PROPOSAL revisi icha

Gratis

0
10
1
2 years ago
Preview
Full text

  

PROPOSAL

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA

( Studi Kasus Pada PT Atlantic Ocean Paint Tahun 2004-2006)

  

Disusun Oleh :

Ridya Freshca Puspasari

03610044

  

FAKULTAS EKONOMI /MANAJEMEN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2007

  

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA

(Studi Kasus Pada PT Atlantic Ocean Paint Tahun 2004-2007)

A. Latar Belakang Masalah :

  Perusahaan pada umumnya bertujuan untuk menghasilkan laba secara optimal dari pemanfaatan potensi yang dimilikinya dengan baik, terutama berkaitan dengan pengelolaan modal kerja. Hal ini dikarenakan modal kerja merupakan faktor utama penggerak operasional perusahaan, dimana lebih dari separuh dari jumlah aktiva perusahaan adalah aktiva lancar yang merupakan unsur modal kerja. Pengelolaan dan penggunaan modal kerja secara efektif merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang pencapaian laba bersih secara optimal. Pengelolaan modal kerja meliputi masing-masing pos aktiva lancar dan hutang lancar sedemikian rupa, sehingga jumlah

  net working capital yang diinginkan tetap dapat dipertahankan.

  Bagi suatu perusahaan, makin besar jumlah produksi yang dapat dijual, berarti semakin besar kemungkinan untuk memperoleh laba yang semakin tinggi, sehingga dengan demikian setiap pimpinan perusahaan selalu mempunyai harapan untuk dapat mengembangkan dan meluaskan perusahaannya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat bahwa setiap perusahaan baik perusahaan Negara maupun swasta yang ingin eksis dalam persaingan bisnis, setidaknya dapat memperhatikan perkembangan dari perusahaannya. Perkembangan-perkembangan tersebut merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.

  Modal kerja merupakan salah satu aspek penting dalam pembelanjaan perusahaan. Apabila perusahaan tidak dapat mempertahankan “tingkat modal kerja yang memuaskan”, maka kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar kewajiban-kewajiban yang sudah jatuh tempo dan bahkan mungkin dilikuidir (Syamsuddin, 2004 :201). Aktiva lancar haruslah cukup besar untuk dapat menutup hutang sedemikian rupa, sehingga menggambarkan adanya tingkat keamanan yang memuaskan. Pos-pos utama dalam aktiva lancar adalah kas, surat-surat berharga jangka pendek, piutang dan persediaan. Masing-masing pos tersebut haruslah dikelola secara baik dan efisien untuk dapat mempertahankan likuiditas perusahaan dan pada saat yang sama jumlah dari masing-masing pos tersebut tidak terlalu besar. Pos-pos utama dalam hutang lancar meliputi hutang usaha, hutang surat-surat berharga, dan biaya-biaya yang masih harus dibayar. Masing-masing pos hutang lancar tersebut harus dikelola dengan baik untuk menjamin bahwa sumber-sumber modal jangka pendek tersebut diperoleh dan dipergunakan dengan cara sebaik mungkin.

  Kebutuhan modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat penting dalam perusahaan, karena tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk menjalankan aktivitasnya. Seorang manajer keuangan dituntut untuk memperhatikan sumber dana dalam memenuhi modal kerja sehingga manajer dihadapkan berbagai pilihan sumber dana baik sumber dana berjangka pendek maupun berjangka panjang. Sumber dana tersebut digunakan sebagai sumber pembelanjaan serta pengelolaan perusahaan dalam setiap aktivitas perusahaan agar dapat lebih efisien dan siap menghadapi persaingan perusahaan pada masa yang akan datang. Menurut Sartono (2001:494) investasi modal kerja merupakan proses terus menerus selama perusahaan beroperasi, yang dipengaruhi oleh :

   Tingkat investasi aktiva lancar  Proporsi hutang jangka pendek yang digunakan  Tingkat investasi pada setiap jenis aktiva lancar  Sumber dana yang spesifik dan komposisi hutang lancar yang harus dipertahankan Pada dasarnya modal kerja berbeda dengan aktiva tetap, hanya pada waktu yang diperlukan untuk memperbaharui aktiva tersebut atau dengan kata lain, aktiva tetap akan memerlukan waktu lebih dari satu periode atau satu tahun. Sedangkan investasi modal kerja biasanya akan berputar kurang dari satu periode normal operasi perusahaan. Siklus operasi perusahaan terdiri atas tiga kegiatan pokok, yaitu : pengadaan bahan, proses produksi, dan distribusi (penjualan).

  Aliran kas di dalam kegiatan ini sering tidak sinkron, dimana pengeluaran kas dilakukan jauh-jauh sebelum penerimaan kas, disamping itu juga penjualan dan biaya yang harus dikeluarkan sering tidak pasti. Oleh karena itu perusahaan perlu menjaga modal kerja yang cukup. Semakin lama periode antara saat pengeluaran kas sampai dengan penerimaan kembali, maka kebutuhan modal kerja akan semakin besar. Oleh karena itu perusahaan perlu menjaga modal kerja yang cukup.

  Analisis terhadap sumber dan penggunaan modal kerja penting bagi manajer keuangan, sebab analisis tersebut digunakan untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut dibelanjai. Suatu laporan yang menggambarkan darimana datangnya dana dan untuk apa dana itu digunakan disebut sebagai laporan sumber-sumber dan penggunaan dana suatu perusahaan sangat penting bagi Bank dalam menilai permintaan kredit yang diajukan ke Bank. Sebab dengan adanya analisa terhadap laporan tersebut maka dapat diketahui bagaimana perusahaan tersebut mengelola dan menggunakan dana yang dimilikinya (Riyanto, 2001 : 345).

  Perkembangan industri cat di Surabaya cukup baik. Persaingan yang ketat terjadi antar perusahaan sejenis, sehingga menuntut perusahaan selalu meningkatkan kualitas dan membenahi manajemen khususnya penyediaan modal kerja perusahaan agar bisa bertahan dan bersaing dengan perusahaan cat lainnya.

  Perusahaan cat PT. Atlantic Ocean Paint merupakan perusahaan lokal yang sampai saat ini masih eksis di bidangnya dengan produk yang dihasilkan seperti waterbase, synthetic, primer, thinner dan industrial paint. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT. Atlantic Ocean Paint telah menerapkan berbagai strategi maupun konsep-konsep modern baik dalam produksi maupun pemasarannya sehingga PT. Atlantic Ocean Paint memiliki total kapasitas terpasang per bulan sebesar 2.040 ton dan sampai saat ini realisasi produksi perusahaan (utilitas) mencapai 61 % dari kapasitas terpasang.

  Perusahaan cat PT. Atlantic Ocean Paint tentunya memerlukan evaluasi efisiensi sumber dan penggunaan modal kerja untuk meningkatkan penjualan dan profitabilitasnya. Bagi PT. Atlantic Ocean Paint, analisis sumber dan penggunaan modal kerja untuk mencapai efisiensi sumber dan penggunaan modal kerja pada perusahaan. Dengan kemampuan pihak perusahaan dalam menciptakan efisiensi diharapkan perusahaan mampu memenangkan persaingan usaha maupun meningkatkan laba usahanya. Seluruh kebutuhan modal kerja PT. Atlantic Ocean Paint, selain didanai dari modal sendiri juga berasal dari dana pinjaman Bank Mandiri.

  Adapun data perkembangan omset penjualan dan laba bersih PT. Atlantic Ocean Paint adalah sebagai berikut :

  PT. Atlantic Ocean Paint (dalam jutaan rupiah) Keterangan/tahun 2004 2005 2006

  Penjualan 114.355 172.111 214.419 Laba Bersih 9.517,7 11.372 6.882

  Sumber : PT. Atlantic Ocean Paint Sehubungan dengan hal tersebut di atas dan mengingat pentingnya mengevaluasi efisiensi dan penggunaan modal kerja dalam upayanya mencapai tujuan perusahaan, maka penulis mengmbil judul : “Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja (Studi Kasus Pada PT Atlantic Ocean Paint Tahun 2004-2006)”.

  B. Rumusan Masalah :

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah yang dapat dikemukakan adalah:

  1. Bagaimana sumber dan penggunaan modal kerja PT. Atlantic ocean Paint selama periode 2004-2006?

  2. Bagaimana proyeksi sumber dan penggunaan modal kerja PT. Atlantic Ocean Paint periode 2007?

  C. Batasan Penelitian :

  Untuk menghindari agar pembahasan tidak sampai keluar dari pokok permasalahan yang ada, maka batasan masalah yang akan disajikan adalah :

  1. Data yang digunakan adalah data periode tahun 2004-2006 yang meliputi neraca dan laporan laba rugi.

  2. Modal kerja mengacu pada aktiva lancar dan hutang lancar khususnya modal kerja bersih atau net working kapital.

  D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian :

  a. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis berdasarkan pada permasalahan yang dirumuskan, yaitu :

  1. Untuk mengetahui bagaimana sumber kebutuhan dan penggunaan modal kerja PT. Atlantic ocean Paint selama periode 2004-2006

  2. Untuk mengetahui proyeksi sumber dan penggunaan modal kerja PT. Atlantic Ocean Paint pada tahun 2007

  b. Kegunaan Penelitian

  1. Bagi Perusahaan/Instansi Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang dapat digunakan oleh perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pimpinan perusahaan untuk menanggulangi masalah yang berhubungan dengan sumber dan penggunaan modal kerja.

  2. Bagi Pihak Lain Dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dalam pelaksanaan penelitian selanjutnya pada topik yang relevan serta berguna dalam menambah pengetahuan dimasa yang akan datang.

  3. Bagi Kreditur Dari penelitian ini dapat diketahui keadaan perusahaan dalam mengelola dan menggunakan dananya sehingga dapat memberikan suatu pertimbangan bagi kreditur untuk memberikan pinjaman (kredit) yang diajukan oleh perusahaan.

  E. Tinjauan Pustaka

1. Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Penelitian terdahulu yang membahas masalah yang hampir sama dilakukan oleh Yunies Rochmawati, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang 2005 dengan judul: “Analisis Sumber dan penggunaan Modal kerja (Studi pada PG. Modjopanggoong Tulungagung)”. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa sumber dan penggunaan modal kerja PG. Modjopanggoong Tulungagung tahun 2002-2003 mengalami penurunan modal kerja sebesar Rp. 772.762.199,00 . Turunnya modal kerja ini disebabkan karena penggunaannya lebih besar dari sumbernya. Penggunaan modal kerja ini digunakan untuk pembayaran deviden yang diperoleh dari pembiyaan eksternal serta pembiayaan internal. Sedangkan sumber modal kerja hanya berasal dari sumber internal saja, salah satunya yaitu laba operasi.

  Pada tahun 2003-2004 mengalami kenaikan modal kerja sebesar Rp. 3.612.912.276,00 . Hal ini dilihat dari sumber yang diperoleh lebih besar daripada pengunaannya. Sumber-sumber itu berasal dari sumber internal yang salah satunya berasal dari laba operasi. Serta penggunaan yang berasal dari pembiayaan eksternal yang digunakan untuk pembayaran deviden dan pembiayaan internalnya untuk pembelian mesin dan instalasi dan pembelian invebtaris kantor atau rumah.

  Adapun perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah: Obyek yang diteliti PG.Modjopanggoong PT. Atlantic Ocean Paint

  Pembeda Penelitian Terdahulu Penelitian Sekarang Tulungagung

  Periode Observasi 2001-2004 2004-2006 Teknik analisa Modal kerja optimal Time series analysis

  (Return on Working

  Capital)

  Sedangkan persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah sama-sama bertujuan mengetahui bagaimana sumber dan penggunaan modal kerja.

F. Tinjauan Teori

1. Modal kerja

a. Pengertian Modal Kerja

  Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari, misalkan untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai dan lain sebagainya. Dimana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diaharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan, dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya.

  Uang yang masuk yang berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Dengan demikian maka dana tersebut akan terus-menerus berputar setiap periodenya selama hidupnya perusahaan.

  Menurut Riyanto (2001:57) mengenai pengertian modal kerja ini dapatlah dikemukakan adanya beberapa konsep, yaitu : a. Konsep Kuantitatif

  Konsep ini mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar dimana aktiva ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva dimana dana yang tertanam didalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek. Dengan demikian modal kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan

  dari jumlah aktiva lancar. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (gross working capital)

  b. Konsep Kualitatif Pada konsep kualitatif ini pengertian modal kerja juga dikaitkan dengan besarnya jumlah hutang lancar atau hutang yang segera harus dibayar.

  Dengan demikina maka sebagian dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk memenuhi kewajiban financil yang segera dilakukan, dimana bagian dari aktiva lancar ini tidak boleh digunakan untuk membiayai operasinya perusahaan untuk menjaga likuiditasnya. Oleh karena itu maka modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar- benar dapat digunakan untuk membiayai operasinya perusahaan tanpa menggagu likuiditasnya, yaitu merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancarnya. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut Modal Kerja Netto (Net Working Capital)

  c. Konsep Fungsional

  Konsep ini mendasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapatan (Income). Setiap dana yang dikerjakan atau digunakan dalam perusahaan adalah dimaksudkan untuk mengahasilkan pendapatan. Ada sebagian dana yang digunakan dalam satu periode akuntansi tertentu yang seluruhnya mengasilkan pendapatan bagi periode tersebut (Current

  Income) dan ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama periode

  tersebut tetapi tidak seluruhnya digunakan untuk mengahasilkan Current Income.sebagian dari dana itu dimaksudkan untuk mengasilkan pendapatan untuk periode-periode berikutnya (Future Income).

  Modal kerja merupakan keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari (Sawir, 2005:129). Menurut Weston dan Brigham (dalam Sawir, 2005:139) modal kerja adalah investasi perusahaan di dalam aktiva jangka pendek seperti kas, sekuritas, (surat-surat berharga), piutang dagang, dan persediaan.

  Modal kerja menurut Sundjaja dan Barlian (2003:187) adalah sebagai berikut : “Modal kerja yaitu aktiva lancar yang mewakili bagian dari investasi yang berputar dari satu bentuk ke bentuk lainnya dalam melaksanakan suatu usaha, atau Modal kerja adalah kas / bank, surat-surat berharga yang mudah diuangkan (misalnya giro, cek, deposito), piutang dagang dan persediaan yang tingkat perputarannya tidak melebihi 1 tahun atau jangka waktu operasi normal perusahaan”. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut di atas dapat diambil suatu kesimpulan yaitu bahwa modal kerja merupakan kelebihan aktiva lancar terhadap hutang lancar atau disebut juga modal kerja netto (Net Working

  Capital)

b. Jenis-jenis Modal Kerja

  Modal kerja merupakan kekayaan atau aktiva yang diperlukan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan selalu berputar dalam periode tertentu, yang biasa disebut dengan aktiva lancar. Selain memahami konsep modal kerja, peneliti juga perlu mengetahui jenis-jenis modal kerja itu sendiri. Menurut Riyanto (2001:61), jenis-jenis modal kerja yang digolongkan oleh W. B Taylor dibagi menjadi dua yaitu :

  a. Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)

  Yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya, atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus-menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Modal kerja permanen dapat dibedakan dalam :

  1. Modal kerja primer (Primary Working Capital) yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjaga kontinuitas usahanya.

  2. Modal kerja normal (Normal Working Capital) yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan agar perusahaan dapat beroperasi untuk menghasilkan barang sebesar kapasitas normal perusahaan.

  b. Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)

  Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakan antara lain :

  1. Modal kerja musiman Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musim.

  2. Modal kerja siklis Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi konyungtur.

  3. Modal kerja darurat Yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah karena adanya keadaan yang darurat yang tidak diketahui sebelumnya (misalnya adanya pemogokan buruh, banjir, perubahan ekonomi yang mendadak).

  Membahas modal kerja tidak akan terlepas dari elemen-elemen modal kerja yang terkandung di dalamnya. Elemen-elemen modal kerja menurut Riyanto (2000:59) yaitu :

  a. Kas Kas merupakan bagian dari harta perusahaan yang paling likuid dan dapat digunakan segera untuk memenuhi kewjiban financial perusahaan.

  Selain itu merupakan alat tukar yang memungkinkan manajemen menjalankan berbagai kegiatan usahanya. Semakin besar jumlah kas yang ada dalam perusahaan berarti perusahaan mempunyai resiko lebih baik dalam melunasi kewajiban finansialnya.

  b. Piutang Dagang Tindakan penjualan kredit biasa dilakukan dalam dunia usaha dengan tujuan untuk merangsang minat para pelanggan dan memperbesar jumlah konsumen. Piutang yang diterapkan pada perusahaan dapat menaikkan hasil penjualan, menaikkan laba dan memenangkan persaingan.

  Pengelolaan piutang yang efisien dapat dilihat pada neraca yaitu besar kecilnya piutang terutama dalam menetapkan jangka waktu kredit yang akan mempengaruhi perputaran kerja. Sebaliknya bila terlalu ketat maka penjualan akan menurun sehingga keuntungan akan menurun juga. Untuk mengendalikan piutang, perusahaan perlu menetapkan kebijakan kreditnya. Kebijakan ini berfungsi sebagai standar, apabila suatu saat pelaksanaan penjualan kredit dan pengumpulan piutang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan maka perusahaan perlu melakukan perbaikan.

  c. Persediaan Persediaan merupakan bagian utama dari modal kerja, sebab dilihat dari jumlahnya biasanya persediaan inilah unsur modal kerja yang paling besar. Hal ini dapat dipahami karena persediaan merupakan factor penting dalam menentukan kelancaran operasi perusahaan, tanpa aa persediaan yang memadai kemungkinan besar perusahaan tidak bias memperoleh keuntungan yang diinginkan disebabkan proses produksi akan terganggu.

c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja

  Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja menurut Munawir (2002:117) adalah :

  1. Sifat atau type perusahaan Modal kerja dari suatu perusahaan jasa relatif akan lebih rendah bila dibandingkan dengan kebutuhan modal kerja perusahaan industri, karena untuk perusahaan jasa tidak memerlukan investasi yang besar dalam kas, piutang maupun persediaan. Apabila dibandingkan dengan perusahaan industri, maka keadaannya sangatlah ekstrim karena perusahaan industri harus mengadakan investasi yang cukup dalam aktiva lancar agar perusahaannya tidak mengalami kesulitan di dalam operasinya sehari-hari. Apabila dibandingkan dengan perusahaan jasa, perusahaan industri membutuhkan modal yang lebih besar, bahkan diantara perusahaan industri sendiri kebutuhan modal kerjanyapun tidak sama.

  Perusahaan yang memprodusir barang akan membutuhkan modal yang lebih besar daripada perusahaan perdagangan atau perusahaan eceran, karena investasi perusahaan yang relatif besar dalam bahan baku, barang dalam proses dan persediaan barang jadi.

  2. Waktu yang dibutuhkan untuk memprodusir atau memperoleh barang yang akan dijual serta harga persatuan dari barang tersebut.

  Kebutuhan modal kerja suatu perusahaan berhubungan langsung dengan waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh barang yang akan dijual maupun bahan dasar yang akan diprodusir sampai barang tersebut dijual. Makin panjang waktu yang dibutuhkan untuk memprodusir atau untuk memperoleh barang tersebut makin besar pula modal kerja yang dibutuhkan. Harga pokok barang satuan yang dijual akan semakin besar pula kebutuhan akan modal kerja.

  3. Syarat pembelian bahan atau barang dagangan Syarat pembelian barang dagangan atau bahan dasar yang akan digunakanuntuk memprodusir barang sangat mempengaruhi modal kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Apabila syarat kredit yang diterima pada waktu pembelian menguntungkan, makin sedikit uang kas yang diinvestasikan dalam persedian bahan atau barang dagangan, sebaliknya jika pembayaran atau barang yang dibeli tersebut harus dilakukan untuk membiayai persediaan yang semakin besar.

  4. Syarat pembelian Semakin lunak kredit yang diberikan oleh perusahaan kepada para pembeli akan mengakibatkan besarnya jumlah modal yang harus diinvestasikan dalam sector piutang. Apabila untuk memperendah dan memperkecil jumlah modal kerja yang harus diinvestasikan dalam piutang yang tak dapat ditagih, sebaliknya perusahaan memberikan potongan tunai kepada para pembeli, karena dengan demikian para pembeli akan tertarik untuk segera membayar hutangnya dalam periode diskonto tersebut.

  5. Tingkat perputaran persediaan Tingkat perputaran persediaan, menunjukkan berapa kali persediaan tersebut diganti dalam arti dibeli untuk dijual kembali.

  Semakin tinggi perputaran persediaan tersebut, maka jumlah modal kerja yang dibutuhkan semakin rendah. Perencanan dan pengawasan yang teratur dan efisien, dapat dicapai melalui tingkat perputaran yang tinggi. Semakin cepat atau semakin tinggi perputaran akan mempekecil resiko terhadap kerugian yang disebabkan karena penurunan harga atau karena perubahan selera konsumen, disamping itu akan menghemat ongkos penyimpanan dan pemeliharaan terhadap persediaan tersebut.

  Manajemen modal kerja adalah kegiatan yang mencakup semua fungsi manajemen atas aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek perusahaan (Sawir, 2005 : 133). Adapun yang ingin dicapai dari manajemen modal kerja adalah :

  a. Memaksimalkan nilai perusahaan dengan mengelola aktiva lancar sehingga tingkat pengembalian investasi marjinal adalah sama atau lebih besar dari biaya modal yang digunakan untuk membiayai aktiva- aktiva tersebut. b. Meminimalkan dalam jangka panjang biaya modal yang digunakan untuk membiayai aktiva lancar.

  c. Pengawasan terhadap arus dan dalam aktiva lancar dan ketersediaan dana dari sumber hutang sehingga perusahaan selalu dapat memenuhi kewajiban keuangannya ketika jatuh tempo.

  Sasaran tersebut mengindikasikan bahwa modal kerja perusahaan harus cukup jumlahnya dalam arti harus mampu membiayai pengeluaran- pengeluaran atau operasi perusahaan sehari-hari. Tersedianya modal yang cukup akan menguntungkan bagi perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis atau efisien dan perusahaan juga tidak akan mengalami kesulitan keuangan.

  Keuntungan-keuntungan atas tersedianya modal kerja yang cukup bagi perusahaan menurut Munawir (2002:116) antara lain : a. Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai atas aktiva lancar.

  b. Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.

  c. Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan keuangan yang mungkin akan terjadi.

  d. Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para konsumennya.

  e. Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langganannya.

  f. Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang ataupun jasa yang dibutuhkan.

d. Arti pentingnya Analisa Sumber-sumber dan Penggunaan Dana

  Analisa sumber-sumber dan penggunaan dana atau sering juga disebut analisa aliran dana, merupakan alat finansiil yang sangat penting bagi financial manager, di samping alat-alat finansiil lainnya.

  Maksud utama dari analisa sumber dan penggunaan dana tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana dana tersebut dibelanjai. Dengan kata lain dengan analisa aliran dana itu akan dapat diketahui darimana datangnya dana dan untuk apa dana tersebut digunakan. Suatu laporan yang yang menggambarkan darimana datangnya dana dan untuk apa dana tersebut digunakan disebut laporan sumber-sumber dan penggunaan dana (Riyanto, 2001 : 345).

  Sebagai langkah pertama dalam analisa sumber-sumber dan penggunaan dana adalah penyusunan “Laporan perubahan neraca” (Statement of Balance

  Sheets Changes) yang disusun atas dasar dua neraca dari dua saat titik waktu.

  Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen neraca antara kedua titik waktu itu, dan setiap perubahan elemen tersebut mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana. Dari laporan perubahan neraca tersebut dengan bantuan dari Laporan Laba ditahan dapatlah disusun laporan sumber-sumber dan penggunaan dana.

  Pengertian dana yang digunakan dalam analisa sumber-sumber dan penggunaan dana tersebut dapat dalam artian yang sempit yaitu “kas” atau dalam artian yang lebih luas, yaitu sebagai “modal kerja”.

e. Pengertian Dana Dalam Analisa Sumber-Sumber dan Penggunaan Dana

1. Dana dalam aliran kas

  Dalam menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan dana di mana dana adalah dalam artian kas, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : a. Menyusun laporan perubahan neraca, yang menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca antara titik waktu yang akan dianalisa (bulanan atau tahunan) b. Mengelompokkan perubahan-perubahan tersebut dalam golongan perubahan-perubahan yang memperbesar kas dan golongan perubahan- perubahan yang memperkecil jumlah kas

  c. Mengelompokkan elemen-elemen dalam laporan laba dan rugi atau laporan laba ditahan ke dalam golongan yang memperbesar kas dan golongan yang memperkecil jumlah kas

  d. Mengadakan konsolidasi dari semua informasi tersebut ke dalam laporan sumber-sumber dan penggunaan dana Adapun perubahan-perubahan dari elemen-elemen neraca antara dua saat yang efeknya memperbesar kas dan hal tersebut dapat dikatakan sebagai “sumber-sumber dana” adalah sebagai berikut :

  a. Berkurangnya aktiva lancar selain kas Berkurangnya aktiva lancar selain kas berarti bertambahnya dana atau kas. Berkurangnya barang dapat terjadi karena terjualnya barang tersebut, dan hasil penjualan tersebut merupakan sumber dana atau kas bagi perusahaan itu. Berkurangnya piutang berarti piutang itu telah dibayar dan penerimaan piutang merupakan penambahan dana yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan.

  b. Berkurangnya aktiva tetap Berkurangnya aktiva tetap bruto berarti bahwa sebagian dari aktiva tetap itu dijual dan hasil penjualannya merupakan sumber dana, karena berkurangnya aktiva tetap neto tersebut berarti adanya depresiasi dalam tahun yang bersangkutan dan depresiasi inipun merupakan sumber dana.

  c. Bertambahnya setiap jenis hutang Bertambahnya hutang, baik hutang lancar maupun hutang jangka panjang merupakan sumber dana. Bertambahnya hutang berarti adanya tambahan dana yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan

  d. Bertambahnya modal

  Bertambahnya modal misalnya disebabkan karena adanya emisi saham baru, dan hasil penjualan saham baru itu merupakan sumber dana e. Adanya keuntungan dari operasinya perusahaan

  Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan dari neto dari operasinya berarti bahwa ada tambahan dan bagi perusahaan yang bersangkutan. Mengenai perubahan-perubahan yang efeknya memperkecil dana/ kas dan ini dikatakan sebagai penggunaan dana, antara lain : a. Bertambahnya aktiva lancar selain kas

  Bertambahnya aktiva lancar dapat terjadi pembelian barang, dan pembelian barang membutuhkan dana. Dengan demikian penambahan aktiva lancer merupakan penggunaan dana.

  b. Bertambahnya aktiva tetap Bertambahnya aktiva tetap bruto dapat terjadi karena adanya pembelian aktiva tetap, dan pembelian aktiva tetap merupakan penggunaan dana.

  c. Berkurangnya hutang Berkurangnya hutang, baik hutang lancar maupun hutang jangka panjang dapat terjadi karena perusahaan telah melunasi atau mengangsur hutangnya. Pembayaran kembali hutang berarti penggunaan dana.

  d. Berkurangnya modal Berkurangnya modal dapat terjadi karena pemilik perusahaan mengambil kembali atau mengurangi modal yang tertanam dalam perusahaan. Berkurangnya modal berarti berkurangnya dana. Dalam P.T. pembelian kembali kembali saham pun merupakan penggunaan dana.

  e. Pembayaran cash dividend Pembayaran cash dividend jelas merupakan penggunaan dana. Cash dividend dibayarkan dari keuntungan netto sesudah pajak. f. Adanya kerugian atas operasinya perusahaan Timbulnya kerugian selama periode tertentu dapat disertai dengan berkurangnya aktiva atau bertambahnya hutang. Sebenarnya bertambahnya hutang merupakan sumber dana, tetapi dengan adanya kerugian, tambahan dana tersebut digunakan untuk menutup kerugian.

  Dengan demikian maka adanya kerugian merupakan penggunaan dana.

2. Dana dalam Artian Modal Kerja

  Di samping penyusunan laporan sumber-sumber dan penggunaan dana atas kas, seringpula perusahaan menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan dana atas dasar modal kerja atau sering disebut laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja. Modal kerja disini adalah dalam artian neto yaitu kelebihan aktiva lancar di atas hutang lancar.

  Dalam laporan zumber-sumber dan penggunaan modal kerja tidak tercantum di dalamnya sumber-sumber dari penggunaan dana yang berasal dari unsur-unsur modal kerja itu sendiri, karena perubahan-perubahan yang hanya menyangkut unsur-unsur Aktiva lancar dan hutang lancar saja (Current Acounts) tidak mengakibatkan perubahan jumlah modal kerja (neto).

  Perubahan jumlah modal kerja akan terjadi apabila ada unsure-unsur di luar “Current Acounts” yang disebut dengan “Non Current Acounts” (aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan modal sendiri) yang mempunyai efek neto terhadap modal kerja.

  Perubahan-perubahan dari unsur non current accounts yang mempunyai efek memperbesar modal kerja disebut sebagai sumber- sumber modal kerja, dan perubahan-perubahan dari unsur non current

  accounts yang memperkecil modal kerja disebut sebagai penggunaan

  modal kerja. Misalkan pada akhir tahun jumlah modal kerja lebih besar daripada jumlah modal kerja di awal tahun, hal itu berarti terdapat kenaikan jumlah modal kerja (efek neto yang positif terhadap modal kerja) yang disebabkan jumlah sumber-sumber modal kerja lebih besar dibandingkan dengan penggunaan modal kerja. Sebaliknya kalau penggunaan modal kerja lebih besar daripada sumber-sumber modal kerja, maka efek netonya adalah memperkecil modal kerja. Kalau besarnya sumber sama persis dengan besarnya penggunaan, maka tidak ada efek netonya terhadap modal kerja, sehingga besarnya modal kerja tetap tidak berubah.

f. Sumber Modal Kerja

  Menurut Munawir (2000:119) pada dasarnya modal kerja itu terdiri dari dua bagian pokok, yaitu :

  1. Bagian yang tetap atau bagian yang permanent yaitu jumlah minimum yang harus tersedia agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa kesulitan keuangan, dan

  2. Jumlah modal kerja yang variable jumlahnya tergantung pada aktivitas musiman dan kebutuhan-kebutuhan di luar aktivitas yang biasa.

  Kebutuhan modal kerja yang permanent atau sebaliknya dibiayai oleh pemilik perusahaan atau para pemegang saham. Semakin besar jumlah modal kerja yang dibiayai atau yang berasal dari investasi pemilik perusahaan akan semakin baik bagi perusahaan tersebut karena akan seemakin besar kemampuan perusahaan untuk memperoleh kredit, dan semakin besar jaminan bagi kreditor jangka pendek. Di samping dari investasi para pemilik perusahaan, kebutuhan modal kerja yang permanent dapat pula dibiayai dari penjualan obligasi atau jenis hutang jangka pendek lainnya, tetapi dalam hal ini perusahaan harus mempertimbangkan jatuh tempo dari hutang jangka panjang ini di samping juga harus mempertimbangkan beban bunga yang harus dibayar oleh perusahaan.

  Pada umumnya sumber modal kerja suatu perusahaan menurut dapat berasal dari : a. Hasil operasi perusahaan

  Adalah jumlah net income yang nampak dalam laporan perhitungan rugi laba ditambah dengan depresiasi dan amortisasi, jumlah ini menunjukkan jumlah modal kerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan b. Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga (investasi jangka pendek)

  Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga ini merupakan suatu sumber untuk bartambahnya modal kerja, sebaliknya apabila dalam penjualan tersebut terjadi kerugian maka akan menyebabkan berkurangnya modal kerja c. Penjualan aktiva tidak lancar

  Sumber lain yang dapat menambah modal kerja adalah hasil penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang dan aktiva tidak lancar lainnya yang tidak diperlukan lagi oleh perusahaan.

  d. Penjualan saham atau obligasi Untuk menambah dana atau modal kerja yang dibutuhkan, perusahaan dapat juga mengadakan emisi saham baru atau meminta kepada para pemilik perusahaan untuk menambah modlanya, di samping itu perusahaan dapat juga mengeluarkan obligasi atau dalam bentuk hutang jangka panjang lainnya guna memenuhi kebutuhan modal kerjanya (Munawir, 2000 : 120).

g. Penggunaan Modal Kerja

  Pemakaian atau penggunaan modal kerja akan menyebabkan perubahan bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan, tetapi penggunaan aktiva lancar tidak selalu diikuti dengan berubahnya atau turunnya jumlah modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan.

  Penggunaan-penggunaan aktiva lancar yang mengakibatkan turunnya modal kerja adalah sebagai berikut :

  1. Pembayaran biaya atau ongkos-ongkos operasi perusahaan, meliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan atau barang dagangan, supplies kantor dan pembayaran biaya-biaya lainnya.

  2. Kerugian-kerugian yang diderita oleh perusahaan karena adanya penjualan surat berharga atau effek, maupun kerugian isidentil lainnya

  3. Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan- tujuan tertentu dalam jangka panjang, misalnya Dana Pelunasan Obligasi, Dana Pensiun Pegawai, Dana Expansi ataupun dana-dana lainnya.

  4. Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap, investasi jangka panjang atau aktiva tidak lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat berkurangnya modal kerja

  5. Pembayaran hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang obligasi maupun bentuk hutang jangka panjang lainnya, serta penarikan atau pembelian kembali (untuk sementara maupun untuk seterusnya) saham perusahaan yang beredar atau adanya penurunan hutang jangka panjang diimbangi berkurangnya aktiva lancar.

h. Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

  Laporan tentang perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana manajemen mengelola perputaran atau sirkulasi modalnya. Laporan perubahan modal kerja merupakan ringkasan tentang hasil-hasil aktivitas keuangan suatu perusahaan dalam satu periode tertentu dan menyajikan sebab-sebab perubahan-perubahan posisi keuangan perusahaan tersebut. Laporan ini akan sangat berguna bagi manajemen dalam mengadakan pengawasan terhadap modal kerja dan agar sumber-sumber modal kerja dapat digunakan secara efektif di masa mendatang. Hasil analisa terhadap sumber dan penggunaan modal kerja dari suatu perusahaan dalam suatu periode akan dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan atau perencanaan modal kerja di masa yang akan datang (Munawir, 2002:129).

  Penyajian laporan tentang perubahan modal kerja memerlukan adanya analisa tentang kenaikan atau penurunan dalam pos-pos yang tercantum dalam neraca yang diperbandingkan antara dua saat tertentu (comparative balance

  

sheet), hal ini menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pos-pos

elemen modal kerja.

  Adapun langkah-langkah dalam penyusunan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja adalah sebagai berikut :

  1. Menyusun laporan perubahan modal kerja Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing unsure modal kerja atau unsure current accounts antara dua titik waktu. Dengan laporan tersebut di atas dapat diketahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya perubahan modal kerja

  2. Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsure-unsur non current accounts antara dua titik waktu tersebut ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja

  3. Mengelompokkan unsure-unsur dalam laporan laba ditahan ke dalam golongan yang yang perubahannya mempunyain efek memperbesar modal kerja dan golongan yang perubahannya mempunyai efek memperkecil modal kerja

  4. Berdasarkan informasi tersebut di atas dapatlah disusun laporan sumber- sumber dan penggunaan modal kerja.

  Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja akan berubah apabila aktiva lancarnya dan hutang lancarnya berubah, sedangkan untuk mengetahui sebab perubahan tersebut (sumber dan penggunaannya) dapat diketahui dengan menganalisa perubahan yang terjadi dalam sector non current (aktiva tetap, hutang jangka panjang dan modal). Oleh karena itu Laporan Perubahan Modal Kerja harus menunjukkan kedua hal tersebut dan dapat disajikan dalam dua bagian, yaitu :

  1. Perubahan yang terjadi untuk setiap jenis atau elemen modal kerja (perubahan amsing-masing pos aktiva lancar dan hutang lancar) dan perubahan modal kerja secara total. Bagian ini menggambarkan kenaikan atau penurunan setiap elemen aktiva lancar, hutang lancar serta perubahan modal kerja dalam suatu periode tertentu.

  2. Sumber dan penggunaan modal kerja atau sebab-sebab terjadinya perubahan modal kerja. Bagian ini menggambarkan sumber-sumber tertentu dari mana modal kerja diperoleh serta berbagai penggunaan dari modal kerja tersebut.

  Untuk dapat menganalisa atau menentukan besarnya perubahan modal kerja baik secara total atau masing-masing pos unsur modal kerja, serta untuk mengetahui sumber-sumber dan penggunaan modal kerja selama periode yang bersangkutan, maka diperlukan data tentang neraca yang diperbandingkan antara dua saat tertentu.

  Tujuan utama penyusunan Laporan Perubahan Modal Kerja adalah untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perubahan modal kerja selama periode yang bersangkutan. Informasi tentang sumber dan penggunaan modal kerja ini sangat penting, tidak hanya bagi manajemen perusahaan (sebagai dasar perencanaan sumber dan penggunaan modal kerja periode-periode berikutnya), tetapi juga sangat berguna bagi para bankers atau kreditor jangka pendek lainnya; karena dengan mengetahui sumber dan penggunaan modal kerja perusahaan yang bersangkutan akan dapat digunakan sebagai dasar penilaian kebijaksanaan manajemen dalam mengelola modal kerjanya dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh bankers atau kreditor tersebut.

  G. Lokasi Penelitian

  Penelitian dilakukan pada perusahaan cat “PT. Atlantic Ocean Paint” yang berlokasi di Jalan Petemon Kali, Surabaya.

  H. Jenis Penelitian / Sifat Penelitian

  Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan pada bagian terdahulu maka jenis penelitian yang digunakan adalah berupa studi kasus untuk menjelaskan pemecahan masalah berdasarkan data sesuai dengan masalah yang diteliti pada PT. Atlantic Ocean Paint ini. Sedangkan sifat penelitian adalah deskriptif, yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan sesuatu yang diteliti, kemudian menganalisis untuk memberikan alternatif penyelesaian dari masalah yang diteliti.

  Arikunto (2002:120) memberikan definisi mengenai penelitian studi kasus sebagai berikut : “Penelitian kasus adalah suatu penelitian yang dilakukan secara intensif terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu”. Lebih lanjjut juga dijelaskan bahwa ditinjau dari wilayahnya, maka penelitian kasus hanya meliputi daerah atau subyek yang sangat sempit, tetapi ditinjau dari sifat penelitian, penelitian kasus lebih mendalam.

I. Jenis dan Sumber Data

  a. Jenis data

  Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data subyek dan dokumenter. Data subyek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subyek penelitian. Sedangkan data dokumenter adalah jenis data penelitian yang antara lain berupa faktur, jurnal, surat-surat, notulen, hasil rapat, memo atau dalam bentuk laporan program (Indriantoro, 2002 : 145). Data dokumenter pada penelitian ini yaitu berupa:

  1. Data kuantitatif berupa Neraca dan Laporan laba rugi PT. Atlantic Ocean Paint tahun 2004-2006

  2. Data Kualitatif berupa sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan, aktivitas perusahaan, proses produksi dan pemasaran.

  b. Sumber data

  Sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Data primer yaitu data yang dikumpulkan dan disajikan oleh perusahaan yang bersangkutan yaitu bagian akuntansi dan pimpinan perusahaan kaleng PT.

  Atlantic Ocean Paint di Surabaya yaitu berupa Neraca dan Laporan laba rugi, sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan, aktivitas perusahaan, proses produksi dan pemasaran.

  2. Data sekunder Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder dalam penelitian ini adalah neraca, laporan laba rugi, dan ketetapan atau keputusan yang ditetapkan perusahaan.

  J. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

  1. Wawancara Merupakan metode pengumpulan data dengan bertanya langsung dengan pihak- pihak intern perusahaan.

  2. Dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan, mencatat dan atau memfotocopy dari arsip maupun dokumentasi perusahaan yang relevan dengan masalah yang diteliti dan kemudian mempelajarinya.

  K. Definisi Operasional Variabel

  Suatu variabel merupakan segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan dalam penelitian yang didasarkan atas sifat yang diamati. Adapun variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah:

  1. Sumber-sumber modal kerja Merupakan perubahan unsur-unsur dari laporan neraca dan laporan laba- rugi yang menyebabkan modal kerja perusahaan bertambah. Unsur-unsur tersebut meliputi : berkurangnya aktiva tetap, bertambahnya hutang jangka panjang, bertambahnya modal sendiri, dan bertambahnya keuntungan dari operasi perusahaan (Riyanto, 2001 : 353).

  Pada umumnya sumber modal kerja suatu perusahaan menurut Munawir (2000:120) dapat berasal dari :

  a. Hasil operasi perusahaan Adalah jumlah net income yang nampak dalam laporan perhitungan rugi laba ditambah dengan depresiasi dan amortisasi, jumlah ini menunjukkan jumlah modal kerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan

  b. Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga (investasi jangka pendek) Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga ini merupakan suatu sumber untuk bartambahnya modal kerja, sebaliknya apabila dalam penjualan tersebut terjadi kerugian maka akan menyebabkan berkurangnya modal kerja c. Penjualan aktiva tidak lancar

  Sumber lain yang dapat menambah modal kerja adalah hasil penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang dan aktiva tidak lancar lainnya yang tidak diperlukan lagi oleh perusahaan.

  d. Penjualan saham atau obligasi Untuk menambah dana atau modal kerja yang dibutuhkan, perusahaan dapat juga mengadakan emisi saham baru atau meminta kepada para pemilik perusahaan untuk menambah modlanya, di samping itu perusahaan dapat juga mengeluarkan obligasi atau dalam bentuk hutang jangka panjang lainnya guna memenuhi kebutuhan modal kerjanya.

  2. Penggunaan modal kerja Merupakan perubahan unsur-unsur dari laporan neraca dan laporan laba- rugi yang menyebabkan modal kerja perusahaan berkurang. Unsur-unsur tersebut meliputi: bertambahnya aktiva tetap, berkurangnya hutang jangka panjang, berkurangnya modal sendiri, adanya pembayaran deviden kas, dan adanya kerugian dalam operasinya perusahaan (Riyanto, 2001 : 353). Sedangkan penggunaan-penggunaan aktiva lancar yang mengakibatkan turunnya modal kerja menurut Munawir (2000:122) adalah sebagai berikut : a. Pembayaran biaya atau ongkos-ongkos operasi perusahaan, meliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan atau barang dagangan, supplies kantor dan pembayaran biaya-biaya lainnya.

  b. Kerugian-kerugian yang diderita oleh perusahaan karena adanya penjualan surat berharga atau effek, maupun kerugian isidentil lainnya c. Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan- tujuan tertentu dalam jangka panjang, misalnya Dana Pelunasan Obligasi,

  Dana Pensiun Pegawai, Dana Expansi ataupun dana-dana lainnya.

  d. Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap, investasi jangka panjang atau aktiva tidak lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat berkurangnya modal kerja e. Pembayaran hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang obligasi maupun bentuk hutang jangka panjang lainnya, serta penarikan atau pembelian kembali (untuk sementara maupun untuk seterusnya) saham perusahaan yang beredar atau adanya penurunan hutang jangka panjang diimbangi berkurangnya aktiva lancar.

  L. Teknik Analisis Data

  Agar data yang terkumpul nanti dapat berguna dalam upaya memecahkan permasalahan yang diteliti, maka perlu dilakukan analisis atas data. Tujuan analisis data adalah untuk mengolah data agar mudah dipahami dan dapat diinterpretasikan serta mencerminkan hubungan antara masalah yang diteliti.

  Analisis data yang digunakan adalah Time series analysis. Time series analysis adalah metode yang digunakan untuk membandingkan sumber dan penggunaan modal kerja antara periode yang satu dengan periode yang lainnya.

  Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam pembahasan penelitian ini adalah :

  1. Membuat Neraca perbandingan untuk mengetahui terjadinya perubahan modal kerja

  2. Menyusun laporan perubahan modal kerja

  Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing unsur modal kerja atau unsur current accounts antara dua titik waktu. Dengan laporan tersebut di atas dapat diketahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya perubahan modal kerja

  3. Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur non current accounts antara dua titik waktu tersebut ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja

  4. Mengelompokkan unsur-unsur dalam laporan laba ditahan ke dalam golongan yang yang perubahannya mempunyain efek memperbesar modal kerja dan golongan yang perubahannya mempunyai efek memperkecil modal kerja

  5. Berdasarkan informasi tersebut di atas dapatlah disusun laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja.

DAFTAR PUSTAKA

  Ashari, S.E., Akt. 2005. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Penerbit ANDI, Yogyakarta. Fred Weston and Thomas E. Copeland. 1992. Manajemen Keuangan. Edisi Kedelapan.

  Penerbit Binarupsa Aksara, Jakarta Barat. Mamduh M. Hanafi, MBA. 2003. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Revisi, Penerbit UPP AMP YKPN, Yogyakarta.

  Munawir. S. 2002. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Nitisemo, Alex S. 1995. Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Revisi, Penerbit Bina Aksara, Yogyakarta. Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan.

  Edisi Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan ; Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

  Yusuf, Haryono. 1995. Dasar-dasar Akuntansi 2. Edisi Kelima, Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta

Dokumen baru