Hubungan antara kecerdasan emosional dengan akhlak siswa kelas xi SMA Triguna Utama Tangerang Selatan

Gratis

0
20
63
2 years ago
Preview
Full text
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN AKHLAK SISWA KELAS XI SMA TRIGUNA UTAMA TANGERANG SELATAN SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam OLEH EVI LAILATUL LATIFAH NIM : 106011000087 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1431 H/2010 M LEMBAR PENGESAHAN Skripsi Evi Lailatul Latifah (106011000087) yang berjudul “Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Akhlak Siswa Kelas XI SMA Triguna Utama Tangerang Selatan” diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasah pada tanggal 16 September 2010 di hadapan dewan penguji. Oleh karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana S1 (S.Pd.i) pada jurusan Pendidikan Agama Islam. Jakarta, 16 Sepetember 2010 Panitia Ujian Munaqasah Tanggal Tanda Tangan Ketua Jurusan PAI Bahrissalim, M.Ag NIP. 19680307 199803 1 002 . . Sekretaris Jurusan PAI Drs. Sapiudin Sidiq, MA NIP. 19670328 200003 1 001 . . . Penguji I Dr. Sururin, MA NIP. 19710319 199803 2 001 . . . . Penguji II Drs. Masan AF, M.Pd NIP. 19510716 198103 1 004 Mengetahui: Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA NIP. 19571005 198703 1 003 ABSTRAK Evi Lailatul Latifah. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Akhlak Siswa Kelas XI SMA Triguna Utama Tangerang Selatan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Masalah akhlak bagi para remaja khususnya siswa SMA merupakan permasalahan yang harus ditangani secara serius. Beragamnya persoalan siswa pada usia remaja yaitu menyangkut masalah penyimpangan akhlak akibat pengaruh media massa (seperti VCD, acara-acara televisi yang berbau kekerasan, pornografi dan porno aksi) serta adanya pengaruh lingkungan yang tidak baik, berdampak negatif terhadap perkembangan kepribadian siswa yang dihadapi sekolah akhir-akhir ini. Salah satu aspek yang mempengaruhi kepribadian siswa adalah kecerdasan emosional yang dimiliki oleh siswa. Untuk mengembalikan citra remaja menjadi lebih baik maka salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kecerdasan emosional remaja. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis dapat merumuskan masalah yaitu apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan akhlak siswa kelas XI SMA Triguna Utama Tangerang Selatan. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan akhlak siswa kelas XI SMA Triguna Utama Tangerang Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Triguna Utama Tangerang Selatan pada semester genap tahun ajaran 2009/2010. Teknik yang digunakan sebagai alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah teknik angket (Questionnaire) bentuk skala Likert. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 53 siswa. Instrument penelitian terdiri dari 2 kategori yaitu instrument kecerdasan emosional dan instrument akhlak, dimana instrument tersebut diambil dari teori-teori yang telah teruji. Data penelitian kecerdasan emosional dan akhlak ini diperoleh dengan menggunakan alat ukur kecerdasan emosional berbentuk skala yang terdiri dari 45 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,90, dan alat ukur akhlak yang terdiri dari 20 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,81. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan formula Product Moment Karl Pearson. Berdasarkan hasil analisa data dengan Product Moment Karl Pearson diperoleh hasil nilai r hitung = 0,674, r tabel = 0,273 dengan df = 50 dan dengan perhitungan Coefficient of Determination diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 45%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang cukup signifikan antara kecerdasan emosional dengan akhlak siswa kelas XI SMA Triguna Utama Tangerang Selatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa akhlak yang terdapat dalam diri siswa dapat ditingkatkan dengan adanya pelatihan dan pengembangan kecerdasan emosional. Kata kunci: kecerdasan emosional, akhlak. i    KATA PENGANTAR Bismillahi walhamdulillah. Assalamu’alaikum Wr.Wb. Kiranya tiada kata yang lebih pantas untuk diucapkan selain Alhamdulillah, segala puji bagi Allah sebagai manifestasi rasa syukur kita kehadirat Illahi Rabbi yang telah menghadiahkan anugerah yang begitu mahal harganya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul ”Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Akhlak Siswa”. Shalawat salam semoga senantiasa tercurah pada sang reformer sejati Muhammad saw yang dengan kecerdasan dan kesabarannya mampu mendobrak kejahiliyahan manusia. Skripsi ini penulis susun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggitingginya atas bantuan, dorongan dan bimbingan dari beberapa pihak. Ucapan terima kasih dan penghargaan tersebut diajukan kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA selaku Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bapak Bahrissalim, M.Ag selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semoga kebijakan yang dibuat selalu mengarah pada kontinuitas eksistensi mahasiswanya. 3. Bapak Drs. Sapiudin Shidiq, MA selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Jakarta. Terima kasih atas waktu luang yang telah diberikan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada kami selaku mahasiswa. 4. Ibu Dra. Zikri Neni Iska, M.Psi selaku pembimbing I. Terima kasih tak terkira untuk kesediaannya berbagi ilmu dan waktu, berbagi pengalaman hidup sehingga penulis dapat mengambil hikmah dari semuanya. ii 5. Bapak Abdul Ghofur, MA. S. Ag. selaku pembimbing II. Terima kasih telah menjadi pembimbing sekaligus teman yang mau berbagi cerita maupun ilmu kepada penulis. Semoga semuanya dapat bermanfaat dikemudian hari. Amin. 6. Kepala sekolah, Guru dan semua staf di SMA Triguna Utama Tangerang Selatan, khusunya Bapak Ase Saepul Karim seorang guru agama yang dapat memberikan arahan dan bimbingan hidup kepada penulis. 7. Suami tercinta Saeful Rizal, S.Pd. dengan penuh harapan selalu menjadi imam yang baik bagi keluarga dan yang selalu setia mendengarkan keluh kesah penulis selama menyelesaikan skripsi serta terima kasih atas dukungannya yang tulus, atas cinta dan kesetiaannya. 8. Anakku tersayang Muhammad Al Farizi Rizal semoga menjadi anak yang sholeh dan membanggakan kedua orang tuanya. Engkau adalah semangat hidup mama. 9. Abah, mama dan adik-adikku tercinta Jamal dan Udin, yang selalu memberikan motivasi bagi penulis untuk dapat menghadapi segala cobaan dengan hati yang lapang. Terima kasih untuk pengorbanan untuk anakmu ini. 10. Bapak Afip Gunadi, S.Pd. Ibu Intan, S.Pd. serta adik-adikku Pika dan Litot, terima kasih telah mau menerima semua kekurangan dan kalian telah memberikan kebahagiaan kepada kami sekeluarga. 11. Teman seperjuangan dalam menuntut ilmu, Apit, Mega, Ina, Jojo, Jihad, Bang Fajrin dan semua teman kelas PAI C kehadiran kalian selama ini telah mewarnai hidupku. 12. Teman seperjuangan dalam menempuh ujian munaqasah (Indah, Adit dan Rukmi) . Terima kasih atas bantuan dan keakraban selama beberapa hari ini. 13. Semua teman di asrama Darunnisa terima kasih atas doa dan dukungannya. Pada akhirnya, tiada yang lebih berarti selain menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain. ”Khoirunnas Anfa’uhum linnas”. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Jakarta, 20 Agustus 2010 Penulis iii DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PERSETUJUAN LEMBAR PENGESAHAN SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . iv DAFTAR TABEL . vi DAFTAR GAMBAR . vii DAFTAR LAMPIRAN . viii BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah . 4 C. Pembatasan Masalah . 4 D. Perumusan Masalah . 4 E. Tujuan Penelitian . 5 F. Manfaat Penelitian . 5 BAB II. DESKRIPSI TEORITIK, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teoritik 1. Kecerdasan Emosional . 6 a. Pengertian Emosi . 6 b. Pengertian Kecerdasan Emosional . 8 c. Karakteristik Kecerdasan Emosional . 10 d. Pengembangan Kecerdasan Emosional . 13 2. Akhlak . 15 a. Pengertian Akhlak . 15 b. Indikator Akhlak . 16 c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Akhlak. 19 iv B. Kerangka Berpikir . 22 C. Pengajuan Hipotesis . 23 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian . 24 B. Identifikasi Variabel Penelitian . 24 C. Definisi Operasional Variabel . 25 D. Subjek Penelitian dan Teknik Pengambilan Sampel . 25 E. Teknik Pengumpulan Data . 26 F. Instrumen Penelitian . 27 G. Prosedur Penelitian . 31 H. Analisis Instrumen Penelitian . 32 I. Uji Hipotesis . 34 BAB IV. HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Hasil Data Kecerdasan Emosional . 36 2. Hasil Data Akhlak . 38 3. Deskripsi Data Kecerdasan Emosional dan Akhlak Siswa . 40 4. Interpretasi Data . 41 BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan . 45 B. Saran . 46 DAFTAR PUSTAKA . 47 LAMPIRAN-LAMPIRAN v DAFTAR TABEL Tabel 1. Jumlah Seluruh Siswa SMA Triguna Utama . 25 Tabel 2. Kriteria Penilaian Angket . 28 Tabel 3. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Kecerdasan Emosional . 29 Tabel 4. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Akhlak Siswa . 30 Tabel 5. Deskripsi Data Kecerdasan Emosional . 36 Tabel 6. Penggolongan Tingkat Kecerdasan Emosional Siswa . 37 Tabel 7. Skor Skala Kecerdasan Emosional . 38 Tabel 8. Deskripsi Data Akhlak Siswa . 39 Tabel 9. Penggolongan Tingkat Kualitas Akhlak Siswa . 39 Tabel 10. Skor Skala Akhlak Siswa . 40 Tabel 11. Hasil Koefien Korelasi . 41 vi DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Diagram Kerangka Berpikir Hubungan Kecerdasan Emosional (EQ) dengan Akhlak siswa . 22 Gambar 2. Skor Kecerdasan Emosional Siswa . 38 Gambar 3. Skor Akhlak Siswa . 40 vii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Instrumen Pengumpulan Data a. Angket Kecerdasan Emosional Siswa Validasi . 50 b. Angket Kecerdasan Emosional Siswa Penelitian . 55 c. Angket Akhlak Siswa Validasi . 58 d. Angket Akhlak Siswa Penelitian . 60 Lampiran 2. Validitas a. Validitas Angket Kecerdasan Emosional . 62 b. Validitas Angket Akhlak Siswa . 64 Lampiran 3. Reliabilitas a. Perhitungan Varian Total pada Instrumen Kecerdasan Emosional . 66 b. Perhitungan Reliabilitas pada Angket Kecerdasan Emosional . 67 c. Perhitungan Varian Total pada Instrumen Akhlak . 68 d. Perhitungan Reliabilitas pada Angket Akhlak . 69 Lampiran 4. Data Hasil Angket Kecerdasan Emosional Siswa . 70 Lampiran 5. Data Hasil Angket Akhlak . 72 Lampiran 6. Persiapan Perhitungan Koefisien Korelasi . 73 Lampiran 7. Perhitungan Koefisien Korelasi Kecerdasan Emosional dengan Akhlak Siswa . 74 Lampiran 8. Perhitungan Koefisien Determinasi . 75 Lampiran 9. Berita Wawancara . 76 Lampiran 10. Laporan Observasi . 77 Lampiran 11. Surat Permohonan Izin Penelitian . 78 Lampiran 12. Surat Permohonan Riset . 79 Lampiran 13. Surat Keterangan telah Mengadakan Penelitian . 80 viii 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akhir-akhir ini banyak sekali pemberitaan tentang remaja, ada yang positif dan ada pula yang negatif. Hal ini menandakan bahwa dunia remaja sangatlah rentan dengan kehidupan yang semakin kompleks akan segala perkembangannya. Beragamnya persoalan remaja yaitu kenakalan remaja, demoralisasi remaja, tumbuh terlalu cepat, terlalu mementingkan diri sendiri, kurang kontrol dalam mengekspresikan emosi dan lain sebagainya adalah beberapa kondisi remaja yang sering dikeluhkan para orang tua, pendidik, dan masyarakat disekeliling mereka. Sekalipun situasi masa kini saat kita membesarkan remaja benar-benar berbeda akibat bertambah banyaknya pengaruh terhadap perkembangan mereka dan kehirukpikukan kehidupan sehari-hari, remaja tetap anak-anak yang tengah menjalani transisi menuju kedewasaan. Dengan adanya problem seperti ini, maka banyak pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas perkembangan remaja. Tidak hanya orang tua yang merupakan bagian terpenting dan terkecil dalam membina hubungan emosi terhadap mereka, pendidik pun ikut andil dalam hal tersebut khususnya dilingkungan sekolah. Akan tetapi tidak dipungkiri pula terdapat pihak lain yang turut ambil bagian dalam masalah ini. “Demoralisasi yang merajalela dikalangan 1 2 remaja memerlukan usaha-usaha pendidikan khusus yang dapat mengupayakan pembinaan akhlak bagi para remaja, karena pada masa pubertas dan usia baligh anak mengalami kekosongan jiwa yang merupakan gejala kegoncangan pikiran, keragu-raguan, keyakinan akan agama yang dianut, atau bahkan kehilangan pijakan agama”. 1 Setiap orang tua dan pendidik pasti mendambakan anak-anak yang sehat jasmani dan rohani, cerdas dan berperilaku baik, sehingga kelak menjadi anakanak yang unggul dan tangguh menghadapi berbagai tantangan dimasa depan. 2 Namun dengan kondisi remaja sekarang ini apakah mungkin dambaan tersebut akan terwujud?. Perlu disadari bahwa untuk mewujudkan dambaan tersebut serta untuk mengembalikan citra remaja yang semakin terpuruk maka salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Dimana kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan untuk mengelola emosi yang terdapat dalam diri individu. Kecerdasan emosional pada siswa harus dikembangkan oleh semua pihak yang bersangkutan tak terkecuali pendidik dan para orang tua, sehingga dari sinilah kepribadian siswa dapat terbentuk menjadi lebih baik dan terus dibina secara intensif sehingga siswa dapat memiliki akhlak al-karimah. Peran dari lingkungan yang berada disekitar mereka juga sangat berperan dan mendukung. Sehingga perkembangan kecerdasan baik intelektual maupun emosional dan pembentukan akhlak (kepribadian) V tot ρ r t = πr²t (cm³) = densitas (g/cm³) = jari-jari (cm) = tinggi (cm) b) Nilai Distribusi Ukuran Partikel (Uji Mikro) Menurut Pratiwi, dkk (2013) Nilai distribusi ukuran partikel dan pori (uji mikro), merupakan proses uji mikrostruktur yang bertujuan untuk melihat struktur mikro dari suatu material, karena hal ini sangat mempengaruhi sifat mekanik dari material tersebut. Proses pengetsaan makro berguna untuk melihat cacat-cacat yang terjadi dan juga mengetahui jumlah partikel pada setiap permukaan sebuah spesimen. Dalam melakukan pengujian nilai distribusi partikel dapat menggunakan alat mikroskop. Mikroskop Inverted adalah sebuah mikroskop yang digunakan untuk mengamati logam, plastik, keramik serta sampel bahan lainnya, alat ini membantu dalam mengamati struktur permukaan, kelelahan logam, dll. Gambar 2.7 Struktur Mikro Titik 1 Pembesaran 400x (Pratiwi, dkk 2013). Digital Repository Universitas Jember 14 2.7 Karakteristik Mekanik Karakteristik Mekanik briket adalah pengujian yang dilakukan terhadap briket dengan cara uji kuat tekan aksial dengan menggunakan alat uji Universal Testing Machine (UTM) dan dengan cara dijatuhkan dengan ketinggian tertentu dengan pengujian drop test. a) Uji Kuat Tekan Aksial (Axial Compressive Strength Test) Uji Kuat tekan aksial adalah kekuatan suatu material terhadap tekanan aksial yang sejajar dengan sumbu simetri material tersebut. Sehingga briket yang baik merupakan briket biomasa yang mempunyai nilai kuat tekan aksial yang baik. Adapun data hasil penelitian dari (Wijayanti, T. 2012) yaitu bahan campuran limbah kacang tanah dan limbah kacang mete menggunakan perekat tetes tebu dengan kadar 30 gram, tekanan pengepresan yang digunakan 200 bar, Pengeringan dengan suhu 110°C selama 19 jam, ukuran serbuk arang 5 mesh, dilakukan proses pengujian kuat tekan atau keteguhan tekan menggunakan mesin press dan ditekan sampai hancur, adapun data 5 sampel kuat tekan briket sebagai berikut 13,36 kg/cm², 12,68 kg/cm², 11,89 kg/cm², 11,38 kg/cm², 10,55 kg/cm². Data penelitian lain yaitu bahan serbuk jerami padi, ayakan 50 mesh, variasi tekanan 200 kg/cm², 400 kg/cm², 600 kg/cm², 800 kg/cm², 1000 kg/cm², penambahan binder, tanpa penambahan binder, dan dengan waktu penahanan (holding time) 40 detik. Melakukan pengujian kuat tekan aksial dengan alat uji Universal Testing Machine (UTM), pembebanan sebesar 50 ton Dari hasil uji kuat tekan aksial briket biomassa jerami dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) diperolah data untuk semua variasi tekanan baik untuk briket biomassa jerami dengan menggunakan bahan pengikat maupun briket biomassa jerami padi tanpa pengikat nilai kuat tekan yang sangat tinggi yaitu melebihi 99,9 kg/cm² jauh lebih tinggi daripada nilai kuat tekan standar SNI untuk briket serbuk sabut kelapa yaitu sebesar 3 kg/cm². (Riyanto, S. 2009). Digital Repository Universitas Jember 15 Santosa, dkk (2010) menyatakan uji kuat tekan aksial dilakukan dengan menggunakan force gauge untuk mengetahui kekuatan briket dalam menahan beban dengan tekanan tertentu. Kuat tekan briket dapat dihitung menggunakan standar SNI 0-3958-1995 dengan rumus: Kuat Tekan (N/cm²) = .(2.2) Keterangan : F = Gaya (N) A = Luas (cm²) b) Drop Test Menurut Widayat (2008) drop test dilakukan untuk menguji ketahanan briket dengan benturan pada permukaan keras dan datar ketika dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter. Berat bahan yang hilang atau yang lepas dari briket diukur dengan timbangan digital dengan ketelitian 1/10.000 gram. Menurut Grochowicz (1998) kualitas bahan bakar padat pada waktu perlakuan pengujian drop test partikel yang hilang tidak lebih dari 4 %. Semakin sedikit partikel yang hilang dari briket pada saat pengujian drop test, maka briket semakin bagus. Briket ditimbang dengan menggunakan timbangan untuk mengetahui berapa berat awalnya, kemudian briket dijatuhkan pada ketinggian 1,8 meter yang dimana landasannya harus benar-benar rata dan halus. Setelah dijatuhkan, briket kemudian ditimbang ulang untuk mengetahui berat setelah dijatuhkan, kemudian berat awal tadi dikurangi berat akhir setelah briket dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter (Widayat,2008). Prosedur perhitungan drop test briket menggunakan standar ASTM D 440-86 R02 dengan rumus: Digital Repository Universitas Jember Drop Test (%) = 16 .(2.3) Keterangan : A : Berat briket sebelum dijatuhkan ( gram ) B : Berat briket sesudah dijatuhkan ( gram ) Gambar 2.8 Drop Test Sumber: (Widayat 2008) Pengujian ini dilakukan untuk penggunaan briket dalam skala industri rumahan. Digital Repository Universitas Jember BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisis karakteristik mekanik dan karakteristik fisik briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan variasi tekanan pada briket. 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2.1 Waktu Penelitian Pelaksanaan waktu penelitian ini dilakukan pada bulan April – Mei 2015. 3.2.2 Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan pada tiga tempat yaitu: di Laboratorium Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember, di Laboratorium Desain Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember dan di Laboratorium Bio Science Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Tempat : Laboratorium Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Melakukan pembuatan briket serbuk gergaji kayu sengon dengan perlakuan variasi penekanan. Tempat : Laboratorium Desain, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian nilai kuat tekan aksial dengan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Tempat : Laboratorium Bio Science, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian distribusi partikel menggunakan alat Mikroskop Inverted. 17 Digital Repository Universitas Jember 3.3 18 Alat dan Bahan Penelitian Pada penelitian ini terdapat beberapa alat dan bahan yang meliputi: 3.3.1 Alat Alat – alat yang digunakan dalam penelitian : 1. Tungku pengarangan/pirolisis 2. Alat pengepres briket dan cetakan briket 3. Cawan 4. Jarum suntik 5. Heater 6. Timbangan digital 7. ayakan mesh 70 8. stopwatch 9. Termostart 10. Kabel termokople 3.3.2 Bahan 1. Serbuk gergaji kayu sengon 2. Tepung Tapioka 3. Air Panas (80°C) 3.4 Variabel Penelitian 3.4.1 Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang bebas ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian. Variabel bebas yang digunakan adalah variasi tekanan, Variasi tekanan yang digunakan dalam pembuatan briket menggunakan tiga variasi yaitu: 1. Variasi tekanan 100 kg/cm² 2. Variasi tekanan 150 kg/cm² 3. Variasi tekanan 200 kg/cm² Digital Repository Universitas Jember 19 Tabel 3.1 Keterangan Nama Sampel No Nama Briket 1 P 100 2 P 150 3 P 200 Keterangan tekanan 100 kg/cm² tekanan 150 kg/cm² tekanan 200 kg/cm² 3.4.2 Variabel Terikat Variabel terikat merupakan variabel yang besarnya tidak dapat ditentukan sepenuhnya oleh peneliti, tetapi besarnya tergantung pada variabel bebasnya. Penelitian ini mempunyai variabel terikat yang meliputi data-data yang diperoleh pada pengujian briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan menganalisa data-datanya meliputi: 1. Pengujian drop test. 2. Pengujian kuat tekan aksial. 3. Pengujian densitas/kerapatan. 4. Pengujian distribusi partikel. 3.5 Prosedur Penelitian 3.5.1 Tahapan proses pembuatan briket arang limbah serbuk gergajian kayu sengon, yaitu: 1. Melakukan pengambilan serbuk kayu sengon di CV. Harapan Mulya. 2. Membersihkan serbuk kayu sengon dari kotoran dengan menggunakan air. 3. Serbuk kayu sengon dijemur selama 2 hari di bawah sinar matahari hingga kering. 4. Menyiapkan tungku pirolisis. 5. Mengarangkan serbuk kayu tersebut menggunakan tungku pirolisis. 6. Menggunakan thermostat untuk memanaskan hingga mencapai suhu 400°C. Digital Repository Universitas Jember 20 7. Mengatur pembakaran dengan thermocontrol dengan suhu maksimal 400°C. 8. Proses pembakaran dilakukan selama 30 menit. 9. Melakukan pengayaan dengan ukuran lolos mesh 70 dan tersaring di mesh 60 sehingga didapatkan serbuk dengan ukuran mesh 70. 10. Mencampurkan arang serbuk kayu sengon (70%) dengan tepung tapioka (20%) dan air (10%). 11. Mencetak arang menggunakan alat press hidrolik manual dengan dimodifikasi ditambah pressure gauge pada tabung utama press hidrolik, dengan variasi tekanan 100 kg/cm², 150 kg/cm², 200 kg/cm², dan ditahan selama 1 menit. 12. Mengeluarkan briket dari cetakan kemudian dikeringkan menggunakan oven. 3.5.2 Tahapan Penelitian Karakteristik Mekanik Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Pengujian densitas Pada pengujian ini tahapan yang dilakukan sebagai penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP negeri 2 Jember kelas VIII E dengan 31 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berupa tiga soal PISA konten Space and Shape unit Shape yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Soal PISA dan pendoman penskoran yang digunakan adalah sebagai berikut : AMATI GAMBAR BERIKUT 1. Mana diantara gambar-gambar diatas yang memiliki daerah terluas. Apa alasanmu? 2. Jelaskan cara untuk memperkirakan luas gambar C 3. Jelaskan cara untuk memperkirakan keliling gambar C Pedoman Penskoran: Soal 1 Skor Penuh (1) : Bentuk B, didukung dengan penalaran yang masuk akal. B merupakan daerah terluas karena dua bangun yang lain akan dimuat di dalamnya. B. karena tidak memiliki lekukan di dalamnya yang mengurangi luas daerahnya. Sedangkan A dan C memiliki Gap/celah. B, karena merupakan lingkaran penuh, sedangkan bangun yang lain seperti lingkaran dengan beberapa bagian yang hilang, sehingga mengurangi luasnya. B, karena tidak memiliki daerah terbuka Dll. Tidak ada Skor (0): B, tanpa disertai alasan yang masuk akal Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 2: Skor Penuh (2): Dengan cara yang masuk akal. Menggambar petak-petak yang memuat bangun tersebut dan menghitung petak yang menutupi bangun tersebut. Jika lebih dari setengahnya, maka petak tersebut dihitung satu petak Memotong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mengatur potongan-potongan tersebut menjadi bentuk persegi/persegi panjang kemudian menhitung sisi-sisinya lalu menentukan luasnya. Membangun bentuk 3D dengan alas berdasarkan bentuk tersebut, dan mengisinya dengan air. Hitung volume air yang digunakan dan kedalaman air pada model. Luas dapat ditentukan dengan volume air dibagi kedalaman air pada model Dengan membagi bangun ke dalam beberapa bentuk bangun datar beraturan. Kemudian dihitung luasnya dan dijumlahkan. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Skor sebagian (1) : Membuat lingkaran yang memuat bentuk tersebut, kemudian mengurangkan luas lingkaran dengan luas diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Namun siswa tidak menyebutkan bagaimana untuk mengetahui luas daerah diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Alasan-alasan lain yang masuk akal, namun kurang detail atau kurang jelas. Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 3: Skor Penuh (1): Dengan cara yang masuk akal. Rentangkan seutas tali pada pinggir bentuk tersebut, kemudian mengukur panjang tali yang digunakan. Potong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, gabungkan bagian-bagian tersebut hingga membentuk garis, lalu tentukan panjangnya. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Sumber : diadaptasi dari Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. Selanjutnya, skor siswa yang didapat akan dimasukkan dan diolah dengan program komputer Ministep (Winstep Rasch) untuk mengestimasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space yang diberikan berdasarkan analisis model Rasch. Soal 1 dan 3 menggunakan penskoran model dikotomus (Benar/Salah), sedangkan soal 2 menggunakan penskoran model politomus (Partial Credit Model). Skor mentah tersebut dikonversi menjadi nilai logit. Semakin tinggi nilai logit siswa dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan kemampuan siswa yang semakin tinggi. Semakin tinggi nilai logit soal dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan semakin tinggi tingkat kesulitan soal. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara keseluruhan skor siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space berbeda-beda Pada tabel 1 menampilkan skor mentah yang diperoleh siswa. Soal 1 mampu dijawab dengan benar oleh 17 siswa, soal 2 terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1, sedangkan soal 3 terdapat 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar Tabel 1. Skor Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Shape and Space NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 1 01AT 1 0 1 17 17MW 1 0 0 2 02AO 0 0 0 18 18NA 0 0 0 3 03AN 0 0 0 19 19NR 1 0 0 NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 4 04CA 0 0 0 20 20NA 1 2 0 5 05EA 1 0 0 21 21NS 0 0 0 6 06FY 1 1 1 22 22RR 0 0 1 7 07IN 1 1 0 23 23RF 0 0 0 8 08IE 1 0 0 24 24RA 0 0 0 9 09JN 1 1 0 25 25RW 0 0 0 10 10KH 1 1 1 26 26RL 0 0 0 11 11KT 1 0 0 27 27SA 0 0 0 12 12MI 1 1 0 28 28TA 1 2 0 13 13MA 0 0 0 29 29VT 0 0 1 14 14MR 1 1 0 30 30ZN 1 0 0 15 15MR 1 0 0 31 31PA 1 0 0 16 16MS 0 0 0 Selanjutnya skor siswa dengan pemodelan Rasch diolah dengan menggunakan program komputer ministep (Winstep Rasch). Berikut ditampilkan hasil statistic dari analisis model Rasch: Gambar 1. Tampilan Summary Statistics hasil pengolahan data ministep. Tampilan summary statistics diatas memberikan info tentang kualitas responden/siswa secara keseluruhan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Dari tampilan hasil pengolahan diatas diperoleh Person measure = – 0.10 logit dengan tidak mengikutsertakan Extrem Person (Responden/siswa yang mempuyai skor 0) yang kurang dari logit 0,0. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa kurang dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space yang diberikan. Dengan mengikutsertakan siswa dengan ekstrem skor tentunya nilai person measure akan semakin kecil yaitu – 1.52 logit. Semakin tinggi nilai logit diatas 0.0 logit, semakin tinggi kemampuan siswa. Gambar 2. Tampilan Item Measure hasil pengolahan data ministep. Dari gambar 2, soal no 2 mempunyai nilai logit tertinggi yaitu +1.47 logit ini menunjukkan soal no 2 merupakan soal yang paling sulit dijawab oleh siswa, soal no 3 mempunyai nilai logit = 1.40 logit, dan soal no 1 mempunyai nilai logit = -2.87 logit. Soal 2 dan 3, nilai logit keduanya lebih dari 0.0 logit menunjukkan kedua soal ini merupakan kategori soal sulit. Dari tabel 1 menunjukkan untuk soal no 2 hanya terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1. Untuk soal no 3 hanya 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar. Sedangkan soal 1 mempunyai nilai -2.87 logit yang kurang dari 0.0 logit menunjukkan soal yang relatif mudah dikerjakan siswa, dari 31 siswa terdapat 17 siswa yang mampu menjawab dengan benar. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut : (1) Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space berdasarkan analisis model Rasch masih kurang. Rata-rata nilai logit siswa - 1,52 logit yang kurang dari 0.0 logit. (2) Dari ketiga soal yang diujikan, dua soal dikategorikan sebagai soal sulit, dan 1 soal relatif mudah dikerjakan siswa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mengemukakan saran-saran sebagai berikut : (1) Bagi pendidik, siswa hendaknya sering diberikan soal-soal non rutin atau soal-soal pemecahan masalah seperti soal-soal PISA dalam pembelajaran matematika dikelas, baik sebagai tugas maupun ulangan harian. Hal ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. (2) Bagi peneliti lain, penggunaan Item Respon Theory (IRT) dalam hal ini Rasch Model dapat dijadikan alternatif dalam pengolahan data penelitian kuantitatif untuk mengatasi kelamahan teori tes klasik, karena Rasch Model telah memenuhi lima prinsip model pengukuran. DAFTAR PUSTAKA Aini, R.N. & Siswono, T.Y.E. 2014. Analisis Pemahaman Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Pada PISA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika MATHEdunesa, vol 2, no 3, hal.158-164 BSNP Depdiknas.2006. Standar Isi Mata Pelajaran Matematika SD/MI dan SMP/MTs (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006). Jakarta: BSNP Depdiknas OECD. 2013. PISA 2012 Results in Focus. www.oecd.org OECD.2009. Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. www.oecd.org OECD.2015. PISA 2015 Draft Mathematics Framework. www.oecd.org Setiawan, H.,Dafik., dan Lestari, S.D.N. 2014. Soal Matematika Dalam PISA Kaitannya Dengan Literasi Matematika Dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas Jember, 19 November 2014, hal.244-251. Shiel, G et al.2007. PISA mathematics: a teacher’s guide. Dublin :Department of Education and Science. Sulastri, R., et al.2014. Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Menyelesaikan Soal PISA Most Difficult Level. Jurnal Didaktik Matematika, Vol. 1, No. 2, September 2014, hal.13-21. Sumintono, B. & Widhiarso, W.2014. Aplikasi Model Rasch Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Cimahi:Trim Komunikata Publishing House Wardhani, Sri dan Rumiyati. 2011. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMSS. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (63 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Hubungan kematangan emosi dengan penyesuaian sosial siswa berbakat akselarasi SMA Negeri 3 Tangerang Selatan
0
14
95
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa kelas II SMA Negeri I Pamulang
0
6
153
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan produktivitas kerja
1
8
113
Hubungan antara pembelajaran pendidikan agama islam dengan akhlak siswa ( Studi penelitian siswa kelas VIII di SMPN 03 Tangerang Selatan)
0
7
75
Pengaruh tingkat kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa SMA Triguna Utama Ciputat
0
6
87
Hubungan antara kompetensi guru PAI dengan hasil belajar siswa kelas I SMK Tri Guna Utama
0
3
95
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam: Studi Penelitian di Kelas XI SMA PGRI 109 Tangerang
1
8
112
Hubungan antara religiusitas dengan kecemasan menghadapi Ujian Nasional (UN) siswa kelas 3 SMA Pramita Tangerang
0
9
102
Hubungan kecerdasan emosional dengan akhlakul karimah siswa di MTS. Al-Hidayah Bekasi
0
8
98
Kerja sama kepala sekolah dan guru dalam upaya peningkatkan motivasi belajar siswa SMA Triguna Utama Ciputat Tangerang Banten
1
11
94
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan akhlak siswa kelas xi SMA Triguna Utama Tangerang Selatan
0
20
63
Hubungan kecerdasan emosi (emotional intellegence dengan prestasi belajar aqidah akhlak siswa kelas 111 Mts.Nurul Yaqin legok-Tangerang
0
7
0
Hubungan antara pembelajaran pendidikan agama islam terhadap kecerdasan emosional peserta didik di SMPN 226 Jakarta Selatan
0
7
0
Hubungan kecerdasan emosional terhadap akhlak siswa SMP Negeri 3 Tangerang Selatan
0
16
138
Hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi di kelas X SMA Darussalam Ciputat Tangerang Selatan
16
119
101
Show more