Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit

Gratis

9
101
121
3 years ago
Preview
Full text

FORMULASI DAN UJI EFEK ANTI-AGING KRIM EKSTRAK SERAT MESOKARP KELAPA

  Kasmirul Ramlan Sinaga, M. NIP 196106191991031001Medan, Juni 2015Fakultas FarmasiUniversitas Sumatera UtaraWakil Dekan I, Prof.

KRIM EKSTRAK SERAT MESOKARP KELAPA SAWIT

  OLEH: ROISYAM AZMALNIM 101501045 Dipertahankan di Hadapan Panitia Penguji SkripsiFakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Pada Tanggal: 1 Juni 2015Disetujui Oleh:Pembimbing I, Panitia Penguji, Dr. NIP 196106191991031001Medan, Juni 2015Fakultas FarmasiUniversitas Sumatera UtaraWakil Dekan I, Prof.

KATA PENGANTAR

  Hasil analisa statistik krim ekstrak serat mesokarpkelapa sawit dengan blanko memiliki perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05), dimana krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit mampu memberikan efeksebagai anti-aging dengan kadar air kulit yang meningkat, kulit semakin halus, pori-pori kulit mengecil dan noda, keriput dan kedalaman keriput berkurang. Hasil analisa statistik krim ekstrak serat mesokarpkelapa sawit dengan blanko memiliki perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05), dimana krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit mampu memberikan efeksebagai anti-aging dengan kadar air kulit yang meningkat, kulit semakin halus, pori-pori kulit mengecil dan noda, keriput dan kedalaman keriput berkurang.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Hal ini dapat memicu pembentukan radikal bebas pada kulit yang menyebabkan berbagai penyakit kulit terutama keriput dan menua, karena kulit adalah organterbesar pada tubuh kita dan mempunyai peran penting, seperti penghalang fisik terhadap faktor mekanis, kimia, panas dan mikroba yang dapat mempengaruhifisiologis tubuh (Lalitha dan Jayanthi, 2014). Kaum wanita tidak lepas dari tuntuntan untuk tampil cantik dan menarik, begitu juga pada kaum pria dituntut untuk menjaga penampilannya (Kunto, 2007),dengan demikian untuk menghambat proses penuaan penting mengendalikan Krim anti-aging dirancang secara khusus untuk mencegah penuaan dini dengan cara menyamarkan noda atau flek hitam di wajah dan menghilangkankerutan di bawah mata, dengan demikian krim anti-aging dapat memperlambat penuaan pada kulit (Fauzi dan Nurmalina, 2012).

1.6 Kerangka Pikir Penelitian Variabel Bebas Variabel Terikat Parameter

Serat mesokarp kelapaSerat - Kadar air serat sawit Ekstrak karoten (DOBI) Pemeriksaan Uji efek anti-aging analyzer dan moisture checker Gambar 1.1 Kerangka pikir penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kelapa Sawit

  Minyak kelapa sawit yang diperoleh dari mesokarp buah kelapa sawit, minyak serat ini mengandung sedikitair dan serat halus berwarna kuning sampai merah dan berbentuk semisolid pada 2.1.1 Limbah serat mesokarp kelapa sawit Industri kelapa sawit menyebabkan permasalahan lingkungan antara lain adalah serat mesokarp, tempurung, tandan kosong kelapa sawit dan limbah cair(Mudjalipah, dkk., 2014). Serat mesokarp kelapa sawit menghasilkan serat sekitar13%, biasanya dibakar sebagai bahan bakar untuk produksi di pabrik kelapa sawit dan juga dijadikan sebagai pakan ternak yang dapat digunakan sebagai kebutuhanenergi dan protein (Elisabeth dan Ginting, 2003), karena limbah padat seperti serat mesokarp, tempurung dan tandan kosong mempunyai ciri khas yangkomposisinya antara lain adalah selulosa dan komponen lain meskipun lebih kecil seperti abu, hemiselulosa, dan lignin (Fauzi, dkk., 2014).

2.2 Penuaan Dini

  Penuaan merupakan proses fisiologi yang tak terhindarkan yang pasti dialami oleh setiap manusia. Penuaan ini tidak dapat dihindari, namun dengan merawat kulit sebelum terjadi penuaan dapatmemperlambat timbulnya tanda-tanda penuaan pada kulit (Rosi, 2012).

2.2.1 Penyebab penuaan dini

  Radikal bebas berupa hasil dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung saat bernafas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradanganatau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan, dan air yang terkontaminasi bahan- bahan kimia yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan kolagen. Kelembaban udara yang rendah, musim dingin, udara pegunungan dan arus angin akan mempercepat penguapan air dari kulit, akibatnya kelembaban kulitjuga menurun dan akhirnya kulit menjadi kering (Putro, 1997).

2.2.2 Tanda-tanda penuaan dini

  Tanda-tanda penuaan dini lebih sering terlihat pada kulit, terutama kulit wajah, yaitu kering dan tipis, muncul garis-garis atau kerutan halus pada kulit,muncul pigmentasi kulit (age spot), kulit terlihat tidak kencang, dan kusam serta tidak segar (Muliyawan dan Suriana, 2013). Terdapat garis-garis yang jelas dan masuk ke dalam kulit di ekspresi wajah akibat bertambahnya umur dan berkurangnya elastisitas kulit, garisekspresi wajah akan tampak dengan jelas dan menjadi garis permanen sekaligus wajah tidak berekspresi.

2.3 Kulit

Kulit merupakan bagian paling luar dari tubuh dan merupakan organ yang 2 terluas, yaitu antara 1,5 - 2,0 m dengan berat kurang lebih 20 kg, sedangkan bagian kulit yang kelihatan dari luar yang disebut epidermis beratnya 0,05 - 0,5 kg(Putro, 1997).

2.3.1 Fungsi kulit

  Gangguan fisik serta mekanik dicegah oleh adanya bantalan lemak subkutis, tebalnya lapisan kulit dan serabut penunjang yang berfungsi sebagai pelindungbagian luar tubuh. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, kelembaban udara, metabolisme dan jenis zat yang menempel di kulit(Wasitaatmadja, 1997).

2.3.2 Anatomi dan fisiologi kulit

  Kulit terdiri dari tiga lapisan berturut-turut mulai dari yang paling luar adalah sebagai berikut:a. Gambar 2.1 Penampang struktur kulit (Arisanty, 2013).

1. Epidermis

  Lapisan lusidum (stratum lusidum), lapisan ini tersusun dari beberapa lapisan transparan dan di bawahnya terdapat lapisan tanduk dan bertindakjuga sebagai sawar, pada umumnya terdapat pada telapak tangan dan kaki. Lapisan granulosum (stratum granulosum) lapisan ini terdiri dari 2 sampai 3 lapisan sel dan terletak di atas lapisan stratum spinosum dan berfungsiuntuk menghasilkan protein dan ikatan kimia stratum korneum.

2. Dermis

3. Lapisan subkutan (hipodermis)

  Dalam dermis, terdapat akar rambut, saluran keringat, kelenjar sebasea (kelenjar minyak), otot penggerak Lapisan ini terletak di bawah dermis dan mengandung sel-sel lemak yang dapat melindungi bagian dalam organ dari trauma mekanik dan juga sebagaipelindung tubuh terhadap udara dingin, serta sebagai pengaturan suhu tubuh(Prianto, 2014). Jumlah lemak dalam lapisan ini akan meningkat bila makan berlebihan, sebaliknya bila tubuh memerlukan energi atau kalori yang banyakmaka lapisan ini akan memberikan energi dengan cara memecah simpanan lemaknya (Putro, 1997).

2.3.3 Jenis-jenis kulit a

  Kulit Normal: memiliki pH normal; kadar air dan kadar minyak seimbang; tekstur kulit kenyal, halus dan lembut; pori-pori kulit kecil. Kulit Kombinasi: merupakan kombonasi antara kulit wajah kering dan berminyak, pada area T cenderung berminyak, sedangkan area pipiberkulit kering.

2.4 Anti-aging

  Anti-aging adalah sebuah proses yang berguna untuk mencegah,memperlambat atau membalikkan efek penuaan agar dapat membantu siapa saja hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bahagia (Fauzi dan Nurmalina, 2012). Karotenoid adalah salah satu sumber antioksidan alami yang dibutuhkan oleh tubuh kita guna sebagai penangkal radikal bebas (Wetipo, dkk., 2013), danmenangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai (Putro, 1997), dan merupakan sumber utama pembentuk vitamin A untuk melindungi kulit dari 2.5 Sediaan Krim Krim adalah sediaan setengah padat berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar (Ditjen POM, 1979).

BAB II I METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, meliputi pembuatan ekstrak

  karakterisasi dan pengukuran kadar antioksidan ekstrak serat mesokarp kelapa sawit di Laboratorium Oleo Pangan, Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan,formulasi sediaan krim serta pengukuran efektivitas anti-aging di LaboratoriumKosmetologi dan stabilitas fisik sediaan krim di Laboratorium Farmasi FisikFakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Dosis krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit diperoleh dari hasil pengukuran kadarantioksidan ekstrak dengan variasi konsentrasi 0,5; 1; 2; 3 dan 5%.

3.1 Alat dan Bahan

3.1.1 Alat-alat

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi alat-alat gelas laboratorium, lumpang porselen, stamfer, cawan porselen, spatula, sudip, potplastik, pipet tetes, penangas air, oven, timbangan analitis (Satorius), rotary evaporator vacuum (BUCHI), Sentrifugator, pH meter (Hanna Instrumen), skin analyzer dan moisture checker (Aramo Huvis), viskometer (Brookfield) dan spektrofotometer UV-Vis farmaspek 1700 (Shimadzu).

3.1.2 Bahan-bahan

  Bahan kimia yang digunakan pada penelitian ini adalah n-heksan teknis(PT. MAP), n-heksan p.a (E-merck), kloroform p.a (E-merck), metanol p.a (E- merck), DPPH (1,1 diphenyl-2-picryl-hidrazyl), alkohol 95%, indikatorphenolphthalein (PP) 1%, kalium hidroksida teknis dan kalium hidroksida 0,1 N, asam stearat, setil alkohol, sorbitol, propilen glikol, trietanolamin, metil paraben,air suling dan oleum citri. 3.2 Sukarelawan Pemilihan sukarelawan dilakukan di Fakultas Farmasi USU berdasarkan kriteria inklusi antara lain wanita berusia sekitar 20 - 30 tahun, diperiksa dalamkeadaan rileks menggunakan alat skin analyzer, memiliki tanda-tanda penuaan dini, tidak memiliki riwayat alergi pada kulit dan telah dikondisikan tidakmenggunakan krim lain selama 4 minggu untuk terapi anti-aging.

3.4 Karakterisasi Serat dan Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit

  3.4.1 Penetapan kadar air serat mesokarp kelapa sawit Ditimbang serat di dalam cawan yang sudah dikeringkan sebanyak 10 g. Rumus: W 1 − W2 % Kadar air= 100 ×W 1 Keterangan: W1 = Berat serat sebelum dikeringkanW2 = Berat serat setelah dikeringkan 3.4.2 Penetapan kadar air ekstrak serat mesokarp kelapa sawit Sebanyak 10 gram ekstrak yang sudah dilelehkan tersebut ke dalam wadah kering.

3.4.3 Penetapan asam lemak bebas ekstrak serat mesokarp kelapa sawit

  Kemudian dititrasi dengan kalium hidroksida yang telah distandarisasi sampai terbentuk warna merah muda (merah jambu) yang stabil untuk minimal selama 30detik (SNI 01-2901-2006). Rumus: VT × N ×BM asam palmitat % ALB= × 100 BS ×1000 Keterangan: N = Normalitas KOHBM asam palmitat = 256 g/molBS = Berat sampel VT = Volum titrasi 3.4.4 Penetapan bilangan DOBI ( Deterioration of Bleachability Index) ekstrak serat mesokarp kelapa sawit Ditimbang 0,1 g ekstrak dimasukkan ke dalam labu ukuran 10 ml.

3.4.5 Penetapan kadar karoten ekstrak serat mesokarp kelapa sawit

  Kemudian ditimbang 0,0445 g sampel dan dimasukkan ke dalam labu ukur 10 ml. Lalu ditambahkan n-heksansampai garis tanda (LIB) dihomogenkan dan diambil 100 µl dari LIB kemudian diencerkan di labu tentukur 10 ml dengan n-heksan sampai garis tanda.

3.5 Pengujian Aktivitas Antioksidan

  3.5.3 Pembuatan larutan induk baku ekstrak (LIB ekstrak) Sebanyak 25 mg ekstrak serat mesokarp kelapa sawit ditimbang, dimasukkan ke dalam labu tentukur 25 ml, dilarutkan dengan 3 ml kloroform laluvolumenya dicukupkan dengan metanol sampai garis tanda (konsentrasi 1000 ppm). 3.5.4 Penentuan aktivitas antioksidan sampel uji Larutan induk baku ekstrak dipipet sebanyak 0,13 ml; 0,52 ml; 1 ml; 2,1 ml;2,6 ml; 3,13 ml dan 3,9 ml ke dalam labu tentukur 10 ml untuk mendapatkan konsentrasi larutan uji 0,5 ppm; 2 ppm; 4 ppm; 8 ppm; 10 ppm; 12 ppm dan 15ppm, ditambahkan 2 ml kloroform, lalu dikocok.

3.6 Formulasi Sediaan Krim

  3.6.1 Formula standar krim (Young, 1972) R/ Asam stearat 12 gSetil alkohol 0,5 gSorbitol 5 gPropilen glikol 3 gTrietanolamin 1 gGliserin 1-5 tetesMetil paraben 1 sendok spatulaParfum 1-3 tetes Akuades ad 100 3.6.2 Formula modifikasi Formula krim yang digunakan dimodifikasi tanpa gliserin, karena fungsinya sama dengan propilen glikol dan sorbitol sebagai humektan. R/ Asam stearat 12 Setil alkohol 0,5Sorbitol 5 Propilen glikol 3 Trietanolamin 1 Nipagin q.sParfum 1-3 tetesAir suling ad 100 Ekstrak serat mesokarp kelapa sawit yang digunakan dalam pembuatan sediaan krim anti-aging dengan variasi konsentrasi 0,5; 1; 2; 3 dan 5%.

3.6.3 Pembuatan sediaan krim

3.7.1 Homogenitas sediaan krim

  Kemudian keringkan lumpang dan alu, masukkan massa I ke dalam lumpang, kemudian massa II digerus konstan sampai hampirterbentuk massa krim ditambah ekstrak serat mesokarp kelapa sawit dengan variasi konsentrasi pada masing-masing formula, kemudian gerus kembali danditambahkan 3 tetes oleum citri, dihomogenkan sampai terbentuk krim. 3.7.4 Pengamatan stabilitas sediaan krim Masing-masing formula krim dimasukkan ke dalam pot plastik, disimpan pada suhu kamar dan diukur parameter-parameter kestabilan seperti bau, warnadan pH di evaluasi selama penyimpanan 90 hari dengan interval pengamatan 0, 7, 14, 21, 28 dan 90 hari (National Health Surveillance Agency, 2005).

3.8 Penentuan Viskositas Sediaan Krim Penentuan viskositas sediaan menggunakan viskometer Brookfield

  Cara: Kosmetika dioleskan di belakang telinga atau di bagian lengan bawah, kemudian dibiarkan selama 24 jam dan lihat perubahan yang terjadi berupa gatal,kemerahan dan pengkasaran pada kulit (Wasitaatmadja, 1997). Semua sukarelawan diukur terlebih dahulu kondisi awal kulit mata bagian lateral atau pada area uji yang telah ditandai denganberbagai pameter uji, seperti: kadar air (moisture), kehalusan (evenness), besar pori (pore), banyaknya noda (spot), keriput (wrinkle) dan kedalaman keriput(wrinkle’s depth) dengan menggunakan alat skin analyzer dan moisture checker.

3.11 Analisis Data

Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan program SPSS(Statistical Product and Service Smirnov) 17. Pertama data dianalisis menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov untuk menentukan homogenitas dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.1 Hasil Ekstraksi Serat Mesokarp Kelapa Sawit Hasil ekstraksi dari 20 kg serat mesokarp kelapa sawit dengan menggunakan pelarut n-heksan 80 L, kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu ±40°C sampai diperoleh ekstrak berupa minyak sebanyak 1,53 kg (7,65%). 4.2 Hasil Karakterisasi Hasil karakterisasi serat dan ekstrak serat mesokarp kelapa sawit dapat dilihat pada Tabel 4.1 dan perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 9 halaman 84.

4.3 Hasil Pengujian Aktivitas Antioksidan

Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak serat mesokarp kelapa sawit dengan metode peredaman radikal DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) secaraspektrofotometri.

4.3.1 Hasil penentuan panjang gelombang serapan maksimum

  Pengukuran serapan maksimum larutan DPPH 40 ppm dalam metanol dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visibel. Data hasil pengukuranpanjang gelombang maksimum dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut ini.

4.3.2 Hasil analisis persen peredaman DPPH oleh sample uji

  Tabel 4.2 Hasil penurunan absorbansi dan persen peredaman DPPH oleh 10 80100 60 40 20 ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 4 8 12 2 15 % P er ed am an Konsentrasi ekstrak serat mesokarp kelapa sawit (ppm) Gambar 4.2 Hubungan konsentrasi dengan persen peredaman radikal bebas DPPH oleh ekstrak serat mesokarp kelapa sawit. Tabel 4.3 Persamaan regresi dan hasil analisis IC 50 yang diperoleh dari ekstrak serat mesokarp kelapa sawit Larutan Uji Persamaan regresi IC 50 (ppm) Ekstrak serat mesokarp kelapa sawit Y= 4,82 X + 8,19 8,67Berdasarkan Tabel 4.3 di atas, diketahui bahwa aktivitas antioksidan ekstrak serat mesokarp kelapa sawit termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai IC 50 sebesar 5,26 ppm.

4.4.1 Pemeriksaan homogenitas sediaan krim

  Hasil pengamatan homogenitas dari semua sediaan krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit dan blanko dapat dilihat pada Tabel 4.4 di Halaman 35 dangambarnya pada Lampiran 7 halaman 73. Tabel 4.4 Data pengamatan homogenitas sediaan krim Formula Lama Pengamatan (Minggu) 1 2 3 4 12 F1 - Keterangan: F: Formula, F1: blanko (tanpa ekstrak) dan krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit F2: 0,5%, F3: 1 %, F4: 2%, F5: 3%, F6:5%, √: ada butiran kasar, -: homogen Berdasarkan hasil pengamatan homogenitas krim pada Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa sediaan krim yang dibuat tidak terdapat butiran kasar padagelas objek, maka semua sediaan krim dikatakan homogen.

4.4.2 Pemeriksaan tipe emulsi sediaan krim

Hasil penentuan tipe emulsi sediaan krim dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan Lampiran 7 halaman 73. Tabel 4.5 Data kelarutan metil biru pada sediaan krim No Formula Kelarutan Biru Metil pada Sediaan Ya Tidak 1 F1 √ - 2 F2 √ - 3 F3 √ - 4 F4 √ - 5 F5 √ - 6 F6 √ - Keterangan: F: Formula, F1: blanko (tanpa ekstrak) dan krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit F2: 0,5%, F3: 1 %, F4: 2%, F5: 3%, F6:5%Hasil tipe emulsi sediaan krim pada tabel di atas, untuk semua sediaan krim menunjukkan warna biru metil dapat homogen atau tersebar merata di dalam krimsehingga dapat dibuktikan bahwa sediaan krim yang dibuat mempunyai tipe

4.4.3 Hasil pengukuran pH sediaan

  Tabel 4.6 di bawah ini,memperlihatkan bahwa semakin banyak konsentrasi ekstrak serat mesokarp kelapa sawit yang ditambahkan ke dalam sediaan krim maka pH semakinmenurun atau semakin asam. Hal ini dapat disebabkan karena banyaknya kandungan asam lemak yang terdapat di dalam ekstrak dan adanya air juga dapatmempengaruhi pH menjadi asam karena terjadi hidrolisa pada trigliserida dengan bantuan enzim lipase di dalam minyak tersebut (Silaban, dkk., 2013).

4.4.4 Pemeriksaan stabilitas sediaan krim

  Hasil organoleptis sediaan krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit yang dibuat dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak dan blanko memiliki perbedaankecerahan warna dari masing-masing sediaan, data organoleptis dapat dilihat pada Tabel 4.7 dan data hasil pengamatan stabilitas selama 90 hari dapat dilihat pada Tabel 4.8 di bawah ini. Gambar sediaan krim yang telah dibuat disimpan selama 90 hari di dalam suhu kamar dapat dilihat pada Lampiran6 halaman 70.

4.5 Hasil Viskositas Sediaan Krim

  Tabel 4.9memperlihatkan bahwa viskositas sediaan krim adalah menurun, hal tersebut merupakan sifat aliran tiksotropik yang merupakan suatu sifat yang diharapkandalam suatu sediaan farmasetika, yaitu mempunyai kosistensi yang tinggi dalam wadah namun dapat dituang dan tersebar dengan mudah, sehingga pola sifat aliranini dikehendaki untuk krim (Martin, dkk., 2009). 85 4 Pengkasaran kulit - - - - - - - - - - - -Keterangan: +: gatal, ++: Kemerahan, +++: pengkasaran kulit, -: Tidak terjadi 3 Kemerahan - - - - - - - - - - - - 2 Gatal - - - - - - - - - - - - 12 11 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 Tabel 4.10 Hasil uji iritasi terhadap kulit sukarelawan No Pernyataan Sukarelawan Hasil uji iritasi terhadap kulit sukarelawan yang dioleskan pada kulit yang tipis di bagian bawah lengan dibiarkan selama 24 jam.

4.6 Hasil Uji Iritasi Terhadap Kulit Sukarelawan

4.7 Hasil Pengujian Efektivitas Anti-aging Terhadap Sukarelawan

  Berdasarkan data pada Tabel 4.10 pada halaman 39, menunjukkan ternyata terlihat tidak ada efek samping berupa gatal, kemerahan dan pengkasaran padakulit yang ditimbulkan oleh sediaan krim yang dioleskan ke kulit. Pengukuran efektivitas anti-aging dimulaidengan mengukur kondisi awal kulit mata bagian lateral sukarelawan bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh krim ekstrak mesokarp kelapa sawit dalammemulihkan kulit yang mengalami penuaan dini.

4.7.1 Kadar air ( Moisture)

  Kadar Air (Moisture)l 35rma oN 30ir a 25r Blankoa da i 200,50%rasse kid 151%taeh Den 2% 10ers P 3% 55% 1 2 3 4 Minggu Gambar 4.3 Grafik hasil pengukuran kadar air (moisture) pada kulit mata bagian lateral sukarelawan kelompok blanko, krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 0,5; 1; 2; 3 dan 5% selama 4 minggu. Hasil analisa statistik dari data yang diperoleh pada Tabel 4.11 dan Gambar 4.3, sebelum perawatan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p ≥0,05) antara kelompok sediaan krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit dengan blanko.

4.7.2 Kehalusan (

  Hasil analisa statistik dari data yang telah diperoleh pada Tabel 4.12 dan Gambar 4.4, menunjukkan bahwa sebelum dan setelah perawatan di minggu ke-1 tidak terdapatperbedaan yang signifikan (p ≥ 0,05) antara kelompok sediaan krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit dengan blanko. Hasil pengukuran kehalusan kulit dapatdilihat pada Tabel 4.12 pada halaman 44 dan Gambar 4.4 pada halaman 45 berikut ini.

15 H

  Minggu ke-4 terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) antara krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 3 dan5% dengan 0,5; 1% dan blanko; dan krim 1 dan 2% dengan blanko. Krim yang memberikan efek terbesar dalam menghaluskan kulit terlihat mulai di minggu ke-2 adalah krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 5% (34,00menjadi 32,00); minggu ke-3 (34,00 menjadi 31,67); minggu ke-4 (34,00 menjadi28,67), krim yang memberikan efek terkecil terlihat di minggu ke-4 adalah krim2% (35,67 menjadi 30,33) dan krim 3% (35,00 menjadi 28,67).

4.7.3 Pori ( Pore)

  Gambar 4.5 dan Tabel 4.13 memperlihatkan bahwa sebelum perawatan terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) antara kelompok sediaan krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 5% dengan 0,5; 1; 2% dan blanko; dan krim3% dengan 0,5% dan blanko. Pori (Pore) 40 35 30ar esri BBlankoo 25 P0,50% 201% 15l 2%eci 10 K3% 55% 1 2 3 4 Minggu Gambar 4.5 Grafik hasil pengukuran pori (pore) pada kulit mata bagian lateral sukarelawan kelompok blanko, krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 0,5; 1; 2; 3 dan 5% selama 4 minggu.

4.7.4 Noda (

  Noda pada kulit mata bagian lateral sukarelawan diukur menggunakan perangkat skin analyzer lensa perbesaran 60x (polarizing lens) sensor jingga. Tabel 4.14 dan Gambar 4.6 memperlihatkan bahwa kondisi awal kulit mata bagian lateral semua kelompok sukarelawan memiliki beberapa noda di kulit (20 - 39).

10 S

  Minggu ke-3terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) terlihat pada krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 2; 3 dan 5% dengan krim 0,5% dan blanko; dan krim 1%dengan blanko. Minggu ke-4 terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) terlihat pada krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 3 dan 5% dengan krim0,5% dan blanko; krim 1 dan 2% dengan blanko.

4.7.5 Keriput ( Wrinkle)

  Keriput (Wrinkle)t u 30p erirk 25 BeBlanko 20iput r 0,50%e 15 Kiput er 1%rk 102%be k 5ida 3%T 5% 1 2 3 4 Minggu Gambar 4.7 Grafik hasil pengukuran banyaknya keriput (wrinkle) pada kulit mata bagian lateral sukarelawan kelompok blanko, krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 0,5; 1; 2; 3 dan 5% selama 4 minggu. Perawatan ≤ 0,05) terlihat pada krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 3 dan 5% dengan krim 0,5; 1; 2%dan blanko.

4.7.6 Kedalaman keriput (

  Kedalaman keriput ini merupakan lanjutan dari pengukuran ada atau tidak adanya keriput, dimana jika hasil pengukuran keriput menunjukkan adanyakeriput maka dapat diteruskan dengan mengukur beberapa kedalaman keriput tersebut. Hasil analisa statistik dari data yang telah diperoleh pada Tabel 4.16pada halaman 54 dan Gambar 4.8 pada halaman 55, menunjukkan bahwa sebelum perawatan terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) antara kelompok sediaan krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 5% dengan krim 1; 2% dan blanko.

35 Blanko

iput 30r 0,50%e 25n k 201%a m 152%la 10da 3%

5 K

  Minggu ke-3 terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) terlihat pada krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit 5% dengan krim 0,5; 1; 2; 3% dan blanko; krim 3% dengan krim 1;2% dan blanko; dan krim 0,5% dengan blanko. Minggu ke-4 terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) terlihat pada krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit5% dengan krim 0,5; 1; 2; 3% dan blanko; dan krim 3% dengan krim 0,5; 1; 2% dan blanko.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Ekstrak serat mesokarp kelapa sawit memiliki nilai IC 50 8,67 ppm dan dapat diformulasikan ke dalam sediaan krim yang homogen dengan tipe emulsi minyak dalam air, pH 5,5 - 6,3, tidak menimbulkan iritasi kulit dan stabildalam penyimpanan selama 90 hari dalam suhu kamar. Hasil analisa statistik krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit dengan blanko memiliki perbedaan yang signifikan (p≤ 0,05), dimana krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit mampu memberikan efek sebagai anti-agingdengan kadar air kulit yang meningkat, kulit semakin halus, pori-pori kulit mengecil dan noda, keriput dan kedalaman keriput berkurang.

5.2 Saran

Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat membandingkan efektivitas anti-aging krim ekstrak serat mesokarp kelapa sawit dengan krim anti- aging yang mengandung konsentrat β-karoten, vitamin E dan vitamin C.

DAFTAR PUSTAKA

MASY BIODIV INDON. 1(2): 171-176

  Gambar proses penghasilan serat mesokarp kelapa sawit A B C D E F GKeterangan: A: Buah kelapa sawit yang akan direbus, B: Alat perebus, C: Alat pengempa buah kelapa sawit, D: Proses penyaringan minyak mentah, E: Tanki minyak mentah, F: Serat mesokarp kelapa sawit dalam mesin, G: serat mesokarp kelapa sawit setelah pengeringan Lampiran 4. Perhitungan kadar karotenoid di dalam ekstrak serat mesokarp kelapa sawit Kode sampel Berat sampel WL 446 nm ppm KarotenELSMKS 0,0445 g 0,04456 3835 Keterangan : ELSMKS = ekstrak limbah serat mesokarp kelapa sawitRumus: Total karotenoid (ppm) = B BM AbsV × × Keterangan: V = Volume pengenceranAbs = AbsorbansiBM = Berat molekul (karoten 383)B = Berat sampel yang ditimbang Total karotenoid ESMKS (ppm) = 0445 , , 383 0445610 × × = 0445 , 170 6648 , = ppm 3835 Lampiran 10.

a. Kadar air ( Moisture) ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig

  (Lanjutan) MingguIPEMULIHAN Subset for alpha = 0.05 a N 1 2 Tukey HSD Krim Blanko 3 28,33 Krim 0,5%3 30,00 30,00 Krim 1%3 30,00 30,00 Krim 2%3 30,67 Krim 3%3 30,67 Krim 5%3 31,33 Sig. MingguIIIPEMULIHAN Subset for alpha = 0.05 a N 1 2 3 Tukey HSD Krim Blanko 3 30,33 Krim 0,5%3 31,00 31,00 Krim 1%3 32,00 32,00 32,00 Krim 3%3 32,00 32,00 32,00 Krim 2%3 32,33 32,33 Krim 5%3 33,00 Sig.

b. Kehalusan ( Evenness) ANOVA

  MingguIPEMULIHAN N Subset for alpha = 0.05 1 Tukey HSD a Krim 5% 3 33,67 Krim 3%3 33,67 Krim 2%3 34,67 Krim 1%3 35,33 Krim 0,5%3 35,00 Krim Blanko3 35,67 Sig. 3 Tukey HSD a Krim 5% 3 32,00 Krim 3%3 32,67 32,67 Krim 2%3 33,67 33,67 33,67 Krim 0,5%3 34,67 34,67 34,67 Krim 1%3 35,00 35,00 Krim Blanko3 35,33 Sig.

c. Pori ( Pore) ANOVA

  MingguIPEMULIHAN Subset for alpha = 0.05 a N 1 2 3 Tukey HSD Krim 5% 3 22,67 Krim 3%3 29,00 Krim 2%3 30,67 Krim 1%3 32,67 32,67 Krim Blanko3 34,67 Krim 0,5%3 34,67 Sig. (Lanjutan) MingguIIPEMULIHAN N 3 Tukey HSD a Krim 5% 3 19,33 Krim 3%3 25,67 Krim 1%3 29,67 29,67 Krim 2%3 30,33 Krim 0,5%3 31,33 Krim Blanko3 33,00 Sig.

d. Noda ( Spot) ANOVA

  MingguIPEMULIHAN N Subset for alpha = 0.05 1 2 Tukey HSD a Krim 2% 3 25,00 Krim 5%3 25,00 Krim 3%3 25,33 25,33 Krim 1%3 25,67 25,67 Krim 0,5%3 27,33 27,33 Krim Blanko3 28,67 Sig. MingguI PEMULIHAN Subset for alpha = 0.05 N 1 Krim 5% 3 25,33 Krim 3%3 26,00 Krim 2%3 27,67 a Krim 1% 3 27,67 Tukey HSD Krim 0,5% 3 28,00 Krim Blanko3 28,00 Sig.

f. Kedalaman keriput ( Wrinkle’s Depth) ANOVA

  MingguIPEMULIHAN Subset for alpha = 0.05 a N 1 2 Tukey HSD Krim 5% 3 37,67 Krim 3%3 41,33 Krim 0,5%3 41,67 Krim 1%3 44,00 Krim Blanko3 44,33 Krim 2%3 44,67 Sig. 3 Subset for alpha = 0.05 2 1 Subset for alpha = 0.05 MingguIIIPEMULIHAN N Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Dari Sediaan Hand Cream Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis L.)
18
183
134
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
9
101
121
Uji Efektivitas Anti-Aging dari Krim Ekstrak Bunga Brokoli (Brassica oleracea L var. Italica Plenck) pada Marmut
19
97
106
Efek Ekstrak Kulit Manggis(Garcinia mangostana L.) Sebagai Anti-Aging Dalam Sediaan Krim
5
63
162
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Kelopak Bunga Rosella {Hibiscus sabdariffa L.)
12
143
140
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Buah Rimbang (Solanum torvum Sw.) Sebagai Anti-Aging
14
136
119
Uji Aktivitas Antioksidan Minyak Serat Mesokarp Buah Kalapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq)
21
145
41
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim Mengandung Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L)
27
125
96
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim yang Mengandung Minyak Alpukat (Avocado oil)
14
92
106
Formulasi Gel Dari Ekstrak Bunga Kamboja (Plumeria alba) dan Uji Efektivitas Sebagai Anti-Aging
15
120
97
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Krim Anti-Aging Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia magostana L.) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenil-2-Picril Hidrazil).
7
44
93
Formulasi Ekstrak Propolis Dalam Sediaan Gel Sebagai Anti-Aging
0
1
16
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
41
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
2
5
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
15
Show more