Hubungan persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah

Gratis

0
2
107
2 years ago
Preview
Full text
i-k/fir /f HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG KETERL.IBATAN AYAH DAL.AM PENGASUHAN ANAK DENGAN PERILAKU MORAL ANAK DI SEKOLAH SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Kersarjanaan Psikologi • •• • 111 Diterin. 」ゥZセイ@ Oleh - . -........ セ@ ... Bセ@ · . i)""•••··················'·-··········--,, : ••,r..!{,.,. .. qNセ@ .., 6.1:) .•..... ; gL ':o. lncl!!k : .. k,' [セゥヲォᄋ@ Q.fAl... セ@ .NqjZセVゥ_t@ : ··········· IRMA SAFITRI 104070002308 FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2009 . .. .. ... ... ...............'( HUBUNGAN PERSEPSI TENT ANG KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK DENGAN PERILAKU MORAL ANAK DI SEKOLAH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Persyaratan Memperoleh Gelar Kesarjanaan Psikologi PER pustOGL[Hᆪ|セ@ Oleh IRMA SAFITRI 104070002308 Dibawah Bimbingan : FAKULTAS PSI KO LOG I UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIH HIDAYATULLAH JAKARTA 2009 PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi yang berjudul Hubungan Persepsi Tentan!] Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Anak Dengan Perilaku Moral Jl,nak di Sekolah telah diujikan dalam sidang ' munaqasyah Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 5 Maret 2009. Skripsi ini telah diterirna sebagai salah satu syarat untuk rnernperoleh gelar Sarjana Psikologi. . Jakarta, Maret 2009. Sidang Munaqasyah Ketua merangkap anggota Sekretaris merangkap anggota In セZAィゥャ。@ Jahja Umar, Ph.D NIP. 130558822 Suralag , M.Si NIP. 150215283 (- Anggota Penguji I q_ Penguj I·11, ! ' ' Clan Yasun M.Si Ora. N M.Si MOTTO 7-farya 1<epacla :llffah-fah 1<ami Meryem6ah, 1Jan 7-farya 1<epacla :llffah-fah 1<arni Memohon Pertofon:Jan ({1, ,S :llf-<Fafihah: 3) 'Kesuhesan alafah 1<etfKa 1<ifa 13isa '/3erha13a .Ii 1-falapan :llffah 1Jan 'Kesuhesan alafah 1<etik,r, 1<ifa 13isa Mensuk_yesKan Ora»J .f.ain Zarya <-Jiederhana Jui ZuJ'oer.remliali'kan untuk Zedua Oranj' ェNセ。ォオ@ セョェG@ dan Zaka/iJZu Jer.rayans ABSTRAK (A) Fakultas Psikologi (B) Februari 2009 (C) Irma Safitri (D) Hubungan Persepsi Tentang Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Anak Dengan Perilaku Moral Anak Di Sekolah (E) xii + 70 halaman (F) Latar Belakang : Saat ini tidak dapat dipungkiri banyak sekali perilaku yang menyimpang, dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku terjadi di kalangan anak. Banyak hal yang menjadi pemicu hal tersebut diantarnnya lingkungan yang semakin memburuk yang memicu perilaku tidak bermoral pada anak. Dalam hal ini pengawasan dari orang tua sangat dibutuhkan, terutama dari ayah. Pengasuhan ayah yang baik sangat dibutuhkan untuk menciptakan perilaku yang bermoral pada anak. Perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan k:ode moral kelompok sosial, peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi suatu budaya dan yang menentukan pola perilaku yang diharapkan dari seluruh anggota kelompok. Perilaku moral dalam penelitian ini adalah perilaku moral anak di sekolah yaitu perilaku yang sesuai dengan tata tertib yang berlaku di sekolah, terdiri dari kedisiplinan, tanggung jawab dan kesopanan. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak adalah adalah bagaimana seorar.g ayah ikut terlibat dalam pengasuhan anak. Pengasuhan ayah yang dimaksud dalam penelitian ini terdiri dari empat hal, yaitu terlibat dan terikat secara emosional dengan anak, terlibat dalam penanganan masalah I krisis, komitment memberikan perintah dan kontrol terhadap anak, dan memberikan contoh dalarn perilaku pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kolerasional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 128 orang. Dari jumlah tersebut dipilih 30 orang sampel penelitian dengan menggunakan random sampling. lnstrumen pengumpulan data adalah skala model Liker!. Bentuk pengolahan dan analisa data menggunakan analisa statistika dengan menggunakan program SPSS 11.5, uji validitas ュ・ョセQYオ。ォ@ kolerasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Sedangkan uji hipotesis menggunakan kolerasi Product Moment dari Pearson. Terdapat 40 item yang valid dan 10 item yang tidak valid untuk skala keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan reliabilitas 0,8915. Sedangkan untuk skala perilaku moral anak di sekolah terdapat 39 item yang valid dan 1 item yang tidak valid dengan reliabilitas 0,9258. Berdasarkan analisis kolerasi Product Moment diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antata keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari nilai korelasi (r hitung) sebesar 0,599 > dari taraf signifikasi 5% atau (0,05) dan nilai kolerasi positif maka kolerasi yang terjadi juga bersifat positif artinya semakin tinggi tingkat keterlibatan ayah maka semakin tinggi juga perilaku moral anak. Saran yang di aujukan untuk penelitian selanjutnya adalah lebih memperbaiki item-item kedua variabel, menambah jumlah sampel, pihak ayah juga diikutsertakan dalam sampel penelitian, menambah kelengkapan data dari pihak sekolah dan menambah instrumen penelitian dengan wawancara dan observasi. Dan untuk saran praktis khususnya kepada para ayah untuk lebih terlibat dalam pengasuhan anak, kepada pihak sekolah agar menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku moral dan untuk para anak agar belajar berperilaku moral. (G) Bahan bacaan 17 buku, 3 skripsi, 2 kamus, 2 website (1968- 2007) ABSTRACTION (A) Psychology Faculty ( B) February 2009 ( C) Irma Safltri ( D) Relation Perception of Father Involvement of In Child Mothering Behaviorally is Child Moral At School ( E) xii + 70 page; yard ( F) Background : Undeniable in this time a lot of behavior digressing, and disagree with norm going into effect happened among child. A lot of matter becoming of the mentioned among other things environment which progressively deteriorate triggering dissolute behavior at child. In this case observation from parent very required, especially from father. good Father mothering very required to create the behavior which have moral to of at child. Behavioral of moral is behavior matching with social group moral code, behavior regulation which have come to the habit for an culture and determining behavior pattern expected from entire group member. Behavioral! of moral in this research is behavior of child moral at schooll that is behavioral! matching with discipline going into effect at school, consisted of by the discipline, responsibility and courtesy. Father involvement in child mothering is how a father have a finger in the pie the child mothering. While hypothesis test use the coleoTation Product Moment from Pearson. There are 40 valid item and 1(1 item which is not valid for the scale of father involvement in child mothering by reliabilitas 0,8915. While for the scale of behavioral of child moral at school there are 39 valid item and 1 item which is not valid by reliabilitas 0,9258 Pursuant to analysis of colerration Product Moment obtained by result that there are relation which significan of between father involvement in child mothering behaviorally is child moral at school. This matter is visible from correlation value r counUcalculate] equal to 0,599 > from level signification 5% or (0,05) and assess the positive coleration hence colerati that happened also have the character of positive of its meaning is excelsior mount the father involvement hence excelsior also behavior of child moral. Suggestion which depend is raised for the research of hereinafter is more improve; repairing of second item of variable, adding amount sampel, paternal also involve in sampel research, adding data equipment from schooll party and add the research instrument with the interview and observation. And for the suggestion of practical specially to all father to more involved in by is a child mothering, to school party of so that creating environment supporting moral behavior and to all child of so that learning action moral (G) reading Substance 17 book, 3 skripsi, 2 dictionary, 2 website (1968 2007). KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirahim Alhamdulillah, segala puji dan syukur yang tak terhingga penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Sang Penguasa jagad raya, Sumber ilmu pengetahuan dan sumber kebenaran. Karena hanya dengan izin-Nya lah skripsi ini dapat terselesaikan.Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang membawa risalah Islam yang selalu menjadi tauladan bagi seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh sebab itu sudah sepantasnyalah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Jahja Umar Ph.D Dekan Fakultas Psikologi. 2. lbu Ora. Netty Hartati M.Si pembimbing, yang telah banyak memberikan masukan dan arahan dan dengan sabar memberikan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsii ini. 3. lbu Ora. Fadhilah Suralaga M.Si Pudek I dan Prof. Dr Abdul Mujib M.Ag selaku dosen Pembimbing Akademik. Serta seluruh Dosen pengajar Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmunya mulai dari perkuliahan sampai terselesaikannya skripsi ini. 4. Seluruh petugas akademik dan perpustakaan, yang telah memberikan bantuan kepada penulis. 5. Kepala Sekolah SON 11 Pagi Kebayoran Lama Selatan dan Kepala Sekolah SON 09 Pagi Kebayoran Lama Selatan yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis, se1rta semua adik-adik yang telah menjadi responden penelitian. 6. Kedua orang tuaku Nuryadi M.Si dan Nenen Nafisah S.Pd yang telah memberikan doa, kasih sayang serta perhatian l<epada penulis. Serta dengan penuh kesabaran dan keikhlasan memotivasi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah seセョ。エゥウ@ membalas kebaikan yang telah diberikan. Juga kepada kakakku Acil dan mba Aci semoga sukses selalu. 7. Sahabat-sahabatku erna, ita, fatimah, alip, rnetha, lina terima kasih untuk semua persahabatannya. Untuk seluruh ternan-teman Komda Psikologi yang telah banyak berjuang, tetap semangat dan semoga amal ibadah kita diterima Allah. Dan Keluarga Besar LOK Syahid angkatan 12 (teman-teman BPH, teman-teman PE dan seluruh teman- teman biro dan bidang) terima kasih atas semua persaudaraannya dan semoga ukhuwah bisa tetap terjaga. 8. Teman-teman seperjuangan wuri, ummil, danu, ipeh, ka ikcha terima kasih untuk semua kerjasamanya, semoga kita selalu mendapatkan yang terbaik. Teman-teman PKL RSDS terima kasih atas semua perjuangan dan kerjasamanya. Dan seluruh ternan-teman anggkatan 2004 fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 9. Seluruh pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Terima Kasih atas semua bantuannya, semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda. Akhirnya semoga skripsi ini dapat bermanfaat ba9i semua pihak dan perkembangan ilmu psikologi. Jakarta, Februari 2009 Penulis DAFTAR ISi Halaman Judul. .................................................................................................i Lembar Pengesahan .........................................................................................ii Motto dan Dedikasi. ......... :...............................................................................iv Abstrak ..............................................................................................................v Kata Pengantar. ...............................................................................................ix Daftar lsi ...........................................................................................................xi Daftar Tabel ....................................................................................................xiv Daftar Gambar. ................................................................................................xv BAB I : Pendahuluan .................................................................... 1-11 1.1 Latar Balakang ........................................................................ 1 1.2 ldentifikasi Masalah ..................................................................8 1.3 Pembatasan Masalah ................................................................8 1.4 Perumusan Masalah .................................................................9 1.5 Tujuan Penelitian .......................................................................9 1.6 Manfaat Penelitian .................................................................. 1O 1.7 Sistematika Penulisan ............................................................. 1O BAB II : Landasan Teori ..........................................................................12-36 2.1 Perilaku Moral Pad a Anak ................................................................... 12 2.1.1 Pengertian Perilaku Moral. ......................................................... 12 2.1.2 Fase Perkembangan Moral Pada Anak ...................................... 14 2.1.3 Mempelajari Perilaku Moral Pada Anak ....................................... 16 2.1.4 Peraturan Dan Pelanggaran Yang Umum Pada Anak ............... 18 2.1.5 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Moral Anak ....................... 21 2.2 Persepsi ..............................................................................................22 2.2.1 Pengertian Persepsi. ..................................................................22 2.2.2 Proses Terjadinya Persepsi. .......................................................24 セ@ ᄋセ@ 2.2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi. ............................25 2.3 Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak ................................................26 2.3.1 Teori-Teori Tentang Ayah ...........................................................26 2.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlibatan Ayah .............. 27 2.3.3 Pengaruh Pengasuhan Ayah Terhadap Anak ............................ 29 2.3.4 Pengasuhan Ayah Dalam Pandangan lslam.............................. 31 •• 2.4 Masa Kanak-Kanak Akhir ....................................................................32 ! 2.4.1 Ciri-Ciri Masa Kanak-Kanak Akhir .............................................. 32 2.4.2 Tugas Perkembangan Kanak-Kanak Akhir. ................................ 34 2.5 Kerangka Berpikir. ...............................................................................35 2.6 Hipotesis .............................................................................................36 BAB iセ@ Penelitian ................................................................37-50 3. ·1 Jenis Penelitian ...................................................................................37 3.1.1 Pendekatan Dan Metode Penelitian ........................................... 37 3.1.2 Definisi Variabel Dan Operasional Variabel. ............................... 37 3.2 Pengambilan Sampel. .........................................................................39 3.2.1 Populo:isi ...................................................................................... 39 3.2.2 Sampel. .......................................................................................39 3.2.3 Teknik Pengambilan Sampel ..................................................... 39 3.3 Pengumpulan Data .............................................................................40 3.3.1 Metode Dan lnstrumen Penelitian ............................................. .40 3.3.2 Teknik Uji lnstrumen Penelitian ..................................................43 3.4 Teknik Analisa Data ............................................................................49 BAB IV Hasil Penelitian .......................................................................•..51-60 4.1 Gambaran Umum Responden ............................................................51 4.2 Uji Persyaratan ....................................................................................52 4.2.1 Uji Normalitas ............................................................................. 52 4.2.2 Uji Homogenitas .........................................................................55 4.2.3 Uji Hipotesis ................................................................................57 4.3 Hasil Penelitian ...................................................................................58 4.4 Hasil Penelitian Tambahan .................................................................59 BAB V Kesimpulan, Diskusi, dan Saran ................................................61-66 5.1 Kesimpulan .........................................................................................61 5.2 Diskusi .................................................................................................61 5.3 Saran ...................................................................................................64 5.3.1 Saran teoritis ...............................................................................64 5.3.2 Saran praktis ...............................................................................65 Daftar Pustaka .........................................................................................66-69 Lampiran .......................................................................................................70 DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Blue Print Skala Keterlibatan Ayah .......................................... .41 Tabel 3.2 Blue Print Skala Perilaku Moral Anak di Sekolah .................... .42 Tabel 3.3 Bobot Skor Skala ......................................................................42 Tabel 3.4 Hasil Uji item Skala Keterlibatan Ayah .................................... .45 Tabel 3.5 Blue Print Skala Keterlibatan Ayah Pasca Uji lnstrumen ........ .45 Tabel 3.6 Hasil Uji item Skala Perilaku Moral Anak ................................ .46 Tabel 3.7 Blue Print Skala Perilaku Moral Anak Pasca Uji lnstrumen .... .47 Tabel 3.8 Norma Reliabilitas ....................................................................49 Tabel 4.1 Kategori Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin .......................... 51 Tabel 4.2 Tes Uji Normalitas Skala Keterlibatan Ayah ............................ 53 Tabel 4.3 Tes Uji Normalitas Skala Perilaku Moral Anak ......................... 54 Tabel 4.4 Tes Uji Homogenitas Variabel. ................................................. 56 Tabel 4.5 Tes Uji Korelasi. .......................................................................58 Tabel 4.6 Norma Korelasi. ........................................................................59 Tabel 4.7 Uji Sampel t-test.. .....................................................................60 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Kerangka Berpikir.....................................................................36 Gambar 4.1 Q-Q Plot Skala Keterlibatan Ayah ............................................ 53 Gambar 4.2 Q-Q Plot Skala Perilaku Moral Moral Anak ............................... 55 BABI PENDAHULUAN 1.1 l::itar Belakang Masalah Saat ini mungkin dengan mudah ditemukan perilaku menyimpang pada anak, mulai dari berbohong, menyontek, sampai kasus narkoba bahkan pembunuhan. Mendapatkan anak yang bermoral tinggi saat ini tentu saja menjadi dambaan para orang tua dan pendidik, tetapi saat ini hal tersebut menjadi lebih sulit didapatkan mengingat kondisi lingkungan yang semakin memburuk. Tantangan semakin besar karena pengaruh buruk tersebut muncul dari berbagai sumber yang mudah didapat anak. Televisi, video game, internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi moral anak. Kenyataannya pengaruh buruk begitu dekat dengan anak sehingga hampir tidak mungkin menghindarkan anak-anak dari pengaruh tersebut. Tentu saja media bukan satu-satunya yang memberi pengaruh buruk, siapapun bisa menjadi ancaman, termasuk diantaranya teman sebaya, orang dewasa, bahkan orang tua. 2 Munculnya kasus pada anak memerlukan kajian セZィオウ@ menegenai hal yang melatarbelakangi dan bagaimana dinamikanya perlu lebih diteliti. Keluarga sebagai unit terkecil yang memiliki tanggung jawab pertama dalam menjaga pertumbuhan dan perkernbangan anak. Namun ironisnya, dari penelitian yang pernah dilakukan keluarga menjadi sumber ancaman dan ketidaktentraman anak, karena perlakuan salah yang sering diterima anak dalam keluarga, khususnya dari orang tua. (Eka Ervika : 1995) Orang tua merupakan pendidik pertama bagi anaknya dan memegang peranan penting dalam perkembangan moralnya, nilai-nilai yang baik, norma-norma yang berlaku, dan yang paling penting adalah sebagai tauladan atau model yang dicontoh anaknya. Orang tua yaitu ayah dan ibu seharusnya memberikan kontribusi yang sama dalam mendidik dan bertanggung jawab terhadap perkembangan anaknya. Seorang ayah yang berkewajiban memberi nafkah tidak berarti meninggalkan pengasuhan dan pendidikan anaknya di rumah. Sebaliknya juga seorang ibu yang tugasnya merawat rumah tangga tidak berarti seiuruh tanggung jawab pengasuhan anak ada di tanggannya, tetapi memiliki peran masing-masing dalam mendukung dalam pengasuhan anak. 3 Beberapa kasus berikut ini rnenjelaskan tentang keterlibatan ayah dalarn perkembangan anak. Seorang anak berusia 13 tahun dipenjara karena menjadi pecandu dan pengedar heroin. Dalarn penjara tersebut dia tidak sendirian rnelaikan bersarna ayahnya. Anak tersebut menjadi pecandu sejak usia sembilan tahun. la 「Qセイ」・ゥエ。@ bahwa orang yang pertama kali memperkenalkan heroin adalah ayahnya. Sejak kecil ayahnya selalu menghisap heroin di depanku, dan akhirnya aku menirunya. Ketika ayahnya tahu, ia tidak melaranignya, bahkan mereka menghisap heroin bersama. Kemudian ia disuruh untuk menjadi pengedar, karena usianya yang masih kecil maka ia pun tidak dicurigai. Namun akhirnya mereka tertangkap juga. (Ahmad Qasim, dalam www.kisah ayah ibu.com) Kasus lain, seorang ayah yang menjadi peminum alkohol, memberikan minuman itu kepada anaknya yang berusia 15 tahun dan akhirnya anaknya pun menjadi seorang peminum. Beberapa tahun kemudian anaknya menjadi sakit-sakitan, pengangguran. Siang dan malam berusaha mendapatkan uang untuk membeli minuman keras, tidak berakhlaq dan tidak memiliki tata krama. Sebenarnya penyebab kerusakan anaknya adalah ayahnya sendiri. (Ahmad Qasim, dalam www.kisah ayah ibu.com) 4 lronis, seorang ayah yang seharusnya menjadi panutan bagi anaknya dalam hal perbuatan baik serta berusaha dalam mendidiknya, justru menyeratnya dalam kehancuran hidup dan dekadensi moral. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pasangan Gluecks dari Universitas Harvard, menemukan bahwa kenakalan remaja bukan fenomena baru dari masa remaja melainkan suatu lanjutan dari pola perilaku asosial yang di mulai pada masa kanak-kanak. Dan mempunyai hubungan yang erat antara dengan lingkungan rumah. (Hurlock: 1978) Keluarga sebagai unit terkecil dalam suatu masyarakat memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Peran orang tua terdiri dari peran ayah dan ibu. Semantara selama ini ウ・セ」。イ@ tradisional dalam masyarakat pada umumnya sebagian besar orang masih beranggapan bahwa tugas mendidik anak adalah tugas ibu, sehingga para ayah kurang telibat dalam pembinaan anak. Hal ini dikarenakan menurut konsep pola asuh tradisional, peran ibu lebih dikaikan dengan fungsi ekspresif, seperti mHmberikan afeksi (kasih sayang), kehangatan, dukungan emosional dan sebagainya. lbu lebih berperan sebagai penenang, penasihat dan tugas ibu lebih 5 banyak di sekitar rumah karena itu, fungsi ibu lebih bersifat "nurturance" (mengasuh I memelihara). Sedangkan peran ayah lebih bersifat instrumental, ayah lebih banyak bertindak sebagai pemberi hukuman, pengambil keputusan, penanaman disiplin serta control terhadap anak dan tugas ayah lebih banyak mencari nafkah diluar. Sehingga sebenarnya yang berkaitan dengan perkembangan moral anak adalah ayah, melalui hukuman, disiplin dan kontrol yang diberikan ayah, anak belajar mana tingkah laku yang dibenarkan dan tidak. Namun karena ibu yang lebih banyak dirurnah maka sebenarnya ibulah yang lebih banyak mengetahui dan melihat perkembangan tingkah laku anaknya. (Dewi Kania, 2000) Dari penelitian yang dilakukan Kepaniteraan Psikologi Perkembangan UI tahun 1986 mengenai keterlibatan ayah dalam membantu perkembangan anak di dapatkan kesimpulan bahwa telah berkembang suatu kesadaran bahwa ayah perlu tcrlibat dalam membantu perkembangan anak. Dan secara khusus diperolEih kesimpulan bahwa keterlibatan ayah dalam membantu perkembangan anak masih cenderung kurang di bandingkan apa yag diharapkan. (Dewi Kania, 2000) 6 Hal ini menarik untuk dikaji, beberapa penelitian membuktikan bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan perkembangan anak laki-laki menghasilkan kesuksesan dalam persahabatan dan prestasi akademis. Sedangkan bagi anak perempuan , membuat anak cenderung tidak longgar dalam aktivitas seksual clan lebih bisa membangun hubungan yang sehat ketika dewasa. (Rini lzmi, 2005) Sejak tahun 1970-an, banyak ahli psikologi secar:a langsung meneliti peran ayah dalam keluarga. Hasil penelitian yang dilakukan Robert Watson, dkk terhadap perkembangan anak yang tidak mendapat asuhan clan perhatian ayah menyimpulkan perkembangan anak menjadi pincang . Kelompok anak yang kurang mendapat perhatian ayahnya cenderung memiliki kemampuan akademis menurun, aktivitas social terbatas, bahkan bagi anak laki-laki ciri-ciri maskulinnya bisa kabur. (Rini lzmi ,2005) Orang tua memegang peranan yang dominant dalam perkembangan anaknya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, walaupun tidak menafikkan banyak sekali faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak. Kedua orang tua mempunyai peranan dalam "mewarnai" anaknya. Sebagaimana dalam hadist Rasulullah SAW 7 "Setiap anak dilahirkan da/am keadaan fitrah. Kedua orangtuanya /ah yang menjadikan nasrani, yahudi atau majusi" (HR Bukhari) Dalam Islam seorang ayah memegang peranan penting dalam perkembangan anak. Kisah para nabi dan Rasul juga banyak yang menceritakan pentingnya peran ayah dalam kepribadiannya. Seperi Nabi Ismail yang mendapatkan bimbingan dan pengasuhan dari ayahnya nabi Ibrahim. Sehingga nabi Ismail mampu untuk menjalankan perintah Allah ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembalihnya. Hal ini tentu saja sulit dilakukan bila tidak ada pengasuhan, bimbingan, pendidikan dan pengaraihan dari ayahnya nabi Ibrahim. Nabi Yusuf yang mendapat curahan kasih saying dari nabi Yakub. Rasulullah yang meskipun 、ゥエョァ。ャセ@ oleh ayahnya ketika masih dalam kandungan, tetapi peran ayahnya ini tergantikan oleh peran kakek dan pamannya. Perilaku moral dalam kehidupan anak akan mempengaruhi perilaku moralnya pada masa dewasa. Pentingnya untuk mengetahui bagaimana perilaku moral terbentuk dan pendapat para ahli bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak mernpunyai hubungan dengan perilaku moral anak, serta beberapa hasil penelitian yang mendukung, rnernbuat penulis tertarik untuk rnen!Jadakan suatu 8 penelitian mengenai kolerasi antara tingkat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perialku moral anak. 81:!rdasarkan beberapa alasan tersebut maka penelitianini diberi judul "HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG KETERLIBATAN AYAH D.ALAM PENGASUHAN ANAK DENGAN PERILAKU MORAL ANAK DI SEKOLAH" 1.2 ldentifikasi Masalah Dari latar belakang diatas, terdapat beberapa ma:>alah yang muncul, yaitu: 1. Apakah terdapat hubungan yang signitikan antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah? 1.3 Pembatasan Masalah Dibawah ini yang menjadi pokok permasalahan adalah : 1. Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak adalah bagaimana seorang ayah ikut terlibat dalam pengasuhan anak. (Benson,1968). Terdiri dari lima faktor: (1) Terlibat dan terikat secara emosional dengan anak (2) Terlibat dalam penanganan masalah I krisis (3) Komitment memberikan perintah dan 9 kontrol terhadap anak (4) Memberikan contoh dalam perilaku pada anak 2. Perilaku Moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok social (Hurlock, 1978). Dalam penelitian ini kode moral yang digunakan adalah kode moral dalam lingkungan sekolah, yang meliputi: (1) Kedisiplinan (2) Tanggung Jawab (3) Kesopanan 3. Anak adalah seseorang yang sedang menieapai tingkat kedewasaan. (Chaplin, 1968). Dalam penelitian ini menggunakan sample penelitian kanak-kanak akhir yaitu masa perkembangan sebelum masa pubertas, berlangsung sekitar usia 10 sampai 12 tahun. Penelitian ini akan diadakan di sekolah percontohan SON 11 Pagi Kebayoran Lama Selatan. 1.4 Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah l..'ntuk melihat apakah ada hubungan antara keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah. 10 1.5 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan perilaku moral anak di sekolah. 1.6 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian berupa manfaat teoritis dan praktis : 1. Manfaat teoritik dalam penelitian ini adalah untuk memberi sumbangan sebagai upaya menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya bidang psikologi perkembangan. 2. Manfaat praktis adalah sebagai kontribusi bagi para orang tua, khususnya ayah, guru, anak, dan kepada seluruh masyarakat untuk bisa memberikan pengarahan, pendidikan, dan lingkungan yang kondusif untuk menciptakan gernerasigenerasi muda yang unggul dalam segala hal. 1. 7 Sistematika Penulisan Penelitian ini terdiri dari lima bab, dengan keterangan sebagai berikut : BAB I : Pendahuluan, yang meliputi latar belakang penelitian, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perurnusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistema1tika penulisan. 11 BAB II: Landasan Teori, yang meliputi teori perilaku moral anak, fase perkembangan moral anak, mempelajari perilaku moral anak, peraturan dan pelanggaran yang umum pada anak serta faktor yang mempengaruhi perilaku moral. Teori tentang ayah, Faktor yang mempengaruhi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, Pengaruh pengasuhan ayah terhadap anak, dan pengasuhan ayah dalam pandangan Islam, Ciri-ciri kanak-kanak akhir dan tugas perkembangan kanak-kanak akhir, kerangka berfikir dan hipotesis. BAB Ill : Metodologi Penelitian, yang meliputi pendekatan dan metode penelitian, definisi variabel dan operasional variabel, populasi, teknik pengambilan sampel, metode pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik uji instrumen peneiitian, dan teknik analisa data. BAB IV : Presentasi dan analisa data, meliputi gambaran umum responden, uji instrumen penelitian yang terdiri dari ujui validitas dan reliabilitas, uji persyaratan yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dan hasil penelitian. BAB V: Kesimpulan, Diskusi, Saran BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perilaku Moral Pada Anak 2.1.1 Pengertian Perilaku Moral dan Moral di Sekolah Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Perilaku mempunyai arti tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsan(ian atau lingkungan. Menurut Kamus Psikologi (J.P. Chaplin, 1968) Perilaku berarti respon (reaksi, tanggapan, jawaban, balasan) yang dilakukan oleh suatu organisme, secara khusus bagian dari satu kesatuan pola reaksi. Sedangkan moral, berasal dari kata latin mores yang berarti tatacara, kebiasaan, dan adat istiadat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Moral mempunyai arti ajaran mengenai baik burulc yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, akhlaq, budi pekerti, susila, dll. Dan menurut Kamus Psikologi (J.P Chaplin, 1968) Moral berarti hukum atau adat-kebiasaan yang mengatur tingkah laku, ciri khas seseorang atau sekelompok orang dengan perilaku pantas dan baik. 13 Menurut Hurlock (1978) perilaku yang berkaitan dt3ngan moral, di bagi menjadi tiga : 1. Perilaku Moral berarti perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial, peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi suatu budaya dan yang menentukan pola perilaku yang diharapkan dari seluruh anggota kelompok. 2. Perilaku tak bermoral ialah perilaku yang tidak sesuai dengan harapan sosial. Perilaku ini tidak disebabkan ketidakacuhan akan harapan sosial melaikan ketidaksetujuan dengan standar sosial atau kurang adanya perasaan wajib menyesuaikan diri. 3. Perilau amoral atau non moral berarti ketidakacuhan terhadap harapan kelompok sosial daripada pelanggaran sengaja terhadap standar sosial. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa perilaku moral berbeda-beda tergantung kode moral (peraturan, adat istiadat) wilayah tersebut. Peraturan yang ada di sekolah t'entu saja berbeda dengan peraturan yang ada di rumah. Peraturan di sekolah menyangkut seluruh aspek yang ada di sekolah, yaitu kedisiplinan, peraturan yang mengatur kegiatan belajar menga_jar, tanggung jawab terhadap peraturan yang berlaku dan juga tata krama terhadap guru, 14 teman, dll. Seorang anak yang mampu menyesuaikan diri dengan peraturan tersebut, dapat dikatakan mempunyai perilaku moral di sekolah. 2.1.2 Fase Perkembangan Moral Pada Anak Perkembangan Moral terdiri dari dua fase (Hurlock, 1978): 1. Perkembangan Perilaku Moral. Perilaku Moral mencakup tentang bagaimana seorang anak berperilaku sesuai dengan peraturan yang ada. Anak dapat belajar untuk berperilaku sesuai dengan cara yang di setujui dengan tiga cara, yaitu : a. Belajar dengan coba-ralat. Anak melakukan dengan mencoba suatu pola perilaku untuk melihat apakah itu memenuhi standar sosial dan memperoleh persetujuan sosial. Bila tidak, mereka mencoba metode lain. Metode ini rnenghabiskan waktu dan tenaga, dan hasil akhirny<.J seringkali juah dari hasil memuaskan. b. Pendidikan langsung. Dalam belajar berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat, anak pertama-tama harus belajar memberi reaksi tertentu yang tepat dalam situasi tertentu. Bila aspek dari berbagai situasi serupa, anak 。ャセョ@ mengalihkan 15 pola perilaku yang telah dipelajarinya dalam satu situasi ke situasi lainnya yang serupa. c. ldentifikasi. Bila anak mengidentifikasi 、・ョAセ。@ orang yang dikaguminya, mereka meniru pola perilaku dari orang tersebut, biasanya secara tidak sadar dan tanpa tekanan. Memiliki seseorang untuk identifikasi diri akan memberi pegangan yang diperlukan bagi perkembangan perilaku moral. 2. Perkembangan Konsep Moral Fase kedua dari perkembangan moral adalah fase belajar tentang konsep moral, atau prinsip benar dan salah dalam bentuk abstak dan verbal. Hal ini tentu saja harus menunggu hingga anak mempunyai kemampuan mental untuk membuat generalisasi dan mentransfer prinsip tingkah laku dari situasi ke situasi lainnya. Studi tentang perkembangan konsep moral telah memgungkapkan bahwa konsep moral pertama-tama spesifik dan berkaitan dengan situasi dimana konsep itu telah dipelajari. Dengan meningkatnya kemampuan anak untuk memahami konsep benar dan salah dalam berbagai situasi yang berbeda namun berhubungan. Akibatnya, konsep umum secara bertahap dipelajari ketika anak mulai mengenali unsur umum dalam berbagai situasi. 16 Seorang anak pertama kali belajar dengan berperilaku moral sesuai dengan lingkungannya kemudian setelah anak tersebut bertambah dewasa dan berkembang proses kognitifnya, maka anak tersebut akan berperilaku moral dengan konsep moral yang dipa1haminya. Tetapi pada kenyataannya banyak kesenjangan antara konsep moral dengan perilaku moral. Banyak faktor yang menyebabkarnnya, diantaranya tekanan sosial, faktor emosi, faktor motivasi dan banyak faktor lain yang mempengaruhi bagaimana anak akan bersikap bila suatu pilihan harus dlambil. 2.1.3 Mempelajari Perilaku Moral Pada Anak Seorang anak belajar perilaku moral melalui empat cara : (Hurlock, 1978) 1. Belajar apa yang diharapkan kelompok sosial dari anggotanya. Harapan tersebut diperinci bagi seluruh anggota kelompok dalam bentuk hukum, kebiasaan dan peraturan. Secara bertahap anak belajar peraturan yang ditentukan berbagai kelompok di rumah, sekolah dan, lingkungan. lni membentuk dasar kehidupan mereka tentang harapan berbagai kelompok dan anak juga belajar bahwa mereka diharapkan mematuhi peraturan ini dan kegagalan dalam melakukannya akan mendatangkan hukuman. 17 2. Pengembangkan hati nurani. Hati nurani digunakan sebagai l<endali internal bagi perilaku individu. Hati nurani dikenal juga sebagai "superego" atau "polisi internal". Dalam perannya hati nurani tanpa henti mengawasi kegiatan individu dan ュ・「Qセイゥォ。ョ@ peringatan bila akan ada perilaku yang menyimpang. 3. Peran rasa bersalah dan rasa malu. Bila perilaku anak tidak sesuai dengan aturan dan hati nurani, anak al<an merasa bersalah dan malu. Rasa bersalah diartikan sebagai evaluasi negatif diri yang terjadi bila seseorang mengakui bahwa perialkunya berbeda dengan nilai moral. Rasa malu diartikan sebagai reaksi emosional yang tidak menyenangkan yang timbul pada seseorang akibat adanya penilaian negatif terhadap dirinya. 4. Peran interaksi sosial. lnteraksi sosial awal エ・セェ。、ゥ@ dalam keluarga kemudian lingkungan luar runah, sekolah dan teman sebaya. Melalui interaksi sosial anak tidak saja mempunyai kesempatan untuk belajar kode moral, tetapi mereka juga nnendapat kesempatan untuk belajar bagaimana orang lain mengevaluasi perilaku mereka. 18 2.1.4 Peraturan dan Pelanggaran Yang Umum Pada Anak Peraturan yaitu suatu pola yang ditetapkan untuk mengatur tingkah laku. Peraturan mempunyai dua fungsi yang sangat penting dalam membantu anak menjadi mahluk bermoral. Hal ini disebabkan : Pertama, karena peraturan mempunyai nilai pendidikan, sebab peraturan memperkenalkan pada anak perilaku yang disetujui anggota kelompok. Kedua, karena peraturan membantu mengekang perilaku yang tidak diinginkan. (Hurlock, 1978) Peraturan yang ada di sekolah bertujuan untuk ュeセョ」ゥーエ。ォ@ keadaan yang kondusif untuk belajar dan mengajar di sekolah. Peraturan itu di buat sendiri oleh pihak sekolah dan disesuaikan dengan keadaan sekolah masing-masing. Contoh Peraturan Sekolah Pada Siswa/i Sekolah Dasar : A. Waktu di sekolah : 1. Pelajar harus hadir 5 menit sebelum pelajaran dimulai. 2. Pada waktu belajar dilarang keluar ruang kelas I pekarangan tanpa izin guru piket I guru kelas. 3. Bagi yang terlambat datang harus lapor kepada guru piket I guru kelas. 19 4. Bel masuk jam 06.30 dan bel pulang jam 12.00 (kecuali hari jum'at bel pulang jam 11.00) untuk kelas 1 & 2 belajar setengah hari. 5. Bagi siswa yang tidak masuk sekolah, sebeliumnya membawa surat keterangan dari orang tua, bila sakit surat keterangan dari dokter. B. Pakaian Setiap pelajar wajib memakai pakaian seragam yang di tentukan : Senin Putih-Putih berdasi, bertopi, bedge dan lokasi Selasa-Kamis Putih-Merah berdasi, bertopi, bedge dan lokasi Jum'at Baju Muslim Sabtu Seragam pramuka I Pakaian olah raga Setiap hari memakai sepatu dan kaos kaki. C. Lingkungan Sekolah 1. Selama waktu sekolah, siswa dilarang keluar dari komplek sekolah tanpa izin dari guru piket. 2. Siswa dilarang bermain di kelas pada saat jam istirahat. 3. Dilarang membawa HP,mainan dalam bentuk apapun, senjata tajam,obat-obatan terlarang dan barang yang tidak ada kaitannya dalam proses belajar mengajar di sekolah. 4. Dilarang keluar masuk pada saat jam pelajaran tanpa izin guru. 20 5. Siswa dilarang membuat tindakan yang dapat mengganggu ketenangan kelas dan sekolah 6. Siswa menyediakan alat pelajaran yang diperlukan sebelum pelajaran dimulai 7. Siswa wajib menjaga kebersihan, keindahan, ketenangan, dan ketertiban kelasnya. D. Lain-Lain 1. Setiap siswa wajib menjaga dan ュ・ョェオセj@ tinggi nama keluarga dan sekolah dalam pergaulan. 2. Setiap siswa dilarang melakukan pemukulan, perkelahian ataupun pengeroyokan dan melibatkan diri dalam peristiwa tersebut. 3. Setiap siswa wajib bersikap sopan santun tmhadap orang tua, guru dan semua pegawai sekolah. 4. Setiap siswa wajib menjaga fasilitas sekolah. 5. Siswa yang melanggar peraturan akan dikenakan sanksi : - Peringatan lisan atau tertulis -Peringatan lisan atau tertulis kapada oran9 tua I wali. - Tidak boleh mengikuti pelajaran I skorsin(J - Dikeluarkan dari sekolah. (Tata Tertib Siswa/i SDN 11 Kebayoran Lama Selatan, Sumber Dinas Pendidikan Dasar Pemda DKI Jakarta) 21 Pelanggaran adalah ketidakpatuhan atau bentuk perilaku buruk yang disengaja. Pelanggaran dapat berbentuk bermacam-macam, tergantung peraturan yang dilanggarnya. Pelanggaran pada anak yang biasa terjadi di sekolah adalah sebagai berikut (Hurlock : 1968) : 1. Berkelahi dengan teman 2. Membuat gaduh 3. Berkata kasar dan kotor 4. Menyontek 5. Merusak I mencuri barang milik sekolah 6. Terlambat masuk kelas 7. Tidak mengerjakan tugas 8. Membolos 2.1.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku M•oral Faktor yang mempengaruhi perilaku moral menurut Hurlock (1978) adalah 1. Konsep moral, yaitu peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya dan yang menentukan pola perilaku yang diharapkan. Bagi seorang anak mempelajari konsep moral adalah hal yang sulit. Pemahaman konsep moral dipengaruhi beberapa hal diantaranya : 22 a. Perkembangan kecerdasan anak, Tingkat intellegensi mempengaruhi pemehaman tentang konsep moral. Seorang anak yang memiliki tingkat intellegensi yang rendah akan mengalami kesulitan dalam memahami konsep moral. b. Pengajaran yang diterima, orang tua dalam memberikan aturan pada anak juga harus disertai dengan penjelasan dan pemahaman pada anak, dan seringkali orang tua tidak memberikan contoh pada anak sehingga akan membuat anak mengalami kebingungan. c. Kode moral yang berbeda, anak merasa bingung bila mereka melihat bahwa tidak setiap orang menganut satu kode moral yang sama. Hal ini menyebabkan anak akan mengambil keputusan sendiri dan membutuhkan peranan dari orang dewasa untuk memberikan pemahaman kepada anak. 2.2 Persepsi 2.2.1 Pengertian Persepsi Dalam karnus psikologi (J.P. Chaplin, 1968) Persepsi berarti proses mengetahui atau mengenali objek dan kejadian olbjektif dengan bantuan indera. Menurut Titchener, persepsi berarti satu l<elornpok 23 penginderaan dengan penambahan arti-arti yang berasal dari pengalaman masa lalu. Menurut Atkinson persep!;i adalah penelitian bagaimana kita mengintegrasikan sensasi ke dalam percepts objek, dan bagaimana kita selanjutnya menggunakan percepts (hasil dari proses persepsi) itu untuk mengenali dunia. Menurut Abdul Rahman, persepsi didefinisikan sebagai proses yang menggabungkan dan mengorganisasikan data-data indera untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari disekeliling kita, termasuk sadar dengan diri sendiri. Definisi lain menyebutkan bahwa persepsi adalah kemampuan membedabedakan, mengelompokkan memfokuskan perhatian terhadap satu objek rangsang. Dalam proses pengelompokkan dan membedakan ini persepsi melibatkan proses interpretasi berdasarkan pengalaman terhadap satu peristiwa atau objek. Dari beberapa pengertian di alas dapat diambil kEisimpulan bahwa persepsi adalah proses mental yang melibatkan proses penginderaan dan berpikir (membedakan, mengelompokkan, mengenali) terhadap suatu objek untuk kemudian dinilai dan diambil ォ・セウゥューオャ。ョ@ objek tersebut dan di simpan dalam memori ingatan. terhadap 24 2.2.2 Proses Terjadinya Persepsi Persepsi terjadi karena adanya dua hal (J.P Chaplin, 1968), yaitu : 1. Perhatian Proses perhatian ini dilakukan kepada faktor-faktor perangsang, yaitu suatu objek yang hendak dipersepsikan yang diperkuat dengan perubahan, intensitas, ulangan, kontrais dan gerak. Kemudian objek yang akan dipersepsikan mengalami proses pengamatan untuk kemudian di persepsikan. 2. Pemahaman dan mengenali objek Proses ini melibatkan proses berpikir. Dalam menjalankan proses ini melibatkan faktor-faktor organisme, yaitu minat, kepentingan, kebiasaan, pengalaman dan keadaan jiwa. Kemudian proses ini bertujuan untuk menyimpulkan objek persepsL Dari penjelasan tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa arti suatu objek atau suatu kejadian ditentukan baik oleh kondisi perangsang maupun oleh faktor-faktor organisme. Dengan alasan demikian, persepsi mengenai suatu objek oleh pribadi-pribadi yang berbeda juga akan berbeda, karena setiap individu menanggapinya berkenaan dengan aspek-aspek situasi yang mengandung arti khusus sekali bagi individu. 25 2.2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Proses persepsi lebih bersifat psikologis daripada merupakan proses penginderaan saja maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi (Abdul Rahman, 2004): 1. Perhatian yang selektif Dalam kehidupan manusia setiap saat akan menerima banyak sekali rangsangan dari lingkungan. Meskipun demikian ia tidak harus menanggapi semua rangsangan yang diterimanya. Untuk itu, individu harus memusatkan perhatian pada rangsangan tertentu saja. Dengan demikian objek lain tidak akan tampil sebagai ッ「ェ・セォ@ pengamatan. 2. Ciri-ciri rangsangan Rangsangan yang bergerak diantara rangsangan yang diam akan lebih menarik perhatian. Demikian juga rangsangan yang lebih besar diantara yang kecil, yang kontras dengan latar beiakangnya dan intensitas rangsangan paling kuat. 3. Nilai dan kebutuhan individu Setiap orang tentu mempunyai pola yang berbeda dalam pengamatannya, tergantung latar belakang dan p,endidikan seseorang. 4. Pengalaman terdahulu Pengalaman terdahulu sangat mempengaruhi ba9aimana seseorang mempersepsi dunianya. 26 2.3 Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak 2.3.1 Teori-Teori Tentang Ayah Ada beberapa teori yang berkaitan dengan peran ayah, diantaranya Dalam teori Psikoanalisa Freud peran dan fungsi ayah sebagai berikut: Freud repeatedly stressed the role of father as the source of the superego, serving as moral control over his chlldren 's behavior, he thought father had much less control over formation of id and ego, except as mediated by the superego. (Benson, 1968) Dalam teorinya Freud mengidentifikasikan ayah seperti superego bagi anak, yang menjembatani antara id dan ego anak. Ayah dengan peran yang ada berfungsi sebagai sosok yang mengajarkan aturan dan konsep moral yang ada yang kemudian dapat menjadi pengontrol perilaku anak. Dalam teori sosial peran dan fungsi ayah sebagai berikut : The position of father in social theory centers on his role as an agent of social stability. This rather conservative function is stressed repeatedly, (Benson, 1968) Dalam teori sosial ayah berfungsi sebagai sosok yang dapat menciptakan stabilitas sosial melalui perannya yang mengajarkan 27 aturan dan konsep moral kepada anaknya. Ayah juga berfungsi dalam penanganan krisis pada anak. Selain itu, ayah juga berperan dalam maskulinitas anaknya. Father is ussualy the prototype of adult masculinity for both his son and his daughter, and virtually all mayor values attaching to the masculine role are integrated within the symbolism fatherhood. (Parsons, 1954 dalam Benson) Dalam teorinya Parsons menyatakan bahwa ayah mempunyai peran untuk mengajarkan tentang nilai-nilai maskulinitas kepada anaknya baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Dari beberapa teori tentang ayah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ayah mempunyai peran untuk memberikan nilai-nilai kehidupan dan dengan otoritasnya, ayah juga mempunyai peran untuk mengajarkan aturan-aturan yang ada d.:ilam masyarakat. 2.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlibatan Ayah Benson (1968) mengemukakan dimensi pengasuhan ayah: (1) Terlibat dan terikat secara emosional dengan anak 28 Seorang ayah yang baik memiliki ikatan emosional dengan anaknya. la mampu mengekspresikan emosinya dengan baik sehingga anak pun dapat memiliki ikatan emosi dengan ayahnya. lkatan emosional antara ayah dengan anak sangat penting, sebab bila tida ada ayah tidak akan mampu menjalankan perannya dengan baik. (2) Terlibat dalam penanganan masalah I krisis Ayah dipandang sebagai sosok yang mempunyai otoritas dalam keluarga. Oleh karena itu. ketika terjadi masalah, ia harus bisa menanganinya dengan baik. Ketika seorang anak mengalami masalah, seorang ayah harus ikut terlibat dalam penyelesaiannya, tentu saja dengan cara yang baik dengan mernberikan nilai-nilai di dalamnya. (3) Komitment memberikan perintah dan kontrol terhadap anak Seorang ayah harus mampu menjalankan aturan yang ada dengan konsbten serta mampu memberikan kontrol terhadap perilaku anaknya. (4) Memberikan contoh dalam perilaku pada anak. Seorang anak tidak hanya membutuhkan aturan-aturan dalam perilakunya, tetapi juga membutuhkan model yang nyata. Seorang ayah yang memberikan aturan juga memberika aturan juga harus mampu memberikan contoh kepada anaknya. 29 2.3.3 Pengaruh Pengasuhan Ayah Terhadap Anak Pruet (2000) mengemukakan berbagai pengaruh pengasuhan ayah terhadap berbagai bidang kehidupan anak seperti kemampuan adaptasi, pemecahan masalah, kemampuan kognitif, secure attachment, empati, kontrol diri, dan moral . 1. Kemampuan adaptasi dan pemecahan masalah. Bayi yang mendapat pengasuhan ayah selama 18 sampai 24 bulan pertama dalam kehidupannya merasa lebih aman dan berani dalam mengeksplorasi lingkungan. Kombinasi pengasuhan ayah yang aktif dan cenderung memberi dukungan ftidak langsung ketika anak mengalami frustasi, efektif dalam mengembangkan kemampuan anak dalam beradaptasi dan mernecahkan masalah. 2. Kemampuan kognitif. Terdapat pengaruh jumlah waktu yang digunakan ayah untuk membaca bersama anak dengan perkembangan berbagai kemampuan kognitif anak. Keterlibatan ayah juga mempengaruhi pandangan anak mengenai kompetensi diri. p,enelitian Tessman pada para mahasiswi menemukan hubungan antara prestasi dengan kedekatan antara ayah dan puterinya. 30 3. Secure attachment Penelitian Cox menemukan bahwa ayah yang penuh afel<si, memiliki sikap positif dan menyediakan lebih banyak waktu untuk bayinya yang berusia tiga bulan, lebih mungkin memiliki bayi dengan secure attachment ketika berusia dua belas bulan. 4. Empati. Anak-anak yang memiliki ayah dengan keterlibatan tinggi dalam pengasuhan cenderung lebih mengembangkan kemampuan empatinya pada masa dewasa. 5. Kontrol diri. Anak-anak yang memiliki ayah yang terlibat dalam pengasuhan menunjukan kontrol diri yang !ebih baik serta tidak nampak menunjukan perilaku impulsive. 6. Moral. Penelitian Mosley dan Thompson (dalam Pruett, 2000) menemukan kaitan antara pengasuhan ayah dengan rendahnya gangguangangguan yang dialami anak. Anak lebih mun!Jkin bersikap patuh dan be1tanggung jawab, anak laki-laki lebih sedikit mengalami masalah di sekolah dan anak perempuan tampak lebih ceria, gembira, memiliki keterlibatan yang tinggi dalam tugas, dan lebih berani untuk mencoba hal baru. 31 2.3.4 Pengasuhan Ayah Dalam Pandangan Islam Dalam Islam peran ayah dalam pengasuhan anak sangat diperhatikan. Ayah merupakan sosok penting dalam bangunan umat. Dalam sebuah keluarga, kedudukan ayah adalah salah satu batu bata yang menopang bangunan umat Islam. Jika para ayah berhasil menunaikan misinya dalam keluarga, akan kokohlah bangunan umat Islam diberbagai bidang kehidupan. Sebaliknya, sikap lalai para ayah dalam menjalani misinya dalam keluarga akan rnenyebabkan lemah dan rapuhnya bangunan umat ini. Hal ini juga terlihat dalam contoh kehidupan ulama dan shalafushalih karena sejarah kehidupannya umumnya dilatarbelakangi sentuhan pendidikan yang diberikan ayahnya. (Muhammad Lili NA, 2007) Seorang ayah bukan saja bermakna bertanggung jawab memenuhi kebutuhan materi anak, namun lebih dari itu seorang ayah diharapkan dapat menjadi pengayom, pendidik, sekaligus pem;;iggung jawab yang mengarahkan anak dalam kebaikan dan keimanan. Hal ini seperti sebagaimana yang dikatakan lbnu Qayyim, "Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada seorang anak kepada ayahnya. Maka, siapa yang melalaikan pendidikan terhadap anaknya dan rneninggalkannya sia-sia tidak berguna, berarti dia benar-benar telah melal<ukan keburukan dan kejahatan. Mayoritas rusaknya seorang anak datang dari ayah mereka 32 sdan karena kelalaian mereka terhadapnya, meninggalkan pendidikan untuk mereka yang merupakan kewajiban agama dan sunnah nabi". (Karim Asy-Syadzili, 2008) Ayah yang menunaikan kewajibannya, berarti ia エゥセャ。ィ@ terbebas dari tanggung jawabnya dihadapan Allah SWT di hari kiamat : Artinya : Wahai orang-orang beriman lindun9ilah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Disana ada malaikat yang kasar /agi keras tidak me/anggar perintah Allah dan mereka melakukan apa yang diperintahkannya. (At Tahrim: 6) 2.4 Masa Kanak-Kanak Akhir 2.4.1 Ciri-Ciri Masa Kanak-Kanak Akhir Masa kanak-kanak akhir berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba masanya indinidu ll'9tang secara seksual. (Hurlock, 1978) Kondisi ini tentu saja waktu yang tumpang tindih antara masa kanak-kanak akhir dengan masa puber. Tetapi pada dasamya masa kanak-kanak akhir terjadi sebalum masa remaja. Ciri yang paling menonjol pada masa kanak-kanak akhir adalah usia berkelompok. Pada masa ini perhatian utama anak tertuju pada 33 keinginan diterima oleh teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok, terutama kelompok yang bergengsi diantara temantemannya. Sehingga masa ini juga disebut sebagai masa penyesuaian diri karena anak ingin menyesuaikan diri dengan clengan standar kelompok. Di lingkungan rumah, pada usia ini anak menjadi sulit diatur, tidak menuruti perintah karena anak lebih banyak dipengaruhi teman-teman sebayanya daripada oleh orang tua atau anggota keluarga lain. Pada masa ini anak juga seringkali bertengkar dengan saudaranya di rumah, dan biasanya banyak terjacli dalam keluarga yang anaknya terdiri dari laki-laki dan perempuan . (Hurlock, 1978) Masa kanak-kanak akhir berdasarkan teori Ericson adalah masa tahapan tekun versus rasa rendah diri (industry vmsus inferiority) ialah tahap perkembangan keempat yang berlangsung pada tahun-tahun sekolah dasar. Ketika anak mulai memasuki masa akhir kanak-kanak , mereka mengarahkan enargi mereka menuju penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual dan bahaya pada masa ini adalah perkembangan rasa rendah diri, perasaan tidak kompeten dan tidak produktif. (Santrock, 1995) 34 2.4.2 Tugas Perkembangan Pada Masa Kanak-Kanak Akhir Tugas-tugas perkembangan pada masa kanak-kanak akhir menurut Havighurst : (Hurlock, 1978) 1. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum. 2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh. 3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya. 4. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung. 6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. 7. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral dan tata tingkatan nilai. 8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok atau lembaga sosial. 9. Mencapai kebebasan pribadi. 35 2.5 Kerangka Berpikir Seorang anak lahir ke dunia, kemudian dibesarkain oleh kedua orang tuanya. lbu merawatnya dan memenuhi kebutuha1n fisiknya sedangkan ayahnya membantu ibu dalam memenuhi kebutuhian anaknya. Dalam pengasuhan anak, ayah dan ibu memiliki peran masing-masing yang saling mendukung. Dengan peran yang ada seornng ibu lebih dikaitkan dengan fungsi ekspresif dan peran ayah lebih bersifat instrumental, sebagai pemberi aturan, hukuman, pengambil keputusan, penanaman disiplin serta kontrol kepada anak. Kemudian sejalan dengan waktu anak mulai 「・イォQセュ。ョァ@ sesuai tahapan usianya dan mulai bersosialisasi dengan lingkungan. Anak belajar banyak hal yang belum diketahui dari lingkungannya, salah satunya tentang norma-norma dan aturan yang ada. Anak mulai belajar menyesuaikan diri dengan aturan yang ada. Bila anak berhasil, maka ia akan berperilaku sesuai dengan norma yang ada. Seorang anak yang dalam lingkungan rumah sudah terbiasa dengan atur3n yang ada akan lebih mudah menyasuaikan diri dengan aturan diluar rumah dan berperilaku sesuai norma yang ada. 36 Gambar 2.1 Kerangka Berpikir I Anak Belajar Bersosialisasi Perilaku Moral Anak Pengasuhan Ayah 2.6 Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral pada anak. Hi : Ada hubungan yang signifikan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral pada anak. BABlll NLセ@ 3.1 PENELITIAN Jenis Penelitian 3.1.1 Pendekatan dan Metode Penelitian Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif, yaitu suatu pendekatan dimana data yang dihasilkan dari hasil penelitian adalah berwujud data kuantitatif atau berbentuk bilangan (Arikunto,2002). Pendekatan ini digunakan karena penelitian ini bekerja dengan angka serta dianalisis dengan menggunakan statistik dan untuk menjawab pertanyaan hipotesis. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah korelasional yaitu untuk mengetahui hubungan antara Independent Variabel (IV) dengan Depenjent Variabel (DV) dengan tujuan penelitian yaitu apakah ada hubungan antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral di sekolah pada anak. 3.1.2 Definisi Variabel dan Operasional Variabel Variabel adalah objek atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian pada sebuah penelitian (Arikunto, 1996). Variabel pada penelitian ini 38 terdiri dari variable bebas (Independent Variabel) dan variable terikat (Dependent Variabel). Adapun Independent Variabel dalam penelitian ini adalah persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak (x) dan Dependent Variabel adalah perilal<u moral anak di sekolah (y). Definisi operasional masing-masing variabel pada penelitian ini adalah: Persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak adalah adalah bagaimana seorang ayah ikut terlibat dalam pengasuhan anak. (Benson, 1968). lndikator yang diukur terdiri dari empat faktor : (1) Terlibat dan terikat secara emosional dengan anak (2) Terlibat dalam penanganan masalah I krisis (3) Komitment memberikan perintah dan kontrol terhadap anak (4) Memberikan contoh dalam perilaku pada anak. Perilaku Moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok social (Hurlock, 1978). Dalam penelitian ini kode moral yang digunakan adalah kode moral dalam lingkungan sekolah (tata tertib sekolah), melalui pengukuran terhadap : (1) Kedisiplinan (2) Tanggung Jawab (3) Kesopanan 39 3.2 Pengambilan Sampel 3.2.1 Populasi Populasi menurut Arikunto (2002) adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi yang digunakan adalah kanak-kanak akhir, berlangsung antara usia 10 - 12 tahun. Pada usia ini anak sedang melaksanakan pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar kelas IV - VI SON 11 Kebayoran Lama, yang berjumlah 128 orang. 3.2.2 Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti dan dimaksudkan untuk mengeneralisasi atau mengangkat kesimpulan penelitian sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi (Arikunto, 1996). Berdasarkan penjelasan Sevilla untuk peneilitian, ukuran minimum yang ditawarkan Gay (1976) bahwa untuk penelitian korelasi diambil minimal 30 sampel (Sevilla dkk, 1993). Dalam penelitian ini akan menggunakan 30 orang sampel penelitian. 3.2.3 Teknik Pengambilan Sampel Teknik yang digunakan dalam pengambilan sample penelitian ini adalah random sampling (pengambilan sample secara acak), Menurut Weirsma (1975) dalam Sevilla adalah suatu metode pemilihan ukuran sampel dari suatu populasi dimana setiap anggota populasi 40 mempunyai peluang yang sama dan semua kemungkinan penggabungannya yang di seleksi sebagai sampel mempunyai peluang yang sama. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel secara acak, dari 128 populasi kemudian dilakukan pengocokan untuk menentukan 30 sampel penelitian. Kemudian didapatkan 30 sampel penelitian yang terdiri dari 4 orang sampel usia 10 tahun, 18 orang sampel usia 11 tahun dan 8 orang sampel usia 12 tahun. 3.3 Pengumpulan Data 3.3.1 Metode dan Instrument Penelitian Pada penelitian ini alat pengumpul data yang menggunakan dua skala. 1. Skala tingkat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Skala ini disusun berdasarkan teori Benson (1968), yang terdiri dari empat faktor : a. Terlibat dan terikat secara emosional dcngan anak, yaitu mampu memahami emosi atau perasaan yang dialami anak dan mampu mengekspresikan emosinya dengan baik sehingga terjalin ikatan emosional. b. Terlibat dalam penanganan masalah I krisi:s, yaitu mempunyai peran dalam mengatasi masalah yang dihadapi anak, 41 c. Komitment memberikan perintah dan kontrol terhadap anak, yaitu konsistensi dalam memberikan aturan dan bertanggungjawab terhadap perlaku anak. d. Memberikan contoh dalam perilaku pada anak yaitu memberikan contoh perilaku yang berkaitan dengan aturan dan memberikan nilai - nilai pada anak. Tabel 3.1 Blue Print Skala Persepsi Tentang Keterlibatan Ayah Daiam Pengasuhan Anak lndikator No Favorabel 1 2 3 4 Jumlah Butir Soal Uinfavorabel 5,6,15,28, Terlibat dan terikat secara 1,2,4,22,23, emosional dengan anak 30,32,33,38 3:'.I Terlibat dalam penanganan 15,17,24,31 masalah I krisis 39,40,42,47 4:'.I Komitmen memberikan perintah 10,18,27,34 3,9,19,35 dan kontrol pada anak 45,49 Memberi contoh dalam perilaku 7, 12,20,25, 1 '1,21,37,44, pada anak ,36,41,50 4(),48 Jumlah 30 8, 13, 16,29, 20 14 13 10 13 50 2. Skala Perilaku Moral di Sekolah Pada Anak. 1. Skala ini dibuat berdasarkan kode moral (peraturan atau tata tertib) yang ada dalam lingkungan sekolah,. yang meliputi : a. Kedisiplinan, perilaku siswa yang ffi(3liputi waktu belajar 42 b. Tanggung jawab, perilaku siswa yang meliputi tugas belajar c. Kesopanan, perilaku siswa yang meliputi lingkungan sekolah Tabel 3.2 Blue Print Skala Perilaku Moral Anak di Sekolah No 1 2 3 Butir soal lndikator Kedisiplinan Tanggungjawab Kesopanan Jumlah Favorabel Unfavorabel 1,3,4, 12,23, 7,10,16,19,26, 32 40 8, 13,20,24,30, 2,5,9, 16,22,24, 31,38,39 34,37 6, 14,27,28,29, 11,17,18,21,33, 35, 36 Jumlah 15 10 11 9 30 15 Pemberian skor pada penelitian menggunakan skala model Likert yang dimodifikasi menjadi empat kemungkinan : Tabel 3.3 : Bobot Skor Skala Pilihan Jawaban Favorabel Unfavorabel Sangat Setuju (SS) 4 1 Setuju (SR) 3 2 Tidak Setuju (TS) 2 3 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4 43 3.3.2 Teknik Uji Instrument Penelitian Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti melal<Ukan uji instrumen dengai:i 90 item dari dua skala, yaitu untuk skala persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak berjumlah 50 item dan untuk skala perilaku moral anak di sekolah berjumlah 40 item. Uji instrumen dilakukan pada 60 orang siswa-siswi SDN 09 Pagi Kebayoran Lama yang memiliki karakteristik yang hampir sama dengan sampel penelitian. Adapun tujuan dari pelaksanaan uji instrumen ini adalah : 1. Mengetahui validitas instrumen, dimana skor tiap item dikolerasikan dengan skor total. 2. Mengetahui reliabilitas instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat reliabilitas skala tersebut. 1. Uji Validitas. Validitas adalah sejauhmana skala psikologi rnampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya (Azwar, 1999). Skala yang disusun berdasarkan kawasan ukur yang teridentifikasi dengan baik dan dibatas dengan jelas, secara teoritik akan valid. Suatu alat ukur yang validitasnya tinggi tidak hanya menjalankan fungsi ukumya dengan tepat, tetapi kecermatannya juga tinggi. Validitas diukur dengan cara mengkorelasikan antara skor masing- 44 masing item engan skor total. Adapun rumus yang digunakan adalah rumus Product Moment dari Pearson untuk perhitungan menggunakan komputer dengan program SPSS. Ryx = Keterangan : Rxy = Koefisien korelasi Pearson Product Moment n = Jumlah subjek X = Skor item Y = Skor total Hasil Uji Validitas Skala Persepsi Tentang Kete1rlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Berdasarkan uji instrumen validitas dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson pada skala tingkat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak terhadap 60 siswa SON 09 Kebayoran Lama, dari 50 item yang diujicobakan diperoleh 40 item yang valid dan 1O item yang gugur. Lebih jelasnya dapat dilihat pada エ。「Qセi@ berikut : 45 Tabel 3.4 Hasil uji instrumen item yang valid (*) lndikator No Butir Soal Favorabel 1 2 3 Jumlah Unfavorabel Terlibat dan terikat secara 1,2* ,4* ,22,23*' 5, 6*' 15* ,28*' emosional dengan anak 26* ,30* ,32* ,38* SセQᄋ@ Terlibat dalam penanganan 14*' 17* ,24* ,31 8*, 13*, 16*' masalah I krisis 39*,40*,42,47* RセQJLTS@ Komitmen memberikan 10*,18*,27,34* 3• ,9*' 19* ,35* 10 perintah dan kontrol pada 45,49 13 14 13 anak 4 Memberi contoh dalam 7*,12*,20*,25*, 111*,21*,37*, perilaku pada anak ,36*,41*,50 44*,46,48* Ju ml ah 29 20 50 Tabel 3.5 Blue Print Skala Persepsi Tentang Keterlibatan Ayah Pasi:a Uji lnstrumen No lndikator Butir Soal Favorabel 1 2 3 Terlibat dan terikat secara 1,3,20,26 emosional dengan anak 23,27,33 Terlibat dalam penanganan Jumlah Unfavorabel 4,13,24,28 11 13,15,21 6,11,14,25, 11 masalah I krisis 34,35,39 37 Komitmen memberikan perintah 8,16,29 2,7,17,30 dan kontrol pada anak 7 46 4 Memberi contoh dalam perilaku 5,10,18,22, 9, 19,32,38, pada anak 31,36 ,40 22 Jumlah 11 40 18 Hasil Uji Validasi Skala Perilaku Moral Anak di Sekolah Berdasarkan uji instrumen validitas dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson pada skala Perilaku Moral Anak di Sekolah terhadap 60 siswa SDN 09 Kebayoran Lama, dari 40 item yang diujicobakan diperoleh 39 item yang valid dan 1 item yang gugur. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.6 Hasil uji instrumen item yang valid (*) No lndikator Butir soal Favorabel 1 2 3 Kedisiplinan Tanggung jawab Kesopanan Jumlah Jumlah Unfavorabel 1*,3*,4*,12*, 7*,10*,16*,19*, 23*,32* 26*,40* 8*,13*,20*,24*, 2* ,5* ,SI*, 16* ,22* 30*,31*,38*,39* ,24•·,34•,37 6,14*,27*,28*, 11*,17*,18*,21* 29*,35* ,33*,3l)* 20 20 12 16 12 40 47 Tabel 3.7 Blue Print Skala Perilaku Moral Anak Pasca Uji lnstrumen lndikator No Butir soal Favorabel 1 1,3,4, 11, 14,22, Kedisiplinan Jumlah Unfa1vorabel 6,9, 18,25,39 12 7, 12, 19,24,29, 2,5,8, ·15,21,23, 16 30,37,38 33,36 13,26,27,28, 10,"16, 17,20,32, 34, 35 31 2 3 Tanggungjawab Kesopanan Jumlah 20 19 11 39 2. Uji Reliabilitas Relabilitas adalah konsistensi atau kepercayaan hasil ukur, yang artinya hasil ukur dapat dipercaya apabila dala1m beberapa kali pengukuran diperoleh hasil yang relatif sama . .Adapun uji reliabilitas a=lk-1 skala dengan rumus Alpha Cronbach dan perhitungan menggunakan program SPSS. Keterangan : a = Koefisien reliabilitas Alpha 48 k = Banyaknya belahan S/ = Varians skor belahan S1 2 , S/ = Varians skor total Hasil Uji Reliabilitas Keterlibatan Ayah dan Perilaku Moral Anak Uji reliabilitas dilaksanakan pada siswa SON 09 Kebayoran Lama, dengan jumlah sampel uji instrumen sebanyak 60 orang. Uji reliabilitas kedua skala ini menggunakan uji statistik Alpha Croncbach dengan menggunakan program SPSS versi 11.5. Hasil uji reliabilitas skala keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah, diperoleh hasil : 1. Reliabilitas skala persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan 50 item adalah ウ・「Qセ。イ@ 0,8915. Skala ini bisa dikategorikan reliabel. 2. Reliabilitas skala perilaku moral anak di sekolah dengan 40 item adalah sebesar 0,9258. Skala ini dapat diketei1orikan sangat reliabel. Menurut kaidah reliabilitas Guilford dan sesuai dengan pandapat Az.war (2003) bahwa semakin koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas dan artinya skaor hasil tes tersebut semakin terpercaya atau reliabel begitupun sebaliknya. 49 Berikut norma reliabilitas yang dijelaskan Guilford & Fruchter pada tabel dibawah ini : Tabel 3.8 Norma Reliabilitas 3.4 Koefisien Kriteria >0.90 Sangat n91iabel 0.70 sampai 0.90 RelialDel 0.40 sampai 0.70 Cukup reliabel 0.20 sampai 0.40 Kurang reliabel <0.20 Tidak reliabel Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson untuk mengetahui hubungan antara variabel X (tingkat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak) dengan variabel Y (perilaku moral di sekolah pada anak). Adapun rumus yang digunakan adalah rumus Product Moment dari Pearson sebagai berikut Ryx = 50 Keterangan : Rxy = Koefisien korelasi Pearson Product Moment n = Jumlah subjek X = Skor item Y = Skor total Adapun dalam perhitungan dengan menggunakan SPSS, hasil penelitian akan diinterpretasikan dengan menunjuk tabel koefisien korelasi nilai r Product Moment pada taraf signifikasi 5% dan 1%. Apabila hasil perhitungannya lebih besar dari r table maka korelasi dianggap signifikan atau Ha diterima atau Ho ditolak. Apabila hasil perhitungan lebih kecil dari r table maka korelasi dianggap tidak signifikan atau Ha ditolak dan Ho diterima. BAB IV PRESENTASI DAN ANALISA DJ.I.TA 4.1 Gambaran Umum Responden Sampel penelitian adalah siswa-siswi SDN 11 Pagi Kebayoran Lama yang memenuhi karakteristik sampel penelitian yaitu kanak-kanak akhir yang berada pada rentan usia 10-12 tahun, adapun pengambilan sarnpel penelitian adalah sebanyak 30 orang. Berdasarkan identitas responden yang didapatkan, maka gambaran umum dari subyek penelitian adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 Kategori Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Presentasi Laki-Laki 14 46,7% Perempuan 16 53,3% Jumlah 30 100% Tabel tersebut menunjukan bahwa sampel penelitian berdasarkan jenis kelarnin diperoleh 46.7% sampel siswa laki-laki dan 53.3% sarnpel siswi perempuan. 52 4.2 Uji Persyaratan 4.2.1 Uji Normalitas Uji normalitas berguna untuk mengetahui apakah variabel berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk menguji kebaikan sesuai (goodness of fit). Dalam hal ini yang diperhatikan adalah tingkat kesesuaian antara distribusi nilai sampel (skor yang diobservasi) dengan distribusi teoritis t•ertentu (normal, uniform, poison). Jadi hipotesis statistiknya adalah bahwa distribusi frekuensi hasil pengamatan bersesuaian dengan distribusi frekuensi harapan (teoritis). Berikut adalah hipotesisnya : Ho : Populasi berdistribusi normal Hi : Populasi tidak normal Pengambilan keputusan berdasarkan nilai probabilitas dengan alpha sama dengan 0,05 Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima Jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak Dengan demikian berdasrkan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai uji normalitas data pada skala keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sebesar 0,200 dengan menggunakan taraf signifikasi alpha 5 %, maka diketahui bahwa nilai probabilitas skala ォ・エセイャゥ「。ョ@ ayah dalam 53 pengasuhan anak 0,200 > 0,05, sehingga dapat clisimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji normalitas ini menggunakan SPSS 11.5, berikut nilai signifikasi dan gambar diagram Q-Q plot : Tabel 4.2 Tests of Normality Kolmogorov-Smimo.;l Statistic Keterlibatan ayah .093 Shapiro-Wilk Sig. df .200* 30 *. This 1s a lower bound of the true significance. Gambar 4.1 Diagram Q-Q Plot Keterlibatan Ayah ' 0 -1 9 -· Statistic .991 df Sig. 30 .995 54 Dari gambar diatas dapat terhat bahwa sebaran data variabel keterlibatan ayah berada disekitar garis uji yang rnengarah ke kiri atas, dengan demikian data tersebut dapat dikatakan normal. Sementara hasi uji normalitas data pada skala perilaku moral anak di sekolah diperoleh angka probabilitas sebesar 0.200 dengan menggunakan taraf signifikasi alpha 5 %, maka diketahui bahwa nilai probabilitas skala perilaku moral anak 0.200 > 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji normalitas ini menggunakan SPSS 11.5, berikut nilai signifikasi dan gambar diagram Q-Q plot: Tabet 4.3 Tests of Normality kッャュァイカMsゥセ@ Statistic perilaku moral .088 :Shapiro-Wilk df Sig. 30 •. This 1s a lower bound of the true sigmficance. .200• Statistic .988 df Sig. 30 .974 55 Gambar4.2 Diagram Q-Q Plot Perilaku Moral Anak 2 0 o/ 0 0 0 0 0 0 0 0. ./o 0 0 /0 0 0 0 0 0 <:;-' -1 ,{ 0 . 0 / -2 100 0 110 120 130 140 150 160 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sebaran data variabel perilaku moral anak berada disekitar garis uji yang mengarnh ke kiri atas dengan demikian data tersebut dapat dikatakan normal. 4.2.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui variabilitas mean dari data dalam suatu kelompok. Homogenitas item berkaitan dengan isi dari suatu tes. Tes yang bermaksud mengukur suatu aspek seharusnya terdiri dari item-item yang juga mengukur hal yang sama. 56 Semakin homogen item-itemnya, maka koefisien reliabilitas tes akan semakin tinggi pula dan sebaliknya. Dalam penelitian ini, uji homogenitas dilakukan de•ngan menggunakan rumus One-Way Anova. Adapun hipotesis yang digunakan adalah : Ho : Varian data bersifat tidak homogen Hi : Varian data bersifat homogen Berdasarkan hasil uji homogenitas yang dilakukan melalui program SPSS 11.5, diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.4 Test of Homogeneity of Variance Keterlibatan Ayah Perilaku Moral Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Levene Statistic .725 .757 df1 1 1 df2 28 28 Sia. .402 .392 .757 1 27.555 .392 .699 2.628 2.607 1 1 1 28 28 28 .410 .116 .118 2.607 1 25.858 .119 2.586 1 28 .119 57 Hasil uji homogenitas pada data diperoleh angka probabilitas sebesar 0.402 pada skala keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan angka 0.116 untuk skala perilaku moral anak di sekolah, dengan menggunakan taraf signifikasi alpha 5 %, maka dapat diambil kesimpulan bahwa 0.402, 0.116 > 0.05 maka Hi diterima, yang berarti bahwa kedua data tersebut bersifat homogen. 4.2.3 Uji Hipotesis Rumusan statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini, dengan menganalisis skor persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan perilaku moral anak di sekolah dengan menggunakan rumus kolerasi Product Moment dari Pearson. Hal ini karena data penelitian ini berupa data interval dengan menggunakan uji statistik parametrik serta teknik penelitian korelasional. Dalam perhitungannya, peneliti men9gunakan program SPSS 11.5. Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai l<oefisien korelas; antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anal< dengan perilaku moral anal< di sekolah adalah sebesar 0.599, l<olerasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut 58 Tabel 4.5 Correlations VAR00001 VAR00002 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) VAR00001 1 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N ·- VAROOO!/L .5fl9.000 30 NUYセ@ :m 1 .000 30 :io ••. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai korelasi (r hitung) antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah menunjukan angka sebesar 0.599 dan (r tabel) dengan angka sebesar 0.361. Dengan demikian nilai (r hitung) > dari nilai (r tabel) pada taraf signifikasi 5%, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah. Nilai kolerasi positif maka kolerasi yang terjadi juga bersifat ーッウゥエセ@ artinya semakin tinggi persepsi tentang keterlibatan ayah maka semakin tinggi juga perilaku moral anak. 4.3 Hasil Penelitian Dari keseluruhan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan Hi diterima yaitu ada hubungan yang signifikan antara persepsi 59 tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah, dan Ho ditolak. Dari korelasi yang terlihat (0.599) adalah bahwa korelasi yang terjadi adalah korelasi positif , yaitu semakin tinggi persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak maka semakin tinggi perilaku moralnya, begitu juga sebaliknya. Dan nilai kolerasi tersebut (0.599) berada pada tingkat kolerasi sedang. Hal ini berdasarkan pendapat dalam Sevilla kolerasi sedang berkisar antara 0.40 s.d 0.59. Hal tersebut menunjukan kolerasi antara kedua variabel adalah sedang. Tabel 4.6 Norma Korelasi Nilai r 4.4 k・エイ。ョセQ@ 0,01 s.d 0.19 Kolerasi tidak: berarti 0,20 s.d 0,39 Kolerasi rendah 0,40 s.d 0,59 Kolerasi sedang 0,60 s.d 0,79 Kolerasi agak tinggi 0,80 s.d 1 Kolerasi tinggi Hasil Penelitian Tambahan Penelitian tambahan ini dimaksudkan untuk melihat apakan ada perbedaan persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak antara laki-laki dan perempuan, dan perbed.:ian perilaku moral di 60 sekolah antara laki-laki dan perempuan. Analisis statistik yang digunakan adalah independent sampel t-test dengan menggunakan program SPSS 11.5. Berikut hasil yang didapatkan : Tabel 4.7 Independent Sample t-test Levene·s Test For I-test for Equality of Means Equality of Variances F Keterlibatan Ayah Equal Variances Sig. t di Sig.(2-tailed) .725 .402 1.515 28 .141 2.628 .116 .329 28 .745 assumed Perilaku Moral Equal Variances assumed Dari hasil dapat diambil kesimpulan bahwa nilai signifikasi pada label untuk tingkat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sebesar 0, 141 lebih besar dari (> 0,05), maka dapat diambil kesimpulan bahwa Ho diterima dan Hi ditolak artinya tidak ada perbedaan persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak antara laki-laki dan perempuan. Dan untuk nilai signifikasi perilaku moral anak di sekolah sebesar 0,745 lebih besar dari (> 0,05), maka dapat diambil kesimpulan bahwa Ho diterima dan Hi ditolak artinya tidak ada perbedaan perilaku moral anak di sekolah antara laki-laki dan perempuan. BABV KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisa dan interpretasi data yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan yang sゥAセョヲォ。@ dan positif antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah. Dengan demikian hipotesis nihil yang menyatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah ditolak. Dan hipotesis alternatif yang menyatakan ada hubungan yang signifikan antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah diterima. 5.2 Diskusi Dalam menjalani kehidupan saat ini tentunya dengan mudah ditemukan perilaku yang menyimpang yang tidak sesuai dengan peraturan, norma, adat ataupun hati nurani. Menurut Hurlock (1978) perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial, peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi 62 suatu budaya dan yang menentukan pola perilaku yang diharapkan dari seluruh anggota kelompok. Perilaku moral ini セゥ、。ォ@ terbatas hanya pada suatu kalangan, karena dimanapun manusia berada tentunya tidak lepas dari aturan, norma, ataupun adat istiadat yang berlaku. Hal ini dibuat tentu saja untuk kenyamanan manusia itu sendiri, karena bila hal tersebut tidak ada bisa dibayangkan yang nantinya akan terjadi, kehidupan manusia akan kacau karena semua mainusia berbuat dengan sekehendak hatinya. Oleh karenanya, norma moral menjadi penting untuk diajarkan mulai dari awal kehidupan. Menurut teori Hurlock (1978), ada satu aspek yan9 mempengaruhi perilaku moral yaitu konsep moral. Konsep abstral< ini lebih bersifat kognitif, yaitu pemahaman tentang moral secara keseluruhan. Dan hal yang mempengaruhi konsep moral ini kecerdasan, pengajaran atau pengasuhan yang diterima dan faktor lingkungan. Seorang anak belajar tentang konsep moral dari orang tua (orang terdekatnya) kemudian dengan fungsi kognitif yang ada sang anak mulai rnemahami konsep moral tersebut, dan di lingkun9anlah anak mulai mencoba berperilaku sesuai dengan konsep moral yang ada. Bila hal ini berjalan dengan baik tentunya akan mudah ditemukan manusia yang berperilaku sesuai dengan aturan dan norma yang ber!aku. 63 Maka hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang sinifikan dan positif antara kedua variabel, yaitu persepsi temtang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sel<olah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Mosley dan Thompson (dalam Pruett, 2000) menemukan kaitan antara pengasuhan ayah dengan rendahnya gangguan-gangguan yang dialami anak. Anak lebih mungkin bersikap patuh dan bertanggung jawab, anak laki-laki lebih sedikit mengalami masalah di sekolah dan anak perempuan tampak lebih ceria, gembira, memiliki keterlibatan yang tinggi dalam tugas, dan lebih berani untuk mencoba hal baru. Penelitian lain menunjukan bahwa anak-anak yang ayahnya terlibat secara positif dalam pengasuhan anak, bertanggung jawab dalam pendisiplinan anak menunjukl<an membantu tugas sekolah anak, dan lebih melibatkan diri dalam urusan personal anak menunjukan sifat empati yang lebih linggi. (Borba, 2001) Berdasarkan penelitian yang dilakukan pasangan Gluecks dari Universitas Harvard (Hurlock, 1978), menemukan bahwa l<enakalan remaja bukan fenomena baru dari masa remaja melainkan suatu lanjutan dari pola perilaku asosial yang di mulai pada masa kanakkanak. Dan mempunyai hubungan yang erat antara dengan 64 lingkungan rumah. Yang artinya faktor pengasuhan orang tua khususnya ayah menjadi sangat penting bagi perilaku moral anak dan hal ini akan mempengaruhinya ketika anak sudah dewasa. Seorang anak yang mendapatkan pengasuhan yang bail< dari ayahnya akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan aturan dan norma yang berlaku di lingkungan dan juga sebaliknya. 5.3 Saran Berdasarkan hasil, kesimpulan dan diskusi dari peinelitian ini penulis mencatat beberapa saran yang dapat menyempumakan penelitian lanjutan yang akan dilakukan. 5.3.1 Saran Teoritis Saran ini diberikan kepada pihak-pihak yang ingin mengembangkan sekaligus menyempurnakan penelitian yang penulis lakukan, yaitu : 1. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan lebih mendalam lagi dalam mengungkap kedua variabel, dengan cara memperbaiki item-item yang ada, item yang ada diharapkan dapat saling terkait antara kedua variabel sehingga lebih mengungkap hubungan antara kedua variabel dan lebih memperbanyak jumlah sampel. 65 2. Penelitian selanjutnya diharapkan agar pihak ayah bisa menjadi sampel penelitian. Sampel penelitian tidak hanya dari anak, tetapi anak dan ayah keduanya menjadi sampel penelitian. Sehingga didapatkan kesimpulan yang lebih menyeluruh. 3. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah kelengkapan data tentang perilaku moral dari pihak sekolah. Sehingga data yang di dapat tidak hanya dari pihak anak tetapi juga dari pihak sekolah, agar didapat data yang lebih akurat. 4. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar melakukan penelitian serupa yang lebih komperhensif, dengan menambah metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi, sehingga data yang terkumpul lebih repres•entatif dan akurat. 5.3.2 Saran Praktis Penelilian ini memberikan saran praktis kepada beberapa pihak : 1. Kepada para ayah khususnya untuk lebih t.erlibat dalam pengasuhan anak, lebih memperhatikan pmtumbuhan dan perkembangan anak terutama moral, agar dapat memberikan perkembangan perilaku moral yang baik bagi anaknya dan peran ayah dapat dilakukan dengan baik. 66 2. Kepada pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan yang baik agar mendukung terciptanya perilaku mora1 anak. 3. Kepada para anak agar lebih menciptakan hubungan dan komunikasi yang baik dengan ayahnya dan terus belajar untuk berperilaku moral sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. Abdullah, M Abdul Muthi.(2004) Like Father Like Son. Penerbit Hikmah : Jakarta Abdul Rahman, Dkk. (2004) Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Prenada Media : Jakarta Atkinson, Dkk (1987) Pengantar Psikologi Edisi Kesebelas Ji/id Satu. lnteraksara : Jakarta Benson, L (1968) Fatherhood in Perspective. North Texas University. New York Random House Borba, Michele, Ed.D. (2001) Membangun Kecerdasan Moral. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta Hurlock, E. (1978) Perkembangan Anak Ji/id II Edisi ke-6. Penerbit Erlangga: Jakarta Hurlock, E. (1980) Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan. Penerbit Erlangga : Jakarta Imam, Nawawi.(1999) Terjemah Riyadhus Shalihin. Pusaka Amani: Jakarta Karim, Asyadzili (2008) Sukses Jadi Ayah. Maghfirah Pustaka : Jakarta Kohlberg, L.(1995) Tahap-Tahap Perkembangan Moral. Penerbit Kanisius: Yogyakarta Muhammad, Lili NA. (2007) Cinta di Rumah Hasan Al Banna. Pusaka Dakwatuna : Jakarta Pruett, KD. (2000). Father Need: why father care is essential as mother care for yourr child. Broodway books.: New York Santrock, JW. (2002). Life Span Development Ji/id I Edisi Ke-5. Penerbit Erlangga : Jakarta Sevilla, CG et al (1993). Pengantar Metode Penelitian. IPT Grasindo: Jakarta Suharsini, Arikunto (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pemdekatan Penelitian. Rineka Cipta : Jakarta Teguh, Wahyono (2006). Ana/isis Data Statistik Dengan SPSS. Elex Media Komputind.) : Jakarta Tata Tertib Siswa/i SON 11 Kebayoran Lama Selatan Kamus: Kamus Besar Bahasa Indonesia Chaplin, JP(2002) Kamus Lengkap Psikologi. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta Skripsi : Oewi, Kania. (1990) Keterlibatan Ayah dalam Perkembangan Moral Remaja Putra. Skripsi Fakultas Psikologi UI Eka, Ervika (1995) Kelekatan Pada Anak. Skripsi Fakultcis Psikologi USU Rini, lzmi. (2005) Hubungan Tingkat Keterlibatan Ayah da/am Pengasuhan Anak dengan Kemandirian Anak. Skripsi Fakultas Psikologi UIN Internet: www. kisah ayah ibu.com www. Ayahbunda-online.com ·- 111 r DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (ILJIN) SY ARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS PSIKOLOGI JI. Kcrta Mukti No.5 Circndeu ,J11karta Sclatan 15419 Tclp. (021) 7433060 Fax. 74714714 Un.Ol/F7/KM.OJ.3/ :Joli 12009 Jakarta, 15 Januari 2009 Permo/lonan /zi11 Penelitian Kepada Yth. Kepala Sekolah SDN 11 Pagi Kebayoran Lama Selatan. Jakarta Selatan Assa/amu 'a/aikum Wr. Wh. Dengan hormat, kami sampaikan bahwa : Nam a Nomor Pokok Semester Tahun Akademik Program Irma Safitri 104070002308 lX (Sembilan) 2008/2009 Strata 1 (S-1) Mahasiswa tersebut sedang menulis skripsi yang bcrjudul "Hubu11gan Tingkat Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Anak Dcngan Pe!'ilaku Moral Anak Di Sckolah", yang bersangkutan perlu melakukan Penditian di Jembaga yang Bapak/Ibu/Saudara pimpin. Sehubungan clengan itu kami mengharapkan kesediaannya •.mtuk memberikan data maupun informasi yang diperlukan oleh mahasiswa tersebut. Demikian atas perhatian dan kerja sama yang baik kami ucapkan terima kasih. Wassalamu 'alaikum Wr. Wb. PEMERINTAH DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SON. KEBAYORAN LAMA SELATAN 11 PC:i JL. H. !SMAIL Rt. 005/10 Tip. 7239934 KEBAYORAN LAMA JAKARTA SELATAN 12240 SURAT KETERANGAN Nomor: : US /073.54/2009 Yang bertanda tangan dibawah ini , Nama Lengkap NIP Pangkat/Gol Jabatan Tempat Tugas Drs. Sutrisno, MM 130 948 576 Pembina, IV /a Kepala Sekolah SDN. Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa : Nama NomorPokok Semester Tahun Akademik Program Irma Safitri 104070002308 IX (Sembilan) 208/2009 Strata 1 (S-1) Telah melaksanakan penelitian di sekolah yang kami pimpin guna memperoleh data-data dalarn rangka penulisan skripsi. Selama melakukan penilitian yang bersangkutan berkelakuan sangat baik d.an koopertaif Demikianlah, surat keterangan ini dibuat sesuai dengan keadaan yang scbenarnya, dan uotuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta, 24 Januari 2009. Assalamu' alakum Wr Wb Salam persahabatan kami sampaikan, semoga kesuksesan selalu menyertai adik-adik semua. Saya Irma Safitri, Mahasiswi Fakultas Psikologi UIN Syahid Jakarta yang sedang melakukan penelitian tentang "Hubungan Antara Tingkat Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Anak Dengan Perilaku Moral Anak di Sekolah". Adapun maksud dari penelitian ini adalah untu memenuhi tugas akhir /skripsi. Oleh karena itu saya meminta kesediaan adik-adik untuk turut serta membantu penelitian ini dengan mengemukakan pendapat dengan sejujurnya mengenai pernyataan yang terdapat pada lembar yang disediakan. s・セQ。ャ@ pemyataan yang adik-adik berikan akan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakkan untuk tujuan penelitian. Atas bantuan dan kerjasama dari adik-adik semua, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr Wb Peneliti (Irma Safitri) Data Responden Na ma Usia Jenis Kelamin Laki-Laki I Perempuan Ke las PETUNJUK PENGISIAN Dibawah ini terdapat sejumlah pernyataan dan adik-adik diminta untuk menjawab pernyataan-pernyataan yang ada. • Berilah tanda eek list ( --! ) pada kolom di sebelah kana pada setiap pernyataan yang paling sesuai dengan pendapat aclik··adik Contoh: No Pernyataan Sangat Setuju Setuju Tidak Sangat Setuju Tidak Setuju Saya suka bermain sepak bola 1 ᄋセ@ Keterangan : SS Sangat setuju dengan pernyataan tersebut S Setuju dengan pernyataan tersebut TS Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut STS Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut • Dalam hal ini tidak ada jawaban yang benar atau salah • Sebelum menyerahkan lembaran ini, harap periksa kernbali, agar tidak acla pernyataan yang terlewat Pernyataan No 1 Saya merasa aman ketika berada di dekat ayah saya 2 Jika saya berbuat salah, ayah saya tidak menegur saya 3 Ketika ayah sedang sakit, saya juga ikut merasa sedih 4 Ketika saya berpisah dengan ayah, saya tidak merasa sedih 5 Ayah saya mengajak saya untuk berdoa dan beribadah kepada Tuhan 6 Ketika ada acara di sekolah, ayah saya tidak pernah hadir 7 Ayah saya tidak memberikan aturanaturan kepada saya 8 Ayah saya akan memarahi saya jika saya tidak patuh 9 Jika saya berbuat kesalahan, ayah saya tidak menasehati saya 10 Ayah saya mengajarkan saya untuk tidak berbohong 11 Ketika saya mengalami kesulitan, saya tidak meminta tolong pada ayah 12 Ketika saya sakit, ayah saya mengajak untuk pergi ke dokter 13 Ketika saya sedang sedih, ayah saya tidak menghibur saya 14 Ketika saya sedang bertengkar dengan saudara saya, ayah saya diam saja SS s TS STS Pernyataan No 15 Menurut saya, ayah saya hebat 16 Ayah saya mengingatkan saya untuk banyak belajar 17 Ayah saya tidak menegur saya, walaupun saya berbuat nakal 18 Ayah saya mengajarkan saya untuk berkata sopan 19 Ayah saya suka berbohong,walaupun ia mengajarkan saya untuk tidak berbohong 20 Saya suka bercanda dengan ayah 21 Saya akan bertanya kepada ayah, tentang sesuatu yang tidak saya tahu 22 Ayah saya suka bercerita pada saya tentang pengalamannya waktu kecil 23 Saya merasa senang ketika ayah berada di dekat saya 24 Saya sering bertengkar dengan ayah 25 Ketika saya punya masalah, saya tidak bercerita kepada ayah 26 Saya merasa kesepian ketika ayah tidak ada dirumah 27 Saya suka bercerita pada ayah tentang pengalaman saya di sekolah 28 Saya merasa bahwa ayah saya tidak memperhatikan saya 29 Jika saya berbuat kesalahan di rumah ataupun di luar rumah, ayah saya tetap menegur saya SS s TS STS No Pernyataan 30 Ketika di sekolah saya mendapatkan nilai yang buruk, ayah saya diam saja 31 Ayah saya mengajarkan saya untuk menjaga kesehatan 32 Apa yang dikatakan ayah saya sering tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya 33 Saya merasa bahwa ayah saya menyanyagi saya 34 Saya bangga kepada ayah saya 35 Ketika saya sudah besar, saya ingin sepertiayah 36 Ayah saya mengajarkan saya untuk menolong orang yang sedang kesulitan 37 Ketika saya sakit, ayah tidak ikut merawat saya 38 Ayah saya sering berkata kasar kepada saya 39 Ketika saya sedang sakit, ayah saya menyuruh saya untuk beristirahat 40 Ayah saya sering bertengkar dengan ibu di depan saya SS s TS STS Pernyataan No 1 SS s STS TS Saya tidak pernah terlambat masuk sekolah 2 Ketika saya sakit, saya tidak memberikan surat izin ke sekolah 3 Saya selalu menggunakan pakaian seragam dengan rapi dan sesuai 4 Saya menggumpulkan tugas tepat pada waktunya 5 Saya sering bolos sekolah 6 Saya sering keluar kelas pada saat jam pelajaran berlangsung 7 Ketika akan membuang sampah, saya membuangnya di tempat I sampah yang sudah disediakan 8 Ketika guru sedang menerangkan, saya sering tidak mendengarkan 9 Saya sering membawa HP atau mainan ke sekolah 10 Saya sering mengajak berkelahi teman saya 11 Saya selalu mengikuti upacara setiap hari senin 12 Saya selalu mengerjakan tugas piket dengan baik 13 Saya tidak pernah berbicara kasar dengan teman 14 Saya pulang sekolah pada waktunya 15 Saya suka mencoret-coret tembok sekolah - Pernyataan No 16 SS s TS STS Saya sering ditegur oleh guru, karena sikap saya kurang baik 17 Ketika sedang belajar, saya sering keluar tanpa meminta izin pada guru 18 Ketika tidak ada guru di kelas, saya sering ribut dan bermain di kelas 19 Ketika jam pelajaran olah raga, saya selalu menggunakan pakaian olah raga 20 Ketika saya bertemu dengan guru, saya akan menghindar atau sembunyi 21 Orang tua saya dipanggil ke sekolah, karena saya sering melanggar peraturan 22 Saya selalu membawa buku-buku pelajaran, sesuai dengan jadwal 23 Saya selalu mengerjakan tugas yang diberikan 24 Saya sering lupa membawa pekerjaan rumah 25 Di kelas saya sering dihukum karena membuat gaduh 26 Saya menghormati guru saya, karena beliau banyak berjasa 27 Ketika bertemu dengan guru, saya mengucapkan salam dan mencium tangannya - 28 SS Pernyataan No Ketika saya melakukan kesalahan pada teman, saya meminta maaf 29 Saya mempunyai banyak musuh di sekolah 30 Di sekolah, saya jarang melanggar peraturan 31 Saya ikut mengantri ketika membeli makanan di kantin 32 Saya suka bertengkar dengan teman 33 Saya sering dimarahi guru 34 Saya mempunyai banyak teman di sekolah 35 Teman-teman sering memusuhi saya karena saya sering membuat ulah 36 Saya sering melanggar aturan sekolah 37 Bila ada teman yang mencoret tembok sekolah, saya akan menegurnya 38 Saya jarang mendapatkan hukuman di sekolah 39 Saya sering terlambat mengumpulkan tu gas - Terim a Kasih - s TS STS Item ampel 6 3 3 3 7 8 9 10 11 12 13 14 15 15 17 18 19 20 21 22 23 24 25 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 2 4 3 3 3 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 2 4 2 1 2 3 4 5 1 4 4 4 3 2 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 5 4 4 3 4 4 6 2 4 3 4 4 7 4 3 4 3 8 3 4 4 3 9 3 3 3 3 2 3 4 4 3 4 3 10 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 11 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 1 4 4 3 2 4 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 1 4 3 2 4 3 3 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 2 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 1 4 4 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 3 3 4 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 2 3 4 4 4 4 3 4 2 3 4 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 1 2 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 1 4 4 3 4 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 3 1 2 3 3 3 1 3 3 3 4 2 1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 2 4 2 4 2 1 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 2 3 3 4 4 1 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 1 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 33 2 1 4 4 3 1 3 3 4 4 4 4 31 3 4 26 32 4 3 25 29 3 4 3 30 4 3 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 24 28 4 4 4 23 1 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 27 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 2 3 3 3 4 3 3 3 4 2 2 3 3 4 4 16 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 15 21 3 4 4 3 3 22 3 4 4 4 2 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 20 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 19 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 18 4 3 3 17 4 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 14 13 4 4 4 3 3 3 4 3 12 3 2 3 3 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 3 3 3 2 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 1 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 4 2 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 2 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 2 4 4 4 3 1 4 3 3 4 2 4 4 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 4 2 4 3 4 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 1 3 1 4 4 3 2 3 4 4 3 3 2 3 3 2 3 3 1 3 3 4 3 2 2 3 3 2 4 2 1 4 4 4 4 4 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 1 1 4 4 4 4 3 3 4 3 2 3 4 3 1 2 4 4 4 4 2 3 4 3 2 2 4 4 2 4 2 3 4 4 1 3 1 4 4 3 3 4 4 4 1 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 1 3 3 4 2 3 2 3 3 4 3 1 4 2 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 41 42 43 3 4 2 4 44 3 3 45 3 4 3 4 4 3 4 46 4 4 4 4 47 2 2 3 3 49 2 3 3 so 4 51 52 53 2 54 55 56 57 58 59 60 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 3 2 4 3 4 4 3 4 2 4 3 2 4 2 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 2 2 2 2 4 4 2 3 2 4 4 3 1 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 4 3 4 3 4 2 3 2 2 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 1 3 2 3 1 3 4 3 3 3 1 1 2 4 2 3 1 4 2 3 4 4 3 4 4 4 3 1 3 3 3 3 3 3 4 1 4 4 3 4 3 2 3 3 2 4 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 2 4 4 3 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 3 2 4 4 3 1 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 2 4 3 2 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 4 2 2 3 3 2 3 4 2 2 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 2 4 4 3 3 3 1 3 4 3 3 2 3 3 40 2 4 4 39 48 1 3 4 4 3 3 38 4 4 3 3 3 3 1 4 3 4 3 3 4 36 37 4 3 3 2 2 2 3 3 4 4 3 3 2 4 3 4 1 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 1 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 2 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 2 2 3 3 2 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 4 2 4 4 3 2 1 2 3 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 4 2 2 2 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 2 3 2 3 3 2 4 3 3 3 2 4 3 2 3 3 2 3 3 2 2 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 2 4 3 3 4 3 4 2 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 1 3 3 4 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Item ;ampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 1 2 3 4 5 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 1 4 3 3 2 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 1 4 3 4 3 4 2 3 2 3 4 3 3 4 4 3 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 1 4 6 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 2 1 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 1 4 4 3 4 3 1 2 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 1 1 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 2 3 3 4 2 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 1 3 3 4 1 3 3 1 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 1 4 3 3 4 4 4 4 1 4 4 4 3 4 4 '' 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 3 1 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 1 4 3 3 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 2 4 1 3 4 2 4 4 3 3 4 4 3 1 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 2 1 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 4 2 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 3 2 4 4 3 3 2 :: 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 1 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 1 2 4 3 3 3 2 4 4 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 2 3 4 2 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 1 3 4 1 2 3 4 4 3 3 4 1 4 3 ;) 3 3 4 4 4 3 1 2 3 1 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 1 3 4 1 4 3 4 2 3 1 3 4 3 3 3 4 4 4 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 4 4 3 4 3 2 4 3 2 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 1 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 1 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 2 1 3 3 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 2 1 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 1 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 1 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 1 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 4 2 3 4 4 3 2 3 1 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 2 2 3 2 4 4 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 2 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 1 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 2 3 4 3 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 1 4 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 4 4 2 4 3 3 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 1 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 1 2 2 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 1 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 3 4 3 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 1 3 3 1 3 3 1 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 2 4 2 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 4 2 2 3 4 3 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 2 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 1 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 4 2 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 2 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 1 3 3 1 2 3 3 3 1 2 4 4 4 3 3 2 1 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 1 4 4 1 2 3 2 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 2 4 2 3 1 3 2 1 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 3 3 3 2 1 3 3 2 3 4 2 1 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 1 3 4 1 3 3 1 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 4 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 2 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 2 2 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 1 3 3 3 3 2 3 3 1 3 4 2 2 3 3 3 1 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 4 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 4 3 2 3 4 3 4 3 2 2 4 3 3 3 4 3 4 3 2 2 4 2 2 2 2 3 4 3 2 1 3 2 2 2 3 3 4 2 2 2 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 2 4 3 3 4 3 4 1 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 3 1 3 4 3 2 4 1 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (AL P H A) Item-total Statistics Scale Mean VAROOOOl VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAROOOll VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 VAR00022 VAR00023 VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031 VAR00032 VAR00033 VAR00034 VAR00035 VAR00036 VAR00037 VAR00038 VAR00039 VAR00040 VAR00041 VAR00042 VAR00043 VAR00044 VAR00045 VAR00046 Scale variance if Item Deleted if Item Deleted 163.7667 163.0000 163.2667 163.2000 163.4167 163.1833 163.0000 163.4500 163.2833 163.2833 163.3333 162.8833 163.3667 163.2000 163.3167 163.1500 163.1667 162.8667 163.0667 162.9833 163.3500 163.3500 163.3167 163.2333 163.2500 163.0500 163.3000 163.1000 163.5833 163.4500 163.3333 163.4667 163.2333 163.2833 163.1167 162. 9667 163.5333 163.0333 163.0500 163 .1333 163.0833 163.5667 163.0833 163.2500 163.7000 164.2000 171.1650 169.2542 169.0124 169.6203 173.1963 167.8472 167.6949 168.2517 168.3760 170.6472 162.1921 169.8675 169.4565 169.0102 166.1862 1.68.7059 167.9718 167.3718 168.1311 169.7794 167.7907 173.8246 166.7285 169.3684 164.8008 167.4720 171.5017 168.6339 167.3658 166.0822 172.1243 168.4904 165.6734 168.6811 165.6302 168.7107 164.5582 166.5751 165.6076 167.8463 168.2133 170.5887 166.3828 162.6653 174.6203 172.3322 Corrected ItemTotal Correlation .2269 .3761 .2824 .3787 .0859 .4081 .3540 .3624 .3740 .2794 .5425 .2838 .3456 .3101 .5727 .3702 .4402 .5871 .4041 . 2773 .2969 .0295 .5081 . 3211 .5606 .4957 .1702 .3920 .4051 .3973 .0981 .3396 .5784 .4158 .6248 .4466 .5195 .5597 .5935 . 4040 . 4711 .2174 . 4915 .6383 -.0146 .0985 Alpha if Item Deleted .8911 .8894 .8907 .8894 .8929 .8889 . 8896 .8894 .8893 .8904 .8865 . 8905 .8897 . 8902 . 8871 .8894 . 8886 .8874 .8889 .8906 . 8907 .8946 .8877 .8900 . 8867 .8880 .8921 .8891 .8889 . 8890 .8940 .8898 .8868 .8889 .8865 .8887 .8871 .8873 . 8867 .8889 .8884 .8914 .8878 .8854 .8961 .8937 VAR00047 VAR00048 VAR00049 VAR00050 163.0833 163.2667 163.0000 163.0333 169.9760 165.2836 172.2373 171.5243 .2884 .3914 .1827 .2500 .8904 .8892 .8914 .8907 Reliability Coefficients N of Cases Alpha = 60.0 .8915 N of Items 50 R E L I A B I L I T Y ANALYSI s S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Mean VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAROOOlO VAROOOll VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAROOOl 7 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 'JAR00022 VAR00023 VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031 VAR00032 VAR00033 VAR00034 VAR00035 VAR00036 VAR00037 VAR00038 VAR00039 VAR00040 if Item Deleted if Item Deleted 128.9833 129.1167 128.8000 128.8SOO 128.4500 129.1167 128.9833 128.5333 128.8333 128.7833 128.7333 128.6000 129.0000 129.2500 128.8000 128.6167 129.7000 128.9000 129.1000 128.6167 128.8000 129.0000 128.6167 128.7500 128.9333 129.1833 128.5333 128.5667 128.7000 128.8333 129.0667 128.9333 128.8333 129.1500 128.6833 129 .1333 128.9000 128.7333 129 .1167 128.9167 182.4573 178.9862 179.2814 182.5364 180.5907 lBB.6472 177.7116 183.2701 177.9379 178.5455 178.8768 184.0068 178.5085 181. 7500 183.1119 182 .1387 178. 9932 175. 3458 172. 6339 181. 6302 179.4847 181. 2542 181.4607 179.2754 175.7921 179.8811 180.3548 182.7243 183.2644 179.8023 182.0972 180.4023 173.2599 172. 7737 184.3556 177.6429 174.7695 183.1480 181. 7319 176.0777 R E L I A B I L I T Y Corrected ItemTotal Scale Variance Alpha if Item Deleted Correlation ANALYS I S .3375 . 4207 . 5628 .3901 .5129 -.0130 .5459 .4144 .5745 .5783 .6417 .3205 .5496 .3343 .3439 .3330 .3722 .6057 .6789 . 4576 .5025 . 2644 . 4 690 .6167 . 6301 .3670 .5612 .4167 .3943 .5662 .3536 .5046 .6935 .7799 .3132 .5568 .6732 .3778 .3955 .5914 .9253 .9247 .9232 .9248 .9237 . 9290 .9232 .9246 .9230 .9230 .9226 .9253 .9232 .9255 .9252 .9254 .9256 .9225 .9215 .9242 .9237 .9273 .9241 .9229 . 9223 .9255 .9234 .9246 .9248 .9233 .9252 . 9238 . 9214 . 9205 .9254 .9231 .9217 .9249 .9247 .9227 S C A L E Reliability Coefficients N of Cases Alpha セ@ 60.0 .9258 N of Items 40 (ALP H A) Item :impel 5 7 8 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 3 4 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 2 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 5 6 7 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 8 3 4 3 9 4 4 3 10 2 4 4 1 3 6 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 2 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 11 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 12 3 3 3 3 2 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 2 4 4 4 4 3 4 2 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 4 2 4 4 3 4 4 2 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 3 13 14 15 16 17 18 19 20 21 2 3 3 4 3 4 2 3 3 2 2 2 2 4 3 2 4 3 22 2 23 24 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 2 2 3 4 3 '4 3 2 2 2 3 3 2 2 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 2 3 3 1 4 3 4 3 3 3 3 2 4 2 2 3 4 3 3 3 1 3 4 4 3 3 25 26 3 3 3 27 1 3 28 2 2 29 30 3 3 2 3 4 3 3 1 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 2 3 1 3 4 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 1 3 3 3 3 2 2 4 2 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 1 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 2 4 4 4 1 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 2 4 2 2 3 3 2 103 4 3 1 4 140 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 2 121 4 4 2 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 3 3 3 1 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 1 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 2 4 1 3 4 4 4 4 132 4 4 3 131 130 4 3 135 4 3 4 149 117 4 4 4 3 155 129 4 4 3 126 144 3 3 3 3 1 3 3 4 3 JUMLAH 3 3 3 3 139 4 3 136 3 3 124 3 3 134 3 3 2 4 129 134 1 2 4 126 110 2 3 3 2 2 129 3 3 3 3 3 115 116 2 123 3 3 2 2 2 4 3 2 127 115 107 117 128 Item 3mpel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 1 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 1 3 4 4 3 2 4 2 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 2 3 4 5 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 6 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 1 3 3 4 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 7 3 3 4 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 8 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 1 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 2 4 3 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 JUMLAH 127 4 1 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 131 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 153 1 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 127 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 137 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 1 4 4 4 4 4 4 4 4 120 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 143 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 125 4 4 3 2 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 135 4 4 3 3 4 3 4 4 2 4 2 4 4 4 4 3 2 3 4 3 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 143 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 3 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 115 3 4 3 3 2 3 4 3 3 4 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 114 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 137 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 158 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 147 138 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 141 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 125 3 4 1 4 2 3 4 4 3 4 4 3 4 4 1 4 1 2 4 1 4 3 4 4 4 4 1 4 2 4 4 3 133 1 4 2 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 1 3 2 1 4 4 4 2 4 4 4 4 1 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 132 133 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 131 3 1 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 2 4 4 2 3 2 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 131 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 2 3 3 4 4 2 4 2 3 4 4 4 2 4 3 4 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 139 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 1 3 2 127 119 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 2 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 142 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 106 120 2 4 1 4 3 3 4 4 2 4 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 4 2 4 3 4 3 2 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 136 Group Statistics Keterlibatan Ayah Perilaku Moral N Jenis Kelamin Laki-Laki Mean 14 16 14 16 Perempuan Laki-Laki Perempuan Std. Deviation Std. Error Mean 9.89755 12.33694 9.26413 14.08885 2.64523 3.08423 2.47594 3.52221 135.5000 129.2500 128.1429 126.6875 Independent Sam pies Test Levene's Test for Equalitv of Variances F Keterlibatan Ayah Equal variances assumed Sig. .725 .402 Equal variances not assumed Perilaku Moral Equal variances assumed Equal variances not assumed 2.628 .116 t-test for Equalitv of Means t df Sia. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Uooer 1.515 28 .141 6.2500 4.12448 -2.19861 14.69861 1.538 27.817 .135 6.2500 4.06322 -2.07560 14.57560 .329 28 .745 1.4554 4.42473 -7.60829 10.51900 .338 26.126 .738 1.4554 4.30538 -7.39240 10.30311

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan perilaku diet anak dengan Early Childhood Caries (ECC) pada anak usia 37-71 bulan di Kecamatan Medan barat
2
44
111
Hubungan perilaku diet anak dengan Early Childhood Caries (ECC) pada anak usia 37-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah
9
110
74
Hubungan antara status nutrisi dengan infeksi malaria pada anak usia sekolah dasar
1
53
64
Pola asuh, persepsi tentang iklim kelas, dan sikap kreatif anak sekolah alam kandank jurank doank
4
13
106
Pola pengasuhan perlindungan anak di taman anak sejahtera (TAS)
4
66
107
Hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku agresif anak pra sekolah TK Ketilang Ciputat
1
9
106
Hubungan persepsi tentang orientasi masa depan anak dengan kecemasan orang tua
1
6
168
Faktor-faktor yang berhubungan dengan stres pengasuhan pada ibu dengan anak usia prasekolah di Posyandu Kemiri Muka
4
27
136
Perbedaan persepsi menstruasi antara anak yang belum dengan anak yang sudah menstruasi terhadap kecemasan dalam menghadapi menstruasi
0
5
137
Hubungan antara persepsi terhadap kualitas attachment (keterikatan emosi) dengan self-esteem anak usia sekolah
1
6
126
Hubungan persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan perilaku moral anak di sekolah
0
2
107
Hubungan penyesuaian diri sosial dengan perilaku agresif anak berbakat intelektual
0
5
74
Hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan manis dengan karies gigi anak usia sekolah
1
2
5
Hubungan stunting dengan skor IQ anak usia sekolah dasar keluarga miskin di Kabupaten Klaten
0
1
62
Hubungan perilaku diet anak dengan Early Childhood Caries (ECC) pada anak usia 37-71 bulan di Kecamatan Medan barat
0
0
52
Show more