Feedback

PENGUJIAN PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN FASE FINGERLING IKAN SIDAT (Anguilla spp)

 7  125  19  2017-02-15 01:03:59 Report infringing document
Informasi dokumen
PENGUJIAN PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN FASE FINGERLING IKAN SIDAT (Anguilla spp) SKRIPSI Diajukan sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Budidaya Perairan PEBRI SISWANTORO NIM : 07930017 JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS PERTANIAN PETERNAKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012 HALAMAN PENGESAHAN Nama : PEBRI SISWANTORO NIM : 07930017 Jurusan : PERIKANAN Fakultas : PERTANIAN PETERNAKAN Judul : Pengujian Padat Tebar Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Fase Fingerling Ikan Sidat (Anguilla Spp) Skripsi ini telah diterima sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang Mengesahkan Dekan Ketua Jurusan Dr. Ir. Damat, MP NIP : 196402281990031003 Sri Dwi Hastuti,S.Pi.M.Aqua NIP : 110.9911.0353 ii SKRIPSI PENGUJIAN PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN FASE FINGERLING IKAN SIDAT (Anguilla spp) Oleh : PEBRI SISWANTORO NIM : 07930017 Telah dipertahankan di depan dewan penguji Pada tanggal : . Dewan Penguji : Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping drh. Sri Samsundari, MM Hariyadi, S.Pi., M.Si NIP : 110.8903.0100 NIP : 110.0203.0365 Penguji Utama Penguji Pendamping Hany Handajani, S.Pi., M.Si NIP : 110.0309.0406 Ganjar Adhy Wirawan,S.Pi NIP : 0708048403 Malang, 29 September 2012 Universitas Muhammadiyah Malang Fakultas Pertanian Peternakan Pembantu Dekan I Dr. drh. Lily Zalizar, MS NIP : 196203301987032001 iii SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini saya : Nama NIM Tempat, tanggal lahir Agama Alamat : Pebri Siswantoro : 07930017 : Tulungangung, 24 Oktober 1988 : Islam : Ds.Watuagung, Kec.Watulimo, Kab.Trenggalek Dengan menyebut nama Allah SWT, saya menyatakan dengan sebenarnya dan sesungguhnya bahwa: 1. Karya Ilmiah ini adalah karya akademik saya asli, yang saya susun berdasarkan dari hasil penelitian yang saya lakukan. 2. Saya tidak melakukan plagiasi, duplikasi dan replikasi dari hasil penelitian orang lain yang menyebabkan karya ilmiah ini tidak otentik 3. Karya ilmiah ini, telah disusun dengan persetujuan dan bimbingan dari Dewan Pembimbing dan telah diuji dihadapan Dewan Penguji Tugas akhir Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pernyataan ini. Malang, 29 September 2012 Mengetahui Pembimbing Utama Yang Menyatakan drh. Sri Samsundari, MM Pebri Siswantoro iv RINGKASAN Pebri Siswantoro, 07930017. Pengujian Padat Tebar Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Fase Fingerling Ikan Sidat (Anguilla spp). Dibawah Bimbingan Ibu drh. Sri Samsundari, MM sebagai pembimbing utama dan Bapak Hariyadi, S.Pi., M.Si. sebagai pembimbing pendamping. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Indoor Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang pada bulan Pebruari sampai dengan bulan April 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan sidat (Anguilla spp) pada fase fingerling, dan untuk mengetahui padat tebar berapa yang memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan sintasan ikan sidat (Anguilla spp) pada fase fingerling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan ANAVA. Dalam penelitian ini terdapat empat perlakuan, yaitu P1 (30 ekor ikan sidat (Anguilla spp)), P2 (90 ekor ikan sidat (Anguilla spp)), P3 (150 ekor ikan sidat (Anguilla spp)), dan P4 (210 ekor ikan sidat (Anguilla spp)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan sidat pada saat penebaran berat awal rata – rata benih sidat P4 adalah 510,3 setelah mengalami pemeliharaan selama satu bulan bertambah menjadi 682,6 yang selisihnya menunjukkan angka 172,3 dan di ikuti urutan P3 dengan berat rerata tebar awal 586,2 dan rerata tebar akhir 716,0 yang berselisih 129,9 di lanjutkan P1 dengan 116,1 setelah mengalami pemeliharaan selama satu bulan bertambah menjadi 202,3 yang selisihnya menunjukkan angka 86,2 dan yang terakhir P2 berat rerata awal 331,6 setelah pemeliharaan menjadi 415,0 dan berselisih 83,4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan sidat yang sudah di teliti sampai selesai akhir penelitian menunjukkan bahwa tidak ada yang mengalami kematian, berarti hasil penelitian pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan sidat tidak berpengaruh nyata, dan padat tebar yang terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan P4, yaitu padat tebar 210 ekor. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan mutlak sebesar 172,3 gram dan sintasan 100%. Saran yang diberikan adalah untuk mendapatkan pertumbuhan dan sintasan yang lebih baik perlu diperhatikan kualitas air dalam pemeliharaan ikan, karena dapat berpengaruh terhadap kebiasaan dan kenyamanan juga kesehatan ikan. Dalam pemeliharaan ikan sidat perlu diperhatikan jumlah pemberian pakan, karena sisa pakan dapat menyebabkan kekeruhan dan kerusakan kualitas air kolam budidaya, sehingga dapat menghambat pertumbuhan ikan sidat. v SUMMARY Pebri Siswantoro, 07930017. Testing Of Solid Tebar On Growth and Survival rate Discharge Phase Fingerling Fish (Anguilla spp). Under the direction of Mrs. drh. Sri Samsundari, MM as main advisor and Mr. Hariyadi, S.Pi., M.Si. as second advisor. The research was conducted at the Laboratory of the Faculty of Agriculture Livestock Indoor Malang Muhammadiyah University in February to April 2012. The purpose of this study was to determine the effect of intensive stocking of fish growth and survival of eel (Anguilla spp) in the fingerling stage, and to find out how dense stocking that gives the best results for growth and survival of fish eel (Anguilla spp) in the fingerling stage. The method used in this study is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD), then the data were analyzed using ANAVA. In this study there were four treatments, namely P1 (30 fish eel (Anguilla spp)), P2 (90 fish eel (Anguilla spp)), P3 (150 fish eel (Anguilla spp)), and P4 (210 fish eel (Anguilla spp)). The results showed that the influence of dense stocking of eel fish growth and survival rate at the time of the initial stocking of the absolute weight average average is 510.3 P4 eel seed after maintenance for one month increased to 682.6 to 172.3 and the difference showed in the follow P3 sequence with a mean weight of 586.2 and an average initial stocking stocking end to the dispute 716.0 129.9 116.1 in the P1 continue after maintenance for one month the difference increased to 202.3 86.2 shows the numbers and the last P2 is the average initial weight of 331.6 and 415.0 after the maintenance to be at odds 83.4. The conclusion of this study is the influence of dense stocking of eel growth and survival of fish that has been carefully through the end of the study indicate that there is no death, means that dispersive solid research results influence on the growth and survival of fish eel no significant effect, and the dense stocking the best treatment in this study is P4, 210 tail is dense stocking. This is indicated by the absolute growth of 172.3 grams and the survival rate of 100%. Advice given was to get the growth and survival rate is better to consider the maintenance of water quality in fish. Because it can influence the health habits and comfort also in the maintenance of fish and eel fish need to be considered when feeding, because the rest of the feeding damage can cause turbidity and water quality of aquaculture ponds, it can inhibit the growth of eel fish and can even threaten the health of fish appetite also. vi KATA PENGANTAR Assalamua’alaikum Wr. Wb. Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayahNya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah berupa Laporan Penelitian dengan judul “Pengujian Padat Tebar Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Fase Fingerling Ikan Sidat (Anguilla spp).” Skripsi ini disusun dalam rangka menempuh tugas akhir guna memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan, motivasi, dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1) Bapak Dr. Ir. Damat, MP selaku Dekan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang 2) Ibu Sri Dwi Hastuti, S.Pi, M,Aqua selaku Kepala Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang 3) Ibu drh. Sri Samsundari, MM selaku Pembimbing Utama yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan pengarahan selama penyusunan skripsi ini 4) Hariyadi, S.Pi.,M.Si selaku Dosen Pembimbing Pendamping sekaligus Dosen Pembimbing Akademik yang telah membimbing dengan sabar selama ini 5) Ibu Hany Handajany, S.Pi., M.Si, selaku Dosen Penguji Utama yang telah banyak membantu dalam penelitian ini 6) Bapak Ganjar Adhy Wirawan selaku Dosen Penguji Pendamping yang telah memberikan masukan dan arahan selama penyelesaian laporan akhir, juga yang selalu memotifasi dan menginspirasi, terimakasih banyak saya sampaikan. 7) Pak Hariyadi, S.Pi., M.Si. selaku Kepala Laboratorium Perikanan yang telah memberikan masukan dan arahan 8) Sujud sembah dan rasa hormat kepada Ibu Nursiyah dan Bapak Sukardi tercinta yang tak kenal lelah untuk melimpahkan kasih sayangnya, memberikan dorongan dan doanya, yang selalu memotivasi agar selalu jadi yang terbaik dan menjadi anak yang baik, serta adikku tercinta; Arga Dwi Prasetiyo. 9) Teman-teman Angkatan 2007, dan teman-teman perikanan UMM semuanya. 10) Serta tak lupa Anis, Farid, Totok, Al, Umam, Ibal, kalian akan selalu teringat dan juga semua pihak yang telah membantu mulai dari persiapan hingga terselesaikannya laporan skripsi ini. vii Penulis sangat menyadari penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan, sehingga dapat membantu dalam penyusunan karya ilmiah berikutnya. Namun penulis sangat berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Demikianlah, mudah-mudahan semua ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis untuk jalan meretas kehidupan dan masa depan yang lebih baik dan penuh harapan atas ridho Allah SWT. Amin. Selanjutnya, selama menempuh pendidikan di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, apabila ada kekurangan dan kesalahan, penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Malang, 08 Agustus 2012 Penulis viii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL . LEMBAR PENGESAHAN . SURAT PERNYATAAN. RINGKASAN . SUMMARY . KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN . i ii v vi vii viii x xii xiii xiv BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 1.2 Perumusan Masalah . 1.3 Tujuan . 1.4 Sasaran. . 1.5 Hipotesis . 1 3 3 3 4 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ikan Sidat . 5 2.1.1 Klasifikasi dan Morfologi . 5 2.1.2 Habitat dan Siklus Hidup. 6 2.1.3 Pakan dan Kebiasaan Makan . 7 2.2 Padat Tebar . 8 2.3 Pertumbuhan dan Sintasan . 8 2.3.1 Pertumbuhan . 8 2.3.2 Sintasan . 9 2.4 Kualitas Air . 9 2.4.1 Suhu . 9 2.4.2 Oksigen Terlarut . 10 2.4.3 pH . 10 2.4.4 Salinitas . 10 BAB III. METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat . 3.2 Materi dan Alat . 3.2.1 Materi . 3.2.2 Alat . 3.3 Batasan Variabel . 3.4 Metode Penelitian . 3.5 Pelaksanaan Penelitian. 3.5.1 Persiapan Ikan dan Wadah . 3.5.2 Persiapan Pakan . 3.5.3 Pemeliharaan dan Pemberian Pakan . 3.5.4 Pengukuran Pertumbuhan dan Sintasan . 12 12 12 12 13 13 14 14 15 15 15 ix 3.5.6 Variabel Penelitian . 16 3.6 Metode Analisa Data . 16 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pertumbuhan . 4.2 Sintasan . 4.3 Kualitas Air . 4.3.1 Suhu . 4.3.2 Oksigen Terlarut . 4.3.3 pH . 19 23 25 25 26 28 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan . 30 5.2 Saran . 30 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN SURAT PERNYATAAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP x DAFTAR TABEL Tabel 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Halaman Perlakuan x Ulangan . Sidik Ragam . Data Penambahan Bobot Biomasa Selama Pengamatan . Sidik Ragam Pengamatan Pertumbuhan Ikan Sidat dengan Padat Tebar yang Berbeda . Penambahan Bobot Biomasa Selama Pengamatan yang sudah di Transformasi Akar . Sidik Ragam Pengamatan Pertumbuhan Ikan Sidat dengan Padat Tebar yang Berbeda yang sudah di Transformasi . Pengamatan Sintasan Ikan Sidat . . Pengamatan Suhu . Pengamatan Kandungan Oksigen Terlarut . Pengamatan Rata-rata pH . 17 18 19 21 21 22 24 26 27 29 xi DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 2. 3. 4. Halaman Ikan Sidat Fase Fingerling(Anguilla spp) . 5 Denah Percobaan . 14 Grafik Bobot Akhir Ikan Sidat dengan Padat Tebar yang Berbeda 20 Grafik Sintasan Ikan Sidat . 25 xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. 2. 3. 4. 5. Halaman Data Pengamatan Pertumbuhan . Data Analisis Variansi Pertumbuhan Mutlak Ikan Sidat . Uji Homogenitas . Data Pengamatan Kualitas Air . Dokumentasi Kegiatan kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi
PENGUJIAN PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN FASE FINGERLING IKAN SIDAT (Anguilla spp)
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

PENGUJIAN PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN FASE FINGERLING IKAN SIDAT (Anguilla spp)

Gratis