Profil Polip Nasi Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010

Gratis

4
40
61
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Adam Malik Medan selama Maret 2004 sampaiFebruari 2005 didapatkan kasus polip nasi sebanyak 26 orang terdiri dari 17 pria (65%) dan 9 wanita (35%) dan selama September 2009 sampai Oktober2010 didapatkan kasus polip nasi sebanyak 21 orang terdiri dari 15 pria (71,4%) dan 6 wanita (28.6%). Adam Malik Medan selama Maret 2004 sampaiFebruari 2005 didapatkan kasus polip nasi sebanyak 26 orang terdiri dari 17 pria (65%) dan 9 wanita (35%) dan selama September 2009 sampai Oktober2010 didapatkan kasus polip nasi sebanyak 21 orang terdiri dari 15 pria (71,4%) dan 6 wanita (28.6%).

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Adam Malik Medan selamaJanuari 2003 sampai Desember 2003 didapatkan kasus polip nasi sebanyak 32 orang terdiri dari 20 pria dan 12 wanita (Ananda 2005), selama Maret 2004sampai Februari 2005 didapatkan kasus polip nasal sebanyak 26 orang terdiri dari 17 pria (65%) dan 9 wanita (35%) (Munir 2008), dan selama September 2009 Saat ini belum didapatkan data mengenai gambaran kejadian penderita polip nasi di RSUP H. Mengetahui proporsi penderita polip nasi berdasarkan hidung yang terlibat dilihat dari nasoendoskopi.

1.4 Manfaat Penelitian

  Untuk memperoleh data tentang polip nasi di RSUP H. Sebagai bahan pertimbangan untuk penatalaksanaan terhadap kasus polip nasi.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi

  2.2 Definisi Polip nasi adalah suatu proses inflamasi kronis pada mukosa hidung dan sinus paranasi yang ditandai dengan adanya massa yang edematous pada ronggahidung (Erbek et al,2007). Pada penelitian Drake Lee et al dijumpai 44% dari 200 pasien polip nasi Polip nasi banyak dijumpai pada ruang transisi antara hidung dan sinus.

2.4 Etiologi dan Patogenesis

  Berbagai keadaan telah dihubungkan dengan polip nasi, yang dibagi menjadi rinosinusitis kronik dengan polip nasi eosinofilik dan rinosinuritis Pada penelitian akhir-akhir ini dikatakan bahwa polip berasal dari adanya epitel mukosa yang rupture oleh karena trauma, infeksi, dan alergi yangmenyebabkan edema mukosa, sehingga jaringan menjadi prolaps (King 1998). Fenomena ini menjelaskan mengapa polip kebanyakanWalaupun demikian polip dapat timbul dari tiap bagian mukosa hidung atau sinus paranasi dan sering kali bilateral atau multiple (Nizar & Mangunkusumo 2001).

2.5 Gejala dan Tanda

  Stadium polip berdasarkan pemeriksaan nasoendoskopi menurut Mackay dan Lund dibagi menjadi stadium 0: tanpa polip,stadium 1: polip terbatas di meatus media, stadium 2: polip di bawah meatus media, stadium 3: polip masif (Assanasen 2001). Tujuan dari penanganan polip nasi adalah untuk mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi ukuran polip nasi sehingga meredakan gejala hidungtersumbat, beringus, perbaikan dalam drainase sinus, restorasi penciuman dan pengecapan (Newton 2008).

BAB 3 METODE PENELITIAN

  3.3 Populasi, Sampel, dan Besar Sampel, Teknik Pengambilan Sampel 3.3.1 Populasi Seluruh data penderita dengan diagnosa polip nasi yang datang berobat ke poliklinik THT-KL FK USU/RSUP H. 3.3.4 Teknik pengambilan sampel Pengambilan sampel penelitian adalah secara retrospektif dengan melihat rekam medik yaitu seluruh penderita polip nasi yang datang ke bagian THT-KLFK USU / RSUP H.

3.4 Definisi Operasional Variabel

   Polip nasi adalah suatu proses inflamasi kronis pada mukosa hidung dan sinus paranasi yang ditandai dengan adanya massa yang edamatous pada rongga hidung (Erbek et al 2007). Perhitungannya berdasarkan kalender Masehi  Jenis kelamin sesuai dengan yang tercatat pada rekam medis yaitu laki-laki atau perempuan  Keluhan Utama dan keluhan tambahan adalah keadaan atau kondisi yang menyebabkan penderita datang berobat sesuai dengan yang tercatat pada rekam medis: 1.

3.5 Kerangka Kerja

Tahap pertama, rekam medis dari seluruh penderita polip nasi sejak januari Tahap kedua, data dari rekam medis di pindahkan kedalam format SPSS Tahap ketiga, dilakukan analisa data dan disajikan dalam bentuk tabel dan Tahap keempat, dilakukan pembahasan atas hasil analisa data dan

BAB 4 HASIL PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan

  Tabel 4.3 Proporsi penderita polip nasi berdasarkan keluhan utama dan keluhan tambahan Keluhan Utama Jumlah Persen %Hidung Tersumbat 43 100.0 Keluhan TambahanBersin-bersin 16 37,2Ingus encer 8 18,6Sakit kepala 16 37,2Telinga sakit 1 2,3Telinga berdengung 3 6,9Hidung berdarah campur 9 20,9 ingusSuara sengau 1 2,3Lender mengalir di 2 4,6 tenggorokPenciuman berkurang 1 2,3Hidung berbau 1 2,3 Proporsi keluhan utama pada penderita polip nasi adalah hidung tersumbat sebanyak 43 (100% ) penderita. 2.3 Tidak terdata Hasil Ct-Scan Jumlah Persen %Sinusitis maksilaris unilateral 1 4.7 Sinusitis frontalis dupleks 2 11.6 Pansinusitis 5 16.2 Multisinusitis bilateral 7 4.7 Multisinusitis unilateral 2 32.6 Total 43 100.0Proporsi penderita polip nasi berdasarkan hidung yang terlibat terbanyak adalah kavum nasi kanan sebanyak 17 (39,5%) penderita dan terendah adalahpada kavum nasi kiri sebanyak 12 (27,9%) penderita.

BAB 5 PEMBAHASAN Pada penelitian yang dilakukan di Departemen THT-KL FK USU bagian Rekam Medik RSUP H. Adam Malik didapatkan data penderita polip nasi mulai Januari 2010 hingga Desember 2010 sebanyak 43 penderita dari seluruh pasien yang datang berobat ke poliklinik THT. Dari table 5.1 dapat dilihat proporsi penderita polip nasi dari kelompok

  Adam Malik Medan selama Januari 2003 sampai Desember 2003 didapatkan kasus polip nasi sebanyak 32 orangterdiri dari 20 pria dan 12 wanita (Ananda 2005), selama Maret 2004 sampaiFebruari 2005 didapatkan kasus polip nasi sebanyak 26 orang terdiri dari 17 pria dan 9 wanita (Munir 2006) dan selama September 2009 sampai Oktober 2010didapatkan kasus polip nasi sebanyak 21 orang terdiri dari 15 pria (71,4%) dan 6 wanita (28.6%) (Harahap 2010). Pada penelitian ini dijumpai adanya polip nasi di hidung sebelah kanan mungkin disebabkan oleh karena faktor kebetulan pada pasien polip nasi initerdapat ruangan sempit dari kompleks ostiomeatal disebelah kanan ataupun ada faktor lain seperti kelainan anatomi yang dapat menyebabkan kavum nasi kananini menjadi lebih sempit sehingga dapat terbentuk polip nasi.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Proporsi histopatologi pada penderita polip nasi adalah dengan stroma gembur diinfiltrasi limfosit dan PMN yang diffus sebanyak 18,6%penderita. Proporsi hidung yang terlibat pada penderita polip nasi terbanyak adalah kavum nasi kanan sebanyak 17 (39,5%) penderita.

6.2. Saran

  6.2.1 Perlu dilakukan penyuluhan dan pemahaman terhadap pasien tentang polip nasi baik keluhan utama yang paling sering terjadi maupunpenatalaksanaan yang sesuai pada penderita polip nasi. ’Aplikasi klinis Anatomi dan Fisiologi Hidung dan Sinus Paranasi’ dalam Penyakit Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher, Jilid 1, Edisi 13, Binarupa Aksara, Jakarta, 8-9.

3. Anggota Peneliti/Pembimbing a

  Waktu yang disediakan : 5 jam / minggu Bidang Keahlian: Ilmu Kesehatan THT-KL, sub bagian Perguruan Tinggi: Universitas Sumatera Utara h. Waktu yang disediakan : 5 jam / minggu 4.

Dokumen baru