Konstruksi Makna Mengaji Dalam Program Acara Magrib Mengaji di Radio MQ FM Bandung ( Studi Fenomenologi Konstruksi Makna Mengaji Dalam Program Acara Magrib Mengaji Bagi Pendengar di Radio MQ FM Bandung di Komplek Purnawirawan TNI-AU ( PEPABRI ) di Kabupat

Gratis

3
87
162
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR PUSTAKA

  Al- Ma’tsurat: doa dan zikir Rasulullah saw. Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktik.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP I

  Identitas Diri Nama Lengkap :Fitri Siti Nur’aini Nama Panggilan : FitriTempat, Tanggal Lahir : Bandung, 24 April 1990Agama : IslamStatus Perkawinan : Belum MenikahHobby : Nyanyi, Travelling, ShoppingAlama : Komplek Purnawirawan TNI-AU (PEPABRI) Jln. Cendrawasih No.49Nomor Handphone : 085795014299Email : fitri_aurora@yahoo.com II.

NO NAMA HUBUNGAN PENDIDIAN PEKERJAAN

  Pensiun 1 Mulyana Anwar Ayah Kandung SMAPT. TELKOM 2 Maya Rosmayati Ibu Kandung SMA Ibu Rumah Tangga 3 Arti Rosaria Dewi Kakak Kandung Sarjana Strata 2 Dosen 4 Rina Erriana Kakak Kandung Sarjana Strata 1 Ibu Rumah Tangga 5 Mida Siti Hamidah Kakak Kandung Sarjana Strata 1 Ibu Rumah Tangga III.

IV. Pendidikan Non Formal

  Pengalaman Organisasi Anggota HIMA Divisi Kerohanian 1 2010-2011Pengurus Aktif KBK 3 2 2009-2010Anggota Paduan Suara SMA YWKA 3 2006BandungPengurus Aktif Anggota Osis SMPN 6 4 2003-2004BandungPengurus Aktif PMR SMPN 6 Bandung 5 2003-2004Pengurus aktif Pasukan Inti Pramuka 6 2003-2005SMPN 6 Bandung VII. Prestasi Juara 3 Lomba “News Reading” Bandung 1 2002Juara Harapan 1 “Story Telling” 2 2003 Juara Harapan 3“Pidato B.

VIII. Pengalaman Kerja

NO BULAN dan TAHUN URAIAN KETERANGAN Praktek Kerja Lapangan di Dinas 1 Juli-Agustus 2013Sebagai Reporter Komunikasi dan Informatika. Bandung

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Jika dahulu orang ingin belajar mambaca Al-Qur’an harus datang ke surau atau masjid atau guru mengaji, dengan adanya program acara ini, orang tidakperlu keluar rumah bahkan bisa dimana saja untuk belajar membaca Al- Qur’an, cukup efektif dengan menyalakan radio dengan saluran MQ FM, yang saat ini punsudah bisa diakses melewati internet melelui streaming on line, pukul 18.00 sampai dengan 19.00 WIB. Dengan banyaknya input dan pengalaman yang memberikan mereka pengetahuan , tentu individu akan menentukanpengetahuan seperti apa yang akan dijadikan sebagai seseuatu yang berharga, yang nantinya akan dijadikan sebagai nilai yang akan mempengaruhi perilakukedepannya.

1.2. Rumusan Masalah

  Rumusan Masalah Makro “Bagaimana konstruksi makna mengaji dalam program acaramagrib mengaji di radio MQ FM Bandung di Komplek Purnawirawan TNI-AU (PEPABRI) di Kabupaten Bandung. Bagaimana makna yang dapat di peroleh dari program magrib mengaji di radio MQ FM ?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

1.3.2 Tujuan Penelitian

  Maksud dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan, dan menjelaskan secara mendalam makna yang dapat di konstruksimelalui program magrib mengaji di radio MQ FM di Komplek Berdasarkan yang sudah dijelaskan dalam rumusan masalah mengenai identifikasi masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalahsebagai berikut: 1. Untuk mengetauhui makna yang dapat di bangun melalui program magrib mengaji di radio MQ FM di Komplek PEPABRI diKabupaten Bandung.

1.4 Kegunaan Penelitian

  1.4.1 Kegunaan Teoritis Hasil penelitian ini secara teoritis dapat memberikan masukan dan dapat memperdalam pengetahuan juga teori yang berhubungan denganstudi Ilmu Komunikasi. Bagi AkademisPenelitian ini berguna bagi mahasiswa Unikom khususnya bagi program studi ilmu komunikasi sebagailiterature bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian pada kajian yang sama.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1. Tinjauan Relevan

  Berdasarkan studi pustaka, peneliti menemukan beberapa referensi penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukanpeneliti. UNIKOM Penelitian ini menggunakanmetode kualitatifdengan pendekatanfenomenologi Hasil penelitian menunjukanbahwa makna roti buaya yangada dalam adat istiadatmasyarakat betawi antaralain terdapat makna simbolik PenelitianRani menelitimakna apa yangterdapat pada rotibuaya.

2.1.2. Tinjauan Tentang Komunikasi

  Ilmu komunikasi merupakan ilmu sosial terapan dan bukan termasuk ilmu sosial murni karena ilmu sosial tidak bersifat absolut melainkan dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman. Hal tersebut dikarenakan ilmu komunikasi sangat erat kaitannya dengan tindak dan perilaku manusia, sedangkanperilaku dan tingkah laku manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungan maupun perkembangan jaman.

2.1.2.1. Pengertian Komunikasi

  (Wiryanto, 2004:5) Selain itu, Joseph A Devito menegaskan bahwa komunikologi adalah ilmu komunikasi, terutama komunikasi oleh dan di antara manusia. Istilah komunikasi dipergunakan untuk menunjukkan tiga bidang studi yang berbeda: proseskomunikasi, pesan yang dikomunikasikan, dan studi mengenai proses komunikasi.

2.1.2.2. Tujuan Komunikasi

  Penyampaian informasi ini merupakan hal umum dan biasa dalam kehidupan sehari-hari, mendidik (to educate)biasanya fungsi ini dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai pengajar(guru, dosen), hiburan merupakan salah satu fungsi komunikasi yang cukup diminati karena adanya faktor kesenangan, mempengaruhi (to influence) biasanya bersatu dengan penyampaian informasi. Menurut Rusady Ruslan proses komunikasi adalah : “Diartikan sebagai “transfer informasi” atau pesan-pesan(message) dari pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada penerima pesan sebagai komunikan, dalam proseskomunikasi tersebut bertujuan (feed back) untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) atau antar keduabelah p ihak.” (Ruslan 1999 : 69).

2.1.2.5 Unsur-Unsur Dalam Proses Komunikasi

   Pengaruh Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Faktor ini dapat digolongkan atas empat macam, yakni lingkungan fisik, Lingkungan sosial menunjukkan factor sosial budaya, ekonomi dan politik yang bisa terjadi kendala terjadinyakomunikasi, misalnya kesamaan bahasa, kepercayaan, adat istiadat, dan status sosial.

2.1.3 Tinjauan tentang Interaksionisme Simbolik

   Kehidupan sosial terdiri dari proses  Dunia terbentuk dari objek  Tindakan manusia didasarkan pada penafsiran mereka, dimana objek dan tindakan yang berhubungan dalam situasi yang dipertimbangkan dan diartikan. Sesuatu yang dimaksuddisini bermakna obyek fisik, orang lain, institusi sosial dan ide-ide atau nilai-nilai yang bersifat abstrak 2) makna tersebut berasal dan hasil interaksi sosial seseorang dengan orang lain3) makna tersebut disempurnakan dan dimodifikasi melalui proses penafsiran di saat proses interaksi berlangsung.

2.1.4. Tinjauan Tentang Kontruksi Makna

2.1.4.1. Defenisi Kontruksi Makna

A. Makna

  Tipe makna yang ketiga mencakup makna yang dimaksudkan(intentional) dalam arti bahwa arti suatu istilah atau lambang tergantung pada apa yang dimaksudkan pemakai dengan arti lambang itu. Berkaitan erat dengan gagasan bahwa makna membutuhkan acuan adalahmasalah komunikasi yang timbul akibat penyingkatan yang berlebihan tanpa mengaitkannya dengan acuan yang konkret dandapat diamati.

B. Kontruksi Makna

  Akan selalu ada pemaknaanbaru dan pandangan baru dalam konsep representasi yang sudah pernah ada. Karena makna sendiri juga tidak pernah tetap, ia selalu berada dalamposisi negosiasi yang disesuaikan dengan situasi yang baru.

2.1.5. Tinjauan Tentang Fenomenologi

2.1.5.1 Pengertian fenomenologi

  Jadi fenomenologi adalah ilmu mengenai fenomena yang dibedakan dari sesuatu yang sudah menjadi, ataudisiplin ilmu yang menjelaskan dengan mengklasifikasikan fenomena, atau studi tentangfenomena. (sebagai suatu group, berbagai tradisi ini cukup memudahkan kita untuk meninjauberbagai teori satu persatu dan untuk memahami kesamaan dan pembagian teori yang penting).

2.1.5.3 Fenomenologi dan Pengalaman

  Orang mengetahui pengalaman atau peristiwadengan cara mengujinya secara sadar melalui perasaan dan persepsi yang dimiliki orang bersangkutan. Menurut pemikiran fenomenologi, orang yang melakukan interpretasi (interpreter) mengalami suatuperistiwa atau situasi, dan ia akan memberikan makna kepada setiap peristiwa atau situasi yang dialaminya.

2.1.5.6 Tujuan Fenomenologi

  Fenomenologi bertujuan mengetahui bagaimana kita menginterpretasikan tindakan sosial kita dan orang lain sebagai sebuahyang bermakna (dimaknai) dan untuk merekonstruksi kembali turunan makna (makna yang digunakan saat berikutnya) dari tindakan yangbermakna pada komunikasi intersubjektif individu dalam dunia kehidupan sosial. (adalah untuk mempelajari bagaimana fenomena manusia yang berpengalaman dalam kesadaran, dalam tindakan kognitif dan persepsi, serta bagaimana mereka dapat memberi nilai ataudan bagaimana memberi penghargaan.

2.1.5.6 Bagian Fenomenologi

Tradisi Fenomenologi terbagi dalam tiga bagian utama, yakni :

1. Fenomenologi Klasik

  Dengan kata lain,pengalaman secara individu adalah jalan yang tepat untuk menemukan realitas. Pandangan Husserl demikian dinilai sangat objektif karena;“ the world can be experienced without the knower bringing his or her categories to bear on the process .” Pandangan ini menyatakan bahwa dunia dapat dirasakan atau dialami tanpa harus membawaserta berbagai kategori yang dimiliki orang yang ingin mengetahui pengalaman itu (knower).

2. Fenomenologi Persepsi

  Mereka percaya bahwasubjektifitas justru sebagai pengetahuan yang penting. Menurut Ponty, manusia adalah mahluk yang memiliki kesatuan fisik dan mental yang menciptakan makna terhadapdunianya.

3. Fenomenologi Hermeneutik

  Bagi Heidegger, realitas terhadap sesuatu tidak dapat diketahui hanya melalui analisis yang hati-hati, tetapi melalui pengalamanalami yang terbentuk melalui penggunaan bahasa dalam kehidupan setiap hari. Yang dialami adalah sesuatu yang dialami melaluipenggunaan alami bahasa dalam konteks: “it is in word and language that things first come into being and are” (dalam kata- kata dan bahasalah sesuatu itu terwujud pertama kali dan ada).

2.1.5.7 Logos Fenomenologi

  (Engkus, 2009 :36) Dari sifat-sifat penelitian kualitatif diatas, akan sejalan dengan ciri- ciri penelitian fenomenologi berikut : Fokus pada sesuatu yang tampak, kembali kepada yang sebenarnya (esensi), keluar dari rutinitas, dankeluar dari apa yang diyakini sebagai kebenaran dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kata harus dipilih,dimana kata yang terpilih adalah kata yang paling Fenomenologi tidak beranjak dari kebenaran fenomena seperti yang tampak apa adanya, namun sangat meyakini bahwa fenomena yangtampak itu adalah objek yang penuh dengan makna transcendental.

2.1.5.8 Fenomenologi Alfred Schutz

  Pemikiran Alfred Schutz tentang fenomenonologi dipengaruhi oleh dua tokoh yaitu Edmun Husserl dan Max Weber dengan tindakan sosial, Bertolak pada pemikiran Max Weber tentang tindakan sosial bahwa tindakan manusia menjadi suatu hubungan sosial bila manusiamemberikan arti atau makna tertentu terhadap tindakannya itu dan manusia lain memahami pula tindakannya itu sebagai sesuatu yang penuharti. Kehidupan sehari-hari menampilkandiri sebagi kenyataan yang ditafsirkan oleh manusia dan mempunyai Makna dan pembentukan makna merupakan sumbangan Schutz yang penting dan orisinal kepada gagasan fenomenologi tentang maknadan bagaimana makna membentuk struktur sosial.

2.1.6. Tinjauan Tentang Konstrusksi Realitas Sosial

2.1.6.1 Konsep Konstruksi sosial

  Eksternalisasi adalah penyesuaian diri dengan dunia sosiokultural sebagai produk manusia,obyektivasi adalah interaksi sosial dalam dunia intersubjektif yang dilembagakan atau mengalami proses institusionalisasi, dan internalisasiadalah individu mengidentifikasi diri ditengah lembaga-lembaga sosial dimana individu tersebut menjadi anggotanya. Individu kemudianmembangun sendiri pengetahuan atas realitas yang dilihat itu berdasarkan pada struktur pengetahuan yang telah ada sebelumnya, inilah yang olehBerger dan Luckmann disebut dengan konstruksi sosial.

2.1.6.2 Pijakan dan Arah Pemikiran Teori Konstruksi Sosial Peter L

  Pengetahuan masyarakat yang kompleks, selektif dan akseptual menyebabkan sosiologi pengetahuanperlu menyeleksi bentuk-bentuk pengetahuan yang mengisyaratkan adanya kenyataan sosial dan sosiologi pengetahuan harus mampu melihatpengetahuan dalam struktur kesadaran individual, serta dapat membedakan antara “ pengetahuan” (urusan subjek dan obyek) dan “kesadaran” (urusansubjek dengan dirinya). 2.1.6.3 Memahami Dialektika Berger : Eksternalisasi, Obyektivasi dan Internalisasi Teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann mencoba mengadakan sintesa antara fenomen-fenomen sosial yang tersirat dalamtiga momen dan memunculkan suatu konstruksi kenyataan sosial yang dilihat dari segi asal-muasalnya merupakan hasil ciptaan manusia, buataninteraksi intersubjektif.

2.1.7 Tinjauan Tentang Radio

2.1.7.1 Pengertian Radio

  Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karenagelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara) P engertian “Radio” menurut ensiklopedi Indonesia yaitu:penyampaian informasi dengan pemanfaatan gelombang elektromagnetik bebas yang memiliki frequensi kurang dari 300 GHz (panjang gelombanglebih besar dari 1 mm). Melalui radio siaran suatu komunikasi yang akan disampaikan oleh komunikator kepada kahalayak banyak dapat berlangsung dalam waktuyang singkat dan komunikan akan menerima komunikasi secara bersamaan walaupun di tempat yang berbeda dan terpencar.

2.1.7.2 Sejarah Radio

  Di sini ditekankan bahwa sejarah radio yang dimaksud adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakangelombang radio. Dan dia berhasil membuktikan bahwa radiasi gelombang radio memiliki sifat-sifatgelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa Setelah karya Hertz tersebut dikenal umum, Guglemo Marconi yang terkenal sebagai penemu telegraph tanpa kawat, mulai menggunakanilmu pengetahuan itu untuk tujuan yang praktis.

2.1.7.3 Perkembangan Penyiaran Radio Di Dunia

  Pengembangan radio FM sempat tertunda karena meletusnya Perang Dunia ke 2 dan kalangan industri yang lebih tertarik mengembangkan televisi Keuntungan FM dari AM adalah : 1. Hasil audio yang lebih jernih, lebih dinamis dan noise yang rendah.

2.1.7.4 Kelemahan dan Kelebihan Radio

  Sebagai unsur dari proses komunikasi, dalam hal ini sebagai media massa, radio siaran mempunyai ciri dan sifat yang berbeda dengan mediamassa lainnya. Karena kelemahan itulah, maka radio siaran banyakdipelajari dan diteliti untuk mencari teknik-teknik yang dapat mengatasi Televisi dan radio dapat dikelompokkan sebagai media yang menguasai ruang tetapi tidak menguasai waktu, sedangkan media cetakmenguasai waktu tetapi tidak menguasai ruang.

2.2. KERANGKA PEMIKIRAN

2.2.1 Kerangka Teoritis

  Teori Konstruksi Social/Konstruksi MaknaTeori konstruksi sosial dikemukakan oleh L Berger dan Thomas Luckman yang mengatakan manusia merupakan instrumen dalam menciptakan realitas yang obyektif melalui proses eksternalisasi (usahapencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam Dengan demikian, manusia dan masyarakat (komponen dan realitas sosial) saling membentuk. Interaksionisme SimbolikMenurut teoritisi Interaksi simbolik, kehidupan pada dasarnya adalah interaksi manusia dengan menggunakan simbol-simbol .merekatertarik pada cara manusia menggunakan simbol-simbol yang mempresentasikan apa yang mereka maksudkan untuk berkomunikasidengan sesamanya, dan juga pengaruh yang ditimbulkan penafsiran atas simbol-simbol ini terhadap perilaku pihak-pihak yang terlibat dalaminteraksi sosial.

2.3.2 Kerangka Konseptual

  Konstruksi makna Teori konstruksi sosial dikemukakan oleh L Berger dan ThomasLuckman yang mengatakan manusia merupakan instrumen dalam menciptakan realitas yang obyektif melalui proses eksternalisasi(usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam keadaan mental maupun fisik). Mediamemilih realitas mana yang dipakai dan yang tidak dipakai.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara dengan

  berpedoman kepada format wawancara yang telah disusun sebelumnya dan pengamatan langsung dideskripsikan dan dibahas sesuai teori yang diguakandalam penelitian ini. Dalampenelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, terhadapmotif, manfaat dan makna pendengar mengikuti program acara magribmengaji di Radio MQ FM.

4.1. Deskripsi Identitas Informan

A. Informan Penelitan

  Isi dari program acara ini juga bagus, karena isi program acara magrib mengaji ini sebagai sarana untuk perbaikan membaca Al-Qur’an, dimana program acara ini sendiri menyajikan dialog interaktif denganprogram acara bimbingan membaca Al- Qur’an dengan didampingi oleh ustadz dan ustadzah. Makna yang didapat dari program acara magrib mengaji ini adalah selain mengisi waktu luang antara magrib-isya, juga untuk bisa membacaAl- Qur’an dengan baik dan benar, dengan begitu waktunya terprogram sehingga tidak sia-sia serta menambah kecintaan Al-Qur’an.

2. Bapak Arifin Darmawan

  Beliau termotivasi untukmendengarkan program acara magrib mengaji ini adalah untuk membandingkan bacaan yang biasa dilakukan sendiri dengan yang adadalam program acara MQ magrib mengaji, sehingga dapat mengetahui bacaan Al- Qur’an yang baik dan benar dalam makhorijul huruf ataupun ilmu tajwid. Makna yang di dapat dari program acara magrib mengaji ini adalah dengan adanya program acara ini sebagai bentuk pembiasaan umat Islamwajib magrib mengaji one day one juz.

3. Ibu Hj. K hoiru Rohmatin, S.Ag

  Motivasi mendengarkan program acara magrib mengaji ini adalah menambah ilmu dan pengetahuan mengenai cara mengaji dengan baik danbenar juga untuk memperkenalkan cucu untuk sedini mungkin mendengarkan dan mengenal bacaan Al- Qur’an. Dengan adanya program acara magrib mengaji ini, beliau memanfaatkannya sebagai sarana belajar mengaji dengan baik dan benarsesuai makhorijul huruf ataupun ilmu tajwidnya, juga memanfaat waktu dengan mengaji, dari waktu magrib sampai isya.

4. Ibu Maya Rosmayati

  Menurut beliau program acara inibagus, sangat bagus, karena membantu sekali bagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan makhorijul huruf maupun tajwid dengan baik dan benar, juga tidak perlukeluar rumah sehingga bagi ibu-ibu yang sedang sakit bisa belajar membaca Al- Qur’an di rumah. Menurut beliau, makna yang diperoleh adalah termotivasi untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan bacaan atau tilawah Al-Qur’an dengan baik dan benar serta lancar indah lantunannya, sehingga menambahkecintaan Al- Qur’an.

5. Ibu Anisa Widjaja

  Menurut beliau isi acara ini sangat bagus, karena ustadz ataupun ustadzahnya, sangat membantu, dengan memberikan contoh caramembaca Al- Qur’an kemudian menjelaskan tajwidnya sehingga melalui program acara ini menjadi tahu tata cara mengaji Al-Qur’an yang baik dan benar. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat belajar membacaAl- Qur’an dengan di bimbing oleh ustadz maupun ustadzah yang menguasai ilmu tahsin atau membaca Al-Qur’an.

4.2 Deskripsi Hasil Penelitian

Deskripsi hasil penelitian disajikan sesuai dengan urutan masalah mikro yang diteliti yang diuraikan berikut dibawah ini :

4.2.1 Motif Pendengar Untuk Mengikuti Program Acara Magrib Mengaji Di Radio MQ FM

  Seluruh informan juga merasa termotivasi untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan makhorijul huruf ataupun ilmu tajwidnya, juga untukmembandingkan bacaan yang biasa dilakukan sendiri dengan yang ada di dalam acara magrib mengaji, jadi, mengetahui bagaimanacara membaca bacaan Al- Qur’an yang baik dan benar dalam makhorijul huruf ataupun ilmu tajwid. Selain memotivasi untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, seluruh informan juga berpendapat sambilmenunggu sholat isya, alangkah lebih baiknya mengisi waktu tersebut dengan melakukan dzikir dan mengaji, karena programacara magrib mengaji ini adalah sebagai sarana untuk perbaikan membaca Al- Qur’an, juga menambah wawasan, baik makhorijul huruf maupun ilmu tajwid.

4.2.2 Manfaat Yang Di Peroleh Menjadi Pendengar Setelah Mengikuti Program Acara Magrib Mengaji Di Radio MQ FM

  Memanfaatkannya sebagai saranabelajar mengaji yakni dalam hal memperbaiki bacaan atau tilawahAl- Qur’an, sehingga menjadi lebih mengerti, bukan hanya dari segi membaca tetapi cara pengucapan yang baik dan benar, jugapengetahuan tentang tajwid dan makhroj hurufbertambah. Apalagi dengan adanya koreksi dari ustadz dan ustadzah menambah pengetahuan bagaimana membaca danmengucapkannya dengan baik dan benar, ditambah dengan lantunan membaca Al- Qur’an dari ustadz dan ustadzah,sehingga yang tadinya belum mengerti menjadi mengerti, selain dicontohkancara membacanya, juga cara pengucapannya.

4.2.3 Makna Yang Dapat Di Peroleh Dari Program Acara Magrib Mengaji Di Radio MQ FM

  Dari hasil wawancara kepada seluruh informan, makna yang diperoleh dari program acara magrib mengaji ini adalahsemua informan merasa termotifasi untuk bisa membaca Al- Qur’an dengan bacaan atau tilawah Al-Qur’an dengan baik dan benar serta lancar indah lantunannya, sehingga menambah kecintaan Al- Qur’an. Ibnu Mas’ud berkata, “Barang siapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah : “Jika ia mencintai Al-Qur’an, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, ” (HR. Thabraniy dengan Isnad, dimana para perawinya tsiqah).

4.3 Pembahasan

  Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yangdisampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril, dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Nabi 11 Muhammad adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.[1]. Kemudian pendengarmenilainya dengan pemahaman yang mereka terima, seperti bagaimana cara membacakan setiap ayat Al- Qur’an dengan baik dan benar, yaitu sesuai dengan tajwid dan makhorijul hurufnya, dengan begitu mereka akan menjadi gemar untukmembaca Al- Qur’an karena sudah mengetahui ilmunya, sehingga pendengar yang tadinya belum baik, semakin hari menjadi semakin baik membacanya, makatimbullah makna kecintaan Al- Qur’an.

10 Nya

  Membaca Al-Qur’anul Karim dengan tajwid akan menuntun pembaca untuk mengetahui tekanan, fonetik, irama dan cara membaca ayat-ayat Al- Qur’an dengan benar. Ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat mulia, hal ini karena keterkaitannya secara langsung dengan Al-Qur’an, bahkan dalam dunia ilmu hadis seorang alim 1011 ibid.

13 Al- Qur’an

  Motivasi lainnya juga untuk membandingkan bacaan yang biasa dilakukan sendiri dengan yang ada di dalam acara magrib mengaji, jadi, mengetahuibagaimana cara membaca bacaan Al- Qur’an yang baik dan benar dalam makhorijul huruf ataupun ilmu tajwid. Adapun hasil observasi mengenai manfaat menjadi pendengar program acara magrib mengaji adalah mendapat pengetahuan tentang cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar, sesuai makhorijul huruf, dan ilmu tajwidnya, dalam memperbaiki bacaan atau tilawah Al- Qur’an sehingga bisa membaca Al-Qur’an dengan dibaca tartil dan pelan.

16 Azka, Abu dan Abu Alkindie Ruhul Ihsan. 2013. “77 Pesan Nabi Untuk Anak Muslim”, Bandung: Ruang Kata

  Barangsiapa yang menjadikan Al- Qur’an sebagai pemimpinnya, maka dia (Al-Qur’an) akan menjadi penuntunnya ke syurga, dan barangsiapa yang meninggalkan Al- Qur’an, maka dia (Al-Qur’an) akan menyeretnya ke dalam neraka.” (HR. Manfaat lainnya yang di dapat dariorang yang membaca Al-Qur’anyaitu di dunia, mereka sentiasa dengan pembacaan Al-Quran dan mereka adalah manusia 19 yang terpilih,diangkat oleh ALLAH Ta ’ala darjatnya setinggi-tinggi darjat.

19 Adab, Rukun, Syarat berinteraksi dengan Al- Qur’an, http://edywitanto.wordpress.com/alquran-terjemah-hadist/interaksi-

  Hari kiamat, Al-Quran akan menjadi syafaat untuknya,dia akan berada bersama-sama para malaikat,diangkat derajatnya ke syurga peringkat demiperingkat. Manfaat lain dari program acara magrib mengaji ini, selain sebagai sarana belajar membaca Al-Qur’an, salah satu manfaat lainnya adalah untuk belajar memperindah bacaan Al-Qur'an , sebagai mana yang di sunnahkan Rasullulah Saw , "Hiasilah Al-Qur'an itu dengan suara mu".

20 Androgogi. Jadi, andragogi diartikan sebagai ilmu atau seni membimbing orang

  Alasan mengapa pendekatan andragogi yang digunakan untuk melakukan proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam,karena pendekatan andragogitersebut tidak lain adalah untuk menjadikan individu berfikir kreatif dan kritis 2220 terhadap semua persoalan. Ada suatu masalah dalam pemahaman cara membaca Al-Qur’an bukan di jawab oleh guru (ustadz maupun ustadzah), tapi memanfaatkan peserta didik (pendengar) untuk bisa menganalisa masalah tersebut dengan cara yang sederhana.

25 Konsep Andragogi dalam Al- http://media.kompasiana.com/buku/2014/01/04/konsep-andragogi-dalam-al-

  Sedangkan pengalaman nyata dalam interaksi pendidikan seperti Nabi Musa ketika menempuh perjalanan dengan Nabi Khidir dan Nabi Yunus; kisah-kisahpara tokoh di dalam Al- Qur’an seperti Qabil dan Habil, Ashabul Kahfi, Zulaikha,Ratu Bilqis; Dua, pengalaman sebagai mental model. c) ayat-ayat yang relevan dengan metodepengkontektualisasian materi pelajaran dengan kondisi sosial yang nyata seperti pada Qs.

a. Pendekatan Filosofis

  Hal ini terus berlangsung sampai batas maksimal pemikiran manusia (hingga pada zat yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran, yaitu Allah SWT). Dalam hal ini, Al-Qur’an benar-benar memberikan motivasi kepada manusia untuk selalu menggunakan pikirannya (rasio) secara tepat guna untukmenemukan hakikatnya selaku hamba Allah SWT, selaku mahkluk sosial dan selaku khalifah di bumi.

b. Pendekatan Sosio-Kultural

  Polapendekatan ini ditekankan pada aspektingkah laku dimana guru hendaklah dapat menanamkan rasakebersamaan, dan siswa dapat menyesuaikan diri, baik dalamindividumaupun sosialnya. Bila dikaitkan dengan program acara magrib mengaji ini, mereka atau pendengar, lebih menampkakkan kebersamaan dan merasa masalahyangdiselesaikan adalah masalah bersama juga, yaitu permasalahan mereka dalam upaya belajar membaca Al- Qur’an dengan baik dan benar.

c. Pendekatan Fungsional

  Sesuai dengan Pengertian fungsinya yaitu “dilihat dari segifungsi “ makayang dimaksud dengan pendekatan fungsional dalamkaitanya dengan pendidikanIslam pada bab ini adalah penyajianmateri pendidikan Islam dengan penekanan pada segi kemanfaatannyabagi siswa dalam kehidupan sehari 29 didik dalamkehidupan masyarakat.”Peserta didik lebih mudah bila sebelum masuk dalam prosesbelajar mengerti fungsi dan manfaat yang akan dipelajari. Begitu juga yang dalam program acara ini, program acara ini diawali dengan ustadz atau ustadzah yang akan memberikan contoh cara membaca Al-Qur’an kemudian menjelaskan tajwidnya.

31 Secara terminologi

  Begitu pula, dalam program acara magrib mengaji ini, yaitu adanya koreksi atau evaluasi dari bacaan yang dibacakan oleh pendengar kepada ustadzh,kemudian secara langsung memberikan evaluasi langsung, bisa berupa pujian, karena sudah membaca Al- Qur’an dengan baik dan benar, juga bila ada bacaan yang salah, maka akan dicontohkan bagaimana cara membacanya dengan benar. Jika dikaitkan dengan sesuai pengalaman, maka yang terdapat dalam pembahasan melalui program acara magrib mengaji ini yaitu, adanyapengetahuan dan pengalaman yang sudah dipelajari dan dimiliki sebelumnya.

4. Praktis. Orang dewasa akan belajar dengan baik apabila apa yang dipelajari praktis dan mudah diterapkan

  Program acara magrib mengaji ini pun menjadi menarik, karena setiap harinya menyajikan ayat-ayat yang berbeda untuk dipelajari, sehinggapengetahuan mengenai ilmu tajwidnya pun seiring waktu bertambah, juga dibimbing dengan ustadz dan ustadzah yang bergantian, sehinggalantunan yang dicontohkanpun akan berbeda-beda, sehingga menjadi tertarik untuk bisa melantunkan dengan indah. Di dalam program acara magrib mengaji ini juga, terjalin kerja sama antara pembimbing atau pengajar, yakni ustadz maupun ustadzah, denganpeserta didik, yakni pendengar program acara magrib mengaji, yaitu, kerja sama dalam hal membaca Al- Qur’an, dengan saling menghargai satu sama lain yaitu, kesedian mau mengajarkan dan menjelaskan cara membaca Al-Qu’an, sehingga baik pendidik dan peserta didik, merasa aman dan nyaman saat belajar.

Dokumen baru

Download (162 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Program Indolicious Dan Minat Pendengar Most FM (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Program Hiburan Indolicious di Radio MOST FM terhadap Minat Pendengar MOST FM di SMK Pariwisata Indonesia Membangun-3)
6
57
142
Pengaruh Radio Terhadap Sikap Mahasiswa (Studi Korelasional Pengaruh Program Acara Akustar di Radio Star FM Terhadap Sikap Bermusik Mahasiswa Fakultas Sastra USU)
2
73
125
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
199
2
Konstruksi Makna Mengaji Dalam Program Acara Magrib Mengaji di Radio MQ FM Bandung ( Studi Fenomenologi Konstruksi Makna Mengaji Dalam Program Acara Magrib Mengaji Bagi Pendengar di Radio MQ FM Bandung di Komplek Purnawirawan TNI-AU ( PEPABRI ) di Kabupat
3
87
162
Daya Tarik Isi Pesan Acara Program Rase Cinta Indonesia di Radio Rase 102,3 FM Bandung (Studi Deskriptif Tentang Daya Tarik Isi Pesan Acara Program Rase Cinta Indonesia Di Radio Rase 102,3 FM Bandung Dalam Meningkatkan Minat Dengar Khususnya di Kalangan K
0
55
205
Peranan Penyiar Dalam Upaya Menyajikan Program Acara Zora Indo Request Di Stasiun Radio Zora 90,1 FM Bandung
0
12
1
Konstruksi Makna Perempuan Dalam Tari Topeng Puteri (Studi Fenomenologi Mengenai Konstruksi Makna Tari Topeng Puteri Bagi Penari di Sanggar Rengkak Katineung Kota Bandung)
2
33
116
Laporan Praktek Kerja Lapangan di Radio Delta FM Bandung
54
270
45
Konstruksi Makna Uang Jemputan Dalam Adat Pernikahan di Pariaman Bagi Mahasiswi Asal Pariaman di Kota Bandung (Studi Fenomenologi Mengenai Konstruksi Makna Uang Jemputan Dalam Adat Pernikahan di Pariaman Bagi Mahasiswi Asal Pariaman di Kota Bandung)
0
4
1
Laporan Kerja Praktek Lapangan di Radio Delta FM Bandung
2
10
58
Konstruksi Makna Nebeng (Studi Fenomenologi mengenai Konstruksi Makna Nebeng Bagi Komunitas Nebengers di Kota Bandung)
0
2
1
Konstruksi Dongeng Dedemit Curug Sanghiyang DI Radio Lita 90.9 FM Bandung (Studi Deskriptif Konstruksi Sosial Radio Mengenai Dongeng Dedemit Curug Sanghiyang Dalam program Acara Dongeng Sunda Mang Barna Di Radio Lita 90.9Fm Bandung)
0
4
1
Konstruksi Makna Mengaji Dalam Program Acara Magrib Mengaji di Radio MQ FM Bandung ( Studi Fenomenologi Konstruksi Makna Mengaji Dalam Program Acara Magrib Mengaji Bagi Pendengar di Radio MQ FM Bandung di Komplek Purnawirawan TNI-AU ( PEPABRI ) di Kabupat
0
2
1
Konstruksi Makna Sosialita bagi Kalangan Sosialita di Kota Bandung (Studi Fenomenologi Tentang Konstruksi Makna Sosialita Bagi Kalangan Sosialita Di Kota Bandung)
2
41
117
Program Indolicious Dan Minat Pendengar Most FM (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Program Hiburan Indolicious di Radio MOST FM terhadap Minat Pendengar MOST FM di SMK Pariwisata Indonesia Membangun-3)
0
0
13
Show more