Feedback

Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Stres Kerja Pada Wanita Bekerja

Informasi dokumen
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DENGAN STRES KERJA PADA WANITA BEKERJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Psikologi Oleh: MUCHTI YUDA PRATAMA 041301025 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Universitas Sumatera Utara SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DENGAN STRES KERJA PADA WANITA BEKERJA Dipersiapkan dan disusun oleh : MUCHTI YUDA PRATAMA 041301025 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal ___________________ Mengesahkan, Dekan Fakultas Psikologi Prof. dr. Chairul Yoel, Sp.A(K) NIP. 140 080 762 Dewan Penguji 1. Dra. Gustiarti Leila, M.Psi, M.Kes, psikolog NIP. 132 255 306 2. Ferry Novliadi, M.Si. Penguji I ____________ merangkap pembimbing Penguji II ____________ Penguji III ____________ NIP. 132 316 960 3. Eka Danta Jaya Ginting, M.A, psikolog NIP. 132 315 377 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul: Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Stres Kerja Pada Wanita Bekerja adalah hasil karya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun. Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah. Apabila di kemudian hari ditemukan adanya kecurangan di dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi pancabutan gelar akademik yang saya sandang dan sanksi-sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku Medan, Maret 2010 MUCHTI YUDA PRATAMA NIM: 041301025 Universitas Sumatera Utara Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Stres Kerja Pada Wanita Bekerja Muchti Yuda Pratama dan Gustiarti Leila ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan mengetahui hubungan konflik peran ganda dengan stres kerja pada wanita bekerja. Berdasarkan fenomena yang ada, bahwa jumlah wanita berperan ganda yang meningkat dari tahun ke tahun dan tidak jarang peran ganda itu sendiri banyak menimbulkan permasalahan bagi wanita yang menjalaninya. Secara konseptual Konflik peran ganda adalah salah satu bentuk konflik antar peran yang diakibatkan peran dalam pekerjaan dan keluarga saling tidak cocok satu sama lain. Subjek penelitian ini berjumlah 86 orang wanita dewasa dini, berusia 20 sampai 40 tahun, sudah menikah dan memiliki pekerjaan di luar rumah, memiliki anak minimal 1, dan memiliki suami. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan incidental sampling. Tehnik pengolahan data menggunakan pearson product moment untuk melihat hubungan antara konflik peran ganda (independent variable) dengan stres kerja (dependent variable) pada wanita bekerja. Alat ukur yang digunakan adalah skala konflik peran ganda yang disusun sendiri oleh peneliti dengan dimensi-dimensi konflik peran ganda. Skala tingkat stres kerja dengan gejala-gejala stres kerja yang dikemukakan oleh Rice (1992). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dengan nilai korelasi (rxy) rxy = 0.344 dengan p = 0.000 dimana p < 0,05, yang artinya semakin tinggi nilai konflik peran gandanya maka semakin tinggi tingkat konflik peran ganda pada wanita bekerja, sebaliknya semakin rendah konflik peran gandanya maka semakin rendah tingkat stres kerja pada wanita bekerja. Kontribusi konflik peran ganda dengan stres kerja pada wanita bekerja adalah sebesar 12 %. hal ini terlihat dari nilai r square yang diperoleh dari hubungan antara konflik peran ganda sebesar 0,12. Kata Kunci: konflik peran ganda, stres kerja, wanita bekerja Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. Tulisan kecil ini adalah skripsi yang diajukan untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Pembuatan skripsi ini merupakan pengalaman pertama penulis, sehingga penulis mohon maaf jika sekiranya dalam skripsi ini terdapat kejanggalan-kejanggalan, baik isi maupun cara penulisannya, yang masih banyak terdapat kesalahan. Alhamdulillah. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah S.W.T karena berkat rahmat, hidayah dan anugerah yang diberikanNya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Stres Kerja Pada Wanita Bekerja” ini. Penulis juga bersyukur kepada Allah SWT berkat rahmat, hidayah, anugerah, kesehatan dan rezeki yang telah diberikanNya kepada kedua orangtua penulis, karena berkat itu semua kedua orangtua penulis tetap bisa berdoa, memberikan semangat, motivasi, dan dukungan materil kepada penulis, oleh karena itu penulis sangat berterima kasih kepada kedua orangtua penulis yang tidak pernah menyerah dalam hal apapun demi kehidupan penulis dari dalam kandungan sampai sekarang, tanpa mereka berdua penulis tidak akan bisa seperti sekarang ini. Selama proses penulisan skripsi ini, tidak sedikit tantangan serta suka dan duka yang dilalui oleh penulis, terlepas dari itu maka penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: Universitas Sumatera Utara 1. Bapak Prof. Dr. Chairul Yoel, Sp. A(K) selaku Dekan Fakultas Psikologi USU. 2. Ibu Dra. Gustiarti Leila, M.Psi, M.Kes, psikolog selaku dosen pembimbing dalam penelitian ini. Terima kasih ya ibu atas waktu yang ibu berikan, terima kasih atas arahannya, petunjuk dalam penyusunan, dan kesabarannya dalam membimbing saya dalam satu tahun terakhir ini. 3. Bapak Ferry Novliadi, M.Si dan Bapak Eka Danta Jaya Ginting, M.A. psikolog yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi dosen penguji skripsi ini. Terima kasih atas perhatiannya, masukannya, dan bimbingannya. 4. Ibu Prof. Dr. Irmawati, M.Si, psikolog (Pembantu Dekan I) dan Ibu Lili Garliah, M.Si, psikolog (Pembantu Dekan II) yang telah memberikan masukan dan arahan kepada saya pada saat-saat terkahir akan maju sidang. Terima kasih ya bu, diskusi kita di penghujung hari yang singkat tapi sangat bermanfaat, terima kasih juga atas motivasi dan dukungan yang ibu berikan kepada saya. 5. Ibu Rodiatul Hasanah, M.Si, psikolog selaku dosen pembimbing akademis penulis. Terima kasih ya bu atas bimbingan yang ibu berikan selama ini, dan terima kasih juga atas kepercayaan yang ibu berikan kepada saya. 6. Ibu Filia Dina (trima kasih bu atas motivasi yang ibu berikan), Ibu Lita, Ibu Rika, Ibu Yossi, Kak Cherly, dan Seluruh staf pengajar Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara yang tidak bisa disebutkan satu persatu, yang telah membekali penulis dengan berbagai disiplin ilmu. Khusus buat Kak Lisa, Kak Juli, dan Kak Ridoy, maaf kalau becanda kita selama ini berlebihan. Universitas Sumatera Utara 7. Pak Iskandar dan Pak Aswan (trima kasih pak atas motivasi, canda, dan tawa dari bapak), Pak Anto, Ibu Titi, Kak Sari, Kak Devi, dan Kak Ari yang telah banyak membantu saya dalam memberikan bantuan administrasi. 8. Seluruh pegawai Psikologi USU yang telah mengurus segala administrasi setiap semester. 9. Buat abang Khairul dan kak Dyah serta kakak-kakakku: kak Ita dan bang Herman, kak Rosimah dan bang Husin, kak Yani (trima kasih uga atas pengorbanan waktunya dalam penyebaran skala di TSI) dan as Doni, dan yang terakhir buat adikku Ilmi yang juga telah emberikan motivasi dalam penulisan skripsi ini. Semoga kita tetap isa sama-sama terus dan bisa berbagi di istana ceria yang kita cintai. egalanya sangat berarti dalam menjalani hidup dengan kalian, terima asih atas pelajaran-pelajaran kehidupan yang telah kalian berikan. 13. Debby Oktaria, telah menjadi inspirasi dalam penulisan skripsi ini. Terima kasih atas waktu dan kebersamaan kita selama ini, terima kasih atas motivasinya, terima kasih sudah membangkitkan motivasi penulis saat sedang berada dalam keterpurukan, you are the best. Semoga ini bisa jadi kado terindah di hari ulang tahunmu, and finally pertanyaan ”kapannya” terjawab juga. 14. Sahabat lamaku Indra, Mila dan Kristo yang rajin menanyakan ”kapan selesai?”, semoga kita akan menjadi orang sukses seperti yang kita citacitakan dari dulu. Universitas Sumatera Utara 16. Sahabat di tim Labsosku: Sugi dan Nina (semoga kalian cepat menyusul), Dewi (semoga jadi ibu Bhayangkara yang baik), Yola (jalan hidupmu ada di tanganmu), Reni (semoga jadi PNS yang baik dan loyal), untuk semuanya: semoga kebersamaan kita sampai anak cucu. Teman seperjuangan PIO: mas Yuda, Kakas (sabar ya), Onya, Hadi, Carles dkk. Johan, Kris, Indy, Ikun (trima kasih kebersamaan, canda dan tawa kita selama ini), Bima, Hendra, Rayez, Fani, dan seluruh rekan sebaya di angkatan 2004 yang yang telah memberikan kisah klasik selama berada di Psikologi USU. 17. Fahmi (semoga segera mendapatkan penggantinya), Bang Ronal (ma kasih untuk ngeprint dan internetnya), Bang Ahmad (semoga terus sukses di BTPN), Bang Hamdi (ma kasih atas ilmu yang abang berikan selama ini), terima kasih atas kebersamaan, kekeluargaan, dan tumpangan dalam mengerjakan penelitian. 18. Senior-seniorku di Psikologi, Bang Iseq, Bang Ichsan, Bang Boy, Bang Zizou, Kak Rizka, Bang Prant, Kak Ririn, Kak Nina, Bang Indra dan semua yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah memberikan pelajaran hidup di Psikologi. Buat Junior-Juniorku, Hario, Mitha, Yeni, Stevi, Fahmi, Toni, Uon, Andre, Uje, Geo, Hanan, sarah dan yang lainnya, terima kasih atas bantuan dan dukungannya. 19. Semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis yang tidak tersebutkan, penulis ucapkan terima kasih sebesarbesarnya telah membantu penulis dalam menyelesaikan skiripsi ini.Tanpa bantuan mereka semua mungkin skripsi ini tidak akan pernah selesai dan semoga Universitas Sumatera Utara pengorbanan dan jasa baik yang diberikan kepada penulis mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan skripsi ini, semua itu adalah kesalahan dan kekhilafan dari penulis. Semoga, skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, amiinn. Medan, Maret 2010 Muchti Yuda Pratama Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN . ii LEMBAR PERNYATAAN . iii ABSTRAK . iv ABSTRAK . v KATA PENGANTAR . vi DAFTAR ISI . xii DAFTAR TABEL DAN GRAFIK . xiv DAFTAR LAMPIRAN . xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Rumusan Masalah . 6 C. Tujuan Penelitian . 7 D. Manfaat Penelitian . 7 E. Sistematika Penulisan . 8 BAB II LANDASAN TEORI A. Komitmen Karyawan . 10 1. Definisi Komitmen Karyawan terhadap Organisasi . 10 2. Aspek Komitmen . 12 3. Faktor yang Mempengaruhi Komitmen . 14 4. Menciptakan Komitmen . 17 B. Persepsi terhadap Kualitas kehidupan bekerja . 19 Universitas Sumatera Utara 1. Persepsi . 19 2. Kualitas Kehidupan Bekerja . 20 3. Definisi Persepsi terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja . 21 4. Kriteria Kualitas Kehidupan Bekerja . 21 C. PT Tirta Investama (AQUA Group) . 23 D. Hubungan Kualitas Kehidupan Bekerja dengan Komitmen Karyawan terhadap Organisasi . 25 D. Hipotesa Penelitian . 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian . 31 B. Definisi Operasional Variabel Penelitian . 31 1. Komitmen Karyawan Terhadap Organisasi . 31 2. Persepsi terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja . 32 C. Populasi, Sampel, dan Metode pengambilan Sampel . 33 1. Populasi dan Sampel . 33 2. Metode pengambilan Sampel . 34 3. Jumlah Sampel Penelitian . 34 D. Metode dan Alat pengumpulan data . 35 1. Metode skala . 35 2. Skala Komitmen Karyawan terhadap Organisasi. 36 3. Skala Persepsi terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja . 37 4. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur . 39 a. Uji Validitas . 39 Universitas Sumatera Utara b. Uji Reliabilitas . 39 c. Hasil Uji Coba . 40 E. Prosedur pelaksanaan penelitian . 43 1. Tahap Persiapan Penelitian . 44 2. Tahap Pelaksanan . 46 3. Tahap Pengolahan Data . 47 F. Metode Analisis Data . 47 BAB IV ANALISA DAN INTERPRETASI DATA A. Gambaran Umum Subjek Penelitian . 49 1. Penggolongan Subjek Berdasarkan Usia . . 49 2. Penggolongan Subjek Berdasarkan Pendidikan Terakhir . 50 3. Penggolongan Subjek Berdasarkan Pekerjaan. . 50 4. Penggolongan Subjek Berdasarkan Masa Kerja. 51 5. Penggolongan Subjek Berdasarkan Jumlah Anak . 52 6. Penggolongan Subjek Berdasarkan Usia Anak Terkecil . 52 B. Hasil Penelitian . 52 1. Hasil Uji Asumsi Penelitian . 52 2. Hasil Utama Penelitian . 56 3. Hasil Tambahan Penelitian . 61 C. Pembahasan. 64 BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN A. KESIMPULAN . 69 B. SARAN . 70 Universitas Sumatera Utara 1. Saran Praktis . 70 2.Saran Metodologis . 71 DAFTAR PUSTAKA . 72 LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL DAN GRAFIK Halaman Tabel 1: Distribusi Aitem-aitem Skala Konflik Peran Ganda Sebelum Uji Coba .37 Tabel 2: Distribusi Aitem-aitem Skala Stres Kerja Sebelum Uji Coba. 38 Tabel 3: Distribusi Aitem-aitem Skala Konflik Peran Ganda Setelah Uji Coba 41 Tabel 4: Distribusi Aitem-aitem Skala Konflik Peran Ganda Setelah Uji Coba Untuk Penelitian. 41 Tabel 5: Distribusi Aitem-aitem Skala Stres Kerja Setelah Uji Coba . 42 Tabel 6: Distribusi Aitem-aitem Skala Stres Kerja Setelah Uji Coba untuk Penelitian. 43 Tabel 7: Penyebaran Subjek Berdasarkan Usia. 49 Tabel 8: Penyebaran Subjek Berdasarkan PendidikanTerakhir. 50 Tabel 9: Penyebaran Subjek Berdasarkan Masa Kerja. 51 Tabel 10: Penyebaran Subjek Berdasarkan Usia. 51 Tabel 11: Hasil Uji Normalitas. 53 Tabel 12: Hasil Uji Linearitas Hubungan. 54 Tabel 13: Korelasi antara Kualitas Kehidupan Bekerja dengan Komitmen Karyawan terhadap Organisasi. 56 Tabel 14: Perbandingan Mean Hipotetik dengan Mean Empirik Komitmen Karyawan terhadap hidup saat ini, Universitas Sumatera Utara 3. Kepuasan hidup di masa lalu, 4. Kepuasan terhadap kehidupan di masa depan, 5. Penilaian orang lain terhadap kehidupan seseorang. Kelima aspek diatas terangkum dalam 5 item pernyataan dalam satisfaction with life scale oleh Diener et al. (1985) yang menggambarkan penilaian individu terhadap kehidupannya, antara lain: 1. In most ways my life is close to my ideal. 2. The conditions of my life are excellent. 3. I am satisfied with my life. 4. So far I have gotten the important things I want inlife. 5. If I could live my life over, I would change almost nothing Selanjutnya, dalam penelitian kelima pernyataan diatas mengalami proses penerjemahan kedalam bahasa Indonesia dan mengalami pengembangan konteks dalam dua area (pekerjaan dan keluarga). Semakin tinggi skor total yang diperoleh subjek dalam skala life satisfaction menunjukkan semakin baik dan memuaskan penilaian yang diberikan subjek maka semakin tinggi pula tingkat life satisfaction subjek. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah skor total yang diperoleh subjek semakin buruk dan kurang memuaskan penilaian yang diberikan subjek maka semakin rendah tingkat life satisfaction subjek. 2. Konflik Peran Ganda Konflik peran ganda pada wanita bekerja adalah suatu situasi ketegangan Universitas Sumatera Utara atau kesulitan dimana tuntutan dari beberapa peran yaitu peran sebagai pekerja, peran sebagai istri dan peran sebagai ibu yang melekat pada wanita dewasa dini yang sudah menikah dan memiliki anak serta terikat dalam aktivitas fisik maupun mental untuk mendapatkan kepuasan atau upah selama 8 jam kerja/hari muncul secara bersamaan dan saling bertentangan dalam hal pemenuhannya. Konflik peran ganda diukur dengan skala konflik peran ganda yang disusun peneliti berdasarkan dimensi konflik peran ganda menurut Beutell dan Greenhaus dan Gutek et al. (dalam Schabracq et al., 2003 dan Greenhaus & Beutell, 1985) antara lain: time-based conflict, strain based conflict dan behavior based conflict. Semakin tinggi skor total yang diperoleh subjek dalam skala konflik peran ganda menunjukkan semakin tinggi pula tingkat konflik peran ganda yang dialami subjek. Dan begitu pula sebaliknya semakin rendah skor total yang diperoleh subjek semakin rendah tingkat konflik peran ganda yang dialami subjek. C. POPULASI DAN METODE PENGAMBILAN SAMPEL 1. Populasi Sampling adalah proses menetapkan dan memperoleh partisipan penelitian yang dilakukan dengan tiga langkah yaitu (1) menetapkan target populasi; (2) memilih prosedur/teknik sampling dan (3) menentukan ukuran sampel (Barker Pistrang & Elliott, 2002). Dalam penelitian sosial, populasi didefinisikan sebagai kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian. Kelompok subjek ini harus Universitas Sumatera Utara memiliki kesamaan ciri-ciri atau karakteristik-karakteristik sama yang dapat membedakannya dengan kelompok subjek yang lain (Azwar, 2007). Dalam penelitian ini, yang menjadi target populasi adalah wanita bekerja di kota Medan. 2. Metode Pengambilan Sampel Dalam setiap penelitian, populasi terdiri dari terlalu banyak individu untuk diteliti secara individual oleh peneliti. Oleh karena pertimbangan keterbatasan peneliti untuk menjangkau keseluruhan populasi, maka peneliti melaksanakan penelitian dengan menggunakan sampel. Sampel adalah sejumlah target responden yang dipilih dari populasi yang lebih besar demi mencapai tujuan penelitian (Singh, 2007). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling. Dalam nonprobability sampling seluruh populasi tidak diketahui secara lengkap, peluang individu untuk dipilih menjadi sampel tidak diketahui, tidak ada proses seleksi acak dan teknik sampling ini bergantung pada faktor kemudahan atau pengetahuan awam (Singh, 2007). Metode nonprobability sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah incidental. Incidental sampling atau convenience sampling merupakan teknik memilih subjek yang mudah ditemui oleh peneliti hingga jumlah sampel terpenuhi (Cohen, Manion & Morrison, 2000). Pada teknik ini tidak semua individu dalam populasi diberi peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel, tetapi hanya kemudahan dijumpainya sampel yang disesuaikan dengan karakteristik tertentu (Hadi, 2000). Universitas Sumatera Utara Kelemahan dari metode convenience sampling ini adalah sampel yang tidak representatif sehingga tidak dapat digeneralisasikan kepada populasi yang lebih luas (Cohen et al., 2000). Kelemahan ini dapat diatasi dengan menggunakan asumsi peneliti bahwa populasinya relatif sangat homogen (Hadi, 2000). Sementara itu, keuntungan dari penggunaan metode convenience sampling adalah menghemat waktu dan biaya (Cohen et al., 2000). Setelah menentukan target populasi dan teknik sampling yang digunakan, langkah berikutnya adalah menentukan ukuran sampel. Arikunto (2005) mengatakan bahwa penelitian korelasional tidak menuntut subjek penelitian yang terlalu banyak. Ary (dalam Arikunto, 2005) mengatakan bahwa 50 hingga 100 subjek penelitian sudah dapat dianggap cukup. Adapun karakteristik sampel dalam penelitian ini adalah: 1. Wanita berusia 25 – 40 tahun Hal ini merujuk pada batasan usia dini menurut Hurlock (1980) yaitu usia 20 – 40 tahun. Selain itu, batasan usia ini juga merujuk pada usia yang disarankan untuk melaksanakan suatu pernikahan menurut Walgito (2006) yaitu usia 23 – 24 tahun bagi wanita. Super (dalam Weiten & Llyod, 2006) mengatakan bahwa pada usia 25 – 44 tahun individu juga sudah mulai memasuki pekerjaan yang permanen. 2. Menikah dan memiliki anak Dalam keluarga berpenghasilan ganda, wanita dilaporkan memikul tanggung jawab dan beban yang lebih besar dalam hal perawatan anak dan pekerjaan rumah tangga (Bond et al. dalam Weiten & Llyod, 2006). Hal ini juga merujuk pada pernyataan Glenn (dalam Diener, 2009) bahwa meskipun wanita yang menikah Universitas Sumatera Utara mungkin dilaporkan mengalami gejala stres yang lebih besar daripada wanita yang tidak menikah, mereka juga dilaporkan memiliki life satisfaction yang lebih tinggi. 3. Bekerja full time Dari hasil penelitian Moen dan Mc Cain (dalam Hastuti, 2008) yang dilakukan pada istri yang bekerja diketahui bahwa istri yang bekerja full time ingin mempersingkat jam kerjanya untuk mengurangi ketegangan akibat konflik peran antara peran pekerjaan dan keluarga dibandingkan wanita yang bekerja part time. 4. Telah bekerja secara kontinue selama minimal 1 tahun Hal ini dimaksudkan agar subjek penelitian telah memahami hak dan kewajibannya sebagai pekerja dan sudah memiliki komitmen terhadap pekerjaannya. 5. Berdomisili di kota Medan Hal ini dimaksudkan agar peneliti lebih mudah mendapatkan subjek penelitian. 6. Pendidikan minimal SLTA sederajat. Hal ini mengacu pada asumsi bahwa individu SLTA sederajat sudah memiliki pekerjaan yang tetap dan full time dan dapat memahami skala yang diberikan. D. INSTRUMEN ATAU ALAT UKUR PENELITIAN Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode self-report inventory. Barker et al. (2002) mengartikan self-report methods sebagai suatu metode yang menanyakan informasi secara langsung kepada individu baik dalam bentuk kuesioner, wawancara dan rating scale. Universitas Sumatera Utara Barker et al. juga menyebutkan keuntungan dan kerugian dari penggunaan metode self-report ini. Adapun keuntungan dari metode self report adalah peneliti memperoleh pandangan responden secara langsung. Selain itu, metode self-report berguna untuk mendapatkan informasi dalam situasi dimana data observasi tidak tersedia. Sementara itu, kelemahan metode self-report berkaitan dengan masalah validitas. Data yang diperoleh bersifat pribadi dan istimewa; oleh karena itu data menunjukkan hubungan yang mungkin berbeda dari realita menurut patokan orang lain dan peneliti. Selain itu, individu tidak selalu berkata jujur, mereka mungkin saja berbohong terhadap diri mereka sendiri ataupun terhadap peneliti sehingga partisipan penelitian mungkin tidak mampu menyediakan detail atau penggunaan konsep yang ingin diteliti. Hal ini disebut juga dengan social desirability yaitu kecenderungan subjek untuk memberikan jawaban “fake good” (Landrigde, 2004). Bentuk dari metode self-report yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertulis atau rating scale. Kelebihan dari penggunaan kuesioner antara lain adalah hemat biaya, mudah diadministrasikan dan mudah diinterpretasikan. Selain kelebihan, kuesioner juga memiliki kekurangan yaitu penggunaan kalimat yang bebas konteks dan penjumlahan perilaku, pikiran dan keadaan afektif dalam suatu skor umum. Dengan menggunakan rating scale responden akan memberikan nilai numerikal pada beberapa tipe penilaian (Barker et al., 2002). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini antara lain skala life satisfaction dan skala konflik peran ganda. Universitas Sumatera Utara 1. Skala Life Satisfaction Skala life satisfaction disusun oleh peneliti dengan hubungan yang langsung. Hal ini mungkin juga disebabkan oleh banyak faktor lain yang mempengaruhi tingkat konflik peran xc Universitas Sumatera Utara ganda seperti time pressure, family size dan support, kepuasan kerja, marital and life satisfaction, dan size of firm. Konflik peran ganda ditinjau dari jenis pekerjaan, melalui analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan tingkat konflik peran ganda ditinjau dari jenis pekerjaan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Stoner et al. (1990). Kepuasan bekerja dan time pressure mempengaruhi tingkat konflik peran ganda seseorang. Jenis pekerjaan tertentu memiliki time pressure yang berbeda-beda, dan juga menghasilkan kepuasan kerja yang berbeda pula. Tingkat konflik peran ganda ditinjau dari jumlah pegawai di tempat bekerja, melalui analisis statistik ternyata ada perbedaan tingkat konflik peran ganda ditinjau dari jumlah pegawai di tempat bekerja. Hal ini sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Stoner et al. (1990) bahwa mungkin ada keterkaitan antara jumlah pegawai dalam perusahaan dengan tingkat konflik peran ganda. Berdasarkan hasil penelitian seseorang yang bekerja sendiri memiliki tingkat konflik peran ganda paling tinggi, diikuti kelompok kedua dengan jumlah pegawai di tempat bekerja sebanyak 2 sampai dengan 50, dan kelompok ketiga jumlah pegawai di tempat bekerja sebanyak lebih dari 50. Hal ini berarti semakin banyak jumlah pegawai di tempat bekerja semakin sedikit tingkat konflik peran ganda. Hal ini mungkin berhubungan dengan pembagian pekerjaan. Seseorang yang bekerja sendiri, mengatur sendiri seluruh bisnis dan pekerjaannya (“Business Organization”, 2007). Mereka mengelola bisnis seperti ini dengan modal pribadi dan biasanya berbasis segari-hari. Perusahaan besar memiliki modal, xci Universitas Sumatera Utara kekayaan dan kekuasaan, yang dibagi berdasarkan berapa banyak anggotanya. Hal ini menjadikan lebih mudah dalam mengelolanya. V.C. Saran V.C.1. Untuk Pengembangan Penelitian Berdasarkan hasil penelitian ini, bagi pihak-pihak yang berminat dengan penelitian sejenis atau untuk mengembangkan penelitian lebih jauh, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut : a. Melihat lebih jauh seberapa besar pengaruh self efficacy bekerja dan keluarga terhadap tingkat konflik peran ganda pada wanita dewasa dini. b. Melihat lebih lanjut bagaimana dinamika self efficacy bekerja dan keluarga dengan tingkat konflik peran ganda secara lebih mendalam dengan menggunakan metoda kualitatif yaitu observasi dan wawancara, sehingga aspek yang tidak tergali dapat terungkap lebih mendalam. c. Untuk lebih memperkaya penelitian dengan tema serupa sebaiknya penelitian yang selanjutnya meneliti faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi. d. Penelitian selanjutnya dipandang perlu untuk memperhatikan proporsi jumlah subjek baik dalam usia, pekerjaan, penghasilan, dan jumlah keluarga (anak), jumlah pegawai di tempat kerja. e. Bila penelitian dilakukan dengan tema dan analisa yang sama, laksanakan survei dengan teliti agar mendapat gambaran awal tentang pelaksanaan penelitian. xcii Universitas Sumatera Utara V.C.2. Untuk Wanita Dewasa Dini yang Berperan Ganda Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita dewasa dini yang memiliki self efficacy bekerja dan keluarga yang tinggi menunjukkan tingkat konflik peran ganda yang rendah. Hal ini harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan terus optimis dengan kemampuan diri sendiri untuk bisa mengatasi situasi-situasi yang bisa menimbulkan konflik antar peran yang sering terjadi di kalangan wanita berperan ganda. xciii Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Anita, Ade. (2005). Mengapa Allah Memberi Solusi Sesuatu Yg Dia Benci. dalam http://www.kafemuslimah.com/article_detail.php?id=860( Tanggal akses: 11 Desember 2007) Azwar, S. (2003), Realibilitas dan validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. ________ (2005). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Bandura, Albert. (1997). Self efficacy: The exercise of control. New York: W. H. Freeman & Company. Biru. (2007). Sesungguhnya pada setiap kesulitan terdapat kemudahan. dalam http://bluishy.blogspot.com/2005/03html (Tanggal akses: 11 Desember 2007) Business Organization. ( 2007). Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica 2007 Ultimate Reference Suite. Chicago: Encyclopædia Britannica. Dayakisni, Tri & Yuniardi, Salis. 2004. Psikologi Lintas Budaya. Malang: UMM Press. David, Herst. (2003). Cross-cultural measurement invariance of work/family conflict scales across english-speaking samples. Dissertation of University of South Florida. ”Delapan dari 100 Keluarga Bubrah”(2007). dalam http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=1&id=178590& kat_id=105&kat_id1=151&kat_id2=192 (Tanggal akses: 11 Desember 2007) Erdwins, C.J., Buffardi, L.C., Casper, W.J., O’Brien, A.S., (2001). The relationship of women’s role strain to social support, role satisfaction, and self-efficacy. Family Relations, 50 (3), 230-239. Egelman, Wiliam. (2004). Understanding families. New York: Pearson Education. Feist, J. & Feist J. J. (2002). Theories of personality. Boston: McGraw-Hill. Greenhaus, J.H. & Beutell, N.J. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10 (1), 76-88. xciv Universitas Sumatera Utara Gunarsa & Gunarsa (2000). Psikologi praktis: Anak, remaja dan keluarga. Jakarta: Gunung Mulia Hadi, S. (2000). Metodology research. Yogyakarta: Andi. Hastomo,(2007). Lingkungan, keluarga dan perkebangan anak. dalam http://www.uny.ac.id/akademik/sharefile/files/222.124.21.201_1403200765 453_Tugas_P_Gun.ppt. (Tanggal akses: 11 Desember 2007) Hardyastuti, Suhatmini. (2001). Pengurangan Konflik Peran Kerja dan Peran Keluarga: Siapa Pelakunya?. dalam http://www.cpps.or.id/seminar /S298.pdf.( Tanggal akses: 27 April 2006) Hennessy, K. D. (2005). Work-family conflict self-efficacy: A scale validation study. dalam https://drum.umd.edu/dspace/bitstream/1903/2526/1/umi-umd2410.pdf.(jurnal on-line 17/04/2007) Hurlock, E.B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang kehidupan (edisi ke-5). Jakarta: Penerbit Erlangga. Hogg, MA., Vaughan, GM., (2002). Social Psychology. Harlow: Prentice Hall. Karyatie, Deffie. (2006). Problematika Wanita Pekerja. dalam (http://images.multiply.com/multiply/style/petals/back.gif). (Tanggal akses: 11 Desember 2007) Kebijakan departemen kesehatan Tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (asi). dalam http://:www.dinkes- kotasemarang.go.id/staticfiles/dokumen/ kebijakan_asi.html(Tanggal akses: 11 Juni 2007). Khairuddin. (1997). Sosiologi Keluarga. Yogayakarta: Liberty. Lahey, B. B. (2004). Psychology: An introduction (eighth edition). New york McGraw-Hill Matlin, W. M. 2004. The psychology of woman (fifth edition). Canada : Wadworth; A divisio of Thomson. Inc. Monks, dkk, 1999. Psikologi perkembangan : Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada University Press. Newman, B. M. & Newman P. R.(2005). Development through life: A psychosocial approach (ninth Edition).USA: Thomson Wadsworth xcv Universitas Sumatera Utara Noor, N. M. (2002). Work-family conflict, locus of ciontrol, and women’s wellbeing: Test of alternative pathways. The Journal of social psychology, 142(5), 645-662 Oskamp, Stuart (1984). Applied social psychology. New Jersey: Prentice- Hall. Papalia O.F.(2004). Human development. New York: the McGraw Hill Companies Rini, J. F. dkk .(2002). Wanita bekerja. Http://www.psikologi.com/keluarga. (on-line 03/01/2007) dalam Santrock, J. W. (2004). Educational psychology (2nd edition). New York: McGraw Hill. Sarlito, W. S. (2000). Teori-teori psikologi sosial. Jakarta: Garafindo Persada. Schultz, D. & Schultz, E. S. (1994). Theories of personality (fifth Edition). California: Brooks/ Cole Publishing Company. Simon, T. L. (2002) The exploration of the working mother’s plight through psychoanalytic, feminist and intersubjective approach. San Francisco Bay Campus Alliant International University. dalam Http://www.proquest.umi.com. (on-line 05/05/2007). Sukadji, S, & Salim, E. (2001). Sukses di perguruan tinggi. Depok: Indonesia University Press Soeharto, Triana. (2004). Konflik peran ganda ibu yang bekerja (sebagai dosen) zzpada masa dewasa awal. Jurnal Ilmiah Psikologi, 2 (1), 43-50 Stonner, Charles R. (1990). Work-home role conflict infemale owners of small bussiness: an eploratory study. Journal of small bussiness management, 28 (1), page 30-38. Tjaja, Ratna P. (2000). Wanita Bekerja dan Implikasi Sosial. dalam http://bappenas.go.id/index.php?module=Filemanager&func=download&pat hext=ContentExpress/&view=396/Ratna%20P.%20Tjaja%20(6).pdf. (Tanggal akses: 11 Desember 2007) Wanita Berperan Ganda. (2004). http://www.waspada.co.id/serba_waspada/dunia_wanita/artikel 27/04/2006). dalam (on-line Wolfman, B. S. (1992). (1992). Peran kaum wanita: Bagaimana menjadi cakap dan seimbang dalam aneka peran. Yogyakarta: Kanisius. xcvi Universitas Sumatera Utara
Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Stres Kerja Pada Wanita Bekerja
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Stres Kerja Pada Wanita Bekerja

Gratis