan sasaran penelitian, ruang lingkup permasalahan dan sistematikapenulisan tugas akhir. BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Mengidentifikasi data primer dan sekunder yang diperoleh dari penelitian serta pengolahan data yang membantu dalam pemecahanmasalah.

2.1. Sejarah Departemen

  Sc, master di bidang TeknikIndustri lulusan University of Georgia Technology, USA, yang pada waktu itu bekerja di PN Pantja Niaga Medan, bersedia menjadi staf pengajar di Departemenini dan sangat berjasa dalam merevisi kurikulum serta menyusun silabusnya sesuai dengan disiplin Teknik Industri, yang sebelumnya agak condong kepadaDepartemen Teknik Kimia. Dengan semangat dan kerja sama yang baik antara semua pihak yang berkepentingan maka Departemen Teknik Industri terus mengembangkan dirinyadalam mewujudkan cita-cita untuk mencetak kader-kader yang ahli di bidangTeknik Industri guna menunjang pembangunan bangsa yang sedang terpuruk saat ini.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

  Ruang lingkup teknik industri adalah Perguruan Tinggi yang selalu berkecimpung dalam dunia akademis. Hal ini tercermin dalam Jati Diri, Visi, II-5Misi, Tujuan, dan Sasaran Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

2.2.1. Jati Diri, Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran

  Dalam rangka menciptakan sarjana-sarjana yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, Departemen Teknik Industri FT-USU telahmenetapkan visi, misi, tujuan, dan saran. Tujuan : untuk mencapai misi yang telah ditetapkan tersebut Program Studi Teknik Industri menetapkan tujuannya sebagai berikut : II-6 Sasaran: Untuk mencapai tujuan tersebut Program Studi Teknik Industri menetapkan sasaran jangka panjang sebagai berikut : Untuk mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah dijelaskan diatas maka Departemen Teknik Industri menetapkan suatu Kekuatan,Kelemahan, Peluang, dan Ancaman.

2.2.2. Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman

  Strength (Kekuatan) II-8 b. Threat (Ancaman) II-9yang akan masuk ke Departemen Teknik Industri akan berkurang karena banyak perguruan tinggi asing yang lebih baik.

2.3. Organisasi dan Manajemen

  Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi,siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal serta interaksi yang akan dikuti (Stephen P. Robbins 1990). Struktur Organisasi Departemen Teknik Industri berbentuk OrganisasiLini, karena setiap bagian-bagian yang ada langsung berada dibawah seorang pemimpin serta pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertikalkebawah dengan pendelegasian yang tegas, melalui jenjang hirarki yang ada.

2.3.1. Staf Akademik

  Staf pengajar yang ada di Departemen Teknik Industri Fakultas TeknikUSU berjumlah 32 orang sebagai staf pengajar tetap. Semua telah berstatus pegawai negeri, sedangkan staf yang tidak tetap berjumlah 11 orang.

a. Staf Pengajar Tetap

  Staf Pengajar Tetap yang ada di Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik USU dapat dilihat pada Tabel 2.3. Ginting,MSi Industri Industri Karo 15-2-1955 S2 USU / 97 FSL 01/10/1998 01/05/1998 Dr.

14 S1

  II-15Di tinjau dari proses melanjutkan jenjang pendidikan S2 dan S3, bagi staf pengajar yang masih belum mengikuti jenjang pendidikan ini, kendala yangdihadapi cukup rumit dimana untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke S2 ada batasan umur dan keterbatasan dana yang tersedia. Staf pengajar yang berpendidikan S1 masih memiliki kemampuan untuk mengikuti pendidikan S2, namun disebabkan faktor usia mereka sulit untukmengikuti pendidikan diluar negeri atau luar daerah, sebaiknya staf pengajar ini diberi izin untuk mengikuti peningkatan jenjang pendidikan melalui pendidikanjarak jauh pada lembaga pendidikan yang terkemuka di dalam atau luar negeri.

b. Staf Pengajar Tidak Tetap

  Staf pengajar tidak tetap yang ada di Departemen Teknik Industri FakultasTeknik USU diurut menurut gelar, spesialisasi, dan pendidikan dapat dilihat pada Tabel 2.4. SamosirS1 (S1) Dasar Sumber : Departemen Teknik Industri FT-USU II-17Staf pegawai administrasi yang di Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik USU dan jenjang pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 2.5.

2.3.2. Jumlah Mahasiswa Teknik Industri

  Angkatan Pria Wanita Total 1 2002 1 1 2 2003 36 11 47 3 2004 44 25 69 4 200570 31 101 5 2006 55 37 92 6 200777 43 120 Total 285 147 430 Sumber : Departemen Teknik Industri USUTabel 2.7. Angkatan Pria Wanita Total 1 2003 7 3 10 2 2004 18 10 28 3 2005 14 5 19 4 2006 12 6 18 5 2007 16 9 25 Total 67 33 110 Sumber : Departemen Teknik Industri USUTabel 2.8.

2.3.3. Fasilitas Departemen Teknik Industri

  Untuk menunjang kelancaran kegiatan belajar dan mengajar diDepartemen Teknik Industri, terdapat beberapa fasilitas yang terdapat diDepartemen Teknik Industri antara lain: a. Laboratorium Ergonomi dan Perancangan Kerja− Praktikum Analisis Perancangan Kerja− Praktikum Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja− Praktikum Ergonomi II-20d.

BAB II I TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Sistem

3.1.1. Pengertian Sistem

  Wu: “sistem adalah suatu sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai sasaran (objectives) tertentu, suatusistem menunjukkan tingkah lakunya melalui interaksi di antara komponen- 2 komponen di dalam sistem dan di antara lingkungannya.” 3. Alexander: ”sistem adalah suatu grup dari elemen-elemen baik berbentuk fisik ataupun bukan fisik yang menunjukkan suatu kumpulan salingberhubungan di antaranya dan berinteraksi bersama-sama menuju satu atau 3 lebih tujuan, sasaran atau akhir dari sistem.”Sistem pada umumnya memiliki kombinasi elemen input , transformasi, dan output.

3.1.2. Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan atas beberapa bagian berdasarkan persamaan 4 dan perbedaaan yang dimiliki, yaitu:

4 B. Blanchard and W..J. Fabricky. System Engineering and Analysis. New York: Prentice Hall International Series, 1997. P.

  Sistem tertutup adalah suatu sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Sedangkan sistem terbuka berinteraksi dengan informasi, energi, dan lingkungannya.

3.1.3. Perancangan Sistem

  Evaluasiperancangan sistem dimulai dengan analisis sistem yang didahului oleh sintesis. Dalam merancang suatu sistem terdapat tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh seorang analis sistem, yang disebut dengan the system life-cycle process .

3.1.3.1. Conceptual Design (Perancangan Konseptual)

  Merekomendasi tindakan yang tepatPada tahap permulaan dari metode life cycle inilah keputusan-keputusan besar dibuat menyangkut implementasi pendekatan perancangan yang spesifik,dan pada tahap inilah hasil-hasil dari keputusan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap karakteristik akhir dan biaya dari sistem tersebut. System Optimization Pada tingkat ini, sistem yang akan dirancang dioptimisasi dengan mengacu pada tujuan-tujuan dari perancangan sistem dan elemen-elemennya.

3.1.4. Perangkat Permodelan Sistem

  Pemakai yang berbeda mungkin akan membutuhkan permodelan dengan cara yang berbedapula, perancangan yang berbeda juga akan membutuhkan permodelan yang 6 berbeda pula, demikian juga akan sistem yang berbeda. Sejumlah sistem mungkin saja membutuhkan lebih dari satu cara permodelan, dan setiap model difokuskan pada aspek tertentu saja yang sifatnyaterbatas.

3.1.4.1. Konteks Diagram ( Data Flow Diagram Context Level / Context

Diagram) (CD) adalah kasus khusus DFD (bagian dari DFD yang Context Diagram6 berfungsi memetakan model lingkungan), yang direpresentasikan dengan

H. I. Pohan, Husni, S.B. Kusnassriyanto. Pengantar Perancangan Sistem. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1997. p.9

  Kelompok pemakai, organisasi atau sistem lain dimana sistem yang dimaksud melakukan komunikasi yang disebut juga dengan terminator. Data keluar, data yang dihasilkan sistem yang dimaksud dan diberikan ke dunia luar.

3.1.4.2. Diagram Aliran Data ( Data Flow Diagram Levelled)

  Model ini menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data (selanjutnyadisebut DFD). Pada sejumlah kasus, model ini digunakan juga untuk memodelkan real time system dan menggunakan notasi tambahan yang tidakdiperlukan pada sistem yang business oriented, tetapi lebih kepada scientific dan 7 engineering systems .

7 H. I. Pohan, Husni, S.B. Kusnassriyanto. Pengantar Perancangan Sistem. Jakarta: Penerbit Erlangga, 199. p. 16

  Tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama karena yang kompleks bisa saja diturunkan, dan yang sederhananmungkin tidak perlu diturunkan. Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level x harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level x+1.

3.1.4.3. Data Dictionary

  Selain itu DD berfungsi membantu pelaku sistem untukmengerti aplikasi secara detail dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistempunya dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. Kemudian elemen data yang lebih sederhana tersebut didefinisikan kembali hingga nilai dansatuan yang relevan dan elementer.

8 H. I. Pohan, Husni, S.B. Kusnassriyanto. Pengantar Perancangan Sistem. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1997. p.21

  Simbol Uraian 1 = Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi, artinya Model ini (selanjutnya disebut PS) digunakan untuk mendeskripsikan proses yang terjadi pada level yang paling dasar dalam DFD yang disebut sebagaiminiatur spesifikasi (mini spec). Kadang-kadang ada kasus yang harus menggunakan kombinasi antar model PS, tergantung dari kebutuhanpemakai, kebutuhan penganalisa sistem dan karakteristik obyek permodelan.

3.2. Sistem Informasi

  Roberts mendefinisikan sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi tertentu, memberi sinyalkepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar untuk pengambilankeputusan yang cerdik. Roscoe Davis, sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahantransaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan9 yang diperlukan.

E. R. Indrajit. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2000. p.15

  Schlosser dan Maurice S. Newman menyatakan bahwa sistem informasi adalah suatu cara yang sudah tertentu untukmenyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yangmenguntungkan.

3.2.1. Komponen Sistem Informasi

  John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunanyaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data 10 dan blok kendali. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akandimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

3.2.2. Sistem Database

  Sistem database merupakan sekumpulan perangkat yang mengatur input, menciptakan lingkungan transformasi dan menghasilkan output yang dapatmembantu user (orang atau organisasi sebagai pengguna sistem) untuk menelusuri 11 hal-hal tertentu. Memastikan bahwa semua data yang diperlukan untuk aplikasi sekarang dan yang akan datang akan tersedia dengan cepat.

3.3. Spektrum Perubahan Organisasi

  Teknologi informasi bisa menghasilkan beberapa tingkatan perubahan organisasi, mulai dari perubahan yang bisa dengan mudah dijalani tahap-demi-11 tahap sampai perubahan yang sukar diterapkan. Paradigma perubahanMasing-masing perubahan memiliki akibat-akibat yang menguntungkan dan resiko-resikonya sendiri.

AKIBAT YANG MENGUNTUNGKAN

  Perhitungan pembayaran dan penggajian, memberikan akses instan kepadateller di bank untuk mengakses catatan pemasukan pelanggan, dan mengembangkan jaringan yang luas untuk reservasi penerbangan udaramerupakan contoh-contoh otomatisasi. Otomatisasi seringmenyebabkan sumbatan-sumbatan dalam produksi dan mengakibatkan pengaturan prosedur dan struktur yang ada menjadi tidak teratur.

3.3.3. Perekayasaan Ulang

  Jenis perubahan organisasi lainnya yang lebih tangguh adalah perekayasaan-ulang proses organisasi, di mana proses organisasi dianalisis,disederhanakan dan dirancang ulang. Para petugas utang dagang banyak menghabiskan waktu untuk memperbaiki ketidaksesuaian yang terjadi antaraorder pembelian, dokumen-dokumen yang diterima, dan faktur.

3.3.4. Pergeseran Paradigma

  Misalnya, perusahaan pengiriman barang dan transportasi SchneiderNational menggunakan sistem informasi yang baru untuk mengubah model bisnisnya. Paradigma perubahan dan perekayasaan ulang sering gagal karena perubahan organisasi yang luas sangat sulit untuk diharmoniskan.

3.4. Website

  Website merupakan kumpulan dari halaman-halaman web, foto-foto, video-video, atau aset-aset digital lainnya yang ditampung oleh satu atau lebihserver web, dan biasanya dapat diakses via internet. Sebuah halaman web adalah suatu dokumen, biasanya ditulis dalam bentuk HTML, yang hampir selalu dapatdiakses lewat HTTP, yakni suatu protokol yang menyalurkan informasi dari server web untuk ditampilkan pada web browser pengguna.

13 Wide Web ”

  Kopian dari halaman web (webpage) asli yang pertama yang 14 diciptakan Tim Berners-Lee disimpan di sini. Website dapat berupa kerja seorang individu, suatu institusi bisnis ataupun organisasi lainnya dan biasanya didedikasikan untuk topik atau tujuan tertentu.

3.4.1. Perancangan Website

  Adapun aspek-aspek utama dalamperancangan web tersebut adalah isi (content) yang terdapat pada setiap halaman web , teknologi yang digunakan dalam merancang web, visual (tampilan) dari 15 halaman web dan segi ekonomis perancang web. menggambarkan bahwa isi suatu website adalah batu-batu yang dipergunakan untuk membangun piramida, pondasinya terletak diatas aspek teknologi dan visual serta ekonomi adalah aspek yang memungkinkan proyek perancangan website dilaksanakan.

3.4.2. Metode Perancangan Website

  Untuk siapa website tersebut dibuat, dataatau informasi apa yang akan diumumkan lewat website dan bagaimana cara mempresentasikan data tersebut lewat website. Membuat spesifikasiAnalisis perangkat lunak dan perangkat keras yang dibutuhkan, teknologi yang akan digunakan (pemilihan sistem operasi, web server, dan database management system ), menentukan spesifikasi semua halaman web dan penentuan isi (content).

3.4.3. Prinsip-prinsip Perancangan Website

  CorrectnessHTML yang dibuat telah benar dan sesuai, gambar tampilan sesuai dengan yang diharapkan, elemen-elemen yang interaktif (JavaScript, CGI, dll) dapatberfungsi dengan benar, dan navigasi sistem tidak ada kesalahan (broken link). Navigation is only a means to an end result yang baik memiliki sistem navigasi yang jelas dan untuk Website meningkatkan navigasi diperlukan suatu struktur yang tepat (dengan alat bantu dan help system) site map, search engine, site index 7.

3.5. E-learning

  Industri e-learning dunia diperkirakan menghasilkan lebih dari 38 milyar euro, walaupun di Uni Eropa hanya sekitar20% dari produk-produk e-learning yang diproduksi di dalam Uni Eropa itu sendiri. Perkembangan di internet dan teknologi multimedia merupakan faktormendasar yang mendukung terwujudnya e-learning, dengan konten, teknologi dan 18 servis sebagai tiga sektor kunci dari industri e-learning.

19 Serikat. Banyak institusi pendidikan tinggi berbasis profit sekarang menawarkan

  Staf terlatih harus18 dipekerjakan untuk menjalankan sistem ini, di mana staf-staf tersebut bukan hanya http://www.wikipedia.org/wiki/Electronic_learning . 20 di dalam penggunaan komputer dan internet.

3.5.1. Paper Substitution

  Metode ini tidakmengubah lingkungan belajar di kelas dari sistem pendidikan yang masih bersifat tradisional. Sistem Informasi: Berbagai Makalah tentang SistemInformasi dari Perspektif: Manusia dan Sistem Informasi, Organisasi dan Sistem Informasi, Teknologi dan Sistem Informasi yang Disampaikan dalam Konferensi Nasional Sistem Informasi 2005 di Institut TeknologiBandung.

3.5.3. Preparation and Enhancement

  Aktivitas sebelum kuliahini dapat berupa video overview, tugas bacaan dan review dari aplikasi yang akan didukung oleh materi yang akan diajarkan di dalam kelas. Tujuan dari tes ini bukan untuk mengukur kemampuan siswaakan materi yang akan dipelajari di kelas, tetapi untuk memastikan bahwa siswa mengerti dasar-dasar dan aplikasi di dunia nyata yang menggunakan konseptersebut yang nantinya diajarkan secara detail di dalam kelas.

3.5.4. Active Classroom

  Model active classroom ini mirip dengan model preparation and enhancement, dengan pengecualian bahwa perkuliahan sudah berubah dari format pengajar yang tradisional ke suasana belajar yang aktif. Active Classroom Pada model ini, siswa perlu untuk berpartisipasi dalam online materi dari pengajar dan mengetahui gambaran umum aktivitas kuliah sebelum merekamemasuki perkuliahan.

3.6. Penentuan Strategi Implementasi Proyek Sistem Informasi

  Setidak-tidaknya ada dua dimensipilihan yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan strategi yang cocok 22 diterapkan di sebuah organisasi atau perusahaan, yaitu: 1. Berdasarkan perspektif cara peralihan (switch) atau migrasi dari sistem informasi lama ke yang baru.

E. R. Indrajit. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2000

Risk = B Risk = E Money = AMoney = C People = CPeople = E CUT-OFF Time = C Time = AImplementation Strategy Risk = A Risk = C Money = CMoney = E People = APeople = C RISIKOTime = B Time = C

PILOT FULL BLOWN

Project Scope Gambar 3.13. Matriks Pedoman Strategi Implementasi

3.6.1. Pilot Project

  Strategi pilot project dilakukan dengan cara memilih sebuah lokasi atau area di mana fungsi-fungsi sistem informasi yang ingin diimplementasikan secara Sebaliknya, jika ada masalah, maka sistem yang ada akan diperbaiki terlebih dahulu dan diujicobakan kembali. Full Blown Kebalikan dari sistem pilot project, implementasi secara full blown merupakan pilihan strategi lainnya, dan dalam hal ini, sistem informasi yang adasecara serempak diimplementasikan di seluruh wilayah operasi perusahaan yang bersangkutan.

3.6.4. Parallel

  Para karyawan yang sudah terbiasa mempergunakan sistem informasi lama secara bertahap akan diajarkan sistembaru, bisa di waktu luang maupun di saat-saat yang telah ditentukan manajemen. Jika terdapat modul-modul pada sistem informasi baru yang telah benar-benar dikuasai oleh seluruh karyawan perusahaan terkait, maka modul tersebutdideklarasikan atau ditetapkan sebagai production system, dan modul sistem lama tidak dipergunakan lagi.

3.6.5. Langkah-langkah Pengembangan E-Learning

  Ketentuan Operasional Untuk menjalankan sistem e-learning, maka diperlukan infrastruktur yang mendukungnya, seperti komputer dan perangkat keras (hardware) lainnyadan sumber daya manusia yang mampu menjalankannya. Ketentuan perawatan dan sistem pendukungSistem e-learning juga memerlukan sistem pendukung seperti software (perangkat lunak) dan sistem keamanan (misalnya spyware dan antivirus).

3.7. Pendidikan Pendidikan mencakup dua hal, yakni pengajaran dan pembelajaran

  Sedangkan pendidikan informal juga memasukkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah dipelajari dan disempurnakan selama jangka waktu hidup, termasukpendidikan yang berasal dari pengalaman dalam melatih suatu profesi. Batasan yang pasti antara pendidikan dasar dan menengah bervariasi di antara negara-negara dan bahkan berbeda di dalam negara tersebut,tetapi umumnya sekitar tahun ketujuh hingga kesepuluh dari penyekolahan.

3.7.4.1. Perguruan tinggi di Indonesia

  Universitas, institut, dan sekolah tinggi yang memiliki program doktor Pengelolaan dan regulasi perguruan tinggi di Indonesia dilakukan olehDepartemen Pendidikan Nasional. Institut Institut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan,teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan 26 pendidikan profesi.

3.7.4.6. Universitas

  Universitas adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atauseni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Institusi seperti universitas ini telah ada di Persia dalam dunia Islam, salah satu yang terkenal adalah Akademi Gundisapur dan juga Universitas Al Azhar diKairo, yang merupakan universitas tertua di dunia yang masih beroperasi.

3.8. Teknik Industri

3.8.1. Definisi Ilmu Teknik Industri

  Bertolak dari perkembangan konsep dan metode dalam peningkatan produktivitas kerja terutama scientific management yang dikemukakan oleh F. Taylor serta pemahaman bahwa teknik industri adalah bagian dari disiplin ilmu keteknikan maka melalui serangkaian diskusi IIE, diperoleh kesepakatan bahwadisiplin ilmu teknik industri dapat dibedakan dari disiplin ilmu teknik lain dengan 30 mengacu pada definisi di bawah ini (P.

30 Sukaria Sinulingga. Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008. p. 42

  Keterlibatan ilmu-ilmu sosial dalam disiplin ilmu teknikindustri tidak dapat dihindarkan karena sistem yang dirancanga teknik industri adalah sistem integral yang mencakup unsur manusia suatu unsuryang paling kompleks di antara unsur-unsur yang lain. Tidak berbeda halnya dengan para lulusan dari disiplin ilmu engineering lain, para lulusan teknik industri harus memiliki kemampuan dalammemahami dan memanfaatkan metode analisis dan perancangan perekayasaan (engineering analysis and design) agar dapat menetapkanspesifikasi, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang akan diperoleh dari sistem integral yang dirancang, diperbaiki dan diinstalasi.

3.8.2. Sejarah Perkembangan Teknik Industri

  method study, work measurement yang disebut sebagai time study, production dan lain-lain.scheduling, piece rate system, shop management, F. Taylor, memperkenalkan hasil analisisnya tentang gerakan dasar dari kegiatan manusia (the fundamental motion of human activities) atau basic motions yang diberinya nama therbligs, sebuah kata yang merupakan kebalikan nama Gilberth.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN Penelitian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan

  Hasil penelitian tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu pemecahan (solusi) langsung bagi permasalahan yang dihadapi, karena penelitianberfungsi untuk mencari penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta alternatif yang mungkin dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Karena itu diperlukan sistematika kegiatan yang akan dilaksanakan dengan metode dan prosedur yang tepat mengarah kepada sasaran atau target yangtelah ditetapkan.

PERANCANGAN SISTEM

Conceptual Design Preliminary Design

OUTPUT PENGUMPULAN

DATA DATA

  Melalui studi ini, diharapkan dapat diperolehinformasi mengenai permasalahan yang diangkat dalam penelitian dan variabel- variabel yang terkait dengan masalah tersebut. Studi pendahuluan yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan dan melihat data perkuliahan terdahulu, wawancaradengan pihak departemen sehingga dapat melihat permasalahan dengan lebih jelas.

4.3. Pengumpulan dan Pengolahan Data

  Pengumpulan Data Data yang diinginkan dapat diperoleh dengan menelaah jadwal perkuliahan dan materi perkuliahan, serta mempelajari teori-teori dan perangkatlunak yang diperlukan dalam membangun sistem e-learning. Identifikasi permasalahan, yakni sistem perkuliahan konvensional yang selama ini berjalan memiliki beberapa kekurangan dan kelemahan,terutama jika dicermati dari ketidaksiapan mahasiswa menghadapi aktivitas perkuliahan karena kurang mengetahui garis besar perkuliahandan juga tidak memperoleh overview materi perkuliahan yang akan dibahas sehingga suasana belajar di dalam perkuliahan menjadi pasif.

4.4. Analisis Pemecahan Masalah

4.5. Kesimpulan dan Saran

  Pada tahap ini akan dianalisis hasil-hasil pengolahan data. Analisis dilakukan berdasarkan hasil yang diperoleh untuk menentukan hal-hal dan syarat- Tahapan terakhir yang akan dilakukan adalah penarikan kesimpulan yang berisikan butir-butir penting dalam penelitian ini dan pemberian saran-sarankepada pihak departemen tentang hal-hal yang harus dipersiapkan untuk mengimplementasikan hasil penelitian ini.

BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data

  Selain itu, dikumpulkan juga sampel daftar laporan tugas akhir dan kerja praktek mahasiswa Teknik Industri USU yang merupakan koleksi Perpustakaandepartemen dan dapat dilihat pada Tabel 5.2. Sampel Daftar Laporan Tugas Akhir dan Kerja Praktek Mahasiswa Teknik Industri USU Kode Jenis NamaTahun Judul NIM Keterangan Buku Buku Mahasiswa MasukUsulan Perancangan Postur Kerja dengan Tugas Selvi Indah Pendekatan 08.1.0005030403062 2008 Reguler Akhir Ria Biomekanika dan Fisiologi Aktivitas Pencetakan Batu BataAnalisis Sistem SupplyChain denganPendekatan Thinking Tugas Oktofriady 08.1.0008 Process of Theory of 030403019 2008 Reguler Akhir SaragihConstraints (ToC) padaPT.

5.2. Pengolahan Data

  Data yang telah dikumpulkan akan dipergunakan setelah sistem perkuliahan e-learning sudah siap untuk diuji coba. Dalam merancang sistem e- learning harus dilakukan langkah-langkah pendahuluan seperti menjabarkan bagaimana sistem perkuliahan departemen Teknik Industri USU yang sekarang inisedang berjalan, kemudian harus pula digambarkan bagaimana konsep sistem perkuliahan berbasis e-learning yang diharapkan merupakan solusi dari latarbelakang masalah yang ada.

5.2.1. Conceptual Design

Konsep yang dirancang akan dijelaskan melalui diagram-diagram sebagai ilustrasi bagaimana sistem tersebut berjalan. Pada tahap ini akan dijelaskantentang sistem perkuliahan di Departemen Teknik Industri USU dan penjelasan

5.2.1.1. Deskripsi Sistem Perkuliahan Departemen Teknik Industri USU

  Secara keseluruhan, proses transformasi pada sistem perkuliahanDepartemen Teknik Industri meliputi perwalian, perkuliahan, praktikum, ujian, kegiatan administratif dan organisasi kemahasiswaan. Struktur sistem perkuliahan Departemen Teknik Industri USU dapat dilihat pada Gambar 5.1.

5.2.1.2. Identifikasi Permasalahan

  Tentunya hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi salah satu faktor yang cukup signifikan ialah kurangnya informasi yang mahasiswa perolehmengenai satuan acara perkuliahan dan garis besar topik perkuliahan yang akan diikuti. Untuk beradaptasi terhadap perkembangan yang terjadi,peneliti menyarankan bahwa sistem yang akan dirancang dijadikan bagian dari sistem portal USU, dengan catatan sistem ini mencakup menu Laboratorium untukmengakomodasi berbagai kegiatan praktikum.

5.2.1.3. Analisis Ketentuan Sistem

5.2.1.3.1. Ketentuan Operasional

  Agar sistem ini dapat berjalan dengan lancar, maka kebutuhan minimal sistem yang harus digunakanoleh Departemen Teknik Industri USU adalah sebagai berikut: 1. Dalam menjalankan sistem perkuliahan e-learning ini yang dibutuhkan ialah seorang webmaster untuk menjaga agar situs tersebut selalu mengikutiperkembangan terkini (up to date) dan juga seorang administrator jaringan untuk menjaga agar perangkat keras dan lunak tersebut dapat berfungsi dengan baik.

5.2.1.3.2. Ketentuan Perawatan dan Sistem Pendukung

  Perangkat lunak berfungsi untuk mengelola halaman situs e-learning, memberitakan jadwal dan kegiatan suatu perkuliahan, mengakses materiperkuliahan dari dosen, menangani umpan balik dari para mahasiswa dan juga mengelola database sistem e-learning. Harus ada fitur-fitur keamanan dalam perancangan sistem e-learning untuk memastikan tidak ada yang merusak sistem itu sendiri, dan informasi yang ada didalamnya ataupun database yang ada.

5.2.1.3.3. Analisis dan Alokasi Fungsional

  Sistem website e- akan mencatat ulang setiap anggota Departemen Teknik Industri learning (member) ke dalam database-nya dan diberikan sebuah nama (user_id) dan agar mudah untuk masuk (log in) ke dalam sistem e-learning yang password berupa suatu situs (website). Kerja Praktek dan Tugas AkhirMenu ini menampilkan daftar mahasiswa Teknik Industri USU yang sedang ataupun telah mengambil kerja praktek dan tugas akhir berikut dengan Pada fase ini, semua subsistem yang telah ditentukan (home, berita, forum, jadwal perkuliahan, mata kuliah, perpustakaan, laboratorium, kerja praktekdan tugas akhir) dirancang lebih terperinci.

5.2.2.1. Diagram Konteks

  Diagram konteks merupakan suatu model yang mewakili keadaan sistem yang memperlihatkan hubungan antara input, data yang mengalir, output, danlingkungan dari sistem. Adapun diagram konteks yang menggambarkan konsep bagaimana sistem e-learning tersebut dapat beroperasi kelak dapat dilihat padaGambar 5.2.

5.2.2.2. Data Flow Diagram (DFD)

  Untuk mengakses sistem e-learning, yang pertama sekali harus dilakukan karyawan adalah login dengan menginput user_name dan password yang telah didaftarkan sebelumnya. Namun, yang membedakan karyawan denganadministrator dan webmaster adalah wewenang administrator dan webmaster untuk menentukan level setiap pelaku di dalam sistem e-learning ini.

5.2.2.3. Model Input Formulir ( Form) dan Data Dictionary

  Data dictionary berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail, dan mereorganisasi semua elemen data yangdigunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan danproses. menggambarkan model formulir elektronik yang memfasilitasi proses login dengan menyediakan textbox yang harus diisi atau diberi input berupa user_name dan password yang memiliki rentang tertentu yang dijelaskan pada data dictionary di atas.

2. Form Daftar

  Form Kerja Praktek dan Tugas Akhir Data Dictionary dari form kerja praktek dan tugas akhir adalah sebagai berikut: Informasi KP & TA = nama + status + judul + dosen pembimbing 1 + dosen pembimbing 2Nama = 0{karakter}30 Status = [KP/TA]Judul = 0{karakter}60Dosen Pembimbing 1 = 0{karakter}30Dosen Pembimbing 2 = 0{karakter}30 Model ini digunakan untuk mendeskripsikan proses yang terjadi pada level paling dasar dalam data flow diagram. Tidak jadi masalah model mana yang akan digunakan, yang jelas setiap model yag digunakan harus memenuhi syarat berikut: Pada prakteknya model ini akan dibaca oleh pelaku sistem yang berkepentingan dengan spesifikasi proses, umumnya disusun denganmenggunakan pendekatan melalui bahasa pascal, karena relatif lebih tersturktur dibandingkan dengan bahasa lain.

5.2.2.5. Pembuatan Script Per Page

  merupakan logika perintah-perintah yang dituliskan di masing- Script masing halaman situs. Script untuk tiap halaman pada situs e-dapat dilihat pada lampiran.

5.2.2.6. Pembuatan Modul dan Tampilan ( Layout) Situs

  Modul berisi serangkaian perintah dan aturan yang berdasarkan logika pemrograman denganbahasa HTML (Hyper Text Markup Language) dan merupakan langkah lanjutan dari perancangan model website yang ada pada tahap preliminary design. Perintah-perintah yang ada pada modul dibuat berdasarkan fungsi-fungsi utama yang ingin disertakan pada sistem layanan e-learning tersebut seperti yangada pada process spesification dan data apa saja yang mengalir dalam sistem.

5.2.3.1. Penentuan Struktur dan Relasi Database

  Struktur database yang akan dibuat sebagai salah satu elemen dasar dalam perancangan sistem website e-learning ini, terdiri dari beberapa tabel yangberisikan data pada entitas tertentu, yaitu: 1. Tabel dengan entitas mata kuliahEntitas mata kuliah terdiri dari 4 field, yaitu kode mata kuliah, nama mata kuliah, nama dosen, dan textbox upload file.

5.2.3.2. Uji Pada Localhost

  Sebelum meng-upload ke server, sebaiknya situs yang telah dibuat, diuji terlebih dahulu pada server local harddisc untuk menguji apakah situs tersebuttelah berfungsi sebagaimana mestinya atau tidak. Mengetikkan alamat halaman situs yang ingin diujicobaLangkah terakhir yaitu pada kolom web address, alamat halaman website yang ingin ditampilkan diketik.

5.2.4. Production and Construction

5.2.4.1. Pemilihan Web Hosting dan Domain

  Besarnya tergantung dari upload yang dilakukan dan jumlah pengunjung yang bandwidth mengakses situs. Adapun web hosting yang dipilih hendaknya mendukung fasilitas MySQL danPHP, karena MySQL menyimpan database dan dapat mempermudah user dalam membuat form password, login, guest book, contact dan lain-lain.

5.2.4.3. Mengupload File-File CMS Ke Server Side Melalui FTP

  File Transfer Protocol (FTP) merupakan suatu jalur aman dalam memasukkan (upload) file-file kita ke server yang dibutuhkan dalam instalasi suatu situs dengan sistem CMS. File-file yang berada di daerah localhost ditransfer ke daerah file server dengan mengklik tombol panah yang memisahkan kedua daerah.

5.2.4.4. Instalasi CMS ke Website secara Online

  Mengakses situs kita di alamat: http://namasitus.com/install dengan web browser yang digunakan. Setelah selesai melakukan instalasi, hapus folder install dan contrib dari server side melalui FTP.

5.2.5. Utilization and Support

  Harus ada fitur-fitur keamanan dalamperancangan sistem layanan informasi online untuk memastikan tidak ada yang merusak sistem itu sendiri, dan informasi yang ada didalamnya ataupun databaseyang ada. Keamanan data pribadi member berhubungan dengan perangkat hard disc dari user itu sendiri yang berisikan data pribadi pengguna, seperti: password, Keamanan sistem berhubungan dengan lalu lintas suatu jaringan, server, dan infrastruktur website untuk melakukan pencegahan terhadap akses-akses yangmencurigakan seperti virus.

5.2.6. Konsep E-Learning yang Dirancang

5.2.6.1. Model E-Learning

  Tujuan dari tes ini bukan untuk mengukur kemampuan siswa akan materi yang akan dipelajari di kelas, tetapi untuk memastikan bahwa siswamengerti dasar-dasar dan aplikasi di dunia nyata yang menggunakan konsep tersebut yang nantinya diajarkan secara detail di dalam kelas. Namun, kerangka yang ingindipertahankan peneliti adalah adanya overview dan teori sebelum aktivitas kuliah, dilanjutkan dengan aktivitas perkuliahan, dan setelah itu mahasiswa dapatmengakses internet untuk mendapatkan materi tambahan di internet, berupa contoh, simulasi dan aktivitas mandiri.

5.2.6.2. Change Management

  Departemen Teknik Industri USU telah menggunakan sistem perkuliahan yang bersifat tradisional, yakni memerlukan kehadiran fisik mahasiswa dan dosendi ruangan perkuliahan supaya aktivitas perkuliahan dapat dilaksanakan. Untuk membangun suasana yang lebih kondusif lagi, diperlukan pemasangan puluhan unitkomputer yang mungkin dapat ditempatkan pada suatu ruangan yang khusus disediakan untuk mahasiswa yang ingin mengakses materi e-learning secara online .

BAB VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH Bab ini akan membahas dan menganalisis hasil dari perancangan sistem

  situs perkuliahan e-learning melalui jaringan internet (online) di mana diharapkan menjadi solusi dari permasalahan yang terjadi di Departemen Teknik IndustriSumatera Utara dan juga akan membahas keuntungan dan kerugian dari sistem situs perkuliahan e-learning bagi Departemen Teknik Industri Sumatera Utara itusendiri. Login pada halaman index (awal)Daftarkan username pengguna pada form dan masukkan password yang dimiliki untuk dapat mengakses database situs e-learning karena hanyaanggota yang terdaftar saja yang diijinkan untuk mengakses menu-menu pada website.

6.2. Analisis Kebutuhan Infrastruktur Sistem Situs Perkuliahan E-Learning

  a. Perangkat KerasPerangkat keras yang digunakan untuk membangun suatu sistem situs e- akan mendukung kelancaran dalam menjelajahi dunia internet, dan learning menjamin keandalan pertukaran informasi antara anggota situs dengan situs departemen.

6.3. Kelebihan dan Kekurangan Penerapan Sistem Website Perkuliahan E-

  Learning Melalui Jaringan Internet Pada Departemen Teknik IndustriUSU Setiap sistem yang telah siap diimplementasikan akan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu pula dengan sistem situs e-learningini. Kualitas perkuliahan yang semakin meningkat karena mahasiswa didorong untuk mempelajari materi perkuliahan yang dapat di-download dari situs e- learning sebelum perkuliahan dilaksanakan.

BAB VI I KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

  Database yang dibangun untuk mendukung sistem portal (website) e-learning, di antaranya: database user (member, karyawan dan administrator), databaseberita, database jadwal kuliah, database mata kuliah, database perpustakaan(buku, skripsi dan kerja praktek), database laboratorium, database kerja praktek dan tugas akhir. Setiap pengguna / user (member, karyawan, administrator) memiliki hak dan wewenang yang berbeda dalam mengakses dan mengubah informasi padasistem portal e-learning.

7.2. Saran

  Menu-menu yang terdapat pada sistem portal e-learning yang dirancang sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan situasi Departemen TeknikIndustri di masa depan. Sistem Informasi: Berbagai Makalah tentang Sistem Informasi dari Perspektif: Manusia dan Sistem Informasi, Organisasi dan Sistem Informasi, Teknologi dan SistemInformasi yang Disampaikan dalam Konferensi Nasional Sistem Informasi Bandung: Penerbit Informatika, 2005.2005 di Institut Teknologi Bandung.

Dokumen baru