Hubungan Frekuensi Kunjungan Keluarga dan Kecerdasan Emosional Dengan Penyesuaian Diri Santri Baru Di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor

Gratis

0
10
113
2 years ago
Preview
Full text
HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN KELUARGA DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN DARUL MUTTAQIEN BOGOR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) ARIYANTI NIM : 1110104000035 PROGRAM STUDI ILMU KEPERWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1435 H/2014 M FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN Skripsi, 11 Juli 2014 Ariyanti, 1110104000035 HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN KELUARGA DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN DARUL MUTTAQIEN BOGOR xx + 68 halaman + 11 tabel + 2 bagan + 7 lampiran ABSTRAK Penyesuaian diri adalah suatu proses yang melibatkan respon mental dan tingkah laku yang menyebabkan individu berusaha menanggulangi tuntutantuntutan yang sedang dihadapi. Faktor keluarga dan kecerdasan emosional merupakan dua dari berbagai faktor yang bisa mempengaruhi penyesuaian diri seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan keluarga dan kecerdasan emosional dengan penyesuaian diri santri baru tahun ajaran 2013-2014 di Pondok Pesantren Darul Muttaqien. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling jenis simple random sampling pada santri kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang bermukim di pondok pesantren sebanyak dan belum pernah mukim di pesantren ketika SD/MI sebanyak 87 responden. Data diambil di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor pada bulan Mei. Instrumen yang digunakan merupakan modifikasi dari kuesioner kecerdasan emosional, penyesuaian diri dan frekuensi kunjungan keluarga. Analisa data menggunakan Chi-Square <0,05. Hasil analisa menunjukkan santri baru memiliki penyesuaian diri tinggi 52,9%, kecerdasan emosional tinggi 50,6% dan sering dikunjungi keluarga 57,5%. Hasil uji bivariat, frekuensi kunjungan keluarga (P=0,612) menunjukkan tidak ada hubungan dengan penyesuaian diri santri baru. Sedangkan kecerdasan emosional (P=0,004) menunjukkan terdapat hubungan dengan penyesuaian diri santri baru. Berdasarkan hasil penelitian ini, pengasuh pesantren dapat melakukan upayaupaya pengembangan kecerdasan emosional dalam rangka meningkatkan penyesuaian diri santri baru. Kata kunci: penyesuaian diri, santri baru, kecerdasan emosional, frekuensi kunjungan keluarga Daftar bacaan : 59 (2002-2013) iii FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES SCHOOL OF NURSING ISLAMIC STATE UNIVERSITY SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Undergraduated Thesis, 11 July 2014 Ariyanti, 1110104000035 RELATIONS BETWEEN FREQUENCY OF FAMILY VISITS AND EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH SELF ADJUSTMENT OF NEW SANTRI AT PONDOK PESANTREN DARUL MUTTAQIEN BOGOR xx + 68 pages + 11 tables + 2 charts + 7 attachment ABSTRACT Adjustment is a process that involves mental and behavioral responses that lead to individuals trying to cope the demands that are being faced. Family factors and emotional intelligence are two of many factors that can affect a person's self adjustment. The purpose of this study was to determine the relationship between the frequency of family visits and emotional intelligence with self-adjustment of new students in the 2013-2014 school year at Pondok Pesantren Darul Muttaqien. The method used in this study was a quantitative analytical cross-sectional design. A probability of simple random sampling technique used in this study. Sample consisted of student at seventh grade secondary school students who live in boarding school and have never habitation in boarding school when SD / MI. There were total are 87 respondents involved. Data taken at Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor in May. The instrument used was a modification of the questionnaire emotional intelligence, self-adjustment and frequency of family visits. Data analysis using Chi-Square <0.05. The results of the analysis showed new students had high self-adjustment 52,9%, high emotional intelligence 50,6% and often visited 57.5%. Bivariate test results, the frequency of family visits (P = 0.612) showed no association with the adjustment of new students. While emotional intelligence (P = 0.004) showed an association with the adjustment of new students. Based on these results, pesantren can make efforts in the development of emotional intelligence in order to improve the adjustment of new students. Keywords: adjustment, new students, emotional intelligence, the frequency of family visits References : 59 (2002-2013) iv DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : Ariyanti Tempat, Tanggal Lahir : Sambas, 04 Mei 1992 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Status : Belum menikah Alamat : Dsn Taman Sari RT 001/ RW 001, Desa Sei Toman, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Telp/ No HP : 0896-0279-2962 Email : ariyantiarifien@gmail.com Fakultas/Jurusan : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan / Program Studi Ilmu Keperawatan PENDIDIKAN 1. SDN 33 Sei Toman 1998 – 2004 2. SMP Negeri 1 Salatiga 2004 – 2007 3. MAN Sambas 2007 – 2010 4. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2010-Sekarang ORGANISASI 1. OSIS 2005 – 2006 2. Rohis 2007 – 2008 3. Poskestren 2008 – 2010 4. BEMJ Ilmu Keperawatan 2011 – 2012 5. CSS Mora 2011 – 2012 viii DAFTAR ISI JUDUL HALAMAN PERNYATAAN . Error! Bookmark not defined. ABSTRAK . iii ABSTRACT . iv LEMBAR PERSETUJUAN. v LEMBAR PENGESAHAN . vi DAFTAR RIWAYAT HIDUP . viii DAFTAR ISI . ix DAFTAR BAGAN . xiv DAFTAR TABEL . xv DAFTAR LAMPIRAN . xvi DAFTAR SINGKATAN . xvii KATA PENGANTAR . xviii BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang. 1 B. Rumusan Masalah . 6 C. Pertanyaan Penelitian . 7 D. Tujuan Penelitian . 7 E. Manfaat Penelitian . 8 F. Ruang Lingkup Penelitian . 8 ix BAB II: TINJAUAN PUSTAKA A. Pondok Pesantren . 9 1. Pengertian . 9 2. Jenis-Jenis Pesantren . 10 3. Fungsi Pondok Pesantren . 11 B. Santri. 12 C. Penyesuaian Diri . 13 1. Pengertian Penyesuaian Diri. 13 2. Fase-Fase Penyesuaian Diri . 14 3. Ciri-Ciri Penyesuaian Diri . 15 4. Karakteristik Penyesuaian Diri . 16 5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri . 18 D. Keluarga. 21 1. Pengertian Keluarga . 21 2. Ciri-Ciri Keluarga . 22 3. Tipe Keluarga . 23 4. Dukungan Keluarga . 26 5. Kunjungan Keluarga . 28 E. Kecerdasan Emosional . 29 1. Pengertian Kecerdasan Emosional . 29 2. Aspek Kecerdasan Emosional . 30 x 3. Manfaat Kecerdasan Emosional . 32 4. Pengukuran Kecerdasan Emosional . 33 F. Kerangka Teori . 35 BAB III: KERANGKA KONSEP, HIPOTESA DAN DEFINISI OPERASIONAL A. Kerangka Konsep . 36 B. Hipotesa Penelitian . 36 C. Definisi Operasional . 37 BAB IV: METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian . 38 B. Lokasi dan Waktu Pengumpulan Data . 38 C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel . 38 1. Populasi . 38 2. Sampel . 39 D. Teknik Pengambilan Sampel . 39 E. Instrumen Penelitian . 40 F. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen . 42 G. Hasil Uji Instrumen . 43 H. Teknik Pengumpulan Data . 44 I. Pengolahan Data . 45 J. Analisa Data . 46 xi 1. Analisa Univariat . 46 2. Analisa bivariat . 46 K. Etika Penelitian . 47 BAB V: HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Pondok Pesantren Darul Muttaqien . 48 B. Analisa Univariat . 49 1. Karakteristik Responden. 49 2. Penyesuaian Diri Santri . 50 3. Frekuensi Kunjungan Keluarga . 50 4. Kecerdasan Emosional . 51 C. Analisis Bivariat . 51 1. Hubungan Frekuensi Kunjungan Keluarga dengan Penyesuaian Diri . 52 2. Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Penyesuaian Diri . 52 BAB VI: PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden. 54 B. Analisis Univariat . 55 1. Gambaran Penyesuaian Diri Santri Baru . 55 2. Gambaran Frekuensi Kunjungan Keluarga . 58 3. Gambaran Kecerdasan Emosional . 59 C. 1. Analisa Bivariat . 61 Hubungan Frekuensi Kunjungan Keluarga dengan Penyesuaian Diri . 61 xii 2. D. Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Penyesuaian Diri . 64 Keterbatasan Peneliti . 66 BAB VII:KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . 67 B. Saran . 68 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xiii DAFTAR BAGAN No. Bagan 2.1 Kerangka Teori.35 3.1 Kerangka Konsep.36 xiv DAFTAR TABEL No. Tabel 3.1 Definisi Operasional.37 4.1 Jumlah Sampel Tiap Kelas.40 4.2 Skala Kecerdasan Emosional.41 4.3 Skala Penyesuaian Diri.42 4.4 Hasil Uji Instrumen.43 5.1 Distribusi Usia dan Jenis Kelamin Responden di Pondok Pesantren Darul Muttaqien.49 5.2 Distribusi Frekuensi Penyesuian Diri Responden di Pondok Pesantren Darul Muttaqien.50 5.3 Distribusi Frekuensi Kunjungan Keluarga Responden di Pondok Pesantren Darul Muttaqien.50 5.4 Distribusi Frekuensi Kecerdasan Emosional Responden di Pondok Pesantren Darul Muttaqien.51 5.5 Distribusi Hubungan Frekuensi Kunjungan Keluarga dengan Penyesuaian Diri Responden di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Tahun 2014.52 5.6 Distribusi Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Penyesuaian Diri Responden di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Tahun 2014.53 xv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Kuesioner Penelitian Lampiran 2 Surat Izin Studi Pendahuluan Lampiran 3 Surat Izin Penelitian Lampiran 4 Surat Izin Penelitian ke Madrasah Tsanawiyah Darul Muttaqien Lampiran 5 Surat Bukti Penelitian Lampiran 6 Lembar Hasil Analisis Uji Instrumen Lampiran 7 Lembar Hasil Perhitungan Analisis Data xvi DAFTAR SINGKATAN EQ : Emotional Quotinent EQ-I : Emotional Quotinent Inventory IQ : Intelligence Quotinent MA : Madrasah Aliyah MSCEIT : Mayer Salovey Caruso Emotional Intelligence Test MTs : Madrasah Tsanawiyah SQ : Spiritual Quotinent TMI : Tarbiyatul Muallimin Wal Muallimat Al-Islami xvii KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh Puji dan syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Frekuensi Kunjungan Keluarga dan Kecerdasan Emosional dengan Penyesuaian Diri Santri Baru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta menerapkan ilmu yang didapat oleh penulis dalam perkuliahan. Proses penyelesaian skripsi ini telah dijalani tahap demi tahap dengan penuh perjuangan dan pengorbanan hingga akhirnya terselesaikan. Peneliti menyadari, skripsi ini dapat terselesaikan berkat arahan, dukungan, masukan, do‟a dan bantuan yang diberikan kepada penulis. Dengan ini, penulis ingin mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih serta penghargaan yang tidak terhingga kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Komarudin Hidayat selaku Rektor Universitas Islam Negeri syarif Hidayatullah Jakarta 2. Bapak Prof. Dr. Dr. MK Tadjudin, Sp.And selaku Dekan FKIK Universitas Islam Negeri syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Bapak Ns. Waras Budi Utomo, S.Kep, M.KM selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Negeri syarif Hidayatullah Jakarta. xviii 4. Ibu Ns. Uswatun Hasanah, MNS selaku pembimbing akademik yang dengan sabar mengarahkan dan membimbing selama diakademik. 5. Ibu Ns. Eni Nur‟aini Agustini, S.Kep, M.Sc selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Keperawatan sekaligus sebagai pembimbing pertama. Terima kasih sebesar-besarnya kepada beliau yang telah meluangkan waktu, tenaga dan kesabaran selama membimbing penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini. 6. Ibu kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit Skabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Modern Misbahul Ulum Paloh Lokseumawe
2
56
71
Tingkat Pengetahuan Santri Terhadap Penyakit Skabies Di Pondok Pesantren Darularafah Raya
9
103
71
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Skabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan
11
68
64
Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa AKBID Sehat Medan Tahun 2014
0
31
73
Peran Pendidikan Akhlak Dalam Membentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum
40
289
105
Penerapan program Qiraati di SDIT Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung Bogor
0
15
91
Penyesuaian diri santri di Pondok Pesantren terhadap kegiatan pesantren : studi kasus di Pondok Pesantren Darunnajah
10
77
116
Aktivitas Dakwah Di Pondok Pesantren Al-UM Bogor Dalam Rehabilitasi Santri Narkoba
0
24
110
Pola komunikasi Kyai dan Santri di Pondok Pesantren al-Asmaniyah Kampung Dukuhpinang, Tangerang, Banten
3
107
82
Tinjauan Hukum Islam terhadap Sistem Operasional Koperasi Simpan Pinjam:Studi Kasus pada Koperasi Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung Bogor
3
20
77
Hubungan Frekuensi Kunjungan Keluarga dan Kecerdasan Emosional Dengan Penyesuaian Diri Santri Baru Di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor
0
10
113
Strategi bauran promosi Pondok Pesantren Darul Muttaqien
1
10
96
Perilaku Komunikasi Santri Dengan Kyai di Lingkungan Pondok Pesantren Al-Basyariah di Cigondewah Kabupaten Bandung
1
50
118
Sistem Informasi Pelayanan Santri Di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Putri Beji 1 Purwokerto
4
51
215
Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Toleransi terhadap Stres dengan Penyesuaian Diri pada Lansia Di Kelurahan Jebres Surakarta
0
0
13
Show more