Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)

Gratis

36
230
97
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Hasil penelitian menunjukkan responden mengalami stres sedang dan mengalami strestinggi, mengalami pola makan buruk, dan ada hubungan yang signifikan antara stres dengan pola makan pada mahasiswa tingkat akhir (p=0,000;r= -0,554). Hasil penelitian menunjukkan responden mengalami stres sedang dan mengalami strestinggi, mengalami pola makan buruk, dan ada hubungan yang signifikan antara stres dengan pola makan pada mahasiswa tingkat akhir (p=0,000;r= -0,554).

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Harahap danErniyati (2014) menyatakan bahwa skripsi adalah laporan karya ilmiah dari hasil penelitian dan atau kajian mahasiswa yang dapat berupa bahasan dan rancanganoleh mahasiswa Fakultas Keperawatan USU sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan (S. Halini sesuai dengan hasil penelitian Wahyuni, Sirajuddin, Najamuddin (2012) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres yangtinggi dengan kejadian gejala gastritis yaitu tingkat stres yang tinggi lebih banyak mengalami gejala gastritis sebanyak 81 orang (63,0%).

1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum

1.4.2 Tujuan Khusus

  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres terhadap pola makan mahasiswa tingkat akhir di fakultas keperawatanUniversitas Sumatera Utara (USU). Untuk mengetahui gambaran stres mahasiswa S1 Keperawatan b.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pendidikan keperawatan, pelayanan keperawatan dan penelitian keperawatan. Secara rinci manfaat penelitian iniadalah sebagai berikut:

1.5.1 Pendidikan Keperawatan

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan USUtentang bagaimana mengenali stres sehingga tidak memberikan dampak buruk terhadap pola makannya. 1.5.3 Penelitian KeperawatanHasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengaruh stres terhadap pola makan dan dapat menjadi sumber referensi kepada penelitiselanjutnya mengenai judul terkait.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Stres

2.1.1 Pengertian Stres

  Stres merupakan kumpulan hasil, respon, jalan dan pengalaman yang berkaitan yang disebabkan oleh berbagai stresor, keadaanatau peristiwa yang menyebabkan stres (Manktellow, 2007). Menurut Looker & Gregson (2004), stres merupakan keseimbangan antara bagaimana kita memandang tuntutan-tuntuan dan bagaimana kita berfikir bahwakita dapat mengatasi semua tuntutan yang menentukan apakah kita tidak merasakan stres, merasakan distres (respon stres yang buruk) atau eustres (responstres yang menimbulkan rasa bahagia).

2.1.2 Etiologi Stres

  Stres dapat terjadi karena terdapat suatu perubahan baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial dan juga muncul pada situasi kerja, di rumah, dalamkehidupan sosial dan lingkungan luar lainnya (Patel, 1996 dalam Nasir & Muhith, 2011). Berdasarkanpenjabaran singkat tentang stresor, setiap individu harus beradaptasi dengan stresor yang terjadi pada dirinya dalam rangka bertahan hidup terhadap stresoryang datang dari internal dan eksternal.

2.1.3 Jenis Stres

  Stres yang baik terjadi jika setiapstimulus mempunyai arti sebagai hal yang memberikan pelajaran bagi kita, betapa suatu hal yang dirasakan seseorang memberikan arti sebuah pelajaran dan bukansebuah tekanan. Menurut Nasir & Muhith (2011) stres dikatakan positif apabila setiap kejadian merupakan suatu pelajaran yang berharga dan mendorongseseorang untuk selalu berpikiran yang positif dan setiap stimulus yang masuk merupakan suatu pelajaran yang berharga dan mendorong seseorang untuk selaluberpikir dan berperilaku bagaimana agar apa yang akan dilakukan membawa manfaat dan bukan bencana.

2.1.4 Respon Stres Skema 2.1 Respon Stres Respon Stres

  Namun demikian, sebagian besar dari riset tentang stres berfokus padarespon psikologis dan fisiologi, meski dimensi ini saling tumpang tindih dan berinteraksi dengan dimensi lain. Ketika terjadi stres, seseorang menggunakanenergi fisiologis dan psikologis untuk berespon dan mengadaptasi (Potter & Perry, 2005).

2.1.4.1 Respon Fisiologis

  Respon melibatkan reseptor sensoris, saraf sensoris yang menjalar ke medulla spinalis, neuron penghubung dalam medulla spinalis, saraf motorik yang menjalardari medulla spinalis, dan otot efektif. Tahap kehabisan tenaga terjadi ketika tubuhtidak dapat lagi melawan stres dan ketika energi yang diperlukan untuk mempertahankan adaptasi sudah menipis.

2.1.4.2 Respon Psikologis

  Rice (1992) dalam Safaria dan Saputra (2009) mengelompokkan dampak negatif stres yang dirasakan oleh individu dalam lima gejala, yaitu gejala fisiologis, psikologis, kognitif, interpersonal, danorganisasional. Dampak negatif stres yang mudah diamati dari gejala interpersonal yaitu sikap acuh tak acuh pada lingkungan, apatis, agresif, minder, kehilangan kepercayaanpada oranglain dan mudah menyalahkan oranglain.

2.2 Pola Makan

  Hal tersebut sesuai dengan penelitianyang dilakukan Robiah (2012) di Fakultas MIPA Universitas Indonesia (FMIPAUI) yang menyatakan bahwa adanya hubungan tingkat stres dengan pola makan pada mahasiswa tingkat akhir di FMIPA UI. Pola makan yang baik mengandung makanan sumber energi, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur, karena semua zat gizi diperlukan untukpertumbuhan dan pemeliharaan tubuh serta perkembangan otak dan produktifitas kerja, serta dimakan dalam jumlah cukup sesuai dengan kebutuhan (Almatsier,2004).

2.2.2 Metode

  Untuk itu diperlukankuesioner yang terdiri dari dua komponen, yaitu daftar jenis pangan dan frekuensi konsumsi pangan (Riyadi, 2004). Responden diminta untuk memberi tanda pada daftar makanan yang tersedia pada kuesioner mengenai frekuensipenggunaannya dan ukuran porsinya.

a. Relatif murah dan sederhana

  Dapat dilakukan senderi oleh responden c. Dapat membantu untuk menjelaskan hubungan antara penyakit dan kebiasaan makan.

2.2.2.3 Kekurangan Metode Frekuensi makanan a. Tidak dapat untuk menghitung intake zat gizi sehari

  Perlu membuat percobaan pendahuluan untuk menentukan jenis bahan makanan yang akan masuk dalam daftar kuesioner. Responden harus jujur dan mempunyai motivasi tinggi.

2.3 Mahasiswa Tingkat Akhir

  Wahyuni, Sirajuddin, Najamuddin (2012) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres yang tinggi dengan kejadian gejalagastritis yaitu tingkat stres yang tinggi lebih banyak mengalami gejala gastritis sebanyak 81 orang (63,0%). Sedangkan menurut hasil penelitian Khotimah(2012) tingkat stres mempengaruhi sindroma dispepsia dimana mahasiswa yang mengalami stres sedang 10 kali lebih besar menderita sindroma dispepsiadibandingkan dengan mahasiswa yang mengalami stres ringan.

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN

3.1 Kerangka Konseptual

  Variabel dependen yaitu pola makan mahasiswatingkat akhir dan variabel independen yaitu stres akademik maupun non akademik yang dialami mahasiswa tingkat akhir. Adapun yang menjadi kerangka penelitian ini dapat dilihat dalam bagan dibawah ini :Stres Tinggi -Ket : Variabel yang ditelitiHubungan yang diteliti Skema 3.1 Kerangka Konsep Stres mempengaruhi Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan USU.

3.2 Definisi Operasional

  Tabel 3.2 Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil ukur Skala ukur 1 Variabel Ketidakmampuan Lembar StresRendah Ordinal independen: mahasiswa tingkat kuesioner = 0-25Stres akhir untuk Stres Sedang = menyesuaikan diri 26-52terhadap Stres Tinggi = permasalahan- >53permasalahan yang terjadi dalammenghadapi tugas akhir/skripsi di ukurdengan skala tinggi, sedang, rendah. 2 Variabel Jenis dan Frekuensi Lembar 0 = buruk, jika Ordinal dependen: makanan yang kuesioner pola makanPola makan dikonsumsi terdiri tidak sesuai dari makanan pokok, denganlauk-pauk, sayur dan Pedoman Gizi buah yang Seimbangdikonsumsi 1 = baik, jika responden.

3.3 Hipotesa

Hipotesa penelitian adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yangterkumpul (Arikunto, 2010). Hipotesa yang akan dibuktikan dalam penelitian ini adalah :Ha : Adanya hubungan stres dengan pola makan mahasiswa tingkat akhirHo : Tidak Adanya hubungan stres dengan pola makan mahasiswa tingkat akhir

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

  4.1 Desain Penelitian Desain penelitian yang dilakukan peneliti adalah deskriptif korelatif dengan desain cross-sectional untuk mengamati data yang diobservasi sekali sajadan pengukuran dilakukan terhadap variabel subjek pada saat pemeriksaan. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan formula sederhana untuk menetukan jumlah sampel (Notoatmodjo,2005) yaitu : � = n = besar sampelN = besar populasi d = tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan 0,05Berdasarkan rumus di atas maka didapatkan jumlah sampel yaitu:� = , + � = = , atau orang 4.3 Waktu dan Tempat Penelitian Tempat yang menjadil lokasi penelitian adalah Fakultas KeperawatanUSU.

4.5 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner

  Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari kuesioner Safaria dan Saputra (2009) tentang tingkat stres dengan menggunakan skala likert danberdasarkan metode food frequency yang di adopsi dari kuesioner penelitian Syifa Puji Suci. Bentuk pertanyaannya adalah pertanyaan tertutup agar memudahkan responden untuk memilih jawaban yang telah disediakan dan membatasi jawaban yang telahdisediakan dan membatasi jawaban yang akan diberikan oleh responden sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

4.6 Validitas dan Reabilitas

4.6.1 Validitas

4.6.2 Reliabilitas

  Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karenainstrumen tersebut sudah baik. Hasil uji reliabilitas pada kuesioner stresadalah 0,8 dan hasil uji reliabilitas pada kuesioner pola makan adalah 0,81.

4.7 Pengumpulan Data dan Pengolahan Data

  Sebelumkegiatan pengisian kuesioner, peneliti memberikan penjelasan mengenai cara pengisian kuesioner dan responden diberikan kesempatan untuk bertanya apabilaada pertanyaan di dalam kuesioner yang belum jelas atau tidak dipahami. Coding 0 untuk pola makan buruk, Coding 1 untuk pola makan baik (makanan pokok 3-4 porsi/hari, lauk-pauk 2-4 porsi/hari,sayuran 3-4 porsi/hari dan buah 2-3 porsi/hari).

3. Entry

  Untuk pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner yang telah diisi berdasarkan kode-kode yang telah ada oleh responden dimasukkan kedalam software statistic. Data pola makan pada FFQ dilihat satu-persatu kemudian dimasukkan pada software statistic untuk dikategorikan hasil dari formulirFFQ untuk melihat frekuensi makanan sesuai atau tidak dengan PGS.

4. Cleaning

  Pengecekkan kembali, untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan pada data tersebut, baik pengkodean maupun dalam kesalahandalam membaca kode. Dengan demikian data telah siap dianalisis.

4.8 Analisa data

  Analisis data yang akan peneliti lakukan adalah analisa univariat dan bivariat, yaitu sebagai berikut: 4.8.1 Analisis Univariat Analisis ini umtuk mendapatkan gambaran pada masing-masing variabel. Gambaran yang didapat akan dimasukkan ke dalam bentuk tabel frekuensi dan akan digunakan untuk uji analisis deskriptif.

0.3 Korelasi positif sedang

  >0.5 Korelasi positif kuat. Hubungan positif, interpretasi kuat.

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

  Bab ini menerangkan tentang hasil penelitian mengenai pengaruh stres terhadap pola makan mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan USU,melalui pengumpulan data pada 97 responden. Penyajian data meliputi deskriptif karakteristik responden, stres mahasiswa tingkat akhir yang dikategorikan denganstres rendah, sedang dan tinggi, pola makan mahasiswa tingkat akhir yang dikategorikan baik dan buruk serta deskripsi pengaruh stres terhadap pola makanmahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan USU.

5.1.1 Deskripsi Karakteristik Responden

  Deskripsi karateristik responden terdiri dari jenis kelamin dan umur. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 11,3% responden laki-laki dan 88,7%responden perempuan.

5.1.2 Stres Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan USU

  Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Stres Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan USU Stres mahasiswa tingkat akhir diFrekuensi Persentase (%) Fakultas Keperawatan USUStres Tinggi 4 4,1Stres Sedang 62 63,9Stres Rendah 31 32,0 5.1.3 Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan USU Dari tabel 5.3 diperoleh sebanyak 40 responden (41,2%) memiliki pola makan yang baik dan sebanyak 57 responden (58,8%) memiliki pola makan yangburuk. Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan USU Pola makan mahasiswa tingkat akhir Frekuensi Persentase (%) di Fakultas Keperawatan USUBaik 40 41,2Buruk 57 58,8 5.1.4 Pengaruh Stres terhadap Pola Makan mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan USU Dari tabel 5.4 dapat dilihat bahwa dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan/pengaruh stres terhadap pola makan yang signifikan.

5.2 Pembahasan

Dari data hasil penelitian yang didapatkan, pembahasan dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang gambaran stres mahasiswa tingkat akhir,gambaran pola makan mahasiswa tingkat akhir dan pengaruh stres terhadap pola makan mahasiswa tingkat akhir di Fakultas keperawatan USU.

5.2.1 Stres Mahasiswa Tingkat Akhir

  Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa paling banyak responden mengalami tingkat stres sedang walaupun banyaknya stresor sepertipenyelesaian skripsi, masalah dana, tugas-tugas akademik dan lain-lain.dan hanya 4 orang responden saja yang mengalami tingkat stres berat. Potter & Perry (2005)menjelaskan bahwa tingkat stres sedang adalah stres karena menghadapi stresor dalam hitungan hari, dan tingkat stres berat adalah stres karena meghadapi stresor Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Wulandari,2008) yaitu tingkat stres yang mendominasi adalah stres sedang dengan persentase 61,6% dan tidak ada responden yang mengalami stres tinggi.

5.2.2 Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir

  Hasil penelitian diperoleh bahwa persentasi terbanyak yaitu 58,8% mahasiswa Fakultas Keperawatan USU mempunyai pola makan buruk (tidaksesuai dengan PGS) dan terdapat sebanyak 41,2% yang memiliki pola makan baik (sesuai dengan PGS). Pola makan yang baik mengandung makanan sumber energi, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur, karena semua zat gizi diperlukan untukpertumbuhan dan pemeliharaan tubuh serta perkembangan otak dan produktifitas kerja, serta dimakan dalam jumlah cukup sesuai dengan kebutuhan (Almatsier,2004).

5.2.3 Pengaruh Stres terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan USU

  Hal inilah yang terjadi pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan USU,fokus responden penelitian lebih kepada aktivitas perkuliahan yang padat ditambah penyelesaian tugas akhir/skripsi, sehingga sangat berpengaruh terhadappola makan responden yang didominasi yaitu pola makan buruk. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nishitani & Sakibara(2006) yang menyatakan bahwa kondisi kehidupan penuh stres akan mempengaruhi pola makan, yaitu lebih pada konsumsi berlebih dan berkontribusiterhadap kejadian obesitas.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang pengaruh stres terhadap pola makan mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan USU tahun 2011,didapatkan kesimpulan bahwa : 1. Sebagian besar responden mengalami pola makan yang buruk 3.

6.2 Saran

  Uapaya yang dapat dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai bagaimana pola makan yang baik dan pemanfaatan waktu dalammengerjakan tugas akhir. Peneliti juga berharap upaya promosi kesehatan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada fennomena yang terlihat jelas atau objektif, tetapiperlu dilakukan terhadap fenomena yang dikeluhkan seperti stres dan pola makan.

3. Penelitian Keperawatan

  Penelitimengharapkan faktor yang mempengaruhi stres dan pola makan ikut diteliti pada penelitian selanjutnya. Hubungan Tingkat Stres dengan Pola Makan pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Salah Satu Fakultas Rumpun Sains dan Teknologi Universitas Indonesia.

LEMBAR PENJELASAN RESPONDEN

  Judul : Pengaruh Stres terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir diFakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) Peneliti : Emma MarhamaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Stres terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan USU. Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan akan diberikan lembar pernyataan terkaitdengan Stres dan Pola makan dan memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan responden.

B. Petunjuk

  √) pada kotak yang tersedia (1)Kadang- kadang 6 Saya kehabisan energi untuk 5 Saya merasa sulit berkonsentrasiSetiap bangun pagi badan saya terasa lelah 4 3 Pikiran saya sering kacauSaya suka memendam kemarahanSaya merasa kecewa dengan keadaan hidup saya 2 1 (4) (3)Selalu (2)Sering (0)Jarang 2. Jawaban anda harus yang paling sesuai dengan yang Anda rasakan/alami Pertanyaan di bawah ini merupakan pertanyaan selama Anda menyusun SkripsiNO Pernyataan Tidak pernah 4.

C. Petunjuk Beri Tanda ( √ ) Jenis makanan yang Anda makan 1 Bulan Terakhir

Jenis Makanan Per hariNO ≤1x 2-3x 4-5x >6x

1 Makanan Pokok

NasiNasi GorengNasi UdukBuburRoti TawarSingkongGandum 2 Lauk Hewani Ikan Mujair gorengIkan masIkan TeriIkan AsinIkan LeleTelurAyamHati AyamDaging SapiUdangCumiBaksoRendangKerang 3 Lauk Nabati TahuTempeKacang ijo

4 Sayur-sayuran

BayamSawiDaun SingkongKangkungKacang Panjang BrokoliBuncisTogeTerongPareKemangiLabuKentang

5 Buah-buahan

JerukPepayaMelonSemangkaPisangApelAlpukatNanasJambu AirJambu BijiManggaBelimbingSalakPear/PirBengkoangKedondongStrawberiWortel Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Output SPSS

1. Uji Reliabilitas Kuesioner

1.1 Kuesioner Stres

Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items .809 20

2. Karakteristik Demografi Responden

jeniskelaminCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid laki-laki 11 11.3 11.3 11.3 perempuan 86 88.7 88.7 100.0 Total97 100.0 100.0umur Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 19-20 7 7.2 7.2 7.2 21-22 89 91.8 91.8 99.0 23-24 1 1.0 1.0 100.0 Total97 100.0 100.0

3. Deskripsi Stres

stresCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid rendah 31 32.0 32.0 32.0 sedang 62 63.9 63.9 95.9 tinggi 4 4.1 4.1 100.0 Total97 100.0 100.0makantotal Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid buruk 57 58.8 58.8 58.8 baik 40 41.2 41.2 100.0 Total97 100.0 100.0 Tests of NormalityaKolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig.pstotal .128 97 .000 .953 97 .002 pmtotal .261 97 .000 .806 97 .000

a. Lilliefors Significance Correction

  Correlations** stres makantotal Spearman's rho stres Correlation Coefficient 1.000 -.554 Sig. .000 ** N 97 97 makantotal Correlation Coefficient -.554 1.000Sig.

4 X

  1 1 1 24 16 4 1 1 1 1 23 22 16 4 1 1 1 2 16 18 1 1 1 1 4 19 21 1 1 1 3 9 20 1 4 2 1 16 64 212 4 1 1 1 1 30 1 1 1 29 16 4 1 1 25 27 26 1 1 1 3 9 1 1 1 1 1 4 16 28 4 1 1 1 9 8 1 1 1 7 16 4 1 1 1 1 6 1 1 1 1 1 3 9 2 3 1 1 5 3 9 4 1 1 1 10 1 1 9 16 15 1 1 1 3 16 1 1 1 1 3 1 17 4 1 1 16 11 1 1 1 1 4 12 1 13 1 1 1 14 1 9 � − =�− . Persiapan SkripsiBiaya kertas dan tinta print - Rp 100.000,-Penggandaan skripsi dan penjilidan Rp 100.000,- -Konsumsi sidang skripsi Rp 150.000,- -Jumlah Rp 1.210.000,- Daftar Riwayat Hidup Nama : Emma MarhamaTempat/Tanggal lahir : Padangsidempuan/22 Oktober 1992Jenis kelamin : PerempuanAgama : IslamAlamat : Jl.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
36
230
97
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
7
60
101
Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Penyelesaian Skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
97
469
104
Pengaruh Pola Makan terhadap Kejadian Obesitas Pengaruh Pola Makan terhadap Kejadian Obesitas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2011
2
64
95
Perbedaan Tingkat Kekebalan Stres Mahasiswa Reguler Dan Ekstensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
3
64
62
Gambaran Stres Mahasiswa Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2012
3
56
64
Peranan Shalat Tahajud Dalam Meghadapi Stres Pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU)
1
66
83
Perilaku Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Terhadap Pola Makan Vegetarian Tahun 2011
6
79
130
Pengaruh Pelayanan Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa
1
62
161
Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
0
0
40
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Stres 2.1.1 Pengertian Stres - Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
0
0
12
Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
1
1
12
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
43
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
9
Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Penyelesaian Skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
1
2
35
Show more